P. 1
BAC-PPSD-6

BAC-PPSD-6

|Views: 678|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Tajudin Nur on Jul 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

B.

minimnya ketersediaan alat-alat pelajaran

C.

rendahnya kemampuan siswa dalam mengerjakan latihan

D.

kurangnya keberanian siswa di dalam mengajukan pertanyaan.
9.Cara yang paling utama untuk menentukan seberapa mendesaknya suatu
masalah untuk dipecahkan, dapat dilakukan guru dengan cara...
A.

mengkaji hasil-hasil belajar siswa

B.

mewawancarai siswa

C.

menganalisis daftar hadir siswa

D.

melakukan refleksi.
10.Masalah yang menjadi prioritas untuk dipecahkan melalui PTK adalah di
mana masalah tersebut …
A.

sangat penting dan bermakna bagi pembelajaran

B.

terjadi setiap hari dalam proses pembelajaran

C.

terkait dengan berbagai unsur di sekolah

D.

mencakup aspek-aspek yang luas

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang
terdapat di bagian akhir unit ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian
pergunakanlah rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda
tentang bahan ajar dalam sub unit ini.

Rumus Perhitungan:

Jumlah jawaban yang benar

Tingkat Penguasaan Anda =

X 100

10
Hasil perhitungan tersebut di atas dapat diberikan makna sebagai berikut:
Skor 90 – 100, berarti sangat baik
Skor 80 – 89, berarti baik
Skor 70 – 79, berarti cukup baik
Skor 0 – 69, berarti kurang

20

6.

Apabila skor Anda mendapat 80 ke atas, berarti bahwa penguasaan Anda tentang
bahan ajar dalam sub unit ini ”Baik” atau bahkan ”Sangat Baik”, maka Anda
dapat melanjutkan ke subunit berikutnya. Namun, apabila tingkat penguasaan
Anda masih mendapatkan skor di bawah 80, maka Anda disarankan untuk
mempelajari kembali sub unit ini, khususnya pada bagian-bagian yang belum
Anda kuasai dengan baik. Perhatikan pada nomor soal yang mana Anda masih
keliru menjawabnya.

21

6.

SUBUNIT 2

Menilai Kelayakan Hipotesis Tindakan

Subunit ini membahas tentang cara menilai kelayakan hipotesis tindakan
yang merupakan salah satu bagian penting dari langkah perencanaan PTK.
Pembahasan tentang penilaian hipotesis tindakan sesungguhnya adalah menilai
kelayakan tindakan sebagai suatu solusi pemecahan masalah yang dipilih, karena
pada hakekatnya hipotesis tindakan dalam PTK merupakan suatu tindakan yang
diduga akan dapat memecahkan masalah yang diteliti. Kecermatan guru di dalam
menentukan suatu tindakan merupakan bagian yang sangat penting untuk
menjamin terjadinya perubahan di dalam proses pembelajaran atau perbaikan
hasil belajar siswa. Karena itu bilamana guru dapat mengkaji kelayakan hipotesis
tindakan secara cermat, berarti ia telah mengantarkan proses pelaksanaan PTK
dengan benar. Dengan demikian akan mempermudah guru di dalam melakukan
tindakan-tindakan perbaikan melalui PTK yang dilaksanakannya. Oleh sebab itu
Anda diharapkan dapat mengkaji secara seksama subunit ini, mengerjakan
latihan-latihan yang disediakan serta menyelesakan tes formatif pada bagian akhir
subunit ini. Setelah menyelesaikan kegiatan belajar pada subunit ini Anda
diharapkan dapat menjelaskan cara mengkaji atau menilai kelayakan hipotesis
tindakan sebagai bagian dari langkah-langkah yang harus ditempuh dalam
merencanakan penelitian tindakan kelas. Pemahaman akan langkah-langkah ini
akan sangat membantu Anda dalam menyusun rencana dan melaksanakan PTK
selanjutnya.

A. Memahami Hipotesis Tindakan

Sebelum kita membahas hipotesis tindakan di dalam PTK, terlebih dahulu
mari kita cermati beberapa hal yang berkaitan dengan hipotesis penelitian secara
umum, agar Anda memiliki wawasan dan selanjutnya benar-benar memahami
karakteristik khusus dari hipotesis tindakan dalam PTK.

22

6.

Secara umum, hipotesis dapat diartikan sebagai dugaan tentang hubungan
dua variabel atau lebih (Kerlinger, 1993). Hipotesis juga dapat diartikan sebagai
jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai
terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 1998:67). Hipotesis selalu
mengambil bentuk kalimat pernyataan dan menghubungkan secara umum maupun
khusus variabel yang satu dengan variabel yang lain. Di dalam penelitian ilmiah,
hipotesis merupakan alat yang penting. Ada tiga alasan yang menopang alasan ini.
Pertama, hipotesis dapat dikatakan sebagai piranti kerja teori. Hipotesis dapat
dijabarkan dari teori-teori dan dari hipotesis lain. Kedua, hipotesis dapat diuji dan
ditunjukkan kemungkinan betul dan salahnya, yang diuji adalah relasi
(hubungan). Karena hipotesis adalah proposisi relasional inilah yang merupakan
alasan utama mengapa ia digunakan di dalam telaah ilmiah. Pada intinya yang kita
susun untuk menguji relasi antara A dan B adalah prediksi-prediksi yang
berbentuk “Jika A maka B”. Ketiga, hipotesis adalah alat yang besar dayanya
untuk memajukan pengetahuan. Ia demikian pentingnya, sehingga kita berani
mengatakan bahwa jika tidak ada hipotesis tidak akan pernah ada ilmu
pengetahuan dalam arti yang sepenuh-penuhnya (Kerlinger, 1993). Hipotesis
mengarahkan telaah, karena di dalam hipotesis kita merangkai-rangkaikan segi-
segi teori yang kita uji, menyusunnya menjadi wujud tertentu yang
memungkinkan pengujian atau mendekati kemungkinan pengujian.
Bilamana peneliti telah mengkaji secara mendalam masalah penelitiannya,
maka ia mencoba merumuskan teori sementara yang kebenarannya masih perlu
diuji. Peneliti harus berpikir bahwa hipotesisnya itu dapat diuji. Untuk selanjutnya
peneliti akan bekerja berdasarkan hipotesis yang telah ia rumuskan. Peneliti
mengumpulkan data yang ia perlukan untuk membuktikan hipotesis. Berdasarkan
data yang terkumpul, peneliti akan menguji apakah hipotesis yang dirumuskannya
dapat naik status menjadi tesa, atau sebaliknya tumbang sebagai hipotesis,
bilamana ternyata tidak terbukti. Hal penting yang perlu diperhatikan peneliti
adalah bahwa dirinya tidak boleh mempunyai keinginan atau ambisi agar
hipotesisnya terbukti sehingga ia melakukan pengumpulan data yang hanya
membantu mencapai keinginannya tersebut, atau memanipulasi data sedemikian

23

6.

rupa sehingga mengarah pada keterbuktian hipotesis. Sebagai peneliti ia harus
memegang teguh sikap obyektif di dalam pengumpulan data dan melaksanakan
langkah-langkah lainnya di dalam penelitian.
Di atas telah dijelaskan bahwa hipotesis mempunyai kedudukan yang
penting didalam penelitian. Oleh sebab itu perumusan hipotesis harus dirumuskan
dengan jelas. Borg & Gall (2003), mengajukan beberapa persyaratan untuk
merumuskan hipotesis:
1. Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat tetapi jelas.
2.

Hipotesis harus dengan nyata menunjukkan adanya

hubungan antara dua atau
lebih variabel.

3.

Hipotesis harus didukung oleh teori yang
dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan.
Dari pembahasan di atas, Anda telah memperoleh gambaran umum
tentang hipotesis. Meskipun tidak seluruhnya sama, akan tetapi pengertian dan
prinsip-prinsip dasar hipotesis secara umum di atas dapat dijadikan kerangka
dasar untuk memahami hipotesis tindakan dalam PTK. Pengertian hipotesis
tindakan sedikit berbeda dengan hipotesis konvensional seperti diuraikan di atas.
Jika hipotesis konvensional menyatakan adanya hubungan antara dua variabel
atau lebih, atau menyatakan adanya perbedaan antara dua variabel atau lebih.
Hipotesis tindakan tidak menyatakan demikian, Hipotesis tindakan hendaknya
dipahami sebagai suatu dugaan yang bakal terjadi jika suatu tindakan dilakukan
(Sudarsono, 1997:9). Sebagai contoh: “jika intensitas latihan membuat kalimat
ditingkatkan, maka siswa akan lebih mudah menyusun suatu karangan”. Contoh
lain, “bilamana pada setiap akhir pelajaran IPS guru melibatkan siswa dalam
menyimpulkan pelajaran, maka kemampuan siswa mengingat materi yang telah
dibahas akan lebih bertahan lama”. Dari contoh ini, hipotesis tindakan merupakan
tindakan yang diduga akan dapat memecahkan masalah yang diteliti. Dari contoh
pertama tindakan yang dilakukan melalui PTK dapat mengatasi rendahnya
kemampuan siswa dalam mengarang. Sedangkan melalui tindakan yang

24

6.

dirumuskan dalam bentuk hipotesis kedua diduga dapat mengatasi masalah
rendahnya kemampuan siswa dalam mengingat pelajaran yang telah disampaikan.
Hipotesis tindakan harus dibuat atau dirumuskan dengan melakukan kajian
terhadap teori, atau dengan mengkaji pengalaman dalam praktik pembelajaran
yang telah dilakukan. Beberapa pakar menyarankan agar dalam merumuskan
hipotesis tindakan guru dapat melakukan beberapa bentuk kegiatan.
1.Kajian literatur khususnya teori pendidikan atau pembelajaran.
2.Kajian hasil-hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan.
3.Kajian hasil diskusi dengan rekan sejawat, pakar, peneliti dll.
4.Kajian pendapat dan saran pakar pendidikan
Melakukan kajian literatur merupakan suatu kegiatan dimana guru sebagai
peneliti berupaya menghimpun, memilah dan menganalisis berbagai sumber
tulisan. McMillan dan Schumecher (20001), melihat pentingnya peran kajian
literatur ini karena kegiatan ini akan membantu peneliti menetapkan secara cermat
signifikansi masalah yang akan diteliti sehingga akan semakin mampu
membimbing pikiran peneliti untuk membatasi masalah penelitiannya,
mengembangkan rencana penelitian, memilih metode dan alat ukur yang tepat
serta mengembangkan hipotesis. Telaahan literatur secara keseluruhan juga akan
memberikan bekal bagi peneliti dalam rangka melihat secara kritis masalah yang
akan ia kaji, sehingga guru dan peneliti tidak berada dalam kekosongan karena
telaahannya akan memberikan arah agar dirinya selalu mampu bersikap kritis,
menjauhi sikap dogmatis dan emosional serta kepentingan dirinya sendiri.
Telaahan literatur juga memberikan isyarat agar tidak terjadi reflikasi atau
pengulangan yang tidak perlu. Bilamana kajian literatur dilakukan secara cermat,
maka guru akan mendapatkan informasi yang kaya, dan begitu banyak hal-hal
yang baru. Cobalah Anda diskusikan lebih dalam dengan rekan-rekan Anda
manfaat lain dari kajian literatur atau kajian teori sehingga akan semakin
memperkokoh hipotesis tindakan Anda. Di samping itu Anda akan lebih percaya
diri untuk melakukan tindakan perbaikan yang akan Anda kembangkan melalui
PTK.

25

6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->