P. 1
Makalah - Arsitektur Komputer

Makalah - Arsitektur Komputer

3.0

|Views: 15,352|Likes:
Published by محمد فرقان

More info:

Published by: محمد فرقان on Jul 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Struktur komputer didefinisikan sebagai cara - cara dari tiap komponen saling terkait. Struktur
sebuah komputer secara sederhana, dapat digambarkan dalam diagram blok di bawah ini.

Page 49 of 78

Sedangkan fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sebagai
bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur di atas adalah
sebagai berikut :

1)

Input Device (Alat Masukan)

Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau
perintah ke dalam komputer.

2)

Output Device (Alat Keluaran)

Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai
hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy ( ke kertas ), soft-copy ( ke
monitor ), ataupun berupa suara, dll.

3)

I/O Unit

Merupakan peralatan antarmuka ( interface ) bagi sistem bus atau switch sentral dan
mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral. Tidak hanya sekedar Unit penghubung, tetapi
sebuah piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan
bus komputer.

Piranti tidak dapat langsung dihubungkan dengan bus sistem komputer karena beberapa
hal, yaitu :

a)Bervariasinya metode operasi piranti peripheral, sehingga tidak praktis apabila
sistem komputer harus menangani berbagai macam sisem operasi piranti peripheral
tersebut.

b)Kecepatan transfer data piranti peripheral umumnya lebih lambat dari pada laju
transfer data pada CPU maupun memori.

Page 50 of 78

INPUT
DEVICES

OUTPUT
DEVICES

I/O PORTS

CPU

CU +
ALU

MEMOR
Y
RAM
+
ROM

CONTRO
L
BUS

CONTRO
L
BUS

DATA BUS

ADDRESS BUS

c)Format data dan panjang data pada piranti peripheral seringkali berbeda dengan
CPU, sehingga perlu Unit untuk menselaraskannya.

Model generik dari suatu I/O Unit

Fungsi I/O Unit adalah :

a)Kontrol dan pewaktuan ( control & timing ) merupakan hal yang penting untuk
mensinkronkan kerja masing – masing komponen penyusun komputer. Dalam sekali
waktu CPU berkomunikasi dengan satu atau lebih perangkat dengan pola tidak menentu
dan kecepatan transfer komunikasi data yang beragam, baik dengan perangkat internal
seperti register – register, memori utama, memori sekunder, perangkat peripheral. Proses
tersebut bisa berjalan apabila ada fungsi kontrol dan pewaktuan yang mengatur sistem
secara keseluruhan Transfer data tidak akan lepas dari penggunaan sistem bus, maka
interaksi CPU dan I/O Unit akan melibatkan kontrol dan pewaktuan sebuah arbitrasi bus
atau lebih.

Langkah-langkah pemindahan data dari peripheral ke CPU melalui sebuah I/O Unit :

o

Permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari CPU ke I/O Unit.

o

I/O Unit memberi jawaban atas permintaan CPU.

o

Apabila perangkat eksternal telah siap untuk transfer data, maka CPU
akan mengirimkan perintah ke I/O Unit.

o

I/O Unit akan menerima paket data dengan panjang tertentu dari peripheral.

o

Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan sinkronisasi panjang data
dan kecepatan transfer oleh I/O Unit sehingga paket – paket data dapat diterima CPU
dengan baik.

b)Komunikasi antara CPU dan I/O Unit :

oCommand Decoding, yaitu I/O Unit menerima perintah – perintah dari CPU yang
dikirimkan sebagai sinyal bagi bus kontrol. Misalnya, sebuah Unit I/O untuk disk
dapat menerima perintah :
Read sector, Scan record ID, Format disk.
oData, pertukaran data antara CPU dan I/O Unit melalui bus data.

Page 51 of 78

oStatus Reporting, yaitu pelaporan kondisi status I/O Unit maupun perangkat
peripheral, umumnya berupa status kondisi Busy atau Ready. Juga status
bermacam – macam kondisi kesalahan ( error ).
oAddress Recognition, bahwa peralatan atau komponen penyusun komputer dapat
dihubungi atau dipanggil maka harus memiliki alamat yang unik, begitu pula pada
perangkat peripheral, sehingga setiap I/O Unit harus mengetahui alamat peripheral
yang dikontrolnya.

c)Komunikasi perangkat eksternal,

Skema suatu perangkat peripheral.

d)Pem-buffer-an data yang tujuan utamanya adalah mendapatkan penyesuaian data
sehubungan perbedaan laju transfer data dari perangkat peripheral dengan kecepatan
pengolahan pada CPU, karena laju transfer data dari perangkat peripheral lebih lambat
dari kecepatan CPU maupun media penyimpan.

e)Deteksi kesalahan, sehingga bila perangkat peripheral terdapat masalah sehingga
proses tidak dapat dijalankan, maka I/O Unit akan melaporkan kesalahan tersebut.
Misal informasi kesalahan pada peripheral printer. Seperti : kertas tergulung, tinta habis,
kertas habis, dll.

Teknik yang umum untuk deteksi kesalahan adalah penggunaan bit paritas.

Page 52 of 78

Antarmuka struktur I/O Unit ke CPU melalui bus sistem komputer terdapat tiga saluran :

a)Saluran data.

b)Saluran alamat.

c)Saluran kontrol.

Bagian terpenting struktur I/O Unit adalah blok logika I/O yang berhubungan dengan semua
peralatan antarmuka peripheral, terdapat fungsi pengaturan dan switching pada blok ini.

Dalam I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan I/O Unit. CPU
mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, yaitu :

a)Pemindahan data.

b)Pengiriman perintah baca maupun tulis.

c)Monitoring perangkat.

Kelemahan dari I/O terprogram adalah CPU akan menunggu sampai operasi I/O selesai
dilakukan I/O Unit, sehingga akan membuang waktu karena CPU lebih cepat proses
operasinya. Sehingga dalam teknik ini, I/O Unit tidak dapat melakukan interupsi kepada CPU
terhadap proses – proses yang diinteruksikan padanya. Oleh karena itu seluruh proses
merupakan tanggung jawab CPU sampai operasi lengkap dilaksanakan.

Klasifikasi perintah I/O terprogram dalam unit ini adalah :

a)Perintah control.
Perintah ini digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan memberitahukan
tugas yang diperintahkan padanya.

b)Perintah test.
Perintah ini digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status I/O Unit dan
peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya dalam keadaan aktif
dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi – operasi I/O yang dijalankan serta
mendeteksi kesalahannya.

c)Perintah read.
Perintah pada Unit I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian menaruh
dalam buffer internal. Proses selanjutnya paket data dikirim melalui bus data setelah
terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan transfernya.

d)Perintah write.
Perintah ini kebalikan dari read. CPU memerintahkan I/O Unit untuk mengambil data
dari bus data untuk diberikan pada perangkat peripheral tujuan data tersebut.

Implementasi perintah dalam instruksi I/O terprogram :

a)Memory-mapped I/O.
Terdapat ruang tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I/O. CPU memperlakukan
register status dan register data I/O Unit sebagai lokasi memori dan menggunakan
instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun perangkat I/O.

Page 53 of 78

Konskuensinya adalah diperlukan saluran tunggal untuk pembacaan dan saluran tunggal
untuk penulisan. Keuntungan memory-mapped I/O adalah efisien dalam pemrograman,
namun memakan banyak ruang memori alamat.

b)Isolated I/O.
Dilakukan pemisahan ruang pengalamatan bagi memori dan ruang pengalamatan bagi
I/O. Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi dengan saluran pembacaan dan
penulisan memori ditambah saluran perintah output. Keuntungan isolated I/O adalah
sedikitnya instruksi I/O.

Dalam Proses Interrupt – Driven I/O, proses tidak membuang – buang waktu, dimana
prosesnya adalah :

a)CPU mengeluarkan perintah I/O pada I/O Unit, bersamaan perintah I/O dijalankan I/O
Unit maka CPU akan melakukan eksekusi perintah – perintah lainnya.

b)Apabila I/O Unit telah selesai menjalankan instruksi yang diberikan padanya akan
melakukan interupsi pada CPU bahwa tugasnya telah selesai.

Dalam Interrupt – Driven I/O, kendali perintah masih menjadi tanggung jawab CPU, baik
pengambilan perintah dari memori maupun pelaksanaan isi perintah tersebut. Terdapat
selangkah kemajuan dari teknik sebelumnya, yaitu CPU melakukan multitasking beberapa
perintah sekaligus, tanpa ada waktu tunggu bagi CPU sehingga proses jadi lebih cepat.

Cara kerja teknik Interrupt – Driven I/O di sisi I/O Unit :

a)I/O Unit menerima perintah, misal read.

b)I/O Unit melaksanakan perintah pembacaan dari peripheral dan meletakkan paket data
ke register data I/O Unit.

c)Unit mengeluarkan sinyal interupsi ke CPU melalui saluran kontrol.

d)Unit menunggu datanya diminta CPU. Saat permintaan terjadi.

e)Unit meletakkan data pada bus data.

f)Unit siap menerima perintah selanjutnya.

Pengolahan interupsi saat perangkat I/O telah menyelesaikan sebuah operasi I/O :

a)Perangkat I/O akan mengirimkan sinyal interupsi ke CPU.

b)CPU menyelesaikan operasi yang sedang dijalankannya kemudian merespon
interupsi.

c)CPU memeriksa interupsi tersebut, kalau valid maka CPU akan mengirimkan sinyal
acknowledgment ke perangkat I/O untuk menghentikan interupsinya.

d)CPU mempersiapkan pengontrolan transfer ke routine interupsi. Hal yang
dilakukan adalah menyimpan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan operasi
yang tadi dijalankan sebelum adanya interupsi. Informasi yang diperlukan berupa :

Page 54 of 78

o

Status prosesor, berisi register yang dipanggil PSW (program status word).

o

Lokasi intruksi berikutnya yang akan dieksekusi.

Informasi tersebut kemudian disimpan dalam stack pengontrol sistem.

e)CPU akan menyimpan PC (program counter) eksekusi sebelum interupsi ke stack
pengontrol bersama informasi PSW.

f)Mempersiapkan PC untuk penanganan interupsi.

g)CPU memproses interupsi sempai selesai.

h)Bila pengolahan interupsi selasai, CPU akan memanggil kembali informasi yang
telah disimpan pada stack pengontrol untuk meneruskan operasi sebelum interupsi.

Teknik yang digunakan CPU dalam menangani program interupsi :

a)Multiple Interrupt Lines.
Teknik ini merupakan yang paling sederhana, tetapi menggunakan saluran interupsi
berjumlah banyak, sehingga tidak praktis untuk menggunakan sejumlah saluran bus atau
pin CPU ke seluruh saluran interupsi modul – modul I/O.

b)Software Poll.
Saat CPU mengetahui adanya sebuah interupsi, maka CPU akan menuju ke routine
layanan interupsi yang tugasnya melakukan poll seluruh modul I/O untuk menentukan
modul yang melakukan interupsi. Kerugian software poll adalah memerlukan waktu yang
lama karena harus mengidentifikasi seluruh modul untuk mengetahui modul I/O yang
melakukan interupsi.

c)Daisy Chain.
Teknik ini yang lebih efisien, dimana menggunakan hardware poll, sehingga seluruh
modul I/O tersambung dalam saluran interupsi CPU secara melingkar (chain). Dan
apabila ada permintaan interupsi, maka CPU akan menjalankan sinyal acknowledge yang
berjalan pada saluran interupsi sampai menjumpai modul I/O yang mengirimkan
interupsi.

d)Arbitrasi Bus.
Modul I/O memperoleh kontrol bus sebelum modul ini menggunakan saluran permintaan
interupsi sehingga hanya akan terdapat sebuah modul I/O yang dapat melakukan
interupsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->