P. 1
Implementasi Bahan Isolasi Gas Pada Circuit Breaker (Cb) Dan Transform at Or Arus (Ct)

Implementasi Bahan Isolasi Gas Pada Circuit Breaker (Cb) Dan Transform at Or Arus (Ct)

|Views: 1,760|Likes:
Published by rusdi ariawan
Implementasi Bahan Isolasi Gas Pada Circuit Breaker (Cb) Dan Transform at Or Arus (Ct)
Implementasi Bahan Isolasi Gas Pada Circuit Breaker (Cb) Dan Transform at Or Arus (Ct)

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jul 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

IMPLEMENTASI BAHAN ISOLASI GAS PADA CIRCUIT BREAKER (CB) DAN TRANSFORMATOR ARUS (CT

)

OLEH: PUTU RUSDI ARIAWAN 0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2010

ABSTRAKSI Isolasi merupakan suatu bahan yang digunakan sebagai pembatas dan pengaman pada peralatan listrik. Terdapat beberapa jenis bahan isolasi yang digunakan dalam teknologi tegangan tinggi diantaranya bahan isolasi padat, bahan isolasi cair, dan bahan isolasi udara (gas). Bahan isolasi gas digunakan sebagai pengisolasi dan sekaligus sebagai media penyalur panas. Bahan isolasi gas dapat berupa udara, sulphur hexa fluorida (SF6) dan gas-gas lainnya. Contoh implementasi dari bahan Isolasi udara (gas) yaitu pada circuit breaker (CB) dan pada transformator arus (CT). Terdapat beberapa jenis gas diantaranya: udara, oxygen (O2), nitrogen (N), carbon dioxide (CO2), SF6, Arcton, Nitriles, dll, dimana sifat dan kelebihannya berbeda-beda. Terdapat dua jenis sistem dari CB yang diisolasi gas, yaitu Live-Tank CB dan Dead-Tank CB. Gas elektronegatif SF6 mempunyai kekuatan listrik yang tinggi dan juga kemampuan memadamkan busur api yang baik. Dari semua gas hanya udara dan SF6 yang dipakai saat ini pada gas blast CB. SF6 mempunyai kapasitas memutuskan tegangan 4x daripada udara pada tekanan yang sama. Pada CT bahan isolasi gas yang banyak digunakan misalnya Arcton 12 (difluoro dichloromethane) karena tidak terdapatnya busur api. Pada CT yang perlu diperhatikan pada penggunaan bahan isolasi gas adalah untuk penggunaan peralatan di udara bebas, dimana suhu bisa mencapai -40oC, seperti CF2CL2 (Arcton-12) ini mempunyai kekuatan listrik yang cukup tinggi.

PUTU RUSDI ARIAWAN

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat Beliaulah penulis dapat menyelesaikan paper dengan judul : “IMPLEMENTASI BAHAN ISOLASI GAS PADA CIRCUIT BREAKER DAN TRANSFORMATOR ARUS” tepat pada waktunya. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan paper ini sehingga dapat tersusun dengan baik. Penulis mengakui bahwa paper ini jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun, sangat diharapkan demi kesempurnaan paper ini. Akhirnya penulis berharap semoga paper ini ada manfaatnya bagi semua pihak

Denpasar, Agustus 2010 Penulis

PUTU RUSDI ARIAWAN

iii

DAFTAR ISI

Absraksi ............................................................................................................ ii Kata Pengantar ................................................................................................. iii Daftar Isi........................................................................................................... iv Daftar Gambar.................................................................................................. vi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 1 1.3 Tujuan Penulisan............................................................................... 1 1.4 Manfaat Penulisan............................................................................. 2 1.5 Ruang Lingkup.................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Udara ................................................................................................ 3 2.2 Jenis-Jenis Isolasi Udara (Gas) ......................................................... 4 2.2.1 Sulphur Hexa Fluorida (SF6) ................................................... 4 2.2.2 Gas-Gas Lain............................................................................ 4 2.3 Circuit Breaker (CB) ......................................................................... 5 2.4 Transformator Arus (CT) .................................................................. 5 BAB III METODE PENULISAN 3.1 Prosedur Pengumpulan Data ............................................................. 6 3.2 Prosedur Pengolahan Data ................................................................ 6 3.3 Aspek Yang Dikaji............................................................................ 6 3.4 Prosedur Mengambil Simpulan......................................................... 6 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Penggunaan Bahan Isolasi Gas Pada CB .......................................... 7 4.1.1 Jenis-Jenis CB .......................................................................... 7

PUTU RUSDI ARIAWAN

iv

4.1.2 Sistem CB Yang Diisolasi/Diisi Gas......................................... 7 4.1.2.1 Live-Tank CB ............................................................... 7 4.1.2.2 Dead-Tank CB .............................................................. 8 4.1.3 Gas-Gas Yang Dapat Digunakan Pada CB ................................ 9 4.2 Penggunaan Bahan Isolasi Gas Pada CT ........................................ 10 4.2.1 Peralatan CT yang Diisolasi/diisi Gas...................................... 10 4.2.2 Gas-Gas Yang Dapat Digunakan Pada CT .............................. 11 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan ........................................................................................ 13 5.2 Saran............................................................................................... 14 Daftar Pustaka ................................................................................................. 15

PUTU RUSDI ARIAWAN

v

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Vt = f (celah udara) pada p = 1 atm, F= 50 Hz……............………….....3 Gambar 2.2 Molekul sulphur Hexa Florida…………………………………..…........4 Gambar 2.3 Konstruksi Dasar CB…………...……….................................................5 Gambar 4.1 Live-Tank CB dan Dead-Tank CB.......……………………...…...……..8 Gambar 4.2 Kekuatan Listrik Dari Udara Sebagai Fungsi Dari Tekanan……….…...9 Gambar 4.3 Trafo Arus (CT)...........................................…………………….....…..11

PUTU RUSDI ARIAWAN

vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Pada suatu sistem tegangan listrik, suatu bahan isolasi sangat diperlukan untuk menunjang keandalan didalam penyaluran tegangan listrik. Bahan Isolasi merupakan sebagai pengaman, dalam hal ini untuk memisahkan bagian-bagian yang bertegangan pada suatu penghantar jaringan tegangan tinggi, sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan pada manusia yang berada disekitarnya. Bahan Isolasi pada sistem tenaga listrik dalam mengisolasi atau mengamankan konduktor membutuhkan suatu koordinasi isolasi, yang merupakan korelasi kekuatan isolasi peralatan sistem tenaga listrik dengan alat-alat proteksinya, sehingga peralatan sistem tenaga listrik terlindungi dari bahaya-bahaya tegangan lebih. Terdapat beberapa jenis bahan isolasi yang digunakan dalam teknologi tegangan tinggi diantaranya bahan isolasi padat dan bahan isolasi cair. Selain itu juga terdapat bahan isolasi udara (gas). Contoh implementasi dari bahan Isolasi udara (gas) yaitu pada circuit breaker (CB) tegangan tinggi dan pada transformator arus (CT). 1.2 Rumusan Masalah Dapat ditentukan rumusan masalah dari latar belakang diatas, yaitu: 1. Apa dasar pertimbangan penggunaan bahan isolasi gas pada kedua contoh aplikasi di atas? 2. Gas-gas apa saja yang dapat digunakan? 1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah : 1. Tujuan Umum Memberikan tambahan pengetahuan mengenai bahan isolasi gas.

PUTU RUSDI ARIAWAN

1

2. Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui apa keunggulan dari bahan isolasi gas sehingga layak digunakkan pada circuit breaker (CB) tegangan tinggi dan transformator arus (CT). 2. Untuk mengetahui gas-gas yang tepat digunakan pada kedua peralatan listrik tersebut. 1.4 Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui apa dasar pertimbangan bahan isolasi gas layak digunakan pada circuit breaker (CB) tegangan tinggi dan transformator arus (CT). 1.5 Ruang lingkup Pada paper ini, penulis hanya membahas mengenai bahan isolasi gas dimana pembahasan terbatas pada penggunaannya sebagai bahan isolasi yang digunakan pada CB tegangan tinggi dan CT, serta jenis-jenis gas yang dapat digunakan.

PUTU RUSDI ARIAWAN

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Udara Udara mempunyai tegangan tembus yang cukup besar yaitu 30 kV / cm yang merupakan bahan isolasi yang mudah didapatkan. Bahan isolasi ini mudah dijumpai yaitu pada JTR, JTM, dan JTT dimana antara hantaran yang satu dengan yang lain dipisahkan dengan udara. Hubungan antara tegangan tembus dan jarak untuk udara tidak linier seperti ditunjukkan pada gambar 2.1
Tegangan (V)

400 300 200 100 100 200 300
Jarak (mm)

Gambar 2.1 Vt = f (celah udara) pada p = 1 atm, F = 50 Hz

Bila dua buah elektroda yang dipisahkan dengan udara mempunyai beda tegangan yang cukup tinggi yaitu tegangan yang melebihi tegangan tembus, maka akan timbul loncatan bunga api. Besarnya tegangan tembus pada udara dipengaruhi oleh besarnya tekanan udara. Secara umum, makin besar tekanannya, makin besar juga tegangan tembusnya.[3]

PUTU RUSDI ARIAWAN

3

2.2 Jenis-Jenis Isolasi Udara (Gas) 2.2.1 Sulphur Hexa Fluorida (SF6) Sulphur hexa flourida merupakan suatu gas bentukan antara unsur sulphur dengan fluor dengan reaksi eksotermis: S + 3 F2 SF2 + 262 kilo kalori. Molekul SF6 seperti ditunjukkan pada gambar 2.2 F

F

S

F

F
Gambar 2.2 Molekul sulphur hexa fluorida

Pada gambar 2.2 terlihat bahwa molekul SF6 mempunyai 6 atom fluor yang mengelilingi sebuah atom sulphur, di sini masing-masing atom fluor mengikat 1 buah elektron terluar atom sulphur. Dengan demikian maka SF6 menjadi gas yang inert atau stabil seperti halnya gas mulia. Sulphur hexa flourida mempunyai massa jenis 6,139 kg / m3 . Sifat dari Sulphur hexa flourida adalah : tidak terbakar, tidak larut dalam air, tidak beracun, tidak berwarna dan tidak berbau.[3] 2.2.2 Gas-gas lain Gas bentukan fluoro organik misalnya C7F14, C7F8, C14 F24 mempunyai tegangan tembus yang tinggi, berkisar antara 6 sampai 10 kali tegangan tembus udara. Gas karbon dioksida (CO2) dapat digunakan sebagai gas residu pada bahan dielektrik cair (minyak) pada alat-alat tegangan tinggi. Sifat-sifatnya antara lain : resistivitas termal 6880 C ο/ W /cm3 dan tegangan tembusnya rendah yaitu 157 V/ cm. Gas neon banyak digunakan sebagai bahan pengisi lampu-lampu tabung yang memiliki tegangan tembus sekitar 100 V / cm.

PUTU RUSDI ARIAWAN

4

2.3 Circuit breaker (CB) Pada dasarnya konstruksi CB adalah adanya kontaktor yang dapat dipisah (diputus) dengan suatu media isolasi.

Gambar 2.3 Konstruksi dasar dari CB

Cukup banyak bahan isolasi yang dapat dipakai dan bahan isolasi ini tergantung dari rating CB tersebut. Bahan isolasi yang banyak dipakai adalah udara dan sulfur hexafluoride (SF6). 2.4 Transformator arus (CT) Untuk bahan isolasi pada trafo arus, trafo tegangan dan lain-lain, lebih banyak digunakan bahan isolasi gas misalnya Arcton 12 (difluoro dichloromethane) karena tidak terdapatnya busur api. Arcton 12 (difluoro dichloromethane) ini tidak cocok untuk memadamkan busur api karena bila ada busur api dalam media isolasi ini akan terbentuk carbon dan chlorine[1]. Kedua bahan ini dapat menurunkan sifat isolasi bahan sehingga bahan akan tembus dengan mudah.

PUTU RUSDI ARIAWAN

5

BAB III METODE PENULISAN 3.1 Prosedur Pengumpulan Data Data yang digunakan penulis pada penyusunan ini dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan. Dengan menggunakan sumber dari buku, encyclopedia, serta sumber-sumber lainnya yang mendukung judul paper ini sehingga data yang tersusun sesuai dengan fakta yang didapatkan dari sumber tersebut. 3.2 Prosedur Pengolahan Data Tahap-tahap pengolahan data meliputi: 1. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan topik penelitian dari berbagai sumber literatur. 2. Meyunting data sesuai dengan judul penulisan untuk mengurangi kesalahan. 3. Menyusun data yang telah terseleksi secara sistematika . 4. Mengambil simpulan atas jawaban rumusan masalah. 3.3 Aspek Yang Dikaji Membahas mengenai penggunaan bahan isolasi gas pada CB tegangan tinggi dan pada CT. 3.4 Prosedur Mengambil Simpulan Simpulan yang diambil jelas, dan merupakan jawaban dari permasalahan serta tidak menyimpang dari rumusan masalah.

PUTU RUSDI ARIAWAN

6

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Penggunaan bahan isolasi gas pada CB 4.1.1 Jenis-jenis CB Secara umum CB dapat dikelompokkan menurut media isolasi yang dipakai : 1. Sampai 11 kV biasanya dipakai udara pada tekanan atmosfer sebagai media isolasi atau juga jenis CB minyak. 2. Dari 11 kV sampai 66 kV kebanyakan dipakai CB minyak. 3. 132 dan 375 kV ini biasanya Oil CB atau Gas Blast CB (CB dengan tekanan gas). 4. Untuk sistem 400-700 kV ini semua memakai Gas Blast CB. Sedangkan untuk CB Tegangan Ekstra Tinggi gas ditekan sampai 1000lb/in2 , untuk dapat memadamkan busur api pada saat CB memutus arus. Akhir-akhir ini Sulfur Hexafluoride (SF6) juga dipakai pada Gas Blast CB dan SF6 ini diberi tekanan sampai 200 lb/in2. Sistem CB yang diisolasi/diisi gas 4.1.2.1 Live-Tank CB Untuk sistem tegangan sangat tinggi biasanya beberapa CB dipasang secara seri. Tangki diisi dengan gas dan pada saat CB dibuka, gas akan keluar melalui nozzle ke udara luar. Karena gas keluar melalui CB yang berfungsi sebagai nozzle maka busur api akan terpadamkan dalam waktu yang singkat sehingga pada saat arus atau tegangan mencapai titik nol, aliran listrik akan putus sama sekali. Masalah yang sering dihadapi pada isolator untuk mensupport live-tank ini adalah polusi dan tegangan tembus permukaan menjadi turun. Biasanya diperlukan panjang permukaan sekitar 2,5 – 3,5 cm/kV dari tegangan line [2]. Untuk beberapa CB yang dipasang seri, distribusi tergangan tergantung dari harga relatif dari kapasitansi antara CB-CB tersebut. Konstruksi dari Live-Tank CB terlihat pada gambar 4.1 (a).

PUTU RUSDI ARIAWAN

7

Gambar 4.1 a. CB dengan tangki bertegangan (live-tank CB) b. CB dengan tangki tak bertegangan (dead tank CB)

4.1.2.2 Dead-Tank CB Konstruksinya terlihat pada gambar 4.1 (b).Pada saat CB membuka, katub gas terbuka untuk beberapa cycle sehingga gas dengan tekanan tinggi turun melalui pipa dan nozzel pemutus masuk ke dalam tangki utama. Tekanan pada tangki utama mungkin akan naik sedikit tetapi ini dikembalikan lagi ke keadaan normal dengan memompa gas masuk ke dalam penyimpanan bertekanan tinggi (high pressurereservoir). Biasanya tekanan pada reservoir 200 lb/m2 dan pada tangki utama = 30 lb/in2 ini untuk bahan isolasi SF6[2]. Keuntungan sistem dead-tank : 1. Suara pada saat pemutus arus kurang karena sistem tertutup rapat . 2. Dibandingkan dengan live-tank dimana gas yang keluar mungkin masih cukup panas maka sistem dead-tank memerlukan tempat yang lebih. 3. Gas yang dibuang ke udara hampir tidak ada (kecuali bocor).

PUTU RUSDI ARIAWAN

8

Distribusi tegangan untuk sistem dead-tank biasanya lebih baik karena dalam sistem ini semua CB terletak berdekatan sehingga kapasitansi antara mereka dapat dibuat cukup tinggi.. 4.1.3 Gas-gas yang dapat digunakan pada CB Yang paling murah dan sederhana adalah udara. Sedangkan Hydrogen mempunyai kemampuan memadamkan busur api lebih baik (thermal conductivity 7x) daripada udara tetapi kekuatan listriknya hanya 0,5 dari udara, seperti pada gambar 4.2 di bawah.

Gambar 4.2 Kekuatan listrik dari udara sebagai fungsi dari tekanan

Dalam prakteknya, Hydrogen sulit dipakai karena bila bercampur dengan udara, dapat menimbulkan ledakan, biasanya yang dipakai adalah campuran hydrogensulphur hexa fluoride[1]. Nitrogen mempunyai kekuatan listrik sama seperti udara, dan mempunyai kelebihan memadamkan busur api seperti hydrogen. Carbon dioxide biasanya dipakai untuk CB experiment; kekuatan listriknya sama seperti udara tetapi kemampuan memadamkan api beberapa kali lebih baik daripada udara. Oxygen juga baik untuk memadamkan api tetapi gas ini sangat aktif secara kimiawi sehingga tidak banyak dipakai. Gas elektronegatif SF6 mempunyai kekuatan listrik yang tinggi dan juga kemampuan memadamkan busur api yang baik. Dari semua gas hanya udara dan SF6

PUTU RUSDI ARIAWAN

9

yang dipakai saat ini pada gas blast CB. Sulfur hexa fluoride ini dibuat pertama kali di paris tahun 1990. tetapi baru dipakai untuk CB pada tahun 1953. pada tekanan 200 lb/in2. SF6 mempunyai kapasitas memutuskan tegangan 4x daripada udara pada tekanan yang sama. Sebagai bahan isolasi gas SF6 mempunyai kekuatan listrik 2-3 kali udara pada tekanan yang sama dan pada tekanan 2 atm kekuatan listriknya kirakira sama dengan minyak transformator. Sekalipun SF6 biasanya berbentuk gas tetapi dapat dengan mudah menjadi cair bila disimpan dalam tabung besi. Pada saat perbaikan, CB yang memakai SF6 gas tersebut dipompa pada tempat penyimpanan dan disimpan dalam bentuk cair. Juga metal fluorides yang mungkin timbul pada saat busur api dikeluarkan pada filter dengan alumina aktif. Setelah CB diperbaiki dan ditutup rapat, udara dikeluarkan dan SF6 dimasukkan kembali. Sekalipun SF6 mempunyai kemampuan listrik dan mematikan busur api yang lebih baik dari udara, tetapi gas ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat dioperasikan pada tekanan yang sangat tinggi.[3] 4.2 Penggunaan bahan isolasi gas pada CT 4.2.1 Peralatan CT yang diisolasi/diisi gas Peralatan-peralatan yang diisi gas sebagai media isolasi sebenarnya belum banyak dikembangkan. Namun akhir-akhir ini orang mulai tertarik untuk menggunakan gas sebagai media pengisi atau isolasi tendensi peralatan yang memakai tegangan tinggi karena faktor ekonomis. Perhatikan CT pada gambar 4.3 di bawah, trafo arus diisi dengan gas mempunyai beberapa keuntungan[2] yaitu : 1. Pembuatan CT mudah dan cepat (relatif) 2. Gelembung udara dapat dengan mudah ditiadakan juga dielektrik loss bisa diperkecil. 3. Bahaya kebakaran lebih kecil, ini untuk peralatan dalam gedung. 4. Berat peralatan dapat dikurangi cukup banyak. 5. Konduktor primer yang lurus bisa membawa arus s/c yang lebih besar.

PUTU RUSDI ARIAWAN

10

Gambar 4.3 Trafo arus (CT) a. diisolasi dengan kertas b. diisolasi dengan gas

Namun terdapat beberapa kelemahan yaitu : 1. Sealing gas sulit 2. Isolator porselen harus kuat menahan tekanan gas. 3. Voltage grading pada isolator. 4.2.2 Gas-gas yang dapat digunakan pada CT Untuk keperluan ini gas tidak perlu baik dalam memadamkan busur api. Gasgas yang dapat dipakai dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.1 gas-gas yang dapat dipakai untuk CT dan Busbar

Gas

Boilling point at 1 atm (oc)

Approximate relative electric strength at 1 atm , pressure 50 c/s 1 1,4 2,3

Nitrogen (N) Hexafluorethane (C2F6) Sulfur Hexafluoroide (SF6)

-196 -78 -64

PUTU RUSDI ARIAWAN

11

Arcton-12 (CF2CL2) Trifluoroacetonirile (CF3CN) Pentafluoropropionitrile (C2F5CN) Heptafluorobutyronnitrile (C3F7CN)

-30 -63 -35

2,4 3,5 4,5

1

5,5

Yang perlu diperhatikan disini adalah untuk penggunaan peralatan di udara bebas, dimana suhu bisa mencapai -40 bisa dipakai pada tekanan 40 lb/in2.[1]
o

C, seperti CF2CL2 (Arcton-12) ini

mempunyai kekuatan listrik yang cukup tinggi. SF6 mempunyai suhu cair -64oC ini

PUTU RUSDI ARIAWAN

12

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan 1. Gas-gas yang dipakai untuk CB dan CT adalah : 1. Gas-gas sederhana : udara, oxygen, nitrogen, carbon dioxide. 2. Gas-gas elektronegatif : SF6, Arcton, Nitriles. 2. Gas elektronegatif SF6 mempunyai kekuatan listrik yang tinggi dan juga kemampuan memadamkan busur api yang baik. Dari semua gas hanya udara dan SF6 yang dipakai saat ini pada gas blast CB. SF6 mempunyai kapasitas memutuskan tegangan 4x daripada udara pada tekanan yang sama. Sifat dari Sulphur hexa flourida adalah : tidak terbakar, tidak larut dalam air, tidak beracun, tidak berwarna dan tidak berbau. Kelemahannya yaitu tidak dapat dioperasikan pada tekanan yang sangat tinggi. 3. Trafo arus (CT) diisi/diisolasi dengan gas mempunyai beberapa keuntungan yaitu: 1. Pembuatan relatif lebih mudah dan cepat 2. Gelembung udara dapat dengan mudah ditiadakan juga dielektrik loss bisa diperkecil. 3. Bahaya kebakaran lebih kecil (untuk peralatan dalam gedung). 4. Berat peralatan dapat dikurangi cukup banyak. 5. Konduktor primer yang lurus bisa membawa arus s/c yang lebih besar. 4. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan gas yang tepat untuk digunakan yaitu : 1. Kekuatan listrik yang tinggi. 2. Stabil secara kimia dan panas. 3. Temperatur dimana gas menjadi cair. 4. Untuk negara-negara bercuaca dingin, peralatan yang dipasang di luar, gasnya tidak boleh jadi cair bila udara menjadi panas. 5. Tidak mudah terbakar.

PUTU RUSDI ARIAWAN

13

6. Thermal conductivity harus tinggi agar dapat melewatkan panas yang timbul dan juga dapat dengan mudah memadamkan api. 7. Murah. 8. Khusus untuk CB, gas perlu punya kemampuan untuk mematikan busur api dan tidak boleh menghasilkan carbon. Saran 1. Agar penggunaan bahan isolasi gas lebih dikembangkan sebagai bahan isolasi pada suatu sistem tegangan listrik. 2. Diupayakan suatu pengembangan bahan isolasi gas sehingga dapat meningkatkan keandalan suatu sistem tenaga listrik.

PUTU RUSDI ARIAWAN

14

DAFTAR PUSTAKA [1] Darsono dan Subandi. 1977. “Ilmu Bahan Listrik 1”. Proyek Pengadaan Buku Pendidikan Menengah Teknologi. Depdikbud. Jakarta. [2] Hutauruk, TB. 1991. “Analisa Sistem Tenaga Listrik dan Pentanahan Netral Sistem Tegangan Tinggi”. hal : 42. Departemen Elektroteknik FTI. ITB. Bandung. [3] Muhaimin. Drs,. 1993. “Bahan-Bahan Listrik Untuk Politeknik”. hal : 13. PT Pradnya Paramita. Jakarta.

PUTU RUSDI ARIAWAN

15

BIODATA PENULIS

Nama TTL Agama

: Putu Rusdi Ariawan : Denpasar. 19 April 1990 : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana Email : turusdi.info@gmail.com www.facebook.com/turusdi

PUTU RUSDI ARIAWAN

16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->