P. 1
5. atsiri

5. atsiri

|Views: 4,104|Likes:
Published by Eko Nopianto

More info:

Published by: Eko Nopianto on Jul 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

Sereh merupakan salah satu jenis rumput-
rumputan yang merupakan jenis tanaman
tahunan yang membentuk rumpun tebal dengan
tinggi sampai 2 meter. Nama ilmiahnya
Cymbopogon citratus. Tanaman ini hidup baik di
daerah yang udaranya panas maupun basah, sampai ketinggian
1000 m di atas permukaan laut. Cara berkembangbiaknya
dengan anak atau akarnya yang bertunas. Supaya daunnya
tumbuh subur dan lebat, sebaiknya penanaman dilakukan
dengan jarak sekitar 65 cm per baris.

225

Bath
essence

Parfum

Body cream

Lilin Aromaterapi

Body
Wash

Gambar 6.17 Contoh produk industri minyak
ylang-ylang

Komoditas atsiri

Ada kemungkinan Malaysia dan Sri Langka merupakan
tempat asal jenis tanaman ini. Sekarang jenis ini telah tersebar di
daerah-daerah tropik lainnya dan ditanam untuk minyaknya,
terutama di negara-negara Guatemala, Brazil, Hindia Barat, Indo
Cina, Kongo, Republik Malagasy dan Tanzania. Dalam setahun 1
hektar tanah dapat menghasilkan rata-rata 30 ton daun sereh
yang dapat disuling untuk diambil minyak serehnya sebanyak
45-80 kg. Tanaman ini dapat dipanen setelah berumur 4-8 bulan.
Panen dapat dilakukan dengan cara memotong rumpun dekat
tanah, setiap 3-4 bulan sampai tanaman berumur 5 tahun. Hasil
daun basah kira-kira 10 - 15 ton/ha/tahun dengan kadar minyak
0,5% dan 1,2%.

Secara umum, sereh dibagi menjadi 2 jenis,
yaitu sereh dapur (lemongrass) dan sereh wangi
(sitronella). Keduanya memiliki aroma yang
berbeda. Minyak sereh yang selama ini dikenal di
Indonesia merupakan minyak sereh wangi
(citronella oil) yang biasanya terdapat dalam komposisi minyak
tawon dan minyak gandapura.
Minyak sereh wangi telah dikembangkan di Indonesia dan
minyak atsirinya sudah diproduksi secara komersial dan
termasuk komoditas ekspor. Sedangkan minyak sereh dapur
(lemongrass oil) belum pernah diusahakan secara komersial. Dari
segi komposisi kimianya, keduanya memiliki komponen utama
yang berbeda. Sereh wangi kandungan utamanya adalah
citronella, sedangkan sereh dapur adalah sitral.
Negara produsen utama minyak sereh wangi ini yaitu
Indonesia, Cina, Madagaskar, Afrika selatan, dan Srilanka.
Indonesia adalah produsen minyak sereh wangi terbesar setelah
Cina. Hampir 75% diekspor dalam bentuk minyak kasar. Impor
turunan minyak atsiri 2.1 kali nilai ekspor. Rata-rata ekspor
Indonesia ke Amerika Serikat periode 2001-2005 sebanyak

226

Komoditas atsiri

79.480 kg/th dengan nilai ekspor sebesar 389.400 US/tahun
(Department of Commerce, U.S. Census Bureau, Foreign Trade
Statistics 2006, HS No 3301295011). Rata-rata Impor Indonesia
dari Amerika Serikat Periode 2001-2005 dalam bentuk mixture
odor sebesar 9.490.400 US/tahun (Department of Commerce,
U.S. Census Bureau, Foreign Trade Statistics 2006, HS No
3302100000).

Tabel 6.11 Harga minyak sereh wangi dan turunannya

Nama Bahan

Harga (Rp100
g)

Minyak Sereh Rakyat (Sitronelal
32%)*)

35.000/kg

Sitronelal (82%)

203.000

Sitronelol (95-100%)

288.000

Geraniol (98%)

310.000

Hidroksi citronelal (98-100%)

398.700

Menthol (99-100%)

1.020.000

Citral ( 99%)

399.700

Geranyl acetate (98-100%)

886.400

Citronelyl acetate (98-100 %)

335.100

α-ionon (90-100%)

825.700

ß-ionon (98-100 %)

783.900
Sumber : www. thegoodscentscompany.com, 11 September

2006

*) Harga di penyulingan Gunung halu – Jawa Barat,

2005

Minyak sereh wangi dihasilkan dengan cara menyuling daun
sereh wangi yang mengandung kurang dari 0.5-1.2% minyak.
Bahan yang terpenting dalam minyak sereh wangi adalah

227

Komoditas atsiri

persenyawaan aldehid dengan nama sitronellal dan
persenyawaan alkohol disebut geraniol. Kadar sitronellal dan
geraniol sangat menentukan mutu minyak sereh wangi. Jenis
tanaman sereh yang menghasilkan produksi dan mutu yang
terbaik adalah jenis “Mahapengiri” yang banyak ditanam di Pulau
Jawa. Jenis tanaman ini mengandung 80-97% total geraniol dan
30-45% sitronellal. Sedangkan jenis “Lenabau” dari Ceylon hanya
mengandung 55-65% total geraniol (Ketaren, 1985).
Sifat kimia minyak sereh wangi ditentukan oleh senyawa-
senyawa yang terdapat di dalamnya, terutama sitronellal,
geraniol, dan sitronellol. Ketiga senyawa ini mempunyai ikatan
rangkap. Mengingat adanya ikatan rangkap pada senyawa-
senyawa di dalam minyak sereh wangi, maka penyebab
kerusakan atau penurunan mutu minyak sereh wangi disebabkan
oleh adanya proses oksidasi dan polimerisasi (resinifikasi). Proses
oksidasi dapat menyebabkan perubahan bau dan warna serta
menurunkan jumlah geraniol, sitronellal, dan sitronellol. Proses
resinifikasi akan menyebabkan minyak sereh wangi kelihatan
keruh. Selain itu penurunan mutu minyak sereh wangi juga dapat
disebabkan karena reaksi hidolisis senyawa ester yang terdapat
di dalam minyak sereh wangi, seperti senyawa geranil asetat,
sitronellil asetat, dan linalil asetat. Hidrolisis senyawa ester akan
menimbulkan bau yang tidak enak karena terjadi pembentukan
asam-asam organik berantai karbon lebih pendek (Ketaren,
1985).

Minyak sereh wangi biasanya berwarna kuning muda
sampai kuning tua, bersifat mudah menguap. Pada suhu 15ºC
mempunyai bobot jenis 0,886-0,894; indeks bias pada suhu 20ºC
adalah 1,467-1,473. Dapat larut dalam 3 bagian volume alkohol
80% tetapi bila diencerkan kelarutannya berkurang dan larutan
menjadi keruh (Guenther, 1987).

228

Komoditas atsiri

Minyak sereh wangi bersifat menenangkan, menyegarkan
dan mempertajam pikiran, dapat digunakan sebagai penolak
serangga dan kucing, untuk perawatan kulit, dan sebagai obat
urut.

Tabel 6.12 Standar mutu minyak sereh wangi Indonesia (Ketaren,
1985)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->