P. 1
Pelapisan Logam Secara Listrik

Pelapisan Logam Secara Listrik

|Views: 1,841|Likes:
Published by rusdi ariawan
Pelapisan Logam Secara Listrik
Pelapisan Logam Secara Listrik

More info:

Published by: rusdi ariawan on Jul 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

PELAPISAN LOGAM SECARA LISTRIK

BAHAN LISTRIK

OLEH : PUTU RUSDI ARIAWAN (0804405050)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida sang Hyang Widhi Waca / Tuhan Yang Maha Esa, karena atas asung kerta wara nugraha-Nya maka pembuatan paper ini dapat terselesaikan. Paper ini diharapkan dapat menjadi salah satu media informasi tentang teknik pelapisan logam beserta hal-hal yang berkaitan dengan cara pelapisan logam. Untuk dapat mengetahui dan memahami bagaimana sebenarnya teknik maupun teknologi pelapisan logam tersebut, saya berusaha menerangkan teknik pelapisannya berdasarkan dari sumber-sumber yang saya peroleh. Saya menyadari bahwa dalam paper ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Karena demikian saya sangat mengharap kritik / sumbangan saran dari dosen maupun rekan-rekan mahasiswa, agar dalam masa mendatang paper ini menjadi lebih baik . Penyusunan paper ini tidak akan berhasil dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Bapak Ir. Ketut Wijaya, selaku dosen mata kuliah Bahan Listrik yang telah memberikan bimbingan dan nasihat selama penyusunan paper ini, dan kepada semua rekan mahasiswa yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan paper ini. Semoga paper ini dapat bermanfaat, terutama bagi rekan-rekan mahasiswa maupun kalangan umum dalam mengetahui dan memahami mengenai teknik maupun teknologi pelapisan logam.

Denpasar, Agustus 2010

Penyusun

PUTU RUSDI ARIAWAN

ii

DAFTAR ISI
Kata Pengantar .................................................................................................................i Daftar Isi ..........................................................................................................................ii Daftar Gambar .................................................................................................................iii Abstrak.............................................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN I.I I.II Latar belakang ...........................................................................1 Rumusan Masalah.....................................................................1

I.III Tujuan.......................................................................................1 I.IV Manfaat.....................................................................................2 I.V Ruang Lingkup dan Batasan Masalah ......................................2 I.VI Sistematika Penulisan...............................................................2 BAB II TEORI PUSTAKA II.I Jenis-jenis Logam .....................................................................4 II.II Pelapisan Logam secara Umum ...............................................4 BAB III METODOLOGI PENELITIAN III.I Prosedur Pengumpulan Data ....................................................6 III.II Prosedur Pengolahan Data .......................................................6 III.III Aspek-Aspek yang Dikaji .......................................................6 III.IV Teknik Mengambil Keputusan ................................................6 BAB IV PEMBAHASAN IV.I Teknologi Pelapisan Logam Secara Listrik..............................7 IV.II Cara Pelapisan Logam secara Listrik (Elektroplating) ............11 BAB V PENUTUP V.I Kesimpulan .................................................................................14 V.II Saran...........................................................................................14 Daftar Pustaka

PUTU RUSDI ARIAWAN

iii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Resistor tabung yang dilapisi enamel..........................................................5 Gambar 5.1 Skema Pelaksanaan Pelapisan Logam Secara Listrik .................................7 Gambar 5.2 Pemanas Celup............................................................................................8 Gambar 5.3 Pipa Pendingin Cairan ................................................................................8 Gambar 5.4 Penyaringan elektrolit dengan kain penyaring dan mesin penyaring .........9 Gambar 5.5 Pengadukan Dengan Udara.........................................................................10

PUTU RUSDI ARIAWAN

iv

Abstrak Pelapisan logam merupakan salah teknik perlindungan terhadap logam dari pengaruh luar yang dapat merusak serta mengurangi ketahanan logam. Paper ini membahas bagaimana pelapisan logam dapat melindungi bahan logam dari korosi, pelapukan serta bahaya lain. Metode yang digunakan dalam simulasi ini yaitu pelapisan logam secara listrik (elektroplating), dimana teknologi yang digunakan diantaranya adalah dengan cara pendinginan dan pemanasan elektrolit, kemudian dilakukan penyaringan, setelah itu dilakukan pengadukan baik secara mekanik maupun pengadukan dengan udara, selain itu juga cara lain yang digunakan adalah dengan pengadukkan katoda. Logam yang telah mengalami proses di atas kemudian dibersihkan secara kimia dengan penguapan dan pencelupan serta metode pembersihan lain yaitu secara listrik. Sedangkan cara pelapisan logam secara listrik (elektroplating) sendiri misalnya terhadap tembaga yaitu digunakan bermacam-macam larutan elektrolit, seperti larutan asam, larutan sianida, larutan fluoborat dan larutan pyrophosphat, cara pelapisan logam secara listrik (elektroplating) ini berbeda-beda terhadap logam-logam yang lain tergantung pada jenis logam yang akan di elektroplating.

PUTU RUSDI ARIAWAN

v

BAB I PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang Logam adalah salah satu material yang paling banyak digunakan dalam industri, baik untuk otomotif, transportasi, komunikasi dan lain sebagainya. Bahkan, struktur sebuah bangunan pun, seperti tulangan pondasi dan kolom juga menggunakan bahan ini. Selain kuat dan kokoh, logam tahan lama sehingga dapat diaplikasikan untuk beragam keperluan, baik secara struktural, fungsional atau hanya sekadar dekorasi. Logam yang umum dipakai seperti, stainless steel, besi, kuningan, tembaga, aluminium, serta perak. Stainless steel yang tahan karat biasanya banyak dipakai untuk alat-alat industri, pisau cukur dan banyak juga hal lain yang menggunakan stainless steel. Perak yang digunakan untuk perlengkapan makan seperti piring, gelas, sendok dan garpu karena harga perak yang mahal. Akan tetapi tahukah anda bahwa dibalik penampilan logam yang begitu menarik ternyata tersimpan suatu proses pelapisan yang akan membuat logam tersebut menjadi lebih kuat dan tahan terhadap berbagai jenis gangguan yang dapat merusak logam tersebut. I.II Rumusan Masalah Permasalahan yang saya akan bahas pada paper ini ada 2, yaitu : 1. Bagaimana teknologi pelapisan logam secara listrik? 2. Bagaimana cara pelapisan logam secara listrik (Elektroplating)? I.III Tujuan Logam memang merupakan suatu bahan yang sangat dibutuhkan dalam kebutuhan peradaban manusia, oleh karena itu logam perlu diberikan suatu “perlindungan” yang penting, agar bahan tersebut dapat digunakan lebih lama dan tahan dari biasanya. Ketahanan yang dimaksudkan misalnya tahan terhadap korosi, panas, gangguan-gangguan dari luar yang dapat menyebabkan logam menjadi rapuh, tidak layak lagi untuk menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

PUTU RUSDI ARIAWAN

1

Untuk menghindari hal tersebut dibutuhkan suatu jalan yang tepat, yaitu pelapisan. Teknik maupun teknologi pelapisan logam yang baik sangat dibutuhkan untuk membantu memperpanjang fungsi logam dalam kebutuhan umat manusia, menambah keindahan, untuk mendapatkan permukaan yang menarik yaitu sifat dekoratif dan atraktifnya. I.IV Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan paper ini yaitu akan dapat menambah pengetahuan kita mengenai teknologi maupun cara pelapisan logam secara listrik. Sehingga pada nantinya diharapkan kita dapat menguasai teknik yang benar dalam pelapisan logam secara listrik. I.V Ruang Lingkup dan Batasan Masalah Melihat begitu kompleksnya permasalahan yang ada dalam pelapisan logam, maka penulis hanya membahas tentang teknologi pelapisan logam secara listrik dan cara pelapisan logam secara listrik (Elektroplating), termasuk didalamnya berbagai macam teknik yang tepat dalam melakukan pelapisan logam tersebut. I.VI Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Menyajikan latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan, manfaat, ruang lingkup dan batasan masalah, serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menyajikan materi-materi yang mendukung dari pembahasan masalah, yaitu dalam hal ini berisi tentang jenis-jenis serta materi pelapisan logam secara umum. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Menyajikan metode-metode apa yang dilakukan oleh penulis untuk menyelesaikan paper ini. Yang mana didalamnya berisi prosedur pengumpulan data, prosedur pengolahan data, aspek-aspek yang dikaji, teknik pengambilan kesimpulan.

PUTU RUSDI ARIAWAN

2

BAB IV PEMBAHASAN Yang berisikan tentang pembahasan-pembahasan yang dibuat berdasarkan atas latar belakang, tujuan, dan pokok permasalahan yaitu mengenai teknologi pelapisan logam secara listrik dan cara pelapisan logam secara listrik (Elektroplating). BAB V PENUTUP Penutup berisi kesimpulan dari pembahasan yang telah dijelaskan serta saran yang akan sangat perlu untuk dipertimbangkan selanjutnya.

PUTU RUSDI ARIAWAN

3

BAB II TEORI PUSTAKA
II.I Jenis-jenis Logam Beberapa jenis logam beserta kegunaannya yang dapat saya jelaskan antara lain sebagai berikut : 1. Baja yang merupakan logam yang terbuat dari besi dengan campuran karbon berguna untuk memperkuat konduktor aluminium secara mekanis. 2. Wolfram yaitu logam yamg berwarna abu-abu keputih-putihan yang sangat berguna untuk filamen ( lampu pijar, lampu halogen, lampu ganda ), elektroda, tabung elektronik. 3. Molibdenum yaitu logam yang mirip dengan wolfram dalam hal sifatnya yang digunakan pada tabung sinar X dan tabung hampa udara karena dapat lapisan yang kuat dengan gelas. 4. Air Raksa yang merupakan satu-satunya logam yang berbentuk cair digunakan untuk gas pengisi tabung-tabung elektronik penghubung pada saklar. 5. Platina merupakan logam berat, berwarna putih keabu-abuan dan tidak korosif yang pada teknik listrik digunakan untuk elemen pemanas pada laboratorium tentang oven atau tungku pembakaran yang memerlukan suhu tinggi diatas 1300o C. 6. Manganin yaitu logam yang berwarna kemerah-merahan yang digunakan untuk rheostat yang presisi karena resistivitasnya yang tinggi. 7. Kromel merupakan perpaduan manganin, nikel, kromium, aluminium dan besi yang digunakan untuk elemen pemanas air, setrika, pemanggang dan peralatan yang memerlukan ketahanan korosi dan panas. II.III Pelapisan Logam secara Umum Enamel merupakan salah satu jenis kaca yang dapat digunakan untuk pelapisan logam atau benda lain sejenisnya, misalnya : dudukan lampu, reflektor, barang-barang dekoratif : yang tujuannya adalah melindungi barang-barang tersebut dari korosi dan sekaligus untuk mendapatkan permukaan yang lebih bagus. Enamel juga dapat digunakan sebagai isolasi listrik yaitu untuk melapisi resistor tabung ( kawat yang dililitkan pada tabung tersebut adalah resistor antara lain

PUTU RUSDI ARIAWAN

4

nikrom, konstantan ). Dalam hal ini enamel dileburkan dan kemudian tabung keramik yang sudah dililiti kawat tersebut dicelupkan sehingga sela-sela antara lilitan terisi enamel. Tujuannya disamping untuk mengisolasi lilitan terhadap uap, debu dan oksidasi udara pada suhu kerja yang tinggi. Resistor tabung yang dilapisi enamel seperti ditunjukkan pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Resistor tabung yang dilapisi enamel

Pemakaian enamel untuk pelapisan dapat dilakukan dengan cara kering dan dapat pula dengan cara basah. Pada pelapisan kering, perangkat yang akan dilapisi dipanasi hingga suhu tertentu kemudian dimasukkan ke dalam bubuk enamel. Dengan demikian maka bubuk di sekelilingnya akan meleleh dan melapisi perangkat tersebut. Proses ini diulang-ulang hingga diperoleh ketebalan pelapisan yang diinginkan. Pada pelapisan basah, mula-mula enamel diaduk dengan air sehingga menjadi bubur enamel yang digunakan untuk melapisi perangkat yang dimaksud. Selanjutnya perangkat yang sudah dilapis tesebut dikeringkan dan setelah kering dipanaskan dengan oven sehingga enamel meleleh dan dengan demikian melapisi perangkat. Untuk keperluan pelapisan ini koefisien muai panjang enamle harus diusahakan sama dengan muai panjang perangkat yang dilapisi. Komponen enamel untuk pelapisan resistor tabung (kaca boron-timah hitam dengan mangan peroksida) adalah sangat sederhana yaitu : 27 % PbO, 70 % H3BO3 dan 3 % MnO2. Titik lebur enamel kurang lebih 600o C. Enamel akan hilang dan sebagian akan melarut jika direndam di dalam air dalam waktu yang lama. Untuk menambah ketahanan enamel terhadap air dan panas biasanya ditambahkan pasir kuarsa. Sedangakan untuk menambahkan kemampuan lekatnya enamel yang digunakan melapis baja atau besi tuang, ditambah Ni dan Co.

PUTU RUSDI ARIAWAN

5

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
III.I Prosedur Pengumpulan Data Paper ini dibuat dengan data yang dikumpulkan dengan menggunakan dua metode kepustakaan utama yang saya gunakan, yaitu yang diambil dari kepustakaan berupa buku referensi dan sumber kepustakaan lain berupa internet. III.II Prosedur Pengolahan Data Setelah penulis mendapatkan data-data mentah dari berbagai sumber pustaka maka penulis perlu mengolah data tersebut , pengolahan data dilakukan dengan beberapa metode yaitu : 1. Mencari hal-hal penting yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas dari berbagai sumber misalnya buku, internet ataupun dari literature lain. 2. Menyusun data yang diperoleh menurut sistematika paper berpola lima bab. 3. Menarik kesimpulan yang bisa menjawab rumusan masalah. III.III Aspek-Aspek yang Dikaji Aspek-aspek yang akan saya bahas dalam paper ini secara garis besar ada 2 yaitu: 1. 2. Teknologi pelapisan logam secara listrik . Cara pelapisan logam secara listrik (Elektroplating).

III.IV Teknik Mengambil Kesimpulan Berbagai pertimbangan penulis dalam menarik kesimpulan adalah sebagai berikut. 1. 2. 3. Kesimpulan langsung berhubungan dengan rumusan masalah yang dibuat. Kesimpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak sepihak, tetapi berdasarkan berbagai referensi. Kesimpulan merupakan jawaban dari masalah dan tujuan penulisan

PUTU RUSDI ARIAWAN

6

BAB IV PEMBAHASAN
IV.I Teknologi Pelapisan Logam Secara Listrik Prinsip dasar pelapisan logam secara listrik adalah penempatan ion logam yang ditambah elektron pada logam yang dilapisi, yang mana ion-ion logam tersebut didapat dari anoda dan eletrolit yang digunakan. Secara elektro kimia, prosesnya dapat dilihat pada diagram sebagai berikut :

Mn+ + n e-

Mo

Gambar 5.1 Skema Pelaksanaan Pelapisan Logam Secara Listrik

Keterangan : 1. Anoda (bahan pelapis); 2. Katoda (benda kerja); 3. Elektrolit; dan 4. Sumber arus searah Dengan adanya arus yang mengalir dari sumber maka elektron “dipompa” melalui elektroda positip (anoda) menuju eletroda negatip (katoda). Dengan adanya ion-ion logam yang didapat dari elektrolit maka menghasilkan logam yang melapis permukaan logam lain yang dilapis. 1. Pendinginan dan Pemanasan Elektrolit Pelapisan logam pada satu jenis elektrolit mungkin bekerja pada suhu 50 derajat celsius, tapi pada jenis lain justru tidak boleh bekerja pada suhu panas,atau dengan perkataan lain harus bekerja pada suhu yang dingin. Karena keadaan-keadaan itulah maka dibutuhkan pemanasan atau pendinginan elektrolit. Untuk pemanasan elektrolit biasanya digunakan pemanas celup (immersion heater) yang dapat diatur suhunya.

PUTU RUSDI ARIAWAN

7

Biasanya,

pendinginan

cairan

elektrolit

lebih

jarang

dilaksanakan

dibandingkan dengan pemanasan. Penyebabnya adalah bahwa operasi elektroplating lebih sering dilaksanakan pada suhu panas dari pada dilakukan dalam suhu ruangan. Sedangkan untuk pendinginan elektrolit digunakan pipa-pipa pendingin. Cairan elektrolit diisap sehingga mengalir dalam pipa-pipa yang dicelup air atau didinginkan oleh udara. Sedangkan untuk pendinginan elektrolit digunakan pipa-pipa pendingin. Cairan elektrolit diisap sehingga mengalir dalam pipa-pipa yang dicelup air atau didinginkan oleh udara.

Gambar 5.2 Pemanas Celup

Gambar 5.3 Pipa Pendingin Cairan

2. Penyaringan Pada saat pencampuran bahan kimia untuk membuat elektrolit, mungkin saja masih ada sisa bahan kimia yang tidak larut dan mengendap atau mengapung dalam cairan eletrolit. Oleh karena itu, sebelum maupun selama proses eletroplating seringkali harus dilaksanakan penyaringan. Penyaringan pada tahap pertama (sebelum proses pelapisan) dilakukan dengan 2 macam prosedur, yaitu : 1. 2. Penyaringan dengan kain penyaring Penyaringan dengan mesin penyaring Cara pertama dilakukan untuk proses pelapisan pada tangki kecil. Adapun prosedurnya sebagai berikut : pencampuran bahan kimia dilakukan di tangki lain kemudian tuangkan elektrolit yang sudah jadi ke tangki elektrolit utama melalui kain penyaring.

PUTU RUSDI ARIAWAN

8

Gambar 5.4 Penyaringan elektrolit dengan kain penyaring dan mesin penyaring

Sedangkan cara kedua dilakukan untuk proses pelapisan pada tangki besar. Prosedurnya dilakukan pencampuran bahan kimia langsung pada tangki elektrolit utama. Setelah itu masukan slang-slang pengisap kedalam larutan. Kemudian operasikan mesin penyaring selama kurang lebih setengah jam, sambil dilakukan pengadukan pada larutan elektrolit. 3. Pengadukan Pada saat proses pelapisan logam berlangsung maka akan timbul gelembunggelembung gas hidrogen (H2). Selain itu juga akan timbul kotoran-kotoran akibat proses. Gas hidrogen dan kotoran yang timbul dapat mengganggu proses pelapisan yang buruk. Gas hidrogen yang timbul akan menyeabkan lobang-lobang kecil berupa titik-titik hitam atau buram pada permukaan hasil pelapisan. Hal ini sering disebut “pitting”. Kadang juga kotoran akan menempel pada benda yang dilapis, sehingga permukaannya menjadi jelek dan berlapis. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut maka selama proses pelapisan harus dilakukan pengadukan. Dengan adanya pengadukan maka gas hidrogen maupun kotoran tidak akan menempel pada permukaan benda yang dilapis sehingga tidak akan ada “pitting”. Pitting yang disebabkan oleh adanya gas hidrogen tersebut selain menjadikan hasil pelapisan menjadi tampak buruk, juga menyebabkan kerapuhan hasil pelapisan. Sifat rapuh ini akan nampak bila benda kerja dibengkokan, maka logam pelapis menjadi patah atau retak. Pengadukan yang dilakukan terhadap elektrolit dikategorikan ke dalam 3 jenis menurut caranya, yaitu : a. Pengadukan mekanik Yang dimaksud dengan pengadukan mekanik adalah pengadukan dengan alatalat mekanik, seperti : kipas, lempengan ayun dan lain sebagainya.

PUTU RUSDI ARIAWAN

9

b.

Pengadukan dengan udara Cara pengadukan ini paling sering digunakan pada industri-industri karena

mempunyai banyak kelebihan apabila dibandingkan dengan cara pengadukan mekanik. Dengan cara pengadukan udara, maka bagian yang masuk ke dalam elektrolit (untuk melakukan pengadukan) adalah hanya sebuah slang plastik. Adapun proses pengadukannya yaitu, udara dikompresikan ke dalam kompresor, kemudian udara kompresinya dialirkan kedalam elektrolit dengan menggunakan slang plastik yang tahan bahan kimia. Karena adanya udara bertekanan tadi, maka elektrolit akan teraduk. Dengan mengatur tekanan udara yang keluar dari kompresor maka besar atau kuatnya pengadukan juga dapat diatur.

Gambar 5.5 Pengadukan Dengan Udara

c.

Pengadukkan Katoda Berbeda dengan kedua cara pengadukan tadi, maka cara pengadukan katoda

ini dilakukan tanpa mengaduk zat cair (elektrolit). Dalam hal ini, yang bergerak /bergoyang adalah katodanya. Dalam beberapa proses pelapisannya, justru ada yang lebih disarankan menggunakan cara ini dari pada menggunakan cara pengadukan dengan udara. Penggunaan cara pengadukan katoda umumnya dilakukan pada proses pelapisan yang tidak banyak menimbulkan gas hidrogen atau lainnya. Proses pelapisan dengan menggunakan cara pengadukan katoda diantaranya adalah pelapisan tembaga. Bahan dan Peralatan 1. Benda yang akan dilapis. 2. Sikat, mesin gosok atau bahan-bahan kimia untuk membersihkan kotoran. Adapun jenis kotoran yang perlu dibersihkan dengan bahan kimia : a) Minyak dan sejenisnya, termasuk gemuk, parafin, paslin, dan jenis bahan organik lainnya

PUTU RUSDI ARIAWAN

10

b)

Karat dan oksida logam lainnya. Karat adalah oksida besi atau disebut juga korosi. Sedangkan pada logam lain juga terdapat oksida yang menempel pada permukaan logam tersebut.

Cara Pembersihan A. Pembersihan secara kimia ada beberapa cara, yaitu : 1. Penguapan Cara ini dilakukan dengan menggunakan uap senyawa khlor hidrokarbon (chlorinated hydrocarbon) sebagai pembersih atau pengurai minyak. Penggunaan uap tersebut mempunyai keuntungan-keuntungan sbb :     kestabilan komposisi yang tinggi penguraian minyak atau paslin yang baik kepadatan uap yang tinggi tidak dapat terbakar atau menyala Pembersihan karat atau oksida logam yang lain biasanya menggunakan larutan kimia seperti asam chlorida, asam sulfat dan asam nitrat dengan konsentrasi larutan, suhu dan lama pencelupan yang berbeda-beda tergantung kepada jenis logam yang akan dibersihkan. B. Pembersihan secara Listrik Pembersihan secara listrik dibagi dua yaitu, pembersihan dari kotoran dan penghalusan atau sering disebut pemolesan secara listrik (elektropolishing). IV.II Cara Pelapisan Logam secara Listrik (Elektroplating) 1. Pelapisan Tembaga Dalam pelapisan tembaga digunakan bermacam-macan larutan elektrolit, yaitu: a. Larutan asam b. Larutan sianida c. Larutan fluoborat d. Larutan pyrophosphat

2. Pencelupan

PUTU RUSDI ARIAWAN

11

Diantara empat macam larutan di atas yang paling banyak digunakan adalah larutan asam dan larutan sianida 2. Pelapisan Timah Putih Pelapisan timah putih pada besi dengan cara listrik (elektroplating) sudah sangat lama dilakukan untuk kaleng-kaleng makanan, minuman dan sebagainya. Pelapisan secara listrik pada umumnya sudah menggantikan pelapisan secara celup panas, karena pelapisan secara celup panas menghasilkan lapisan yang tebal dan kurang merata (kurang halus) sedangkan pelapisan secara listrik dapat menghasilkan lapisan yang tipis dan lebih merata/halus. Dengan keuntungan tersebut pada saat ini lebih banyak industri yang melakukan pelapisan timah putih secara listrik dari pada secara celup panas (Hot Dip Galvanizing). 3. Pelapisan Seng Seng sudah lama dikenal sebagai pelapis besi yang tahan korosi, murah harganya, dan mempunyai tampak permukaan yang cukup baik. Pelapisan seng pada besi dilaksanakan dengan beberapa cara seperti galvanizing, sherardizing, atau metal spraying. Namun pelapisan secara listrik (elektroplating) lebih disukai karena mempunyai beberapa keuntungan bila dibandingkan dengan cara-cara pelapisan yang lain, diantaranya : a. b. c. Lapisan lebih merata Daya rekat lapisan lebih baik Tampak permukaan lebih baik Karena beberapa keuntungan itulah maka lebih banyak dilaksanakan pelapisan secara listrik daripada cara-cara lainnya. Pelapisan seng secara listrik kadang juga disebut elektro-galvanizing. Larutan elektrolit yang sering digunakan ada dua macam yaitu larutan asam dan larutan sianida. Bila kedua larutan tersebut dibandingkan maka permukaan lapisan hasil dari penggunaan larutan sianida adalah lebih baik jika dibandingkan dengan larutan asam. Namun larutan asam digunakan bila dikehendaki kecepatan pelapisan yang tinggi dan biaya yang lebih murah. Larutan lain yang sering digunakan pada pelapisan adalah larutan alkali zincat dan larutan pyrophosphat.

PUTU RUSDI ARIAWAN

12

4. Pelapisan Nikel Pada saat ini, pelapisan nikel pada besi banyak sekali dilaksanakan baik untuk tujuan pencegahan karat ataupun untuk menambah keindahan. Dengan hasil lapisannya yang mengkilap maka dari segi ini nikel adalah yang paling banyak diinginkan untuk melapis permukaan. Dalam pelapisan nikel selain dikenal lapisan mengkilap, terdapat juga jenis pelapisan yang buram hasilnya. Akan tetapi tampak permukaan yang buram inipun dapat juga digosok hingga halus dan mengkilap. Jenis lain dari pelapisan nikel adalah pelapisan yang berwarna hitam. Warna hitam inipun tampak menarik dan digunakan biasanya untuk melapis laras senapan dan lainnya. 5. Pelapisan Khrom Selain nikel, maka pelapisan khrom banyak dilaksanakan untuk mendapatkan permukaan yang menarik. Karena sifat khas khrom yang sangat tahan karat maka pelapisan khrom mempunyai kelebihaan tersendiri bila dibandingkan dengan pelapisan lainnya. Selain sifat dekoratif dan atraktif dari pelapisan khrom, keuntungan lain dari pelapisan khrom adalah dapat dicapainya hasil pelapisan yang keras. Sumber logam khrom didapat dari asam khrom, tapi dalam perdagangan yang tersedia adalah khrom oksida (Cr O3) sehingga terdapatnya asam khrom adalah pada waktu khrom oksida bercampur dengan air

PUTU RUSDI ARIAWAN

13

BAB V PENUTUP
V.I Kesimpulan Teknologi pelapisan logam salah satunya adalah dengan secara listrik, dimana proses pelapisan logam secara listrik dapat dibagi menjadi 3 (tiga) tahap yaitu : 1. Pendinginan dan Pemanasan Elektrolit 2. Penyaringan 3. Pengadukan Dimana dalam masing-masing tahap terdapat proses-prosesnya tersendiri untuk menghasilkan suatu output produk yang sesuai harapan. Sedangkan Cara Pelapisan Logam secara Listrik (Elektroplating) meliputi pelapisan terhadap bahan-bahan logam seperti : Tembaga, Timah Putih, Seng, Nikel dan Khrom. Dimana pelapisan terhadap logam tersebut mempunyai fungsi masingmasing misalnya Khrom yang tujuan pelapisannya yaitu untuk mendapatkan permukaan yang menarik dari segi dekorarif sehingga akan mendapatkan tampilan yang atraktif. V.II Saran Teknik pelapisan logam memerlukan suatu prosedur yang tepat sehingga akan dapat dihasilkan suatu produk pelapisan yang baik. Prosedur yang baik ini harus dilakukan agar tidak terdapat suatu kesalahan dalam proses untuk meningkatkan kinerja bahan logam tersebut. Disamping itu ketelitian dan pengalaman juga sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang melakukan proses ini, karena tanpa ketelitian dan pengalaman yang matang tidak akan mungkin produk yang dihasilkan akan memenuhi sasaran.

PUTU RUSDI ARIAWAN

14

DAFTAR PUSTAKA
[1] Muhaimin, Drs.1991, Bahan-Bahan Listrik Untuk Politeknik, hal. 41-42, PT. Pradnya Paramita : Jakarta. [2] Tatang, Dr.1999, Iptek Terapan, Jakarta. [3] www.bppt.go.id/ppk/tampilkan.php?id=235. [4] Majalah Tempo, 28 Maret 2005, hal. 90-91.

PUTU RUSDI ARIAWAN

BIODATA PENULIS

Nama TTL Agama

: Putu Rusdi Ariawan : Denpasar. 19 April 1990 : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana Email : turusdi.info@gmail.com www.facebook.com/turusdi

PUTU RUSDI ARIAWAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->