P. 1
an Logistik Keperawatan (Tugas Kelompok 5)

an Logistik Keperawatan (Tugas Kelompok 5)

|Views: 6|Likes:
Published by rakatsu
Kelompok v
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN PROGRAM JURSAN S1 KEPERAWATAN

PERENCANAAN LOGISTIK KEPERAWATAN

Kasus
Mentoring Keperawatan
Mentoring keperawatan merupakan seri terkahir dari kegiatan mentoring unit penunjang yang diselenggarakan oleh clinical services. Kegiatan ini terselenggara pada bulan AprilAprilMei 2007 olehTri Subekti, Skep, Ns selama 1 Subekti, Skep, bulan yang bertugas untuk membenahi manajemen dan pelayanan di kamar operasiberdasarkan penilaian ya
Kelompok v
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN PROGRAM JURSAN S1 KEPERAWATAN

PERENCANAAN LOGISTIK KEPERAWATAN

Kasus
Mentoring Keperawatan
Mentoring keperawatan merupakan seri terkahir dari kegiatan mentoring unit penunjang yang diselenggarakan oleh clinical services. Kegiatan ini terselenggara pada bulan AprilAprilMei 2007 olehTri Subekti, Skep, Ns selama 1 Subekti, Skep, bulan yang bertugas untuk membenahi manajemen dan pelayanan di kamar operasiberdasarkan penilaian ya

More info:

Published by: rakatsu on Jul 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

Kelompok v

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH BANJARMASIN PROGRAM JURSAN S1 KEPERAWATAN

PERENCANAAN LOGISTIK KEPERAWATAN

Kasus
Mentoring Keperawatan 
Mentoring keperawatan merupakan seri terkahir dari kegiatan mentoring unit penunjang yang diselenggarakan oleh clinical services. Kegiatan ini terselenggara pada bulan AprilAprilMei 2007 olehTri Subekti, Skep, Ns selama 1 Subekti, Skep, bulan yang bertugas untuk membenahi manajemen dan pelayanan di kamar operasiberdasarkan penilaian yang telah dilakukan pd awal mentoring. 

Mentoring keperawatan dilaksanakan di kamar operasi RS Cut Nyak Dhien. Dhien. Permasalahan yang terjadi di kamar operasi antara lain: keterlambatan dimulainya operasi, operasi, perilaku petugas yang bisa meningkatkan infeksi nosokomial. nosokomial.

Pembahasan teori 
Keberhasilan pengelolaan logistik rumah sakit tergantung pada kompetensi dari manajer logistik rumah sakit. Manajer berfungsi untuk sakit. mengelola logistik melalui fungsi antara lain mengidentifikasi, mengidentifikasi, merencanakan pengadaan, pengadaan, pendistribusian alat hingga mengembangkan sistem pengelolaan logistik yang efektif dan efisien. efisien. Pengadaan alat yang tepat dan berfungsi dengan baik akan memperlancar kegiatan pelayanan pasien sehingga berdampak bagi peningkatan mutu pelayanan secara umum. umum. 

Manajer logistik juga harus mampu mengantisipasi kejadian darurat, membuat darurat, skala prioritas serta melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk pencapaian tujuan umum rumah sakit. Manajemen logistik juga sakit. harus mencapai efisiensi dan efektifitas. efektifitas. Manajer logistik memiliki kemampuan untuk mencegah atau meminimalkan pemborosan, pemborosan, kerusakan, kadaluarsa, kerusakan, kadaluarsa, kehilangan alat tersebut yang akan memiliki dampak kepada pengeluaran ataupun biaya operasional rumah sakit. sakit. 

Menurut pemanfaatannya, bahan atau pemanfaatannya, alat yang harus disediakan rumah sakit dikelompokkan menjadi persediaan farmasi (antara lain: obat, bahan kimia, obat, kimia, gas medik, peralatan kesehatan), medik, kesehatan), persediaan makanan, persediaan logistik makanan, umum dan teknik.

PENGERTIAN MANAJEMEN LOGISTIK 
Kegiatan-kegiatan manajemen yang Kegiatanbertujuan untuk mencapai daya guna (efisiensi) yang optimal di dalam efisiensi) memanfaatkan barang dan jasa. jasa.  Logistik modern dapat didefinisikan sebagai proses pengelolaan yang strategis terhadap pemindahan dan penyimpanan barang, barang, suku cadang dan barang-jadi dari barangpara suplaier, diantara fasilitas-fasilitas suplaier, fasilitasperusahaan dan kepada para langganan

Siagian: 1992, menyatakan manajemen adalah seni memperoleh hasil melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh orang lain, sedangkan logistik adalah bahan untuk kegiatan operasional yang sifatnya habis pakai.

sehingga manajemen logistik mampu menjawab tujuan dan bagaimana cara mencapai tujuan dengan ketersediaan bahan logistik setiap saat bila dibutuhkan dan dipergunakan secara efisien dan efektif

CiriCiri-ciri utama logistik 
integrasi berbagai dimensi  tuntutan terhadap pemindahan (movement)  penyimpanan (storage) yang strategis. strategis.

Dalam sistem administrasi manajemen logistik Subagya menyatakan sebagai berikut:

´Budget (Anggaran) adalah suatu (Anggaran) rencana yang disusun secara sistematis, sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan periode) datingµ.

Manfaat Budget terdiri dari tiga pokok, yaitu : pokok,
1. Sebagai pedoman kerja 2. Sebagai alat pengawasan kerja 3. Sebagai alat pengkoordinasian kerja

Budget berfungsi
sebagai alat untuk mengkoordinasikan kerja agar semua bagian-bagian bagianyang terdapat didalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.

Penyelesaian kasus
Secara umum, program mentoring dapat berjalan sesuai umum, kesepakatan bersama, teapi secara kualitas hasil dari kegiatan bersama, mentoring ini masih banyak kekurangan yang disebabkan oleh berbagai faktor. faktor. Penyelesaian kasus keterlambatan di mulainya operasi yaitu : ‡ Satelit farmasi di kamar operasi tidak ada lagi karena persediaan obat tidak ada. ada. ‡Penanggung jawab logistik belum menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga pengadaan obat dan logistik tidak baik, terencana dengan baik. baik. 

Cara pengendalian infeksi nosokomial di RS Cut Nyak Dhien yaitu :  Pemisahan sampah infeksius dan noninfeksius masih. masih.  Pengoptimalan perilaku dalam pemakaian sandal khusus zona steril di kamar operasi. operasi.  Penggunaan tempat sandal yang disediakan pada saat mentoring.  Perencanaan logistik untuk keperluan pencegahan infeksi nosokomial, seperti nosokomial, masker, sarung tangan, dan antiseptik harus tangan, di optimalkan. optimalkan. 

Penyediaan alat-alat alatkeperawatan dan fasilitas pendukung serta pemeliharaan oleh petugas kebersihan, perawat, kebersihan, perawat, dan pengunjung atau penunggu pasien. pasien.

TERIMAKASIH

WASSALAM

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->