P. 1
Buku Ringkasan PKN

Buku Ringkasan PKN

3.6

|Views: 283,569|Likes:
Published by Ahmad Zaeni Dahlan

More info:

Published by: Ahmad Zaeni Dahlan on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

a. Makna Negara

NO NAMA TOKOH

PENDAPAT YANG DIKEMUKAKAN
1. George Jellinek Negara adalah organisasi kekuasaaan dari sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu

2.

G.W.F.Hegel

Negara adalah organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual
dan kemerdekaan universal

3.

Mr. Kranenburg

Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena adanya kehendak dari suatu golongan atau
bangsa

4.

Karl Marx

Negara adalah alat kelas yang berkuasa (kaum borjuis/kapitalis) untuk menindas atau
mengeksploitasi kelas yang lain (proletariat/butuh)

5.

Prof. Dr. J. H.A.
Logeman

Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur
dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. Organisasi itu adalah ikatan-ikatan
fungsi atau lapangan-lapangan kerja tetap

6.

Roger F. Soltau Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan
persoalan bersama atas nama rakyat

7.

Harold J. Laski Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang
bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang
merupakan bagian dari masyarakat

8.

Aristoteles

Negara dalah persekutuan dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan yang sebaik-
baiknya.

b. Sifat Hakikat Negara
1. Memaksa, dalam arti mempunyai kekuatan fisik secara legal.
2. Monopoli, menetapkan tujuan bersama masyarakat.
3. Mencakup semua (All embracing), peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali.

c. Terjadinya Negara
1). Pertumbuhan Primer dan Skunder
a). Pertumbuhan Primer

Suku / Persekutuan Masyarakat
(
genootschaft)

Kerajaan (Rijk)

Negara Nasional

Negara Demokrasi

3

Fase Genootschaft(Persekutuan Masyarakat)

Kehidupan manusia diawali dari sebuah keluarga, kemudian suku dengan dipimpin kepala suku (primus interpares)

Fase Kerajaan (Rijk)

Primus interpares (orang pertama diantara yang sederajat), kemudian menjadi seorang raja dengan cakupan wilayah lebih
luas.

Fase Negara nasional

Pada awalnya dipimpin oleh raja yang absolut dan tersentraslisasi. Hanya ada satu identitas kebangsaan.

Fase Negara demokrasi

Rakyat semakin sadar dan tidak ingin diperintah oleh raja yang absolut. Ada keinginan rakyat untuk mengendalikan dan

memilih pemimpinnya sendiri yang dianggap dapat mewujudkan aspirasi mereka. Fase ini lebih dikenal “kedaulatan
rakyat”.

b). Pertumbuhan Sekunder

Selalu dihubungkan dengan Negara yang telah ada sebelumnya. Berdasarkan pandangan ini maka suatu Negara
dianggap sah sebagai Negara jika telah diakui oleh Negara lain.

2). Pendekatan Faktual

(a). Occopatie (Pendudukan)

Contoh : Liberia yang didiami oleh budak-budak Negro kemudian menjadi Negara merdeka pada tahun 1847.

(b). Fusi (Peleburan)

Contoh : Terbentuknya Federasi Kerajaan Jerman pada tahun 1871.

(c). Cessie (Penyerahan)

Contoh ; Wilayah Sleewijk diserahkan oleh Austria kepada Prussia (Jerman) karena adanya perjanjian bahwa Negara
yang kalah perang harus memberikan Negara yang dikuasainya kepada negara yang menang. Austria adalah salah satu
Negara yang kalah pada Perang Dunia I.
(d). Accesie (Penaikan)
Contoh : Negara Mesir yang terbentuk dari delta sungai Nil.
(e). Anexatie (Pencapolokan / Penguasaan)
Contoh : Ketika dibentuk pada tahun 1948, Negara Israel banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania, Mesir.

(f). Proclamation (Proklamasi)
Contoh : NKRI yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dari penjajahan Belanda dan Jepang.

(g). Innovation (Pembentukan Negara Baru)

Contoh : Negara Kolumbia yang pecah dan lenyap. Kemudian di wilayah Negara tersebut muncul Negara baru, yaitu
Venezuela dan Kolumbia Baru.

(h). Separatisme (Pemisahan)

Contoh : Pada tahun 1939 Belgia memisahkan diri dari Belanda dan menyatakan kemerdekaan.

3). Pendekatan Teoritis

No

Teori

Tokoh

Ajaran yang Dikemukakan

1. Ke-Tuhanan Agustinus
F.J.Stahl
Haller
Kranenburg
Jean Bodin

a. Negara ada karena kehendak Tuhan, hal ini didasarkan pada kepercayaan
bahwa segala sesuatu terjadi karena kehendak Tuhan
b. Terbagi dalam :

Teori KeTuhanan Langsung
Bahwa suatu Negara pada awalnya ada karena sudah kehendak Tuhan

yang langsung sehingga raja dianggap sebagai ‘penjelmanTuhan, utusan

Tuhan, Dewa bahkan Tuhan itu sendiri. Contoh : Kaisar Tenno Heika
Jepang dianggap sebagai keturunan Dewa Matahari dan Raja Fir’aun di
Mesir Kumo mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Teori KeTuhanan Tidak Langsung

Bahwa Negara memang ada karena jehendak Tuhan, namun tidak
secara langsung melainkan melalui penciptaan manusia terlebih
dahulu, yang kemudian menjadi raja. Raja memerintah atas nama
Tuhan. Pada Negara modern, dapat diketahui melalui Konstitusinya

dengan mencantumkan kalimat “by the grace of God” (Atas berkat

rahmat Tuhan Yang Maha ESa)

4

2. Per-janji-an
Ma-syara-
kat

Thomas Hobbes
John Locke
J.J. Rousseau
Montesquieu

a. Negara terjadi karena adanya kontrak sosial (perjanjian masyarakat).
Masyarakat mengadakkan perjanjian untuk membentuk Negara dan
menyerahkan sebagian kedaulatannya kepada Negara untuk
menyelenggarakan kepentingan masyarakat
b. John Locke, bahwa pada tahap I perjanjian antarindividu diadakan untuk
membentuk Negara (pactum unionis). pAda tahap II, perjanjian diadakan
dengan penguasa (pactum subjectionis). Negara yang dikehendaki

“monarki konstitusinal”
c. Thomas Hobbes, menghendaki “monarki absolute”
d. J.J. Rousseau, (disebut Bapak Kedaulatan Rakyat) menghendaki bahwa raja
hanyalah mandataris rakyat dan karena itu dapat diganti.

3. Ke-kua-saan Horald J. Laski
Leon Duguit
Karl Marx

Oppenheimer

Kallikles

a. Negara terbentuk atas dasar kekuasaan, dan kekuasan adalah ciptaan
mereka yang paling kuat dan berkuasa
b. L. Duguit, seseorang karena kelebihannya atau keistimewaannya baik
karena fisik, kecerdasan, ekonomi maupun agama dapat memaksakan
kehendaknya kepada orang lain
c. Karl Marx, Negara dibentuk untuk mengabdi dan melindungi kepentingan
kelas yang berkuasa, yaitu kaum kapitalis.

4. Kedau-latan Vonthering
Paul Laband
G. Jellinek

a. Kedaulatan Negara : Kekuasan tertinggi ada pada Negara, bukan pada
kelompok orang yang menguasai kehidupan Negara, dan engaralah yang
menciptakan hukum untuk mengatur kepentingan rakyat

Krabbe

b. Kedaulatan Hukum : Hukum memegang peranan dalam Negara, hukum
lebih tinggi dari Negara yang berdaulat

5. Hukum Alam Plato

Aristoteles
Agustinus
Thomas Aquinas

a. Hukum alam bukan buatan Negara, melainkan kekuasan alam yang berlaku
setiap waktu dan tempat, serta bersifat universal dan tidak berubah
b. Aristoteles, manusia dalah zoon politicon. Dari hakikat manusia seperti ini,
terbentuklah berturut-turut “ Keluarga Masyarakat Negara”
c. Agustinus, Negara terjadi karena adanya keharusan untuk menebus dosa
orang-orang yang ada di dalamnya. Negara yang baik mewujudkan cita-
cita agama, yakni keadilan
d. Plato, terjadinya Negara secara evolusi
e. Thomas Aquinas, Negara merupakan lembaga alamiah yang diperlukan
manusia untuk menyelenggarakan kepentingan umum

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->