P. 1
SOLAR SEL

SOLAR SEL

|Views: 702|Likes:
Published by Siti Marwah Syarif
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN II

KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN SEL SURYA

Oleh : 1. Riyanto 2. M. Teguh Sutrisno 3. Indri Kurniasih 4. Gita Anggit H1C004006 H1C004007 H1C004003 H1C004014

Tanggal Praktikum : 17 April 2007 Asisten : Drs. Agus Yanto M.Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA PURWOKERTO 2007

KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN SEL SURYA Oleh : Riyanto, M Teguh Sutrisno, Indri Kurniasih, Gita Anggit Abstrak Praktikum karakteristik
LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN II

KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN SEL SURYA

Oleh : 1. Riyanto 2. M. Teguh Sutrisno 3. Indri Kurniasih 4. Gita Anggit H1C004006 H1C004007 H1C004003 H1C004014

Tanggal Praktikum : 17 April 2007 Asisten : Drs. Agus Yanto M.Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA PURWOKERTO 2007

KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN SEL SURYA Oleh : Riyanto, M Teguh Sutrisno, Indri Kurniasih, Gita Anggit Abstrak Praktikum karakteristik

More info:

Published by: Siti Marwah Syarif on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN II

KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN SEL SURYA

Oleh : 1. Riyanto 2. M. Teguh Sutrisno 3. Indri Kurniasih 4. Gita Anggit H1C004006 H1C004007 H1C004003 H1C004014

Tanggal Praktikum : 17 April 2007 Asisten : Drs. Agus Yanto M.Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA PURWOKERTO 2007

KARAKTERISTIK ARUS DAN TEGANGAN SEL SURYA Oleh : Riyanto, M Teguh Sutrisno, Indri Kurniasih, Gita Anggit Abstrak Praktikum karakteristik arus dan tegangan sel surya bertujuan mendapatkan kurva karakteristik sel surya yaitu hubungan antara arus (I) dan tegangan (V) untuk berbagai intensitas cahaya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa arus yang dihasilkan sebanding dengan intensitas cahaya yang mengenai sel surya dan dari kurva karakteristik sel surya dapat diketahui besarnya gaya gerak listrik (Ess) dari sel surya yaitu sebesar 1,75 volt dan hambatan-dalam sel surya (r) adalah 3,43 – 5,83 kΩ . Kata kunci: karakteristik sel surya, gaya gerak listrik, hambatan-dalam.

Abstract Characteristic current and voltage solar cell experiment aim to get characteristic curve of solar cell that is relation between current ( I) and voltage ( V) to various light intensity. The result indicate that proportional yielded current with light intensity which hitting of solar cell and from characteristic curve of solar cell obtained value electro motive force ( Ess) of solar cell that is equal to 1,75 volt and internal resistance of solar cell ( r) equal to 3,43 – 5,83 kΩ. Keyword: solar cell characteristic, electro motive force, internal resistance.

BAB I PEDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sel surya merupakan sebuah piranti yang mampu mengubah secara langsung energi cahaya menjadi energi listrik. Proses pengubahan energi ini terjadi melalui efek fotolistrik. Efek fotolistrik adalah peristiwa terpentalnya sejumlah elektron pada permukaan sebuah logam ketika disinari seberkas cahaya (Krane, 1992). Gejala efek fotolistrik dapat diterangkan melalui teori kuantum Einstein. Menurut teori kuantum Einstein, cahaya dipandang sebagai sebuah paket energi (foton) yang besar energinya bergantung pada frekuensi cahaya. Pada sel surya energi foton akan diserap oleh elektron sehingga elektron akan terpental keluar menghasilkan arus dan tegangan listrik. Arus(I) dan tegangan(V) yang dihasilkan ketika sel memperoleh penyinaran merupakan karakteristik setiap sel surya. Karakteristik ini selalu disajikan dalam bentuk kurva hubungan I dan V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sel surya dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu permukaan sel. Dalam praktikum ini akan akan dilakukan pengamatan untuk membuktikan ketergantungan karakteristik sel surya pada suhu kamar terhadap variasi intensitas cahaya. 1.2 Tujuan Praktikum Praktikum Karakteristik Arus dan Tegangan Sel Surya bertujuan untuk: 1. dan V. 2. 3. Menentukan gaya gerak listrik (ggl) yang dihasilkan dari sel surya. Menentukan hambatan dalam (r) dari sel surya. Melakukan pengukuran karakteristik sel surya terhadap variabel intensitas cahaya dan menggambarkannya dalam bentuk kurva hubungan I

1.3 Dasar Teori Pada umumnya sel surya terbuat dari bahan semikontor. Salah satu bahan sel surya adalah kristal silikon (c-Si). Bahan ini merupakan silikon murni (elektron valensi 4) yang diberi pengotoran (impuriti) bervalensi 3 sehingga menjadi silikon tak murni (kekurangan sebuah elektron). Silikon jenis ini kemudian diberi nama silikon tipe-p. sebuah silikon murni yang diberi pengotoran bervalensi 5 (kelebihan sebuah elektron) juga menghasilkan silikon tipe-n. Sambungan kedua jenis silikon ini akan membentuk persambungan (junction) PN. Pada batas sambungan akan timbul sebuah celah energi atau energy gap (Eg) yang membatasi pita valensi dengan pita konduksi. Pada semikonduktor c-Si, energi-gapnya sebesar 1,11 eV, artinya bila elektron pada pita valensi Si memperoleh energi foton yang lebih besar dari 1,11 eV maka elektron tersebut akan mampu melewati celah energi dan berpindah menuju pita konduksi (Beaser, 1992). Perpindahan elektron-elektron ini menyebabkan terjadinya aliran elektron pada pita konduksi hingga terjadilah aliran arus listrik. Deskripsi matematis yang merupakan syarat agar elektron berpindah dari pita valensi ke pita energi dinyatakan dalam bentuk
E = hυ > E g

(1)

dengan h dan υ

masing-masing adalah konstanta Planck ( 6,63 × 10 − 34 Js) dan

frekuensi cahaya yang jatuh pada permukaan sel surya. Frekuensi ini dapat dinyatakan sebagai hubungan c λ

υ =

(2)

untuk c dan λ masing-masing menyatakan laju dan panjang-gelombang cahaya. Perpindahan elektron-elektron dari pita valensi ke pita konduksi menimbulkan dua macam gerak pembawa muatan, yaitu gerak elektron-elektron pada pita konduksi dan gerak hole (lubang) pada pita valensi dengan arah gerak kedua pembawa muatan

tersebut saling berlawanan. Total gerak pembawa muatan tersebut menimbulkan arus listrik pada rangkaian luar yang secara sederhana dilukiskan pada Gambar 1.

Gambar 1. Proses pembangkitan arus listrik pada sel surya

Arus keluaran (I) serta tegangan (V) yang dihasilkan ketika sel memperoleh penyinaran merupakan karakteristik setiap sel surya. Karakteristik ini selalu disajikan dalam bentuk kurva hubungan I dan V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisrik sel surya dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu permukaan sel. Kurva I-V yang merupakan karakteritik tersebut tersaji dalam Gambar 2.

Gambar 2. Pengaruh intensitas cahaya terhadap karakteristik arus-tegangan sel surya

Dari gambar 2 terlihat bahwa arus keluaran (I) berbanding lurus dengan intensitas cahaya, sedangkan tegangan (V) berubah secara logaritmik. ISC menyatakan arus hubung singkat dan VOC menyatakan tegangan listrik rangkaian terbuka. Arus dan tegangan maksimun terjadi pada saat sel surya menghasilkan daya ( jumlah watt ) maksimum. Rangkaian alat Susunan rangkaian alat pada praktikum ini dapat dilihat pada Gambar 3.

A

Rs

V

Gambar 3. Skema susunan peralatan uji arus dan tegangan sel surya

Bila dirunut secara matematis berdasar konsep hukum Ohm, maka dapat ditentukan besarnya kuat arus I yang mengalir dalam rangkaian, yaitu I= E SS − V r (3)

dengan Ess adalah ggl sel surya ketika dikenai cahaya. r adalah hambatan dalam sel surya. V adalah beda tegangan yang besarnya diatur oleh hambatan geser (Rs) dan I adalah arus keluaran sel surya. Sebagai catatan, jika Rs besar, maka nilai V = Voc ≅ E ss sehingga I = 0, Rs kecil, maka nilai V = 0 sehingga I = Isc

BAB II METODE 2.1 Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan pada tanggal 17 April 2007 di Laboratorium Fisika Eksperimen II, Jurusan Fisika Program Sarjana MIPA, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. 2.2 Alat Dan Bahan Alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah:       1 Unit sel photovoltaic ( ukuran 20 mm x 20 mm ) 1 Buah Metra Max 2 untuk Voltmeter 1 Buah MMD untuk Ammeter 1 Rheostat ( tahanan geser ) 1 Buah lampu Philip ( 23 Watt ) Beberapa kabel penghubung .

2.3 Prosedur Kerja 1. Menyusun rangkaian seperti pada gambar 3. 2. Menempatkan lampu philip di depan sel surya pada jarak 25 cm. 3. Menyalakan lampu. 4. Mengatur tahanan geser Rs hingga diperoleh arus dan tegangan sel surya. 5. Mencatat nilai tegangan yang terbaca pada voltmeter. 6. Mencatat nilai arus yang terbaca pada ampermeter. 7. Menggambarkan kurva V terhadap I. 8. Mengulangi semua prosedur diatas untuk intensitas cahaya yang berbeda.

Diagram Alir

Mulai

Menyusun rangkaian seperti pada gambar 3

Menempatkan lampu di depan sel surya pada jarak 25 cm

Menyalakan lampu dan mengatur intensitas cahaya

Mengatur tahanan geser Rs

Mencatat nilai tegangan yang terbaca pada voltmeter

Mencatat nilai arus yang terbaca pada ampermeter

Tidak

Apakah tahanan geser ( Rs) sudah maksimal?

Ya Tidak
Apakah sudah dilakukan untuk 3 intensitas yang berbeda ?

Ya Selesai

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Praktikum
intensitas1 I (mA) 0,51 0,51 0,51 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,49 0,49 0,48 0,48 0,46 0,46 0,45 0,43 0,42 0,4 0,38 0,36 0,33 0,3 0,27 intensitas2 I (mA) 0,43 0,43 0,44 0,43 0,43 0,43 0,43 0,42 0,42 0,42 0,42 0,42 0,41 0,41 0,41 0,4 0,39 0,38 0,36 0,34 0,33 0,31 0,3 0,26 0,25 intensitas3 I (mA) 0,3 0,3 0,3 0,29 0,29 0,29 0,29 0,29 0,29 0,29 0,29 0,28 0,28 0,28 0,28 0,27 0,26 0,26 0,24 0,23 0,22

V (volt) 0 0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 0,3 0,35 0,4 0,45 0,5 0,55 0,6 0,65 0,7 0,75 0,8 0,85 0,9 0,95 1 1,05 1,1 1,15 1,2 1,25

Keterangan: intensitas1 > intensitas2 > intensitas3

Kurva Karakteristik Sel Surya
0,6 0,5
Arus (mA)

0,4 0,3 0,2 0,1 0 0 0,5
Poly. (Intensitas-1) Poly. (Intensitas-2) Poly. (Intensitas-3)

1
Tegangan (volt)

1,5

2

--- y1 = -0.241x2 + 0.1403x + 0.4915 --- y2 = -0.1981x2 + 0.104x + 0.4216 --- y3 = -0.1305x2 + 0.0642x + 0.2895

Gambar 4. Kurva karakteristik sel surya untuk berbagai intensitas cahaya

Penentuan ggl sel surya Besarnya ggl sel surya dapat diperoleh dari kurva karakteristik sel surya. Nilai ggl sel surya adalah tegangan ketika tidak ada arus yang mengalir pada rangkaian sel surya (gambar 3). Berdasarkan kurva karakteristik nilai tegangan sel surya pada saat arus sama dengan nol adalah 1,75 volt.

Penentuan hambatan-dalam sel surya Hambatan-dalam sel surya diperoleh dengan menggunakan formula, r= Ess I sc

dengan Ess adalah ggl sel surya yaitu sebesar 1,75 volt dan Isc adalah arus keluaran sel surya ketika V = 0. Nilai Isc bergantung pada intensitas cahaya yang mengenai permukaan sel surya sehingga besarnya hambatan-dalam sel surya juga bergantung

pada intensitas cahaya. Nilai hambatan-dalam sel surya untuk berbagai tingkat intensitas cahaya diperlihatkan pada tabel berikut:
Ess (volt) intensitas1 intensitas2 1.75 1.75 1.75 Isc (mA) 0.51 0.43 0.30 r (kΩ) 3.43 4.07 5.83

3.2 Pembahasan

intensitas3

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diperoleh kurva karakteristik sel surya yaitu seperti yang ditunjukkan pada gambar 4. Kurva tersebut memperlihatkan hubungan antara arus keluaran terhadap tegangan sel surya untuk tiga intensitas cahaya yang berbeda-beda. Dari gambar 4 terlihat bahwa arus keluaran sel surya sebanding dengan intensitas cahaya yang mengenai sel surya. Semakin besar intensitas cahaya maka arus yang dihasilkan sel surya semakin besar. Arus listrik yang dihasilkan cenderung konstan dari tegangan 0 volt hingga 0.5 volt, sedangkan untuk tegangan diatas 0.5 volt arus menurun secara tajam sampai tidak ada arus yang mengalir (I = 0). Fenomena ini menunjukkan bahwa sel surya optimal digunakan pada tegangan 0.5 volt karena pada tegangan ini sel surya menghasilkan daya maksimum. Besarnya ggl sel surya (Ess) merupakan tegangan maksimum yang dihasilkan sel surya ketika sel surya disinari cahaya. Dari gambar 4 nilai ggl sel surya adalah 1,75 volt. Berdasarkan kurva tersebut nilai ggl tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Sedangkan nilai hambatan-dalam sel surya tergantung pada intensitas cahaya. Berdasarkan praktikum besarnya hambatan-dalam sel surya adalah 3,43 – 5,83 kΩ.

BAB IV KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Karakteristik sel surya sangat ditentukan oleh intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan sel. Semakin banyak intensitas cahaya yang mengenai permukaan sel surya maka arus yang dihasilkan akan semakin besar. 2. Besarnya ggl sel surya (Ess) adalah 1,75 volt. 3. Besarnya hambatan-dalam sel surya (r) adalah 3,43 – 5,83 kΩ

DAFTAR PUSTAKA Krane, Kenneth S. 1992. Fisika Modern. Jakarta: UI Press. Beaser, Arhtur. 1992. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. http://ec.europa.eu/research/energy/nn/nn_rt/nn_rt_pv/article_1105_en.htm http://www.solarserver.de/wissen/photovoltaik-e.html http://www.apec_vc.or.jp/feature-e/index.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->