P. 1
Nilai Penting Sumberdaya Air Karst sebagai Pertimbangan Zonasi Taman Nasional

Nilai Penting Sumberdaya Air Karst sebagai Pertimbangan Zonasi Taman Nasional

|Views: 1,368|Likes:
Published by Iska Gushilman
proposal penelitian program sarjana yang bertujuan agar dalam penetapan zonasi taman nasional mempertimbangkan aspek geodiversity terutama karst. Aspek karst yang diambil adalah sumberdaya air.
proposal penelitian program sarjana yang bertujuan agar dalam penetapan zonasi taman nasional mempertimbangkan aspek geodiversity terutama karst. Aspek karst yang diambil adalah sumberdaya air.

More info:

Published by: Iska Gushilman on Jul 04, 2010
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

Tidak heran jika kawasan karst merupakan tanki air tawar raksasa yang

selayaknya dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Secara

global, mata air terbesar di dunia ini merupakan mata air karst (Jennings 1985,

diacu dalam Sunkar 2009). Di Indonesia, kawasan Karst Maros-Pangkep di

Sulawesi Selatan merupakan tanki air raksasa yang mampu menyalurkan air tawar

untuk kesejahteraan masyarakatnya. Terbukti bahwa Maros merupakan salah satu

wilayah penghasil beras yang cukup besar, dimana keberadaannya sangat

tergantung kepada ketersedian air tawar. Mata air Manavgat di kawasan karst di

Turki memiliki debit sebesar 150-130 m3

/dtk dan merupakan mata air terbesar di

dunia. Air dari Fore-Alps di Itali, dengan debit sebesar 40 m3

/dtk, merupakan

sumberdaya air yang penting dan menggambarkan salah satu sumberdaya yang

masih alami (Sauro 1993, diacu dalam Sunkar 2009). Mata air Chingsui, salah

satu mata air karst terbesar di Cina memiliki debit rata-rata 33 m3

/dtk. Salah satu

mata air yang terkenal di wilayah Eropa dijumpai di wilayah karst, tepatnya di

4

Timavo, dengan debit rata-rata 26,25 m3

/dtk (Jennings 1971, diacu dalam Sunkar

2009), sementara mata air Silver dan Blue yang merupakan terbesar di Florida,

memiliki debit sebesar 14-15 m3

/dtk. Bahkan, kota-kota besar di Austria seperti

Wina dan Salzburg, sangat tergantung pada air karst, demikian halnya dengan

kota Paris dan London yang sebagian besar airnya berasal dari air karst. Di

Indonesia, batugamping berada pada urutan ketiga sebagai formasi batuan yang

dapat menyimpan air setelah batuan volkanik serta alluvial (Soetrisno 1997, diacu

dalam Sunkar 2009).

Beberapa kawasan karst yang memiliki potensi sumberdaya air yang cukup

besar telah ditetapkan sebagai kawasan taman nasional dan menjadi warisan dunia

(world heritage). Menurut Williams (2008) kawasan karst Taman Nasional

Kahurangi di Selandia Baru adalah salah satu warisan dunia yang memiliki

potensi aliran air bawah tanah. Potensi air tersebut mampu memberikan kontribusi

yang luar biasa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumberdaya air.

Contoh lain adalah adalah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang

merupakan daerah tangkapan air bagi sungai-sungai penting di Sulawesi Selatan

yang hampir setengah wilayahnya merupakan bagian dari kawasan Karst Maros-

Pangkep (Asrianny 2006).

Walaupun nilai penting kawasan karst sudah semakin diakui oleh

Pemerintah Indonesia, terbukti dengan dimasukkannya karst dalam Undang

Undang No. 26/2007 tentang Penataan Ruang dan Undang Undang No. 32/2009

tentang Lingkungan Hidup serta Peraturan Pemerintah No. 26/2008 tentang

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, namun belum ada satupun kawasan

taman nasional yang memiliki bentang alam karst membagi zonasinya

berdasarkan fungsi serta keberadaan karst. Zonasi yang ada lebih merujuk pada

ekosistem permukaan dan mengabaikan komponen lingkungan karst yang penting

untuk penampung cadangan air. Menurut Sunkar (2007) keberadaan kawasan

karst seharusnya menjadi perhatian karena istilah keanekaragaman geologi

(geodiversity) sejajar dengan keanekaragaman hayati (biodiversity). Oleh karena

itu, diperlukan pertimbangan-pertimbangan dalam penyusunan zonasi di taman

nasional karst yang mengacu pada keberadaan karst terutama fungsinya yang

ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

5

Taman nasional yang memiliki bentang alam karst yang cukup luas dan

sedang dalam tahap penyusunan zonasi adalah Taman Nasional Manupeu

Tanahdaru. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu memberikan

gambaran tentang keberadaan sumberdaya air kawasan karst di Taman Nasional

Manupeu Tanahdaru, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam

penyusunan zonasi kawasan dan dikelola untuk kesejahteraan masyarakat.

Terpenuhinya kebutuhan air masyarakat akan meningkatkan kesadaran masyarakat

terhadap pentingnya keberadaan taman nasional sehingga dalam usaha

perlindungannya akan lebih mudah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->