P. 1
Kebudayaan Minahasa - Budaya Nusantara

Kebudayaan Minahasa - Budaya Nusantara

|Views: 4,288|Likes:
Tugas Mata Kuliah Budaya Nusantara. Kebudayaan Minahasa.
Tugas Mata Kuliah Budaya Nusantara. Kebudayaan Minahasa.

More info:

Published by: Debrian Ruhut Saragih on Jul 11, 2010
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2013

pdf

Di Minahasa, jaringan jalan raya yang tergolong baik, serta adanya pelabuhan Bitung
dan bandar udara Sam Ratulangi, adanya industri-industri kecil, toko-toko besar, dan kegiatan
ekonomi modern lainnya sangat mempengaruhi sektor ekonomi pedesaan yang berpangkal
pada sektor pertanian rakyat yang masih bersifat tradisional.
Ekonomi pedesaan merupakan ciri-ciri perilaku petani Minahasa. Di Minahasa,
jaringan jalan yang tergolong baik, serta adanya pelabuhan Bitung dan bandar udara Sam
Ratulangi, adanya industri-industri kecil, toko besar maupun kecil di kotsa, dan kegiatan
ekonomi modern lainnya memang sangat erat berhubungan dan sangat mempengaruhi
ekonomi pedesaan yang berpangkal pada sektor pertanian rakyat yang masih tergolong
tradisional.ekonomi pedesaan di Minahasa mempunyai bentuk tersendiri yang menunjukkuan
adanya perbedaan-perbedaan dari masyarakat-masyarakat pedesaan lainnya. Berbagai sarana,
prasarana, dan pranata ekonomi di Minahasa sekarang telah mengalami pekembangan, jauh
berbeda dari masa-masa dahulu.

Berbagai pabrik, petokoan, yang menjual barang-barang mewah maupun kebutuhan
sehari-hari, kegiatan-kegiatan perdagangan ekspor dan impor antar pulau maupun lokal dan
masih banyak lagi, semuanya tergolong pada kegiatan ekonomi modern, yang menunjukkan
gejala perkembangan.

Khususnya mengenai sektor industri dapat dikemukakan bahwa bagian terbesar masih
tergolong pada industri kecil (sekitar 98%) dan sisanya tergolong pada industri menengah.
Sebagai penunjang sektor perdagangan, maka produksi sektor industri menunjukkan
pertambahan.

Dalam sektor pertanian sudah sejak masa sebelum Perang Dunia II berkembang
perkebunan rakyat tanaman-tanaman industri, terutama kelapa, cengkeh, kopi, dan pala.
Sekarang perkebunan-perkebunan ini terus mengalami peningkatan intensifikasi dan
ekstensifikasi dengan menggunakan metode dan teknologi pertanian modern. Akhir-akhir ini
komoditi petanian lain yaitu coklat, vanili, jahe putih dan jambu mete mulai digiatkan secara
intensif juga dengan metode dan teknologi pertanian modern.

8

Kebudayaan Minahasa

Persawahan menunjukkan pula adanya gejala-gejala perkembangan dalam upaya
peningkatan produksi padi. Perbaikan dan pembangunan irigasi, penggunaan pupuk dan bibit
unggul adalah contoh dari beberapa perkembangan yang dimaksud. Pertebatan ikan mas
dengan mempraktekan metode baru (menggunakan air yang mengalir deras ke dalam tebat-
tebat yang terbuat dari semen) dijalankan di banyak desa terutama oleh petani-petani kaya.
Perladangan menetap tradisional (kebun kering) yang umum di Minahasa adalah
perladangan jagung, umumnya untuk konsumsi petani sendiri. Biasanya petani menanam pula
dalam kebun jagung berbagai jenis sayur, tanaman bumbu masakan sehari-hari, dan buah-
buahan (terutama advokat, pepaya, jenis-jenis jeruk, nangka, sirsak, jambu biji, dan jenis-
jenis jambu air) untuk konsumsi sendiri. Akhir-akhir ini pemerintah daerah telah
mengusahakan peningkatan produksi jagung melalui Proyek Mandiri di kalangan petani,
dijalankan dengan penyuluhan dinas pertanian, untuk dipasarkan melalui Koperasi Unit Desa
(KUD). Selain jagung, kebun sering ditanami pula dengan kacang merah, kacang tanah,
kedelai, kacang hijau, dan berbagai jenis ubi.
Selain pengembangan perikanan laut yang dilaksanakan oleh Perikani yang berpusat
di Aertembaga, terutama penangkapan dan pengolahan cakalang, nelayan-nelayan tradisional
mulai meningkatkan produksi berbagai jenis ikan dan binatang laut dengan menggunakan
alat-alat yang lebih baik maupun dengan apa yang disebut ”motorisasi” perahu penangkapan
ikan. Namun demikian, penangkapan jenis binatang laut masih umum dijalankan dengan
teknologi tradisional.radisional dipegunakan pula dalam penangkapan jenis-jenis biotik
sumber protein di danau-danau dan sungai-sungai. Di desa-desa sekeliling danau Tondano
ada segolongan penduduk yang khusus menjalankan kegiatan kegiatan menangkap berbagai
jenis ikan dan binatang danau. Golongan nelayan ini mengisi sebagian dari kebutuhan pritein
hewani yang dapat diperoleh dipasar-pasar di kota-kota.
Hutan merupakan sumber energi maupun materi untuk berbagi kebutuhan penduduk.
Berbagai jenis bahan makanan (binatang dan tumbuhan) kebutuhan sehari-hari maupun pesta
bersumber dari hutan. Jenis-jenis binatang yang umum dimakan adalah babi hutan, tikus
hutan (ekor putih), dan kalong. Lain-lainnya yang jarang dimakan karena sudah tergolong
langka atau tidak umum dimakan oleh orang Minahasa adalah seperti rusa, anoa, babi rusa,
monyet, ular piton, biawak, ayam hutan, telur burung maleo, dan jenis-jenis unggas liar
lainnya. Berbagai jenis tumbuhan liar baik yang terdapat di hutan maupun lingkungan fisik
lainnya merupakan bahan makanan yang memenuhi kebutuhan sayur-sayuran, terutama
pangi, rebung dan pakis.

9

Kebudayaan Minahasa

Demikian pula, hutan menghasilkan berbagai jenis buah-buahan, seperti jenis-jenis
mangga, pakoba dan kemiri. Selain itu, enau merupakan sumber nira sebagai minuman yang
terkenal di Minahasa (disebut sanguer) maupun bahan gula merah. (Tumbuhan ini tumbuh di
hutan maupun kebun).

Untuk berbagai kebutuhan kayu sebagai bahan untuk membuat berbagai alat dan
bangunan gedung dan rumah, hutan merupakan sumbernya. Kecuali itu, hutan dan
lingkungan-lingkungan fisik lainnya merupakan tempat bertumbuhnya tumbuhan-tumbuhan
yang memberi bahan-bahan untuk berbagai kebutuhan umum. Seperti rotan, kayu bakar, daun
rumbia (bahan atap rumah). Sayang sekali luas hutan di Minahasa makin berkurang, terutama
karena ekstensifikasi perkebunan cengkeh yang dilakukan oleh penduduk desa maupun
penduduk kota.

Di daerah Minahasa menunjukkan bahwa sektor pertanian memberikan sumber yang
terbesar, melebihi 126 milyar rupiah (42,36%). Daripadanya subsektor perkebunan adalah
yang paling besar dan sesudahnya adalah subsektor pertanian pangan dan subsektor-subsektor
perikanan, peternakan, dan kehutanan. Ada empat jenis komoditi (kelapa, cengkeh, pala dan
kopi) dan satu golongan komoditi lainnya (vanili, jahe putih, dan biji jambu mete) yang
sangat penting bagi perekonomian daerah ini. Bahkan tiga jenis komoditi yaitu kelapa, pala
dan kopi mengisi paket ekspor Sulawesi Utara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->