P. 1
Tesis Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq

Tesis Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq

|Views: 2,485|Likes:
Published by Cakz Lobitz

More info:

Published by: Cakz Lobitz on Jul 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

Sections

STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN
KURIKULUM PENDIDIKAN BERWAWASAN IMTAQ
DI SMA NEGERI KOTA MALANG

TESIS

OLEH

MUNIRON

NIM : 05130016

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PROGRAM PASCASARJANA

JANUARI 2008

2

STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN
KURIKULUM PENDIDIKAN BERWAWASAN IMTAQ
DI SMA NEGERI KOTA MALANG

TESIS

DIAJUKAN KEPADA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
UNTUK MEMENUHI SALAH SATU PERSYARATAN
DALAM MENYELESAIKAN PROGRAM PASCA SARJANA

OLEH

MUNIRON

NIM : 05130016

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PROGRAM PASCASARJANA

JANUARI 2008

3

LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJIAN HASIL PENELITIAN

1. Judul

: STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN
KURIKULUM BERWAWASAN IMTAQ DI SMA
NEGERI KOTA MALANG

2. Nama : Muniron

3. NIM : 05130016

4. Program Studi : MAGISTER AGAMA ISLAM

5. Konsentrasi : Manejemen Pendidikan Islam

6.Penyelesaian : Tanggal 29 Februari 2008

Menyetujui

Dosen Pembimbing

Pembimbing Utama

Pembimbing Kedua

Prof. DR. H. Muhaimin, MA

DR. H. M. Samsul Hady, M.Ag

4

TESIS

Dipersiapkan dan disusun oleh

MUNIRON

Telah dipertahankan di depan dewan penguji
pada tanggal 13 Maret 2008

SUSUNAN DEWAN PENGUJI

Pembimbing Utama Anggota Dewan Penguji

Prof. DR. H. Muhaiman, MA DR. H. Tobroni, M. Si

Pembimbing Pendamping

DR. H. M. Samsul Hady, M. Ag Drs. Khozin, M. Si

Tesis ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
untuk memperoleh gelar Magister
Malang, ------------------

DR. H. Achmad Habib, MA
Direktur Program Pascasarjana

5

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak
terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh
gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang
pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali
yang secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam
daftar pustaka.

Malang, 13 Maret 2008

Muniron
Tanda tangan dan nama terang

6

ABSTRAK

STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN
KURIKULUM BERWAWASAN IMTAQ DI SMA
NEGERI KOTA MALANG

Oleh : Muniron

Telah terjadi kemerosotan akhlak di kalangan para pelajar dan anak-anak
muda. Orang tua, pendidik,dan mereka yang berkecimpung di bidang sosial dan
agama banyak mengeluh terhadap perilaku mereka yang tidak baik.
Iman dan taqwa sesuatu yang mendasar dan harus dimiliki oleh para
pelajar dan anak-anak muda. Karena iman dan taqwa sebagai penggerak terhadap
segala tingkah laku mereka yang dapat mengarahkan kepada perbuatan baik.
Pengembangan kurikulum berwawasan imtaq di sekolah sangat penting
untuk merubah prilaku para pelajar menjadi lebih baik dan mewujudkan tujuan
pendidikan Nasional.

Sesuai dengan latar belakang masalah, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan
berwawasan imtaq ketika terjadi proses belajar mengajar di kelas.
Penelitian ini dilakukan terhadap guru mata pelajaran ; Kimia, Fisika,
Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, dan Geografi di SMA Negeri Kota Malang.
Penarikan sampel diambil 3 SMA Negeri dari 10 SMA Negeri di Kota Malang.
Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari peneliti ketika
mengikuti proses belajar mengejar di kelas.
Untuk memperoleh gambaran karakteristik dari obyek penelitian
digunakan analisis kualitatif deskriptif. Ada 6 strategi yang penulis tawarkan,
namun hanya 4 strategi yang terjadi ketika guru mengembangkan kurikulu
pendidikan berwawasan imtaq di kelas. Keempat strategi tersebut adalah
(1)aktualisasi (mewujudkan) imtaq dalam kehidupan manusia (2) Integrasi
(menggabungkan) imtaq dengan bahan pelajaran (3) menyelipkan materi imtaq
(4)Terjemah.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa strategi yang
digunakan guru untuk mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq
yang terbanyak adalah aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia pada diri sendiri,
perilaku manusia pada sesama, dan perilaku manusia pada alam sekitar.

Malang, 28 Januari 2008

Peneliti

7

ABSTRACT
The Developing of Education Curriculum
with the IMTAQ Conception
in State Senior High School Malang
By Muniron

The crisis moral is happened to the student especially the young society.
Parents, teachers and others who active in social and religion complaint to their
bad behaviour.

The young should have the basic of faith and piety, because it cn give them
the spirit to change into the better atitude.
The developing of education curriculum with the Imtaq conception at
school is the important thing to change the student’s behaviour to be better and
realize the aim of National education.
By looking the background study, the aim of the research is used to know
the teacher’s strategy in teaching learning process in order to develop the
education curriculum with the Imtaq conception.
This research is done to the teacher like: Chemistry, Physics, Biology,
Economy, Indonesian Language, ang Geography from State Senior High School
in Malang. The sample is taken in three school from the tenth school in Malang.
The data which is taken is the primer data from researcher in teaching learning
process.

The descriptive qualitative analysis is used to get the specific character from
the object research. The writer offers six strategies but the only four strategies are
happened when the teacher develop the education curriculum with the Imtaq
conception in classroom. The fourth strategies are (1) Actualisation Imtaq in
human’s life, (2) Integrated Imtaq with the learning material, (3) Enclosed the
Imtaq material, (4) Translated.
Based on this research and the discussion of using the theacher’s strategy
to develop the education curriculum with the Imtaq conception, the greatest one is
actualization Imtaq in the human’s behaviour it self, the human’s behaviour to
others, and the human’s behaviour to environment.

Malang, January 28, 2008

researcher

8

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur dipersembahkan kehadirat Allah Swt atas segala limpahan
rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya semata penulis dapat menyelesaikan karya tulis
ini.

Karya tulis ini berupaya untuk memaparkan strategi guru dalam
mengembangkan kurikulum yang dalam penyajiannya di kelas disertai dengan
nilai-nilai imtaq.

Ada beraneka ragam strategi yang diterapkan oleh guru dalam menyisipkan
imtaq kepada anak didiknya dengan harapan ada setetes hidayah yang menembus
hati nurani mereka, sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku yang lebih baik.
Masih sangat jauh dari kesempurnaan data-data yang ditampilkan untuk
memaparkan strategi yang tepat dipakai oleh guru untuk meningkatkan nilai-nilai
imtaq. Namun demikian harapan penulis ada upaya yang dilakukan oleh guru
untuk terus menerus menyisipkan materi imtaq dalam kegiatan belajar mengajar.
Penelitian ini tidak akan terselesaikan tanpa limpahan rido Allah Swt.
Disamping itu pula atas dukungan dari semua pihak terutama dari program
pascasarjana Universitas Muhamadiyah Malang. Untuk itu penulis menyampaikan
ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Bapak Dr. H. Achmad Habib, MA, selaku Direktur Program Pascasarjana
Universitas Muhamadiyah Malang.
2. Bapak Dr. H. Tobroni, M.Si, selaku Ketua Program Studi Magister Agama

Islam.

3. Bapak Prof. Dr. H. Muhaimin, MA, selaku Dosen Pembimbing utama dan
Bapak Dr. H. M. Samsul Hady, M.Ag, selaku Dosen Pembimbing kedua.
4. Bapak Drs. H. Muh. Sulthan, M.Pd, selaku Kepala SMA Negeri 1 Malang,
Bapak H. Musoddaqul Umam, S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Malang,
Ibu Dra. Hj. Neken Asih Sanjojo selaku Kepala SMA Negeri 10 Malang.
5. Bapak dan ibu guru SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 10
yang telah menyediakan waktu sehingga penulis dapat menyelesaikan
karya tulis ini.
6. Rekan-rekan penulis yang tergabung dalam MGMP Pendidikan Agama
Islam Kota Malang yang selalu memberi motivasi dalam menyelesaikan
karya tulis ini.
7. Isteri tercinta Afidatur Rachmawati,S.Pd yang selalu memberi bantuan dan
dorongan dengan sabar dan telaten untuk menyelesaikan studi dan
penulisan karya tulis ini.
Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq, dan
hidayahNya kepada kita semua, serta membalas segala amal kebaikan yang telah
bapak ibu lakukan. Amin yaa rabbal ‘alamin.
Pada akhirnya dengan segala kerendahan hati penulis akan sangat berterima
kasih atas sumbang saran dan kritik yang membangun, demi menyempurnakan
karya tulis ini. Semoga karya tulis ini ada guna dan manfaatnya untuk
meningkatkan dan mewujudkan cita-cita pendidikan di Indonesia.

Malang, 28 Januari 2008
Penulis

9

DAFTAR ISI

Hal

ABSTRAK ....................................................................................................... ( 6)
KATA PENGANTAR ........................................................................................ (8 )
DAFTAR ISI ...................................................................................................... (9 )
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... (11)

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................ .............. 12
1. Pentingnya Wawasan Imtaq Ditinjau dari segi Perundang-
undangan ......................................................................... 1 2
2. Pentingnya Wawasan Imtaq Ditinjau dari segi Kecerdasan
Emosional ...................................................................... 15
3. Pentingnya Wawasan Imtaq Ditinjau dari segi Kecerdasan
Emosional Spiritual .......................................................... 17
B. Masalah ..................................................................................19
1. Jangkauan Masal;ah ......................................................... ..19
2. Batasan Masalah .............................................................. ..20
3. Rumusan Masalah .............................................................. 20
C. Tujuan ................................................................................... 20
1. Tujuan Umum ................................................................... .20
2. Tujuan Khusus ................................................................... 20
D. Manfaat Penelitian.................................................................21
1. Manfaat Teoritis ............................................................... 21
2. Manfaat Praktis ................................................................. 21
5. Penegasan Istilah .................................................................... 22

BAB II IMAN DAN TAQWA DALAM KURIKULUM , STRATEGI
INTEGRASI IMTAQ DALAM PEMBELAJARAN , DAN
KERANGKA TEORINYA
A. Iman dan Taqwa dalam Kurikulum........................................ 23
B. Strategi Integrasi Imtaq dalam Pembelajaran.IPTEK........... 28
C. Kerangka Teori ..................................................................... 48
1. Iman dan Taqwa dalam Kurikulum.................................... 48
2. Strategi Integrasi Imtaq dalam Pembelajaran IPTEK.........52

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian ........................................................... 55
B. Sumber Data dan Data Penelitian ........................................ 56
C. Instrumen Penelitian ............................................................ 56
D. Prosedur Pengumpulan Data ............................................... 58
E .Analisis Data ....................................................................... ...59
F. Tahap – Tahap Penelitian .................................................... 66

10

BAB IV

HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Strategi Guru dalam Mengembangkan Kurikulum
Pendidikan Berwawasan Imtaq ........................................... 68
1. Terjemah........................................................................... 68
2. Aktualisasi Imtaq dalam kehidupan manusia.................... 70
3. Integrasi Imtaq................................................................... 75
4. Menyelipkan Materi Imtaq.............................................. 79
B. Frekuensi Pemakaian Strategi oleh Guru ............................ 81
C. Temuan Penelitian Terhadap Fakta ..................................... 84
1. Tinjauan Strategi Guru dalam Mengembangkan
Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq dengan sudut
Pandang EQ dan ESQ .................................................... 84
2. Posisi Temuan Terhadap Hasil Penelitian Terdahulu ....... 85
3. Evaluasi Kepala Sekolah Tentang Pelaksanaan Kurikulum
Pendidikan Berwawasan Imtaq ......................................... 87

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ........................................................................... 89
B. Saran ..................................................................................... 90
Daftar Rujukan ........................................................................... 91

11

DAFTAR LAMPIRAN

lAMPIRAN I

Tabel Kemungkinan Kompetensi Dasar Berwawasan Imtaq ...................94

LAMPIRAN II

Tabel Penjaringan Data ............................................................................96

LAMPIRAN III

Tabel Validitas Data dari Siswa ...............................................................99

LAMPIRAN IV

Tabel Validitas Data dari Kepala Sekolah ..............................................100

LAMPIRAN V

Tabel Identifikasi Data ............................................................................101

12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Suatu kenyataan bahwa kemerosotan akhlak akhir-akhir ini tidak hanya

menimpa kalangan orang dewasa tetapi telah merembet pada kalangan pelajar

tunas-tunas muda. Orang tua, pendidik, dan mereka yang berkecimpung dalam

bidang agama dan sosial banyak mengeluh terhadap perilaku mereka yang tidak

baik. Perilaku mereka yang nakal, keras kapala, mabuk-mabukan, tawuran,

pergaulan bebas, pesta obat-obatan terlarang, bergaya hidup mewah dan pendek

kata perilaku mereka tidak mencerminkan pelajar yang berpendidikan.

Melihat kenyataan tersebut, dunia pendidikan bertekad untuk berbenah diri

dan mencari solusi yang tepat dalam upaya mengatasi krisis akhlak yang melanda

para pelajar. Para pemikir pendidikan menyerukan agar kecerdasan akal diikuti

kecerdasan moral dan pendidikan agama. Kiranya tepatlah kurikulum peningkatan

keimanan dan ketaqwaan (imtaq) sebagai solusinya.

Alasan pemilihan judul penelitian ini adalah pentingnya iman dan taqwa

sebagai ruh dan jiwa ilmu pengetahuan bagi peserta didik. Pentingnya

pengembangan kurikulum berwawasan imtaq dapat dijelaskan melalui tiga hal,

yaitu : (1) ditinjau dari segi perundang-undangan ; (2) ditinjau dari segi

kecerdasan emosional (EQ), dan (3) ditinjau dari kecerdasan emosional spiritual

(ESQ).

1. Pentingnya imtaq ditinjau dari segi perundang-undangan

Pengembangan imtaq di sekolah sangat penting sebagai upaya untuk

mewujudkan tujuan pendidikan. Sesuai dengan UU NO. 20 Tahum 2003 pasal 3

13

yang berbunyi, “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan

dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta

didik agar manjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi

warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Dalam pembukaan

UUD 1945 dalam Diknas ( 2005 : 2 ) menyebutkan bahwa konsep mencerdaskan

kehidupan bangsa harus dimaknai secara luas, yakni meliputi (a) kecerdasan

intelektual, (b) kecerdasan emosional, dan (c) kecerdasan spiritual. Untuk

mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pendidik hendaknya tidak hanya

membina kecerdasan intelektual, wawasan dan keterampilan semata, tetapi harus

diimbangi dengan membina kecerdasan emosional dan keagamaan. Dengan kata

lain memberikan nilai-nilai agama atau imtaq dalam ilmu penngetahuan atau

memberikan moralitas agama kepada ilmu.

Selaras dengan hal tersebut, dikatakan oleh Ahmad Djazuli dalam Diknas

( 2005 : 2 ) bahwa dalam tujuan pendidkan nasional, pembinaan imtaq merupakan

inti tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti bahwa pembinaan imtaq bukan

hanya tugas dari bidang studi pendidikan agama saja melainkan tugas pendidikan

secara keseluruhan sebagai suatu sistem. Artinya, sistem pendidikan nasional dan

seluruh upaya pendidikan sebagai satu sistem yang terpadu harus secara sistematis

diarahkan untuk menghasilkan manusia yang utuh, sebagai ciri pokoknya adalah

manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, pasal 3

dikatakan bahwa manusia yang dicita-citakan ialah manusia yang berkembang

14

potensinya secara utuh yaitu manusia yang iman dan taqwa tehadap Tuhan Yang

Maha Esa dengan diimbangi pekerti yang mulia, memiliki ilmu pengetahuan,

cakap, sehat jasmani dan rohani, kreatif, mandiri, tanggung jawab, serta memiliki

sikap demokratis. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pendidikan harus

dirancang dan dilaksanakan secara terpadu dan harus berpusat pada pendidikan

keimanan dan ketaqwaan. Untuk mewujudkan manusia yang beriman dan

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa bukan semata-mata tanggung jawab guru

pendidikan agama akan tetapi merupakan tanggung jawab semua guru bidang

studi. Guru dalam menyusun program pengajarannya harus terpadu. Keterpaduan

yang dimaksud ialah keterpaduan tujuan, keterpaduan materi, keterpaduan proses,

dan keterpaduan lembaga pendidikan.

Keterpaduan tujuan menjelaskan bahwa pencapaian tujuan pendidikan itu

merupakan tugas aparat pendidikan yang terkait, terutama kepala sekolah,semua

guru(termasuk guru agama), semua pegawai sekolah dan segala sesuatu yang

berhubungan dengan sekolah. Karena keimanan dan ketaqwaan menjadi inti

tujuan, maka pendidikan keimanan dan ketaqwaan menjadi tanggung jawab

semua aparat tersebut.

Keterpaduan materi ialah keterpaduan materi pendidikan secara khas, hal

ini berkenaan dengan bahan ajar. Semua bahan ajar yang disampaikan hendaklah

dipadukan, tidak ada bahan ajar yang terpisah dengan bahan ajar yang lain.

Pengikat keterpaduan itu ialah tujuan pendidikan keimanan dan ketaqwaan. Jadi

selain tujuan mata pelajaran itu sendiri, hendaknya semua bahan ajar mengarah

kepada terbentuknya manusia beriman dan bertaqwa. Kurang bijak kiranya jika

15

ada bahan ajar yang bertentangan dengan ajaran agama, dan merupakan suatu

keharusan bahwa bahan ajar tersebut saling membantu.

Dalam keterpaduan proses para pendidik hendaklah menyadari bahwa

semua kegiatan pendidikan sekurang-kurangnya tidak berlawanan dengan tujuan

pendidikan keimanan dan ketaqwaan, bahkan dikehendaki semua kegiatan

pendidikan membantu tercapainya siswa yang beriman dan bertaqwa.

Keterpaduan lembaga pendidikan menghendaki agar semua lembaga

pendidikan , yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat bekerja sama secara terpadu

untuk mencapai lulusan yang beriman dan bertaqwa.

Melihat hal tersebut begitu pentingnya keterkaitan imtaq dengan semua

aspek yang melingkupi pendidikan. Jadi dalam konteks sebagai institusi,

pendidikan hendaknya dilaksanakan di lembaga formal (sekolah), informal

(keluarga), dan non formal (masyarakat), yang oleh Bapak Pendidikan Nasional,

Ki Hajar Dewantara dalam Diknas ( 2005 : 7 ) disebut sebagai tripusat

pendidikan.

2. Pentingnya wawasan imtaq ditinjau dari segi kecerdasan emosional ( EQ ).

Kecerdasan emosional disebut dalam bahasa Inggris Emosional Quotient

(EQ). Kecerdasan emosional oleh Peter Salovey dan Jack Mayer dalam Howard E

Book ( 2002 : 30 ) dikatakan sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan,

meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami

perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga

membantu perkembangan emosi dan intelektual.

Berkaitan dengan kecerdasan emosional, Goleman dalam Abuddin Nata

(2000 : 47 ) mengatakan kecerdasan emosional sebagai kepiawaian, kepandaian,

16

dan ketepatan seseorang dalam mengelola diri sendiri yang berhubungan dengan

orang lain disekiling mereka dengan menggunakan seluruh potensi psikologis

yang dimilikinya seperti inisiatif dan empati, adaptasi, komunikasi, kerja sama,

dan kemampuan persuasi yang secara keseluruhan telah mempribadi pada diri

sendiri.

Berdasarkan pengertian tersebut, titik pokok kecerdasan emosional terletak

pada pengarahan perasaan atau pengendalian perasaan (diri, jiwa, pribadi) dalam

rangka memadukan emosi dan intelektual menjadi pribadi yang baik atau cerdas.

Sejalan dengan hal ini berkaitan dengan apa yang dikatan oleh Toshihiko Izutsu

( 1993 : 246 ) tentang hubungan kata salih dan iman. Salih dan iman itu seperti

bayangan yang mengikuti bentuk bendanya, di mana pun ada iman, maka terdapat

salihat atau perbuatan baik. Jadi seseorang yang memiliki iman dan taqwa yang

tinggi, pasti dia memiliki kecerdasan emosional yang tinggi pula.

Menyikapi hal tersebut, begitu pentingnya wawasan imtaq diberikan pada

pendidikan di sekolah. Dengan memberikan wawasan imtaq pada pengetahuan

umum itu berarti memberikan nilai-nilai agama pada pengetahuan atau

kepandaian intelektual. Begitu pentingnya hal ini sejalan dengan apa yang

dikatakan oleh Achmad Djazuli dan kawan-kawan dalam Diknas ( 2005 : 92 )

dikatakan guru diharapkan memberi nilai-nilai imtaq ke dalam materi pelajaran

sehingga siswa mengetahui dan menyadari bahwa imtaq dan IPTEK saling

menjelaskan dan memiliki sumber serta tujuan yang sama. Dengan

diintegrasikanya imtaq dan IPTEK diharapkan dapat menghilangkan pemikiran

dikotomi antara agama dan IPTEK yang telah lama berjalan di Indonesia. Hal ini

juga sejalan dengan yang dikatakan oleh Howard E Book ( 2002 : 100 ) bahwa IQ

17

yang tinggi bisa menjadi bumerang jika EQ tidak mengimbanginya. Jadi wawasan

imtaq sangat penting untuk memberikan dasar potensi psikologis seperti inisiatif

dan empati, adaptasi, komunikasi, kerjasama, dan kemampuan persuasi yang

mempribadi. Dasar inilah yang diharapkan membentuk pribadi yang cerdas

dengan kecerdasan intelektual dan emosional yang tinggi.

3. Pentingnya wawasan imtaq ditinjau dari kecerdasan emosional spiritual (ESQ)

ESQ adalah kecerdasan emosional yang berdasar agama. Dasar agama

yang dipadukan dengan kecerdasar emosi akan melahirkan akhlak yang

baik.Kecerdasan emosi seperti yang dikatakan Goleman dalam Abudin Nata

(2003 : 47) yang diartikan sebagai kepiawaian, kepandaian, dan ketepatan

seseorang dalam mengelola diri sendiri merupakan akhlak suatu pribadi. Ary

Ginanjar (2001: XlV) juga mengatakan bahwa agama Islam bisa dijadikan sebagai

landasan pembangunan kecerdasan emosi dan spiritual, di mana suara hati adalah

suara Tuhan yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna. Suara hati ini terdapat dalam

dasar agama Islam yaitu rukun iman dan rukun Islam. Jadi wawasan imtaq sangat

penting bagi ruh Iptek untuk membentuk pribadi siswa.

Penelitian ini juga berkaitan dengan penelitian Muhammad Samsul Arifin

(2000) dengan judul Respon Peserta Didik dan Orang Tua Terhadap Kegiatan

Pendidikan Agama ( Studi Kasus Pembinaan Ekstrakurikuler Agama di Sekolah

Menengah Umum Islam Malang ). Penelitian itu berisi tentang usaha-usaha untuk

menciptakan suasana yang Islami di lingkungan sekolah. Usaha ini diciptakan

dengan menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler PAI. Ekstrakurikuler tersebut

adalah pendidikan akhlak, baca tulis dan pemahaman Qur’an, serta praktik sholat

18

dan kuliah subuh. Penelitian itu merupakan bagian dari strategi pengembangan

Kurikulum Pendidikan berwawasan imtaq.

Penelitian Lina Hayati (2004) yang berjudul Manajemen Pendidikan Nilai

Di Sekolah Umum ( Kajian Tentang Internalisasi Nilai-Nilai ke- Islaman ) Studi

Pada Sekolah Menengah Umum Negeri 10 “Melati” Samarinda juga berkaitan

dengan nilai-nilai iman dan taqwa. Penelitian Lina Hayati isinya lebih

menekankan proses internalisasi nilai-nilai keislaman pada sekolah umum yang

dapat diinternalisasikan pada diri anak didik yang bernuansa pesantren. Dengan

kata lain penelitian Lina Hayati berusaha melihat keberhasilan upaya mendidik

anak dengan nilai-nilai keislaman yang dikondisikan seperti pesantren. Dikatakan

pula dalam penelitian itu bahwa keberhasilan internalisasi nilai-nilai keislaman

pada diri siswa ditentukan oleh upaya pelaku manajemen. Pelaku manajemen

yang dimaksud adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan pihak

asrama. Upaya internalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa dalam bentuk moral

knowing, moral feeling, dan moral action yang pelaksanaannya melibatkan semua

pihak dalam mengintegrasikan pada manajemen pendidikan nilai. Berdasarkan

hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa internalisasi nilai-nilai keislaman

pada siswa masih dilakukan terpisah dengan IPTEK, walaupun telah melibatkan

semua pelaku manajemen pendidikan. Berbeda dengan penelitian Pengembangan

Kurikulum Pendidikan berwawasan Imtaq Di SMA Negeri Kota Malang,

penelitian ini ingin melihat upaya integrasi imtaq IPTEK, optimalisasinya, dan

hasilnya.

Selain dua penelitian di atas, penelitian ini juga berkaitan dengan yang

diteliti oleh Sunarto ( 2001 ) dengan judul Internalisasi Nilai-Nilai Agama Melalui

19

Penciptaan Suasana Keagamaan di Lingkungan MTsN Malang I. Sunarto meneliti

suasana keagamaan yang terjadi di MTsN I Malang. Penciptaan suasana

keagamaan di MTsN I Malang dibagi menjadi tiga, yaitu melalui: (1) peningkatan

kualitas pegawai , baik guru maupun karyawan melalui tartil Qur’an, kultum,

pengajian insidental, dan penataran, (2) pemberian peran bagi para guru dan

karyawan agar mereka berperan aktif dalam penciptaan suasana keagamaan di

MTsN I Malang, dan (3) penyempurnaan sarana yang terkait dengan penciptaan

suasana keagamaan di MTsN I Malang. Penelitian Sunarto merupakan bagian dari

penelitian ini yang merupakan optimalisasi nilai-nilai iman dan taqwa dari

lingkungan sekolah. Berbeda dengan penelitian ini,ia tidak hanya optimalisasi

nilai-nilai imtaq pada lingkungan sekolah tetapi lebih mengarah pada integrasi

imtaq dan IPTEK pada semua aspek pendidikan.

Jadi berdasarkan penelitian terdahulu, penelitian ini lebih mendalam.

Kedalaman penelitian ini tidak hanya pada lingkungaan pendidikan tetapi lebih

pada integrasi imtaq dan IPTEK yang diajarkan pada proses pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->