P. 1
Vitamin Dan Mineral

Vitamin Dan Mineral

4.0

|Views: 14,449|Likes:
Published by OuGhie Nh
"Vitamin & Mineral" created by Ogi Nurhari ; Farmokognosi
"protected by Copyright"
"Vitamin & Mineral" created by Ogi Nurhari ; Farmokognosi
"protected by Copyright"

More info:

Published by: OuGhie Nh on Jul 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

original

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat

kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit.[3]

Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan

maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan

oleh senyawa lain.[2]

Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya

adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu,

asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme

pada tubuh.

Vitamin A (Retinol)

merupakan vitamin yang berperan dalam

pembentukkan indra penglihatan yang baik, terutama di

malam hari, dan sebagai salah satu komponen penyusun

pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan

penting dalam menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh.

Makalah Farmakognosi Umum

29

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

- Peranan vitamin A dalam indra penglihatan

Vitamin A banyak berperan dalam pembentukan indra penglihatan bagi manusia. Vitamin

ini akan membantu mengkonversi sinyal molekul dari sinar yang diterima oleh retina untuk

menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita. Senyawa yang berperan utama dalam hal ini adalah

retinol. Bersama dengan rodopsin, senyawa retinol akan membentuk kompleks pigmen yang

sensitif terhadap cahaya untuk mentransmisikan sinyal cahaya ke otak. Oleh karena itu,

kekurangan vitamin A di dalam tubuh seringkali berakibat fatal pada organ penglihatan.

- Vitamin A dan sistem imun

Vitamin A juga dapat melindungi tubuh dari infeksi organisme asing, seperti bakteri

patogen. Mekanisme pertahanan ini termasuk ke dalam sistem imun eksternal, karena sistem

imun ini berasal dari luar tubuh. Vitamin ini akan meningkatkan aktivitas kerja dari sel darah

putih dan antibodi di dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih resisten terhadap senyawa

toksin maupun terhadap serangan mikroorganisme parasit, seperti bakteri patogen dan virus.

- Antioksidan

Beta karoten, salah satu bentuk vitamin A, merupakan senyawa dengan aktivitas

antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Senyawa radikal bebas ini banyak berasal

dari reaksi oksidasi di dalam tubuh maupun dari polusi di lingkungan yang masuk ke dalam

tubuh. Antioksidan di dalam tubuh dapat mencegah kerusakan pada materi genetik (DNA dan

RNA) oleh radikal bebas sehingga laju mutasi dapat ditekan. Penurunan laju mutasi ini akan

berujung pada penurunan risiko pembentukan sel kanker. Aktivitas antioksidan juga terkait erat

dengan pencegahan proses penuaan, terutama pada sel kulit.

Konsumsi

Vitamin A memiliki 2 bentuk aktif yang dapat dicerna tubuh, yaitu retinil palmitat dan beta

karoten. Retinil palmitat berasal dari makanan hewani, seperti daging sapi, hati ayam, ikan,

susu, dan keju. Beta karoten sendiri berasal makanan nabati, seperti bayam, brokoli, dan wortel.

Bila kekurangan vitamin ini maka tubuh dapat mengalami gangguan pernafasan kerabunan dan

bahkan kebutaan, sedangkan kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan mual, sakit

kepala, nyeri sendi, iritasi, dan kerontokkan rambut.

Makalah Farmakognosi Umum

30

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

Vitamin B

y Vitamin B

1 (Thiamin)

Sebuah senyawa turunan tiamina yang disebut benfotiamina, dengan efektif, mengurangi

plak amiloid dan fosforilasi protein tau pada area kortikal otak tikus dan menekan aktivitas

enzim glikogen sintase kinase 3. Penelitian ini sangat mirip dengan kondisi penderita Alzheimer

in vivo.

Membantu dalam memproses energi dari glukosa dan protein. Penting utnuk fungsi

syaraf. Selain itu, Thiamin dapat meningkatkan kemampuan dalam mecahkan masalah.

y Vitamin B2 (Riboflavin)

Vitamin B2 (riboflavin) banyak berperan penting dalam

metabolisme di tubuh manusia. Di dalam tubuh, vitamin B2

berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin

mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN) dan flavin

adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim

ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh

melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam

pembentukan molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen,

serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti

kulit, rambut, dan kuku.

Riboflavin merupakan salah satu koenzim yang berperan dalam berbagai metabolisme

energi di dalam tubuh, terutama dalam pemecahan senyawa karbohidrat menjadi gula

sederhana. Senyawa kompleks lainnya, seperti lemak dan protein, juga dapat dikonversi

menjadi energi. Beberapa metabolisme vitamin lain dan mineral juga membutuhkan peranan

vitamin ini. Selain itu, vitamin ini berperan dalam respirasi jaringan tubuh, pertumbuhan badan,

dan produksi sel darah merah.

Makalah Farmakognosi Umum

31

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

y Vitamin B

3 (Niasin)

Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi,

metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam

menjaga kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai

jenis senyawa racun dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.

y Vitamin B

5 (Asam Pantotenat)

Vitamin B5 (asam pantotenat) banyak terlibat dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal

ini menyebabkan vitamin B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam

reaksi pemecahan nutrisi makanan, terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga

komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dan otak dan memproduksi senyawa asam

lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh. Asam pantotenat berperan sebagai

komponen koenzim A yang terlibat langsung dalam proses asetilasi dan pelepasan energi dari

molekul makronutrien. Koenzim ini sendiri memegang peranan kunci dalam metabolisme

karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil dari metabolisme ini akan menghasilkan energi.

Asam pantotenat juga berperan dalam sintesis senyawa spingolipida, fosfolipid, sterol, hormon

pertumbuhan, sel saraf, dan antibodi.

y Vitamin B

6 (Piridoksin)

Vitamin B6, atau dikenal juga dengan istilah piridoksin, merupakan vitamin yang esensial

bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu senyawa koenzim A yang

digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak, seperti

spingolipid dan fosfolipid.

Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan

memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa

asing yang berbahaya bagi tubuh. Membantu otak memproduksi zat-zat kimia penting,

berperan dalam pembuatan protein.

Makalah Farmakognosi Umum

32

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

y Vitamin B

12 (Sianokobalamin)

Vitamin B12, disebut juga kobalamin, adalah sebuah vitamin larut air yang berperan

penting dalam berfungsi normalnya otak dan sistem saraf, serta dalam pembentukan darah.

Vitamin ini merupakan salah satu dari delapan vitamin B. Umumnya, vitamin ini terlibat dalam

metabolisme setiap sel dalam tubuh, terutama pengaruhnya pada sintesis dan regulasi DNA

serta pada sintesis asam lemak dan produksi energi.

Vitamin B12 merupakan kumpulan senyawa-senyawa yang terhubung secara kimia, yang

semuanya memiliki aktivitas sebagai vitamin. Secara struktur, vitamin B12 adalah vitamin yang

paling kompleks dan mengandung elemen kobal yang jarang tersedia secara biokimia.

Biosintesis dari struktur dasar vitamin ini hanya dapat dilakukan oleh bakteri, namun konversi

antara bentuk-bentuknya yang berbeda dapat terjadi dalam tubuh. Suatu bentuk sintesis yang

umum dari vitamin ini, sianokobalamin, tidak terjadi di alam, namun digunakan dalam banyak

sediaan farmasi dan suplemen, dan juga sebagai bahan tambahan makanan karena

kestabilannya dan harganya yang lebih murah. Dalam tubuh, vitamin ini diubah menjadi bentuk

fisiologisnya, metilkobalamin dan adenosilkobalamin, dengan membuang gugus sianida nya

walaupun dalam konsentrasi minimal. Baru-baru ini, hidroksokobalamin (suatu bentuk

kobalamin yang dihasilkan dari bakteri), metilkobalamin, dan adenosilkobalamin juga dapat

ditemukan pada produk farmakologi dan suplemen makanan yang mahal. Kegunaaan dari zat-

zat ini masih diperdebatkan.

Vitamin C (Askorbat Acid)

Vitamin C diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang

menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh

manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah tulang, memar, pendarahan

kecil, dan luka ringan.

Vitamin c juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam

kesadaran.

Makalah Farmakognosi Umum

33

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan

radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar,

vitamini ini juga dapat meningkatkan pembuangan feses atau

kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab

kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts

menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan

bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh

sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai

81%. Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada

kebiasaan hidup masing-masing.

Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya adalah merokok, minum kopi,

atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin,

antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C

dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain

itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin C.

Vitamin D (Calsiferol)

Vitamin D ini dapat membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang.

Di dalam tubuh, vitamin D dapat membentuk struktur tulang dan gigi yang kuat. Selain itu,

vitamin D juga dapat memperkuat sistem imun dan mencegah berbagai jenis kanker.

Molekul aktif dari vitamin D, 1,25(OH)(2)D(3) merupakan pemeran utama dalam

metabolisme absorpsi kalsium ke dalam tulang, fungsi otot, sekaligus sebagai

immunomodulator yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan[6]

untuk melawan beberapa

penyakit, termasuk diabetes dan kanker.[7]

Sumber utama vitamin D adalah kulit yang terpapar

radiasi ultraviolet.

Di dalam tubuh, vitamin D diserap di usus dengan bantuan senyawa garam empedu.[3]

Setelah diserap, vitamin ini kemudian akan disimpan di jaringan lemak (adiposa) dalam bentuk

yang tidak aktif.

Makalah Farmakognosi Umum

34

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

Vitamin E (Tokoferol)

Vitamin E berguna untuk:

y meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meningkatkan kesuburan,

meminimalkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner.

y berperan sangat penting bagi kesehatan kulit, yaitu dengan menjaga, meningkatkan

elastisitas dan kelembapan kulit, mencegah proses penuaan dini, melindungi kulit dari

kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet, serta mempercepat proses penyembuhan

luka]
.

y sebagai Antioksidan. Semua vitamin E adalah antioksidan dan terlibat dalam banyak

proses tubuh dan beroperasi sebagai antioksidan alami yang membantu melindungi

struktur sel yang penting terutama membran sel dari kerusakan akibat adanya radikal

bebas. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai antioksidan dalam tubuh, vitamin E

bekerja dengan cara mencari, bereaksi dan merusak rantai reaksi radikal bebas

Y. Dalam

reaksi tersebut, vitamin E sendiri diubah menjadi radikal.

Namun radikal ini akan segera

beregenerasi menjadi vitamin aktif melalui proses biokimia yang melibatkan senyawa

lain.

y melindungi sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh dari

kerusakan. Selain bisa melindungi dari akibat kelebihan vitamin A dan melindungi

vitamin A dari kerusakan, vitamin ini juga bisa melindungi hewan dari akibat berbagai

obat, bahan kimia, dan logam yang mendukung pembentukan radikal bebas.

- Dosis dan Pengaruh

Bila vitamin E digunakan sebagai antioksidan, maka seorang

perempuan membutuhkan sedikitnya 120 IU (international unit)

per hari. Namun menurut catatan medis, kebanyakan perempuan

Indonesia hanya mengonsumsi makanan yang mengandung 10.4 -

13,4 IU per hari. Untuk mencukupi kebutuhan itu, vitamin E dapat

dikonsumsi dari vitamin E sintetis (dl-a tokoferol) .

Makalah Farmakognosi Umum

35

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

Dosis vitamin E yang besar bisa memperbaiki dan mencegah terjadinya perkembangan

kelainan saraf. Beberapa penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsumsi vitamin E dapat

meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Asupan vitamin E harian sebesar 10-30 mg dianggap

cukup untuk mempertahankan kadar viamin E dalam darah. Namun batas konsumsi vitamin E

yang dianjurkan adalah 8 sampai 10 IU (International Units)- suatu batas dimana sepertiga

orang Amerika menggunakannya.

Untuk keuntungan maksimal vitamin E, diperlukan 100 sampai 400 IU setiap hari. Sebagian

besar penelitian menunjukan bahwa ini merupakan konsumsi optimal untuk mengurangi resiko

penyakit kronis. Sedangkan dalam bahan makanan yang kita konsumsi setiap harinya

diperkirakan mengandung 25 IU vitamin E.

Vitamin K (Filokuinona)

Peneliti di Tufts menemukan bahwa vitamin K, khususnya K1, dapat mengurangi risiko

resistensi insulin sehingga membantu melawan diabetes. Penemuan ini diterbitkan dalam

Diabetes Care. Selain itu, vitamin ini juga membantu metabolisme di dalam tubuh terkait

dengan resistensi senyawa insulin. Di dalam tubuh, vitamin K juga dapat menekan proses

pendarahan di hati yang seringkali muncul akibat pemakaian senyawa aspirin atau antibiotik

secara berlebihan. Melalui mekanisme yang sama, vitamin K dapat memperlambat proses

pembentukan sel kanker di hati dan paru-paru.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa selain diabetes, vitamin K juga dapat

meningkatkan kepadatan tulang sehingga terbentuk struktur rangka tubuh yang kuat.

Khususnya pada wanita, vitamin K juga dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis. Di dalam

tulang, vitamin K ini akan membantu senyawa osteokalsin yang berperan dalam penyerapan

mineral untuk membentuk stuktur tulang yang kuat. Osteoklasin sendiri diproduksi oleh

osteoblas, kumpulan sel pembentuk tulang.

Makalah Farmakognosi Umum

36

V

ita

m

in

&

m

in

e

ra

l

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->