P. 1
Laporan PKL RSIA Bunda

Laporan PKL RSIA Bunda

|Views: 13,419|Likes:
Published by Eky Yudistira
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Eky Yudistira on Jul 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2015

pdf

text

original

1.Sejarah

Pada tahun 1976 Rumah Sakit Bersalin Bunda Jakarta mengalihkan

kepemilikan dari perorangan & yayasan menjadi usaha pelayanan rumah-sakit

berbadan hukum (PT) menjadi PT. Bundamedik. Pengalihan ini diaktekan di

depan notaris, Adlan Yuliza SH. Peristiwa tersebut berdampak pada perubahan

status, dari ’Rumah Bersalin’ meningkat menjadi ’Rumah-Sakit Bersalin

Bunda’. Perubahan badan hukum ini merupakan landasan kepemilikan aset dan

penanggung fiskal (tax payer).

Tahun 1988 :

a.RSB Bunda Jakarta menon-aktifkan Yayasan Bunda.

b.PT. Bundamedik mengelola secara penuh RS Bunda. Akte pendirian PT telah

dibuat pada tahun 1976.

Tahun 1992:

a.PT Bundamedik membekukan Yayasan Bunda. Peristiwa ini merupakan

buntut dari ’penon- aktifan’ UU Tentang Kesehatan oleh pemerintah. Sebelum

tahun 1992, seluruh pengelola (operator) rumah-sakit ’diwajibkan’ berbentuk

Yayasan

b.PT Bundamedik melalui PT. Bunda Global Pertama, bekerjasama dengan

rumah-sakit ibu dan anak di Medan, Padang, Batam, Palembang, dan

Semarang. Kerja sama ini membentuk suatu kelompok yang bernama Bunda

Indonesia Hospital Alliance.

9

c. Kegiatan aliansi meliputi kordinasi kegiatan rumah-sakit antar-anggota

aliansi, procurement kebutuhan bahan & peralatan rumah-sakit, sharing

pengalaman, dan lain-lain.

Periode Globalisasi (1998-2007)

Setelah dihantam badai krisis moneter dan ekonomi tahun 1998, dan harus

merelakan salah satu asetnya. PT Bundamedik kembali bangkit. Selama periode

ini telah tiga rumah-sakit dibangunnya kembali. Bunda International Clinic,

Bunda Citra Minang, Padang, dan Bunda Margonda Depok, Jawa Barat.

Tahun 1998:

a.PT BUndamedik dihantam badai ’krismon’, dan mengalami kerugian

miliyaran rupiah. Peristiwa ini berdampak pada penjualan salah satu

asetnya, yakni gedung berlantai enam di Jl. Gandaria Tengah III No.

4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Sekarang Wisma Bayuadji).

b.Dr.Rizal mengambil alih (take over) pengelolaan RSU Restu Ibu, Padang.

Di antaranya dengan mamasang SIRS, menambah bangunan sebanyak satu

blok dengan jumlah lantai lima, sehingga berjumlah 4 blok dan berganti nama

menjadi RSU Bunda Citra Minang.

Tahun 1999:

a.Tonggak sejarah baru ditancapkan, yakni dibentuknya aliansi atau sinergi

dengan beberapa RS lain di luar daerah. Misalnya, di Batam, RS Harapan

Bunda yang berlokasi di Jl. Senayan No. 1; di Palembang, dengan RSIA

Bunda Palembang yang terletak di Jl. Demang Lebar Daun No. 70; dengan

RSU Permata Bunda di Jl. Sisingamaraja No. 7; lalu dengan RSU Bunda

Semarang.

b.Pencanangan Strategi Rencana Induk 10 tahun ketiga yang meletakkan sistem

tata kelola dan pengembangan SDM PT Bundamedik Jakarta dalam rangka

menghadapi perkembangan global.

10

Tahun 2003:

PT BUndamedik mulai melebarkan sayapnya dengan membeli tanah di

daerah Depok, Jawa Barat. Tepatnya di Jl. Margonda Raya No. 28. Di tanah

seluas 2.080 meter persegi akan dibangun rumah sakit umum. RSU ini memiliki

kekhususan, ’Klinik Spesialis dan Rawat Sehari, seperti prototipe yang telah

direncanakan dan sedang dibangun di RSU.

Tahun 2009:

PT Bundamedik telah memiliki beberapa unit usaha untuk memenuhi

kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, diantaranya

RSIA Bunda Jakarta, RS Bunda Margonda Depok, RS BMC Padang, Bunda

International Clinic, Morula IVF (Bayi Tabung), Emergency Response (Evakuasi

pasien). Melalui acara 36 th Bunda Anniversary yang disampaikan perencanaan

10 tahun yang segera kita awali tahun ini dalah batu pilar milestone meninjau

Visi dan Misi usaha. Nah sekarang masuk yang ke empat, yang sudah pasti akan

berbeda. Saya namakan sebagai

Pembangunan Berkelanjutan 2009-2019

1.Perluasan jangakauan kegiatan usaha dan jangkauan pasar nasional.

2.Pengembangan Mutu dan Produk Jasa & Teknologi Kedokteran masa kini

3.Pengembangan Sumber Daya Manusia terutama Dokter Spesialis dan Staf

Paramedik profesional.

4.Pengembangan System Tatakelola

5.Pengembangan Inter Relasi (Jaringan) rumah sakit di dalam dan luar negeri.

11

Rumah sakit ini melihat masa depan yang lebih cerah, untuk berkarya

sesuai kesempatan yang terbuka, mengikuti ilmu dan perkembangan teknologi

kedokteran. Ini semua untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan

bangsa. Sekaligus berupaya dan berperan dalam mengangkat tingkat ekonomi dan

sosial bangsa serta budaya dalam persaingan global. Sementara misinya, ingin

menjadi rumah sakit swasta yang terbaik dengan standar pelayanan yang selalu

mengikuti kemajuan ilmu, teknologi dan informasi serta sejalan dengan peningkat

sosio ekonomi masyarakat bangsa.

2.Visi, Misi, dan Motto

a.Visi

Melihat masa depan yang lebih cerah, berkarya mengikuti ilmu dan

perkembangan teknologi kedokteran kekinian, untuk meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat dan bangsa, berupaya dan berperan dalam mengangkat

tingkat ekonomi dan sosial serta budaya dalam persaingan global secara sehat dan

terbuka.

b.

Misi

Menjadi rumah sakit swasta yang terbaik dengan standard pelayanan yang

senantiasa mengikuti kemajuan ilmu, teknologi dan informasi, namun tetap

menciptakan nuansa kekeluargaan berorientasi kesepadanan dengan kemampuan

sosio ekonomi masyarakat yang dilayaninya.

c.Motto

Nyaman, Aman dan Bernuansa-kekeluargaan, sepadan dengan konsep :

"Kami Melayani sejak 1973"

12

3.Jenis Pelayanan

a.Water birth

Melahirkan merupakan karunia Tuhan yang terindah untuk para wanita,

tetapi kekhawatiran terbesar seorang calon ibu adalah menghadapi persalinan

yang terkadang terasa menyakitkan. Para calon ibu kini dapat memilih proses

melahirkan di dalam air (water birth) yang dapat mengurangi, bahkan menurut

sebagian ibu- menghilangkan rasa sakit!. Proses melahirkan di air hampir

menyerupai dengan melahirkan normal, hanya tempatnya yang berbeda. RSIA

Bunda menyediakan fasilitas water birth dengan bathtub yang dirancang khusus

untuk melahirkan dalam air dengan pompa pengatur agar air tetap bersirkulasi,

water heater untuk menjaga air tetap hangat, serta termometer untuk mengukur

suhu. Bathtub yang sudah disterilisasi kemudian diisi air yang suhunya

disesuaikan dengan suhu tubuh, yaitu sekitar 36-37°C. Ruangan diberikan

aromatherapy agar sang calon ibu relax dan dipasang lagu klasik pilihan yang

menenangkan.

b.Laparaskopi

Laparoskopi adalah suatu tindakan bedah minimal yang umumnya

ditujukan untuk mengurangi resiko yang didapatkan pada operasi besar. Proses

penyembuhan dengan laparoskopi jauh lebih cepat dibandingkan dengan operasi

besar.

Pada kasus kasus kandungan laparoskopi dilakukan dengan menggunakan

teropong yang dimasukkan kedalam luka sayatan kecil berukuran 0.5-1 cm di

pusar dan bagian bawah perut. Melalui akses ini dokter dapat memasukkan

instrumen bedah yang ukurannya kecil tetapi dapat melakukan hal yang sama bila

tindakan ini dilakukan melalui bedah konvensional

Berbagai macam kondisi dapat dilakukan dengan cara pembedahan modern

ini. Seperti kista kandung telur, mioma uteri, pengangkatan rahim (histerektomi),

pengangkatan usus buntu dan kandung empedu. Tindakan ini dapat dilakukan

dengan aman dan resiko pembedahan yang relatif rendah. Karena masa pemulihan

yang sangat cepat pasien dapat pulang dalam waktu yang singkat.

13

c.Klinik Tumbuh Kembang

Pelayanan Klinik Tumbuh Kembang dan Edukasi Terpadu diciptakan

khusus untuk membantu orang tua dalam mengatasi permasalahan pada anak

secara tepat dan akurat, sehingga diperoleh penatalaksanaan yang sesuai dengan

kebutuhan anak dan keluarga. Klinik Tumbuh Kembang merupakan klinik

multidisiplin yang bertujuan memantau dan menangani masalah pertumbuhan dan

perkembangan anak sejak lahir. Bayi dan anak yang memilikii resiko gangguan

pada pertumbuhan dan perkembangan memerlukan pemantauan jangka panjang

sejak bayi berusia 3 bulan hingga 2 tahun, oleh ahli syaraf anak (paediatric

neurology).

d.NICU/PICU

Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive

Care Unit) adalah ruang perawatan intensif untuk bayi (sampai usia 28 hari) dan

anak-anak yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus, guna mencegah

dan mengobati terjadinya kegagalan organ-oragan vital.

NICU di RSIA Bunda Jakarta setiap tahunnya telah merawat penderita sekitar

250-300 penderita setiap tahun. Unit perawatan untuk bayi yang beresiko tinggi

dengan gangguan dan komplikasi berat lainnya. Kapasitas maksimum ruangan

NICU adalah 7 tempat tidur dan telah banyak menerima rujukan dari rumah sakit

lainnya. Pelayanan NICU di RSIA Bunda Jakarta memiliki tim transport NICU

yang terdiri dari para perawat NICU dan dokter yang untuk beberapa kasus juga

dapat melakukan antar-jemput pasien.

Sebagian besar bayi yang dirawat adalah gangguan pernafasan, premature,

kelainan congenital, dll. Prematuritas adalah kasus terbanyak kedua yang

didapatkan dalam perawatan NICU di RSIA Bunda Jakarta. Berat terkecil bayi

premature yang telah berhasil dirawat adalah bayi usia 26 minggu dengan berat

badan 870 gram.

14

1 .

Struktur Organisasi

1

5

A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->