P. 1
Buku Ringkasan PKN

Buku Ringkasan PKN

3.6

|Views: 283,679|Likes:
Published by Ahmad Zaeni Dahlan

More info:

Published by: Ahmad Zaeni Dahlan on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

Secara konseptual bermila dari pemikir Inggris yaitu John Locke (1632-1704), yang mengemukakan dalam teori
perjanjian masyarakat bahwa setelah Negara terbentuk maka terjadilah kesepakatanantara peguasa dengan
masyarakat pembentuk Negara, bahwa semua hak rakyat diserahkan kepada penguasa kecuali tiga hak yang
diberikan alam kepadanya yaitu hak hidup, hak milik dan hak kebebasan yang harus dilindungi oleh penguasa dalam
bentuk perlindungan konstitusinya.

Berikut sejarah HAM dalam berbagai sumber atau dokumen, diantaranya :

No

Tahun

Nama Dokumen

Isi Keterangan

1. 2500 s.d.
1000 SM

Hukum Hammurabi Perjuangan Nabi Ibrahim melawan kelaliman Raja Namrud yang memaksakan
harus menyembahpatung (berhala). Nabi Musa memerdekakan bangsa Yahudi
dari perbudakan Raja Fir’aun (Mesir) agar terbebas dari kesewenangan raja
yang merasa dirinya sebagai Tuhan

2. 600 SM

___

Di Athena (Yunani), Solon telah menyusun undang-undang yang menjamin
keadilan dan persamaan bagi setiap warganya. Untuk itu dia membentuk
Heliaie, yaitu Mahkamah Keadilan untuk melindungi orang-orang miskin dan
Majelis Rakyat atau Ecdesia. Karena gagasannya inilah Solon dianggap sebagai
pengajar Demokrasi. Perjuangan Solon, didukung oleh Pericles (tokoh
negarawan Athena).

3. 527 s.d.
322 SM

Corpus Luris

Kaisar Romawi pada masa Flavius Anacius Justinianus menciptakan peraturan
hukum modern yang terkodifikasi dalam Corpus Luris sebagai jaminan atas
keadilan dan hak asasi manusia.
Pada masa kebangkitan Romawi telah banyak lahir filsuf terkenal dengan visi
tentang hak asasi seperti : Socrates dan Plato yang banyak dikenal sebagai
peletak dasar diakuinya hak-hak asasi manusia, serta Aristoteles yang
mengajarkan tentang pemerintahan berdasarkan kemauan dan cita-cita
mayoritas warga.

4. 30 SM s.d.
632 M

Kitab Suci Injil

Dibawa oleh Nabi Isa Almasih sebagai peletak dasar etika Kristiani dan ide
pokok tingkah laku manusia agar senantiasa hidup dalam cinta kasih kepada
Tuhan maupun sesama manusia.

5.

Kitab Suci Al-Qur’an Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, banyak mengajar tentang
toleransi, berbuat adil, tidak boleh memaksa, bijaksana, menerapkan kasih
saying, memberikan rahmat kepada seluruh alam semesta, dan sebagainya.

6. 15

Juni

1215

Magna Charta

(Masa
Pemerintahan
Lockland di Inggris)

Pembatasan kekuasaan raja dan hak asasi manusia, antara lain mencakup ;
Raja tidak boleh memungut pajak kalau tidak dengan izin dari Great Council
Orang tidak boleh ditangkap, dipenjara, disiksa atau disita miliknya tanpa
cukup alasan menurut hukum negara.

7. 1629

Petition of Rights

Pajak dan hak-hak istimewa harus dengan izin parlemen

24

(Masa
Pemerintahan
Charles I di Inggris)

Tentara tidak boleh diberi penginapan di rumah-rumah penduduk
(warganegara tidak boleh dipaksakan menerima tentara di rumahnya)
Dalam keadaan damai, tentara tidak boleh menjalankan hukum perang
Orang tidak boleh ditangkap tanpa tuduhan yang sah

8. 1679

Hobeas Corpus Act

(Masa
Pemerintahan
Chaarles II di Inggris)

Jika diminta, hakim harus dapat menunjukkan orang yang ditangkapnya
lengkap dengan alasana penangkapan itu. (Alasan penahanan seseorang
harus disertai bukti yang sah menurut hukum)
Orang yang ditangkap harus diperiksa selambat-lambatnya dua hari setelah
ditangkap.

9. 1689

Bill of Rights

(Masa
Pemerintahan
Willian III di Inggris

Kebebasan dalam pemilihan anggota parlemen
Kebebasan berbicara dan mengeluarkan pendapat
Pajak, Undang-undang dan pembentukan tentara tetap harus seizing
parlemen
Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaan masing-
masing
Parlemen berhak untuk mengubah keputusan raja

10. 04 Juli 1776

Declaration of
Indefendence ( AS)

Bahwa semua orang diciptakan sama. Mereka dikaruniai oleh Tuhan, hak-
hak yang tidak dapat dicabut dari dirinya ialah ; hak hidup, ha kebebasan,
dan ha mengejar kebahagian/ milik (life, liberty, and pursuit of happiness/
property).
Amerika Serikat dianggap sebagai Negara pertama yang mencantumkan
hak asasi dalam konstitusi (dimuat secara resmi dalam Constitution of USA
tahun 1787) atas jasa Presiden Thomas Jefferson.

11. 14 Juli 1789

Declaration des

Droits de L’homme

et du Citoyen

(Perancis)

Pernyataan HAM dan warga Negara sebagai hasil Revolusi Perancis di
bawah pimpinan Jenderal Laffayete, anatara lain menyebutkan :
Manusia dilahirkan bebas dan mempunyai hak-hak yang sama
Hak-hak itu adalah hak kebebasan (Iiberte), kesamaan (Egalite) dan
persaudaraan atau kesetiakawanan (fraternite),

12. Januari,
1918

Rights of Self
Determination

Tahun-tahun berikutnya, pencantuman HAM dalam konstitusi diikuti oleh
Belgia (1831), Uni Soviet (1936), Indonesia (1945), dsb. Naskah yang
diusulkan oleh Presiden Theodore Woodrow Wilson memuat 14 pasal
dasar untuk mencapai perdamaian yang adil.

13. 1941

Atlantic Charter
(dipelopori oleh
Franklin D.
Roosevelt)

Muncul pada saat berkobarnya Perang Dunia II, kemudian disneutkan
empat kebebasan (the four Freedoms) antara lain ;
Kebebasan berbicara, mengeluarkan pendapat, berkumpul, dan
berorganisasi (Freedom of Speech)
Kebebasan untuk beragama dan beribadah (Freedom of Religion)
Kebebasan dari kemiskinan dan kekurangan (Freedom of Want)
Kebebasan seseorang dari rasa takut (Freedom of Fear)

14. 10

Desember
1948

Universal
Declaration of
Human Rights

Pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia yang terdiri dari 30 pasal.
Piagam tersebut menyerukan kepad semua anggota dan bangsa di dunia
untuk menjamin dan mengakui hak-hak asasi manusia dimuat di dalam
konstitusi Negara masing-masing.

B. PERAN SERTA DALAM UPAYA PEMAJUAN, PENGHORMATAN, DAN
PENEGAKAN HAM DI INDONESIA
1.
Perkembangan HAM di Indonesia

Berbicara mengenai perkembangan hak asasi manusia di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari konstitusi yang
ada dan pernah berlaku di Indonesia, karena legalitas hak asasi manusia sangat tergantung pada kebijakan Negara
ada atau tidaknya mengatur hak asasi manusia. Pada waktu penyusunan Undang-Undang Dasar 1945 sudah ada
perdebatan tentang hak asasi manusia harus masuk atau tidak dalam UUD 1945.
Jika kita meneliti UUD 1945, maka sesungguhnya telah banyak memuat pasal tentang hak asasi manusia.
Artinya para penyusun UUD 1945 telah menyadari betapa pentingnya hak asasi manusia dalam kehidupan
berbangsa dan berNegara, namun karena keterbatasan waktu dalam penyusunan UUD 1945, maka uraian rinci
tentang hak asasi manusia tidak mungkin dengan mengingat UUD 1945 bersifat singkat, supel dan fleksibel.

25

Dalam sejarah politik dan ketatanegaraan Republik Indonesia, pada waktu Indonesia memberlakukan
Konstitusi RIS 1949, hak-hak asasi manusia juga dimasukan dalam konstitusi. Demikian pula, waktu Indonesia
memberlakukan UUD Sementara 1950, hak asasi manusia juga dimuat dalam UUD Sementara 1950. Namun setelah
Dektrit Persiden 5 Juli 1959, Presiden Soekarno kembali memberlakukan UUD 1945. Pada era Presiden Soekarno,
konvensi mengenai hak asasi manusia yang telah disyahkan adalah :
UU No. 68 Tahun 1958 tentang Hak Politik Wanita
UU No. 18 Tahun 1956 tentang Organisasi Buruh
UU No. 80 Tahun 1957 tentang Pengupahan bagi laki-laki dan perempuan untuk pekerjaan yang sama nilainya
Bergantinya rezim Soekarno ke Soeharto ada upaya penegakan dan penghormatan terhadap hak asasi
manusia, melalui Ketetapan MPRS No. XIV/MPRS/1966 dibentuk panitia ad hoc yang kemudian berhasil menyusun
Rancangan Piagam HAM dan Hak serta Kewajiban Warga Negara. Tetapi panitia ad hoc tersebut tidak membahas
dalam sidang Umum MPRS tahun 1968 karena lebih mementingkan pembahasan berkaitan dengan peristiwa
pemberontakan G 30 S/PKI. Pada rezim Soeharto ada beberapa konvensi dan kebijakan yang diambil sebagai wujud
penegakan dan penghormatan hak asasi manusia, antara lain :
UU No. 7 Tahun 1984 tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan
Keputusan presiden No. 43 Tahun 1993 yang menentang apartheid dalam olahraga
Keputusan presiden No. 36 Tahun 1990 tentang hak anak.
Pada era rezim Habibie, penghormatan dan pemajuan hak asasi manusia telah menemukan momentumnya
dimana MPR telah merumuskan dengan ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia. Disamping
itu ada beberapa konvensi tentang hak asasi manusia yang disahkan, antara lain :
UU No. 5 Tahun 1999 yang menentang penyikasaan dan perlukan kejam lainnya
UU No. 29 Tahun 1999 tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial
Keputusan Presiden No. 83 Tahun 1998 tentang kebebasan berserikat dan perlindungan hak untuk berorganisasi
UU No. 19 Tahun 1999 tentang penghapusan kerja paksa
UU No. 8 Tahun 1999 tentang kebebasan menyatakan pendapat
UU No. 39 Tahun1999 tentang Hak Asasi Manusia
UU RI No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM
Pada tanggal 15 Agustus 1998, Presiden Habibie meluncurkan Rencana Aksi Nasional HAM yang bertujuan
untuk memberikan jaminan bagi peningkatan pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia dengan
mempertimbangkan nilai adat istiadat, budaya dan agama. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada 3 hal yang
dilakukan, yaitu :
Persiapan pengesahan perangkat internasional di bidang HAM
Deseminasi informasi dan pendidikan di bidang HAM
Penentuan skala prioritas pelaksanaan HAM
Pada Masa Gus Dur, upaya pemajuan HAM lebih ditingkatkan dan mendapat perhatian cukup serius. Hal ini

dapat dilihat dari adanya :
Upaya penyempurnaan Rencana Aksi Nasional HAM
Pembentukan lembaga baru yaitu Mentri Negara Urusan HAM
Dibentuk pengadilan Hak Asasi Manusia
Dibentuk peraturan perundangan tentang perlindungan anak, penyiaran, ketanagakerjaan
Dibentuk peraturan perundangan tentang pemberantasan tindak pidana terorisme
Dibentuk badan perlindungan Swadaya masyarakat
Di bentuk lembaga Komnas HAM
Pada masa pemerintahan Megawati, ada beberapa peraturan perundangan yang mengatur tentang HAM, yaitu

:
UU No. 11 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvensi Internasional Hak ekonomi, Sosial dan Budaya.
UU No. 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Internasional Hak Sipil dan Politik
UU No. 27 Tahun 2004 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->