P. 1
Makalah Bioteknologi

Makalah Bioteknologi

|Views: 10,400|Likes:
Published by Dicky Tri Utama

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Dicky Tri Utama on Jul 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Makalah Bioteknologi

“Teknologi Bayi Tabung”

Oleh :

XII IPA 2 1. Dicky Tri Utama 2. Helmida 3. Ika Pratiwi R. 4. M. Riza Fitrianto 5. Nurul Habibie 6. Reni Oktivianti

SMA KARTIKA I-2 MEDAN

0

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya penulisan makalah bioteknologi ini. Makalah ini membahas tentang implikasi bioteknologi dalam hal teknologi bayi tabung. Dengan mengetahui implikasi biotknologi dalam hal teknologi bayi tabung ini, diharapkan kita akan mudah memahami defenisi, proses, dan manfaatnya bagi kebutuhan kehidupan. Dalam makalah ini memuat masalahmasalah bayi tabung, mulai dari proses awal hingga akhir, perkembangan di dunia, serta dampak bagi kehidupan. Ada yang pro, ada pula yang kontra. Kemudian, kami mengucapkan terima kasih kepada guru biologi kami yang telah mendidik dan membina kami hingga saat ini. Akhir kata, kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Untuk perkembangan wawasan kami.

1

Daftar Isi
Kata Pengantar____________1 Daftar Isi_____________2 A.Pendahuluan______________3 B.Defenisi____________4 C.Proses____________________5 D.Dampak______ ______9 E.Kesimpulan________________17 Daftar Pustaka_________18

2

A. Pendahuluan

Saat ini perkembangan bioteknologi berkembang dengan pesat, suatu terobosan baru telah dilakukan oleh para ahli. Sehingga manfaatnya dirasakn dalam berbagai pihak. Terobosan bagi pasangan suami sitri yang sulit mendapatkan keturunan. Terobosan itu ialah program bayi tabung. Program ini banyak diminati, selain untuk mengatasi masalah keturunan, penggunaan teknologi bayi tabung juga dimaksudkan untuk tujuan keesehatan. Tujuan kesehatan itu diantaranya, memulihkan kesehatan, menhindari penyakit keturunan, dan diharapkan lahir keturunan yang sehat dan bebas dari penyakit keturunan.

3

B. Defenisi
Teknologi bayi tabung ialah teknologi untuk mendapatkan keturunan dengan cara mengambil sel telur yang sudah masak dari oviduk wanita yang kemudian dibuahi oleh sel-sel sperma yang sebelumnya beku pada media cair.

Bayi tabung itu sendiri ialah hasil dari proses pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair.

4

C. Proses

Proses pembuatan bayi tabung memang masih tergolong sulit. Untuk itu sebelum melakukan program bayi tabung, biasanya pasien (suami-istri) melakukan beberapa rangkaian prosedur dari dokter atau rumah sakit. Sebab, tidak semua wanita mempunyai sel telur yang subur setiap bulannya. Berikut tahapan-tahapan yang harus dilakukan: 1. Dokter akan melakukan seleksi pasien terlebih dahulu, apakah masih layak untuk mengikuti program bayi tabung atau tidak. Bila layak, barulah pasien bisa masuk dan mengikuti program bayi tabung.

5

2. Kemudian, dilakukan stimulasi dengan merangsang indung telur si calon ibu untuk memastikan banyaknya sel telur. Karena secara alami, sel telur hanya satu. Namun untuk bayi tabung, diperlukan sel telur lebih dari satu untuk memperoleh embrio.

3. Pemantauan pertumbuhan folikel berupa suatu cairan berisi sel telur di indung telur yang bisa dilihat dengan USG. Pemantau tersebut bertujuan untuk melihat apakah sel telur tersebut sudah cukup matang untuk dipanen.

4. Menyuntikkan obat untuk mematangkan sel telur yang belum dipanen agar siap.

5. Setelah itu dokter atau tenaga medis akan melakukan proses pengambilan sel telur untuk di proses di laboratorium.

6

6. Pengambilan sperma dari suami pada hari yang sama. Bagi suami yang tidak memiliki masalah dengan spermanya, maka pengambilan sperma umumnya dilakukan dari hasil masturbasi. Tapi jika ternyata ada masalah dengan sperma atau masturbasi, sperma diambil dengan cara operasi untuk mengambil sperma langsung dari buah zakar.

7. Baru dilakukan proses pembuahan (fertilisasi) di dalam media kultur di laboratorium untuk menghasilkan embrio.

8. Setelah menghasilkan embrio, dokter akan melakukan transfer embrio kembali ke dalam rahim agar dapat terjadi kehamilan.

7

9. Penunjang fase luteal untuk mempertahankan dinding rahim. Pada tahap ini, biasanya dokter akan memberikan obat untuk mempertahankan dinding rahim si ibu supaya bisa terjadi kehamilan.

10. Yang terakhir, proses simpan beku embrio untuk waktu tertentu. Hal ini dilakukan jika ada embrio yang lebih, sehingga bisa dimanfaatkan kembali bila diperlukan untuk kehamilan selanjutnya

8

D. Dampak
Dampak Positif Anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Tapi faktanya, tak semua pasutri dapat dengan mudah memperoleh keturunan. Data menunjukkan, 11-15 persen pasutri usia subur mengalami kesulitan untuk memperoleh keturunan, baik karena kurang subur (subfertil) atau tidak subur (infertil). ya dengan bayi tabung buat pasutri adalah sebuah harapan juga

Dampak negatif Kendala Program Bayi Tabung Pasutri yang berniat mengikuti program bayi tabung dihadapi beberapa kendala. Yang utama adalah dana yang tidak kecil. Mulai dari Rp 16,5 juta hingga Rp 54 juta untuk sekali program bayi tabung. Di Amerika pun, tingginya biaya program bayi tabung ($6,000 hingga $7,000), juga dianggap sebagai kendala.

9

Apalagi, menurut instansi yang bersangkutan, mahalnya biaya tersebut belum menjamin keberhasilan program bayi tabung. Padahal, teknologi yang digunakan sudah begitu „powerful‟, namun hanya 20% saja kemungkinan program ini akan berhasil. Kalaupun berhasil, risiko bayi kembar lebih dari dua terbilang tinggi pada teknik transfer embrio. Padahal, seorang ibu yang hamil kembar dua saja sudah masuk ke „area‟ rawan. Oleh karena itu, kini transfer blastosis lebih banyak direkomendasikan dokter lantaran kemungkinan kembar lebih dari dua hampir tak ada. Selain itu, menurut instansi yang bersangkutan, ada beberapa dampak negatif program bayi tabung untuk si ibu. Misalnya, kemungkinan si ibu terserang infeksi, rhumatoid arthritis atau lupus, dan alergi. Kendati demikian, kenyataan di atas jangan mengendurkan niat Anda untuk mengikuti program bayi tabung. Kalau Tuhan berkehendak, lewat usaha yang maksimal, kesabaran dan ketabahan, tentulah akan berhasil. Apalah arti kesulitan dan rasa sakit yang mendera bila dibandingkan dengan hadirnya buah hati dalam sebuah perkawinan.

10

Alasan Dimanfaatkannya Bayi Tabung

Bayi tabung cocok bagi pasangan yang tidak dapat memiliki anak karena: Gangguan ovulasi Kerusakan saluran tuba falopii Kualitas sperma yang kurang baik Endometriosis Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui (sekitar 15-20% pasangan tidak dapat memiliki anak tanpa diketahui sebabnya). Aspek Agama Dari sudut pandang agama, bayi tabung diperbolehkan bila sperma yang dipakai adalah dari suami yang sah dan calon embrio dikembalikan ke rahim ibu tempat sel telur berasal. Penanaman calon embrio ke rahim wanita lain (surrogate mother), tidak dibenarkan agama karena berbagai alasan. Pertama, Bayi Tabung ISIS Sukses di RS Dr Sardjito Hanya 1,2 Juta sperma bisa buahi ovum.

11

Memiliki anak memang dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Sering pasutri invertilitas (tak subur) merasa putus asa dan mengalami tekanan psikologis yang hebat, apabila usaha untuk mendapatkan anak tidak kunjung berhasil. Anak memang urusan Tuhan. Namun, manusia wajib berusaha. Setelah berkembangnya teknologi 'bayi tabung', manusia menemukan piranti untuk mendukung usahanya mendapatkan anak. Dengan usaha ini, banyak pasutri yang bisa mendapatkan anak. Hal itu juga dialami pasutri Widodo dan Winarni (bukan nama sebenarnya, red) asal Karanganyar, Surakarta. Setelah tujuh tahun pernikahannya belum memiliki anak, pada tanggal 7 April 2001 lalu pasangan ini dikaruniai seorang bayi laki-laki mungil dengan berat 3,25 kg dan panjang badan 49 cm di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta. Kesuksesan pasangan itu dalam mendapatkan anak dibantu dengan tim dokter bayi tabung yang menggunakan teknologi Intra Cyloplasmatic Sperm Injection (ICSI) atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah ISIS (Injeksi Sperma Intra Sitoplasma).

12

Ini adalah teknologi bayi tabung tercanggih yang berhasil dikembangkan Poliklinik Permata Hati RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta. Metode yang memiliki kemungkinan keberhasilan hanya 15-30 persen ini pertama kali berhasil dilakukan di Belgia tahun 1992. Di Indonesia sendiri dilakukan pertama kali di RS Harapan Kita Jakarta pada tahun 1995 dan di RS Surabaya. Yogyakarta sendiri baru berhasil dilakukan pada tahun 2000/2001. ISIS atau ICSI adalah metode terakhir yang diambil oleh tenaga medis, apabila suatu pasangan mengalami infertilitas, yaitu keadaan tidak juga hamil kendati sudah satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa pelindung. ISIS membantu fertilitas dengan cara menyuntikkan secara paksa sperma ke dalam sitoplasma sel telur yang telah diambil dari rongga rahim. Selanjutnya prosesnya sama seperti proses tahapan bayi tabung, yakni dengan mengembalikannya ke dalam rongga rahim untuk kemudian dibuahi. "Metode ini diambil apabila suami memiliki kualitas sperma yang kecepatan dan jumlahnya jauh di bawah rata-rata laki-laki normal, atau jumlahnya di bawah 5 juta sperma," demikian diungkapkan Kepala Pelaksana Tim Bayi Tabung RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dr AR Amino Rahardjo SpOG kepada wartawan di Gedung Bulat RSUP Dr Sardjito, Senin (16/4), dalam acara coffee morning.
13

Acara ini juga dimaksudkan untuk menjelaskan keberhasilan tim dokter RSUP Dr Sardjito dalam melakukan operasi bayi tabung dengan Teknologi ISIS. Jumpa pers ini juga dihadiri dr Arif Faisal CpR DHSM (wakil direktur pelayanan Medis dan Keperawatan) dan dr Ita Fauzia MCE (Penanggung Jawab Laboratorium ART Klinik Permata Hati) yang juga anggota tim Bayi Tabung RSUP Dr Sardjito. Dokter AR Amino menambahkan, untuk laki-laki normal, biasanya memiliki kualitas kecepatan dan jumlah sperma antara 20 juta sperma hingga 40 juta sperma. Jika seorang suami memiliki kurang dari 10 juta sperma, maka mau tidak mau harus menempuh jalan bayi tabung. Jika jumlah spermanya berada di bawah 5 juta, maka harus menggunakan bayi tabung dengan metode ISIS. "Pasangan suami istri yang keberatan disebutkan namanya ini hanya memiliki jumlah 1,2 juta sperma, maka akhirnya Tim Dokter Bayi Tabung RSUP Sardjito menyarankan kepada pasangan ini menempuh metode ISIS yang tentunya dengan persetujuan keduanya," jelasnya lebih lanjut.

14

Tentu saja satu pasangan yang kurang subur tidak serta-merta disarankan menggunakan bayi tabung dengan metode ISIS. "Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh satu pasangan sebelum mencapai pada tahap ini, seperti konsultasi dan konseling pasutri secara intens, senggama terencana, inseminasi buatan, sampai pada kesimpulan harus ditempuh cara ini berdasarkan persetujuan medis," ungkap, dr Ita Fauzia MCE. Secara konvensional, proses teknologi bayi tabung adalah mempertemukan secara alami sel sperma dan sel telur (ovum) dalam satu tabung untuk selanjutkan dikembalikan kepada rahim ibu untuk dibuahi. Ini dikenal dengan istilah Invitro Fertilization (IVF). Namun, apabila sel sperma kurang aktif dan jumlahnya sangat sedikit tidak bisa dibiarkan bertemu secara alami di tabung, tapi harus disuntikkan secara paksa agar bertemu. Setelah sperma dan ovum bertemu, baru kemudian dimasukkan kembali ke rongga rahim ibu yang dikenal dengan nama Injeksi Sperma Intra Sitoplasma (ISIS). Saat ini Klinik Permata Hati RSUP Dr Sardjito telah berhasil mengembangkan teknologi keduanya. Selain pelayanan medis dan fasilitas diagnosa terapi invertilitas kepada pasutri, juga dilakukan bimbingan konseling dan pelayanan psikologis.
15

Sebab, pasangan kurang subur umumnya mengalami tekanan psikologis yang sangat berat dan keputusasaan. Memang hingga kini belum diketahui dan sulit dibuktikan secara medis bahwa bayi tabung dengan teknologi ISIS mengalami kelainan genetis, karena baru tahun 1992 lalu teknologi ini pertama diterapkan. Namun, dengan yakin dr Amino menegaskan, kelainan genetis pada bayi kemungkinannya 50 persen sama dengan bayi yang lahir normal. "Tidak tertutup kemungkinan seorang bayi yang lahir normal juga mengalami kelainan genetis," jelasnya. Poliklinik Permata Hati sendiri sejak pertama kali dibangun pada September 1990 lalu, sudah mampu membantu melahirkan bayi tabung pertama pada tanggal 26 Agustus 1997. Sedangkan bayi tabung kembar tiga pada tanggal 10 Februari 2001 lalu. Sementara teknologi bayi tabung ISIS baru mulai dikembangkan di poliklinik ini pada tahun 2000 lalu dan berhasil dengan kelahiran bayi laki- laki pasangan asal Karanganyar itu, pada 7 April 2001 lalu. Ini merupakan keberhasilan RS dr Sardjito dalam mengembangkan teknologi bayi tabung hingga pada proses kelahiran. Sementara dengan metode ISIS ini merupakan keberhasilan yang pertama. Sekecil apapun kemungkinan keberhasilan kelahiran lagi-lagi tetap berpulang kepada kuasa Tuhan.
16

E. Kesimpulan
Teknologi bayi tabung ialah teknologi untuk mendapatkan keturunan dengan cara mengambil sel telur yang sudah masak dari oviduk wanita yang kemudian dibuahi oleh sel-sel sperma yang sebelumnya beku pada media cair. Teknologi ini memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya , untuk membantu mendapatkan keturunan yang sehat. Dampak negatifnya, biaya yag mencapai Rp 16,5 juta hingga Rp 54 juta untuk sekali program bayi tabung. Untuk si ibu. Misalnya, kemungkinan si ibu terserang infeksi, rhumatoid arthritis atau lupus, dan alergi. Prosesnya sendiri meliputi, pengambilan sel telur dari oviduk, fertilisasi pada medium cair, dalam beberapa hari zygote berkembang menjadi embrio, kemudian ditransfer ke rahim. Janin berkembang seperti biasa selama 9 bulan.

17

Daftar Pustaka

Ferdinand, Victor.2006.Praktis Belajar Biologi. Jakarta:PT Grafindo Media Pratama. Jati, Wijaya.2006.Biologi Interaktif.Bandung:Ganeca Exact. Mikrajuddin.2006.IPA Terpadu.Bandung:Ganeca Exact. Sudjadi.2002.Bioteknologi Kesehatan.Jakarta:Kanisius.

Websites

:

www.bayitabung.blogspot.com www.detiknews.com www.halohalo.co.id www.kompas.com www.pdfdatabase.com

18

19

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->