STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM PENDIDIKAN BERWAWASAN IMTAQ DI SMA NEGERI KOTA MALANG

TESIS

OLEH

MUNIRON
NIM : 05130016

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG PROGRAM PASCASARJANA
JANUARI 2008

2

STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM PENDIDIKAN BERWAWASAN IMTAQ DI SMA NEGERI KOTA MALANG

TESIS
DIAJUKAN KEPADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG UNTUK MEMENUHI SALAH SATU PERSYARATAN DALAM MENYELESAIKAN PROGRAM PASCA SARJANA

OLEH

MUNIRON
NIM : 05130016

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG PROGRAM PASCASARJANA
JANUARI 2008

3

LEMBAR PERSETUJUAN PENGUJIAN HASIL PENELITIAN

1. Judul

: STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM BERWAWASAN IMTAQ DI SMA NEGERI KOTA MALANG

2. Nama 3. NIM 4. Program Studi 5. Konsentrasi 6.Penyelesaian

: Muniron : 05130016 : MAGISTER AGAMA ISLAM : Manejemen Pendidikan Islam : Tanggal 29 Februari 2008

Menyetujui Dosen Pembimbing

Pembimbing Utama

Pembimbing Kedua

Prof. DR. H. Muhaimin, MA

DR. H. M. Samsul Hady, M.Ag

4

TESIS
Dipersiapkan dan disusun oleh MUNIRON Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 13 Maret 2008

SUSUNAN DEWAN PENGUJI Pembimbing Utama Anggota Dewan Penguji

Prof. DR. H. Muhaiman, MA

DR. H. Tobroni, M. Si

Pembimbing Pendamping

DR. H. M. Samsul Hady, M. Ag

Drs. Khozin, M. Si

Tesis ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Malang, ------------------

DR. H. Achmad Habib, MA Direktur Program Pascasarjana

5

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Malang, 13 Maret 2008

Muniron Tanda tangan dan nama terang

6

ABSTRAK STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM BERWAWASAN IMTAQ DI SMA NEGERI KOTA MALANG Oleh : Muniron

Telah terjadi kemerosotan akhlak di kalangan para pelajar dan anak-anak muda. Orang tua, pendidik,dan mereka yang berkecimpung di bidang sosial dan agama banyak mengeluh terhadap perilaku mereka yang tidak baik. Iman dan taqwa sesuatu yang mendasar dan harus dimiliki oleh para pelajar dan anak-anak muda. Karena iman dan taqwa sebagai penggerak terhadap segala tingkah laku mereka yang dapat mengarahkan kepada perbuatan baik. Pengembangan kurikulum berwawasan imtaq di sekolah sangat penting untuk merubah prilaku para pelajar menjadi lebih baik dan mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Sesuai dengan latar belakang masalah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq ketika terjadi proses belajar mengajar di kelas. Penelitian ini dilakukan terhadap guru mata pelajaran ; Kimia, Fisika, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, dan Geografi di SMA Negeri Kota Malang. Penarikan sampel diambil 3 SMA Negeri dari 10 SMA Negeri di Kota Malang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari peneliti ketika mengikuti proses belajar mengejar di kelas. Untuk memperoleh gambaran karakteristik dari obyek penelitian digunakan analisis kualitatif deskriptif. Ada 6 strategi yang penulis tawarkan, namun hanya 4 strategi yang terjadi ketika guru mengembangkan kurikulu pendidikan berwawasan imtaq di kelas. Keempat strategi tersebut adalah (1)aktualisasi (mewujudkan) imtaq dalam kehidupan manusia (2) Integrasi (menggabungkan) imtaq dengan bahan pelajaran (3) menyelipkan materi imtaq (4)Terjemah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa strategi yang digunakan guru untuk mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq yang terbanyak adalah aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia pada diri sendiri, perilaku manusia pada sesama, dan perilaku manusia pada alam sekitar.

Malang, 28 Januari 2008 Peneliti

7

ABSTRACT The Developing of Education Curriculum with the IMTAQ Conception in State Senior High School Malang By Muniron

The crisis moral is happened to the student especially the young society. Parents, teachers and others who active in social and religion complaint to their bad behaviour. The young should have the basic of faith and piety, because it cn give them the spirit to change into the better atitude. The developing of education curriculum with the Imtaq conception at school is the important thing to change the student’s behaviour to be better and realize the aim of National education. By looking the background study, the aim of the research is used to know the teacher’s strategy in teaching learning process in order to develop the education curriculum with the Imtaq conception. This research is done to the teacher like: Chemistry, Physics, Biology, Economy, Indonesian Language, ang Geography from State Senior High School in Malang. The sample is taken in three school from the tenth school in Malang. The data which is taken is the primer data from researcher in teaching learning process. The descriptive qualitative analysis is used to get the specific character from the object research. The writer offers six strategies but the only four strategies are happened when the teacher develop the education curriculum with the Imtaq conception in classroom. The fourth strategies are (1) Actualisation Imtaq in human’s life, (2) Integrated Imtaq with the learning material, (3) Enclosed the Imtaq material, (4) Translated. Based on this research and the discussion of using the theacher’s strategy to develop the education curriculum with the Imtaq conception, the greatest one is actualization Imtaq in the human’s behaviour it self, the human’s behaviour to others, and the human’s behaviour to environment. Malang, January 28, 2008

researcher

8

KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur dipersembahkan kehadirat Allah Swt atas segala limpahan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya semata penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Karya tulis ini berupaya untuk memaparkan strategi guru dalam mengembangkan kurikulum yang dalam penyajiannya di kelas disertai dengan nilai-nilai imtaq. Ada beraneka ragam strategi yang diterapkan oleh guru dalam menyisipkan imtaq kepada anak didiknya dengan harapan ada setetes hidayah yang menembus hati nurani mereka, sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku yang lebih baik. Masih sangat jauh dari kesempurnaan data-data yang ditampilkan untuk memaparkan strategi yang tepat dipakai oleh guru untuk meningkatkan nilai-nilai imtaq. Namun demikian harapan penulis ada upaya yang dilakukan oleh guru untuk terus menerus menyisipkan materi imtaq dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini tidak akan terselesaikan tanpa limpahan rido Allah Swt. Disamping itu pula atas dukungan dari semua pihak terutama dari program pascasarjana Universitas Muhamadiyah Malang. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada: 1. Bapak Dr. H. Achmad Habib, MA, selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhamadiyah Malang. 2. Bapak Dr. H. Tobroni, M.Si, selaku Ketua Program Studi Magister Agama Islam. 3. Bapak Prof. Dr. H. Muhaimin, MA, selaku Dosen Pembimbing utama dan Bapak Dr. H. M. Samsul Hady, M.Ag, selaku Dosen Pembimbing kedua. 4. Bapak Drs. H. Muh. Sulthan, M.Pd, selaku Kepala SMA Negeri 1 Malang, Bapak H. Musoddaqul Umam, S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 2 Malang, Ibu Dra. Hj. Neken Asih Sanjojo selaku Kepala SMA Negeri 10 Malang. 5. Bapak dan ibu guru SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 10 yang telah menyediakan waktu sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. 6. Rekan-rekan penulis yang tergabung dalam MGMP Pendidikan Agama Islam Kota Malang yang selalu memberi motivasi dalam menyelesaikan karya tulis ini. 7. Isteri tercinta Afidatur Rachmawati,S.Pd yang selalu memberi bantuan dan dorongan dengan sabar dan telaten untuk menyelesaikan studi dan penulisan karya tulis ini. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayahNya kepada kita semua, serta membalas segala amal kebaikan yang telah bapak ibu lakukan. Amin yaa rabbal ‘alamin. Pada akhirnya dengan segala kerendahan hati penulis akan sangat berterima kasih atas sumbang saran dan kritik yang membangun, demi menyempurnakan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini ada guna dan manfaatnya untuk meningkatkan dan mewujudkan cita-cita pendidikan di Indonesia. Malang, 28 Januari 2008 Penulis

9

DAFTAR ISI Hal ABSTRAK ....................................................................................................... ( 6) KATA PENGANTAR ........................................................................................ (8 ) DAFTAR ISI ...................................................................................................... (9 ) DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... (11) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang........................................................ .............. 12 1. Pentingnya Wawasan Imtaq Ditinjau dari segi Perundangundangan ......................................................................... 1 2 2. Pentingnya Wawasan Imtaq Ditinjau dari segi Kecerdasan Emosional ...................................................................... 15 3. Pentingnya Wawasan Imtaq Ditinjau dari segi Kecerdasan Emosional Spiritual .......................................................... 17 B. Masalah ..................................................................................19 1. Jangkauan Masal;ah ......................................................... ..19 2. Batasan Masalah .............................................................. ..20 3. Rumusan Masalah .............................................................. 20 C. Tujuan ................................................................................... 20 1. Tujuan Umum ................................................................... .20 2. Tujuan Khusus ................................................................... 20 D. Manfaat Penelitian.................................................................21 1. Manfaat Teoritis ............................................................... 21 2. Manfaat Praktis ................................................................. 21 5. Penegasan Istilah .................................................................... 22 IMAN DAN TAQWA DALAM KURIKULUM , STRATEGI INTEGRASI IMTAQ DALAM PEMBELAJARAN , DAN KERANGKA TEORINYA A. Iman dan Taqwa dalam Kurikulum........................................ 23 B. Strategi Integrasi Imtaq dalam Pembelajaran.IPTEK........... 28 C. Kerangka Teori ..................................................................... 48 1. Iman dan Taqwa dalam Kurikulum.................................... 48 2. Strategi Integrasi Imtaq dalam Pembelajaran IPTEK.........52 METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian ........................................................... 55 B. Sumber Data dan Data Penelitian ........................................ 56 C. Instrumen Penelitian ............................................................ 56 D. Prosedur Pengumpulan Data ............................................... 58 E .Analisis Data ....................................................................... ...59 F. Tahap – Tahap Penelitian .................................................... 66

BAB II

BAB III

10

BAB IV

HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Strategi Guru dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq ........................................... 68 1. Terjemah........................................................................... 68 2. Aktualisasi Imtaq dalam kehidupan manusia.................... 70 3. Integrasi Imtaq................................................................... 75 4. Menyelipkan Materi Imtaq.............................................. 79 B. Frekuensi Pemakaian Strategi oleh Guru ............................ 81 C. Temuan Penelitian Terhadap Fakta ..................................... 84 1. Tinjauan Strategi Guru dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq dengan sudut Pandang EQ dan ESQ .................................................... 84 2. Posisi Temuan Terhadap Hasil Penelitian Terdahulu ....... 85 3. Evaluasi Kepala Sekolah Tentang Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq ......................................... 87 KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ........................................................................... 89 B. Saran ..................................................................................... 90 Daftar Rujukan ........................................................................... 91

BAB V

11

DAFTAR LAMPIRAN

lAMPIRAN I Tabel Kemungkinan Kompetensi Dasar Berwawasan Imtaq ...................94 LAMPIRAN II Tabel Penjaringan Data ............................................................................96 LAMPIRAN III Tabel Validitas Data dari Siswa ...............................................................99 LAMPIRAN IV Tabel Validitas Data dari Kepala Sekolah ..............................................100 LAMPIRAN V Tabel Identifikasi Data ............................................................................101

12

BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Suatu kenyataan bahwa kemerosotan akhlak akhir-akhir ini tidak hanya menimpa kalangan orang dewasa tetapi telah merembet pada kalangan pelajar tunas-tunas muda. Orang tua, pendidik, dan mereka yang berkecimpung dalam bidang agama dan sosial banyak mengeluh terhadap perilaku mereka yang tidak baik. Perilaku mereka yang nakal, keras kapala, mabuk-mabukan, tawuran, pergaulan bebas, pesta obat-obatan terlarang, bergaya hidup mewah dan pendek kata perilaku mereka tidak mencerminkan pelajar yang berpendidikan. Melihat kenyataan tersebut, dunia pendidikan bertekad untuk berbenah diri dan mencari solusi yang tepat dalam upaya mengatasi krisis akhlak yang melanda para pelajar. Para pemikir pendidikan menyerukan agar kecerdasan akal diikuti kecerdasan moral dan pendidikan agama. Kiranya tepatlah kurikulum peningkatan keimanan dan ketaqwaan (imtaq) sebagai solusinya. Alasan pemilihan judul penelitian ini adalah pentingnya iman dan taqwa sebagai ruh dan jiwa ilmu pengetahuan bagi peserta didik. Pentingnya pengembangan kurikulum berwawasan imtaq dapat dijelaskan melalui tiga hal, yaitu : (1) ditinjau dari segi perundang-undangan ; (2) ditinjau dari segi kecerdasan emosional (EQ), dan (3) ditinjau dari kecerdasan emosional spiritual (ESQ). 1. Pentingnya imtaq ditinjau dari segi perundang-undangan Pengembangan imtaq di sekolah sangat penting sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan. Sesuai dengan UU NO. 20 Tahum 2003 pasal 3

13

yang berbunyi, “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” Dalam pembukaan UUD 1945 dalam Diknas ( 2005 : 2 ) menyebutkan bahwa konsep mencerdaskan kehidupan bangsa harus dimaknai secara luas, yakni meliputi (a) kecerdasan intelektual, (b) kecerdasan emosional, dan (c) kecerdasan spiritual. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pendidik hendaknya tidak hanya membina kecerdasan intelektual, wawasan dan keterampilan semata, tetapi harus diimbangi dengan membina kecerdasan emosional dan keagamaan. Dengan kata lain memberikan nilai-nilai agama atau imtaq dalam ilmu penngetahuan atau memberikan moralitas agama kepada ilmu. Selaras dengan hal tersebut, dikatakan oleh Ahmad Djazuli dalam Diknas ( 2005 : 2 ) bahwa dalam tujuan pendidkan nasional, pembinaan imtaq merupakan inti tujuan pendidikan nasional. Hal ini berarti bahwa pembinaan imtaq bukan hanya tugas dari bidang studi pendidikan agama saja melainkan tugas pendidikan secara keseluruhan sebagai suatu sistem. Artinya, sistem pendidikan nasional dan seluruh upaya pendidikan sebagai satu sistem yang terpadu harus secara sistematis diarahkan untuk menghasilkan manusia yang utuh, sebagai ciri pokoknya adalah manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa Berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, pasal 3 dikatakan bahwa manusia yang dicita-citakan ialah manusia yang berkembang

14

potensinya secara utuh yaitu manusia yang iman dan taqwa tehadap Tuhan Yang Maha Esa dengan diimbangi pekerti yang mulia, memiliki ilmu pengetahuan, cakap, sehat jasmani dan rohani, kreatif, mandiri, tanggung jawab, serta memiliki sikap demokratis. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pendidikan harus dirancang dan dilaksanakan secara terpadu dan harus berpusat pada pendidikan keimanan dan ketaqwaan. Untuk mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa bukan semata-mata tanggung jawab guru pendidikan agama akan tetapi merupakan tanggung jawab semua guru bidang studi. Guru dalam menyusun program pengajarannya harus terpadu. Keterpaduan yang dimaksud ialah keterpaduan tujuan, keterpaduan materi, keterpaduan proses, dan keterpaduan lembaga pendidikan. Keterpaduan tujuan menjelaskan bahwa pencapaian tujuan pendidikan itu merupakan tugas aparat pendidikan yang terkait, terutama kepala sekolah,semua guru(termasuk guru agama), semua pegawai sekolah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah. Karena keimanan dan ketaqwaan menjadi inti tujuan, maka pendidikan keimanan dan ketaqwaan menjadi tanggung jawab semua aparat tersebut. Keterpaduan materi ialah keterpaduan materi pendidikan secara khas, hal ini berkenaan dengan bahan ajar. Semua bahan ajar yang disampaikan hendaklah dipadukan, tidak ada bahan ajar yang terpisah dengan bahan ajar yang lain. Pengikat keterpaduan itu ialah tujuan pendidikan keimanan dan ketaqwaan. Jadi selain tujuan mata pelajaran itu sendiri, hendaknya semua bahan ajar mengarah kepada terbentuknya manusia beriman dan bertaqwa. Kurang bijak kiranya jika

15

ada bahan ajar yang bertentangan dengan ajaran agama, dan merupakan suatu keharusan bahwa bahan ajar tersebut saling membantu. Dalam keterpaduan proses para pendidik hendaklah menyadari bahwa semua kegiatan pendidikan sekurang-kurangnya tidak berlawanan dengan tujuan pendidikan keimanan dan ketaqwaan, bahkan dikehendaki semua kegiatan pendidikan membantu tercapainya siswa yang beriman dan bertaqwa. Keterpaduan lembaga pendidikan menghendaki agar semua lembaga pendidikan , yaitu sekolah, keluarga, dan masyarakat bekerja sama secara terpadu untuk mencapai lulusan yang beriman dan bertaqwa. Melihat hal tersebut begitu pentingnya keterkaitan imtaq dengan semua aspek yang melingkupi pendidikan. Jadi dalam konteks sebagai institusi, pendidikan hendaknya dilaksanakan di lembaga formal (sekolah), informal (keluarga), dan non formal (masyarakat), yang oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara dalam Diknas ( 2005 : 7 ) disebut sebagai tripusat pendidikan. 2. Pentingnya wawasan imtaq ditinjau dari segi kecerdasan emosional ( EQ ). Kecerdasan emosional disebut dalam bahasa Inggris Emosional Quotient (EQ). Kecerdasan emosional oleh Peter Salovey dan Jack Mayer dalam Howard E Book ( 2002 : 30 ) dikatakan sebagai kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan maknanya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam sehingga membantu perkembangan emosi dan intelektual. Berkaitan dengan kecerdasan emosional, Goleman dalam Abuddin Nata (2000 : 47 ) mengatakan kecerdasan emosional sebagai kepiawaian, kepandaian,

16

dan ketepatan seseorang dalam mengelola diri sendiri yang berhubungan dengan orang lain disekiling mereka dengan menggunakan seluruh potensi psikologis yang dimilikinya seperti inisiatif dan empati, adaptasi, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan persuasi yang secara keseluruhan telah mempribadi pada diri sendiri. Berdasarkan pengertian tersebut, titik pokok kecerdasan emosional terletak pada pengarahan perasaan atau pengendalian perasaan (diri, jiwa, pribadi) dalam rangka memadukan emosi dan intelektual menjadi pribadi yang baik atau cerdas. Sejalan dengan hal ini berkaitan dengan apa yang dikatan oleh Toshihiko Izutsu ( 1993 : 246 ) tentang hubungan kata salih dan iman. Salih dan iman itu seperti bayangan yang mengikuti bentuk bendanya, di mana pun ada iman, maka terdapat salihat atau perbuatan baik. Jadi seseorang yang memiliki iman dan taqwa yang tinggi, pasti dia memiliki kecerdasan emosional yang tinggi pula. Menyikapi hal tersebut, begitu pentingnya wawasan imtaq diberikan pada pendidikan di sekolah. Dengan memberikan wawasan imtaq pada pengetahuan umum itu berarti memberikan nilai-nilai agama pada pengetahuan atau kepandaian intelektual. Begitu pentingnya hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Achmad Djazuli dan kawan-kawan dalam Diknas ( 2005 : 92 ) dikatakan guru diharapkan memberi nilai-nilai imtaq ke dalam materi pelajaran sehingga siswa mengetahui dan menyadari bahwa imtaq dan IPTEK saling menjelaskan dan memiliki sumber serta tujuan yang sama. Dengan

diintegrasikanya imtaq dan IPTEK diharapkan dapat menghilangkan pemikiran dikotomi antara agama dan IPTEK yang telah lama berjalan di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan yang dikatakan oleh Howard E Book ( 2002 : 100 ) bahwa IQ

17

yang tinggi bisa menjadi bumerang jika EQ tidak mengimbanginya. Jadi wawasan imtaq sangat penting untuk memberikan dasar potensi psikologis seperti inisiatif dan empati, adaptasi, komunikasi, kerjasama, dan kemampuan persuasi yang mempribadi. Dasar inilah yang diharapkan membentuk pribadi yang cerdas

dengan kecerdasan intelektual dan emosional yang tinggi. 3. Pentingnya wawasan imtaq ditinjau dari kecerdasan emosional spiritual (ESQ) ESQ adalah kecerdasan emosional yang berdasar agama. Dasar agama yang dipadukan dengan kecerdasar emosi akan melahirkan akhlak yang baik.Kecerdasan emosi seperti yang dikatakan Goleman dalam Abudin Nata (2003 : 47) yang diartikan sebagai kepiawaian, kepandaian, dan ketepatan seseorang dalam mengelola diri sendiri merupakan akhlak suatu pribadi. Ary Ginanjar (2001: XlV) juga mengatakan bahwa agama Islam bisa dijadikan sebagai landasan pembangunan kecerdasan emosi dan spiritual, di mana suara hati adalah suara Tuhan yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna. Suara hati ini terdapat dalam dasar agama Islam yaitu rukun iman dan rukun Islam. Jadi wawasan imtaq sangat penting bagi ruh Iptek untuk membentuk pribadi siswa. Penelitian ini juga berkaitan dengan penelitian Muhammad Samsul Arifin (2000) dengan judul Respon Peserta Didik dan Orang Tua Terhadap Kegiatan Pendidikan Agama ( Studi Kasus Pembinaan Ekstrakurikuler Agama di Sekolah Menengah Umum Islam Malang ). Penelitian itu berisi tentang usaha-usaha untuk menciptakan suasana yang Islami di lingkungan sekolah. Usaha ini diciptakan dengan menyelenggarakan kegiatan ekstra kurikuler PAI. Ekstrakurikuler tersebut adalah pendidikan akhlak, baca tulis dan pemahaman Qur’an, serta praktik sholat

18

dan kuliah subuh. Penelitian itu merupakan bagian dari strategi pengembangan Kurikulum Pendidikan berwawasan imtaq. Penelitian Lina Hayati (2004) yang berjudul Manajemen Pendidikan Nilai Di Sekolah Umum ( Kajian Tentang Internalisasi Nilai-Nilai ke- Islaman ) Studi Pada Sekolah Menengah Umum Negeri 10 “Melati” Samarinda juga berkaitan dengan nilai-nilai iman dan taqwa. Penelitian Lina Hayati isinya lebih menekankan proses internalisasi nilai-nilai keislaman pada sekolah umum yang dapat diinternalisasikan pada diri anak didik yang bernuansa pesantren. Dengan kata lain penelitian Lina Hayati berusaha melihat keberhasilan upaya mendidik anak dengan nilai-nilai keislaman yang dikondisikan seperti pesantren. Dikatakan pula dalam penelitian itu bahwa keberhasilan internalisasi nilai-nilai keislaman pada diri siswa ditentukan oleh upaya pelaku manajemen. Pelaku manajemen yang dimaksud adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, dan pihak asrama. Upaya internalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa dalam bentuk moral knowing, moral feeling, dan moral action yang pelaksanaannya melibatkan semua pihak dalam mengintegrasikan pada manajemen pendidikan nilai. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa internalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa masih dilakukan terpisah dengan IPTEK, walaupun telah melibatkan semua pelaku manajemen pendidikan. Berbeda dengan penelitian Pengembangan Kurikulum Pendidikan berwawasan Imtaq Di SMA Negeri Kota Malang,

penelitian ini ingin melihat upaya integrasi imtaq IPTEK, optimalisasinya, dan hasilnya. Selain dua penelitian di atas, penelitian ini juga berkaitan dengan yang diteliti oleh Sunarto ( 2001 ) dengan judul Internalisasi Nilai-Nilai Agama Melalui

19

Penciptaan Suasana Keagamaan di Lingkungan MTsN Malang I. Sunarto meneliti suasana keagamaan yang terjadi di MTsN I Malang. Penciptaan suasana keagamaan di MTsN I Malang dibagi menjadi tiga, yaitu melalui: (1) peningkatan kualitas pegawai , baik guru maupun karyawan melalui tartil Qur’an, kultum, pengajian insidental, dan penataran, (2) pemberian peran bagi para guru dan karyawan agar mereka berperan aktif dalam penciptaan suasana keagamaan di MTsN I Malang, dan (3) penyempurnaan sarana yang terkait dengan penciptaan suasana keagamaan di MTsN I Malang. Penelitian Sunarto merupakan bagian dari penelitian ini yang merupakan optimalisasi nilai-nilai iman dan taqwa dari lingkungan sekolah. Berbeda dengan penelitian ini,ia tidak hanya optimalisasi nilai-nilai imtaq pada lingkungan sekolah tetapi lebih mengarah pada integrasi imtaq dan IPTEK pada semua aspek pendidikan. Jadi berdasarkan penelitian terdahulu, penelitian ini lebih mendalam. Kedalaman penelitian ini tidak hanya pada lingkungaan pendidikan tetapi lebih pada integrasi imtaq dan IPTEK yang diajarkan pada proses pendidikan. B. Masalah 1. Jangkauan Masalah Masalah dalam penelitian ini dapat dikaji dari kebijakan sekolah, pelaksana kurikulum, dan sasaran pendidikan. Kajian dalam kebijakan sekolah dalam hal ini tertuju pada pengelola kebijakan yaitu kepala sekolah. Bagaimana program kepala sekolah terhadap pengelolaan kurikulum pendidikan dalam pengembangan imtaq di SMAN Kota Malang?. Program kepala sekolah dapat dikaji administrasi kegiatan, fasilitas, supervisi, penilaian, dan pelaporan kegiatan.

20

Pada kajian pelaksana kurikulum, tertuju pada guru. Bagaimana guru mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq? Pada kajian sasaran pendidikan jelas tertuju pada siswa. Dari siswa antara lain dapat dikaji: (1) karya siswa hasil pengembangan kurikulum berwawasan imtaq, (2) bentuk perilaku dalam hasil pengembangan kurikulum berwawasan imtaq, dan (3) keterampilan siswa dalam menjawab tantangan hidup. 2. Batasan Masalah Berdasarkan jangkauan masalah yang luas, penelitian ini perlu dibatasi agar pembahasannya lebih khusus, lebih lengkap, dan lebih mendalam. Masalah penelitian ini dibatasi pada kajian pelaksana kurikulum yaitu pengelola kegiatan khususnya guru. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagaimana strategi guru dalam mengembangkan kurikulum berwawasan imtaq di SMA Negeri Kota Malang? C. Tujuan Tujuan penelitian ini meliputi tujuan umum dan tujuan khusus. 1. Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seperti apa pengembangan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq di SMAN Kota

Malang dan berapa persen guru yang telah berhasil mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq di SMAN Kota Malang.

21

2. Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang: a. macam strategi pengembangan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq; dan b. cara-cara guru mengoptimalkan peningkatan imtaq terhadap siswa. D. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ada dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. 1. Manfaat Teoritis Secara teoritis hasil penellitian ini berupa deskripsi tentang pengembangan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap kajian ilmu bidang pendidikan. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat yang berkepentingan dengan pendidikan. Mereka yang dapat memanfaatkan hasil penelitian ini adalah penentu kebijakan, pengajar, dan mereka yang terkait dengan pendidikan. Manfaat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Bagi penentu kebijakan baik kepala sekolah maupun lembaga diatasnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dorongan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan lebih baik dan memberikan gambaran pelaksanaan pengembangan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq. Bagi pengajar, hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan cara-cara mengembangkan kurikulum pendidikan yang berwawasan imtaq. Bagi mereka yang terkait dengan pendidikan, hasil penellitian

22

ini diharapkan memberikan wawasan tentang hasil pengembangan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq.

E. Penegasan Istilah Istilah yang perlu ditegaskan maknanya dalam penelitian ini adalah sebagai bertikut: 1. Kurikulum pendidikan adalah perangkat mengajar yang dijadikan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang berlaku di Indonesia. 2. Iman dan taqwa. Iman adalah keyakinan yang dimiliki oleh seseorang yang bersifat abstrak. Taqwa adalah sebagai perwujudan iman yang berbentuk tingkah laku yang baik. 3. Pengembangan kurikulum yang dimaksud adalah strategi guru dalam

menyampaikan imtaq pada kegiatan belajar mengajar.

23

BAB II
IMAN DAN TAQWA DALAM KURIKULUM, SRTATEGI INTEGRASI IMTAQ DALAM PEMBELAJARAN, DAN KERANGKA TEORINYA

A. Iman dan Taqwa dalam Kurikulum Iman adalah keyakinan dalam hati mengenai ke-Esa-an dan ke-Maha Kuasa-an Allah yang diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan melalui amal perbuatan yang baik. Taqwa adalah sikap batin dan perilaku seseorang untuk tetap konsisten melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. (Diknas. 2005: 2). Berdasakan definisi di atas dapat dikatakan bahwa taqwa adalah perwujudan iman kepada Allah dalam bentuk perilaku seseorang. Perihal iman, Rusjdi Hamka ( 1986 : 9 ) mengatakan dalam Hadits Nabi bahwa iman atau islam itu tersusun dari 69 tingkat. Tingkat tertinggi adalah mengakui ke-Esa-an Allah, mengakui ke-Rasulan Muhammad, dan tingkat terendah menyingkirkan duri dari jalan lalu lintas manusia. Berdasarkan tingkatan iman tersebut yang melahirkan kebudayaan Islam oleh Ibnu Khaldun ( dalam Rusjdi. 1986:10) dijabarkan dalam 17 perbuatan yang menunjukkan tanda-tanda seorang raja yang beriman. 17 perbuatan perwujudan iman tersebut adalah sebagai berikut: 1) Aktif menegakkan perbuatan baik dan menghidupkan sifat-sifat yang baik. 2) Suka menolong. 3) Memaafkan orang lain selagi bisa dimaafkan. 4) Melayani dan melindungi pihak yang lemah.

24

5) Murah hati terhadap tetamu. 6) Memelihara fakir miskin. 7) Sabar dalam kesusahan. 8) Jujur dalam kata dan tingkah laku. 9) Menghormati agama dan para alim ulama. 10) Menghormati guru dan orang yang lebih tua. 11) Tiada sombong dan takabbur. 12) Suka mendengarkan terhadap kritik yang lebih baik. 13) Memiliki semangat persatuan. 14) Menghargai dan menghormati lawan. 15) Menempatkan orang yang layak dalam pekerjaan yang layak. 16) Menjauhi hidup mewah yang cenderung kepada pemborosan. 17) Giat bekerja, tahan uji, tidak putus asa dan seterusnya. Muhammad Nawawi ( 1996: 1) Menjelaskan bahwa iman memiliki 77 cabang iman. Tujuh puluh tujuh cabang iman itu adalah sebagai berikut: 1) Iman kepada Allah ; 2) Iman kepada Malaikat ; 3) Iman kepada kitab-kitab Allah ; 4) Iman kepada para nabi ; 5) Iman kepada hancurnya alam ; 6) Iman kepada kebangkitan manusia dari kematian ; 7) Iman kepada takdir ; 8) Iman kepada hasyr ; 9) Iman kepada surga dan neraka jahannam ;

25

10) Cinta kepada Allah ; 11) Takut kepada siksa Allah ; 12) Mengharap rahmat Allah ; 13) Tawakal ( pasrah ) kepada Allah ; 14) Cinta kepada nabi Muhammad Saw. ; 15) Mengagungkan derajat nabi Muhammad Saw. ; 16) Kikir dengan memegang teguh agama islam ( teguh pendirian ) ; 17) Mencari ilmu ; 18) Menyebarluaskan ilmu syariat ; 19) Mengagungkan dan memuliakan Al qur’an ; 20) Bersuci ; 21) Menjalankan sholat 5 waktu pada waktunya dengan sempurna ; 22) Membayar zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya ; 23) Berpuasa di bulan Ramadhan ; 24) I’tikaf ; 25) Haji ; 26) Berjuang melawan orang kafir untuk menolong agama islam ; 27) Mebentengi kaum muslim dari serangan orang kafir ; 28) Bertahan di dalam kancah perang dan tidak melarikan diri darinya ; 29) Menyerahkan harta jarahan perang kepada pemimpin atau pembantunya ; 30) Memerdekakan budak yang muslim ; 31) Bersedia membayar kifarah ( denda ) ; 32) Menepati janji ; 33) Bersyukur ;

26

34) Menjaga lisan dari hal-hal yang tidak layak ; 35) Menjaga kemaluan dari hal-hal yang dilarang Allah ; 36) Menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya ; 37) Tidak membunuh kepada sesama manusia muslim ; 38) Menghindari makan dan minuman yang haram ; 39) Menghindari dari harta yang haram ; 40) Menghindari pakaian, perhiasan, dan perabot yang haram ; 41) Menghindari permainan sia-sia yang dilarang ; 42) Sederhana dalam memberikan nafakah, tidak berlebihan dan tidak irit ; 43) Tidak menyimpan dendam dan kedengkian ; 44) Tidak mencela kaum muslimin dihadapan ; 45) Ikhlas dalam setiap amal perbuatan karena Allah ; 46) Merasa bahagia dengan ketaatan kepada Allah ; 47) Bertaubat ; 48) Melakukan penyembelihan qurban, aqiqah, dan hadiah ; 49) Taat kepada pemerintah ; 50) Berpegang teguh pada nilai yang dianut jamaah ; 51) Menjalankan hukum diantara manusia secara adil ; 52) Memerintahkan kepada kebaaikan dan mencegah dari kejahatan ; 53) Tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan ; 54) Malu kepada Allah ; 55) Bersikap baik kepada orang tua ; 56) Menyambung tali persaudaraan ; 57) Budi pekerti yang baik ;

27

58) Memperlakukan hamba sahaya dengan baik ; 59) Ketaatan seorang hamba kepada tuannya ; 60) Menjaga hak-hak istri dan anak-anak ; 61) Mencintai ahli agama ; 62) Menjawab salam dari orang islam ; 63) Menjenguk orang sakit ; 64) Melakukan shalat jenazah untuk orang yang islam ; 65) Mendoakan orang islam yang bersin ; 67) Menghormati tetangga ; 68) Menghormati tamu ; 69) Menyembunyikan cela orang lain ; 70) Sabar ; 71) Zuhud ; 72) Cemburu dan tidak membiarkan pria bergaul bebas denngan wanita lain ; 73) Berpaling diri dari percakapan yang tidak bermanfaat ; 74) Kedermawanan ; 75) Menghormati orang tua dan mngasihi anak kecil ; 76) Merukunkan antara orang islam ; 77) Mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya. Berdasarkan 77 cabang iman dan 17 perbuatan sebagai wujud iman tersebut dapat disimpulkan menjadi 85 perbuatan sebagai wujud taqwa. Ke 85 perbuatan tersebut akan diungkap kembali dalam kerangka teori.

28

B. Strategi Integrasi Imtaq dalam Pembelajaran IPTEK Strategi secara harfiah bermakna rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran secara khusus. Strategi pada bahasan ini adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan wawasan imtaq dalam pengajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun model-model pembelajaran imtaq adalah sebagai berikut. 1. Model Rusli Yunus dan Warnadi dalam Mata Pelajaran Geografi Dalam pelajaran geografi, Rusli Yunus dan Warnadi (2003: 1 ) mengatakan bahwa pelajaran geografi berfungsi untuk mengembangkan sikap rasional dan bertanggung jawab dalam menghadapi gejala geosfir dan permasalahannya yang timbul sebagai sunatullah maupun sebagai akibat intraksi manusia dengan lingkungannya. Al Qu’an yang diwahyukan kepada nabi Muhammad Saw. merupakan kitab yang sarat dengan kajian geografi, silih bergantinya siang dan malam, diciptakan awan dan langit, diturunkannya hujan, diciptakannya laut dengan berbagai potensinya, tentang gunung dengan berbagai gejala geosfir lainya banyak diungkapkan dalam firman Allah SWT Untuk memberikan dasar imtaq pada pengejaran geografi dapat dilihat tulisan Rusli Yunus dan Warnadi ( 2003 : 3 – 58 ). Tulisan tersebut berisi tujuh pokok bahasan. Berikut akan dijelaskan dua pokok bahasan, yaitu pengertian dasar pengetahuan geografi dan keanekaan bentuk muka bumi dan sesuatu yang dilukiskan dalam geografi yang meliputi atmosfir, hidrosfir, biosfir, dan lethosfir. Bumi yang terbentuk berlapis-lapis dijelaskan di dalam Al Qur’an surat Al Ankabut ayat 44, yang artinya Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi

29

orang-orang yang beriman. Selain itu juga dijelaskan dalam Qur’an surat Al Baqarah ayat 22 yang artinya Dia menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizqi untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Dari penjelasan tentang lapisan penyusun bumi dan penjelasan

dalam Al Qur’an tentang penyusunan bumi, diharapakan dapat menambah keimanan tentang kekuasaan dan Maha Agung Allah yang berhak disembah. Pada pokok bahasan keanekaan bentuk muka bumi, dijelaskan tentang litosfir, gejala vulakanisme, tektonik dan bentuk permukaan bumi, dan lahan potensial dan lahan kritis. Sebagai contoh pembahasan tentang tektonik dan bentuk permukaan bumi sebagai berikut. Peristiwa tektonik yang berupa gempa bumi, tanah longsor, tenggelamnya suatu wilayah maupun terangkatnya suatu wilayah merupakan peristiwa alam yang menunjukkan bahwa bumi bersifat dinamis atau selalu mengalami perubahan. Gejala lain yang menunjukkan perubahan bumi adalah berpindahnya aliran sungai, terbentuknya delta, tenggelamnya pulau, dan sebagainya. Peristiwa tersebut berkaitan denngan bekerjanya gaya-gaya geologi yang menyebabkan perubahan-perubahan pada bumi, baik bagian dalam maupun bagian luar. Berkaitan dengan bumi yamg bersifat dinamis berkembang teori kontraksi, teori laurasiagondutama, teori pergeseran benua dan teori lempeng tektonik. Teori tersebut saling berbantah satu mengalahkan yang lain yang satu mengatakan bahwa bumi ini statis sedang yang lain mengatakan bahwa bumi ini dinamis. Perkembangan teori tersbut menunjukkan usaha manusia dalam mencari kebenaran. Pada dasarnya tentang

30

dinamika bumi telah dijelaskan dalam Al Qur’an jauh lebih dahulu sebelum teoriteori tersebut ada. Firman Allah SWT. dalam QS. Ar Ra’du ayat 31 yang artinya “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara (tentu Al Qur’an itu Dia) sebenarnya segala urusan itu kepunyaan Allah SWT.”. Ayat diatas mengisyaratkan bahwa bumi ini dapat terpecah-pecah dalam pecahan (lempeng). Dan dalam ayat lain dikemukakan tentang adanya gerakan benua yang secara terus menerus dan perlahan. Ayat tersebut terdapat dalam QS. An Naml ayat 88 yang artinya “Dan kamu lihat gunung-gunung itu kamu sangka mereka tetap ditempatnya, padahal mereka berjalan seperti jalannya awan”. Dengan dasar Al Qur’an yang telah ditunjukkan diharapkan pengetahuan tentang dinamika bumi dapat memperteguh keimanan siswa tentang Qodrat dan Iradat Allah SWT. 2. Model H M Husni dan Safril dalam Mata Pelajaran Ekonomi a. Model I H.M Husni dan Syafril (200 : 9-12 ) menjabarkan tentang harga

keseimbangan dan harga pasar. Tentang pengertian harga, kecenderungan pembeli ialah menginginkan harga murah kualitas barang bagus, sedanmgkan penjual cenderung mendapatkan keuntungan yang banyak. Dalam QS. An Nisa’ ayat 29 disebutkan Yang artinya ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku suka sama suka diantara kamu”. Dengan prinsip ekonomi harga diatas yang didasari Al Qur’an diharapkan pengertian siswa tentang harga dalam

31

berusaha tetap mencari untung dengan jalan yang diridai Allah SWT. Dengan pemaduan ini diharapkan keimanan dan ketaqawaan akan tumbuh dalam berusaha. Berkaitan dengan harga pasar, yaitu harga yang diperolah dari hasil tawar menawar antara pembeli dengan penjual, ternyata sangat dipengaruhi oleh faktor produksi, faktor produksi yang berupa alam, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan yang dikehandaki dalam islam agar masiang-masing faktor terbentuk secara adil. Adil dalam hal membayar faktor produksi yang dilakukan oleh pemakai jasa. Berkaitan dengan harga pasar atau membayar harga dengan adil, dijelaskan dalam QS. As- Syura ayat 183 yang artinya “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan jannganlah kamu merajalela dimuka bumi denngan membuat kerusakan.” Dan QS Hud ayat 85 disebutkan yang artinya “Dan Syu’eb berkata : Hai kaumku cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”. Dengan pembatasan dan penguatan harga pasar dan pembayaran harga yang adil yang dijelaskan oleh Al Qur’an diharapkan dapat memupuk iman dan taqwa siswa sehingga mereka dalam setiap berusaha selalu bertujuan untuk mencari rida Allah Swt. b. Model II Husni dan Syafril ( 2001: 44 ) menjelaskan materi kewirausahaan sebagai berikut. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan

32

meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelajaran yang lebih baik atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Berkaitan dengan semangat, sikap, dan perilaku diatas sejalan dengan sabda Rasul Saw. yang artinya “ Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamannya, dan bekerjalah untuk kepentingan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besuk hari”. Kewirausahaan ini juga berdasarkan QS. Ar Ra’du ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”. Dengan dasar ini diharapkan akan tumbuh semangat berwirausaha dari diri sendiri. c. Model III Husni dan Syafril (2001 : 31 ) menjelaskan materi koperasi sebagai berikut. Koperasi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan anggota bila dijalankan dengan cakap, jujur, dan sesuai dengan ajaran agama. Allah berfirman dalam QS Al Maidah :2 yang artinya betolong- tolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan taqwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dengan Firman Allah tersebut, diharapkan terwujud perilaku tolong menolong pada sesama manusia. Dari penjelasan di atas, Hasan dan Syafril berusaha menjelaskan imtaq dengan mewujudkannya dalam perilaku manusia pada sesamanya. 3. Model Muhsin Lubis dan Wiwik Widayana dalam Mata Pelajaran Fisika Muhsin Lubis dan Wiwik Widayana ( 2001 : 3 ) menjelaskan pokok besaran dan satuan sebagai berikut. Untuk mengaitkan konsep besaran dan satuan dalam fisika dengan Al Qur’an guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa, guru

33

agar menghubungkan dengan surat Al Qomar ayat 49 yang artinya “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. kemudian dihubungkan dengan surat Al Furqan ayat 2 yang artinya “Dia telah menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi rapinya”. Kedua ayat tersebut memberi isyarat bahwa kata ukuran yang terdapat di alam ini dapat dinyatakan dalam dua peran. Peran pertama sebagai bilangan dengan sifat dan ketelitian yang terkandung di dalamnya. Peran kedua sebagai hukum dan aturan. Ukuran keduanya tersusun dalam suatu sistematika yang sangat rapi denngan keterkaitannya satu sama lain. Telah teruji bahwa hukum-hukum fisika akan selalu berlaku kapan dan dimanapun saja. Bahkan ada kecenderunngan tidak saja pada benda mati atau disebut materi atau zat, namun juga pada perilaku makhluk hidup termasuk manusia. Hal tersebut sangat dimungkinkan karena dalam ilmu fisika sifat atau gejala fisis dari suatu benda selalu dinyatakan dalam simbol yang mempunyai nilai atau harga tertentu. Benda lain yang sejenis mempunyai simbol yang sama namun diberi nilai yang lain. Sebagai contoh suatu kawat baja

mempunyai perilaku tertentu bila ditarik dinyatakan dengan sebutan elastisitas. Kawat lain dari bahan yang lain akan mempunyai simbol elastisitas yang sama namun harga yang berlainan pula. Jadi jelas bahwa segala sesuatu telah ditetapkan Allah SWT dengan ukuran tertentu . Demikianlah yang dicontohkan dalam pokok bahasan besaran dan satuan. Dengan contoh diatas diharapkan siswa dapat menggunakan pengetahuannya untuk meningkatkan kecerdasan spiritualnya sehingga mampu menjawab tantangan hidupnya.

34

4. Model Rosman Yunus dan Aceng dalam Mata Pelajaran Biologi a. Model I Rosman Yunus dan Aceng (2003 : 2 )menjelaskan pokok bahasan keanekaragaman hayati sebagai berikut. Makhluk hidup dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu dunia hewan ( flora ) dan dunia tumbuhan ( fauna ). Makhluk hidup tersebut masin-masing memiliki ciri yang spesifik ditinjau dari keaneragaman jenis. Ciri-ciri tersebut meliputi variasi bentuk,jumlah, dan sifat lain yang terlihat pada tingkat yang berbeda-beda, denngan menggunakan daya kemampuan akal pikiran manusia dalam mengamati dan memahami

keanekaragaman jenis. Tingkatan yang berbeda dapat kita amati langsung dari obyek makhluk hidup yang ada di sekeliling kita. Contoh yang kita kenal adalah jenis tumbuhan kelapa, siwalan/lontar, aren dan pinang. Semua jenis tumbuhan itu memiliki persamaan ciri dan perbedaan ciri. Persamaan dan perbedaan sifat atau ciri yang dimiliki makhluk hidup yang sejenis maupun tidak sejenis ditentukan oleh keanekaragaman gen (plasma/nuthfah) yang dimiliki oleh mkhluk hidup itu. Penjelasan keanekaragaman makhluk hidup ini terdapat dalam QS. Al Faathir ayat 27 yang artinya “Tidakkah kamu melihat bahwasannya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beranekaragam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis patah dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat”. Dan disebutkan pula pada surat yang sama pada ayat 28 yang artinya “Dan demikian pula diantara manusia, binatang-binatang melata, dan banatang-binatang ternak ada bermacammacam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara

35

hamba-hamba-Nya hanyalah ulama’(orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah) sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. Kedua ayat tersebut dapat memperkuat keimanan dan ketaqwaan bagi setiap insan yang memiliki budi dan akal untuk mempelajari dan memperhatikan ke-Esaan Allah Swt. dan berbagai makhluk ciptaan-Nya. Ada dua kemungkinan sikap manusia dalam mengkaji dan menghayati firman Allah dengan menggunakan ilmu yang dilikinya itu, yaitu apakah mereka akan tunduk, takut, dan bersyukur kepada Yang Maha Pencipta, atau manusia itu akan merasa bangga, takabbur, dan sombong dengan penemuan-penemuan ilmu dengan kajian akal pikirannya itu. Sikap yang pertamalah yang diharapkan dari pemaduan IPTEK dan imtaq sehingga pendidikan betul-betul membuahkan hasil. b. Model II Rosman dan Aceng (2003 : 23-25 ) mencontohkan pada bahasan alat indra sebagai berikut. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, diberi kelebihan oleh Allah dari pada makhluk lain. Kelebihan itu adalah manusia diberi akal sebagai alat berfikir dan mengingat, menciptakan dan dilengkapi oleh organ koordinasi dan komunikasi dengan lingkungannya. Organ tersebut adalah alat indra, yaitu mata alat indra penglihatan, telinga alat indra mendengar, kulit alat indra peraba, hidung alat indra pembau, dan lidah alat indra pengecap. Firman Allah yang berkenaan dengan indra adalah QS. An Nahl ayat 78 yang artinya “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahu Tetapi amat sedikit kamu bersyukur”. QS. Al A’raf ayat 179 yang artinya “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan

36

manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayatayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. Dengan dasar firman Allah tersebut diharapkan siswa mewujudkan

perilaku bersyukur atas nikmat Allah pada dirinya. c. Model III Sumber Daya Alam pada pelajaran biologi dijelaskan oleh Rosman dan Aceng (2003 : 18) sebagai berikut. Sumber daya alam digolongkan menjadi tiga. Pertama, berdasarkan kegunaannya terdiri atas sumber daya alam penghasil bahan baku dan sumber daya alam lingkungan hidup. Kedua, berdasrkan jenisnya meliputi sumber daya alam biotik (hayati) dan sumber daya alam fisik (nonhayati). Ketiga, berdasarkan sifatnya meliputi sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui dan sumber daya alam kekal. Pemanfaatan dan penggalian sumber daya alam yang merupakan anugerah dari Tuhan Sang Pencipta yang diamanatkan pada makhluk-Nya untuk dikelola dengan baik dan dipikul selama hidupnya. Makhluk yang menerima amanat Allah adalah manusia. Allah berfirman dalam QS Al-Ahzab : 72 yang artinya sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia amat zalim dan amat bodoh. Berdasarkan firman Allah

37

tersebut diharapkan siswa dapat berperilaku menjaga amanat Allah terhadap sumber daya alam. d. Model IV Rosman Yunus dan Aceng (2003 : 10) menguraikan pembahasan virus sebagai berikut. Dalam kehidupan manusia, pada umumnya sebagian besar virus bersifat merugikan atau menimbulkan penyakit pada tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Telah banyak jenis penyakit pada manusia yang penyebabnya virus yang ditemukan oleh pakar biologi, antara lain influenza, polio, kanker, Aids. Segala macam jenis penyakit yang penyebabnya virus maupun bukan, dicari cara pengobatan untuk penyembuhan secara kimiawi dengan obat-obatan dan secara biologi dengan cara vaksinasi. Banyak yang telah dapat ditanggulangi secara medis, tetapi masih banyak yang belum dapat ditemukan terutama untuk penyakit yang disebabkan virus. Dari bahasan di atas perlu disampaikan wawasan imtaq tentang penyakit AIDS. Golongan berisiko tinggi untuk tertular AIDS adalah orang yang sering berganti-ganti pasangan baik homo maupun hetero seksual, penerima darah, dan bayi yang menerima ASI penderita AIDS. Sikap disiplin, perilaku atau akhlak individu manusia itulah yang menjadi landasan pokok dalam usaha

menanggulangi penularan segala jenis penyakit termasuk AIDS. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Saw, yaing artinya sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan akhlak. Allah juga berfirman dalam QS AlHujurat : 13 yang artinya ... . sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa....QS Al-Isra ayat 32 juga menyebutkan yang

38

artinya dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk. Dan, QS Al-A’raaf ayat 80 dan 81 menyebutkan yang artinya ... mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahiayah (homoseksualis) itu yang belum pernah dikerjakan.... “ Sesunguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka) bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. 5. Model Syaeful Anwar dan Sri Setiono dalam Mata Pelajaran Kimia a. Model I Syaeful Anwar dan Sri Setiono (2001 : 11) dalam pokok bahasan persamaan reaksi menjelaskan sebagai berikut. Dalam Al Qur’an surat Al Maidah ayat 1 yang artinya “Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendakinya”. Sebagai contoh reaksi antara air dengan gas karbondioksida menghasilkan glukosa dan gas oksigen yang dituliskan dalam bentuk simbol : 6CO2 + 6H2O ----> C6H2O6 + 6O2. Simbol-simbol tersebut mengungkapkan peryataan reaksi kimia diatas, disebut juga persamaan reaksi kimia. Penulisan persamaan reaksi yang lengkap mengikuti aturan sebagai berikut: 1) senyawa atau zat yang bereaksi dan zat hasil reaksi ditulis dalam bentuk simbul kimia; 2) wujud zat atau keadaan zat pada saat reaksi dinyatakan dalam singkatan berikut : s = padat, l = cair, g = gas, aq = larutandibelakang simbol kimia dalam tanda kurung;

39

3) zat-zat yang bereaksi (reaktan) ditulis lebih dahulu (ditulis sebelah kiri) dan dipisahkan dengan tanda -----> dan zat-zat hasil reaksi ( produk ), ditulis sebelah kanan tanda panah; dan 4) harus memenuhi hukum ketetapan massa, yang digambarkan dalam bentuk koefisien reaksi, dan hukum ketetapan muatan. Berbagai jenis reaksi kimia dapat dituliskan persamaan reaksinya dengan cara diatas, namun dengan persamaan reaksi tidak dapat ditentukan produk yang dihasilkan suatu reaksi. Hasil reaksi hanya dapat ditentukan dari eksperimen. Dengan persamaan reaksi pernyataan suatu reaksi kimia menjadi lebih sederhana. Perhitungan-perhitungan kuantitas zat yang terlibat dalam suatu reaksi mudah untuk dilakukan. Pentingnya persamaan reaksi dalam ilmu kimia terletak pada sifat keteraturan yang berlaku pada zat-zat dalam reaksi. Ini merupakan hukum Allah SWT. (sunatullah) yang tidak pernah akan berubah-ubah. Dengan sifat Rahman dan RahimNya, sekaligus keMahakuasaan-Nya. Dia menetapkan hukum-hukum yang terjadi pada suatu perubahan kimia. Hukum-hukum tersebut antara lain hukum ketetapan massa yang pertama kali dicetuskan oleh A Lavoisier dalam hukum perbandingan tetap dari proust. Pengamatan dan eksperimen yang sungguh-sungguh oleh A Lavoisier, telah membuka pintu hidayah ilmu untuknya, yakni menemukan suatu hukum Allah pada alam semesta ini. Hukum itu disebut dengan hukum ketetapan massa (conservation of mass) yang berbunyi massa zat-zat sebelum reaksi selalu sama

40

dengnan massa zat-zat hasil reaksi tersebut. Dalam peristiwa reaksi kimia tidak ada massa yang hilang ataupun bertambah. Keteraturan (sunatullah) lain ditemukan oleh J Proust, yakni didalan suatu senyawa perbandingan massa unsur-unsur penyusun senyawa tersebut adalah tetap. Contoh garam dapur atau NaCL yang memilih susunan unsur nstrium (Na) dan unsur clor (Cl) memilih perbandingan 23 : 35,5. Contoh lain karbondioksida (CO2) memilih perbandingan massa karbon dengan oksigen 3 : 8 . Dimanapun kita berada menemukan senyawa-senyawa itu, selalu berbanding unsur-unsurnya tetap. Demikianlah keteraturan hukum Allah yang menciptakan bumi seisinya. Dengan dasar Al-Qur’an seperti di atas diharapkan menumbuhkan kecerdasan spiritual dalam bersikap untuk menentukan jalan hidupnya. b. Model II Syaeful dan Sri Setiono (2001 : 39) menjelaskan pembahasan pencemaran lingkungan sebagai berikut. Pencemaran adalah masuknya zat-zat baru ke dalam lingkungan (udara, air, dan tanah) atau meningkatnya salah satu komponen zat dalam lingkungan yang berakibat terganggunya proses kehidupan secara normal. Contoh pencemaran oleh hujan asam. Hujan asam terjadi akibat reaksi SO3 atau karbon trioksida dengan air. SO3 berasal dari reaksi SO2 dengan udara. SO2 adalah zat yang dihasilkan oleh asap pabrik atau kendaraan bermotor. Pencemaran lingkungan tidak hanya terjadi pada lingkungan udara. Lingkungan air dan tanah juga telah terjadi pencemaran. Pemenuhan kebutuhan dan pola gaya hidup yang tidak terkendali menjadi pendorong kuat pencemaran.

41

Hidup tidak disiplin dan tidak peduli terhadap lingkungan telah menjadi hal yang biasa. Buangan pabrik, sampah-sampah plastik, logam dialirkan ke sungai yang berakibat pencemaran air. Penggunaan pupuk yang berlebihan tanpa didasarkan ilmu yang benar telah menimbulkan kualitas tanah menurun untuk pertanian. Pencegahan terhadap pencemaran telah banyak dilakukan namun tidak berhasil. Kunci utama pencegahannya terletak pada ulah tangan , keinginan, dan nafsu manusia. Allah berfirman dalam QS Ar-Ruum : 41 yang artinya telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan

manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sbagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali. Berdasarkan firman tesebut, diharapkan siswa dapat mewujudkan perilaku memelihara lingkungan berdasarkan ilmu yang didapatnya bukan malah merusak. 6. Model Zaidan Hendy dan Sunarno dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia a. Model I Zaidan Hendy dan Sunarno (2001 : 27) mencontohkan penjelasan kaitan tema dan amanat dalam novel Salah Asuhan dengan masalah sosial dan budaya sebagai berikut. Dikatakannya tema cerita Salah Asuhan adalah salah didikan. Orang tua Hanafi mengharap dia menjadi anak yang berpendidikan, ternyata Hanafi keliru menyerap pendidikan yang didapatkannya. Hanafi menjadi angkuh, sombong terhadap ibunya, pamannya, istrinya, masyarakat, dan budaya kampung halamannya. Hanafi tergila-gila pada gadis barat bernama Corrie. Dia tergila-gila pada pergaulan dan budaya barat dan hanya kulitnya saja yang didapatkannya.

42

Amanat cerita Salah Asuhan adalah agar kita hati-hati memberikan pendidikan (menyekolahkan) anak-anak jangan sampai salah asuhan. Jangan sampai anak-anak kita menjauhi budaya timur dan bersikap kurang ajar terhadap orang tua. Sikap tersebut telah menyimpang dari ajaran Islam yang bersumber dari Allah. Dari bahan pelajaran itu, selain diajarkan kaitan tema dan amanat novel dapat diberikan pula wawasan imtaq bahwa seorang muslim hendaknya mengetahui dan mengamalkan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sikap dan perbuatan yang menyangkut hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia. Allah berfirman dalam QS Al-Israa’ : 23 yang artinya “Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan kepada-Nya, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau dua-duanya telah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Demikianlah hendaknya harapan dari cerita bahwa seorang anak dapat bergaul dan menghormati orang tuanya. b. Model II Zaidan Hendy dan Sunarno memaparkan kompetensi dasar membaca dalam hati bagian dari buku, surat kabar, atau majalah dengan tema tertentu, menemukan gagasan atau pengalaman dalam bacaan sebagai berikut. Subtema bacaan dijabarkan dalam judul Manusia sebagai Modal Dasar Kerja. Berikut petikan

43

paragraf pertama . Kahadiran manusia sebagai tenaga kerja sudah ada sejak ia mulai melibatkan dirinya sebagai buruh atau karyawan suatu perusahaan. Modal usaha yang terbesar dan terpenting di dalamnya adalah daya kerja dengan perkembangan lingkungan yang sempat mempengaruhinya. Karena peranan yang menentukan itu, suatu penelitian tentang sumber daya manusia dan upaya pemanfaatannya secara terus menerus, selalu dilakukan oleh para ahli sesuai dengan arus kemajuan dan tuntutan manusia itu sendiri. .... (Drs A.R Artoyo, Tenaga Kerja Perusahaan Balai Pustaka, Jakarta).Dari bacaan di atas diketahui, sumber daya manusia yang berkualitas sangat berharga. Menurut islam manusia berkualitas adalah manusia yang beriman, berilmu, beramal, berdisiplin, ikhlas, dan ikhsan. Karena itu Islam mengajarkan agar kita beriman, berilmu dan beramal, berdisiplin, ikhlas, dan ikhsan. Salah satu cara untuk menjadikan manusia agar berilmu adalah banyak membaca dari berbagai sumber intisari yang didapatkan dari bacaan dan dikembalikan kepada ajaran Al-Qur’an untuk dijadikan sebagai pegangan, seperti dalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Makna ayat tersebut adalah “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Yang mengajari (manusia)

dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya. c. Model III Zaidan Hendy dan Sunarno (2001 : 46 ) menjelaskan kompetensi dasar menyimak gaghasan, pendapat, dan pesan yang disampaikan melalai pidato atau

44

ceramah sebagai berikut. Dalam pembelajaran menyimak gagasan melalui pidato, dapat dilihat petikan pidato sebagai berikut. Hadirin yang berbahagia. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan pidato berjudul Proyek Kali Bersih. Saudara-saudara! Kapan kita bisa melihat Kali Ciliwung bersih? Mungkin 100 tahun lalu atau cuma dalam angan-angan. Atau mungkin 15 tahun lagi? Impian ini bukan mustahil terwujud. Inilah yang setidakya diharapkan oleh Gerakan Kali Bersih (GKB). Melengkapi gerakan itu, hari Minggu lalu sebuah kegiatan di jalan Penjernihan I, Pejompongan, Jakarta Pusat, diresmikan Gubernur Soerjadi Soedirjo sebagai pusat semua aktivitas pembersihan sungai yang membelah ibukota Republik Indonesia ini.... Setelah menyimak pidato tersebut ternyata untuk membuat kali menjadi bersih, memerlukan perencanaan yang matang, biaya yang tidak sedikit, penyadaran masyarakat, dan waktu yang lama. Oleh karena itu, kebersihan dalam Islam mempunyai kedudukan yang tinggi. Hadits Nabi menyatakan bahwa kebersihan adalah setengah dari iman. Hadits riwayat Imam Dailami juga menyatakan kebersihan yang artinya agama islam itu adalah agama yang besih maka, tidak akan masuk surga kecuali orang yang selalu menjaga kebersihannya. Sesungguhnya Allah amat cinta kepada orang-orang yang suci bersih.

45

Setelah menyimak pidato tersebut ternyata untuk membuat kali menjadi bersih, memerlukan perencanaan yang matang, biaya yang tidak sedikit, penyadaran masyarakat, dan waktu yang lama. Oleh karena itu, kebersihan dalam Islam mempunyai kedudukan yang tinggi. Hadits Nabi menyatakan bahwa kebersihan adalah setengah dari iman. Hadits riwayat Imam Dailami juga menyatakan kebersihan yang artinya agama islam itu adalah agama yang bersih, maka tidak akan masuk surga kecuali orang yang selalu menjaga kebersihannya. Sesungguhnya Allah amat cinta kepada orang-orang yang suci bersih. 7. Model Hamzah Busroh dan Moh Enong dalam Mata Pelajaran Kesenian Hamzah Busroh dan Muh Enong (2003:7) memberikan wawasan imtaq terhadap kesenian sebagai berikut. Wawasan imtaq ini berkaitan dengan materi musik, tari, dan teater daerah setempat. Hal penting dalam pembahasan ini adalah adanya upaya untuk mengaitkan antara unsur yang ada dalam penciptaan dan penyajian musik, tari, dan teater daerah setempat serta pengaruhnya terhadap pendengar dan penonton. Masalah tersebut akan bernilai islami atau tidak bergantung pada

proses penciptaannya. Pada tahap penyajian musik, tari, dan teater, tidak menutup kemungkinan terjadi penyalahgunaan. Suatu musik, tari, dan teater disusun dengan niat dan pesan-pesan yang benar tetapi disajikan dengan ekspresi yang berlebihan, hasilnya akan sangat buruk. Ada hal yang dapat disampaikan dari Hadits yang diriwayatkan Bukhari, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Rubayyi binti Muawwiz yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw datang ke rumah pada saat pesta pernikahannya, lalu Nabi duduk. Tak lama kemudian beberapa orang jariah (wanita) menabuh rebana sambil menyanyikan lagu-lagu yang memuji orang tua

46

mereka yang syahid dalam perang Badar. Tiba-tiba salah seorang wanita itu berkata, “Diantara kita ini ada Nabi Saw yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok tetapi Rasulullah Saw segera bersabda yang artinya tinggalkan omongan itu. Teruskanlah apa yang kamu (nyanyikan) tadi. Dengan kata lain musik, tari, dan teater yang diperbolehkan adalah yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits. Strategi ini juga terlihat dalam pembahasan materi Pameran dan Pergelaran. Pameran merupakan kegiatan dalam memperkenalkan karya seni antara penciptanya dengan orang lain. Pameran dilakukan pada karya-karya seni rupa yang dihasilkan oleh siswa seperti seni lukis, karikatur, kolase, seni kriya, gambar-gambar dan kaligrafi. Karya yang akan dipamerkan hendaknya mendapat seleksi, terutama karya-karya yang bernuansa islam. Bentuk pergelaran dapat berupa karya seni tari, seni musik, dan seni drama. Pemberian wawasan imtaq dapat berupa batasan-batasan dalam pameran atau pergelaran yang mengacu pada tuntunan Qur’an dan Hadits, walaupun bukan dalil secara langsung. Karya-karya yang hendak digelar hendaknya dipilih sedemikian rupa dengan memperhatikan kaidah-kaidah antara lain : (1) lirik lagu tidak sedih atau putus asa, (2) gaya dan penampilan pelakunya sopan, (3) dalam tarian tidak dilakukan berpasang-pasangan pria-wanita, (4) memakai busana muslim. Adapun pelaksanaannya perlu memperhatikan persiapan : (1) pembentukan panitia, (2) tempat dan waktu, (3) golongan masyarakat yang akan mengunjungi, (4) seleksi karya, dan (5) antara pameran dan pergelaran diusahakan waktunya tidak bersamaan.

47

8. Model Abudin Nata dalam Kegiatan Belajar di luar Jam Pelajaran Abudin Nata (2003 : 23) menawarkan solusi alternatif sebagai berikut. Pertama, dengan mengubah orientasi dan fokus pengajaran agama yang semula bersifat subject matter oriented menjadi pengajaran agama yang berorientasi pada pengalaman. Subject matter oriented adalah pengajaran yang berpusat pada

pemberian pengetahuan agama yang berupa memahami dan menghafal ajaran agama sesuai kurikulum. Orientasi pengajaran pada pengalaman, yaitu pembentukan sikap keagamaan melalui pembiasaan hidup sesuai dengan agama. Pembiasaan hidup seperti pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. Contoh setiap kegiatan selalu diawali dengan membaca basmallah. Kedua, dengan memberikan kegiatan ekstrakurikuler pada penekanan pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ekstra ini antara lain shalat berjamaah, pesantren kilat, qiyamul lail, berpuasa sunnah, memberikan santunan kepada fakir miskin, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Ketiga, dengan cara meningkatkan perhatian, kasih sayang, bimbingan, dan pengawasan yang diberikan oleh kedua orang tua di rumah. Ketika anak berada di rumah kedua orang tuanya menanyakan tentang kemajuan dan berbagai masalah yang dihadapi anak-anaknya. Misalnya menanyakan kegiatannya di sekolah, program, dan agenda yang harus dicapai serta rencana-rencana lainnya. Keempat, dengan cara melaksanakan tradisi keislaman yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah yang disertai dengan penghayatan akan makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.Tradisi keislaman yang bernuansa sikap keagamaan antara lain mengaqiqahi anak, mengajarkan sikap sopan santun

48

pada orang tua atau kepada yang lebih tua, mencium tangan orang tua, mengunjungi orang sakit, dan mengajari shalat saat anak mulai berumur 7 tahun. Dengan melaksanakan tradisi ini diharapkan akan membentuk karakter keislaman seseorang. Kelima, pembinaan sikap keagamaan dengan memanfaatkan berbagai mas media yang tersedia, seperti radio, surat kabar, buku bacaan, televisi, dan sebagainya. Informasi dari mass media tersebut hendaknya diintegrasikan dengan pengajaran yang ada di sekolah dan di rumah tangga. Oleh sebab itu kesungguhan untuk memanfaatkan berbagai media tersebut harus masuk ke dalam kebijakan rumah tangga sekolah. Lima cara mensiasati kekurangan jam pelajaran agama di sekolah di atas dapat dikatakan sebagai optimalisasi peningkatan imtaq terhadap siswa yang dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar jam pelajaran. C. Kerangka Teori Berdasarkan kajian pustaka dari berbagi sumber dapat dirumuskan kerangka teori penelitian sebagai berikut. 1. Iman dan Taqwa Ada 85 perbuatan sebagai wujud taqwa sebagai berikut. 1) Iman kepada Allah ; 2) Iman kepada Malaikat ; 3) Iman kepada kitab-kitab Allah ; 4) Iman kepada para nabi ;

49

5) Iman kepada hancurnya alam ; 6) Iman kepada kebangkitan manusia dari kematian ; 7) Iman kepada takdir ; 8) Iman kepada hasyr ; 9) Iman kepada surga dan neraka jahannam ; 10) Cinta kepada Allah ; 11) Takut kepada siksa Allah ; 12) Mengharap rahmat Allah ; 13) Tawakal ( pasrah ) kepada Allah ; 14) Cinta kepada nabi Muhammad Saw. ; 15) Mengagungkan derajat nabi Muhammad Saw. ; 16) Kikir dengan memegang teguh agama islam ( teguh pendirian ) ; 17) Mencari ilmu ; 18) Menyebarluaskan ilmu syariat ; 19) Mengagungkan dan memuliakan Al qur’an ; 20) Bersuci ; 21) Menjalankan sholat 5 waktu pada waktunya dengan sempurna ; 22) Membayar zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya ; 23) Berpuasa di bulan Ramadhan ; 24) I’tikaf ; 25) Haji ; 26) Berjuang melawan orang kafir untuk menolong agama islam ; 27) Mebentengi kaum muslim dari serangan orang kafir ; 28) Bertahan di dalam kancah perang dan tidak melarikan diri darinya ;

50

29) Menyerahkan harta jarahan perang kepada pemimpin atau pembantunya ; 30) Memerdekakan budak yang muslim ; 31) Bersedia membayar kifarah ( denda ) ; 32) Menepati janji ; 33) Bersyukur ; 34) Menjaga lisan dari hal-hal yang tidak layak ; 35) Menjaga kemaluan dari hal-hal yang dilarang Allah ; 36) Menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya ; 37) Tidak membunuh kepada sesama manusia muslim ; 38) Menghindari makan dan minuman yang haram ; 39) Menghindari dari harta yang haram ; 40) Menghindari pakaian, perhiasan, dan perabot yang haram ; 41) Menghindari permainan sia-sia yang dilarang ; 42) Sederhana dalam memberikan nafakah, tidak berlebihan dan tidak irit ; 43) Tidak menyimpan dendam dan kedengkian ; 44) Tidak mencela kaum muslimin dihadapan ; 45) Ikhlas dalam setiap amal perbuatan karena Allah ; 46) Merasa bahagia dengan ketaatan kepada Allah ; 47) Bertaubat ; 48) Melakukan penyembelihan qurban, aqiqah, dan hadiah ; 49) Taat kepada pemerintah ; 50) Berpegang teguh pada nilai yang dianut jamaah ; 51) Menjalankan hukum diantara manusia secara adil ; 52) Memerintahkan kepada kebaaikan dan mencegah dari kejahatan ;

51

53) Tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan ; 54) Malu kepada Allah ; 55) Bersikap baik kepada orang tua ; 56) Menyambung tali persaudaraan ; 57) Budi pekerti yang baik ; 58) Memperlakukan hamba sahaya dengan baik ; 59) Ketaatan seorang hamba kepada tuannya ; 60) Menjaga hak-hak istri dan anak-anak ; 61) Mencintai ahli agama ; 62) Menjawab salam dari orang islam ; 63) Menjenguk orang sakit ; 64) Melakukan shalat jenazah untuk orang yang islam ; 65) Mendoakan orang islam yang bersin ; 67) Menghormati tetangga ; 68) Menghormati tamu ; 69) Menyembunyikan cela orang lain ; 70) Sabar ; 71) Zuhud ; 72) Cemburu dan tidak membiarkan pria bergaul bebas denngan wanita lain ; 73) Berpaling diri dari percakapan yang tidak bermanfaat ; 74) Kedermawanan ; 75) Menghormati orang tua dan mngasihi anak kecil ; 76) Merukunkan antara orang islam ; 77) Mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya;

52

78) Melayani dan melindungi pihak yang lemah; 79) Tiada sombong dan takabur; 80) Suka mendengarkan terhadap kritik yang lebih baik; 81) Memiliki semangat persatuan; 82) Menghargai dan menghormati lawan; 83) Menempatkan orang yang layak dalam pekerjaan yang layak; 84) Menjauhi hidup mewah yang cenderung kepada pemborosan; dan 85) Giat bekerja, tahan uji, tidak putu asa . 2. Strategi Integrasi Imtaq dalam Pembelajaran IPTEK Berdasarkan model-model pembelajaran Imtaq dalam beberapa mata pelajaran seperti yang telah dijelaskan terdahulu, dapat disimpulkan menjadi 6 strategi. Adapun strategi tersebut adalah sebagai berikut. a. Strategi Terjemah Strategi ini cenderung bersifat menjelaskan ilmu dengan memberikan dasar pengetahuan Al-Qur’an dan Hadits. Strategi ini terlihat dalam model Rusli Yunus dan Warnadi dalam mata pelajaran geografi, model I H.M Husni dan Syafril dalam mata pelajaran fisika, model I Rosman Yunus dan Aceng dalam mata pelajaran biologi, dan model I Syaeful Anwar dan Sri Setiono dalam mata pelajaran kimia. b. Strategi Aktualisasi Imtaq dalam Perilaku Kehidupan Manusia

53

Strategi ini berusaha memberikan dasar Imtaq dalam pembelajaran yang berhubungan dengan perilaku kehidupan manusia. Strategi ini dibedakan menjadi 3, yaitu (1) aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri; (2)aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya; dan (3) aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada lingkungan ala sekitar. Strategi tersebut terlihat dalam model-model berikut. Strategi aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri terlihat dalam model II H.M Husni dan Syafril dalam mata pelajaran ekonomi dan model II Rosman Yunus dan Aceng dalam mata pelajaran biologi. Strategi aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya terlihat dalam model III H.M Husni dan Syafril dalam mata pelajaran ekonomi. Strategi aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada lingkungan alam sekitar terlihat dalam model III Rosman Yunus dan Aceng dalam mata pelajaran biologi. c. Strategi Integrasi Imtaq Integrasi berarti penyatuan. Dalam strategi ini ada dua integrasi, yaaitu (1) integrasi dengan bahan pelajaran atau pelajaran dan (2) integrasi dengan keterampilan berbahasa. Bahan pelajaran dalam hal ini adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran atau kompetensi dasar yang diajarkan. Pelajaran dalam hal ini adalah kompetensi dasar yang diajarkan. Keterampilan berbahasa yang dimaksud adalah mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Strategi tersebut terlihat dalam model berikut. Strategi Integrasi Imtaq dengan bahan pelajaran atau pelajaran terlihat dalam model I Zaidan Hendy dan Sunarno. Dan, strategi integrasi Imtaq dengan keterampilan berbahasa terlihat

54

dalam model II Zaidan Hendy dan Sunanrno dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. d. Strategi Menyelipkan Materi Imtaq Menyelipkan adalah memasukkan sesuatu yang tidak sama di antara dua benda. Strategi menyelipkan materi Imtaq adalah memasukkan Imtaq dalam pembelajaran tetapi di luar pokok pembicaraan. Strategi ini terlihat dalam model III Zaidan Hendy dan Sunarno dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. e. Strategi Pengarahan Pengetahuan dengan Imtaq Pengarahan pengetahuan dalam hal ini adalah memberi tempat atau wadah terhadap pengetahuan. Jika pengetahuan diibaratkan air, maka ia akan berubah sesuai tempat. Pengetahuan dalam hal ini cenderung pada bidang kesenian. Stategi ini terlihat dalam model Hamzah Busroh dan Moh Enong dalam mata pelajaran kesenian. f. Strategi Optimalisasi Imtaq Pemberian wawasan Imtaq terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi selain diberikan di luar jam pelajaran di kelas juga dapat diberikan di luar jam pelajaran. Strategi ini terlihat dalam model Abudin Nata dalam kegiatan di luar jam pelajaran.

55

BAB 111 METODOLOGI PENELITIAN Dalam metodologi penelitian ini diuraikan hal-hal mengenai : (1) rancangan penelitian, (2) sumber data dan data penelitian, (3) instumen penelitian, (4) prosedur pengumpulan data, (5) analisis data, dan (6) tahap-tahap penelitian. A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian memerlukan pola pikir induktif yang berangkat dari fenomena yang ada untuk ditarik kesimpulan. Selain berpikir induktif, penelitian ini tidak menguji hipotesis. Penelitian ini menggambarkan keadaan yang ada di lapangan yaitu strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq di SMAN Kota Malang. Rancangan penelitian ini sesuai dengan yang dikemukakan Bodgan dan Briklen “Qualitative research for Education, an Introduction to Theory and Methods dalam Imam Suprayogo dan Tobroni (2003 : 122) dengan ciri-ciri sebagai berikut. 1. Riset kualitatif mempunyai latar alami karena yang merupakan alat penting adalah adanya sumber data yang langsung dan perisetnya. 2. Riset kualitatif bersifat deskriptif. 3. Periset kualitatif lebih memperhatikan proses daripada hasil. 4. Periset kualitatif cenderung menganalisis datanya secara induktif.

56

5. “Makna” (bagaimana subjek yang diteliti memberi makna pergumulannya) merupakan soal esensi untuk rancangan kualitatif Penelitian ini juga menggunakan rancangan penelitian sampel. Penelitian ini dilakukan hanya pada sebagian dari populasi. Dari SMAN kota Malang hanya diambil sampel SMA Negeri 1, 2, dan 10. B. Sumber Data dan Data Penelitian Sumber data penelitian ini adalah narasumber, yaitu guru SMAN Kota Malang. Adapun data penelitian ini berupa kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN Kota Malang selama minimal 1 jam pelajaran. C. Instrumen Penelitian Instrumen adalah alat untuk menjaring data. Pada penelitian ini yang menjadi instrumen adalah peneliti sendiri dan tape recorder. Untuk menghindari bias antara peneliti sebagai alat dan peneliti sebagai penelaah, peneliti menggunakan instrumen bantuan berupa tabel penjaringan data. Ada 3 tabel penjaringan data sebagai berikut : Ma KD Bhn pel alat Qur’an Hadits Nst Imtaq Meto Tgs de Tgs Stra tegi Peru bahan

terstk ko

57

1. Tabel penjaringan data strategi Keterangan : Mapel KD : mata pelajaran : kompetensi dasar

Bhn /alat : bahan atau alat yang digunakan untuk mengajarkan kompetensi dasar Imataq : wawasan iman dan taqwa yang disampaikan dalam ilmu pengetahuan Yang diajarkan. Metode : metode dalam kegiatan belajar mengajar.

Tgs terstk : tugas terstruktur Tgs ko Strategi : tugas kokurikuler (dikerjakan di luar jam pelajaran) : kesimpulan strategi yang dipakai

Perubahan : Perubahan sikap siswa (baik, tidak baik, atau tetap) setelah menerima pelajaran yang berwawasan imtaq. 2. Tabel validitas data dari siswa Imtaq terapan teori Kapan KBM diberikan? Tugas Ko Tugas ekstra

58

3. Tabel validitas data dari kepala sekolah Peraturan Evaluasi Himbauan

D. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sampling. Pemikiran ini hampir tidak bisa dihindari oleh peneliti mengingat berbagai keterbatasan, seperti waktu, tenaga, dan biaya. Teknik sampling dalam penelitian ini digunakan untuk membangun generalisasi teoritik. Data yang diambil dengan teknik sampling ini digunakan tidak dalam rangka mewakili populasinya melainkan mewakili informasinya. Karena pengambilan cuplikan didasarkan atas berbagai pertimbangan, maka pengertiannya sejajar dengan teknik purposive sampling. Dengan purposive

sampling, peneliti cenderung memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalah secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap. ( Patton, 1984 dalam Imam Suprayogo dan Tobroni :2003; 163). Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sebagai berikut.

59

1. Wawancara dengan informan mengenai kemungkinan kompetensi dasar yang dapat disajikan dengan wawasan imtaq. 2. Membuat perjanjian waktu untuk penyajian kompetensi dasar yang berwawasan imtaq. 3. Melakukan observasi partisipan selama KBM. 4. Mengumpulkan validitas data dengan berwawancara dengan siswa dan kepala sekolah. E. Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil

pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui tahapan (1) identifikasi data, (2) pengkodean, (3) penghitungan frekuensi, dan (4) penarikan kesimpulan. Adapun tabel identifikasi data sebagai berikut.
No Mapel

KD (C)

Bahan

Indikator

Penya

jian

imtaq/

metode

(F) (3)
Ko (c)

Ind st

str

Kod

(A) (B)

Alat

Imtaq

crm

disk

penu

gasan

(G)

(H)

(I)

(D)

(E)

(1)

(2)

ters (a)

Tdk (b)

1

Eko

Badan

-

53

v

2b1

H2.2

1 Eko

usaha

F1 H.2.

BUMN 2

60

Pengkodean dilakukan bersama dengan identifikasi data. Contoh kode 1.Eko F1 H2.2 artinya imtaq nomor satu pada mata pelajaran Ekonomi

menggunakan metode ceramah dan strategi aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya. Keterangan kode sebagai berikut. 1. A= nomor urut imtaq 2. B= mata pelajaran contoh : Ind= Bahasa Indonesia, Fis = fisika, Kim = kimia, Bio = biologi, dan seterusnya. 3. C= kompetensi dasar mata pelajaran 4. D= bahan atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pengetahuan dalam mata pelajaran bukan kompetensi dasar pelajaran. 5. E= Indikator imtaq ( keterangan perbuatan sebagai wujud iman yang disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar ) Adapun indikator imtaq adalah sebagai berikut: 1) Iman kepada Allah ; 2) Iman kepada Malaikat ; 3) Iman kepada kitab-kitab Allah ; 4) Iman kepada para nabi ; 5) Iman kepada hancurnya alam ; 6) Iman kepada kebangkitan manusia dari kematian ; 7) Iman kepada takdir ;

61

8) Iman kepada hasyr ; 9) Iman kepada surga dan neraka jahannam ; 10) Cinta kepada Allah ; 11) Takut kepada siksa Allah ; 12) Mengharap rahmat Allah ; 13) Tawakal ( pasrah ) kepada Allah 14) Cinta kepada nabi Muhammad Saw. ; 15) Mengagungkan derajat nabi Muhammad Saw. ; 16) Kikir dengan memegang teguh agama islam ( teguh pendirian ) ; 17) Mencari ilmu ; 18) Menyebarluaskan ilmu syariat ; 19) Mengagungkan dan memuliakan Al qur’an ; 20) Bersuci ; 21) Menjalankan sholat 5 waktu pada waktunya dengan sempurna ; 22) Membayar zakat kepada orang-orang yang berhak menerimanya ; 23) Berpuasa di bulan Ramadhan ; 24) I’tikaf ; 25) Haji 26) Berjuang melawan orang kafir untuk menolong agama islam ; 27) Mebentengi kaum muslim dari serangan orang kafir ; 28) Bertahan di dalam kancah perang dan tidak melarikan diri darinya ; 29) Menyerahkan harta jarahan perang kepada pemimpin atau pembantunya; 30) Memerdekakan budak yang muslim 31) Bersedia membayar kifarah ( denda ) ;

62

32) Menepati janji ; 33) Bersyukur ; 34) Menjaga lisan dari hal-hal yang tidak layak ; 35) Menjaga kemaluan dari hal-hal yang dilarang Allah ; 36) Menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya ; 37) Tidak membunuh kepada sesama manusia muslim ; 38) Menghindari makan dan minuman yang haram ; 39) Menghindari dari harta yang haram ; 40) Menghindari pakaian, perhiasan, dan perabot yang haram ; 41) Menghindari permainan sia-sia yang dilarang ; 42) Sederhana dalam memberikan nafakah, tidak berlebihan dan tidak irit ; 43) Tidak menyimpan dendam dan kedengkian ; 44) Tidak mencela kaum muslimin dihadapan ; 45) Ikhlas dalam setiap amal perbuatan karena Allah ; 46) Merasa bahagia dengan ketaatan kepada Allah ; 47) Bertaubat ; 48) Melakukan penyembelihan qurban, aqiqah, dan hadiah ; 49) Taat kepada pemerintah ; 50) Berpegang teguh pada nilai yang dianut jamaah ; 51) Menjalankan hukum diantara manusia secara adil ; 52) Memerintahkan kepada kebaaikan dan mencegah dari kejahatan ; 53) Tolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan ; 54) Malu kepada Allah ; 55) Bersikap baik kepada orang tua ;

63

56) Menyambung tali persaudaraan ; 57) Budi pekerti yang baik ; 58) Memperlakukan hamba sahaya dengan baik ; 59) Ketaatan seorang hamba kepada tuannya ; 60) Menjaga hak-hak istri dan anak-anak ; 61) Mencintai ahli agama ; 62) Menjawab salam dari orang islam ; 63) Menjenguk orang sakit ; 64) Melakukan shalat jenazah untuk orang yang islam ; 65) Mendoakan orang islam yang bersin ; 67) Menghormati tetangga ; 68) Menghormati tamu ; 69) Menyembunyikan cela orang lain ; 70) Sabar ; 71) Zuhud ; 72) Cemburu dan tidak membiarkan pria bergaul bebas denngan wanita lain 73) Berpaling diri dari percakapan yang tidak bermanfaat ; 74) Kedermawanan ; 75) Menghormati orang tua dan mngasihi anak kecil ; 76) Merukunkan antara orang islam ; 77) Mencintai orang lain sebagaimana mencintai dirinya; 78) Melayani dan melindungi pihak yang lemah; 79) Tiada sombong dan takabur; 80) Suka mendengarkan terhadap kritik yang lebih baik;

64

81) Memiliki semangat persatuan; 82) Menghargai dan menghormati lawan; 83) Menempatkan orang yang layak dalam pekerjaan yang layak; 84) Menjauhi hidup mewah yang cenderung kepada pemborosan; dan 85) Giat bekerja, tahan uji, tidak putu asa . 6. F= metode mengajar yang meliputi ceramah, diskusi, dan penugasan. 7. G= Indikator strategi sebagai berikut. a. Terjemah yang meliputi (a) disampaikan ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits, (1) disampaikan terjemah Al-Qur’an dan Al-Hadits atau yang merupakan terjemahan secara tidak langsung. b. Aktualisasi Imtaq dalam kehidupan manusia (1) Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri (1.a) perilaku yang bersifat perseorangan (1.b) perilaku yang berkaitan dengan tubuh atau badan sendiri (2) Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya (2.a) perilaku yang membutuhkan orang lain (2.b) perilaku yang berakibat pada orang lain (3) Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada lingkungan

65

(3.a) perilaku yang berkaitan dengan lingkungan abiotik (3.b) perilaku yang berkaitan dengan lingkungan biotik c. Integrasi imtaq (1) Integrasi imtaq dalam bahan pelajaran atau pelajaran (1.a) imtaq disatukan dalam bahan mengajar (1.b) imtaq dikaitkan dengan alat mengajar (1.c) imtaq disatukan dalam keterampilan berbahasa (kompetensi dasar) d. Menyelipkan materi imtaq (Imtaq tidak satu topik pembicaraan) e. Pengarahan pengetahuan dengan imtaq (1) imtaq sebagai ciri khas kesenian (2) imtaq sebagai dasar penentu wujud kesenian f. Optimalisasi Peningkatan imtaq terhadap siswa (1) penugasan yang berupa pembiasaan hidup yang sesuai dengan agama (2) penugasan ekstrakurikuler (3) penugasan yang bersifat penghubung antara guru dengan orang tua (4) penugasan yang bersifat tradisi keislaman (5) penugasan yang memanfaatkan masmedia

66

8. H= strategi guru dalam melaksanakan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq 9. I= kode dari identifikasi data. Pada penghitungan frekuensi digunakan untuk memperoleh gambaran penggunaan strategi terbanyak dan tersedikit. Gambaran ini digunakan untuk melihat keterkaitan karakteristik strategi dan karakteristik mata pelajaran. F. Tahap-tahap Penelitian Untuk mencapai tujuan penelitian ini, kegiatan penelitian dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut. 1. Tahap persiapan Pada tahap ini dilakukan pencarian judul dan permasalahan penelitian. Judul dan permasalahan penelitian diajukan ke pembimbing untuk disetujui. Selanjutnya pembuatan proposal penelitian. 2. Tahap pelaksanaan Pada tahap ini dilakukan tiga tahapan, yaitu (1) pengambilan data, (2) identifikasi data, (3) pengkodean, (4) penghitungan frekuensi, dan (5) penarikan kesimpulan. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dengan teknik purpisive sampling. Pada tahap identifikasi data, dilakukan proses identifikasi untuk menentukan jenis strategi yang dipakai guru sekaligus pemberian kode. Tahap

67

selanjutnya adalah penghitungan frekuensi pemakaian strategi guru untuk ditarik kesimpulan secara umum. 3. Tahap penyelesaian Pada tahap ini dilakukan penul;isan laporan penelitian dan penggandaan naskah.

68

BAB IV HASIL ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan hasil analisis data strategi guru dalam mennngembangkan kurikulum yang berwawasan IPTEK dan imtaq, frekuensi pemakaian strategi, dan temuan penelitian terhadap fakta. Adapun strategi yang akan dipaparkan adalah (1) Terjemah, (2) Aktualisasi imtaq dalam kehidupan manusia, (3) Integrasi imtaq ,(4) Menyelipkan materi imtaq . A. Strategi Guru dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq 1. Terjemah Strategi ini cukup banyak yang muncul dari data yang ada. Strategi ini cenderung menggunakan metode ceramah. Strategi terjemah dapat dilihat pada contoh berikut : 1. Ibu Hj. Astutik guru mata pelajaran Geografi pada kompetensi dasar Pembentukan alam semesta, beliau menjelaskan tentang isi QS. An Nahl ayat 15. Fungsi gunung sebagai alat penopang bumi agar tidak tertarik oleh grafitasi planet lain. ( 5 Geo F1 H1 ) 2. Bapak Supardi guru mata pelajaran Fisika pada kompetensi dasar Gerak, beliau menjelaskan tentang isi QS. Bani Israil ayat 1. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj begitu cepatnya seperti kecepatan cahaya bahkan lebih cepat lagi.

69

Malaikat tercipta dari cahaya, dalam ilmu pengetahuan gerak dapat diukur seperti kecepatan cahaya 3 x 10 pangkat 8. ( 7 Fis F1 H1 )

3. Bapak Puthet guru mata pelajaran Kimia pada kompetensi dasar Laju reaksi, beliau menjelaskan isi Al Qur’an yaitu Tuhan menciptakan sesuatu sesuai dengan batasannya. Tiap benda terjadi perbedaan dalam mengalami perubahan contoh ubi kayu membutuhkan waktu seminggu untuk menjadi tape. ( 9 Kim F1 H1 )

Pada contoh pertama, penjelasan guru tentang fungsi gunung merupakan terjemah Al-Qur’an secara tidak langsung. Dengan kata lain bunyi bahasanya tidak sama persis dengan terjemah QS An-Nahl: 15 tetapi kiandungannya sama. Contoh kedua, QS Al-Isra’:1 berisi Isra’ dan Mi’raj nabi Muhammad Saw. yang ditunjukkan oleh Allah sebagai tanda kebesaran-Nya. Berdasarkan kandungan isi dari terjemah ayat tersebut kecepatan gerak dapat diukur dengan kecepatan cahaya. Pada contoh ketiga, dikatakan guru bahwa Tuhan menciptakan sesuatu sesuai dengan batasnya. Hal itu terdapat dalam QS Al Furqon ayat 2 yang artinya... dan Dia telah menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. Dalam catatan kaki disebutkan segala sesuatu yang dijadikan Tuhan diberi-Nya perlengkapan-perlengkapan, persiapaan-persiapan, sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup. Jelaslah baahwa perbedaan waktu perubahan kimia yang memiliki batas masing-masing dalam bahasa Al-Qur’an adalah ukuran-ukuran yang ditetapkan Allah. Berdasarkan penjelasan ketiga contoh di atas menunjukkan indikator imtaq yang ke-19 yang berbunyi

70

mengagungkan dan memuliakaan Al-Qur’an yang oleh guru digunakan untuk memberikan wawasan imtaq terhadap IPTEK. 2. Aktualisasi Imtaq dalam Kehidupan Manusia Pada strategi ini penggunakan metode mengajar dan strategi penyampaian imtaq cukup beragam. Guru selain menggunakan metode ceramah juga menggunakan metode penugasan. Metode penugasan yang digunakan adalah penugasan terstruktur dan takterstrutur. Berikut ini keragaman dalam strategi aktualisasi imtaq dalam kehidupan manusia a. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia pada diri sendiri. Aktualisai imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dapat dalam contoh sebagai berikut : (1) Ibu Nunuk guru mata pelajaran Geografi pada kompetensi dasar Teori

pembentukan bumi, beliau mengatakan Menurut teori bahwa pada suatu saat matahari akan kehabisan cahaya dan akan menjadi hitam. Pada saat itu terjadilah kiamat. Sadarilah bahwa sesuatu itu ada batasnya termasuk umur manusia. ( 8 Geo F1 H2.1 ) (2) Bapak Puthet guru mata pelajaran Kimia pada kompetensi dasar Laju reaksi, beliau mengatakan bahwa terjadinya perbedaan waktu dalam perubahan reaksi kimia ternyata sangat bermanfaat bagi manusia. Bagaimana jadinya seandainya gas membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi api ?. Maka terjadilah orang

71

yang masak butuh waktu yang lama sehingga manusia akan mengalami kelaparan. (10 Kim F1 H2.1) (3) Ibu Siswati guru mata pelajaran Fisika pada kompetensi dasar Listrik statis

beliau mengatakan sebagai rasa syukur terhadap nikmat adanya listrik statis pada diri manusia, kita supaya mengerjakan sholat 5 waktu. ( 13 Fis F1 H2.1 )

Pada contoh pertama, terjadinya kiamat dan batas umur manusia hanya Allah yang tahu guru berusaha untuk mengajak siswa supaya percaya kepada takdir yang merupakan indikator imtaq butir ke-7. Penjelasan tentang terjadinya perbedaan waktu dalam perubahan kimia pada contoh kedua mengarahkan siswa untuk mensyukurinya. Bersyukur merupakan indikator imtaq butir ke-33. Sedangkan pada contoh ketiga selain bersyukur juga terdapat ajakan mengerjakan sholat yang merupakan indikator imtaq butir ke-21. Perilaku iman kepada takdir, bersyukur, dan mengerjakan sholat lima waktu adalah prilaku manusia yang bersifat perseorangan. Itulah strategi aktualisasi imtaq yang berusaha

menunjukkan perilaku iaman dan taqwa siswa pada diri sendiri. b. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia terhadap sesamanya. Aktualisasi imtaq dalam prilakua manusia terhadap sesamanya dapat dilihat dalam contoh sebagai berikut : (1) Ibu Dewi Indah guru mata pelajaran Biologi pada kompetensi dasar Protista beliau mengatakan Mahluk Allah yang sangat kecil yaitu protista ada manfaatnya, apalagi dengan kita manusia harus lebih bermanfaat bagi yang lain. ( 26 Bio F1 H2.2 )

72

(2) Ibu Badris guru mata pelajaran Ekonomi pada kompetensi dasar Perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi beliau mengatakan bahwa dalam memproduksi sesuatu barang hendaknya jangan disertai barang haram. ( 30 Eko F1 H2.2 ) Pada contoh pertama guru berusaha menunjukkan kegunaan makhluk Allah Swt. terhadap makhluk lainnya. Dia mengajak anak secara tidak langsung untuk memanfaatkan dirinya. Ajakan tersebut merupakan imtaq butir ke-53 yang berbunyi menolong menolong dalam hal kebaikan dan ketaqwaan. Sedangkan pada contoh kedua guru mengharapkan kepada siswa agar dapat mengamalkan ilmunya dengan pemaduan ilmu agama yaitu tentang hukum halal dan haram. Harapan guru tersebut merupakan perwujudan indikator imtaq butir ke-40, dan ke78 yang bunyinya menghindari pakaian, perhiasan, dan perabotan yang haram, menghindari makanan dan minuman yang haram, menghindari harta yang haram. Perilaku siswa dalam memanfaatkan dirinya terhadap sesamanya yaitu dalam memproduksi barang merupakan prilaku yang berberkaitan dengan orang lain. c. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia terhadap lingkunngan alam sekitar. Aktualisasi imtaq yang berhubungan dengan alam dapat dilihat dalam contoh sebagai berikut. (1) Ibu Hj. Astutik guru mata pelajaran Geografi pada kompetensi dasar Pembentukan alam semesta beliau mengatakan bahwa secara teori jika terjadi pemanasan global akan terjadi kiamat namun kebenarannya dikembalikan kepada Allah. ( 6 Geo F1 H2.3 )

73

(2)

Ibu Siswati guru mata pelajaran Fisika pada kompetensi dasar Listrik statis Maha suci Allah. Rambut manusia mengandung muatan

beliau mengatakan

listrik statis. Jika tidak rambut akan menjdi kempel. Sehingga listrik statis juga bermanfaat untuk kecantikan. ( 11 Fis F1 H2.3 ) (3) Ibu Sri Lejariati guru mata pelajaran Bilogi pada kompetensi dasar Protista beliau mengatakan Allah Maha Pencipta. Semua ciptaan Tuhan sangat berguna bagi manusia termasuk hewan kecil yang hidup di air. ( 23 Bio F1 H2.3 ) Pada contoh pertama guru mengajak untuk memahami kebenaaran teori yang akhirnya dikembalikan kepada Allah. Pengembalian teori kepada keyakinan merupakan wujud iman kepada Allah dan hal tersebut termasuk indikator imtaq butir ke-1. Pujian terhadap Allah atas ciptaan-Nya (listrik statis pada rambut) adalah kekaguman hamba kepada Tuhannya yang merupakan wujud cinta kepada Allah. Rasa cinta tersebut merupakan indikator imtaq butir ke-10 yang juga terdapat pada contoh yang ketiga. Ilmu pengetahuan tentang pemanasan global, muatan listrik statis, dan protista (hewan kecil yang hidup di air) adalah lingkungan alam sekitar yang merupakan tanggung jawab manusia sebagai amanah Allah yang harus dijaga. Dengan demikian dalam strategi ini guru berusaha mewujudkan perilaku imtaq siswa terhadap Allah melalui membaca atau menjaga alam sekitar. d. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia terhadap diri sendiri dan perilaku manusia terhadap sesamanya. Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dan sesamanya ini dapat dilihat pada contoh sebagai berikut.

74

(1) Ibu Ruki guru mata pelajaran Ekonomi pada kompetensi dasar Pajak beliau mengatakan Jauhkan diri dari perbuatan korupsi antara wajib pajak dengan petugas dengan cara kongkalikong. ( 22 Eko F1 H2.1 dan 2.2 ) (2) Ibu Badris guru mata pelajaran Ekonomi pada kompetensi dasar Prilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi beliau mengatakan bahwa Jika menarik untung jangan berlebihan. ( 32 Eko F1 H2.1 dan 2.2 ) (3) Ibu Badris guru mata pelajaran Ekonomi pada kompetensi dasar Prilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi beliau mengatakan bahwa Tidak boleh mengurangi ukuran atau timbangan dalam kegiatan jual beli. ( 31 Eko F1 H2.1 dan 2.2 ) Pada contoh tersebut taat membayar pajak merupakan taat kepada pemerintah yang merupakan indikator imtaq butir ke-49. Membayar pajak adalah prilaku yang bersifat perseorangan. Jika korupsi dalam membayar pajak dengan cara persengkongkolan (kongkalikong) adalah perilaku yang melibatkan orang lain. Jadi dalam strtegi ini ada dua perilaku yang dinyatakan dalam satu perbuatan yaitu perilaku pada diri sendiri dan prilaku pada sesama manusia. e. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia terhadap diri sendiri dan prilaku manusia pada lingkungan sekitar. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia pada diri sendiri dan prilaku manusia terhadap lingkungan sekitar dapat dilihat pada contoh sebagai berikut.

75

(1) Ibu Dewi Indah guru mata pelajaran Biologi pada kompetensi dasar Protista beliau mengatakan Kehidupan sudah diatur sedemikian rapi oleh Tuhan. Sebagai rasa syukur atas hal tersebut dapat diwujudkan dengan cara memelihara lingkungan. (28 Bio F1 H2.1 dan 2.3) Pada contoh tersebut bersyukur merupakan indikator imtaq butir ke-33. Bersyukur merupakan prilaku yang bersifat perseorangan. Perwujudan rasa syukur dengan memelihara lingkungan adalah prilaku manusia yang berkaitan dengan lingkungan. Jadi dalam satu pernyataan terdapat dua perbuatan yaitu perbuatan hati (rasa syukur) dan perbuatan terhadap lingkungan. f. Aktualisasi imtaq dalam prilaku manusia pada diri sendiri. Aktualisasi imtaq dalam prilaku pada diri sendiri yang dilakukan dengan metode penugasan terstruktur dapat dilihat dalam contoh berikut. Pada saat siswa sedang mengerjakan soal, guru mengatakan,” Ketika terjadi tanya jawab ciri orang ilmiah adalah bersikap jujur.” ( 14 Fis F4a H2.1 ) Pada contoh tersebut

sikap jujur merupakan indikator imtaq butir ke-34 yang berbunyi menjaga lesan dari hal-hal yang tidak layak. Bersikap jujur adalah perilaku yang bersifat perseorangan. Jadi dalam strategi ini, imtaq yang merupakan perwujudan perilaku pada diri sendiri tampak pada metode penugasan. 3. Integrasi Imtaq. Pada strategi ini ada 3 macam penggunaan metode mengajar, yaitu ceramah, diskusi, dan penugasan. Berikut ini adalah keragaman metode mengajar dalam strategi integrasi imtaq dengan bahan pelajaran.

76

a. Metode Ceramah Dalam metode ceramah ada dua strategi integrasi imtaq, yaitu (1) integrasi imtaq dengan bahan pelajaran, dan (2) integrasi imtaq dengan pengetahuan yang diajarkan. Perbedaan keduanya dapat dilihat dalam contoh berikut. (1) Integrasi imtaq dengan bahan pelajaran
(a) guru memberikan contoh pantun sebagai berikut. pergi ke sungai mencari batu di atas batu kulihat ulat ingatlah Allah setiap waktu kau akan selamt dunia akhirat daun terup di atas lubang anak udang mati di kuba dalam kitab ada terlarang perbuatan haram jangan dicoba (17 Ind F1 H3)

(b) Kunci keberhasilan adalah sabar dan teliti. Contoh ketika kita menggunakan mikroskop. ( 27 Bio F1 H3 )

Pada contoh pertama, bahan pelajaran yang dimaksud adalah pantun. Sesuai dengan kompetensi dasarnya pengetahuan yang dipelajari adalah menulis pantun. Integrasi imtaq terdapat dalam baris ketiga dan keempat pada contoh pantun. Isi pantun pertama adalah suruhan mengingat Allah agar selamat dunia akhirat. Dengan mengingat Allah, rasa cinta terhadap Allah akan tumbuh. Cinta kepada Allah merupakan inikator imtaq butir ke-10. Isi pantun kedua adalah larangan mencoba perbuatan haram. Perbuatan haram terdapat dalam indikator imtaq butir ke-35, ke-37, ke-38, ke-39, dan ke-40. Perbuatan haram tersebut antara lain

77

membunuh sesama muslim, makan dan minum yang haram, dan memiliki harta haram. Dengan demikian dalam strategi ini terdapat kesatuan imtaq dengan pantun yang merupakan bahan dari pelajaran. Berbeda dengan contoh kedua, imtaq dikaitkan dengan mikroskop sebagai alat pembelajaran. Sabar merupakan indikator imtaq butir ke-70. Jadi dalam strategi ini munculnya imtaq merupakan penyatuan dengan bahan pelajaran atau mengaitkan dengan alat pembelajaran. (2) Integrasi imtaq dengan pelajaran atau pengetahuan yang diajarkan (a) Pak Yuli guru Kimia pada kompetensi dasar Termo kimia beliau

mengatakan Panas itu ada tapi tidak dapat dilihat, namun bisa dirasakan, seperti halnya bahwa Allah Swt. itu ada tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan. ( 33 Kim F1 H3. n.1 ) (b) Pak Yuli guru kimia pada kompetensi dasar Kesetimbangan kimia beliau mengatakan Dalam teori kesetimbangan bahwa sesuatu itu seolah diam tapi sesungguhnya bergerak. Suatu peristiwa dapat setimbang jika ada unsur positif dan negatif. Jika dilihat dalam kehidupan tampak pada sifat manusia yang baik dan buruk atau adanya kaya dan miskin. ( 35 Kim F1 H3 n.1 ) Dari kedua contoh diatas terjadi penyatuan pengetahuan yaitu sifat panas dan teori kesetimbangan dengan sifat Allah Wujud dan sifat baik dan buruk manusia yang saling mengisi. Dengan pemahaman sifat wujud Allah berarti guru menanamkan iman kepada Allah yang merupakan indikator imtaq butir ke-1. Dengan sifat baik dan buruk manusia yang saling mengisi maka manusia diperintahkan Allah untuk saling memerintah kepada kebaikan dan mencegah dari kejahatan. Perwujudan perilaku dari pernyataan guru tersebut merupakan

78

pelaksanaan indikator imtaq butir ke-52 yang berbunyi Memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah dari kejahatan. Jadi dalam strategi ini imtaq disatukan dengan pengetahuan yang diajarkan. b. Metode Diskusi Dalam metode diskusi strategi integrasi imtaq dengan bahan pelajaran ini juga disampaikan dengan metode penugasan. Penggunaan dua metode ini dapat dilihat dalam contoh berikut. (1) Cerpen yang telah dibaca anak yaitu : Si Kakek dan Burung dara, dan Gelang Kejujuran. Cerpen tersebut mengandung nilai-nilai (1) selalu menjalin hubungan erat dengan Tuhan dan juga dengan sesama manusia, (2) menjauhkan diri dari sifat meminta-minta, dan (3) cara berpakaian yang baik. ( 18 Ind F2 dan 4a H3 ) (2) Mantra berisi tentang kebenaran akan mengalahkan sesuatu yang batil. ( 15 Ind F2 dan 4a H3 ) Dari contoh di atas dapat dilihat kesimpulan hasil diskusi dari tugas yang dikerjakan anak. Strategi integrasi imtaq terletak pada kesatuan nilai-nilai cerpen dan isi mantra. Nilai-nilai terebut adalah (1) menjalin hubungan erat dengan Tuhan merupakan indikator imtaq butir ke-10 yaitu cinta kepada Allah, (2) menjauhkan dari sikap meminta-minta merupakan indikator imtaq butir ke-85 yaitu giat bekerja, tahan uji, dan tidak putus asa, dan (3) cara berpakaian yang baik merupakan indikator imtaq butir ke-40 yaitu menghindari pakaian, perhiasan, dan perabot yang haram. Isi mantra pada contoh kedua yang berbunyi kebenaran akan mengalahkan yang batil merupakan isi kandungan QS. Ibrahim

79

ayat 46 yang artinya “Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah (balasan) makar mereka.” Dalam catatan kaki tentang makar disebutkan orang-orang kafir itu membuat rencana jahat untuk mematahkan kebenaran islam dan mereka berusaha menegakkan kebatilan tetapi mereka itu tidak menyadari bahwa makar (rencana jahat) itu digagalkan oleh Allah Swt. Isi mantra berdasarkan QS. Ibrahim merupakan indikator imtaq butir ke-19 yang berbunyi mengagungkan dan memuliakan Al Qur’an. Jadi yang menjadi catatan dalam strategi integrasi imtaq dengan bahan pelajaran ini adalah imtaq dapat disampaikaan menggunakan metode penugasan sekaligus diskusi. 4. Menyelipkan Materi Imtaq. Pada strategi ini ada dua macam penggunaan metode mengajar, yaitu ceramah dan penugasan. Strategi ini terbagi menjadi dua yaitu strategi menyelipkan materi imtaq dalam bahan pelajaran dan strategi menyelipkan materi imtaq dalam pelajaran atau pengetahuan yang diajarkan. a. Strategi menyelipkan materi imtaq dalam bahan pelajaran Strategi ini dapat dilihat pada contoh berikut : (1) Ibu Nur Adji guru Bahasa Indonesia pada kompetensi dasar Prosa Lama beliau mengatakan Mantra terkadang berisi doa. Doa bisa terkabul jika dibaca dengan keyakinan yang kuat. ( 16 Ind F1 H4) Pada contoh tersebut keyakinan ketika berdoa adalah keyakinan terhadap Allah . Hal tersebut merupakan indikator imtaq butir ke-1 yaitu Iman kepada Allah. Imtaq yang disampaikan tidak sesuai dengan kompetensi dasar pembelajaran yaitu

80

“Menganalisis puisi berdasarkan komponen bentuk puisi (bait, larik, rima, irama)dan isi (pengindraan, pikiran, perasaan, imajinasi)”. Dengan kata lain materi imtaq berusaha diselipkan oleh guru diantara kegiatan pembelajaran melalui isi mantra sebagai bahan pelajaran. b. Strategi menyelipkan materi imtaq dalam pelajaran atau pengetahuan yang diajarkan Strategi ini selain menggunakan metode ceramah juga menggunakan metode penugasan. Penggunaan metode ini dapat dilihat dalam contoh berikut. 1) Ibu Siswati guru mata pelajaran Fisika pada kompetensi dasar Listrik statis beliau mengatakan Dengan adanya listrik statis pada rambut menyebabkan manusia cantik. Dengan kecantikannya itu dia harus menjaga dirinya sebagai tanda sudah dewasa.Tanda wanita dewasa adalah haid. Itu merupakan anugerah Allah. Jika sedang haid tidak boleh membuang sembarang, dan seharusnya dicuci baru dibuang. ( 12 Fis F1 dan 4b H4n.1 ) 2) Ibu Ruchimah guru Biologi pada kompetensi dasar Bakteri/Virus beliau

mengatakan Tanda-tanda kekuasaan Allah dapat dibaca dari ayat kauniyah dan qauliyah ( iqra’ min aayati qaulihi wa kaunihi ). Pada contoh ( 2 Bio F1 dan 4b H4n.1 )

pertama larangan membuang sampah haid secara

sembarangan merupakan bagian dari kebersihan. Kebersihan adalah sebagian dari iman (Al Hadits).Kebersihan yang dimaksud hadist tersebut adalah kesucian. Guru berusaha menanamkan perbuatan bersuci pada siswa. Bersuci merupakan indikator imtaq butir ke-20. Pada contoh kedua ada dua kata yang perlu

81

diperhatikan yaitu kauniyah dan qauliyah. Membaca ayat kauniyah sama dengan mncari ilmu yang merupakan indikator imtaq butir ke-17. Membaca ayat qauliyah sama dengan membaca Al Qur’an yang termasuk indikator imtaq butir ke-19 yang berbunyi mengagungkan dan memuliakan Al Qur’an. Imtaq yang disampaikan dalam kedua contoh diatas tidak satu topik dengan pengetahuan yang diajarkan. Bersuci tidak satu topik dengan muatan listrik statis dan membaca ayat kauniyah dan qauliyah tidak satu topik dengan bakteri/virus. Dengan demikian imtaq yang disampaikan diselipkan diantara kompetensi dasar pengetahuan yang diajarkan. Keempat strategi tersebut merupakan hasil penelitian dari beberapa mata pelajaran saja. Masih ada beberapa mata pelajaran yang belum diteliti antara lain olahraga, matematika, kesenian, dan bahasa Inggris. Hal di atas tidak diteliti karena keterbatasan waktu. Dengan demikian masih ada kemungkinan strategi yang tidak terekam dalam laporan penelitian ini. Keempat strategi di atas merupakan sebagian dari strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq di SMA Negeri kota Malang. B. Frekuensi Pemakaian Strategi Oleh Guru Frekuensi pemakaian empat macam strategi dalam pembahasan penelitian adalah sebagai berikut.

82

Strategi Guru 1. Terjemah

Kode Strategi 5 Geo F1 H1 7 Fis F1 H1 9 Kim F1 H1 20 Eko F1 4b H1 25 Bio F1 H1

jml 5

total 1

persen

14,2% 2

3

4

5 8 6 7 8 9 10 11 12 22,8%

2. Aktualisasi

I. 3 Bio F1 H2.1 8 Geo F1 H2.1 10 Kim F1 H2.1 !3 Fis F1 H2.1 21 Eko F1 H2.1 24 Bio F1 H2.1 29 Eko F1 H2.1 34 Kim F1 H2.1 II. 26 Bio F1 H2.2 30 Eko F1 H2.2

13 5 14 15 14,2%

83

1 Eko F1 H2.2 31 Eko F1 H2.2 32 Eko F1 H2.2 III 6 Geo F1 H2.3 11 Fis F1 H2.3 23 Bio F1 H2.3 4 Bio F1 H2.3 IV. 22 Eko F1 H2.1 dan 2.2 1 4

16 17 18 19 20 21 22 23 2,8% 11,4%

V 28 Bio F1 H2.1 dan 2.3 VI 14 Fis F4a H2.1 3. Integrasi I 17 Ind F1 H3 27 Bio F1 H3 II 33 Kim F1 H3n.1 35 Kim F1 H3n.1 III 15 Ind F2 dan 4a H3 18 Ind F2 dan 4a H3

1 1 2

24 25 26 27

2.8% 2,8% 5,7%

2

28 29

5,7%

3

30 31

8,5%

84

19 Ind F4c H3 4.Menyelipkan imtaq 2 Bio F1 dan 4b H4n.1 materi I 12 Fis F1 H4n.1 2

32 33 34 5,7%

II

16 Ind F1 H4

1

35

2,8%

Jumlah total strategi

35

100%

C. Temuan Penelitian Terhadap Fakta Dalam pembahasan temuan penelitian terhadap fakta akan dipaparkan tentang (1) tinjauan strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq dari sudut pandang EQ dan ESQ, (2) posisi temuan terhadap hasil penelitian terdahulu, dan (3) evaluasi kepala sekolah tentang pelaksanaan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq. 1. Tinjauan Strategi Guru Dalam Mengembangkan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq dari Sudut Pandang EQ dan ESQ Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan, meraih dan membangkitkan perasaan untuk membantu pikiran, memahami perasaan dan memaknainya, dan mengendalikan perasaan secara mendalam

85

sehingga membantu perkembangan emosi dan intelekstual. Kemampuan anak untuk mengenali perasaan digali oleh guru dengan memberikan imtaq terhadap setiap pengtahuan yang diajarkan dalam kegiatan belajar mengajar. Guru memberikan makna pada pengetahuan atau memberikan jiwa pada pengetahuan dengan imtaq. Dengan dasar imtaq yang telah disampaikan guru dalam berbagai strategi diharapkan akan membantu perkembangan emosi siswa. Sasaran imtaq adalah perasaan atau hati untuk mewujudkan perilaku anak. Imtaq akan membentengi akibat buruk intelektual. Dengan demikian kecerdasan emosional anak akan selalu terasah baik di dalam maupun di luar kegiatan belajar mengajar dengan imtaq yang dimilikinya. Hampir sama dengan EQ, ESQ adalah kecerdasan emosional yang berdasarkan agama. Dengan kata lain ESQ adalah EQ plus imtaq. Berdasarkan hasil penelitian, guru telah merangsang ESQ anak, namun belum memberikan tugas dengan terstruktur. Tugas terstruktur yang dimaksud adalah penilaian terhadap diri sendiri secara tertulis dari imtaq yang telah diajarkan oleh guru. Tugas ini bersifat sebagai alat pengontrol diri sendiri untuk melakukan yang terbaik. Dengan demikian ESQ yang telah diasah oleh guru perlu diberikan penekanan yang bersifat mengontrol perilaku anak. 2. Posisi Temuan Terhadap Hasil Penelitian Terdahulu Dalam pembahasan ini akan dipaparkan posisi temuan dari hasil penelitian Samsul Arifin, Lina Hayati, dan Sunarto.

86

Penelitian Samsul Arifin membahas tentang usaha menciptakan suasana yang islami di lingkungan sekolah dengan ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur’an, praktek sholat, dan kuliah subuh. Jika dilihat dari usaha menciptakan suasana yang islami, maka strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan yang berwawasan imtaq merupakan bagian yang penting. Dikatakan penting karena imtaq merupakan jiwa pengetahuan yang membuahkan perilaku. Sedangkan, dalam penelitian Samsul Arifin merupakan pelatihan fisik dari hasil pengembangan kurikulum berwawasan imtaq. Jadi hasil penelitian ini akan melengkapi penelitian Samsul Arifin dalam usaha menciptakan suasana yang islami. Dengan kata lain penelitian ini merupakan pengembangan pengetahuan dalam kerangka integral yang bertujuan akhir untuk mengabdi kepada Sang Pencipta. Penelitian Lina Hayati membahas tentang upaya mendidik anak dengan nilai-nilai keislaman yang dikondisikan seperti pesantren yang keberhasilannya sangat ditentukan oleh kepala sekolah, para guru, dan pihak asrama. Penelitian Lina Hayati merupakan upaya fisik atau bersifat praktek untuk mendidik anak dengan nilai-nilai islam. Sedangkan, hasil penelitian berusaha membangun jiwa islam anak. Jika penelitian Lina Hayati membahas hanya ditentukan oleh kepala sekolah, para guru, dan pihak asrama maka penelitian ini keberhasilannya juga sangat memerlukan dukungan kepala sekolah, guru, dan orang tua. Jadi sama dengan penelitian Samsul Arifin, penelitian ini juga akan melengkapi penelitian Lina Hayati yang berupaya untuk mendidik anak dari nilai-nilai keislaman. Penelitian Sunarto membahas tentang penciptaan suasana keagamaan

87

dengan meningkatkan sumber daya manusia guru dan karyawan melalui kegiatan tartil Qur’an, kultum, pengajian insidental, dan penataran. Berbeda dengan penelitian Lina Hayati dan Samsul Arifin, penelitian Sunarto merupakan sumber dari strategi dalam penelitian ini . Jika diurutkan dengan angka maka penelitian Sunarto adalah yang pertama dan penelitian ini yang kedua. Posisi urutan didasarkan pada kepentingan menciptakan suasana keislaman di sekolah. Berdasarkan posisi temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini sebanding dengan ketiga penelitian di atas yang saling melengkapi. Tidak ada yang sama persis juga tidak melanjutkan dari penelitian sebelumnya. Dengan kata lain keempat penelitian di atas memiliki kesamaan kepentingan tetapi dikaji dari sudut pandang yang berbeda. 3. Evaluasi Kepala Sekolah Tentang Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan Berwawasan Imtaq Berdasarkan hasil penelitian di atas tentang strategi guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan yang berwawasan imtaq, dapat

ddikatakan bahwa tidak semua guru dapat menyampaikan imtaq dengan optimal. Hal ini dapat dilihat dari triangulasi data dari kepala sekolah. Jawaban yang merupakan evaluasi dari beberapa kepala sekolah antara lain sebagai berikut. a. Kurikum pendidikan berwawasan imtaq dilaksanakan beberapa orang guru yang bekal ilmu agamanya sudah cukup.

88

b. Masih ada beberapa guru yang belum bisa melaksanakan. c. Semua guru wajib menyampaikan nilai imtaq dalam kegiatan belajar mengajar. d. Ada format penilaian yang sudah disiapkan oleh kurikulum. e. Setiap jam pelajaran agama semua siswa putri wajib berjilbab. f. Ada tim yang terdiri dari semua guru agar saling mengingatkan. Berdasarkan jawaban kepala sekolah di atas sangat diperlukan program yang intensif dari kepala sekolah. Program tersebut antara lain tentang pembinaan dan evaluasi yang disiapkan secara terperinci sebagai suatu program yang berkesinambungan dari tahun ke tahun.

89

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Ada 12 macam strategi guru dalam mengembangkan kurikulum

pendidikan berwawasan imtaq , yaitu : 1) terjemah; 2) aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dengan metode ceramah; 3) aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia dengan sesamanya menggunakan metode ceramah; 4) aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia terhadap lingkungan alam sekitar menggunakan metode ceramah; 5) penggabungan strategi aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dengan perilaku manusia pada sesamanya menggunakan metode ceramah; 6) penggabungan strategi aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dengan perilaku manusia pada lingkungan alam sekitar menggunakan metode ceramah; 7) aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri menggunakan metode penugasan terstruktur; 8) integrai imtaq dengan bahan pelajaran menggunakan metode ceramah; 9) integrasi imtaq dengan bahan pelajaran menggunakan metode diskusi dan penugasan; 10 ) integrasi imtaq dengan bahan pelajaran atau pengetahuan yang diajarkan menggunakan metode ceramah; 11) menyelipkan materi imtaq dalam bahan pelajaran; dan 12) menyelipkan materi imtaq dalam pelajaran atau pengetahuan yang diajarkan. Adapun urutan frekuensi terbanyak sampai dengan paling sedikit yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan berwawasan imtaq adalah sebagai berikut. Pertama, aktualisasi imtaq dalam perilaku

90

kehidupan manusia sebanyak 56,8%. Kedua, integrasi imtaq sebanyak 14,9%. Ketiga,terjemah sebanyak 14,2%. Keempat menyelipkan materi imtaq sebanyak 8,5%. B. Saran Adapun saran –saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut. 1) Kepada kepala sekolah hendaknya memberikan himbauan sesering mungkin dengan melakukan evaluasi yang optimal. 2) Kepada bapak ibu guru pengajar hendaknya menyampaikan imtaq dengan seoptimal mungkin dengan jalan meminta saran pada guru pendidikan agama. 3) Kepada peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang efektifitas kurikulum pendidikan berwawasan imtaq terhadap anak didik dan perilaku yang muncul dari pengembangan kurikulum tersebut.

91

DAFTAR RUJUKAN Agustian, Ary Ginanjar.2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ. Jakarta: Arga. Adisasmita, H.M. Yusuf dan Anwar Sugianto. 2001.Suplemen Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA. Jakarta: Depdiknas Anwar, Sjaeful dan Sri Setiono. 2001. Suplemen Kimia Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA. Jakarta: Depdiknas. Arifin, Muhammad Samsul. 2000. Tesis Respon Peserta Didik dan Orang Tua Terhadap Kegiatan Pendidikan Agama ( Studi Kasus Pembinaan Ekstrakurikuler Agama di Sekolah Menengah Umum Islam Malang). Asrori, A. Ma’ruf dan A. Labib Asrori. 1996. Qomi’uth Thughyan Mahligai 77 cabang iman. Surabaya : Al – Miftah . Busrah, Hamzah dan Muh. Enong. 2003. Suplemen Kesenian Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA. Jakarta: Depdikna. Djazuli, Achmad dkk. 2005. Peningkatan Wawasan Keagamaan (Islam) Guru Bukan Pendidikan Agama SLTP dan SLTA. Jakarta: Depdiknas.

92

Hamka, H Rusjdi. 1986. Etos Iman, Ilmu dan Amal dalam Gerakan Islam. Jakarta : Pustaka Panjimas. Hayati, Lina. 2004. Tesis Manajemen Pendidikan Nilai di Sekolah Umum Kajian Tentang Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman) Studi Pada Sekolah Menengah Umum Negeri 10 “Melati” Samarinda. Hasni, H.M dan Syafril. 2001. Suplemen Ekonomi Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA. Jakarta: Depdiknas. Hendy, Zaidan dan Sunarno. 2001. Suplemen Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA . Jakarta: Depdiknas. Muhaimin, dkk. 2004. Paradigma Pendidikan Islam (Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah). Bandung: Remaja Rosdakarya. Nata, Abuddin. 2003. Manajemen Pendidikan (Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam Di Indonesia). Bogor: Kencana. Stein, Steven J. dan Howard E. Book. 2002 Ledakan EQ 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses. Bandung: Kaifa. Sunarto. 2001. Tesis Internalisasi Nilai-Nilai Agama Melalui Penciptaan Suasana Keagamaan di Lingkungan MTsN Malang I.

93

Yunus, M. Rusli dan Warnadi.2001. Suplemen Geografi Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA. Jakarta: Depdiknas. Yunus, Rosman dan Aceng Mahmud Fasha.2003. Suplemen Biologi Untuk Peningkatan Imtaq Siswa SLTA. Jakarta: Depdiknas. ------------.2005. Pedoman Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan Siswa SMP/SMA/SMK. Jakarta: Depdiknas.

No 1.

Hari/ Tanggal Senin 10-9-2007 Jum’at 21-9-2007 Sabtu 22-9-2007

2.

3.

4.

Selasa 15-9-2007 Kamis 25-10-2007 Senin 12-11-2007 Senin 12-11-2007 Selasa 13-11-2007 Selasa 20-11-2007 Kamis 22-11-2007

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Nama/ Guru Mata Pelajaran Bu Wiwin, Bu Nunik Biologi Kelas Xii Ipa 3 Bu Tri Rahayu Ekonomi Kelas Xii Ips 4 Bu Ruchimah , Bu Sri Widyawati Biologi Kelas X 4 Bu Hj. Astutik Geografi Kelas X 3 P Nur Hidayat P Supardi Kelas X 5 Bu Nunuk Geografi Kelas X 1 P Puthet Kimia Kelas Xii Ipa 3 B Siswati, P Harianto Fisika Kelas Xii Ipa 3 Bu Nur Adji Bahas Indonesia Kelas Xi Ipa 1 Bu Rahayu Bahas Indonesia Kelas X 1

1)Tabel Kemungkinan Kompetensi Dasar Berwawasan Imtaq Kemungkinan Kompetensi Dasar Berwawasan Imtaq Fotosintesis

Disajikan Pada Hari Dan Tanggal Senin 10 September 2007 Jum’at 21 September 2007 Sabtu 22 September 2007

Badan Usaha - Badan Usaha Milik Negara ( Bumn) - Badan Usaha Milik Swasta ( Bums Bakteri / Virus / Monera / Acchaebacteria

Pembentukan Alam Semesta Teori - Kanlaplasa – Planetsima – Pasang Surut – Bigbang Gerak

Selasa 15 September 2007 Kamis 25 Oktober 2007 Senin 12 Nopember 2007 Senin 12 Nopember 2007 Selasa 13 Nopember 2007 Selasa 20 Nopember 2007 Kamis 22 Nopember 2007

-

Teori Pembentukan Bumi Pertumbuhan – Pasang Surut – Konstruksi Kecepatan Reaksi / Laju Reaksi

Listrik Statis

Prosa Lama

Prosa Lama , Pntun Nasehat

95
No 11. Hari/ Tanggal Jum’at 23-11-2007 Jum’at 23-11-2007 Jum’at 23-11-2007 Senin 26-11-2007 Jum’at 28-11-2007 1)Tabel Kemungkinan Kompetensi Dasar Berwawasan Imtaq Nama/ Guru Mata Pelajaran Kemungkinan Kompetensi Dasar Berwawasan Imtaq P Sudibyo Bahasa Indonesia Kelas X 1 Bu Ruki Ekonomi Kelas Xi Ips 4 Bu Sri Lejariati Biologi Kelas X 1 Bu Dewi Biologi Kelas X 6 P Yuli Kimia Kelas Xi Ipa 2 Cerpen Judul - Gelang Kejujuran - Si Kakek Dan Burung Dara Pajak Disajikan Pada Hari Dan Tanggal Jum’at 23 Nopember 2007 Jum’at 23 Nopember 2007 Jum’at 23 Nopember 2007 Senin 26 Nopember 2007 Jum’at 28 Nopember 2007

12.

13.

Protista, Virus. Bakteri

14.

Protista

15.

Termo Kimia Kesetimbangan Kimia

96
2) Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Bahan/ Imtaq Qur’an Hadits Nasihat Agama Tabel Penjaringan Data Metode Tugas Terstru ktur Tugas Takterstru ktur Tugas Kokurikuler

Alat

Mengajar
Ceramah

Senin 10-9-2007 Biologi

Fotositetis

Foto Sintetis Tergantung Sumber Yang Sudah Jelas/Pasti Sumbernya

Jum’at 21-9-2007 Ekonomi

Badan Usaha Bumn Bums

Tolong Menolonglah Dalam Perbuatan Baik Dan Taqwa Dan Jangan Tolong Menolong Dalam Perbuatan Dosa Dan Permusuhan

Kerjasama Dalam Usaha Tujuannya Untuk Kesejahteraan Bersama

Ceramah Tanya Jawab

Qs. Bani Israil Ayat 1 Kamis 25-9-2007 Fisika Gerak

Peristiwa Isra’ Mi’raj Secara Akal Dan Dapat Dibuktikan Dengan Dihitung Berdasarkan Kecepatan Cahayaya 3x10 Pangkat 8 Matahari Tidak Akan Tidak Berfungsi Lagi Setelah Menjadi Hitam / Kiamat

Ceramah

Senin 12-11-2007 Geografi

Teori PembenTukan Bumi

Jagad Raya Diciptakan Selama 7 Hari

Tanya Jawab Ceramah

Senin 12 -11-2007 Kimia

Mencari Ayat Yang Berhubungan Dengan Pembentukan Bumi 1.Mengamati Manfaat Api Cepat , Besi Lambat Bereaksi Sebagai Rasa Syukur Terhadap Nikmat Tersebut Supaya Sholatnya 5 Waktu

Qs Al-Alaq : 1 Teori Kecepatan Reaksi Tuhan Menciptakan Sesuatu Sesuai Dengan Batasnya1. Penugasan

Selasa, 13-11-2007 Fisika

Subhanallah Listrik Statis Rambut Mengandung Muatan Listrik Jika Tidak Akan Kempel 2. Ciri Orang Ilmiah Berbuat Jujur Ceramah

ctl

97
Selasa 20-11-2007 Bahasa Indonesia Prosa Lama 1. Benar Akan Mengalahkan Yang Batil 2. Do’a Akan Terkabul Jika Kuat Keyakinannya 3. Setiap Kesulitan Pasti Ada Kemudahan lCeramah Mencari Contoh Fabel

Kamis 22-11-2007 Bahasa Indonesia Jum’at 23-11-2007 Bahasa Indonesia

Prosa Lama

Pantun Nasihat

penugasan

Membuat Pantun Yang Berisi Nasehat

Cerpen Habluminaullah Habluminannas

1. Hidup Tidak Boleh MemintaMinta 2. Cara Berpakaian Hendaklah Yang Menjaga Harga Diri

Ceramah

Membuat Cerpen Yang Bertema Nilai

Jum’at 23-11-2007 Ekonomi Pajak

1. Pajak Hukumnya Wajib Jika Tidak Akan Berdosa 2. Penghasilan Yang Didapat Akan Ditanya Dari Mana Asalnya 3. Korupsi Akan Disiksa Kubur

Ceramah

Jum’at 23-11-2007 Biologi Protista Senin 26-11-2007 Biologi Allah Maha Pencipta Semua Ciptaan Tuhan Sangat Berguna Ceramah Supaya Bersyukur Dennngan Melaksanakan Ibadah 5 Waktu

Protista

Rusaknya Lingkungan Karena Ulah Manuia

Jum’at 28-12-2007 Ekonomi

1.Yang Kecil Ada Manfaatnya Apalagi Kita ,Anusia 2. Menggunakan Mikroskop Atau Yang Lain Dapat Berhasil Harus Sabar Dan Teliti

Ceramah

Untuk Mensyukuri Nikmat Lingkungan Dengan Cara Memeliharanya

98
Pola Prilaku Konsumen Dan Produsen Dalam Kegiatan Ekonomi 1. Konsumen Dalam Memenuhi Kebutuhan Harus Sesuai Dengan Kemampuan 2. Produsen Dalam Memproduksi Barang Jangan Barang Haram, Curang,Mencampuri Dan Harga Terjangkau

Jum’at 28-12-2007 Kimia

Termo Kimia

Iqro’ 1.Carilah Ilmu Walau Sampai Ke Negeri Cina

Kesetimbann gan Kimia

2. Makanlah Ketika Lapar Dan Berhentilah Sebelum Kenyang

1.Panas Ada Tapi Tidak Dapat Dilihat Bisa Dirasakan Demikian Pula Dengan Adanya Allah 2. Energi Bahan Bakar Sumbernya Dari Bumi Carilah Dengan Ilmu Sesuatu Itu Diam Tapi Sebenarnya Bergerak Dikaitkan Dengan Keadaan Manusia Kaya - Miskin

99
Kelas/ Mata Pelajaran X1 Sman 10 Malang Geografi Xi Ipa 1 Sman Malang Bahasa Indonesia 1 V _ V _ V Penyampaian V 3) Tabel Validitas Data Dari Siswa Imtaq Saat _ V Pemberian V Imtaq _

X1 Sma N 10 Malang Bahasa Indonesia

V

_

V

V

V

Xi Ips 4 Sman 10 Malang Ekonomi

V

_

V

_

_

_ X6 Sman 1 Malang Biologi V V V V

_ Xii Ipa 1 Sman 2 Malang Biologi V V V V

_ X3 Sman 2 Malang Geografi V V _ V

100
SMA Negeri 2 Malang 4) tabel validitas data dari kepala sekolah 1.Ada anjuran dari pemerintah Ada, dilaksanakan kepada beberapa supaya disisipkan imtaq terhadap orang guru yang bekal ilmu semua bidang studi agamanya sudah cukup. 2. Kuruikulum merencanakan Masih belum dilaksanakan kepada program imtaq ada kegiatan ekstra semua guru. membaca hurufal qur’an, istighotsah Setiap jam pelajaran agama islam rutin bagi kelas XII semua siswa putri wajib berjilbab 3. Bagi guru bidang studi umum dapat menggunakan buku panduan imtaq, dibimbing guru agama, musyawarah antar teman. 1.Ada 8 kebijakan teknis derektorat jendral pendidikan agama Islam. 2. Membentuk team Imtaq di sekolah yang beranggotakan semua guru agama. 3. Program Imtaq. 1. Ada, dan yang paling mendasar adalah mengacu kepada visi dan misi sekolah. 2. Program ESQ yang dilaksanakan pada saat tertentu dan ada tindak lanjutnya sebulan sekali sebagai pencerahan kepada siswa. Semua guru wajib menyampaikan nialai-nilai imtaq dalam kbm. Ada format penilaian yang sudah disiapkan oleh kurikulum. Setiap jam pelajaran agama islam semua siswa beragama islam wajib berjilbab. Semua guru yang volumenya berbeda ada bagian tertentu yang intensitasnya supaya dilebihkan. Ada team yang terdiri dari semua guru agar saling mengingatkan. 1. Pada saat kbm supaya disisipkan nilai-nilai imtaq 2. Manfaatnya supaya tidak terpisah dan ada hubunngan yang erat antara ilmu umum dan agama 3. Dapat menggunakan metode ctl sehingga dapat diterapkan langsung oleh siswa di masyarakat.

SMA Negeri 1 Malang

Setiap akan menyelenggarakan kegiatan imtaq guru berkoordinasi dengan kepala sekolah agar sesuai dengan program yang sudah direncanakan.

SMA Negeri 10 Malang

Setiap saat bapak ibu guru mengajar diwajibkan menyisipkan nilai-nilai imtaq. Dalam pelaksanaannya dibimbing oleh kepala sekolah. Agar nilai-nilai imtaq dapat menyatu denngan ilmu-ilmu lain.

101
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator Imtaq (E) Penyajian Ceramah (1) Imtaq Diskusi (2) Terstruktu r (A) Mengajar (F) Penugasan Takterstruktur (B) (4) Kokuriku lerr (C) Indikator strategi Strategi (H) Kode I

(G)

1.

EkoNomi

Badan Usaha Bumn Bums

53

Seperti Cara Kerja Bumn Dan Bums Maka Kita Wajib Tolong Menolong Dalam Kebaikan 1. Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Dapat Dibaca Dari Ayat Kauniyah Dan Qauliyah. 2. Bersin Sebagai Cara Menolak Penyakit/Virus Sehingga Hrus Membaca Hamdalah. 3. Virus Akan Mati Jika Terdapat Dalam Debu Sehingga Dalam Ilmu Fiqh Jika Terkena Najis Berat Cara Mensucikannya Dengan Debu 1. Qs. An Nahl 15 Fungsi Gunung Sebagai Alat Penopang Bumi Agar Tidak Tertarik Oleh Grafitasi Planet Lain

2b.1 Perilaku yang membutuhkan orang lain

Aktualisasi Imtaq Denngan Sesama

1. Eko E1 F2.2

2.

Biologi

Virus Dan Bakteri

Audio Visual

17, 19

4. tanda-tanda kekuasaan Allah tidak satu topik dgn virus dan bakteri 2a.1 prilaku yang bersifat perseorangan

Menyelipkan Materi Imtaq dlm pelajaran

2. Bio E1 4b F4n.1

3

65

aktuali-Sasi Imtaq dalam prilaku manusia pada diri sendiri

3. Bio E1 F2.1

4

20

2c.1 prilaku yang berhubungan dgn benda mati

aktuali-Sasi Imtaq dalam prilaku manusia pd alam sekitar

4. Bio E1dan 4b F2.3

5

Geografi

Teori Lempeng Pembentukan Alam Semesta

19

1.1 Disampaikan terjemah AlQur’an atau yang merupakan terjemah secara tidak langsung

Menerjemahkan Materi Yang Disampaikan Dengan Beberapa Ayat Al Qu’an Dan Hadits

5. Geo E1 F1

102
5 )Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) mengajar (F) Penugasan Takterstruktu r (B) (4) KokuriKuler (C) Indikator Strategi Strategi (H) Kode (I)

(G)
2 c.1 Perilaku yang berhubungan dengan benda mati Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada alam sekitar 6 Geo F1 H2.3

6

1

2. Secara Teori Jika Terjadi Pemanasan Global Akan Terjadi Kiamat Namun Kebenarannya Dikembalikan Kepada Allah Qs Al-Isra’ : 1 Malaikat Terbuat Dari Cahaya. Peristiwa Isra’ Mi’raj Begitu Cepatnya Seperti Kecepatan Cahaya Bahkan Lebih Cepat Lagi. Dalam Ilmu Pengetahuan Gerak Dapat Diukur Seperti Kecepatan Cahaya 3x10 Pangkat 8 Menurut Teori Bahwa Suatu Saat Matahari Akan Kehabisan Cahaya Dan Akan Menjadi Hitam. Pada Saat Itu Terjadilah Kiamat. Sesuatu Itu Ada Batasnya Termasuk Umur Manusia. 1.Tuhan Menciptakan Sesuatu Sesuai Dengan Batasnya ( Dalam Qur’an)

7

Fisika

Gerak

_

19

1.2 Disampaikan terjemah AlQur’an atau yang merupakan terjemah secara tidak langsung

Terjemah

7 Fis F1 H1

8

Geografi

Teori Pembentukan Bumi

_

7

2 a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan

Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri

8 Geo F1 H2.1

9

Kimia

Percepatan Reaksi

19

1.2 Disampaikan terjemah AlQur’an atau yang merupakan terjemah secara tidak langsung

Terjemah 9 Kim F1 H1

103
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator Imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) mengajar (F) Penugasan Takterstruktu r (B) (4) Kokuri Kuler (C) 2 a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia terhadap diri sendiri 10 Kim F1 H2.1 Indikator strategi (G) Strategi (H) Kode (I)

10

33

2. Terjadinya perbedaan waktu perubahan reaksi kimia ternyata sangat bermanfaat bagi manusia. Bagaimana jadinya seandainya gas membutuhkan waktu lama untuk menjadi api, maka orang memasak akan membutuhkan waktu lama sehingga manusia akan mengalami kelaparan. (Kita wajib bersyukur)

11

Fisika

Listrik Statis

10

1. Maha Suci Allah. Rambut Manusia Mengandung Muatan Listrik Statis Jika Tidak Rambut Akan Kempel

2 c.2 Perilaku yang berhubungan dengan lingkungan biotik

Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada alam sekitar

11 Fis F1 H3

12

20

2. Dengan Adanya Listrik Statis Pada Rambut Menyebabkan Manusia Cantik Dengan Kecantikannya Itu Dia Harus Menjaga Dirinya Sebagai Tanda Sudah Dewasa. Tanda Wanita Dewasa Adalah Haid. Itu Merupakan Anugrah Dari Allah. Jika Haid Tidak Boleh Membuang Sembarangan 3. Sebagai Rasa Syukur Terhadap Nikmat Adanya Listrik Statis Pada Manusia Supaya Sholat Lima Waktu.

4. Membersihkan kotoran haid tidak satu topik pembicaraan dengan listrik statis

Menyelipkan materi Imtaq

12 Fis F1 H4n.1

13

33,21

2.1 Perilaku yang bersifat perseorangan

Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri

13 Fis F1 H2.1

104
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompeten si Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) Mengajar (F) Penugasan Takterstruk Tur (B) (4) Koku rikuler (C) 2.1 Perilaku yang bersifat perseorangan Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri 14 Fis F4a H2.1 Indikator strategi (G) Strategi (H) Kode (I)

14

34

4. Pada Saat Itu Siswa Sedang Mengerjakan Soal. Guru Mengatkan, “ Ciri Orang Ilmiah Adalah Bersifat Jujur.”

15

Bahasa Indonesia

?

ManTra

51

1.Mantra Berisi Tentang Kebenaran Akan Mengalahkan Yang Sesuatu Yang Batil.

3a.1 Imtaq disatukan dalam mantra

Integrasi Imtaq

15 Ind F2 Dan 4a H3

16

1

2. Mantra Terkadang Berisi Doa. Doa Bisa Terkabul Jika Dibaca Dengan Keyakinan Yang Kuat

?

Menyelipkan Materi Imtaq Dalam Implikasi Bahan Pelajaran. Integrasi Imtaq

16 Ind E1 F4

17

Bahasa Indonesia

Menulis Puisi Lama Dengan Memperhatikan Bait, Irama, Dan Rima.

Pantun nasihat

10, 38

Guru Memberi Contoh Pantun. 1. Pergi Ke Sungai Mencari Batu Diatas Batu Kulihat Ulat Ingatlah Allah Sewaktu-Waktu Kau Akan Selamat Dunia Akhirat 2. Daun Terap Diatas Lubang Anak Udang Mati Di Kuba Dalam Kitab Ada Terlarang Perbuatan Haram Jangan Dicoba

3b Imtaq disatukan dalam keterampilan menulis pantun

17 Ind F1 H3.2

105
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) 1. Nilai-Nilai Cerpen Yang Didiskusikan Antara Laain 1. Selalu Menjalin Hubungan Erat Dengan Tuhan Dan Sesama Manusia 2. Menjauhkan Diri Dari Sikap Meminta-Minta 3. Cara Berpakaian Yang Baik 2. Membuat Cerpen Yang Bertema Nilai 1.Setiap Harta Yang Didapat Wajib Dikeluarkan Pajak Menurut UndangUndang Maupun Hukum Agama 2. Harta Yang Diperoleh Juga Harus Tahu Dari Mana Asaalnya Halal Atau Haram 3. Menjauhkan Diri Dari Perbuatan Korupsi Antara Wajib Pajak Denngan Petugas Dennngan Cara Kongkalikong mengajar (F) Penugasan Takter struktur (B) (4) Kokuri kuler (C) 3a.1 Imtaq disatukan dalam nilai-nilai cerpen Integrasi Imtaq 18 Ind F2.4a H3 Indikator strategi (G) Strategi (H) Kode (I)

18

Bahasa Indone Sia

Menemukan NilaiNilai Cerpen Melalui Kegiatan Diskusi

Cerpen

10,67, 56, 85, 40

19

1 s/d 85

3b Imtaq disatukan dalam keterampilan menulis cerpen

Integrasi Imtaq

19 Ind F4c H3

20

Ekono mi

Pajak

19

1.2 Disampaikan terjemah AlQur’an secara tidak langsung

Terjemah

20 Eko F1H1

21

39

2a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan

Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri

21 Eko F1 H2.1

22

49

2a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan 2b.1 Perilaku yang membutuhkan orang lain

Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dan perilaku pada sesamanya

22 EkonF1 H2.1 dan 2.2

106
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) mengajar (F) Penugasa n Takterstru ktur (B) (4) Kokuriku ler (C) 2c.1 Perilaku yang berhubungan dengan mahluk hidup selain manusia (biotik) Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada alam sekitar 23 Bio F1 H2.3 Indikator strategi (G) Strategi (H) Kode G

23

Biologi

Protista

10

1. Allah Maha Pencipta. Semua Ciptaan Tuhan Sangat Berguna Bagi Manusia Termasuk Hewan Kecil Yang Hidup Di Air 2. Dengan Melihaat Tanda Kebesaran Allah Yang Maha Pencipta Supaya Bersyukur Dengan Melaksanakan Sholat 5 Waktu 1. Protista Jika Tidak Dijaga Akan Mati. Rusaknya Lingkungan Karena Ulah Maanusia. 2. Mahluk Allah Yang Sangat Kecil Yaitu Protista Ada Manfaatnya. Apalagi Dengan Kita Manusia, Tentu Harus Lebih Bermanfaat Bagi Yang Lain. 3. Kunci Keberhasilan Adalah Sabar Dan Teliti. Contoh Ketika Menggunakan Mikroskop.

24

33,21

2a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan

Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri

24 Bio F1 H2.1

25

Biologi

Protista

19

1.2 Disampaikan terjemah Al-Qur’an secara tidak langsung

Terjemah

25 Bio F1 H1

26

53

2b.2 Perilaku yang berakibat pada orang lain

Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya

26 Bio F1 H2.2

27

70

3a.2 Imtaq dikaitkan dengan alat mengajar

Integrasi Imtaq

27 Bio F1 H2.2

107
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) Mengajar (F) Penugasa n Takter struktur (B) (4) Kokuriku lerr (C) 2a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan 2c.1 Perilaku yang berhubungan dengan mahluk hidup selain manusia (biotik) 2a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia pada diri sendiri dan perilaku manusia pada sesame 28 Bio F1 H2.1 Dan 2.2 Indikator strategi (G) Strategi (H) Kode (I)

28

33

4. Kehidupan Sudah Diatur Sedemikian Rapi Oleh Tuhan, Sebagai Rasa Syukur Atas Hal Tersebut Dapat Diwujudkan Dengan Cara Memelihara Lingkungan. 1. Dalam memenuhi kebutuhan harus sesuai dengan kemampuan agar hidupnya tenang

29

Ekono mi

Pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi

42

Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia terhadap diri sendiri

29 Eko F1 H2.1

30

38, 39, 40

2. Dalam Memproduksi Sesuatu Barang Hendaknya Jangan Disertai Barang Haram.

2b.2 Perilaku yang berakibat pada orang lain

Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya

30 Eko F1 H2.2

31

36

3. Tidak Boleh Mengurangi Ukuran / Timbangan Dalam Kegiatan Jual Bali.

2b.2 Perilaku yang berakibat pada orang lain

Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya Aktualisasi imtaq dalam perilaku manusia pada sesamanya Integrasi imtaq

31 Eko F1 H2.2

32

77

4. Jika Menarik Untung Jangan Berlebihan

2b.2 Perilaku yang berakibat pada orang lain

32 Eko F1 H2.2

33

Kimia

Termokimia perubahan panas

1

1. Panas Itu Ada Tapi Tidak Dapat Dilihat, Namun Bisa Dirasakan Seperti Halnya Bahwa Allah Itu Ada , Tidak Dapat Dilihat Tapi Dapat Dirasakan.

3a.3 Imtaq disatukan dalam pengetahuan

33 Kim F1 H3n.1

108
5)Tabel Identifikasi Data
No (A) Mapel (B) Kompetensi Dasar (C) Bahan/ Alat (D) Indikator imtaq (E) Penyajian imtaq / Ceramah (1) metode Diskusi (2) Terstruktur (A) mengajar (F) Penugasan Takterstruktur (B) (4) Kokuriku ler (C) 2a.1 Perilaku yang bersifat perseorangan Aktualisasi Imtaq dalam perilaku manusia terhadap diri sendiri 34 Kim F1 H2.1 Indikator strategi (G) Strategi (H) Kode (I)

34

17

2. Dengan Perubahan Panas Energi Tidak Akan Habis. Bahan Bakar Energi Bersumber Dari Bumi. Untuk Mendapatkan Bahan Bakar Harus Menggunakan Ilmu Pengetahuan. Carilah Ilmu Pengetahuan Walaupun Sampai Ke Negeri Cina.

35

Kesetimbangan Kimia

Dalam Teori Kesetimbangan Sesuatu Seolah Diam Tapi Sesungguhnya Bergerak. Sesuatu Peristiwa Dapat Setimbang Jika Ada Unsur Positif Dan Negatif. Jika Dilihat Dalam Kehidupan Tampak Sifat Manusia Baik Dan Buruk Atau Adanya Kaya Dan Miskin.

3a.3 Imtaq disatukan dalam pengetahuan

Integrasi Imtaq

35 Kim F1 H3n.1

109

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful