P. 1
strategi industrialisasi di indonesia

strategi industrialisasi di indonesia

|Views: 1,910|Likes:
Published by CANDERA

More info:

Published by: CANDERA on Jul 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Dengan memperhatikan pentingnya
wawasan dan pola pikir dan bertolak dari
hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai
sampai saat ini, potensi yang dimiliki bangsa
dan Negara Indonesia, serta lingkungan
strategis saat itu dan kecenderungan
perkembangannya, sembari memperhatikan
kelestarian lingkungan, maka digariskan
kebijakan pola pengembangan industri
nasional sebagai berikut:

a.Kebijakan strategis utama

Kebijakan strategis utama berupa pola
pengembangan Industri Nasional yang terdii
dari 6 butir kebijakan sebagai berikut:

1.

Pendalaman struktur industri

Yang perlu dilakukan adalah
pengembangan industri yang sejauh

27
mungkin dikaitkan dengan sector
ekonomi lainnya; upaya ini untuk dapat
mengembangkan idustri hulu, antara,
menengah, dan kecil. Dengan demikian
langkah ini dapat memperdalam struktur
industri nasional. Apabila didalam neeri
tidak terdapat bahan baku, maka bahan
baku tersebut dapat diimpor, asalkan
bahan baku tersebu tersedia secara
memadai diluar negeri seperti kapas,
gandum, garam industri, kulit. Selain itu,
harus diupayakan agar bahan baku
tersebut juga dapat diperoleh dari
beberapa Negara sehingga tidak akan
terjadi ketergantungan pada satu-dua
Negara penghasil saja.

2.

Pengembangan

industri

permesinan dan elektonika

Kebijakan

kedua

adalah
pengembangan industri permesinan,

28
mesin peralatan pabrik, mesin-mesin
listrik, elektronika, utamanya yang
mempunyai pasar yang jeas dan berulang
– baik dalam negeri maupun ekspor – dan
berkembang, melalui penerapan standard
an penguasaan rangcang bangun dan
perekayasaan, baik untuk pasar dalam
negeri maupun pasar luar negeri. Upaya
pengembangan teknologi masih sanat
berat kita lakukan dan bahkan sebagian
besar industri di negeri kita belum
mampu melakukannya, karena itu upaya
litbang terapan harus kita dorong, dengan
pemberian fasilitas fiscal.

3.

Pengembangan industri kecil

Khusus dalam sektor industri kecil,
setiap tahun selalu tumbuh dan
berkemabgn usaha kecil, walaupun
sebagian besar lemah. Tumbuh dan
berkembangnya ini perlu kita kita syukuri

29
dn karenanya kita harus memantapkan
system pembinaannya, antara lain
dengan penekanan pemecahan masalah
pemasaran melalui kemitraan. Serta
bimbingan teknis dan permodalan dengan
dukungan perbankan.

4.

Pengembangan ekspor hasil

industri.

Pengembangan ekspor hasil industri
dengan upaya meningkatkan daya saing
secara kontinyu agar peranan ekspor
hasil industri semakin meningkat.
Pengembangan ekspor hasil industri
dilandaai atas

pola

broad

based/spectrum.

5.

Pengembangan litbang terapan,
rancang bangun dan perekayasaan, serta
perangkat lunak

Kebijakan lain yang diperlukan
adalah Pengembangan litbang terapan,

30
rancang bangun dan perekayasaan, serta
pengembangan sistem perangkat lunak
lainnya dalam arti luas, baik untuk
pembuatan mesin, mesin peralatan
pabrik, pembuatan pabri secar utuh,
maupun untuk mengembangkan industri
elektronika.

6.

Pengembangan kewiraswastaan

dan tenga profesi

Hal terakhir dalam arah kebijakan
strategi utama adalah perlunya
pengembangan kewiraswastaan dan
tenaga profesi termasuk para manajer,
enaga ahli, tenaga trampil, terdidik, dan
sebagainya.

b.Kebijakan strategis penunjang

1.

Perlunya peletakan landasan
hukum dan peraturan perundang-
undangan untuk mengatur, membina, dan
mengembagnkan industri nasional. (UU

31
Nomor 5 tahun 1984 tentang
perindustrian dan peraturan-peraturan
pelaksanaannya).

2.

Diadakannya pengelompokkan
industri nasional dalam tiga kelompok
utama, yaitu industri dasar, Aneka
Industri, dan Industri Kecil, lengkap misi,
pilihan penggunaan pendekatan, apakah
padat karya atau padat modal, sehingga
memudahkan penggunaanya.

3.

Ditingkatkannya

pelaksanaan
program keterkaitan secara luas dan
saling menguntungkan, saling menunjang
baik antara industri kecil, industri
menengah, dan industi besar. Antar
Industri Hilir, Industri antara, dan Industri
Hulu maupun antara sektor ekonomi
dengan sektor lainnya. Supaya
pelaksanaan program keterkaitan ini akan
mampu meningkatkan nilai tambah dan

32
diharapkan secara bertahap dapat
memperkokoh dasar – dasar bagi
perkembangan perekonomian nasional.

4.

Pemanfaatan secara efektif pasar
dalam negeri yang dapat merupakan
landasan kuat untuk pelaksaan program
ekspor.

5.

Peningkatan kemampuan dunia

usaha.

c.Langkah operasional

Dalam

melaksanakan kebijakan
strategis perlu ditempuh langkah – langkah
operasional yang mencakup langkah makro,
langkah mikro, keterpaduan, dan
pemantauan.

-

Langkah makro

Langkah operasional makro pada
dasarnya merupakan upaya untuk
menciptakan iklim yang kondusif bagi

33
pengembangan industri. Implementasi
langkah tersebut akan dilakukan melalui
rangkaian langkah – langkah kebijakan
deregulasi dan debirikrasi yang dinamis
dan berkelanjutan. Ini dilakukan dengan
bentuk – bentuk antara lain.

•Stabilitas moneter dan dukungan

perbankan

•Dukungan kebijakan fiskal

•Penurunan tarif hingga akhirnya

mencapai 0% serta penghapusan
hambatan dan tarif dan monopoli

•Deregulasi kepabeanan dan

tataniaga

•Pengaturan tataruang wilayah

industri antara lain dengan
penyediaan zona industri, kawasan
industri, kawasan terikat, entreport,
cluster, serta industri kecil

34
•Penyediaan informasi industri,

utamanya untuk pengusaha UKM

•Penerapan standarisasi industri

-

Langkah mikro

Langkah operasional mikro berupa
pembinaan dan pengembangan industri
dengan pendekatan komoditi atau
cabang industri dengan memperlihatkan
aspek keterkaitan secara luas dan
sejauh mungkin dilandasi dengan studi
nasional sekaligus membeikan dorongan
kepada dunia usaha untuk
meningkatkan profesionalisme agar
dapat memanfaatkan peluang yang
tumbuh.

Berdasarkan studi nasional
komoditi atau cabang industri dapat
dikembangkan strategi yang tepat untuk
ditempuh dalam mengembangkan

35
komoditi atau cabang industri yang
bersangkutan yang mencakup: peluang
pasar baik dalam negeri maupun
eksport, potensi kebijakan kemanfaatan
sumberdaya alam yang akan diolah,
arahan pengembangan industri yang
bersangkutan, penggunaan teknologi,
serta langkah – langkah promosi
investasi, sehingga dunia usaha tertarik
untuk

menanamkan

modalnya

(Hartanto, 2006:)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->