You are on page 1of 29

ISLAM SISTEM MASA DEPAN

Islam adalah sistem menyeluruh yang mencakup seluruh segi kehidupan.


Maka ia negara dan tanah air, pemerintah dan umat, moral dan kekuatan,
kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu pengetahuan dan hukum,
materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah,
pasukan dan pemikiran, sebagaimana ia adalah akidah yang murni
dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.
Hasan Al-Banna (Pendiri Ikhwanul Muslimin)

A. KENAPA ISLAM DIMUSUHI


Pada masa ini tidak ada satupun agama di dunia yang diserang sedemikian
hebatnya dengan berbagai cara, secara halus maupun kasar, baik secara sembunyi
maupun terang-terangan kecuali Islam. Agama ini telah dimusuhi oleh orang-orang yang
mengaku berperadaban ataupun tidak, baik orang Barat maupun orang Timur, baik
Komunis, Sosialis maupun Kapitalis, apalagi yang Zionis. Bahkan tidak kurang orang
yang mengaku dirinya Muslimpun menyerang Islam secara terbuka dan merendah-
rendahkan ajarannya dengan berbagai dalih pembaruan agama. Koran dan majalah serta
buku-buku yang ilmiah ataupun populer telah menyerang Islam dengan terbuka,
mencitrakannya sebagai sumber ajaran teroris, radikal, ekstrim, fundamentalis, ortodoks
dan berbagai istilah buruk lainnya. Islam diidentikannya dengan agama kaum primitif
dan bar-bar padang pasir yang ketinggalan zaman. Dan tidak kurang pula tampil orang-
orang seperti Salman Rushdi yang merendahkan Islam dengan cara yang tidak rasional
dan tidak ilmiah.1 Dan kini para intelektual Barat secara terbuka telah menyatakan Islam
adalah ancaman terbesar bagi peradaban Barat, seperti yang dikemukakan Huntington, 2
Marvin Centron dan Thomas O’Toole.3 Golongan ini seakan-akan menghendaki agar
seluruh dunia mengikuti pikirannya untuk membenci dan memusuhi Islam dengan segala
propaganda yang dilakukannya secara sistematis.
Permasalahannya, kenapa mereka sangat membenci dan memusuhi Islam dan
sangat menghendaki lenyapnya agama ini dari muka bumi. Apakah karena agama ini
mengajarkan kekacauan yang mengancam keamanan dan kedamaian dunia
sebagaimana yang mereka tuduh? Apakah karena agama ini telah melahirkan manusia-
manusia teroris yang merusak dan mengacau dunia? Apakah karena agama ini menolak

1
Salman Rushdi, The Satanic Verses. (London Penguin Books, 1986)
2
Samual P. Huntington, The Clash of Civilizations and The Remaking of World Order, (New York, Simon & Schuster,
1996)
3
Marvin Centron & Thomas O’Toole, Ecounters with The Future : a Forecast of Life into The 21.st Century. New
York, 1991.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 1
segala bentuk kemajuan dunia hari ini, ataukah ada sebab-sebab lainnya sehingga
agama ini harus dimusuhi dan dihilangkan dari dunia ini.
Ada beberapa sebab utama, kenapa Islam dimusuhi, diantaranya :

1. Keadaan Umat yang tidak mencerminkan ajaran Islam


Ada sebagian orang yang membenci dan memusuhi Islam disebabkan karena
keadaan Umat masa ini yang dilanda segala bentuk krisis dan tragedi, kemiskinan,
kebodohan, perpecahan dan lainnya akibat penyimpangan mereka dari Islam. Mereka
kemudian beranggapan segala bentuk krisis dan tragedi itu disebabkan oleh ajaran
Islam. Sebagaimana mereka menilai segala bentuk kerusakan masyarakat, di Barat
misalnya, adalah karena pegangan hidup mereka, bukan disebabkan oleh faktor
manusianya.
Masyarakat Barat misalnya, mereka membenci dan memusuhi Islam karena
mereka melihat keadaan Umat Islam yang menurut pandangan mereka sebagai
masyarakat yang eksklusif, jumud, reaksioner, fundamentalis, ekstrim, radikal dan
sejenisnya. Disamping itu pemberitaan-pemberitaan mengenai Umat Islam adalah
disekitar kuburukan dan kekejamannya yang sengaja diangkat agen-agen berita yang
disponsori Zionis. Opini ini diperkuat lagi dengan kejadian-kejadian terorisme terhadap
masyarakat Barat yang celakanya kebanyakan dilakukan oleh kaum Muslimin militan
dari Timur Tengah. Katakanlah beberapa kejadian pembajakan pesawat, pengeboman,
penculikan, perampokan dan lainnya yang dilakukan gerakan radikal yang
mengatasnamakan Islam. Peperangan-peperangan diantara sesama kaum Muslimin yang
tak kunjung berakhir menambah kecurigaan terhadap Islam yang dituduh sebagai ajaran
penganjur kekerasan dan kebencian. Demikian pula perbuatan-perbuatan sumbang yang
dilakukan oleh bangsawan-bangsawan Arab menambah buruknya citra Islam. Akhirnya
masyarakat Baratpun beranggapan semua itu adalah disebabkan oleh ajaran Islam,
tanpa melihat lebih jauh, bahwa yang melakukan penyimpangan itu adalah sebagian
kecil dari Umat Islam. Kemudian opini dari masyarakat Barat ini disebar luaskan kepada
masyarat dunia melalui media massa seperti koran, majalah, televisi, buku-buku ilmiah
dan lainnya.
Disamping itu para cendikiawan Barat mengadakan penyelidikan ilmiah yang
didasarkan atas opini mereka terhadap Islam yang buruk. Akhirnya merekapun dengan
beraninya membuat tesis, bahwa Islam adalah sumber segala tragedi dan krisis Umat
Islam, terutama disebabkan oleh perbedaan dan pertentangan mazhab yang senantiasa
menimbulkan perdebatan dan perpecahan bahkan peperangan, seperti yang terjadi di
Timur Tengah ataupun anak benua India misalnya. Secara jujur perlu diakui bahwa
keadaan Umat Islam diseluruh dunia masa ini adalah keadaan umat yang terburuk jika

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 2


dibandingkan dengan ummat lainnya sebagaimana yang selalu dikemukakan para
cendikiawan Muslim sendiri.4 Namun sebagaimana dinyatakan mereka bahwa segala
bentuk krisis dan tragedi yang menimpa ummat dewasa ini bukan disebabkan oleh
ajaran Islam, tapi semata-mata disebabkan oleh penganutnya yang tidak mengamalkan
ajaran Islam ataupun telah menyelewengkannya. Maka dengan demikian kebencian dan
permusuhan orang pada Islam disebabkan kelakuan penganutnya adalah tidak mendasar
sama sekali. Seharusnya orang-orang yang menyimpang itulah yang dibenci dan musuhi,
bukannya ajaran Islam yang suci dan agung.

2. Salah faham terhadap ajaran Islam


Masih banyak orang yang salah dalam memahami ajaran Islam yang asli, ini
disebabkan karena mereka tidak memahami ajaran Islam dari sumber aslinya, yaitu Al-
Qur’an dan Sunnah Nabi. Tetapi mereka memahaminya melalui hasil pengkajian para
orientalis Barat ataupun cendikiawan Islam yang tidak memahami Islam dengan
sebenarnya.5 Memang perlu diakui banyak para orientalis yang jujur dengan metode
ilmiah obyektif yang mereka terapkan dalam penelitiannya terhadap Islam, namun tidak
kurang pula diantara mereka yang bermaksud jahat untuk mengelirukan dan
menyelewengkan makna ajaran Islam. Kelompok terakhir ini dengan terang-terangan
bertujuan untuk menghancurkan Islam, membuat keragu-raguan terhadap ajaran Islam
dengan memakai penyelidikan ilmiah sebagai topengnya. Terutama yang selalu menjadi
sasaran mereka adalah sumber kedua ajaran Islam, Sunnah Nabi saw yang dikatakannya
sebagai buatan Ulama Islam terkemudian, sebagaimana yang dikemukakan orientalis
Barat seperti Ignuz Golziher, Durkheim, dan lainnya. Orang-orang seperti merekalah
yang menjadi rujukan utama peneliti-peneliti Islam, termasuk para cendikiawan Muslim
sendiri. Dari murid-murid merekalah lahirnya penentang-penentang Islam yang
mengingkari ajaran Islam, seperti golongan ingkarrussunnah misalnya. Kebencian Barat
terhadap Islam juga tidak dapat dipisahkan dari sejarah masa lalu, yaitu peperangan
panjang antara kaum Muslimin dan Barat Kristen pada abad pertengahan lalu yang
dikenal sebagai Perang Salib. Cendikiawan Barat yang fanatik senantiasa akan
mengobarkan luka lama ini, terutama dengan menjelek-jelekkan Islam sebagai agama
penindas. Kebencian mereka pada Islam inilah yang mendasari penyelidikan mereka
terhadap ajaran Islam dan akhirnya merekapun memberikan tesis salah dengan
menganggap Islam sebagai agama peperangan dan penindasan. Agama yang senantiasa
menimbulkan kekacauan dan teror sebagaimana kejadian-kejadian yang menimpa Barat.
4
Masalah ini banyak mendapat sorotan para intelektual Islam, lihat misalnya : Prof. Ismail Faruqi dalam
Islamization of Knowledge, Dr. Yusuf al-Qardhawi dalam Aina al-Khalal, Prof. Muhammad Qutb dalam Jahiliya al-Qorn al-
Isyrien, Prof. Said Hawwa dalam Durus fi al-Amal al-Islami. Prof. Fazlur Rahman dalam Islam and Modernity, Prof. Sayyid
Hossein Nashr dalam Islam and The Plight of Modern Man, Ziauddin Sardar dalam The Future of Muslim Civilization, dan
lain-lainnya.
5
Muhammad Qutb, al-Subhat haula al-Islam, Beirut : Dar Fiqr, 1972
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 3
Kesalah fahaman terhadap ajaran Islam ini juga dapat timbul akibat kelemahan
cendikiawan Islam sendiri yang salah memahami ajaran Islam sebagaimana dikehendaki
Allah dan Rasul-Nya sehingga dapat menimbulkan kesalah fahaman. Diantaranya
disebabkan sikap inferior (rendah diri) terhadap sistem hidup ataupun idiologi-idiologi
dunia, kemudian membuat persamaan antara Islam dengan sistem dan idiologi tersebut.
Lahirlah istilah “Sosialisme Islam”, “Liberalisme Islam”, “Kapitalisme Islam”, “Demokrasi
Islam”, “Humanisme Islam” dan istilah-istilah yang sama sekali asing bagi ajaran Islam.
Maka orangpun memahami bahwa Islam adalah identik dengan sistem dan idiologi
ciptaan manusia itu. Disamping itu ada pula cendikiawan Islam yang belum memiliki
kelayakan untuk menerangkan ajaran Islam disebabkan pengetahuannya yang dangkal,
namun karena mereka tokoh masyarakat atau pemimpin politik yang disegani,
merekapun mengeluarkan pandangan-pandangan yang dikatakan dari ajaran Islam,
namun jauh daripada ajaran Islam disebabkan kejahilannya terhadap Islam. Kemudian
pemahamannya yang keliru ini menjadi pegangan yang senantiasa akan mengelirukan
banyak orang. Dan sebagiannya akan menimbulkan kebencian masyarakat dunia
disebabkan ajarannya yang ekstrim dan radikal, tidak mengenal toleransi terhadap
manusia lainnya. Umumnya ini terjadi kepada cendikiawan Islam yang sudah mengalami
kekalahan dalam berinteraksi dengan masyarakat jahiliyah disekelilingnya, kemudian
mengambil jalan konfrontasi ekstrim dengan masyarakatnya sebagai alternatif. Demikian
pula ada sebagian cendikiawan Islam yang terburu-buru menjawab tuduhan-tuduhan
mengenai ajaran Islam, karena terburu-buru inilah kemudian ia tergelincir menuju
penyimpangan dan penyelewengan. Misalnya ada sebagian cendikiawan Muslim yang
terpengaruh pikiran Barat yang menyatakan Islam mengajarkan persamaan status
antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana masyarakat Barat. Maka tampilah
intelektual Muslim yang terburu-buru ini menjawab dengan suara yang lantang, bahwa
Islam mengajarkan drajat wanita adalah dibawah laki-laki, kemudian dia mengutip ayat-
ayat Al-Qur’an serta memberikan gambaran tentang masyarakat Islam dengan
kehidupan wanitanya yang terbelakang dan tidak berpendidikan. Sebagaimana difahami
kebanyakan Ulama ortodoks yang konservatif dan anti kemajuan. Dengan jawabannya
yang emosional dan terburu-buru itu, seakan-akan Islam mengajarkan wanita adalah
dibawah drajat laki-laki, tidak diberi pendidikan, terkurung, dijadikan sebagai pemuas
nafsu dengan poligami dan seterusnya. Padahal Islam tidak mengajarkan sebagaimana
yang difahaminya itu ataupun yang dikemukakan cendikiawan Islam yang bingung ini,
karena Islam telah menempatkan kaum wanitanya pada tempatnya tersendiri yang akan
mengangkat kehormatan mereka. Dan masih banyak lagi contoh kesalah fahaman yang
menjadikan orang anti pada Islam.

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 4


Kesalahan dalam memahami hakikat ajaran Islam ini, seharusnya tidak menjadi
penyebab Islam dibenci dan dimusuhi. Orang-orang yang salah faham ini sepatutnya
menyadari akan kesahannya dan mau mengadakan penyelidikan yang lebih ilmiah dan
jujur, memahami dari sumbernya yang asli dan dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Maka kehadiran orang-orang yang ikhlas dan jujur dalam mengkaji Islam
sangatlah diperlukan untuk meluruskan kesalah fahaman ini.

3. Pengingkaran terhadap ajaran Islam


Adapula orang yang membenci dan memusuhi Islam karena keingkarannya
terhadap ajaran-ajaran Islam. Mereka menolak semua ajaran Islam dan memusuhinya.
Orang-orang seperti ini memang sudah disebutkan Al-Qur’an :
“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar itu sama sahaja atas mereka, engkau
beri peringatan ataupun tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan
percaya. Allah telah menutup hati-hati mereka dan pendengaran mereka dan atas
pengelihatan mereka dengan tutupan. Dan bagi mereka adalah azab yang besar”
(Al-Baqarah:7-8).
“Dan orang-orang Yahudi dan Nashoro’ tidak akan suka kepadamu sehingga
engkau mengikuti ajaran mereka” (Al-Baqarah : 120).

Orang-orang seperti ini memang sudah ada penyakit dalam hati mereka, walau
apapun usaha yang dilakukan untuk meyakinkan mereka, mereka tetap akan membenci
dan memusuhi Islam. Bahkan mereka akan berusaha untuk melenyapkan Islam dari
muka bumi dengan segala taktik dan strategi.

4. Propaganda musuh-musuh Islam


Ada pula orang yang membenci dan memusuhi Islam akibat dari propaganda
musuh-musuh Islam yang telah berusaha dengan segala cara untuk menjelek-jelekkan
imeg Islam. Kononnya Islam digambarkan sebagai agama teroris, radikal, fundamentalis,
ortodoks, dan sejenisnya. Karena gencarnya propaganda jahat ini, maka banyak orang
yang terpengaruh untuk membenci dan memusuhi Islam tanpa penyelidikan. Hal ini
biasanya menimpa masyarakat awam dan orang-orang yang terlalu cepat mengambil
kesimpulan.
Realitas ini banyak terjadi khususnya didunia Barat, akibat dari penggambaran
salah yang dilakukan para intelektual yang memusuhi Islam. Tambah pula Barat telah
memiliki sejarah hitam dengan Islam ketika terjadinya peperangan beberapa abad silam
yang telah berjaya mengislamkan sebagian Eropa.

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 5


5. Kecemburuan terhadap Islam dan Umat
Musuh-musuh Islam memahami benar potensi yang dimiliki Islam dan ummatnya,
baik berupa kekayaan alam, keluasan wilayah ataupun sumber manusia yang besar.
Demikian pula Islam adalah panduan hidup terbaik yang telah terbukti keunggulannya.
Kesemua ini mendatangkan kecemburuan pada musuh-musuh Islam, sehingga mereka
membuat segala bentuk tipu daya untuk melenyapkan Islam dari muka bumi, agar
mereka dan ajaran mereka tidak tersaingi oleh kehebatan Islam dan Ummatnya.

B. MELURUSKAN KESALAHFAHAMAN TERHADAP ISLAM

1. Tentang Kegagalan Islam


Benarkah Islam telah gagal sebagai sistem kehidupan karena tidak berhasil
mengantarkan penganutnya masa ini menjadi masyarakat ideal? Dimanakah letak
kegagalan Islam, apakah karena kelemahan sistemnya atau karena kegagalan orang-
orang Islam menerapkan ajaran agamanya sehingga mengalami krisis dan tragedi
seperti yang digambarkan terdahulu. Persoalan ini dapat diandaikan dengan sebuah
mobil dan orang yang mengendarainya. Kegagalan sebuah perjalanan ditentukan oleh
dua sebab, sebab pertama adalah karena kelemahan mobil dan sebab yang kedua
adalah akibat sopirnya. Jika mobil itu tidak dapat mengantarkan penumpangnya
ketujuannya, maka perlu diselidiki, kegagalan itu akibat mobil atau sopir yang
mengendarainya. Walaupun mobil itu Mercedes Benz yang sudah diakui keunggulannya
misalnya, namun jika sopirnya tidak berpengalaman ataupun lalai dalam mengendarai
sehingga terjadi kecelakaan, apakah mobilnya yang salah atau sopirnya? Maka
jawabannya jelas karena kesalahan sopirnya.
Demikian pula halnya dengan Islam, jika Islam hari ini tidak berhasil
menghantarkan pengikutnya menuju cita-citanya, maka yang salah Islam atau
pengikutnya? Maka perlu diadakan penyelidikan, kegagalan kaum Muslimin menjadi
Ummat terbaik saat ini akibat kegagalan Islam atau akibat kegagalan kaum Muslimin
sendiri. Krisis dan tragedi dahsyat yang telah menimpa kaum Muslimin masa ini,
sebagaimana dikemukakan Syaikh Ameer Syakib Arselan,6 bukan karena kelemahan
sistem Islam, tetapi hal ini disebabkan karena kaum Muslimin telah meninggalkan ajaran
Islam dan menggantikannya dengan sistem-sistem manusiawi dari Barat maupun Timur.
Walaupun mereka tetap menyatakan dirinya sebagai Muslim, namun tingkah laku
mereka jauh menyimpang dari ajaran agama Islam. Jadi timbulnya krisis berkepanjangan
pada kaum Muslimin masa kini bukan disebabkan oleh kelemahan sistem Islam, namun
6
Syekh Ameer Syakieb Arselan, Limadza Taakhkhor al-Muslimun wa limadza Taqaddam ghairuhum ?, Beirut :
Mansyurat al-Maktabah, 1950)
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 6
jelas disebabkan oleh kaum Muslimin sendiri yang telah menyeleweng dari ajaran agama
Islam.7 Kaum Muslimin ditimpa kemerosotan, kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan,
kehinaan, dan seribu satu tragedi lainnya jelas karena mereka telah meninggalkan
ajaran Islam sebagaimana yang telah dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Mereka hanya
menyatakan dirinya sebagai Islam, namun perbuatannya bertentangan dengan ajaran
Islam. Atau mereka hanya menerapkan Islam yang sesuai dengan kepentingan hawa
nafsu rendah mereka dan menolak sebagian yang lain, tidak menerapkannya secara
total dalam kehidupan mereka. Bahkan ada diantara mereka yang dengan terang-
terangan melanggar ketentuan Allah dan Rasul-Nya secara terbuka.
Realitas ini tampak sangat jelas pada bangsa-bangsa yang menyatakan dirinya
Muslim namun jauh dari Islam. Baik kehidupan sosial, masyarakat maupun
pemerintahannya. Dalam hal ini dapat diambil contoh seperti negara-negara Arab
misalnya.8
Sudah menjadi rahasia umum bagaimana keadaan moral bangsa-bangsa Arab,
terutama mereka yang terkena “bom minyak”. Mereka menjadi bangsa yang berfoya-
foya penuh dengan maksiat dan skandal. Amir-amir, Bangsawan, dan orang kaya mereka
adalah langganan tetap pusat-pusat maksiat dunia. Mereka menghambur-hamburkan
uang dengan penuh keborosan, karena sistem pemerintahan ala Raja Diktator
memungkinkan mereka berbuat demikian, seakan-akan seluruh harta kekayaan bumi
Allah diArab adalah milik mereka dan kaum kerabatnya. Demikian pula dengan generasi
mudanya sudah hanyut jauh bersama arus Sekulerisasi dan Westernisasi yang
bertopengkan Modernisasi. Bangsa ini digiring secara sistematis untuk menjauhi dan
memusuhi Islam oleh kuasa-kuasa besar dunia kaki tangan Zionis atau Salibiah
Internasional. Ulama dan intelektual blilyan mereka terpaksa lari akibat kekejaman dan
kediktatoran pemerintahan Sekuler yang berlindung diketiak Barat. Mereka benar-benar
telah melanggar ajaran-ajaran Islam, baik dalam sistem sosial, politik ataupun hukum.
Namun anehnya mereka tetap bersikeras menyatakan dirinya sebagai Muslim, bahkan
mengklaim diri sebagai Muslim taat yang patut dicontoh. Maka dalam hal ini perlu
dipisahkan antara ajaran Islam yang asli dengan penyelewengan-penyelewengan yang
dilakukan orang Islam. Ajaran Islam tidak dapat dinilai dari pengalaman orang Islam
yang menyeleweng, sebagaimana dinilainya idiologi-idiologi lain dari pengalaman
penganutnya.

7
Lihat misalnya : Dr. Yusuf al-Qardhawy, Aina al-Khalal,. Qatar, 1987. Prof. Muhammad Qutb, al-Jahiliyya al-Qorn
al-Isyrien, dan juga Hal Nahnu Muslimun ?. Prof. Ismail R. Faruqi, Islamization of Knewledge, op.cit. hlm. 5. Prof. Said
Hawwa, Durus fi al-Amal al-Islamy. Op.cit.
8
Lihat misalnya : Ali E Hilali Dessouki (ed). Islamic Resurgence in The Arab World, New York : Yale Univ. Press,
1988. James Piscatori (ed). Islamic Fundamentalism and The Gulf Crisis. Chicago : The American Academy of Art and
Science, 1991). Luqman Harun, Potret Dunia Islam, Jakarta : Pustaka Panjimas, 1985. Richard F. Nyrop (ed). Saudy
Arabia : a Country Study, NY: Foregn Area Studies : The American Univ, 1985. Sandra Mackey, Saudis, inside Desert
Kingdom, New York : Penguin, 1990.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 7
Islam adalah ajaran sempurna yang diturunkan Allah SWT kepada manusia
melalui nabi Muhammad Saw. Ia adalah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan
ummat manusia, dari masalah-masalah individu sehingga masalah masyarakat dan
negara. Islam adalah way of live yang tertinggi dan tersempurna, ajaran yang akan
menghantarkan penganutnya menuju kemenangan sejati didunia dan diakhirat kelak.9
Maka dengan demikian, kegagalan kaum Muslimin masa kini bukan disebabkan
oleh kelemahan sistem Islam, namun disebabkan karena kaum Muslimin telah
meninggalkan ajaran Islam.

2. Tentang Pengertian al-Dien al-Islam


Banyak kalangan yang keliru memahami konsep al-Dien al-Islam, baik mereka itu
Muslim ataupun non Muslim. Kesalahan dalam memahami konsep ini akan berakibat
fatal, terutama dalam proses penerapan Islam sebagai sistem kehidupan. Diantara
mereka ada yang beranggapan Islam adalah sebatas agama yang mengajarkan
peribadatan ritual belaka sebagaimana kebanyakan agama-agama dunia masa kini.
Menurut mereka, untuk menjadi seorang Muslim yang soleh, cukup hanya dengan
menjalankan peribadatan ritual seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan ditambah dengan
amalan etika yang baik. Dengan pemahaman seperti ini, kemudian mereka mengambil
sistem hidup selain Islam untuk mengatur kehidupan dunianya, baik dari Barat atapun
Timur. Maka munculah orang yang menyatakan dirinya Muslim, namun dalam
berekonomi menggunakan sistem kapitalisme, dalam politik memperjuangkan
Demokrasi-Liberal, berhukum kepala hukum kolonial Barat, menjadikan sistem sosialnya
ala Barat Sekuler dan seterusnya. Realitas ini tampak hampir pada seluruh bagian Dunia
Islam, tidak terkecuali Saudi Arabia yang mengklaim berundang-undangkan Al-Qur’an
dan Al-Sunnah.
Kesalahan fahaman kaum Muslimin dalam memahami makna Al-Dien Al-Islam
akan menghantarkan mereka pada keterbelakangan dalam semua aspek kehidupan
duniawi, sebagaimana yang terjadi pada masa ini. Tidakada satu bangsa Muslimpun
yang berani tampil dengan identitas Islam dan keagungan ajarannya, bahkan mereka
merasa rendah diri jika mengatakan dirinya Muslim. Karena memang tidak ada satupun
keagungan Dunia Islam yang dapat dibanggakan kepada dunia modern. Dalam hal sains-
tehnologi, kaum Muslimin masih menjadi budak konsumsi para kapitalis Barat yang
menjual segala bentuk kemajuannya dengan harga tinggi disertai persyaratan yang tidak
adil, seperti menghubungkannya dengan HAM ataupun menerapkan Demokrasi-Liberal

9
Untuk masalah ini lihat misalnya : Prof. Said Hawwa, al-Islam, Beirut : Dar al-Fiqr, 1979. Dr. Yusuf al-Qardhawy, al-Hall
al-Islam, Qatar : Jami’ah al-Islamiyah Qatar, 1986. Hamudah Abdalaty, Islam in Focus, Kuwait : IIFSO, 1978. Abu Urwah,
Sistem-sistem Islam, KL: Pustaka Salam, 1989.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 8
ala Barat. Dan akhirnya kaum Muslimin tetap bergelimang dalam keterbelakangannya
dalam semua aspek kehidupan. Kesalah fahaman ini bahkan berdampak lebih jauh, ada
sebagian kaum Muslimin yang menentang keras segala bentuk kemajuan sains-tehnologi
yang diidentikannya dengan Baratisasi ataupun sekulerisasi. Mereka masih menolak
mengajarkan ilmu pengetahuan modern seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan
sejenisnya kepada kader-kader Islam dengan alasan ilmu tersebut adalah ilmu duniawi
yang tidak wajib dituntut dan tidak akan menghantarkan kebahagian akhirat. Itulah
sebabnya generasi Islam terpecah menjadi aliran agama yang diwakili oleh lulusan
sistem pendidikan tradisional Islam seperti pondok pesantren dan aliran umum lulusan
dari lembaga pendidikan yang dikelola pemerintah. Akhirnya muncullah cendikiawan
Islam tradisional yang memahami Islam sebatas peribadatan keakhirat dan cendikiawan
Islam yang menguasai ilmu-ilmu umum. Dan ironisnya kadangkala terjadi pergesekan
pemikiran diantara kedua aliran ini, yang justru menambah lemahnya kaum Muslimin.
Kesalah fahaman jalannya. Akibat yang paling kentara dengan pemahaman salah ini
adalah kaum dalam memahami konsep Al-Dien Al-Islam ini telah membawa dampak
sangat negatif bagi perkembangan dan kemajuan kaum Muslimin. Karena dengan
pemahaman yang salah ini, kaum Muslimin telah memisahkan Islam dari kehidupan
dunia nyata, sedangkan Islam adalah agama yang diturunkan untuk mengatur kehidupan
manusia didunia ini dan menjanjikan kebahagian akhirat bagi mereka yang mengikuti
Muslimin telah menyerahkan kehidupan politik ataupun ekonominya kepada orang lain,
karena mereka beranggapan masalah ini adalah urusan dunia yang tidak berkaitan
dengan Islam. Dan tidak diragukan lagi, bahwa kemunduran dan keterbelakangan kaum
Muslimin masa ini akibat dari kesalahan mereka memahami konsep Al-Dien Al-Islam
sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya.
Seorang pemikir ulung Islam dari Pakistan, Abu al-Ala al-Maududy,10 membahas
pengertian Al-Dien secara terperinci. Menurut Maududy, Al-Dien (menggunakan al)
ditujukan hanya untuk penggunaan Islam, sementara tanpa al- digunakan untuk selain
Islam, sebagaimana yang disebutkan Al-Qur’an :
“Sesungguhnya Al-Dien yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam”
(Ali Imran:19)
“Dan barang siapa yang mengambil selain Islam sebagai Dien-nya, maka ia tidak
akan diterima,dan diakhirat mereka termasuk orang-orang yang rugi” (Ali
Imran:83).
Selanjutnya, Maududy menjelaskan, pengertian Dien adalah seluruh sistem yang
mengatur kehidupan manusia, baik sistem politik, ekonomi, etika, peribadatan, sosial,
budaya, hukum, perundang-undangan, filsafat, idiologi, way of live dan lain-lainnya.
10
Abu A’la al-Maududy, al-Mustalahat al-Arba’at fi al-Qur’an : al-Ilah, al-Robb, al-Ibadat, al-Dien. Kaherat : 1975. Khususnya
bagian keempat.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 9
Dalam konsep Islam ada dua Dien, Al-Dien Al-Islam dan Dien Al-Ghoir Al-Islam (Dien
selain Islam) sebagaimana yang dimaksudkan ayat diatas.
Dengan demikian, Al-Dien Al-Islam adalah seluruh sistem kehidupan yang
diajarkan Islam yang terdiri dari sistem Aqidah (keyakinan), sistem Ibadah (ritual), sistem
Akhlaq (etika) dan sistem Muamalat (kemasyarakatan). Sistem Aqidah adalah sistem
yang mengatur segala bentuk yang menyangkut kepercayaan kepada Allah dan perkara-
perkara tang menyertainya. Sistem Ibadah adalah sistem yang mengatur segala bentuk
ritus penyembahan dan pengabdian manusia kepada Allah dan tata caranya, seperti
sholat, puasa, zakat, haji dan lain-lainnya. Sistem Akhlaq adalah sistem yang mengatur
etika perhubungan manusia, baik kepada Allah ataupun sesama mahluknya. Sedangkan
sistem Muamalat adalah segala bentuk sistem yang mengatur hubungan kehidupan
manusia dimuka bumi, seperti sistem hukum, perundang-undangan, sosial, ekonomi,
politik, budaya, pertahanan dan lainnya.11
Prof Said Hawa12 menggambarkan Al-Dien Al-Islam seumpama rumah. Rumah
terdiri dari pondasi, bangunan dan atap. Pondasi Islam (arkan al-Islam) adalah rukun
Iman yang enam dan rukun Islam yang lima, sedangkan bangunan Islam (bina al-Islam)
adalah sistem kemasyarakatan, seperti sistem politik, ekonomi, sosial, budaya,
pendidikan, sains tehnologi dan lainnya sedangkan atap (muayyadat al-Islam) adalah
amar ma’ruf nahi mungkar dan jihad fi sabilillah. Sebuah rumah dikatakan sempurna
apabila memiliki tiga bagian tersebut, pondasi, bangunan dan atap, jika kurang salah
satunya maka ia tidak dapat disebut rumah. Demikian pula halnya, dikatakan al-Dien al-
Islam apabila seluruh konsep yang terkandung dalam ajaran Islam menjadi satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, pemisahan antara Ketunggalan dan Kekuasaan
Allah dalam sistem kemasyarakatan, baik ekonomi maupun politik, sama halnya dengan
pemisahan pondasi rumah dengan bangunannya. Anak kecilpun akan mentertawakan
jika pondasi disebut rumah, sama halnya jika hanya menjalankan rukun Iman dan rukun
Islam saja, kemudian mengklaim sebagai telah melaksanakan ajaran al-Dien al-Islam.
Dalam bidang ekonomi misalnya, sistem ekonomi Islam tidak bediri sendiri
sebagai sistem yang terpisah dengan keseluruhan sistem Islam, sebagaimana sistem
ekonomi Sekuler yang terpisah dari agama dan etika. Dalam konsep ekonomi
Kapitalisme, modal adalah milik para pemodal sedangkan menurut Marxisme modal
adalah milik bersama masyarakat. Sedangkan menurut ekonomi Islam, modal pada
hakikatnya adalah milik Allah Sang Pemilik Alam Raya yang diamanahkn kepada
sipemodal dan akan digunakan untuk kemakmuran masyarakatnya. Pemodal dalam
menjalankan aktivitas ekonominya tidak terlepas dari kehendak pemilik (aspek Aqidah),

11
Untuk masalah ini lihat misalnya : Prof. Said Hawwa, al-Islam, op.cit. Dr. Yusuf al-Qardhawy, al-Hall al-Islam, op.cit.
Fazlur Rahman, Islam, Lahore : 1973. Hamudah Abdalaty, Islam in Focus. Op.cit. Abu Urwah, Sistem-sistem Islam, op.cit.
12
Prof. Said Hawwa, al-Islam, op.cit. khususnya muqaddimah.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 10
melakukan aktivitas yang halal (aspek Ibadah), tidak boleh berlaku curang, merugikan
orang lain dan etika jelek lainnya (aspek Akhlaq), dan diwajibkan mengeluarkan sebagian
dari keuntungannya untuk orang-orang yang memerlukannya (aspek Muamalat) akhirnya
kelak ia akan diminta pertanggung jawabannya diakhitat, jika ia menjalankan amanah
mendapat balasan kebaikan dan jika berkhianat akan mendapat siksaan. Jadi konsep
ekonomi Islam tidak terbatas hanya mengatur mekanisme pasar dalam rangka
mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan aspek Ketuhanan
dan etika sebagaimana sistem ekonomi Kapitalisme, namun sistem ekonomi Islam
langsung berkaitan dengan kebahagian seseorang dalam hidup sesudah mati yang
berkaitan dengan Aqidah.13
Demikian pula dalam sistem politik, jika menurut teori politik Demokrasi-Liberal,
kekuasaan ditangan rakyat. Jika rakyat menghendaki putih, maka putihlah sebuah
negara, dan jika mereka menghendaki hitam, maka jadilah hitam. Demikian pula dalam
sistem ini yang menentukan adalah suara mayoritas, jika suara mayoritas menghendaki
seseorang menjadi pimpinan, maka jadilah ia pimpinan, walaupun ia tidak memiliki
kelayakan sebagai seorang pemimpin, sebagaimana yang terjadi pada Ronald Regent
sang bintang film koboi yang menjadi President Amerika Serikat ataupun Yukio Aoshima,
badut lawak gaek yang menjadi gubernur Tokyo. Namun dalam kontek politik Islam,
kekuasaan tirtinggi adalah ditangan Allah sebagai penguasa alam, manusia adalah wakil
(Kholifah) yang akan melaksanakan segala ketentuan dan peraturan yang ditentukan
oleh Allah dan Rasul-Nya. Hitam dan putihnya sesuatu ditentukan oleh Allah dan Rasul-
Nya, baik menyangkut undang-undang, hukum dan kriteria pemilihan pemimpin, yang
dalam Islam dikenal dengan istilah syuro. Para anggota Majelis syuro adalah wakil rakyat
yang dipilih oleh rakyat sebagai wakilnya dalam mengukur masalah yang berkaitan
dengan kehidupan bermasyarakat. Para anggota syuro tidak dapat memutuskan sesuatu
yang bertentangan dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian anggota
syuro adalah pemegang amanah rakyat sekaligus pemegang amanah Allah dan Rasul-
Nya. Kemenangan bukan ditentukan oleh suara mayoritas, tetapi oleh kebenaran ajaran
agama Islam, walaupun seluruh rakyat menghendaki sesuatu undang-undang, namun
jika undang-undang itu bertentangan dengan ajaran agama Allah dan Rasul-Nya, maka
secara otomatis batallah undang-undang tersebut. Disinilah perbedaan menyolok antara
konsep demokrasi Barat dengan sistem Islam yang menghendaki integrasi diantara
ajarannya.14
Dengan demikian jelaslah bahwa konsep al-Dien al-Islam adalah satu kesatuan
sistem kehidupan yang menyeluruh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang
lainnya. Sistem sosialnya adalah berkaitan erat dengan sistem Ketuhanan dan
13
Untuk masalah ini lihat misalnya : Afzalur Rahman, Economic Doctrines of Islam, London, LMS Publ. 1990.
14
Untuk masalah ini lihat misalnya : Abul A’la al-Maududi, al-Khilafat wa al-Mulk, Kuwait : Dar Qalam, 1978
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 11
Peribadatan, demikian pula halnya dengan sistem politik, ekonomi, pendidikan, dan
lainnya. Satu ajaran dengan ajarannya saling berkaitan, seumpama tubuh. Dipisahkan
satu bagian akan menimbulkan ketimpangan pada sistemnya, sebagaimana
dipisahkannya salah satu anggota tubuh. Tangan misalnya, jika dipisahkan dari tubuh,
maka jelas tidak akan berfungsi sama sekali, sama halnya jika diterapkannya sistem
ekonomi Islam saja, tanpa menerapkan keseluruhannya sistem Islam akan menimbulkan
kepincangan, karena ekonomi Islam, ataupun sistem kemasyarakatan Islam akan
berjalan baik apabila diterapkan pada masyarakat yang telah menganut ajaran Islam
secara menyeluruh, terutama sistem Aqidahnya. Kegagalan kaum Muslimin masa ini
karena mereka terburu-buru ingin menerapkan sistem kemasyarakatan Islam, seperti
sistem politik ataupun sistem ekonomi, sementara sistem Aqidah dan Ibadah belum
tertanam dengan baiknya. Perbuatan seperti ini samalah seperti orang yang
membangun rumah, sementara tidak membuat pondasi. Rumah tanpa pondasi pasti
akan hancur dalam waktu singkat, seperti cepatnya hancur sistem masyarakat yang
tidak berlandaskan Aqidah dan Ibadah.
Islam adalah ajaran yang lengkap dan sempurna, sehingga tidak memerlukan
tambahan-tambahan dari sistem lainnya. Penambahan sistem Islam dengan sistem
lainnya, bukan akan menambah kesempurnaan Islam, tapi justru akan menghilangkan
semangat Ketuhanan yang terkandung dalam ajaran Islam. Jika Islam dicampur dengan
sistem ekonomi ala Kapitalisme atau Sosilisme sebagaimana yang dilakukan sebagian
besar kaum Muslimin masa ini, maka jelas akan menghasilkan masyarakat terbelakang
sebagaimana kaum Muslimin masa ini. Ajaran Islam yang dilandaskan Ketunggalan Allah
tidak mungkin dicampur dengan ajaran yang menolak keberadaan Tuhan. Itulah
sebabnya dengan tegas Islam memberlakukan doktrin : Terima Islam seluruhnya, atau
tolak seluruhnya. Tentu dengan memperhatikan tahapan demi tahapan yang diperlukan
dalam penerapan Islam.
Mungkin ada yang mempertanyakan, jika al-Dien al-Islam dikatakan sebagai
ajaran sempurna, kenapa tidak dibahas dalam ajarannya segala sesuatu persoalan
kehidupan secara mendetil. Ini dibuktikan al-Qur’an ataupun Al-Sunnah, sumber utama
ajaran Islam hanya mengandung beberapa sisi kehidupan manusia secara global ?
Disinilah letak keunikan sistem Islam yang diturunkan Yang Maha Mengetahui. Islam
sebagai sistem yang diturunkan untuk seluruh ummat manusia, sejak diturunkannya
hingga akhir zaman, tidak membicarakan persoalan kehidupan manusia secara mendetil,
karena jika itu dilakukan berarti diperlukan beribu-ribu kitab ajaran yang akan
membingungkan manusia. Namun Allah Yang Maha Mengetahui menurunkan sebuah
Kitab yang mengandung ajaran sempurna. Kesempurnaan disini bukan berarti
didalamnya terdapat undang-undang jalan raya, macam-macam jenis transaksi ekonomi

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 12


ataupun tentang sains tehnologi. Namun al-Qur’an yang dijabarkan dalam Al-Sunnah
memberikan petunjuk secara garis besar tentang segala sesuatu kehidupan manusia,
baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan, budaya, sains tehnologi dan
lainnya yang bersifat universal dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Karena didalam al-Qur’an dan al-Sunnah terdapat panduan-panduan umum yang berlaku
sepanjang zaman. Disinilah secara garis besar dan membiarkannya manusia
menjabarkannya menurut tingkat pengetahuan dan peradabannya, kebebasan berfikir
dan mengembangkan inilah yang menjadi sumber keabadian Islam. Sehingga sistem
Islam mampu mengikuti arus kemajuan peradaban manusia sampai kapanpun.
Dan yang terpenting difahami dalam metodelogi sistem Islam adalah sistem yang
pada hakikatnya akan mencetak manusia-manusia utama (khair al-Ummah) dalam
membangun kehidupan. Disinilah letak keunggulan Islam. Sistem Islam dengan tahapan
demi tahapan ajarannya bermaksud melahirkan manusia unggul, dan dari manusia-
manusia unggul inilah akan lahir peradaban agung, sebagaimana telah lahir diawal
kebangkitan dan zaman kegemilangan Islam terdahulu. Dari sistem Islam yang
sempurna inilah telah lahir manusia-manusia agung yang menjadi pemuka peradaban
dunia sampai sekarang.
Jadi dengan demikian jelaslah bahwa al-Dien al-Islam adalah ajaran sempurna
yang mengatur kehidupan manusia dan tidak dapat dipisah-pisahkan satu bagian
ajarannya dengan bagian yang lain. Pemisahan bagian dengan bagiannya yang lain akan
menghilangkan keutamaan dan kesempurnaan sistemnya. Demikian pula sistem Islam
tidak memerlukan tambahan-tambahan dalam sistemnya, terutama dari sistem-sistem
hidup yang berakar pada filsafat Sekulerisme ataupun Materialisme. Sistem Islam adalah
sistem yang mandiri dalam kesempurnaannya.

3. Tentang Kaum Muslimin


Orang-orang non Muslim, khususnya di Barat yang masih memelihara dendam
Perang Salib, beranggapan dan memberi gambaran yang sangat keliru tentang sosok
kaum Muslimin. Mereka menggambarkan kaum Muslimin adalah sosok manusia biadab
yang menolak segala bentuk kemajuan dunia dengan sikapnya yang sangat
fundamentalis mempertahankan pendapatnya, sehingga siapapun yang tidak sefaham
dengannya akan dianggap musuh dan akan membantainya tanpa toleransi. Bahkan
sosok kaum Muslimin dimata mereka adalah identik dengan kaum teroris, kaum radikal-
ekstrimis yang menghancurkan segala bentuk kemajuan dunia disamping bangsa yang
gemar menyulut peperangan, bahkan sesama mereka. Dan celakanya opini ini dikuatkan
oleh realitas kaum Muslimin, khususnya yang berada di Timur Tengah yang selalu
menjadi dalang terorisme dan peperangan. Namun permasalahannya, apakah seluruh

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 13


kaum Muslimin di dunia ini berprilaku seperti para teroris itu, sehingga seluruh kaum
Muslimin diidentikan dengan teroris. Padahal realitanya, yang berprilaku teroris adalah
sebagian kecil dari kaum Muslimin yang diam-diam menyimpan keagungan peradaban.
Jika kelompok kecil ini dijadikan dasar untuk mengklaim kaum Muslimin, maka dapat
pula dikatakan bahwa semua masyarakat Barat yang mengaku berperadaban adalah
teroris, rasialis, korup, penderita AIDS dan sejenisnya, karena memang ada bagian kecil
dari masyarakat Barat yang demikian keadaanya. Tentu klaim semacam ini sangat tidak
adil bagi masyarakat Barat seluruhnya, sebagaimana tidak adilnya tuduhan kepada
kaum Muslimin.
Jika diperhatikan secara teliti keadaan kaum Muslimin di Dunia ini, maka jelas
akan tergambar realitas sebenarnya keadaan kaum Muslimin. Coba kita perhatikan nasib
kaum Muslimin dinegara-negara minoritas Muslim, pada umumnya mereka dinafikan
hak-haknya secara politik, bahkan dipinggirkan dan dibantai. Bagaimana nasib kaum
Muslimin di India yang dibantai kaum militan Hindu, bagaimana nasib kaum Muslimin
Moro di Filifina selatan yang diperangi dan dibantai, bagaimana nasib kaum Muslimin di
Bosnia, ataupun nasib kaum Muslimin pada masyarakat yang menganggap dirinya
beradab seperti Eropa atau Amerika. Namun hal ini sangat kontradiktif jika dibandingkan
dengan keadaan non Muslim dinegara-negara mayoritas Muslim. Dalam hal ini Indonesia
adalah contoh nyata. Walaupun orang Kristen yang hanya berjumlah kurang dari 7 %
tapi menduduki jabatan mentri-mentri kunci yang mengatur negara. Namun mayoritas
kaum Muslimin di Indonesia menerima keadaan itu dengan lapang dada, yang mana hal
ini tidak akan pernah terjadi dinegara minoritas Muslim manapun didunia ini. Pernahkah
misalnya di Inggris ataupun Amerika terjadi mentri keuangan atau pertahanannya dari
orang Islam? Jawabannya selama berdirinya negara-negara yang mengaku bapak
demokrasi ini, belum pernah satupun mentrinya dari kalangan minoritas Muslim, namun
hal ini terjadi dinegara mayoritas Muslim Indonesia, mentri keuangan dan
pertahanan/panglima militer adalah dari kaum minoritas Kristen. Di Malaysia, non-Muslim
dapat menduduki jabatan mentri, padahal Malaysia adalah negara yang menjadikan
Islam sebagai agama resmi.
Kaum Muslimin yang dianggap tidak beradab ini justru telah melahirkan tokoh-
tokoh dunia yang dikagumi, terutama dalam bidang sains dan tehnologi. Sebagai contoh
mantan Presiden RI ke 3, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie misalnya. Habibie adalah seorang
Muslimin yang taat, bahkan memimpin organisasi para Intelektual Muslim se-Indonesia
(ICMI) dan mengetuai Forum Dunia Islam untuk Pembangunan Sains Teknologi dan
Sumber Daya Manusia (IFTIHAR). Namun reputasinya didunia Internasional tidak ada
satupun orang dapat menapikannya. Pada tahun 1994 Habibie mendapat penghargaan
tertinggi Persatuan Bangsa-Bangsa untuk pengembangan ilmu kedirgantaraan yang

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 14


selama ini belum pernah diterima oleh perorangan sejak berdirinya PBB. Habibie pula
yang dikatakan sebagai penyebab kejatuhan industri pesawat FOKKER milik Belanda,
akibat kemajuan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang dipimpinnya. Habibie
sebagai seorang Muslim yang taat mampu menjadi penggerak dan simbol kemajuan
bangsa Indonesia yang multi ras dan agama. Demikian pula masih banyak putra-putra
terbaik Islam yang memberikan sumbangan pada kemajuan dunia, diantaranya
penyandang NOBEL untuk fisika, Abdus Salam dari Pakistan ataupun Dr. Abdurrahman
Hilmy dari Mesir dan masih banyak lagi. Mentri keuangan yang dijuluki bekas PM Inggris
Margareth Teacher sebagai mentri keungan terbaik abad ini, Anwar Ibrahim dari
Malaysia, seorang pemimpin Islam yang brilyan dan sangat toleran pada penganut
agama lainnya. Bahkan Anwar dijuluki sebagai tokoh pencerahan Asia (Asia Renaissance)
yang senantiasa melakukan dialog antar peradaban dan sangat terbuka dengan
kemajuan, sehingga menjadi cermin Muslim Kosmopolit. Presiden PBB, Razali Ismail,
adalah seorang Muslim yang tetap menjaga tradisi keislamannya.
Demikian pula, masyarakat Islam, khususnya dikawasan Asia Tenggara adalah
masyarakat yang amat ramah dan toleran, penuh persahabatan dengan bangsa-bangsa
lain. Bukannya seperti para teroris yang digambarkan. Itulah sebabnya kawasan ini
menjadi pusat wisata masyarakat Barat yang merindukan kedamaian. Memang diakui,
ada sebagian dunia Islam terjadi peperangan dan teror. Namun jika diteliti dengan
seksama, siapakah penyulut dari aksi peperangan dan teror itu. Di Palestina misalnya,
para pendatang Yahudi merampas tanah kaum Muslimin dengan alasan, Palestina adalah
tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Aksi perampasan ini berlanjut
menggunakan senjata bahkan mendapat bantuan Bapak Demokrasi dan Hak Asasi
Amerika. Secara jujur, apakah tindakan yang dapat kita lakukan andaikan rumah yang
kita huni turun menurun dirampas orang dengan alasan janji Tuhan. Siapapun didunia ini
mewakili akal waras akan melawan mati-matian mempertahankan haknya. Jika si kuat
malah membantu perampas, maka tidak ada cara lain kecuali melemahkan kekuatan si
kuat, agar hak menjadi miliknya. Rasional inilah yang ditempuh kaum Muslimin Palestina,
baik di Palestina sendiri ataupun diluar, demi mempertahankan diri dari perampok yang
dibela Amerika. Maka tidak mengherankan jika mereka menggalang aksi terorisme untuk
menarik perhatian dunia yang sudah dikuasai oleh agen-agen Yahudi Internasional.
Kaum Muslimin di Palestina seakan-akan dipaksa untuk berperang dan melakukan aksi
teror demi mempertahankan tanah airnya yang dirampas. Demikian pula halnya yang
terjadi pada kaum Muslimin di Afghanistan, Kashmir, Bosnia, Chechnya, Moro, Arakan
dan lainnya. Mereka dipaksa oleh keadaan yang diciptakan oleh mereka yang
mengatakan dirinya sebagai masyarakat beradab dan demokratis, namun senantiasa
bersikap tidak adil terhadap kaum Muslimin.

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 15


Jadi adalah tidak adil sama sekali, jika kaum Muslimin yang terkenal toleran,
ramah, penuh persahabatan, memiliki putra-putra terbaik yang menyumbang pada
kemajuan dunia dianggap sebagai kaum yang tidak berperadaban, radikal, teroris, dan
sejenisnya. Memang diakui kaum Muslimin masih jauh tertinggal jika dibandingkan kaum
lainnya, namun mereka kini telah mempersiapkan diri untuk bangkit membangun dunia
kembali, sebagaimana bangkitnya generasi mereka terdahulu membangun dunia dan
memberikan sumbangan yang tak ternilai pada peradaban ummat manusia.

C. ISLAM : ALTERNATIF SISTEM MASA DEPAN


Sejarah telah membuktikan, Islam dengan ajarannya yang sempurna telah
berhasil membangun sebuah masyarakat dengan peradabannya yang menjulang tinggi
pada masa lalu. Islam telah menjadikan bangsa Arab yang terbelakang, terpecah belah
dan tertindas menjadi bangsa besar, sebagai super power yang telah menumbangkan
dua super power masa itu, Romawi dan Parsi. Islam telah merubah manusia-mnusia
jahiliyah penyembah berhala menjadi manusia-manusia yang bertauhid dan
berperadaban, menjadi pemimpin-pemimpin besar dunia yang dikagumi hingga hari ini.
Islam telah berhasil melahirkan generasi terpilih sepanjang sejarah kemanusian.
Generasi-generasi yang menegakan keadilan dan kedamaian sejati serta
mengahancurkan segala bentuk kezaliman. Generasi yang telah memberikan rahmat
bagi seluruh alam, sebagaimana yang telah ditugaskan Allah SWT kepada mereka
sebagai Kholifah (wakil)-Nya yang telah memenej alam sesuai dengan kehendak-Nya.15
Jika dahulu Islam dapat melahirkan generasi-generasi agung yang berperadaban
serta menguasai dan memenej dunia dengan penuh kegemilangan, maka tidak mustahil
Islam sekali lagi akan melahirkan generasi agung berperadaban pada abad ini yang akan
menjadi pemimpin dunia. Karena sumber rujukan dan pengambilan yang telah
melahirkan generasi terdahulu, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, tetap tersimpan
hingga kini. Sumber utama inilah yang akan mencetak generasi baru pemimpin dunia.16
Apalagi secara konsepsional sistem Islam adalah sistem terunggul daripada
seluruh sistem dunia masa kini. Sistem lebih unggul daripada Sekulerisme, lebih unggul
daripada Kapitalisme-Liberalisme, lebih unggul daripada Sosialisme-Komonisme, lebih
unggul daripada Nazisme-Fascisme, lebih unggul daripada Humanisme, lebih unggul
daripada Nasionalisme lebih unggul daripada semua cabang pemikiran Modernisme

15

Lihat misalnya : Thabary, Tarikh Umam wa al-Mulk, Beirut : Dar Fiqr, 1979. Abul Hasan an-Nadwy, Madza Khasira al-
Alam bi inhithoth al-Muslimun ?. op.cit. Abul A’la al-Maududi, al-Khilafah wa al-Mulk, op.cit. Khalid Muhammad Khalid,
Rijal Haula al-Rasul, Beirut : Dar Fiqr, 1975. Muhammad al-Ghazaly, Fiqh al-Sirah, Beirut : Dar Fiqr, 1978. Yusuf al-
Khandahlawy, Hayat al-Shahabah, Lucnow : Dar Ulum, 1980. Syed Ameer Ali, The Spirit of Islam, London : Chiristopher,
1955. R.A. Nicholson, Literary History of the Arab. Chambridge : Cambridge Univ. Press,1930.
16
Lebih detil lihat : Hilmy Bakar Almascaty, Generasi Penyelamat Ummah, Kuala Lumpur : Berita Publ., 1995.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 16
ataupun Post-Modernisme, Islam lebih unggul daripada seluruh sistem danagama-agama
dunia.17
Dalam dunia modern ini, konsep-konsep Islam tetap relevan dan akan menjadi
jalan keluar dari segala bentuk krisis dan problema yang dihadapi dunia. Islam sekali lagi
akan membuktikan keunggulan konsepnya dari seluruh sistem hidup diabad modern ini.
Konsepsi Islam tidak akan pernah lapuk dimakan waktu, karena ia diturunkan untuk
seluruh ummat manusia hingga akhir zaman.18

D. KEUNGGULAN AJARAN ISLAM


Ada beberapa keunggulan dan kelebihan Islam sebagai sistem hidup jika
dibandingkan dengan sistem-sistem dunia lainnya, sehingga Islam paling layak menjadi
satu-satunya sistem alternatif dunia dimasa depan. Diantara keunggulan itu adalah :
1. Islam adalah sistem universal
Islam adalah sistem hidup yang universal, yaitu sistem hidup yang bersifat global
dan mendunia. Ia diturunkan untuk seluruh ummat manusia hingga akihir zaman.
Sebagaimana ditegaskan Al-Qur’an :
“Dan tidaklah Kami utus kamu kecuali untuk seluruh ummat manusia”.
“Dan tidaklah Kami utus kamu kecuali sebagai rahmat untuk seluruh alam”.
(Al-Anbiya : 107)
Itulah sebabnya Islam akan senantiasa mampu mengikuti arus perkembangan
zaman dari waktu ke waktu, tidak seperti sistem hidup lainnya yang lapuk dimakan
zaman karena tidak bersifat universal. Ini terbukti walaupun sudah 15 abad diajarkan,
namun sistem Islam masih tetap relevan dengan dunia modern, bahkan ia dapat
mengatasi semua sistem hidup yang diciptakan sesudahnya.

- Islam adalah sistem yang fitri

17
Untuk masalah ini secara mendetil lihat misalnya : Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam and Secularism, Kuala
Lumpur : ABIM, 1974. Abul A’la al-Maududi, Capitalism, Socialism and Islam. Kuwait : Islamic Books Publ., 1987. M. Mirza
Hussain, Islam and Socialism, a Critical Analisis of Capitalism, Fascism and Nazims as Contrasted with the Qur’an
Conception of a New World Order, Lahore : SM, 1974. Maxime Radinson, Islam and Capitalism, Paris : Penguin Books,
1980. Ali Shari’ati, Marxism and Other Western Fallacies, Trans by R. Campbell. Berkeley : Mizan Press, 1980. Mustafa
Mahmoud, Marxism and Islam, trans. By MM. Enany, Kaherah : Cairo Univ. 1990. Khalifa Abdul Hakim, Islam and
Communism. Lahore : Siddiq Printer, 1976. David Westerwind, From Socialism to Islam, Uppsala : The Scandinavia Inst.
Of African Studies, 1982. HOS Cokroaminoto, Islam and Socialism, Kuala Lumpur : Iqrak, 1988. Asghar Ali Engineer,
Islam and Liberation Theology. New Delhi : Sterling Publ, 1990. Ahmad Abdul Ghaffar Affar, Humanisme in Islam. Trans.
By Albin Michel, Indiana : The American Trust Publ,. 1979. Maryam Jameelah, Islam and Modernism. Lahore : Muhd Yusuf
Khan, 4th. Edt. 1977. Dr. Ali Muhd. Nagvi, Islam wa al-Qaumiyah, Tehran : 1404. Muhammad Asad, Islam at the Cross
Road, Spain : Dar al-Andalaus : 14th. Edt. 1404 H. Akbar S. Ahmad, Postmodernism and Islam, London : Routledge, 1992.
18
Lihat misalnya : Syed Abdul Wahab Bukhory, Islam and Modern Challenges. Madras : Dar al-Tasneef, 1966. GW.
Choudury, Islam and the Contemporary World, London : Indus Thames Publ, 1990. Ahmad al-Shahi dan Denis Mac Eoin,
Islam in Modern World, New York : St. Martin’s Press, 1983. John J. Donohue, and John L. esposito (ed), Islam in
Transition, Muslim Perspective, New York : Oxford Univ. Press, 1982. Ilse Lilhtenstadter, Islam and Modern Age, An
Analysis and Appraisal, New York: Bookman Associates. 2nd. Edt. 1960.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 17
Islam adalah sistem kehidupan yang fitri, yaitu sistem kehidupan yang sesuai
dengan kehendak dan keperluan hati nurani manusia yang menginginkan terwujutnya
keadilan, kebahagiaan dan kedamaian sejati. Sebagaimana ditegaskan Al-Qur’an :
“Maka hadapkanlah dirimu dengan lurus kepada agama itu, yaitu fitrah Allah
adalah sesuai dengan fitrah manusia, dan janganlah ada penukaran terhadap
ciptaan Allah, ialah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui”. (Al-Rum : 30)
Jika diselidiki secara jujur, maka jelaslah ajaran-ajaran Islam sangat sesuai dengan
tuntutan hati nurani manusia, karena ia adalah ajaran yang senantiasa mengajak menuju
kebaikan, keamanan, keadilan dan kebahagian sejati. Realitas ini tidak dapat dinafikan,
kecuali oleh orang-orang ada penyakit dalam hatinya dan menolak kebenaran.

- Islam adalah sistem totalitas


Islam adalah sistem hidup yang totalitas, yaitu sistem hidup yang sempurna,
mengajarkan segala bentuk sistem kehidupan yang akan mengantarkan manusia menuju
kebahagian dan kesemppurnaan hidup. Sistem hidup yang memiliki ajaran moral-
spiritual, etika, keyakinan, kerohiman dan sekaligus memiliki ajaran sosial, budaya,
politik, ekonomi, pendidikan, sains tehnologi, filsafat, militer dan lain-lainnya.19

- Islam adalah sistem unity


Islam adalah sistem hidup yang unity, yaitu sistem hidup yang tidak memisah-
misahkan antara satu ajarannya dengan ajaran lainnya. Keseluruhan ajarannya adalah
satu kesatuan, dari awal hinggalah akhirnya. Al-Qur’an sangat mencela orang-orang
yang memisah-misahkan ajarannya :
Dan jangalah kamu menjadi orang-orang yang menyekutukan, yaitu daripada
orang-orang yang memisah-misahkan agama mereka sehingga jadilah mereka
beberapa golongan yang tiap-tiap golongan merasa bangga dengan pandangan
mereka, (Al-Rum : 31-32)
Islam tidak pernah memisahkan antara dunia dengan akhirat, karena kedua-duanya
adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Demikian pula Islam tidak memisah-
misahkan sistem ekonomi, politik, pendidikan, sosial, sains tehnologi, dan lain-lainnya
dengan ajaran moral spiritualnya. Islam memerintahkan agar penganutnya memasuki
Islam secara unity, menerima keseluruhan ajarannya, sebagaimana yang diterangkan Al-
Qur’an:

19
Lihat : Prof. Said Hawwa, al-Islam, op.cit. Dr. Yusuf al-Qardhawi, op.cit.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 18
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara
keseluruhan, dan janganlah mengikuti langkah-langkah Syaitan, karena
sesungguhnya Syaitan adalah musuh kamu yang nyata”. (Al-Baqarah : 208)

- Islam berasal dari Pencipta Alam


Islam adalah sistem hidup yang diajarkan oleh Pencipta Yang Maha Mengetahui
tentang seluruh alam, Yang Maha Mutlak kebenarannya, yaitu Allah SWT kepada
manusia melalui perantaraan Rasulullah Saw. Sebagaimana disebutkan Al-Qur’an :
“Dialah (Allah) yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan
sistem kehidupan al-Haq agar memenangkannya diatas semua sistem kehidupan
lainnya, walaupun tidak disukai orang-orang musrik”. (Ash-Shoff : 9)
Karena diajarkan oleh Yang Maha Mengetahui, maka Islam akan terhindar dari segala
bentuk kesalahan dan kelemahan. Ia tidak akan menjadi seperti sistem-sistem dunia
lainnya yang mengalami kegagalan akibat diasaskan oleh manusia yang serba lemah.
- Sumber ajaran Islam jelas
Islam adalah sistem hidup yang memiliki sumber pengambilan yang dapat
dipertanggung jawabkan keaslian dan kesempurnaannya, yaitu Al-Qur’an dan dijelaskan
oleh Sunnah Rasulullah Saw. Al-Qur’an sendiri menentang, siapakah yang mampu
menandinginya walaupun seayat saja :
“Dan jika kamu ragu-ragu terhadap apa yang Kami telah turunkan kepada hamba
Kami (Al-Qur’an), maka cobalah kamu buat satu surat yang serupa dengannya,
dan ajaklah penolong-penolong kamu selain daripada Allah, jika kamu memang
orang-orang yang benar. Dan apabila kamu tidak dapat membuatnya, dan pasti
kamu tidak dapat membuatnya, maka takutlah kamu dengan Neraka yang bahan
bakarnya dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir”.

Keaslian dan kehebatan Al-Qur’an inipun diakui oleh intelektual Barat. Filosof dan
sastrawan besar Jerman, Goethe menulis tentang al-Qur’an :
“Bagaimana juga saya membaca Al-Qur’an itu, pertama ia menggerakkan saya
pada setiap masa, dengan kesegaran dan dengan cepat menganjurkan pendirian
hati serta keheranan, yang akhirnya ia mendorong saya kepada pengetahuan
agama. Al-Qur’an itu mempunyai susunan kata-kata yang molek dan indah, isi dan
tujuannya mengandung suatu pedoman bahagia. Dia adalah memberi ingatan dan
menakutkan selamanya, dan seterusnya ia adalah kemulian Yang Maha Tinggi.

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 19


Demikianlah, Al-Qur’an akan berjalan terus dan bekerja sepanjang masa dengan
pengaruh yang amat kuat serta gagah dan teguh”.20
Maka dengan demikian, jelaslah bahwa al-Qur’an, sumber pengambilan utama ajaran
Islam adalah yang terbaik dan dapat dipertanggung jawabkan keasliannya. Tidak ada
alasan apapun untuk menolaknya, karena ia adalah wahyu Allah yang suci dan
terpelihara dari segala jenis penipuan.21

- Islam memiliki contoh teladan


Islam adalah sistem kehidupan yang memiliki contoh nyata ajarannya, yaitu
masyarakat yang telah dibina oleh Rasulullah diMadinah yang diwahyukan Allah.
Masyarakat yang susunannya sangat indah, dibawah pimpinan dan bimbingan
Muhammad Rasulullah. Setiap aspek kehidupannya adalah contoh tauladan manusia
sepanjang masa. Jika seorang pemimpin ingin melihat contoh, maka Rasulullah Saw, Abu
Bakar ra, Umar ra,Uthman ra, dan Ali ra adalah contoh terbaik. Jika seorang perniaga dan
hartawan ingin mencari tauladan, maka Abdurahman bin Auf ra adalah figurnya.
Demikian pula jika panglima perang mencari contoh, maka contohnya adalah Khalid bin
Walid ra. Jika wanita menghendaki contoh tauladan maka Aisyah ra, Fatimah ra, adalah
contohnya. Islam telah memiliki contoh masyarakat ideal yang akan diciptakannya,
berbeda dengan sistem dunia lainnya yang tidak memiliki contoh baik secara pribadi,
keluarga dan masyarakat. Islam dengan ajarannya telah terbukti keunggulannya,
sehingga dapat melahirkan ummat yang memiliki kekuasaan luas dan menguasai
peradaban dunia. Islam telah menciptakan dunia baru yang berlandaskan pada
ajarannya yang sempurna. Tidak ada satu sistem duniapun yang mampu menyamai
keunggulan sistem Islam, sejarah telah dan akan membuktikannya. Kegagalan sistem
Sosialisme-Komonisme menghantarkan penganut-penganutnya menuju model
masyarakat yang dicita-citakan karena sistem ini belum terbukti lagi keunggulannya
melahirkan masyarakat ideal, dan tidak pernah terwujud sebelumnya masyarakat yang
dicita-citakannya, hingga tidak ada contoh nyata bagaimana bentuk masyarakat
Sosialisme-Komonisme yang dikehendaki. Demikian pula dengan sistem hidup lainnya,
semua belum terbukti keunggulannya menciptakan masyarakat ideal yang dapat
menegakan keadilan dan kedamaian sebagaimana masyarakat Islam.

- Islam tidak rasialis

20

Goethe, Hughe’s Dictionary of Islam, dikutip dari : O. Hashem, Kekaguman Dunia Terhadap Islam. Bandung : Pustaka
Salman, 1985.
21
Lebih terinci lihat misalnya : Dr. Subhi Shaleh, Mabahits fi ‘ulum al-Qur’an, Beirut : Dar Ilm li al-Maliyin, tt. Syaikh
Muhammad Ali al-Shabuni, al-Tibyan fi ‘ulum al-Qur’an, Damsyik : Maktabah al-Ghazaly, Thabaah Tsalist, 1981. Dr. M. Ali
al-Hasan, al-Manar fi ‘ulum al-Qur’an, Amman : Matbaah al-Syuruq, 1983. Dr. Shabir Thayyimah, Hazha al-Qur’an,
Bairut : Dar al-Jiil, 1989. Syaikh Muhammad Rasyid Ridho, al-wahy al-Muhammady, Bairut : Dar al-Fiqr, 1968.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 20
Islam adalah sistem hidup yang tidak membeda-bedakan tingkatan manusia satu
dengan lainnya. Manusia adalah sama, dijadikan dari tanah, tidak ada yang lebih utama
ataupun tinggi drajatnya. Tidak ada kelebihan kulit putih daripada kulit hitam, tidak ada
perbedan kelas, baik kelas buruh ataupun pemodal, tidak kelas bangsawan yang harus
dihormati secara berlebih-lebihan oleh masyarakat awwam. Keutamaan dan kemulian
seseorang dipandang adalah berdasarkan pada ketaqwaannya kepada Allah semata,
sebagaimana yang disebutkan Al-Qur'an :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari laki-laki dan
perempuan, dan Kami telah jadikan kamu beberapa bangsa dan suku, supaya
kamu berkenal-kenalan, sesungguhnya semulia-mulia kamu disisi Allah ialah yang
paling bertaqwa diantara kamu”.
(Al-Hujurat : 13)
Dengan dihilangkannya kasta-kasta manusia ini, Islam bermaksud akan menghantarkan
dunia menuju keadilan dan kedamaian sejati, sehingga tidak ada satu ras ataupun satu
golongan manusia agar dapat mengeksploitasi manusia lainnya dengan alasan yang satu
memiliki drajat yang tinggi daripada lainnya. Dengan demikian pertentangan kelas yang
selama ini menghantui dunia akan hilang dengan sendirinya, karena Islam menganggap
semua manusia adalah sama drajatnya disisi Tuhannya.
- Islam Tegak Atas Keadilan
Islam adalah sistem hidup yang ditegakkan atas dasar keadilan sesama manusia,
mengutamakan persaudaraan dan kebaikan. Bukannya seperti sistem dunia lainnya
yang menganjurkan pertentangan dan perkelahian yang didasari pada kebencian.
Ataupun tidak sama dengan sistem yang mengeksploitasi pekerja untuk mendapat
keuntungan sebesar-besarnya sebagaimana diamalkan kaum Kapitalis. Namun Islam
adalah sistem yang senantiasa mengajarkan kebajikan umum, dengan sistem
ekonominya yang khas. Pengikutnya dianjurkan untuk mendapatkan dan memiliki harta
sebanyak kemampuannya, namun dalam hartanya itu terdapat hak Allah dan hak
masyarakat yang harus ditunaikan.22

- Islam mampu menghadapi tantangan jaman


Islam adalah sistem hidup yang akan dapat menyelesaikan segala bentuk krisis
dan tragedi yang diderita dunia masa ini dengan pendekatannya yang khas. Islam akan
menyelesaikan problematika masyarakat modern dengan menyelesaikannya dari inti
permasalahannya yang dihadapi sehingga tidak akan timbul lagi permasalahan baru
diatas permasalahan lama. Islam mengetahui benar dimanakah sumber segala bentuk
permasalahan yang dihadapi dunia dan menyelesaikannya secara tuntas. Islam akan

22
Lebih detil lihat : Sayyid Qutb, Al-Adalah al-Ijtimaiyyah, Beirut : Dar Fiqr, 1976.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 21
menyelesaikan krisis dunia hari ini dengan menyelesaikan manusianya terlebih dahalu,
karena semua krisis pada hakikatnya bersumber dari manusia. Jika manusia sudah
menjadi baik, maka tentu dunia ini akan menjadi baik pula. Manusia ini terlebih dahulu
dididik dan dipimpin Islam dengan pendekatannya yang unik, sehingga menjadi manusia
sempurna, secara jasmani maupun rohani.23

- Islam tidak memisahkan agama & pengetahuan


Islam adalah sistem hidup yang mempertentangkan antara sains-tehnologi
dengan ajarannya. Bahkan Islam mendukung segala bentuk aktivitas penyelidikan ilmiah
dan pengembangan sains-tehnologi untuk memudahkan manusia dalam menjalankan
aktivitasnya sebagai hamba dan wakil Allah dimuka bumi. Sejarah membuktikan Islam
telah melahirkan para saintis dan tehnolog Muslim yang menjadi guru bagi
pengembangan pengetahuan dan peradaban Barat dan hasil karya mereka masih
menjadi referensi sampai hari ini.

- Islam adalah ajaran yang dinamis


Islam adalah sistem kehidupan yang dinamis dalam menanggapi segala bentuk
perubahan dan perkembangan dunia, tidak seperti agama-agama lainnya ditinggalkan
pengikutnya karena tidak mampu mengikuti perkembangan zaman. Kedinamisan Islam
ini disebabkan karena ajarannya yang universal dan datang daripada Allah SWT Yang
Maha Mengetahui serta diturunkan sebagai panduan hidup manusia hingga keakhir
zaman. Itulah sebabnya ajaran Islam senantiasa akan tetap relevan sepanjang zaman,
tetap dinamik mengikuti perkembangan dunia yang semakin canggih dan kompleks ini.
Maka dengan demikian Islam akan menjadi satu-satunya alternatif sistem dunia
masa depan yang akan menyelesaikan segala bentuk krisis dan tragedi masyarakat
modern. Hanya Islamlah yang akan mampu menjawab krisis dan problem masyarakat
modern hari ini dan membimbing mereka menuju kehidupan masyarakat ideal, yaitu
masyarakat yang menjiwai semangat masyarakat yang pernah dibina Rasulullah 15 abad
silam namun mampu berintegrasi dengan dunia moden dengan segala kecanggihan
sains-tehnologinya.24

23
Lebih detil lihat ; Prof. Muhammad Qutb, Islam and The Crisis of Modern World, Leicester : The Islamic Foundations,
1979. Prof. Sayyed Hussaein Nashr, Islam and The Plight of Modern Man. London : Longman, 1975.
24
Lihat : Prof. Sayyed Hussaein Nashr, Islam and The Plight, op.cit.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 22
5. Janji-janji Allah dan Rasul-Nya tentang Kemenangan Islam dan Umatnya
Islam adalah ajaran yang diturunkan Sang Pencipta alam untuk menyelamatkan
seluruh umat manusia sebagai pelengkap dan penutup agama langit sebelumnya.
Sebagai agama penyelamat manusia yang terunggul dan tersempurna, Islam mendapat
garansi kemenangan dari Allah yang telah menurunkannya dengan syarat-syarat yang
telah ditetapkan-Nya kepada para pendukung dan pengikut setianya. Allah SWT telahpun
menegaskan didalam Al-Qur’an tentang kemenangan Islam, sebagaimana difirmankan-
Nya :
“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ad-Dien
al-Haq (ajaran kebenaran) agar memenangkannya diatas segala dien (ajaran).
Walaupun orang-orang yang musrik tidak menyukainya”.
(Al-Shoff : 9)
“Sesungguhnya dien yang diridhoi disisi Allah hanyalah Islam”.
(Ali Imran : 19)
“Dan barang siapa yang mengambil selain Islam sebagai dien-nya, maka ia tidak
akan diterima, diakhirat mereka termasuk orang-orang yang merugi”. (Ali Imran :
83)
Sebagaimana dijelaskan terdahulu, Dien bermakna seluruh sistem kehidupan
manusia, dan Islam adalah satu-satunya al-Dien yang akan mendapat kemenangan, dan
sejarah telah membuktikannya. Walaupun Islam pada awalnya didukung oleh bangsa
yang terbelakang dan primitif, namun berkat ajaranya, Islam telah mengangkat martabat
mereka menjadi bangsa yang maju dan besar sebagai mercusuar peradaban dunia. Dan
Islam pasti akan mendapat kemenangan sebagaimana ummat terdahulu, asalkan
mereka menerapkan kembali dalam kehidupannya metode yang telah mengantarkan
kemenangan dan kejayaan ummat terdahulu.
Demikian pula banyak hadits Rasulullah yang menyatakan Umat Islam akan
kembali gemilang sekali lagi diakhir zaman untuk menguasai kepemimpinan peradaban
dunia, diantaranya :
Bahwasanya Rasulullah Saw telah bersabda :
“Tegaklah pada kamu masa Kenabian sampai beberapa lama yang dikehendaki
Allah, maka terjadilah ia, kemudian diangkat. Kemudian tegaklah selepas itu pada
kamu masa Kholifah atas manhaj Kenabian, maka terjadilah ia kepadamu
beberapa lama yang dikehendaki Allah, kemudian ia diangkat. Kemudia terjadilah
padamu masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan adhudhan), maka terjadilah ia
beberapa masa yang dikehendaki Allah, kemudian diangkat. Kemudian tegaklah
selepas itu Kerajaan rusak (Mulkan Jabbariyyan) terjadilah ia beberapa lama yang
dikehendaki Allah, kemudian diangkat. Selepas itu tegaklah padamu Kholifah atas

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 23


manhaj Kenabian yang mengamalkan Sunnah Rasul dikalangan manusia. Islam
akan tersebar luas dimuka bumi yang diridhoi oleh penghuni langit dan bumi.
Langit tidak akan meninggalkan setetespun air hujan, kecuali ia mencurahkannya.
Dan bumi tidak akan meninggalkan tanaman dan barokahnya kecuali ia akan
mengeluarkannya”.25

Hadist diatas diperkuat oleh beberapa hadists, diantaranya:

Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Saw yang bersabda :


“Jika tidak tinggal dari dunia hanya sehari sahaja niscaya allah memanjangkan
hari itu hingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum
keluargaku, yang namanya menyerupai namaku dan nama bapaknya menyerupai
nama bapakku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran
sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan kekejaman”.

Dalam riwayat Tirmizi disebutkan :


“Dunia tidak akan berakhir sehingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang laki-laki
dari kelurgaku yang namanya menyerupai namaku”.26

Dari Jabir katanya : Rasulullah Saw telah bersabda :


“Akan hadir pada hari akhir Ummatku seorang kholifah yang membahagiakan
harta dan tidak menghitung-hitungnya”.27

Dari Abu Said al-Khudri dari Rasulullah Saw yang bersabda :


“Akan hadir diakhir ummatKu al-Mahdi yang disirami oleh Allah dengan hujan,
bumi mengeluarkan tumbuhan, harta diberikan kepada yang sihat, binatang
ternakan membiak, ummat Islam menjadi agung dan mulia, ia hidup selama tujuh
atau delapan kali haji.28

25
Hadits ini diriwayatkan dari Abu Ubaidullah al-Jarrah dan diriwayatkan oleh Imam Tabrany. Diriwayatkan pula oleh
Khuzaifah al-Yaman oleh Imam Ahmad (4/273) dalam Musnadnya. Telah berkata al-Hatamy dalam Majmu’ al-Zawaid,
(5/179), diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Bazzar, dan Tabrany dalam al-Ausath menyatakan perawinya adalah thiqah.
Dan al-Hafidz al-Iraqi berkata :’ini adalah hadits Shohih’. Sebagaimana dinukil dari Muhammad Nasiruddin al-Bany
dalam Salsilah al-Hadits al-Shahih. (Damsyik : al-Maktab al-Islamy tt, hal. 9.
26
Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no 4282) dalam Sunan bab al-Mahdi, dan al-Tirmidzi berkata : Hadits ini adalah Hasan
Shohih. Dan Ibn Thaymiyah telah menshohihkannya dalam Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyyah (4/211) dan dihasankan
isnadnya oleh al-Bany dalam “Takhrij Ahadits al-Miskah”.
27
Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shoheh (no.2913) bab al-Fitan dan Imam Ahmad dalam Musnad (no. 3/37, 318,333).
28
Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak (no. 4/577,558). Berkata al-Bany : Sanadnya Soheh dan perawinya
tsiqoh”.. Dikutip dari Salsilah al-Hadits al-Shohihah, op.cit hal. 117.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 24
Menurut keterangan beberapa hadits diatas, dapatlah disimpulkan bahwa akan
lahir dimasa yang akan datang seorang pemimpin besar Islam dari keturunan Rasulullah
yang bernama Muhammad bin Abdullah bergelar sebagai Imam al-Mahdi al-Muntazar
yang akan menegakkan Islam dan menjadikannya sebagai satu-satunya jalan keluar bagi
problem dan krisis yang dihadapi masyarakat dunia. Dia akan membawa kegemilangan
Islam dan ummat sekali lagi seperti dizaman Rasulullah dan para sahabat terdahulu.
Dialah Kholifah yang akan menegakkan keadilan dan kemakmuran, yang akan membagi-
bagikan harta tanpa menghitungnya. Seluruh manusia akan merasa keadilan dan
kemakmuran yang dibawanya.
Walaupun ada yang menolak hadits-hadits al-Mahdi ini, seperti Ibn Khaldun
misalnya, namun banyak imam-imam dan ulama-ulama besar yang membenarkannya,
karena hadists-hadists tentang al-Mahdi adalah hadists mutawattir. Diantara yang
mensohehkan dan menghasankan hadists-hadists al-Mahdi yaitu : al-Imam Abu Dawud,
al-Imam Tirmizi, al-Hafidz Abu Ja’far al-Aqili, al-Imam al-Hasan bin Ali bin Khilaf Abu
Muhammad al-Barbahary, al-Imam Abu al-Hasan Ahmad bin Ja’far al-Munady, al-Imam
Ibnu Hibban, al-Hafidz Abu al-Hasan Muhammad bin al-Husain al-A’bari as-Sajzy, al-Imam
Abu Sulaiman al-Khotoby, al-Imam Baihaqi, al-Qodhi Abu Bakar bin al-Arbi, al-Qodhi Iyad,
al-Imam as-Suhaily, al-Imam Abu Faraj al-Jauzy, al-Imam Ibnu Athir, al-Imam Qurthubi, al-
Imam Ibn Thaimiyah, al-Imam al-Hafidz adz-Dzahby, al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah,
al-Hafidz Ibn Kathir, al-Hafidz Ibnu Hajar al-asqolany, al-Hafidz Suyuthy, al-Allamah Ibn
Hajar al-Haithami, al-Allamah al-Barzanji, Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab, al-
Allamah al-Qodhi as-Saukani dan lain-lainnya.29
Ulama dari kalangan Wahibi yang terkenal kehati-hatiannya dalam memelihara
ajaran salafpun mengikuti tentang akan hadirnya al-Mahdi, sebagaimana dinyatakan
oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, Mufti Saudi Arabia yang berkata :
“Adapun pengingkaran terhadap al-Mahdi al-Muntazar dengan segala yang
berkaitan dengannya sebagaimana yang difahami sebagian orang masa ini, maka
pengingkaran itu adalah perkataan yang bathil. Karena sesungguhnya hadists-
hadists tentang keluarnya (al-Mahdi) diakhir zaman, dan ia akan memenuhi bumi
dengan keadilan dan kemakmuran untuk menggantikan kerusakan, adalah
hadists-hadists yang mutawattir dan sangat banyak serta diakui sebagaimana
telah disyahkan oleh kebanyakan Ulama, diantaranya Abul Hasan al-Aburi as-
Sajastani daripada Ulama kurun keempat, al-Allamah as-safarany, al-Allamah
Syaukany dan lain-lainnya. Dan hal ini seakan-akan telah ijma (sepakat) dari ahli
ilmu…”.30

29
Muhammad bin Ahmad bin Ismail, al-Mahdi Haqiqoh la Khurafah, Kaherah : al-Maktabah al-Tarbiyat al-Islamiyah, 1990.
Hal. 59-62.
30
Dikutip dari Jaridah Ukadz, 18 Muharram 1400.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 25
Maka dengan demikian, jelaslah bahwa Islam telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-
Nya akan mendapat kemenangan dan kejayaan sekali lagi dimasa depan untuk
membuktikan kebenaran ajarannya. Namun kemenangan ini tidak akan datang dengan
sendirinya, karena bertentangan dengan akal sehat dan semangat agama Islam sendiri.
Infrastruktur kemenangan dan kejayaan ini harus dipersiapkan dengan matang dan
sistematis oleh para pemimpin dan cendikiawan Islam sebagaimana telah dicontohkan
oleh Rasulullah dan para sahabatnya terdahulu. Generasi Islam pertama telah
mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kemenangan mereka melalui
perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa seriusnya. Karena janji Allah dan Rasul-Nya
adalah janji yang bersyarat, dan kemengan akan diperoleh apabila Ummat memenuhi
persyaratan yang telah ditentukan. Pemahaman sebagian umat yang menunggu al-
Mahdi dengan perbuatan statis adalah bertentangan dengan ajaran Islam yang
memerintahkan pengikutnya untuk berjuang dengan seluruh daya upaya mereka.
Kedatangan al-Mahdi sebagai pemimpin Ummat dimasa depan harus disambut dengan
persiapan-persiapan matang, terutama infrastruktur masyarakat, terutama pemahaman
dan pengalaman mereka pada Islam harus sudah sesuai dengan kehendak ajaran Islam.
Maka hal ini adalah tugas para pemimpin dan intelektual Islam untuk mengarahkan dan
membimbing Umat agar sesuai dengan ajaran yang dikehendaki Islam.

6. Kebangkitan Islam
Demikian pula halnya, di akhir abad 20 ini kaum Muslimin diseluruh penjuru dunia
mulai sadar dan bangun menuju era kebangkitan Islam. Akhir abad ini adalah abad
kebangkitan Islam dan Umatnya diseluruh aspek kehidupan setelah beberapa abad
tertidur pulas dibawah buaian Imprialis Barat yang meracuni mereka dengan segala
sistem hidup yang akhirnya menghilangkan identitas mereka sebagai Umat terbaik.
Kebangkitan kembali Umat untuk mewarisi kegemilangan peradaban yang telah
dibangun generasi mereka terdahulu yang berlandaskan spirit Islam sehingga
mengantarkan mereka sebagai cendikiawan-cendikiawan ulung dan briliyan.
Kebangkitan kembali untuk menghidupkan sunnah Rasulullah dan pelanjut-pelanjut
setianya yang telah berhasil gilang gemilang memimpin dunia dengan penuh keadilan
dan menyelamatkannya dari kehancuran dan kezaliman penguasa-penguasa diktator.
Kebangkitan kembali untuk mendaulatkan Islam diatas segala sistem kehidupan
manusiawi dan sebagai satu-satunya jalan hidup yang dapat menyelesaikan krisis
masyarakat modern. Kebangkitan kembali Ummat menjadi Super Power yang akan
menggantikan penguasa-penguasa dunia masa kini yang telah mengalami kegagalan.

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 26


Gelombang kebangkitan Islam ini terus maju, tidak ada kekuatanpun yang dapat
menghalanginya. Kaum Muslimin mulai sadar, hanya Islamlah yangakan dapat
membawa mereka menuju kejayaan dunia akhirat. Pemimpin-pemimpin Islam dari
kalangan Ulama dan cendikiawan tampil membina Ummat dengan penuh gairah melalui
gerakan dan visi masing-masing. Jama’ah, gerakan dan organisasi Islam tumbuh subur
walaupun terpaksa melalui banyak tantangan, rintangan, dan tentangan, terutama
kezaliman rezim-rezimdiktator yang tidak menghendaki Islam. Generasi muda mulai
mendekati Islam, mereka sangat bangga menjadikan Islam sebagai al-Dien al-hayah
(pandangan hidup) mereka. Para cendikiawan Muslim dengan penuh kesungguhan
mengislamisasikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mencapai kegemilangan Islam
dibidangnya masing-masing. Demikian pula para pakar tehnologi Muslim telah
menciptakan penemuan-penemuan baru yang diakui keunggulannya oleh dunia. Al-hasil
seluruh Ummat diakhir abad ini seakan-akan bangkit secara menyeluruh untuk
menguasai kepemimpinan peradaban dunia dalam segala aspek kehidupan.31
Kebangkitan ini lebih semarak lagi apabila pejuang-pejuang Muslim dengan
gerakannya mulai menampakan hasil yang menakjubkan. Dimulai dengan keberhasilan
Ayatullah Khomaeni di Iran menumbangkan rezim diktator Syah Reza Pahlevi dengan
dukungan kekuatan massa yang dikenal dengan “revolusi Islam” dan berhasil
mendirikan Republik Islam Iran yang sangat ditakuti Barat. Selanjutnya keberhasilan
gerakan-gerakan Islam di Timur Tengah seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir bangkit
kembali membina masyarakat dan sangat berpengaruh dalam politik, dan di Jordania
berhasil menguasai parlemen. Dr. Hasan Turabi dengan gerakannya berhasil
mengislamisasikan Sudan, yang membuahkan berdirinya Republik Islam Sudan.
Kemenangan spektakuler Front Keselamatan Islam (FIS) di Algeria walaupun dizalimi
mendapat dukungan rakyat. Kaum pembaharu di Saudi Arabia semakin berpengaruh
sesudah perang Teluk dan mengancam sistem monarchi dinasti Saud. Islamic Trend
Movements di Tunisia semakin populer dan berpengaruh. Albania yang komunis menjadi
anggota Organisasi Konfrensi Islam (OIC). Mujahidin Afghanistan yang lemah
persenjataan dan kekuatan material berhasil menumbangkan Super Power Uni Soviet
yang komunis, dan membawa kebangkrutannya. Bangkitnya republik-republik Islam
dibekas Uni Soviet yang spektakuler. Islam di Eropa dan Amerika mulai berkembang.
Gerakan-gerakan Islam di Nusantara berhasil mewarnai masyarakat dengan Islam,
didirikannya institusi intelektual Muslim seperti ISTAC (International Institute of Islamic
Thought and Civilization), IIU (Intenational Islamic University), IKIM (Institut Kefahaman
31
Lihat misalnya : Abdul Hadi Bu Thalib, ISESCO and The Islamic Revival, Rabat : ISESCO, 1985. Yvanne Yazbeek Haddad
and John Esposito, The Contemporary Islamic Revival, New York : Greenwood Press, 1991. John L. Esposito, Voices of
Resurgent Islam, New York : Oxford Univ. Press, 1983. Ali E. Hillali Dessouki (ed). Islamic Resurgence in the Arab World,
New York : Preager, 1982. Dr. Chandra Muzaffar, Islamic Resurgence in Malaysia, Petaling Jaya : Penerbit Pajar Bhakti,
1987. Dr. Amien Rais (ed), Islam in Indonesia, Jakarta : Rajawali, 1986. VS. Naipul, Among The Believers (An Islamic
Journey),. New York : Vintage Books, 1981.
Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 27
Islam Malaisia), ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia) dan lain-lainnya agar
kaum cendikiawan Muslim lebih tersistematis dan terkoordinasi dalam
mengislamisasikan masyarakat dan negara.
Kebangkitan kembali Islam adalah Sunnatullah yang mesti berlaku, kemenangan
dan kekalahan senantiasa akan digilirkan antara satu bangsa dengan bangsa lainnya.
Masa kemenangan dan kejayaan bangsa Barat sudah berakhir dan akan digantikan oleh
bangsa Timur Muslim yang mulai menghayati identitas mereka dengan mengamalkan
ajaran Islam dan membuang segala bentuk faham-faham sekulerlisme dan materialisme
dari Barat. Disaat bangsa Barat mengalami kemerosotan dan kemunduran sosial
ekonomi, bangsa Timur Muslim bangkit dengan dinamisnya. Semua ini adalah petanda
awal dari kemenangan besar Islam yang akan didukung kebangkitannya oleh bangsa
Timur Muslim. Realitas ini ditgaskan lagi dengan mulai runtuhnya negara-negara adi
daya satu persatu. Dimulai dengan runtuhnya Super Power Uni Soviet, mulai goncangnya
Eropa, Amerika, Jepang dan lain-lainnya. Setelah bangsa-bangsa maju ini mengalami
puncak kemajuan sains tehnologi, ekonomi, dan kemajuan material lainnya, karena tidak
memiliki dasar moral spiritual yang kokoh dalam pembangunan negara dan bangsa,
masyarakatnya mengalami krisis dan dilema yang tidak kunjung berakhir. Krisis dan
dilema yang akan membawa mereka menuju jurang kehancuran. Semua penemuan
material yang menjulang tinggi itu akan menghancurkan mereka sendiri. Sebagai contoh
nyata, walaupun Amerika telah menemukan teori-teori mengagumkan dalam sains sosial
yang senantiasa menjadi rujukan pakar-pakar dunia, termasuk kaum Muslimin, namun
America sendiri tidak mampu menyelesaikan krisis sosial antara kulit putih dengan kulit
hitam yang senantiasa menimbulkan kerusuhan-kerusuhan dahsyat yang melumpuhkan
negara. Penyakit-penyakit sosial menyebar dengan ganasnya tak terkawal lagi. Akhirnya
sistem sosial yang begitu indah dalam teori yang mereka ciptakan tak pernah wujud di
America. Sistem sosial sudah hancur, institusi keluarga yang merupakan tiang negara
sudah punah, kriminalitas semakin meningkat, penyelewengan-penyelewengan
berleluasa, sains dan tehnologi menjadi alat perusak akibat tidak dikawal kekuatan moral
spiritual yang lurus dan akhirnya Amerikapun menuju jurang kehancuran mengikuti
sahabat karibnya Uni Soviet dengan segala krisis yang dihadapinya.
Demikian pula halnya dengan negara-negara besar lainnya, semua sedang
berlomba mendaki puncak gunung material sementara fondasi spiritual mereka sangat
rapuh, maka ketika berada dipuncaknya mereka akan terjerumus menuju lembah
kebinasaan. Mereka saling berlomba, saling menipu, saling memeras dan mengancam
serta saling memusnahkan satu dengan lainnya. Negara-negara adi daya yang secara
material sangat mengagumkan itu pada hakikatnya sedang berlomba menggali kuburan
mereka sendiri dengan sains dan tehnologi canggih mereka yang tidak dikawal dengan

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 28


kekuatan spiritual. Mereka pasti akan hancur, sebagaimana hancurnya Uni Soviet
dengan sistem Sosialisme-Komunismenya. Kehancuran mereka disebabkan sisrem
kehidupan yang diterapkannya setelah menemui kegagalan akibat landasan filsafatnya
yang sangat rapuh.
Realitas-realitas ini membuktikan Islam akan tampil sekali lagi dengan
keunggulannya untuk menyelesaikan segala problem dan krisis ummat manusia dengan
pendekatan khasnya. Islam akan mengantarkan bangsa yang menganutnya dengan
sempurna menjadi pemimpin baru peradaban dunia dimasa depan. Bangsa Muslim baru
ini akan tampil dengan keunggulan Islam untuk menyelesaikan segala krisis dan problem
masyarakat modern. Islam sekali lagi akan membuktikan keunggulannya dengan
melahirkan masyarakat terbaik yang memiliki kekuatan spiritual dan kekuatan material,
masyarakat yang menjiwai semangat para generasi Rasulullah terdahulu namun
menguasai sains-tehnologi modern. Wallahu a’lam…..

Makalah/Training Islam Intensif/empiris-homepage.blogspot.com/1428 H 29

You might also like