P. 1
4 3 Akhlak Islam

4 3 Akhlak Islam

4.89

|Views: 9,317|Likes:
Tulisan ini bagian dari Buku Buya Problematikan Dakwah hari ini dan Esok.
Bagian dari pengalaman dan perjalanan Dakwah Buya H. Masoed Abidin yang tidak pernah berhenti sejak tahun 1961 hingga kini.
Tulisan ini bagian dari Buku Buya Problematikan Dakwah hari ini dan Esok.
Bagian dari pengalaman dan perjalanan Dakwah Buya H. Masoed Abidin yang tidak pernah berhenti sejak tahun 1961 hingga kini.

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 15, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

Tuntunan Akhlak Islami

TUNTUNAN AKHLAK ISLAM
Ajaran Islam sangat banyak memberikan dorongan
kepada sikap-sikap untuk maju. Kemajuan materi
(madiyah) akan terpacu oleh akhlak manusia yang
menggenggam materi tersebut. Akhlak adalah perangai
yang berakar didalam hati sebagai anugerah dari Khalik
Maha Pencipta. Adalah satu kenyataan belaka bahwa
makhluk manusia mesti terikat erat dengan Khalik sang
Pencipta. Akhlak adalah jembatan yang mendekatkan
makhluk dengan Khaliknya. Menjadi parameter menilai
sempurna atau tidaknya ihsan Muslim itu. Melaksanakan
agama sama artinya dengan ber akhlak sesuai dengan
tuntunan agama Islam. Karena itu, agama bukanlah sebuah
beban, melainkan adalah sebuah identitas (cirri, shibgah).
Membebaskan diri dari ketentuan Maha Pencipta,
atau membebaskan manusia dari nilai-nilai agama (seperti
free of values yang banyak dipahami oleh masyarakat
liberalistik) akan berakibat bahwa makhluk manusia
menjadi makhluk yang tidak punya makna. Dengan
demikian, semestinya agama harus dilihat sebagai satu
keperluan utama.
Betapapun keperluan materi telah dapat dipenuhi,
suasana hidup akan selalu hambar dan gersang manakala
keperluan ruhanik (immaterial, spirituil) tidak
diperhatikan. Selalu akan tampak bahwa manusia tanpa
agam,a sama saja dengan makhluk yang bukan manusia.
Perikehidupan tanpa bimbingan agama, artinya sama
dengan peri kehidupan tidak berperikemanusiaan.
251
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Para Nabi dan Rasul yang diutus kepada manusia
bertugas memberikan tuntunan akhlak dalam semua
prilaku kehidupan. Rujukan dari tuntunan akhlak adalah
wahyu Allah. Semua bimbingan yang terdapat pada
semua kitabsuci samawi menekankan kepada
terpeliharanya adab pergaulan antar manusia dan sesama
makhluk. Tatanan adab pergaulan dimasud selalu di ikat
dengan hubungan kasih (mahabbah) dengan Khalik Maha
Pencipta, yang disebut dengan ibadah.
Tuntunan akhlak dan ibadah bukanlah sebatas
teori, tetapi semua prilaku pada seluruh tingkat
pelaksanaan hubungan kehidupan. Terlihat nyata dalam
bentuk prilaku, contoh dan uswah. Firman Allah
menyebutkan “Sesungguhnya telah ada bagi kamu pada diri
Rasulullah itu suri teladan yang baik (uswah hasanah), yaitu
bagi orang yang mengharap[kan rahmat Allah dan kedatangan
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS.33, al Ahzab
: 21).
Rasulullah SAW menyebutkan satu tugas risalahnya
sebagai “Hanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia” (al Hadist).
Pentingnya akhlak di ungkap banyak penyair (ahli
hikmah) “innama umamul akhlaqu maa baqiyat, wa inhumu
dzahabat akhlaquhum dzahabuu”, yang di artikan, “tegak
rumah karena sendi, sendi hancur rumah binasa. Tegaknya
bangsa karena berbudi, budi hancur luluhlah bangsa”.
Masyarakat Minangkabau dengan falsafah “adat
basabdi syarak, syarak basandi kitabullah”, sangat banyak
menampilkan pepatah, pribahasa yang mengandung ajaran
tentang akhlak ini.
252
Tuntunan Akhlak Islami
Seperti disebutkan, “Nan kuriak kundi, nan sirah sago,
nan baiak budi, nan indah baso”, atau “Bahaso manunjuakkan
banso” artinya bahasa menunjukkan bangsa, yakni baik
buruk perangai (akhlak) menunjukkan tinggi rendahnya
asal keturunan (bangsa). Akhlak Budi Pekerti, tidak dapat
dilupakan selamanya. Akan selalu hidup dan disebut-sebut,
walaupun sipelakunya sudah tiada. “Utang ameh buliah
dibaia, utang budi dibao mati”.
KEJUJURAN DAN KEADILAN ADALAH RAJA
Allah SWT telah memerintahkan kepada setiap
orang untuk berlaku adil, berbuat ihsan (kebajikan), dan
membantu karib kerabat. Dan, Allah juga memerintahkan
untuk melakukan pencegahan terhadap perilaku keji dan
tercela (fahsya’, anarkis). Allah SWT juga memerintahkan
untuk menghindar dari kemungkaran (perbuatan
terlarang) dan aniaya (anarkis), juga dari perlakuan yang
melampaui batas (bagh-ya). Semua peringatan Allah ini
harus selalu di ingat oleh manusia (QS.An Nahl,90).
Adil, adalah pakaian setiap pemimpin, tidak
semata ucapan.
Adil, adalah suatu perbuatan, yang di dambakan
setiap orang. Menjadi kewajiban setiap pribadi untuk
menegakkan dan mempertahankannya.
Agama Islam mengajarkan bahwa setiap orang
adalah pemimpin. Setiap pemimpin akan diminta
pertanggungan jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya.
Agama menegaskan bahwa, penguasa adalah
pemimpin dari rakyatnya.
253
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Seorang suami menjadi pemimpin atas istri,
keluarga dan rumah tangganya. Seorang pekerja
(khadam) adalah pemimpin atas harta yang di amanahkan
oleh majikannya. Konsekwensinya adalah, setiap
pemimpin memikul tanggung jawab berlaku adil dan
amanah menjaga rakyat yang di pemimpinannya. Maka
setiap pemimpin akan ditanya pertanggungan jawab atas
kepemimpinannya. (Hadist di riwayatkan Al-Bukhari dari
‘Abdullah ibn ‘Umar RA).
Pemimpin yang adil, semestinyalah bersikap
merendah (tawadhu’) terhadap rakyat yang dipimpinnya
(HR.Bukhari, dalam Riyadhus-Shalihin, Imam Nawawy).
Maknanya adalah, kepentingan (aspirasi) rakyat wajib di
utamakan. Hanya ada satu kepentingan, demi
kemashlahatan rakyat banyak.
Pemimpin dalam pandangan Islam tidak untuk
kepentingan kelompok atau golongan. Tetapi untuk
kemashlahatan orang banyak. Walaupun barangkali
seorang pemimpin memiliki kekurangan fisik, tetapi adil
dan berpedoman kepada Kitabullah, maka Muslimin
disuruh mengikutnya. In ummira ‘alaikum ‘abdun
mujadda’un yaquu-du kum bi Kitaabillahi, fasma’uu lahu
wa athii-‘uu, “Jika sekalipun kamu dipimpin oleh seorang
hamba yang cacat (‘abdun mujadda’), tetapi memimpinmu
dengan berpedoman kepada Kitabullah (al Quran), maka
hendaklah kamu mendengarkan dan menta’atinya” (Shahih
Muslim).
Dalam konsep Agama pemimpin adalah amanah
Allah untuk melaksanakan pemerintahan sebagai amanah
umat (rakyat).
254
Tuntunan Akhlak Islami
Karena itu, sangatlah tidak pantas bila seorang
meminta-minta untuk diangkat menjadi seorang
pemimpin. Disampaikan oleh Shahabat Abu Musa RA,
tatkala dua orang Bani ‘Ammi minta diangkat menjadi
gubernur disuatu daerah, maka Rasulullah SAW berkata,
“Inna Wallahi, Laa nuwalliy ‘alaa haa-dzal ‘amali
ahadan sa-alahu wa laa ahadan harasha ‘alaihi”, artinya,
“Demi Allah, sesungguhnya kami tidak akan mengangkat
seorang penguasa atas pekerjaan ini apabila ia memintanya atau
ambisius kepadanya” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Kepemimpinan sesungguhnya adalah amanat dari
Allah SWT. Wajib di tunaikan sebagai ibadah di tengah
kehidupan masyarakat (rakyat)-nya, atau hablum min an-
naas.
ADIL ADALAH PAKAIAN SETIAP PEMIMPIN
Adil, adalah ciri taqwa. Konsep ini bukan semata
teologis, melainkan sangat humanis universal. Dalam
pandangan Islam, seorang pemimpin pemegang tampuk
kekuasaan yang melalaikan kepentingan rakyatnya
adalah pemimpin yang sangat dicela. Rasulullah SAW
memperingatkan, “maa min waa-lin yaliy ra’iyyah
minal-Muslimin, fa yamuutu wa huwa gaasy-syun
lahum, illa harrama-Allahu ‘alaihil-jannah”, artinya,
“Tidak seorangpun yang diberi amanat oleh Allah untuk
memimpin rakyatnya (kaum Muslimin), lalu ia mati
dalam keadaan menipu mereka, kecuali Allah
mengharamkan baginya sorga (tidak akan masuk sorga)”
(HR.Muttafaqun ‘alaihi dari Abi Ya’la (Ma’qal) bin Yasar
RA).
255
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Dalam hadist lainnya, Rasulullah SAW berkata, “
wa innamal Imamu junnatun, yuqaatalu min waraa-ihi
wa yuttaqaa bihi, Fa-in amara bi taqwa-Allahi wa ‘adala
fa-inna lahu bi-dzalika ajran. Wa in qaala bi ghairihii fa-
inna ‘alaihi minhu”, artinya, “Sesungguhnya pemimpin itu
adalah perisai. Dibelakang perisai itulah rakyat berjuang. Maka
apabila ia (pemimpin) menyuruh kepada ketaqwaan terhadap
Allah dan berlaku adil, maka ia akan mendapat pahala dari
perintah dan sikap adilnya itu. Tetapi bila ia menyuruh selain
dari itu (taqwa), maka ia akan mendapat siksa karenanya”
(HR.Muttafaq ‘alaihi, dari Abi Hurairah RA).
Dengan sikap tawadhu’ (merendah demi
kepentingan umat karena taqwa kepada Allah) akan
terlihat keadilan seorang pemimpin. Arogansi pemaksaan
kehendak. akan membawa kepada kehancuran.
Konsekwensinya adalah, “as-sam’u wat-tha’ah ‘ala-al-
mar-il Muslim fii ma ahabba wa kariha, maa lam
yukmar bima’shiyatin, fa idzaa umira bi-ma’shiyatin, fa-
laa sam’a wa laa thaa’ah”, artinya “Seorang Muslim harus
mendengarkan dan menta’ati segala perintah (pemimpinnya)
dalam hal yang ia sukai ataupun yang tidak disukainya, selama
ia tidak diperintahkan untuk berbuat maksiat. Dan apabila ia
diperintahkan untuk berbuat maksiat, maka ia (rakyat) tidak
dibolehkan untuk mendengarkan atau menta’ati perintahnya”
(HR.Muttafaq ‘alaih dari Ibnu Umar RA).
Sungguh celakalah para pemimpin yang
melupakan dan menganggap enteng aspirasi rakyat
banyak. Maka, untuk terhindar dari kecelakaan, wajiblah
di ingat selalu firman Allah; “Berlaku adillah, karena
Allah kasih terhadap orang-orang yang adil” (QS.Al-
Hujurat : 9).
256
Tuntunan Akhlak Islami
Lemahnya bekalan agama dilapisan umat dan
tipisnya pemahaman Islam akan berpengaruh didalam
kehidupan. Paham ‘Ashabiyah (kedaerahan),
menghilangkan arti maknawi dari ukhuwah. Persatuan
lahiriyah tidak mampu menumbuhkan kebahagiaan
mahabbah, cinta sesama. Di sinilah bermula sumber
kehancuran. Karena itu Rasulullah SAW selalu berdo’a
sebagaimana disampaikan oleh Ummul Mukminin
‘Aisyah R ’anha, “allahumma man waliya min amri
umatiy syay-an fa syaqqa ‘alaihim fasy-quq ‘alaihi, wa
man waliya min amri umatiy syay-an far-faqa bihim, far-
fuq bihi”, artinya, “Ya Allah, barangsiapa yang menjadi
pemimpin atas umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka
persulitlah ia, dan barangsiapa yang memimpin umatku, lalu
mengasihi mereka, maka kasihanilah ia” (HR.Shahih Muslim).
SYARI'AT ISLAM DIMULAI DENGAN NASEHAT
Nasihat itu ditujukan untuk seluruh manusia.
Mencakup seluruh segi kehidupan. Sumbernya
pun jelas. Nasihat yang berpangkal dari Allah (Al Qur'an).
Merujuk kepada contoh dan petunjuk pelaksanaan
dari Muhammad Rasulullah SAW, yang dikenal sebagai
Sunnah Rasul.
Mematuhi Allah berarti mematuhi sunnah
Rasulullah. Satu sama lainnya tidak bisa dipisahkan.
Tidak bisa diingkari atau ditolak. Dalam satu
penjelasannya Rasulullah SAW menyebutkan bahwa,
“Ad-dien (Syari'at agama Islam) itu adalah nasehat.
(Mau'izhah Hasanah). Kami bertanya, atas dasar apa
wahai Rasulullah?" .
257
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Dengan tegas Rasulullah SAW menjawab .." dari
Allah dan dengan Kitabullah (Al-Qur'an), dan Sunnah
Rasul. Kemudian dengan kesepakatan pemimpin-
pemimpin umat (dalam setiap urusan mereka, didunia
dan untuk akhirat, berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah
Nabi” (Al Hadist).
Dengan patokan ini, para Shahabat ber-baiat
kepada Rasulullah agar tegaknya Syari'at Islam itu
dengan sempurna. Diantara isinya, para Shahabat tidak
menjadi syirik, atau tidak mempersekutukan Allah. Tidak
melakukan pencurian, menjauhkan diri dari perbuatan
korupsi, manipulasi dalam bentuk dan kesempatan
apapun. Tidak berzina, yang melingkupi kepada
pergaulan bebas, sehingga kaburnya batas-batas antara
yang boleh dan yang tidak. Terutama dalam hubungan
manusia berlainan jenis. Tidak membunuh anak, baik itu
secara penanaman nilai-nilai fikrah yang tidak agamis.
Semuanya dijalankan melalui jalur Nasihat Agama,
mencakup syari'at Islam.
“Wahai orang yang beriman, janganlah kamu
jadikan penolong kamu itu kaum yang dimurkai Allah,
sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri
akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada
didalam kubur berputus asa” (QS.60, al-Mumtahanah,
ayat 12-13).
Bila kita melihat dengan kacamata kondisi hari ini,
bukankah ini merupakan suatu ajakan kearifan
mendalam, untuk selalu hati-hati dalam hubungan tolong
bertolong dengan kaum yang mendapat kemurkaan Allah
??? Diantaranya dengan Yahudi dan Israel ???
258
Tuntunan Akhlak Islami
Maka adalah sangat wajar sekali setiap mukmin
dimanapun mesti mempertimbangkan dengan sunguh-
sungguh untuk tidak terburu dan tergesa-gesa membuka
hubungan diplomatic atau melakukan hubungan dagang
apapun bentuknya dengan pihak Yahudi ini. Begitulah
semestinya yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang
memimpin satu negara dimana umatnya beragama Islam
dan beriman kepada Allah, dan masih percaya kepada Al
Quran Kitabullah.
BUHUL MASYARAKAT
Kehidupan bermasyarakat di Sumatera Barat sudah
lama direkat oleh kentalnya hubungan kebersamaan
(ta’awun) di dalam tataran budaya berat sepikul ringan
sejinjing sebagai perwujudan nyata nilai-nilai Adat Basandi
Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Tataran budaya sedemikian telah terbukti dalam
masa sangat panjang mampu memberikan dorongan-
dorongan beralasan (motivasi) bagi semua gerak
perubahan (reformasi) dari satu generasi ke generasi
berikut di Ranah Bundo ini. Bahkan telah pula terbukti
menjadi modal sangat besar untuk meraih kemajuan di
berbagai bidang pembangunan di daerah dan nagari, di
dusun dan taratak. Serta memberikan sumbangan yang
tidak kecil dalam mewujudkan persatuan bangsa dan
kesatuan wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia
tercinta ini.
Kehidupan masyarakat Sumatera Barat kedepan di
Alaf Baru ini, mesti di pacu dengan ajakan agar selalu
menanam kebaikan-kebaikan yang makruf.
259
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Mesti pula dipagar rapat-rapat dengan pencegahan
dari hal-hal yang merusak dan mungkara., Didalamnya
ditanamkan upaya berguna yang dapat menumbuhkan
harga diri dengan sikap mental mau berusaha sendiri, giat
bekerja (enterprising). Yang dituju adalah masyarakat baru
Sumatera Barat yang dapat menolong diri sendiri
(independent) serta mampu mereposisi kondisinya dalam
mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan diberbagai
bidang.
Insya Allah masyarakat kita di Sumatera Barat
akan mendapatkan hak asasinya yang setara dengan
kewajiban asasi yang telah ditunaikan. Sesungguhnya
bimbingan aqidah kita bersendikan Kitabullah telah
mengajarkan bahwa tidak pantas bagi satu masyarakat
yang hanya selalu menuntut hak tanpa dibebani
keharusan menunaikan kewajiban.
Martabat satu kaum akan hilang bila yang ada
hanya memiliki kewajiban-kewajiban tetapi tidak dapat
menentukankan hak apa-apa. Karena itu, hak asasi
manusia tidak akan pernah ujud tanpa didahului oleh
kewajiban asasi manusia. Hal ini sangatlah penting
ditanamkan kembali dalam upaya mambangkik batang
tarandam.
Kandungan Kitabullah mewajibkan kita untuk
memelihara hubungan yang langgeng dan akrab dengan
karib dan daerah tetangga, sebagai kewajiban iman dan
taqwa kita kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, sesuai
Firman-Nya, “ Sembahlah Allah, dan janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat
baiklah kepada kedua orang ibu-bapak. Berhubungan baiklah
kepada karib kerabat. Berbuat ihsan kepada anak-anak yatim,
260
Tuntunan Akhlak Islami
kepada orang-orang miskin, dan tetangga yang hampir,
tetangga yang jauh, dan teman sejawat serta terhadap orang-
orang yang keputusan belanja diperjalanan (yaitu orang-orang
yang berjalan dijalan Allah) dan terhadap pembantu-pembantu
di rumah tanggamu. Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap
orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”
(QS.4, An-Nisak ayat 36).
Menumbuhkan harga diri, dan memperbaiki nasib
secara keseluruhan dalam berbagai bidang, diyakini akan
terwujud melalui ikhtiar yang terus menerus, sustainable
disertai akhlak sabar tanpa kesombongan serta mampu
melawan sikap mudah menyerah dan tidak mudah
berputus asa.
Sikap jiwa masyarakat seperti inilah yang sangat
dituntut mengedepan dalam menyambut Otonomi
Daerah di Sumatera Barat pada awal abad ini.
HIDUPKAN MASYARAKAT DESA
Mengangkat taraf hidup kelompok lemah, akar
serabut (grass root) dari masyarakat alas terbawah
piramida, bukan usaha mustahil dikerjakan. Asal saja
dapat merasakan nilai kepentingan, mempunyai daya
inisiatif dan imagination (daya cipta) mengangkatnya,
tentu akan dapat memulainya.
1
1
· '
    
     
    
      '
    ·
    · ·
261
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Kepandaian-kepandaian betapapun sederhananya,
seperti membuat tempe, tahu dan kecap, membibitkan
buah-buahan, menanam sayur mayur, merangkai dan
mengatur bunga, menganyam tikar, beternak itik ataupun
ayam buras, dengan jumlah kecil, dizaman jet supersonic
dan satelit-satelit mengitari bumi seperti sekarang ini,
tidak dapat dikatakan apalah artinya. Tidak dapat
dianggap rendah usaha-usaha kecil yang mungkin oleh
banyak kalangan dianggap kurang bermakna.
Proses mempertinggi kesejahteraan hidup
dhu’afak, adalah rangkaian gerbong yang erat terkait
dengan proses pembangunan ekonomi bangsa.
Proces geraknya bisa dipercepat. Ada undang-
undang bajanya sendiri, yang tak dapat tidak, harus
dijalani, yang umumnya bersifat natuurlijk (alami dan
sunnatullah), yaitu faktor manusia yang terikat erat
dengan adat kebiasaan. Karena sering dilupakan, akhir
kesudahannya menanggung akibat-akibat yang
mengecewakan.
Andai kata faktor kebiasaan masyarakat sengaja
dilupakan maka nasibnya tak ubah dari nasib induk ayam
menetaskan telor itik. Akibat langsung adakalanya
program tidak jalan, pemborosan disegala sektor, malah
didapati tindakan yang wasted (mubazir).
Dalam setiap proses pembangunan keumatan
(umatisasi) tidak selalu harus ditilik dari sudut efisiensi
dan rendemen ekonomis semata, tetapi perlu ada
pemahaman mendalam kedalam lubuk hati serta

262
Tuntunan Akhlak Islami
kemauan pada diri umat secara individu ataupun
kelompok yang akan dibawa serta dalam proses
pembangunan itu..
Daerah kita terkenal sebagai daerah yang kaya
dengan sumber alam. Sumber Daya Alam (natural
resources) belum seluruhnya di olah.
Dapat dikatakan bisa mendukung suatu
pertumbuhan ekonomi yang sehat. Tetapi kecenderungan
penduduknya dibidang ekonomi baru kepada mencari
nafkah dengan memindah-mindahkan barang-barang dari satu
tempat ke tempat yang lain saja.
Adapun menghasilkan barang belum cukup
mendapat perhatian. Padahal sumber kemakmuran yang
asasi adalah produksi, yakni menghasilkan barang. Peran ini
seringkali “dilupakan”. Latar belakang usaha sebenarnya
adalah merombak tradisi dengan membuka pikiran
masyarakat dan merintis jalan baru, memulai dari urat
masyarakat dengan cara-cara yang praktis.
Melalui amaliyah yang sepadan dengan kekuatan
yang tersedia dalam tubuh masyarakat mestinya disertai
serentak membangun jiwa dan pribadi untuk menjadi
umat yang sadar. Umat perlu dihidupkan jiwanya
menjadi satu umat yang mempunyai falsafah dan tujuan
hidup (wijhah) yang nyata, memiliki identitas (shibgah),
bercorak kepribadian terang (transparan) untuk ikut
berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Suatu
bentuk dan susunan hidup berjama’ah yang diredhai Allah
yang dituntut oleh “syari’at” Islam. sesuai dengan Adat
basandi Syara’ dan Syara’ nan basandi Kitabullah. Upaya
ini secara luas merupakan “satu aspek dari Social Reform”,
yang tidak dapat diabaikan. Memang begitulah
263
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
hakekatnya. Karena pekerjaan ini akan menafaskan jiwa
lain, yaitu berusaha di urat masyarakat.
Menumbuhkan kekuatan yang terpendam
dikalangan yang lemah (kaum dhu’afak), di awali oleh
memerankan hubungan kepedulian terhadap kebiasaan
hidup melalui program silaturrahmi yang saling
memahami dan bukan dalam bentuk sekedar “meminta
atau membagi nasi bungkus”.
Pembinaan dhu’afak di dukung oleh cita-cita
hendak menjelmakan tata-cara hidup kemasyarakatan
berdasarkan
(a). hidup dan memberi hidup, (ta’awun) bukan
falsafah berebut hidup,
(b).menanam tanggung jawab atas kesejahteraan lahir
batin dari tiap anggota masyarakat sebagai suatu
kesatuan menyeluruh secara timbal balik (takaful
dan tadhamun);
(c). mengajarkan keragaman serta ketertiban dan
disiplin jiwa dari dalam, bukan penggembalaan
dari luar;
(d).menumbuhkan ukhuwah yang ikhlas, bersendikan
Iman dan Taqwa;
(e). mengajarkan hidup seimbang (tawazun) antara
kecerdasan otak dan ketangkasan otot tangan,
antara ketajaman akal dan ketinggian akhlak,
antara amal dan ibadah, antara ikhtiar dan do’a.
Demikian pandangan hidup dan identitas umat
yang hendak di pancangkan.
264
Tuntunan Akhlak Islami
Tentu tidak seorangpun yang berpikiran sehat di
negeri ini yang akan keberatan terhadap penjelmaan
masyarakat semacam itu dengan cara dan alat-alat
sederhana tetapi dengan api cita-cita yang berkobar-kobar
dalam dada masing-masing, dengan nawaitu tertanam
sejak semula. Yang perlu dijaga adalah agar api nawaitu
jangan padam atau berubah di tengah jalan.
Besar kecilnya nilai amal terletak dalam niat yang
menjadi motif untuk melakukannya. Tinggi atau
rendahnya nilai hasil yang dicapai sesuai dengan tinggi
rendahnya mutu niat dari yang mengejar hasil itu.
Amal akan kering dan hampa, tatkala kulit luarnya
di lakukan, tetapi tujuan nawaitu-nya hilang di tengah
jalan. Sebenarnya seorang pemimpin pelopor penggerak
pembangunan memikul beban menghidupkan dapur
masyarakatnya dengan sungguh-sungguh. Kebahagiaan
tertinggi seorang pemimpin tatkala dapat menghidupkan
salah satu dari ribuan dapur yang senantiasa berasap
karena usahanya. Tak ada bahagia dalam kekenyangan
sepanjang malam, bila si-jiran setiap akan tidur diiringi lapar
(al Hadist).
Semestinya di pahami apa yang terkandung dalam
kalimat-kalimat sederhana, menyesuaikan ikrar dengan
ucapan, menyelaraskan perencanaan dengan pelaksanaan,
menyamakan harapan dengan kenyataan, memerlukan
kesungguhan gerak disamping gagasan. Apa yang
diucapkan oleh lidah dan tergores dalam hati dapat
dijadikan bimbingan untuk menerjemahkan kesetiaan
kepada kalangan bawah (dhu’afak) kaum lemah melalaui
perlakuan nyata dalam amal perbuatan. Tujuan akhir
yang lebih mulia adalah mencari keridhaan Allah jua.
265
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
BAI’AT KEKELUARGAAN
Bai'at kekeluargaan dalam rumah bangsa akan terus
berlanjut sebagai bukti nyata dari kebenaran Firman Allah
SWT. "Dan orang-orang yang bekerja sungguh-sungguh
pada (jalan) Kami, sesungguhnya Kami akan pimpin
mereka di jalan-jalan Kami ; Dan sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS.29, Al-
Ankabut:69).
Hasil yang sudah diperoleh, terbuka bagi siapapun
untuk mempelajarinya. Asal dapat merasakan nilai,
berdaya inisiatif dan imaginasi (daya cipta), tentu akan
dapat memahami dan mempergunakannya.
Latar belakang perubahan senyatanya merombak
tradisi pikiran dan membuka jalan baru. Demokratisasi,
memulai dari urat masyarakat. Dengan cara lebih praktis.
Menyepadankan amaliyah dengan kekuatan umat (bangsa).
Diseiringkan dengan membangun jiwa dan pribadi umat.
Supaya mempunyai wijhah. Memiliki falsafah dan tujuan
hidup, nyata mempunyai shibgah. Bercorak kepribadian
yang terang. Rangka agak luas, "satu aspek dari Social
Reform". Membangun Indonesia Baru.
Umumnya masyarakat Indonesia, khususnya di
Minangkabau, cukup mempunyai inteligensi dan daya
gerak. Dalam lingkup kekeluargaan egaliter.
Musyawarah, dengan akibat pasti “bulek bisa
digolongkan, dan picak bisa dilayangkan”. Lebih
egaliter, “basilang kayu dalam tungku disinan api
mangkonyo hiduik”. Begitulah kalau ditilik dari sudut
efisiensi dan rendemen politik yang berlaku.
266
Tuntunan Akhlak Islami
Amatlah disayangkan, jika kenyataan perubahan
menyisakan nasib bangsa seperti nasib induk ayam
menetaskan telor itik.
Pekerjaan kedepan sungguh berat sekali.
Mempunyai aspek lain, dan menafaskan jiwa lain.
Berusaha di urat masyarakat. Menumbuhkan kekuatan
terpendam dikalangan lemah. Pekerjaan ini mesti di
dukung oleh cita dan gita hendak menjelmakan tata-
kemasyarakatan berdasarkan “hidup dan memberi
hidup, ta'awun bukan falsafah berebut hidup”.
Tanggung jawab tiap-tiap anggota masyarakat atas
kesejahteraan lahir batin sebagai kesatuan menyeluruh.
Suatu gerakan takaful, saling melindungi dan tadhamun,
saling menghargai dengan peradaban luhur.
Keragaman ketertiban bersumber disiplin jiwa
dari dalam. Bukan lantaran penggembalaan dari luar.
Ukhuwah yang ikhlas, bersendikan Iman dan Taqwa.
Keseimbangan, tawazun antara kecerdasan otak dan
kecakapan tangan. Antara ketajaman akal pikiran dengan
ketinggian akhlak. Antara amal dan ibadah, antara ikhtiar
dan do'a. Ini wijhah yang hendak di tuju. Ini shibgah yang
hendak di pancangkan. Tidak seorangpun yang
berpikiran sehat akan keberatan terhadap penjelmaan
masyarakat yang semacam itu.
Suatu bentuk dan susunan hidup berjama'ah yang
diredhai Allah yang dituntut oleh "syari'at" Islam, sesuai
dengan kaedah Adat basandi Syara' dan Syara' nan
basandi Kitabullah. Tatatan seperti itu mesti dirintiskan,
walau baru dengan cara dan alat-alat sederhana. Tetapi,
mesti digerakkan dengan api cita-cita yang berkobar-
kobar, tak pernah padam didalam dada. Ini nawaitu kita.
267
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Jagalah agar api nawaitu jangan padam atau berubah di
tengah jalan. Nilai amal, besar atau kecil, terletak dalam
niat yang menjadi motif untuk melakukannya. Semakin
dilalui, semakin nampak persoalan yang dihadapi. Semakin
terasa kesulitan yang harus dilalui. Berbagai pengalaman
berharga yang mahal, disirami keringat dan air mata, akan
tumbuhlah dalam hati, "rasa berpantang putus asa,
bertawakkal dalam melakukan kewajiban sepenuh hati,
dengan tekad tidak terhenti sebelum sampai. Yang
ditujukan kepada keridhaan Allah jua".
Proses mempertinggi kesejahteraan hidup
mempunyai undang-undang bajanya sendiri. Tidak dapat
tidak, harus dijalani. Ini seringkali dilupakan dengan
segala akibat yang mengecewakan. Maka, tak akan muncul
bahagia dalam kekenyangan sepanjang malam, bila si-jiran
setiap akan tidur diiringi lapar. Dalam rangka inilah harus
dipahamkan apa yang terkandung dalam bai'at
kekeluargaan sebangsa itu.
AQIDAH TAUHID DAN UKHUWAH ISLAMIYAH
SUMBER KEKUATAN DI MINANGKABAU
Goresan sejarah membuktikan bahwa kekerabatan
yang mendalam itu, telah memberi kekuatan
melaksanakan da'wah amar ma'ruf nahi munkar, ditengah
berbagai tekanan dan pemaksaan kehendak.
Di Bukittinggi (Fort de Kock), pada tanggal 19
Agustus 1928 berlangsung satu rapat besar "Majlis
Permusyawaratan Ulama Minangkabau" pertama.
Dihadiri 800 ulama-ulama, dan 200 utusan-utusan dari
115 Persyarikatan Umat Islam di Minangkabau.
268
Tuntunan Akhlak Islami
Musyawarah Besar Minangkabau ini menelorkan
MOSI MENOLAK GURU ORDONANSI 1925 yang
terkenal itu. Tiga bulan berikut, 3 - 4 Nopember 1928, di
tempat yang sama, Surau Inyiak Jambek, berlangsung lagi
Permusyawaratan Ulama Mingakabau Kedua. Jumlah
yang hadir lebih banyak,1500 orang. Inilah buah dari
keakraban iman. Mungkin di waktu peristiwa besar itu,
sebagian besar dari kita belum lahir. Namun dapat
membaca kembali di dalam buku PERINGATAN
(Verslag) dari Majelis Permusyawaratan Oelama
Minangkabau, dikumpulkan oleh A. 'Imran Djamil dan H.
Abdul Malik Karim (Hamka), diterbitkan oleh Boekhandel
en Taman Poestaka "Sumatera Thawalib" Fort de Kock, di cetak
pada Snelpers Drukkerij Gebr. "LIE" Fort de Kock, 1928.
Disebutkan didalamnya bahwa para ulama, intelektual
dan pemimpin Umat Islam, Ninik Mamak dan Muslimat
di Minangkabau telah biasa berjuang membentengi Adat
dan Agama di Minangkabau. Dapat dibuktikan dengan
terbitnya satu Seroean dan Harapan yang ditujukan
kepada pemerintah (Penguasa Hindia Belanda) pada
tahun 1941. Seruan itu diterbitkan berkenan dengan
undang-undang yang dikeluarkan oleh Resident
Sumatera Barat tentang "Verordening betreffende vergrijpen
tegen de adat" atau "Aturan tentang melanggar adat" yang
berdampak menghilangkan "nilai-nilai adat itu sendiri".
Paling menarik dari seruan pemimpin umat Islam
Minangkabau tersebut adalah persatuan yang mereka
miliki. Penanda tanganan seruan itu terdiri dari lima
orang ulama besar. Mereka adalah Syeikh Daoed Rasyidi,
Syeik Mohammad Djamil Djambek, Syeik Mohammad Dajmil
Djaho, Syeikh Sulaiman ar Rasoeli, dan Syeik Ibrahim Moesa.
269
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Kemudian ada pula lima orang Ninik Mamak Alam
Minangkabau, yaitu Dt. Simarajo Simabur Pariangan
Padang panjang, Datuk Maharajo Dirajo Batipuh, Datuk
Tungga Air Angat, Datuk Bandaro Sati bukit Surungan, dan
Datuk Majo Indo Batu Sangkar. Diperkuat oleh para
intelektual, organisator, para pendiri pendidikan,
saudagar (pedagang), yang dapat digolongkan
cendikiawan di masa itu. Tokoh-tokoh berbobot di zaman
itu adalah A.R. St. Mansoer (Muhammadiyah), Anwar (Bank
Nasional), S.J. St. Mangkoeto (Bank Moeslimin Indonesia),
Rky. Rahmah el Junusijjah (Muslimat, Diniyah Putri), A.
Kamil dan Zoelkarnaini (Angkatan Moeda Muhammadiyah
yang kemudian dikenal dengan panggilan Buya Zoel.
Ini gambaran nyata dari kuatnya ikatan
“tungku tigo sajarangan” atau “tali nan sapilin tigo” di
Minangkabau dalam menghadapi sikap arogansi para
penjajah ranah bundo. Hasil nyata dari Seruan bertanggal
1 Januari 1941 itu adalah, Resident Sumatera Barat tidak
jadi mengeluarkan undang-undang yang membatasi
wewenang adat ini. (lihat Typ. Tandikat PP - 1941).
Hasil besar ini di perdapat karena adanya satu
landasan kuat. Kekuatan Tauhid, Aqidah Islamiyah yang
di dukung oleh persatuan dan Ukhuwah Islamiyah serta
rasa kekeluargaan jua adanya.
Soal persatuan dan kesatuan semata-mata
bukanlah soal ilmu pengetahuan dfan teknologi. Tidak
hanya semata masalah HAM dan demokratisasi. Tidak
bisa dibantah, bahwa ruh persatuan dan kesatuan itu akan
berpengaruh besar bagi perkembangan iptek maupun
HAM dan demokratisasi itu.
270
Tuntunan Akhlak Islami
Persatuan adalah aplikasi dari Tauhid
(iman), yang akan mampu melahirkan "persaudaraan".
Bersaudara tumbuh dari adanya Keimanan Kepada
Allah. Sekaligus adalah aplikasi dari Ad Dinul Islam.
Konsekwensinya bila keimanan Tauhid melemah, maka
akan hilanglah pula "rasa bersaudara". Punahnya rasa
bersaudara ini dampaknya ikatan persatuan akan menjadi
lemah.
Persatuan yang sesungguhnya tidak bisa di beli
dengan uang ataupun materi. Soal persatuan adalah soal
hati (qalb).
Tujuan yang akan di capai -- sebagai khittah yang
telah digariskan -- terpulang kepada nawaitu yang telah
diniatkan oleh hati.
Disinilah terdapat kemurnian (pure, kebersihan)
amal perbuatan untuk mencapai tujuan sesuai yang
diikhlaskan (bersih) hati.
Bukanlah niat kita untuk sekedar membalik-balik
lembar sejarah dalam memenuhi hasrat nostalgia.
Tujuan kita sudahlah jelas. Wijhah itu adalah satu.
Yaitu "keridhaan Allah" semata.
Keridhaan Allah itu lah bagi kita yang menjadi
motivasi bagi mewujudkan amal nyata "membentuk
masyarakat utama" (khaira ummah) yang memotivasi kita
untuk memilih berbuat atau tidak berbuat, bahkan
memotivasi untuk bertindak dan kalau perlu adamasanya
mesti diam.
Mencari keridhaan Allah yang di pegang
oleh setiap mukmin, adalah menjadi tujuan hidup dan
menjadi tujuan mati, dan menjadi ikatan pemersatu umat.
271
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Sebelum satu program yang dihasilkan bisa
diwujudkan dalam satu langkah oleh satu umat di dalam
Persyarikatan Muhammadiyah, kerja nomor satu adalah
menyatukan wijhah yakni keredhaan Allah.
Bukan keredhaan orang lain. Bukan pula asal aku
senang, atau juga tidak karena demi golongan. Perlu
disimak kembali pesan Bapak M. Natsir, "carilah keredhaan
Allah Yang Satu, supaya kita dapat bersatu". Dan Ki Bagus
Hadikusumo, 50 tahun silam mengatakan, "jangan cari
benda- benda bertebaran, nanti kita akan bertebaran
lantarannya". Ini suatu agenda besar bagi "umat utama",
yakni Umat Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam.
Apabila perpegangan ini tetap adanya dalam setiap
tindak tanduk perjuangan, Insya Allah akan terhindar
dari perpecahan (tafarruq) dan terjauh pula dari tanazu'
(sikut menyikut). Yang akan lahir adalah perlombaan
sehat dan jujur (fastabiqul khairaat).
Paling berbahaya tentulah bertukarnya niat
ditengah perjalanan.
Apa yang tadi telah dirumuskan semula menjadi
kabur tak terbaca. Pada awalnya hendak menanam "cinta
dan Takut kepada Allah" berubah menjadi "cinta
kekuasaan dan takut mati". Yang diniatkan pada awalnya
"dakwah Ilallah" (mengajak umat utama kepada Allah),
berobah tumbuh menjadi "dakwah ghairullah
(kepentingan diri, jual tampang untuk aku).
Perbuatan 'aku-isme" atau "ananiyah" akan
menyuburkan tafarruq dan tanazu' itu.
Ada beberapa tindakan yang mungkin
dilakukan segera.
272
Tuntunan Akhlak Islami
Pertama. Melakukan introspeksi di kalangan kita
sendiri. mulai dari kelompok yang terkecil, bahkan
keluarga. Masihkah prinsip-prinsip utama masih
dipertahankan.
Kedua. Masing-masing berusaha mengambil
inisiatif dan aktif untuk mengikat kembali tali ukhuwah,
kekerabatan dan kekeluargaan di antara keluarga tanpa
gembar-gembor, namun secara jujur dalam mengatasi
satu dua persoalan di tengah umat yang kita pandu.
Ketiga, Memelihara kesempatan-kesempatan yang
ada dan tersedia dalam melakukan tatanan kekerabatan di
tengah "keluarga" kita, dengan memperbesar frekwensi
pertukaran fikiran secara informal dalam berbagai
masalah umat, dalam suasana jernih, tenang dan bersih
serta tidak berprasangka.
Keempat, Berusaha mencari titik-titik pertemuan
(kalimatun sawa) di antara kalangan kita, antara kalangan
dan pribadi-pribadi para intelektual muslim (zu'ama),
para pemegang kendali sistim *umara), dan para ikutan
umat utama, para ulama dan aktifis pergerakan baik tua
maupun muda, dalam ikatan-iakatan yang tidak tegang
dan kaku, karena kekuatan terletak pada keluwesan
pikiran dan keteguhan prinsip.
Kelima, Menegakkan secara sungguh dan
bertanggung jawab Nizhamul Mujtama' (tata hidup
bermasyarakat) diatas dasar akidah Islamiyah dan
Syari'ah, dengan memelihara mutu ibadah di kalangan
umat utama, Mu'amalah (sosial, ekonomi, siyasah) dan
Akhlak (pemeliharaan tata nilai melelui pendidikan dan
kaderisasi yang terarah).
273
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
EGALITER
Umat utama tidak bisa ditegakkan dan di bentengi
secara dadakan. Hanya mungkin dilakukan melalui
didikan, latihan, ujian lahir dan bathin, setaraf demi
setaraf. Mengutamakan perbaikan dari dalam.
Sesunguhnya hidup bermasyarakat dan bernegara
dimanapun didunia ini, akan terjamin keutuhannya dan
tercipta kedamaian serta kebahagiaan manakala individu
sebagai anggota masyarakat atau sebagai rakyat dan
warga negara benar-benar mengakui dan sama-sama
berusaha menegakkan supremasi hukum, serta selalu
memelihara hubungan vertical dengan Allah (hablum
minallah) dan hubungan horizontal dengan saling kenal
mengenal (ta’aruf) sesama manusia (hablum minan-nas).
Terjalinnya hubungan yang baik, sebagai bukti
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Tuhan Yang
Maha Kuasa, akan menjamin terciptanya keamanan
ditengah hidup bermasyarakat. Firman Allah
menyebutkan, “Wahai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku, supaya kamu saling kenal mengenal satu sama
lainnya. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara
kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara
kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Mengenal ” (QS.49, al Hujurat, ayat 13).
Keberhasilan masyarakat kita di ranah Minang
Sumatera Barat dalam menata hubungan kekeluargaan
selama ini sangat ditunjang oleh penerapan nilai-nilai
egaliter yang kita warisi dan tampak jelas dalam
274
Tuntunan Akhlak Islami
hubungan kekerabatan duduk sama rendah dan tegak
sama tinggi. Nilai-nilai adat kita yang bersendikan syara’
senantiasa mengutamakan pendekatan manusiawi
dengan selalu memandang manusia menurut fithrah
kesuciannya baik secara individu maupun kelompok
masyarakat, yang disadari sesungguhnya memiliki segala
kelebihan dan kekurangannnya, dengan mengakui
martabat (‘izzah) dan harga diri masing-masing. Hal ini
dimungkinkan karena sejak awal telah tertanam
pendidikan dengan aqidah agama dan ajaran tauhid yang
berbuah pada akhlak sebagai intisari dari kandungan
Kitabullah.
Semua nilai-nilai itu akan selalu terpelihara baik,
selama prinsip saling menghargai satu sama lain, dan
saling menghormati ditengah perbedaan-perbedaan
pendapat yang berkembang harus selalu dipelihara
bahkan selalu ditingkatkan dalam hubungan kesaudaraan
yang bersih dan ikhlas. Karena basilang kayu dalam
tungku di sinan api mangko nyo hiduik. Dari sisi ini pula
kita bisa mengamalkan ikatan ibadah sebagai mata rantai
penyerahan diri kepada Allah dalam arti tawakkal secara
benar.
Karena itu, sangatlah susah memungkiri bahwa
sebenarnya nilai budaya Adat basandi syara’ dan syara’
basandi Kitabullah di Minangkabau sejak lama telah
menjadi dasar utama dalam kehidupan berdemokrasi
yang tumbuh dengan subur dan berkembang ditengah
masyarakat Sumatera Barat.
Dengan demikian pula, maka kedudukan
pemimpin di tengah masyarakatnya hanyalah karena di
dahulukan selangkah dan di tinggikan seranting.
275
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Ikatan itu bertambah kokoh dengan ikatan saling
tolong menolong, Bantu membantu terutama dengan
moril dan buah pikiran atau usul-usul yang berfaedah.
Karena itu, sebagai pemimpin wajarlah bila harus
memperbanyak lawan ba iyo dan bermusyawarah serta
melipat gandakan teman berunding. Kalau tidak
demikian akan terasa sempitlah dunia ini, karena
kemungkinan sekali akan dipenuhi oleh sikap saling
dengki mendengki, halang menghalangi penuh curiga,
apalagi bila telah berkembang menjadi saling memfitnah,
yang akan berakibat kebinasaan dan kehancuran bersama
pula.
Sebaliknya, kita sama-sama meyakini bahwa Allah
Tuhan Yang Maha Rahman akan selalu melindungi dan
membukakan pintu berkah-Nya dari langit dan dari bumi
selama masyarakat dan pemerintah senantiasa teguh
dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta
kejujuran dalam rangka menunaikan amanat Allah dan
menjalankan kepercayaan dari rakyat banyak. Inilah inti
reformasi yang di tuju dalam membangun Sumatera Barat
baru abad ini.
Salah satu tema menarik saat ini adalah upaya
menciptakan masyarakat tamaddun (beradab). Konsep
pemikiran ini merupakan antitesis terhadap degradasi
moral yang dibawa oleh peradaban Barat. Konsep ini
mulai difikirkan dan dirancang oleh beberapa politisi
dunia, khususnya yang ada di Malaysia dan Asean serta
beberapa negara yang mayoritas penduduknya beragama
Islam. Masyarakat tamaddun merupakan sebuah
masyarakat integratif secara sosial, politik maupun
ekonomi ditengah masyarakat yang ada dengan
276
Tuntunan Akhlak Islami
problematika sosial dan pribadi yang tengah bergumul
didalamnya
2
.
Berawal dari konsepsi tentang kesehatan manusia,
membaginya atas empat bahagian,
1. kesehatan fisik.
2. kesehatan jiwa.
3. kesehatan ide (pemikiran),
4. kesehatan sosial masyarakat disekitarnya.

Keempat bentuk kesehatan tersebut berada dalam
ruang lingkup yang sama (integratif) yang memiliki
interrelasi satu sama lain. Interrelasi ini berada dalam
ruang lingkup pemikiran Islam, sebagai sebuah garis
tengah yang menjadi "benang hijau" terhadap segala
bentuk pemikiran yang ada. Sebagai sebuah garis tengah
yang menjadi "benang hijau", dia tidak mengalami
gesekan-gesekan pemikiran dan mengambil segala bentuk
pemikiran konstruktif dan meninggalkan pemikiran
destruktif
3
.
2


i -

3





277
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Istilah yang pas untuk menjelaskan hal ini adalah
melalui pembentukan cara hidup yang diajarkan agama
Islam, antara lain;
1. berdikari terhadap diri sendiri, tanpa tergantung
kepada orang lain (self help),
2. membantu orang lain tanpa pamrih dengan
ukuran ikhlas karena Allah SWT (selfless help),
3. membentuk sebuah ketergantungan untuk
membantu satu sama lain (mutual help).
Cara hidup ini merupakan konsepsi pemikiran
Islami yang dikembangkan menjadi dasar pembentukan
kerjasama antara negara yang mendasari bentuk
hubungan inernasional yang mampu menciptakan tata
perdamaian dunia.
Ketiga dasar tersebut merupakan dasar
pembentukan masyarakat tamaddun (beradab), yang
bukan hanya bersifat "kebangkitan ekonomi", tetapi
merupakan sesuatu yang bersifat moral (the moral
renewance).
Dalam "pembersihan moral" (the moral
renewance), maka peranan agama Islam menjadi penting.
Kepentingannya terletak kepada kemampuan
aplikasi dari segala ide atau pemikiran yang dilaksanakan,
sebagaimana yang dikemukakan oleh pengertian
globalisasi yang diartikan sebagai ruang lingkup
pemikiran yang bisa dilaksanakan di tengah masyarakat
(The policy making something worldwide in scope or
application)
4
.
4


278
Tuntunan Akhlak Islami
Sebagai sebuah proses globalisasi, ajaran agama
Islam tidak dapat berdiri sendiri, tanpa bersinggungan
dengan lalu lintas ide atau pemikiran yang ada di dunia
sekitarnya.
Interaksi ini mengharuskan pemahaman ajaran
agama Islam tidak lagi secara eksklusif dalam ruang
lingkup pergaulan hidup sehari-hari dalam sebuah
komunitas sosial yang tertutup dari dunia sekitarnya,
tetapi harus bersifat inklusif untuk bisa dipahami oleh
semua orang.
Peranan pemikiran baru dalam mencerahkan prob-
lematika sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam
segenap masyarakat yang ada dari proses westernisasi
yang dibawa kebudayaan Barat, merupakan salah satu
antitesis terhadap masalah (kondisi) tersebut.
Pemikiran Dakwah Islam merupakan pemikiran
ahlul salaf yang berada di tengah-tengah sebagai upaya
penjelmaan umat pertengahan (umathan wassatahan)
yang dikemukakan ajaran Al Qur'an.
Sebagai pemikiran aplikatif terhadap problemtika
sosial yang ada, maka penerapan terhadap segenap ide

-



· ï l f³ -f±
³´ ´ .




279
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
(pemikiran) yang ada merupakan sebuah keperluan
mutlak yang diharapkan masyarakat saat ini. Frustrasi
sosial yang melahirkan agresi dalam segenap bidang
kehidupan dilahirkan oleh kesenjangan antara sebuah
ide dengan aplikasi ide tersebut. Kesenjangan ini, akan
teratasi oleh pembentukan masyarakat self help, selfless
help dan mutual help di atas.
Upaya untuk menjembatani kesenjangan tersebut
hanya bisa dilakukan melalui upaya nyata dengan
"Berorientasilah kepada ridha Allah SWT." Kata-kata
ridha merupakan maqam (tingkatan) terakhir dalam
maqam (tingkatan) rohani kehidupan tasauf (pembersihan
diri). Maqam ini hanya bisa dicapai setelah melalui
maqam-maqam di bawahnya, seperti taubat, wara,
zuhud, shabr, fakir dan tawakkal. Ketujuh maqam
tersebut hanya bisa dilalui oleh mereka yang telah
mengalami pencerahan (enlightenment), baik dalam
bidang pemikiran maupun spritual rohani.
Pencerahan (enlightenment) tersebut dilakukan
oleh mereka yang telah menjelajahi berbagai pemikiran
yang ada dan melakukan penyaringan (filter) terhadap
segala bentuk pemikiran tersebut, agar melahirkan
pemikiran bersih, jernih dan bisa diterima oleh semua
pihak, baik mereka yang setuju maupun mereka yang
berseberangan dengan dirinya.
5

5




-


280
Tuntunan Akhlak Islami
Di samping itu, proses pencerahan dan sikap
politik, dibentuk juga oleh latar belakang pendidikan dan
pengalaman hidup, sebagai politisi aktif yang hidup
dalam masyarakat, tetapi juga sebagai the political
thinkers atau the political idea philospher.
Sebagai seorang the political thinkers atau the
political idea philospher, maka peranan masyarakat kecil
merupakan ide (pemikiran) politik beliau yang utama.
6




-

6


















281
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
Dalam proses globalisasi ini, hanya produk-produk
yang mampu bersaing pada tingkat pasaran dunia yang
mampu memenangkan persaingan besar. Persaingan
pasar tersebut ditentukan oleh speksifikasi produk yang
menjadi unsur "kepercayaan" (trust), seperti yang
diungkapkan oleh penulis sejarah Francis Fukuyama, pria
Jepang yang lahir dan dibesarkan di Amerika Serikat dan
menduduki Dekan di George Mason University,
Washington baru-baru ini di Jakarta. Berbeda dengan
Francis Fukuyama yang mengemukakan tesis kesejarahan
telah berakhir saat ini (The End of History), maka agama
Islam, menurut pemahaman Bapak Mohammad Natsir
diantaranya mengemukakan bahwa, adanya tesis
kesejarahan pada setiap saat dan tempat (wa tilka al-ayyamu
nudawilu-haa baina an-naas). Setiap ajaran Islam, mampu
memberikan jalan keluar (solusi) terhadap problematika
sosial umat manusia, dia berada dalam hati manusia yang
mampu menangkap tanda-tanda zaman perubahan sosial,
politik dan ekonomi di sekitarnya.
Mereka yang mampu menangkap tanda
tanda-tanda zaman perubahan sosial, politik dan ekonomi
tersebut, mereka adalah orang-orang beriman. Apatisme
politik dan bersikap menjadi "pengamat" dalam
perubahan sosial, politik dan ekonomi tersebut adalah
mereka yang memiliki selemah-lemah iman (adh'aful
iman). Sikap diam (apatis) dalam kehidupan sosial,
politik dan ekonomi yang selalu mengalami perubahan
hanya bisa diatasi dan dihilangkan dengan,
• mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan,
• jangan fikirkan sesuatu yang tidak mungkin
282
Tuntunan Akhlak Islami
dikerjakan,
• apa yang ada sudah cukup untuk memulai
sesuatu,
• jangan berpangku tangan dan menghitung orang
yang lalu.
Keempat kata-kata tersebut merupakan amanat
dari ajaran agama Islam untuk tidak menunggu
perubahan sosial, politik dan ekonomi dalam hidup ini,
tetapi memanfaatkan segala perubahan yang berhu-
bungan dengan kehidupan dunia luar dan disekitarnya.
Sikap hidup menjemput bola, bukan menunggu
bola merupakan sikap hidup sesuai ajaran Islam, untuk
mengantisipasi selemah-lemah iman yang menjadi
kata-kata kunci perubahan sosial, politik dan ekonomi
yang diinginkan oleh agama Islam melalui tiga cara hidup
, yakni, bantu dirimu sendiri (self help), bantu orang
lain (self less help), dan saling membantu dalam
kehidupan ini (mutual help),
Ketiga konsep hidup ini tidak mengajarkan seseorang
untuk tidak tergantung kepada orang lain,
ketergantungan akan menempatkan orang terbawa
kemana-mana oleh mereka yang menjadi tempat
bergantung.
PELIHARA KEBERSAMAAN
Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku
dan agama, selama ini hidup dalam rukun dan damai.
Antara lain disebabkan karena kebetulan mayoritas
mutlaknya terdiri dari umat yang berakhlaq agama, yakni
Islam. Umat Muslimin di mana-mana melakukan segala
283
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
amaliahnya bertujuan mempertebal iman dan taqwa
kepada Allah semata. Sikap ikhlas yang lahir dari setiap
ibadah umat Islam akan berbuah dengan tingginya rasa
kesetiakawanan sosial. Dibeberapa tempat dan kawasan,
didalam dan diluar negara kita, sebahagian Muslim masih
merasakan penindasan. Dikejar-kejar rasa cemas dan
takut. Betapapun sahabat muslimin itu nun jauh di sana,
tapi senyatanya mereka masih berdiam di dunia kita juga.
Di Palestina tanah air mereka dirampas Yahudi Zionis
dengan dukungan imperialis Barat. Di India yang tak
pernah berhenti dari suasana terror oleh mayoritas
fanatisme Hindu. Di Chechnya, Kosovo, Filipina, mereka tak
bebas bernafas hanya karena tergolong minoritas ditengah
mayoritas warga negaranya yang tidak seagama bertindak
radikal dan rasial, serta fanatik menghapuskan etnik
(ethnic cleansing dan genocide). Di tempat lain disungkup
langit ini, di Afrika, Asia, dan kawasan timur Nusantara,
saudara kita sesama Muslim sedang menderita kepedihan
dijajah kesengsaraan.
Kesemuanya tengah berjuang dengan tekad esa
hilang dua terbilang, hidup mulia atau gugur sebagai
syuhada’.
Ketika canang kebebasan mulai diguguh,
membangunkan suasana baru dengan perubahan, tidak
jarang terjadi korban berguguran karena hilangnya
kendali dan kaburnya batas wawasan Nusantara.
Hilangnya kebersamaan. Yang terjadi adalah balas
dendam dan disintegrasi. Bahaya besar bagi generasi
bangsa ini.
Setiap kita mestinya berkewajiban mencegah, agar
kondisi rusuh runyam itu tidak terjadi. Sementara kepada
284
Tuntunan Akhlak Islami
setiap korban, kaum muslimin yang menderita itu,
kewajiban kita mengulurkan bantuan materil dan moril
sebanyak mungkin, semampu kita. Minimal dengan
memanjatkan do’a secara tulus dan ikhlas:
Mari kita simak sebuah hadits lagi sabda
Rasulullah untuk melempangkan jalan bagi kita dalam
menghadapi segala tantangan yang menghadang kita dari
berbagai penjuru berbunyi sebagai berikut:
“Wahai kaum muslimin, bersiap-siaplah karena perkara
ini sangat serius. Siap sedialah karena saat kepergian sudah
dekat. Persiapkanlah perbekalan karena perjalanan ini sangat
jauh. Kurangilah bebab-bebanmu, karena di depanmu sudah
menantang rintangan yang sangat menyulitkan, kecuali bagi
orang-orang yang ringan bebannya. Wahai manusia,
sesungguhnya menjelang hari kiamat akan terjadi berbagai
peristiwa yang sangat gawat. Dan berbagai bencana yang besar.
Dan akan terjadi pula saat-saat yang kritis di mana kelompok
orang-orang dhalim berkuasa, dan orang-orang fasik memegang
kedudukan penting.
Sementara itu orang-orang yang menyeru kebaikan
ditindas, sebaliknya orang-orang yang mencegah kemungkaran
ditekan.
Oleh karena itu bersiap-siaplah untuk menghadapi
semua itu dengan bekal iman yang sangat cukup. Perbanyaklah
amal shaleh dan paksalah dirimu untuk mentaatinya. Serta
bersabarlah dalam menghadapi kesulitan ini, niscaya kalian
akan mendapatkan ganjaran sorga yang abadi.”
Selalulah iringkan setiap usaha dengan do’a.
“Ya Allah, Ampunilah dosa kami, keteledoran
kami, dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah
kami menghadapi kaum kafir”.
285
Problematika Dakwah Hari Ini Dan Esok
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau beri
kemungkinan musuh berkuasa terhadap kami janganlah
berikan kemungkinan mereka memerintahkan kami,
walaupun kami mempunyai dosa.
Janganlah Engkau jadikan mereka yang
memerintah kami, orang yang tidak takut kepada-Mu,
dan tidak mempunyai kasih sayang terhadap kami”.
“Wahai Tuhan kami, hancurkanlah orang-orang
kafir yang selalu menutup jalan Engkau, yang tidak
memberikan kebebasan kepada agama-Mu, untuk
ternyata bebas, dan mereka-mereka yang mendustakan
Rasul-Rasul Engkau,dan mereka yang memerangi orang-
orang yang Engkau kasihi, para Aulia”.
“Wahai Tuhan kami, hancurkanlah kesatuan
mereka, dan pecah belah barisan mereka.
Turunkanlah kepada mereka ‘azab sengsara-Mu,
yang selalu Engkau turunkan kepada golongan-golongan
yang selalu berbuat dosa”.
“Wahai Tuhan kami, berilah kemuliaan kepada
Islam dan kaum Muslimin, rendahkanlah orang-orang
yang kafir dan orang musyrik”.
Amin.
286

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->