P. 1
Buku Ringkasan PKN

Buku Ringkasan PKN

3.6

|Views: 283,571|Likes:
Published by Ahmad Zaeni Dahlan

More info:

Published by: Ahmad Zaeni Dahlan on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

Kasus yang sudah diajukan ke sidang pengadilan

No

Nama Kasus

Tahun Korban

Peristiwa

Penyelesaian

1. Peristiwa Tanjung
Priok

1984

74 Penyerangan terhadap massa yang
berunjuk rasa

Pengadilan HAM ad hoc
Jakarta tahun 2003-2004

2. Penculikan Aktivis
1998

1984-
1998

23 Pnghilangan secara paksa oleh Militer
terhadap para aktivis pro-demokrasi

Pengadilan Militer untuk
anggota tim mawar

3. Kasus 27 Juli

1996 1.678 Penyerbuan kantor PDI

Pengadilan Koneksitas 2002

4. Penembakan
Mahasiswa Trisakti 1998

31 Penembakan

aparat

terhadap
mahasiswa yang sedang berunjuk rasa Pengadilan Militer bagi pelaku
lapangan

5. Kerusuhan Timor-
Timur Pasca Jajak
Pendapat

1999

97 Agresi Militer

Pengadilan HAM ad Hoc
Jakarta tahun 2002-2003

6. Peristiwa Abepura,
Papua

2000

63 Penyisiran membabi buta terhadap
pelaku yang diduga menyerang
Mapolsek Abepura

Pengadilan HAM di Makasar

Kasus yang belum tersentuh proses hukum

No

Nama Kasus

Tahun Korban

Peristiwa

1. Pembantaian
massal 1965

1965-
1970 1.5 jt Lorban sebagian besar adalah anggota PKI atau ormas yang berafiliasi
dengan PKI, sebagian besar dilakukan di luar proses hukum yang sah

2. Kasus-kasus di
Papua

1966 Ribuan Operasi instensif dilakukan TNI untuk menghadapi OPM. Sebagian lagi
berkaitan dengan masalah penguasaan sumber daya alam antara
perusahaan tambang internasional, aparat pemerintah menghadapi
penduduk lokal

No

Nama Kasus

Tahun Korban

Peristiwa

3. Kasus Timor-Timur
Pasca Referendum 1974-

1999 Ratusan
Ribu

Dimulai dari agresi militer TNI (Operasi Seroja) terhadap
pemerintahan Fretelin yang sah di Timor-Timur. Sejak saat itu
Timor-Timur selalu menjadi daerah operasi militer rutin yang
rawan terhadap tindak kekerasan aparat RI

4. Kasus-kasus di Aceh
pra DOM

1976-
1989 Ribuan Semenjak dideklarasikannya GAM Hasan Di Tiro, Aceh selalu
menjadi daerah operasi militer dengan intensitas kekrasan yang
tinggi

5. Penembakan
Misterius (Petrus)

1982-
1985

1.678 Korban sebagian besar tokoh criminal, residivis, atau mantan
criminal. Operasi ini bersifat illegal dan dilakukan tanpa identitas
institusi yang jelas

6. Kasus Marsinah

1995

1

Pelaku utamanya tidak tersentuh, sementara orang lain dijadikan
kambing hitam. BUkti keterlibatan militer dibidang perburuhan

7. Kasus dukun santet
di Banyuwangi

1998 Puluhan Adanya pembantaian terhadap tokoh masyarakat yang dianggap
dan ditusuh dukun santet

8. Kasus Bulukumba

2003 2 tewas,
puluhan
luka-luka

Insiden ini terjadi karena keinginan PT. London Sumatera untuk
melakukan perluasan area perkebunan mereka, namun
masyarakat menilak upaya tersebut.

C. HAMBATAN DAN TANTANGAN DALAM UPAYA PEMAJUAN,
PENGHORMATAN, DAN PENEGAKAN HAM DI INDONESIA
1.
Hambatan Penegakan HAM

a. Faktor kondisi social-budaya

1) Strfikasi dan status social; yaitu tingkat pendidikan, usia, pekerjaan, keturunan, dan ekonomi masyarakat
Indonesia yang multi kompleks (heterogen)
2) Norma adat atau budaya local kadang bertentangan dengan HAM, terutama jika sudah bersinggungan
dengan kedudukan seseorang, upacara-upacara sacral, pergaulan, dan sebagainya
3) Masih adanya konflik horizontal di kalangan masyarakat yang hanya disebabkan oleh hal-hal sepele

28

b. Faktor komunikasi dan informasi

1) Letak geografis Indonesia yang luas dengan luas, sungai, hutan, dan gunung yang membatasi komunikasi

antardaerah

2) Sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang belum terbangun secara baik yang mencakup seluruh
wilayah Indanesia
3) Sistem informasi untuk kepentingan sosialisasi yang masih sangat terbatas baik sumberdaya manusianya
maupun perangkat (software dan hardware)

c. Faktor kebijakan pemerintah

1) Tidak semua penguasa memiliki kebijakan yang sama tentang pentingnya jaminan hak asasi manusia
2) Ada kalanya demi kepentingan stabilitas nasional, persoalan hak asasi manusia sering diabaikan
3) Peran pengawasan legislative dan control social oleh masyarakat terhadap pemerintah sering diartikan oleh

penguasa sebagai tindakan ‘pembangkangan`

d. Faktor perangkat perundangan

1) Pemerintah tidak segera meratifikasikan hasil-hasil konvensi internasional tentang hak asasi manusia
2) Kalaupun ada, peraturan perundang-undangan masih sulit untuk diimplementasikan

e. Faktor aparat dan penindakannya (Law Enforcement)

1) Masih adanya oknum aparat yang secara intitusi atau pribadi mengabaikan prosedur kerja yang sesuai
dengan hak asasi manusia
2) Tingkat pendidikan dan kesejahteraan sebagian aparat yang dinilai masih belum layak sering membuka
peluang `jalan pintas` untuk memperkaya diri
3) Pelaksanaan tindakan pelanggaran oleh oknum aparat masih diskriminatif, tidak konsekuen, dan tindakan
peyimpangan berupa KKN (korupsi, kolusi, dan Nepotisme)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->