P. 1
Sistem Perbankan Indonesia-Acep Rohendi-2010

Sistem Perbankan Indonesia-Acep Rohendi-2010

|Views: 1,617|Likes:
Published by zzultan
ACEP ROHENDI -UNIVERSITAS BSI BANDUNG
ACEP ROHENDI -UNIVERSITAS BSI BANDUNG

More info:

Published by: zzultan on Jul 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2012

pdf

text

original

Sistem Perbankan Indonesia

Pasca U ndang-undang Perbankan Syariah

Abstrak

U ndang-undang Nomor 14 tahun 1967 merupakan undang undang yang pertama mengatur sistem perbankan di Indonesia. Jenis Perbankan yang diatur, meliputi : Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, Bank Umum, Bank Tabungan dan Pembangunan urnurn, serta mengatur adanya Bank Asing, Bank Oesa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank pegawai dan bank-bank lainnya. Undang-undang ini diganti dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992, yang mengatur sistem perbankan, meliputi : Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat, dan Bank Asing. Sistem perbankan dilndonesia tidak terjadi mengalarni perubahan sistern, dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, yang merubah Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 Pada tahun 2008 dalam perbankan Indonesia hadir perbankan syariah derigan disahkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Dengan berlakunya undang-undang ini dalarn sisrem perbankan Indonesia menjad i dual banking system yaitu sistern perbankan konvensional berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 dan sistem perbankan syariah berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 yang berjalan secara berdampingan. Sistem perbankan konvesional meliputi : Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat, dan Bank Asing, sedangkan sistem perbankan syariah meliputi: Bank Umum Syariah, Bank Pembiayaan Syariah, Unit Us aha Syariah Bank Umum Konvensional dan Unit Usaha Syariah Bank Asing. Dari kedua sistern perbankan, baik konvensional maupun syanah yang melakukan pembinaan dan pengawasan adalah Bank Indonesia

Pendahuluan

Pada dasarnva, bank rnerupakan badan usaha yang kegiatan pokoknya menerima simpanan dari masyarakat, serta menqernbalikennya ke masyarakat dalam bentuk kredit. Simpanan adalah dana yang dipercavakan oleh masvarakat 1<e' pada bank berdasarkan perjanjian penylmpanan dana dalam bentuk Giro, Deposito, Sertifikat Deposito,

Tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan ttu, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang d a pat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan plhak : lain yang mewajibkan pihak peminjam .untuk rnelunasl utanqnva setelah

ja ngka waktu tertentu dengoJn pemberian bunga.

8erbeda dengan penqertian tersebut, Bank syariah, atau Bank Islam, merupakan satan setu bentuk dari perbankan nasionat yang mendasarkan operasionalnya pad a syariat (hukum) Islam. Undang Un dang Nomor 21 tahun 2008, menyebutkan bahwa Perbankan Syariah edalan seqala

Wawasan TRIDHARMA NO.9 Tahun XXI! April 2010

23

sesuatu yang menyangkut tentanq Bank Syariah dan Unit usaha Syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanaKan kegiatan usahanya. Bank Syariah adalah Bank yal1g menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri etas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Bank Konvensional adalah

Bank yang menjalankan keqiatan usahanva secara konvensional dan berdasarkan jenisnya terdiri atas Bank 'Umurn Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat. Penqertian kata "konvensional" menurut KamU5 Umum Bahasa Indonesia adalah "rnenurut apa yang sudah menjadi kebiasaan", Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah "berdasarkan kesepakatan umum" seperti adat, kebiasaan, kelazirnan. Berdasarkan pengertian itu, bank korwensional adalah bank yang dalam operaslonalnva menerapkan metode bunga, karena metode bunga sudan ada terlebih dahulu,

menjadi ketxasaan dan telah

dipakai secara meluas

dibandingkan dengan metode bagi hilsii.

Sejalan dengan tujuan pernbangunan nasion al, untuk mencapai terciptanya masyarakat adil dan makmur berdasarkan demokrasi ekonomi, dikembangkan sistem ekonomi berlandaskan pada

nilai keadilan, kebersamaan,

pemerataan, dan kemanfaatan

yang sesuai dengan . prinsip

syariah; dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan jasajasa perbankan syariah semakin

meninykat; serta perbankan

syariah rnemilikl kekhususan

dibandingkan dengan perbankan konvensional; maka pengaturan mengenai perbankan syariah di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 belum spesifik, maka lahir Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbanka n Syariah yang ditetapkan tanggal 16 Juli 2008.

Oengan ditetapkannya Undang -undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Svarlah, maka mempunyai konsekuensi terhadap Sistem Perbankan di Indonesia. Berdasarkan lata r belakang tersebut, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: Bagaimanakah sistern perbankan Indonesia sebelum dan sesudah ditetapkannya Undang -undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Psrbankan Syarlah.

B. Sistem Perbankan di

Indonesia Sebelum

Undang-Undang Perbankan Syariah

Jenis Perbankan menurut

Undang-undang- Nomor 14 tahun 1967, meliputi : Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, Bank Umum, Bank Tabungan dan Pembangunan umurn. Dari segi pendirian dan kemilikannya, bank bank sebagaimana telah riiuraikan di atas, dapat dijetaskan sebagai berikut:

1) Bank Umum, meliputi Bank Umum Milik Negara, Bank Umum Swasta, dan Bank Umum koperasl.

2) Bank Tabungan, meliputi

Bank Tabungan Milik Negara, Bank Tabungan Swasta, dan Bank Tabungan Koperasi.

3) Bank Pembangunan, rneliputi:

Bank Pernbangunan Milik Negara, Bank Pembangunan Daeran, Bank Pembangunan Milik Swasta,dan Bank Bank Pembangunan Koperasi.

Oi samping Itu, Undanq-

undang- Nomor 14 tahun 1967, mengatur adanya Bank Asing beroperasi serta bank desa, lumbung desa, bank pasar, bank pegawai dan bank-bank lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu yang pada saat mulai berlakunya Undang-undang ini telah

ada, tetap menjalankan tugasnya dalam sistem perbankan berdasarkan Undang- undang ini, sebagaimana yang diatur dalam Ketentuan Peralihan Pasal 41 UndangUndang terse but.

Dalam 5istem PerbanKan

Indonesia waktu itu, bank yang .dikategorikan bank asing yang diperkenankan beroperasi di Indonesia adalah yang berusaha di bidanq bank pembangunan dan/ atau bank umurn, sedang untuk

bidang bank tabungan tidak

diperkenankan. Sejalan dengan

ditetapkannya Undang Undang

Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan, maka LJndang-undang Nomor 14 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, dinyatakan tidak berlaku lagi. Perubahan undang-undang tersebut berirnpltkasi terhadap sistem perbankan di Indonesia. Sistem perbankan yang semula meliputi: 1) Bank Indonesia; 2) Bank Umum, 3) Bank Tabungan, 4) Bank Pembangunan' 5) Bank ASing, 6) Bankbank selaln kategon di atas, dengan Undang Undang Nomor 7 tahun 1992 menjadi:

1) Bank Indonesia, adalah bank sentral sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang melakukan pembinaan dan pengawasan bank.

2) BanK Umum adalah bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

3) Bank Perkreditan Rakyat,

adalah bank yang menenrna strnpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, danjatau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

4) Bank ASing, adalah bank yang merupakan kantor cabang, kantor cabang pernbantu dan Kantor perwakilan dari suatu bank yang berkedudukan. di luar negeri.

Terdapat perbedaan yang

mendasar antara Bank Umum dengan Bank Perkreditan Rakyat,

24

Wawasan TRIDHARMA No.9 Tahun XXII April 2010

yaitu bahwa Bank Perkreditan Rakyat dllaranq: menerima sirnpanan berupa giro, ikut serta dalarn lalu llntas pembayaran; mslakukan kegiatan usaha dalam val uta aSlng; dan melakukan penvertaan modal.

Bentuk badan hukum Bank Umum dapat berupa salab satu carl: a) Perusahaan Perseroan (PERSERO); b) Perusahaan Daerah; c). Koperasi,

d). Perseroan Terbatas. Bentuk badan hukurn suatu Bank Perkreditan Rakyat dapat berupa satan satu dari: a) Perusahaan Daerah; b) koperasr; c) Perseroan Terbatas; d). Bentuk lain yang dltetapkan dengan Peraturan Pemerintah ..

Dari Uraian di atas, rnaka Sistem Perbankan Berdasarkan Undang Un dang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan sesuai bentuk hukumnya untuk pendinan bank bank tersebut, dapat digambarkan pada gambar 1 di bawah.

1998 tentang Perubahan Undang Undang Nomer 7 tahun 1992 tentang Perbankan, terdapat beberapa perubahan psnqertian yang berubah sebaqatmana tertera dalam Pasal (1) unrlang- undang tersebut, sebagai rna na berikut ini:

1) Pengertian Bank Umum adalah "bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu iintas pernbavaran"; berubah pengertian rnenjadl "Sank Umum adalah bank yang melaksanakan kegjatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan Pnnsip Syariatl yang dalam keqlatannva memberikan jasa dalam laiu fintas pembayaran.

2) Bank Perkreditan Rakyat

adalah bank yang menerima simpanan hanya dalarn bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnva yang. dlpersarnakan dengan itu;

menjadi, Bank Perkreditan

Rakyat adalah bank yang

1 Perusahaan Perseroan I
2. (PERSEROAN)
3. Perusanaan Daerah
r- Bank Umum I---- 4. Koperasl
5. Perseroan Terbafas


I 1. Perusahaa n Oaerah
Bank 2. Koperasl
f- f- . Bank Perkredilan f-- 1 Persereoan T erbafas
Indonesia Rakyat (8PR) t SenIuk lainnya daiur
pp



,__ Bank Asing r--- 1 Caba ng dan Luar
Negeri Gambar 1. Sistem Perbankan Berdasarkan Undang Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan

Dengan diberlakukannya

Undang-Und.ang Nomor 10 tahun

melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau

berdasarkan Prinsip Sya.riah yang dalam kegiatannya tid.ak memberikan jasa dalam lalu llntas pembayaran.

Bank konvensional dapat dtdefinisikan seperti pada pengertlan bank umum pada pasal 1 ayat 3 Undang-Undang No. 10 tahun 1998 dengan menghilangkan kalimat "dan atau ben:lasarkan prinsip syartah", yaitu bank yang melaksenakan keqiatan usana secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran

Dari uraian di atas, maka opersional bank di Indonesia, dlbedakan menjadi dua jenis bank, yang dibedakan berdasarkan pernbayaran bunga atau bagi hasil usena:

1) 8ankyang melakukan usaha secara konvensional.

2) Bank yang melakukan usaha secara svanah.

Apabila dikajl, Undang-undang Nornor 10 tahun 1998, maka tldak terjadi perubahan Sistem Perbanken di Indonesia, sehingga masih tetap seperti semula yang meliputi:

Bank Indonesia, Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Asing_ Hanya saja dengan UndangUndang Nomor 10 tahun 1998, rnsrnperlues usaha bank. bark Bank Umum rnaupun Bank Perkreditan, yang semula hanya nielakukan kegiatan usaha konvenslonal, diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan usaha berdasarkan PrinSip Syariah.

Dari Uraian di atas, maka kegiatan operasional dalarn Sistem Perbankan Berdasarkan UndangUndang Nomor 10 tahun 1998 tentang Parubahan Undang.Undang Nomor 7 tanun 1992 tentang Perbankan, dapat digambarkan pada gambar 2 di haaman berikut.

Wawasan TRIDHARMA No.9 Tahun XXII April 2010

25

r---··~----l

. I

r---·. --~ J' t. Konver.siona!

.J. !:lac, Umum J 2. Pnnslp Syan~h 'I

1'-'-' ,

,L________ L I

I --------

i !

r----- '-~I

, I

I 1 Konvensional ,

1 2 Prinsip S,!ana); !

l __ . J

Gambar 2. 5istem Opera5ional dalam s.srem Perbankan Beniasa,kan UndangU nda ng Nomor 1 G ta hun 1998

C. Sistem Perbankan PaSQ Lahirnva Undang Und,mg Nomor 21 Tentang Perbankan SYilriah

. B;mk Syariah adalah Bank

yang menjalankan kegiatan

usebanva berdeserkan Prinsip

Syariah dan rnenurut jernsnva terdiri ares BanK Umum Syariah dan Bank Pernbiayaan Rakyat Svartah. Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam clalam kegiatan perbaokan berdasarkan

fatwa yang dikeluar'kan oleh

tembaqa yang memitiki

kewenangan dalern pen eta pan

fatwa di bidang syariah. Prinsip' Syariah tersebut ditatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia. fatwa tersebut selanjutnya akan diatur dalam Peraturan Bank Indonesia, Dengan demixlan maka bank yang uapat rnenjalankan kegiatan Bank Svariah adalah:

1) Bank Umum Syariah:

Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu hntas pernbavaran.

2) Bank Pembiayaan Ral<yat

Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak pemberikan jasa dalam lalu llntas pembayaran.

Bentuk badan hukum Bank SYilriah adalah perseroan tertiatas, Sehingga baik Bank Umum 5yariah maupun Bank Pembiayaan Rakyat Syanah harus berbentuk perseroan teroatas ,DI sam ping Bank Urnurn Syariah dan Bank Pembiayaan Ra.l<yat Syariah yang dapat melakukan kegiatan operasi bank svartah, baik Bank Umum Konvenslonal rnaupun bank asing dapat melakukan kegiatan operast bank svariah. dengan rnernbentuk Unit Usaha Syariah (UUS).

Sebali knya u ntu k Sa n k Perkreditan Rakyat tidak atur I artinva tidak diperkenankan melakukan kegiatan operas bank svaoah, Bahkan tidak dlperbolehkan Bank Pembiayaan Rakyat Syariail berubah menjadi Bank Perkrecltan Rakyat.

Unit Usaha Syarial1 (UU,S) adatan:

1) Unit kerja dari Kantor PUS'lt Bank Urnum Konvensional yang beiiungsi sebagai Kantor lnduk darl Kantor etau unit yang melaksanakan kegiatan usaha oeroasarkan Prinsip Syariatl, atau

2) Unit ksrja di Kantor cabang dari suatu 8al1k yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan keg iat<; n usena secara konvensional yang betfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu sveriah dan/atau unit svanab.

Dengan demikian, yang dapat rnenjalankan keqiatan operasional Bank Syariah adalah Bank Umum Syariah dan Bank Pernbmyaan Rakyat Syariah, Unit Usaha Syariah Bank Umurn Konvensional dan Unit usaha Syariah Bank Asing. Dari uretan tersebut, maka Perbankan

Bank Umum Syariah

Bank Pembiayaan Rakyat Syarlah

Unit Usaha $yariah Bank Umum Konvensiooal

Unit Usaha Syariah Bank Asmg

Gambar 3. Bank yang Menjaiankan Perba';Kcn Syariah

26

Wawason TRIDHARMA No. " ;0. C'.r. XXII April 2010

1~~-'--1

1----------, I 1. Konvensonal I

r~ Ba":, Umurn ~.-i 2 Pnnsip Syanah

I L __ . J L J

i

!

r-·_·-·-_·_

I E!an~ i

~~neSia __ J

. _; 8anKP(nkredi!~,n I I iMya'.IBPR)

I L _

~

r--·-~-·~

, I

I I i<:onvensiona! i

I 2 Prinsio Syar!ah I

l___ ._._j

ses~:~:~gan -l

kebiJakan bank

L . __ ____j

Gambar 2. Sistern Operasional dala'n Sistem Perbankan Berdasarkan Undanq-

Undang Nornor 10 tahun 19;)8 -

C. Sistem Perbankan Pasca Lahirnva Undang Undang Nomor 2.1 Tentang Perbankan Syariah

. B;'lnk' Svariah adalah Bank

yang menjalankan I<egiatan

usananva oeroasarksn Prir.sip

Syariar: dan menu rut jenisnya terdir] atas Bank umurn Syariah dan Bank Pernbiayaan Rakyat Syariah. Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan

f;ltwa yang dikeluerkan oleh

lernbaqa yang memiliki

kewenangan dalarn penetapan

fatwa di bidang svariah. Prinsip Syariah tersebut difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia, Fatwa tersebut setanjutnva akan ctatur dalam Peraturan Bank Indonesia, Dengan demikian maka bank yang dapat menjalankan kegiatan Bank Syariah adalah:

1) Bank Umum Syariah:

Sank Syanah yang calarn kcqiatannva memberikan J35a dalam lalu lintes pernbayarari.

2) Bank Pembiayaan Rakyat

Syoriah adalah Bank Svariah yang dalam kegiatannya tidak pemberikan jasa dalam lalu lintas pernoavaran,

I Bank Umum Syariah

;l.--

/

~------------------------~

Bentuk badan hukum Bank Syariah adalah perseroen terbatas, Sehingga balk Bank Umum Svariah rnaupi.n Bank Pembravaan Rakyat Syanah narus berbentuk perseroan terbatas .Dl samping Bank Urnurn Syariah dan Bank PembiayaaIi Rakyat Syariah yang dapat rnelakukan kegiatan operas: bank syariah, baik Bank Umum Konvenslonal maupun bank asing depat meiakuken kegiatan operas. bank syariah, denqan membentuk Unit usana Syariah (UUS).

Sebahknya untuk Bank Perkreditan Rakyat tidak atur, artinva tida~ diperkenankan melakukan kegiiOlilfi operasi bank svar.ah. Bahkan tidak diperbolehkan Bank PembiaY3an Rakyat 5yariah berubah menjadi Bank Pcrkreu.tan Rakyat.

Unit usaha Syariah (UL!.S)

ada:ah:

1) Unit kerja dan Kantor pusat Bank Umum KonvensionaJ yang berfunqsi sebagai kantor induk dari Kantor atau unit yang melaksanekan kegliltart usaha berdasarkan Prinsip Syarlah, atau

2) Unit kerJa di kantor cabang dari suatu Bank yang berkedudukan di luar negeri yang rnetaksenekan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebaga i kantor induk dan kantor cabang pembantu svarlah dan/atau unit svanah.

De·ngan demikian, yang dapat menjalankan kegiatan opsraslonat Bank Syariah adalan Bank Urnum Syariah dan Bank Pembiavaan Rakyat svariah, Unit Usaha Syariah Bank umum Konvensional dan Unit Usaha Syanah Bank Asing. Dari Uraian rersebut, rnaka Perbankan

Bank Pembtayaan Rakya! Syariah

r------- -------

Uni! usana Syariah Bank Umum Konvensional

Unit Us aha Syariah BanK Asing

G~mbar 3, BanI< yang Menjal'ankiln Perbankiln SyaMh

26

Wowo.son TRIDHARMA No.9 Tnhun XXII April 2010

Syariah Berdasarkan UndangUndang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, dapat digambarkan dalam gamba 3.

Dari uraian di muka, maka terdapat beberapa undang undang perbankan yang berpengaruh terhadap Sistem Perbankan Indonesia yaitu:

1) Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perub<lhan Undang-undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan.

2) Undang-Undang Nomor 3

Tahun 2004 Tentanq Perubahan Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 Ten·tang Bank Indonesia.

3) Undang-Undang Nomor 21

tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Pasal 22 Undanq-undang 21 tahun 2008, menyatakan senap pihak dilarang melakukan kegiatan penghimpunan dana dalam bentuk Simpanan atau lnvestasi berdasarkan Prinsip Syariah tanpa izin terlebih dahulu dari Bank Indonesia, kecuali diatur dalam undang-undang lain. Demikian pula Pasal 50 Undang 21 tahun 2008 menyebutkan bahwa Pembinaan dan pengawasan Bank ~yariah dan UUS dilakukan oleh Bank Indonesia.

Oi muka telah dijelaskan Gambar 4. Sistern Perbankan Indonesia Pasca Undang-Undang Perbankan

bahwa apabila undanq Undang Syariah

Nomor 10 Tahun 1998 dikaitkan Dari kedua sistem perbankan Bank Tabungan dan Pembangunan

dengan Undang-Undang Nomor 21 (konvenslonal dan syariah) yang umum. Di samping itu, Undangtahun 2008 tentang Perbankan melakukan pembinaan dan pe- undang- Nomor 14 tamin 1967,

Syariah, maka Pengembangan ngawasan berdasarkan Undang- mengatur adanya Bank ASing

bank syariah dilakukan melalui Undang Nomor 3 Tahun 2004 dan beroperasi serta Bank desa,

diterapkannya Dual Banking Undang-Undang Nomor 21 tahun lumbung desa, bank pasar, bank System yaitu terselenggaranya dua . 2008 adalah Bank Indonesia. Dari pegawai dan bank-bank lainnya. sistem perbankan (konvensional Uraian di atas, maka Sistem Per- Dengan ditetapkannya Undang dan syariab) secara berdampingan. bankan Indonesia pasca Undang- Undang Nomor 7 tahun 1992 Sistem perbankan konvesional Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbanka, maka Undangmeliputi bank Umum, Bank Per- tentang Perbankan Syariah, dapat undang Nomor 14 tahun 1967

kreditan Rakyat, dan bank Asing, digambarkan dalam gambar 4. tentanq Pokok-pokok Perbankan,

sedangkan sistem perbankan dinvatakan tidak berlaku lagl.

syariah meliputi: Bank Umum Kesimpulan Perubahan undang-undang ter-

Syariah, Bank Pembiayaan Syariah, Jenis Perbankan menurut sebut berimplikasi terhadap sistem

Unit Usaha Syariah Bank Umum Undang-undang Nomor .14 tahun perbankan di Indonesia. Sistem Konvensional, dan Unit Usaha 1967, meliputi: Bank Indonesia perbankan yang sernula meliputi: 5yariah Bank ASing. sebagai Bank Sentral, Bank Umum, 1) Bank Indonesia; 2) Bank Umum,

r---------------------·-----,

: Bank Konvensional :

Bank umum---)

Bank Perkreditan Rakyat {BPR}

Bank Asing

Bank IndonesIa

---------------'-------------~

, Bank Syariah :

Bank Umum Syariah

BanI< Pembiayaan Syariah

uus Bank ASing Konvensional

UUS Bank Asing

Wawasan TRIDHARMA NO.9 Tahun xxn April 2010

27

3) Bank Tabunqan, 4) Bank svarlah mehputt: Bank Umum Pembangunan 5) Bank Asing, dan syarleh, Bank Pernbiaysan Syariah, 6) Bank-bank setain kategori di dan Unit usaha Syariah Bank atas, Dengan diberlakukannya Urnum Konvensional dan Unit Und~ng Undang Nornor 10 tahun Useha Svanah Bank Asing, Baik 1998 tentang Perubahan Undang sistern perbankan konvesional Undang NomOI' 7 tanun 1992 maupun sistem perbankan syariah, tentang Pefbankan, dalarn Undang- berpuncak pada Bank Indonesia, Undang Nomor 10 tahun 199B ini, sebagai Bank Sentral yang tugastldak terjadi perucahan Sistern . nva membina dan rnenqawasi Perbankan dj Indonesia, sehingga bank.

masih tetap seperti semula yang meJiputi : Bank Indonesia, Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Asing. Hanya saja dengan Undang-Undang Nornor 10 tahun 1998, memperluas usaha bank balk Bank Umum maupun Bank Perkred.tan, yang sernula hanya melakukan keqlatan usana konvens.onal, diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan usana berdasarkan Prinsip Svariah,

Apablla Undang Undang

Nornor 10 Tahun 1998 dlkaitkan dengan Undanq-Undanq Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbanxan Syariah, maka pengembangan bank syanah dilakukan melalui diterapkannya Dual Banking System yaitu terselenggaranya oua sistem perbankan (konvensional dan svartah) secara berdampingan.

Slstern perbankan konvesional meliputi: bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat, dan bank Asing, sedangkan sistem perbankan

Saran

Terdapat beberapa hal dari Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, perlu penjelasan lebih tanjut yaitu istilah lstilah syariah yang tidak ada penjetasannya, sehingga akan menimbulkan multi tefsir. Penjelesan terseb ut sa ngat di perlu ka n untuk menghindari penyimpangan dalam praktek.

Daftar Pustaka

Buletin Ekonorruka dan Bisnis

Islam, Perbenksn Syariah, Laboratorium Ekonomika dan 8i5nl5 Islam (LEB!) FEB UGM, " Edlsi: lI/V - 8 )umadil Ula 1428 H /2.5 Mei 2007

Dahlan, Jenis-Jenis Bank, 21 Mei 2009.

http://da hlanforum. wordpress, com/. Unduh 23 November 2009

Syafil Antonio, Bank Syariah Dar!

Teor! ke Praktlk, Gema Insani Press, Jakarta, 2001,

Thomas Suvatno dkk, Ke-

/embagaan Perbankan, PT

Grarnedta Pustaka Utama,

Jakarta,2001,

Zulkarnain Sitornpul, 2001, Kemungk/nBn Penerapan Universal Banking System dl Indonesia: Kajiar dart Perspektif Bank Syariah (paper)

Undarlg"undang Nomor 14 Tahun

1967 tentang Pokok-Pokok

Perb~nkan

Undang Undang Nomor 7 tanun 1992 tentang Perbankan.

Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perubahan Undang Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Per" bankan.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Tentang Perubanan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia

Undang-Undang Nomor 21 tahun

2008 tentang Perbankan

Syariah

Riwayat Penulis

A.cep Rohendi, SH, MM, lahir d! Garut, 12 September 1964, adalah Dosen tetap Universitas 8S! 8andung.

28

Wcwcsan TRIDHARMA No.9 Tchun XXI! Apr;1 2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->