P. 1
Kelas_12_geografi_3_bagja_waluya

Kelas_12_geografi_3_bagja_waluya

3.5

|Views: 80,212|Likes:
Published by Santoso Bung

More info:

Published by: Santoso Bung on Jul 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

Adanya istilah negara maju dan negara berkembang dimaksudkan untuk
menunjukkan bahwa tidak semua negara memiliki tingkat kemajuan yang sama.
Sebagian negara mengalami perkembangan yang pesat dalam pembangunannya,
sementara sebagian lainnya relatif terlambat. Menentukan suatu negara tergolong
ke dalam negara maju atau negara berkembang, sesungguhnya cukup sulit.
Mengapa demikian? Karena hal tersebut akan sangat bergantung pada ukuran
yang kita gunakan. Dalam kenyataannya, tidak ada satu negara pun yang
mutlak dapat dikatakan maju atau pun mutlak dapat dikatakan berkembang.

Negara maju, negara berkembang, model pengembangan
wilayah

Kata Kunci :

214

Dasar ukuran yang digunakan dalam pengelompokan negara-negara, biasanya
ialah tingkat ekonomi atau ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdasarkan ukuran
tersebut, maka yang disebut negara maju adalah negara yang memiliki tingkat
perekonomian dan iptek yang tinggi, sedangkan negara yang sedang berkembang
memiliki tingkat ekonomi dan iptek yang rendah.
Lalu bagaimana pada suatu negara yang faktanya kaya tetapi teknologinya
belum canggih, apakah dapat dikelompokkan sebagai negara maju? Bagaimana
pula suatu negara yang teknologinya canggih tetapi masih miskin? Apakah
negara seperti ini layak disebut berkembang? Misalnya negara Brunei Darussalam,
karena minyaknya ia kaya tetapi teknologi yang dimiliki masih belum canggih.
Sebaliknya apabila suatu negara yang teknologinya canggih tetapi tingkat
ekonominya masih relatif rendah, misalnya India, apakah negara layak disebut
berkembang? Coba kalian bandingkan dengan negara Amerika, Inggris, Jerman,
atau lainnya. Berarti terdapat kriteria lain untuk menentukannya selain kriteria
di atas, misalnya keadaan jumlah (kuantitas) dan mutu (kualitas) penduduk.
Untuk memudahkan, kita tentukan beberapa kriteria yang dapat jadikan dasar
sebagai berikut.

De Blij,R. telah memberikan beberapa kriteria tentang pengelompokan
negara-negara maju dan berkembang dengan melihat beberapa indikator sebagai
berikut.
1.Pendapatan nasional per kapita atau Gross National Product (GNP),
yaitu dengan cara membagi antara jumlah keseluruhan pendapatan negara
per tahun dengan jumlah seluruh penduduk negara tersebut. Bila hasil
baginya mencapai lebih dari 10.000 dolar Amerika Serikat (U.S $ 10.000),
maka negara tersebut dapat dikelompokkan sebagai negara maju. Sedangkan
bila hasil baginya kurang dari 80 dolar Amerika Serikat (U.S $ 80) maka
dikelompokkan negara sedang berkembang.
2.Struktur mata pencaharian dari angkatan kerja. Jika persentase tenaga
kerja sangat tinggi di sektor yang memproduksi bahan makanan pokok,
maka negara tersebut dikelompokkan sebagai negara sedang berkembang.
3.Produktivitas per tenaga kerja. Hal ini ditentukan dengan cara menghitung
keseluruhan produksi selama satu tahun dibagi dengan jumlah seluruh
angkatan kerja.
4.Pengunaan energi per orang. Jika tingkat penggunaan tenaga listrik
dan bentuk energi lainnya sangat tinggi, maka tingkat perkembangan
nasionalnya makin tinggi.
5.Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang. Hal ini dtentukan
dengan cara mengetahui indeks per kapita dari pengukuran jalan kereta
api, jalan raya, hubungan udara, telepon, radio, televisi, dan sebagainya.
Jika indeksnya makin tinggi, maka makin tinggi pula tingkat perkembangan
nasional negara tersebut.

215

6.Penggunaan metal yang telah diolah. Hal ini ditentukan oleh jumlah
bahan-bahan metal seperti: besi, baja, tembaga, alumunium dan logam
lainnya yang digunakan penduduk selama setahun tertentu. Semakin banyak
jumlah yang digunakan, maka semakin tinggi tingkat perkembangan nasional
negara tersebut.
7.Ukuran-ukuran lainnya dapat pula ditentukan oleh tingkat melek hurup
penduduk, tingkat penggunaan kalori per orang, persentase pendapatan
keluarga yang digunakan untuk membeli bahan makanan, ataupun jumlah
tabungan per kapita.

Ukuran lain digunakan pula dari aspek kependudukan. Suatu negara
dikelompokkan ke dalam kelompok negara maju memiliki ciri kependudukan
sebagai berikut:
1.tingkat pertumbuhan penduduknya rendah;
2.persebaran penduduk terkonsentrasi di daerah perkotaan;
3.tingkat kelahiran dan kematian penduduknya rendah;
4.tingkat buta huruf rendah;
5.tingkat harapan hidupnya tinggi;
6.pendapatan per kapitanya tinggi;
7.penduduk wanita berstatus kawin di atas usia 19 tahun dan banyak
menggunakan alat kontrasepsi.

Adapun ciri-ciri kependudukan untuk kelompok negara berkembang,

yaitu sebagai berikut:
1.tingkat pertumbuhan penduduk tinggi;
2.tingkat pendapatan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan rendah,
ketimpangan ekonomi sangat mencolok, sehingga standar hidupnya rendah;
3.angka ketergantungan penduduk tinggi;
4.angka pengangguran, baik nyata maupun terselubung, tinggi;
5.tingkat produktivitas rendah;
6.ketergantungan pendapatan sangat bertumpu pada sektor pertanian dan
ekspor bahan-bahan mentah;
7.pengelolaan informasi sangat terbatas dan pasar tidak sempurna;
8.aspek hubungan internasionalnya sangat rapuh.

Pengelompokan lain juga dilakukan oleh Bank Dunia (World Bank) pada
tahun 1997 dengan membagi negara-negara di dunia berdasarkan tingkat
pendapatan (income) per kapitanya menjadi empat kelompok sebagai berikut:
1.Negara-negara berpendapatan rendah (low income) dengan GNP per
kapitanya < U.S $785;

216

2.Negara berpendapatan menengah (middle income) dengan GNP per
kapitanya antara U.S $ 785 – 3.125;
3.Negara berpendapatan menengah tinggi (upper middle income) dengan
GNP per kapitanya antara U.S $ 3.125 – 9.655;
4.Negara berpendapatan tinggi (high income) GNP per kapitanya > U.S
$ 9.656.

Berdasarkan pengelompokan tersebut di atas, maka negara-negara di
dunia yang dapat dimasukkan ke dalam kelompok berpendapatan tinggi (high
income) sebanyak 26 negara yang terdiri atas 24 negara berasal dari negara
maju dan 2 negara lainnya berasal dari negara berkembang di Asia Barat
Daya yaitu Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memberikan pengelompokan khusus
terhadap negara-negara berkembang yang dilihat dari tingkat pendapatannya,
sebagai berikut:
1.Negara paling miskin/terbelakang (least developed) berjumlah 44 negara;
2.Negara sedang berkembang (developing nation) berjumlah 88 negara;
3.Negara kaya (pengekspor minyak) berjumlah 13 negara.

Dari beberapa ukuran pengelompokan tersebut, kita dapat menyimpulkan
bagaimana penggolongan negara maju dan negara berkembang dapat dilakukan.
Ukuran yang pasti, nampaknya jika kita menggolongkannya dengan
menggabungkan tiga ukuran di atas sekaligus, yaitu kita lihat tingkat
perekonomian, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mutu kependudukan.
Tabel 7.1 adalah beberapa negara di dunia yang dilihat dari Growth
National Income (GNI), sebagai berikut.

Tabel 7.1 GNI Beberapa negara di dunia

No

Nama Negara

GNI (US$)

A

Negara Maju:
1.Amerika Serikat

39.710

2.Kanada

30.660

3.Swiss

35.370

4.Inggris

31.460

B

Negara Berkembang:
1.Brazil

8.020

2.Cina

5.530

3.Ethiopia

810

4.Indonesia

3.460

(Sumber: World Population Data Sheet, 2005)

217

B.TAHAPAN-TAHAPAN PERKEMBANGAN NEGARA MENURUT
W.W ROSTOW

Apabila kamu melihat berbagai karakterisitik dari pengelompokan negara
maju dan berkembang di atas, maka dapat dicirikan bahwa letak perbedaan
yang paling besar mempengaruhi perkembangan negara-negara tersebut ialah
kegiatan ekonominya yang berlatar belakang pada sektor industri. Tingkat
perkembangan perindustrian berbeda-beda pada tiap kelompok negara, sesuai
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologinya.
WW. Rostow (1960) dalam bukunya The Stages of Economic Growth,
mengklasifikasikan tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara atas 5 tingkatan,
yaitu:the traditional society, the preconditions for take off, take off,
the drive to maturity, and the age of high mass cosumption.

Skema 7.1 Model pertumbuhan ekonomi menurut Rostow

(Sumber: Ghorly and Hagget, 1969, halaman 250)

Tahapan perkembangan negara menurut WW. Rostow seperti pada skema
7.1, mimiliki penjelasan sebagai berikut.
1.The traditional society atau tahap masyarakat tradisional adalah suatu
negara yang struktur masyarakatnya dibangun di dalam fungsi-fungsi produksi

The age of high mass

The age of high mass

Take off

The preconditions for take off

The traditional society

Dekade

218

yang terbatas. Tingkat pendapatan per kapitanya masih rendah karena
tidak adanya penerapan pengetahuan dan teknologi modern. Karena
terbatasnya produktivitas, maka sebagian terbesar sumber-sumbernya
ditujukan untuk menghasilkan bahan mentah.
2.The preconditions for take off atau tahap prakondisi menuju take off
yaitu meliputi masyarakat yang sedang dalam proses peralihan atau
merupakan suatu periode yang menunjukkan adanya syarat-syarat menuju
take off. Nilai-nilai dan cara-cara tradisional sudah mulai dirasakan menjadi
tantangan, sedangkan nilai-nilai dan cara-cara baru yang lebih efisien
mulai masuk. Perubahan-perubahan mulai terjadi ke arah masyarakat
yang lebih modern dengan sistem ekonomi yang lebih maju.
3.Take off atau tahap tinggal landas adalah tahapan perkembangan ekonomi
memasuki masa antara, ketika hambatan-hambatan dan rintangan-rintangan
terhadap pertumbuhan sudah mulai dapat diatasi. Nilai-nilai, cara-cara
baru, dan kekuatan-kekuatan yang menimbulkan kemajuan ekonomi meluas
dan mulai menguasai masyarakat. Tingkat investasi naik dari 5% sampai
10% atau melebihi pendapatan nasional. Selama masa tinggal landas,
industri-industri baru berkembang dengan pesat dan menghasilkan
keuntungan yang sebagian besar diinvestasikan lagi pada pabrik-pabrik
yang baru atau industri-industri baru. Sehingga daripadanya dapat mendorong
perluasan lebih lanjut bagi daerah-daerah kota dan industri-industri modern
lainnya.
4.The drive to maturity atau tahap gerak menuju kematangan adalah
tahap ketika kegiatan ekonomi tumbuh secara terus-menerus dengan
teratur dan penggunaan teknologi modern meluas ke seluruh aspek kegiatan
perekonomian. Kira-kira 10% sampai 20% pendapatan nasionalnya,
secara terus-menerus diinvestasikan yang memungkinkan output meningkat
dengan cepat melebihi pertambahan penduduk. Kegiatan ekonomi bergerak
dengan mantap memasuki perekonomian internasional. Pada umumnya,
tahap kematangan (maturity) ini dicapai kira-kira setelah 60 tahun
dimulainyatake off atau 40 tahun setelah berakhirnya take off.
5.The age of high mass cosumption atau tahap konsumsi massa tinggi
adalah tahap ketika perkembangan industri lebih ditujukan untuk menghasilkan
barang-barang konsumsi yang tahan lama dan dalam bidang jasa. Fase
ini sudah mulai dilampaui oleh masyarakat di Negara Amerika Serikat
yang ditandai dengan tingkat kenikmatan hidup yang tinggi. Pendapatan
per kapita naik sampai sebagian besar orang mampu membeli barang-
barang yang dikonsumsi melebihi kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti
membeli mobil, alat rumah tangga yang modern, jasa-jasa dan pelayanan
rekreasi, dan lain-lain.

219

Demikian gambaran tahap-tahap perkembangan negara-negara dilihat
dari pertumbuhan ekonominya yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan
industri sebagai pemegang kunci peranan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->