P. 1
PT. Jaya Ancol

PT. Jaya Ancol

|Views: 859|Likes:
Published by WISNU
Perusahaan ternama dibidang pengembangan perumahan, gedung dan tempat kreasi.
Perusahaan ternama dibidang pengembangan perumahan, gedung dan tempat kreasi.

More info:

Published by: WISNU on Jul 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2010

pdf

text

original

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008

For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

DRAFT

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK DAFTAR ISI

Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI – Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 Serta untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut Neraca Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi Laporan Arus Kas Konsolidasi Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 1 3 4 5 6

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASI Per 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)
Catatan ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas Investasi Jangka Pendek Piutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga (Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu per 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 1.263.779.971 dan Rp 2.085.867.956) Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga Persediaan Uang Muka Pajak Dibayar di Muka Biaya Dibayar di Muka Jumlah Aset Lancar Aset Tidak Lancar Piutang Usaha kepada Pihak Ketiga Jangka Panjang Aset Pajak Tangguhan Investasi Jangka Panjang Aset Real Estat Aset Tetap (Setelah dikurangi akumulasi penyusutan per 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 526.381.023.585 dan Rp 457.940.180.283) Aset Lain-lain Jumlah Aset Tidak Lancar JUMLAH ASET 2.c, 2.e, 2.g, 3 2.j, 4 2.g, 5 344.778.185.410 25.220.250.000 -230.349.246.026 39.722.500.000 825.000.000 2009 Rp 2008 Rp

2.f, 5 6 2.h, 7 8 2.s, 9 2.i, 10

125.738.356.870 2.569.692.510 13.009.805.169 23.270.696.167 3.996.657.903 10.360.170.580 548.943.814.609 16.966.079.583 16.760.343.391 5.672.894.171 322.734.296.645

207.054.816.640 3.081.804.135 9.775.442.549 7.855.331.234 21.465.798.425 8.763.666.294 528.893.605.303 2.286.232.506 13.312.481.378 6.804.211.167 279.120.151.037

2.f, 5 2.s, 30 2.j, 11 2.k, 12

2.l, 13 2.m, 2.n, 14

391.217.374.290 16.519.238.693 769.870.226.773 1.318.814.041.382

367.924.478.657 30.293.798.782 699.741.353.527 1.228.634.958.830

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

1

For Discussion Purpose Only To be Finalized Agreed by: Date::

DRAFT

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan) Per 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)
Catatan KEWAJIBAN, HAK MINORITAS, DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Hubungan Istimewa Pihak Ketiga Hutang Lain-lain Hutang Pajak Biaya Masih Harus Dibayar Pendapatan Diterima di Muka Hutang Obligasi yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Jumlah Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Hutang Obligasi - Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Uang Jaminan Kewajiban Manfaat Karyawan Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Perusahaan Anak Ekuitas Modal Saham Modal Dasar sebesar 5.759.999.998 saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B dengan nilai nominal masingmasing Rp 500 per saham dan 5.759.999.996 saham seri C dengan nilai nominal Rp 250 per saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 1.599.999.998 saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B dan 1.599.999.996 saham seri C Tambahan Modal Disetor Keuntungan (Kerugian) Belum Direalisasi atas Efek Tersedia untuk Dijual Saldo Laba Ditentukan Penggunaannya Belum Ditentukan Penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS, DAN EKUITAS 2.b, 23 20 2.g, 15 15 16 2.s, 17 18 19 2.p, 21 1.925.173.991 312.718.975 29.428.612.915 15.450.411.786 26.986.000.255 60.335.291.816 18.984.832.863 79.610.965.974 233.034.008.575 739.227.602 227.728.518 19.397.561.654 12.461.732.972 20.139.951.572 49.907.176.811 43.654.941.745 -146.528.320.874 2009 Rp 2008 Rp

2.p, 21 22 2.r, 33

119.416.448.962 15.391.176.532 47.195.833.538 182.003.459.032 415.037.467.607 768.855.485

198.736.047.451 7.597.049.986 47.588.275.520 253.921.372.957 400.449.693.831 775.020.631

24 2.o, 25 2.j, 4

400.000.000.000 36.709.233.000 220.250.000 19.492.903.759 446.585.331.531 903.007.718.290 1.318.814.041.382

400.000.000.000 36.709.233.000 (6.277.500.000) 18.170.553.759 378.807.957.609 827.410.244.368 1.228.634.958.830

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

2

For Discussion Purpose Only To be Finalized Agreed by: Date::

DRAFT

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)
Catatan PENDAPATAN USAHA BEBAN POKOK BEBAN LANGSUNG BEBAN POKOK DAN BEBAN LANGSUNG LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan Administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Kini Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH PERUSAHAAN ANAK LABA BERSIH LABA PER SAHAM DASAR Laba Bersih 2.b, 23 2.s, 30 2.s, 30 2.q, 29 2.q, 28 2.q, 28 2.q, 26 2.q, 27 2.q, 27 2009 Rp 508.715.807.764 21.699.033.456 276.044.692.949 297.743.726.405 210.972.081.359 16.531.067.299 101.301.026.391 117.832.093.690 93.139.987.669 4.783.380.060 97.923.367.729 (29.862.603.367) 4.807.005.229 (25.055.598.138) 72.867.769.591 (44.547.138) 72.823.222.453 2008 Rp 565.464.870.221 52.277.673.682 270.498.906.872 322.776.580.554 242.688.289.667 24.713.249.932 108.529.568.838 133.242.818.770 109.445.470.897 (4.004.733.125) 105.440.737.772 (31.770.886.928) 2.615.020.584 (29.155.866.344) 76.284.871.428 (88.428.896) 76.196.442.532

2.t, 31

46

48

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

3

For Discussion Purpose Only To be Finalized Agreed by: Date::

DRAFT

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)
Catatan Modal Disetor Tambahan Modal Disetor Keuntungan (Kerugian) Belum Direalisasi atas Efek Tersedia untuk Dijual Rp 9.450.000 --(6.286.950.000) -(6.277.500.000) Saldo Laba Ditentukan Belum Ditentukan Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas

Rp Saldo per 1 Januari 2008 Dividen Cadangan Umum Kerugian Belum Direalisasi atas Efek Tersedia untuk Dijual Laba Bersih periode berjalan Saldo per 30 September 2008 Saldo per 1 Januari 2009 Dividen Cadangan Umum Keuntungan Belum Direalisasi atas Efek Tersedia untuk Dijual Laba Bersih periode berjalan Saldo per 30 September 2009 32 32 2.j, 4 32 32 2.j, 4 400.000.000.000 ----400.000.000.000

Rp 36.709.233.000 ----36.709.233.000

Rp 16.761.882.576 -1.408.671.183 --18.170.553.759

Rp 360.340.045.588 (56.319.859.328) (1.408.671.183) -76.196.442.532 378.807.957.609

Rp 813.820.611.164 (56.319.859.328) -(6.286.950.000) 76.196.442.532 827.410.244.368

400.000.000.000 ----400.000.000.000

36.709.233.000 ----36.709.233.000

(6.246.500.000) --6.466.750.000 -220.250.000

18.170.553.759 -1.322.350.000 --19.492.903.759

434.844.459.003 (59.759.999.925) (1.322.350.000) -72.823.222.453 446.585.331.531

883.477.745.762 (59.759.999.925) -6.466.750.000 72.823.222.453 903.007.718.290

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

4

For Discussion Purpose Only To be Finalized Agreed by: Date::

DRAFT

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)
Catatan ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan Pembayaran kepada Pemasok Pembayaran kepada Karyawan Kas Dihasilkan dari Operasi Penerimaan Klaim Asuransi Pembayaran Pajak Penghasilan Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bunga Hasil Penjualan Aset Tetap Perolehan Aset Tetap Penambahan Aset Real Estat Pencairan (Penempatan) Investasi Jangka Pendek Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Hutang Bank Pembayaran Dividen Pembayaran Hutang Sewa Guna Usaha Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode terdiri dari: Kas Bank Deposito Jumlah PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak mempengaruhi kas: Penambahan aset tetap melalui hutang lain-lain Penambahan aset real estat melalui hutang usaha 2.e, 3 2009 Rp 604.966.388.238 (351.642.664.750) (101.663.450.771) 151.660.272.717 5.402.847.791 (24.738.307.558) (15.460.869.624) 116.863.943.326 18.510.611.765 472.613.300 (34.833.598.049) (26.895.023.006) 21.089.250.000 (21.656.145.990) 1.147.963.438 (59.779.675.324) -(58.631.711.886) 36.576.085.450 308.202.099.960 344.778.185.410 1.774.078.088 87.956.247.100 255.047.860.222 344.778.185.410 2008 Rp 648.929.152.111 (358.556.509.030) (111.377.250.677) 178.995.392.404 -(51.988.650.045) (12.255.147.576) 114.751.594.783 10.057.700.922 111.212.500 (42.032.641.061) (43.605.648.820) (25.000.000.000) (100.469.376.459) 739.227.602 (56.319.859.328) (21.708.351) (55.602.340.077) (41.320.121.753) 271.669.367.779 230.349.246.026 3.913.177.938 27.855.198.088 198.580.870.000 230.349.246.026

29 9,17, 30 20, 21

3, 4, 11 13 13, 16 12, 15 4

20 32

16 15

13.021.157.535 9.322.108.965

11.880.817.414 2.901.364.809

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Laporan ini

5

For Discussion Purpose Only To be Finalized Agreed by: Date::

DRAFT

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

1.

Umum 1.a. Pendirian dan Informasi Umum PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (‘’Perusahaan’’) didirikan berdasarkan Akta No. 33 tanggal 10 Juli 1992 dari Sutjipto, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diperbaharui dengan Akta No. 98 tanggal 22 Agustus 1992 dan Akta No. 34 tanggal 8 September 1992 dari Notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusannya No. C2-7514.HT.01.01.TH.92 tanggal 11 September 1992, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 95, tanggal 27 Nopember 1992, Tambahan No. 6071. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris No. 8 tanggal 20 Mei 2009, dibuat oleh Wahyu Nurani, S.H., Notaris di Jakarta, antara lain mengenai perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut sedang dalam proses persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Dalam rangka pengembangan kawasan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu, pada tahun 1966, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemda DKI) menunjuk PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) sebagai Badan Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol (BPPP Ancol) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya No. 1b/3/1/26/1966 tanggal 19 Oktober 1966. Pada tahun 1966, Perusahaan memulai kegiatan operasinya secara komersial. Pada tanggal 10 Juli 1992, status BPPP Ancol diubah menjadi suatu badan hukum, yaitu menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol, dengan komposisi kepemilikan sahamnya adalah Pemda DKI sebesar 80% dan PT Pembangunan Jaya sebesar 20%. Perusahaan berdomisili di Jakarta. Kantor pusat Perusahaan beralamat di Gedung Cordova Tower, JI. Pasir Putih Raya Blok E5 Ancol Timur, Jakarta Utara. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam bidang pembangunan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut: • Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan, antara lain dapat bertindak sebagai pengembang, pemborong pada umumnya, dan pengembang wilayah pemukiman; • Menjalankan usaha di bidang jasa, yaitu konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan pembangunan. Pada saat ini Perusahaan berusaha dalam bidang: • Real estat, yaitu pembangunan, penjualan dan penyewaan bangunan dan penjualan tanah kapling; • Pengelolaan pasar seni, padang golf dan dermaga. Jumlah karyawan Perusahaan dan Perusahaan Anak untuk periode yang berakhir 30 September 2009 dan 2008 masing-masing adalah 1.013 dan 1.136 karyawan.

DRAFT 6
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen : Sarwo Handayani : Trisna Muliadi Mara Oloan Siregar : H. KRMH. Daryanto Mangoenpratolo Yosodiningrat Palgunadi Tatit Setyawan : Budi Karya Sumadi : Slamet Sudiro Pramono Winarto Wishnu Subagio Yusuf 2008 : Sarwo Handayani : Trisna Muliadi Mara Oloan Siregar : H. KRMH. Daryanto Mangoenpratolo Yosodiningrat Palgunadi Tatit Setyawan : Budi Karya Sumadi : Slamet Sudiro Pramono Winarto Djumhana Tjakrawiralaksana Pramonohadi Sayogya

Direktur Utama Direktur

Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Anggota : Ir. Palgunadi Tatit Setyawan, Dipl. Ing : Ir. Hj. Hestia Tri Wardhani : Saleh Basir, SE. Ak. CPA

Jumlah imbalan yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan dan Perusahaan Anak untuk periode yang berakhir 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 19.050.655.040 dan Rp 20.223.273.333. 1.b. Perusahaan Anak Perusahaan memiliki saham Perusahaan Anak sebagai berikut:
Perusahaan Anak Domisili Jenis Usaha Tahun Persentase Operasi Kepemilikan % Komersial 1972 1972 99,99 95,27 Jumlah Aset 2009 Rp Jumlah Aset 2008 Rp

PT Taman Impian Jaya Ancol (PT TIJA) PT Seabreez Indonesia (PT SI)

Jakarta Jakarta

Pariwisata Pariwisata, Perdagangan dan Jasa Pariwisata dan Jasa

624.248.232.874 523.104.621.020 28.901.141.204 22.530.862.004

PT Jaya Ancol (PT JA)

Jakarta

2009

99,00

4.670.983.152

--

Pada saat ini PT TIJA mengelola pintu gerbang, taman dan pantai, dunia fantasi, kolam renang, pertunjukan binatang, penginapan wisata, dan penjualan merchandise sedangkan PT SI mengelola penginapan wisata dan sarana transportasi di Kepulauan Seribu, penyewaan lahan dan penjualan air minum dalam kemasan. PT Jaya Ancol bergerak di bidang pariwisata dan jasa.

DRAFT 7
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 22 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1915/PM/2004 untuk melakukan penawaran umum atas 80.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 1 Juli 2004 saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2006, Perusahaan melakukan pemecahan saham seri C dengan perhitungan 1 : 2, sehingga saham seri C yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menjadi sejumlah 1.599.999.996 lembar saham. 1.d. Penawaran Umum Obligasi Perusahaan Perusahaan telah menerbitkan obligasi dengan total nilai sebesar Rp 200.000.000.000 (Rupiah penuh), dengan rincian sebagai berikut:
No. Obligasi Jumlah (Rp Juta) 80.000 120.000 Tenor (Tahun) 3 5 Tanggal Penerbitan 27-Jun-07 27-Jun-07 Tanggal Jatuh Tempo Status

1. 2.

Obligasi Seri A Obligasi Seri B

27-Jun-10 Belum Lunas 27-Jun-12 Belum Lunas

2.

Kebijakan Akuntansi 2.a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, antara lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Bapepam No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan dan SE-02/PM/2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Real Estat. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasi tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. 2.b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan (dan Perusahaan Anak) yang disusun sampai dengan akhir tahun. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investi untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila induk perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui Perusahaan Anak Iebih dari 50% hak suara. Penyajian laporan keuangan konsolidasi dilakukan berdasarkan konsep entitas (entity concept). Seluruh akun dan transaksi yang signifikan yang saling berhubungan diantara perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan sebagai salah satu kesatuan usaha. DRAFT 8
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban Perusahaan Anak diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih Iebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama 5 (lima) tahun. Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aset bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Seluruh saldo akun dan transaksi antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. 2.c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan Perusahaan Anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama periode berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. 2.d. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. 2.e. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. 2.f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu Perusahaan dan Perusahaan Anak menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang pada akhir periode. 2.g. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan atau tidak dilakukan dengan harga dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. 2.h. Persediaan Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang Iebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode masuk pertama keluar pertama (first-in, firstout). 2.i. Biaya Dibayar di Muka Biaya dibayar di muka diamortisasikan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis Iurus (straight-line method).

DRAFT 9
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

2.j. Investasi Investasi Jangka Pendek Surat Berharga Surat berharga dalam bentuk efek hutang Efek hutang diklasifikasikan menjadi: (i) Diperdagangkan (trading) Termasuk dalam kelompok ini adalah efek yang dibeli untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya ditunjukkan dengan frekuensi pembelian dan penjualan yang tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari kenaikan harga dalam jangka pendek. Investasi dalam efek yang termasuk dalam kelompok ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba/rugi yang belum direalisasi pada tanggal neraca dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan. (ii) Dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity) Investasi dalam efek hutang yang dimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar harga perolehan yang disesuaikan dengan premi yang diamortisasi atau diskonto yang belum diamortisasi. (iii) Tersedia untuk dijual (available-for-sale) Investasi dalam efek yang tidak memenuhi kriteria kelompok diperdagangkan dan yang dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggal neraca dikreditkan (dibebankan) pada "Laba/Rugi yang Belum Direalisasi dari Pemilikan Surat Berharga", yang merupakan komponen Ekuitas, dan dilaporkan dalam laporan laba rugi pada saat realisasi. Harga perolehan surat berharga yang dijual ditentukan dengan harga pasar. Investasi Jangka Panjang - Penyertaan pada Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Investasi dalam saham dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%, baik langsung maupun tidak langsung, atau Perusahaan memiliki pengaruh signifikan untuk berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kebijakan keuangan serta operasi dari perusahaan tersebut tetapi bukan merupakan pengendalian terhadap kebijakan tersebut, dinyatakan sebesar biaya perolehan, ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase kepemilikan dan dikurangi dengan dividen diterima (metode ekuitas). Bila terjadi penurunan nilai bersifat permanen, maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Berdasarkan metode ekuitas, jika bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi sama atau melebihi nilai tercatat dari penyertaan, maka penyertaan dilaporkan nihil. Kerugian selanjutnya dicatat oleh Perusahaan apabila telah timbul kewajiban atau investor melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya. Jika perusahaan asosiasi melaporkan laba, Perusahaan akan mengakui penghasilan apabila setelah bagiannya atas laba menyamai bagiannya atas kerugian bersih yang belum diakui. Dividen kas dicatat sebagai pengurang atas nilai tercatat investasi. Apabila nilai ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi yang menjadi bagian perusahaan sesudah transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi berbeda dengan nilai ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi yang menjadi bagian perusahaan sebelum transaksi perubahan DRAFT 10
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

ekuitas perusahaan anak/ perusahaan asosiasi, maka perbedaan tersebut, diakui sebagai bagian dari ekuitas dengan akun “SeIisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak/Perusahaan Asosiasi”. Pada saat pelepasan investasi yang bersangkutan, jumlah selisih transaksi perubahan ekuitas perusahaan anak/perusahaan asosiasi yang terkait diakui sebagai pendapatan atau beban dalam periode yang sama pada waktu keuntungan atau kerugian pelepasan diakui. Metode Biaya Perolehan Metode biaya perolehan diterapkan untuk penyertaan yang bersifat sementara atau kepemilikan yang kurang dari 20% dari modal saham yang ditempatkan. Biaya perolehan mencakup semua biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh penyertaan, termasuk jasa profesional. Penyisihan akan dilakukan jika telah terjadi penurunan signifikan atau permanen atas masing-masing nilai penyertaan. - Portofolio Efek Portofolio efek dapat berupa efek hutang dan efek ekuitas dan diklasifikasikan ke dalam salah satu dari 3 (tiga) kelompok berikut ini: (i). Diperdagangkan (trading) Efek untuk diperdagangkan dinyatakan berdasarkan harga pasar. Laba atau rugi yang belum direalisasi diakui dalam laba rugi tahun berjalan. (ii). Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) Efek untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah amortisasi premi atau diskonto yang dihitung dengan metode garis lurus. Penurunan nilai secara permanen dibebankan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. (iii). Tersedia untuk dijual (available for sale) Efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan berdasarkan nilai wajar. Laba atau rugi yang belum direalisasi dicatat dalam kelompok ekuitas dan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laba rugi tahun berjalan pada saat realisasi. 2.k. Aset Real Estat Aset real estat berupa tanah kosong, tanah hasil pengembangan, tanah reklamasi, dan rumah tinggal, rumah kantor, rumah toko dan apartemen dinilai berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan rumah tinggal dan rumah tinggal dalam penyelesaian meliputi seluruh biaya konstruksi bangunan, diluar biaya perolehan tanah. Biaya perolehan tanah meliputi biaya pembelian tanah mentah, pematangan dan pengembangan tanah, perijinan dan jasa konsultasi. Biaya pinjaman atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai perolehan aset dikapitalisasi dalam harga perolehan aset real estat selama masa konstruksi. Biaya yang tidak jelas hubungannya dengan suatu proyek real estat, seperti biaya umum dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasi ke setiap unit real estat dengan menggunakan metode identifikasi khusus yang diterapkan secara konsisten.

DRAFT 11
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

2.l. Aset Tetap Pada tahun 2007, Dewan Standar Akuntansi Keuangan menerbitkan PSAK No 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”. PSAK ini berlaku efektif untuk penyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. Sesuai dengan PSAK 16 (Revisi 2007), Perusahaan diharuskan memilih antara metode biaya atau metode revaluasi sebagai kebijakan akuntansi untuk mengukur biaya perolehan. Sehubungan dengan ini, Perusahaan dan Perusahaan Anak memilih untuk tetap menggunakan metode biaya. Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Aset tetap Perusahaan dan PT TIJA (Perusahaan Anak), kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis Iurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Tahun Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Peralatan Kendaraan Binatang 10-20 5 5 5 5 5

Mesin dan perlengkapan, peralatan, kendaraan dan kapal milik PT SI (Perusahaan Anak) disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda dengan tarif antara 6,25% sampai 50%. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount) maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu pelayanan atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan atau penghapusan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada periode yang bersangkutan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. 2.m. Kerja Sama Operasi dan Aset Kerja Sama Operasi Kerja Sama Operasi (KSO) - Built, Operate and Transfer (BOT) Kerja sama operasi (KSO) dengan pola BOT merupakan KSO dengan pihak ketiga untuk membangun, mengoperasikan dan menyerahkan aset KSO. Aset KSO dikelola oleh investor yang mendanai pembangunannya sampai akhir masa konsesi. Selama masa konsesi, Perusahaan menerima kompensasi berdasarkan persentase yang telah disepakati dengan investor. Di akhir masa konsesi, investor akan menyerahkan aset KSO beserta hak pengelolaannya kepada pemilik aset. Jangka waktu masa konsesi adalah berkisar antara 20 sampai 25 tahun. KSO dengan bagi hasil pendapatan merupakan KSO dengan pihak ketiga untuk membangun rumah tinggal di atas tanah yang telah disediakan oleh Perusahaan. Aset KSO dikelola oleh investor yang mendanai pembangunannya untuk dijual selama periode perjanjian. Atas kerja sama tersebut, Perusahaan memperoleh kompensasi sebesar persentase yang disepakati untuk setiap penjualan yang dilakukan. DRAFT 12
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Aset Kerja Sama Operasi (KSO) - Built, Operate and Transfer (BOT) Aset KSO BOT merupakan aset tanah Perusahaan dalam perjanjian KSO yang digunakan oleh investor untuk membangun dan mengoperasikan aset KSO. Tanah tersebut tidak dapat digunakan, atau dialihkan kepemilikannya oleh Perusahaan selama masa konsesi dan akan diserahkan kembali oleh investor kepada Perusahaan pada akhir masa konsesi. Aset KSO dengan bagi hasil pendapatan merupakan aset tanah Perusahaan dalam perjanjian KSO yang digunakan oleh investor untuk membangun aset KSO atas biaya investor untuk kemudian dijual kepada pembeli. Pengakuan penjualan atas aset kerja sama operasi tersebut dicatat pada saat kepemilikan atas tanah tersebut akan beralih kepada pembeli. Aset KSO tersebut dikelompokkan dalam akun aset lain-lain. 2.n. Beban Tangguhan Biaya yang terjadi sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan biaya perolehan software komputer. Hak atas tanah diamortisasi dengan metode garis lurus sepanjang umur hukum hak atas tanah karena umur hukum hak atas tanah lebih pendek dari umur ekonomisnya, sedangkan software komputer diamortisasi selama masa manfaat. 2.o. Biaya Emisi Saham Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang dari tambahan modal disetor dan tidak disusutkan. 2.p. Hutang Obligasi dan Biaya Emisi Obligasi Hutang obligasi disajikan sebesar nilai nominal setelah memperhitungkan amortisasi premium atau diskonto. Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi bersih obligasi. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi yang bersangkutan. 2.q. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan diakui pada saat barang dan jasa diserahkan, dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan real estat berupa bangunan rumah beserta tanah dimana bangunan tersebut didirikan, dan dari penjualan tanah yang pendirian bangunannya akan dilaksanakan oleh pembeli tanpa keterlibatan penjual diakui dengan metode full accrual jika seluruh syarat berikut dipenuhi: (i) Pengikatan jual beli telah berlaku; (ii) Harga jual akan tertagih, dimana jumlah pembayaran yang diterima sekurang-kurangnya telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati; (iii) Tagihan penjual terhadap pembeli pada masa yang akan datang bebas dari subordinasi terhadap hutang lain dari pembeli; (iv) Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli sebagai berikut:

DRAFT 13
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

- Untuk penjualan bangunan rumah beserta tanah jika telah terjadi pengalihan seluruh risiko dan manfaat kepemilikan yang umum terdapat pada suatu transaksi penjualan, dan penjual selanjutnya tidak mempunyai kewajiban atau terlibat lagi secara signifikan dengan aset (properti) tersebut. Dalam hal ini setidak-tidaknya bangunan tersebut telah siap ditempati/digunakan, dan - Untuk penjualan tanah yang pendirian bangunannya akan dilaksanakan oleh pembeli jika selesainya pengembangan lingkungan dimana tanah tersebut berada, yaitu penjual tidak mempunyai kewajiban yang signifikan lagi untuk menyelesaikan lingkungan seperti pematangan tanah yang dijual, pembangunan fasilitas yang dijanjikan ataupun yang menjadi kewajiban dan beban penjual, sesuai dengan perjanjian antara penjual dan pembeli yang bersangkutan atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila semua persyaratan tersebut diatas tidak dipenuhi, semua penerimaan uang yang berasal dari pelanggan dicatat sebagai uang muka dari pelanggan dengan menggunakan metode deposit (deposit method), sampai semua persyaratan dipenuhi. Pendapatan sewa diakui sesuai dengan periode yang sudah berjalan pada tahun yang bersangkutan. Pendapatan sewa yang diterima di muka atas periode yang belum berjalan dicatat sebagai pendapatan diterima di muka. Beban diakui sesuai dengan masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis). 2.r. Kewajiban Manfaat Karyawan Program Pensiun Imbalan Pasti Perusahaan dan Perusahaan Anak menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Program ini memberikan imbalan manfaat karyawan berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Dana pensiun ini dikelola oleh Dana Pensiun Pegawai Pembangunan Jaya Grup (DPPPJG) yang akta pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan surat keputusannya No. Kep 309/KM.17/2000 tanggal 17 Juli 2000. Pendiri DPPPJG adalah PT Pembangunan Jaya di mana Perusahaan adalah merupakan mitra pendiri. Pendanaan DPPPJG terutama berasal dari kontribusi pemberi kerja dan karyawan. Kontribusi karyawan untuk tahun 2009 dan 2008 adalah sebesar 5% dari gaji kotor dan sisanya merupakan kontribusi pemberi kerja. Imbalan Manfaat Karyawan Lainnya Perusahaan dan Perusahaan Anak membukukan imbalan manfaat karyawan lainnya untuk karyawan sesuai dengan peraturan Perusahaan yang berlaku. Perhitungan imbalan manfaat karyawan lainnya menggunakan metode projected unit credit, sesuai dengan PSAK 24 tentang imbalan kerja (Revisi 2004). Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi jumlah lebih besar diantara 10% dari nilai kini imbalan pasti dan 10% nilai wajar aktiva program diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut vested. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban imbalan pasti di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui, biaya jasa lalu yang belum diakui dan nilai wajar aktiva program. DRAFT 14
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

2.s. Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Bukan Final Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pajak tangguhan diukur dengan tarif pajak yang berlaku saat ini. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Pajak kini diakui berdasarkan laba kena pajak, untuk tahun yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Pajak Penghasilan Final Pajak penghasilan atas sewa dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 tahun 2002 tanggal 23 Maret 2002 dan KMK-120/KMK.03/2002 tentang pajak penghasilan final atas penyewaan tanah dan/atau bangunan. Pajak penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan dihitung bedasarkan PP No.71 tahun 2008 tanggal 4 Nopember 2008 tentang perubahan ketiga atas PP No.48 tahun 1994 tentang pembayaran pajak penghasilan atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan. Nilai tercatat aset atau kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final yang berbeda dengan dasar pengenaan pajak tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Atas penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Pendapatan dari penyewaan tanah, bangunan dan ruangan merupakan subjek pajak final sebesar 10% dan pendapatan dari penjualan tanah dan / atau bangunan merupakan subyek pajak final sebesar 5 %. 2.t. Laba per Saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa beredar pada tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar untuk perhitungan laba per saham dasar adalah sebesar 1.599.999.996 untuk periode 2009 dan 2008. 2.u. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk pelaporan segmen adalah segmen usaha. Segmen usaha adalah komponen Perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

DRAFT 15
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

3.

Kas dan Setara Kas
2009 Rp Kas Bank Rupiah Pihak Hubungan Istimewa PT Bank DKI Pihak Ketiga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Yudha Bhakti Dolar Amerika Serikat Pihak Ketiga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.774.078.088 2008 Rp 3.913.177.938

11.492.156.639 29.377.923.252 24.213.637.294 18.373.548.569 2.776.016.905 1.166.818.689 109.755.520 446.390.232 87.956.247.100

6.945.763.488 4.777.528.722 11.520.909.717 3.913.753.717 247.542.400 165.917.831 -283.782.213 27.855.198.088

Deposito Berjangka Rupiah Pihak Hubungan Istimewa PT Bank DKI Pihak Ketiga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mega Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Windu Kentjana PT Bank Jabar Banten PT Bank Capital Indonesia Tbk PT Bank Mayapada Internasional Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Yudha Bhakti Dolar Amerika Serikat Pihak Ketiga PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas Tingkat Suku Bunga Deposito Berjangka Per Tahun (%) Rupiah Dolar Amerika Serikat

110.673.795.222 39.000.000.000 31.000.000.000 25.500.000.000 18.500.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 8.374.065.000 255.047.860.222 344.778.185.410 8,00% - 14,00% 3,50%

80.500.000.000 31.500.000.000 9.000.000.000 31.500.000.000 33.500.000.000 --2.000.000.000 2.000.000.000 ----8.580.870.000 198.580.870.000 230.349.246.026 6,25% - 12,25% 3,75% - 4,75%

DRAFT 16
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

4.

Investasi Jangka Pendek
2009 Rp Obligasi Obligasi Ritel Indonesia (ORI) IV PT TIJA Obligasi Ritel Indonesia (ORI) III Perusahaan PT TIJA Jum lah 2008 Rp

25.220.250.000 --25.220.250.000

22.500.000.000 11.762.500.000 5.460.000.000 39.722.500.000

Investasi Jangka Pendek berupa Obligasi yang dimiliki Perusahaan dan PT TIJA, Perusahaan Anak, terdiri dari Obligasi Ritel Indonesia (ORI) III dan IV dengan nilai nominal Rp 1.000.000 per lembar. Obligasi tersebut dimiliki sejak bulan September 2007 dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 9,4% dan 9,5% per tahun dan dibayarkan setiap bulan, dan akan jatuh tempo pada tahun 2011 dan 2012. Pada tanggal 12 Juni 2009 ORI III atas kepemilikan Perusahaan dan PT TIJA, Perusahaan Anak, dijual. Tujuan kepemilikan obligasi tersebut adalah tersedia untuk dijual. Keuntungan (kerugian) belum direalisasi periode 2009 dan 2008 adalah sebesar Rp 220.250.000 dan Rp (6.277.500.000). 5. Piutang Usaha
2009 Rp Pihak Hubungan Istimewa PT Bank DKI (Catatan 34.g) PT Lekom Maras Sudjono Herman Jaya PT Paramita Mitra Sejati Shanti Gozali Gow PT Menara Eagle PT Cahaya Agung Makmur Hendra Basoeki Yudi Astono Han Kin Hok Eddy Sugianto Juana Sumali Eka Rosita Kasih PT Sumber Jaya Asia Hartono Sohor PT Cipta Agung Bangun Persada Vonny Elisabeth Y.D Elly Susi Gow Hilda Halim Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 3 milyar) Jumlah Dikurangi: Penyisihan Piutang Ragu-ragu Bersih -44.000.000.000 39.353.640.000 4.798.080.000 4.545.454.550 3.646.488.998 3.327.306.516 -------------44.297.246.360 143.968.216.424 (1.263.779.971) 142.704.436.453 2008 Rp 825.000.000 44.000.000.000 --13.636.363.640 --20.312.746.660 15.326.220.000 11.250.098.327 10.471.431.815 9.912.832.000 7.477.217.019 7.423.680.000 7.004.367.500 6.685.414.200 6.653.760.005 3.475.451.140 3.200.816.000 3.008.180.955 41.588.337.841 211.426.917.102 (2.085.867.956) 209.341.049.146

DRAFT 17
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

2009 Rp Dikurangi: Piutang Usaha Jangka Panjang dari: Sudjono Shanti Gozali Gow Tjai Kim Jin Herman Jaya Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 1 milyar) Jumlah Piutang Usaha Jangka Panjang Jumlah Piutang Usaha Pihak Ketiga Jumlah Piutang Usaha

2008 Rp

9.838.410.000 1.562.780.997 1.386.000.000 1.199.520.000 2.979.368.586 16.966.079.583 125.738.356.870 125.738.356.870

----2.286.232.506 2.286.232.506 207.054.816.640 207.054.816.640

Merupakan piutang usaha Perusahaan dan Perusahaan Anak dalam mata uang Rupiah. Piutang usaha jangka panjang di tahun 2009 dan 2008 merupakan piutang atas penjualan tanah yang akan jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun. Pada tahun 2009, piutang Perusahaan kepada Sudjono merupakan piutang atas penjualan tanah yang jatuh tempo lebih dari 1 (satu) tahun. Piutang tersebut akan dicicil 4 (empat) kali cicilan dan akan jatuh tempo pada 26 Desember 2010. Pada tanggal 14 Mei 2009, Perusahaan dan PT Lekom Maras telah menandatangani Berita Acara Kesepakatan Rescheduling pembayaran angsuran. Berdasarkan Berita Acara tersebut, antara lain disepakati perubahan jadwal pembayaran dari tanggal jatuh tempo 12 Juni 2009 menjadi tanggal 12 September 2010. Piutang Perusahaan kepada PT Menara Eagle merupakan piutang atas penjualan tanah tahun 2008. Piutang tersebut akan dicicil 18 (delapan belas) kali cicilan dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Desember 2009. Pada tanggal 5 Januari 2007, Perusahaan dan PT Paramita Mitra Sejati telah melakukan adendum I atas perjanjian penjualan tanah yang telah dilakukan pada tanggal 15 Juli 2005. Berdasarkan adendum tersebut, disepakati perubahan jadwal pembayaran dari tanggal jatuh tempo semula 15 Juni 2007 menjadi tanggal 30 Juni 2008. Sampai dengan 30 September 2009, PT Paramitha Mitra Sejati menunggak pembayaran piutang sebesar Rp 4.545.454.550, yang seharusnya telah lunas di tahun 2008 sesuai adendum penjualan tanah. Atas tunggakan tersebut, manajemen berpendapat, tidak perlu membentuk penyisihan piutang ragu-ragu, karena nilai tanah tersebut masih dapat menutupi kerugian apabila debitur tersebut gagal membayar kewajibannya.

DRAFT 18
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
2009 Rp Belum Jatuh Tempo Sudah Jatuh Tempo 1 s/d 30 hari 31 s/d 60 hari 61 s/d 90 hari > 90 hari Pihak Ketiga Dikurangi: Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah 111.660.817.778 5.473.451.382 3.351.593.547 3.128.495.435 20.353.858.282 143.968.216.424 (1.263.779.971) 142.704.436.453 2008 Rp 158.169.959.200 12.398.325.862 14.472.047.785 5.585.539.258 21.626.044.997 212.251.917.102 (2.085.867.956) 210.166.049.146

Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:
2009 Rp Saldo Awal Tahun Pemulihan Saldo Akhir Periode 1.263.779.971 -1.263.779.971 2008 Rp 2.088.763.010 (2.895.054) 2.085.867.956

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang kepada pihak ketiga adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang kepada pihak ketiga. 6. Piutang Lain-lain – Pihak Ketiga
2009 Rp Operasional Bunga Deposito dan Obligasi Lain-lain Jumlah 1.291.366.055 589.339.730 688.986.725 2.569.692.510 2008 Rp 892.583.493 1.388.476.545 800.744.097 3.081.804.135

DRAFT 19
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

7.

Persediaan
2009 Rp Suku Cadang Barang Dagangan Makanan dan Minuman Supplies Alat Tulis Bahan Bakar dan Pelumas Jumlah 6.531.025.102 4.089.794.326 1.183.931.877 952.176.999 225.583.500 27.293.365 13.009.805.169 2008 Rp 5.856.404.776 1.527.357.472 1.048.610.719 759.033.492 550.786.500 33.249.590 9.775.442.549

8.

Uang Muka
2009 Rp Uang Muka Operasional Uang Muka Pesangon Karyawan Jumlah 19.046.826.417 4.223.869.750 23.270.696.167 2008 Rp 3.959.430.109 3.895.901.125 7.855.331.234

Uang muka operasional terutama merupakan uang muka pelaksanaan kegiatan usaha atau acara-acara yang diselenggarakan Perusahaan dan Perusahaan Anak, sedangkan uang muka pesangon karyawan merupakan pembayaran di muka (1 tahun sebelum masa pensiun) kepada karyawan sebesar 50% dari jumlah pesangon yang akan diterima karyawan Perusahaan dan Perusahaan Anak. 9. Pajak Dibayar di Muka
2009 Rp Pajak Hiburan Lebih Bayar Pajak Badan (Catatan 30) Perusahaan PT SI Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Pertambahan Nilai Jumlah 3.228.378.830 -689.487.250 16.126.418 62.665.405 3.996.657.903 2008 Rp 6.199.854.798 14.745.486.875 520.456.752 --21.465.798.425

10.

Biaya Dibayar di Muka
2009 Rp Asuransi Operasional Lain-lain Jumlah 4.865.433.537 1.082.698.293 4.412.038.750 10.360.170.580 2008 Rp 3.255.005.781 3.274.227.750 2.234.432.763 8.763.666.294

DRAFT 20
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

11.

Investasi Jangka Panjang
Tempat Kedudukan Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas PT Philindo Sporting Amusement and Tourism Corporation Metode Biaya PT Jaya Bowling Indonesia Nilai Tercatat Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Surat Berharga Lainnya Investasi Jangka Panjang Persentase Kepemilikan

2009 Rp

2008
Rp

Jakarta Jakarta

50,00% 16,75%

4.035.138.363 637.755.808 4.672.894.171 1.000.000.000 5.672.894.171

5.166.455.359 637.755.808 5.804.211.167 1.000.000.000 6.804.211.167

Mutasi investasi dengan metode ekuitas:
2009 Rp PT Philindo Sporting Amusement and Tourism Corporation Saldo Awal Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi Saldo Akhir 2008 Rp

4.478.535.901 (443.397.538) 4.035.138.363

4.682.959.933 483.495.426 5.166.455.359

Surat berharga lainnya merupakan kepemilikan atas obligasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) seri B sejak bulan Juni 2006, dengan tujuan dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp 1.000.000.000, tingkat bunga 13% 14,25% per tahun dan dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan, dengan jangka waktu 15 (lima belas) tahun dan akan jatuh tempo pada tahun 2021. 12. Aset Real Estat
2009 Rp Tanah Reklamasi Pantai Ancol Barat Tanah Belum Dikembangkan Tanah Sedang Dikembangkan Tanah Siap Dijual Rumah Tinggal Siap Dijual Jumlah 110.588.580.841 170.318.166.084 30.341.799.243 8.116.125.433 3.369.625.044 322.734.296.645 2008 Rp 107.122.654.077 137.087.488.461 22.598.447.092 8.941.936.363 3.369.625.044 279.120.151.037

Mutasi tanah belum dikembangkan:
Tahun 2009 2008 Saldo Awal Rp 147.059.921.237 97.629.392.517 Penambahan Rp 26.353.575.777 39.458.095.944 Penjualan Rp 3.095.330.930 -Reklasifikasi Rp --Saldo Akhir Rp 170.318.166.084 137.087.488.461

DRAFT 21
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Mutasi tanah sedang dikembangkan:
Tahun 2009 2008 Saldo Awal Rp 26.540.700.289 20.654.161.495 Penambahan Rp 4.500.332.663 2.786.564.275 Penjualan Rp 699.233.709 842.278.678 Reklasifikasi Rp --Saldo Akhir Rp 30.341.799.243 22.598.447.092

Mutasi tanah siap dijual:
Tahun 2009 2008 Saldo Awal Rp 8.985.652.479 16.872.437.779 Penambahan Rp --Penjualan Rp 869.527.046 7.930.501.416 Reklasifikasi Rp --Saldo Akhir Rp 8.116.125.433 8.941.936.363

Lokasi, luas tanah, dan nilai perolehan atas tanah belum dikembangkan adalah sebagai berikut:
Lokasi Ancol Timur 30 September 2009 Luas Tanah Nilai Perolehan Rp m2 356.861 170.318.166.084 30 September 2008 Luas Tanah Nilai Perolehan Rp m2 377.029 137.087.488.461

Lokasi, luas tanah, dan nilai perolehan atas tanah sedang dikembangkan adalah sebagai berikut:
Lokasi Ancol Timur Tugu Permai Total 30 September 2009 Luas Tanah Nilai Perolehan Rp m2 113.799 9.895 123.694 28.900.554.732 1.441.244.511 30.341.799.243 30 September 2008 Luas Tanah Nilai Perolehan Rp m2 117.633 11.138 128.771 20.186.757.833 2.411.689.259 22.598.447.092

Lokasi, luas tanah, dan nilai perolehan atas tanah siap dijual adalah sebagai berikut:
Lokasi Ancol Barat Ancol Timur Pademangan Tugu Permai Sunter Total 30 September 2009 Luas Tanah Nilai Perolehan Rp m2 5.337 9.806 9.254 1.949 1.585 27.931 3.059.098.807 2.790.626.150 1.730.373.450 389.096.427 146.930.599 8.116.125.433 30 September 2008 Luas Tanah Nilai Perolehan Rp m2 6.087 9.806 9.254 2.020 1.585 28.752 3.917.084.211 2.783.166.136 1.693.847.134 400.908.283 146.930.599 8.941.936.363

Reklamasi Pantai Ancol Barat merupakan bagian dari pelaksanaan reklamasi Pantai Utara Jakarta. Izin pelaksanaan reklamasi Pantai Ancol Barat didasarkan pada: • Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 52 tahun 1995 tanggal 13 Juli 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta; • Surat Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 2976/-1.711.5 tanggal 26 September 2000 tentang dapat dimulainya pelaksanaan reklamasi Pantai Ancol Barat seluas 60 ha, dengan terlebih dahulu memperoleh izin teknis reklamasi dengan instansi terkait dan penyesuaian kembali AMDAL proyek reklamasi yang disetujui Komisi Pusat AMDAL Bapedal; DRAFT 22
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Surat Komisi AMDAL No. 01/-1.777.6 tanggal 29 Mei 2001 mengenai Rekomendasi Updating Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) /Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) Reklamasi Ancol Barat diberitahukan antara lain bahwa sesuai sidang Komisi AMDAL DKI Jakarta tanggal 18 Mei 2001 maka updating RKL dan RPL tersebut dinyatakan cukup Iengkap dan disetujui Komisi AMDAL DKI Jakarta; dan Keputusan Menteri Perhubungan No. KP.31 tahun 2003 tanggal 20 Januari 2003 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pantai di dalam Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan Umum Tanjung Priok, DKI Jakarta kepada PT Pembangunan Jaya Ancol.

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, luas tanah aset real estat Perusahaan masing-masing adalah ± 633.086,97 m2 dan 631.334,71 m2 yang terletak di Jakarta Utara yaitu kawasan Ancol Barat, Ancol Timur, Pademangan (Jl. RE. Martadinata) dan Tugu Permai (Kelurahan Koja Utara, Tanjung Priok) dan jumlah rumah tinggal yang siap dijual sebanyak 13 (tiga belas) unit pada periode 2009 dan 2008 di kawasan Ancol Barat. Tanah Perusahaan di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara dengan HGB No. 5819 dan 5820 dengan nilai perolehan sebesar Rp 1.830.340.938 dan Rp 2.812.597.542 masing-masing pada periode 2009 dan 2008, tercatat atas nama pemegang saham Perusahaan. Di dalam tanah tersebut, diantaranya seluas ± 8.000 m2 saat ini masih dalam proses perkara (Catatan 37.b). Tanah Perusahaan di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara dengan HGB No. 649 luas sebesar 1.585 m2 dengan nilai perolehan sebesar Rp 146.930.599 pada periode 2009 dan 2008, tercatat atas nama PT Regional Engineering and Alumunium Manufacturing & Co. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Tanah Perusahaan di Jl. Pasir Putih yang merupakan bagian dari tanah HPL no. 1 dengan nilai perolehan sebesar Rp 2.603.109.386 pada periode 2009 dan 2008 diantaranya seluas ± 14.322 m2, dalam proses perkara dan di tahun 2007 telah terdapat putusan Mahkamah Agung atas perkara tersebut (Catatan 37.d). Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, aset real estat Perusahaan berupa rumah tinggal telah diasuransikan kepada PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Bangun Askrida, dan PT Asuransi Himalaya terhadap risiko kebakaran, bencana alam dan risiko Iainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar Rp 30.969.500.000. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi adalah cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin dialami Perusahaan.

DRAFT 23
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

13.

Aset Tetap
1 Januari Rp Biaya Perolehan: Tanah Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Peralatan Kendaraan Kapal Binatang Aktiva Dalam Penyelesaian Tanah Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Peralatan Jumlah Akumulasi Penyusutan: Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Peralatan Kendaraan Kapal Binatang Jumlah Nilai Buku 11.587.876.245 252.874.032.616 241.185.338.213 292.707.929.439 42.767.636.604 11.427.872.652 3.646.316.307 3.169.762.845 5.019.072.131 4.484.166.911 677.640.639 1.288.590.394 -870.836.234.996 92.107.230.960 118.008.906.728 212.240.500.379 36.043.395.359 6.475.340.627 3.031.888.315 1.857.311.780 469.764.574.148 401.071.660.848 Penambahan Rp -57.586.000 425.548.265 2.204.767.427 724.926.033 383.572.500 239.509.203 -4.714.736.195 12.963.610.565 17.724.807.432 7.181.059.685 1.234.632.279 47.854.755.584 10.357.192.785 24.421.958.330 19.406.360.756 1.979.438.828 957.773.707 136.141.201 226.893.551 57.485.759.158 2009 Pengurangan Rp --31.069.273 18.916.767 718.306.666 324.299.999 -------1.092.592.705 -31.069.273 18.916.767 616.423.681 202.900.000 --869.309.721 Reklasifikasi Rp ---432.850.000 ---------(432.850.000) -----------

30 September
Rp 11.587.876.245 252.931.618.616 241.579.817.205 295.326.630.099 42.774.255.971 11.487.145.153 3.885.825.510 3.169.762.845 9.733.808.326 17.447.777.476 18.402.448.071 8.036.800.079 1.234.632.279 917.598.397.875 102.464.423.745 142.399.795.785 231.627.944.368 37.406.410.506 7.230.214.334 3.168.029.516 2.084.205.331 526.381.023.585 391.217.374.290

DRAFT 24
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

1 Januari Rp Biaya Perolehan: Pemilikan Langsung Tanah Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Peralatan Kendaraan Kapal Binatang Aktiva Dalam Penyelesaian Tanah Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Kendaraan Aktiva Sewa Guna Usaha Kendaraan Jumlah Akumulasi Penyusutan: Pemilikan Langsung Bangunan Sarana dan Prasarana Mesin dan Perlengkapan Peralatan Kendaraan Kapal Binatang Aktiva Sewa Guna Usaha Kendaraan Jumlah Nilai Buku

Penambahan Rp

2008 Pengurangan Rp

Reklasifikasi Rp

30 September
Rp

13.924.952.468 229.485.622.877 170.195.257.301 269.370.246.556 39.045.956.510 7.572.098.306 4.124.955.572 2.679.694.216 1.372.313.027 12.605.301.498 13.990.559.569 11.705.678.513 -125.400.000 776.198.036.413

-524.934.800 42.628.500 2.648.982.890 1.186.808.512 1.888.761.277 --5.921.573.258 8.099.615.516 19.927.350.925 12.248.151.832 1.424.650.965 -53.913.458.475

-388.445.621 325.813.655 273.887.490 87.270.604 200.203.090 634.139.265 -------1.909.759.725

(2.337.076.223) 411.361.082 2.185.647.800 616.303.500 197.026.400 125.400.000 ---(588.825.082) (2.205.210.200) (616.303.500) -(125.400.000) (2.337.076.223)

11.587.876.245 230.033.473.138 172.097.719.946 272.361.645.456 40.342.520.818 9.386.056.493 3.490.816.307 2.679.694.216 7.293.886.285 20.116.091.932 31.712.700.294 23.337.526.845 1.424.650.965 -825.864.658.940

81.085.468.064 96.765.876.120 184.856.319.605 32.594.593.865 5.924.741.485 3.323.813.790 1.699.531.171 63.679.686 406.314.023.786 369.884.012.627

9.695.981.213 16.958.452.068 22.939.065.496 2.822.780.145 569.889.068 179.359.304 147.541.957 -53.313.069.251

388.445.621 268.458.147 263.465.082 56.229.822 200.203.090 510.110.992 --1.686.912.754

----63.679.686 --(63.679.686) --

90.393.003.656 113.455.870.041 207.531.920.019 35.361.144.188 6.358.107.149 2.993.062.102 1.847.073.128 -457.940.180.283 367.924.478.657

Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
2009 Rp Beban Langsung (Catatan 27) Beban Umum dan Administrasi (Catatan 28) Jumlah 51.786.248.714 5.699.510.444 57.485.759.158 2008 Rp 47.957.283.425 5.355.785.826 53.313.069.251

Aset tetap PT SI disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda, kecuali untuk bangunan dan prasarana dilakukan dengan metode garis lurus, dengan rincian sebagai berikut:
2009 Rp Biaya Perolehan Akumulasi Penyusutan Jumlah 26.149.707.092 (13.031.906.307) 13.117.800.785 2008 Rp 20.005.655.804 (10.509.382.266) 9.496.273.538

DRAFT 25
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Perusahaan memiliki tanah yang terletak di Jakarta Utara, dengan hak legal berupa Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Pemda DKI, seluas 4.779.120 m2. Perusahaan dan Perusahaan Anak juga memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Jakarta Utara dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang berjangka waktu 20 (dua puluh) tahun, yang akan jatuh tempo antara tahun 2021 sampai 2028. Untuk HPL, selama tanah tersebut dipergunakan untuk industri, perumahan dan rekreasi, Perusahaan akan tetap mempunyai hak untuk mengelolanya. PT SI memiliki sebidang tanah yang terletak di Jl. Karang Bolong, Jakarta Utara dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) tahun yang akan jatuh tempo tahun 2017. Seluruh aset tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Bangun Askrida, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Rama Satria, PT Asuransi Zurich Indonesia, China Insurance, PT Asuransi Himalaya Pelindung, PT Asuransi Jasa Indonesia terhadap risiko gempa bumi, kebakaran, pencurian dan risiko Iainnya dengan jumlah pertanggungan sebagai berikut:
2009 Rp Rupiah USD 504.487.942.580 50.397.231 2008 Rp 441.743.313.059 45.816.665

Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. 14. Aset Lain-lain
2009 Rp Beban Tangguhan - Hak atas Tanah Aset KSO Perangkat Lunak Komputer Jumlah Dikurangi : Akumulasi Amortisasi Jumlah Lain-lain Jumlah 12.862.304.663 4.382.119.027 3.893.129.126 21.137.552.816 (5.192.619.410) 15.944.933.406 574.305.287 16.519.238.693 2008 Rp 12.862.304.663 17.128.902.060 3.653.669.126 33.644.875.849 (4.262.868.353) 29.382.007.496 911.791.286 30.293.798.782

DRAFT 26
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Aset KSO merupakan aset tanah Perusahaan yang dikelola oleh investor dalam rangka kerja sama operasi, dengan pola kerja sama sebagai berikut:
2009 Rp Kerja Sama Built, Operate, and Transfer (BOT) PT Wahana Agung Indonesia (Catatan 36.f) PT Laras Tropika Nusantara (Catatan 36.a) PT Karsa Surya Indonusa (Catatan 36.d) PT Pilar Perkasa (Catatan 36.l) PT Dipa Jaya Minitta (Catatan 36.e) Jumlah 4.104.985.019 247.161.551 29.972.457 --4.382.119.027 2008 Rp 4.104.985.019 247.161.551 29.972.457 2.401.878.826 10.344.904.207 17.128.902.060

Perangkat lunak komputer merupakan biaya ditangguhkan atas perolehan perangkat lunak komputer dan diamortisasi selama masa manfaat dari perangkat tersebut, yaitu 5 (lima) tahun. Jumlah beban amortisasi untuk periode 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 270.948.946 dan Rp 320.325.389. Pada tahun 1994, PT SI memperoleh Hak Pengelolaan atas pulau Bidadari di Kepulauan Seribu seluas 38.220 m2 dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (Pemda DKI) Jakarta, sebagaimana tersebut dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) No. 3280/1.711.5 tanggal 12 Oktober 1994, dengan jangka waktu 20 tahun. Pada tahun 2003, telah terjadi peningkatan status SIPPT tersebut menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai sebagaimana tersebut dalam HGB No. 255 tanggal 31 Juli 2003 dan Hak Pakai No. 19 tanggal 25 September 2003. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur Hak Guna Bangunan. Beban Tangguhan – Hak atas Tanah juga merupakan biaya pengurusan legal hak atas tanah Perusahaan. Jumlah beban amortisasi untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 masingmasing sebesar Rp 468.568.423 dan Rp 513.313.429. Pada tahun 2009, aset lain-lain terutama merupakan uang jaminan atas impor peralatan pertunjukan di Dunia Fantasi dan pada tahun 2008 diantaranya merupakan uang jaminan impor peralatan sehubungan pertunjukan Police Academy di PT TIJA.

DRAFT 27
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

15.

Hutang Usaha Akun ini merupakan hutang usaha dalam mata uang Rupiah dengan rincian sebagai berikut:
2009 Rp Hutang Pihak Hubungan Istimewa PT Arkonin (Catatan 34.e) PT Jaya Teknik Indonesia (Catatan 34.b) PT Jaya Gas Indonesia (Catatan 34.c) PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (Catatan 34.d) Jumlah Hutang Pihak Ketiga Operasional PT ISS Indonesia PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500.000.000) Jumlah Barang Dagangan PT Sinar Sosro PT Tirta Purbalingga Adijaya Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500.000.000) Jumlah Properti PT Bintang Muara Group PT Sameko Teknindo PT Duta Bina Waraga PT Jaka Satya Rama PT Lima Bintang Unggul Inti PT Tunas Jaya Sanur PT Indonesia Nihon Seima Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500.000.000) Jumlah Jumlah Jumlah 240.136.364 61.751.461 8.857.000 1.974.150 312.718.975 2008 Rp 203.806.818 23.921.700 --227.728.518

854.969.727 -10.033.012.093 10.887.981.820 1.492.478.000 419.358.637 7.306.685.493 9.218.522.130 4.047.053.098 955.305.000 858.168.138 852.571.060 544.909.090 22.640.227 -2.041.462.352 9.322.108.965 29.428.612.915 29.741.331.890

255.962.052 1.963.134.007 9.485.101.852 11.704.197.911 1.531.711.600 527.949.154 2.732.338.180 4.791.998.934 -----1.003.274.433 513.506.246 1.384.584.130 2.901.364.809 19.397.561.654 19.625.290.172

Jumlah hutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
2009 Rp Belum Jatuh Tempo Sudah Jatuh Tempo 1 s/d 30 hari 31 s/d 60 hari 61 s/d 90 hari > 90 hari Jumlah 24.482.934.559 1.499.085.594 948.792.549 143.134.813 2.667.384.375 29.741.331.890 2008 Rp 13.980.269.123 2.941.634.243 459.417.320 130.696.211 2.113.273.275 19.625.290.172

DRAFT 28
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

16.

Hutang Lain-lain
2009 Rp Kontraktor dan Pembelian Aset Tetap Lain-lain Jumlah 13.021.157.535 2.429.254.251 15.450.411.786 2008 Rp 11.880.817.414 580.915.558 12.461.732.972

Hutang kontraktor dan pembelian aset tetap terutama merupakan hutang PT TIJA sehubungan dengan kegiatan pembangunan dan renovasi di unit-unit Dufan, Putri Duyung dan Taman Pantai. Hutang lain-lain merupakan hutang Perusahaan dan PT TIJA sehubungan dengan kegiatan perbaikan dan pemeliharaan. 17. Hutang Pajak
2009 Rp Pajak Penghasilan Badan (Catatan 30) Pajak Penghasilan Final (Catatan 30) Pajak Penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 25 Pajak Pertambahan Nilai Pajak Pembangunan I Jumlah 8.883.245.642 3.337.228.694 1.149.780.245 638.546.861 1.842.294.417 10.557.128.967 577.775.429 26.986.000.255 2008 Rp 604.951.830 1.708.399.199 1.126.014.231 142.636.068 4.870.537.875 11.038.693.348 648.719.021 20.139.951.572

18.

Biaya Masih Harus Dibayar
2009 Rp Gaji Operasional Jasa Pelayanan Pemeliharaan Estimasi Kerugian Perkara Program Pensiun Jasa Profesional Lain-lain Jumlah 24.709.876.437 23.656.762.872 5.696.833.716 2.050.613.925 1.078.639.289 303.108.373 262.200.000 2.577.257.204 60.335.291.816 2008 Rp 26.264.635.450 11.147.772.079 3.420.317.913 1.343.966.020 1.078.639.289 5.080.358.158 188.354.749 1.383.133.153 49.907.176.811

Estimasi kerugian perkara merupakan estimasi atas kerugian perkara tanah yang dibentuk berdasarkan putusan Mahkamah Agung (Catatan 37.b).

DRAFT 29
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

19.

Pendapatan Diterima di Muka
2009 Rp Penjualan Tanah dan Bangunan Penyelenggaraan Pertunjukan Sewa Lain-lain Jumlah 8.584.005.451 4.685.993.168 2.338.471.402 3.376.362.842 18.984.832.863 2008 Rp 21.167.367.960 17.854.223.837 2.223.718.560 2.409.631.388 43.654.941.745

Pendapatan diterima di muka atas penjualan tanah dan bangunan untuk tahun 2009 dan 2008 sebagian besar merupakan uang muka atas penjualan tanah reklamasi Ancol Barat. 20. Hutang Bank Merupakan hutang PT Seabreez Indonesia kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atas fasilitas modal kerja berupa pinjaman rekening koran dengan jumlah maksimum sebesar Rp 2.000.000.000 dengan tingkat bunga 12% per tahun. Fasilitas ini telah jatuh tempo pada bulan Pebruari 2009 dan telah diperpanjang hingga bulan Pebruari 2010 yang dijamin dengan sebidang tanah berikut bangunan diatasnya berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan No 255/Pulau Untung Jawa seluas 37.571 m2 yang terletak di pulau Bidadari. 21. Hutang Obligasi
2009 Rp Obligasi I Jaya Ancol Tahun 2007 Seri A Seri B Jumlah Biaya Emisi Obligasi Akumulasi Amortisasi Jumlah Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Hutang Obligasi Jangka Panjang 80.000.000.000 120.000.000.000 200.000.000.000 (2.281.517.421) 1.308.932.357 199.027.414.936 (79.610.965.974) 119.416.448.962 2008 Rp 80.000.000.000 120.000.000.000 200.000.000.000 (2.281.517.421) 1.017.564.872 198.736.047.451 -198.736.047.451

Pada tanggal 20 Juni 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk menerbitkan Obligasi I Jaya Ancol Tahun 2007. Nilai nominal obligasi adalah Rp 200.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,975% untuk Obligasi Seri A sebesar Rp 80.000.000.000 dan 10,4% untuk Obligasi Seri B sebesar Rp 120.000.000.000. Jangka waktu penyelesaian obligasi yaitu 3 (tiga) tahun untuk Obligasi Seri A dan 5 (lima) tahun untuk Obligasi Seri B, dan masing-masing akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juni 2010 dan 27 Juni 2012. Pada tanggal 28 Juni 2007, obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Surabaya). Bertindak selaku wali amanat adalah PT Bank Permata Tbk. Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-50/PM/1996 tanggal 27 Januari 1996, Perusahaan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). DRAFT 30
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah) Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat No. 615/PEFDir/VI/2009 tanggal 26 Juni 2009 dari PT Pefindo, Obligasi I Jaya Ancol Tahun 2007 mendapat peringkat id A+ (Single A Plus; Stable Outlook) yang berarti memiliki dukungan kemampuan obligator yang kuat dibandingkan entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan. 22. Uang Jaminan
2009 Rp Penyewaan dan Pengelolaan Lahan (Catatan 36.f) Tiket Rombongan Penjualan Lahan (Catatan 36.l) Jumlah 13.030.775.463 2.360.401.069 -15.391.176.532 2008 Rp 4.370.187.901 1.726.862.085 1.500.000.000 7.597.049.986

23.

Hak Minoritas Akun ini merupakan hak minoritas atas aset bersih dan laba bersih Perusahaan Anak PT SI.

24.

Modal Saham
Jumlah Saham Nama Pemegang Saham Pemerintah DKI Jakarta Saham Seri A Saham Seri C Jumlah PT Pembangunan Jaya Saham Seri B Saham Seri C Jumlah Masyarakat (masing-masing di bawah 5%, Saham Seri C) Jumlah 1 1.151.999.998 1.151.999.999 1 288.099.998 288.099.999 159.900.000 1.599.999.998 0,00% 72,00% 72,00% 0,00% 18,01% 18,01% 9,99% 100,00% 2009 dan 2008 Persentase Pemillikan Jumlah Modal Disetor Rp 500 287.999.999.500 288.000.000.000 500 72.024.999.500 72.025.000.000 39.975.000.000 400.000.000.000

Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 13 April 2006 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 58 tanggal 13 April 2006 dari Notaris Sutjipto S.H., M.Kn., yang telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusannya No.C-3736 HT.01.04.TH.2006, para pemegang saham memutuskan antara lain: 1. Pemecahan nilai nominal setiap saham seri C dari Rp 500 menjadi Rp 250 per saham. 2. Perubahan pasal 4 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 Anggaran Dasar Perusahaan sebagai berikut: Modal dasar berjumlah Rp 1.440.000.000.000 terbagi atas: − 1 saham seri A dengan nilai nominal Rp 500; − 1 saham seri B dengan nilai nominal Rp 500, dan − 5.759.999.996 saham seri C dengan nilai nominal Rp 250. DRAFT 31
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

3. 100% dari nilai nominal setiap saham yang telah ditempatkan tersebut atau seluruhnya berjumlah Rp 400.000.000.000 telah disetor penuh ke kas Perusahaan dengan cara sebagai berikut: a. Sebesar Rp 360.000.000.000 merupakan setoran lama Perusahaan, dan b. Sebesar Rp 40.000.000.000 dengan cara tunai dalam rangka penawaran umum perdana kepada masyarakat. Tahun 2009 dan 2008 Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan diambil bagian yaitu oleh: − Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, sebanyak 1 saham seri A dan 1.151.999.998 saham seri C saham dengan nilai nominal sebesar Rp 288.000.000.000; − PT Pembangunan Jaya sebanyak 1 saham seri B dan 287.999.998 saham seri C atau dengan nilai nominal sebesar Rp 72.000.000.000, dan 100.000 saham seri C atau dengan nilai nominal sebesar Rp 25.000.000 yang diperoleh dari secondary market, dan − Masyarakat, sebanyak 159.900.000 saham seri C atau dengan nilai nominal sebesar Rp 39.975.000.000. Jumlah: 1 saham seri A, 1 saham seri B dan 1.599.999.996 saham seri C atau dengan nilai nominal sebesar Rp 400.000.000.000. Perusahaan mengeluarkan saham Seri A, Seri B, dan Seri C dengan keterangan sebagai berikut: 1. Saham Seri A Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk mencalonkan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur dan 4 orang komisaris (termasuk 1 orang komisaris utama). Pencalonan tersebut mengikat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 2. Saham Seri B Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada PT Pembangunan Jaya untuk mencalonkan direktur utama dan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur serta 1 orang komisaris. Pencalonan tersebut mengikat RUPS. 3. Saham Seri C Saham Seri C memiliki hak yang sama dengan hak yang dimiliki saham Seri A dan Seri B, kecuali hak-hak istimewa yang dimiliki saham Seri A dan Seri B sebagaimana dijelaskan diatas.

25.

Tambahan Modal Disetor
Agio Saham Pengeluaran 80.000.000 Saham melalui Penjualan Saham Perusahaan pada Penawaran Umum Tahun 2004 2009 dan 2008 Biaya Emisi Saham Tambahan Modal Disetor Rp

42.000.000.000

(5.290.767.000)

36.709.233.000

DRAFT 32
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

26.

Pendapatan Usaha
2009 Rp Pendapatan Real Estat Tanah Pendapatan Tiket Wahana Wisata Pintu Gerbang Kapal Jumlah Pendapatan Hotel dan Restoran Restoran Kamar Jumlah Pendapatan Usaha Lainnya Barang Dagangan Sponsor Penyewaan Pengelolaan Perumahan Pertunjukan Keliling Bagi Hasil Loker dan Permainan Uang Sandar dan Iuran Pengurusan Sertifikat Lain-lain Jumlah Jumlah Dikurangi: Potongan Penjualan Jumlah Bersih 2008 Rp

36.010.336.552

172.822.108.974

234.080.873.757 115.270.412.846 2.002.863.385 351.354.149.988

187.175.458.607 103.753.580.760 2.125.207.721 293.054.247.088

29.289.498.873 13.889.436.576 43.178.935.449

20.208.146.771 13.219.985.185 33.428.131.956

22.692.983.700 15.925.030.098 15.276.819.954 8.369.846.535 4.638.903.848 4.149.827.232 3.746.048.098 1.739.556.000 1.617.301.671 217.582.833 78.373.899.969 508.917.321.957 (201.514.193) 508.715.807.764

18.889.809.289 12.577.184.516 12.552.168.056 7.269.508.486 6.248.644.220 2.607.256.601 3.198.623.236 1.675.504.500 394.731.891 893.797.220 66.307.228.015 565.611.716.033 (146.845.812) 565.464.870.221

DRAFT 33
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

27.

Beban Pokok dan Beban Langsung
2009 Rp Beban Pokok Barang Dagangan Tanah Jumlah Beban Langsung Gaji dan Upah Penyusutan (Catatan 13) Pajak Hiburan Pemeliharaan Telepon, Listrik dan Air Sub Kontrak Tenaga Kerja Penyelenggaraan Pertunjukan Alat Kerja dan Operasi Makanan dan Minuman Kantor Unit Perjalanan dan Survey Sewa Lahan Jasa Konsultasi Pembangunan Lain-lain Jumlah Jumlah 14.757.362.937 6.941.670.519 21.699.033.456 54.218.489.107 51.786.248.714 35.229.268.832 34.270.940.366 32.356.473.876 22.998.702.953 20.502.332.762 9.151.531.334 4.446.184.163 4.038.705.807 2.677.135.273 2.338.549.152 272.485.278 1.757.645.332 276.044.692.949 297.743.726.405 2008 Rp 8.630.387.768 43.647.285.914 52.277.673.682 51.333.008.879 47.957.283.425 28.812.822.247 35.541.244.406 29.649.261.394 22.055.216.948 30.646.264.059 6.650.792.090 3.248.038.113 3.915.885.609 4.245.449.718 2.191.101.097 479.158.616 3.773.380.271 270.498.906.872 322.776.580.554

28.

Beban Usaha
2009 Rp Beban Penjualan Promosi dan Penjualan Beban Umum dan Administrasi Gaji dan Upah Pajak Bumi dan Bangunan Representasi Manfaat Karyawan (Catatan 33) Jasa Profesional Penyusutan (Catatan 13) Transportasi dan Perjalanan Dinas Asuransi Kenikmatan Karyawan Pemeliharaan Telepon, Listrik dan Air Kantor Pendidikan dan Pelatihan Lain-lain Jumlah Jumlah 16.531.067.299 43.341.896.968 10.285.629.157 10.137.741.265 7.817.758.481 6.983.950.358 5.699.510.444 3.044.245.895 2.953.339.495 2.767.878.100 1.948.828.705 1.756.100.513 1.749.501.309 1.452.676.226 1.361.969.475 101.301.026.391 117.832.093.690 2008 Rp 24.713.249.932 43.673.694.627 12.165.142.876 14.114.988.473 7.845.284.926 6.643.108.529 5.355.785.826 4.378.495.497 2.035.005.293 2.446.072.143 2.565.255.961 1.913.434.300 1.627.963.309 2.095.715.284 1.669.621.794 108.529.568.838 133.242.818.770

DRAFT 34
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

29.

Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih
2009 Rp Penghasilan Bunga Penerimaan Klaim Asuransi Keuntungan (Kerugian) Penjualan Aktiva Tetap Beban Keuangan Bagian Laba (Rugi) Bersih Perusahaan Asosiasi Beban Amortisasi Emisi Obligasi Lain-lain - Bersih Jumlah 19.189.201.495 5.402.847.791 249.330.316 (15.460.869.624) (443.397.538) (430.717.152) (3.723.015.228) 4.783.380.060 2008 Rp 11.446.177.467 -(111.634.471) (12.255.147.576) 483.495.426 (430.717.152) (3.136.906.819) (4.004.733.125)

30.

Pajak Penghasilan Penghasilan (beban) pajak Perusahaan dan Perusahaan Anak terdiri dari:
2009 Rp Pajak Kini Pajak atas Pendapatan Final Pajak atas Pendapatan Bukan Final Jumlah Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak (3.873.908.328) (25.988.695.039) (29.862.603.367) 4.807.005.229 (25.055.598.138) 2008 Rp (1.848.979.328) (29.921.907.600) (31.770.886.928) 2.615.020.584 (29.155.866.344)

Pajak Kini Pajak Final Perhitungan beban dan hutang pajak penghasilan final untuk periode yang berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 Rp Pendapatan yang dikenakan Pajak Final Perusahaan Perusahaan yang Sudah Dieliminasi dengan PT TIJA Perusahaan Anak PT TIJA PT SI Jumlah Pendapatan Properti Jumlah Beban Pajak Final Hutang Pajak Tahun Sebelumnya Pembayaran Pajak Final Periode Berjalan Penyesuaian Pajak Hutang Pajak Final (Catatan 17) 7.930.438.692 3.075.000.000 8.273.081.618 1.547.526.293 20.826.046.603 36.010.336.552 56.836.383.155 3.873.908.328 1.239.726.664 (1.721.972.521) (54.433.777) 3.337.228.694 2008 Rp 8.409.670.347 3.000.000.000 5.973.422.566 1.106.700.368 18.489.793.281 -18.489.793.281 1.848.979.328 968.276.100 (1.108.856.229) -1.708.399.199

DRAFT 35
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah) Pajak Bukan Final Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan laba kena pajak (rugi fiskal) adalah sebagai berikut:
2009 Rp Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laba Sebelum Pajak Perusahaan Anak Bagian Rugi (Laba) yang Telah Diperhitungkan Pajak Penghasilan Final Laba (Rugi) Sebelum Pajak Perusahaan Perbedaan Temporer Perbedaan Penyusutan dan Amortisasi Manfaat Karyawan Jumlah Perbedaan yang Tidak Dapat Diperhitungkan Menurut Fiskal Representasi Bagian Rugi (Laba) Bersih Perusahaan Asosiasi Bonus Karyawan dan Tantiem Penghasilan Bunga Lain-lain Jumlah Laba Kena Pajak (Rugi Fiskal) 97.923.367.729 (130.753.579.652) 14.883.056.398 (17.947.155.525) 784.257.256 914.335.362 1.698.592.618 963.462.636 443.397.538 (7.530.912.108) (5.957.533.558) 769.970.833 (11.311.614.659) (27.560.177.566) 2008 Rp 105.440.737.772 (59.654.113.035) (7.749.146.892) 38.037.477.845 (115.728.984) 1.043.867.993 928.139.009 2.258.032.064 (483.495.426) (2.472.697.254) (4.597.760.540) 3.140.342.302 (2.155.578.854) 36.810.038.000

Perhitungan beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut:
2009 Rp Tarif Pajak yang Berlaku 10% x Rp 50.000.000 15% x Rp 50.000.000 30% xRp 36.710.038.000 Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak Jumlah Dikurangi: Pajak Dibayar di Muka Pajak Penghasilan Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Jumlah Kurang (Lebih) Bayar Pajak Kini (Catatan 9 dan 17) Rincian Perusahaan Perusahaan Anak TIJA SBI Jumlah ----25.988.695.039 25.988.695.039 2008 Rp 5.000.000 7.500.000 11.013.011.400 11.025.511.400 18.896.396.200 29.921.907.600

17.611.397 -17.087.838.000 17.105.449.397 8.883.245.642 -8.883.245.642 -8.883.245.642

43.136.720 30.711.658 44.509.051.019 44.582.899.397 (14.660.991.797) (14.745.486.875) 604.951.830 (520.456.752) (14.660.991.797)

DRAFT 36
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Pajak Tangguhan Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Pada tahun 2009, perhitungan pajak tangguhan digunakan tarif pajak sebesar 28% menggantikan tarif pajak sebelumnya sebesar 30%. Rincian dari aset (kewajiban) pajak tangguhan Perusahaan dan Perusahaan Anak adalah sebagai berikut:
1 Jan 2009 Dikreditkan ( Dibebankan ) Ke Laporan Laba Rugi Rp Koreksi Tidak Terpulihkan Rp Total Dikreditkan ( Dibebankan ) Ke Laporan Laba Rugi Rp 30 Sep 2009

Rp Aktiva (Kewajiban) Pajak Tangguhan Perusahaan Penyusutan dan Amortisasi Rugi Fiskal Manfaat Karyawan Jumlah Perusahaan Anak PT TIJA PT SI Jumlah Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

Rp

304.457.669 -5.237.696.552 5.542.154.221 6.361.559.428 49.624.513 6.411.183.941 11.953.338.162 11.953.338.162

219.592.032 7.716.849.560 256.013.901 8.192.455.493 (2.582.083.214) 64.229.325 (2.517.853.889) 5.674.601.604

(900.295.498) -18.157.321 (882.138.177) 14.541.802 -14.541.802 (867.596.375)

(680.703.466) 7.716.849.560 274.171.222 7.310.317.316 (2.567.541.412) 64.229.325 (2.503.312.087) 4.807.005.229

(376.245.797) 7.716.849.560 5.511.867.774 12.852.471.537 3.794.018.016 113.853.838 3.907.871.854 16.760.343.391 16.760.343.391

1 Jan 2008

Rp Aktiva Pajak Tangguhan Perusahaan Penyusutan dan Amortisasi Manfaat Karyawan Jumlah Perusahaan Anak PT TIJA PT SI Jumlah Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

Dikreditkan ( Dibebankan ) Ke Laporan Laba Rugi Rp

Koreksi Tidak Terpulihkan Rp

Total Dikreditkan ( Dibebankan ) Ke Laporan Laba Rugi Rp

30 Sep 2008

Rp

298.019.598 5.485.447.747 5.783.467.345 4.879.608.152 34.385.297 4.913.993.449 10.697.460.794 10.697.460.794

(34.718.695) 313.160.398 278.441.703 1.969.057.771 46.036.742 2.015.094.513 2.293.536.215

(13.777.670) (62.539.534) (76.317.204) 397.801.573 -397.801.573 321.484.369

(48.496.365) 250.620.864 202.124.499 2.366.859.344 46.036.742 2.412.896.086 2.615.020.584

249.523.233 5.736.068.611 5.985.591.844 7.246.467.496 80.422.039 7.326.889.535 13.312.481.378 13.312.481.378

DRAFT 37
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2009 Rp Laba Sebelum Pajak Penghasilan Menurut Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laba Sebelum Pajak Perusahaan Anak Bagian Rugi (Laba) yang Telah Diperhitungkan Pajak Penghasilan Final Laba (Rugi) Sebelum Pajak Perusahaan Penghasilan (Beban) Pajak pada Tarif Pajak yang Berlaku Pengaruh Pajak atas Beban yang Tidak Dapat Diperhitungkan Menurut Fiskal Koreksi Tidak Terpulihkan Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak Pajak Penghasilan Final Perusahaan Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak Perusahaan Beban Pajak Perusahaan Anak Jumlah Konsolidasi 97.923.367.729 (130.753.579.652) 14.883.056.398 (17.947.155.525) 5.025.203.547 3.167.251.946 (882.138.177) 7.310.317.316 (2.901.060.696) 4.409.256.620 (29.464.854.758) (25.055.598.138) 2008 Rp 105.440.737.772 (59.654.113.035) (7.749.146.892) 38.037.477.845 (11.393.743.354) 646.673.655 (76.317.204) (10.823.386.902) (1.140.967.035) (11.964.353.937) (17.191.512.407) (29.155.866.344)

31.

Laba Per Saham Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:
2009 Rp Laba Bersih Rata-rata Saham Beredar (Catatan 2.t) Laba per Saham 72.823.222.453 1.599.999.996 46 2008 Rp 76.196.442.532 1.599.999.996 48

32.

Dividen dan Cadangan Umum Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 20 Mei 2009 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 6 tertanggal 20 Mei 2009 dari Notaris Wahyu Nurani, S.H, pemegang saham menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2008 sebesar 45,2% dari laba bersih tahun buku 2008 atau sebesar Rp 37,35 per lembar saham; atau seluruhnya sebesar Rp 59.759.999.925 dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Rp 1.322.350.000. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 10 Juni 2008 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 76 tertanggal 10 Juni 2008 dari Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn., pemegang saham menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2007 sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2007 atau sebesar Rp 35,20 per lembar saham; atau seluruhnya sebesar Rp 56.319.859.328 dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Rp 1.408.671.183.

DRAFT 38
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Jadual pembayaran dividen dan tata caranya diserahkan kepada Direksi dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 33. Kewajiban Manfaat Karyawan Program Pensiun Imbalan Pasti Perusahaan dan Perusahaan Anak menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Program ini memberikan imbalan manfaat karyawan berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan kewajiban manfaat karyawan adalah sebagai berikut: 2009 dan 2008 Tingkat Kematian Umur Pensiun Normal Tingkat Cacat Kenaikan Gaji Tingkat Bunga Aktuaria Tingkat Hasil Investasi yang Diharapkan Perhitungan Manfaat Pensiun Tingkat Pengunduran Diri : : : : : : : : Mengikuti The 1949 Annuity Mortality Table (Modified) 55 Tahun 1% Setahun 8% Setahun 10% Setahun 10% Setahun Projected Unit Credit 1% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampaii dengan usia 54 tahun

Beban pensiun untuk periode enam bulan yang berakhir 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 7.872.591.319 dan Rp 5.958.183.059 dan jumlah kewajiban imbalan pasca kerja pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 303.108.373 dan Rp 5.080.358.158. Imbalan Manfaat Karyawan Lainnya Perusahaan dan Perusahaan Anak membukukan manfaat karyawan lainnya untuk karyawan sesuai dengan peraturan Perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan manfaat karyawan tersebut adalah 1.013 dan 1.033 karyawan pada periode 2009 dan 2008. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian beban manfaat karyawan dan kewajiban manfaat karyawan lainnya adalah sebagai berikut: 2009 dan 2008 Tingkat Kematian Umur Pensiun Normal Tingkat Cacat Kenaikan Gaji Tingkat Bunga Aktuaria Tingkat Hasil Investasi yang Diharapkan Perhitungan Manfaat Pensiun Tingkat Pengunduran Diri : : : : : : : : Mengikuti Tabel Mortalita Indonesia II Tahun 2000 55 Tahun 10% Setahun 10% dan 8% Setahun 12,051% dan 10% Setahun 10% Setahun Projected Unit Credit 1% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampai dengan usia 54 Tahun DRAFT 39
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah) Beban manfaat karyawan untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 7.817.758.481 dan Rp 7.845.284.926 dan jumlah kewajiban manfaat karyawan pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 47.195.833.538 dan Rp 47.588.275.520. 34. Sifat dan Transaksi Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa PT Pembangunan Jaya dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta adalah pemegang saham Perusahaan. PT Bank DKI (Bank DKI) adalah perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan, yaitu Pemda DKI Jakarta. PT Philindo Sporting Amusement and Tourism Corporation (PT Philindo) merupakan perusahaan asosiasi. PT Jaya CM, PT Jaya Teknik Indonesia, PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator, PT Arkonin dan PT Jaya Gas Indonesia adalah perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan, yaitu PT Pembangunan Jaya. Transaksi-transaksi Hubunqan Istimewa Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan dan Perusahaan Anak melakukan transaksi tertentu dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa, meliputi antara lain: a. Perusahaan mengadakan transaksi dengan PT Jaya CM sehubungan konsultasi proyek pembangunan infrastruktur reklamasi Ancol Barat sebesar Rp 111.520.497 dan Rp 2.520.096.349 masing-masing untuk periode 2009 dan 2008. b. Pada tahun 2009 dan 2008, hutang kepada PT Jaya Teknik Indonesia berasal dari transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan atas pekerjaan perbaikan kebocoran AC Chiller 3 Sys 1 dan penambahan Freon R 22 Genetron serta penggantian oli Chiller 1 Sys AC Chiller gedung Cordova Tower dan PT TIJA atas pekerjaan pembersihan kolam dan instalasi Gelanggang Samudera Ancol dengan nilai transaksi masing-masing sebesar Rp 252.737.844 dan Rp 197.869.548. Pada tanggal neraca, hutang atas transaksi ini meliputi 0,014% dan 0,005% dari jumlah kewajiban konsolidasi masing-masing pada periode 2009 dan 2008. c. Pada tahun 2009, hutang kepada PT Jaya Gas Indonesia berasal dari transaksi pembelian bahan bakar gas yang dilakukan oleh PT TIJA untuk keperluan restoran di Putri Duyung Ancol. Pada tanggal neraca, hutang atas transaksi ini meliputi 0,002% dari jumlah kewajiban konsolidasi. d. Pada tahun 2009 hutang kepada PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator berasal dari transaksi yang dilakukan oleh Perusahaan untuk pekerjaan pemeliharaan dan perawatan 3 unit Elevator di Cordova Tower sebesar Rp 30.458.780. Pada tanggal neraca, hutang atas transaksi ini meliputi 0,0004 % dari jumlah hutang konsolidasi. e. Pada tahun 2009, Perusahaan dan Perusahaan Anak mengadakan transaksi dengan PT Arkonin untuk pekerjaan jasa detail engineering Marina dan perencanaan arsitektur, struktur serta MEP (Mechanical, Electrical and Planning) Proyek Banquette Hall Putri Duyung Ancol sebesar Rp 447.500.000. Pada tahun 2008 Perusahaan mengadakan transaksi dengan PT Arkonin untuk pekerjaan perancangan arsitektur water treatment sebesar Rp 502.400.000. Pada tanggal neraca, hutang atas transaksi ini meliputi 0,057% dan 0,051% dari jumlah kewajiban konsolidasi masingmasing pada periode 2009 dan 2008. f. Beban pokok penjualan dan beban langsung sampai dengan 30 September 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 1.886.178.420 dan Rp 1.701.860.400 atau sebesar 0,63% dan 0,53% yang dilakukan PT TIJA dengan PT Philindo untuk sewa lahan parkir di wahana Dufan. Pada tanggal 30 September 2009, PT TIJA membukukan biaya masih harus dibayar sebesar Rp 1.047.286.800 dan sebesar Rp 1.047.286.800 dibukukan sebagai biaya dibayar dimuka pada tahun 2008.

DRAFT 40
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah) g. Pada tahun 2009 dan 2008 Bank DKI bekerjasama dengan TIJA untuk mempromosikan perusahaannya di kawasan Ancol dan membuka Kantor Cabang Pembantu serta Anjungan Tunai Mandiri. Atas kerjasama ini PT TIJA mengakui pendapatan sponsor sebesar Rp 750.000.000 untuk periode 2009 dan 2008 atau sebesar 0,14% dan 0,13% dari jumlah pendapatan usaha konsolidasi. 35. Informasi Segmen Usaha Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini Perusahaan dan Perusahaan Anak membagi segmen usaha sesuai dengan kegiatan usahanya yaitu: pariwisata, real estat serta perdagangan dan jasa. Kelompokkelompok tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen Perusahaan dan Perusahaan Anak. Kegiatan utama kelompok tersebut terdiri dari: Pariwisata Real Estat Perdagangan dan Jasa : Mengelola kawasan wisata dan penginapan wisata : Pembangunan, penjualan dan penyewaan properti : Penjualan barang dagangan, jasa sarana transportasi laut
Perdagangan dan Jasa 49.359.282.633

Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
Tahun 2009 PENDAPATAN HASIL Hasil Segmen Pariwisata 412.771.025.988 Real Estat 51.303.780.339 Eliminasi (4.718.281.196) Jumlah 508.715.807.764

113.864.062.649

18.599.608.902

15.897.227.672

4.718.281.196

153.079.180.419 (59.939.192.749) 93.139.987.669 19.189.201.495 249.330.316 (15.460.869.624) (443.397.538) 1.249.115.411 97.923.367.729 (25.055.598.138) 72.867.769.591 (44.547.138) 72.823.222.453

Beban Langsung dan Usaha Tidak dapat Dialokasikan Laba Usaha Penghasilan Bunga Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap Beban Keuangan Bagian Rugi Bersih Perusahaan Asosiasi Lain-lain - Bersih Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Laba Sebelum Hak Minoritas Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Laba Bersih Aktiva Aktiva Segmen Aktiva yang Tidak Dapat Dialokasi Total Aktiva Kewajiban Kewajiban Segmen Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi Total Kewajiban

360.044.762.718

506.292.342.054

28.075.292.778

(366.649.709.929)

527.762.687.622 791.051.353.760 1.318.814.041.382 83.974.220.789 331.063.246.818 415.037.467.607 47.854.755.584 58.655.993.679 7.817.758.481

57.924.545.873

37.828.678.776

14.057.576.636

(25.836.580.496)

Pengeluaran Modal Penyusutan dan Amortisasi Beban Non-Kas selain Penyusutan dan Amortisasi Tidak Dapat Dialokasikan

DRAFT 41
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Tahun 2008 PENDAPATAN HASIL Hasil Segmen

Pariwisata 359.849.188.969

Real Estat 187.265.096.245

Perdagangan dan Jasa 22.918.914.329

Eliminasi (4.568.329.322)

Jumlah 565.464.870.221

57.418.433.047

105.508.752.162

10.519.032.099

4.589.889.322

178.036.106.630 (68.590.635.733) 109.445.470.897 11.446.177.467 483.495.426 (12.255.147.576) (111.634.471) (3.567.623.971) 105.440.737.772 (29.155.866.344) 76.284.871.428 (88.428.896) 76.196.442.532

Beban Langsung dan Beban Usaha tidak dapat Dialokasikan Laba Usaha Penghasilan Bunga Bagian Laba Bersih Perusahaan Asosiasi Beban Keuangan Kerugian Penjualan Aktiva Tetap Lain-lain - Bersih Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Laba Sebelum Hak Minoritas Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Laba Bersih Aktiva Aktiva Segmen Aktiva yang Tidak Dapat Dialokasi Total Aktiva Kewajiban Kewajiban Segmen Kewajiban yang Tidak Dapat Dialokasi Total Kewajiban

352.965.467.443

550.450.387.753

12.563.332.159

(330.312.167.285)

585.667.020.070 642.967.938.760 1.228.634.958.830

58.324.764.367

37.502.663.339

4.983.841.407

(3.966.488.585)

96.844.780.528 303.604.913.303 400.449.693.831 53.913.458.475 54.577.425.221 7.845.284.926

Pengeluaran Modal Penyusutan dan Amortisasi Beban Non-Kas selain Penyusutan dan Amortisasi Tidak Dapat Dialokasikan

Perusahaan dan Perusahaan Anak tidak menyajikan segmen geografis karena seluruh usaha Perusahaan dan Perusahaan Anak terkonsentrasi pada satu lokasi di Ancol, Jakarta Utara. 36. Ikatan
a. Pada tanggal 21 September 1992, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Laras

Tropika Nusantara (LTN) untuk membangun, mengelola serta mengalihkan hak atas sarana hiburan ”Undersea World Indonesia” di Taman Impian Jaya Ancol. Proyek tersebut dilaksanakan di atas lahan Hak Pengelolaan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta seluas 30.000 m2 yang disediakan Perusahaan. LTN memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut selama 20 tahun terhitung sejak pengoperasian atau berakhir tanggal 3 Juni 2014. Setelah masa perjanjian berakhir, LTN akan mengembalikan tanah dan bangunan beserta sarana penunjangnya kepada Perusahaan, namun LTN memiliki hak opsi untuk memperpanjang masa pengelolaan maksimal 20 tahun. Atas kerja sama tersebut, Perusahaan berhak mendapatkan imbalan sebesar 5% dari seluruh hasil penjualan tiket masuk dan 6% dari seluruh pendapatan dari penjualan makanan dan minuman serta barang dagang atau jasa lainnya (Catatan 14). Pendapatan pada periode 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 1.969.364.262 dan Rp 1.474.547.990 diakui sebagai pendapatan PT TIJA. Sampai dengan tanggal laporan ini, perjanjian tersebut di atas sedang dalam proses pengalihan nama dari pihak Perusahaan menjadi pihak PT TIJA. DRAFT 42
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

b. Berdasarkan Memorandum Kesepakatan tanggal 18 Maret 1993 dan Perjanjian Mengenai Alokasi dan

Perolehan (Akuisisi) Tanah tanggal 2 September 1993 antara Perusahaan dengan PT City Island Utama (CIU) telah disepakati untuk melakukan jual beli tanah milik Perusahaan yang luasnya diperkirakan 22.697,5 m2 yang terletak di Ancol Barat dan termasuk dalam Hak Pengelolaan Lahan (HPL) No. 1 dengan harga sebesar USD 375 per meter persegi, sehingga harga keseluruhan adalah USD 8.511.562,5. Kedua pihak sepakat, bahwa untuk penentuan Iuas dari tanah yang diperjualbelikan akan digunakan hasil pengukuran dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan jika hasil pengukuran menunjukkan kelebihan atau kekurangan dari luas yang tercantum dalam perjanjian, maka masingmasing pihak harus membayar kelebihan atau kekurangannya dengan harga yang telah disepakati dalam waktu dua minggu sejak CIU menerima Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dari BPN. Sampai dengan tanggal laporan ini, BPN belum mengeluarkan hasil pengukuran akhir atas tanah tersebut.
c.

Berdasarkan Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum Wilayah Kotamadya Jakarta Utara No. 02/PPT/JU/111/95 tanggal 16 Maret 1995, tanah yang digunakan untuk jalan tol yang termasuk dalam HPL No. 1 milik Perusahaan adalah seluas 143.574 m2 dengan nilai ganti rugi sebesar Rp 92.841.556.850. Selisih perhitungan nilai antara Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara tersebut dengan dana ganti rugi yang diterima Perusahaan yaitu sebesar Rp 16.581.734.350 belum dicatat sebagai pendapatan Perusahaan, karena menurut manajemen Perusahaan: 1. Secara yuridis formal, sisa tagihan belum dapat dikategorikan sebagai piutang Perusahaan karena penentuan jumlah nilai seluruh ganti rugi dilakukan secara sepihak oleh Panitia Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum Jalan Tol Pluit - Cilincing (Harbour Road) Kotamadya Jakarta Utara. Tidak ada perjanjian kesepakatan jumlah ganti rugi yang melibatkan Perusahaan selaku entitas usaha berbadan hukum, sehingga secara validitas, tidak ada dasar bagi Perusahaan untuk mengakui sisa tagihan ganti rugi sebagai piutang maupun pendapatan; 2. Ditjen Binamarga dengan suratnya No. T.10.100.06.06/729 tanggal 22 September 1999 yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, memohon untuk mempertimbangkan agar sisa kekurangan pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan tanpa ganti rugi, mengingat hal-hal berikut: Kondisi keuangan negara saat ini dan ketersediaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cenderung semakin terbatas, dan Prasarana publik yang dibangun di atas tanah Perusahaan juga memberikan manfaat yang sangat besar terhadap pengembangan proyek Perusahaan. Berdasarkan surat Perusahaan No. 048/DIR-PJA/II/2002 tanggal 5 Pebruari 2002 kepada Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Perusahaan telah meminta realisasi atas kekurangan ganti rugi yang belum diterima. Sampai dengan tanggal laporan ini, penyelesaian selisih tersebut masih dalam proses.

d. Pada tanggal 19 September 2003, PT TIJA mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Karsa

Surya Indonusa (KSI) untuk pembangunan, pengoperasian dan pengalihan sarana kereta gantung (cable car) di wilayah Taman Impian Jaya Ancol dengan sistem BOT (Built Operate and Transfer). Proyek tersebut dilaksanakan di atas lokasi seluas 3.638 m2 yang disediakan oleh PT TIJA. KSI memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut selama 25 (dua puluh lima) tahun. Setelah masa perjanjian berakhir, KSI akan mengalihkan aset tetap yang berupa bangunan dan mesin-mesin serta prasarana pendukung lainnya yang telah dibangun dan disediakan/ditempatkan oleh KSI. Apabila KSI terlambat melaksanakan penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan yang besarnya denda ditentukan berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) DRAFT 43
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

tahun dari 3 (tiga) bank pemerintah terkemuka. Atas kerja sama tersebut, PT TIJA berhak mendapatkan imbalan sebesar 6% dari pendapatan pengelolaan barang dagangan, makanan dan minuman, sebesar 40% dari pendapatan sponsorship dan sebesar 3% - 15% dari pendapatan penjualan tiket. Total pendapatan yang diterima PT TIJA pada periode 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp 430.424.613 dan Rp 307.545.705 (Catatan 14).
e. Pada tanggal 26 Maret 2004, Perusahaan dan PT Dipa Jaya Minitta (DJM) menandatangani perjanjian

kerja sama pembangunan residence. Perusahaan menyediakan tanah untuk pembangunan residence seluas kurang Iebih 24.653 m2 di kawasan Puri Jimbaran II, Ancol Timur, Jakarta Utara. Di atas tanah tersebut, DJM akan membangun 93 unit residence. Atas hasil penjualan unit residence, Perusahaan memperoleh bagian sebesar 38,5% dari harga jual, sisanya merupakan bagian DJM (Catatan 14). Jangka waktu perjanjian ini adalah 4 tahun yang akan berakhir pada tanggal 25 Maret 2008. Apabila DJM terlambat melaksanakan penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan 2 (dua) permil per hari dari besarnya nilai yang wajib dibayar dengan maksimum keterlambatan 21 (dua puluh satu) hari. Pada tanggal 24 Maret 2005, Perusahaan menandatangani perjanjian baru dengan DJM untuk mengubah jaminan akan yang diserahkan menjadi sebagai berikut: 1) Sertifikat hak tanggungan senilai Rp 4.000.000.000; 2) Surety bond senilai Rp 6.000.000.000; 3) Cek tunai yang jumlahnya ditentukan oleh Perusahaan dan DJM dari waktu ke waktu. Pada tahun 2008 perjanjian kerjasama tersebut telah berakhir.
f.

Pada tanggal 10 Agustus 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Paramitha Bangun Cipta Sarana (PBCS) untuk membangun, mengelola serta mengalihkan hak atas sarana musik stadium di area Perusahaan seluas 39.000 m2. PBCS memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut selama 25 tahun yang akan berakhir pada 10 Agustus 2029. Setelah masa perjanjian berakhir, PBCS akan mengembalikan tanah dan bangunan beserta sarana penunjangnya kepada Perusahaan, namun PBCS memiliki hak opsi untuk memperpanjang masa pengelolaan maksimal 25 tahun. Atas kerja sama tersebut, Perusahaan berhak mendapatkan imbalan sebesar 5% sampai 6% dari pendapatan kotor setiap tahunnya. Apabila PBCS terlambat melaksanakan penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan yang besarnya denda ditentukan berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) tahun dari 3 (tiga) bank pemerintah terkemuka. Pada tanggal 26 April 2007, melalui Akta Notaris No. 208 dari Sutjipto S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, Perusahaan telah memberikan persetujuan kepada PBCS untuk mengalihkan kerja sama kepada PT Wahana Agung Indonesia (WAI), sebagai perusahaan afiliasi PBCS, yang berlaku sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian pengalihan (Catatan 14). Berdasarkan perjanjian tersebut, jangka waktu WAI untuk membangun sampai dengan selesai selambat-lambatnya tanggal 31 Agustus 2009, sedangkan jangka waktu pengoperasian yaitu selama 25 (dua puluh lima) tahun terhitung sejak tanggal ”Berita Acara Serah Terima Proyek/Pengalihan Proyek”. WAI mempunyai opsi untuk memperpanjang jangka waktu pengoperasian selama paling lama 25 (dua puluh lima) tahun atas persetujuan tertulis dari Perusahaan.
.

Pembagian pendapatan yang disetujui berdasarkan perjanjian adalah: Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka panjang pihak ketiga yaitu sebesar 5% (lima persen) dari pendapatan bruto; Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka pendek dari pihak ketiga yaitu 6% (enam persen) dari pendapatan bruto, dan DRAFT 44
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

WAI wajib melakukan pembayaran minimal ke Perusahaan sebesar Rp 3.250.000.000 pada tahun pertama pengoperasian dan untuk tahun berikutnya dengan kenaikan minimal 5% (lima persen) per tahun. Pada bulan September 2009, Perusahaan menerima uang jaminan sebesar Rp. 10.000.000.000 yang dicatat pada akun uang jaminan (Catatan 22).
g. Pada tanggal 3 September 2004, Perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama dengan

PT Manggala Krida Yudha (MKY) untuk melakukan reklamasi di areal perairan Ancol Timur seluas 85 ha. Berdasarkan perjanjian tersebut Perusahaan akan mengurus perijinan yang diperlukan untuk pelaksanaan reklamasi tersebut, sedangkan MKY bertanggung jawab sepenuhnya atas pendanaan dan pelaksanaan seluruh reklamasi tersebut. Perusahaan dan MKY sepakat untuk menggunakan pola kompensasi bagi hasil dimana MKY akan memiliki lahan seluas + 63 ha dan Perusahaan memiliki lahan seluas + 22 ha. Masa berlaku kerja sama adalah selama 10 (sepuluh) tahun sejak perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak. Sampai dengan tanggal laporan ini, pembangunan fisik atas proyek tersebut belum dimulai sehubungan dengan perijinan Reklamasi yang belum terealisasi sepenuhnya.
h. Pada tanggal 29 April 2005, Perusahaan menandatangani perjanjian penyewaan lahan dengan

PT Excelcomindo Pratama seluas 1.247,5 m2 yang terletak di perumahan dan kawasan industri Ancol Barat dalam rangka perluasan jaringan telekomunikasi. Nilai sewa adalah sebesar Rp 1.794.312.000 dengan jangka waktu perjanjian adalah 20 (dua puluh) tahun sampai dengan tanggal 30 April 2025 sejak perjanjian ditandatangani dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.
i.

Pada tanggal 14 April 2009, PT TIJA mengadakan perjanjian dengan Wave Pictures, Brussels atas penggunaan lisensi film 4 (empat) Dimensi (4D) yang diputar di Gelanggang Samudra Ancol. Atas penggunaan lisensi tersebut PT TIJA dikenakan pembayaran sebesar EUR 285.000 yang dibayarkan dalam 3 (tiga) tahap. Lisensi tersebut berlaku dari 1 Juni 2009 hingga 31 Mei 2012. Pada bulan September 2005, PT TIJA mengadakan perjanjian dengan CKN Worldwide Sdn. Bhd., untuk mengadakan pameran internasional bangunan es di atas lahan Perusahaan seluas 1.500 m2 di Pantai Carnaval untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun. PT TIJA akan memperoleh bagian hasil dengan persentase tertentu yang dipersyaratkan dalam perjanjian sebagai berikut: 8% untuk PT TIJA untuk periode 1 Desember 2005 – 1 Desember 2006 dari pendapatan penjualan tiket setelah dipotong pajak; 9% untuk PT TIJA untuk periode 2 Desember 2006 – 1 Desember 2007 dari pendapatan penjualan tiket setelah dipotong pajak, dan 10% untuk PT TIJA untuk periode 2 Desember 2007 – 1 Desember 2008 dari pendapatan penjualan tiket setelah dipotong pajak. Jumlah bagi hasil yang telah diterima oleh PT TIJA pada periode 2008 adalah sebesar Rp 221.040.974.

j.

k.

Pada tanggal 2 Desember 2005, PT TIJA mengadakan perjanjian dengan I Nyoman Surjana untuk mengelola restoran seafood “Jimbaran Resto” di Pantai Carnaval. Perjanjian ini efektif sejak tanggal 20 Desember 2005 dan berakhir pada tanggal 19 Desember 2010. Atas kerja sama tersebut, PT TIJA akan memperoleh 20% - 25% pendapatan kotor restoran setelah dikurangi Pajak Pembangunan I (PB I). Pendapatan yang diterima PT TIJA pada periode 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp 1.122.549.431 dan Rp 1.142.580.780. DRAFT 45
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

l.

Pada tanggal 16 Desember 2005, Perusahaan dan PT Pilar Perkasa (PP) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ruko/Kanto Mahkota Ancol dengan jangka waktu 5 (lima) tahun yang akan berakhir pada 16 Desember 2010. Perusahaan menyediakan tanah untuk pembangunan Ruko/Kanto seluas 32.500 m2 di Keluruhan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Di atas tanah tersebut, PP membangun 222 (dua ratus dua puluh dua) unit Ruko/Kanto serta pembangunan sarana jalan lingkungan serta fasilitas-fasilitas umum dan sosial pada Ruko/Kanto tersebut, dengan dana/biaya sendiri. Atas hasil penjualan unit Ruko/Kanto, Perusahaan memperoleh bagian sebesar 31% sebagai pengganti nilai tanah, dengan ketentuan nilai jual minimum Rp 700.000.000 untuk unit standar dan Rp.750.000.000 untuk unit ukuran hoek (Catatan 14). Apabila PP terlambat melaksanakan penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan 2 (dua) permil per hari dari besarnya nilai yang wajib dibayar dengan maksimum keterlambatan 21 (dua puluh satu) hari. Dalam perjanjian ini PP menyerahkan jaminan sebesar Rp.10.500.000.000 yang terdiri dari: 1) Setoran tunai sebesar Rp 1.500.000.000 pada saat tanggal perjanjian; 2) Jaminan berupa tanah dengan Sertifikat Hak Milik No..1374/Rawa Buaya seluas 3.910 m2 dan No. 1377/Rawa Buaya seluas 2.335 m2 masing-masing senilai Rp 2.500.000.000, dan 3) Jaminan berupa tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. 2071/Cikokol seluas 2.938 m2 senilai Rp 4.000.000.000. Pada tanggal 30 September 2008, jaminan sebesar Rp 1.500.000.000 dicatat pada uang jaminan dan pada tahun 2009 uang jaminan tersebut telah dikembalikan (Catatan 22). Sampai dengan 30 September 2009, total pembangunan Ruko/Kanto yang dilakukan oleh PP adalah sebanyak 184 (seratus delapan puluh empat) unit dengan jumlah unit yang terjual pada periode 2009 dan 2008 masing-masing sebanyak 60 (enam puluh) unit dan 39 (tiga puluh sembilan) unit. Pendapatan dari bagi hasil yang diperoleh Perusahaan pada periode 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar Rp 14.226.059.424 dan Rp 8.944.873.274.

m. PT TIJA mengadakan perjanjian bagi hasil dengan PT Total Entertainment Solutions pada tanggal

2 April 2007 atas hasil penjualan makanan dan minuman di areal Taman Impian Jaya Ancol dengan nama restoran Backstage. Jangka waktu perjanjian adalah 5 (lima) tahun, dengan persentase bagi hasil sebesar 10% dari total penjualan kotor. Apabila target penjualan tidak tercapai maka yang berlaku adalah nilai pembayaran minimum per bulan.
n. Pada tanggal 1 Juni 2008, PT TIJA mengadakan perjanjian kerjasama bagi hasil dengan

PD Metropolitan atas pengelolaan restoran Dermaga One di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Jangka waktu kerjasama adalah 5 (lima) tahun, dengan persentase bagi hasil adalah sebesar 23%. Pendapatan yang diterima PT TIJA pada periode September 2009 adalah sebesar Rp 782.504.861.
o. Pada tanggal 1 Juli 2008, PT TIJA mengadakan perjanjian kerjasama sewa lahan pelatihan lumba-

lumba dan bagi hasil pendapatan Swim with the Dolphin di Pulau Bidadari dengan PT SI. PT TIJA akan membayar biaya sewa kepada PT SI sebesar Rp 175.000.000 dan akan menerima bagi hasil sebesar 80% dari hasil pendapatan penjualan tiket Swim with the Dolphin.
p. Pada tanggal 1 Agustus 2008, PT TIJA mengadakan perjanjian kerjasama bagi hasil dengan

PT Trimitra Citra Selera atas pengelolaan restoran Suki Sea Food di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Jangka waktu kerjasama adalah 5 (lima) tahun dengan bagi hasil adalah sebesar 8% untuk tahun pertama I sampai dengan tahun ke-3 dan 10% untuk tahun keempat sampai dengan tahun kelima dari pendapatan kotor dengan ketentuan apabila target penjualan tidak tercapai maka yang berlaku adalah nilai pembayaran minimum perbulan. DRAFT 46
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

q. PT TIJA mengadakan perjanjian sewa lahan dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk di mana

PT TIJA menyewakan lahan sebagai lokasi anjungan tunai mandiri dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung mulai tanggal 1 September 2008 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2011 dengan nilai sewa sebesar Rp 589.090.909.
r.

Pada tanggal 23 September 2008, PT TIJA mengadakan perjanjian kerjasama bagi hasil yang tertuang dalam surat perjanjian No. 002/DIR-TIJA/PB/IX/2008 dengan PT Sarimelati Kencana atas pengelolaan restoran Pizza Hut di kawasan pantai Taman Impian Jaya Ancol. Jangka waktu kerjasama yaitu selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pengoperasian restoran yaitu pada tanggal 2 Oktober 2008. Perusahaan akan memperoleh bagian hasil dengan persentase sebesar 8% dari hasil penjualan sebagai biaya sewa setelah dikurangi pajak dengan ketentuan apabila target penjualan dalam bulan tertentu tidak mencapai nilai sesuai yang disyaratkan, maka berlaku pembayaran minimum per bulan. Pendapatan yang diterima PT TIJA pada periode 2009 adalah sebesar Rp 430.653.310. PT TIJA mengadakan perjanjian kerja sama dengan beberapa pihak untuk mempromosikan dan menjual produknya di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, antara lain dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank DKI, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Gudang Garam Tbk, PT Sinar Sosro, dan PT Topindo Atlas-Asia, dengan jangka waktu kerja sama 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) tahun. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut, PT TIJA menerima imbalan jasa dalam bentuk tunai yang diterima dalam tahapan-tahapan tertentu, dengan jangka waktu pembayaran antara 3 (tiga) sampai dengan 5 (lima) tahun. Nilai imbalan jasa yang diterima PT TIJA dan dicatat sebagai pendapatan sponsor pada periode 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar Rp 15.925.030.098 dan Rp 12.577.184.516. PT TIJA mengadakan perjanjian kerja sama bagi hasil dengan beberapa pihak untuk melakukan usaha di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, antara lain dengan PT Bali Cipta Alami, H. Noerzal Zaenudin, Teddy Dharmawan, Choong Kah Nyuen, PT Seabreez Indonesia, PT Sari Coffee Indonesia dan Shandra, dengan jangka waktu kerja sama 3 (tiga) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut, Perusahaan menerima imbalan jasa dalam bentuk tunai yang diterima dalam tahapan-tahapan tertentu, dengan jangka waktu pembayaran antara 3 (tiga) sampai dengan 10 (sepuluh) tahun.

s.

t.

Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat hal-hal signifikan yang mempengaruhi kelangsungan perikatan. 37. Perkara Hukum a. Perusahaan merupakan salah satu dari enam perusahaan pengembang yang menjadi mitra Badan Pelaksana (BP) Pantura Pemerintah Propinsi DKI Jakarta (BP Pantura) dalam melakukan reklamasi Pantai Utara Jakarta, yang menggugat Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan obyek gugatannya adalah Surat Keputusan (SK) Menneg LH No. 14 Tahun 2003 tentang ketidaklayakan rencana kegiatan reklamasi dan revitalisasi Pantai Utara Jakarta oleh BP Pantura, bahwa perkara Tata Usaha Negara No. 75/G.TUN/2003/PTUN-JKT jo. No. 202/B/2004/PTUN-JKT di tingkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang telah diputus pada tanggal 3 Pebruari 2005, intinya memerintahkan Menneg LH untuk mencabut SK No. 14 Tahun 2003 tersebut. Atas keputusan tersebut, Menneg LH mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) dengan register perkara No. 109K/TUN/2006. Sampai dengan tanggal laporan ini, proses kasasi masih berlangsung. DRAFT 47
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

b. Pada bulan Juli 2000 telah terjadi penguasaan atas tanah milik Perusahaan yang berlokasi di perumahan karyawan Ancol di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, oleh Yayasan Yatim Piatu Nurul Hidayah Al-Bahar, yang diwakili oleh H. Bahar dan mengklaim bahwa pihaknya merupakan pihak yang sah sebagai pemilik atas tanah yang disengketakan berdasarkan surat pernyataan kerja sama penunjukan dan penyerahan hak atas tanah bekas EV No. 8178 atas nama Khouw Tjoan Hay. Atas perbuatan tersebut Perusahaan telah melakukan tindakan hukum yaitu melaporkan kepada pihak polisi. Perkara pidana ini telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri. Pada tanggal 8 Oktober 2001, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang diketuai Ny. Martini Madja, S.H., mengeluarkan putusan No. 195/PID.B/2001/PN.JKT.UT. yang amarnya berbunyi antara lain: - menyatakan bahwa terdakwa H. Muhammad Bakar alias H. Bahar tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan kepadanya; - membebaskan terdakwa tersebut dari segala dakwaan; - memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat, serta martabatnya, dan - menetapkan agar barang bukti berupa tanah dengan sertifikat HGB No. 112/1984, dikembalikan kepada yang paling berhak. Dalam kasus perdata, Perusahaan sebagai Penggugat melawan H. Muhammad Bakar alias H. Bahar sebagai Tergugat I dan Ny. Tjie Sioe lm sebagai Tergugat II, Majelis Hakim PN Jakarta Utara dengan putusannya No. 73/Pdt/G/2002/PN.Jkt.Ut tanggal 26 Agustus 2002 memutuskan antara lain yaitu: - mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; - menyatakan Penggugat adalah satu-satunya pemilik sah tanah sertifikat HGB No. 112/1984 seluas + 71.360 m2, dan - menyatakan perbuatan tergugat I dan II yang melakukan kerja sama penunjukan penyerahan hak atas sebagian tanah sertifikat HGB No. 112/Tugu-1984 seluas + 8.000 m2 (Catatan 12) milik sah penggugat, adalah penyerobotan hak tanah dan merupakan perbuatan melawan hukum yang telah merugikan penggugat. Pada tanggal 10 Juli 2003, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang diketuai Abdul Kadir Mapong, S.H., mengeluarkan putusan No. 114/PDT/2003/PT.DKI yang memutuskan gugatan Perusahaan dinyatakan tidak dapat diterima. Atas putusan tersebut Perusahaan mengajukan kasasi ke MA dengan register perkara No. 705K/Pdt/2004. Berdasarkan salinan putusan No. 705K/Pdt/2004 tanggal 27 Juni 2007, MA yang diketuai oleh Drs. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H memutuskan untuk menolak kasasi Perusahaan. Atas putusan MA tersebut, pada tanggal 3 Desember 2007 Perusahaan telah mengajukan Memori Peninjauan Kembali (PK) kepada MA dan terdaftar dengan register No. 660/PK/PDT/2008 tanggal 16 Januari 2009. Manajemen membentuk cadangan kerugian sebesar Rp 1.078.639.289 (Catatan 18). Sampai dengan tanggal laporan ini, proses PK tersebut masih dalam proses. c. Pada tahun 1997 terjadi klaim atas tanah dalam penguasaan Perusahaan yang berlokasi di kawasan Pasir Putih, Kelurahan Ancol (d/h Kelurahan Sunter) oleh Didi Darmawan atau Tjoa Tjoan Yuh yang menyatakan sebagai ahli waris Tjoa Kim Goan, pemilik tanah tersebut. Atas klaim tersebut Perusahaan mengajukan permohonan kepada PN Jakarta Utara untuk menyatakan bahwa pemilik tanah dalam keadaan tidak hadir atau "Afwezieg". Permohonan tersebut dikabulkan oleh PN Jakarta Utara dengan putusan No. 600/Pdt/P/1999/PN.Jkt.Ut. tanggal 25 Agustus 1999.

DRAFT 48
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Sehubungan dengan keputusan tersebut, ahli waris tanah mengajukan kasasi. Pada tanggal 11 Maret 2002, MA yang diketuai H. Suwardi Martowirono, S.H., mengeluarkan putusan No. 1308 K/Pdt/2000 yang amarnya berbunyi antara lain: 1. menolak permohonan pemohon intervensi Tjoa Tjoan Yuh; 2. mengabulkan permohonan Perusahaan; 3. menyatakan Tjoa Kim Goan dalam keadaan tidak hadir, dan 4. memerintahkan kepada Balai Harta Peninggalan Jakarta supaya mengurus harta kekayaan Tjoa Kim Goan serta membela hak-haknya. Selanjutnya, Perusahaan menjadi Terbantah I dalam perkara perdata No. 265/Pdt/Bth/2003/PN.Jkt.Ut dengan Kiki Basuki Tirtawidjaja (Pembantah). Pada tanggal 14 Juli 2004, PN Jakarta Utara mengeluarkan putusan No. 265/Pdt/Bth/2003/ PN.Jkt.Ut yang isinya antara lain: 1. mengabulkan bantahan para Pembantah seluruhnya; 2. menyatakan para Pembantah sebagai ahli waris almarhum Sinjo Gunawan Tirtawidjaya (d/h Tjoa Kim Goan); 3. menyatakan para Pembantah sebagai pemilik sah atas tanah seluas 12.240 m2, dan 4. menyatakan putusan MA No. 1308 K/Pdt/2000 tanggal 11 Maret 2002, jo. penetapan Pengadilan Negeri Jakarta No. 600/Pdt/P/1999/PN.Jkt.Ut tanggal 25 Agustus 1999 tidak mempunyai kekuatan hukum. Pada tanggal 7 Pebruari 2005, Majelis Hakim PT DKI Jakarta yang diketuai H. Ben Suhanda Syah, S.H., mengeluarkan putusan No. 561/PDT/2004/PT.DKI yang memutuskan untuk menguatkan putusan PN Jakarta Utara No. 265/Pdt/Bth/2003/PN.Jkt.Ut. Atas putusan tersebut Perusahaan mengajukan kasasi ke MA. Dalam salinan putusan No. 1569K/Pdt/2005 tanggal 16 April 2007, MA yang diketuai oleh Artidjo Alkostar, S.H.LLM., memutuskan untuk menolak kasasi Perusahaan. Dinyatakan dalam putusan tersebut bahwa Kiki Basuki Tirtawidjaja sebagai pemilik sah atas sebagian dari total tanah seluas 14.800 m2 dikurangi dengan yang telah dilepaskan haknya oleh Didi Darmawan kepada Negara untuk kepentingan jalan tol Pluit – Cilincing seluas 2.500 m2 serta yang dikuasai oleh PT Diamond Cold Storage seluas 2.324 m2. d. Pada bulan Oktober 1998, terjadi okupasi atas tanah Perusahaan seluas 14.322 m2 yang berlokasi di JI. Pasir Putih, Ancol Timur oleh Ny. Mien Magdalena Said Bt. Achmad dan Yayasan Kharisma Usada yang merupakan kuasa ahli waris Muhamad Said. Atas tindakan tersebut Perusahaan mengajukan gugatan di PN Jakarta Pusat. Pada tanggal 13 Juni 2000, PN Jakarta Pusat mengeluarkan putusan No. 653/Pdt.G/19981PN.JKT.PST yang menyatakan menolak gugatan Perusahaan. Perusahaan mengajukan banding ke PT Jakarta dan pada tanggal 20 Desember 2000, PT Jakarta mengeluarkan putusan No. 577/Pdt.G/2000/PT.DKI yang menyatakan Perusahaan sebagai pemilik tanah tersebut. Sehubungan dengan keputusan tersebut, ahli waris mengajukan kasasi. Pada tanggal 11 Maret 2002, Mahkamah Agung Republik Indonesia yang diketuai H. Suwardi Martowirono, S.H., mengeluarkan Putusan No. 2581 K/Pdt/2001 antara lain: 1. mengabulkan gugatan Perusahaan untuk sebagian; 2. menyatakan pihak Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan perbuatan hukum; 3. menghukum Tergugat I dan II dan atau pihak ketiga lainnya yang berada di atas tanah milik Perusahaan untuk mengosongkan tanah bekas EV. 16118 milik Perusahaan yang telah dikuasai secara melawan hukum dari bangunan-bangunan yang didirikan oleh Tergugat I dan II, dan DRAFT 49
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah) 4. menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada perlawanan/verset/ bantahan maupun kasasi. Untuk melakukan eksekusi sesuai Putusan MA No. 2581 K/Pdt/2001, tanggal 11 Maret 2002, Perusahaan sudah mendapat penetapan pengosongan lahan/eksekusi dari PN Jakarta Pusat delegasi Jakarta Utara. Selanjutnya atas putusan MA tersebut, ahli waris kembali mengajukan bantahan melalui PN Jakarta Utara dan telah diputuskan dalam putusannya No. 102/Pdt/Bth/2003/PN.Jkt.Ut pada tanggal 6 Oktober 2003, yang menolak bantahan pembantah seluruhnya. Sehubungan dengan keputusan tersebut, ahli waris mengajukan permohonan peninjauan kembali ke MA dan telah didaftarkan dengan register No. 03297/297PK/PDT/2003. Berdasarkan salinan putusan No. 297PK/Pdt/2003 yang diterima Perusahaan tanggal 14 Mei 2007, MA yang diketuai oleh H. Abdul Kadir Mappong, S.H., memutuskan untuk menolak permohonan PK dari ahli waris (Catatan 12). e. Pada tanggal 22 Nopember 2005, Perusahaan mengajukan gugatan melalui PN Jakarta Utara kepada Andi Pane atas penguasaan dan pengurukan tanah milik Perusahaan seluas 5.820 m2 dan HGB No. 2014 yang terletak di Jl. RE Martadinata. Pada tanggal 3 Juli 2006, PN Jakarta Utara mengeluarkan putusan No. 289/Pdt/Bth/2005/ PN.Jkt.Ut yang isinya antara lain: - mengabulkan gugatan Perusahaan untuk sebagian; - menyatakan pihak Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan perbuatan melawan hukum, dan - memerintahkan Tergugat serta setiap orang yang tinggal ditanah terperkara atas persetujuan Tergugat, menghentikan segala kegiatan yang dilakukannya diatas tanah yang berada dalam HGB No. 2014 dan menyerahkan tanah tersebut dalam keadaan kosong tanpa bangunan apapun diatas tanah tersebut kepada Penggugat. Atas putusan tersebut, Andi Pane mengajukan banding. Pada tanggal 17 September 2007, PT DKI Jakarta yang diketuai oleh Victor Hutabarat, S.H., mengeluarkan putusan No. 189/Pdt/2007/PT.DKI yang menguatkan putusan PN Jakarta Utara No. 289/Pdt.G/2005/PN.Jkt.Ut. Atas putusan tersebut, Andi Pane mengajukan Memori Kasasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 2007. Sampai dengan tanggal laporan ini, proses kasasi masih berlangsung. Pada bulan Mei 2006, Perusahaan mengajukan sebagai tergugat intervensi dalam perkara antara Andi Pane sebagai penggugat dengan BPN sebagai tergugat kepada PTUN. Hasil Putusan PTUN No. 47G.TUN/2006/PTUN Jakarta, tanggal 11 September 2006, menyatakan bahwa tergugat (BPN) dalam menerbitkan sertifikat HGB No. 2014/Pademangan Barat tanggal 25 Oktober 2005 atas nama Perusahaan telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya, pada tanggal 1 Pebruari 2007, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang diketuai oleh Soemaryono, S.H., mengeluarkan putusan No. 214/B/2006/PT.TUN.JKT yang menguatkan putusan No. 47G.TUN/2006/PTUN Jakarta. f. Ditahun 2008, PT TIJA (penggugat) telah mengajukan gugatan kepada PT Bintang Bangun Mandiri (tergugat) sebagai pengelola gedung Paris Van Java ke pengadilan negeri Bandung, atas perkara wanprestasi perjanjian sewa menyewa, dimana PT TIJA menyewa ruangan di grand floor gedung tersebut selama 48 bulan sampai dengan September 2011. tergugat telah mengakhiri perjanjian secara sepihak, dengan alasan PT TIJA telah melanggar pasal-pasal dalam perjanjian tersebut.

DRAFT 50
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

Berdasarkan keputusan pengadilan No 230/Poli.6/2008/PN.BDG tanggal 12 Pebruari 2009, Pengadilan negeri mengabulkan sebagian gugatan PT TIJA, dengan putusan sebagai berikut: a. menyatakan tergugat telah melakukan perbuatan wan prestasi terhadap penggugat; b. memerintahkan tergugat untuk mengizinkan penggugat, untuk mengambil aset-aset milik penggugat sebagaimana terlampir dalam surat gugatan; dan c. menghukum tergugat untuk membayar kerugian materiil yang dialami penggugat sebesar Rp 6.285.817.830. Atas putusan pengadilan tersebut, tergugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Sampai dengan tanggal laporan, proses banding tersebut masih dalam proses. g. Di tahun 2006, Perusahaan menjalin kerjasama dengan Pemda Kutai, sebagai lanjutan dari kerjasama sebelumnya yaitu Surat Perjanjian Kerja No 050/636/H-U/IX/2005 dengan masa berlaku antara tanggal 1 Januari 2005 sampai dengan 31 Desember 2005. Terdapat keterlambatan perjanjian kerjasama untuk pekerjaan tersebut, disebabkan draft perjanjian tersebut masih dalam penelaahan daerah. Sampai dengan tahun 2007 belum terdapat perkembangan atas perjanjian kerjasama tersebut. Di tahun 2008, para pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara perdata secara damai, maka dalam pemberian jasa manajemen operasional, manajemen pengamanan dan manajemen persiapan operasi pada Taman Wisata Kumala Tenggarong mulai tahun 2006 – 2007 hingga pemutusan hubungan kerja dalam pengelolaan Taman Wisata Pulau Kumala Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Vide keputusan Bupati Kutai Kartanegara No 180.188/HK-200.2008 tanggal 10 Maret 2008, jumlah jasa yang harus dibayarkan oleh Pemda Kutai (Pihak Pertama) kepada Perusahaan (Pihak Kedua) disesuaikan seluruhnya menjadi Rp 4.900.000.000. Sampai dengan tanggal 30 September 2009, Perusahaan belum mencatat pengakuan pendapatan atas pendapatan tersebut, karena belum adanya kepastian atas penerimaan dari Pemda Kutai. Sampai dengan tanggal laporan ini, hasil akhir dari seluruh perkara tersebut masih belum dapat ditentukan.

38.

Aset Moneter Dalam Mata Uang Asing - Bersih Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008 Perusahaan dan Perusahaan Anak memiliki aset moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
2009 Mata Uang Asing Aktiva Kas dan Setara Kas USD Ekuivalen Rupiah Mata Uang Asing 2008 Ekuivalen Rupiah

911.110

8.820.455.232

945.260

8.864.652.213

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, kurs konversi yang digunakan Perusahaan dan Perusahaan Anak adalah masing-masing sebesar Rp 9.681 dan Rp 9.378.

DRAFT 51
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan)
Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada 30 September 2009 dan 2008 (Dalam Rupiah)

39.

Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Konsolidasi Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang diselesaikan pada tanggal 30 Oktober 2009.

DRAFT 52
For Discussion Purpose Only October 29, 2009 To be Finalized Agreed by : Date :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->