P. 1
majalah_al_falah_edisi_268_jul

majalah_al_falah_edisi_268_jul

|Views: 705|Likes:
Majalah Al Falah Edisi 268 Juli 2010
Majalah Al Falah Edisi 268 Juli 2010

More info:

Published by: Adhicipta R. Wirawan on Jul 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

• MAJALAH DONATUR YDSF • EDISI 268 - ISSN 0854-2961- Rajab-Sya’ban 1431 H/Juli 2010 M

> Jalan Sehat Sambut Ramadhan > KAAFFAH sambut Ramadhan

Ahad, 8 Agustus 2010, pukul 06.00 WIB di Parkir Utara Masjid Al Falah Sby. Ahad, 1 Agustus 2010 di Masjid Al Falah Surabaya, pukul 08.00 WIB >> miliki buku Pintar Ramadhan saat acara
Info lengkap hlm. 31

Terangilah dunia dengan Al Quran
>> Wakaf Al Quran

“Terangilah rumah-rumah kalian dengan shalat dan membaca Al Quran” (HR. Baihaqi, dari Anas ra).

Sambut Ramadhan dengan menebar cahaya Al Quran Mari berpartisipasi dalam program: Dengan berinvestasi sosial sebesar Rp 50.000/Al Quran, Anda telah menebar Al Quran (beserta terjemahannya) di pelosok desa & kota.

>> Wakaf Al Quran Braille

Dukung saudara kita agar tetap bisa berinteraksi dengan Al Quran meski keterbatasan penglihatan. Cukup Anda berpartisipasi Rp 60.000/juz. Bersama YDSF, investasi sosial Anda makin terasa manfaatnya
Hubungi kantor/petugas YDSF di Surabaya, Sidoarjo, Jember & Banyuwangi Atau manfaatkan saluran: • SMS ke 0816 15 44 55 56 Ketik: quran <spasi> nama <spasi> alamat+kota <spasi> donasi braille <spasi> nama <spasi> alamat+kota <spasi> donasi contoh: quran adi pranoto kertajaya 8c/17 sby 100.000 braille adi pranoto kertajaya 8c/17 sby 60.000 • Online - www.ydsf.org - www.facebook.com/ydsfku - email: layanan@ydsf.org

Cinta Guru Al Quran

Nabi Muhammad saw. ia bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain" (HR. Tirmidzi, dari Ustman bin Affan ra).

Wujudkan cinta dan dukungan Anda kepada guru ngaji melalui Program Cinta Guru Al Quran senilai Rp 50.000/paket

Mari dukung pribadi-pribadi terbaik
Agar terbentuk generasi terbaik Bersama YDSF, investasi sosial Anda makin terasa manfaatnya
Hubungi kantor/petugas YDSF di Surabaya, Sidoarjo, Jember & Banyuwangi Atau manfaatkan saluran: • SMS ke 0816 15 44 55 56 Ketik: guru <spasi> nama <spasi> alamat+kota <spasi> donasi contoh: guru adi pranoto kertajaya 8c/17 sby 100.000 • Online - www.ydsf.org - www.facebook.com/ydsfku - email: layanan@ydsf.org

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

PERUMPAMAAN orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada tiaptiap tangkai seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurniaNya) lagi Maha Mengetahui.QS. al-Baqarah 261 Alhamdulillah, washalawatu ‘alarasulillah. Pembaca, dengan mengucap syukur kita masih bisa menjalankan aktifitas dalam naungan-Nya. Mudah-mudahan Allah swt. senantiasa memudahkan setiap jengkal langkah kita. Amin. Tak terasa dalam hitungan pekan, Syahrul Mubaarak, bulan Ramadhan kita temui lagi. Mari kita persiapkan segala sesuatunya untuk memuliakan bulan tersebut. Pembaca, dalam Al Quran, Allah banyak sekali menyebutkan perintah zakat dan menganjurkan sedekah. Namun, terkadang perintah itu kita abaikan karena khawatir harta akan berkurang dengan melakukannya. Padahal, manfaatnya ternyata jauh dari kekhawatiran kita. Justru dengan melakukannya, harta menjadi bersih dan suci layaknya invetasi yang terus tumbuh dan berkembang. Zakat adalah ibadah dalam bidang harta yang mengandung hikmah dan manfaat yang demikian besar dan mulia, baik yang

Investasi yang Tumbuh dan Terus Berkembang

berkaitan dengan orang yang berzakat (muzakki), penerimanya (mustahik), harta yang dikeluarkan zakatnya, maupun bagi masyarakat keseluruhan. Dari aspek sosial, zakat berfungsi untuk menolong, membantu, dan membina mereka terutama fakir miskin, ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak, dapat beribadah kepada Allah swt., terhindar dari bahaya kekufuran, sekaligus menghilangkan sifat iri, dengki dan hasad yang mungkin timbul dari kalangan mereka, ketika mereka melihat orang kaya yang memiliki harta cukup banyak. Melihat begitu besarnya manfaat zakat, maka selayaknya kita tunaikan kewajiban itu, agar saudara-saudara kita yang kurang beruntung lebih berdaya dan tersejahterakan. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan zakat yang kita bayar. Bukan hanya manfaat kebutuhan konsumsi semata, tetapi yang lebih penting adalah memberdayakan mereka agar kebaikannya lebih panjang. Agar harta kita tumbuh dan terus berkembang, mari investasikan melalui zakat, karena manfaatnya dunia-akhirat.

LEMBAGA AMIL ZAKAT NASIONAL• SK. Menag RI No. 523/2001

TUJUAN: Mengumpulkan dana umat Islam dan membagikannya untuk aktifitas dakwah, pendidikan Islam dan kemanusiaan. BIDANG GARAP: 1. Meningkatkan Kualitas Pendidikan. 2. Merealisasikan Dakwah Islamiyyah. 3. Memakmurkan Masjid. 4. Memberikan Santunan Yatim Piatu. 5. Peduli Kemanusiaan. SUSUNAN PENGURUS 1. Pembina: a. Ketua: Prof. Mahmud Zaki, MSc. b. Anggota: Prof. Dr. Ir. HM. Nuh, DEA, H. Moh. Farid Jahja, Fauzi Salim Martak 2. Pengawas a. Ketua: Drs. H. Zulfikar Ismail Ak b. Anggota: Drs. HM. Taufik AB, Ir. H. Abdul Ghaffar AS. 3. Pengurus a. Ketua: Ir. H. Abdul Kadir Baraja b. Sekretaris: Ir. Syakib Abdullah, MBA. c. Bendahara: H. Aun Bin Abdullah Baroh REKENING BANK YDSF: ZAKAT: Bank Mandiri • AC. No.142.00.077.0653.3 Bank Central Asia • AC. No.0883815596 Bank CIMB Niaga Surabaya Darmo • AC. 095.01.01000.001 BMI Cabang Darmo• AC. No.701.00158.15 Bank CIMB Niaga Syariah ACNo. 525.01.00016.00.6 INFAQ: BRI cabang Surabaya Kaliasin AC.No.0096-01-000771-30-7 Bank Bukopin Syariah • AC.No. 880.0360.031 Bank Jatim • AC.No.0011094744 Bank Permata • AC.No.2901131204 Bank Danamon • AC.No.0011728144 KEMANUSIAAN: Bank BNI ‘46 • AC.No. 00.498.385 71 QURBAN: Bank Syariah Mandiri • AC.No. 0080025515 PENA BANGSA: Bank Niaga Surabaya Darmo • AC.013-01-16909-00-2 PENA YATIM: Bank Central Asia • AC. No. 0883837743 REKENING Baru YDSF Jakarta ZAKAT: Bank Muamalat Indonesia Rek. No. 000.01231.09 Bank Syariah Mandiri Rek. No. 255-000-4876 INFAQ: Bank Muamalat Indonesia Rek. No. 000.00694.10 Bank Syariah Mandiri Rek. No. 255-000-5775 Beasiswa Pena Bangsa dan Kemanusiaan : Bank Mandiri Rek. No. 126.00.0560563.8 NOTARIS: Abdurrazaq Ashiblie, SH Nomor Akta 31 tanggal 14 April 1987 Diperbaharui Wachid Hasyim, SH Nomor Akta 61 tanggal 19 Juli 1995 REKOMENDASI: Menteri Agama RI Nomor B.IV/02/HK.03/6276/1989 KANTOR PUSAT: GRAHA ZAKAT Jl. Kertajaya VIII-C/17 Surabaya Telp. (031) 505 6650, 505 6654 Fax . (031) 505 6656 http://www.ydsf.org E-mail • YDSF: ydsf@ydsf.org • Majalah: majalahalfalah@yahoo.com/gmail.com Kantor Kas Sidoarjo: Graha Anggrek Mas Regency A-2 Sidoarjo Telp/Fax. 031 8070602, 72407770 e-mail: sidoarjo@ydsf.org CAB. JEMBER: Jl. Trunojoyo 56 Jember, Telp. 0331-482477, e-mail: jember@ydsf. org Kantor Kas Banyuwangi:Jl. Simpang Gajah Mada 05 Banyuwangi Telp. (0333) 414 883 YDSF JAKARTA: • Jl. Terusan Kuningan, HR. Rasuna Said No.25 Kuningan, Jakarta Selatan Telp. 021-526 6962, Fax. 021-526 6963 SMS Center: 081 385 888 100, e-mail: office@ydsfjakarta.org YDSF MALANG: Jl. Kahuripan 12 Malang, Telp. 0341-7054156, 340327

Redaksi
Islamuna YDSF Update Pesona Dakwah Tebar Rahmat Meja Belajar Resep Dapur Adocil Semesta Iklan Tasyakur & Takziyah Konsultasi Psikologi Teropong Donatur Ragam Kabar Salur Brankas Mimbar Zakat Pojok Harmoni 22 23 24 25 26 27 28 29 30 32 33 34 36 38 39 40 41 42

Menu Edisi 268 Juli 2010
Salam Doa Tamu Kita Ruang Utama Bijja Uswah Info LD MQ Serambi Dialog Agama Klinik Tips Parenting Muallaf Fenomena Zakat 3 4 5 6 11 12 13 14 15 16 18 19 20 21

cover: ist.

Ijin Terbit: Kep. Menpen RI No. 1718/SK/DITJEN PPG/STT/ 1992, Tgl 20 Maret 1992. Ketua Pengarah: Ir. H. Abdul Kadir Baraja Staf Ahli: Zainal Arifin Emka, Yuyung Abdi Pemimpin Umum Arie Kismanto Pemimpin Redaksi Khoirul Anam Redaktur Pelaksana Oki Aryono Staf Redaksi Dian Laksana, Dina Anisa Desain Abu Habiburrahman Kontributor Guritno, Rohadi Distribusi Agus Sumartono Penerbit: Yayasan Dana Sosial AlFalah, Alamat Redaksi: Graha Zakat, Jl. Kertajaya VIIIC/17 Surabaya 60282. Telp. (031) 505 6650, 505 6654 Fax. 505 6656

Bagi Donatur YDSF yang menyalurkan donasinya via rekening bank, mohon menuliskan nama Yayasan Dana Sosial Al Falah secara lengkap bukan singkatan (YDSF). Untuk Transfer mohon bukti transfer di fax ke 031 505 6656 atau konfirmasi via sms ke 081 615 44 5556. Terima kasih.

PERHATIAN!

Al Falah Juli 2010

3

Agar Tidak Memohon Sesuatu yang Kita Tak Paham Hakikatnya

"Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada Engkau untuk memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi" (QS. Hud 47). DOA ini diucapkan Nabi Nuh as ketika kaumnya yang ingkar termasuk seorang anaknya ditenggelamkan oleh Allah swt. Rasa cinta membuat Nabi Nuh as memohon kepada Allah swt. agar anaknya itu diselamatkan juga. Allah swt. menegaskan bahwa sang anak bukan termasuk keluarga yang dijanjikan akan diselamatkan, karena perbuatannya tidak shalih (ingkar). Allah mengingatkan sekaligus mengajari Nabi Nuh as agar tidak memohon dengan sesuatu yang tidak beliau ketahui hakikatnya. Lebih lengkap baca surat Hud 40-46.

Berdoa Untuk Orang Lain = Berdoa Untuk Diri Sendiri
Abu Darda ra berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Muhammad saw. bersabda (artinya), “Tidaklah seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu melainkan malaikat berkata, ‘Dan untukmu seperti itu juga’” (HR. Muslim).
foto-foto: ist.

4

Al Falah Juli 2010

Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya

Adhicipta Raharja Wirawan

Kembangkan Hobi dengan Open Source Sof tware
Melihat kelebihan menggunakan software berbasis open source, pria asli Surabaya ini lantas berniat untuk membagi pengalamannya. Selain bisa meminimalisir penggunaan software bajakan (ilegal), memakai software open source ternyata jadi lebih kreatif.
dhi, panggilan Adhicipta Raharja Wirawan, tampaknya lagi ngebet mensosialisasikan pengalamannya menggunakan software atau perangkat lunak program komputer berbasis open source kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang suka berkreasi. Menurutnya, dengan perangkat lunak ini sangat luas membuka peluang untuk mengembangkan kreatifitas. Lebih lanjut katanya, kelebihan lain software ini dikenal sebagai langkah solutif mengurangi penggunaan software ilegal karena open source juga menyediakan software gratis. Free / Open source software (FOSS) adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source code-nya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahankelemahan yang ada pada software tersebut. Bahkan setiap orang bisa mengembangkan sendiri dari source code software yang ada. Pria asli Surabaya ini sudah membuktikan kelebihan open source untuk mengembangkan kemampuan desainnya. Putra pasangan Karmawan Pringgo oetomo dan (almh) Ratnanindyah ini memang hobi menggambar sejak kecil. Ketika mengenal desain lewat komputer semasa kuliah, alumni Ubaya ’97 ini perlahan mulai fokus mendalami bidang tersebut. Dan ujungnya, pria yang tengah menempuh pendidikan pasca sarjana di Universitas Airlangga ini lebih berminat menjadi CG (Computer Graphic) Artist. Dan sejak menggunakan fasilitas open source untuk menggarap desain, dia ingin membagi pengalamannya itu. “Saya hanya ingin mensosialisasikan software legal dan berbagi pengalaman kepada masyarakat luas. Meskipun sebenarnya saya punya rencana yang lebih besar dari itu,” ujar suami Ayu Wulaning Astiti ini tersenyum. Harapannya, ke depan penggunaan open source bisa menggerakkan perekonomian masyarakat khususnya di industri kreatif. Seperti yang dituturkan Adhi, jika open source ini digunakan masyarakat untuk bidang usaha seperti jasa digital printing atau percetakan, atau usaha berbasis teknologi informasi komunikasi, diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif pemicu perkembangan ekonomi masyarakat di industri kreatif. Dirikan Komunitas Animasi dan Desain Berbasis Free Open Source Software Banyak cara yang dilakukan pria kelahiran 5 Januari 1979 ini untuk mensosialisasikan open source. Salah satunya adalah menjadi co-founder Forum Blender Indonesia atau FBI (http://blenderindonesia.org) yang didirikan oleh Hizkia Subiyantoro. Nama ini diambil dari salah satu software open source 3 dimensi (3D) terkemuka di dunia. Meski komunitas ini dibentuk via internet, tapi Adhi merasa komunitas Blender bisa menjadi forum untuk silaturahim dan berbagi ide. Selanjutnya bapak dua anak ini mengatakan, melalui wadah ini sosialisasi bisa lebih efektif. Saat ini FBI sedang mengerjakan animasi pendek dengan nama SERULING PROJECT, dimana seluruh file pembuatan animasi pendek ini akan di-open bagi seluruh masyarakat disertai dokumentasi cara pembuatan dari awal hingga akhir. “Kami ingin mewadahi para pengguna open source dari berbagai

foto: dyan

daerah di Indonesia. Sejak dibentuk pada akhir Juli 2009, alhamdulillah hampir mencapai 700 orang bergabung. Semoga jumlah ini terus bertambah,” ujar bungsu dari 3 bersaudara ini. Geliat penggunaan software legal ini semakin berkembang dengan adanya dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Salah satu bukti dukungan itu adalah penyelenggaraan lomba desain poster dan brosur bertema Promosi Free/Open Source Software (FOSS) sebagai Pilihan cerdas Software Legal. Menurut Adhi, kegiatan ini adalah bentuk kerjasama antara Kantor Kemkominfo dan Free Open Source Software Indonesia (FOSSID) dalam mensosialisasikan open source kepada masyarakat. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan melalui pelatihan-pelatihan di berbagai daerah. Bahkan, perusahaan prosesor INTEL, menawarkan kerjasama untuk sosialisasi open source software Blender melalui 3D Animation Workshop sekaligus mempromosikan prosesor keluaran terbaru iCore. Rencananya, dalam waktu dekat, Adhi akan membuka open studio society Surabaya sebagai wadah bagi Blender Army Regional Surabaya, sebutan komunitas Blender di Surabaya. “Mendekati bulan Ramadhan ini, kami ingin mengadakan pelatihan kepada anak-anak jalanan. Konsepnya seperti pondok Ramadhan, tapi substansinya lebih kepada komputerisasi dengan menggunakan Free Open Source Software,” ujarnya. (dyan)
Al Falah Juli 2010

5

Oleh tim ruut

foto: ist.

Investasi yang Anda tanamkan melalui zakat, dampaknya bisa berlipat-lipat. Karena kekuatannya yang bisa membangun dan memberdayakan umat.

ebagai rukun Islam yang bersifat ibadah dan sosial, kewajiban zakat sering digandengkan dengan kewajiban shalat. Zakat adalah salah satu jenis pungutan yang Islami atas kekayaan seseorang, ia dikumpulkan dari orang-orang kaya dan digunakan untuk orang miskin. “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para mu'allaf yang dilunakkan hatinya, (untuk memerdekakan) hamba sahaya, (membebaskan) orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At Taubah 60). Banyak literatur yang menyebutkan, betapa zakat (infak dan shadaqah) mempunyai daya guna dan manfaat yang luar biasa besar. Bukan hanya kenikmatan mustahik (penerima) saja yang merasakan, tetapi berkah dan manfaatnya yang demikian besar dan mulia juga bisa dirasakan orang yang

berzakat (muzakki), harta yang dikeluarkan zakatnya, maupun bagi masyarakat keseluruhan. Inilah yang menjadikan kekuatan zakat bisa m e m b a n g u n ke k u a t a n u m a t . Selama ini, belum ditemukan orangorang yang rutin menunaikan zakat kemudian berhenti dari menunaikan zakat disebabkan usahanya bangkrut atau ekonominya bermasalah. Bahkan, yang ada adalah orang-orang yang selalu menunaikan zakat, jumlah nominal zakat yang dikeluarkannya dari waktu ke waktu semakin bertambah besar. Itulah bukti bahwa zakat sebenarnya tidak mengurangi harta kita, bahkan sebaliknya. Memang secara logika manusia, dengan membayar zakat maka harta kita akan berkurang. Padahal berbeda dengan hitungan Allah. Itu sesuai dengan penjelasan-Nya d a l a m A l B a q a ra h ayat 2 6 1 . “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai. Pada

6

Al Falah Juli 2010

atau biaya sekolah anak dhuafa. Dari Mustahik menjadi Muzakki Dalam usaha membangun umat zakat berfungsi untuk menolong, membantu dan membina mereka terutama fakir miskin, ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak, dapat beribadah kepada Allah swt., terhindar dari bahaya kekufuran, sekaligus menghilangkan sifat iri, dengki dan hasad yang mungkin timbul dari kalangan mereka, ketika mereka melihat orang kaya yang memiliki harta cukup banyak. Di sinilah peran utama zakat tersebut. Menurut ekonom studi pembangunan Islam Dr. Suherman Rosyidi, investasi yang dilakukan melalui zakat fungsinya tidak hanya bersifat konsumtif semata bagi mustahik. Tetapi yang lebih penting adalah digunakan untuk meningkatkan ekonomi mereka yang sifatnya produktif. Sehingga akan mengubah kondisi dari mustahik menjadi muzakki. “Dengan memberi kepada mereka (mustahik, Red.) pelatihan-pelatihan kewirausahaan atau modal usaha, nantinya mereka akan tumbuh tingkat ekonominya dan semakin berdaya,” katanya, saat ditemui Al Falah. Namun demikian, Suherman masih

Suherman Rosyidi

tiap-tiap tangkai seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha L u a s ( k u r n i a - N ya ) l a g i M a h a Mengetahui.” Investasi yang kita lakukan melalui zakat tidak akan mengurangi harta kita. Bahkan, sesuai dengan makna zakat, harta yang kita miliki akan semakin tumbuh dan terus berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya. Banyak terobosan yang telah dilakukan lembaga amil zakat atau badan amil zakat terkait dalam memberdayakan dana zakat yang telah terhimpun. YDSF misalnya. Lembaga amil zakat nasional yang berdiri sejak 1987 itu menggunakan zakat di antaranya untuk pemberdayaan anak yatim, membantu usaha fakir-miskin

prihatin dengan kondisi kesadaran muslim dalam berzakat. Orang cenderung lebih perhatian pada shalat ketimbang zakat. Padahal, Allah dalam Al Quran selalu menyandingkan kewajiban zakat dengan shalat kurang lebih 72 kali. Menurutnya data, potensi zakat kurang lebih Rp 17 triliun pertahun. Namun, yang tergali baru 340 miliar atau sekitar 0,24 persen. Suherman menjelaskan, melihat besarnya potensi dan sedikitnya zakat yang tergali menunjukkan masih rendahnya kesadaran orang membayar zakat. “Andai saja kesadaran itu ada, bisa dipastikan, kemiskinan, pengangguran atau penyakit-penyakit sosial lainnya tinggal sejarah,” tukasnya yakin. Menurut Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Jatim itu, banyak sebab mengapa orang belum sadar wajib zakat. Salah satunya adalah belum adanya bukti (impact) kalau zakat bisa mengangkat kondisi seseorang atau lembaga. Nah, hal ini, katanya, bisa mempengaruhi seseorang untuk membayar zakat. Makanya, selain untuk konsumsi langsung, zakat sebaiknya digunakan untuk program-program pemberdayaan yang produktif yang bisa menghasilkan dampak jangka panjang yang lebih besar. Hasil program ini nantinya juga menjadi bukti kalau dana zakat manfaatnya lebih nyata.{}

Seharusnya Bayar Zakat ke Amil
MELIHAT kecenderungan saat ini, Suherman Rosyidi yang juga Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu, menyatakan penggunaan zakat sudah ke arah program-program produktif. Namun demikian, pengunaan secara konsumtif masih relatif besar. Salah satu sebabnya adalah banyak pembayar zakat tidak melalui lembaga amil atau badan amil. Mereka lebih

foto: anam

suka melakukan dengan mengundang atau memanggil penerima zakat ke rumah masing-masing. Akibatnya, mereka membagi zakat tanpa melihat peta kemiskinan. Dan zakat pun menjadi tidak punya kekuatan. Padahal, bila dihimpun dalam satu lembaga, zakat akan menjadi kekuatan yang super. “Nah, agar menjadi kekuatan yang besar, salurkan melalui badan amil zakat atau lembaga amil zakat seperti YDSF. Karena mereka lebih tahu petanya,” pungkasnya. {}
Al Falah Juli 2010

7

Hapus Kemiskinan dengan Berbagi
Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), angka kemiskinan di Indonesia tahun 2009 lalu mencapai 33,7 juta orang. (kontan.co.id)
orang lain. Bedanya, dalam berbagi, seseorang tidak dituntut harus menyesuaikan dengan suatu aturan tertentu. Sedangkan dalam berzakat, ada aturan atau takaran yang telah ditetapkan. Kuncinya, Empati Lebih lanjut, staf pengajar Prodi Psikologi Universitas Trunojoyo, Madura tersebut menerangkan budaya berbagi bisa dibiasakan sejak usia dini. Dalam setiap kesempatan, seorang anak bisa dilatih dan dimulai dari hal yang paling sederhana sekalipun. Misalnya, dalam berbagi kursi, mainan, sampai makanan. “Tujuannya, untuk menumbuhkan empati pada diri anak,” ujar ibu satu putri yang biasa disapa Ning ini. Dengan mempunyai empati, seorang anak bisa mengerti, memahami, dan merasakan kondisi orang lain. Bila empati pada diri seorang anak sudah dimiliki, secara otomatis seorang anak lebih mudah berbagi dengan sesamanya. Setiap orang tua, jangan bosan dan lelah untuk memberikan pemahaman dan mengajak anak untuk melihat kondisi orang lain. “Yang penting, orang tua juga harus konsisten dengan apa yang diajarkan ke p a d a b u a h h a t i ny a , s e r t a menanamkan pada dirinya,” lanjut alumnus pasca sarjana Universitas Indonesia, jurusan Psikologi Sosial tersebut. Ning menambahkan, bahwa berbagi mempunyai efek psikologis yang tinggi dan membuat seseorang m e m p u ny a i ke i n g i n a n u n t u k melakukannya lagi. Apalagi, bila orang yang diberi terlihat senang dengan pemberian kita. Ekspresi senang yang terlihat tersebut bisa menjadi reward dan mendorong untuk memberi lagi. Adanya Transparansi Selain itu, bila muzakki menyalurkan zakatnya melalui lembaga amil zakat atau badan amil zakat, kejelasan dan tranparansi penyalurannya akan mempengaruhi kepercayaan pembayar. “Bila muzakki mengetahui penyaluran zakatnya tepat sasaran, itu akan menumbuhkan kepercayaan dan meningkatkan semangat berzakat. Dan bukan mustahil, kepercayaan dan semangat tersebut akan menular kepada muzakki lain,” tuturnya. Secara teori, hal ini disebut teori penularan (Contagion Theory). Di mana seorang individu, bila berada di dekat individu lain atau berada di sebuah komunitas yang bersemangat, tanpa sadar akan tertular semangat komunitas tersebut. Teori lain yang juga bisa menggambarkan hal ini adalah teori konformitas. Yaitu seseorang yang merasa tidak nyaman bila melihat orang lain melakukan sesuatu, sedangkan dia tidak. Contohnya, seseorang akan merasa sungkan tidak ikut nyumbang, bila dia melihat orang lain menyumbang. Selain itu, dengan memberikan sesuatu kepada orang lain, bisa membuat seseorang mempunyai harga diri. Berapapun nominal yang diberikan. Sebab, lanjut Ning, dengan memberikan sesuatu, tanpa berniat menjadi sombong, seseorang akan merasa bahwa dirinya berharga. Dengan begitu, akan menumbuhkan percaya diri dalam dirinya. “Potensi masyarakat kita juga sangat tinggi dalam hal ini. Sudah banyak bukti nyata yang menunjukkannya. Misalnya, selain dalam kasus Prita, juga ada Bilqis, juga ketika terjadi bencana alam, bantuan yang terkumpul menumpuk. Ini menunjukkan, semakin tingginya empati seseorang, potensi zakat pun meningkat,” tambah Setianingsih. {}

enyampang dengan data tersebut, kontan.co.id juga menampilkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan, pada Maret 2008 lalu, jumlah orang miskin mencapai 34,96 juta atau 15 % dari total penduduk Indonesia. Atau, turun 2,21 juta jiwa ketimbang tahun 2007 yang tercatat ada 37,17 juta warga miskin di Tanah Air. Begitu besar jumlah penduduk miskin yang ada di lingkungan kita. Lalu, langkah apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Sesuai kodratnya sebagai makhluk sosial, kehidupan seseorang tidak bisa terlepas dari manusia lain di sekitarnya. Rasa ingin berbagi dan berempati adalah jawabannya. Dalam Islam anjuran untuk berbagi sangat ditekankan sekali. Banyak ayat Al Quran dan hadits yang menganjurkan muslim untuk berbagi dengan saudara-saudaranya yang membutuhkan. Bentuk kepedulian itu bisa berbentuk sedekah, infak atau zakat. Kesadaran untuk berzakat (infak dan sedekah) akan mampu mengatasi persoalan-persoalan sosial, seperti pengangguran dan kemiskinan di atas. Apalagi dengan jumlah kemiskinan yang masih begitu tinggi. Dengan potensi zakat yang mencapai Rp 17 triliun pertahun insya Allah akan menjawab persoalan itu. Namun demikian, masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong kebiasaan berzakat. Psikolog Setianingsih, S.Psi, M.Psi., menuturkan, sejatinya antara berbagi dan berzakat adalah sama. Intinya, sama-sama mengandung pengertian memberikan sebagian milik kita kepada

8

Al Falah Juli 2010

foto: ist.

Model Pemberdayaan ZIS (zakat, infaq, & shadaqah)

Sejarah yang Gemilang Jadi Inspirasi
ungkinkah zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) mampu mengentaskan umat dari kemiskinan dan keterbelakangan pada masa kini? Perlu kerja keras, cerdas, dan ikhlas untuk membuktikannya di zaman modern saat ini. Sejarah telah memberi bukti bahwa zakat mampu memberantas kemiskinan, tidak sekadar mengurangi. Di masa Khalifah Umar bin Khaththab ra, sahabat Muadz bin Jabal ra bertugas sebagai hakim, dai sekaligus amil zakat di Yaman. Muadz berdinas sejak masa Nabi saw. Pada tahun ke-11 bertugas, Muadz menyerahkan 1/3 hasil zakat ke Madinah. Saat itu Umar memutuskan zakat diambil dari muzakki setempat dan didistribusikan di wilayah setempat pula. Tahun berikutnya Muadz membawa lebih banyak lagi, yakni separuhnya. Umar tetap menolak. Di tahun ke-13, Muadz malah menyerahkan seluruh perolehan zakat. Umar tetap menyuruh Muadz membawa kembali. Muadz menjawab, “Di sana tidak lagi kutemui orang yang berhak menerima zakat.” Akhirnya, Umar melakukan subsidi silang ke daerah minus (dalam Panduan Zakat Praktis, Amin S, dkk., IMZ) Hampir satu abad setelahnya, sejarah terulang. Dalam kurun dua tahun saja, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berhasil memberantas kemiskinan. Adalah Yahya bin Said seorang petugas zakat wilayah
Tabel Bidang Garap YDSF No Bidang 1 Pendidikan Program - Pelatihan peningkatan kualitas guru - Sertifikasi (standarisasi) guru Al Quran - beasiswa Pena (Peduli Anak) Bangsa - insentif guru (ngaji) Al Quran - bantuan sarana sekolah - Penugasan dai di pedesaan & perkotaan - Layanan konsultasi syariah & keluarga - Sinergi Dakwah, bekerja sama dengan: Ponpes Gontor, DDII Jatim, Mahad Ukhuwah Islamiyah, Ponpes Sidogiri, PPSDMS, Masjid Al Falah, LP Medaeng - Pemberdayaan Imam Masjid (PRIMA) Keterangan bermitra dengan Yayasan Kualita Pendidikan Indonesia (YKPI) -Program Dai Desa Bermitra: Biro Konsultasi Masjid Al Falah & Griya Al Quran Diklat dan penugasan imam masjid percontohan Beasiswa -bantuan sarana panti asuhan Santunan untuk kebutuhan darurat bermitra dengan BSMI & MER-C melahirkan Bina Tani Peternak (BTP), bantuan usaha (induk hewan qurban) Pembinaan mental & pemberdayaan ekonomi bermitra dengan PTPN XII
Al Falah Juli 2010

kerja Afrika berkata, “Sungguh! Khalifah Umar bin Abdul Aziz telah membuat orang Afrika menjadi kaya. Sehingga tidak ada lagi orang fakir yang mengambil zakat yang terhimpun. Lalu aku putuskan untuk memerdekakan budak” (http://ppsdms.org/ibp-angga-antagiaumar-bin-abdul-aziz-sang-fiskalismuslim.htm). Karena masih surplus, Umar bin Abdul Aziz akhirnya mengalokasikan untuk pembayaran utang-utang pribadi (swasta) dan subsidi sosial seperti biaya perkawinan. Begitulah jika harta ZIS dikelola dengan tepat berpotensi untuk menjadi solusi bagi problematika kemiskinan. Harus Ada Skala Prioritas M e n u r u t E m my H a m i d i ya h , Sekretaris Umum BAZNAS, perlunya skala prioritas karena rumitnya masalah kemiskinan dan keterbatasan dana zakat. “Program harus punya multiplier effect (manfaat berlipat),” jelasnya (dalam Zakat & Peran Negara, et.al, hlm.126-127). Salah satu prorgram yang bersifat multiplier effect adalah pendidikan. Alasannya adalah, pertama, semua orang sepakat jalur untuk mengubah nasib adalah pendidikan. Kedua, program ini relatif mudah dilaksanakan. Ketiga, lebih mudah mengevaluasi hasilnya, meskipun ini jarang dilakukan LPZ (Lembaga

Pengelola Zakat). Pendidikan sangat strategis, mengingat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia periode 2009 masih berada pada peringkat ke-111 dari 182 negara (Republika online 23/2). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan, dan standar hidup. Karenanya, agar pendidikan bersifat multiplier effect maka perlu dilakukan peningkatan kualitas guru. Karena satu guru dapat menjangkau puluhan murid dalam satu tahun. Jika satu guru bertugas selama 30 tahun misalnya, tak terbayang betapa berlipat manfaatnya. Program lainnya adalah menggalakkan kerja kaum miskin, baik menyemangati maupun memberi lapangan pekerjaan. Syaikh Yusuf Qardhawi menandaskan bahwa bekerja adalah perintah Allah dan rasul-Nya. Jadi, menurut penulis buku Fiqh Zakat ini penting untuk memberi modal usaha kepada mustahiq (penerima zakat) yang disertai pendampingan. Beberapa program di atas telah dicoba YDSF. Sejak berdirinya, YDSF mencanangkan lima prioritas yaitu pendidikan, dakwah, masjid, yatim, dan kemanusiaan. Alhamdulillah, hingga tahun ke-23 YDSF tetap eksis pada lima bidang ini (lihat tabel).{}

2

Dakwah

3 4 5

Masjid

- Bantuan sarana masjid - Pena (Peduli Anak) Yatim Yatim - Bantuan usaha modal keluarga yatim - Bedah Panti Asuhan - Zakat Untuk Mustahiq (ZUM) Kemanusiaan - Layanan Kesehatan Sosial (LKS) - Unit Aksi Cepat (UAC) - SATE (salur-tebar) Hewan Qurban - Pemberdayaan dhuafa kota (berbasis ormas & komunitas) - Pemberdayaan ekonomi desa (komunitas binaan dai) - Pelatihan Biogas bagi komunitas binaan dai (prog. nonrutin)

Sumber: Arsip YDSF 2010

9

Pengusaha Mie Ayam, Penerima Bantuan Modal Usaha Program ZUM YDSF

Kini Tak Lagi Bingung Cari Usaha
ebelum mempunyai usaha mie ayam yang digelutinya saat ini, keluarga Murawan tergolong keluarga dengan ekonomi serba paspasan. Bahkan bisa dikatakan kurang. Berbagai pekerjaan pernah digeluti pria 47 tahun itu. Menjadi perantauan pun ia lakoni demi sesuap nasi. Suatu ketika ia bekerja sebagai penjaga keamanan di sebuah ruko di kawasan Ruko Manyar Indah Surabaya. Sementara itu Nuryati, istrinya, hanya menjadi ibu rumah tangga. Otomatis, untuk memenuhi kebutuhan keluarga sangat bergantung pada penghasilan satu orang, Murawan. Untungnya, keahliannya menginstalasi listrik dapat menjadi pekerjaan sampingan yang memberikan penghasilan tambahan. Selama beberapa waktu berjalan, semua berjalan lancar. Hingga suatu hari tempat bekerja ayah tiga anak ini bangkrut. Otomatis sumber penghasilan utama setiap bulannya terhenti. Kead a a n b e r u b a h . Ko n d i s i perekonomian mereka pun goyah. Ke b u t u h a n d a p u r s e h a r i - h a r i terbengkalai. Biaya sekolah anak-anak menunggak. Belum lagi, mereka masih harus membiayai pengobatan orangtuanya. Tapi, Murawan bukan tipe orang yang putus asa. Sembari tetap menjalankan kerja sampingan sebagai instalatir listrik, dirinya juga kerja serabutan. “Sejak berhenti bekerja jadi satpam, suami saya kerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan. Karena penghasilan tak pasti, tentu saja tetap kekurangan. Tapi saya berusaha mencukup-cukupkannya,” ungkap Nuryati. Buka Usaha Mie Ayam Merasa penghasilan suaminya yang tak tentu, wanita asli Salatiga, Jawa Tengah ini kemudian berinisiatif untuk membuka usaha kecil-kecilan. Ide inipun tak lepas dari saran seorang temannya. “Untuk menghilangkan penat, biasanya saya silaturahim ke rumah teman. Dari situ saya terinspirasi untuk membuka usaha. Tapi saya berpikir modal dari mana? Lalu seorang te m a n m e m b e r i s a ra n u nt u k mengajukan bantuan modal usaha ke YDSF,” terangnya. Permohonan bantuannya itu diterima setelah disurvei petugas dari YDSF. Bantuan sebesar Rp 1,6 juta itu pun direalisasikan. Modal tersebut ia gunakan untuk membuka usaha mie ayam. “Setiap silaturahim ke rumah teman yang berjualan mie ayam, saya belajar sedikit demi sedikit,” ujarnya. Modal usaha itu mereka manfaatkan untuk mengembangkan usaha baru itu. Untuk menghindari banyak pengeluaran, pasutri itu membuat sendiri gerobak untuk jualan. Meskipun baru tiga bulan memulai usaha, Nuryati mengaku sudah bisa merasakan hasilnya. “Alhamdulillah, meskipun tak banyak, hasilnya sudah bisa kami rasakan. Kalau ramai pembeli, rata-rata bisa dapat Rp 75 ribu perharinya. Lumayan bisa untuk t a m b a l ke b u t u h a n ,” ka t a ny a tersenyum. Keluarga ini merupakan salah satu potret mustahik yang mendapat bantuan modal usaha dari program Zakat untuk Mustahik YDSF. (dyan)

foto: dyan

Murawan-Nuryati

Meskipun baru tiga bulan memulai usaha, Nuryati mengaku sudah bisa merasakan hasilnya. “Alhamdulillah, meskipun tak banyak, hasilnya sudah bisa kami rasakan. Kalau ramai pembeli, rata-rata bisa dapat Rp 75 ribu perharinya. Lumayan bisa untuk tambal kebutuhan,” katanya tersenyum.

10

Al Falah
Juli 2010

Syarat-Syarat Tobat

Ketika Allah Lebih Gembira Daripada Hamba-Nya
anusia tempatnya salah dan lupa. Namun manusia terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan salah sama sekali. Akan tetapi manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertobat kepada Allah dengan sebenarbenar tobat. Bukan sekadar tobat sesaat dengan menipu Allah dan diri sendiri. Secara bahasa, tobat berarti kembali. Maka, tobat bermakna kembalinya seorang hamba di jalan Tu h a n n y a s e t e l a h b e r j a l a n menyimpang. Contoh termasyhur adalah pertobatan Adam dan Hawa. Keduanya lupa akan pantangan memakan buah terlarang dan tergoda rayuan setan. Begitu sadar, keduanya langsung bertobat. Maka Allah menerima tobat mereka (lihat QS. Al Baqarah 35-37 & Al A’raf 19-23). Sejatinya, tobat itu demi kebaikan manusia. Namun ternyata Allah swt. pun lebih senang dengan tobatnya h a m b a . N a b i s aw. b e rs a b d a , “Sesungguhnya Allah gembira menerima tobat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian ketika menemukan kembali untanya yang hilang di padang yang luas” (HR. Bukhari & Muslim, dari Anas bin Malik ra). Agar tobat diterima, maka harus memenuhi tiga hal yaitu: 1. Menyesal Nabi saw. bersabda, “Tobat adalah penyesalan” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, & Hakim). Bisa jadi dosa yang kita lakukan di masa lalu mengandung hikmah tersendiri. Orang shalih terdahulu pernah berkata, “Sesungguhnya seorang hamba bisa jadi berbuat suatu dosa, tetapi dosa tersebut menyebabkannya masuk surga.” Orang-orang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Ia menjawab, “Dia berbuat suatu dosa, lalu dosa itu senantiasa terpampang di hadapannya. Dia kuatir, takut, menangis, menyesal, dan merasa malu kepada Rabbnya, menundukkan kepala di hadapan-Nya dengan hati yang khusyuk. Maka dosa tersebut menjadi sebab kebahagiaan dan keberuntungan orang itu, sehingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada ketaatan yang banyak” (dalam http://muslim. or.id/akhlaq-dan-nasehat/syarat-tobatditerima.html). 2. Meninggalkan perbuatan dosa & maksiat Bukanlah orang bertobat jika tetap melakukan. Allah swt. mengingatkan kita, “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (tobat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahankesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai... (QS. At Tahrim 8). Ayat ini menyentuh hati kita karena mungkin saja tobat kita tidaklah serius. 3. Bertekad untuk tidak mengulanginya Hendaklah kita membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan. Allah berfirman, “Dan (juga) orang-orang yang (bertaqwa) apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan ke j i n y a i t u , s e d a n g m e r e k a mengetahui” (QS. Ali Imran 135). 4. Mengembalikan Hak Sesama Jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama, maka ada satu syarat lagi. Yakni meminta maaf, mengembalikan atau mengganti hak yang terampas itu kepada pemiliknya. Namun apabila dosa tersebut berkaitan dengan menggunjing, qodzaf (menyampaikan tuduhan zina) atau yang semisalnya yang apabila saudara kita tadi belum mengetahuinya (bahwa dia telah digunjing atau dituduh), maka

cukuplah bagi pelaku untuk bertobat kepada Allah, mengungkapkan kebaikan-kebaikan saudaranya serta senantiasa mendoakan kebaikan dan memintakan ampun untuk mereka. Sebab dikuatirkan apabila diharuskan berterus terang justru dapat dikuatirkan menimbulkan peselisihan. Syarat-syarat di atas merupakan satu kesatuan. Jika tidak terpenuhi salah satunya, maka para ulama sepakat bahwa tobat menjadi tidak sah. Di samping itu bagi terwujudnya taubatan nashuha tersebut, tidak kalah pentingnya harus pula dilakukan dan dipenuhi faktor-faktor penjamin serta pendukungnya. Seperti misalnya penyesalan yang harus setingkat dengan kadar dosa (jadi tidak sekadar menyesal begitu saja!), sikap menjauhi atau menjauhkan segala yang terkait dan diduga kuat akan mengembalikan kepada dosa yang sama atau yang lainnya, menunjukkan perubahan diri dengan amal shalih yang lebih baik, memperbanyak istighfar, berusaha selalu berada dalam lingkungan yang shalih dan kondusif, dan langkahlangkah pembuktian riil yang lainnya. Pelajaran dari Para Saudara Nabi Yusuf Kisah saudara-saudara Nabi Yusuf as bisa jadi pelajaran. Al Quran menceritakan, “Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik” (QS. Yusuf 9). Mereka bertekad melakukan kejahatan sekaligus bertobat dalam satu waktu. Kita mungkin berpikir, “Ya Allah, ini adalah dosa terakhirku dan aku tak akan mengulanginya lagi. Aku ingin bersenang-senang dulu, baru kemudian bertobat” (dalam Kiat Bijak Mengambil Keputusan, Amru Khalid, Cakrawala, hlm. 83-84). Kita berlindung kepada Allah dari sikap demikian. “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)” (QS. Az Zumar 54).(oq)
Al Falah Juli 2010

11

“Pilih Mana, Harta Duniawi Atau Cinta Allah & Rasul?”
uatu ketika Umar bin Khaththab ra. bercerita tentang kondisi masyarakat jahiliyah. “Sungguh,” kata Umar, “Tatkala kami dalam jahiliyah, wanita-wanita tidak lagi kami hargai. Kemudian Allah swt. memberikan ketentuan tentang mereka dan memberikan pula hak kepada mereka.” Begitulah pengakuan Umar. Bahkan ia pernah mengubur anak perempuannya karena gengsi tradisi. Saat itu wanita biasa dijadikan harta ‘warisan’ dan ‘hadiah’ bagi para lelaki. Sejak Islam datang, para wanita bisa leluasa beribadah, berpendapat serta punya kedudukan yang bermartabat dalam hukum. Misalnya ketika Umar sedang dalam suatu urusan, tiba-tiba sang istri menyeletuk, “Coba engkau berbuat begini dan begitu.” “Apa urusanmu dalam hal ini?” “Aneh sekali kau, Umar. Engkau tidak mau dibantah padahal putrimu sendiri menentang Rasulullah saw. sehingga beliau gusar sepanjang hari.” Umar pun bergegas menemui Hafshah binti Umar ra, muslimah yang dinikahi Nabi saw. setelah suaminya (Khunais bin Hudzafah As Shamy ra) gugur dalam perang Badar. Tu n t u t a n Ta m b a h a n N a f k a h “Anakku, benarkah engkau membantah Rasulullah saw. hingga beliau risau sepanjang hari?” “Memang benar, kami memang membantah beliau,” jawab Hafshah. Ketika itu, Hafshah dan beberapa istri Nabi saw. menuntut tambahan nafkah sehingga menyulitkan Nabi saw. Karenanya, Nabi saw. menjauhkan diri dari para istri selama sebulan beberapa waktu di sebuah kemah yang bernama khazanah. Di sana ada seorang pesuruh bernama Rabah yang selalu membantu Nabi saw. “Wahai Hafshah,” tanya Umar lagi, “Kau harus tahu. Aku peringatkan engkau akan siksaan Allah serta kemurkaan rasul-Nya. Anakku, janganlah engkau terperdaya kecintaan orang yang telah terpesona oleh kecanti kannya sendiri dengan kecintaan Rasulullah saw. Kau sudah m e n g e ta h u i R a s u l u l l a h t i d a k mencintaimu dan kalau tidak karena aku engkau tentu sudah dicerai” (dalam Muhammad saw, The Super Leader Super Manager, Syafii Antonio, hlm. 125-17). Selama sebulan Nabi saw. mendiamkan dan menjauhi mereka. Beliau lebih fokus pada persoalan dakwah Islam. Sikap diam Nabi saw. tentu membuat para mertua resah. Umar pun kuatir jika Nabi saw. menceraikan putrinya. Abu Bakar pun kuatir bila Aisyah ra juga akan dicerai. Mereka takut kemarahan Nabi saw. tersebut akan berakibat kemurkaan Allah dan para malaikat. Apalagi terdengar desasdesus Nabi saw. telah menceraikan para istri. Saat itu Umar mendatangi Hafshah sekali lagi. “Sepertinya Rasulullah telah menceraikanmu.” “Aku tidak tahu,” jawab Hafshah sambil menangis karena menyesal. “Beliau telah menceraikanmu sebelumnya dan rujuk kembali karena aku. Jika beliau menceraikanmu sekali lagi, maka aku tak akan bicara denganmu selamanya.” Ancaman Umar ini membuat Hafshah semakin terpukul. Menurut sebuah riwayat, Nabi saw. pernah menjatuhkan talak

kepada Hafshah karena telah membuat Nabi saw. marah (lihat QS. At Tahrim 1-5). Namun, kemudian Jibril meminta Nabi saw. merujuk Hafshah (dalam Istri Rasulullah, Contoh dan Teladan, Amru Yusuf, GIP, hlm. 78-81). Ketidakjelasan ini membuat Umar tak sabar. Akhirnya, ia mendatangi Nabi saw. untuk meminta klarifikasi. Kedatangan Umar ini juga sebagai rasa iba dan kuatirnya terhadap keadaan nabi yang dicintainya itu. Ia merasa putrinyalah penyebab masalah ini. Happy Ending Setelah mendapat izin berkunjung, Umar bertanya apakah beliau telah menceraikan para istri beliau. Ternyata Nabi saw. menjawab tidak. Nabi saw. merasakan kesedihan yang mendalam dari istri-istri beliau. Mereka menyesal telah bersikap tidak pantas kepada suami sekaligus nabi yang sangat mereka sayangi. Saat itulah turun surat Al Ahzab 2829 yang artinya, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika ka m u s e ka l i a n m e n g i n g i n ka n kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu (harta pemberian bagi istri yang dicerai, semacam ‘pesangon’, Red.) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar’” (QS. Al Ahzab 28-29). Umar pun gembira. Ia pun minta izin untuk menyebarkan kabar ini kepada khalayak. Kaum muslimin pun ikut gembira. Terutama para istri Nabi saw. Mereka merasa lega. Mereka sadar telah bersikap lancang. Mereka lebih memilih bersabar bersama Nabi saw. dengan kehidupan yang sederhana. Lebih baik hidup bersahaja dalam keridhaan Allah dan rasul-Nya ketimbang hidup mewah tapi jauh dari kecintaan Allah dan nabi-Nya.(oq)

12

Al Falah Juli 2010

Kajian Rutin Kitab Riyadhus Shalihin
tis, Gra tuk un um um

>>Surabaya (setiap pekan ke-3)
Ahad, 18 Juli 2010, Pukul 09.00-11.15 WIB Masjid Al Falah Jl. Raya Darmo Surabaya SMS kehadiran ke 0816 15 44 55 56 Ketik: kajian<spasi>nama<spasi>jumlah peserta

>>Jember

• Setiap Jumat malam pukul 18.00-18.30 WIB di Masjid Al Ikhlas Perumnas Patrang (lantai 1) >> Live On Air Radio Suara Kartika 101,3 FM Setiap sabtu sore pukul 17.00-18.00 WIB

Diasuh: KH. Achmad Hasyim Ma'ani, MSI

Hadirilah... Hadirilah... Hadirilah... Ceramah Umum Pembicara : Ustadz Imam Mudzakir, Lc
Bulanan
(Ketua Yayasan Pelita Umat dan Anggota Komisi Fatwa MUI Probolinggo)

Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw.

Dengan Topik

Tempat Hari Pukul

: Masjid Yayasan Perguruan Al - Irsyad (YPAS). Jl. Iskandar Muda No. 46 Surabaya : JUM’AT, 9 JULI 2010 : BA’DA MAGHRIB (18.00 WIB – SELESAI)
(Wanita disediakan tempat)

Informasi: 031 - 6059 5118 (Isa Kuddeh) Kantor: 031 - 329 1966

Pengajian Umum Bulanan

Al Irsyad

Takmir Masjid Yayasan Perguruan Al Irsyad Surabaya

Menyempurnakan Amal
Oleh KH Abdullah Gymnastiar esungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna. (QS. Al Mu'minun 1-3) Saudaraku yang baik, ketahuilah, setan itu berupaya menghancurkan amal kita pada tiga bagian, yakni sebelum, sedang, dan sesudah. Sebelum beramal ditipu olehnya supaya kita mengurungkan niat untuk beramal. Ketika sedang beramal, ditipu olehnya supaya amal kita tidak sempurna. Ketika sudah beramal pun, ditipu olehnya supaya kita riya dan ujub, ingin amal itu dilihat dan dipuji orang. Hendaknya kita amat waspada menghadapi tipuan-tipuan setan semacam ini. Kita harus menjaga sekuat-kuatnya ketiga momen amal tersebut. Dan kuncinya adalah sempurnakan ikhtiar baik saat berniat, saat melakukan, maupun saat amal itu selesai ditunaikan. Manakala terdengar adzan dikumandangkan dari masjid, waspadalah setan akan segera menasehati, “ Tunggulah barang sebentar lagi sampai adzan selesai. Lagi pula di masjid itu telah biasa tadarus Al Quran dulu sebelum iqamat.” Segera tepiskan bisikan itu dan pergilah ke masjid! Karena, boleh jadi umur kita akan berakhir begitu adzan selesai. Kalau tidak segera shalat, bahaya. Bisabisa kita su'ul khatimah. Ke t i ka s a m p a i d i m a s j i d , waspadalah setan akan kembali menasehati, “Duduknya dekat pilar saja s u paya b i s a b e rs a n d a r ka l a u mengantuk.” Tidak! Shaf pertama adalah shaf yang paling utama. Kejar dan sempurnakan ikhtiar kita! Ketika usai mendirikan shalat, waspadalah pula setan tak akan lelah untuk menasehati. Mungkin kali ini dengan mengutip guyonan teman, “Ayo, jangan sampai telat dua kali. Kalau datang telat, maka pulangnya jangan sampai telat juga. “Tidak! Lawan! Terjanglah godaan itu dengan cara menyempurnakan shalat kita dengan wirid, dzikir, doa, dan shalat sunnah ba'diyah (kalau ada). Manakala melihat orang-orang lain bergegas keluar dari masjid begitu usai shalat, hati-hati. Setan tak akan sungkan membisiki hati, dengan perasaan ujub dan takabur. Hati pun serta merta akan menggerundel. “Lihat orang-orang itu benar-benar tergoda oleh setan. Mungkin, imannya lagi lemah.” Ini meremehkan orang lain. Justru kita ternyata yang terjebak oleh tipu daya setan. Pendek kata, peliharalah agar kita tidak menjadi riya dan sombong dengan amal-amal kita. Caranya dengan menikmati ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amalan kita. Tampaknya amalan-amalan yang demikianlah yang akan membuat Allah mengaruniakan ilmu lanjutan, yakni ilmu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ini hikmah lain dari ikhtiar yang sung guh-sung guh dalam menyempurnakan setiap amal. Karena, “Barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya dengan sebaik-baiknya,

Kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-amal kita.
niscaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang lain yang belum diketahuinya.” Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-amal kita. Wallahu a’lam bish shawab.

Menghargai Waktu, Resep Kejayaan Peradaban
Oleh: Indra Kristika*
ada abad ke-13 tanda-tanda berakhirnya perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam mulai muncul. Sedikit demi sedikit pemutarbalikan kondisi dari agamis menjadi sekular terus merembes dalam berbagai belahan dunia Islam. Ketidakpuasan kaum liberalis terhadap pemerintahan Islam membesar sehingga memunculkan berbagai macam pemberontakan, baik secara ideologi maupun fisik. Dan tekanan-tekanan itu menguat. Rusaknya persatuan di kalangan umat I s l a m ka re n a te r ko o p tas i o l e h kepentingan politi k, seakan mempercepat keruntuhan Islam. Selain itu, semakin bergesernya nilai-nilai Islami dari kalangan umat sendiri juga menggerogoti wibawa Islam. Dan repotnya, musuh semakin terkoordinir, terintegral serta punya monopoli kuat dalam bidang apapun. Ketika bangsa Mongolia mulai menjajah Islam pada tahun 1218-1268 M (Rifki Fauzi: 2009) dan disusul meletusnya perang Salib di Konstantinopel Bizantium pada 1204, membuktikan bahwa kekhalifahan Islam tidak dianggap lagi sebagai kekuatan yang superior dan disegani. Pembajakan Intelektual Bangsa Perancis bahkan mulai berani menjajah Timur Tengah pada 19 Mei 1798 yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte dengan pasukannya yang berjumlah 38 ribu prajurit dan 400 kapal. Pasukan terlatih ini berhasil menduduki dan merebut Alexandria (Mesir) dari pasukan Islam. Dari situ, Napoleon membangun kerajaan di Mesir. Sama seperti yang diakukan oleh para penjajah lainnya, Perancis juga melakukan hal sama terhadap bangsa jajahannya untuk mengadakan politik ‘sapu bersih’ terhadap segala macam aset-aset bangsa yang dia kuasai. Termasuk menyeret kaum intelektual serta membangun sebuah perpustakaan yang penuh dengan literatur Eropa modern, dan sebuah mesin cetak berhuruf Arab (Karen Amstrong: 2002). Selain itu, bangsa Barat juga sangat antusias menerjemahkan buku-buku ilmuwan Islam seperti karya Ar Razi, Jabir, Ibnu Sina, dan lain-lain. Dalam perkembangan selanjutnya, kekuatan politik, ekonomi, pendidikan serta budaya berbalik 180 derajat menjadi milik bangsa Barat. Tidak hanya itu, spirit belajar serta etos kerja tinggi, semakin tidak nampak lagi di dunia Islam. Semua diambil alih oleh kalangan liberalis, komunis, atau bahkan sekularis. Sehingga tidak heran, adanya spirit to learn mengantarkan bangsa-bangsa Barat mencapai kemauan luar biasa dalam segala bidang, terutama dalam bidang pendidikan. Menurut data terkini, di Amerika Serikat terdapat 6.500 doktor dari satu juta orang, Prancis 4.700 doktor, Jerman 5.000 doktor, Jepang 4.800 doktor, Israel 15.000 doktor. Di Indonesia? Hanya 65 doktor dalam 1 juta orang (Dr Petrus Octavianus: 2008). Rata-rata kaum modernis sekularis mengapresiasi sangat positif adanya sebuah slogan yang berbunyi Time is money, the life once, keep trying. Sehingga dalam kehidupan sehari-hari, mereka terapkan slogan itu dengan sepenuh hati. Begitu seriusnya mereka, sehingga waktu benar-benar dimanfaatkan dengan sangat maksimal. Tentu saja, karena penghargaan terhadap waktu sangat luar biasa, akhirnya membentuk diri pribadi menjadi profesional. Profesional dalam bekerja, mencari ilmu, membuat senjata, menjual senjata bahkan sampai menjajah bangsa lain dalam bentuk yang halus, juga sangat profesional. Kebanyakan umat Islam sangat kurang mengapresiasi waktu. Padahal Allah swt. memberikan ‘pelatihan’ kepada umat Islam untuk menghargai waktu sampai 5 kali sehari! Dan itu pelatihan seumur hidup. Bangsa Arab punya slogan yang lebih jitu soal waktu. Al Waqtuss Syaif ‘waktu itu laksana pedang.’ Siapa yang tidak pandai menggunakan waktu, ‘pedang’ waktu akan menebas dirinya sendiri. Ironi Umat Pemilik Al Quran Islam diberi karunia berupa surat Al Ashr. Ironisnya, justru orang Jepang, Amerika, Belanda (atau bangsa yang dalam keseharian sangat kurang bersentuhan dengan ayat-ayat Al Quran) yang mempraktikkannya. Malahan, di Jepang sudah tertradisi untuk membaca (mencari ilmu) dimanapun mereka berada. Maka dalam kereta api saat berangkat sekolah, dalam bus kota saat berangkat kerja, menjadi pemandangan yang lumrah jika sebagian besar penumpang tersebut asyik membaca. Allah memberikan peringatan lain di surat Ali Imran 190 yang artinya, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih berganti malam dan siang adalah tanda-tanda bagi orang yang mau berpikir.” Menurut ayat tersebut, sangat jelas bahwa umat Islam diperintahkan untuk berpikir. Artinya selalu berpikir positif agar bisa mempergunakan waktu dengan bijak. Dengan poin akhir, dapat beribadah, mencari ilmu, bekerja, dan hal positif lainnya dengan segala keprofesionalannya. Alangkah indahnya jika umat Islam dapat kembali muncul ke permukaan. Seperti indahnya kekuatan Islam saat dipimpin oleh Sultan Shalahuddin Al Ayyubi. Seorang pejuang Islam sejati nan sederhana serta rendah hati, penakluk tentara-tentara Inggris dan Perancis. Penghargaan beliau terhadap waktu dan profesionalitas, mampu menghantarkannya menjadi pemimpin yang disegani.{} *Praktisi Pendidikan di SD Al Falah Surabaya
Al Falah Juli 2010
foto: ist.

15

diasuh oleh: KH. MUAMMAL HAMIDY | Pimpinan Pesantren Tinggi Ilmu Fiqih dan Dakwah Ma’had Ali, Bangil, Pasuruan, Anggota Dewan Syariah YDSF
Bagi Anda yang ingin berkonsultasi kirimkan ke redaksi majalah Al Falah atau hub. Biro Konsultasi Keluarga Sakinah Al Falah, telp. 031-5662396 atau langsung datang pada hari Selasa & Sabtu pukul 13.00-16.00 WIB.
foto: dyan

Suami Uring-uringan Gara-Gara Kontrasepsi

JAWAB Hubungan badan suami istri dalam kaitannya dengan rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah, dalam Islam dipandang sangat penting sekali. Sehingga di bulan Ramadhan yang demikian sakral diperkenankan berhubungan di malam hari (QS. Al Baqarah 186). Dan kebiasaan masyarakat yang bersumpah tidak mau menggauli istri (I’la’) dibatasi hanya sampai 4 bulan, lebih dari itu harus kembali atau cerai (QS Al Baqarah 226). Karena itu para ulama fiqih tidak membenarkan pernikahan dengan niat tidak mengadakan hubungan badan. Sebab, kata nikah yang dalam Al Quran banyak disebutkan dengan bentuk perintah, semisal fankihu ma thaba lakum minan nisai matsna wa tsulatsa wa ruba’a... (QS. An Nisa 3) adalah dengan arti jima (hubungan badan). Sementara pembinaan rumah tangga sakinah, mawaddah wa rahmah bagi keluarga muslim adalah suatu keniscayaan yang hukumnya wajib. Kalau tidak, maka berdosa. Sedang perceraian suatu hal yang sangat tidak disukai oleh Allah sampaisampai dalam sebuah riwayat dikatakan Abghadhul halali ‘indallah ath-thalaqu ‘suatu perbuatan halal

Assalamualaikum wr. Wb. SAYA seorang istri yang sudah berumah tangga 3,5 tahun. Saya mempunyai masalah dalam hal hubungan badan. Suami keberatan saya ber-KB dengan alat kontrasepsi spiral karena merasa sakit ketika hubungan. Jika menggunakan pil atau suntik, saya takut lupa kalau saya sudah kecapekan kerja. Kami juga sudah punya perjanjian sebelum menikah untuk tidak mau repot karena alat kontrasepsi. Saya sudah mengalah. Tapi suami tidak mau mengerti. Padahal dulu sudah sepakat. Kini suami suka marah dan akhirnya membuat saya eneg bertemu suami. Sampai-sampai rasanya saya ingin berpisah saja. Pertanyaan saya bagaimana cara membuat saya bisa mencintai suami kembali? Terima kasih atas penjelasannya. HS
tetapi sangat dibenci Allah adalah cerai’ (HR Abu Daud dan Hakim, oleh Hakim hadits ini dipandang shahih). Rasulullah saw. mengecam orang yang merusak rumah tangga orang lain, antara lain dengan usaha untuk memisahkan suami-istri. Hal ini diungkapkan dalam sebuah hadits Laisa minna man khabbaba imra’atan ‘ala zaujiha ‘bukan dari golongan kami orang yang menceraikan seorang istri dari suaminya’ (HR. Abu Daud dan Nasai). Dengan dasar ini, kiranya keinginan Anda untuk bercerai itu dibuanglah jauh-jauh. Janganlah soal ber-KB dengan spiral saja membuat rumah tangga bubar. Demikian, wallahu a’lam.{} Jawaban versi Pengasuh Rubrik Klinik majalah Al Falah Selama ini jarang kami mendengar, bahwa KB spiral dapat mengganggu pada saat berhubungan. Namun ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter kandungan, apakah ada sesuatu yang memang mengganggu. Bila tidak ada, maka ada kemungkinan yang berperan adalah adanya kendala psikologis yang tidak terkomunikasikan di antara Anda berdua. Sepertinya Anda berdua perlu m a r i ta l c o n s e l i n g ( ko n s e l i n g perkawinan) tapi ke psikiater karena suami Anda punya beberapa sifat yang kurang baik, sehingga sulit diselesaikan bila hanya ke psikolog. Konseling ini memerlukan beberapa sesi sampai permasalahan Anda dan suami membaik atau sampai Anda berdua bisa mengembangkannya dengan sama-sama enak. Apapun keputusan akhir yang akan diambil, penting untuk diupayakan nyaman bagi kedua pihak. Karena permusuhan dalam pernikahan atau pascaperceraian itu tidak baik. Dalam konseling itulah nanti dapat diketahui, bagian mananya dari spiral yang mengganggu suami Anda saat berhubungan seksual, sehingga memilih yang berikutnya sesuai dengan harapan. Kalau ada yang kurang jelas, silakan telepon ke 031-7214 2446 pada hari Senin, Rabu atau Jumat pukul 15.00–16.00. Demikian dan semoga bermanfaat.{}

16

Al Falah Juli 2010

foto: ist.

Sering Beda Waktu Shalat
SAYA pernah membaca di sebuah majalah Islam (edisi Juni 2009) yang menyatakan bahwa waktu shalat Subuh di Indonesia terlalu cepat sekitar 20-30 menit dari yang seharusnya. Pertanyaan saya: 1. Jika memang begitu, apakah shalat kita selama ini tidak sah? 2. Bagaimana sebenarnya menentukan waktu shalat berdasar ketentuan Nabi saw? Apakah penggunaan teknologi mutakhir bisa diterima syariat? 3. Mengapa kita sering berselisih soal penentuan awal bulan hijriyah? Padahal umat lain nyaris tidak ada perbedaan soal waktu hari besar mereka, baik di Indonesia maupun di belahan dunia yang lain? Terima kasih. Donatur YDSF
JAWAB 1. Pemikiran atau pendapat tersebut (selisih waktu shalat) berasal dari seorang ustadz dari Timur Tengah yang mengamati fenomena cuaca di Indonesia, yang memang tidak sama dengan cuaca di Arab yang hampir tidak berembun. Sehingga penglihatan cahaya pagi lebih terang ketimbang di negara yang berembun, semisal di Indonesia ini. Dan karena selama ini kita yakini akan keabsahan penelitian astronom (ahli falak) berdasar rotasi bumi, yang akhirnya menemukan waktu-waktu seperti yang kita pakai sekarang ini, termasuk cara penentuan arah kiblat, dsb. Jadi, keputusan para ulama falak itulah yang kita dahulukan tanpa menyalahkan syekh yang berpaham demikian itu. Silakan saja. Jadi, dengan demikian insya Allah shalat kita selama ini diakui oleh Allah wamallahu bighafilin 'amma ya'malun ‘Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah kita kerjakan.’ 2. Cara penentuan waktu di zaman Rasulullah saw. sama dengan cara yang kita pakai sekarang ini, yaitu melihat sinar/cahaya matahari berdasar firman Allah, "Dirikanlah shalat dari sesudah

matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)" (QS. Al Isra' 78). Ayat ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima: tergelincir matahari untuk waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya, sedang waktu subuh ketika fajar menyingsing. Bedanya, kalau di zaman Nabi saw. selalu melihat sinar matahari secara langsung. Karena waktu itu belum ada jam, tak ubahnya dulu kita di Indonesia dengan melihat bencet. Namun, kesulitannya kalau cuaca buruk karena mendung, dsb. Sedang kita sekarang karena semua itu sudah bisa dideteksi dan direkam yang disebut jam. Maka rekaman itulah yang kita pakai. Sehingga biar cuaca bagaimana pun kita dengan mudah bisa tahu waktu shalat. Bedanya hanya teknis, hasilnya sama. Saya yakin cara ini tidak salah, karena termasuk wilayah duniyawiyah yang oleh Rasulullah saw. dikatakan antum a'lamu bi umuri duniyakum ‘Kamu lebih tahu tentang urusan dunia kamu’ (HR. Muslim).

foto: ist.

3. Perbedaan penentuan awal bulan itu karena standar yang kita pakai adalah qamar (bulan) dan sistem yang t i d a k s a m a , ya i t u ad a ya n g menggunakan rukyah bil 'aini (melihat bulan secara langsung dengan mata), sedang yang lain dengan menggunakan perhitungan falaki (hisab falaki). Sementara kalender yang telah dibuat oleh lajnah falakiyah Rabithah Alam Islami belum disepakati pemakaiannya. Maka hasil penentuan awal bulan, terutama puasa dan shalat Id, baik Fitri ataupun Adha selalu berbeda. Berbeda dengan orang lain, yang memang telah mempunyai kalender yang diakui secara internasional oleh umatnya, maka penentuan hari-hari besar mereka sama. Dan karena perbedaan penentuan awal bulan ini berdampak pada ibadah, yang juga berdampak pada keutuhan jamaah, maka penyatuan kalender ini sangat diperlukan dan terus diupayakan oleh b e r b a g a i k a l a n g a n . Wa l l a h u waliyuttaufiq.{}
Al Falah Juli 2010

17

Diasuh oleh: dr Khairina, SpKJ & Dr. Eko Budi Koendhori, MKes
Kirimkan pertanyaan via email majalahalfalah@gmail.com atau via pos. Nikmati pula layanan konsultasi Kesehatan & Keluarga telepon tiap Senin, Rabu & Jumat pukul 15.00-16.00 WIB di (031) 7214 2446.
foto: anam

Kelainan Miss V Ganggu Persiapan Nikah
Jawab Wa’alaikum salaam w w 1. Penyakit ini bernama Kondiloma Akuminata (sering disebut si jengger ayam), merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS). Beberapa PMS lainnya adalah Gonore, Sifilis, Chlamydia, Herpes Genetalis, kutu kemaluan (pubic lice) dan Vaginitis. Penularan PMS umumnya adalah melalui hubungan seksual, meskipun bisa dengan cara lainnya yaitu melalui transfusi darah, jarum suntik, ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya, dan lain-lain. Oleh karena itu, bila Anda termasuk orang yang menjaga hubungan sesuai kaidah moral dan agama tetap saja masih bisa terjangkit penyakit ini. Penyakit ini disebabkan oleh virus: Human Papilloma Virus (HPV) yang menimbulkan lesi (luka) dengan pertumbuhan (jengger ayam) masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi (luka kecil) pada kulit, sehingga Kondiloma Akuminata sering timbul di daerah yang mudah mengalami trauma pada saat hubungan seksual. 2. Memang penyakit ini kebanyakan ditularkan melalui hubungan seksual. Sebaiknya Anda berobat dulu sebelum menikah ke dokter kandungan. 3. Ini sejenis tumor yang jinak. Tetapi saat pemeriksaan dokter nanti bila dokter memerlukan pemeriksaan jaringan terhadap penyakit Anda, maka setelah pemeriksaan jaringan dapat dipastikan apakah termasuk jinak atau termasuk yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. 4. Pada orang-orang tertentu, penyakit ini hilang timbul. Tampak sembuh, tetapi masih menyisakan virus yang diam, sewaktu-waktu berkembang lagi, saat tubuh inangnya sedang tidak fit (tidak sehat). Oleh karena itu, perlu

Assalaamu’alaikum w w Saya wanita 26 tahun. Dok, lubang miss V saya membesar seperti jengger ayam. Sejak kapan awalnya saya tidak ingat, tetapi mungkin sudah sejak SMEA atau 9 tahun yang lalu. Saya tidak pernah merasakan sakit atau keluhan lainnya, hanya keputihan setelah haid. 1. Penyakit apakah ini? 2. Apakah menular? Saya sebentar lagi saya mau menikah, apakah berbahaya untuk calon suami saya? 3. Apakah ini sejenis tumor? 4. Apakah bisa sembuh? Bagaimana mengobatinya? Terima kasih atas jawabannya. Miss E
menjaga kesehatan dengan makanan bergizi, olah raga teratur, cukup istirahat dan belajar mengelola emosi dalam menghadapi problem kehidupan. Bila Anda kesulitan dalam mengelola emosi dan perasaan, sebaiknya Anda berkonsultasi ke psikiater. Pada orang-orang dengan penyakit tertentu yang menahun juga sulit sembuh. Karena biasanya yang menderita penyakit menahun atau kronis secara umum kondisi tubuhnya kurang optimal. Pada orang-orang yang sehat fisik dan mental, penyakit ini biasanya dapat disembuhkan dengan sempurna. Cara pengobatannya tergantung dari derajat penyakit. Bila kecil bisa pakai obat luar dengan cara diusapkan secara teratur. Bila sudah cukup besar, memerlukan tindakan operasi dan obat-obat lainnya. Bila di masa datang setelah menikah, ternyata penyakit Anda kambuh kembali tidak dapat sembuh sempurna, maka berobat ke dokter kandungannya harus dengan pasangan. Agar keduanya diperiksa, bila perlu keduanya diobati. Dalam kondisi demikian, tentunya perlu ketelatenan dalam mengelola pengobatannya. Bila Anda seorang yang menjaga kesucian, maka insya Allah akan dimudahkan Allah swt. dalam menghadapi kesulitan kehidupan ini, termasuk dalam mengelola penyakit ini. Bila pernah berbuat keliru, maka mari melangkah ke depan sambil memohon pertolongan Allah, menuju kehidupan yang lebih baik diiringi berbagai perbuatan terpuji, baik bagi diri sendiri, maupun untuk orang lain. Sebagaimana kita diajarkan bila bertobat harus diiringi dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang mendasar. Perbuatan yang kurang baik, selalu ada resikonya. Yang penting kita menerima resiko itu dengan lapang dada, kemudian melakukan yang lebih baik, yang dampak positifnya untuk kita juga. Namun sekali lagi, bila Anda orang yang telah berusaha menjaga kesucian, maka mohon Anda tidak tersinggung. Karena memang tidak ada informasi yang lengkap bagi kami untuk menjawab sesuai dengan kondisi Anda. Demikian, semoga bermanfaat.{}

18

Al Falah Juli 2010

Oleh Miftahul Jinan*

Berteriak
buruk adalah suara keledai ini menunjukkan bahwa mengangkat suara yang paling keras itu bukan hanya tidak baik tapi juga tercela. Banyak sekali manfaat bagi anakanak jika mereka dibiasakan untuk berkomunikasi dengan lemah lembut dan tanpa berteriak, di antaranya adalah: 1. Membangun kebiasan anak untuk berbicara dengan sikap yang baik dan sopan. 2. Memudahkan bagi orang tua untuk memberi pemahaman bagi anak atas peraturan dan anjuran mereka terhadap anak. 3. Menghindarkan anak dari sikapsikap yang buruk dan kurang sopan ketika mereka berbicara kepada orangorang dewasa. 4. Menghindari kegentingan suasana di dalam keluarga kita diakibatkan oleh suara masing-masing anggota keluarga yang keras pula. 5. Menghindari terjadinya konflik antara anggota keluarga diakibatkan seorang anggota kurang memahami isi dari percakapan anggota lainnya karena yang dirangsang adalah fisiknya dan bukan pikiran atau hatinya. Beberapa orang tua dengan sangat bijak telah menggunakan teknik komunikasi yang lebih baik. Setiap meminta anaknya untuk melakukan sesuatu cukup mendatanginya tanpa sepatah katapun yang ia ucapkan. Dan anak pun dengan cerdas sudah memahami apa maksud dari tatapan dan kehadiran orang tuanya. Karena pada keluarga tersebut terbangun kebiasaan atau jadwal yang pasti. Tidak ada suara keras apalagi teriakan. Jika terpaksa ada suara yang harus keluar hanyalah suara berbisi k atau pertanyaan yang sama sekali tidak mengarah untuk menyuruh anak.
*Penulis Buku Alhamdulillah, Anakku Nakal mifjinan@gmail.com Al Falah Juli 2010

i dalam beberapa training motivasi, seringkali sapaan pertama yang disampaikan oleh trainer adalah Selamat Pagi. Kalimat ini diucapkan beberapa kali, dari volume yang paling rendah hingga volume tertinggi. Para peserta trainingpun secara otomatis menjawab sapaan tersebut Selamat Pagi dengan volume suara yang disesuaikan tinggi rendah volume suara trainer. Proses alamiah penyamaan volume suara ternyata tidak hanya terjadi pada konteks training saja, tetapi dalam percakapan sehari-hari. Seseorang yang diajak berkomunikasi oleh orang lain ternyata merangsang orang tersebut untuk menyesuaikan volume suaranya dengan mitra komunikasinya. Maka tidak mengherankan percakapan hanya dua orang saja sudah dapat memekakkan telinga orang-orang sekitar mereka. Fenomena di atas sangat mungkin terjadi pada sebuah keluarga yang masing-masing anggota keluarga tersebut berkomunikasi dengan suara yang keras. Karena orang tua mereka setiap menjelaskan atau memerintah ke p a d a a n a k- a n a k n y a s e l a l u menggunakan suara yang keras. Dan yang terjadi selanjutnya adalah anakanak menjawab dengan teriakan yang tidak kalah kerasnya. Akibatnya, anakanak terbiasa untuk bercakap-cakap dengan suara keras atau bahkan sambil berteriak. Tidak mustahil saat mereka berkembang menjadi dewasa, mereka akan berkomunikasi dengan orang lain juga sambil berteriak. T idak Efektif Untuk Pola Pikir Mungkin beberapa orang tua berargumentasi, “Anak saya tidak akan menurut tanpa diteriaki, mana mungkin kita menggunakan suara datar kepadanya apalagi dengan setengah berbisik.” Ada sebuah teori tentang

foto: anam

gelombang otak manusia yang diakibatkan oleh tinggi rendahnya suara. Bahwa suara tinggi akan merangsang gelombang otak dalam kondisi Beta, yaitu kondisi otak aktif bergerak dan pikiran bercabang. Suara keras ini hanya merangsang anak untuk lebih banyak bergerak. Sehingga suara keras atau teriakan memang akan manjur kepada anak hanya pada pada perintah atau intruksi yang bersifat fisik. Tetapi sebaliknya pada penjelasan yang membutuhkan fokus pikiran atau penyadaran yang membutuhkan sensitivitas hati, maka suara keras akan menjadi kurang efektif. Dengan demikian sebenarnya instruksi orang tua yang menggunakan teriakan atau bentakan hanya akan efektif jika menuntut anak untuk bergerak secara fisik, dan tidak efektif saat tuntutan tersebut bersifat pikiran atau perasaan. Dalam konteks inilah sebenarnya tidak ada manfaat yang terlalu signifikan jika para orang tua suka berteriak kepada anaknya. Waktu meminta mandi anaknya, orang tua berteriak, begitu pula saat waktunya berangkat ke sekolah, orang tua kembali berteriak. Akhirnya tiada hari di dalam keluarga tersebut kecuali te r i a ka n - te r i a ka n ya n g t i d a k meningkatkan anak untuk menepati atas apa yang telah ia lakukan. Beberapa ayat Al Quran menyebutkan perlunya untuk tidak menaikkan suara saat berkomunikasi melebihi suara Nabi Muhammad saw. Bahkan melalui lisan Luqman, Allah swt. menjelaskan bahwa berkomunikasi dengan lemah lembut dan sederhana adalah salah satu di antara perilaku terpuji yang harus dibangun pada diri anak-anak. “Sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara himar (keledai)” (QS. Luqman 19). Ibnu Katsir menjelaskan bahwa suara yang paling

19

Islam Jauh Dari Yang Saya Kira Sebelumnya
Berawal dari hobi travelling di Asia Tenggara, Ayumi pun kenal Islam. Ia bersyahadat setelah bertahun-tahun berinteraksi dengan muslim Indonesia. Berikut penuturan warga Saitama, Jepang ini yang diterjemahkan Dwi Pebrianti, rekan Ayumi asal Indonesia. Dwi yang sedang studi di Jepang mengirimkan kisah ini via email kepada Al Falah.
aya masuk Islam pada Desember 1994, di Jakarta. Perkenalan saya dengan Islam bermula ketika sering berkunjung ke Indonesia. Antara 19901994, saya sering bepergian sebagai backpacker (berpetualang) di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Uang tabungan saya pergunakan untuk perjalanan itu selama 1 tahun. Ketika uang habis, saya kembali ke Jepang untuk bekerja selama 3 bulan dan kemudian kembali melakukan perjalanan selama 1 tahun. Saya melakukannya berulang kali. Saya biasa bermalam di penginapan yang murah & makan di PKL. Saya biasa naik bis ekonomi non-AC. Seringnya, saya disapa orang Indonesia dalam bis. Terkadang juga mereka menawarkan tempat menginap. Pernah Diserang & Ditipu Saya lebih menyukai Indonesia dibandingkan dengan Singapura, Malaysia ataupun Thailand. Saya juga menyukai orang-orang Indonesia. Selama 4 tahun itu, saya banyak berjumpa dengan orang-orang baik maupun jahat. Bahkan saya pernah diserang dan juga dibohongi. Tetapi, saya merasakan bahwa di dalam hati orangorang tersebut -termasuk orang-orang jahat itu- ada sesuatu yang tidak dimiliki orang Jepang. Saat itu, yang ada dalam pikiran saya tentang Islam hanyalah tentang sebuah agama yang laki-lakinya memiliki superioritas (sangat berkuasa) terhadap perempuan, anakhronisme (ketinggalan zaman), serta suka perang. Tetapi ketika saya berjumpa dengan muslim secara langsung, ternyata sangatlah berbeda gambarannya. Saat itu saya mulai berpikir bahwa sepertinya bayangan buruk itu sepertinya tidak mungkin dimiliki para muslim itu. Dan juga saya kembali berpikir bahwa kebaikan orang-orang yang saya jumpai mungkin adalah karena pengaruh agama Islam yang mereka anut. Dengan alasan itulah, akhirnya saya mulai membaca Al Quran dalam bahasa Jepang. Dan semenjak itulah saya mengetahui banyak kebaikan tentang Islam. Akhirnya saya mengetahui bahwa pandangan miring tentang Islam ternyata tidaklah benar. Dan juga akhirnya saya mengetahui bahwa kehebatan orangorang muslim ternyata adalah ajaran Islam. Sepertinya hal tersebut adalah benar-benar ajaran dari Tuhan (Allah). Kemudian, semakin banyak hal yang ingin saya ketahui. Dan saya selalu bertanya tentang ketidaktahuan saya itu kepada setiap orang yang saya jumpai. Bahkan saya juga bertanya kepada orang yang duduk di sebelah saya saat di bis ataupun penjual bakso. Saya jadi merasakan keberadaan Allah dan juga tentang pentingnya ajaran Islam. Saya merasakan bahwa keberadaan Tuhan bagi manusia sangatlah penting. Selain itu juga, melihat teman membaca Al Quran, saya berpikir bahwa Islam adalah ajaran yang sebenarnya dari Tuhan. Misalnya, anak-anak muda yang menjadi teman dalam perjalanan saya,

Ayumi alias Hanifah (39 tahun)

mereka tidak pernah melakukan shalat, puasa, berpacaran (bukan mahram, Red.) dan bahkan minum miras. Ketika melihat mereka, yang ada dalam benak saya, “Apakah mereka benar-benar orang Islam?” Tetapi ketika Allah menjadi topik pembicaraan, mereka akan berbicara dengan sangat serius. Juga ketika ada orang berkelahi, setelah selesai mereka bersalaman. Melihat itu semua, saya terkejut. Ketika saya tanyakan kenapa, mereka menjawab Islam mengajarkan umatnya untuk saling bersalaman setelah bertengkar untuk memperbaiki kembali persahabatan. Walaupun kelihatannya mereka bukan muslim yang baik, tetapi di dalam hati mereka tetap ada Allah, dan juga ajaran Islam melekat dalam diri mereka. Itulah yang membuat saya terkesan dan memutuskan untuk memeluk Islam. Banyak Baca & Berjilbab Saya merasa tidak ada kesulitan apaapa saat bersyahadat. Di sekitar saya tidak ada muslim yang benar-benar taat beragama. Tidak ada orang ataupun sesuatu yang menghalangi saya. Saya memutuskan untuk memulai shalat dan pakai jilbab. Orang tua saya kaget melihat saya b e r j i l b a b d a n m e ny u r u h s aya melepaskannya. Saya tetap bergeming. Karena saya tidak tinggal bersama kedua orang tua saya lagi. Toh akhirnya mereka juga menyerah. Setelah masuk Islam, saya tinggal di Indonesia selama 4 tahun. Tetapi sayangnya saat itu tidak ada yang membimbing belajar Islam. Maka saya lebih sering membaca. Setelah kembali ke Jepang, saya banyak berjumpa dengan muslimah terutama dari Indonesia di masjid dan banyak belajar dari mereka. Di Jepang saat ini banyak sekali orang-orang yang masuk Islam. Tapi sayangnya mereka tidak mengetahui Islam dan mereka tidak memiliki pengetahuan sebagai muslim. Mereka masuk Islam karena pernikahan. Saya berniat mengajarkan Islam yang sebenarnya walaupun sedikit kepada mereka. Saya juga ingin memotivasi mereka untuk bangga sebagai muslimah meskipun tinggal di negeri non-muslim sekalipun. InsyaAllah.(oq)

20

Al Falah Juli 2010

Agus B | Pengusaha

Sedekah, Jadikan Segala Urusan Mudah
Rezeki tak akan habis, apalagi dipakai untuk membantu sesama. Begitulah keyakinan sosok pria murah hati satu ini. Baginya, bisa berbagi dengan sesama merupakan kebahagiaan yang tak ternilai manfaatnya.
awal ingin membantu, saya biarkan saja tanggungan itu berlalu. Bagi saya, niat untuk membantu yang utama. Itu saja. Urusan lainnya, saya pasrah. Saya yakin, Allah akan melipatgandakan setiap rezeki yang digunakan untuk kebaikan. Saya yakin, siapa pun orangnya pasti menginginkan manfaat dari ke h i d u pa n nya . S a l a h s at u nya bermanfaat bagi sesama. Saya pun demikian. Karena menjadi seseorang yang meringankan beban orang lain adalah suatu kemuliaan, meski hal itu terkadang sulit untuk dilakukan. Tapi, bagaimanapun hal itu harus terus kita coba. Apalagi bila kita punya harta lebih. Mengapa tidak kita coba manfaatkan untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan? Alangkah bagusnya bila kita melakukannya. Saya yakin, dengan melakukannya rezeki tak akan habis kalau dipergunakan untuk membantu sesama. Saya berusaha menjalankan fi losofi itu. Dan alhamdulillah harta tak berkurang sedikit pun. Bahkan, usaha yang kami jalankan semakin lancar. Prinsip Tolong Menolong Membantu sesama tidak harus dengan segepok uang. Tetapi sesuai kemampuan kita. Sebagai panggilan hati, kadangkala saya melakukannya dengan membantu tenaga. Nggak masalah, yang penting bisa belajar membantu dan ikhlas karenanya. Sebagai makhluk sosial, prinsip tolong menolong harus kita nomersatukan. Saya sendiri tergolong orang yang mudah kasihan. Saya menyadari harta yang saya miliki adalah titipan yang ada pertanggung jawabannya. Ada hak orang lain yang harus diberikan. Bisa dengan zakat, infak atau shadaqah. Dengan begitu manfaat harta yang kita miliki bisa dirasakan orang lain yang membutuhkan. Doa-doa mereka pun akan selalu menyertai dan mempermudah hidup ini. Saya yakin, ’investasi’ yang saya lakukan ini kebaikan-kebaikannya akan kembali lagi pada diri saya. Dan saya percaya, dengan menolong rezeki akan dipermudah. Entah sekarang, nanti atau waktu yang akan datang. (a6)
Al Falah Juli 2010

asih terekam dalam ingatan saya. Suatu ketika seorang kenalan datang ke rumah. Kepada saya, ia mohon bantuan pinjaman uang. Karena niat membantu, akhirnya saya iyakan permohonannya. Begitulah, setelah berjanji akan mengembalikan beberapa waktu, ternyata hutang itu tak kunjung terbayarkan. Kejadian-kejadian seperti itu beberapa kali saya alami. Karena sejak

Saya menyadari harta yang saya miliki adalah titipan yang ada pertanggung jawabannya. Ada hak orang lain yang harus diberikan. Bisa dengan zakat, infak atau shadaqah. Dengan begitu manfaat harta yang kita miliki bisa dirasakan orang lain yang membutuhkan. Doa-doa mereka pun akan selalu menyertai dan mempermudah hidup ini.

foto: ist.

21

Bentuk Solidaritas Muslim Afsel di Ajang Piala Dunia
DIPERKIRAKAN ada 130 ribu umat Muslim yang datang ke Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2010. Agar tak bingung mencari makanan halal dan tempat ibadah, penduduk Muslim Afsel pun sudah berinisiatif memberikan bantuan. Bantuan dari komunitas Muslim Afrika Selatan tersebut disediakan dalam bentuk pusat selamat datang dan situs yang menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan orang Muslim yang datang ke negara itu musim panas ini. "Kami berpikir bahwa Piala Dunia akan digelar di rumah kami dan kami ingin menunjukkan keramahtamahan. Kami mau menunjukkan bahwa kami adalah komunitas yang damai, terutama karena banyaknya kisah kejahatan dan kekerasan di Afrika Selatan," ucap Fatima Allie, salah seorang panitia lokal di Cape Town, kepada Reuters. Tak jauh dari Stadion Green Point yang terletak di Cape Town terdapat sebuah distrik bernama Bo-Kaap. Salah satu wilayah pemukiman tertua di kota tersebut acap diasosikan dengan komunitas warga yang menganut agama Islam. Di wilayah pemukiman yang dibangun di areal lereng bukit tersebut terdapat sebuah mushala mungil dengan menara yang berdiri menjulang, menghiasi deretan rumahrumah yang dicat dengan warna-warni pastel. Masih di wilayah Bo-Kaap, sebuah museum di sana juga tengah menggelar pameran khusus yang memberikan informasi mengenai sejarah Islam di Afrika Selatan dan juga tips praktis di mana mendapat makanan yang halal dan tempat beribadah selama berada di negara tersebut. Nah, hal ini bukan cuma ada di Cape Town atau wilayah Bo-Kaap saja. Inisiatif serupa juga sedang dilakukan kota-kota pusat aktivitas Piala Dunia lainnya. Sebuah peta khusus bahkan telah dibuat dan diletakkan di tempat shalat yang terdapat di bandar udara. "Kami ingin menunjukkan sejarah kami di sini dan juga menunjukan kepada negara-negara Afrika lainnya bahwa kami juga bagian dari Afrika," jelas Allie. Agama Islam di Afsel ini sendiri ternyata punya pertalian khusus dengan Indonesia, karena mulai berkembang seiring dengan kedatangan kolonialis asal Belanda yang turut membawa budak-budak dan juga tahanan politik dari wilayah Indonesia dan Asia Tenggara. Saat ini diperkirakan ada 1,5 persen, dari total 50 juta warga Afsel, yang menganut agama Islam. (detik.com)

Hamas:

Tim Penyelidik Israel Menipu Dunia
PEMIMPIN Hamas Ismail Haniyyah menyatakan, keputusan Israel membentuk tim penyelidiknya sendiri untuk kasus Freedom Flotilla merupakan upaya untuk menipu dunia. Pelaku, katanya, tidak dapat berperan sebagai penuntut sekaligus hakim. Pernyataan tersebut dikemukakan Haniyyah ketika bertemu delegasi Bahrain, perwakilan dari Royal Charity Organization yang mengunjungi Gaza beberapa waktu lalu.

"Penjajah (Israel) berusaha menipu masyarakat internasional dengan mengganti tuntutan pembentukan sebuah komite penyelidik independen di bawah pengawasan PBB, dengan sebuah komite yang dijalankan dan diawasi oleh pemerintah Israel," kata Haniyyah. (Hidayatullah.com)

Anggota DPR RI Berangkat ke Gaza
SEMENTARA itu sekitar 18 anggota Komisi I DPR RI melakukan misi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina, 28 Juni 2010-3 Juli 2010 ini. Rencananya mereka akan membawa uang Rp 20 miliar. Hal itu diutarakan Ketua Komisi I DPR RI, Kemal Azis Stamboel, dikutip Metrotvnews, Kamis (17/6). Kemal menjelaskan, ada 18 anggota DPR dari Komisi I, di antaranya adalah Agus Gumiwang dan TB Hasanuddin, yang akan berangkat bersama wartawan serta aktivis kemanusian ke Jalur Gaza. Ketua DPR RI Marzuki Alie rencananya akan menyusul keberangkatan mereka. Kemal menceritakan, sejauh ini pihaknya telah menyelesaikan semua persiapan keberangkatan. DPR telah berkordinasi dengan Kedutaan Mesir di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Mesir. (Hidayatullah.com)

22

Al Falah Juli 2010

foto-foto: ist.

PENA YATIM

Agar Si Yatim Bisa Belajar dan Meraih Masa Depan sekolah seperti tas, buku, dan sepatu Lebih Baik menjelang tahun ajaran baru ini. Selain
lhamdulillah, YDSF hingga Mei 2010 telah mendapat kepercayaan dari 85.000 donatur rutin di S u r a b a y a , S i d o a r j o , J e m b e r, Banyuwangi, Gresik, dan sekitarnya dengan donasi rata-rata Rp 1, 9 miliar perbulan. Di antara dana tersebut sebagian dialokasikan untuk anak yatim dhuafa. Hingga saat ini telah terkumpul sekitar Rp 75 juta perbulan atau Rp 900-an juta setahun. Beberapa program prioritas Pena Yatim adalah bedah panti yatim, bantuan modal usaha, bantuan pendidikan anak yatim, dan bantuan pendidikan pondok pesantren. (lebih jelas baca majalah Al Falah edisi 267 Juni 2010). Bulan Mei dan Juni 2010, YDSF telah menyalurkan dana Rp 938 juta kepada 4.568 anak yatim yang diasuh 81 panti asuhan di Surabaya. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan itu ada pula penyaluran untuk program Bedah Panti (khususnya perbaikan dapur dan kamar mandi), bantuan pendidikan, konsultasi psikologis, dan bantuan belajar siswa. Itu sesuai dengan kenaikan anggaran untuk yatim yang dinaikkan pada tahun ini. Pada tahun 2010, anggaran yang diperuntukkan membantu panti asuhan yatim lebih banyak bila dibanding tahun lalu. Direktur Pelaksana YDSF Ir. Arie Kismanto menuturkan, anggarannya naik sekitar 300 persen atau mencapai Rp 2,5 miliar. Tentu selain itu, masih banyak kebutuhan dana untuk anak-anak yatim lainnya di luar Surabaya (baca, Jawa Timur). Karena itu, YDSF sangat memberi perhatian khusus kepada mereka dengan mengadakan program penghimpunan melalui program PENA YATIM yang berarti Peduli Anak Yatim.

Atau berarti pula memberi pena (alat tulis) untuk mereka agar dapat belajar/sekolah demi meraih masa depan yang lebih baik dan berdaya guna bagi nusa-bangsa dan agama serta bermanfaat bagi orang lain. Bagi bapak/ibu dan saudara dermawan yang tergugah dan tersentuh untuk menyantuni anak yatim dhuafa, dapat bergabung dengan YDSF. Bagi yang telah menjadi donatur tetap Yatim YDSF dapat meningkatkan infaq dan zakatnya serta mengajak teman/saudara/keluarga untuk menyayangi mereka, sehingga keberkahan hidup teraih dan insya Allah bersama Rasulullah saw. di surga nanti seperti dekatnya dua jari.(a6)
foto: dyan

Al Falah Juli 2010

23

foto: dyan

Drs. Imam Buchori

Dai YDSF di Babatan Pilang, Surabaya

Tak Pupus Meski dengan Diinfus
Meski dalam kondisi lemah, dai satu ini tak kenal lelah untuk berdakwah. Gelora dakwahnya seolah tak pernah terhenti. Saking semangatnya, ia pernah digotong ke rumah sakit ketika jatuh saat khutbah Jumat.
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Sakit yang menimpa suami Hayati (55) ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Ketika disinggung, apakah masih tetap berdakwah dalam kondisi sakit, dai berusia 56 tahun itu menjawab, selama tubuhnya bisa bergerak dan bisa berbicara, dirinya pasti akan berangkat berdakwah. “Meskipun ginjal sudah tidak berfungsi lagi, saya akan tetap berdakwah,” tegasnya. Lebih lanjut, bapak empat anak ini mengatakan, biasanya setelah cuci darah atau minum cairan pembantu fungsi ginjal, tubuhnya merasa enak. Nah, kalau sudah merasa enak seperti itu, hasrat dakwahnya tak bisa dibendung lagi. Baginya, bersyiar bisa menjadi pelipur lara. Dan tak hanya itu, menjalin silaturahim ke dai-dai yang berada di pelosok desa, ternyata ampuh jadi penghibur hatinya. Roboh saat Khutbah Kakek tiga cucu ini memang tidak pernah merasa terbatasi dengan kondisi sakitnya. Sejak mengalami gagal ginjal, setiap aktivitas ke manapun selalu didampingi istrinya. Bahkan saat mengisi taklim atau ceramah di berbagai tempat, istrinya selalu setia menemani. “Tak jarang ketika mengisi taklim atau ceramah di berbagai tempat, saya selalu membawa infus untuk mengganti cairan tubuh. Karena aktivitas saya perlu bantuan orang lain, ya kemana-mana saya selalu didampingi istri,” ungkapnya. Aktivitas dakwah yang dilakukan Imam cukup padat. Yakni mengisi taklim di berbagai tempat di Surabaya. Mulai dari perkumpulan pengajian di rumahrumah, masjid hingga kampus dan i n sta n s i p e r ka nto ra n . D e n ga n kondisinya sekarang, tidak jarang sakitnya kambuh ketika sedang berdakwah. “Dulu pernah ketika mengisi khutbah Jumat di sebuah kampus, saya roboh dan harus dilarikan ke rumah sakit, padahal dalam khutbah itu saya tinggal membacakan doa pada khutbah kedua,” kenangnya. Kini, selain tetap berdakwah, Imam juga harus bisa menjalani ujian kesabaran dari Allah, lewat sakit yang dideritanya itu. (dyan)

ika seseorang sudah menganggap dakwah merupakan panggilan hati, tidak mengherankan bila perjuangan apapun akan di lakukan untuk memenuhinya. Nah, itulah yang dilakukan Imam Buchori, dai YDSF yang biasa berdakwah di wilayah Surabaya dan sekitarnya ini. Bahkan, meskipun kini, sedang sakit lantaran mengalami gagal ginjal, pria kelahiran Nganjuk ini tetap bersemangat untuk berdakwah. “Bagi saya dakwah adalah pilihan hidup dan merupakan kewajiban seperti halnya perintah shalat. Dan saya sudah memutuskan untuk memilihnya sebagai jalan hidup. Jadi apapun kondisinya, selama tubuh masih kuat dan bisa berangkat, saya akan terus berdakwah,” tegasnya. Imam memang mempunyai tekad berdakwah yang tinggi. Apalagi, dirinya merupakan salah satu dai senior

24

Al Falah Juli 2010

foto-foto: ist.

Bantuan Zakat untuk Mustahik

Warga Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo | Korban Longsor Penerima

Longsor itu Meratakan Segalanya
atini adalah satu dari 5 korban lain yang kehilangan tempat tinggal dan ladang sebagai sumber penghidupannya. Tak hanya itu, beberapa rumah warga Dusun Bukul, Desa Wates, Kecamatan Slahung lainnya juga mengalami rusak berat. Mayoritas penduduk desa ini adalah petani. Seperti yang dituturkan Yatini, biasanya warga memanen hasil ladangnya dua kali dalam setahun. Hasil ladang inilah yang menjadi tumpuan hidup mereka. Bencana longsor telah merenggut harta benda warga. Praktis, kini mereka tak punya apa-apa lagi. Beberapa korban mengaku masih mengungsi di rumah saudara atau menempati sisa reruntuhan rumah yang mereka bangun ala kadarnya. Sementara, untuk kebutuhan hidup sehari-hari, warga masih bergantung dari bantuan yang datang dari berbagai pihak. Menurut Nanta Budi Hariyanto, Kepala Desa Wates, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga sudah mengirimkan bantuan sembako untuk para korban. Sebagai lembaga sosial yang tanggap bencana, Yayasan Dana Sosial Al Falah juga bertindak cepat menyalurkan bantuan. Rohadi, Koordinator Unit Aksi Cepat mengatakan, sudah menggelontorkan Rp 22 juta untuk membantu korban tersebut. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap agar bisa dimanfaatkan lebih efektif. “Bantuan tersebut kami berikan secara bertahap supaya penggunaannya efektif. Bagi korban yang kehilangan

Dengan pandangan kosong, Yatini (60) tampak termenung di antara puing-puing bangunan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Tak hanya rumah, ladang yang menjadi tumpuan hidupnya pun hilang tak berbekas. “Dua rumah saya musnah, ladang sumber penghasilan pun hilang. Kini saya tidak punya apa-apa lagi,” kata Yatini dengan napas panjang.
rumah, kami beri santunan masingmasing Rp 2 juta. Sementara korban yang rumahnya rusak, kami bantu Rp 1 juta per KK. Selain itu, YDSF juga melakukan intervensi gizi dan pengobatan gratis pada para korban,” terangnya. Relokasi atau Transmigrasi Seperti yang dikatakan Nanta, panggilan Kades Wates, kondisi tanah di lokasi bencana masih terbilang rawan terjadi longsor susulan. “Tekstur tanah di Dusun Bukul (lokasi bencana, Red.) ini bergerak terus. Oleh sebab itu kondisi di lokasi ini masih rawan sekali terjadi longsor susulan. Kami sudah menghimbau masyarakat untuk sementara tetap mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya. Di sisi lain, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ponorogo juga menawarkan solusi untuk para korban. Salah satunya adalah program transmigrasi ke provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Gatot Subroto, Kasi Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Dinsosnakertrans, program transmigrasi ini untuk korban yang kehilangan seluruh harta bendanya dan jauh dari sanak saudara. “Program transmigrasi ini kami tawarkan kepada para korban sebagai salah satu solusi yang bisa dipilih. Sampai saat ini, baru ada satu ke l u a rga ya n g b e rs ed i a ka m i transmigrasikan,” katanya. Selain transmigrasi, pemerintah desa juga memfasilitasi warga yang meminta untuk relokasi. Sebut saja Buyadi (55), korban longsor yang kehilangan tempat tinggal ini memilih untuk direlokasi ke lereng Gunung Payung yang terletak 2 kilometer sebelah utara lokasi bencana. Bersama istri, dua anak, dan orangtuanya akhir Juni lalu memulai tinggal di tempat barunya itu. Hal yang sama juga dilakukan Siswanto (27) dan Juariyah (25). Pasangan pengantin baru yang kehilangan rumah beserta isinya ini merencanakan pindah ke lokasi dekat jalan raya (3 km dari lokasi bencana). Padahal, Siswanto dan istrinya ini baru saja menempati rumahnya itu 4 bulan yang lalu. “Kami hanya bisa bersabar menghadapi musibah ini,” pungkas Siswanto. (dyan)
Al Falah Juli 2010

Oleh Anton Timur, M.Pd*

piritualitas, mengapa diperlukan? Para pedagang, para pekerja industri, dan para petani mengolah materi yang nantinya berakhir pada barang dan uang. Sedangkan para guru mengolah jiwa, membentuknya, dan memahatnya sehingga terwujudlah karya-karya termasyur yang pada suatu waktu menghiasi bumi dengan citra manusiawi. Begitu kata Melege. Guru tidak hanya memiliki makna sebagai pengajar saja sebagaimana selama ini dipahami. Arti guru memiliki cakupan yang sangat luas, tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi juga sebagai ahli, konselor, sahabat, pendamping, dan pemimpin spiritual bagi muridmuridnya. Sebagai seorang hamba Allah, mestinya seorang guru juga harus mampu membangun spiritualitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru seharusnya tidak hanya pandai berteori namun mengabaikan aspek spiritualnya. Karena hal ini menyebabkan apa yang disampaikan menjadi hampa dan tak bermakna. Hanya akan menjadi pepesan kosong yang tak membekas di hati para muridmuridnya. Dari Hati, Bertemu Di Hati Mengasah ketajaman spiritualitas bagi seorang guru merupakan sebuah kebutuhan dan keharusan. Keseimbangan akal dan spiritual akan membawa kita dalam kemudahan di d a l a m ke h i d u pa n s e h a r i - h a r i . Ketajaman mata hati guru akan menggores lubuk hati para murid. Apa yang kita sampaikan akan membekas di dalam jiwa mereka. Anis Matta mengatakan bahwa orang yang memiliki ketajaman dan kekuasaan spiritual kata-katanya adalah

sihir. Suara yang mengantar pikiranpi kirannya adalah gema yang menguasai jiwa. Sorot mata yang menyertai nasihat-nasihatnya adalah kekuasaan yang mengalahkan hati. Ribuan bahkan ratusan ribu orang menemui kesadarannya kembali begitu mereka mendengarkannya (dalam Mencari Pahlawan Indonesia, hlm. 202). Inilah jawaban yang selama ini kita cari-cari. Mengapa sekarang guru cenderung kurang dihargai bahkan dilecehkan oleh sebagian muridmuridnya? Hal ini tidak lain karena sebagian para guru kita melupakan aspek spiritual di dalam kegiatan sehariharinya. Mereka hanya sibuk mengasah otak tanpa mengasah hati. Mengajar tidak akan berhasil bila mengabaikan cinta yang bersumber dari hati yang bersih. Dan hal ini tak akan terwujud apabila kita tidak pernah mengasah, mempertajam, dan membangun spiritualitasnya. Tengoklah di sekolah-sekolah, di kolong-kolong kelas. Amatilah, renungilah dan pahamilah. Mereka yang mempunyai spiritualitas tinggi, tidak pernah dilecehkan oleh muridmuridnya. Mengapa? Karena mereka tidak hanya menguasai pikiran tetapi juga hati para murid-muridnya. Sehingga mereka mudah mengatur dan mengerakkan muridnya untuk mencapai kebaikan-kebaikan yang diinginkan. Dan tengoklah mereka yang tak pernah mengasah, mempertajam, dan membangun spiritualitasnya. N as i h at nya i b a rat d e b u ya n g berterbangan ditiup angin. Tak ada bekas dan jejak yang diingat para muridnya. Hi lang begitu saja. Agar kita dihargai, ditaati, dan diteladani oleh murid-murid kita, mulailah membangun spiritualitas kita.

Tengoklah di sekolahsekolah, di kolong-kolong kelas. Amatilah, renungilah dan pahamilah. Mereka yang mempunyai spiritualitas tinggi, tidak pernah dilecehkan oleh muridmuridnya. Mengapa? Karena mereka tidak hanya menguasai pikiran tetapi juga hati para muridnya.
Dan yang terpenting adalah kita menjaga keseimbangan antara memenuhi kebutuhan akal dan rohani. Membangun spiritual berarti juga kita ikut membangun martabat guru untuk lebih dihargai, dihormati, ditaati, diteladani, dan dicintai. Yang pada akhirnya kita tidak hanya menjadi guru pelajaran biasa tetapi kita juga menjadi guru rohani bagi murid-murid kita. Seperti yang dikatakan Ustadz Rahmat Abdullah tentang guru kehidupan khiyarukum man dzakkarakum billahi ru’yatuh wa zada fi’amalikum mantiquh wa ragghabakum fil akhirati’amalah ‘Melihatnya engkau langsung ingat Allah, ucapannya akan menambah amalmu dan amalnya membuatmu semakin cinta akhirat’ (dalam Pilar-pilar Asasi, Bersama Al Haq & Ahlul Haq, hlm. 13).{} *Guru SMPN 11 Kota Pasuruan

26

Al Falah Juli 2010

fo to : is t.

Spiritualitas, Kunci Pembuka Hati Anak Didik

Adonan Kulit Risoles Bahan: - 175 gr tepung terigu protein sedang - 50 gr susu bubuk - 2 butir telur ayam - 2 sdm margarin - 500 ml air

Lezatnya

Nasi Timlo

Kiriman: Ibu Puji, Sidoarjo
Cara membuat: - Bawang putih, merica, garam, dan gula dihaluskan kemudian dimasukkan ke dalam kaldu - Ayam yang sudah direbus, dipotong dadu lalu masukkan ke dalam kaldu Cara Menghidangkan: 1. Potong risoles yang telah digoreng ke dalam mangkuk 2. Tambahkan ayam yang sudah dipotong dadu di atasnya 3. Siram dengan kuah timlo 4. Taburkan irisan seledri dan bawang goreng 5. Hidangkan dengan nasi dan bila perlu semur telor bumbu

Cara membuat: - Campur semua bahan kecuali margarin, aduk hingga rata dan licin (saring bila perlu). - Masukkan margarin, aduk hingga rata - Olesi panci dadar dengan margarin, tuang adonan secukupnya dan ratakan. Masak hingga adonan matang. Lalu angkat. - Kulit risoles siap digunakan Isi Risoles Bahan: - ½ kg ayam - 1 siung bawang bombai Bumbu: - 5 siung bawang putih - ½ sdt merica - Garam dan gula secukupnya Cara membuat: - Ayam dicuci lalu dikukus dan disuwir-suwir - Bumbu dihaluskan lalu ditumis - Masukkan irisan bawang bombai - Setelah bumbu harum, masukkan suwiran ayam, tunggu hingga kering. - Bungkus dengan kulit risoles. - Ujung kulit risoles diolesi putih telor untuk perekat - Goreng hingga kering. Kuah Timlo - kaldu ayam - ayam Bumbu: - 3 siung bawang putih - merica, garam, dan gula secukupnya

foto:

dyan

Bawang Bombai

Kandungan Gizi: Selain sebagai bumbu, bawang bombai kaya zat gizi, terutama mineral dan vitamin. Mineral terbanyak yang terkandung pada bawang bombai adalah kalium, yaitu 144 mg/ 100 g. Kombinasi kalium yang tinggi dan natrium yang rendah (3 mg/100 g), akan memberikan dampak yang sangat baik bagi kesehatan. Mineral lain yang juga terkandung adalah kalsium, magnesium, besi, fosfor, seng, tembaga, mangan, dan selenium. Sumbangan vitamin dari bawang bombai dapat berupa vitamin C, A, E, K, thiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), vitamin B6, folat, dan vitamin A. Khasiat: Meski baunya kurang disukai, ternyata manfaat bawang bombai bagi kesehatan terbukti nyata. Selain bisa menguatkan tulang, juga berkhasiat menurunkan kadar gula dan kolesterol, mencegah kanker, diabetes, hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.

kan, silakan mengirimkan resep masakan Bagi donatur yang punya resep masakan halal dan sehat serta sudah diujicoba dengan surat ke redaksi majalah identitas diri & nomor telepon ke email: majalahalfalah@gmail.com atau khasnya disertai 6650. dengan menuliskan di pojok kiri atas amplop “Resep Dapur”. Atau tlp. 031-505 Al Falah Jl. Kertajaya 8 C/17 Surabaya

Al Falah Juli 2010

27

618. Muhammad Virgiawan Bhaihaqi

TTL: Surabaya, 06 Agustus 2003 Putra: Agung. S dan Yuni Alamat: Jl Simo Katrungan Baru, Surabaya Cita-cita: Polisi Sekolah/kelas: SDN Petemon XII Surabaya, I-A

619. Rayhan Wahyu Ardiansyah
TTL: Surabaya, 23 Maret 2009 Putra: Agung.S dan Yuni Alamat: Jl Simo Katrungan Baru, Surabaya 60252 Cita-cita: Dokter

Lahir: 3 Februari 1999 Alamat: Asemjajar, Surabaya Sekolah/kelas: SDN Tembok Dukuh Surabaya, V-A

620. Azzahra Nadine Syahdani

621. Rajib Ali Syahbana
TTL: Surabaya, 7 Januari 2009 Alamat: Munjungan, Trenggalek Putra: Nur dan Ana (107708) Cucu: Bonandir Komentar: Al Falah semakin jempol

No. Donatur: 194465 TTL: Surabaya, 30 Desember 2008 Alamat: Medokan Ayu Utara, Surabaya Putra: Moch. Hanafi dan Dila (168718) Cita-cita: Ingin menjadi anak yang berguna bagi agama, bangsa dan Negara

622. Fairuz Aron Algazel

623. Zabrina Reva Nathania

TTL: Ponorogo, 3 Agustus 2008 Putri: Dadang Arip Prastiyo dan Eka Dwiana (180784) Alamat: Jl. Kalimas Baru, Surabaya
kegiatan, mbaca, nangis, bermain, dll.), bukan pas foto setengah Biar bisa tampil, wajib disertakan: •Foto aktifitas berpakaian muslim (sedang melakukan anak, TTL,Sekolah/Kelas, Hobi, Cita-cita, Nama dan nomor donatur badan, TK nol kecil sampai kelas 4 (empat) SD; Cantumkan: Nama anak, No. Donatur YDSF • ibu semuanya), Unek-unek anak tentang apa saja. Singkat aja yaa! Kirim ke: Redaksi orang tua (bapak/ibu atau bapak ADOCIL YDSF Jl. Kertajaya VIII-C/17 Surabaya (031) 505 6650, 505 6654, tulis pojok kiri atas

28

Al Falah Juli 2010

Assalamu’alaikum adik-adik… Kalian baik-baik saja kan? Alhamdulillah bila demikian. Adik-adikku yang manis, pernahkah kalian melihat tokoh di film menunggang kuda dengan gagahnya? Dalam berbagai kesempatan diperlihatkan betapa setianya kuda kepada majikannya. Memang, kuda piaraan tidak akan meninggalkan majikannya bila tidak terpaksa. Nah, adik-adik, bila melihat kuda tentu perhatian kita tertuju pada bentuknya yang indah. Karena keindahannya tersebut, tidak mengherankan kuda kerap menjadi objek lukisan maupun fotografi. Selain itu, kuda merupakan binatang yang setia dan banyak membantu manusia. Dulu, ketika belum ada mobil dan sepeda, kuda menjadi salah satu alat transportasi. Apalagi, kuda adalah binatang yang kuat dan mampu membawa beban berat sekaligus berlari sangat cepat. Kaki kuda pun diciptakan tidak hanya untuk membawa beban berat, tetapi juga untuk berlari cepat. Berbeda dengan binatang lain, kuda tidak memiliki tulang selangka. Hal ini memungkinkan mereka melangkah lebih lebar. Selain itu, terdapat mekanisme pada tulang dan otot kaki mereka yang menurunkan jumlah tenaga yang dikeluarkan ketika mereka berlari semakin cepat. Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan gerak kuda. Fungsi mekanisme ini mirip dengan gigi persneling pada mobil. Seperti mobil yang beralih pada persneling lebih tinggi ketika semakin kencang, kuda pun mempunyai kemampuan tersebut. Sementara tenaga yang diperlukan untuk mendorong menurun,

kemampuan geraknya meningkat. “Dan Dia menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada bulu yang menghangatkan, dan berbagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang, dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan dia memikul bebanbebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukarankesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (Surat An-Nahl 5-8). Tahukah Kalian? Mengapa Allah menciptakan kuda dan merancangnya sedemikian kuat dan tangkas? Jawabannya sangat jelas. Kemampuan ini diberikan kepada kuda bukan semata untuk kebutuhan mereka sendiri, melainkan untuk melayani manusia. Dengan kata lain, Allah telah menciptakan kuda dengan kelebihannya supaya dapat melayani manusia. (pru, dari harunyahya.com)
Wow, ternyata dunia ini diciptakan Allah dengan begitu indah dan serasi. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari penciptaan alam dan seisinya. Semakin kita baca akan semakin jelas betapa Mahaagung Allah! Yuk buka mata, buka hati dengan Semesta (SEMEStinya TAhu).

Pelari Gesit yang Setia

Kuda
foto: ist.

Rubrik ini didukung oleh:

Harun Yahya TV

www.harunyahya.tv

Hadir juga Website kerja bareng Majalah Al Falah &

Harun Yahya TV, kunjungi www.harunyahya.com/indo/al falah Al Falah Juli 2010

29

KAAFFAH Sambut Ramadhan
Ikutilah Kajian Aktual Al Falah (KAAFFAH)

Hari/Tgl: Ahad, 1 Agustus 2010 Tempat: Masjid Al Falah Jln. Raya Darmo Surabaya Waktu: 08.00-11.30 WIB

menyongsong Ramadhan 1431

Pembicara : Dewan Syariah YDSF 1. KH. Mu’amal Hamidy 2. Dr. Zainuddin, MZ,Lc. MA 3. Drs. H.M. Taufiq AB Tersedia Buku Pintar RAMADHAN YDSF bagi peserta saat acara. Jumlah terbatas

Gra terbtis & u untu ka umu k m

Konfirmasi kehadiran: SMS ke 0816 15 44 55 56 Ketik: kaaffah <spasi> nama & jumlah peserta Contoh: kaaffah saifuddin 4

Sambut Ramadhan Bersama YDSF

Jalan Sehat

Ikutilah…

Hari/tanggal: Ahad, 8 Agustus 2010 Pukul : 06.00–10.00 WIB di Parkir Utara Masjid Al Falah Jln. Raya Darmo Surabaya (depan SD Al Falah) Tersedia kaos* YDSF dengan menukarkan minimal 1 paket Ramadhan Peduli @Rp 20.000/paket saat acara.
m ntuk Umu Terbuka u nya* doorprize Dapatkan

Informasi & konfirmasi kehadiran: · Telp. 031-505 6650, 7011 3008 · SMS ke 0816 15 44 55 56 Ketik: jalan <spasi> nama & jumlah peserta Contoh: jalan adi pranoto 3
*jumlah terbatas

Generasi Islam telah lahir ke dunia. Semoga menjadi Generasi Qur’ani, cerdas dan berprestasi. Dan alangkah mulianya anak kita bila senantiasa kita lindungi dengan doa seperti yang dianjurkan Rasulullah:

“Aku memohonkan ...(nama bayi)... perlindungan (kepada Allah) dengan kalimat-Nya yang sempurna, dari gangguan setan serta tipu dayanya, dan dari pandangan mata jahat”.

1. Azka Raqilla Rakakenski Mohammad TTL: Surabaya, 22 Maret 2010 Putra: Ibu Niken Nindya Sari (160282) Alamat: Taman Aloha, Waru, Sidoarjo 2. Yafiq Ahmad Kaizuran TTL: Sidoarjo, 8 April 2010 Putra: Bpk. Tikno Suhendro (131353) dan Ibu Endah Pebri A.M Alamat: Perum Mentari Bumi Sejahtera, Sidoarjo 3. Ayunda Maharani Irawan TTL: Sidoarjo, 16 Mei 2010 Putri: Bpk. Bambang Irawan (177868) dan Ibu Khosidah Alamat: Abd. Rahman, Pabean Sedati 4. Zilda Khilmatur Rosyidah TTL: Gresik, 22 Maret 2010 Putri: M. Junaidi (000702) dan Khabibatur Romzah Alamat: KWSG Gresik 5. Alfian Dwi Wildan Syahputra TTL: Gresik, 21 Mei 2010 Putra: Amir Mahmud (000612) dan Winarti Ningsih (000677) Alamat: KWSG Gresik 6. Tiara Iffa Faiwodun Niswah TTL: Gresik, 11 Maret 2010 Putri: Ali Rusdi dan Titi Palupi Sayekti (donatur YDSF no. 000651) Alamat: KWSG Gresik 7. Amira Khairani Fauzia TTL: Gresik, 10 Mei 2010 Putri: Ali Rif’an SA (000835) dan Sri Endah Lukitowati Alamat: KWSG Gresik 8. Gweenive Arashy Haq TTL: Gresik, 9 Mei 2010 Putri: Donny Sulistyono N. (000757) dan Retno Endah Prasetyarini Alamat: KWSG Gresik 9. Refiansyah Raffa Albaihaqi TTL: Sidoarjo, 21 Maret 2010 Putra: Isdiyanto dan Kartiningsih (donatur YDSF no 107020) 10. Janitra Nur Arfida TTL: Mojokerto, 15 Maret 2010 Putri: Rofik dan Danik Diah D.(109722)

11. Nabila Azmi Putri Amin TTL: Gresik, 13 Nopember 2009 Putri: Khusnul Amin dan Umrotus Sa’adah Alamat: Dsn. Dungus Kidul, Dungus, Cerme, Gresik 12. Niesha Dzakiyah Az-Zahra TTL: Surabaya, 18 April 2010 Putri: Iwan Siswanto dan Isti Cholifah Keponakan dari Warjito (096856) Alamat: Jl. Sono Indah, Surabaya 13. M. Fahreza Al Zakky TTL: Mojokerto, 12 Februari 2010 Putra: Sueb (181283) dan Khusmawati Alamat: PT Aggio Multimex Jl. Raya Lebo, Sidoarjo 14. Amirah Nasywa Kamila Lahir: 5 Februari 2010 Putri: Ariyanto dan Dewi Firdausi Rahma Alamat: Donokerto, Surabaya 15. Sayyidah Zaenab Naura Aqila TTL: Surabaya, 13 Agustus 2009 Putri: Arif Triwidodo dan Noersolichah Triwulandari (178390) Alamat: SD Al Irsyad, Jl. Sultan Iskandar Muda Surabaya 16. Lintang Pandimaran TTL: Surabaya, 30 September 2009 Putri: Lukman dan Zahrotul Alimah (186487) Alamat: SD Al Irsyad, Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya 17. Jevanka Reneisya Naura Tsabitah TTL: Surabaya, 4 Februari 2010 Putri: Wahono dan Ernis Kurnia P (097331) . Alamat: SD Al Irsyad, Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya 18. M. Sulthon Baihaqi TTL: Surabaya, 14 Februari 2010 Putra: Hendro dan Rosida Adiwinarni (118703) Alamat: SD Al Irsyad, Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya 19. Alisha Aulia Huwaida TTL: Surabaya, 25 Desember 2009 Putri: Haniif Badrii dan Yeni Rachmawati (195818) Alamat: SD Al Irsyad, Jl Sultan Iskandar Muda 46 Surabaya

Mohon ma’af bila ada kesalahan/kekurangan dalam penulisan

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
1. Djemadi (64 th) Donatur YDSF Wafat: Sidoarjo, 31 Januari 2010 Alamat: Jl. Kahuripan, Sidoarjo 2. H. MS. Haryanto (71 th) Ayah dari Etty Hartatie (099193) Wafat: 8 Mei 2010 Alamat: Jl. Soponyono, Prapen, Surabaya 3. Ny. Hardojo Donatur YDSF: 067048 Wafat: 7 Mei 2010 Ibunda dari Shinta A. Alamat: Jl. Tales, Surabaya 4. Susy Haryanti (35 th) Donatur YDSF : PB 003310 Wafat : 28 Maret 2010 5. Tri Hendriyani Hakim (27 th) Putri Heni Murniati (158880) Wafat : 4 Mei 2010 Alamat : RM Cianjur Taman Pinang Indah 6. Said Sarudin Pakde dari Kevin Zuffar Rukmana (168693) Wafat: 11 Juni 2010 Alamat: Simo Rejo, Surabaya 7. Djuwariah (74 th) Ibunda dari Arif Rachman (086729) Wafat: Surabaya, 10 Juni 2010 Alamat: Perum Medokan Ayu, Surabaya 8. H. Nur Hasyim (90 th) Ayahanda dari Buchori Muslim (000833) Wafat: Gresik, 16 Mei 2010 Alamat: Jl. Wahidin Sudirohusodo, Gresik 9. H. Muntaham (58 th) Wafat: Sidoarjo, 12 Mei 2010 Alamat: Jl. Merdeka, Waru, Sidoarjo 10. Endar Sugiono (47 th) Donatur YDSF: 091217 Wafat: 11 Mei 2010 Alamat: Simo Margorejo Timur, Surabaya 11. R. Siswadi (68 th) Ayahanda dari Hersetiani (114672) Wafat: Rabu, 26 Mei 2010 Alamat: Tanjungsari Baru 12. Hj. Dewi Mariyam Ibunda dari Robbi Bachtiar (101179) Wafat: Gresik, 25 April 2010 Alamat: Jl. Silindri, Kota Baru Driyorejo, Gresik

13. Ashari Wafat: Trenggalek, 31 Mei 2010 Alamat: Menganti Palem Pertiwi

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya dan mengampuni segala dosa dan kesalahannya. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan, kesabaran serta perlindungan dalam menerima takdir dari Allah SWT. Mohon ma’af bila ada kesalahan penulisan.

32

Al Falah Juli 2010

Diasuh oleh Dini Latifatun Nafi’ati, M.Psi.
(Psikolog Klinis RS dr. Saiful Anwar Malang)
fo to :d in a

ASSALAMUALAIKUM warahmatullah wabarakatuh, para sahabat donatur yang budiman, akhir-akhir ini marak diberitakan di berbagai media tentang fenomena yang cukup mencengangkan, yaitu anak-anak yang merokok dan berkata kasar. Tercatat dalam tri semester pertama tahun 2010 ini ada tiga anak di Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan yang kecanduan rokok. Semua masih berusia kurang dari 10 tahun. Fenomena ini mungkin biasa bagi anak-anak yang terbiasa hidup di jalanan, di perkampungan kumuh atau di pelosok desa. Namun perilaku buruk ini tetap harus dicermati karena berdampak buruk bagi masa depan anak. World Health Organization (WHO) mencatat ada empat pemicu anak-anak merokok. Pertama, mereka memiliki orang tua yang perokok. Kedua, mereka adalah anak-anak yang tidak berprestasi di sekolah. Ketiga, karena mereka berteman dengan para perokok yang selalu mencari perokok baru. Dan keempat, merokok menjadi salah satu simbol kemandirian dan menentang orang tua (Schaefer dan Millman, 1981 : 344). Tapi bagaimana dengan anak yang usianya kurang dari 10 tahun? Yang paling besar kemungkinannya adalah meniru orang tua yang perokok. Karena ukuran prestasi di sekolah, berteman dengan perokok yang sebaya, dan kesadaran akan kemandirian pada anak usia 10 tahun belum menjadi kebutuhan. Di samping itu, masa anak-anak diyakini sebagai masa imitasi, di mana perilakunya lebih banyak meniru dari lingkungan daripada membentuk sendiri perilaku baru. Dalam hal ini, pengaruh orang tua dapat diperluas menjadi pengaruh dari lingkungan. Contoh kasus pertama, seorang balita perokok ditemukan di salah satu kota di Jawa Timur. Penyebabnya diketahui akibat pengaruh lingkungan. Ia tinggal di lingkungan orang dewasa yang kurang menghiraukan norma sosial, memiliki kebiasaan anti sosial seperti mencuri, njambret, berkata kasar dan jorok atau misuh, berjudi, madon, minum-minuman

Mencegah Anak Merokok
(Belajar dari Kasus Anak Merokok) keras, dan tentu saja merokok. Si anak yang orang tuanya secara ekonomi miskin kurang mendapat perhatian karena sibuk mencari nafkah. Sehari-hari, anak dilepas bermain di lingkungan orang dewasa yang punya kebiasaan anti sosial. Hal ini diperparah dengan pengetahuan dan pendidikan orang tua yang rendah. Orang tua tidak menyadari pengaruh buruk dari kebiasaan anti sosial itu. Lain halnya dengan kasus kedua yang terjadi di Sumatera. Meskipun lingkungan si anak lebih baik dari anak di Jawa Timur, namun kebiasaan merokoknya tak kalah hebat. Kebetulan orang tua si anak memiliki usaha warung kelontong yang salah satu dagangannya adalah rokok. Entah meniru dari siapa, setiap kali rewel ia baru bisa ditenangkan setelah orang tuanya memberikan sebatang rokok. Dari contoh kasus tersebut, jelas terlihat pengaruh lingkungan yang buruk bagi perkembangan anak, dan adanya pola asuh yang lemah dari orang tua. Dalam psikologi perkembangan, dua faktor ini sangat mempengaruhi perkembangan anak. Ini juga relevan dengan salah satu hadist Rasulullah saw. yang terjemahannya kurang lebih; ”Jiwa seorang anak bagaikan kertas putih yang bersih. Apakah ia akan menjadi majusi, yahudi, atau nasrani, atau tetap sebagai seorang muslim dipengaruhi oleh (pendidikan) dari orang tuanya.” Dengan spirit yang sama, filsuf John Locke dalam teori tabula rasa juga mengatakan; “Anak bagaikan selembar kertas kosong, suatu tabula rasa”. Locke bahkan meyakini pengalaman masa anak-anak berperan penting dalam pembentukan karakter saat mereka dewasa. Karena itu, orang tua harus meluangkan waktu bersama anak-anak untuk membantunya menjadi orang dewasa yang bermanfaat. Sedangkan psikolog melihat masa kanak-kanak sebagai masa pertumbuhan dan perubahan yang khusus sehingga perlu menginvestasikan berbagai kebaikan untuk mengasuh dan mendidik mereka (Santrock, 2002 : 8). Solusinya Lantas bagaimana mencegah anak agar tidak merokok? Schaefer dan Millman (1981) merekomendasikan tiga model pencegahan. Yakni model pola asuh orang tua; pemberian pengetahuan mengenai zat-zat terlarang di rumah, dan program anti rokok di sekolah. Model pola asuh orang tua dilakukan dengan memberikan contoh perilaku langsung kepada anak yaitu orang tua juga tidak merokok. Pengetahuan mengenai zat-zat terlarang diberikan di rumah melalui penjelasan dan diskusi bersama tentang dampak merokok bagi kesehatan, jadi bukan dengan melarang tanpa alasan untuk tidak merokok. Untuk program anti rokok di sekolah dapat dilakukan melalui kampanye anti rokok dengan memanfaatkan peer group sebagai eductor atau dengan istilah lain menggunakan teknik kampanye sebaya. Selain ketiga cara pencegahan tersebut cara mengatasi anak merokok yang cukup efektif adalah memutus mata rantai yang menjadi penyebab anak merokok atau te k n i k ko n f ro ntas i . C o nto h nya mengisolasi anak dari lingkungan yang menjadi model dan mempengaruhinya merokok. Dan jika melalui pemeriksaan medis anak sudah kecanduan maka perlu dilakukan terapi obat. Pun jika dari pemeriksaan psikologis ditemukan penyebab merokok untuk mendapatkan rasa nyaman, diperlukan terapi psikologi khusus anak. Selain diberikan kepada anak, terapi juga perlu diberikan kepada orang tua. Khusus bagi orang tua, perlu memiliki keberanian, ketegasan, dan kekuatan jiwa untuk melarang anaknya merokok. Selain itu, lingkungan sekitar juga patut dicermati, terutama teman sebaya anak. Oleh karena itu, diperlukan orang tua yang memiliki kepribadian kuat untuk mengantarkan anak menjadi manusia dewasa yang bermanfaat. Demi kian, semoga bermanfaat.
Al Falah Juli 2010

33

Staf Accounting PT Sinar Niaga Sejahtera (PT SNS)

Semangat Hidup Sederhana
MENJALANI hidup sederhana dan mengalir apa adanya. Itulah yang diterapkan perempuan yang biasa disapa Rahayu ini. Dia juga enggan melakukan hal yang neko-neko. Dan yang penting selalu berpedoman pada Al Quran dan Hadist. Makanya, banyak waktu ia pergunakan untuk mempelajari dan mengamalkannya. “Apalagi hidup di dunia ini hanya sementara saja. Sebab yang kekal hanya kehidupan di akhirat,” kata wanita yang sudah 14 tahun bekerja di PT Sinar Niaga Sejahtera tersebut. Semangat untuk hidup sederhana itu rupanya berusaha ditularkan Rahayu di manapun dirinya berada. Termasuk di tempat kerjanya yang berada di wilayah Kletek, Sidoarjo. Dan salah satu upaya untuk meningkatkan semangatnya itu ia lakukan dengan sering menggelar pengajian dan
foto: dyan

foto: dina

Nyamirahayu Ningsih

Nyamirahayu (duduk dua dari kiri) bersama rekan donatur

mendengarkan berbagai kisah yang disampaikan penceramah. Hebatnya, kebiasaan itu benar-benar menular pada rekan-rekannya. Bahkan, mereka menanyakan kegiatan tersebut seandainya tak diadakan. “Loh mbak, kapan ada pengajian lagi?” ucap Rahayu menirukan pertanyaan temantemannya yang hampir setiap hari dilontarkan kepadanya. Bersama teman-temannya, Rahayu mempunyai penceramah favorit, Yakni, Ustadz Miftahul Jinan (trainer dan penulis rubrik Tips Parenting majalah Al Falah). (pru) MEMPUNYAI pengalaman unik, lebih-lebih bisa menambah kualitas keimanan, tentu sangat berkesan dalam hidup. Begitulah yang dirasakan oleh donatur YDSF H. LM. Eddyanto, dr. SpM. ketika sedang bertugas sebagai dokter di Palembang, Sumsel. Dengan senang hati, Dokter Spesialis Mata di RSU Dr. Soetomo Surabaya ini berbagi cerita dengan Al Falah. “Bagi saya, pengalaman ini sangat unik sekaligus berkesan dalam hidup saya. Meski sebenarnya ceritanya sangat sederhana, tapi dari pengalaman inilah proses bagaimana saya benar-benar percaya pada kekuatan Al Quran,” kata Eddy, panggilan Eddyanto, mengawali ceritanya. Ia bercerita, suatu pagi saat melakukan olah raga lari, di tengah perjalanan tiba-tiba anjing yang dibawa salah seorang yang jogging lepas dan mengejarnya. Spontan Eddy lari tunggang langgang ketakutan. Karena ketakutan, akhirnya ia menyudahi olahraga paginya itu. Sesampainya di rumah, suami Sri Murtini itu cerita kejadian yang baru saja dialaminya. “Seorang pembantu kemudian menyarankan untuk membacakan sebuah ayat dalam Al Quran. Katanya, bisa menangkal bahaya yang mengancam kita. Esoknya, dilalah ternyata anjing itu kembali mengejar saya, langsung saja saya membaca ayat Al Quran yang disarankan tadi. Subhanallah, ternyata benar, anjingnya seolah tidak melihat saya. Sejak itulah, saya semakin percaya dengan mukjizat Al Quran,” ungkapnya. Saat ditanya, surat apa dan ayat berapa yang ia baca itu, dr. eddyanto menjawab, “Buka saja surat Al Baqarah ayat 18.” (dyan)

Dokter Eddy (dua dari kiri) bersama rekan donatur

Dokter RSU Dr. Soetomo Surabaya

H. LM. Eddyanto, dr. SpM

Pengalaman Unik

34

Al Falah Juli 2010

Staf Bagian Perlengkapan IKIP PGRI Jember

Munawar

Berbagi Kebaikan
MELAKUKAN kebaikan itu kadang terasa berat, meskipun kesempatan untuk berbuat baik seringkali di depan mata. Hanya dengan menata niat dan berusaha membiasakan diri berperilaku baik, maka seseorang akan lebih ringan dan peka terhadap hal yang berkaitan dengan kebaikan. Itulah yang sedang dibiasakan oleh Munawar, donatur YDSF di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Jember. Di sela-sela bekerja sebagai staf bagian perlengkapan, bapak dua putra ini masih saja menyempatkan diri menawarkan jasa untuk membantu mengumpulkan donasi dari para donatur di tempatnya bekerja itu. “Sebenarnya saya hanya ingin membantu saja, supaya pengumpulan donasi dari kampus ini lebih mudah diambil juru pungut. Saya senang bisa belajar membiasakan berbuat kebaikan,” ujarnya sambil tersenyum. Tampaknya, manfaat berbagi kebaikan sudah sering dirasakan oleh pria yang juga sebagai pengurus masjid di kampungnya ini. Dengan kebiasaannya membantu juru pungut YDSF, pria berjamban ini mengaku jadi semakin akrab dengan banyak orang. Selain itu, dirinya juga merasa dimudahkan dalam aktivitas yang dianggapnya susah.

foto: ist.

Munawar (berdiri paling kanan) bersama rekan-rekan donatur

“Saya menjadi semakin dekat dengan banyak orang di kampus ini, karena sering silaturahim ketika mengumpulkan donasi. Ya itung-itung setali tiga uang, selain membantu mas Yasin (jungut YDSF, Red.), saya bisa menjalin silaturahim ke teman-teman donatur yang lain secara rutin,” ujarnya. Begitulah, manfaat yang dirasakan Munawar. Niatnya untuk berbagi kebaikan, telah menuai kebaikan pula. (rul/dyan) WANITA yang sehari-harinya bekerja sebagai kasir di Ramayana Mall Sidoarjo ini menyadari setiap manusia pasti pernah mengalami berbagai kesulitan dalam hidup. “Kalau banyak beramal, insya Allah hidup menjadi lebih mudah,” kata wanita asli Sidoarjo tersebut menyebut resep hidupnya. Rita yang usia pernikahannya memasuki tahun ketujuh ini mengaku mendambakan hadirnya buah hati. Apalagi setiap kali melihat anak-anak kecil, keinginan tersebut semakin tinggi. Dan sementara ini, yang menjadi hiburan baginya adalah keberadaan keponakan-keponakannya. Selain itu, Rita juga merasa terhibur bila bertemu dengan anak-anak kecil putra-putri pengunjung pusat perbelanjaan tempatnya bekerja. Meskipun demikian, pemegang sabuk hitam taekwondo yang pernah menyabet juara 3 dalam Kejurnas se-Jawa-Bali pada 1996 ini tetap mensyukuri semua karunia yang dititipkan Allah pada keluarga kecilnya. Rita yakin, dengan banyak bersyukur, hidupnya bisa menjadi lebih tenang. “Dan kalaupun nanti punya anak, inginnya nggak usah banyak-banyak, tiga anak cukup, Mbak. Yang penting saya bisa memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Karena biaya pendidikan sekarang semakin mahal,” ujar istri dari Doddy Sumirto ini, seraya menambahkan bahwa mencari uang untuk kebutuhan makan keluarga relatif lebih mudah. (pru)
Al Falah Juli 2010

Rita Diaswati (berdiri paling kiri) bersama rekan

Kasir Ramayana Mall Sidoarjo

Rita Diaswati

Syukuri Keluarga Kecil

foto: dina

35

YDSF Himpun Dana Gaza Rp 200 Juta Lebih

Graha

SEBAGAI bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap penderitaan rakyat Palestina akibat blokade Israel dan tragedi misi kemanusiaan kapal Mavi Marmara, YDSF menghimpun dana di masjid Al Falah Jl. Raya Darmo, Surabaya, Jumat, awal Juni lalu. Penghimpunan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsudin. “Sebagai sesama muslim sudah semestinya kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang ada di Palestina. YDSF telah membuka peluang untuk mewadahi bantuan kita,” begitu petikan sambutan Din Syamsudin. Tak hanya di Masjid Al Falah, beberapa mitraYDSF seperti

foto: dyan

Masjid Al Irsyad, Masjid Solahuddin, Masjid Amirul Mukminin, dan beberapa perusahaan juga menggelar penghimpunan. Lembaga Pendidikan Al Hikmah Surabaya menghimpun dana Rp 85 juta. Sampai berita ini ditulis, jumlah dana yang terkumpul senilai Rp 200 juta lebih. “Dana sudah terkumpul dari banyak pihak. Kami berharap, jumlah tersebut terus bertambah. YDSF masih membuka peluang untuk siapapun yang ingin menyumbangkan bantuannya untuk Gaza,” kata Kepala Divisi Penghimpunan YDSF, M Machsun. (dyan)

Pelatihan untuk Pengasuh Anak Yatim
UNTUK memaksimalkan salah satu program utamanya, yakni Peduli Yatim, YDSF menggelar Pelatihan Konseling dan Kepengasuhan Anak Yatim pada Ahad, awal Juni lalu. Acara bertema Dari dan Oleh Pengasuh Berkualitas untuk Anak Asuh yang Cerdas tersebut diadakan di Hall A, Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Acara itu bekerja sama dengan BKSPAIS dan YP3IS dan menghadirkan trainer Bagoes Sanyoto dari LPMPPK MotivA Surabaya. Sebanyak 200 pengurus panti asuhan dan anak-anak asuh dari berbagai panti asuhan menjadi peserta. “Supaya bisa memberikan hasil maksimal, setiap pengurus panti harus lebih mengenali dan menyelami karakter anak asuhnya,” ujar Bagoes. Untuk itu, ia memberikan berbagai tips yang bisa diterapkan para pengurus panti tersebut. (pru)
foto: ist. foto: dina

Jakarta

Realisasi Bantuan Kesehatan dan Pendidikan
YDSF Jakarta kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan dan kesehatan. Adalah Fera Febriyana dan Supriyati, mustahik penerima bantuan. Bantuan pendidikan sebesar Rp 2 juta lebih itu diberikan secara langsung di SMK YP Darul Mukmini, Jl. Matraman Raya No. 177 Jatinegara, Jakarta Timur sekolah Fera Febriyana. Sementara itu, Supriyati menerima bantuan untuk biaya pengobatan anaknya, Yasir, yang menderita paru-paru. Diserahkan langsung di rumahnya, Komplek Pondok Kacang Prima, Jakarta Barat. “Alhamdulillah biaya sekolah saya terlunasi dan saya bisa mengambil ijasah kelulusan. Biaya sekolah saya menunggak selama 6 bulan, sementara orangtua saya tidak bisa membayarnya. Terimakasih YDSF sudah membantu. Semoga para donatur YDSF dilapangkan rezekinya,” tutur Fera. Rasa syukur juga diungkapkan Supriyati. “Kini anak saya sudah diobati, karena sebelumnya belum pernah tersentuh pengobatan karena kami tidak ada biaya. Semoga kebaikan para donatur WARGA Taman Ksatrian Malang menyambut antusias bakti sosial yang diadakan YDSF Malang, Sabtu-Minggu (12-13/6). Bakti sosial ini direalisasikan dengan pembagian sembako dan layanan kesehatan sosial untuk para dhuafa di sekitar lokasi tersebut. Kegiatan itu juga diisi pengajian umum dan bazar. Dalam kegiatan ini, YDSF menggandeng Forum Komunitas Koordinator Donatur (FKKD) yang membantu pelaksanaan baksos dan penyaluran bantuan. Dana yang dikucurkan sebesar Rp 23 juta lebih, untuk 9 lembaga, masjid, taman

YDSF dibalas kemuliaan di sisi Allah,” ujar Supriyati. (loe/dyan) pendidikan Al Quran, dan sekolah Islam. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis oleh Slamet, Ketua FKKD. Tidak hanya berupa dana, YDSF bekerjasama dengan Bank Mandiri Malang juga membagikan sembako kepada dhuafa dari empat dusun serta menyumbangkan 20 mushaf Al Quran kepada masjid dan TPQ di Taman Ksatrian, Tirtoyudo. Dari hasil bazaar, panitia berhasil menghimpun dana sebesar Rp 1,6 juta lebih. Dana itupun langsung diberikan oleh Sujoko, panitia pelaksana kepada Sekolah RA Taman Satrian Mahardika. (lik/dyan)

Gelar Baksos dan Bazar di Taman Ksatrian

Malang

36

Al Falah Juli 2010

foto: ist.

Sidoarjo
foto: ist.

Pengobatan Gratis untuk Warga Balongbendo, Sidoarjo
(bekam), dan intervensi gizi. “Bakti Sosial ini bertujuan memotivasi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan berpola hidup sehat, menyelamatkan balita dan anak-anak dari gizi buruk, layanan pengobatan dan berkualitas, serta memupuk keterampilan anak. Kondisi kesehatan dan pendidikan masyarakat beberapa desa di Kecamatan Balongbendo memang perlu perhatian,” ujar Dedy Setiawan, panitia kegiatan. Sekitar 500 orang dari Desa Suwaluh, Waruberon, Penambangan, Bakalan Wringinpitu, Gagang Kepuhsari, sampai Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik mendapat layanan gratis tersebut. ”Masyarakat menyambut senang kegiatan baksos ini. Masyarakat berharap, kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi, karena mereka senang mendapatkan susu, pengobatan gratis, dan anak - anak mereka menjadi lebih baik akhlaknya,“ ucap Siti Aisyah, salah satu warga. (ded/dyan)

SERANGKAIAN kegiatan digelar YDSF di Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sepanjang, Sidoarjo akhir Mei lalu. Kegiatan tersebut berupa bakti sosial, pemutaran film Islami, jalan sehat, lomba mewarnai, lomba menggambar, pengobatan gratis, pemeriksaan mata gratis, pengobatan herbal Islami

BIDANG Pemberdayaan Masyarakat Desa YDSF Jember bersama perwakilan Divisi Penyaluran YDSF Surabaya melakukan survei ke Dusun Gumitir dan Padasan Darsono, Kecamatan Arjasa, Jember terkait dengan program baru, Desa Binaan, Rabu pertengahan Mei lalu. Dalam survei tersebut YDSF melihat adanya geliat aktivitas di bidang pendidikan yang membutuhkan pembinaan agar bisa lebih berkembang. Indikasi itu terlihat dari perjuangan seorang guru SD, Ari Budiantoko yang bertekad menyelamatkan pendidikan generasi muda di desa tersebut. Selain itu,

masih harus melakukan pembinaanpembinaan lanjutan kepada masyarakat desa itu, terutama generasi mudanya. ”YDSF ingin bersinergi dengan para pemuda di desa tersebut untuk lebih memberdayakan bidang yang lebih luas, yakni bagaimana masyarakat desa tersebut bisa lebih baik dalam hal-hal: spiritual dan keagamaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan serta lingkungan hidup, ” jelas Aris Munandar, Koordinator Bidang Pemberdayaan Desa Binaan YDSF. (tan/dyan) Banyuwangi

Pelatihan Lanjutan untuk Peserta Sertifikasi Guru Al Quran
peserta mendapatkan beberapa materi. Di antaranya, dinamika ukhuwah, metodologi ummi, metodologi tadarus Al Qur’an, metodologi Ghoroibul Qur’an, metodologi Tajwid dasar, dan Classroom Management. ”Sertifikasi Al Qur’an ini diharapkan dapat menarik perhatian Pemda Banyuwangi dalam memberikan insentif guru ngaji,” kata Hj. Ma’mullah Harun, Ketua YPM NU Nabawi. (yul/dyan)
Al Falah Juli 2010

SETELAH berhasil menggelar tahap seleksi sertifikasi guru Al Quran akhir April lalu, YDSF Kantor Kas Banyuwangi

menggelar seleksi tahap kedua pada pekan ketiga Mei lalu di SDIT Al Qomar. Selanjutnya, YDSF bersama YPM NU Nabawi, YPDI Al Qomar, dan KPI Surabaya menggelar pelatihan sertifikasi guru Al Quran pada akhir Mei juga. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Hotel Tanjung Asri, Banyuwangi itu diikuti oleh 46 peserta dari 20 lembaga. Selama empat hari pelatihan,

foto-foto: ist.

Merintis Program Baru ’Desa Binaan’ YDSF

Jember

37

Ribuan Anak Yatim Terima Bantuan Pendidikan YDSF
YAYASAN Dana Sosial Al Falah kembali merealisasikan bantuan dana pendidikan untuk anak yatim dengan menggandeng Badan Kerjasama Panti Asuhan Islam (BKSPAIS) dan Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Panti Asuhan Islam dan Anak Purna Asuh (YP3IS) Surabaya, Senin (31/5). Bantuan sebesar Rp 938 juta itu disalurkan untuk biaya pendidikan 4.568 anak yatim dari 81 panti asuhan. “Bantuan ini kami realisasikan menjelang tahun ajaran baru, agar benar-benar dimanfaatkan secara efektif untuk biaya pendidikan, bukan untuk lainnya. Bekerjasama
foto: dyan

foto: anam

dengan BKSPAIS dan YP3IS adalah langkah tepat untuk menyalurkan bantuan pendidikan yatim ini,” ujar Prof. Mahmud Zaki, Ketua Pembina YDSF saat penyerahan. Sementara itu, Ketua BKSPAIS, Muhammad Molik mengatakan akan mengawal amanah bantuan ini agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Terima kasih donatur YDSF telah mempercayakan bantuan pendidikan yatim ini kepada BKSPAIS. Semoga kami bisa menjaga amanah ini,” katanya. Dalam kegiatan ini juga dihadiri Dewan Pembina YDSF, Fauzi Salim Martak, Direktur YDSF Ir. Arie Kismanto dan jajaran Divisi Penyaluran. (dyan)
UNIT Aksi Cepat (UAC) YDSF kembali mengirimkan bantuan untuk korban banjir di Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (9/5). Tragedi longsor itu menelan korban meninggal 4 orang dan 6 rumah rusak berat. YDSF sebagai lembaga sosial dan kemanusiaan melakukan tanggap bencana dengan langsung meluncur ke lokasi. Menurut Rohadi, Koordinator Tanggap Bencana Kemanusiaan UAC YDSF, total bantuan sebesar Rp 24 juta. Bantuan itu berupa peralatan sekolah, santunan kepada 4 keluarga korban meninggal, 6 rumah rusak berat, dan pengobatan gratis untuk 200 warga. “Warga sangat senang ketika bantuan kami sampai di lokasi bencana,” ujar Rohadi di lokasi. YDSF juga menggelontorkan bantuan untuk korban longsor di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (5/6). Bantuan berupa sembako, santunan 9 orang yang kehilangan rumahnya, dan intervensi gizi untuk 26 anak. Total bantuan yang disalurkan adalah Rp 27 juta. “Bantuan ini kami berikan secara bertahap agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para mustahik,” ujar Tobroni, dai YDSF di Ponorogo yang memimpin penyaluran. (dyan)

UAC Kirim Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor 38
Al Falah Juli 2010

LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS/BANK
Periode: Mei 2010
PENERIMAAN Infaq tdk terikat Infaq terikat : Pena Bangsa C.Guru Qur'an Waqaf Braille Kemanusiaan Waqaf Ambulance Peduli Yatim Zakat Pendapatan lain-lain Total Penerimaan 1,473,838,087 Rp PAUD Insan Cemerlang,Maospati,Mgtn PAUD Masyithoh,Mojopuro,Ngariboyo,Mgtn RA PPI,Jaksa Agung Suprapto,Mgtn RA Al Huda,Soboronto,Karas,Mgtn RA Tunas Cahaya,Kuwon,Karas,Mgtn RA Baitut Taqwa,Tawangrejo,Takeran,Mgtn Layanan Program Pendidikan,Sda SMP Al Furqon,Jember Pena Bangsa Jbr Pena Bangsa Sda Pena Bangsa Sby Sub Total 4,500,000 3,500,000 3,500,000 3,500,000 3,500,000 3,500,000 346,000 2,000,000 83,188,000 6,474,000 836,958,900 +

185,613,206 28,195,000 1,980,000 6,026,748 10,281,000 88,970,500 240,595,054 3,287,606 +

2,038,787,201

1,433,199,000

PENGELUARAN I DAKWAH Terdiri dari : Rp Majalah Al Falah 176,489,800 Layanan Antar Majalah 6,885,700 Layanan Ambulan 2,385,500 SMS Tausiyah 211,000 VCD Kajian Riyadus Sholihin 1,995,000 Parenting Skill 1,700,000 Silaturahim Donatur 2,100,000 Love & Care 221,200 Layanan Ceramah Jum'at 16,950,000 Sinergi Dakwah 5,600,000 Program Da'I Desa 72,143,700 Bantuan 57 Lembaga Dakwah 242,000,000 Badan Waqof Taftazani,Jetis,Ponorogo 3,500,000 Ikatan Penyandang Cacat,Jl.Gajayana,Jbg 5,000,000 Grup Banjari Ar Ruqoyah,Putat Jaya,Sby 3,000,000 Majelis Al Uswah,Pakis,Sawahan,Sby 3,235,000 Madin Darul Muta'alimin,Plosogenuk Perak,Jbg 5,500,000 Salimah Jatim 1,000,000 Layanan Program Dakwah,Jbr 10,603,658 Layanan Program Dakwah,Sda 1,121,500 Layanan Mustahiq 4,673,800 + SubTotal 566,315,858 II PENDIDIKAN Terdiri dari TPA Darut Taqwa,Jl.Dukuh Kupang,Sby TPA Al Amanah,Jl.Joyodanu,Taman,Mdn TPQ As Shomad,Suwaluh,Balongbendo,Sda MI Islamiyah,Bendet,Diwek,Jbg MI Miftahul Ulum,Kudikan,Sekaran,Lmg Madin Al Hakim,Dempelan,Mdn MTS Nurul Salam,Jl.Bulak Rukem,Sby SMP Muhammadiyah 2,Mojoagung,Jbg MTS Sunan Kalijaga,Purworejo,Senduro,Lmj TKIT Harapan Insan,Caruban,Mejayan,Mdn Raudhotul Anfal Adzkia,Plaosan,Mgtn PG-TKIT Asy Syaamil,Jasem,Ngoro,Mjkt RA Mujahidin 2,Klakah Rejo,Benowo,Sby TK Al Makmur,Sarangan,Plaosan,Mgtn TK-PG Al Hidayah,Plaosan,Mgtn TK Al Azhar Kebraon,Kebraon,Sby TK Dwi Warna, Jl.Petemon,Sawahan,Sby TK Islam Terpadu Al Ihsan,Rungkut,Sby Paud Al Hasani,Bangsri,Sukodono,Sda PAUD Nur Hidayah,Gulun Maospati,Mgtn KB Al Hidayah,Tandes,Sby TPI Darul Hikmah,Jl.Kandangan,Sby Bantuan ponpes Az Zainy,Mlg Yayasan Ponpes Al Ghafur Bondowoso Bantuan untuk mahasiswa SDM IPTEK Ma'had Ali Bangil LP2AIT Al Uswah Magetan Yys Baitul Ilmi,Banyuurip,Sawahan,Sby LPI - KBIT Hajjah Jawiyah Badrie Pelatihan Peningkatan Kualitas Guru LPI At Taufiq,Rungkut Menanggal I,Sby PAUD PSM I,Takeran,Mgtn Rp 3,000,000 2,000,000 3,000,000 3,000,000 5,500,000 2,000,000 3,500,000 5,500,000 5,500,000 3,500,000 3,500,000 3,500,000 3,000,000 3,000,000 2,000,000 3,000,000 3,000,000 3,000,000 4,000,000 2,000,000 2,000,000 1,000,000 5,000,000 2,000,000 18,752,600 2,000,000 8,865,000 3,000,000 1,000,000 364,614,500 4,000,000 3,500,000

III Masjid Terdiri dari : Rp Masjid Nurul Huda, A.Yani,Sby 2,681,800 Masjid Al Khoiriyah,Banyuurip Wetan,Sby 3,000,000 Musholla AT Taqwa,Jl.Hayam Wuruk,Sby 3,235,000 Masjid Al Barokah,Ranupani,Senduro,Lmj 5,000,000 Musholla Al Ikhlas,Ranupani,Senduro,Lmj 4,000,000 Masjid Al Hidayah,Argosari,Senduro,Lmj 5,000,000 Masjid Imam Ghozali,Prasung,Buduran,Sda 5,000,000 Musholla Al Muttaqin,Sumorame,Candi,Sda 4,000,000 Masjid Rahmat,Sepande,Candi,Sda 5,000,000 Masjid Nasrullah,Pabean,Sedati,Sda 5,000,000 Musholla Al Hikmah,Jumput Rejo,Sukodono,Sda 4,000,000 Musholla Al Ikhlas,Plumbungan,Sukodono,Sda 4,000,000 Masjid Nurul Yaqin,Taman Aloha,Sukodono,Sda 5,000,000 Masjid Darussalam,Berbek,Waru,Sda 5,000,000 Masjid Al Ikhlas, Wedoro Utara,Waru,Sda 5,000,000 Program Imam Masjid 26,451,700 Masjid Al-Falah,Jbr 1,000,000 Yayasan Masjid Al Falah Sby 65,509,700 + SubTotal 157,878,200 IV YATIM Terdiri dari : Rp PA Assalam,Babadan Rukun,Krembangan,Sby 3,000,000 YPA Aisyahtong Mariyam,Perlis Selatan,Sby 2,000,000 PA Al Ikhlas,Jolotundo,Trawas,Mjkt 3,000,000 PA Anak Luar Biasa Asih,Karangrejo,Wungu,Mdn 3,000,000 Yaptunik Darmokali Sby 1,000,000 PA Istiqomah Sedati, Sda 1,000,000 Program Cinta Yatim YDSF,Jbr 10,094,948 Program Cinta Yatim YDSF,Sby 21,066,000 + SubTotal 44,160,948 V KEMANUSIAAN Terdiri dari Program Bina Tani Peternak Program Pemulung Sejahtera Bantuan Kemanusiaan Layanan Kesehatan Sosial,Jbr Layanan Kesehatan Sosial,Sda Layanan Kesehatan Sosial,Sby SubTotal VI MUSTAHIQ ZAKAT Terdiri dari : Fakir miskin Muallaf Fisabilillah SubTotal VII BIAYA OPERASIONAL VIII BIAYA ADMINISTRASI UMUM IX BIAYA PUBLIKASI & SOSIALISASI ZAKAT X INVESTASI DALAM AKTIVA TETAP XI BIAYA LAIN-LAIN Total Pengeluaran Rp 14,960,000 40,297,800 12,912,800 2,577,168 2,000,000 82,498,400 +

155,246,168

Rp 92,198,400 88,986,000 +

181,184,400 239,785,589 50,637,364 23,537,200 59,950,000 1,346,720+

2,913,241,447

Al Falah Juli 2010

39

Sebagai lembaga amil zakat, YDSF berupaya menggalakkan gerakan sadar zakat. Berikut ini sebagian tanya-jawab zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS). >> Konsultasi: SMS 0811 333 210 >> E-mail: konsultasiydsf@yahoo.com

Yatim Seperti Apa Yang Harus Disantuni?
Assalamualaikum ustadz yang dirahmati Allah. Saya mau menanyakan apakah anak yatim yang ibunya sudah menikah lagi masih disebut anak yatim dan wajib disantuni? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum. Andy
Jawab Wa ' a l a i k u m u s s a l a m Wr. W b . Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa Rasulillah, amma ba'du: Anak yatim adalah seorang anak yang ayah kandungnya meninggal dunia, baik ibu kandungnya juga meninggal (yang biasa disebut di masyarakat kita dengan yatim piatu) atau tidak, dan baik ibu kandungnya masih tetap menjanda ataupun sudah menikah lagi. Semua kondisi itu tidak mempengaruhi status keyatiman seorang anak yatim. Karena faktor penentu status keyatiman adalah meninggalnya sang ayah kandung dan bukan faktor sang ibu atau yang lainnya. Dan selama seorang anak masih menyandang status yatim, maka selama itu pula ia berhak disayang,

dikasihi dan ‘disantuni’. Namun bentuk kasih sayang dan ‘santunan’ ini yang bisa berbeda-beda antara satu anak yatim dengan anak yatim yang lainnya. Misalnya antara anak yatim yang sekaligus diting gal wafat i bu kandungnya dengan yang ibunya masih ada. Tentu saja berbeda. Dan juga antara anak yatim miskin dan anak yatim kaya.Tentu saja juga berbeda bentuk dan tingkat ‘santunan’ yang berhak didapat oleh masing-masing. Nah, tentu demikian pula antara anak yatim yang telah memiliki ayah tiri sebagai pengganti ayah kandungnya dan yang lainnya yang ibunya masih teta p m e n j a n d a . D a n b e g i t u seterusnya. Demikian jawaban singkat kami, semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Wallahu a'lam, wa Huwal Muwaffiq ilaa aqwamith-thariiq, wal Haadii ilaa sawaa-issabiil.{}

Apakah Kendaraan Kena Zakat?
Saya punya beberapa pertanyaan: 1. Rekan saya punya sepeda motor untuk bekerja sehari-hari. Dia membelinya dengan cara mengangsur yang kini telah berjalan separuh dari masa pelunasan. Apakah ia harus menzakati motornya? 2. Saya memiliki perhiasan emas. Sebagian saya pakai, sisanya saya simpan untuk jaga-jaga jika ada keperluan mendadak. Apakah saya harus membayar zakat emas itu? Jika ya, berapa besarnya? Atas penjelasan Ustadz, saya ucapkan terima kasih. WG
Dan ketentuan zakat bagi kendaraan sewaan seperti ini sebagai berikut: besar nishabnya (nilai minimal kena zakat) sama dengan nilai nishab hasil pertanian yaitu senilai 5 wasaq atau 653 kg beras (dihitung dari hasil sewa) dan zakat yang harus dibayarkan sebesar 5 persen dari hasil usaha/sewa. 2. Perhiasan emas yang terkena wajib zakat adalah perhiasan yang disimpan. Dengan ketentuan bahwa berat perhiasan itu telah mencapai nishab (kurang lebih 85 gr) dan telah disimpan selama 1 tahun. Jika ketentuan tersebut telah terpenuhi, maka harus dikeluarkan zakatnya adalah sebesar 2,5 persennya. Kewajiban tersebut berlaku setiap tahun selama ketentuannya masih terpenuhi. Adapun perhiasan yang diperlukan untuk dipakai wanita, tidak terkena wajib zakat. Demikian jawaban singkat kami, semoga bisa dipahami dan bermanfaat. Wallahu a'lam, wa Huwal Muwaffiq ilaa aqwamith-thariiq, wal Haadii ilaa sawaa-issabiil.{}

Jawab Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu 'alaa Rasulillah, amma ba'du: 1. Kendaraan yang diperlukan sendiri tidak terkena wajib zakat, baik dibeli tunai maupun kredit. Adapun kendaraan yang terkena wajib zakat adalah kendaraan yang dikembangkan/diusahakan dan menghasilkan laba (disewakan atau direntalkan misalnya).

40

Al Falah Juli 2010

foto: ist.

Kita Serius Apa Nggak Sih?!
cara arisan PKK di RT 3 itu dipenuhi celoteh ibu-ibu soal berita tayangan televisi tentang pelecehan terhadap perempuan. Angkutan umum, kata berita, menjadi tempat yang nyaman bagi pria untuk melakukan hal-hal yang berbau melecehkan perempuan. “Ironisnya jarang ada korban pelecehan yang berani melawan atau berteriak. Kebanyakan korban melapor ketika hendak turun,” kata seorang ibu. “Kaum wanita sebaiknya mengusulkan ada pemisahan penumpang laki-laki dan perempuan agar tak ada pelecehan.” “Wah, kayak di masjid saja!” sambar ibu lainnya disambut gerr bareng. “Looo, sampeyan itu ndeso. Di negara maju seperti Jepang saja, sudah disediakan kereta khusus untuk perempuan. Alasannya ya itu tadi, untuk melindungi perempuan dari kejahilan laki-laki!” cetusnya dengan nada tinggi. “ M a ks u d ku , i n i ka n za m a n emansipasi. Jangan menganggap wanita mahluk lemah!” “Wah, njenengan salah memahami emansipasi. Ini gara-gara televisi waktu Hari Kartini menayangkan seorang ibu sambil menggendong anaknya menjadi tukang tambal ban. Juga ibu penarik becak disebut emansipasi. Menurut saya itu penganiayaan, pelecehan terhadap martabat ibu, tidak punya rasa hormat pada perempuan!” “Kita juga jangan bangga membaca berita di koran ada gadis Arab-Amerika berusia 24 tahun meraih gelar Miss USA 2010. Rima Fakih dari Dearborn, Michigan itu memenangi kontes kecantikan di Planet Hollywood Resort & Casino di Las Vegas setelah berlenggak-lenggok dalam bikini.” “Saya juga baca Jeng. Pada sesi wawancara, Rima ditanya pendapatnya mengenai pil antihamil yang berharga mahal, ia menjawab: ‘pil antihamil seharusnya dibayar oleh asuransi kesehatan’.” “Publikasi besar-besaran seperti itu bisa mengecoh dan menggelincirkan anak-anak gadis kita. Berani tampil berbikini di depan jutaan pasang mata

Oleh: Zainal Arifin Emka*

laki-laki dan bicara tentang arti pentingnya pil antihamil, seolah itulah ukuran sebuah kemajuan.” “Waduh, pernyataan njenengan itu menempatkan perempuanlah penggoda iman laki-laki. Kok jadi perempuan terus yang disalahkan!?” “Memangnya untuk apa mereka memamerkan keindahan tubuhnya?!” “Sudah-sudah. Hubungannya Miss Amerika dengan pelecehan di angkutan umum itu apa?!” celetuk Ketua PKK dengan nada jenaka. “Yaaa, kalau di tempat umum sebaiknya kita berpakaian tertutup, tidak menonjolkan bagian tubuh yang bisa disalahartikan seperti mengundang atau menantang.” “Loooo, mbalik lagi perempuan yang disalahkan!” “Maksudku, supaya perempuan dihargai bukan hanya karena bentuk fisiknya, tapi karena perilaku dan kecantikan yang memancar dari kepribadiannya. Kan itu yang bisa menimbulkan rasa hormat, Bu,” katanya setengah menghiba. “Saya sedih anak saya kemarin jalanjalan ke mal bercelana pendek. Katanya lagi ngetren. Saya disuruh lihat artisartis di televisi yang memang banyak hanya bercelana pendek ketat.” “Kita orangtua ini memang bukan lagi idola anak-anak Bu. Bahkan juga bukan idola anak-anak kita sendiri.” “Karena itulah seharusnya para artis bisa menjadikan dirinya sebagai teladan. Jangan malah bikin ulah aneh-aneh yang justru merangsang perilaku buruk anakanak remaja yang menjadikannya idola.” “Tapi ndak semua artis kita begitu lo. Ada juga artis-artis besar yang dihormati bukan karena bentuk indah t u b u h ny a , t a p i k a r e n a k a r y a keartisannya. Yang mengandalkan bentuk tubuhnya karena memang cuma itu modal yang ia punya. Biasanya hanya tampil seumur jagung dan segera dilupakan orang.” “Lepas dari soal perempuan itu pelaku atau korban, yang jelas perempuan punya peran penting dalam menegakkan moral. Bung Karno dalam satu pidatonya menyebut perempuan

sebagai tiang negara, bila baik perempuan, maka tegaklah suatu negara. Dan sebaliknya, begitu kata beliau!” “Kok dungaren nyebut Bung Karno?” “Itu kan Presiden kita juga!” “Ya, kita memang sedang prihatin dengan kian tergerusnya nilai-nilai etika dan moralitas di berbagai bidang kehidupan. Di bidang ekonomi, etika dan moralitas telah hilang ke arah perilaku monopolistik dan penumpukan kekayaan pada orang tertentu. Di bidang politik, demokrasi ditandai kebebasan berpendapat dengan mengabaikan etika. Di bidang budaya, kita terjebak pada budaya materialistik dan sekularistik, melupakan nilai spiritual dan akal sehat.” "Itu yang membuat masyarakat mulai kehilangan kemuliaan akhlak, kepedulian pada sesama, dan kepekaan nurani," kata Bu RT tiba-tiba. “Saya sedih, sesungguhnya kita ini serius apa nggak sih ingin menjadi bangsa yang besar, yang dihormati. Kita ini selalu bersikap reaktif. Ketika ada video porno artis, kita baru ribut m e ra z i a . Ta p i to nto n a n ya n g memamerkan tubuh-tubuh terbuka, adegan peluk cium yang hanya pantas dilakukan di ruang-ruang pribadi, diumbar dengan bebas di ruang publik.” “Sedihnya, setiap hari anak-anak kita disuguhi kekotoran dan sampah semacam itu hanya demi keuntungan dan kekayaan segelintir orang. Anakanak kita yang polos itu menjadi korbannya!” “Saya kaget laporan sampai Juni 2008, di Indonesia 57 persen total kasus AIDS berusia 15-30 tahun. Pria yang berhubungan dengan pelacur, 50 persen berusia kurang dari 30 tahun dan belum menikah.” “Kita ini serius apa nggak sih?!”
*) Ketua Stikosa-AWS; Staf Ahli Al Falah za_emka@yahoo.co.id Al Falah Juli 2010

foto: ist.

41

Ayah memiliki peran strategis dalam memimpin keluarga. Al Falah bekerja sama dengan Neno Educare menampilkan Harmoni yang berisi refleksi tentang peran sentral ayah. Diasuh oleh Neno Warisman, artis sekaligus edukator anak dan keluarga. Email: nenoeducare@yahoo.com

Maghfira, Raudya, Dr. Tauhid, Pak Munir, Dan Giffari
Maghfira dan Raudya, dua gadis remaja s ay a , i k u t l o m b a fo t o y a n g diseleng garakan oleh CNOOC. Sebenarnya si h bukan lomba. Perusahaan tempat ayah mereka bekerja itu memiliki tradisi membuat kalender tahunan yang disusun dari foto-foto pilihan hasil jepretan keluarga CNOOC sendiri. Begitu ceritanya. Maka Maghfira dan Raudya pun ikut menjadi peserta dan mereka termuda di acara tersebut rupanya. Menurut saya yang lumayan sering melihat pameran foto, hasil jepretan yang dua remaja manis ini hasilkan boleh jugalah diunggulkan. Apalagi kalau jurinya saya, haha... Akan terjadi ka-ka-ennn (KKN) deeeeh... Astaghfirullah...astaghfirullah... Almarhummah ibunda saya, Mama Ida, kerap menegur langsung ketika anak-anaknya ngomong sembarangan. Pesan beliau, "Nanti menyesal kalau diizinkan Allah." Jadi kalau habis ngomong sembarangan, kami diajarkan untuk istighfar. Hmm, luar biasa ya ibuibu kita. Mereka memiliki kekuatan tauhid yang tidak sekadar teori, tapi dilakukan. Dan bukan hanya ibu yang memiliki sikap terpuji seperti itu, melainkan juga ayah. Pasti. Baru saja saya berkenalan dengan seorang ayah di Bandung yang membuat saya terkesima. Sesuai dengan nama yang diberikan oleh orang tuanya, dokter yang mengambil jenjang akademis berikutnya di bidang biologi ini, dan tidak mau praktek menjadi dokter karena tidak mau menjadi budak pabrik obat ini, hhh...panjang ya...- merupakan hamba pilihan. Dengan gelar tinggi dan keahlian yang cukup untuk membuat sombong, beliau malah sangat sangat rendah hati. Di hadapan manusia dan apalagi di hadapan ALLAH. Tidak canggung beliau naik ompreng, nyengklak di atas sadel motor, hadir di jamaah-jamaah kecil, mengurus dan membina para tunanetra berbakat, memantik api semangat mahasiwa untuk menjadi peneliti dan pemenang penelitian, menerangkan tanpa bosan siapapun saja yang ingin tahu rahasia-rahasia Allah di balik alam semesta. Dr. Tauhid Azhar namanya. Beliau menulis buku yang kontroversial Kalau sakit jangan ke dokter (untuk judul aku konfirmasi dulu! Tiba-tiba lupa! Padahal aku baca). Kepada mahasiswa-mahasiswanya, ia buka paradigma baru untuk menjadi dokter yang lebih manusiawi. Maka Thibbun Nabawi (pengobatan ala Nabi) pun menjadi pilihan setelah asumsi dasar pertama dilewati, yaitu percaya pada kemampuan tubuh untuk menjaga dirinya dengan kita memerhatikan nutrisi, menjauhkan diri dari makanan pabrik, pola hidup yang bersih dan pola pikir yang positif serta pola reliji yang benar. Maka, jika penyakit datang, setelah semua ikhtiar preventif, ada dua tindakan: mengobati dengan cara Nabi dan bertawakkal. Jika sangat terpaksa, barulah mengambil alternatif paling buncit: obat dokter atau obat kimia. Itu pun hanya untuk darurat saja. Jika keadaan telah menjadi lebih baik, maka herbal menjadi pilihan yang diutamakan. Begitulah keindahan pilihan sang dokter ilmuwan ini. Subhanallah. Kembali pada Maghfira dan Raudya dan lomba foto mereka, Ayah. Episode berikutnya, dua malam berturut-turut setelah pengambilan gambar dengan objek budaya dan tradisi Indonesia itu, dua gadis pun bekerja di komputer mereka untuk memilih 10 foto yang mereka harus kirim ke panitia. Pagi harinya di meja makan, tempat paling seru bagi kami bertukar cerita dan

pengalaman, ada dialog yang mengesankan. Saya katakan persis seperti di awal tulisan, "Foto-foto kalian itu layak untuk menang, lho!" Maghfira berkomentar, "Ya iyyalah karena Bunda ibu kita, ya kita selalu baik ajaaaa...". Kami pun tertawa bersama. Dan sebuah kalimat pendek meluncur berikutnya dari mulut Raudya, sang adik, "Kita ikut ‘kan bukan untuk mencari kemenangan, Bunda..." Saya terdiam. Saya menatap wajah dua remaja saya satu persatu. Saya juga teringat pada Dokter Tauhid. Saya teringat pada Pak Munir aktivis HAM yang terbunuh, saya ingat putra sulung saya di Syria y a n g b a r u s a j a m e n ga j u ka n keinginannya untuk pindah dari ma’had sebelumnya ke lughoh yang dikelola pemerintah karena ingin mendapat igomah (izin tinggal) namun berdampak biaya sedikit lebih mahal. Namun hanya dua hari kemudian, ia meng-email saya dan mengurungkan niatnya. Ia memilih biaya kelebihan itu diberikan pada dua teman sekamarnya yang sangat membutuhkan biaya sekolah. Seorang remaja 17 tahun yang tidak ingin menang sendiri, my lovely Giffari Zakka Waly... Hhh...saya merenungi diri saya sendiri yang kerap masih sakit hati jika menerima kekalahan, ketidakberuntungan, keterbatasan, ...hmmmh... Saya malu pada Maghfira dan Raudya, saya malu pada Pak Munir, saya malu pada para pejuang Fissabilillah... Orang-orang yang sederhana menerjemahkan hidup, bukan untuk selalu menang dari yang lain, tetapi menjadi bermanfaat. Dan semua itu merupakan citraan tauhid yang mengakar kuat. Seperti Dokter Tauhid, seperti Giffari, seperti ayahayah pembaca Al Falah ini juga...

42

Al Falah Juli 2010

Dapatkan Sirah Nabawiyah
(karya Syaikh Shafiurrahman Al Mubarakfury), juara 1 Lomba Penulisan Sejarah Kenabian Muhammad saw. tingkat Internasional.

Perjalanan hidup Rasulullah Muhammad saw. adalah lautan luas yang membentang dengan kebeningan airnya yang kebiruan. Di sana tersimpan pesona alami

Segera miliki dan jadikan pendamping Anda dalam mencari teladan sejati.

Caranya: 1. Bagi donatur lama Naikkan infaq rutin Anda minimal Rp 15.000 mulai Juli 2010 Contoh: infaq semula Rp 10.000/bulan menjadi Rp 25.000/bulan 2. Bagi donatur baru Mendaftar menjadi donatur rutin YDSF minimal Rp 25.000/bulan selama Juli 2010 Lebih lanjut hubungi kantor/petugas YDSF di Surabaya, Sidoarjo, Jember & Banyuwangi Manfaatkan pula saluran: • SMS ke 0816 15 44 55 56 >> Donatur lama Ketik: sirah <spasi> nomor induk donatur <spasi> nama <spasi> donasi terbaru Contoh: sirah 186350 fajar nadari 100.000 >> Donatur baru Ketik: sirah <spasi> nama <spasi> alamat+kota <spasi> donasi rutin Contoh: sirah khoirul amin trunojoyo 56 jember 25.000 • Online >> Homepage: www.ydsf.org >> email: layanan@ydsf.org >> www.facebook.com/ydsfku • Telepon: >> Surabaya: 031-505 6650 >> Sidoarjo: 031-807 0602 >> Jember: 0331-482 477 >> Banyuwangi: 0333-414 883

nan abadi. Tiada mata yang bosan yang memandang. Tiada hati yang jemu menikmati. Tiada berhenti orang yang menyelami.

dan investasi sosial dalam kemuliaan Ramadhan
Pilih dan ikuti program & aktivitas yang kami siapkan untuk Anda.
Paket Ramadhan Peduli • Takjil Kurma • Buka Puasa • Infaq Yatim • Infaq Ramadhan • Cinta Guru Quran • Wakaf Quran • Wakaf Quran Braille Rp 5.000 Rp 10.000 Rp 25.000 Rp 20.000 Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 60.000/juz

Bersama YDSF, tingkatkan ibadah

• Parcel Lebaran Dhuafa Rp 100.000 Gerai Zakat di Mall dan Perkantoran* • Surabaya • Sidoarjo • Jember : Matahari Tunjungan Plaza, Matahari Plaza Surabaya, Matahari Royal, Matahari PTC, WTC lt.1, JMP I : Ramayana Mall Sidoarjo, Lotte Mart Pepelegi, Giant Waru : Matahari , Carrefour, Golden Market mall
*dalam konfirmasi

• Banyuwangi : Giant, Hipermart, Ramayana

Aktifitas Layanan • Layanan Konsultasi & Ambil Zakat, Infaq dan Shodaqoh • Hot line : 031-505 6650, 7011 3008 (Surabaya) atau hubungi kantor YDSF di kota Anda Aktifitas Penyaluran • Penyaluran bantuan layanan mustahik 80 Lembaga masjid, sekolah, yatim, dan dakwah • Penyaluran zakat untuk 1.667 Guru Islam • Penyaluran bantuan 10 rumah yatim • Pondok ramadhan 250 anak dhuafa • Penyaluran 1.700 parcel lebaran • Penyaluran 30.000 paket buka puasa bersama jamaah dai desa & komunitas binaan • Penyaluran 10.000 takjil keliling • Iktikaf di kampung dai/Ramadhan di kampung bersama 50 dai binaan YDSF • Corporate Social Responsibility (CSR) Ramadhan • Tarhib (Songsong) Ramadhan 45 Dai • Penyaluran 2000 Al Quran Wakaf • Penyaluran 1000 Al Quran Braille

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->