P. 1
TANAMAN GAMBAS

TANAMAN GAMBAS

3.5

|Views: 3,329|Likes:
download : http://www.ziddu.com/downloadlink/10707729/TANAMANGAMBAS.pdf
download : http://www.ziddu.com/downloadlink/10707729/TANAMANGAMBAS.pdf

More info:

Published by: Hendrik_Nurfitrianto on Jul 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2013

TANAMAN GAMBAS (Luffa acutangula

)

Gambar 1. Tanaman gambas secara keseluruhan.

Klasifikasi ilmiah :
Kerajaan Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Cucurbitales : Cucurbitaceae : Luffa : L. acutangula

Deskripsi Umum : Gambas merupakan tumbuhan hijau yang sering ditanam secara tahunan. Gambas termasuk jenis tanaman merambat. Tanaman ini termasuk dalam anggota suku labu-labuan (cucurbitaceae). Akar tanaman gambas bulat, panjang 5-30 cm. Batang tanaman gambas bersegi, permukaannya berambut halus, basah, dan mempunyai panjang 0,5-3,0 meter. Gambas mempunyai sulur berbentuk spiral yang keluar di sisi tangkai daun. Bila menyentuh galah maka sulur akan mulai melingkarinya. Daun merupakan daun tunggal, letaknya berseling dan bentuknya bulat telur lebar, ujungnya runcing dan tepinya bergerigi. Panjangnya 4-10 cm, lebar 5-8 cm, dan warnanya hijau. Bunga tanaman gambas berumah satu. Tanaman gambas mempunyai buah yang bulat panjang, tumbuh menggantung, permukaannya bersegi, warnanya hijau. Buah ini panjangnya 20-30 cm dan bagian pangkalnya terdapat sisa ovarium. Di dalam buah gambas terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih berwarna putih pada gambas muda sedangkan hitam pada gambas tua.

AKAR

Deskripsi Morfologi
Sistem perakaran tanaman gambas adalah tunggang. Yaitu akar primer sebagai sumbu utama dan cabang-cabangnya disebut dengan akar lateral atau akar sekunder.

Deskripsi Anatomi

Akar Cabang Xilem Floem endoderm is korteks

Penampang akar yang kami temukan menunjukkan pada tahap pertumbuhan primer. Penampang sel akar menunjukkan penampakan korteks, endodermis, berkas pengangkut dan daerah akar cabang. Epidermis tidak terlihat pada penampang yang kami buat. Hal ini dikarenakan pada waktu kami membuat irisan preparat terpotong, sehingga lapisan epidermis tidak terlihat. Korteks juga terlihat sebagian saja. Pada bagian ini terdiri dari jaringan parenkim. Berkas pengangkut yang tersusun secara radial (melingkar) dan berselang-seling antara xilem dan floem. Perkembangan berkas pengangkutan secara eksarkh, pertumbuhan xilem dan floem yang menuju daerah sentripetal, sehingga protoxilem dan protofloem letaknya di daerah perifer sedangkan metaxilem dan metafloem di dalamnya.

BATANG

Deskripsi Morfologi
Batang basah, bentuk bersegi (angularis). Permukaan batang berbulu kasar. Arah tumbuh batang memanjat (scandens) dengan menggunakan penunjang berupa sulur. Panjang batang 0,5-3,0 m.

Deskripsi Anatomi A. Anatomi Batang Muda
Epidermis Korteks

Berkas pembuluh

empulur Rongga

Gambar : batang muda

Floem luar kambium

xilem Kambium Floem dalam

Gambar : berkas pembuluh Terlihat irisan melintang batang dari luar ke dalam : Epidermis terdiri dari selapis sel yang terletak paling luar dan mengelilingi sel secara keseluruhan. Daerah korteks terdiri dari parenkim korteks. Parenkim dengan ciri bentuk isodiametris dan tanpa penebalan dinding. Berkas pengangkut tipe bikolateral dengan susunan floem luar, kambium luar, xilem, kambium dalam dan floem dalam. Pada batang muda ini berkas pengangkutannya masih dalam bentuk struktur primer. Xylem terdiri dari trachea (lubang yang berwarna putih), serat xilem dan parenkim xilem. Floem terdiri dari pembuluh tapis, sel pengiring, serat floem dan parenkim floem. Terdapat keunikan pada susunan floem luar yaitu berbentuk seperti topi. Daerah empulur terdiri dari jaringan dasar parenkim yang bentuknya isodiametris tanpa penebalan dinding.

B.

Anatomi Batang Tua

Peridermis Korteks

Daerah Empulur

berkas pembuluh

Floem luar kambium Xilem Kambiu m Floem dalam

Terlihat irisan melintang batang dari luar ke dalam : Peridermis adalah jaringan pengganti epidermis dari batang yang telah mengalami pertumbuhan sekunder. Peridermis terdiri dari satu lapis sel. Daerah korteks mengalami penyempitan daerah. Korteks terdiri dari jaringan dasar parenkim yang isodiametris tanpa penebalan dinding. Penyempitan daerah ini disebabkan karena adanya pertumbuhan sekunder dari batang, akibat aktivitas kambium. Berkas pengangkut semakin lebar dan rapat akibat pertumbuhan

xylem sekunder dan floem sekunder. Tipe berkas pengangkut bikolateral. Xylem terdiri dari trachea (lubang yang berwarna putih), serat xilem dan parenkim xilem. Floem terdiri dari pembuluh tapis, sel pengiring, serat floem dan parenkim floem. Daerah empulur berisi jaringan dasar parenkim yang isodiametris tanpa penebalan dinding.

Kesimpulan : Melihat adanya penampakan irisan melintang batang di atas, kami dapat mengambil kesimpulan. Bahwa batang gambas menunjukkan ciri batang dari tanaman dikotil. Dengan alasan : tipe berkas pengangkutannya bikolateral (terbuka) sehingga memungkinkan terjadinya pertumbuhan sekunder pada tahap pendewasaannya. Pada pertumbuhan sekundernya berkas pengangkut menjadi lebih padat dan rapat yang lama-kelamaan akan mendesak sampai ke daerah korteks yang kemudian akan mengalami penyempitan daerah. Dan apabila telah mencapai tahap dewasa (tua) seluruh sel batang akan dipenuhi oleh berkas-berkas pengangkut tersebut. Bagian yang bertanggungjawab atas pertumbuhan dan perkembangan sekunder ini adalah kambium.

DAUN

Gambar permukaan daun adaksial

Gambar permukaan daun abaksial

Deskripsi Morfologi
Pada tanaman gambas memiliki daun tunggal, tidak memiliki stipula (daun penumpu). Bangun daun bulat. Daging daun seperti kertas. Permukaan daun kasap. Tangkai daun bulat dan berambut kasar. Pangkal daun berlekuk. Tepi daun berlekuk menjari. Ujung daun runcing. Tulang daun menjari. Filotaksis daun 1

3

yang memiliki arti bahwa daun mempunyai 1 spiral genetik dan 3 helai daun dalam satu ortostik.

Deskripsi Anatomi
Trikoma Epidermis Jaringan palisade

jaringan sponsa Berkas pembuluh Jaringan Mesofil

stomata

Terlihat irisan melintang daun dari luar ke dalam : Daun gambas memiliki selapis epidermis pada sisi adaksial dan abaksial. Epidermis daun gambas dilapisi oleh lapisan kutikula. Dinding sel epidermis mengalami penebebalan yang tidak merata. Dinding sel epidermis yang menghadap keluar memiliki dinding yang lebih tebal daripada dinding sel epidermis yang menghadap dalam. Stomata tipe anisositik, mempunyai 3 atau lebih sel tetangga, salah satu sel tetangga tersebut lebih kecil daripada sel tetangga yang lainnya. Selain itu stomata gambas adalah stomata fanerofor. Yaitu letak sel

penutup sama tinggi dengan sel epidermis. Trikoma yang panjang dan lebih dari 1 sel (bentuk bintang). Trikoma ditemukan dalam jumlah yang banyak dan bervariasi ukurannya di dalam epidermis. Mesofil yaitu daerah yang berada di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Berisi jaringan dasar yaitu jaringan parenkim (bentuk isodiametris). Jaringan parenkim pada daun gambas mengalami difererensisai jaringan menjadi jaringan palisade dan jaringan sponsa. Namun sayangnya, pada penampang melintang daun gambas kami tidak terlihat dengan jelas mana bagian dari jaringan palisade maupun jaringan sponsa. Jaringan palisade atau biasa disebut dengan jaringan tiang memiliki ciri-ciri tersusun oleh sel-sel berbentuk batang, letaknya berderet-deret rapat tanpa ruang antar sel. Sel ini mengandung kloroplas. Parenkim sponsa atau jaringan bunga karang, tersusun oleh sel-sel parenkimatik yang bentuk dan susunannya tidak teratur. Hubungan antar sel satu dengan lainnya membentuk ruang antar sel, yang digunakan sebagai alat pertukaran gas saat fotosintesis maupun respirasi. Jaringan sponsa biasanya berhubungan langsung dengan stomata. Ditemukan jaringan pengangkutan yang terdiri dari xylem dan floem. Xylem terdiri dari trachea (lubang yang berwarna abu-abu), serat xilem dan parenkim xilem. Sedangkan Floem (berwarna putih) terdiri dari pembuluh tapis, sel pengiring, serat floem dan parenkim floem. Vena pada penampang melintang daun gambas, tersusun membentuk pola percabangan yang menyebar. Yaitu vena kecil merupakan cabang dari vena yang besar atau biasa disebut dengan pola seperti jala. Berkas pengangkutan pada daun memiliki ciri yang khas, yaitu letak xilem pada bagian adaksial atau berada di atas floem. Pada daerah ini juga diperkuat oleh jaringan penguat kolenkim (jaringan dasar yang mengalami penebalan dinding yang tidak merata). Epidermis Abaksial terdiri dari 1 lapis sel yang tersusun rapi dan terdapat banyak derivatnya (stomata tipe fanerofor dan trikoma yang berbentuk bintang).

ALAT REPRODUKSI (BUNGA, BUAH DAN BIJI)

Deskripsi Morfologi
Bunga tunggal, di ketiak daun, tanpa daun pelindung, bertangkai, sempurna, zigomorf, hipogen, hermaprodit, kuning ; tangkai bunga bulat, P. 3-4 cm, hijau kekuningan. Kelopak 5 sepal, P. 2 cm, berlekatan, terompet, berkarang, hijau kekuningan, tidak mudah rontok. Mahkota 5 petal, P. 2-3 cm, lepas, bulat telur terbalik, berkarang, kuning, mudah rontok, zigomorf. Benang sari 3, kepala sari bercabang, lepas ; putik sudah tumbuh menjadi buah.

Deskripsi Morfologi
Buah bulat memanjang berbentuk silindris, permukaan bersegi, panjang 20-30 cm; Warna buah hijau dengan karpel 3 katup,

Deskripsi Morfologi

Di dalam buah gambas terdapat banyak biji yang bentuknya lonjong meruncing pipih berwarna putih pada gambas muda sedangkan hitam pada gambas tua,

Polen Luffa acutangula

Deskripsi
Ciri-ciri polen: Tipe Bentuk Jumlah celah Pori : Quinquangular obtuse convex : Tetrapantocolporate :2 : ada

Buluh Serbuk Sari Luffa acutangula
Larutan gula
Waktu 10.58 Gambar Buluh Serbuk Sari Perbesaran 10 x 40 Keterangan Tampak tonjolan protoplasma yang keluar dari celah buluh serbuk sari.

11.02

10 x 40

Tidak terjadi penambahan tonjolan pada celah lain hanya terjadi penambahan panjang namun hampir tidak keliatan.

11.06

10 x 40

Terjadi penambahan panjang tonjolan protoplasma namun hanya sedikit. Pada perbesaran maksimal tampak panambahan panjang protopalsma.

11.10

10 x 100

11.14

10 x 100

Terjadi penambahan panjang protoplasma

Buluh serbuk sari yang mengalami pertumbuhan di tandai dengan adanya tonjolan protoplasma pada celah serbuk sari dan terjadi penambahan panjang pada protoplasma tersebut.

Larutan Campuran
Waktu

Gambar Buluh Serbuk Sari

Perbesaran

Keteran gan

11.20

10 x 40

Terjadi pertumb uhan buluh serbuk sari, tampak adanya tonjolan protopla sma. Muncul tonjolan protopla sma baru dan terjadi penamb ahan panjang protopla sma.

11.24

10 x 40

11.29

10 x 40

Terjadi penamb ahan panjang protopla sma, namun hanya sedikit Terjadi penamb ahan panjang protopla sma, namun hanya sedikit Terjadi penamb ahan panjang protopla sma.

11.34

10 x 40

11.39

10 x 40

Media Larutan gula Larutan Campuran

Waktu 5 x 4” 5 x4”

Jumlah yang tumbuh 2 3

Pada lapang pandang 2 3

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan serbuk sari diantaranya:
 Kualitas serbuk sari dari tanaman  Kematangan dari serbuk sari, semakin tua serbuk sari maka pertumbuhannya akan lama
 Waktu pengamatan buluh serbuk sari, semakin lama waktu pengamatan

makan pertumbuhan dari buluh serbuk sari akan terlihat jelas.

Kesimpulan
Dari praktikum pertumbuhan buluh serbuk sari dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan serbuk sari lebih cepat pada larutan Campuran daripada pada larutan gula. Hal ini disebabkan karena pada larutan campuran terdapat beberapa senyawa yang dapat mempengaruhi pertumbuhan buluh serbuk sari. Senyawa yang terdapat pada larutan campuran antara lain adalah sukrosa yang berfungsi sebagai nutrisi buluh serbuk sari, senyawa H3BO3 yang berfungsi untuk sintesis asam nukleat yang penting untuk pembelahan sel, serta CaNO3

HERBARIUM
Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya

Kolektor

: Tri Utami Ningsih Nina Nurul Hidayati

083244025 083244217

Famili

: Cucurbitaceae

Spesies Nama Daerah Pendeterminasi Lokasi

: Luffa acutangula : Gambas : Tri Utami Ningsih & Nina Nurul Hidayati : Ladang Desa Setro Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik

Catatan

: Daun tunggal bulat, berseling,

Batang basah, bersegi dan berambut halus.

filotaksis 1 , permukaan kasap. Akar tunggang. Bunga tunggal, biseksual,

3

simetri zygomorf; kelopak 5 sepal, berlekatan, warna hijau kekuningan, bentuk terompet; mahkota 5 petal, lepas, warna kuning, bentuk bulat telur; benang sari 3 stamen, lepas, tangkai sari : p 0,5 – 1,0 cm, kepala sari : P. 0,5– 0,7 cm warna kuning, beruang tiga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->