P. 1
Buku Ringkasan PKN

Buku Ringkasan PKN

3.6

|Views: 283,571|Likes:
Published by Ahmad Zaeni Dahlan

More info:

Published by: Ahmad Zaeni Dahlan on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

a. Pelanggaran hak asasi manusia

Beberapa kasus yang pernah terjadi tentang pelanggaran hak asasi manusia di dunia adalah sebagai berikut:

Warga Negara diadili kasus Genosida irak

Frans van Anraat, dikenal dakwaan kejahatan perang dan genosida, dia adalah warga belanda pertama
yang diadili dalam kasus ini, yang dituduh menjual bahan kimia dari amarika serikat dan jepang kepada irak
yang digunakan untuk membuat gas syaraf dan gas mustard yang digunakan dalam perang melawan iran
tahun 1980-1988 dan terhadap warga kurdi irak.
Jaksa penuntut mengatakan PBB menggambarkan van Anraat seagai salah satu perantara penting dalam
pembelian bahan-bahan kimia oleh irak, namun dalam sebuah wawancara yang dilakukan tahun 2003, van
Anraat menyangkal tahu menahu soal serangan itu.
Laporan-laporan menyatakan saat itu dia member informasi kepada dinas rahasia Belanda mengenai
program senjata Saddam Hussein. Setelah irak diinvasi pada bulan Maret 2003, dia kembali ke Belanda dan
ditangkap pada bulan Desember 2004 di Amsterdam.
PBB mencurigai pengusaha itu adalah pemasok utama bahan-bahan kimia bagi rejim irak, dengan mengirim

26 kali ke Negara itu.

Kasus Genosida, tokoh Khmer merah paling senior ditahan

Nuon Chea, tokoh Khmer merah paling senior, ditahan. Penahannannya adalah bagian dari tindak lanjut
penyelidikan kasus Genosida dikamboja beberapa tahun yang lalu. Dia akan diajukan kepengadilan genosida
yang mendapat dukungan PBB. Pengadilan akan dimulai pada tahun depan. Banyak yang menilai, Noun Chea
memiliki peran penting sebagai pembuat keputusan dalam rezim tersebut.
Rezim itu bermaksud menciptakan masyarakat agraria, namun ternyata malah menimbulkan kematian
lebih dari satu juta orang karena kelaparan, penyakit, kerja paksa, dan eksekusi. Noun Chea pun telah
berulang kali membantah ikut bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Negara tersebut. Meski
demikian, pada awal tahun ini dia menyatakan kesiapannya untuk menghadapi pengadilan.
Terkait kasus genosida tersebut, tersangka yang ditetapkan baru satu orang. Penahanan telah dilakukan
atas Kang Kek leu alias Duch pada juli lalu. Duch dituduh menjadi kerala penjara S21 di Phnom Penh. Di
penjara itulah diperkirakan telah terjadi penyiksaan secara brutal lebih dari 17.000perempuan, pria, dan
anak-anak.

Mengadili Jiang Zemin

Secara hukum, untuk pertama kalinya praktisi Falun Gong menuntut jiang zemin di pengadilan pederal
Chicago, Amerika pada 22 oktober 2002. Ia telah dituntut dibawah hukum HAM atas penganiayaan dan
kejahatan genosida (kejahatan pemunahan bangsa atau ras) yang dilakukannya.
Tiga alasan utama dalam tuntutannya terhadap Jiang Zemin adalah : penyiksaan kejam, kajahatan
kemanusiaan dan kejahatan genosida. Ketua organisasi itu, Philip Grand menyatakan jian zemin dengan
kepentingannya sendiri telah melakukan penindasan terhadap pengikut Falun Gong, dan juga telah

31

mendirikan lembaga yang khusus menangani kasus Falun Gong yakni “kantor 610” yang mirip gestaponya

Adolf Hitler. Karena itu ia harus bertanggung jawab atas kematian lebih dari 800 praktisi.
Para praktisi Falun Gong juga bergantung dengan pemerintah berbagai Negara mendesak mahkamah
internasional PBB untuk mengadili Jiang Zemin. Praktisi yang tersebar diseluruh dunia, saat ini sedang
mengumpulkan dan menata serangkaian bukti penindasan, meliputi kesaksian dari saksi mata, dengan jelas
menerangkan rincian dan kejadian sebagian pratiksi selama ditahan yang disiksa dan dipukul hingga
meninggal, foto-foto almarhum, dan sebuah daftar nama almarhum yang paling jelas yang terakhir ini
diketahui.

b. Proses peradilan hak asasi manusia internasional

Prose paradilan HAM internasionai meliputi beberapa tahapan, antara lain:

1) Pemeriksaan pendahuluan

Penuntut umum, setelah adanya laporan atau pengaduan dari salah satu Negara peserta mengenai suatu
kejahatan, kemudian melakukan evaluasi atas laporan tersebut. Apalagi penuntut umum menyimpulkan
bahwa ada dasar yang beralasan untuk menindak lanjuti dengan penyidikan kepada majelis pra-peradilan
dengan dilengkapi bahan-bahan yang telah dikumpulkan.
Dalam melakukan penyelidikan, tugas dan wewenang penuntut umum adalah:
Mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti
Meminta kehadiran dan bertanya kepada orang yang sedang diselidiki, korban, dan saksi
Mengadakan kerjasama dengan setiap Negara atau organisasi antar pemerintah yang sesuai kewenangan
Membuat persiapan atau kesepakatan yang tidak bertentangan dengan undang-undang untuk
mempermudah kerjasama dengan Negara, organisasi antar pemerintah atau orang
Menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi yang diperoleh
Sebelum pemeriksa, penuntut umum boleh melanjutkan penyidikan dan dapat mengubah atau mencabut

setiap dakwaan.

2) Pemeriksaan pengadilan

Dalam pasal 61 International Criminal Court (ICC) ditentukan sebagai berikut:
Pada waktu pemeriksaan, penuntut umum harus mendukung setiap dakwaan dengan bukti yang cukup
Dalam proses pemeriksaan tersangka diperbolehkan:
- Menolak dakwaan
- Membantah bukti yang di ajukan oleh penuntut umum
- Mengajukan bukti
Dalam pimpinan mengangkat majelis pemeriksayang bertanggung jawab terhadap pelaksana setiap
persidangan berikutnya
Terdakwa harus hadir selama pemeriksaan.bila terdakwa hadir dipengadilan terus-menerus menunggu
persidangan, Majelis pemeriksa dapat mengeluarkan terdakwa dan membuat penetapan baginya untuk
mematuhi persidangan dan memberikan intruksi kepada pengacaranya dari luar sidang dengan teknologi
komunikasi

Dalam mulai persidangan, majelis pemeriksa membacakan kepada terdakwa dakwaan yang sebelumnya
telah dikonfirmasikan oleh majelis pra-peradilan. Majelis pemeriksa memberi kesempatan kepada
terdakwa untuk menyatakan pernyataan bersalah atau tidak bersalah.
Hakim ketua memberi petunjuk pelaksanaan persidangan termasuk menjamin bahwa persidangan
dilaksanakan secara adil dan tidak memihak
Majelis pemeriksa memiliki wewenang untuk:
- Mengatur mengenai diterimanya suatu bukti
- Mengambil suatu tindakan yang perlu untuk menjaga ketertiban selama berlangsungnya pemeriksaan
Bila majelis pemeriksa berpendapat bahwa diperlukan adanya fakta-fakta yang lebih lengkap untuk
kepentingan keadilan, terutama korban, maka dapat:
- Menuntut penuntut umum mengajukan bukti tambahan termasuk keterangan saksi-saksi
- Memerintahkan agar pemeriksaan dilanjutkan
Putusan majelis pemeriksa harus berdasarkan evaluasi bukti dari seluruh persidangan

3) Upaya Banding

Berdasarkan pasal 74 International Criminal Court (ICC), putusan pengadilan dapat diajukan banding oleh
penuntut umum atau orang yang dihukum dengan alasan-alasan sebagai berikut:
Kesalahan prosedur
Kesalahan fakta
Kesalahan hukum
Alasan lain yang mempengaruhi keadilan

32

Berilah tanda silang (x) di depan huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang benar !

1. Hak asasi manusia yang paling pokok yang harus
terpenuhi dahulu untuk dapat melaksanakan hak asasi
manusia yang lain adalah hak . . . .
a. Beragama d. untuk memperoleh
perlindungan
b. Hidup e. kebebasan dari rasa takut
c. Mendapat pekerjaan

2. Yang menjadi tonggak perkembangan HAM adalah . . .

.
a. Magna Charta d. Bill of Right
b. Piagam HAM sedunia e. Declaration des
Droit
c. Declaration of Independent d L’home et Du
Citoyen

3. Hak untuk mendapatkan dan memilih jenis pendidikan
termasuk dalam . . . .
a. Rights of legal equality
b. Procuderal Rights
c. Property Rights
d. Social and Culture Rights
e. Personal Rights

4. International Criminal Court didirkan pada tanggal . . . .
a. 1 Juli 2000
b. 1 Juni 2001
c. I Juni 2002
d. 1 Juli 2002
e. 1 Juni 2004

5. Hak Asasi Manusia diatur dalam UUD 1945 Bab . . . .
a. X b. XI c. XII d. XIII e. XIV

6. Di bawah ini tidak termasuk The Four Freedom . . . .
a. Kebebasan beragama d. Kebebasan dari rasa takut
b. Kebebasan berpolitik e. kebebasan berpendapat
c. Kebebasan dari kekurangan dan kelaparan
7. Pengakuan HAM Sedunia disetujui oleh PBB pada tanggal . .

. .
a. 17 Agustus 1945
b. 24 Oktober 1945
c. 24 Oktober 1945
d. 10 November 1948
e. 10 Desember 1948
8. Piagam HAM Sedunia dikenal dengan . . . .
a. Magna Charta
b. Hobeas Corpus Act
c. Declaration of Independence
d. Declaration des Droit d L’home et Du Citoyen
e. Universal Declaration of Human Rights
9. Kejahatan Apartheid termasuk kejahatan . . . .
a. Genosida
b. Kemanusiaan
c. Negara
d. Barat
e. Biasa
10. Sikap bangsa Indonesia sebagai bangsa yang anti
imprealisme dan kolonialisme ditegaskan dalam . . . .
a. Pembukaan UUD 1945
b. Penjelasan UUD 1945
c. Proklamasi Kemerdekan RI dan UUD 1945
d. PERPU
e. Ketetapan MPR

MARI BERLATIH !!!

33

BAB 4
HUBUNGAN DASAR NEGARA DENGAN KONSTITUSI

A. Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->