P. 1
Buku Ringkasan PKN

Buku Ringkasan PKN

3.6

|Views: 283,569|Likes:
Published by Ahmad Zaeni Dahlan

More info:

Published by: Ahmad Zaeni Dahlan on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

Tentang penegakan hak asasi manusia di Indonesia untuk masa-masa yang akan datang telah di gagas oleh
pemerintah Indonesia ( presiden Soeharto) pada saat akan menyampaikan pidatonya di PBB dalam Konferensi
Dunia ke-2 (Juni 1992)

Dengan judul “ deklarasi Indonesia tentang Hak Asasi Manusia”, dalam pidato itu ditandaskan beberapa prinsip,
yaitu:

Prinsip universalitas, yaitu bahwa adanya hak-hak asasi manusia bersifat fundamental dan memiliki keberlakuan
universal,
Prinsip Pembangunan nasionalm, yaitu bahwa kemajuan ekonomi dan social melalui keberhasilan
pembangunan nasional dapat membantu tercapainya tujuan meningkatkan demokrasi dan perlindungan HAM.
Prinsip Kesatuan HAM (Indivisibility), yaitu berbagai jenis atau kategori HAM, yang meliputi hak-hak sipil dan
politik, hak ekonomi, social, dan cultural, hak perseorangan, hak masyarakat/bangsa secara keseluruhan
merupakan satu kesatuan.
Prinsip objektivitas atau Non-Selektivitas, yaitu penolakan terhadap pendekatan/penilaian terhadap
pelaksanaan hak-hak asasi pada suatu Negara oleh pihak luar, yang hanya menonjolkan satu jenis HAM saja,
mengabaikan HAM lainnya.
Prinsip keseimbangan, yaitu keseimbangan anatara hak perseorangan dan masyarakat dan bangsa, sesuai
dengan kodrat manusia sebagai makhluk individual dan makhluk social sekaligus.
Prinsip Kompetensi Nasional, yaitu bahwa penerapan dan perlindungan HAM merupakan kompetensi dan
tanggung jawab nasional.
Prinsip Negara hukum, yaitu bahwa jaminan terhadap HAM dalam suatu negara dituangkan dalam aturan-
aturan hukum, baik hukum tertulis maupun hukum tidak tertulis.

3. Rencana Aksi Nasional HAM Indonesia (2004-2009)

Mengacu pada 6 (enam) program utama :
1). Pembentukan dan penguatan institusi pelaksanaan RANHAM
2). Persiaapan instrumen Hak Asasi Manusia Internasional,
3). Persiaapan harmonisasi peraturan perundang-undangan,
4). Diseminasi dan pendidikan Hak Asasi Manusia,
5). Penerapan norma dan standar Hak Asasi Manusia, dan
6). Pemantuan, evaluasi,dan pelaporan.

29

D. INSTRUMEN HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL HAM
1.
Intrumen Hukum Internasional HAM

Perhatian dunia internasional terhadap Hak Asasi Manusia tampak meningkat setelah perang dunia II ( 1939-1945).
Besarnya jumlah korban diberbagai belahan dunia melahirkan perhatian yang mendalam terhadap peristiwa
penistaan terhadap nilai kemanusiaan dalam perang besar itu. Keprihatiaan tersebut kemudian mendorong
kesadaran umat manusia untuk mengedepankan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.
Selanjutnya,tonggak sejarah bagi diakuinya prinsip-prinsip kebebasaan sipil dan hak asasi dalam konteks
internasional tampak nyata dibentuknya perserikatan bangsa-bangsa yang kemudian melahirkan deklarasi universal
Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of human rights) tahun 1948.
Beberapa instruman hukum tentang HAM internasional pasca-Universal Declaration of human rights tahun 1948,

yaitu

NO Tahun Uraian/keterangan

1. 1958

Lahirnya konvensi tentang hak-hak politik perempuan

2. 1966

Covenants of Human Rights telah diratifikasi oleh Negara-negara PBB, yang isinya mencakup:

The international on civil and political rights, yaitu memuat hak-hakdan hak-hak politik (persamaan
hak antara pria dan wanita)

Optional protocol, yaitu adanya kemungkinan seorang warga Negara mengdukan pelanggaran HAM
kepada the human rights commite PBB setelah melalui upaya pengadilan di negaranya.

The international covenant of oconomi,social and cartular rights,yaitu berisi syarat-syarat dan nilai-
nilai bagi system demokrasi ekonomi,sosial, dan budaya.

3. 1976

Konvensi internasional tentang Hak-hak Khusus.

4. 1984

Konvensi tentang penghasupan segala bentuk Diskrimansi terhadap perempuan.

5. 1990

Konvensi tentang Hak-hak anak

6. 1993

Konvensi anti-aperheid Olahraga.

7. 1998

Konvensi menentang penyiksaan dan pengakuan atau hukuman lain yang kejam,tidak
manusiawi,dan merendahkan martabat manusia.

8. 1999

Konvensi tentang penghasupan segala bentuk Diskrimansi Rasial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->