P. 1
Kepemimpinan Dan Organisasi

Kepemimpinan Dan Organisasi

|Views: 2,380|Likes:
Published by empiris
Makalah Training Islam Intensif (TII), EMPIRIS
Makalah Training Islam Intensif (TII), EMPIRIS

More info:

Published by: empiris on Jul 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

Kepemimpinan dan Organisasi

KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI
1. Karakteristik Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kekuatan yang mengarahkan orang atau masyarakat yang berada di sebuah lingkungan pada suatu tujuan tertentu. Masyarakat atau sekumpulan orang yang hidup di sebuah wilayah tertentu biasanya selalu dipimpin oleh suatu kepemimpinan tertentu. Kepemimpinan tersebut bisa berupa suatu kepemimpinan yang menginginkan kebaikan bagi masyarakatnya, bisa juga kepemimpinan yang mementingkan diri si pemimpin dan atau golongannya semata. Dua jenis kepemimpinan tersebut biasanya hadir bersamaan dalam sebuah masyarakat. Hanya saja dalam satu saat ada yang efektif dan ada yang tidak efektif dalam mempengaruhi masyarakat. Hingga dalam satu masa, biasanya hanya ada satu kepemimpinan yang mendominasi masyarakat. Mementingkan Kebaikan Efektif Tidak Efektif Masyarakat Mementingkan Diri Si Efektif Kepemimpinan Pemimpin dan atau Tidak Efektif golongannya semata Kepemimpinan yang mementingkan kebaikan bagi masyarakatnya adalah suatu kepemimpinan yang adil. Suatu kepemimpinan yang akan membawa masyarakatnya pada kebaikan. Tapi dalam kehidupan bermasyarakat kepemimpinan ini bisa tidak efektif dalam mempengaruhi masyarakatnya. Pekerjaan mempengaruhi masyarakat adalah suatu pekerjaan yang rumit, suatu pekerjaan yang menuntut perhatian maksimal.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-125-

Kepemimpinan dan Organisasi

Suatu kepemimpinan bila ingin menjadi kepemimpinan yang dominan dalam suatu masyarakat mesti melewati suatu proses tertentu. 1.1. Sifat-sifat Rosul Sebagai Etos Kepemimpinan Tentang Kepemimpinan yang efektif, Rosululloh sendiri sebenarnya telah memberi petunjuk. Penelitian ilmu manajemen modern menunjukkan bahwa ternyata teladan yang Rosululloh berikan pada kita adalah teladan yang penting bagi keefektifan sebuah kepemimpinan. Contoh dari hal di atas adalah penelitian yang dilakukan oleh James Kouzes dan Barry Posner. Dua orang ahli manajemen tersebut melakukan penelitian selama 20 tahun dan berhasil menanyai 75.000 orang, menemukan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang memiliki kualitas sebagai berikut: • Dapat dipercaya • Bisa menyelesaikan permasalahan • Visioner (memiliki pandangan ke depan). Kualitas di atas adalah hasil dari sifat Siddiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh. Seorang manusia atau sebuah organisasi bila hendak memimpin sebuah masyarakat mestilah memiliki sifat-sifat para Rosul tersebut. Sebaik apapun program atau agenda seorang manusia atau sebuah organisasi belum tentu dapat dukungan dari orang atau masyarakat di sekitarnya. Otomatis, sebaik apapun program atau agenda takkan bisa terlaksana bila kepemimpinannya tidak memiliki sifat para rosul. Contoh kasus: “Ada seorang shaleh yang cerdas, jujur, punya semua solusi untuk masalah yang dihadapi masyarakat. Tapi dia tak pernah menyampaikan (tabligh) solusinya itu ke masyarakat, atau penyampaiannya tidak mengena. Apakah solusinya akan dijalankan oleh orang-orang di sekitarnya?” “Ada seorang yang rajin beribadah dan cerdas, dia punya gagasan cemerlang untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakatnya dan dia menyampaikannya kepada

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-126-

Kepemimpinan dan Organisasi

orang-orang di sekitarnya. Tapi orang-orang di sekitarnya tidak mengenalnya sebagai seorang yang amanah. Apakah akan ada perubahan di masyarakat sekitarnya karena solusi yang dipikirkannya?” “Ada seorang da’i yang dikenal baik oleh masyarakat di sekitarnya. Segala apa yang dibicarakan olehnya diamini oleh yang mendengarnya. Segala apa dicontohkannya diikuti oleh orang banyak. Tapi semua yang dibicarakannya di podium tidak menyentuh akar permasalahan yang dihadapi oleh masyarakatnya (fathonah). Apakah masyarakatnya akan terarahkan ke arah yang lebih baik?” Sebaliknya mari kita periksa kasus di bawah ini: “Raam Punjabi, salah seorang yang bertanggung jawab dalam masalah mentalitas ABG zaman sekarang, adalah sejatinya pemimpin masyarakat di sekitar kita sekarang. Kehidupan yang ditawarkan pada sinetron-sinetron remaja yang sekarang sering tayang di TV, adalah kehidupan yang jauh dari hikmah-hikmah Islam. Kenyataannya pada saat ini kehidupan seperti itulah yang kini membudaya di kalangan masyarakat di sekitar kita. Mungkinkah ini karena masyarakat di sekitar kita telah mempercayai bahwa itulah kehidupan yang seharusnya dijalani? Mungkinkah karena gaya kehidupan seperti itulah yang kini tertabligh-kan sedemikian rupa, sehingga kehidupan seperti itulah yang kini digandrungi? Mungkinkah karena saking seringnya masyarakat kita mendengar pembenaran-pembenaran tentang gaya hidup kuffur tersebut, sehingga masyarakat di sekitar kita menganggapnya itulah yang siddiq? Di tengah masyarakat yang mengagung-agungkan kehidupan yang sarat nafsu, mungkin juga masyarakat menganggap dengan menjadi bagian di dalamnya itulah langkah yang pintar, daripada repot?” Lebih lanjut Kouzes dan Posner menyebutkan bahwa sebuah kepemimpinan untuk bisa efektif biasanya menunjukkan hal sebagai berikut: Menjadi Contoh

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-127-

Kepemimpinan dan Organisasi

Menjadi contoh berarti menjadi yang pertama. Orang tidak akan mempercayai apa yang dikatakan oleh si pemimpin, tapi melihat apa yang dilakukan oleh si pemimpin. Menginspirasikan Pandangan Bersama Orang kebanyakan termotivasi bukan oleh ketakutan atau hadiah, bukan oleh dosa atau pahala, tapi kebanyakan oleh ide-ide yang mengena di hati mereka. Ini berkaitan bukan hanya dengan visioner atau tidak visionernya seorang pemimpin, tapi lebih kepada kemampuan si pemimpin dalam mengkomunikasikan visinya. Visi si pemimpin benar-benar harus bisa dikomunikasikan agar menjadi visi dari yang dipimpinnya. Pemimpin yang efektif pemimpin yang bisa melakukan hal ini. Inovatif Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang tumbuh dalam dan belajar dari situasi yang penuh kesulitan dan ketidakberuntungan. Dengan kata lain kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang tidak mengeluhkan situasi. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mau dan tegar menghadapi situasi seberat apapun. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mempelajari situasi terburuk sekalipun dan mencari cara di luar kebiasaan untuk menyelesaikannya dengan baik. Walaupun dengan cara-cara yang biasanya tak seorang pun berani atau memikirkan untuk menempuhnya, kepemimpinan yang efektif mau menempuhnya dengan segala resiko. Tidak takut gagal. Membuat Orang Lain Bertindak Kepemimpinan yang efektif bukan hanya mendorong dan menasihati yang dipimpinnya untuk bertindak. Kepemimpinan yang efektif bisa membuat yang dipimpinnya, harus merasa bisa bertindak dan harus punya kemampuan untuk membuat ide-idenya menjadi aksi. Mendorong Untuk Bertindak Dengan Hati
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -128-

Kepemimpinan dan Organisasi

Orang akan melakukan yang terbaik dalam menyelesaikan apa yang dikerjakannya bila mereka bergairah dalam melakukannya. Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang bisa membebaskan antusiasme yang dipimpinnya. Kepemimpinan yang efektif membebaskan antusiasme yang dipimpinnya dengan kisahkisah dan hasrat-hasrat terdalam dari yang dipimpinnya. 1.2. Tipe-tipe Kepemimpinan Dalam memimpin sekumpulan orang, pemimpin terbagi menjadi dua tipe, yaitu: pemimpin yang cerdas dan pemimpin yang tidak cerdas. Pemimpin yang cerdas memiliki kepemimpinan yang efektif, sedang pemimpin yang tidak cerdas memiliki kepemimpinan yang tidak efektif. Keefektifan kepemimpinan berkaitan dengan cara memimpin. Bila si pemimpin tahu cara memimpin yang tepat maka kepemimpinannya akan efektif. Sedang ketepatan cara memimpin berkaitan erat dengan situasi yang dihadapi. Keefektifan kepemimpinan juga bergantung pada pola kerjasama antara yang pemimpin yang dipimpin. Ada kepemimpinan dalam pola kerjasama sebuah organisasi dan ada kepemimpinan dalam pola kerjasama tanpa bentuk. Pimpinan sebuah perusahaan melaksanakan kepemimpinan dalam pola kerjasama sebuah organisasi, atau biasa juga disebut sebagai pemimpin formal. Sedang orang seperti Raam Punjabi pantas disebut sebagai pemimpin yang melaksanakan kepemimpinan dalam pola kerjasama tanpa bentuk, atau biasa disebut pemimpin informal. Walau Raam Punjabi bukanlah seorang pemimpin yang diangkat secara resmi. Tapi di tengah masyarakat Indonesia Raam Punjabi termasuk salah seorang yang memiliki pengaruh dalam mengarahkan arah pemikiran masyarakat Indonesia. Di bawah ini bagan tipe cara memimpin yang biasa menjadi praktek dalam seni memimpin: Punishment and Rewards / Cara Memotivasi yang Dipimpin

Klasifikasi

Tipe Cara Memimpin

Karakteristik

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-129-

Kepemimpinan dan Organisasi

Pendekatan Transaksiona l

Materi (uang, penghargaan, denda, hukuman).

• Kerjasama antara pemimpin yang dipimpin berdasar kesepakatan / kontrak. • Pemimpin dan yang dipimpin memiliki kepentingan yang sama. Selama kesepakatan yang disetujui tidak dilanggar, kerjasama akan berjalan terus. • Kerjasama antara pemimpin yang dipimpin berdasar kesamaan pandangan. • Pemimpin dan yang dipimpin berbagi mimpi yang sama. Kekuatan yang menyatukan antara yang memimpin dan yang dipimpin adalah keinginan mewujudkan mimpi yang sama. • Pemimpin membuat lingkungan kerjasama
-130-

Transformasi onal

Kepuasan batin

Gaya Kepemimpi nan Pemimpin

Suportif

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

Kepemimpinan dan Organisasi

Formal

menyenangkan. Pemimpin benarbenar memperhatikan kebutuhan yang dipimpinnya. • Efektif digunakan saat lingkungan kerja penuh tekanan, membosankan atau berbahaya. • Pemimpin mengarahkan segala pekerjaan yang harus diselesaikan oleh yang dipimpinnya. Pemimpin memberikan daftar kerja yang harus dikerjakan beserta jadwalnya. • Efektif digunakan saat yang dipimpinnya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan agenda kerja kerjasama. • Pemimpin dalam sebuah kerjasama memperhatikan
-131-

Direktif

Partisipatif

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

Kepemimpinan dan Organisasi

suara-suara dari yang dipimpinnya. • Efektif digunakan saat yang dipimpinnya ahli di bidangnya, dan mereka yang dipimpinnya mengharapkan didengar suaranya. • Pemimpin menetapkan capaian kerja yang diharapkan bisa diselesaikan. Mengenai cara menyelesaikanny a si pemimpin menyerahkan pada yang mengerjakannya. • Efektif digunakan saat yang dipimpinnya memiliki kemampuan yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaannya. • Azas Tablighnya adalah memberi kabar gembira dan peringatan. • Membangun kesadaran di
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -132-

Prestasi Minded

Gaya Kepemimpi nan Pemimpin Informal

Tawhidy

Kepemimpinan dan Organisasi

Manipulatif

antara sesamanya. • Prinsip utamanya adalah watawa saubil haq watawa saubish shobr • Dengan mengoptimalkan teknik-teknik marketing membuat dirinya terlihat dapat dipercaya. • Dengan melakukan pembenaran yang diulang-ulang meyakinkan pengikutnya bahwa apa yang dijualnya adalah benar. • Dengan retorika yang mantap membuat apa yang dijualnya dapat menyelesaikan semua permasalahan. • Membangun sugesti di diri para pengikutnya.

1.3. Dasar-dasar Manajemen

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-133-

Kepemimpinan dan Organisasi

Dalam mencapai suatu tujuan tertentu manusia biasanya bekerjasama dengan sesamanya. Mereka berkumpul dengan orang yang samasama memiliki maksud yang sama. Setelah mereka berkumpul kemudian mereka putuskan bagaiamana cara mereka mencapai tujuan mereka. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membuat perencanaan, kemudian setelah perencanaan dibuat dengan rapi mereka akan menyusun orang-orang yang akan mengerjakan rencana sesuai dengan pembagian kerja, setelah semua menempati posnya masing-masing kemudian mereka akan mengerjakan masing-masing tugasnya, setelah itu sesuai dengan jadwal mereka bertemu untuk mengevaluasi kemajuan (progresifitas) dan perbaikan kualtas kerja masing-masing sampai tujuan mereka tercapai. Proses yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai satu tujuan itu disebut manajemen. Dengan kata lain yang disebut dengan manajemen adalah proses penentuan dan pencapaian tujuan bersama dari sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Dalam praktek sehari-hari setiap kelompok manusia yang bekerjasama melaksanakan manajemen dalam tingkat kualitas yang berbeda-beda. Ada yang melaksanakan manajemen dengan serius adapula yang melakukan manajemen sambil lewat. Sebuah kerjasama ada yang direncanakan dengan matang, pembagian kerja pun dilakukan secara objektif (siddiq) berdasar kemampuan masing-masing anggota kerjasama, pelaksanaan kerja dilakukan dengan amanah dan fathonah, dan evaluasi dilakukan dengan siddiq, amanah dan fathonah. Adapula manajemen sebuah kerjasama yang dilaksanakan dengan asal-asalan. 1.4. Model Manajemen Dalam melakukan proses manajemen para ahli manajemen menyarankan untuk memperhatikan 6 M. Yaitu: 1. Men / Orang 2. Money / Uang 3. Materials / Material (barang) 4. Machines / Mesin (alat) 5. Methode / Cara 6. Marketing / Pemasaran (proses tabligh)

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-134-

Kepemimpinan dan Organisasi

Dengan mempertimbangkan 6 M tersebut perencanaan, penyusunan orang, pelaksanaan kerjasama, dan pengevalusian kerjasama dilaksanakan. Kerja-kerja pencapaian tujuan bersama mestilah dilakukan dengan mengoptimalkan pendayagunaan 6 M di atas. Sementara itu bagi Ummat Islam selain 6 M di atas, yang tak boleh dilupakan untuk dipertimbangkan, bahkan hal yang paling diutamakan untuk dipertimbangkan adalah Tawhid. Kalau ilmu manajemen itu adalah ilmu silat, maka perencanaan adalah jurus pembuka, penyusunan orang adalah jurus pertama, pelaksanaan kerjasama adalah jurus utama dan pengevaluasian kerjasama adalah jurus penutup. Dalam melakukan jurus pembuka urutan geraknya adalah sebagai berikut: 1. Gerak Pertama: Perumusan Tujuan Kerjasama 2. Gerak Kedua: Analisis Situasi 3. Gerak Ketiga: Analisa Permasalahan Yang Ada 4. Gerak Keempat: Penetapan Prioritas Masalah 5. Gerak Kelima: Penyusunan Program dan Kegiatan 6. Gerak Penutup: Penilaian Terhadap Rencana Setelah selesai dengan jurus pembuka, diteruskan dengan jurus pertama. Jurus pertama itu penyusunan orang. Penyusunan orang dalam ilmu manajemen dikenal dengan istilah pengorganisasian. Apa yang dimaksud dengan pengorganisasian adalah: Rangkaian aktivitas menyusun suatu kerangka yang menjadi wadah bagi setiap kegiatan usaha kerjasama dengan jalan: membagi dan mengelompokkan pekerjaan yang harus dilaksanakan serta menetapkan dan menyusun jalinan hubungan kerja diantara para penanggung jawab pekerjaan. Hubungan antara pembagian kerja, penanggung jawab pekerjaan dan sistem kerjasama/hubungan kerja biasanya digambarkan atau dijelaskan dengan struktur organisasi. Di dalam struktur organisasi tertera pekerjaan apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan kerjasama beserta nama penanggung jawab pekerjaan tersebut. Di dalam struktur organisasi tersebut juga tertera hubungan kerja antar penanggung jawab kerja.
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -135-

Kepemimpinan dan Organisasi

Setelah orang disusun, jurus manajemen diteruskan dengan jurus utama, yaitu pelaksanaan kerja untuk mencapai tujuan bersama. Dalam mempraktekkan jurus ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan: 1. Kepemimpinan 2. Motivasi 3. Hubungan Kemanusiaan 4. Komunikasi Mengenai kepemimpinan pada bab sebelumnya telah dijelaskan. Sedang mengenai motivasi, berarti kita mesti berbicara tentang apa yang mendorong manusia bertindak. Mengenai hal ini cukuplah kita memahami hakikat tentang manusia. Psikologi dasar mengajarkan kita bahwa manusia adalah mahluk yang memerlukan eksistensi (keberada-an). Manusia pada dasarnya adalah mahluk yang merasa dirinya ingin dianggap ada. Hidup tanpa dianggap ada adalah kehidupan yang kesepian. Lahir ke dunia berarti melihat dunia berjalan di sekelilingnya. Bila ia tak bisa terlibat di dalam kesibukan di sekitarnya ia akan menangis. Begitulah bayi memberi pelajaran pada kita. Namun rupanya perasaan ingin terlibat dalam kesibukan dunia di sekelilingnya masih melekat sampai si bayi telah dewasa. Hidup tanpa terlibat kesibukan dunia di sekitarnya berarti dianggap tidak ada oleh manusia lainnya. Sedang hidup tanpa perhatian orang lain berarti hidup yang penuh kesepian, Kesepian itulah hal yang paling ditakuti manusia. Manusia melakukan apa saja untuk menghindari rasa sepi. Bahkan sampai ada sebuah lagu yang jahil, yang berisikan sumpah untuk mendaki gunung terjal dan menyelam dalam samudera untuk memupuskan rasa sepi di hatinya. Obat sejati dari hal di atas adalah Tawhid. Maka kerjasama mencapai tujuan bersama akan berjalan dengan baik bila pelaksanaan kerja dilambari dengan Tawhid. Kepemimpinan yang menjadikan Tawhid sebagai prinsip utama, Motivasi yang terarahkan oleh Tawhid, Hubungan Kemanusiaan atas dasar Tawhid, dan Komunikasi dengan berlandaskan nilai Tawhid, adalah kunci dari pelaksanaan kerja dalam sebuah kerjasama mencapai tujuan bersama.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-136-

Kepemimpinan dan Organisasi

Jurus Penutup dari manajemen adalah pengevaluasian dan perbaikan kualitas kerja. Jurus Penutup ini terdiri dari beberapa gerak, yaitu: 1. Gerak Pertama: Penetapan Alat Ukur Kualitas Kerja 2. Gerak Kedua: Penilaian Kualitas Kerja 3. Gerak Ketiga: Perbaikan Kualitas Kerja. Menurut pendekar manajemen, Gerak Pertama dilakukan berbarengan dengan Jurus Pembuka. Gerak Pertama dari Jurus Penutup dibuat untuk mengantisipasi serangan musuh berupa halangan, tantangan, gangguan ataupun ancaman dalam proses pelaksanaan kerja. Manajemen terbaik adalah manajemen hasil ramuan sendiri, seperti juga jurus ilmu silat terbaik adalah jurus yang telah dikembangkan sesuai dengan keadaan pendekar yang menggunakannya. 2. Organisasi sebagai Alat Perjuangan Organisasi adalah hasil dari proses pengorganisasian dalam manajemen, yang di dalamnya berisi pembagian dan pengelompokkan agenda kerja dan penetapan penanggungjawab pekerjaan beserta bentuk hubungan kerja antar penanggungjawab pekerjaan. Organisasi juga sering digunakan sebagai istilah untuk menyebut kumpulan orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Sedang Sosiologi melihat organisasi sebagai suatu gejala sosial, dan mendefinisikan organisasi sebagai: planned, coordinated and purposeful action of human beings to construct or compile a common tangible or intangible product. (aksi manusia-manusia yang terencana, terkoordinir, dan bertujuan untuk membangun atau menyusun/mengumpulkan sebuah hasil (produk) konkret atau hasil (produk) abstrak.). Sebuah Perjuangan merubah keadaan masyarakat adalah sebuah perjuangan yang harus diusung bukan hanya oleh satu orang saja. Tapi sebuah perjuangan yang mesti diselesaikan oleh kerjasama banyak orang. Maka para Mujahiddin Indonesia semestinya memakai manajemen sebagai alat perjuangan.
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -137-

Kepemimpinan dan Organisasi

Pada Subbab sebelumnya telah dijelaskan apa itu manajemen, sedang pada subbab berikut penjelasan akan lebih fokus pada organisasi sebagai sebuah proses manajemen. 2.1. Teori-teori Organisasi Organisasi terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut: 1. kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama 2. proses pembagian kerja 3. sistem hubungan kerja Sedang dalam proses pengorganisasian orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama mesti memperhatikan azas-azas pengorganisasian seperti berikut: • • • Tujuan Spesialisasi Koordinasi • Tanggu ng Jawab • Rentan g Kendali • Wewen ang • Efisiensi (Hasil Guna) • Pelimpahan Wewenang • Kesatuan Komando

2.2. Struktur Organisasi Bentuk organisasi dicirikan oleh struktur organisasinya. Menurut Handoko (1984), struktur organisasi menunjukkan kerangka organisasi dan susunan perwujudan pola tepat hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung-jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur kekhususan aktifitas kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pengambilan keputusan serta ukuran unit kerja. Spesialisasi kegiatan berkenaan dengan spesifikasi tugas-tugas individual dan kelompok kerja dalam organisasi (pembagian tugas) dan penyatuan tugas-tugas tersebut dalam satuan-satuan kerja/unit kerja (departementasi). Standardisasi kegiatan merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menjamin terlaksananya semangat
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -138-

Kepemimpinan dan Organisasi

aktifitas sesuai dengan perencanaan/program-program. Standarisasi juga berarti menjadikan sesuatu yang seragam dan konsisten (atau komitmen) dalam suatu persyaratan atau peraturan yang baku dan disepakati. Koordinasi kegiatan menunjukkan keterpaduan dan kerja-sama dalam melaksanakan kegiatan organisasi secara efektif menuju tercapainya maksud dan tujuan. Koordinasi juga menunjukkan prosedur-prosedur yang menyatukan semua fungsi satuan-satuan kerja dalam organisasi. Pilihan sentralisasi atau desentralisasi dalam pengambilan keputusan bergantung pada lokasi kekuasaan pengambilan keputusan. Dalam struktur organisasi yang sentralistis, keputusan diberikan kepada manajemen tingkat menengah dan bawah. Ukuran satuan kerja menunjukkan jumlah anggota dalam suatu kelompok yang bertugas. Selain kelima unsur tersebut di atas, terdapat 4 faktor utama penentuan struktur organisasi, yaitu: 1. Strategi Organisasi, 2 Teknologi yang Digunakan, 3 SDM yang Terlibat, dan 4. Ukuran Organisasi. Strategi Organisasi menjelaskan bagaimana jalur wewenang dan seluruh komunikasi dapat disusun di antara para penanggungjawab kerja. Jalur tugas sangat dipengaruhi oleh strategi yang dipilih. Bila strategi berubah, struktur organisasi juga berubah. Pilihan teknologi yang digunakan untuk melakukan kerjakerja organisasi membedakan bentuk struktur organisasi. SDM yang terlibat dalam organisasi mempengaruhi struktur organisasi. Kemampuan dan cara berpikir anggota organisasi, serta kebutuhan mereka untuk bekerja-sama mempengaruhi struktur bentuk organisasi. Demikian pula orang-orang di luar organisasi, seperti sasaran, pendukung, dll sebagainya juga dapat mempengaruhi struktur organisasi. Besarnya ukuran organisasi dan banyaknya satuan/unit kerja sangat mempengaruhi struktur organisasi. Atas dasar pertimbangan struktur organisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi, maka bentuk organisasi dapat dibedakan dalam 3 kategori, yakni: 1. Berdasarkan jumlah SDM Manajemen Puncak, 2. Berdasarkan pola hubungan tugas dan kewenangan, 3. Berdasarkan struktur primer bagi pencapaian efisiensi dan efektifitas.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-139-

Kepemimpinan dan Organisasi

A. Bentuk Organisasi berdasarkan Jumlah SDM Manajemen Puncak Atas dasar hal ini, organisasi dibedakan menjadi: 1. Organisasi Berpemimpin Puncak Tunggal dan 2. Organisasi Berpemimpin Puncak Dewan. Organisasi yang pertama adalah Organisasi yang memiliki pimpinan puncak satu orang. Sementara bentuk organisasi yang kedua adalah Organisasi yang memiliki pimpinan puncak lebih dari satu orang, lazimnya berbentuk dewan, sekalipun dewan tersebut tetap memiliki satu orang pimpinan. Ini dapat dilihat, misalnya pada organisasi perusahaan konvensional berbentuk PT atau Firma. B. Bentuk Organisasi berdasarkan Pola Hubungan Kerja dan Kewenangan Untuk menguraikan bentuk organisasi, perlu dipahami pengertianpengertian berikut: wewenang, wewenang lini (line authority), wewenang staf (staff authority) dan wewenang fungsional (functional authority). Wewenang adalah: hak formal dan resmi dari seorang penanggung jawab kerja teratas (pimpinan) atau manajer untuk membuat keputusan, memberi perintah dan mengalokasikan sumber daya. Wewenang lini adalah: yang menimbulkan tanggung-jawab atas tercapainya tujuan organisasi. Wewenang staf adalah: merupakan wewenang untuk membantu agar orang yang memiliki wewenang lini bertugas secara efektif dalam mencapai target cita-cita organisasi. Wewenang fungsional adalah: wewenang yang diberikan kepada seseorang atau departemen untuk dapat mengambil keputusan mengenai hal-hal yang berada di departemen lain. Wewenang-wewenang tersebut membentuk setiap hubungan yang akan membedakan apakah organisasi tersebut akan menjadi organisasi lini, lini dan staf, lini dan fungsional, serta matriks. 1. Organisasi Lini (line organization) Organisasi yang didesain oleh Henry Fayol (Hardjito, 1995) adalah bentuk organisasi tertua yang dicirikan – antara lain – dengan skala organisasi yang kecil, jumlah yang terlibat masih sedikit, spesialisasi belum ada atau masih sedikit, pemilik biasanya menjadi pimpinan

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-140-

Kepemimpinan dan Organisasi

tertinggi, dan hubungan tugas yang dimiliki antara pimpinan dengan bawahan bersifat langsung. Bentuk organisasi ini dinilai memiliki sejumlah kebaikan dan kelemahan. Manfaat-manfaatnya adalah 1. Kesatuan Komando terjamin dan terjaga sangat baik, 2. Proses Pengambilan Keputusan berjalan sangat cepat dan lancar, karena jumlah SDM yang terlibat sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, 3. Rasa Semangat Solidaritas di antara anggota semakin mengikat erat dan mengkristal. Kelemahannya adalah 1. Maju-mundurnya Organisasi cenderung berketergantungan pada satu orang saja, 2. Kesempatan Anggota untuk berkembang terbatas, 3. Pemimpin cenderung bertindak otoriter.
Organisasi Lini Manajer

Kepala Propaganda

Kepala Intelejen

Anggota A

Anggota B

Anggota C

Anggota D

2. Organisasi Lini dan Staf (line and staff organization) Dalam organisasi yang didesain oleh Harrington Emerson (Hardjito, 1995) ini terdapat wewenang lini dan staf yang diantara keduanya memiliki hubungan. Organisasi ini biasanya berskala besar, jumlah SDM yang terlibat banyak, dan spesialisasi tugas sudah ada dan jelas. SDM/unit kerja yang ada terbagi dalam 2 kelompok: 1. Kelompok Lini, yakni: Kelompok orang/unit kerja yang melaksanakan tugas organisasi disertai dengan wewenang berhak dan resmi memberi perintah dan mengambil keputusan akhir, 2. Kelompok Staf atau Staf Pembantu, yakni: Kelompok orang/unit kerja yang berfungsi sebagai penunjang dalam setiap tugas.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-141-

Kepemimpinan dan Organisasi

Organisasi Lini dan Staf

Direktur
Staf

Manajer Propaganda Staf

Manajer Intelejen Staf

Unit 1

Unit 2

Unit 3

Unit 1

Unit 2

Unit 3

Contohnya: Kelompok Staf adalah orang-orang ada di sekretariat, di bagian perlengkapan atau yang ada di departemen pemasaran (di sebuah organisasi perusahaan) pada saat diminta pendapatnya mengenai penyusunan oleh departemen produksi. Bentuk organisasi ini memiliki manfaat dan kelemahan. Manfaatnya adalah: 1. Adanya pembagian setiap tugas yang rutin dan jelas, 2. spesialisasi dalam pekerjaan dapat berkembang dan memberi kesempatan bagi pengembangan SDM 3. loyalitas disiplin tugas cukup tinggi. Sementara kelemahannya adalah: membawa potensi konflik dalam setiap tugas karena adanya dua kelompok anggota yang berbeda kewenangannya. 3. Organisasi Lini dan Fungsional ( line and function organization) Dalam organisasi ini terdapat hubungan wewenang lini dan fungsional. Struktur fungsionalnya banyak dijumpai pada organisasi yang memiliki`hasil SDM tunggal atau lini produk terbatas. Cirinya adalah: skala organisasi yang besar, jumlah karyawan besar, dan aktifitas kerja sudah terspesialisasi. Misalnya, Departemen Keuangan dengan

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-142-

Kepemimpinan dan Organisasi

kewenangan menetapkan prosedur keuangan, juga terdapat pada departemen-departemen lainnya.
Organisasi Lini dan Fungsional Presiden Direktur

Direktur Ta’dib

Direktur Keuangan

Direktur AgitPro

Dept. Ta’dib

Dept. Keuangan

Dept. AgitPro

Unit Rekrutmen

Unit Accounting

Unit Agitasi

Unit Instruktur

Unit Pendanaan

Unit Propaganda

Unit Kurikulum

Unit Kontrol/Audit

Unit Pengawas

Dalam praktek kesehariannya, keseluruhan hubungan wewenang. Baik lini, fungsional maupun staf, umumnya dijalankan oleh perusahaan-perusahaan yang besar, sehingga kadang sulit untuk membedakan secara tegas penggunaan bentuk organisasi secara konsisten atau komitmen. Semua itu bergantung pada wewenang yang disosialisasikan.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-143-

Kepemimpinan dan Organisasi

4. Organisasi Matriks (matrix organization)
Organisasi Matriks
Direktur Ta’dib Pusat-Pusat Output PusatPusat Input

Manajer Desain

Manajer Pendidikan

Manajer Penelitian

Manajer Pengembangan

Kepala Proyek 1 Kepala Proyek 2 Kepala Proyek 3 Kepala Proyek 4

Organisasi matriks atau juga disebut sebagai organisasi ‘satelit’, ‘jaringan’, ‘manajemen proyek’, dan ‘produk’ (sekalipun manajemen proyek murni tidak perlu menyiratkan suatu jaringan atau matriks) berintikan pada penggabungan bentuk fungsional dan struktural (produksi) dalam struktur organisasi yang sama. Dalam organisasi matriks, yang dulu dikenal sebagai struktur kisi (grid structure), sentral-sentral pertanggung-jawaban ditata berdasarkan fungsi dan tanggung-jawab program berada di atasnya, dengan atau tanpa proyek. Proyek adalah setiap tugas yang dilakukan dalam rangka mencapai sasaran atau target tugas tertentu, misalnya membuat proyek baru, menyiapkan kegiatan periklanan atau
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-144-

Kepemimpinan dan Organisasi

membangun pabrik baru (sekali lagi ini contoh di sebuah organisasi perusahaan). Proyek juga merupakan kegiatan yang memotong organisasi fungsional dengan ditunjang banyak fungsi dan organisasi. (Anthony, et. al., 1989). Manfaat organisasi matriks adalah: 1).Memaksimalisasikan efisiensi penggunaan tenaga-tenaga fungsional dan struktural. 2).Memberikan fleksibilitas kepada organisasi dan membantu perkembangan kreatifitas serta melipat-gandakan pemanfaatan sumberdaya organisasi. 3).Mendorong kerja-sama antar-disiplin dan mempermudah program-program tugas organisasi yang beragam dengan orientasi proyek. 4).Membebaskan keterlibatan tunggal manajemen puncak dari perencanaan. Dan kelemahannya adalah: 1).Pertanggung-jawaban ganda dapat menciptakan kebingungan dan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang kontra-produktif. 2).Sangat membutuhkan koordinasi horizontal dan vertikal. 3).Membutuhkan lebih banyak keterampilan dan kecakapan perorangan. 4).Mendorong potensi timbulnya pertentangan dan konflik kekuasaan. 5).Berisiko sehingga timbulnya aktifitas anarkis. Serta 6).Pelaksanaan fungsi pengawasan dalam organisasi matriks jauh lebih sulit dibandingkan dengan organisasi yang telah disebutkan sebelumnya. C. Bentuk Organisasi berdasarkan Struktur Primer bagi pencapaian efisiensi dan efektif Dalam perspektif manajemen strategisnya Pearce dan Robinson (1997), implementasi strategi yang berhasil sebagian besar bergantung pada struktur organisasi primer organisasi yang terdiri atas komponen atau unit utama organisasi. Sebab, melalui struktur primer-lah para penyusun strategi berusaha memposisikan sarana yang ada agar dapat melaksanakan strateginya dengan cara sedemikian hingga menyeimbangkan efisiensi internal dan efektifitas total. Struktur primer yang utama terdiri dari: 1).Fungsional. 2).Geografis. 3).Divisi. 4).Unit Tugas Strategi. Dan 5).Matriks. Masingmasing struktur ini memiliki keunggulan dan kelemahan startegi yang harus diperhatikan para penyusun strategi dalam memilih bentuk organisasi.
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -145-

Kepemimpinan dan Organisasi

Struktur Organisasi Fungsional banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan atau setiap organisasi yang memiliki hasil produk tunggal atau lini produk terbatas. Produk, pelanggan atau teknologi merupakan komponen pertimbangan dalam menentukan identitas struktur fungsional. Menurut Pearce dan Robinson, organisasi industri jasa penginapan adalah salah satu struktur pengguna jasa ini. Struktur Organisasi Geografis biasanya dibutuhkan untuk mengakomodasi perbedaan situasi dan kondisi yang dihadapi dalam mengembangkan penjualan jasa atau produk perusahaan di daerah geografis baru. Ciri khas struktur ini terdapat pada penambahan lapisan manajemen yang mengelola geografis (distrik/wilayah) tugas. Sekalipun disadari, penambahan tersebut dapat menyebabkan duplikasi pekerjaan staf di kantor sentral dan distrik.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-146-

Kepemimpinan dan Organisasi Organisasi Divisi Presiden Direktur

Direktur Ta’dib

Direktur AgitPro

Manajer Divisi Pendanaan

Manajer Divisi Pemberdayaan Ummat

Manajer Divisi Penelitian dan Pengembangan

Personalia Akuntansi & Pengendalian Perencanaan Pemasaran Operasi

Personalia Akuntansi & Pengendalian Perencanaan Propaganda Operasi

Personalia Akuntansi & Pengendalian Perencanaan Informasi Operasi

Struktur Organisasi Divisi (Multidivisi) biasanya merupakan pengembangan dari struktur fungsional yang dilakukan ketika suatu perusahaan atau organisasi melakukan dipersifikasi lini produk/jasa, memanfaatkan saluran bangsa pasar yang berbeda atau melayani kelompok pelanggan yang heterogen. Sebagaimana dituturkan Pierce dan Robinson, Ford dan General Motor telah menggunakan struktur ini selama bertahun-tahun. Struktur Organisasi Unit Usaha Strategi dibangun dan ditata ketika perusahaan/organisasi membentuk kelompok-kelompok tertentu yang mengombinasikan berbagai divisi (atau bagian dari divisi) berdasarkan elemen-elemen strategi yang sama yang lazim dinamai
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -147-

Kepemimpinan dan Organisasi

unit usaha strategi (SBU: strategic business unit). Biasanya didasarkan atas sasaran kerja yang dijadikan target organisasi. Untuk struktur ini contohnya raksasa industri komputer IBM.
Organisasi Pergerakan Strategis
Presiden Direktur

Direktur Pelayanan Administrasi

Direktur Pelayanan Operasi

Direktur SMU 1 Divisi-Divisi

Direktur SMU 2 Divisi-Divisi

Direktur SMU 3 Divisi-Divisi

SMU= Strategic Movement Unit (Unit Pergerakan Strategis)

Struktur Organisasi Matriks banyak digunakan untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan akan bentuk organisasi yang dapat menyediakan keterampilan dan sumber daya pada saat dan di tempat mereka paling dibutuhkan. Hal ini sebagai akibat bertambahnya keragaman yang membuat berbagai kegiatan mengenai produk dan proyek memiliki makan strategi – di perusahanperusahaan atau setiap organisasi besar. Pearce dan Robinson mencontohkan perusahaan besar pengguna struktur ini: Citicorp, Matsuhita, Unilever, Shell Oil, dan Texas Instruments. Pedoman memilih Struktur Organisasi efektif Telah banyak riset dilakukan untuk mendapatkan struktur organisasi yang paling efektif. Semua merekomendasikan bahwa hal ini bergantung pada strategi organisasi. Karena desain struktur terkait erat dengan kegiatan dan sumber daya penting organisasi, semua itu harus disesuaikan dengan tuntutan strategi organisasi.

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-148-

Kepemimpinan dan Organisasi

Di antara riset tersebut, dapat disebutkan beberapa yang terpenting. Alfred Chandler (1962) meneliti pemilihan struktur sebagai fungsi dari strategi. Larry Wrigley (1970) memanfaatkan karya Chandler, menelaah bagaimana tingkat diversifikasi organisasi dari bisnis intinya mempengaruhi pemilihan strukturnya. Richard Rumelt (1982) mengembangkan karya Chandler dan Wrigley dengan menggunakan skema klasifikasi yang lebih rinci. Terakhir, Hrebiniak dan Joyce (1984) serta Galbraith dan Kazanjian (1986) memberikan sejumlah kesimpulan penting dari riset tersebut yang sekaligus menjadi pedoman atau rujukan pemilihan struktur yang lebih efektif sebagai berikut: 1. Organisasi Dengan Kegiatan Kerja Sederhana hendaknya menggunakan Struktur Fungsional Struktur ini memungkinkan fokus tugas yang kuat melalui pengutamaan spesialisasi dan efisiensi, sambil menyediakan peluang bagi pengendalian yang memadai melalui pengkajian dan pengambilan keputusan yang tersentralisasi. 2. Organisasi dalam beberapa Lini Kerja yang masih berkaitan hendaknya menggunakan Struktur Multidivisi. Divisi-divisi yang berkaitan erat hendaknya dipadukan kedalam grup-grup dalam struktur tersebut. Bila sinergi dimungkinkan dalam grup seperti ini, lokasi staf dan pengambilan keputusan yang tepat adalah di tingkatan grup, dengan mengambil peran yang lebih jelas yang lebih sedikit bagi staf di tingkatan korporasi. Makin beragam sasaran kerja organisasi, makin luas seharusnya jangkauan jaringan wewenang staf dan wewenang pengambilan keputusan di tingkatan divisi. 3. Organisasi yang bergerak dalam beberapa Lini Kerja yang tidak berkaitan hendaknya diorganisasikan berdasarkan Unit Usaha Strategi. Dalam struktur ini, kegiatan keuangan, akuntansi, perencanaan, legal dan sejumlah kegiatan yang terlibat harus disentralisasikan di kantor koorporasi (pusat). Semua rencana strategi tingkat operasional dan bisnis dilimpahkan kepada unit-unit usaha strategi. 4. Organisasi yang memerlukan Fokus Berganda pada Hasil Kerja dan Fungsi disertai dengan Interdependensi dan
Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com -149-

Kepemimpinan dan Organisasi

Kompleksitas yang tinggi disarankan menggunakan Struktur Matriks. Struktur ini efektif mengatasi kelangkaan sumber daya dan mewujudkan sinergi yang efisien di keseluruhan hasil-hasil kerja atau proyek-proyek. Juga menjawab bertambahnya kebutuhan untuk memproses informasi dan mengambil suatu keputusan secara lugas dan lebih efisien.

Hubungan Antara Kepemimpinan, PDB, Garis Komando, dan Manajemen
Asumsi-asumsi Dasar PDB berisi Teks Proklamasi NII, Qanun Azasi, Maklumat Imam, Maklumat Komandemen Tertinggi, Statement Pemerintah dan Sabda Imam. PDB adalah terbitan resmi Negara Islam Indonesia yang berisikan produk-produk hukum yang mengikat dan mengatur semua orang yang berada di wilayah kekuasaan Negara. Kepemimpinan adalah kekuatan yang mengarahkan orang atau masyarakat yang berada di sebuah lingkungan pada suatu tujuan tertentu. Garis Komando adalah sistem hubungan kerja antar satuan kerja dalam sebuah organisasi. Manajemen adalah proses penentuan dan pencapaian tujuan bersama dari sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Maka hubungan diantara Kepemimpinan, PDB, Garis Komando dan Manajemen adalah seperti yang digambarkan pada bagan-bagan sebagai berikut:

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-150-

Kepemimpinan dan Organisasi Pengaruh Antara Kepemimpinan, PDB dan Garis Komando NII

Keterangan: GK = Garis Komando = Pengaruh

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-151-

Kepemimpinan dan Organisasi

Hubungan Antara Manajemen Dan Kepemimpinan

Kepemimpinan

Manajemen

Sekumpulan Orang

Terorganisir

Mencapai Tujuan

= Garis Proses = Garis Pengaruh

Keamiran

Hubungan Antara Manajemen Dan Kepemimpinan

Kepemimpinan

Hubungan Interpersonal

Organisasi
Keamiran Garis Komando

= Media Pengaruh

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-152-

Kepemimpinan dan Organisasi

Daftar Pustaka
o Pedoman Dharma Bhakti. Garut: Majelis Penerangan, 1960. Yusanto, Muhamad Ismail dan Muhammad Karebet Widjajakusuma. Manajemen Strategis: Perspektif Syari’ah. Jakarta: Khairul Bayaan, 2003. o Wijono, Djoko. Manajemen, Kepemimpinan dan Organisasi. Surabaya: Airlangga University Press, 1997. o Wikipedia: Ensiklopedi Berbasis Internet. o Artikel-artikel www.changingminds.org
o

Makalah/Training Islam Intensif/ empiris-homepage.blogspot.com

-153-

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->