P. 1
Materi Agama Katolik Universitas Gunadarma

Materi Agama Katolik Universitas Gunadarma

|Views: 6,081|Likes:
Published by Jiant Vialy

More info:

Published by: Jiant Vialy on Jul 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

A.Persoalan Dasar Manusia

Moral erat kaitannya dengan aktivitas manusia secara individual atau kolektif.
Kedua hal tersebut saling terkait, memenuhi kebutuhan hidup manusia sekaligus
keselamatan hidupnya lahir dan batin. Dalam bab ini akan mencoba memahami apa
yang dimaksud dengan persoalan dasar manusia dan bagaimana cara pemecahan
persoalan tersebut melalui iman katolik.
Pokok masalah perkembangan dan kemajuan jaman menjadi buah bibir setiap
orang dan muncul didalam kolom-kolom surat kabar dan terbitan-terbitan lainnya.
Pokok masalah ini tidak hanya mengandung penegasan atau klarifikasi masalah, akan
tetapi juga pertanyaan serta butir kegelisahan manusia yang sangat mencemaskan.
Mengatasi persoalan dasar tersebut, berarti mengamankan secara mendasar nasib
manusia bahkan menyiapkan kondisi yang dapat menunjang tumbuh kembangnya
manusia bermartabat. Tetapi sebaliknya apabila gagal mengatasinya akan
menghancurkan martabat manusia beserta peradaban luhurnya. Menghadapi
persoalan dasar manusia yang demikian, maka penting mengetahui bagaimana
memecahkannya.

Kita bersama dengan gereja menemukan prinsip perhatian dalam Yesus
Kristus sendiri, sebagaimana diberikan kesaksian oleh Injil Kristus. Inilah sebabnya,
kita bersama gereja ingin membuat perhatian ini bertumbuh dan berkembang terus
menerus melalui hubungannya dengan Kristus. Dengan cara membangun sistem
jejaring yang handal dalam rangka memanfaatkan hubungan kerja sama sesama
manusia untuk memecahkan persoalan dasar.

22

Solidaritas sejati melampaui segala sekat-sekat batas suku atau etnis, bangsa,
ras, sosial ekonomi dll. Solidaritas ini diperlukan oleh masyarakat. Solidaritas ini ada
dalam hidup secular, karena orang mempraktekkan persaudaraan umat manusia atas
dasar kesamaan martabat sebagai manusia yang saling membutuhkan (Humanisme
Sekular).

Suatu masyarakat dimana kehidupan ipoleksosbud-hankam diwujudkan
sebaik-baiknya demi kehidupan manusia terarah pada tujuan trasendetalnya, maka
martabat manusia dapat ditumbuhkembangkan menuju kesempurnaan hidup
sejatinya. Dan ini terjadi, jika dengan perantaraan Yesus Kristus dan oleh karya
penyelamatan-Nya kita dikuatkan oleh Bapa dalam persekutuanNya dengan Roh
Kudus.

Dengan demikian, Gereja atau umat Allah dapat menampakkan diri sebagai
sakramen keselamatan umat manusia karena persatuannya dangan Allah Bapa, Putera
dan Roh Kudus berperan sebagai tanda dan sarana mewujudkan keselamatan di dunia
bagi semua orang. Hanya dengan demikian, akan berhasil memecahkan persoalan
dasar yang dihadapi bersama didunia ini.
B.Martabat Manusia

Martabat manusia setingkat dengan nilai absolut. Martabat ini, bukan akibat
pengakuan atau consensus orang atau masyarakat. Melainkan sudah ada pada
manusia secara intrinsik. Martabat manusia sebagai mahluk berakal budi dan
berkehendak merdeka berkaitan dengan tanggung jawab atas tindakannya sebagei
subyek etis. Manusia adalah mahluk yang dapat bertindak secara moril atau etis dan
karenanya berkewajiban mengembangkan diri dengan sadar.
Martabat manusia adalah perwujudan kerohaniannya (akal budi dan kehendak
mereka). Tetapi, manusia adalah mahluk rohani-jasmani yang tidak terpisahkan
(tetapi bisa dibedakan). Badan manusia mengambil bagian dalam kerohaniannya dan
sebaliknya. Kedua segi itu saling melengkapi atau saling mempengaruhi atau saling
meresapi.

Tubuh manusia ikut mengambil bagian dalam martabat manusia. Hal ini,
harus diakui dan dihormati oleh semua orang dan lembaga yang ada di dunia ini,
termasuk oleh negara dan umat beragama serta pemuka-pemukanya. Sebab martabat

23

manusia adalah anugerah dari sang Pencipta, maka tidak masuk akal menuntut
sesuatu yang berlawanan dengan martabat manusia atas dasar hukum/kepentingan
negara, apalagi atas hukum Ilahi.
Persekutuan kristiani mengakui dan menghormati martabat manusia
sepenuhnya. Inilah kewajiban keagamaan, (yang sayangnya) tidak selamanya
diamalkan dengan baik juga oleh oranng yang menyebut dirinya orang kristiani
(Katolik KTP). Dalam ajaran sosial gereka katolik martabat manusia diterangkan dan
diuraikan berdasar sumber-sumber yang ada dalam Kitab Injil Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru serta Ajaran Gereja yaitu martabat manusia sebagai ciptaan Allah,
martabat manusia bermartabat Anak Allah, dan manusia sebagai pribadi sosial dalam
ziarahnya di dunia.
C.Hakekat Dan Tanggung Jawab Manusia
Hidup manusia disamping merupakan anugerah Tuhan sekaligus mengemban tugas
panggilan (gabe und aufgabe). Dasar biblis tugas panggilan tersebut merupakan tolak
ukur tindakan manusia bertanggung jawab:
1.

Kejadian 1 : 28 :
”Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala
binatang yang merayap dibumi” (tugas mengelola dunia ciptaan).

2.

Matius 5 : 48 :
”Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu di surga adalah
sempurna” (tugas mengerjakan keselamatan, istilah Paulus)
Di dalam Perjanjian Baru manusia mendapat tugas panggilan melaksanakan
kehendak Allah yang sekaligus menjadi arah tujuan hidupnya. Menjalani tugas
panggilan berarti maengembangkan martabatnya atau keluhurannya sebagai manusia
atau anak Allah. Untuk mengembangkan martabatnya, manusia harus menjatuhkan
pilihan dengan merdeka dan bertanggung jawab atas perbuatannya pada hari
kematiannya.

Dalam perkembangannya, ternyata menusia memiliki 2 unsur dalam dirinya

yaitu:

24

1.

Mengacu pada Kejadian 1 : 28 bahwa manusia memiliki kodrat sebagai
mahluk ciptaan yang menjadikannya bermartabat duniawi.
2.

mengacu pada Matius 5 : 48 bahwa manusia mempunyai kodrat menjadi
anak Allah yang menjadikannya bermartabat surgawi.
Kedua unsur ini, yang ada pada manusia harus diwujudkan menjadi kesatuan,
merupakan satu martabat manusia yang menampakkan diri dalam banyak segi.
Unsur-unsur duniawi bersifat sekunder dan bernilai relatif, artinya adanya terarah
sebagai bantuan untuk mencapai perkembangan kearah kesempurnaan martabat
Allah.

Unsur-unsur yang mengacaukan perkembangan manusia sudah ada dalam diri
manusia, yaitu warisan dosa asal alias situasi berdosa dimana mau tidak mau manusia
lahir didunia mengalami situasi berdosa tersebut secara langsung. Manusia terinfeksi
adanay dosa warisan tersebut, manusia secara kodratnya cenderung berbuat jahat
yang merupakan tanah subur untuk melakukan kesalahan dan perjuangan pribadi
maupun bersama-sama dalam menegakkan kerajaan Allah.
Dalam Sollicitudo Rei Socialis Paus Yohanes Paulus II, menandaskan bahwa
kekeliruan dan keterbatasan tehnis dalam pengetahuan dan pengalaman manusia
mencapai perkembangan martabatnya membutuhkan pertobatan, yang mampu
membasmi pengaruh dosa. Tanpa pertobatan yang dimulai dari diri sendiri, mustahil
tindakan manusia menghasilkan tindakan yang bertanggung jawab dan yang mampu
menumbuh-kembangkan perkembangan terarah pada tujuan hakiki hidup manusia
sejati.

25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->