P. 1
5 0 Gerakan Dakwah Bangun Negeri

5 0 Gerakan Dakwah Bangun Negeri

5.0

|Views: 1,125|Likes:

More info:

Categories:Types, Research
Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 17, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

1

MEMBANGUNKAN Potensi Umat

L

Berbasis dari Masjid ebih dari tiga dasawarsa berlalu, Masjid Al Munawarah Kampung Bali I Tanah Abang di Jakarta Pusat telah

menjadi salah satu tempat ibadah bagi kaum Muslimin dari kalangan pedagang di sekitar pasar Tanah Abang. Jamaahnya selain para pedagang, juga terdiri dari para buruh, tukang beca, rakyat awam, para pekerja. Pendeknya lapisan masyarakat Muslim yang bermukim disekitarnya. Jika waktu shalat telah tiba, masjid ini ramai didatangi, untuk menunaikan ibadah. Memperhamba-kan diri kepada Allah SWT, setiap hari. Suatu kelaziman bagi muslim yang telah berlangsung berabad-abad lamanya.

H.Mas’oed Abidin

1

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sejak masjid dibangun oleh umat Islam, telah diberi nama rumah ibadah. Sebenarnya, Masjid merupakan suatu institusi penting dalam kehidupan muslim. Sebagai tempat ibadah dalam perjalanan hidup muslim. Dan hakekatnya berperan sebagai sarana dalam mememenuhi keperluan hidup. Bagi komunitas Muslim, Masjid tidak sekedar tempat bersujud. Masjid menjadi suatu tempat seorang muslim membuktikan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sesuai bimbingan Rasulullah SAW masjid dibangun dengan fondasi taqwa. Kemudian dari masjid yang telah dibangun itu akan berperan mem-bangun diri umat atau jamaah yang membangunnya.

2

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

”Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” ( Qs.9 – At-Taubah : 18 )

Pada tanggal 26 Pebruari 1967 di Masjid Al Munawwarah ini berlangsung suatu peristiwa penting.

*** Peristiwa tersebut setelah ibu kota Republik

Indonesia, menngalami satu perubahan besar. Pemerintahan negara ketika itu, baru sama sekali. Dibawah kepemimpinan Jenderal Soeharto, yang baru berumur sebelas bulan. Pemerintahan Jenderal Soeharto menggantikan Presiden Soekarno yang baru diturunkan dari jabatannya oleh kekuatan demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang anti komunis. Ini, terjadi karena peristiwa makar yang disebut Gerakan 30 September. Sering juga disebut dengan H.Mas’oed Abidin
3

DAKWAH KOMPREHENSIF

peristiwa GESTAPU/PKI, yang merupakan makar berdarah, pemberontakan Komunis di bumi Indonesia, terbesar sesudah peristiwa Madiun. Gerakan 30 September 1965 ini telah berakibat gugurnya beberapa Pahlawan Revolusi. Berapa petinggi tentara, Jenderal TNI Angkatan Darat, telah gugur sebagai akibat kebiadaban dan pembantaian oleh kekuatan komunis yang dipimpin Kolonel Untung dkk. Tindakan biadab Komunis ini, telah mengundang demonstrasi dari mahasiswa dan seluruh kesatuan-kesatuan aksi. Ketika itu, mahasiswa, kesatuan aksi dan penduduk Indonesia karena sudah lama sekali ditindas dan ditekan, menuntut suatu amanat dari penderitaan rakyat dan dikenal dengan Tritura, yakni tiga tuntutan hati nurani rakyat. Merupakan amanat penderitaan rakyat Indonesia selama ini. Antara lain berisi tuntutan Bubarkan Partai Komunis Indonesia, turunkan harga, adili Soekarno dan Soebandrio.

*** Masjid Al Munawwarah Kampung Bali Tanah Abang dimasa itu ikut menjadi saksi sejarah atas peristiwa besar dikalangan umat Islam Indonesia.
4

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Bahkan, dapat dikatakan telah menjadi satu pilar dari perkembangan dakwah komprehensif kedepan. Menjadi salah satu mata rantai perjuangan umat Islam di Indonesia sejak lama. Masjid Al Munawwarah ikut pula mencatat sejarah perjuangan Islam di Indonesia dengan tinta emas. Karena, pemimpinnya. Dari sinilah dilahirkan gagasan-gagasan, yang Masjid ini telah menjadi tempat

berlangsungnya pertemuan besar. Antara umat dan para

menopang gerak dakwah ilaa-Allah, untuk menatap dan melangkah ke zaman baru.

Memasuki alaf baru, millenium ketiga.

***

H.Mas’oed Abidin

5

DAKWAH KOMPREHENSIF

Selama masa pemerintahan orde Nasakom, Masjid Al Munawwarah ini sudah berdiri juga. Di samping perannya sebagai mana lahirnya sebuah masjid, tempat beribadah sehari-hari bagi para pedagang. Telah pula menjadi tumpuan para pendatang. Masjid Al Munawwarah memiliki ke unikan sendiri. Selain berfungsi sebagai tempat kegiatan masyarakat dan tempat pengajian majlis ta’lim, yang paling istimewa adalah sebagai pangkalan pembinaan umat. Tempat berkumpul para muballigh. Selama masa rejim Soekarno, para muballigh dan juru dakwah selalu dihalangi gerak langkahnya. Para da’i dan muballigh pada masa sulit itu dianggap komunitas yang selalu dicurigai. Keadaan ini tidaklah terlalu mengherankan. Para muballigh Islam terkenal sangat anti komunis. Karena, aqidah tauhid yang diterima dari ajaran Agama Islam, tidak bisa menerima paham atheis, anti Tuhan. Orang-orang komunis, semasa Orde Lama, telah menduduki posisi dan tempat istimewa dalam pemerintahan. Bahkan sering pula kedudukan mereka amat menentukan. Dalam pemerintah Nasakom di masa Soekarno, pihak komunis berupaya
6

melakukan intimidasi. Tekanan dan H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

fitnahan secara sistematik dihadapkan kepada para muballigh Islam. Tekanan-tekanan Indonesia. komunis melalui kekuasaan

pemerintah, telah dirasakan para pendakwah Islam di seluruh Kondisi ini diperparah oleh pengikut setia komunis yang tidak hanya mengintimidasi, tapi juga membunuh para ulama Islam. Mereka selalu mencari-cari kesempatan dan peluang disetiap saat. Untuk melampiaskan dendam politik yang ditujukan kepada para pemimpin umat Islam. Pengikut dan simpatisan partai-partai lawan mereka dijadikan sasaran utamanya. Terutama partai dan umat Islam serta simpatisan Masyumi, sejak lama. Kekuatan umat Islam dari Keluarga Besar Bulan Bintang, sebenarnya sudah lama terbentuk. Dirakit oleh perjalanan panjang sejarah, perjuangan umat Islam di Indonesia. Keteguhan hati tak mudah untuk diperca pisah. Karena dihati telah lama terikat kepercayaan dan kesetiaan, ta-alluf qulub. Umat tetap menyatu dalam masjid.

H.Mas’oed Abidin

7

DAKWAH KOMPREHENSIF

Letak lokasi Masjid Al Munawwarah yang berdekatan sekali dengan lokasi pasar sangat strategis, telah menjadi tujuan para pedagang mau-pun pendatang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Selain untuk tujuan jual beli kepasar Tanah Abang, juga karena bermacam tujuan dan keperluan. Masjid ini dijadikan tempat pertemuan-pertemuan, para pendatang. Lokasi masjid yang sangat strategis ini sangat mendukung untuk dijadikan pangkalan para perantau.Para pengunjung dan jamaahnya ramai. Baik hanya sekedar buat keperluan tempat singgah sementara atau untuk keperluan sejenak. Bahkan, menjadi tempat berkumpul bagi yang telah lama menetap di sekitarnya. Umumnya pula kebanyakan jamaah terdiri dari keluarga Besar Bulan Bintang. Jamaah Masjid Al Munawwarah, mulai dari pengelola dan pengurusnya, umumnya terdiri dari pedagang dermawan dan keluarga Muslimin yang tinggal disekitarnya. Lapangan usaha mereka juga terdapat disekeliling Masjid. Atau di keliling kompleks pertokoan Tanah Abang. Pengurus dan jamaah harian adalah keluarga Muslim. Simpatisan Masyumi, keluarga Bulan Bintang, yang berdatangan dari berbagai daerah.

8

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Pada masa-masa tertentu, mereka sengaja berkumpul untuk mengikuti wirid-wirid pengajian, yang diberikan oleh para muballigh yang sudah lama mereka kenal. Melepas rindu bertatap wajah. Para muballigh terkenal itu adalah para pemimpin umat seperti KH.Taufiqurrahman, Prawoto Mangkusasmito, KH. Agus Tjik, Buya Duski Samad, Nawawi Duski, Buchari Tamam, KH. Malik Ahmad, KH.M. Yunan Nasution, KH.Ahmad Buchari dan lain-lain. Sesudah para pemimpin Masyumi keluar dari tahanan Orde lama seperti Mohamad Natsir, Mr. Sjafroeddin Prawiranegara, Mr.Mohamad Mr. Boerhanoeddin Harahap, Akbar, Roem,Mr.Assaat,Dr.H.Ali

Prof.Dr.Bahder Djohan, Prof. DR. Rasyidi, Mr. Kasman Singodimedjo selalu menyampaikan ceramah dan bahasan mengenai situasi, mengetengahkan pandangan politik Islam kontemporer. Walaupun selama masa-masa sulit dan penuh fitnah tatkala pemerintahan Orde Lama berkuasa, para pemimpin umat tersebut selalu dicurigai. Setelah tahun 1966 suasana mulai berubah. Masjid Al Munawwarah menampung jamaah yang datang dari luar DKI bahkan dari Bogor, Bekasi, Serang

H.Mas’oed Abidin

9

DAKWAH KOMPREHENSIF

dan Banten. Mulai kembali terjalin hubungan erat antara umat dengan pemimpinnya. Dari hari kesehari hubungan hati dengan hati antara pemimpin dan umat ini semakin kuat. Hubungan ini diikat pula oleh tali ukhuwah, dengan buhul amaliyah khairiyah, secara nyata dan terpadu. Umat adalah sasaran dakwah. Tujuan dakwah tidak boleh menyimpang. Yaitu, upaya membinanya menjadi umat yang kokoh aqidah dan kuat kepribadian. Dan, memiliki akhlaq al-karimah. Maka dakwah tidak boleh terhenti. Dalam kondisi seperti apapun, upaya untuk

memelihara suatu masyarakat bermoral yang baku, yakni akhlaq al-karimah sesuai ajaran agama Islam, wajib dilaksanakan. Umat yang menjadi sasaran dakwah ini memikul pula beban sebagai pendukung dakwah. Umat juga menjadi tulang punggung (back bounds) dari harakah dakwah. Gerakan dakwah Islam sepanjang masa dapat dibuktikan dalam amalan nyata mengangkat bersama beban umat. Apabila gerakan dakwah seperti ini dipelihara secara terencana, lambat laun akan menjadikan umat kokoh diatas amalnya.

10

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Masjid mesti dikembangkan menjadi center of action. Ketika itu, peran Masjid Al Munawwarah telah berjalan dengan sungguh-sungguh. Sebenarnya program dakwah sesuai fiqhud dakwah sebagai diajarkan Risalah Rasulullah SAW, diantaranya “Membangun umat dari Masjid”, tengah berjalan pesat. Jamaah Masjid Al Munawwarah setiap hari makin ramai. Kegiatan dakwah dengan acara pengajian mulai padat. Para jamaah sekitar dan dari luar Jakarta mulai ramai mendatangi. Mereka berkunjung kemari tidak lagi sekedar mengikuti wirid pengajian dan majlis ta’lim. Bukan pula untuk semata-mata mendengar uraian muballigh pemimpin umat. Lebih jauh terkandung niat untuk mendapatkan informasi. Seakan-akan menjemput roh perjuangan, yang akan ditiupkan kembali ketengah umat, dikala mereka kembali ketengah-tengah kampung halaman nya. Tanpa terasa dakwah mulai berkembang secara terarah. Lebih jauh, selain itu dari masjid telah pula di dapatkan informasi terbaru tentang perjuangan Islam di tanah air. Juga dari dunia luar atau hubungan-hubungan internasional. Didapatkan pula semangat jihad, yang dipupuk secara terus menerus. Gerak dakwah berkembang kearah pola “menjadikan masjid tempat komunikasi”. H.Mas’oed Abidin
11

DAKWAH KOMPREHENSIF

Menjalin ukhuwah dan solidaritas antar jamaah dan antar daerah. Mulai dari menyerap informasi terkini, mengenai perkembangan situasi bangsa dan negara. Sampai mengingatkan bahaya apa yang kiranya mengintai umat ini. Dari sini gerakan dakwah mulai berjalan. Pergerakan dakwah di daerah-daerah yang disampaikan dari masjid Al-Munawwarah, telah ber gerak dengan cepat. Masjid Al Munawwarah berfungsi sebagai pusat berita center of information yang akurat. Perkembangan dakwah Islam dari daerah yang terpencil, tidak mungkin di dapatkan dari berita mass-media. Karena terbatasnya sumber berita. Hal ini menumbuhkan minat tersendiri bagi para jamaah yang datang dari luar kota Jakarta. Kebijakan-kebijakan politik yang mestinya diikut oleh umat dengan bahasan dan panduan pemimpin panutan selalu dinantikan. Pergerakan dakwah seperti ini telah memberikan kiat baru dalam usaha pembinaan umat. Harus diakui bahwa pembinaan yang terus menerus terhadap umat selama ini seakan terpaksa harus dilupakan. Karena terbatasnya ruang gerak. Atau, lantaran ditangkapnya pemimpin umat. Suasana baru, membuka kesempatan kepada pemimpin untuk mengkaji ulang kelemahan dan potensi yang
12

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dipunyai.

Kajian

ini dilakukan oleh para

pemimpin

terpercaya. Sejak itu sebenarnya Masjid telah menjadi center of excelence. Dakwah dari Masjid Al Munawwarah mulai diminati berbagai kalangan. Umat dari berbagai kalangan sangat menghajatkan benar jawaban persoalan-persoalan semasa. Perkembangan pengajian di alam kontemporer yang diterapkan secara jelas dan populer sering ditunggu-tunggu. Di masa lalu, dakwah kelihatan gaya tradisional dan maju. terperangkap kepada Maka dalam suasana pemahaman kaum muda dan tua saja. Atau terjepit antara kontemporer diperlukan hal-hal baru. Persoalan yang menyentuh nuansa fikrah dalam ruang lingkupan fikih sosial politik mulai berkembang pesat. Diharapkan oleh umat banyak adanya kajian tentang politik dakwah yang bisa dijadikan panduan. Jelas pula dakwah politik yang perlu dilaksanakan seiring dengan perubahan zaman. Kehidupan sosial politik dan tamaddun ekonomi, di tengah kehidupan masyarakat Muslim, diakui telah dibudayakan oleh Islam sejak masa hijrah dalam Risalah Rasulullah SAW, mulai dari zaman Madinah.

H.Mas’oed Abidin

13

DAKWAH KOMPREHENSIF

Secara historis dapat dirasa dan dipahami, pengamalan Dakwah Risalah banyak berperan memacu umat memasuki alaf baru. Perubahan gerak dakwah sesuai keperluan umat yang mendesak, beriringan perkembangan zaman dan pergeseran politik bangsa, menjadikan gerakan masjid tidak hanya berada pada kapling tempat pelaksanaan ibadah mahdhah secara nafsiah semata. Tetapi harus siap menjadi wadah penampung seluruh kegiatan yang umatik. Menjadi pusatpusat kegiatan dakwah Islam (Islamic Center) di Indonesia. Terlihat jelas Masjid Al Munawwarah mulai

melangkah kesana. Sejarah perjalanan dakwah komprehensif di Indonesia mulai bergerak dari sini. Masjid Al Munawwarah dengan pasti mulai memasuki sudut baru. Yaitu Pembentengan umat dari bahaya pemurtadan salibiyah. Upaya membentengi aqidah umat dari bahaya dan gerakan kristenisasi serta upaya tanshiriyah seluruh daerah di tanah air, disampaikan secara terbuka. Diberikan pula solusi mengatasinya. Semua gerak itu disimak serta ditindak lanjuti segera. Melalui gerakan pembentengan aqidah umat. Penerapan upaya pembentengan aqidah umat ini menjadi model yang selanjutnya berkembang menjadi
14

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

metodologi dakwah sistematik. Mencakup multi aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara universal dakwah Islam sudah seharusnya dilaksanakan terencana dan terpadu. Kepentingan seluruh umat mesti digerakkan oleh umat sendiri. Gerakan dakwah masjid dengan pola program umatik segera dihidupkan. Diikuti menanamkan lebih dini pemahaman yang menjangkau jauh kedepan secara futuristik. Dari sini sebenarnya bermula kerja besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Kesediaan secara terus menerus menjawab problematika umat dengan program-program dakwah nyata. Bisa dalam bentuk penyajian informasiinformasi dakwah bi-lisaanil-hal secara komunikatif dengan dasar yang jelas. Tujuan dakwah adalah mencari redha Allah atas landasan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

H.Mas’oed Abidin

15

DAKWAH KOMPREHENSIF

16

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

MENAMPILKAN DEWAN DA’WAH

T

epatnya

tanggal

26

Pebruari

1967

berlangsung

pertemuan dan musyawarah para zu’ama dan ulama

Islam. Salah satu keputusannya, melahirkan satu badan dakwah yang diberi nama Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah). Sebagai nama organisasi disingkat dengan Dewan Da’wah. Untuk memperkenalkan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebagai organisasi, tidak seharusnya memakai singkatan DDII 1. Pada kenyataannya singkatan tersebut lebih banyak dipakai. Lembaga ini tumbuh dari kesepakatan ulama, zu’ama cendekiawan pemikir Islam. Tokoh-tokoh Islam yang sejak lama telah teruji kepiawaian dan kejujuran mereka. Pada hakekatnya semua pemimpin yang hadir ketika itu adalah para
1

pejuang.

Mujahid

Islam

yang

berkecimpung

Lihat Akta Yayasan Dewan Da’wah. 17

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

menghabiskan

waktu

dan

tenaga

nya

untuk

tujuan

“meninggikan kalimat Allah” atau li-I’laa-I Kalimatillah. Baik dalam arena kehidupan sosial, politik, ekonomi maupun dalam bidang Dakwah Islam, ditengah masyarakat muslimin Indonesia, sejak lama. Dewan Da’wah yang telah dilahirkan ini bergerak untuk menggerakkan Dakwah Islamiyah di Indonesia. Badan Dakwah ini, mengambil bentuk Yayasan. Dikukuhkan dengan Akta Notaris Syahrim Abdulmanan, No.4 tanggal 9 Mei 1967. Untuk memimpin pertama kalinya dipercaya kan kepada Bapak Mohamad Natsir. Beliau sehari-hari dipanggil akrab “Bapak Mohamad Natsir” atau “Abah”. Ada juga memanggil beliau dengan “Engku”, atau “Pak Imam”. Beliau menjabat sebagai Ketua.2 Memimpin kepengurusan yang menghimpun politisi pejuang Islam, yang telah lama terkenal sejak masa kemerdekaan Republik Indonesia, bukan suatu urusan kecil.3
Tidak ada istilah Ketua Umum, yang ada hanya Ketua saja seperti terlihat dalam Anggaran Dasar Dewan Da’wah pasal 7B. 3 Diantara yang hadir, ada 30 orang pemimpin umat terkemuka, diantaranya, Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. Mohamad Roem, Mr. Boerhanoeddin Harahap, Buya H. A. Malik Ahmad, Prof. Osman Raliby, KH. Rusyad Nurdin, KH. Yunan Nasution, dr. Ali Akbar, KH. Ghaffar Ismael, Buya H. Mansur Daud Dt. Palimo Kayo, Moechtar Lintang, 18 H. Mas’oed Abidin
2

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Kepengurusan Dewan Da’wah pertama kalinya diperkuat oleh Bapak DR. KH. M. Rasjidi, sebagai Wakil Ketua. Bapak Buchari Tamam dan Nawawi Duski, selaku Sekretaris dan Sekretaris II. Susunan pengurus itu di perkuat oleh Bapak KH. Hasan Basri selaku Bendahara. Anggotaanggota pengurusnya terdapat juga KH. Taufiqurrahman, Mochtar Lintang, KH. Zainal Abidin Ahmad, Prawoto Mangkusasmito, KH. Mansur Daud Datuk Palimo Kajo, Osman Raliby, dan Abdul Hamid. Susunan ini bertahan selama 20 tahun (hingga tahun 1987).4 Sejarah mencatat, jabatan puncak lembaga Dewan Da’wah tetap di pegang Bapak Mohamad Natsir sampai akhir hayat beliau (1993), berarti selama 26 tahun. Selama lebih seperempat abad Dewan Da’wah berada dibawah kepemimpinan Bapak Mohamad Natsir.

Buchari Tamam, KH. Saleh Iskandar, KH. Taufiqurrahman, KH. Abdullah Salim, KH.Faqih Usman, Zainal Abidin Ahmad, DR. Mohamad Natsir, MR Kasman Singodimejo, KH Nawawi Duski, Buya Duski Samad, KH.Misbach, KH Hasan Basri, DR HM Rasyidi, DR Bahder Djohan, dan lainnya. 4 Lihat Akta Notaris No. 12 tanggal 6-6-1987 tentang perobahan pasal 7 AD. 19 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pantas kalau lembaga Dewan Da’wah selalu diindentikkan dengan pemikiran Bapak Mohamad Natsir. Pemahaman seperti itu tidak salah sama sekali. Pemikiran Bapak Mohamad Natsir banyak memberi warna kepada gerakan dakwah ini. Khusus terhadap sosok dan kiprah Bapak Mohamad Natsir sebagaimana diungkapkan beberapa penilai secara jujur, disebut sebagai pemimpin umat, pejuang bangsa serta mujahid Islam, politikus dan pemandu dakwah dizaman maju dan penuh cobaan. Perjuangan Beliau dapat disimak sejak masa

penjajahan Belanda di Indonesia. Hingga perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Terus, tidak pernah berhenti sampai kepada mempertahankan proklamasi dengan kewajiban mengisi perangkat peragat aparat negara kesatuan Republik Indonesia. Dinamika perjuangannya menjadi pembicaraan dan rujukan sampai akhir hayat beliau, bahkan sangat relevan hingga sekarang. Kepribadian dan kejuangan Bapak Mohamad Natsir yang teguh sudah terlihat secara murni dan jelas. Mulai dari masa muda, ketika mengikuti arus pendidikannya, hingga kezaman gelombang pergerakan kemerdekaan. Perjuangan tersebut selalu berwarna Islam. Baik dalam politik kepartaian dan dimasa pergerakan politik
20

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Islam sejak Permi hingga Persis, maupun partai politik Islam Masyumi. Keteguhan serta keistiqamahan prinsip dan perjuangan Bapak Mohamad Natsir dalam memelihara garis politik Islam di Indonesia selama hayatnya telah dijadikan barometer. Keikhlasan Beliau telah menjadi perekat dalam mengeratkan hubungan emosional diantara sesama pemimpin umat. Gagasan-gagasan dalam menetapkan jalur politik dakwah secara terpadu, juga dijadikan acuan. Kejujuran dan transparansi yang dimiliki para pemimpin bangsa ini, telah pula menjadi pendorong lajunya gerakan dakwah selanjutnya. Termasuk didalam menetapkan dakwah politik yang akan dilalui bersama-sama pemimpin umat Islam Indonesia. Diantara barisan pemimpin dan pejuang umat Islam di Indonesia antara lain Mr. adalah Bapak : Prawoto Mr. Mangkusasmito, Syafroeddin Prawiranegara,

Boerhanoeddin Harahap, Mr. Mohamad Roem, Mr. Kasman Singodimedjo, KH. Taufiqurrahman, KH. Mohd. Yunan

H.Mas’oed Abidin

21

DAKWAH KOMPREHENSIF

Nasution, DR. H. Anwar Harjono SH, Prof.DR.H. Mohamad Rasyidi dan lainnya. Ungkapan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, pakar hukum Tata Negara Universitas Indonesia yang kemudian menjadi Ketua Umum pertama Partai Islam Bulan Bintang dalam Pemilihan Umum 1999, mem- buktikan peran para pemimpin pemandu umat tersebut. Prof.Yusril, yang dikenal akrab dengan Bapak Mohamad Natsir, termasuk yang sangat banyak mengungkapkan alam pikiran dan mengetengahkan tentang penampilan politik dari Bapak Mohamad Natsir. Kekokohan sikap pendirian dan keteguhan prinsip perjuangan politik dan dakwah beliau disampaikan secara sempurna, diantaranya dalam salah satu seminar tentang alam pikiran Bapak Mohamad Natsir di Aula Masjid Agung Al Azhar, berikut; “Kiprah Natsir sebagai seorang tokoh intelektual, politikus, pemimpin negara maupun tokoh dunia Islam yang terkemuka di abad ini tak pernah selesai menjadi buah pembicaraan. Padahal dari segi asal usul dan fisiknya, Natsir hanyalah orang biasa, dengan temperamen yang lemah
22

Prof. Yusril Ihza Mahendra mengatakan sebagai

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

lembut, bicara penuh dengan sopan santun, dan kadangkadang gemar bercanda dengan siapa saja yang menjadi teman bicaranya. Namun dibalik temperamennya yang lemah lembut dan mudah tersenyum itu, sosok pribadi Natsir adalah ibarat batu karang yang kokoh. Ia termasuk seorang yang teguh memegang prinsip, walau dalam berhubungan dengan orang-orang lain, ia terkesan terbuka dan malahan cenderung kompromistik, sejauh kemungkinan kompromikompromi itu memang dapat di capai tanpa mengorbankan prinsip-prinsip yang di yakininya”.5

“Pemikiran Dan Perjuangan Mohamad Natsir”, Dr. Anwar Harjono, SH, dkk, (kumpulan makalah dalam seminar nasional Pemikiran dan Perjuangan Mohamad Natsir, yang diselenggarakan oleh YISC Al-Azhar Jakarta, tanggal 16-17 Juli 1994 di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta). Penerbit Pustaka Firdaus Jakarta, Cetakan Pertama, Juli 1996, Pendahuluan oleh DR. Yusril Ihza Mahendra, halaman 1 dan 2). Dalam buku ini juga, hal 190, terdapat pernyataan pribadi Dr. Yusril Ihza Mahendra (menurut pengakuan Ihza dia telah ikut Bapak Mohamad Natsir, secara fisik, sejak 1976 sampai beliau wafat 7 Februari 1993. (Tetapi, dalam penilaian penulis, sampai hari inipun tetap dekat dengan Bapak Mohamad Natsir melalui pikiranpikiran yang diwariskannya). Bapak Mohamad Natsir, telah wafat pergi meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya, tetapi pemikirannya tetap hidup memberi semangat kepada siapa saja yang cinta kebenaran selamanya pula. 23 H.Mas’oed Abidin
5

DAKWAH KOMPREHENSIF

Bapak Mohamad Natsir adalah seorang pemimpin. Kepemimpinan Beliau, tidak hanya dalam lingkungan kecil sangat terbatas, seperti Dewan Da’wah. Beliau adalah pemimpin yang senantiasa memimpin lahirnya pemimpin. Bapak Mohamad Natsir adalah “seorang pemimpin sejati”, “pengawal umat”, “dzuu wujuh, dalam arti positif”. Banyak nian ungkapan terpuji yang melekat pada diri Beliau. Sebagai seorang negarawan dengan watak demokrat sejati. Prof. Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, betapa penilaian Natsir tentang demokrat itu. “Seorang demokrat sejati, kata Natsir suatu ketika, haruslah senantiasa sadar untuk generasi mempersiapkan penerus yang pengganti-penggantinya akan meneruskan yakni estafeta generasi-generasi yang siap tampil sebagai

perjuangan. Namun kemunculan pemimpin, menurutnya, tidak dapat dikondisikan apalagi dikatrol dan didongkrak. Pemimpin, menurut Natsir, harus lahir dari bawah. ”6 Ungkapan seperti yang disampaikan oleh Prof. Yusril Ihza Mahendra ini, seringkali terlihat dalam setiap keputusan

DR.Yusril Ihza Mahendra, ibid.hal.5. 24 H.
6

Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

yang diambil oleh Bapak Mohamad Natsir. Termasuk juga ketika didalam Dewan Da’wah. Kepada penulis dalam berbagai pertemuan tatap muka atau percakapan pertelepon, Bapak Mohamad Natsir selalu mengingatkan bahwa seorang pemimpin belum berhak mendapatkan julukan pemimpin manakala belum mampu menelurkan pemimpin-pemimpin baru yang jumlahnya lebih banyak. Seorang pemimpin umat, terlihat dalam amalnya yang lebih nyata. Mempunyai keteguhan komitmen, dan kuat dalam memegang amanah umat. Jangan hendaknya lahir pemimpin-pemimpin pengkhianat, kata Beliau. Pengkhianat terbesar menurut Bapak Mohamad Natsir ialah seorang yang mengkhianati prinsip perjuangan yang telah di amanahkan kepadanya. Pemimpin yang amanah selalu diharapkan oleh umat yang tengah dipimpinnya. Dalam setiap mengakhiri peringatan Beliau tentang pemimpin itu selalu pula di kutip Beliau Firman Allah, dalam Al Quran.

H.Mas’oed Abidin

25

DAKWAH KOMPREHENSIF

Artinya “ Wahai orang yang beriman, jangan sekalikali kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan pula kamu mengkhianati amanat yang ada pada kamu, sedangkan kamu mengetahui”.( QS.Al-Anfal:27). Mewujudkan “generasi pemimpin” sering kali di temui hambatan-hambatan. Terutama ketika akan berlangsungnya pengalihan estafetta kepemimpinan. Tenaga yang lebih muda dalam usia, umumnya hadir dengan perasaan belum siap menerima. Kadangkala merasa tidak mampu untuk melanjutkan estafetta kepemimpinan dari generasi tua. Karena menganggap diri belum berpengalaman untuk itu. Ketidaksiapan ini bisa disebabkan karena alasan internal. Seperti, merasa belum berkemampuan dalam leadership. Atau merasa belum mempunyai keahlian untuk itu. Padahal, kemampuan yang memadai dalam pemahaman ilmu maupun agama, memerlukan proses dan pembiasaan. Pematangan diri dan sikap, harus disertai oleh keinginan serta keteguhan dalam menambah dan melengkapinya. Dalam operasionalnya, serah terima tongkat kepemimpinan sering pula terjadi hambatan. Terutama karena melemahnya komitmen prinsipprinsip perjuangan. Dalam banyak hal, juga karena kurangnya didapatkan kesempatan yang memadai, untuk menjelaskan
26

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

prinsip perjuangan itu. Sebagai akibat dari sangat terbatasnya waktu atau melemahnya frekuensi perjuangan umat. Keterbatasan ini seringkali juga dipertajam oleh hilangnya kesempatan, karena tengah ber langsung kecurangan dan intimidasi dari pihak penguasa. Tekanan dari pihak penguasa sudah sangat lazim, ditujukan kepada para pemimpin umat, yang dianggap berseberangan. Atau diaraahkan kepada pemimpin yang istiqamah, yang tidak pernah bersedia untuk dibeli. Lahirnya tuduhan ekstrim kanan berdampak besar dalam menyempitkan jalan. Peluang gerak melakukan estafeta kepemimpinan menjadi sempit ruangnya. Lebih-lebih ketika berupaya men jelaskan prinsip perjuangan kepada generasi pelanjut, yang akan menyambung regenerasi. Disamping itu, hadir pula hambatan eksternal. Menyangkut situasi sosial politik yang tidak kondusif. Tetapi memang, semua kondisi tersebut telah lama sekali dirasakan sebagai hambatan. Dan sudah pula menjadi pembawaan dan undang-undang baja sejarah yang bakal diterima oleh seorang pemimpin. Bila ia, adalah seseorang yang hendak dianggap terus sebagai “pemimpin” dalam tanda kutip, dan tidak sebagai kebanyakan pemimpin yang menyebut dirinya pemimpin, maka haruslah selalu berupaya di sepanjang masa yang dilalui dalam hidupnya, untuk melaksanakan tugas H.Mas’oed Abidin
27

DAKWAH KOMPREHENSIF

kewajiban, memikirkan dan

mengikhtiarkan kesejahteraan,

bagi umat yang tengah dipimpinnya. Disamping itu, iapun harus menunaikan kewajiban yang tak boleh di lalaikan sekejappun. Senantiasa berusaha memenuhi tanggung jawab diri pribadi dan rumah tangganya sendiri. Dan, sesaatpun tidak pernah memutuskan harapan atas ma’unah dan kerahiman Ilahi dalam situasi dan keadaan negeri dan lingkungan bagaimanapun. Amal dan ikhtiar merupakan dua bidang kewajiban. Dua bidang kewajiban yang perlu dilaksanakan sebagai pemimpin umat dan sebagai pemimpin keluarga, senantiasa harus “sejalan” dan “berjalin”. Walaupun terkadang titik berat mungkin berkisar-kisar diantara dua bidang itu saja. Namun kedua-duanya tetap berjalin, dalam keadaan bagaimanapun juga. Terlihat nyata idealisme tentang kewajiban ini diterapkan oleh Bapak Mohamad Natsir dalam Dewan Da’wah. Badan dakwah ini sangat berperan penting mendorong bergulirnya satu proses kondusif. Melalui pengkaderan, refreshing, up-grading para du’at dalam upaya untuk meningkatan
28

mutu

para

pendakwah.

Penguasaan

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

keterampilan praktis mau pun pemikiran dan pendalaman ilmu pengetahuan agama, sangat penting digulirkan. Keahlian dan keterampilan amat berguna dipakai sebagai alat pemenuhan kewajiban dimaksud. Gerak dakwah yang digulirkan ditopang gagasangagasan sederhana. Tetapi, telah mendorong percepatan serta penyebaran informasi dan komunikasi dakwah. Bertalian dengan pesatnya perkembangan ilmu

pengetahuan didunia Islam, pertumbuhan teknologi dasar seperti pertukangan, pertanian, home industri yang sangat sederhana, perlu disimak. Perkembangan seperti itu, selalu diperkenalkan

kepada para pendakwah. Pekerjaan seperti itu kelihatannya sangat sederhana. Seperti keterampilan menganyam tikar mendong, pembuatan tempe dan tahu. Begitu pula dengan pemeliharaana ikan kolam, yang secara lahiriyah tampaknya selalu mendasarkan pada pekerjaan menggerakkan tangantangan terampil. Pengetahuan sedemikian nyatanya akan sangat berperan untuk mendorong ekonomi rakyat kecil, didaerah pedesaan itu.

H.Mas’oed Abidin

29

DAKWAH KOMPREHENSIF

Gerakan ini sangat berkesan bila dapat dimulai dengan pembinaan jamaah dari masjid. Dengan kerangka yang jelas, membangun umat dengan kemampuan lebih besar, sanggup mandiri. Lebih lanjut adalah memiliki cita-cita luhur yang sanggup membangun hidup dan memberi hidup. Idea ini dimulai dengan gerakan menghidupkan usaha-usaha ekonomi sederhana, umpama pada lapangan perdagangan ataupun kerajinan rumah tangga. Up-grading atau re-freshing yang dilakukan, serta pembekalan kepada du’aat Dewan Da’wah dari daerahdaerah terpencil, sejak awal berdirinya Dewan Da’wah ditahun 1967, tidak semata berbentuk pendalaman ilmu dakwah dan pengetahuan agama semata. Kadangkala lebih banyak berisikan pengetahuan praktis yang perlu dipunyai para da’i bila kembali kemedan dakwah. Sekalian ilmu yang dibekalkan itu berguna untuk menggerakkan usaha kecil semisalan; peternakan kecil, pembibitan tanaman dan hortikultura yang gagasannya sudah mulai dirintis oleh para pemimpin umat sejak dari balik dinding penjara rejim Orde Lama.

30

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dakwah

selalu

wujud

dalam

aktifitas

nyata.

Memanfaatkan sarana media dakwah dalam suatu gerakan dakwah lisan bil-hal. Aktifitas dakwah tersebut akan menembus semua lapisan umat Islam. Sasaran utama adalah lapisan umat bawah (grass-root), yang kebanyakannya adalah para dhu’afak. Umumnya, mereka banyak tersebar di desa sulit dan terpencil. Dalam prinsip Dewan Da’wah adalah makin banyak da’i di daerah-daerah akan makin banyak umat Islam terbina. Pembentukan da’i melalui program pelatihan, diikuti kemudian dengan penyebar annya. Mengirim da’i sampai kepelosok-pelosok desa terjauh, menjadi urusan besar. Tidak boleh dianggap urusan kecil. Selama cita-cita dakwah akan dilanjutkan. Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dengan

singkatan Dewan Da’wah didirikan dengan semangat jihad, dalam bentuk moderat. Bapak Mohamad Natsir menyebutnya dengan istilah “bapirau ditengah badai”.7 Bapirau, adalah suatu kiat yang perlu dimengerti oleh setiap du’at. Terutama sekali dalam mengharungi dan memelihara kondisi umat yang tengah sulit.
Bapirau ditengah badai, (istilah bahasa di Mianangkabau) mengandung makna berjuang ditengah berbagai tantangan. 31 H.Mas’oed Abidin
7

DAKWAH KOMPREHENSIF

Mungkin saja umat tengah berada dalam suasana kehilangan pegangan dan pedoman. Terlebih di sebabkan oleh perkisaran musim

kekuasaan atau pertukaran zaman. Begitu juga perputaran politik yang sulit dan penuh tekanan dengan banyak resiko. Maka para pendakwah harus berani memakai kiat bapirau ini. Kiat dakwah ini melahirkan hikmah dalam hidup dan perjuangan. Sebagaimana layaknya seorang nakhoda didalam pelayaran berperahu menentang ombak gelombang. Bapirau suatu kearifan membawa umat yang tengah menghadapi tiupan angin badai tekanan politik. Terutama disaat baru terlepas dari cengkeraman politik Nasakom di era Orde Lama. Sangat perlu dipunyai ketika umat sedang berada ditengah intimidasi Islamofobia zaman Orde Baru. Dalam bapirau, nakhoda sebagai pemimpin pelayaran tidak boleh meninggalkan kemudi. Nakhoda harus memiliki kemampuan me nyelamatkan bahtera didalam pelayaran. Begitu pula halnya para Da’i tidak boleh

meninggalkan umat yang sedang dibinanya. Kehadiran Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sangat diharapkan oleh umat sebagai wadah tempat
32

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

penampung dan penyalur aspirasi umat. Terutama di kalangan keluarga besar Bulan Bintang. Dewan Da’wah dianggap sebagai motor penggerak dakwah dalam sembarang kondisi. Upaya nyata dakwah adalah menghidupkan kembali Dakwah Islamiyah. Sesudah melewati masa yang cukup panjang,

berlakunya segala gerakan yang sangat sistematis dari kalangan yang tidak menyenangi dakwah Islam, telah berakibat mematikan ruh dakwah itu. Dalam Islamiyah rentang waktu perjalanan bangsa satu

dasawarsa sebelumnya (1957-1967), gerak dan jiwa Dakwah telah sengaja dimatikan. Setidak-tidaknya dipersempit jalannya. Maka kehadiran Dewan Da’wah ditunggu sebagai pembuka jalan agar dakwah bergairah kembali. Walaupun lembaga dakwah ini hanya berbentuk sebuah Yayasan dengan nama Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia disingkat Dewan Da’wah, senyatanya bukan pula suatu organisasi politik. Bahkan, tidak pula merupakan satu partai politik Islam yang baru. Akan tetapi ditengah perkembangan dan perjalanan politik bangsa yang ketika itu masih sangat jauh dari keterbukaan dan transparansi, keberadaan Dewan Da’wah disambut umat dengan gembira. H.Mas’oed Abidin
33

DAKWAH KOMPREHENSIF

Tertanam suatu keyakinan yang mendalam berdasarkan atas pengamatan realita objektif. Sesungguhnya, umat telah mengerti bahwa tengah berlangsung suatu perkembangan baru politik. Dewan Da’wah Inilah diharapkan harapan bisa umat. berperan Persoalan

mengantisipasinya.

menyangkut problematika kehidupan sosial politik yang tampil di tengah pesatnya perkembangan pembangunan dalam gelombang pergumulan pemikiran ghazwul fikry memerlukan jawaban segera. Saat itulah peran Dewan Da’wah amat sangat diperlukan. Perkembangan politik setahun sesudah terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965, yang terkenal dengan Gestapu PKI atau Gerakan 30 September disingkat G30S, berakibat langsung dengan diharamkannya seluruh aktifitas Komunis di Indonesia. Kemudian berlanjut pembubaran PKI atau Partai Komunis Indonesia. Situasi ini berdampak kepada maraknya kegiatan dakwah Islam. Ramainya tabligh-tabligh di masjid-masjid diseluruh tanah air menjadi fenomena awal kebangkitan dakwah Islamiyah ketika itu. Gejala ini sebenarnya akibat pengekangan terhadap Dakwah Islamiyah selama hampir satu dasawarsa di masa
34

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

rejim Orde Lama. Di zaman orde lama, yakni dalam kekuasaan pemerintahan Soekarno adalah zaman sulit. Perkembangan politik juga yang menyebabkan sebahagian besar pemimpin umat banyak berada didalam bilik-bilik tahanan penguasa. Karena dianggap berlawanan arah dengan rejim penguasa ketika itu. Pada masa kejatuhan Soekarno, satu demi satu pemimpin umat mulai dilepas kembali ketengah umat. Menghirup suasana kebebasan. Melalui pengamatan ini, umat melihat jelas sedang tumbuh kekuasaan rejim baru secara pelan, tetapi pasti. Pertumbuhan kekuasaan itu sebagai hasil demonstrasi kesatuan-kesatuan aksi (KAMI, KAPI, KAPPI, KASI, KAMSI, dll) dengan dukungan ABRI dibawah satu ikatan anti komunis dan Tritura. Sebenarnya, umat Islam di Indonesia kembali menjadi kekuatan pelopor. Umat Islam kembali tampil di garis depan. Maju dengan penuh keyakinan tanpa ragu. Umat Islam kembali berperan menjadi penggerak. Umat Islam serentak bangkit dan ikut serta secara aktif membawa bangsa kearah perubahan. Kemudian tampil Orde Baru dengan harapan bentuknya lain sama sekali dari rejim penguasa sebelumnya. Ternyata harapan masih jauh dari kenyataan.

H.Mas’oed Abidin

35

DAKWAH KOMPREHENSIF

Perkembangan dan perubahan politik secepat ini perlu mendapatkan telaahan dan kajian. Setidak-tidaknya umat mengharap sungguh untuk dapat memperoleh penafsiran secara benar dan jernih. Penafsir dan penentu garis perjuangan umat Islam disaat sulit itu, secara lurus, sangat diharapkan datang dari pemimpin yang telah teruji kecakapan dan kejujurannya, oleh umat Islam Indonesia sendiri. Bapak Mohamad Natsir dalam peran sentral selaku Ketua Dewan Da’wah waktu itu, adalah satu sosok sudah lama diterima umat sebagai “khadimul ummah”. Dalam menjelaskan langkah dakwah yang ditempuhnya, beliaupun seringkali berucap: “Dahulu kita berdakwah melalui politik, sekarang kita berpolitik melalui dakwah. ” Adalah kenyataan sejarah, mulai dari yang

menyangkut bidang idiil ataupun moril-spirituil serta prilaku, para pemimpin umat tersebut telah mampu membuktikan kesetiaan dalam mengawal umat melalui kiprah dan kejujuran teruji. Baik sebagai figur pribadi dengan watak pemimpin yang dipercaya, dan terpuji pula. Para pemimpin yang teruji inilah, yang diberi beban untuk mengawal Dewan Da’wah sejak mulai langkah pertamanya. Karena kondisi dan situasi sedemikian, maka sangatlah sulit untuk menyangkal, bila umat beranggapan bahwa Dewan Da’wah adalah pelanjut
36

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

partai politik Islam. Karena umat langsung melihat dan merasakan sendiri kehadiran pemimpin didalam Dewan Da’wah seketika itu. Maka Dewan Da’wah telah dianggap sebagai pelanjut harakah politik Islam di Indonesia yang sudah dirintis sejak awalnya oleh para pemimpin umat ini. Dalam kenyataannya para pemimpin umat yang jauh sebelum masa rejim Soekarno adalah pemimpin-pemimpin partai politik Islam. Tegasnya para pemimpin Masyumi masa lalu adalah yang sekarang memimpin Dewan Da’wah. Tentulah tidak salah bila Dewan Da’wah oleh umat di identikkan dengan Masyumi, pelanjut keluarga besar Bulan Bintang. Diterimanya pemimpin Dewan Da’wah sebagai pemimpin oleh umat banyak, sesunguhnya hanyalah suatu keniscayaan sejarah. Dan kalau pemimpin Dewan Da’wah selalu pula dicurigai oleh kalangan birokrasi atau oleh kalangan yang phobi terhadap Islam, adalah suatu yang logis saja. Tidaklah pula berlebihan, bila Dr. Tarmizi Taher Menteri Agama R.I. Kabinet Pembangunan VI menyebutkan bahwa “Natsir telah mencoba melakukan pendekatan politik untuk memperjuangkan Islam atau memajukan umat dan H.Mas’oed Abidin
37

DAKWAH KOMPREHENSIF

bangsa. Sejak bermulanya pemerintahan Orde Baru, Natsir dengan secara sadar melakukan pendekatan lain yang kita sebut sebagai “pendekatan kultural”. Di sini yang menjadi titik tekan perhatian dan kegiatan beliau adalah dakwah dan pendidikan”8. Kemudian, mengenai gagasan dan gerak Dewan Da’wah, Tarmizi Taher menyebutkan, “Dewan Da’wah merupakan salah satu organisasi perintis yang mengkader dan mengirim para da’i sampai ketempat-tempat terpencil sekalipun, diberbagai pelosok Nusantara untuk memperkuat aqidah dan ibadah umat muslimin”9. Manakala diteliti gagasan Musyawarah Al-

Munawwarah (26 Pebruari 1967) itu, sedari awalnya bertitik tolak dari pemikiran-pemikiran. Pertama, sebagai pernyataan syukur atas hasil kemajuan yang dicapai hingga masa itu, dalam usaha dakwah secara terus menerus, dilakukan oleh berbagai kalangan umat, yakni oleh para alim ulama dan oleh para mubaligin secara

Dr. H. Tarmizi Thaher, Keynote Speech Menteri Agama R.I pada Seminar tanggal 16-17 Juli 1994 di YISC, Jakarta, tentang “Pemikiran Dan Perjuangan Mohamad Natsir”, Pustaka Firdaus Jakarta, Cet. Pertama, Juli 1996, hal.20. 9 ibid. hal.20. 38 H. Mas’oed Abidin
8

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

pribadi, serta atas usaha-usaha yang telah tercapai dalam rangka re-organisasi dakwah. Kedua, lebih urgen, adalah perlu lebih ditingkatkan hasil dakwah itu, sampai pada taraf yang lebih tinggi, sehingga terciptanya suatu keselarasan, antara banyaknya tenaga lahir yang dikerahkan, dan besarnya tenaga batin yang dicurahkan, dalam usaha bidang dakwah tersebut. Dari titik tolak pemikiran para ulama dan zu’ama ini dapat mengambil kesimpulan; Pertama, kegiatan dakwah adalah kontinyu. Sejak masuknya Islam ke Indonesia, sampai waktu ini, dakwah adalah kegiatan sambung bersambung, dari generasi ke generasi. Baik secara individual maupun organisasi, baik formal maupun non-formal. Kedua, sesuai perkembangan zaman, maka teknik dan materi dakwah senantiasa perlu ditingkatkan. Dari segi sarana maupun mutunya. Kalau dari segi sarana dan teknik dakwah sangat erat hubungannya dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi. Materi-nya yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah mesti selalu dijaga dan dipakai menjadi pedoman dan petunjuk. Wajib pula dijaga agar tetap berlaku sepanjang zaman. Pemahaman lebih mendalam dan lebih meluas sangatlah diperlukan sebagai bekal da’i. Sehingga dakwah dapat secara efektif memangil setiap insan segala lapisan dan lapangan.10
DR. Anwar Harjono, SH. “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Bab XXI: Dakwah Bil-Lisan dan Bil (Lisanil) Hal, Penerbit : Gema Insani Press, Jakarta, 39 H.Mas’oed Abidin
10

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sebagai telah diyakini bahwa Dakwah Islam adalah perombakan total. Merubah sikap mental umat manusia dalam menanggapi dan menjalani kehidupan duniawi untuk persiapan kehidupan yang lebih panjang tanpa batas di akhirat. Maka sebenarnya sasaran Dakwah Islam adalah manusia yang tengah hidup di dunia ini. Perkataan lain, Dakwah tidak akan pernah berhenti. Dakwah Islam tetap akan merupakan kewajiban (fardhu ‘ain) bagi setiap umat Muslim, dimana pun mereka berada. Karena itu para pendiri Dewan Da’wah, para ulama, zu’amak, tokoh-tokoh politisi Islam yang istiqamah dengan sadar telah memilih bentuk Yayasan. Pemilihan Yayasan sebagai bentuk organisasi Dewan Da’wah menyebabkan tidak perlu adanya kartu anggota seperti kebanyakan ormas. Yang men- jadi dasar Yayasan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia secara tegas menyatakan dasarnya taqwa dan keredhaan Allah. Tujuan dari Yayasan Dewan Da’wah ini adalah “menggiatkan dan meningkatkan mutu Dakwah Islamiyah di Indonesia”. Dalam melakukan kegiatannya, Dewan Da’wah selalu menempatkan diri sebagai pelanjut dan

Cetakan Pertama, Rabi’ul Akhir 1416 H Agustus 1995, Hal. 198-199. 40 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

penerus kegiatan-kegiatan dakwah sebelumnya yang telah dimulai sejak Rasulullah SAW. Maka dalam meneruskan tugas risalah memanggil umat manusia kepada jalan Allah, dengan hikmah dan mau’izhatul hasanah ini, Dewan Da’wah berkewajiban untuk menerjemahkan setiap geraknya dengan menampilkan berbagai kegiatan nyata. Semua kegiatan dakwah yang digulirkan, terlebih dahulu harus dirancang sesuai dengan problematika kehidupan, yang erat terkait dengan ke- pentingan serta keperluan umat, baik untuk pe- nanganannya dalam waktu pendek, untuk keperluan yang cepat dan mendesak. Gerakan dakwah di daerah terisolir serta pembinaan para muallaf muhtadin dan gerakan dakwah dengan tabligh perlu ditunjang dengan penyediaan bahan dakwah dan tenaga mubalig. Penerbitan media dakwah di ikuti pengiriman tenaga da’i terampil sampai kepelosok pedalaman sulit dan rawan, menjadi program pokok. Ketika contoh yang ditinggalkan Rasulullah SAW mengirim Shahabat Mu’az bin Jabal ke Yaman, diterjemahkan H.Mas’oed Abidin
41

DAKWAH KOMPREHENSIF

oleh Dewan Da’wah dengan mengirim para du’aat sebagai tenaga trainers kedaerah sulit. Dalam melayani informasi dakwah didaerah sulit dan menghadapi upaya tanshiriyah dan gerakan salibiyah, peran da’i sangat penting. Tidak hanya sekedar mengirim tenaga tapi perlu sekali mem- persiapkan kelengkapan dakwah berupa perangkat dakwah dan peralatan dakwah. Perangkat dakwah, diantaranya du’aat, nizham, jamaah, yang tersusun secara terpadu, ijtima’iyah. Peralatan dakwah dalam operasionalnya mesti ditunjang oleh; (a). pedoman manhaj, program mabda’, peta dakwah, (b). alat-alat dakwah di lapangan, seperti alat transportasi yang perlu di siapkan sedari awal dan pemeliharaannya, (c). pertimbangan situasi, waktu, dan medan dakwah, dimana dakwah itu akan di jalankan. (d). bahayanya bila perangkat dan perlatan dakwah di lalaikan berakibat sasaran dakwah menjadi sulit untuk dicapai. Kelangsungan gerak dakwah akan mengalami kendala fatal dan berbahaya, bila tidak ditopang oleh peralatan dan perangkat dakwah tersebut. Akibatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk hilangnya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup manusia. *** Dewan Da’wah harus pula tetap menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga dakwah di luar negeri. Aktif
42

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

mengikuti gerak harakah dakwah ‘ilmiyah, seminar-seminar fii al-‘alamiyah di dunia internasional, dengan prinsip yang jelas, dakwah melanjutkan Risalah. Prinsip ini melahirkan sikap konsisten menghadapi pihak yang membantah, maupun yang merasa tidak senang, bahkan menolak kehadiran Dewan Da’wah. Sikap pimpinan Dewan Da’wah senantiasa berupaya menghadapi semua cabaran yang tampil, dengan dalil dan kaifiyah yang lebih baik, diiringi dengan bukti amal nyata. Konsistensi ini memperkokoh keberadaan Dewan Da’wah ditengah pergulatan politik di era sulit. Pada akhirnya menjadikan Dewan Da’wah hadir sebagai suatu badan dakwah yang tidak mudah disusupi. Kemudian, Dewan Da’wah berkembang menjadi lembaga dakwah yang memiliki keteguhan-keteguhan dalam prinsip amar makruf, social support dan nahi munkar, social control. Dua peran kembar ini dilaksanakan tidak terpisah, terutama ketika ber hadapan dengan gerakan pemurtadan yang dilakukan pihak missi dan zending-zending didaerah sulit ter pencil, daerah transmigrasi maupun daerah terisolir di Mentawai, Irian Jaya, Soe, Kalimantan Tengah, dan sebagainya.

H.Mas’oed Abidin

43

DAKWAH KOMPREHENSIF

Setiap masalah umat selalu dihadapi dengan sangat arif. Keteguhan hati dan kokohnya iman mem bimbing prinsip yang tegas. Perpaduan sikap-sikap ini telah menjadikan Dewan Da’wah sering dijadikan sebagai rujukan perjuangan umat. Bertalian dengan hal-hal yang prinsipil, umat selalu menempatkan Dewan Da’wah sebagai lembaga tempat umat menempatkan pilihan. Pesan dakwah yang diterbitkan atau dipublisir oleh Dewan Da’wah selalu menjadi bahan berita yang ditunggu, dan dinantikan umat. Terbitan Dewan Da’wah menjadi pegangan para du’at yang akan bertugas. Penerbitan khotbah Jum’at disuplay kebanyak masjidmasjid diseluruh Nusantara pada setiap Jum’at. Tidak hanya berisikan bahan-bahan sebagai bacaan khotbah, tetapi menjadi bacaan segar bagi jamaah menjelang khatib naik kemimbar. Bulletin Dakwah yang umur penerbitannya sama dengan Dewan Da’wah, selalu berisi informasi dalam berbagai peristiwa. Menyangkut perkembangan ilmu pengetahuan yang selalu dikaitkan dengan ajaran agama Islam yang dibahas secara gamblang dan populer. Sehingga,
44

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dengan lkembaran buletin itu saja, umat mendapatkan siraman rohani secara rutin, disamping memperoleh pegangan yang meyakinkan. Tulisan-tulisan para pakar dan ulama panutan umat ini menjadi sarat isi, dikala dikelola oleh Bapak KH.M.Yunan Nasution, Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Raya. Gagasan-gagasan Islam yang ada dalam bulletin ini, pada akhirnya dihimpun dalam Bunga Rampai Ajaran Islam, berjilid-jilid. Suatu karya yang besar. Berisikan pula iunformasi tentang dunia Islam dan daerah-daerah. Mimbar masjid tidak semata menjadi tempat dibacakannya khotbah Jum’at. Namun lebih dari itu, sebagai tempat paling utama menyampaikan problematika kehidupan umat itu sewaktu-waktu. Menyikapi kondisi seperti ini Bapak Mohamad Natsir menyebutkan program dakwah dari Dewan Da’wah itu sederhana dan padat artinya, “risalah mengawali dan dakwah melanjutkan”11. Realisasi peran ini yang tengah dijalankan sejak tiga dasawarsa berlalu.

11

Lihat M. Natsir; “Fiqhud Dakwah”. 45

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

46

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

MELANJUTKAN DAKWAH RISALAH

D

akwah

adalah

ajakan.12

Dakwah

Islamiyah

pada

hakekatnya suatu usaha yang digerakkan secara sadar

terarah dan terpadu untuk mengubah seseorang, sekelompok orang atau suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik sesuai perintah Allah serta bimbingan dan Sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW. ESENSI DAKWAH ILAA-ALLAH Dakwah merupakan usaha terus menerus para da’i (du’aat) di tujukan kepada masyarakat yang di dakwahi (mad’uu). Guna melakukan perobahan dengan konsep terarah. “Merobah tatanan dan kebiasaan masyarakat
12Kata,,dakwah"

memang tidak terdapat didalam Al -

Quran. Kata Dakwah adalah,, al ismul fi'liy" atau ,,verbal noun" = nama yang menunjukkan pekerjaan/tindakan (lihat kamus Almawarid), dari kata kerja ,,daa" - yad-u' , yang berarti menyeru, mengajak, memanggil. Jadi yang tersebut didalam Al-Quran ialah kata kerjanya dalam berbagai bentuk sesuai dengan konteks ayat seperti: dan dalam bentuk - bentuk lain yang berpuluh banyaknya.

H.Mas’oed Abidin

47

DAKWAH KOMPREHENSIF

terbelakang (dzulumaat, gelap) kepada tatanan yang lebih maju terang, (an-nuur)”.13 Dakwah ilaa Allah memiliki sisi-sisi mengagumkan. Dakwah adalah tugas suci (mission sacre) melanjutkan risalah Rasul Allah melalui tabligh, menegakkan kalimat tauhid. Jika dakwah tidak ditunaikan sesuai risalah Islamiah, akan berjangkit kemaksiatan. Kekufuran akan menjadi-jadi, dan bantuan dari Allah akan terjauh.

“Wahai Rasul Allah, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan amanahnya. Allah memelihara kamu dari gangguan manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang kafir”. (QS.Al Maidah, ayat 7).

13

Lihat juga QS.Al Baqarah (2) ayat 257; QS.Al Maaidah (5) ayat 16; QS.Al Hadid (57) ayat 9; QS.Ath-Thalaq (65) ayat 11. Tujuan dakwah, memelihara keberadaan (eksistensi) manusia yang di ciptakan Allah agar selalu melaksanakan tugas mulia dan istimewa sebagai khalifah Allah di permukaan bumi. Upaya dakwah tidak boleh berhenti sampai kiamat. 48 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dakwah menjadi beban pribadi setiap mukmin (fardhu ‘ain). Sasarannya, membawa manusia kepada alkhairi (Islam). Para du’aat dan lembaga dakwah jadinya berperan meringankan beban pribadi umat yang di bina. Kewajiban dakwah menumbuhkan tanggung jawab timbal balik diantara umat untuk saling menjaga keberadaan lembaga dakwah dan juru dakwah sepanjang masa. Dakwah memiliki program jelas amar makruf nahi munkar.14 Bila amar maruf nahi munkar tidak dilaksanakan terjadi bencana.15 Dakwah mendapat sanjungan ahsanu qaulan (seruan indah). Ajakannya kepada mengikuti perintah Allah (da’aa ilallaah). Realisasinya karya nyata (wa ‘amila shalihan), atas dasar penyerahan kepada Islam. Sebagai bukti ketaatan tidak menyama ratakan yang baik dan buruk.

QS.3:104. Rasulullah mencontohkan hidup ini seperti sebuah pelayaran diatas perahu, dengan aturan-atuiran yang terang. Tatkala seorang penumpang mencoba melobangi dinding perahu untuk mendapatkan air dengan cepat pada tempat duduknya, jangan dibiarkan saja perbuatan itu. Bila orang tak mau tahu dan bersikap membiarkan perbuatan itu, maka yang akan karam tidak hanya yang melobangi perahu semata, tetapi yang diam melihat (artinya enggan melaksanakan peran amar makruf) akan karam juga (Al Hadist). 49 H.Mas’oed Abidin
14 15

DAKWAH KOMPREHENSIF

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kejalan Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata ,,sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri”. (QS.41, Fush-shilat, ayat-33). Landasannya (dakwah salafiyah). Kitabullah dan Sunnah Rasul

Sajiannya adalah Dinul Haq (Agama Islam). Agar selalu terjaga jalinan hubungan vertikal dengan Khalik (hablum minallah) dan hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablum minan-naas)16 Rangkaian ibadah dakwah ilaa Allah mengetengahkan rekonstruksi alternatif kehidupan duniawi sejalan dengan kehidupan kedepan (ukhrawi) sesuai wahyu Allah. Agama Islam merupakan ajaran yang solid (rahmatan lil ‘alamin).

QS.Ali Imran (3) ayat 112. 50
16

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

“Dan tiada Kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS.21, al-Anbiya’, ayat-107). Solidnya ajaran Islam sesuai bimbingan Kitabullah dan sunnah Rasul. Agama Islam adalah agama fithrah yang damai, alamiah insaniyah, sesuai dengan zaman. Mengajarkan hidup harmoni dengan kemampuan tinggi untuk berdampingan secara damai dengan seluruh umat manusia. Mewujudkan kesejahteraan hakiki dengan kaedahkaedah syar’i yang ditampilkan. Perhatian mendalam terhadap kesejahteraan materiil dan im-materiil, dalam kehidupan sosial secara keseluruhan. Menyeru manusia untuk hidup secara baik (shalih). Apakah itu dalam kehidupan individu, keluarga, kelompok, bangsa bahkan dunia.

PARADIGMA TAUHID Dakwah ditujukan kepada umat manusia, Tujuan utamanya membawa manusia kepada ajaran tauhid.17

17

Kehidupan bertauhid, tampak jelas dalam setiap gerak dan prilaku hidup manusia secara sosial, ekonomi, budaya maupun politik, dalam tatanan kemasyarakatan umat manusia. 51 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Realisasi dari tujuan dakwah ialah mengakui dan menerima kemuthlakan kekuasaan Allah dan ke Esaan Allah. Dakwah mengarah kepada jalan yang ditentukan Allah, ilaa sabiili rabiika.18 Pelaksanaan dakwah tidak boleh di lalaikan.19 Melalaikan program Dakwah akan berakibat

hapusnya kebahagiaan dan kesejahteraan yang selalu menjadi idaman manusia.20 Beban dakwah adalah tanggung jawab bersama membimbing umat selalu setia kepada kebenaran. Intensifitas memimpin, peran dakwah membimbing ilaa dan Allah adalah

mengajak,

memberikan

18

QS. An Nahl (16) ayat 125, dan lihat juga QS.Al Hajj (22) ayat 67, QS.Al Qashash (28) ayat 87.

19

Gerak dakwah Ilaa Allah, ajakan kepada kekuasaan Allah yang muthlak, dan menjadi komitmen ucapan dalam operasional sebagai bukti prilaku tauhid. Pandangan hidup tauhid (tauhidic weltanschaung) merupakan perpegangan hidup dalam seluruh upaya mengelola semua kehidupan dunia untuk ukhrawi. Tegas selalu memilih jalan yang benar, karena jalan yang benar sudah nyata berbeda dari jalan yang sesat. 20 Lihat QS.Ali Imran (3) ayat 104. 52 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

penyuluhan kepada umat binaan. Agar umat tidak ter-perosok kepada kepercayaan selain Allah (thaghut) 21 Dakwah ilaa Allah yang terprogram dan berkelanjutan (sustainable) akan menampilkan keber-hasilan hidup manusia yang hakiki. Upaya dakwah menyangkut semua minat, gita dan ikhtiar, untuk menciptakan keselamatan. Merakit kebahagiaan hidup dalam ukuran materi, dan juga ketenteraman bathin yang menjadi inti kenyamanan moral spiritual. Dengan landasan taqwa kepada Allah. Konsekwensi dari dakwah ilaa Allah bertumpu kepada paradigma tauhid, laa ilaaha illa Allah. Hidup dengan paradigma tauhid ialah sadar terhadap kewajiban hakiki sebagai makhluk Allah. Melaksanakan konsep perangai dari Khalik yang wajib dilaksanakan oleh setiap makhluk dalam bentuk akhlak.

Kepercayaan kepada thaghut terlihat pada tingkah laku seperti keyakinan terhadap kekuatan mistik, larut mencari kekuatan jin, mencari tenaga roh-roh gaib, paham kejailangkungan, bertapa ditempat sepi dan angker, semuanya tampil karena hilangnya tauhid dan akhirnya menipu diri sendiri. 53 H.Mas’oed Abidin
21

DAKWAH KOMPREHENSIF

Tidak melalaikan perintah-perintah agama. Proaktif dalam menyiapkan perangkat serta peralatan dakwah. Dakwah yang dijalankan Dewan Da’wah ter-hadap umat Islam Indonesia adalah segala usaha untuk mengubah posisi, situasi kondisi umat menuju keadaan yang lebih baik. Maksudnya, agar dapat ter-penuhi secara sungguh-sungguh perintah Allah. Mewujudkan suatu tatanan masyarakat berkepribadian utama. Sanggup menjadi kelompok umat poros tengah (washatiyat). Bisa menjadi wasit yang adil dan sanggup menampil- kan identiti umat pilihan. Serta merta menjadi patron rujukan dalam kehidupan berbangsa, khususnya di Negara Republik Indonesia. Dalam kesejagatan globalisasi dan dalam hubungan regional bangsa-bangsa Asia khususnya, peran Dakwah Islamiyah menjadi sangat berarti. Secara aktif dan bersamasama membentuk generasi umat manusia yang inovatif. Generasi umat manusia yang menguasai ilmu pengetahuan berpaksikan tauhidik, dan selalu menjunjung tinggi norma moral akhlakul karimah. Generasi yang kokoh aqidah, kuat ibadah, dan teguh memegang prinsip utama ajaran agama Islam dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang bersifat utilitarian akan memiliki kesiapan untuk bertanding dan bersanding disegala
54

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

posisi dan zaman. Membentuk umat yang sanggup menjadi penengah dan berperan dalam memacu gerak reformasi kehidupan bermasyarakat, social reform. Dakwah berperan membentuk generasi penyelesai. Mampu mengetengahi persoalan bangsa-bangsa dalam hubungan regional dan internasional. Maka setiap upaya kearah pembentukan generasi yang kuat akidah, teguh akhlak, lasak, kreatif dan inovatif dalam percaturan global merupa-kan prioritas utama dalam menampilkan program umatisasi. Dakwah Islamiyah harus mampu tampil dengan program-program yang ummatik sifatnya. Dan akan merupakan bentuk yang sangat spesifik dalam realitas umatan wasatan. Berpikiran jernih, dinamik dan kritis dalam menghadapi serba cabaran. Umat yang akan dibangun dengan dakwah adalah yang memiliki kesanggupan besar untuk mengetengahkan ciri-ciri budaya agama Islam, yaitu Rahmatan lil ‘Alamin. Usaha mengubah masyarakat dari satu ke-adaan kepada keadaan yang lebih baik, tidak mungkin terlaksana tanpa rencana yang terpadu. H.Mas’oed Abidin
55

DAKWAH KOMPREHENSIF

Mengubah diri menuju keadaan yang lebih baik, sudah dilakukan terus menerus semenjak umat ini terbentuk 14 abad yang lalu. Tidak akan pernah berhenti sampai datang hari kiamat. Maka, dakwah harus dapat di jalankan secara lebih efektif dan efisien menurut tuntunan dan pedoman Risalah Islam. Sudah barang tentu, untuk semua kegiatan dakwah di lapangan, baik yang sudah ataupun yang sedang dilaksanakan, mesti tersusun dalam suatu filing dokumentatif. Sehingga dengan mudah dapat diplotkan secara prioriti, menurut posisi dan hirarki yang tepat dalam satu peta kegiatan dakwah. Keseluruhan kegiatan yang terdata baik dan sempurna, akan memberikan dukungan sangat berarti, bagi pembuatan atau penyiapan suatu “peta dakwah”. Peta dakwah ini, kemudian memegang peran penting menetapkan antisipasi gerakan dakwah. Termasuk dalam menghadapi berbagai keadaan di semua level perkembangan. Begitu juga dalam ber-bagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik dan agama.
56

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Intervensi

budaya

dan

upaya-upaya

tanshiriyah

dibidang politik siyasah, memerlukan penanganan serius dengan informasi tepat dan data-data akurat. Sangat beralasan sekali bila Bapak Mohamad Natsir selalu berusaha mendorong Dewan Da’wah ber-kemampuan tinggi, dalam meletakkan tahapan-tahapan dakwah kreatif. Melalui pengupayaan diri memiliki kesadaran tinggi, to create the high level awareness dengan menanamkan kesiapan untuk menerima suatu perubahan secara dinamik futuristrik. Gagasan-gagasan dakwah diterjemahkan dalam makna pengupayaan diri. Melalui program dakwah nyata, seperti rumah-rumah sakit Islam, pondok pesantren, pesantren pertanian, masjidmasjid kampus, menghidupkan tanah mati, pesantren pertanian al-fallah, dan lain lain, Dewan Da’wah tampak berkiprah. Pada mulanya gerak dakwah ini dikaji dan ditelaah secara efektif melalui data informasi. Di olah dalam labor secara

H.Mas’oed Abidin

57

DAKWAH KOMPREHENSIF

dakwah. Maka lembaga Dewan Da’wah menjadi salah satu tempat di bahas problematika dakwah. Semua problema di medan dakwah, yang terjadi dan ditemui para du’aat disetiap pelosok negeri, hingga kewilayah terpencil sekalipun, tidak boleh luput dari pengkajian. Laporan du’at darimanapun datangnya, selalu ditunggu oleh Bapak Mohamad Natsir. Laporan para da’i ini selalu menjadi prioritas pertama, untuk didengar dan dibahas. Kemudian selalu diupayakan jalan keluarnya, melalui pember-dayaan hubungan emosional spiritual dengan ahlul-qurba. Kadangkala dengan, atau tanpa dana tersedia, program keumatan dalam bidang dakwah tetap dilaksanakan, dengan dorongan motivasi nawaitu, menumbuhkan vitalitas dan kreativitas yang tinggi. Sehingga dakwah tetap bergerak dan sanggup berjalan di daerah-daerah sesulit dan sejauh apapun. Kenyataannya pergerakan dakwah tidak semata lantaran adanya suntikan dana semata, tetapi karena selama adanya da’i Dewan Da’wah itu, tetap ber-dakwah. Beriring dengan kekukuhan motivasi membina umat, lahirlah dukungan besar dari umat itu. Kadangkala probelamatika da’i di lapangan dakwah, hanya berisikan soalsoal kecil, yang oleh orang lain biasa, disepelekan. Seperti soal ember masjid yang sudah habis, masalah tikar shalat
58

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

yang tidak ada, minyak tanah untuk lampu templok susah didapat di daerah pedalaman Kalimantan dan Mentawai atau sumur tempat berwudhuk sudah kering dan keran air tak berfungsi. Persoalan kecil, kata para manager handal yang selama hidupnya hanya mengurusi kertas, atau berbagai persoalan dibelakang meja, boleh ditunda dulu. Tetapi oleh juru dakwah di lapangan, persoalan sekecil ini adalah masalah sangat besar, yang tak boleh diabaikan. Karena problema itu menyangkut kepentingan umat dakwah, yang tengah menjadi beban di medan dakwah. Bertalian problema umat ini, Bapak Mohamad Natsir selalu memberikan perhatian penuh dengan menasehatkan “bagi kebanyakan orang, soal-soal kecil itu kurang berarti, karena dia selalu menangani soal-soal besar”, dan “bagi du’at di lapangan dakwah, yang tengah berada di daerah jauh bahkan terpencil, soal kecil itu adalah besar”. “Karena itu mereka mengadukan kepada kita”. Dewan Da’wah sejak pertamanya sangat intensif menangani problematika dakwah, di lapangan sulit yang di hadapi setiap harinya. Bapak Mohamad Natsir, selalu siap dan ter-buka dalam menerima setiap tamu yang datang. Terutama kalau H.Mas’oed Abidin
59

DAKWAH KOMPREHENSIF

yang datang itu adalah para du’at dari daerah. Kadangkala, selalu dianggap beliau sama pentingnya dengan menerima serombongan menteri. Tidak jarang terjadi, tatkala para da’i Dewan Da’wah yang ditugaskan tersebar jauh di daerah-daerah seluruh pelosok Nusantara, ada yang tidak sempat menuliskan surat atau laporan, karena ketiadaan hubungan dan transportasi. Maka perwakilan Dewan Da’wah di daerah, selalu diminta untuk memantau keadaan para du’aat itu. Perjalanan menemui da’i di lapangan seringkali memakan waktu berharihari dengan kesulitan lapangan yang bervariasi pula. Menghadapi kondisi sangat sulit sekalipun, diminta perhatian perwakilan sungguh-sungguh Dewan Da’wah dari di setiap perwakilanuntuk daerah-daerah,

melakukan inventarisasi permasalahan secara lebih mendetil. Kadang-kadang termasuk inventarisasi senduk kuali, alat peragat piring dan ceret, yang menjadi keperluan seharian para du’aat, yang bertugas didaerah terpencil itu. Semua laporan mesti di tulis terdokumentir. Lengkap dengan foto dan data-datanya. Begitu kiat kepedulian yang di teladani dari Bapak Mohamad Natsir. Keteladanan yang jelas, terlihat dalam gagasan-gagasan dakwah, selama lebih
60

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

seperempat abad kepemimpinan Beliau di Dewan Da’wah. Suatu kehati-hatian langkah, menatap alaf baru, millenium ketiga. Sehingga tidak sekecil apapun masalah bisa

ditinggalkan. Tentu saja masalah umat yang menjadi binaan para da’i, tidak kalah pentingnya, menjadi pokok penelitian. Karena betapapun jumlah umat tersedia pasti tidak akan banyak artinya. Bila unsur kesiapan da’i terabaikan. Disini letak titik perhatian utama Dewan Da’wah sejak semula. Urusan dokumentasi, penelitian dan informasi

menjadi garapan pertama Dewan Da’wah. Dokumentasi amat berguna untuk pengembangan kualitas pembinaan Dakwah Islamiyah. Pengembangan dakwah yang teratur, pada gilirannya akan selalu berbekas di hati umat. Begitulah upaya penanaman kesadaran tinggi (the high level awareness), selalu di upayakan. Bapak Mohamad Natsir tampak sangat konsisten dalam memberikan pengawalan penuh, setiap saat, agar nawaitu umat selalu terjaga. Nawaitu yang lurus dari da’i dan umat, akan memperlancar gerak dakwah. Karena itu dakwah mesti selalu berurat di hati umat. Kawalan dakwah seperti ini, telah menjadi program dasar H.Mas’oed Abidin
61

DAKWAH KOMPREHENSIF

yang utama. Telah dilaksanakan sejak awal berdirinya Dewan Da’wah.

BERURAT DIHATI UMAT

S

uatu yang harus dan siap diterima sebagai sunnatullah adalah bahwa zaman terus beredar. Tiap-tiap zaman ada

“rijal”-nya. Babakan pentas bisa saja beralih. Pemainnya bisa berganti. Jalan cerita sudah wajar pula menghendaki peralihan babak demi babak. Pergantian pemain di suatu waktu adalah suatu yang lumrah. Itulah latar belakang pikiran, dari Bapak Mohamad Natsir, dalam usaha pembinaan umat yang akan lebih panjang umurnya, dari usia seorang “pemimpin”. Pokok pikiran ini,

62

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

menjadikan para pelanjut tugas dakwah risalah, tidak di izinkan berpangku tangan. Membiarkan umat terombang ambing tanpa arah dan tujuan, adalah kelalaian yang susah dimaaf-kan. Terlabih oleh umat itu sendiri. Membiarkan diri terbawa hanyut, dalam berbagai keadaan dan situasi, merupakan kesalahan besar. Kewajiban para da’i dalam satu gerakan Dakwah Islamiyah, sebagai suatu conditio sine quanon, ialah meletakkan dasar kontiniutas. Kesinambungan dakwah ditanamkan untuk menjaga aqidah umat. Memelihara kaedah hidup dengan tamaddun yang benar, dan akhlak mulia sesuai bimbingan Rasulullah SAW. Diatas semua itu khitthah baru bisa di dasarkan. Satusatunya jalan adalah dengan membimbing dan mempersiapkan tunas-tunas muda. Sebagai generasi yang akan menyambung permainan di pentas sejarah. Kemudian, mempersiapkan jiwa dengan ke-lengkapan pengetahuan, serta pengalaman. Mencetus-kan api cita-cita, dan menggerakkan dinamika. Menghidupkan “disiplin diri” yang tumbuh subur dari dalam diri. Menumbuhkan Iman dan Taqwa. H.Mas’oed Abidin
63

DAKWAH KOMPREHENSIF

Harus ditanamkan keyakinan bahwa upaya ini bukanlah pekerjaan “tersambil”. Pekerjaan ini bukan sekedar pengisi waktu, yang kebetulan berlebih. Sewaktu-waktu harus menjadi pekerjaan yang masuk agenda. Harus disediakan waktu, dan harus pula dilakukan dengan sadar, secara “programatis.” Para da’i ilaa Allah mesti membentuk diri menjadi golongan yang berani merintiskan jalan. Menjadi kelompok yang mempunyai inisiatif. Selalu berusaha menggembirakan semangat umat, untuk hidup. Selalu pula menghidupkan amal, dengan bekerja secara ihsan. Setiap da’i wajib menjadi pendorong dalam me numbuhkan dan memupuk semangat umat. Selalu berusaha sekuat tenaga, dengan mengandalkan kekuatan umat dari dalam, self help. Betapapun kecil kekuatan umat ini, akan bisa di formulasi dan di akumulasi, menjadi tenaga yang lebih besar. Mampu mempersatukan potensi umat yang berserakan. Disini terletak keampuhan seorang da’i ilaa Allah itu. Karenanya para penyandang tugas dakwah tidak usah merasa ragu dan khawatir. Dalam melakukan hubungan bermasyarakat acapkali harus berhadapan kendala dan hambatan. Ini yang perlu diyakini. Tidak ada istilah susah dan letih, didalam hati dan dada para da’i.
64

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Disini terletak dinamika dakwah. Tugas dakwah hanyalah menghubungi secara spontan, sopan dan zakelijk. Menjaga selalu tindak laku yang correct. Tidak pernah menggadaikan martabat pribadi. Ada dua cara dimanapun juga tidak akan mendapatkan penghargaan. Tindakan tercela dalam dakwah adalah, “cara sembrono yang tak tahu aturan”, dan “cara pengemis yang minta- minta di kasihani”. Kunci keberhasilan dalam membangun umat adalah menanamkan kemampuan umat untuk ber partisipasi membangun diri serta lingkungannya. Binalah umat supaya umat ikut pula membina. Disinilah tugas berat yang terletak dipikulan pundak “pemimpin”. Demikian diantara pesanpesan Bapak Mohamad Natsir, untuk bekal para du’at dimana saja.22 Hubungan antara pemimpin yang mencintai dengan umat yang dicintai tidak pernah putus. Hubungan sedemikian tidak bisa dihalangi oleh jarak yang jauh. Tidak pernah putus karena waktu yang panjang. Tidak juga akan terhalang oleh tebalnya dinding penjara.

ibid. Harian Umum Singgalang, Rabu, 10 Pebruari 1993, Memoar untuk Bapak Mohamad Natsir. 65 H.Mas’oed Abidin
22

DAKWAH KOMPREHENSIF

Bukti-bukti semacam ini telah bertebaran banyak sekali, disepanjang ‘jalan berliku’ yang bernama “jalan perjuangan”. Hubungan bathin masih tetap terpelihara, oleh ahlulbithanah.23 Hubungan bathin akan menjadi jembatan rasa yang kokoh, yang disebut sebagai “mawaddah fil qurba”. Hubungan yang semakin kokoh akan semakin terikat. Hubungan timbal balik akan terjalin erat sekali, karena “ukhuwwah Islamiah”. Umat yang telah terbentuk oleh perjalanan panjang sejarah itu, akan bersatu dalam pertautan hati dengan hati. Satu contoh pengalaman sejarah, dalam perjalanan di “Rimbo Masang”.24

QS. 8-Al Anfaal, ayat 63 Rimbo Masang, suatu daerah terakhir persinggahan Bapak Mohamad Natsir dan rombongan dalam perlawatan selama PRRI (1968-1961) di Sumatera Barat, yang terletak pada perbatasan daerah Agam dan Pasaman. Rombongan kecil ini diantaranya (Buchari Tamam, Dt. Ilangik, Dt.Majo Labih, Lahmuddin, Mangku Said, Djoefry Soelthany, Tasman Mansur), dengan setia mengiring Bapak Mohamad Natsir sampai keakhir perjalanan beliau di daerah Sumatera Barat. 66 H. Mas’oed Abidin
23 24

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Sesudah semua orang turun meninggalkan tempat ijok
25

, dalam keadaan sulit dan jumlah jamaah sangat kecil, hanya

tujuh orang. Dalam perjalanan perjuangan menantang segala resiko untuk meng-hidupkan perjuangan. Maka modal utama hanyalah kebulatan tekad. Kekuatan akan tumbuh dari hasil musyawarah. Dengan memelihara keutuhan persatuan secara bulat, dengan keutamaan persaudaraan dalam ikatan jamaah. Baik sebagai perseorangan maupun bersama-sama. Tujuan yang dicitakan, Insya Allah dapat dicapai. Kesejahteraan masyarakat secara bersama niscaya akan dapat diwujudkan. Begitu pula untuk seluruhnya. Tidak ada tempat dalam hidup jamaah itu, berbelakang-belakangan. Dalam pelayaran yang panjang, jangan terjadi, satu kehilir satu kemudik. Tentu tidak akan terjejak tanah tepi. Hidup dengan tidak indah-mengindahkan antara satu dengan yang lain, sangat dicela. Apalagi hidup dengan saling bertentangan. Hidup berebutan hidup, hanya akan menjadi kejaran bagi seorang yang mengharapkan untung atas kerugian orang lain. Dan yang lainnya memperoleh kemuliaan dengan menghinakan orang yang lain. Suatu
Tempat ijok (bhs. Minang), berarti tempat menyingkir sementara, dalam keadaan situasi sulit, terutama dalam masa-masa pergolakan di daerah-daerah (masa perjuangan). 67 H.Mas’oed Abidin
25

DAKWAH KOMPREHENSIF

kehidupan yang tercela dalam norma apapun. Tatacara hidup seperti itu, bukanlah hidup orang-orang bersaudara dalam iman. Tolong menolong adalah adat dunia yang hendak selamat. Bukan perebutan hidup yang harus menjadi pokok pangkal dari hidup berjamaah itu. Melainkan berlomba-lomba berbuat baik. Mem perbanyakkan manfaat bagi sesama manusia seperti tersebut dalam bimbingan Rasulullah SAW;

“Sebaik- baik manusia ialah orang yang paling banyak bermanfaat bagi sesama manusia”. Karena itu, masalah yang dihadapi dan segera dipecahkan, adalah mengefektifkan ikatan jamaah. Kuatnya ikatan jamaah menjadi alat perjuangan. Ikatan jamaah akan terlahir melalui gerakan dakwah yang efektif. Persatuan umat mulai dengan menjaga dan

memelihara komunikasi, informasi dan pembinaan kaderisasi kepemimpinan. Pesan Bapak Mohamad Natsir, “persatuan hati dengan hati tidak bisa di beli dengan pertukaran materi, sungguhpun seisi bumi di tumpah- ruah dalam upaya
68

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

mempertemukan hati dengan hati, niscaya usaha itu akan sia- sia belaka. Inilah segi lain dari sisi Rahmat Allah.

“Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah menjadi pelindungmu. Dialah yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para mukminin, dan yang mempesatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua kekayaan yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia maha perkasa lagi maha bijaksana.” ( QS.8, Al-Anfal : 62-63 ) Karena, semata- mata Rahmat Allah itulah hati- hati bisa berbekas melahirkan gerak nyata. H.Mas’oed Abidin
69

DAKWAH KOMPREHENSIF

Seperti merajut sehelai benang menjadi kain sutera atau menganyam mendong menjadi tikar” 26 Tujuan terutama yang akan di raih dalam setiap program dakwah adalah mempersatukan jamaah. Melalui pemantapan ukhuwah dengan selalu menumbuhkan rasa pemilikan, love of belonging. Upaya menanamkan tanggung jawab serta keterlibatan yang terikat erat pada masing-masing kegiatan dakwah yang tengah berjalan. Beberapa kali masa dan zaman boleh berganti. Semua perubahan dan per gantian masa akan menampilkan pengalaman ber harga yang mahal. Bila setiap pengalaman dapat di petik sebagai pelajaran bermutu, tentu menumbuhkan semangat; “Rasa berpantang putus asa, bertawakkal dalam melakukan kewajiban sepenuh hati, dengan tekad tidak berhenti sebelum sampai, yang ditujukan kepada keridhaan Allah jua”, begitu diantara butir kata nasehat Bapak Mohamad Natsir.27 Ada yang
26

baiknya lalu.

bila

diambil pula,

pelajaran bagaimana

dari ikhtiar

kesulitan-kesulitan dan kepayahan yang diderita oleh kaum telah Perhatikan

Pidato Bapak Mohamad Natsir pada Ulang Tahun Yayasan Kesejahteraan di Gedung Bagindo Azischan Padang, Mei 1967. 27 Lihat Taushiyah Bapak Mohamad Natsir. 70

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

menyelesai- kan setiap kesulitan. Setiap ikhtiar, ada kalanya berhasil dan adakalanya gagal. Karena itu dakwah yang di jalankan, mesti dilandasi dorongan optimisme yang besar. Pengalaman akan selalu melahirkan ketenang-an, dalam menghadapi beragam macam arus yang beredar dikeliling. Pengalaman akan lebih meneguhkan pendirian. Amat berguna bilamana pada satu masa berjumpa dengan gelombang yang datang menerpa. Dan pada tiap-tiap zaman, akan ada perubahan itu, karena telah menjadi hukum alam akan menghadapi setiap perubahan senantiasa, dan selalu akan mendapatkan giliran dari Ilahi. Begitu pesan dakwah Bapak Mohamad Natsir.

H.Mas’oed Abidin

71

DAKWAH KOMPREHENSIF

2 Mengawal Posisi Umat MEMBINA DAN MEMPERTAHANKAN

72

H. Mas’oed Abidin

D

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

ewan Dakwah sadar adanya kewajiban melanjutkan tugas risalah Islamiyah yang dibawa Rasulullah SAW. Melalui

kewajiban dakwah dikandung tujuan mulia. Menciptakan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ‘alamin). Sudah menjadi tabi’at pembawaan, setiap risalah pasti menghadapi tantangan. Dalam menghadapi tantangan perlu kesiapan untuk bisa memberikan jawaban sewaktu-waktu. Karena itu tugas dakwah senantiasa mengandung dua sisi yang krusial dan penting, bina’an wa difa’an, membina dan mempertahankan. Pertama: membina yang sudah muslim sejak lahirnya, maupun yang baru masuk Islam berkat keberhasilan Dakwah Islamiyah.

KEDUA:

MEMBELA

ISLAM

DAN UMATNYA DARI MEREKA YANG TIDAK

SENANG MELIHAT KEMAJUAN UMAT

ISLAM

BAHKAN YANG MELIHAT

ISLAM SEBAGAI RIVALNYA.28 Bimbingan Dakwah Islam yang berpedoman kepada Risalah
28

Rasulullah

menuntut

adanya

gerakan

DR. Anwar Harjono, SH, “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Cetakan Pertama, Jakarta Rabi’ul Akhir 1416 H/Agustus 1995 hal.199. 73 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

berkesinambungan. Pada gilirannya perlu pula adanya pengorganisasian dalam gerak. Suatu gagasan bisa diwujudkan secara nyata (aktual) hanyalah karena adanya nidzam yang terang dan teratur rapi. Nidzam ini merupakan perangkat utama dalam rangkaian harakah dakwah ilaa Allah. 29 Bapak Mohamad Natsir mengingatkan, bila organisasi cara modern belum mampu diwujudkan, langkah pertama yang mesti dijaga adalah “berupaya mengokohkan dan selalu meningkatkan persaudaraan”. Kunci keberhasilan pertama terletak pada upaya bersama, “membulatkan per-saudaraan” itu. Disini tersimpan rahasia, mengantarkan manusia kepada suatu kemenangan. Perlu diingat bahwa, kemenangan ada lah kelanjutan dan buah dari jihad. Seperti beras men jadi buahnya batang padi. Tentu akan mustahil bila tiada orang menanam padi akan bisa saja ditemukan beras. Demikian pula, akan mustahil manusia yang tidak mau berjihad, akan mendapatkan saja kemenangan. Umat mesti digerakkan untuk menyingsingkan lengan baju, bekerja sungguh-sungguh, merampung-kan sekian
29 2

Ali bin Abi Thalib, karamallahu berkata : ”al haqqu bi laa nizhaam jaghlibuhu al bathil bi an-nizhaam”. 74 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

banyak bengkalai yang belum jadi. Permulaan jihad adalah meninggalkan enggan dan lalai. Keberhasilan tentu berawal dari menghidupkan giat dan sabar, dalam memikul tugas kewajiban. Dari sini lahirnya tuntutan kepada perlunya berorganisasi. Gunanya supaya selalu dapat menyalakan semangat berjihad. Pentingnya organisasi sebagai alat perjuangan telah dibuktikan dalam lintasan sejarah. Juga dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia secara sahih. Perjuangan bangsa Indonesia dimulai dan di warnai oleh pergerakan organisasi kemasyarakatan. Baik organisasi di bidang politik, juga bidang non-politik. Semuanya itu sejak awal mulanya, bergerak dalam kerangka jihad fii-sabilillah. Bimbingan Allah menyebutkan;

H.Mas’oed Abidin

75

DAKWAH KOMPREHENSIF

"Dan

berjihadlah

pada

jalan

Allah

dengan

sebenar- benarnya jihad! Dia telah memilih kamu. Tuhan tiada menjadikan sesuatu kesukaran dan kesempitan dalam agama! Ikutilah agama orang tuamu Ibrahim. Allah telah menamai kamu sekalian orang- orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al- Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu. Dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia (bahwa kamu adalah Muslim). Maka dirikanlah kamu shalat, pada tunaikanlah tali Allah zakat, DIA dan adalah berpeganglah

pelindungmu! Maka DIA lah sebaik- baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong". ( QS. 22 AL-Hajj, 78 ) Secara umum, organisasi atau institusi jamaah Islam di Indonesia telah berkembang dalam bentuk organisasi formal dan organisasi non-formal.30
Vertikal, dalam strukturisasinya bercirikan adanya garis administrasi dan komando dari pimpinan tertinggi sampai ke yang terendah (anggota) Horisontal berkaitan dengan sifat kesejajaran antar unit satu dengan unit lain dalam struktur organisasinya. Integral berkaitan dengan kegiatan organisasi yang meliputi banyak aspek kehidupan manusia, pada umumnya keanggotaan yang majemuk dari segi usia dan jenis kelamin. Sektoral, terlihat pada kegiatan organisasinya menyangkut satu aspek kehidupan atau berhubungan dengan periode umur tertentu. Sebagai contoh: Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, (berciri vertikal- integral), HMI, PII, 76 H. Mas’oed Abidin
30

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Organisasi formal jelas strukturisasinya. Eksistensi formal organisasi dan statusnya diakui oleh kalangan di luar organisasi itu. Tentu saja, diakui juga oleh kalangan dalam, yang menjadi pengikut setia atau simpatisan organisasi formal tersebut. Kegiatan utama dan himpunan anggotanya, dapat berciri vertikal atau horisontal, integral atau sektoral. Organisasi non- formal, terlihat pada ikatan jamaah anggotanya yang bersifat tidak formal. Organisasi bisa terbentuk karena kesatuan idea atau kegiatan. Kepemimpinan organisasi lebih bersifat fungsional. Jamaah dan anggotanya bersifat terbuka, heterogen dan non-afiliatif. Diantara anggotanya ada yang bersifat eksplisit sebagai jamaah masjid, jamaah kampus, jamaah pengajian, atau majlis ta’lim. Ada pula yang tidak secara eksplisit sebagai jamaah Islam. Tetapi kegiatan umumnya masih Islami. Seperti misalnya dalam kegiatan sosial ekonomi, arisan, koperasi, paguyuban, kegiatan budaya dan seni, dengan dijiwai ajaran Islam.

Wanita Islam (vertikal-sektoral), Majelis Ulama (horisontal-integral), HSBI (horisontal-sektoral). Pengelompokan ciri organisasi diatas berkaitan erat dengan keluasan perannya dalam perjuangan. Organisasi formal dan organisasi non-formal, memiliki juga lingkupan sektoral atau teritorial. Teritorial berkaitan dengan orientasi kegiatan suatu kawasan atau daerah tertentu. 77 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Keadaan organisasi Islam non-formal, seperti jamaah mesjid tersebut tumbuh dengan sifat amat heterogen. Organisasi non-formal yang amat heterogen ini terlihat dari campuran beragam. Tidak memisahkan umur tua dan muda, juga tidak kepada tingkat pengetahuan. Terlihat dengan berbaurnya kalangan paternalistik longgar.31  sering awam dan intelektual. ikatannya dirasakan Hubungan-hubungan dengan hanya meng-andalkan ikatan menyebabkan

31

Pada mesjid-mesjid kota, peranan generasi muda lebih dominan sebagai aktivis. Jemaah kampus lebih homogen terutama kalau dilihat dari ciri kemudaan dan keintelektualannya. Sifatnya lebih mandiri, loyalitasnya lebih pada ide (walaupun mereka mengenal "tokoh ideal").

Ikatannya lebih kokoh dan mobilitasnya lebih tinggi. Jamaah pengajian lebih bervariasi. Walaupun lebih banyak generasi tuanya, ikatannya lebih longgar, paternalistik. Karena itu mobilitasnya lebih rendah. Jamaah yang tidak jelas Islamnya mempunyai karakteristik yang amat bervariasi tergantung pada bentuk ikatannya. Bentuk ikatan jamaah non-formal lain, seperti kelembagaan profesi, kelembagaan seni, masih kurang mendapat perhatian umat Islam.  78 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

KONSOLIDASI DAN POLARISASI ]

K elompok masyarakat, umat, pemimpin dan kader yang sudah terintegrasi, harus dilanjutkan pembinaannya dengan usaha konsolidasi. Dengan menyatukan yang sudah terkumpul. Selanjutnya ditingkatkan, dengan usaha polarisasi, saling mengkutub bagaikan magnet. Terakhir dilakukan usaha koordinasi bagi kegiatan sejenis. Dengan menyatukan paham dan langkah, visi dan misi, dapat diatur pembagian pekerjaan dengan wijhah, khitthah dan strategi yang satu. Sehingga, accu umat tidak pernah di biarkan kosong. Selama accu umat selalu terisi, disanalah umat tetap berpotensi. Dalam menggarap semua kegiatan tersebut di atas jangan lupa bahwa, (a). Re-integrasi merupakan aktivitas awal, yang harus dipersiapkan secara matang. (b). Setiap aktivitas perlu bimbingan. H.Mas’oed Abidin
79

DAKWAH KOMPREHENSIF

(c). Bimbingan berpedoman pada rencana yang sudah dipersiapkan. (d). Rencana atau program mengandung fakta dan data yang akurat. Setiap akan memulai suatu pekerjaan, apalagi suatu kerja yang besar, haruslah dilakukan dengan sangat berhati-hati dengan di dukung perencanaan yang benar. Bapak Mohamad Natsir sering mengingatkan semua pemikul beban dakwah, serta kepada umat banyak untuk selalu menghindarkan diri dari berpatah hati. Semua pekerjaan berat, sesungguhnya dapat dimulai dengan mengandalkan kesungguhan hati dan bersandar kepada kekuatan sendiri. Beliau mengungkapkannya dalam kalimat yang sangat bersahaja dana mengandung hikmah pula. Yang sulit kerjakan sekarang; Yang tidak mungkin kerjakan besok, Insya Allah; Yang mudah serahkan kepada orang lain. Kejayaan juga yang kau idamkan, Jalan mencapai kau tempuh tidak, Betapakah kapal akan bisa berlayar di tanah kering.

80

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Pertanyaan yang tersimpan di dalam pernyataan ini, sesegeranya harus dijawab oleh setiap da’i. Karena para du’at akan menjadi opsir di lapangan dakwah ilaa Allah. Pesan ini juga menjadi gagasan yang akan menopang gerak dakwah dengan ciri optimisme yang kuat.

MEMBENTUK OPSIR LAPANGAN

T

untutan zaman terus bergulir. Perubahan zaman dengan segala akibatnya merupakan satu undang-undang baja

sejarah sebagai bagian dari “Sunnatullah”. Maka yang sangat diperlukan untuk meng-gerakkan dakwah adalah teoritikus yang tajam, dan effektif. Disamping itu, yang dihajatkan benar dalam pembinaan umat H.Mas’oed Abidin
81

DAKWAH KOMPREHENSIF

adalah, “opsir lapangan” yang bersedia dan pandai berkecimpung di tengah-tengah umat. 32 Memang diperlukan para ilmuan atau sarjana yang berpengalaman. Tetapi yang paling dihajatkan bukan semata-mata sarjana yang “melek buku tetapi buta masyarakat”. Kemahiran membaca “kitab masyarakat” tidak dapat diperoleh dalam ruang kuliah dan perpustakaan semata. Karenanya, perlu di introdusir ketengah masyarakat. Untuk bisa berperan dalam menggiring dan mengawal umat, agar turut aktif bersama-sama, dalam menghadapi setiap persoalan. Selalu mencoba mengatasi persoalan dari kehidupan umat di pelbagai bidang. Sehingga melalui introdusir itu, dapat merasakan denyut jantung umat. Lambat laun berurat pada hati umat itu. Makin pagi makin baik....”, kata Bapak Mohamad Natsir. Ditengah masyarakat yang hidup akan dapat

berlangsung proses timbang terima kepemimpinan secara

32

Catatan

H.M.Abidin, ibid. Pesan-Pesan Dr. Mohamad Natsir, Harian Singgalang, Rabu 10 Pebruari 1993. 82 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

berangsur-angsur. Dikala itu, akan ber- langsung suatu estafetta alamiah. Antara pemimpin yang akan pergi dan yang akan menyambung. Dalam suatu proses patah tumbuh hilang berganti. Kesudahannya yang dapat mencetuskan api adalah batu api juga. 33 Inilah kewajiban setiap kepala keluarga, yang disebut pemimpin. Justru disaat serba sulit itulah umat menghajatkan para pemimpin mereka. Umat dapat tetap merasakan bahwa pemimpin mereka selalu berada ditengah-tengah mereka. Di dalam keadaan suka maupun dalam duka. Arti yang lebih mendalam, adalah tetap bersama-sama menghadapi persoalan. Kunci keberhasilan pemimpin adalah, tetap berjalan dijalan Allah. Selain itu, berkemampuan mengidentifikasi permasalahan umat. Kadar seorang pemimpin selalu teguh dan setia, dalam tujuan pembinaan jamaah.
33

Q.S 47;7, artinya, '' Jika Kamu Menolong ( Agama ) Allah, Niscaya Dia Akan Menolong Kamu. Kemudian, "Kamu Hanya Akan Dapat Pertolongan Dari Allah Dengan (Menolong) Kaum Yang Lemah Diantara Kamu". (AlHadist).

Suatu aturan menuruti Sunnah Rasul adalah, “Dan, Tiap-Tiap Kamu Adalah Pemimpin, Dan Tiap-Tiap Pemimpin Akan Di Minta Pertanggungan Jawab Atas Pimpinannya" (Al-Hadist). Jadinya, kewajiban kepemimpinan menjadi tanggung jawab setiap orang. 83 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dalam upaya meningkatkan kinerja, da’i harus berinteraksi dengan lingkungan secara aktif. Siap melakukan dan menerima perubahan dalam tindakan yang benar. Segala tindakan dan perbuatan akan selalu disaksikan oleh Allah, Rasul dan semua orang beriman.34 Tentulah da’i sebagai pemimpin ditengah jamaahnya tidak boleh hidup dalam kekosongan. Dia akan menjadi sumber manfaat bagi umat binaan. Syarat utama menjadi muslim adalah bermanfaat terhadap orang lain. Diantara bimbingan Rasulullah SAW mengingatkan,

Artinya, “seluruh makhluk adalah keluarga Allah, yang disayang olehnya yang bermanfaat untuk sesamanya”.(Sahih Muslim). Golongan bukan tujuan. Kelompok hanya sekedar sarana untuk mencapai tujuan. Maka tugas kita adalah menebarkan kasih sayang, yang tampak dalam pelaksanaan amar makruf (sosial support) dan nahi munkar (sosial kontrol).

Artinya, “Sayangilah yang di bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh yang di langit” (Musnad Tirmidzi). Kepentingan kelompok harus tunduk kepada ke maslahatan umat.
QS.53:39-41. 84
34

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Da’i sebagai kader perjuangan ditengah umat binaan tidak boleh mengurung diri. Mengisolasi diri akan berdampak kepada terjauh dari sikap objektif. Akibatnya akan menjadikan diri seorang yang lebih mementingkan golongan. Mementingkan kelompok semata akan sama hal nya dengan membangun rumah untuk kepentingan rumah.Masyarakat lingkungan adalah media satu-satunya tempat beroperasi para da’i di lapangan dakwah sepanjang hidup. Perlulah diingat, bahwa “yang banyak diperhatikan umat adalah yang paling banyak memperhatikan kepentingan umatnya”. Konsekwensinya setiap kader pemimpin umat harus siap menerima segala cobaan dari Allah.35 Da’i harus punya kesadaran iman yang kokoh terhadap kekuasaan Allah, dan keyakinan kepada alam gaib akhirat tempat kembali seluruh kehidupan. Kepercayaan kepada Allah secara benar akan menyelamatkan dari kesia-siaan berpikir terhadap sesuatu yang diluar wilayah ke mampuan rasio. Rujukan keyakinan itu sesuai dengan bimbingan Al Quran dan Al-Hadist. Alam semesta yang memiliki dimensi ruang, waktu, volume adalah milik Allah. Kesemestaan alam berguna untuk sebesar manfaat bagi manusia. Karena itu, da’i harus memiliki ilmu pengetahuan yang me madai dan tidak
35

QS.12,Yusuf:109. 85

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

menjadikan dirinya tertutup, pasif atau mengisolasi diri. Da’i, mestinya selalu aktif.36 Pengetahuan Internasional penting untuk menunjang gerak dakwah dan harakah Islamiyah secara global. Karena, umat Muslim ada di mana-mana. Pengetahuan ini mendorong melakukan amar makruf, social support untuk menegakkan kebenaran. Seiring dengan itu ada komitmen tegas terhadap nahi munkar, social control menghadapi kemungkaran. Setiap da’i tahu bahwa seluruh dunia adalah tempat berkarya dan beramal.

Artinya “Dijadikan untukku seluruh punggung bumi untuk masjid (tempat berswujud, mengabdi) dan sebagai tempat yang bersih (bersuci)”. (Sahih Muslim, Sunan Abu Daud, Tirmidzi, an-Nasa-I, Ibnu Majah, Ad-Daramy dan Imam Ahmad bin Hanbal) Sebagai kader pemimpin umat, mestilah da’i mempersiapkan diri dengan pengetahuan, yang akan menambah bekal kesadaran lokal, dengan mengenal; (a) keadaan masyarakat binaan, aspek geografi, demografi, (b) sejarah, latar belakang masyarakat, kondisi sosial, ekonomi, (c) budaya, adat-istiadat.
QS.31- Luqman:20.  86
36

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Karena secara natural alamiah, setiap tanah ditumbuhi tanaman khas. Pengetahuan lokal berguna memperbaiki masyarakat dengan semangat ihsan. Dengan berbekal pengetahuan-pengetahuan tersebut akan mampu membuat analisis, kemudian akan me- nyajikan alternatifalternatif. Teori-teori yang khayali adalah angan-angan semata. Masyarakat memerlukan kenyataan yang menyentuh kehidupan secara langsung. Tujuan akhir menghapuskan ketidak seimbangan serius melalui pendidikan dan prinsipprinsip Islami. Bagi lingkungan masyarakat Islam umumnya, boleh saja disajikan berbagai hidangan, akan tetapi syarat hukumnya sama sekali tidak boleh dilupakan, yaitu semuanya mesti halal. Disini terlihat keseriusan dakwah dan pelayan umat. Da’i adalah pemimpin di tengah kaumnya.

Artinya “Pemimpin bangsa (kaum) adalah pelayan mereka” (Sunan ad-Dailamy dan at-Thabarani). Seorang da’i mesti menempatkan diri ditengah masyarakat dengan orientasi pengabdian yang luhur. Sebisanya, sanggup menawarkan alternatif keumatan, dalam menjawab masalah umat dikelilingnya. Sebagai pemimpin yang membina masyarakat dengan penuh perhatian dan keikhlasan. Maka, keberadaannya ditengah umat menjadi perhatian dan selanjutanya akan mendapatkan dukungan masyarakat kelilingnya. Tindakan awal yang akan menopang keber- hasilan dakwah para da’i secara individu adalah dengan menguasai pengetahuan. Minimal tentang kejadian sekitar. Karenanya, H.Mas’oed Abidin
87

DAKWAH KOMPREHENSIF

da’i perlu mendapatkan supply informasi secara lokal dan nasional, yang amat berguna dalam menggerakkan umatnya agar mampu berpartisipasi pada setiap perubahan. Para du’at perlu pula aktif dalam setiap pertemuan-pertemuan yang bertujuan menopang keberhasilan dakwah dan meme- lihara kesinambungan halaqah dan usrah. Akhlak karimah, menopang keberhasilan da’i dalam setiap dakwah praktis, menyangkut keseharian umat seperti, kelahiran, perkawinan, dikala sakit dan kematian. Paham benar tentang tantangan dimedan dakwah yang sangat banyak, namun uluran tangan yang didapat hanya sedikit. Pemahaman sedemikian akan mampu mengatasi situasi dengan bermodalkan kesadaran. Manfaatkan jalinan hubungan yang sudah lama terbina. Suatu gerakan dakwah akan menjadi lemah bila tidak mampu berfungsi seperti sarang lebah atau kerajaan semut penuh vitalitas, enerjik, dan bernilai manfaat sesama masyarakatnya. Secara Nasional mesti tertanam komitmen fungsional bermutu tinggi. Memiliki kemampuan penyatuan konsepkonsep, alokasi sumber dana, perencanaan kerja secara komprehensif, akan mendorong terbentuknya center of excelences. Pada ujungnya, tentulah tidak dapat ditolak suatu realita objektif bahwa, ” jika da’i banyak akan lebih banyak umat Islam yang dipimpin”. Bila umat Islam banyak membaca, maka umat Islam akan memimpin dunia, sesuai isi firman Allah didalam al Quran Surah-96, al-‘Alaq, ayat:1-5.
88

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Akhirnya, “Siapa yang paling banyak bisa menyelesaikan persoalan masyarakat, pastilah akan berpeluang banyak untuk mengatur masyarakat itu.” Jujur dan Objektif sangatlah perlu. Para da’I yang memiliki sikap jujur dan objektif dalam meng ambil pelajaran berguna, akan berkemampuan sanggup melihat diri dari dalam. Rela menerima kritik konstruktif dari umat binaan, akan menanamkan ke percayaan diri dan mendorong untuk melakukan identifikasi kekurangan. Kerelaan merupakan latihan internal untuk membentuk kejujuran. Tidak jujur kepada diri, tentulah tidak dapat melatih diri kepada yang benar. Mampu melihat tambah kurang, terbuka untuk kompensasi dan ekualitas. Bila dilakukan identifikasi kelemahan-kelemahan, umumnya timbul karena hilangnya komitmen mendasar. Da’i adalah bagian dari gerakan dakwah dan produk dari dakwah. Sebagai produk dakwah, maka da’i harus bersedia menghadapi aksi reaksi dalam nuansa konfrontatif maupun reformatif, termasuk dalam bidang budaya, politik sosial ekonomi. Mengantisipasi keterbelakangan dengan konsep fikrah aktifitas terencana dengan kemampuan analisis. Dalam pengalaman dakwah kemajuan selalu dihalangi kelemahan yang dimiliki. Keterbelakangan adalah penyakit yang melanda setiap orang. Berbuat dengan keyakinan bahwa sukses hanya dari Allah’ akan melahirkan sikap tetap berusaha di jalan Allah. Kesudahannya, rela mengakui kesalahan dan bersedia memperbaiki kekeliruan. H.Mas’oed Abidin
89

DAKWAH KOMPREHENSIF

Suprioritas tergantung kepada ideologi wahyu bukan oleh superioritas manusianya. Rusaknya da’i dalam dakwah selama ini karena melaksanakan pesan sponsor diluar ketentuan wahyu agama. Perjuangan menghadapi kemunduran dakwah selalu dibarengi oleh kelemahan klasik ke- kurangan dana, tenaga, dan hilangnya kebebasan gerak. Koreksian perlu dilakukan melalui kaji ulang dalam membudayakan konsultasi dan musyawarah untuk setiap masalah umat yang dihadapi. Partisipasi aktif dalam mengambil dan me laksanakan keputusan akan mendorong kepada hidup nya jamaah. Terpelihara semangat tim atau nidzam. Akhirnya, dapatlah dibuktikan bahwa kerjasama lebih baik dari sendiri. Kenyataan dalam perjalanan dakwah adalah ”al haqqu bi laa nidzaam, yaghlibuhul-bathil bi an-nidzam” artinya, sesuatu kebenaran yang tidak ter-organisir, berpeluang abesar untuk dikalahkan oleh yang bathil, tetapi teratur. Ungkapan ini senyatanya mengandung makna yang dalam. Artinya juga adalah, pemain terbaik yang kehilangan semangat tim yang utuh selalu akan dikalahkan oleh pemainpemain kurang bermutu tetapi memiliki semangat tim yang teratur. Karena itu, libatkanlah seluruh potensi umat. Pemeranan perempuan, anak-anak dan kalangan dhu’afak, sangat mendukung gagasan dan gerak dakwah. Adanya ungkapan, “Innama tunsharuuna wa turzaquuna bi dhu’afaa-i-kum”, adalah mempunyai makna bahwa, kamu hanya akan terbantu oleh kalangan lemah diantara kamu. Maka, perlibatan mereka pada programprogram pembinaan dan dalam gerakan dakwah, seharusnya
90

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dijadikan prioritas. Perang tidak akan dapat di menangkan manakala lebih dari 50 % kekuatan tidak di ikut sertakan. Menghindari kepemimpinan otoriter berarti menjaga jiwa umat agar tidak mati. Masyarakat yang mati jiwa akan sulit diajak berpartisipasi dan akan ke hilangan semangat kolektifitas. Bahaya dalam mem bina masyarakat adalah membiarkan umat mati di tangan pemimpin. Tugas pemimpin menghidupkan umat. Umat yang berada ditangan pemimpin otoriter dengan meninggalkan prinsip musyawarah sama hal nya dengan menyerahkan mayat ketangan orang yang memandikannya. Karena itu, hidupkan lembaga dakwah sebagai institusi penting dalam masyarakat. Fungsi yang selamanya tergantung kepada orang seorang akan menghilangkan kestabilan. Kurangnya perencanaan akan menghapus semangat kelompok dan padamnya inisiatif. Tujuan institusi menghidupkan dakwah. Menggerakkan institusi dakwah bukan sekedar mengumpulkan materi. Kewajiban yang teramat krusial adalah, menghidupkan ketahanan umat baik secara nasional maupun regional. Sosialisasi mempertemukan pemikiran dan informasi, konsultasi dan formulasi strategi serta koordinasi di era globalisasi memasuki millenium ketiga menjadi tugas utama setiap da’i dalam menapak perubahan cepat dan drastis. Di alaf baru, millenium ketiga, setiap hari akan terasa dunia se- makin mengecil. Tugas kita termasuk H.Mas’oed Abidin
91

DAKWAH KOMPREHENSIF

membuat rencana. Membuat rencana kerja agar dakwah tidak dikelola secara krisis dan darurat. Tetapi, dakwah merupakan suatu pekerjaan rutin. Kesalahan dalam membuat rencana, maka tujuan dakwah menjadi kabur. Salah menempatkan sumber daya yang ada akan berakibat kesalahan prioritas. Perencanaan matang menjadikan gerakan dakwah berangkat dari hal yang logis (ma’qul, rasionil), selanjutnya sasaran dakwah dapat diterima oleh semua pihak. Karena, dakwah bukan kerja part-time sambilan dan sukarela bagi yang giat dan aktif saja. Tetapi harus menjadi tugas full-time dari seluruh spesialis ditengah masyarakat. Dakwah mesti ditunjang oleh sarjana-sarjana spesialis, pedagang spesialis, birokrat spesialis, sehingga dapat disajikan sebagai suatu social action. Maka sangat diperlukan generalitas murni dan meyakinkan secara rasionil tentang keindahan Islam. Memahami fenomena besar dan menarik dari perkembangan globalisasi akan membuka peluang perkembangan Islam. Mayoritas ilmuan pemimpin dunia secara universal mulai membaca tanda-tanda zaman, zeit-geist untuk siap menerima kembali per-adaban Islam sebagai alternatif untuk mewujudkan keselamatan didunia.

92

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

DAKWAH KEDEPAN ADALAH DAKWAH GLOBAL. GERAKAN MASYARAKAT ISLAM. LEBIH
YANG LEBIH BAIK. DAKWAH PARTIAL TUJUANNYA ADALAH

ISLAMISASI

UMUM,

TUJUAN

DAKWAH

SECARA

GLOBAL

ADALAH

MEMBANGUN, BERKORBAN, MENDIDIK, MENGABDI, MEMBIMBING KEPADA

TUGAS YANG TAK BOLEH DIABAIKAN DALAM MENCAPAI
ADALAH BERUPAYA MEROBAH IMEJ DARI KOOPERATIF.

TUJUANNYA KEPADA

KONFRONTATIF

Akhirnya dapat dimengerti bahwa kebajikan hanya akan ada pada hubungan yang terang dan transparan, sederhana dan tidak saling curiga. Masyarakat akan pecah dan rugi karena hidup dalam kancah saling mencurigai. Gila kekuasaan akan berakibat berebut kekuasaan. Ujungnya, masyarakat jadi terkoyakkoyak.. Nawaitu bekerja tidak untuk mencari sukses, atau hanya asal bekerja, sudah semestinya dirubah. Yang mesti ditampilkan adalah amal karya bermutu ditengah percaturan kesejagatan (globalisasi).Bila dalam setiap pemilihan barang-barang, kita selalu cenderung untuk memilih produk berkualitas, maka sudah semestinya dalam menampilkan setiap amalH.Mas’oed Abidin
93

DAKWAH KOMPREHENSIF

karya, ukurannya haruslah pula kepada kualitas juga. Semakin kecil kesalahan akan semakin besar keberhasilan dalam menyampaikan risalah dakwah. Maka tidak dapat ditolak, kemestian menggunakan semua adabadab Islam menurut bingkai Al Quran dan Al-Hadist untuk menghadapi semua persoalan hidup manusia yang akan menjamin sukses dalam segala hal. Seorang pemimpin perlu mengetengahkan, formula ukhuwah antar organisasi Islam, supaya dapat berjalan lebih baik dari keadaan sekarang. Bila selama ini ukhuwah itu diartikan secara statis, dan sering di-kaitkan dengan status, maka dimasa datang tanggung jawab dakwah adalah mengembangkannya menjadi fungsional. Re-fungsionalisasi organisasi formal yang andal, sangat berguna sebagai alat perjuangan. Sistem komunikasi dan koordinasi antar organisasi Islam non-formal, lebih di utamakan pada peningkatan pola pembinaan dan kaderisasi pimpinan organisasi non- formal yang ada. Sebagai alat perjuangan, maka organisasi Islam harus memerankan fungsinya dengan jelas dalam gerak dakwahnya, antara lain,
94

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

 pengikat umat menjadi jamaah yang lebih kuat, sehingga merupakan kekuatan sosial yang efektif,  media pengembangan dan pemasyarakatan budaya Islami,  media pendidikan dan pembinaan umat untuk mencapai derajat pribadi taqwa,  merencanakan dan melaksanakan kegiatan dakwah Islamiyah.  media pengembangan minat mengenai aspek kehidupan tertentu, ekonomi, sosial, budaya, dan politik dalam rangka mengembangkan tujuan kemasyarakatan yang adil dan sejahtera. Begitulah semestinya peranan lembaga-lembaga dakwah dalam menapak alaf baru, atau millenium ketiga.

H.Mas’oed Abidin

95

DAKWAH KOMPREHENSIF

BAHAGIAN DARI SEJARAH BANGSA

P

ertemuan hati dengan hati memegang peranan penting. Diwujudkan secara nyata dalam menilai setiap situasi. Sesudah Masyumi membubarkan diri, rehabi-litasinya

tidak diizinkan pemerintah sampai ke zaman Orde Baru, bahkan di era Reformasi. Sangatlah wajar jika sebagian besar tokoh Masyumi dipusat dan di daerah-daerah seluruh Indonesia ikut mendirikan dan memelihara keberada-an Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Sejak tahun 1967 sampai 1993, organisasi Dewan Da’wah ini dipimpin Bapak Mohamad Natsir, yang pernah

96

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

memimpin Masyumi selama beberapa periode. Karena itu muncul anggapan, Dewan Da’wah adalah penerus Masyumi. Masyumi sebagai satu partai politik Islam yang pernah hidup di Indonesia memiliki asas dan tujuan perjuangan yang jelas. Terlihat dalam Tafsir Asasnya yang menjadi Program Perjuangannya.37
37

Catatan

Tafsir Asas yang menjadi program perjuangan Masyumi: Kenegaraan, memperjuangkan terbentuknya negara hukum menurut Islam dengan berbentuk republik. Negara hendaklah menjamin keselamatan jiwa dan benda tiap orang dan kebebasan beragama. Masyumi lebih menyukai kabinet presidensil dan tanggung jawab kepala negara kepada dewan perwakilan rakyat. DPR sebaiknya terdiri dari dua badan : Dewan berdasarkan pemilihan umum dengan perwakilan berimbang, dan senat sebagai wakil daerah yang juga berdasarkan pemilihan umum. Hak-hak asasi manusia hendaknya dijamin dalam UUD. Hak-hak politik, sosial dan ekonomi kaum wanita sederajat kaum pria. Perekonomian, penting untuk hendaknya kesejahtraan di atur rakyat menurut dasar

ekonomi terpimpin. Perencanaan produksi dan distribusi seluas-luasnya. Monopoli oleh perusahaan swasta dilarang dan konkuresi hendaknya bersifat membangun. Politik harga dan upah

H.Mas’oed Abidin

97

DAKWAH KOMPREHENSIF

Melihat perjuangan Masyumi sebagai Partai Politik Islam, dan kemudian tertanam anggapan bahwa Dewan Da’wah adalah pelanjut Masyumi, tidak sepenuhnya tepat. Masyumi itu partai politik, sedang Dewan Da’wah adalah satu gerakan dakwah Islamiyah yang komprehensif. Peran Dakwah menjangkau seluruh aspek ke-hidupan manusia dalam upaya menjadikan, “umat yang berbahagia di
harus sesuai dengan keadaan perekonomian dalam negeri. Koperasi harus di bangun dengan bantuan Industrialisasi Indonesia dimaksudkan sebanyak-banyaknya untuk dari pemerintah. membebas-kan

keperluan impor, dan untuk mengadakan lapangan kerja, terutama pada daerah penduduknya padat. Modal asing dibenarkan atas dasar saling menguntungkan. Keuangan, hendaknya sistim pajak sederhana dan tidak melampaui memajukan kekuatan masyarakat. nasional. Dalam sistim ini keadilan perlu ditegakan, dengan memperhatikan usaha perusahaan Sedapat-dapatnya barang-barang keperluan rakyat banyak tidak di kenai pajak, sebaliknya pajak kemewahan perlu diperluas. Sosial, pada dasarnya Negara wajib memberi jaminan hidup yang layak bagi kaum yang cacat dan kelurganya, serta janda dan anak-anak pejuang kemerdekaan yang telah gugur. Transmigrasi perlu dipercepat dengan berencana. Pendidikan dan Kebudayaan. Pengajaran terendah dan 98 menengah hendaknya juga menumbuhkan keterampilan anak, di samping pengetahuan. Pendidikan

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dunia dan berbahagia di akhirat dan terhindar dari siksaan neraka, dengan izin Allah". Dewan Da’wah tidak punya anggota yang terdaftar. Karena bukan organisasi massa dan tidak pula organisasi politik. Tetapi, simpatisannya banyak sekali. Itu semua hanya

agama di sekolah pemerintah ditujukan pembentukan watak dan kepribadian sehinga para pemuda menjadi onggota masyarakat yang bertanggung jawab berjiwa kemasya-rakatan, berdisiplin dan bersusila. Pemuda yang berbakat tapi tidak mampu harus diberi beasiswa yang cukup. Pendidikan rohani diselengarakan menurut agama masing-masing. Gerakan kebudayaan perlu dibimbing oleh pemerintah ke arah budi dan watak yang luhur. Gerakan pemuda, termasuk kepanduan perlu dimajukan dan dibantu. Politik luar negeri, menentang penjajahan dan menyokong tiap usaha menghapuskannya. Politik luar negri hendaklah bertujuan mempertahankan perdamaian dunia dan mencari persahabatan dengan semua bangsa terutama dengan bangsa yang berasaskan ketuhanan dan demokrasi. Kedudukan PBB hendaklah diperkuat. Negara-negara harus saling menghormati hak masingmasing dan menjunjung tinggi perjanjian-perjanjian antar bangsa. Bantuan luar negri digunakan untuk mempercepat pembangunan negara, tanpa ikatan militer dan politik. Dan Irian Barat, tetap merupakan bagian nasional wilayah Indonesia. Tafsir asas dan program perjuangan ini berlaku sampai Masyumi bubar. Walupun pada sidang-sidang kongres selanjutnya lebih banyak membicarakan soal-soal 99 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

lantaran orang-orang Masyumi tidak boleh berpolitik. Masak kami mau diam saja? Kata bapak DR. Anwar Harjono, SH. Andaikata boleh berpolitik, akan kami dirikan partai politik. Karena tidak boleh, maka kami terjun kedunia dakwah. Jadi, walaupun orangnya sama, peran mereka sudah berbeda.38 Sangat wajar, bila pimpinan dan keluarga besar Bulan Bintang yang telah menjadi keluarga besar Dewan Da’wah tidak menginginkan agar keluarga besarnya buta politik. Pada hakekatnya politik adalah seni mengatur masyarakat. Kehidupan politik sering ditandai dengan konflik kepentingan antara kelompok masyarakat. Umumnya politik berusaha untuk merealisasikan gagasan ideologi, menjadi realitas sosial yang ideal, menurut wawasan masing-masing. Kepentingan yang dimaksud dapat bersifat politis, ekonomis, kultural, maupun ideologis. Bila diperhatikan, perjuangan politik umat Islam di Indonesia tampak peranan dari politik Islam yang mengalami penurunan secara konstan. Keadaan itu, sebagai akibat kelemahan internal dalam tubuh umat. Atau, karena

bersama. DR. Anwar Harjono, SH. Ibid. hal.196, Bab XX : Dari Masyumi ke Dewan Da’wah. 100 H. Mas’oed Abidin
38

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

mengalami penurunan efektivitas peran, sebagai akibat “erosi fungsional”. Penurunan kualitas umat juga dikarenakan faktor ikatan jamaah, unsur kepemimpinan, dan melemahnya ukhuwah. Faktor eksternal, utamanya diakibatkan oleh perekayasaan sosial dan politik dari pihak penguasa. Kecendrungan erosi fungsional dan mengakarnya sifat ketergantungan serta “hanyut arus” lebih menonjol lagi. Terutama dalam dua dasawarsa terakhir ini. Bisa jadi karena perekayasaan politik yang datang dari luar. Perekayasaan politik oleh pihak-pihak yang selalu berupaya melumpuhkan peranan politik rakyat dan umat Islam khususnya, terasa amat efektif sejak beberapa dasawarsa terakhir. Kenyataan pula, proses pembangunan yang sangat berorientasi pada aspek ekonomi dan sangat pragmatik, secara langsung maupun tidak langsung, berpengaruh pada proses penumpulan pandangan ideologis masyarakat Indonesia.

H.Mas’oed Abidin

101

DAKWAH KOMPREHENSIF

Banyak daerah di Indonesia, yang pada zaman demokrasi parlementer didominasi oleh kekuatan politik Islam seperti Sumbar, Jabar, Sulsel, dan Kalsel, kini telah diwarnai kekuatan politik lain. Secara sangat singkat kemorosotan peran politik Islam dalam sejarah Indonesia dapat dilukiskan dalam beberapa era yang pernah dilampauinya.39 Saham kehidupan politik demokratik sebenarnya representatif. Tetapi kesempatan itu tidak pernah ada, juga tidak dimasa Orde Baru. Pada masa sebelum kelumpuhan kekuasaan Soekarno, partai politik Islam Masyumi sudah menuntut demokratisasi pemerintah-an dalam arti yang seluas-luasnya.
39Dalam

umat Islam secara

dapat

mengambil

peranan

politik

era 1949-1959 peranan politik Islam masih

berbobot kekuasaan menentukan. Kehidupan politik yang ditandai dengan persaingan bebas antar parpol dimasa itu menghasilkan secara demokratik golongan golongan yang dapat mewakili aspirasi umat. Masyumi, NU, PSII, dan Perti mengumpulkan sekitar 45 % suara dalam dua kali pemilu, baik untuk menyusun DPR maupun Konstituante. 102

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Demokrasi ini merupakan hasil perjuangan manusia seluruh dunia sepanjang sejarah. 40 Dalam era 1959-1965 peranan politik umat dan organisasi-organisasi Islam terpaksa didesak ke pinggir. Demokrasi Terpimpin ala Soekarno telah menggeser kekuatan politik Islam. Antara lain dengan pembubaran Masyumi. Lebih jauh ditampilkan anggapan bahwa paham Bapak Mohamad Natsir tentang demokrasi, sangat bertolak belakang dengan demokrasi terpimpin yang akan diterapkan menurut “konsepsi Soekarno”.41
40

Menurut Masyumi, negara akan dapat diperintah dan diatur sebaik-baiknya, apabila politik demokrasi dilakukan dengan seikhlasnya. Perkembangan demokrasi akan menjamin terkembangnya dengan bebas serta sempurna roh dan jiwa Islam. Lagi pula kebijaksanaan politik akan kuat bila ada persesuaian antara sikap ke luar dan ke dalam. Oleh sebab itu juga Masyumi mendesak diadakan sidang umum sebagai pelaksanaan prinsip musyawarah. Masyumi juga berpendapat perlu di bina sistem kepegawaian negeri yang netral terhadap partai. Ini akan mencegah diktatur partai. “demokrasi” Bapak Mohamad Natsir berkata “bahwa selama demokrasi masih ada, selama itu partaipartai terus ada. Selama masih ada kebebasan partai, selama itu demokrasi ditegakkan. Kalau partai-partai dikubur, demokrasipun otomatis terkubur, dan diatas kuburan itu hanya diktator yang akan memerintah”. Selanjutnya, “demokrasi” merupakan satu-satunya sistim yang mungkin menyelamatkan Republik Indonesia dan

41Tentang

H.Mas’oed Abidin

103

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pak Syafruddin pernah mengingatkan ; “bahaya yang sebesar-besarnya yang mengancam negara Republik Indonesia, yakni bila demokrasi tenggelam dalam koalisi dan koalisi dimakan oleh anarki, dan anarki diatasi oleh golongangolongan yang bersenjata dan oleh golongan-golongan yang menguasai golongan yang bersenjata itu”. Bapak Mohamad Natsir juga bertanya, “apakah penegak demokrasi akan dapat mengembalikan kepercayaan yang ketika itu sedang goncang” Selanjutnya kata Bapak Mohamad Natsir, “demokrasi yang harus ditegakkan ialah yang tidak mengambang, yang tidak menghasilkan kekacauan dan anarki, tetapi yang terpimpin, terbimbing oleh nilai-nilai moral dan nilai-nilai hidup yang tinggi”. 42 Mohammad Hatta berkeyakinan bahwa fondasi Demokrasi di Indonesia sudah cukup solid, karena di dukung oleh kombinasi organik tiga kekuatan sosial-religius, yang sudah mengakar di sebagian besar masyarakat kita.

diktatur bukan merupakan alternatif. DR. Deliar Noer, loc.cit, pp.351-356. (keterangan Pak Syafruddin Prawira Negara, dalam Indonesia Dipersimpangan Jalan, (Bandung, Al Ma’arif,1951, hal. 9), dan Komentar Bapak Mohamad Natsir tentang “demokrasi” sudah terbaca dalam Harian Abadi, pada 30 Oktober 1956, dan 10 November 1956). 104 H. Mas’oed Abidin
42

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Bila Demokrasi lenyap maka lenyaplah Indonesia merdeka. Begitu prinsip Pak Hatta.43 Bila pembangunan ekonomi pada masa Demokrasi Pancasila dinilai berhasil, maka pem-bangunan politik menurut banyak pengamat berjalan agak lambat. Dua puluh tahun pertama pelaksanaan Demokrasi Pancasila sering terlihat bercirikan sikap otoriter sebagai warisan priode sebelumnya, masih dirasakan. Mungkin, disebabkan upaya memper- tahankan stabilitas politik untuk pembangunan ekonomi. Beberapa tahun terakhir, kelonggaran politik makin dirasakan. Sekalipun masih jauh dari pelaksanaan sesungguhnya dari sistim Demokrasi Pancasila yang semestinya harus, menghormati kedaulatan rakyat. Kritik terhadap pelaksanaan Demokrasi Pancasila, ialah longgarnya sistem kontrol sangat kentara tampil dalam birokrasi, hingga korupsi dan kolusi mencapai titik terparah sepanjang titik sejarah kontemporer Indonesia.
43

Bapak DR. Mohammad Hatta membagi demokrasi dalam tiga bagian (1). Sosialisme Barat yang membela prinsipprinsip kemanusiaan yang sekaligus di pandang sebagai tujuan dari demokrasi. (2). Ajaran Islam yang memerintahkan kebenaran dan keadilan Tuhan dan masyarakat. (3). Pola hidup dalam kolektivitas sebagaimana terdapat di desa-desa di Indonesia.

Sesudah proklamasi kemerdekaan 1945 Republik Indonesia telah mengenal tiga macam demokrasi secara teoritis dapat digolongkan kepada (1). Demokrasi liberal (1945-1959) yang disebut juga Demokrasi Parlementer. (2).Demokrasi terpimpin (1959-1965) dan (3). Demokrasi Pancasila (1966-sekarang). Istilah Demokrasi Pancasila terdapat dalam TAP MPR No. XXXVII/1968. 105 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Bila kondisi semacam ini semakin menjamur, menurut pendapat berbagai kalangan, tidak mustahil bangsa ini akan keropos pada ahkirnya.44 Terbukti diantaranya pada prolog era Reformasi. Pada zaman Demokrasi Terpimpin, keragaman

ideologi partai-partai terus di pertahankan. Gejala seperti ini juga tampak pada era reformasi. Pada pelaksanaan Pemilihan Umum Juni 1999, Indonesia masuk kembali kedalam sistim multi partai, dengan 48 partai peserta Pemilihan Umum. Kondisi ini dianggap sebagai suatu konsekwensi riil, dari tuntutan era reformasi, setelah lengsernya Presiden Soeharto. Tuntutan demokratisasi dan Hak Asasi Manusia, yang tidak terlaksana pada masa Orde Baru, harus pula dilihatkan dengan lahirnya banyak partai politik. Yang besar massanya ataupun yang gurem, semua berlomba untuk tampil. Sebuah euforia yang sangat menarik. Pada Demokrasi Terpimpin zaman Nasakom dibawah kekuasaan Presiden Soekarno dibedakan antara partai yang “progressif revolusioner” dan yang “kontra revolusioner”.
Kritik ini terasa kebenarannya pada masa era reformasi, setelah Indonesia mengalami krisis moneter 1997-1998 yang berlanjut dengan krisis diberbagai sektor. 106 H. Mas’oed Abidin
44

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Pembedaan dilakukan oleh ke- kuasaan pemerintah. Maka pada era reformasi rakyat yang membuat pemilahan. Partai peserta pemilihan umum diberi kategori sebagai partai reformis dan partai-partai pendukung status quo. Partai pendukung status quo dianggap masih memihak kepada Orde Baru, yang telah berkuasa selama 32 tahun (1966-1998). Ketika Era Orde Baru, dimasa kekuasaan Soeharto di nilai banyak melakukan Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Kondisi ini sesungguhnya mernjadi hujatan yang amat mengena, pada saat bergulirnya era reformasi. Semasa pemerintahan Presiden Soekarno, yang

dikenal mulai akrab dengan PKI pimpinan D.N.Aidit, maka Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI), yang dikenal sangat menentang pelaksanaan Demokrasi Terpimpin, dikategorikan sebagai “partai yang kontra revolusi”.45 Keterlibatan tokoh-tokoh pimpinan dari kedua partai, Masyumi dan PSI, seperti Mohamad Natsir, Syafroeddin Prawiranegara, Boerhanoeddin Harahap, Soemitro Djojohadikoesoemo, Mr. Assaat, Buya K.H.A.Malik Ahmad, Mohammad Syafe’i pimpinan INS Kayu Tanam. Dijadikan

Pidato kenegaraan Presiden Soekarno tanggal 17 Agustus 1960 yang diberi judul “Jalannya Revolusi Kita” (JAREK), 107 H.Mas’oed Abidin
45

DAKWAH KOMPREHENSIF

alasan tematik kontra revolusi dan kelompok pemberontak yang sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. Kebetulan saja memang, para pemimpin dari kedua partai politik dimaksud, memang ikut secara aktif didalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Akibatnya, semakin disudutkannya posisi kedua partai dimaksud. Didalam pandangan pemerintahan Orde Lama dibawah kekuasaan otoriter Soekarno, kedua partai dan tokoh-tokohnya mesti diamankan dalam tahanan. Akhirnya, tanpa adanya pembelaan, Masyumi dan juga terhadap Partai Sosialis Indonesia (PSI) mesti menerima hukuman, dibubarkan. Partai Masyumi sebagai kekuatan umat Islam terbesar dimasa pemilihan umum 1955 terpaksa harus menerima perintah pembubaran dirinya pada tanggal 15 Agustus 1960 dengan Penetapan Presiden No.200/1960”.46 Dalam waktu tigapuluh hari sesudah Penetapan Presiden No.200/1960 itu, pimpinan Partai Masyumi harus
Prof. DR.Yusril Ihza Mahendra; “Politik dan Perubahan Tafsir Atas Konstitusi”, disarikan dari Pidato Pengukuhan Guru Besar Madya Tata Negara pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Balai Sidang Universitas Indonbesia, Salemba Jakarta, Sabtu, 25 April 1996. (lihat Media Dakwah, No.287, Muharram 1419 H-Mei 1998, hal 51). 108 H. Mas’oed Abidin
46

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

menyatakan partainya bubar. Kalau tidak, Masyumi akan dinyatakan sebagai “partai terlarang”.47 Maka, bubarnya partai Masyumi dirasakan sebagai korban politik orde lama. Bila ditilik dalam pelaksanaan undang-undang secara yuridis formil dan yuridis materil sekarang, Partai Masyumi sama sekali tidak beralasan untuk dibubarkan.48 Dimasa pemerintahan Soeharto, atau era Orde Baru, secara logika politik, seharusnya Partai Masyumi dan PSI yang dengan jelas menjadi lawan Orde Lama, mestinya direhabilitir. Apalagi, kalau melihat prinsip partai Masyumi serta garis kejuangan para pemimpin umat yang memimpin partai Islam terbesar ini. Sejak masa lalu secara tegas sangat menentang Komunis. Pemerintah-an Orde Baru juga hadir seiring dengan partai komunis dibubarkan. Pemerintahan yang disebut sebagai anti komunis.

47

SU.Bayasut, Alam Fikiran, hal.159-160 (lihat juga DR.Deliar Noer; Partai Islam di Pentas Nasional 19451965, Penerbit Pustaka Utama Grafitti, Jakarta, Cetakan I1987, hal.354). Begitu pendapat Persahi. 109

48

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Semestinya rehabilitasi partai Masyumi ini harus sudah ada dimasa pemerintahan Orde Baru. Ironisnya, para pemimpin Masyumi masih tetap di-singkirkan. Berbagai intimidasi selalu diarahkan kepada pemimpin umat Islam. Diantaranya Petisi 50 dijadikan sebagai alat rekayasa pelumpuhan potensi politik umat Islam. Sejak peristiwa itu, sebenarnya didalam tubuh umat dan bangsa sudah tumbuh bibit perlawanan. Sungguhpun diantara umat dan pemimpin masih ada yang sanggup bertahan. Hal itu karena masih tersisanya anti-toxin di dalam urat nadi umat. Anti toxin itu adalah keyakinan hidup, dengan berwawasan Iman dan Islam. Cintakan persatuan dan anti komunisme yang tidak pernah kendor. Memang ada juga sebahagian umat yang

menghadapinya dengan pengendapan secara pasif. Berbentuk ‘uzlah sambil menunggu masa berubah. Karena adanya keyakinan, bahwa per-ubahan itu pasti datang, sebagai suatu sunnatullah. Hanya menunggu waktu ketika. Kondisi ini sebenarnya telah ikut menguatkan diri umat. Tumbuhnya disiplin dari dalam. Tidak hanya sekedar tumbuh paksa dari luar, seperti disiplin itik pulang petang. Berbaris patuh teratur di bawah komando sebilah ranting.
110

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Disiplin paksaan, seperti sudah lama kentara diterapkan sejak masa Demokrasi Terpimpin, tidak bermakna apa-apa terhadap ruh umat. Dalam kemasan demi stabilitas keamanan, berulang juga pada era Orde Baru, selama 32 tahun pemerintahan Soeharto. Bila kita amati kondisi umat pada dua era pemerintahan Orde Baru dan lama, atau orde bala ini, sasaran dan akibat yang dirasakan tetap sama. Yaitu meminggirkan umat Islam sebagai suatu kekuatan politik di Indonesia. Sebenarnya secara kuantita jumlah umat Islam masih sangat dominan. Namun dalam kenyataan diarena politik Indonesia sejak masa Orde lama telah terjadi adu kekuatan. Pertama antara komunis, selanjutnya dengan sekuler dan Islamphobia. PKI yang berhasil melakukan infiltrasi cukup jauh ke dalam tubuh PNI (PNI-kiri) dengan menguasai Front Nasional disatu pihak dan TNI-AD dilain pihak, telah memberikan peluang kepada pihak komunis untuk menjadi pemenang. Sepeninggal pemerintahan Soekarno, perlawanan yang dihadapkan kepada umat Islam tetap berlangsung

H.Mas’oed Abidin

111

DAKWAH KOMPREHENSIF

terencana, dan dirancang secara apik oleh kelompok phobia Islam. Kelompok salibiyah serta kalangan sekuler yang merasa tidak senang kepada peranan pemimpin-pemimpin Islam di Republik ini, ikut berperan mengambil dan memanfaatkan kesempatan. Berbagai semboyan untuk menyudutkan kelompok Islam dengan tuduhan extrem kanan, fundamentalis, hijau royo-royo, secara sistematis ditampilkan. Jargon-jargon tersebut sebenarnya tidak lebih hanya pelampiasan kecemasan yang mendalam terhadap umat Islam. Kecemasan mereka ini juga terlihat kepada sangat ditakuti berperannya ICMI dan Dewan Da’wah. Kadangkala, Dewan Da’wah dan ICMI dianggap sebagai wadah kebangkitan serta pusat kekuatan umat Islam. Kondisi dan penilaian seperti ini, merupakan salah satu bukti paling nyata, adanya kelompok phobia Islam di negeri ini. Era Reformasi telah melahirkan banyak partai-partai. Termasuk partai yang berani menyatakan prinsip berasas Islam. Kehadiran partai-partai itu, malah tetap dilihat sebagai bahaya. Aliran politik Islam tetap dicurigai, dengan membawa
112

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

kecemasan tersendiri. Para politisi nasionalis yang bernafas dengan keterikatan paham liberalisme ala barat dan dalih demokratisasi, mulai menghembuskan nafasnya dalam slogan Islam Yes, Partai Islam No. Bahkan, tatkala pimpinan umat yang ada dalam Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Da’wah menyerukan kepada umat Islam di Indonesia untuk tetap memilih calon-calon legislatif yang se-Aqidah, se-iman atau yang sama beragama Islam, maka seruan tersebut telah dinilai tidak proporsional. Seruan pemimpin umat Islam dianggap sangat meresahkan. Bahkan malah dianggap membahayakan bagi

kelangsungan kehidupan bernasional. Sungguh sangat aneh. Bila dizaman Soekarno sengaja dilahirkan ber-bagai usaha dengan menampilkan kekuatan penye-imbang terhadap kekuatan politik Islam. Kemudian, berkesudahan pada arena adu kekuatan politik di Front Nasional dalam format Nasakom. Kenyataannya, tampilan tersebut baru berhenti setelah terjadi peralihan kekuatan, karena meledaknya peristiwa G-30-S/PKI. Maka, merupakan hal yang wajar saja bila perjuangan memperoleh kekuasaan merupakan fenomena politik yang paling menonjol dalam masyarakat. Karena porsi kekuasaan yang diperoleh setiap kekuatan sosial masyarakat akan H.Mas’oed Abidin
113

DAKWAH KOMPREHENSIF

berujung pada menerjemahkan semua cita-citanya menjadi kenyataan konkrit. Dengan kata lain, setiap kelompok sosial politik, lewat kekuasaan yang diperoleh, selalu berusaha melakukan alokasi otoritatif nilai-nilai yang diyakininya. Demikianlah yang telah terjadi semenjak tahun 19601966-1998 dikala gerak dakwah mulai di kebiri. Diawali dengan menyuntikkan serum NASAKOM, kemudian ASAS TUNGGAL kedalam pembuluh darah umat secara paksa di bawah resep Demokrasi Panca Sila. Demokratisasi dan stabilitas dengan bungkus dan kemasan hak-hak asasi manusia, sangat banyak dijadikan alat penekan. Hal tersebut sangat ber-pengaruh bagi pelemahan peranan politik umat Islam sejak masa Demokrasi Terpimpin. Akibat langsung yang dirasakan adalah, banyaknya pemimpin umat yang senyatanya men-duduki pucuk pimpinan partai Islam ditangkap, ditahan dan dipenjarakan. Diantaranya Bapak Mohamad Natsir dan Boerhanoeddin Harahap yang berada dalam tahanan dari tahun 1961 hingga 1967. Bapak Prawoto Mangkusasmito, Mohammad Roem, M.Yunan Nasution, E.Z. Muttaqin dan KH Isa Anshary, ditahan pula di Madiun pada tahun 1962.

114

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Demikian pula terhadap Ghazali Sjahlan, Jusuf Wibisono, Mr. Kasman Singodimejo di Sukabumi. Dan juga penangkapan, penyiksaan, penahanan terhadap S. Soemarsono, A. Mukti, Djanamar Adjam, KH.M. Syaaf dan lainnya. Kebanyakannya adalah pemimpin bekas partai Masyumi. Pemimpin-pemimpin kecil di daerah-daerah juga ikut merasakan tekanan-tekanan. Dijauhi dan dikucilkan. Suatu dinamika perjalanan sejarah perpolitikan di Indonesia. Banyak partai yang telah membubarkan dirinya karena berseberangan dengan kebijaksanaan pemerintah Soekarno. Dianggap juga berlawanan dengan Pemerintah-an Orde Baru. Diyakini pula, sebagai partai, maka umat Islam yang sangat menentang keras komunisme di Indonesia, namun tetap dianggap tidak sejalan dengan Orde Baru. Padahal, pemerintahan kalau Orde melihat tatkala perjalanan memulai sejarah langkah

Baru,

pembangunan dengan menghapuskan semua paham politik komunis di Indonesia. H.Mas’oed Abidin
115

DAKWAH KOMPREHENSIF

Semestinya, partai-partai politik yang Islam yang konsekwen itu sudah mendapatkan angin politik yang segar. Seharusnya pula dalam perhitungan di atas kertas, Masyumi tentu bisa di rehabilitir kembali. Alasannya sangat rasionil. Dan, semestinya menjadi pertimbangan. Karena, satu-satunya partai politik di Indonesia yang sejak awal berdirinya menentang paham komunisme adalah Masyumi. Dan teman yang paling setia dalam menegakkan azas-azas berbangsa atau bernegara adalah umat Islam. Akan tetapi, yang terjadi lain dari perhitungan. Keluarga besar Bulan Bintang atau yang sedari dulu-nya akrab disebut simpatisan Masyumi telah terlanjur disebut “kontra revolusi”. Bahkan sejak dahulu pula, di zaman Demokrasi Terpimpin atau Orde Lama telah dinamakan bekas “partai yang dilarang”. Pemberian cap gelaran ini berjalan terus hingga berpuluh tahun. Walaupun zaman telah berganti dengan Orde Baru, kekuatan umat Islam tetap didorong kepinggiran arena percaturan politik bangsa. Rehabilitasi Masyumi, sampai hari ini tampaknya tetap sesuatu yang mustahil.

116

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Beberapa pertanyaan seringkali tampil keper-mukaan, apakah rasa nasionalisme pimpinan Masyumi itu, terutama Natsir, di ragukan ? Atau, masihkah di ragukan sikap demokratis-nya Natsir ? Sudah luas dimaklumi pandangan dan pemikiran Natsir tentang “nasionalisme” dan “demokrasi”, kadangkala seiring-sejajar dengan pemi-kiran Barat modern. Bahkan, sering pula ditakuti oleh orang-orang yang datang dari barat. Bapak Mohamad Natsir menilai, nasionalisme dengan pandangan dan anggapan yang wajar. Nasionalisme sebagai fithrah manusia untuk mencintai tanah air yang diyakini sebagai anugerah (rahmat) Allah. Agama Islam mengajarkan agar umatnya menjaga tanah airnya sebagai suatu suruhan Agama Islam. Nasionalisme menurut Natsir, harus mendapatkan nafas keagamaan agar tidak menimbulkan perasaan ta’ashub dan chauvinisme. Karena itu, sejak muda, Natsir terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menerima pandangan dalam perjuangan pembentukan sebuah negara bangsa (nation-state) adalah suatu keharusan. Ia adalah sebuah alat yang perlu untuk

H.Mas’oed Abidin

117

DAKWAH KOMPREHENSIF

merealisasikan konkrit. 49

ajaran-ajaran

Islam

kedalam

situasi

Bapak Mohamad Natsir sendiri memang menganut keyakinan bahwa politik harus ditundukkan kepada etika yang tinggi. Dengan cara itu, keinginan untuk berkuasa sendiri dan “menghabisi” orang-orang tak sepaham dengan menghalalkan segala cara, harus dihindari jauh-jauh. 50

Salah paham terhadap Masyumi dan Dewan Da’wah memang selalu ada. Tujuan Masyumi dalam anggaran dasarnya,

memperjuangkan terlaksananya ajaran dan hukum Islam dalam kehidupan orang seorang, masyarakat, dan negara Republik Indonesia menuju keridhaan Allah.

49

DR.Yusril Ihza Mahendra, “Mohamad Natsir dan Sayyid Abul A’la Maududi, Telaah Tentang Dinamik Islam dan Transfiormasinya ke Dalam Ideologi Sosial dan Politik, (Makalah seminar YISC, 16-17 Juli 1994), lihat: “Pemikiran dan Perjuangan Mohamad Natsir”, Penerbit Pustaka Firdaus, Cet.Pertama, Jakarta Juli 1996, hal.81.

DR.Yusril Ihza Mahendra, ibid. hal. 7. 118 H. Mas’oed
50

Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Disamping itu dalam pandangan politiknya, Masyumi sangat konsekwen menentang komunisme dalam segala bentuk. Dalam pandangan terakhir ini sangat sejalan dengan langkah awal Orde Baru. Dalam perjalanan sejarah masa Orde Baru, pemerintah sangat mengutamakan kepada stabilitas keamanan. Dengan banyak menerapkan dwifungsi ABRI. Kondisi ini sangat dirasakan dalam berbagai sektor lembaga pemerintahan. Dalam era “Orde Baru” peran politik Islam menjadi makin lemah. Umat Islam dan sektor sipil pada umumnya tidak lagi mempunyai peranan dalam proses pengambilan keputusan di Indonesia. Semakin jelas kekuasaan hampir secara penuh dipegang oleh golongan birokrat baik sipil maupun militer, terutama melalui Golkar. Dua partai lainnya hanya berfungsi sejauh tidak menggangu sistem yang telah diciptakan. Beberapa ciri utama Orba terlukiskan dalam berbagai fenomena, Pertama, Peranan militer sudah melimpah di-berbagai bidang, terutama dibidang politik dan birokrasi. Dan

H.Mas’oed Abidin

119

DAKWAH KOMPREHENSIF

jabatan-jabatan, sejak dari bupati sampai gubernur dan sel-sel birokrasi penting telah diisi oleh militer. Kedua, Kekuasaan negara dibidang ekonomi adalah besar, disamping itu, sektor swasta sangat kentara dimonopoli oleh pemilik- pemilik modal kuat dengan elite politik sebagai pelindungnya . Ketiga, Tidak saja Golkar dan Parpol, melainkan juga seluruh organisasi massa, termasuk organisasi- organisasi keagamaan yang harus berazas tunggal. Yaitu asas tunggal Pancasila. Dan, lebih jauh lagi Pancasila itu sakti dan sakral. Mesti dicantumkan dalam setiap asas dan dasar suatu organisasi. Walaupun kenyataannya, sering ditemui yang men-cantumkan asas Pancasila itu, berkelakuan politik yang bertentangan dengan Pancasila sendiri. Seperti dalam contohnya, menjadikan organisasinya sebagai sarang dari kolusi dan korupsi. Akibat langsung dirasakan bahwa pemaksaan

kehendak kepada rakyat kecil, dirasakan telah men-jauhkan masyarakat dari pemerintahnya. Pada situasi seperti ini, Pancasila hanya seakan sebagai mantel. Tidak lagi dijadikan falsafah hidup yang semestinya direalisasikan dalam kehidupan berbangsa. Sangatlah ironis, bahwa organisasi
120

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

agama juga tidak diper-bolehkan berazaskan agamanya. Ini telah menun-jukkan bahwa para penentu proses sosial secara sadar atau tidak telah bertekad memasuki full-grown sekularisme. 51 Keempat, dalam bidang agama di tingkat massa rakyat dan jabatan-jabatan strategis di berbagai Departemen dan Pemerintah Daerah terasa dominasi golongan minoritas tertentu yang mengganggu rasa keadilan masyarakat luas. Kelima, adanya usaha de-Islamisasi.52

51

Full-grown sekularism, menguat dengan UU No. 3 dan No. 8 tahun 1985 yang oleh sementara pihak telah dijadikan sebagai landasan hukum bagi pengembangan sekularisme penuh. Lebih jauh mulai terlihat kecenderungan totalitarianisme terselubung. Penguasa tidak saja mengontrol, mengarahkan dan "membina" salah satu dimensi kehidupan rakyat Indonesia, yaitu kehidupan politiknya, akan tetapi mengawasi, mengarahkan, dan membina hampir seluruh dimensi kehidupan, lewat UU nomor 3 dan nomor 8 di atas.

Kekuatan-kekuatan Islamofobia untuk melumpuhkan Islam pada dasarnya menggunakan beberapa cara, antara lain : intensifikasi pelaksanaan pola pengucilan golongan umat yang berfikir mandiri (independen), mendorong kecenderungan dalam masyarakat kearah nativisme yang serba akomodatif dan memukul kekuatan ekonomi umat atau setidak-tidaknya mendorong proses gulung tikarnya kekuatan golongan ekonomi umat/lemah.  121 H.Mas’oed Abidin
52

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pada era reformasi, yang di ubah barulah kulit pembungkus. Esensi kekuasaan masih akan bertahan pada

kelompok yang mengandalkan kekuatan besar, mungkin masih menjauh dari kebenaran dan keadilan. Kekuatan Islam masih sangat dicemaskan. Status quo kekuasaan baru masih tetap menjadi bahaya latent terhadap umat Islam. Pada akhirnya, pendekatan-pendekatan security terasa sangat menonjol, sehingga rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat menjadi terhambat.

AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR

122

H. Mas’oed Abidin

D

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

ewan Dakwah mengutamakan amar makruf nahi munkar berbentuk reaksi, sosial kontrol sering pula dengan

kepeloporan. Ditujukan terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama, disikapi secara reaktif bil-hikmah. Artinya, Dewan Da’wah selalu mendukung pemikiran-pemikiran baru jika bermanfaat dan tidak membingungkan umat, apalagi sampai menggoyang Aqidah. Maka wajar saja, jika disamping kegiatan sosial, Dewan Da’wah juga mengikuti perkembangan politik, terutama yang berkaitan dengan agama.53 Para pemimpin yang menggerakkan Dewan Da’wah sangat arif dalam membaca arus yang tengah berkembang. Baik arus politik maupun sosial budaya. Persepsi dan image buruk terhadap partai politik yang terbentuk pada zaman Orde Lama sebagai penyebab instabilitas semakin kental di zaman Orde Baru.

53

Catatan

Dr. Anwar Haryono, SH, “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Cetakan Pertama, Jakarta Rabi’ul Akhir 1416 H/Agustus 1995, Hal. 196-197. 123 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Persepsi tersebut telah dijadikan senjata pro-paganda sistematis untuk meminggirkan peran partai dalam percaturan politik nasional. Sebagai gantinya penguasa dan meliter men-jadikan Golkar sebagai mesin politik baru, yang se-panjang sejarah Orde Baru tidak mau menyebut dirinya partai. Upaya peminggiran partai ini diawali ketika Pemerintah mengajukan 3 Rancangan Undang-undang politik yaitu RUU tentang partai politik, RUU sistem Pemilu dan RUU politik dalam legislatif. Menyadari besarnya ancaman ketiga RUU itu terhadap eksistensi partai, anggota DPR waktu itu berusaha menggagalkan usaha pemerintah ini. Namun tanpa sepengetahuan mereka, pada bulan Juli 1967, Soeharto melakukan negosiasi politik dengan para pimpinan partai yang hasilnya dikemudian hari dikenal dengan "konsesus nasional". Pertama, pemilihan akan dilaksanakan dengan sistem list (daftar) sebagaimana yang dikehendaki pimpinan partai. Kedua, keanggotaan DPR diperbesar dari 347 orang menjadi 460 orang.

124

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Ketiga, pemerintah berhak mengangkat 100 orang anggota DPR (75 mewakili kepentingan militer dan 25 mewakili kepentingan sipil non partai). Dan mengangkat sepertiga anggota MPR. Keempat, anggota ABRI melepaskan hak pilih mereka dalam pemilihan umum. Konsesus yang mengubah peta politik parle-menter Indonesia ini meski jelas merugikan partai. Sungguhpun begitu, tetap diterima oleh sebahagian para pimpinan partai karena mereka optimis akan memenangkan pemilihan umum. Konsesus ini telah menimbulkan kemarahan banyak para politisi partai di DPR. Akibatnya, selama tahun 19671968 Soeharto mengeluarkan mereka dari legislatif dan menggantikannya dengan orang-orang-nya. Masih dalam rangka melumpuhkan partai, keluarlah Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 12 tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 1970 yang intinya melarang pegawai negeri menjadi anggota partai politik. Dan menetapkan pegawai-pegawai negeri harus memiliki monoloyalitas (kesetiaan tunggal) kepada pemerintah. Dalam hal ini memilih Golkar.

H.Mas’oed Abidin

125

DAKWAH KOMPREHENSIF

Mereka yang bersikeras menjadi anggota Partai Politik, apalagi menjadi pengurusnya, harus rela keluar sebagai pegawai negeri.54 Arus mencemaskan dibidang budaya berupa derasnya kebangkitan nativisme yakni kepercayaan dan anutan-anutan yang dianggap dari nenek moyang yang dilestarikan secara turun-temurun. Kebangkitan kepercayaan dan pelestarian anutan nenek-moyang ini, yang bila dilihat bertolak belakang dengan ketentuan ayat-1 dari pasal 29 UUD 1945, yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ternyata mempunyai korelasi dengan proses sekularisasi atau spatialisasi pada kehidupan kemasyarakatan.55 Proses modernisasi dibarengi dengan industria-lisasi, urbanisasi, sekularisasi, secara besar-besaran membawa perubahan
54

sangat

berarti

dalam

semua

dampak

Musyawarah Besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia tanggal 12 - 14 Juni 1998.

Sebenarnya spiritualisme pada gerakan nativisme bertentangan dengan materialisme masyarakat industri yang sekular. Akan tetapi pada kenyataannya terdapat hubung-an kepentingan yang erat antara sekularisme dan nativisme. Hal ini dapat terjadi karena gerakan nativisme menawarkan suatu spiritualisme yang sesuai dengan konsepsi spatialisme agama dari cita-cita sekular. 126 H. Mas’oed Abidin
55

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sosio-politiknya.

Telah

menyebabkan

makin

cairnya

pandangan ideologis umat dan bangsa. Masyarakat industri, memang memiliki kecenderungan untuk mengalami sekularisasi. Suatu upaya, yang memisahkan sektor-sektor sosial-budaya dari dominasi agama. Sekularisasi yang berpangkal dari faham sekularisme materialisme berkembang lebih cepat pada masyarakat indusri. Sekularisme cenderung untuk meniadakan peranan agama. Sekalipun kemungkinan bahwa agama sekedar mempunyai tempat dan kotak, berupa Spatialisai agama, hanya memerani bidang "Rohaniah". Namun katanya sangat impoten sangat berperan dalam bidang kemasyarakatan yang lain. Suatu kekhawatiran terbesar umat Islam dan bangsa Indonesia masa kini dan mendatang, adalah timbulnya masyarakat yang dikotakkan kedalam kelas-kelas, berdasar kepentingan dan penguasaan ekonomi yang berbeda. Dan, mungkin sekali saling bertentangan. Kecenderungan kearah pengkelasan dalam masyarakat terlihat semakin meningkat pada tiga dasawarsa terakhir. Berakibat kepada beban dakwah umat Islam menjadi semakin berat. Dakwah Islam tidak semata harus menghadapi pemudaran dan pendangkalan nilai-nilai agama. Tetapi, H.Mas’oed Abidin
127

DAKWAH KOMPREHENSIF

dipaksa mesti juga berhadapan dengan fragmentasi sosial ke dalam kelas-kelas ekonomi, pemilikan, dan materi. Kebijakan perjuangan Islam menjadi bersifat ganda. Di satu pihak, umat Islam mempunyai tugas nasional. Mencegah pengkelasan masyarakat yang diakibatkan oleh sistem politik yang pragmatis. Menerapkan secara aktual ekonomi berbasis kerakyatan. Di lain sekularisasi. pihak, umat Islam ingin mencegah

Tugas ganda ini bertumpu pada keyakinan bahwa Islam sebagai agama dan pandangan hidup, harus mencegah pengkelasan masyarakat. Pengkelasan masyarakat secara pasti mengarah dan berdampak kepada sekularisasi kehidupan. Arus dari aliran spiritualisme-nativisme sampai batas tertentu mempunyai raison d'etre. Berhubung masyarakat industri selalu mempunyai ke cenderungan alienasi, yang diduganya dapat di tolong oleh spiritualisme yang merupakan terapi psikologis. Spritualisme dianggap sampah masyarakat perasaan tidak aman warga masyarakat Industrial. Lahir pula masyarakat dengan ilmu yang banyak diatas alas keimanan yang tipis. Too much science, too little faith. Usaha yang perlu dijalankan untuk mengatasi gejala sekularisme dan nativisme dapat bersifat teoritik dan empirik.
128

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Menghadapi sekularisme, secara teoritik Islam sudah mempunyai khasanah pustaka yang cukup luas. Tinggal memasyarakatkannya, dan meng-aktualisasikannya. Dengan demikian garis besar upaya mencegah sekularisme ialah pengintregasian ilmu-ilmu secara teoritk dalam sistem keagamaan. Secara empirik, penanggulangan sekularisme adalah pengintregasian sistem budaya dalam sistem sosial dengan ajaran agama. Tugas dakwah dalam menghadapi sekularisme menjadi sangat penting. Nativisme, dapat dihadapi dengan ketinggian spiritualisme Islam. Maka, secara teoritik sebenarnya, ajaran Islam dengan mudah dapat mengatasinya. Dalam menghadapi sekularisme dan nativisme, persoalan yang tersulit adalah masalah kelem bagaan. Senyatanya umat Islam cukup memiliki berbagai sumber daya, lembaga dan sumber ideologis bila mau berpedoman dari Risalah agama. Masalahnya kini adalah usaha berketerusan memanfaatkan dan mengarahkan dakwah di bidang sosial-budaya. Guna menahan arus sekularisme.56
56

Salah satu usaha adalah melalui pemanfaatan organisasi profesi yang sekarang ada. Forum-forum formal dan informal dapat digunakan bermujadalah (berdialog) secara intelektual. Media massa dapat menjelaskan secara teoritik permasalahan sosial-budaya dari sudut pandang integral Islami.

Sementara itu lembaga-lembaga yang ada, harus berupaya menautkan agama dengan berbagai sektor kehidupan, sehingga orang Islam yang tidak mempunyai 129 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pada dasarnya nativisme timbul dari kepercaya-an terhadap "warisan nenek moyang". Ditopang kesederhanaan berfikir. Sama sekali bukan dikarena-kan sifat-sifat tercela yang membuat mereka terjauh dari cahaya ilahi (Aqidah tauhid). Tidak semua warisan nenek moyang mesti ditinggalkan, ada yang masih bisa dipakai selama tidak bertentangan dengan aqidah Islamiyah. Warisan nenek moyang yang sesuai dengan Islam dapat dilestarikan. Bahkan dapat dikembang-kan secara baik-baik, mengharapkan kembali ruhul Islam.57 Persoalan sekularisme dan nativisme menjadi makin kompleks, karena adanya jalinan kerjasama antara dua kekuatan sosial-budaya. Kerjasama ini terjadi karena mereka mempunyai kepentingan yang sama. Keuntungan politik yang diperoleh nativisme selama ini, mempunyai latar belakang sosial dan sejarah. 58

akses ke dalam kelompok perjuangan secara strategis menawarkan alternatif-alternatif dalam menghadapi permasalahan modern.
57

Contoh yang lebih nyata adalah penjalinan “adat bersendi syara’, dan syara’ bersendi kitabullah” di masyarakat Minangkabau.

Dakwah Islam di Nusantara masuk melalui pendekatan budaya, dimana kepercayaan kepada warisan nenek moyang telah lebih dahulu dianut, dan kemudian para du’at memanfaatkan perombakan melalui pemahaman aqidah tauhid yang benar. Gerakan-gerakan kebudayaan yang menuju ke arah ini patut dikembangkan, sekalipun tidak mempunyai hubungan langsung dengan dakwah. 130 H. Mas’oed Abidin
58

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Nativisme kebanyakan didukung oleh kebanyakan keturunan para priyayi (aristokrat), yang kemudian menjadi birokrat. Secara historis pernah dalam masa yang panjang telah mempunyai jarak dengan budaya Islam.59 Melalui dakwah yang intensif akan terpintal tali jarak sosial antara priyayi dan santri yang semakin dekat. Kondisi ini dapat diharapkan membawa per-kembangan sejarah sendiri. Pada ujungnya akan cenderung untuk menyusutkan dukungan priyayi birokrat kepada nativisme. Proses yang natural ini, akan terjadi sesudah masa generasi yang sekarang berada dalam birokrasi itu, berakhir. Proses sejarah ini bisa dipercepat, dengan dakwah yang lebih intensif. Karena itu perlu di tumbuhkan potensi umat.
59

Untuk menghadapi nativisme sumber daya kelembagaan, melalui sumber kecendekiawanan Islamnya harus berupaya mendekatkan para penganut nativisme pada lembaga kajian dan dakwah itu. Pertemuan personal akan lebih bermanfaat dalam menghadapi para penganut nativisme, sebab kebanyakan mereka hidup dalam lingkungan tertutup dan jauh dari sumber bacaan. Mereka lebih percaya pada hubungan personal daripada hubungan impersonal atau bacaan.

Perlu diusahakan menghadapkan para penganut tarekat dan ahli-ahli tasawuf dengan penganut spiritualisme nativisme, melalui saluran semacam sarasehan atau pertemuan tatap muka.  131 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Unsur-unsur yang ingin memojokkan umat Islam kini sedang bekerja keras. Kekuatan-kekuatan asingpun telah bermain. Kita harus memperhatikan berbagai kegiatan yang ingin memojokkan umat Islam dengan cermat dan teliti. Sehingga, maksud mereka yang sebenarnya jangan sempat terbuka lebar. Jangan sampai terulang peristiwa masa lalu yang menyakitkan. Mereka yang "bermain," kita sama kita sesama antara umat Islam dengan penguasa menjadi jauh. Dan akhirnya bukan saja kehidupan berbangsa terganggu, bahkan integrasi bangsa pun terancam. Tanda-tanda disintegrasi bangsa sudah mulai ada yang melihatnya.

MEMULAI Dari Apa Yang Bisa

T
132

okoh-tokoh Masyumi sudah dibebaskan dari penjara. Tetapi, tetap diawasi ketat.

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Media massa diminta supaya tidak menyiarkan pendapat tokoh-tokoh Masyumi. Pendapat tokoh Bulan Bintang seakan racun berbahaya. Bagaimana menerobos blokade ini.? Memanfaatkan forum-forum khutbah, kuliah subuh, ceramah umum, serta selalu mengantisipasi perkembangan aktual di dalam mau-pun di luar negeri. Dari itulah awal kerja Dewan Da’wah. Beberapa pemikiran disiarkan melalui Brosur Dakwah yang diterbitkan oleh Sekretariat Dewan Da’wah. 60 Dengan cara kerja seperti itu, tidak mengheran-kan kalau kadang-kadang informasi Dewan Da’wah ke daerah, lebih cepat ketimbang informasi pemerintah pusat. Orang banyak bertanya-tanya, dari mana Dewan Da’wah punya dana. Kalau boleh terus terang, kita tidak punya dana. Tetapi, itulah.
60

CATATAN

Juru bicara kita waktu itu, selain Bapak Mohamad Natsir sendiri, ialah Pak H.M. Rasjidi, Pak Abdullah Salim, Pak Muchtar Lintang, Pak Sjafruddin Prawiranegara, Buya KH. Malik Ahmad, KH. Taufiqurrahman, dan lain-lain. 133 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Kalau kita mulai mengerjakan sesuatu, ada saja orang yang membantu. Untuk memutar stensil kita numpang. Kemudian Persatuan Dagang Tanah Abang (Perpeta) menyumbang sebuah mesin stensil. Haji Syamsuddin seorang dermawan, sebagai

contohnya, ikut mewakafkan sebuah mesin tik dan tape recorder. Ada yang menyumbang kertas. Menyumbang stensil, menyumbang tinta untuk mengoreksi, dan lain-lain. Bahkan sampai kepada menyumbang mem-bangun Rumah Sakit, Islamic Center, asrama pelajar, sebagai alat perlengkapan dakwah. Kegiatan besar diawali dari apa yang ada. Banyak modal terkumpul, semuanya betul- betul dari umat. Bapak Mohamad Natsir selalu mengatakan,

“Tiap- tiap kita adalah da’i pengemban tugas dakwah. Tukang becak yang muslim, mempunyai tugas dakwah. Ialah menjemput dan mengantar pulang ustadz dalam suatu pelaksanaan dakwah. Saudara merbot masjid mungkin buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis.”

134

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Tetapi, tugas membersihkan masjid, mengurus air masjid, menjaga keamanan sandal, adalah termasuk pelaksanaan dakwah. Merbotlah yang mengurus semua itu. Dengan tugas itu, merbot menjadi da’i. Yang jadi pejabat atau pegawai, dia adalah da’i. Karena dengan kedudukannya, pelaksanaan dakwah dapat berjalan lancar. Yang kaya, yang mendapat kekayaan dari Allah swt, mungkin tidak bisa naik mimbar, tetapi dengan infaknya dia menjadi da’i ” 61. Si kaya telah memberikan uangnya. Si pemuda pelajar memberi tenaganya. Semuanya telah menjadi da’i. Rakyat miskin dengan harapan dan doanya.
61

MPRS akan bersidang. Kepada para anggota MPRS itu hendak disampaikan pengertian bahwa demokrasi itu hanya bisa hidup kalau dijalankan di bawah hukum. Bapak Mohamad Natsir berpidato tentang "Demokrasi di Bawah Hukum". Naskah pidato tersebut kepada para anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Bagaimana cara membagikannya? Anak-anak Pelajar Islam Indonesia (PII). Biar kami yang mengantarkan ke penginapan para anggota MPRS, antara lain dengan mobil salah seorang Wakil Ketua MPRS, Subchan Z.E.

Pidato Bapak Mohamad Natsir tersebut perlu rasanya disampaikan sebagai sumbangan pikiran dari Dewan Da’wah. Kepada seorang pengusaha ditawarkan. "Tolonglah Saudara menjadi dai. Dai untuk masalah politik yang tinggi". "Tolonglah cetak ini, 2000 eksemplar. Kepada para anggota MPRS. "Kalau begitu, saya biayai, selesai dicetak, berdatanglah para pemuda siap mengantarkan ke alamat-alamat di tempat mereka menginap. Maka sampailah brosur kita ke tangan para anggota MPRS. 135 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Diwaktu itu, orang masih takut terlibat politik. Dewan Da’wah memperingatkan, terutama kepada para dai, “Kalau memang Saudara-saudara merasa tidak perlu ikut berpolitik, biar tidak usah berpolitik. Tetapi saudara-saudara jangan buta politik. Kalau saudara-saudara buta politik, Saudara-saudara akan dimakan oleh politik “.62 Yang sulit kita kerjakan besok. Yang mustahil kita kerjakan kemudian. Jadi, Bapak Mohamad Natsir tidak pernah mengenal putus asa dalam melaksana-kan program. Bapak Mohamad Natsir tak pernah memulainya degan berpikir tentang dana. Beliau memulainya dengan membuat rencana. Mulai dulu, dari yang kecil.

"Inilah juga di antara yang disampaikan oleh Dewan Da’wah. Dewan Da’wah selalu ikut memberikan sumbangan pemikiran. Rancangan Undang-undang (RUU) Perkawinan, Pendidikan Moral Pancasila (PMP), RUU Sistem Pendidikan Nasional, RUU Peradilan Agama. Dengan cara 24 jam, kita mengembangkan Dewan Da’wah. Otak Dewan Da’wah ini Bapak Mohamad Natsir, Buchari Tamam kepala dapurnya dan para pemuda sebaga tenaga lapangan. Dewan Da’wah juga melakukan pengaderan. Pembinaannya diserahkan kepada Ikatan Masjid Indonesia (IKMI). Kita sangat terkesan cara kerja Bapak Mohamad Natsir. "Yang mudah kita kerjakan sekarang. 136 H. Mas’oed Abidin
62

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Kalau sudah dimulai, nanti akan bertemu dengan berbagai masalah. Rantai itulah yang membuat gerak dakwah menjadi terjalin, terpadu dan bergerak sustainable. Yang mula-mula dikerjakan Dewan Da’wah hanyalah memperbanyak khutbah. Dengan itu Bapak Mohamad Natsir memulai kontak dengan teman-teman di segala penjuru. Dana kegiatan ada dikantong pendukung. Mereka akan ikhlas mengeluarkan kebulatan tekad, untuk melaksanakan rencana. Menyatukan nalar Visi, menularkan informasi,

akhirnya memerlukan program umatisasi saja. Kalau telah bulat tekad, berserah dirilah kepada Allah !. Masalah-masalah nasional yang semula kurang

mendapat perhatian, kita angkat ke permukaan dengan cara positif. Dewan Da’wah datang dengan model alternatif seragam, yang Islami.63

63

Uraian Mohamad Natsir tentang Q.S. Al-Ankabut: 69, lihat antara lain Serial Media Dakwah No. 190 Ramadhan 1410/April 1990, halaman 36-37. 137 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dewan Da’wah bukan organisasi politik. Tetapi, dari segi dakwah kita tidak dapat berpangku tangan. Inilah politik dakwah. Selepas dari tahanan rezim Orde Lama, Bapak Mohamad Natsir mengunjungi berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dan sambutan yang diterima Bapak Mohamad Natsir, selalu meriah. Kenyataan-kenyataan lenyapkan isu bahwa tersebut segera saja metelah

Bapak

Mohamad

Natsir

kehilangan tempat di hati umat akibat peristiwa PRRI. Yang terjadi justru kebalikannya. Dewan Da’wah, sekali lagi, bukan organisasi kemasyarakatan, juga bukan partai politik. Akan tetapi, Dewan Da’wah tidak hendak membiarkan dirinya sendiri dan keluarga besarnya buta politik. Karena politik pada hakikatnya adalah seni mengatur masyarakat. Dewan Da’wah yang dikukuhkan keberadaan-nya melalui akte Notaris Syahrim Abdul Manan No. 4 tertanggal

138

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

9 Mei 1967, melandaskan kebijaksanaan-nya kepada empat hal :  Yayasan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia

berdasarkan taqwa dan keridhaan Allah.  Dalam mencapai maksud dan tujuan, Dewan Da’wah mengadakan kerja sama yang erat dengan badan-badan dakwah yang telah ada diseluruh Indonesia.  Dalam hal yang bersifat kontroversil (saling betentangan) dan dalam badan usaha melicinkan jalan dakwah, Dewan Da’wah bersikap menghindari dan atau menghindari pertikaian paham antara pendukung dakwah, istemewa dalam melaksanakan tugas dakwah.  Dimana perlu dan dalam keadaan mengizinkan, Dewan Da’wah dapat mengisi kekosongan, antara lain menciptakan suatu usaha berbentuk atau bersifat dakwah, usaha mana belum pernah diadakan, seperti mengadakan pilot projek dalam bidang dakwah Musyawarah alim ulama juga merumuskan program kerja sebagai penjabaran dari landasan kebijaksanaan diatas. Program kerja tiga pasal itu sebagai berikut

H.Mas’oed Abidin

139

DAKWAH KOMPREHENSIF

Mengadakan mengadakan mubalighin. Mengadakan

pelatihan-pelatihan bagi muballghin (penelitian)

atau dan atau

membantu calon-calon membantu

pelatihan

reseach

mengadakan penelitian, yang hasilnya dapat segera dimanfaatkan bagi perlengkapan usaha para mubaligh pada umumnya. Menyebarkan aneka macam penerbitan, antara lain bukubuku, brosur, dan atau siaran lain baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya, guna meningkatkan mutu dan hasil dakwah. Usaha ini diharapkan bisa mengisi kekosongan-kekosongan dibidang lektur, yang khususnya dalam masyarakat. Musyawarah juga menyetujui kepengurusan Dewan Da’wah yang untuk pertama kalinya terdiri dari : Ketua : Mohamad Natsir

Wakil ketua : Dr.H M. Rasjidi Sekretaris Sekretaris II Bendahara : KH. Buchari Taman : H. Nawawai Duski : KH. Hasan Basri

140

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Anggota-Anggota: KH Taufiqurrahman Moctar Lintang KH Zainal Abidin Ahmad Prawoto Mangkusasmito H. Mansur Daud Dt. Palimo Kayo Prof. Osman Raliby Abdul Hamid

Mengawali dasawarsa delapan puluh (1980) beberapa isue politik berkaitan dengan peranan militer dibidang politik memulai memanas. Tidak hanya issue, tetapi sudah aktual ! Dewan Da’wah perlu menyikapi dan menempat-kan mendapat perhatian dalam perkembangannya. Issue tersebut juga disimak oleh kepengurusan Dewan Da’wah ketika itu. Diantaranya yang tengah terjadi adalah : H.Mas’oed Abidin
141

DAKWAH KOMPREHENSIF

 Regenerasi dalam tubuh ABRI.  Dinamika pemikiran di kalangan militer tentang peranan sosial-politik militer, baik secara institusional maupun secara individual.  Program modernisasi ABRI, baik dibidang personil, persenjataan, maupun organisasi.  Dimensi populis ABRI, seperti Babinsa, AMD, dan aspek-aspek pendukung sistem hankamrata. Di banyak daerah keberadaan tentara ikut

memperlambat gerakan dakwah, Apalagi ketika berhadapan dengan kristenisasi dengan mengetengahkan issue SARA. Padahal SARA tidak jelas produk hukumnya, dan semata-mata produk stabilitas kamtibmas saja. Pemerintah Orde Baru awalnya mempunyai dua tujuan sentral yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Yaitu “pembangunan ekonomi” dan “stabilitas politik”. Tujuan ganda ini merupakan tujuan antara. Untuk memantapkan kepercayaan rakyat terhadap aktivitas sosial
142

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

militer di dalam penyelenggaraan ber-negara. Suatu legitimasi peran sosial politik militer. Aspek pencapaian dan pemeliharaan stabilitas politik, dilaksanakan dengan realisasi pengendalian aktivitas politik secara ketat, dan tersentralisasi. Melakukan kristalisasi dalam tubuh militer dan kelompok sipil. Serta, menggunakan segala aparatur pemerintah secara maksimal. Hal yang terakhir ini sebenarnya merupakan lembaga yang digunakan untuk memantapkan stabilitas politik. Dan sekaligus menjadi lembaga pokok untuk

mempercepat proses dalam pelaksanaan program- program pembangunan. Beberapa indikasi dari perwujudan strategi

pemerintah Orde Baru misalnya terlihat pada; Peningkatan terus-menerus pertumbuhan ekonomi sebagai manifestasi program integral dibidang ekonomi. Mitosisasi pembangunan, Peraturan yang longgar untuk pengadaan dana pembangunan dan kapital untuk kegiatan ekonomi, terutama investasi asing, H.Mas’oed Abidin
143

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pemantapan mekanisme kerja dan pe-ningkatan status birokrasi secara khusus dalam masyarakat, Penataan lembaga-lembaga pemerintahan serta lembaga-lembaga sosial politik secara tegar, Mobilisasi segala kekuatan dalam masyarakat untuk melakukan partisipasi perlaksanan program pembangunan. Namun, kadang-kadang tidak disertai dengan kontrak yang ketat. Pada gilirannya berkembang menjadi sarana memudahkan kolusi dan kepentingan kelompok dan kroni. Nepotisme menduduki posisi pengatur. Suatu segi negatif dari pertumbuhan tanpa prinsip keadilan dan lebih disebabkan melemahnya peran agama. Barang siapa tidak dalam posisi mengatur, maka dengan sendirinya ia berada dalam posisi diatur. Yang mengatur adalah pemerintah dan lembaga-lembaga kenegaraan yang tersebut dalam Undang-undang Dasar. Sedang yang lainnya, termasuk Dewan Da’wah, berada dalam posisi diatur. Dewan Da’wah, sesuai dengan posisinya sebagai pihak yang diatur, dengan sadar telah menjalankan

144

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

peranannya secara terbuka dan bertanggungjawab, secara kritis dan konstruktif. Peranannya itu dilakukan dengan jalan menyampaikan pandangan Dewan Da’wah secara lisan maupun tulisan kepada berbagai pihak yang terkait. Banyak sumbangan pikiran Dewan Da’wah yang disalurkan baik melalui organisasi-organisasi kemasyarakatan maupun melalui instansi-instansi pemerintah. Lambat laun dapat dipahami. Bahkan, sebahagiannya dapat diterima, walau-pun belum terlihat dijalankan. Ilustrasi-ilustrasi ini sekedar menggambarkan bidang yang langsung me-nyangkut Aqidah umat. Dewan pertimbangan. Memang masih ada hal-hal yang tidak langsung menyangkut Aqidah umat, tetapi secara tidak langsung dapat mempengaruhi ketenangan hati umat sebagai warga negara. Selalu disampaikan sebagai sosial control atau nahi munkar. Dakwah dari pimpinan Dewan Da’wah adalah dakwah dari pendiri negeri dan Republik ini. H.Mas’oed Abidin
145

Da’wah

secara

kontinu

memberikan

DAKWAH KOMPREHENSIF

Karena itu, di dalam gagasan dakwah tidak ada benci dan dendam, yang mengemuka adalah sayang sesama. Selama ini, banyak hal yang terasakan, "ya", tetapi terkatakan, "tidak".



Pada tahun 1983, karena banyak anggota pengurus yayasan yang wafat, dilakukan penyegaran kepengurusan sehingga komposisinya menjadi sebagai berikut : Ketua Wakil ketua I Wakil ketua II Wakil ketua III Sekretaris : Mohamad Natsir : Dr. KH M. Rasjidi : H M. Yunan Nasution : Dr. Anwar Harjono, SH : H Buchari Taman

146

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Wakil Sekretaris Bendahara Anggota

: H Nawawai Duski : KH Hasan Basri

Boerhanuddin Harahap, S.H KH A. Malik Ahmad Drs. Oesman Raliby Ir. Ahmad Mas'oed Luthfi



Pada tahun 1989 dilakukan penyegaran kepengurusan, menjadi sebagai berikut : Ketua Wakil ketua I H.Mas’oed Abidin : Mohamad Natsir : Frof. Dr. H M. Rasjidi
147

DAKWAH KOMPREHENSIF

Wakil ketua II Wakil ketua III Sekretaris Wakil Sekretaris Bendahara

: KH M. Yunan Nasution : Dr. Anwar Harjono, SKH : KH Buchari Taman : Hasunuddin Abu Bakar : KH Hasan Basri

Anggota KH. Abdul Malik Ahmad Prof. Osman Raliby Ir. Ahmad Mas'oed Luthfi KH.M. Sholeh Iskandar Mohammad Solaiman Drs. Saifullah Mahyuddin, MA. Ir. Soleh Widodo, M.Ed H. Hussein Umar
148

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Abdul Wahid Alwy, M.A

Melalui susunan kepengurusan ini, Dewan Da’wah ikut aktif berperan dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan yang tengah dihadapi oleh umat Islam di Indonesia. Disamping itu selalu pula ikut berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang menyangkut penanaman kepedulian, solidaritas dan ukhuwah sesama umat Islam Internasional. Sebagai suatu organisasi dakwah, Dewan Da’wah pun sangat menyadari akan keterbatasan- keterbatasannya. Maka itu, kepada keluarga Dewan Da’wah yang tersebar di seluruh tanah air, Dewan Da’wah hanya dapat menyampaikan imbauan supaya mereka selalu menjadi warga negara yang baik. Beberapa kebijakan Dewan Da’wah menghadapi masalah-masalah ekstern yang menyangkut segi aqidah dan muamalah dalam arti luas, selalu menjadi program utama dari kepengurusan Dewan Da’wah mulai dari Pusat hingga kedaerah-daerah.

H.Mas’oed Abidin

149

DAKWAH KOMPREHENSIF

Apalagi kalau masalah tersebut menyangkut kepada bahaya yang berdampak terhadap pemurtad-an, pendangkalan aqidah, penyebaran paham agama yang menjauhkan umat dari ajaran Islam. Tanpa keraguan sedikitpun, seluruh pengurus Dewan Da’wah pada seluruh tingkat akan selalu teguh menjaga umat. Dan selalu gigih mempertahan- kan aqidah umat ini. Sekecil apapun bentuk intervensi aqidah dari pihak lain, baik datangnya dari kalangan salibiyah dan palangis yang ditujukan terhadap umat Islam, tidak akan pernah ditolerir oleh Dewan Da’wah. Terhadap soal-soal yang kontroversial semacam Perang Teluk 1991, Dewan Da’wah menghindarkan diri untuk masuk ke dalam masalah perangnya itu. Dewan Da’wah, sambil menyerukan agar masalah Irak dengan Kuwait diselesaikan secara damai, lebih memfokuskan perhatiannya kepada akibat-akibat perang. Karena itu, melalui Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) sebagai keluarga Dewan Da’wah, dilakukan kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberi bantuan kemanusiaan terhadap korban perang tersebut.
150

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Alhamdulillah, kepeloporan Dewan Da’wah itu diikuti oleh lembaga-lembaga masyarakat yang lain. Segi pembinaan intern umat, Dewan Da’wah telah membuktikan amal nyata atau dakwah bi-lisanil-hal. Antara lain, dengan pendirian tempat- tempat ibadah, masjid dan mushalla, baik di tempat- tempat umum, desa-desa terpencil, dan kampus-kampus perguruan tinggi negeri maupun swasta. Begitu terasing, juga, di pemukiman-pemukiman lembaga lain warga peyang

transmigrasi, kompleks rumah-rumah sakit, di daerah suku dalam kompleks-kompleks di masyarakatan, maupun tempat-tempat

memerlukan diseluruh pelosok tanah air. Dewan Da’wah juga membantu pengadaan

rumah-rumah sakit Islam, dan Islamic Centre. Selain itu, memperhatikan pula lokal-lokal belajar di pondok- pondok pesantren, asrama-asrama dan rumah yatim, dan lain-lain yang tersebar di berbagai daerah diseluruh tanah air. Disamping yang paling utama adalah menyantuni anak yatim dan para dhu’afak, antara lain dengan mencarikan kafil untuk aytam. Untuk meningkatkan kualitas da’i secara berkala Dewan Da’wah melakukan pendidikan dan
151

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

pelatihan-pelatihan. Keterampilan du’at, dilengkapi dengan pengetahuan praktis melalui daurah-daurah, kepengurusan Dewan Da’wah.. Dalam melakukan amal nyata tersebut, Dewan Da’wah tidak bekerja sendiri. Dewan Da’wah, dalam mewujudkan amal-amal nyata dalam setiap program dakwah senantiasa mengupayakan diri bertindak sebagai generator atau motivator yang membangkitkan kesadaran umat dan masyarakat setempat. Supaya dapat berbuat lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungannya. Hal tersebut bisa terwujud karena susunan pengurus yang terdiri dari pemimpin-pemimpin yang dipercaya, amanah serta gigih dalam bekerja. Modal besar yang dimiliki oleh Dewan Da’wah adalah karena memiliki keikhlasan yang tinggi dalam berjihad fii sabilillah. Berswadaya dan mandiri inilah yang ditanam-kan kepada segenap keluarga besar Dewan Da’wah, sehingga dalam masyarakat timbul otoaktivitas yang kreatif.
152

direncanakan

dan dilaksanakan oleh biro khusus yang ada dalam

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dalam rangka melaksanakan tugas risalahnya, Dewan Da’wah senantiasa mengusahakan terciptanya iklim kerja sama. Sikap ta’awunitas yang serasi dengan meng-hormati pendirian dan identitas masing-masing.



Setelah Bapak Mohamad Natsir wafat pada 14 Sya'ban 1413/6 Februari 1993, berdasarkan hasil pertemuan Silaturrahmi Keluarga Besar Dewan Da’wah yang diselenggarakan di Jakarta pada 1 - 2 Dzulqaidah 1413/23 24 April 1993, diputuskan pula komposisi kepengurusan baru. H.Mas’oed Abidin
153

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sebagai perwujudan dari patah tumbuh hilang berganti, sebagai berikut : Ketua Ketua I : Prof.Dr. H M. Rasjidi : H M. Yunan Nasution

Ketua III/Ketua Harian : Dr. Anwar Harjono, S.H Ketua IV Sekretaris Wakil Sekretaris Datuk Rajo Angek Bendahara : H. Moh. Nazief, S.E : KH.M. Rusjad Nurdin : H Buchari Taman : H. Hasanuddin Abu Bakar

Anggota KH. Hasan Basri H.A. Wahid Alwy, M.A. Ir. Ahmad Mas'oed Luthfi

154

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Drs. Saifullah Mahyuddin, M.A H. Mohammad Soleman H. Hussein Umar Prof. Osman Raliby KH. A. Latief Mucthar KH.Drs. Didin Hafidhuddin, M.Sc. KH. Affandi Ridhwan Dr. H.M. Amien Rais, MA.

Sejak tahun 1993, beberapa kali Dewan Da’wah telah mendapat undangan dari luar negeri. Diantaranya dari Rabithah Alam Islami, Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan dari Majelis Islam Internasional untuk Dakwah dan Bantuan Kemanusiaan yang bermarkas di Kairo, Mesir.

H.Mas’oed Abidin

155

DAKWAH KOMPREHENSIF

Mereka, umumnya sangat gembira. Karena, tengah berlangsung di Indonesia saat itu, satu perubahan cuaca politik. Dewan Da’wah yang selama ini dalam ber-hubungan dengan dunia internasional kurang lancar. Pada dua tahun terakhir (1993-1995) ini mulai terbuka kembali. Bahkan Dewan Da’wah sudah diterima sebagai anggota penuh Majelis Islam Internasional untuk Dakwah dan Bantuan Kemanusiaan. Bapak Dr.Anwar Harjono SH. selaku Ketua Harian Dewan Da’wah sudah diterima dan bahkan di-tetapkan sebagai anggota dewan pimpinan pada Majelis Islam Internasional untuk Dakwah dan Banatuan Kemanusiaan yang bermarkas di Mesir tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Dewan Da’wah dengan dunia internasional, khususnya dunia Islam, sangat erat. Suatu bukti, bahwa hubungan yang sudah terbina baik sejak hayatnya Bapak Mohamad Natsir dapat diteruskan dan dilanjutkan oleh para penerus perjuangan cita-cita dakwah Beliau.
156

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Kepercayaan kepada lembaga Dewan Da’wah ini merupakan jawaban yang sangat jelas. Dunia Islam Internasional, tidak semata mem-percayai dan menghormati figur Bapak Mohamad Natsir. Akan tetapi lebih utama, kepada visi dan misi perjuangan dan jihad Islami yang telah digariskan Natsir. Keistiqamahan sikap yang teguh prinsip dari para pengurus Dewan Da’wah tidak diragukan. Begitu lah diantara penilaian organisasi dakwah Islam Internasional. Walaupun Bapak Mohamad Natsir sudah berpulang kerahmatullah, nyatanya keduduk-an Dewan Da’wah tetap memperoleh penilaian khusus dari negara-negara Islam. Hubungan Internasional, khususnya dengan negaranegara Teluk atau Timur Tengah telah terjalin lama sekali. Ini membuktikan bahwa penilaian dunia internasional terhadap Dewan Da’wah adalah sangat positif.”64 Bapak Dr.Anwar Harjono SH, pada suatu ketika mengungkapkan tentang perkembangan Dewan Da’wah sebagai berikut;
(DR. Anwar Haryono, SH, “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Cetakan Pertama, Jakarta Rabi’ul Akhir 1416 H/Agustus 1995, Hal 251-252). 157 H.Mas’oed Abidin
64

dan diwariskan Bapak Mohamad

DAKWAH KOMPREHENSIF

“Khusus

mengenai

Dewan

Da’wah

Islamiyah

Indonesia, saya ingin mengatakan bahwa dalam tahun- tahun terakhir bila kami melaksanakan program, baik di pusat maupun di daerah, tidak lagi mendapat kesulitan, baik itu menyangkut prosedur maupun penyelenggaraan. Kami bisa mengadakan pembangunan masjid, pelatihan da’i, menghadiri seminar dan memberikan ceramah, baik dikalangan umum maupun di perguruan tinggi. Kami merasa tidak ada hambatan sama sekali”. Demikianlah suatu gambaran dari perubahan cuaca politik yang mulai terasa kondusif. Solidaritas dengan negara-negara Islam dan umat Islam Internasional dijalin melalui misi bantuan kemanusiaan. Mulai dari persoalan Moro di Mindanao, Philipina Selatan. Begitu juga, dengan masalah Kashmir, Afghanistan, Kosovo, India dan Palestina, menjadi garapan khusus dari KISDI, Komite Internasional Solidaritas Dunia Islam. Dapur penggeraknya adalah Markas Dewan Da’wah, di Jalan Kramat Raya No.45 Jakarta Pusat. Bantuan bagi umat Islam Bosnia Herzeghovina digerakkan di seluruh Indonesia, oleh seluruh Per-wakilan Dewan Da’wah pada setiap Propinsi. Solidaritas terhadap
158

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

umat Islam Bosnia ini, menjadi pemacu gerak penyatuan visi dan ukhuwah umat Islam dengan misi yang jelas, mencari redha Allah. Penggalangan dana dan pengumpulan barang perhiasan yang mencapai jumlah ratusan ribu dolar dan berapa kilogram emas perhiasan. Pengumpulan bantuan tersebut, telah menjadi ukuran dari tingkat kepercayaan umat terhadap Dewan Da’wah. Dibawah desingan peluru peperangan Balkan, utusan Dewan Da’wah yang terdiri dari Saudara Muzayyin Abdul Wahab, Mazni Yunus, dan Hasril Chaniago, salah seorang wartawan Harian Singgalang Padang, ikut mengantarkan dan menyerahkan lang-sung kepada DR. Eliyah Izzet Beghovich, yang kelak menjadi Presiden Republik Bosnah wal Hirsik. Dengan ini, tercipta rasa solidaritas sesama umat Islam, yang tidak hanya sebatas wilayah dimana mereka berdiam. Langsung di buhul erat hubungan harakah dakwah al ‘alamiyah. Penyegaran kepengurusan kembali dilakukan pada tahun 1997. Berdasarkan SK No. 003/A-DEWAN DA’WAH/P/1417/1997, ditetapkan komposisi ke-pengurusan sebagai berikut : Ketua H.Mas’oed Abidin : Dr. H. Anwar Harjono, S.H.
159

DAKWAH KOMPREHENSIF

Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua Wakil Ketua

: Prof. Dr. H. Rasjidi : KH.M. Rusjad Nurdin : H. Mohammad Solaiman : Drs. H. M. Cholil Badawi

Wakil Ketua : Ir. H.A.M. Luthfi Wakil Ketua Wakil ketua Sekretaris Umum Sekretaris Sekretaris Sekretaris Bendahara : H. Hartono Mardjono, S.H. : Dr. Ir. H. A. M. Saefuddin : H. Hussein Umar : H. Hasanuddin Abu Bakar : H. Mas'adi Sulthani, M.A : H. M. Noer, M.A : H. M. Nasief, S.E.

Wakil Bendahara : H. Tamsil Linrung

Angota-angota
160

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

KH. Hasan Basri Prof. H. Osman Raliby H. A. Wahid Alwy, M.A. KH.A. Latief Mucthar, M.A KH. Didin Hafidhuddin, M. Sc KH. Affandi Ridhwan Dr. H.M. Amien Rais, M.A H. Muzayyin Abdul Wahab, Lc H. Wardi Kamili H. Ramlan Mardjoned H. Heman Khalilulrahman H. Amlir Syaifa Yasin, B.A. H. Syuhada Bahri, Lc. H. Syariful Alamsyah Drs. H. Misbach Malim, Lc. H.Mas’oed Abidin
161

DAKWAH KOMPREHENSIF

H. Zulfi Syukur, BA. H. Amlika Hs. Dt. Maradjo H. Hardi M. Arifin Ramli Hutabarat, S.H, M.Hum Drs. Muchsin, MK H. Mazni Mohd. Yunus, Lc Prof. Dr. Rahman Zainuddin H. Abdul Wahid Sahari, M.A. Prof. Drs. H. Dochak Latief H. Faisal Baasir, S.H. H. Fadhol Arofah, M.A. H. Farid Prawiranegara, AK. H. Geys Amar, SH. Prof. Dr. H. Langgulung KH.A. Khalil Ridwan, Lc
162

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dr. Ir. H. Immanuddin Abdul Rahim Dr. H. Kuntowijo Drs. Muhammad Siddiq, M.A Prof. H. Daud Ali, SH. Dr. H. Muslim Nasution H. Moeslim Aboud Ma'ani, M.A H. Nuhtada Labina Dr. H. Nurhay Abdurrahman Drs. H. Nusral Drs. H. Nurul Huda H. Rais Ahmad, SH, MA. H. Rusydi, SH, Ag Dr. H. Sohirin Mohammad Solihin Drh. H. Taufiq Ismail Drh. H. Yahya Muhaimin, M.A. H.Mas’oed Abidin
163

DAKWAH KOMPREHENSIF

Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, SH Prof. Dr. H. Yusuf Amir Faisal

Kepengurusan demi kepengurusan hingga ter-akhir memperlihatkan dengan jelas keteguhan sikap para pemimpin Dewan Da’wah yang ingin menjadikan yayasan ini sebagai lembaga yang inklusif. Karena itu pengurus Dewan Da’wah mencakup sebanyak mungkin kalangan ulama dan tokoh-tokoh umat Islam Indonesia dalam mengola aktivitas dakwah yang semangkin berat dan beragam tan-tangannya menjelang datangnya abad baru. Jika karena situasi yang berubah, lalu dikatakan Dewan Da’wah berubah, tidak lagi menjadi oposan, perlu dipertanyakan siapa yang mengatakan Dewan Da’wah ini gerakan oposisi.

164

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dewan Da’wah adalah gerakan dakwah yang berpegangan pada amar makruf nahi munkar. Oposisi merupakan pengertian politik. Dewan Da’wah bukan partai politik. Petisi 50 pun, yang dikatakan orang sebagai gerakan oposisi, tidak pernah menyebut dirinya oposan, walaupun memang sikapnya sangat kritis. Tentang perubahan situasi politik di Indonesia maka Bapak Dr.Anwar Harjono berkata; “Kalau dikatakan, Dewan Da’wah berubah, atau saya berubah, yang berubah itu siapa? Menurut saya, kata Bapak Anwar Harjono, cuacanya yang berubah. Yang berubah itu suasananya. Sikap kita, sejak Masyumi, tidak pernah berubah dalam arti kita tidak pernah berpikir untuk diri sendiri, Masyumi sendiri, atau Dewan Da’wah sendiri. Kita berpikir dan berbuat untuk umat, bangsa dan negara, secara keseluruhan. Apa balas jasa negara terhadap Masyumi dan Dewan Da’wah, itu pertanyaan politikus normal. Perubahan sikap pemerintah terhadap Dewan Da’wah sudah pantas disyukuri.

H.Mas’oed Abidin

165

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dulu, pemerintah menerima Dewan Da’wah dengan sikap reserve. Sejak tiga tahun terakhir ini, alhamdulillah kita relatif lancar di mana- mana. Kita mendapat kemudahankemudahan. Apa yang selama ini kita lakukan melalui Dewan Da’wah semata-mata mengusahakan per-satuan umat itu. Kalau belum bisa bersatu sepenuh-nya, ya bersatu sebagian. Setapak demi setapak, agar kita dapat melangkah lebih maju. Saya tidak pernah berpikir final, tetapi berproses. Sebab, kalau kita berpikir final, bila tidak tercapai bisa frustasi. Kalau berpikir berproses, kita tidak akan frustasi. Sebab, setiap usaha tentu ada hasilnya.”65 Bagaimana Dewan Da’wah menyikapi zaman sedang berubah ini, banyak kelompok masyarakat akan menggunakan kesempatan untuk kepenting-an masingmasing.

Ditengah zaman yang sedang berubah ini, jika kita hanya menjadi penonton saja, bukan mustahil kita akan menjadi korban perubahan zaman. Kita sama kita terus diadu, dengan berbagai cara, sejak rayuan sampai tipuan, hingga kita kecolongan dan kalangan anti Islam bertepuk tangan kesenangan.
Ibid, Dr.Anwar Haryono SH, Hal 245-246. 166 H. Mas’oed
65

Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Alhamdulillah umat Islam cepat mengantisipasi keadaan ini. Jika karena situasi yang berubah, lalu di-katakan Dewan Da’wah berubah, tidak lagi menjadi oposan, perlu dipertanyakan siapa yang mengatakan Dewan Da’wah ini gerakan oposisi. Dewan Da’wah adalah gerakan dakwah yang berpegangan pada amar makruf nahi munkar. Oposisi merupakan pengertian politik. Dewan

Da’wah bukan partai politik. Petisi 50 pun, yang dikatakan orang sebagai gerakan oposisi, tidak pernah menyebut dirinya oposan, walaupun memang sikapnya sangat kritis. Tentang perubahan situasi politik di Indonesia maka Bapak Dr.Anwar Harjono berkata; “Kalau dikatakan, Dewan Da’wah berubah, atau saya berubah,yang berubah itu siapa? Menurut saya, kata Bapak Anwar Harjono, cuacanya yang berubah. Yang berubah itu suasananya.

H.Mas’oed Abidin

167

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sikap kita, sejak Masyumi, tidak pernah berubah dalam arti kita tidak pernah berpikir untuk diri sendiri, Masyumi sendiri, atau Dewan Da’wah sendiri. Kita berpikir dan berbuat untuk umat, bangsa dan negara, secara keseluruhan. Apa balas jasa negara terhadap Masyumi dan Dewan Da’wah, itu pertanyaan politikus normal. Perubahan sikap pemerintah terhadap Dewan

Da’wah sudah pantas disyukuri. Dulu, pemerintah menerima Dewan Da’wah dengan sikap reserve. Sejak tiga tahun terakhir ini, alhamdulillah kita relatif lancar di mana-mana. Kita mendapat kemudahan- kemudahan. Apa yang selama ini kita lakukan melalui Dewan Da’wah sematamata mengusahakan persatuan umat itu. Kalau belum bisa bersatu sepenuhnya, ya bersatu sebagian. Setapak demi setapak, agar kita dapat melangkah lebih maju. Saya tidak pernah berpikir final, tetapi berproses. Sebab, kalau kita berpikir final, bila tidak tercapai bisa

168

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

frustasi. Kalau berpikir berproses, kita tidak akan frustasi. Sebab, setiap usaha tentu ada hasilnya.”66

Bagaimana Dewan Da’wah menyikapi zaman sedang berubah ini, banyak kelompok masyarakat akan menggunakan kesempatan untuk kepentingan masing-masing. Ditengah zaman yang sedang berubah ini, jika kita hanya menjadi penonton saja, bukan mustahil kita akan menjadi korban perubahan zaman. Kita sama kita terus diadu, dengan berbagai cara, sejak rayuan sampai tipuan, hingga kita kecolongan dan kalangan anti Islam bertepuk tangan kesenangan. Alhamdulillah umat Islam cepat mengantisipasi keadaan ini.



66

Ibid. 169

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Ditahun 1998, mulai bergulir era reformasi. Kampuskampus Mahasiswa kembali bergolak, me-nentang Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang terjadi dipenghujung Orde Baru, dan berakhir dengan diturunkannya kekuasaan Presiden Soeharto. Banyak korban telah berjatuhan, terutama dikalangan mahasiswa dan masyarakat kecil. Kelompok lemah, yang tidak memiliki kekuatan politik maupun ekonomi, sangat merasakan sungguh akibat-akibat yang ditimbulkan oleh krisis moneter ber-kepanjangan yang berujung dengan krisis ekonomi. Krisis kepercayaan dan politik, yang diperparah oleh tindakan anarkis oleh kalangan yang tidak ber-tanggung jawab, ibarat menangguk di air keruh. Keadaan tersebut, ikut berperan menambah kemelaratan umat kecil. Menjadi beban Dewan Da’wah, untuk ikut pula mengatasi dampak krisis ini, melalui Komite Aksi Penanggulangan Akibat Krisis disingkat KOMPAK Dewan Da’wah. Dalam rangka menumbuhkan kembali potensi umat yang sudah terkoyak-koyak pada masa peralihan dari orde

170

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

baru ke era reformasi, barisan harus kembali di rapatkan sesuai dengan Firman Allah;

“Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang berjuang di jalan Nya dalam barisan yang teratur, seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. Ayat ini mengisyaratkan kepada kita, bahwa berjuang dijalan Allah itu harus bersatu dalam organisasi yang kokoh kuat. Sehingga tumbuhlah potensi umat yang kuat pula.

H.Mas’oed Abidin

171

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sejak April 1998, Dewan Da’wah bersama Cendekiawan Mulim se-Indonesia (ICMI), Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), Persatuan Islam (PERSIS), Syarikat Islam (SI), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPP), Forum Silahturrahmi Ulama Habaib dan Tokoh Masyarakat dan Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), bersepakat membentuk Badan Koordinasi Umat Islam (BKUI). Tujuan BKUI dirumuskan sebagai berikut :  Menggalang kerjasama antara lembaga-lembaga Islam tingkat nasional dan memperkuat ukhuwah dan kebersamaan.  Mewakili aspirasi umat Islam Indonesia secara kaaffah (totalitas) dalam bidang-bidang politik, ekonomi, hukum juga sosial budaya, pendidikan dan dakwah. Dalam menanggapi situasi terakhir, BKUI dalam rapatnya pada 4 Juni 1998, telah menegaskan kembali dukungannya terhadap pemerintahan Habibie. Oleh karena sekarang sudah ada BKUI, maka segala sikap yang prinsipil yang menyangkut kepentingan umat dan pendirian yang hendak diketengahkan, sebaiknyalah diambil dalam rangka BKUI. Kalau ada perbedaan pendapat, janganlah perbedaan pendapat itu dikembangkan menjadi pertentangan. Yang harus dicari adalah pendapat bersama, kalautidak mungkin atau belum mungkin, maka harus dijaga perbedaan pendapat itu jangan menimbulkan perpecahan
172

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

karena tantangan kita di masa kini dan masa depan semakin berat dan besar. Dalam berbagai kesempatan DR. Anwar Harjono SH, sudah mengintrodusir satu semboyan yaitu "lawan pendapat adalah kawan berpikir." Yang tidak kurang pentingnya antara kita sama kita marilah ditumbuhkan sikap husnudzdzan, baik sangka, dan dihilangkan sikap suudzdzn, buruk sangka, dengan meningkatkan chek and rechek (tabayyun).67 Ingat firman Allah yang artinya,

" pertolongan dari Allah kemenangan yang dekat, dan berilah kabar gembira terhadap orang-orang yang tabah (sabar)”. Dewan Da’wah menyadari benar, akan perlunya ukhuwah Islamiyah, baik secara formal maupun individual. Mengingat banyak dan luasnya jangkauan risalah yang berada di pundak Dewan Da’wah, yang diperlukan tidak

Musyawarah Besar Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia tanggal 12 - 14 Juni 1998. 173 H.Mas’oed Abidin
67

DAKWAH KOMPREHENSIF

dapat dicukupkan dengan mereka yang secara formal termasuk dalam kepengurusan Dewan Da’wah saja. Tenaga-tenaga pimpinan dari berbagai disiplin ilmu yang meliputi berbagai daerah, sangat diperlukan sebagai forum silaturahmi untuk mendapatkan masukan-masukan berguna bagi pelaksanaan risalah. Forum tersebut diberi nama Majelis Silaturahmi yang dibentuk oleh Dewan Da’wah dan sudah dirintis sejak masa hidupnya Allahyarham Bapak Mohamad Natsir. Dengan demikian jelaslah, bahwa dakwah tidak hanya dapat diberi arti sempit, melainkan lebih komprehensif”.68 Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sampai sekarang dan Insya Allah sampai kapanpun, tetap membangun umat,
68

Loc. cit. Dr.Anwar Haryono SH, Hal 202 - 204.

Alhamdulillah

174

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sesuai kemampuan maksimal yang kita miliki, dan dari situ baru akan terasa nikmatnya karunia Ilahi.

3

Hidupkan Dakwah

H.Mas’oed Abidin

175

DAKWAH KOMPREHENSIF

BANGUN NEGERI

Jagalah Ibu Pertiwi, JANGAN JATUH DI PANGKUAN KOMUNIS

B apak Mohamad Natsir, dalam setiap pertemuannya dengan ahlul qurba yang juga merupakan inner circle dari perjuangan Islam dan harga diri umat di daerah. Selalu mendengarkan keluhan tentang pesatnya gerakan misionaris. Lebih-lebih sejak masa orde lama telah terkondisi seakan-akan memberi peluang kepada gerakan missionaris tersebut atas dukungan orang-orang komunis (PKI)69.
69

Catatan

Bahkan setelah PKI dihapuskan sebagai satu-satunya tuntutan hati nurani rakyat dengan kepeloporan angkatan '66, orang-orang komunis yang lari ketakutan mencoba berlindung di balik dinding lonceng-lonceng gereja, setidak-tidaknya inilah terjadi di Pasaman Barat, tatkala di bawah pimpinan Mayor Johan Rifai (Bupati Pasaman 176 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Kondisi masyarakat yang runyam ini, menurut Bapak Mohamad Natsir hanya mungkin diperbaiki dengan amal nyata. Bukan dengan semboyan-semboyan yang bisa memancing apatisme masyarakat atau melawan kebijakan penguasa di daerah. Bapak Mohamad Natsir menasehatkan supaya kaedah yang selama ini telah dimiliki oleh umat Islam, ukhuwah dan persatuan, mesti dihidupkan terus.

Menumbuhkan Perwakilan Dewan Da’wah Diantaranya dengan membentuk perwakilan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di daerah Tk.I propinsi Sumatera Barat yang diresmikan sendiri oleh Bapak Mohamad Natsir di Gedung Nasional Bukittinggi70. Karena itu tidak ada alasan untuk berpangku tangan. Jangan hanya berdiri dipinggir jalan, dengan melipat tangan sambil menghitung-hitung apa yang dibuat atau tidak dibuat oleh orang yang lalu-lalang. Tetapi, yang mesti diperbuat adalah, gerakkan juga apa yang bisa, dalam kerangka jihad mencari redha Allah.
zaman Orla, narapidana seumur hidup, mantan aktifis PKI gol A).
70

sekarang gedung DPRD Tk. II Kodya Bukittinggi. 177

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Umat Islam pun harus tahu, dan dapat menjawab setiap masalah umat sesuai dengan perkembangan zaman, antara lain ; Bagaimana keadaan kita umat Islam dewasa ini ? Apa yang dihadapinya ? Apa yang berlaku disekelilingnya ? Apa modalnya untuk menghadapi semua itu ?. Semua pertanyaan itu, memerlukan jawaban berupa perbuatan nyata, yang lebih baik, dengan maksud dan tujuan untuk membangkitkan batang terendam. Pada tanggal 15 Juli 1968, dalam suatu pertemuan bersejarah yang dihadiri oleh hampir seluruh ulama Sumatera Barat. Para ulama tersebut tergabung dalam Majelis Ulama Sumatera Barat yang terang-terangan anti komunis. Dalam ajaran Islam, Komunisme adalah kelompok dahriyyin atau atheis (golongan yang tidak mengakui adanya Tuhan). Komunisme adalah ajaran kafir, begitu aqidah Islam. Pertemuan itu juga diikuti oleh ninik mamak pemuka masyarakat yang datang berduyun-duyun menyambut kehadiran pemimpin pulang. Antusias hadirin waktu itu terlihat secara spontan. Tidak ada satu kursipun yang kosong, tak ada tempat yang lowong yang tak diisi. Banyak hadirin yang berdiri bahkan ada yang hanya dapat duduk di lantai. Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia perwakilan Sumatera Barat diresmikan
178

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sebagai perwakilan pertama di daerah di luar DKI Jakarta. Kepengurusan pertama Dewan Da’wah di Sumbar di nakhodai para ulama kharismatik71. Sederetan nama para pemimpin yang tidak diragui keistiqmahannya dan selalu berada di garis perjuangan Islam di Sumatera Barat ada dalam kepengurusan Dewan Da’wah di Sumatera Barat. Seperti Buya H. Mansur Daud Dt. Palimo Kayo, yang sudah tidak asing lagi dikenal oleh masayarakat Sumatera Barat ini. Buya Datuk, panggilan akrab masyarakat Minang kepada beliau adalah mantan Duta Besar RI di Irak. Juga adalah mantan Ketua Umum Masyumi Sumatera Tengah. Buya Datuk terkenal sangat anti komunis. Tahun 1968 Buya Datuk Palimo Kayo telah menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Sumbar, hingga akhir hayat beliau. Memang semua penggerak pertama Dewan Da’wah di Sumbar adalah keluarga besar Bulan Bintang. Keadaan ini, tidak perlu dibantah. Mereka adalah pemimpin-pemimpin umat yang aktif dalam setiap gerak perjuangan Agama dan Bangsa, di Sumatera Barat dan dikenal diseluruh tanah air Indonesia. Jauh hari sebelum kemerdekaan Republik Indonesia
71

Kepengurusan Dewan Da’wah Sumbar diperkuat oleh Buya H. Nurman, Buya H. Anwar, Buya H. M. Bakri Dt. Rajo Sampono dan dari kalangan muda seperti Mazni Salam Dt. Paduko Intan, Djoefry Sulthany, Ratnasari, Fachruddin HS Dt. Majo Indo dan lain-lain. 179 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

diproklamirkan, mereka adalah pribadi- pribadi yang sangat anti komunis. Diantaranya ada yang sudah berada pada barisan Perintis Kemerdekaan. Namun, masih ada saja kalangan yang berpandangan sinis. Kalangan itu melihat bahwa di antara pengurus pertama Dewan Da’wah Sumatera Barat yang diresmikan tersebut. Tidak pelak lagi, mereka para pengurus Dewan Da’wah Sumatera Barat ini serta merta dicap sebagai kelompok orang-orang "bekas pemberontak PRRI". Istilah yang dihidupkan oleh PKI di tahun 1960-an. Padahal Pemerintah RI secara resmi telah mengeluarkan amnesti dan abolisi sejak tahun 196172. Namun saat itu situasi terasa sangat menyakitkan. Kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, di saat Ibu Pertiwi berada "di pangkuan komunis". Karena itu khusus untuk daerah Sumbar, kehadiran Dewan Da’wah disambut sebagai suatu harapan "yang akan mampu menjawab tantangan". Dewan Da’wah dianggap sangat istiqamah sebagai kekuatan anti komunis. Sebenarnya, fenomena yang berkembang di zaman itu bisa sangat mendukung keberadaan Dewan Da’wah di Sumatera Barat, karena jelas-jelas seiring dengan misi Orde Baru, sebagai orde anti komunis di Indonesia.

Keppres No.:659/th 1961. Maksudnya, tidak ada yang kalah, tidak ada pula yang harus merasa menang. Semua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi 180 H. Mas’oed Abidin
72

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Beberapa kebijakan Dewan Da’wah menghadapi masalah-masalah ekstern yang menyangkut segi aqidah dan muamalah dalam arti luas dijadikan prioritas utama program didaerah ini. Karena pendangkalan aqidah umat telah diupayakan berbagai pihak selama komunis berkuasa di era Soekarno. Amal nyata yang diprogramkan oleh Bapak Mohamad Natsir dan ditinggalkan untuk dikerjakan di Sumatera Barat merupakan program yang amat monumental.73 Ada lima program pokok yakni: Gerakkan kembali tangan umat melalui penguasaan keterampilan di desa-desa sebagai usaha membina kesejahteraan bersama, artinya menghidupkan kembali ekonomi umat di desa-desa. Desa adalah benteng kota dalam artian perkembangan ekonomi yang sesungguhnya.

Hidupkan kembali lembaga puro. Yakni kebiasaan menabung dan berhemat dalam satu simpanan bernama puro. Juga menghidupkan kebiasaan berinfaq, bersedekah dan berzakat sebagai suatu usaha pelaksanaan syariat Islam, menghimpun dana dari umat yang berada untuk dikembalikan kepada umat yang lemah (dhu'afak).
H.Mas’oed Abidin, “ISLAM DALAM PELUKAN MUHTADIN MENTAWAI”, Dewan Da’wah Pusat Jakarta, 1997, Pengantar penulis. 181 H.Mas’oed Abidin
73

DAKWAH KOMPREHENSIF

Hidupkan kembali Madrasah-madrasah yang sudah lesu darah, karena kehabisan tenaga pada masa pergolakkan. Hidupkan masjid bina jama'ah dan tumbuhkan minat seluruh masyarakat untuk menghormati ilmu dan memiliki kekuatan Iman dan Tauhid, terutama memulainya dari kalangan generasi muda.

Perhatikan kesehatan umat dengan mendirikan Rumah Sakit Islam. Bila kita terlambat memikirkan kesehatan umat maka orang lain akan mendahuluinya, bisa-bisa terjadi nantinya jalan di alih orang lalu. Membangun Rumah Sakit Islam adalah ibadah karena ada suruhan untuk berobat bagi setiap orang yang sakit (hamba Allah). Gerakan ini berarti juga memfungsikan para ahli di bidangnya yang keislamannya sama bahkan tidak diragukan.

Perhatikan nasib pembangunan masyarakat di Mentawai. Mentawai itu adalah daerah kita dan semestinya kitalah yang amat berkepentingan dalam membangunnya. Bila orang bisa berkata bahwa Mentawai ketinggalan sebenarnya yang disebut ketinggalan adalah kita yang tak mau memperhatikan mereka di Mentawai itu.

Kelima program ini minta dilaksanakan tanpa harus
182

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

menunggu waktu, dan dapat diprioritaskan mana yang mungkin didahulukan. Walaupun sebenarnya kelima program utama dakwah ini tidak terpisah, karena seluruhnya merupa kan pekerjaan yang berkaitan sesamanya dan integral. Modal kita yang utama untuk mengangkat program ini adalah kesepakatan semua pihak dan dorongan mencari ridha Allah. Begitu diantara pesan dakwah Bapak Mohamad Natsir, yang di ingatkan kepada pemimpin-pemimpin umat di kala itu. Dari dorongan-dorongan berbentuk taushiah tersebut pada mulanya, namun ujungnya membuah kan hasil nyata.

Pada Oktober tahun 1969 Balai Kesehatan Ibnu Sina, merupakan cikal bakal Rumah Sakit Islam Ibnu Sina yang mengambil tempat di rumah Dr.M.Yoesoef dan rumah keluarga Dr.M.Djamil di Bukittinggi atau Sitawa Sidingin diresmikanlah beroperasinya Balai Kesehatan Ibnu Sina oleh Proklamator Republik Indonesia Bapak. DR. Mohammad Hatta. Satu sejarah baru telah dimulai yakni mem-bangun balai kesehatan sebagai rangkaian dari suatu ibadah dan gerak dakwah. Keberadaan Balai Kesehatan ini disambut oleh seluruh lapisan masyarakat dari desa-desa hingga ke kota, oleh pegawai sampai petani, dari ulama dan pejabat hingga pedagang dan perantau. H.Mas’oed Abidin
183

DAKWAH KOMPREHENSIF

Serta merta seluruh pihak-pihak tersebut membuka puro (persediaan harta) menyalurkannya dengan ikhlas untuk berdirinya Balai Kesehatan Islam di Bukittinggi. Akhirnya menyebar ke Padang Panjang, Padang, Payakumbuh, Kapar di Pasaman Barat, Simpang Empat dan Panti dalam waktu yang sangat pendek hanya berjarak tiga tahun. Dan akhirnya, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, berkembang menjadi rumah sakit umat. Apa yang diperbuat oleh Misi Baptis di Bukit-tinggi selama ini, telah dapat dijawab oleh umat Islam di daerah Sumatera Barat, dengan suatu amal nyata, yakni melalui program dakwah illallah, dalam bidang kesehatan. Seiring dengan itu, masalah pendidikanpun di– hidupkan, dengan perhatian penuh, seperti terhadap lembaga pendidikan yang sudah ada, antara lain Sumatera Thawalib Parabek, Thawalib Padang Panjang, Diniyah Padang Panjang, dan lainnya. Selain madrasah yang sudah ada, dihidupkan pula madrasah baru, seperti Aqabah di Bukittinggi. Disamping, madrasah-madarasah Islam yang tumbuh dari masyarakat didesa. Madrasah dan pesantren, adalah salah satu bentuk lembaga kejamaahan non formal, yang khas Indonesia. Pesantren, di samping kedudukannya sebagai lembaga pendidikan, juga merupakan lembaga ke-jamaahan. Hal ini karena pesantren mempunyai kemampuan mengikat santrinya, dan mempunyai ikatan dengan umat atau masyarakat, ditingkat "grassroot" atau lapisan bawah. Ikatan ini, sifatnya lebih kuat. Seringkali melebihi ikatan pada
184

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

organisasi formal. Kalau kampus merupakan ikatan jamaah pada tingkat 'elitis intelektual', jama'ah pesantren mampu mengikat umat, pada tingkat 'populis-awami'. Sungguhpun ada juga perasaan “cemas” sebagai pengganti kata takut, kepada Dewan Da’wah sejak dari mula merupakan bayangan tanpa alasan. Hanya, tidak lebih sebagai suatu trauma psikologis semata atas pernah terjadinya pergolakan daerah (PRRI) dan pandangan yang kurang ilmiah terhadap Masyumi. Suatu hal yang aneh memang bila dibandingkan dengan jumlah Umat Islam di daerah Sumatera Barat yang boleh dikata hampir 100%. Namun, masih ada saja dikala itu sebahagian kecil diantaranya, menjadi phobi dengan gerakan Islam. Kebetulan dijalankan oleh orang-orang yang kata mereka adalah ex. Masyumi atau Keluarga Besar Bulan Bintang. Sesudah Masyumi membubarkan diri, dan rehabilitasinya tidak diizinkan pemerintah, sebagian tokoh Masyumi mendirikan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.74 Karena itu muncul anggapan, Dewan Da’wah adalah penerus Masyumi. Salah paham terhadap Masyumi dan Dewan Da’wah memang selalu ada. Tujuan Masyumi sesuai dengan apa yang
Sejak tahun 1967 sampai 1993, organisasi ini dipimpin oleh Bapak Mohamad Natsir yang pernah memimpin Masyumi selama beberapa periode. 185 H.Mas’oed Abidin
74

DAKWAH KOMPREHENSIF

termaktub dalam anggaran dasarnya, yakni memperjuangkan terlaksananya ajaran dan hukum Islam dalam kehidupan orang seorang, masyarakat, dan negara Republik Indonesia menuju keridhaan Allah.75

Sebagaimana Masyumi yang sangat terbuka, Dewan Da’wah pun pada prinsipnya selalu terbuka terhadap semua pemikiran. Biarlah masyarakat yang menilai. Kita memiliki kebebasan pendapat, lisan mau pun tulisan. untuk mengeluarkan

Masalahnya barangkali, sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu pemikiran. Yang penting, jangan terlampau cepat meng-ambil kesimpulan. Ini yang perlu dilempangkan.76 Disamping kegiatan sosial, Dewan Da’wah juga mengikuti perkembangan politik, terutama yang berkaitan dengan agama. Sikap Dewan Da’wah dan perjuangannya sejak dilahirkan pada tahun 1967 sampai sekarang tetap istiqamah.

75

Pidato Bapak Mohamad Natsir di Pakistan yang sampai beliau wafat tidak pernah dicabut. Waktu itu, Bapak Mohamad Natsir bukan Perdana Menteri, namun lawatannya disambut resmi. Lihat juga Dr.Anwar Haryono SH, “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Cetakan Pertama, Jakarta Rabi’ul Akhir 1416 H/Agustus 1995, Hal 196-197.

ibid, Dr.Anwar Haryono SH, “Indonesia Kita”, hal-197. 186 H. Mas’oed Abidin
76

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Bila diperhatikan, perjuangan politik umat Islam di Indonesia terlihat bahwa peranan politik Islam mengalami penurunan yang konstan. Perekayasaan politik yang melumpuhkan peran an politik rakyat dan umat Islam khususnya terasa amat efektif sejak beberapa dasawarsa terakhir. Nampaknya proses pembangunan yang sangat ber orientasi pada aspek ekonomi dan sangat pragmatik, secara langsung maupun tidak langsung, telah ber pengaruh pada proses penumpulan pandangan ideologis masyarakat Indonesia. Keberadaan Dewan Da’wah diterima oleh kalangan tua dan muda sebagai suatu kekuatan baru dalam memelihara kerukunan umat dan kejayaan agama. Segi pembinaan intern umat, menjadi perhatian utama Dewan Da’wah yang telah membuktikannya dengan amal nyata atau dakwah bil lisanil-hal. Untuk meningkatkan kualitas da'i secara berkala Dewan Da’wah melakukan pendidikan dan pelatihan-pelatihan keterampilan para da'i. Dalam melakukan amal-amal nyata tersebut, Dewan Da’wah tidak bekerja sendiri. Dewan Da’wah, dalam hal-hal tersebut, hanya bertindak sebagai generator atau motivator yang membangkitkan kesadaran umat dan masyarakat setempat supaya dapat berbuat baik dan bermanfaat bagi lingkungannya. Berswadaya dan mandiri inilah yang ditanam kan kepada segenap keluarga besar Dewan Da’wah, sehingga H.Mas’oed Abidin
187

DAKWAH KOMPREHENSIF

dalam masyarakat timbul otoaktifitas yang kreatif.

Dalam rangka melaksanakan tugas risalahnya, Dewan Da’wah senantiasa mengusahakan terciptanya iklim kerja sama yang serasi dengan menghormati pendirian dan identitas masing-masing. Dewan Da’wah menyadari benar, diperlukan ukhuwah Islamiyah, baik secara formal maupun individual. Hanya sebahagian saja kalangan masyarakat yang tidak senang dengan kehadiran Dewan Da’wah. Bila ini dibiarkan berlalu, maka rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat menjadi terhambat.

Gagasan dan gerak Dewan Da’wah meng-hidupkan kembali partisipasi umat secara ikhlas, dengan cara memulai dengan apa yang ada. Melihat usaha ini, mungkin mereka cemas seakanakan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia akan mencungkil kembali luka lama yang mulai bertaut. Sebagai telah diyakini bahwa Dakwah Islam adalah perombakan total sikap umat manusia di dalam menanggapi dan menjalani kehidupan duniawi untuk persiapan kehidupan yang lebih panjang tanpa batas di akhirat. Maka sebenarnya sasaran Dakwah Islam adalah manusia yang tengah hidup di dunia ini, atau dengan
188

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

perkataan lain, Dakwah Islam tidak akan pernah berhenti. Dan, tetap akan merupakan kewajiban fardhu 'ain bagi setiap umat Muslim dimana pun mereka berada. Karena itu para pendiri Dewan Da’wah yang terdiri dari para ulama dan zu'ama' yang bemusyawarah di Masjid Al Munawwarah Kampung Bali Tanah Abang Jakarta Pusat pada awal 1967 dengan sadar telah memilih bentuk Yayasan dan karenanya tidak mempunyai anggota.77 

77

Yayasan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia berdasarkan taqwa dan keredhaan Allah dan bertujuan menggiatkan mutu dakwah Islamiyah di Indonesia, dalam melakukan kegiatan-kegiatannya menempatkan diri sebagai pelanjut dan penerus kegiatan-kegiatan dakwah sebelumnya yang telah dimulai sejak Rasulullah SAW menerima tugas risalah yakni memanggil umat manusia kepada jalan Allah, dengan hikmah dan mau'izhatu hasanah. Bapak Mohamad Natsir menyebutkan dengan ungkapan sederhana tapi padat arti ialah "risalah mengawali dan dakwah melanjutkan". 189

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Menanamkan Aqidah, Memelihara Ibadah Memupuk Intelektualitas

B apak Mohamad Natsir selalu mengingatkan akan bahaya sekularisma seperti tercermin pada Marxisme. Paham sekularisma tidak sejalan dengan pikiran bangsa kita yang beragama. Dewan Da’wah menyadari sungguh bahwa persoalan mendasar yang tengah dihadapi umat Islam dan bangsa Indonesia adalah masalah pendidikan. Salah satu modal yang dimiliki umat Islam Indonesia di bidang pendidikan adalah kesadaran dan keyakinan umat
190

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

akan dienul Islam sebagai materi program pendidikan dan sebagai sumber nilai. Seiring dengan itu pertumbuhan perguruan tinggi dan kampus-kampus mengiringi perkembangan pembangunan bangsa, dengan sendirinya meminta peran aktif Dewan Da’wah untuk ikut memerankan fungsi dakwah kedalam lingkungan perguruan tinggi dimaksud. Di samping umat Islam Indonesia telah lama memanfaatkan lembaga-lembaga Islam inter-nasional di bidang keilmuan dan teknologi, telah ter-dapat pula sejumlah cendekiawan muslim Indonesia yang sudah lama berkomunikasi dengan cendekiawan muslim dunia. Sungguhpun potensi umat Islam Indonesia dibidang kegiatan pendidikan yang cukup luas, namun dirasakan adanya berbagai permasalahan, yang secara langsung maupun tidak menghambat tercapainya tujuan pendidikan itu sendiri. Permasalahan tersebut meliputi, (a) masalah pendekatan, (b) masalah kelembagaan, (c) perangkat keras, (d) perangkat halus, dan (e) masalah pola pengembangan. Diantara permasalah pendidikan, antara lain meliputi: Proses pendidikan agama cenderung dipelajari secara juridis-teoritik, sehingga agama lebih bertumbuh sebagai "ilmu" daripada sebagai tuntunan atau pandangan hidup yang membuahkan pemikiran dan perilaku serta akhlak yang Islami. Ilmu agama kurang berkembang.

Sejalan dengan itu para ahli di bidang agama semakin menyusut, baik mengenai jumlah maupun mutunya. Pandangan sebagian besar umat Islam terhadap agamanya masih bersifat dikotomik atau sekularistik. Agama akan dianggap sebatas mengatur masalah H.Mas’oed Abidin
191

DAKWAH KOMPREHENSIF

keakhiratan saja. Sedangkan masalah dunia tidak diatur oleh agama. Tetapi, lebih banyak diatur oleh pandanganpandangan yang lain dari agama.

Lembaga pendidikan, madrasah dan pesantren lebih banyak bersifat tradisional dan merupakan milik pribadi. Kerjasama antar pesantren tidak efektif. Kontaminasi pihak luar makin nyata. Lembaga pendidikan madrasah dan sekolah-sekolah Islam, seringkali dihadapkan kepada masalah kemandirian karena kepemimpinannya ditetapkan oleh pihak pemberi subsidi. Yayasan-yayasan pendukung jarang menginduk pada lembaga besar atau organisasi pusatnya. Masjid, usroh dan lembaga pengajian lain tidak mempunyai program yang utuh dan terencana sebagai lembaga pendidikan umat dan cenderung bersifat sporadik dan simplistik. Karena sifat "non-institutionalnya", maka proses pendidikan di lembaga-lembaga tersebut lebih bersifat individual daripada umatik behavioral. Tujuan pendidikan kebanyakan terlalu umum, sehingga tidak dapat diukur. Kurikulum lebih bersifat diferensial, non-integratif, elitis, berorientasi dan "paket non komposit". Sistem evaluasi tidak jelas, bersifat "seleksi alamiah" atau sebaliknya bersifat paradigmatik (menuju pada ketentuan), dan bersifat mekanistik. Kurikulum pesantrenpesantren banyak yang bersifat statis. Sementara sekolah Islam dan madrasah andalan, kurikulumnya mulai bergesar ke arah ilmu-ilmu "sekuler". minim,
192

Disamping itu, alat-alat bantu pelajaran yang amat kepustakaan yang amat terbatas, sarana H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

pembangunan, dan pembiayaan, sangat sulit meng-atasinya. The last but not least, yang me-nyangkut pola pembangunan pendidikan antara lain, tidak hanya pada "pola ilmiah pokok" dan juga pada tolok ukur yang baku.

*** MEMBIMBING EKONOMI UMAT

Aspek hidup ekonomi suatu masyarakat tidak terlepas dari aspek hidup yang lainnya. Usaha memperbaiki kehidupan ekonomi, haruslah dimulai dari bawah. Tujuan ekonomi yang ingin dicapai oleh setiap bangsa pada prinsipnya sama. H.Mas’oed Abidin
193

DAKWAH KOMPREHENSIF

Yakni, mewujudkan perkembangan ekonomi, keadilan ekonomi dalam semua tahapan kegiatannya, produksi, distribusi, dan konsumsi. Terciptanya stabilitas ekonomi, baik dalam bentuk kesempatan kerja, stabilitas harga, dan keamanan ekonomi. Termasuk jaminan hidup warga masyarakat dihari tua. Tujuan ekonomi ini dalam prakteknya, sukar dicapai secara bersamaan. Mengembangkan ekonomi bangsa secara ber imbang untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang cepat dengan tingkat keadilan ekonomi pada semua lapisan masyarakat, terasa sangat sulit menciptakan nya. Kemerosotan ekonomi dalam suatu kehidupan masyarakat, biasanya yang paling dahulu merasa kan akibat paling parah, adalah masyarakat lapisan bawah, dhu’afak yang miskin dan lemah. Di negara kapitalis, modal menduduki posisi yang dominan. Kelompok masyarakat yang tidak bermodal tidak mampu melakukan kegiatan okonomi secara bebas. Agama Islam mendasarkan pengembang an dan peningkatan potensi ekonomi diri dan masya-rakat, pada prinsip persamaan kedudukan. Prinsip keadilan menjadi tuntutan jaminan sosial yang jelas. Prinsip perimbangan antara hak dan kewajiban, serta tuntutan hidup tolong-menolong, memungkinkan dikurangi penderitaan kaum lemah dalam menghadapi goncangan ekonomi. Mengembangkan sikap kebersamaan dalam menikmati keuntungan dan menaggung kerugian (profit sharing dan risk sharing) dalam berbagai kegiatan ekonomi, baik sebagai produsen, distributor, maupun sebagai
194

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

konsumen. Maka, keserasian antara unit-unit ekonomi dalam masyarakat dapat dijamin. Kalau sistem ekonomi kapitalistik lebih "berpihak" pada pemilik modal, pengusaha dan penguasa, maka sistem ekonomi sosialistik lebih "berpihak" pada buruh yang menjadi penguasa. Sangat mungkin sekali "sistem ekonomi Islami" berpotensi alternatif, untuk menyeimbangkan pemihakan kepada kesejahteraan kaum lemah atau dhu’afak. Ekonomi Islami tidak semata bertumpu pada pengusaha dan buruh, tetapi terutama juga pada konsumen. Kondisi perekonomian Indonesia, setelah masa orde Nasakom, Orde Lama dan Orde Baru, kemudian dimasa petro-dollar menikmati manisnya minyak bumi mendekati masa akhir, mulai terasa oleh umat Indonesia masa sulit yang cukup serius. Sumber utama devisa negara makin menyusut jumlahnya. Kegiatan perekonomian dalam negeri makin lesu. Pengaruh resesi dunia dan akibat dari faktor internal memperparah keadaan. Kondisi ini diperburuk oleh kecenderungan pemihakan kepada keluarga, kawan dan konco, berjangkitnya kolusi dan manipulasi, yang pada akhirnya menyemarakkan korupsi. Sudah hampir empat dasawarsa undang-undang anti korupsi yang di dambakan oleh bangsa Indonesia masih menjadi angan-angan. Belum ter-wujudkan kesepakatan untuk memberantasnya pada beberapa kali pergantian lembaga legislatif. Maka, sebagian pengamat ekonomi mulai pesimis dalam me-mandang perkembangan ekonomi Indonesia masa datang. H.Mas’oed Abidin
195

DAKWAH KOMPREHENSIF

Perkembangan ekonomi sangat terakit kepada variabel-variabel ekonomis maupun non-ekonomis. Setidak-tidaknya ada lima permasalahan pokok yang dihadapi perekonomian Indonesia yaitu: masalah modal, masalah tenaga kerja, kejujuran pelaku kegiatan ekonomi. Dua permasalahan yang terakhir termasuk problema non-ekonomis. Keterbatasan sumber modal dari dalam dan luar negeri. Daya serap investasi terbatas. Sempitnya pasaran hasil produksi. Lesunya ekspor dan pasaran dalam negeri. Efisiensi pemanfaatan modal rendah. Arah investasi kerap kali tidak disertai perencanaan matang. Akibatnya, capital out put ratio tinggi dan matarantai pengaruh ke muka dan ke belakang kecil. Backward and foreward linkage terbatas. Fenomena ketenagakerjaan menampilkan pengangguran makin membengkak. Jumlah tenaga kerja kasar dan tidak terlatih non- profesional amat banyak. Tenaga ahli terlatih amat terbatas. Kerawanan tenaga kerja diperberat oleh, meningkatnya perkembangan sektor-sektor ekonomi dengan teknologi tinggi, yang sebenarnya cukup dicapai hanya dengan teknologi yang lebih rendah. Angkatan kerja yang statis, dan etos kerja rendah. Dan, langkanya motivasi wiraswasta. Sekalipun peranan pemerintah dalam bidang ekonomi, terutama sejak 1967, cukup dominan, tetapi kebebasan bersaing sektor swasta makin tajam. Sektor ekonomi yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak makin melemah, terutama sektor informal. Kerajinan rumah tangga di desa, industri kecil di kota, transportasi non-mesin, mulai bangkrut.
196

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Fenomena yang ironik, kelompok besar makin kuat dan rakyat kecil makin lumpuh atau mati. Keterbatasan lapangan kerja di pedesaan mengakibatkan meningkatnya secara besar-besaran urbanisasi, menambah pengangguran di kota, dan potensi di desa menjadi lemah. Akhirnya, lahirlah dampak sosial yang negatif. Upaya pemerintah Orde Baru meningkatkan keadilan ekonomi hanya sekedar semboyan. Pemera- taan lahir dalam bentuk kesenjangan.Issue "keadilan sosial" dan "emansipasi sosial" yang dianggap usaha strategik alternatif, belum mendapat pasaran dalam praktek. Sejak tahun 1982, peranan swasta bermodal besar makin dominan. Situasi liberal kapitalistik dan dukungan fasilitas makin mendapat angin. Kegiatan ekonomi pada kaum lemah atau dhu’afak, termasuk koperasi, semakin memburuk. Fasilitas mulai dinik-mati para kroni yang berhampiran dengan penguasa. Sinyaleman ini makin kentara secara pasti membawa negara kearah kehancuran. Ekonomi umat banyak dalam bahaya. dengan fenomena ekonomi berbalut korupsi dan kolusi. Kritik yang ditujukan terhadap pelaksana negara selama dua dasawarsa adalah longgarnya sistem kontrol dalam birokrasi. Korupsi dan kolusi mencapai titik terparah sepanjang titik sejarah kontemporer Indonesia. Kondisi semacam ini melu-muri kehidupan berbangsa, pemerintahan menjadi keropos pada ahkirnya. Umat Islam di Indonesia, memang merupakan bagian H.Mas’oed Abidin
197

DAKWAH KOMPREHENSIF

mayoritas rakyat Indonesia. Tetapi, hampir semuanya menduduki strata sosial-ekonomi menengah-bawah dan dhu’afak menduduki strata ekonomi alas terbawah. Sektor ekonomi kuat dan menengah-kuat justru umat Islam tidak berperan menentukan. Fihak pengusaha non-pribumi banyak menguasai mata rantai ekonomi yang tidak terputus sejak dari impor sampai ke distribusi di desa, atau mulai dari peng-hasil dipedesaan sampai ke penguasaan eksport. Kehidupan rakyat banyak menjadi sangat lemah. Karena itu, masalah keterampilan seperti per- tanian dan peternakan terpadu sangat perlu menjadi perhatian utama untuk dikembangkan.

Begitulah, di tahun 1967 Dewan Da’wah memulai dengan usaha pelatihan kecil seperti dilak-sanakan di Tanah Mati Payakumbuh dan peman-faatan lahan wakaf umat di Rambah Kinali mulai di garap. Tujuan utamanya tidak hanya sekedar untuk mendatangkan hasil secara ekonomis namun lebih jauh dari itu. Diharapkan sebagai wadah pembinaan dan pelatihan generasi muda. Dengan citra dan cita-cita untuk meningkatkan mutu Dakwah Islamiyah sesuai dengan konsepsi Islam.

198

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

***

H.Mas’oed Abidin

199

DAKWAH KOMPREHENSIF

MEMBENTENGI AQIDAH UMAT Memelihara Kerukunan Beragama

M emelihara daerah dari bahaya gerakan Salibiyah berarti juga menjaga keutuhan nilai-nilai adat yang terang-terangan menyebutkan bahwa ranah ini adatnya bersendi syara' dan syara' bersendi Kitabullah. Selain itu memelihara keutuhan ukhuwah hanya dimungkinkan dengan menghidupkan kembali nilai-nilai "tungku tigo sajarangan" dalam melibatkan unsur-unsur alim ulama ninik mamak dan para cendekiawan baik yang duduk dalam pemerintahan maupun yang ada di kalangan perguruan tinggi. Yang sangat diperlukan adalah menumbuhkan ulama dan pendakwah Islam yang beradat, dan menanamkan kembali rumpun orang adat yang ber-agama Islam, serta para cendekiawan yang beradat dan beragama Islam. Usaha ini menjadi sangat krusial dalam menciptakan tatanan
200

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

masyarakat ber-adat, dengan adatnya bersendi syarak dan syarak ber-sendi Kitabullah (al-Quran). Juga, yang tidak dapat dilupakan adalah tentang pentingnya peran kegotong-royongan sebagai buah dari ajaran ta'awun sebagai inti aqidah tauhid. Dewan Da’wah melihat bahwa usaha umat Islam dalam membendung usaha-usaha yang men-diskreditkan umat dan bahkan memurtadkan umat Islam dari agama mereka, adalah semata-mata ber-sifat mempertahankan diri. Umat Islam diperintahkan untuk mengajak golongan lain kepada kalimatin sawa, atau kata persamaan, yakni :  Tidak menyembah kepada selain Allah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.  Tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan, selain Allah. Jika mereka berpaling, saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim.

Sebagai Yayasan Islam, Dewan Da’wah mempunyai pedoman yang baku dalam segala hal, termasuk dalam hubungan antaragama, antara lain : Islam dinyatakan sebagai agama di sisi Allah, namun Islam melarang pemaksaan dalam agama. Islam mengajarkan, golongan Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada umat Islam, sehingga umat Islam mengikuti agama mereka. H.Mas’oed Abidin
201

DAKWAH KOMPREHENSIF

Akan didapati orang-orang yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang yang beriman, yakni orang-orang Yahudi dan mereka yang menyekutukan Allah. Dalam kamus orang-orang beragama, tidak ada pengertian semua agama adalah benar. Yang ada, agamanyalah yang benar. Karena itu agamanya harus disampaikan kepada siapa saja, dan dengan cara apa saja. Untuk menciptakan kerukunan itu, mutlak di-perlukan kebijakan dari semua pihak yang dapat juga disebut semacam kode etik. Bila ingin membicarakan keberhasilan kaum Salibiyah dalam merebut hati umat Islam Indonesia, sering Bapak Mohamad Natsir bertanya : bukankah banyak pula umat mereka yang sadar lalu berbondong- bondong masuk Islam?. Tanya yang berupa khabariah ini menyebabkan kita menoleh kepada soal itu. Ternyata memang ada benarnya dan memerlu-kan penggarapan khusus. Di Kabupaten Nusa Tenggara Selatan dengan ibukotanya Soe, seorang raja bernama Gunawan masuk Islam kemudian diikuti oleh kurang lebih 9000 rakyatnya. Karena tidak ada pembinaan, sebagian mereka kembali murtad. Hal ini kita coba mengatasi dengan pengiriman 6 orang da’i yang honornya dicarikan dari bapak angkat. Begitu juga di Mentawai ribuan orang masuk Islam, namun hal ini kurang dapat kita layani. Di pulau-pulau terpencil di daerah Maluku banyak laporan dan permintaan pengislaman, peng-arahan dan bantuan.
202

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Sahabat-sahabat baru seperti ini, dapat kita lihat perkembangannya dengan adanya jama'ah Muhtadin di kota-kota seperti : Yogya, Medan, Cilacap, Mentawai, Lampung dan lain-lain, bahkan telah sampai kita adakan pertemuan silaturahmi di Cisalopa. Acara seperti ini biasanya dihadiri pula oleh Muhtadin dari Malaysia dan Brunei. Sebahagian instrukturnya ada yang diambilkan dari tenagatenaga ahli dakwah dari tamatan Timur Tengah. Usaha yang menampilkan peran dan gerak dari Muhtadin ini menarik perhatian dan minat dari berbagai pihak. Utamanya dari para Muhsinin dari Timur Tengah, sehingga responnya terlihat pada undangan-undangan untuk menunaikan ibadah haji bagi para muhtadin yang telah berprestasi. Seperti di tahun 1997 misalnya, 5 orang di antara mereka di undang untuk menunaikan ibadah haji dengan dari biaya lembaga Muhtadin dari Jeddah. Menyangkut permutadan umat Islam oleh kalangan Salibiyah yang pada dua dasawarsa terakhir sangat pesat dilakukan oleh mereka, maka Dewan Da’wah melihatnya sebagai suatu bahaya yang tidak hanya berakibat terhadap agama Islam, tetapi juga terhadap kerukunan nasional. Mengenai masalah ini Dewan Da’wah selalu menyampaikan pandangan-pandangannya secara terbuka kepada Pemerintah melalui Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri, dan juga diterbitkan catatancatatan tentang fakta dan data oleh Media Dakwah. Soal yang sangat penting dan peka ini, di-kemukakan H.Mas’oed Abidin
203

DAKWAH KOMPREHENSIF

oleh Dewan Da’wah melihat kenyataan- kenyataan yang terjadi di lapangan, karenanya di-sampaikan secara jujur, adil dan terbuka. Pada tahun-tahun terakhir ini terasa mulai dapat dipahami. Bukan saja oleh sesama golongan Islam, melainkan juga oleh golongan-golongan masyarakat lainnya. Dewan Da’wah, walaupun bukan partai politik, namun melalui berbagai saluran konstitusional yang ada, dengan memberikan pertimbangan-pertimbangan kepada lembaga-lembaga pemerintahan yang terkait. Dewan Da’wah melihat bahwa usaha umat Islam dalam membendung usaha-usaha yang mendis-kreditkan umat Islam dan bahkan memurtadkan umat dari agama mereka, adalah semata-mata ber-sifat mempertahankan diri. Bersifat self defence. Walaupun demikian, Dewan Da’wah senantiasa menyikapi setiap ada ajakan untuk menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama, dengan sikap positif sesuai bimbingan Agama Islam, karena sebagai sesama pengatur agama yang bersumber dari Allah. Umat Islam diperintahkan untuk mengajak golongan lain kepada kalimatin sawa’, atau kata persamaan, yakni :  Tidak menyembah kepada selain Allah, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.  Tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan, selain Allah.  Jika mereka berpaling, saksikanlah bahwa kami
204

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

adalah orang-orang muslim.

Sebagai yayasan Islam, Dewan Da’wah mempunyai pedoman yang baku dalam segala hal, termasuk dalam hubungan antar agama, antara lain : Islam dinyatakan sebagai agama di sisi Allah, namun Islam melarang pemaksaan dalam agama. Islam mengajarkan, golongan Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada umat Islam, sehingga umat Islam mengikuti agama mereka. Akan didapati orang-orang yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang yang beriman, yakni orang-orang Yahudi dan mereka yang menyekutukan Allah.

Pandangan Dewan Da’wah mengenai soal yang sangat penting dan peka ini, karena berdasarkan kenyataan-kenyataan dan disampaikan secara jujur, adil dan terbuka, pada tahun-tahun terakhir ini terasa mulai dapat dipahami. Bukan saja oleh sesama golongan Islam, melainkan juga oleh golongan-golongan masyarakat lainnya. Ketika Paus Johannes Paulus II berkunjung ke Indonesia 9-14 Oktober 1989, empat orang sesepuh umat : K.H. Masjkur, K.H. Rusli Abdul Wahid, Prof. Dr. H.M. Rasjidi, dan M. Natsir, menyampaikan surat terbuka melalui Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia dilampiri fakta dan data. Buktinya tidak ada bantahan. H.Mas’oed Abidin
205

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dewan Da’wah, sekali lagi, bukan organisasi kemasyarakatan, juga bukan partai politik. Akan tetapi, Dewan Da’wah tidak hendak membiarkan dirinya sendiri dan keluarga besarnya buta politik, karena politik pada hakikatnya adalah seni mengatur masyarakat. Dewan Da’wah bukan partai politik, Dewan Da’wah pun sangat menyadari keterbatasan- keterbatasannya. Maka dari itu, kepada keluarga Dewan Da’wah yang tersebar di seluruh tanah air, Dewan Da’wah hanya dapat menyampaikan imbauan supaya mereka menjadi warga negara yang baik.

206

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

KIPRAH DAKWAH GERAK LANGKAH DAKWAH

G

erak Dakwah Ilaa Allah, sebagai realisasi Gagasan Menopang Gerak Dakwah, terlihat dalam beberapa kegiatan, yang nyata menyentuh kehidupan umat. Pertama, memperluas pengertian dakwah bahwa dakwah luas artinya. Mencakup seluruh aspek kehidupan78 Bapak Mohamad Natsir sebagai ketua Dewan Da’wah mengungkapkan sejarah, bahwa dakwah pada hakikatnya ialah kelanjutan dari risalah Nabi Besar Muhammad SAW. Rasulullah diutus oleh Allah SWT kepada masyarakat manusia di dunia, tujuannya ialah untuk menggarap selurus aspek kehidupan. Kedua, mengembalikan fungsi masjid, sebagai pusat
78

Catatan Q.S Al-Anfal ayat 24. 207

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

pembinaan masyarakat. Dewan Da’wah datang mengingatkan kembali, masjid merupakan pusat pembinaan umat, sesuai fungsi masjid yang diteladankan oleh Rasulullah SAW. Dewan Da’wah memberi contoh dengan berkantor di masjid Al-Munawarah. Dari sudut kecil itulah digarap semua kegiatan Dewan Da’wah. Ketiga, Dewan Da’wah memberi pengertian kepada jamaah bahwa tugas dakwah adalah fardhu ain bagi setiap muslim. Seluruh kehidupan umat Islam semestinya di kembangkan secara kreatif, baik oleh masing-masing individu fardhu 'ain maupun oleh eksponen-eksponen masyarakat (fardhu kifayah), berdasarkan dan sesuai dengan hukum Allah, yang tertuang secara tertulis dalam syariah, kauniah, maupun sejarah. Oleh karena itu, segala ungkapan kegiatan peri-laku budaya umat Islam seyogianya merujuk pada sistem ide dan pola fikir yang berawal dari nilai Islami yang universal.

Semua ekspresi, gagasan dan gerak seorang muslim adalah manifestasi dan realisasi ibadah demi tercapainya kemuliaan dan keridhaan Allah semata. Inilah yang menjadi dasar dan tujuan Dewan Da’wah. Umat Islam Indonesia sebagai masyarakat yang berbudaya telah mengalami proses pencarian, penemu an, pengembangan dan peningkatan norma-norma yang
208

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

merupakan landasan bagi terbentuknya budaya bangsa Indonesia.

H.Mas’oed Abidin

209

DAKWAH KOMPREHENSIF

Meningkatkan Mutu Dakwah

Menggiatkan dan meningkatkan mutu dakwah. Dewan Da’wah berusaha meningkatkan mutu dan kegiatan dakwah. Dengan para ulama dan da’i dari daerah- daerah diadakan diskusi untuk memperluas wawasan serta pengertian mereka tentang dakwah. Untuk membuka cakrawala pemikiran yang selama ini terbelenggu oleh ketakutan, tekanan komunis dan Orde Lama yang diktator. Untuk menggarap dakwah di daerah- daerah rawan, seperti daerah transmigrasi dan daerah- daerah terbelakang. Para da’i dilatih khusus antara sebulan sampai dua bulan di Pesantren Pertanian "Daarul Fallah", Ciampea, Bogor.
210

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Untuk meningkatkan pelajaran dan pendidik an agama bagi mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi, Dewan Da’wah menatar dosen-dosen mata kuliah umum dengan maka kuliah agama Islam. Dewan Da’wah juga mencari kontak ke luar negeri untuk mendapatkan buku-buku standar di bidang agama. Sesungguhnya upaya pengadaan per pustakaan Islam telah dirintis oleh Dewan Da’wah sejak 24 tahun yang lalu.

Untuk mengatasi problematika dakwah yang tengah dihadapi di daerah-daerah sulit, harus dimulai dari membentuk da’i ujung tombak Dakwah Ilaa Allah. Diantara problematika Dakwah yang selalu di-alami oleh da’i adalah masalah kesejahteraan mereka di lapangan. Seperti biaya kesehatan, transportasi antar lokasi dakwah dan honor yang kurang memadai ketimbang nilai keperluan pokok sehari-hari. Honor yang tidak seimbang dengan keperluan seharihari terasa sangat kurang memadai, dibanding dengan beratnya tugas di medan dakwah. Apalagi mengingat para da’i tersebut sudah banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Inilah problematika para da’i yang tersebar di seluruh Indonesia. H.Mas’oed Abidin
211

DAKWAH KOMPREHENSIF

D a ’i dan Problematikanya

Da’i Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat, yang bertugas dilapangan berjumlah 272 orang79, tersebar dalam empat bentuk daerah : Daerah transmigrasi Daerah suku terasing Daerah suku terbelakang Daerah kampus dan perkotaan

Problematika Dakwah Di Daerah Sulit Daerah Transmigrasi Dan Daerah Terisolir

Jadi kesimpulannya dari jumlah 272 orang da’i di daerah transmigrasi 9 orang diantaranya honornya dibawah Rp. 30.000, sedangkan 13 orang diantaranya diatas Rp. 100.000 serta 23 orang diantaranya diatas Rp. 150.000. 212 H. Mas’oed Abidin
79

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Perubahan zaman dalam kemajuan teknologi maklumat (globalisasi informasi dan komunikasi), telah membawa berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat. Secara positif kemajuan tersebut telah mem bawa perbaikan ekonomi masyarakat dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan. Juga kemajuan dalam bidang transportasi dan perhubungan.Dirasakan juga pada bidang pendidikan, budaya, seni, serta adat kebiasaan. Secara umum dakwah ditengah masyarakat mengalami perubahan nyata antara lain masyarakat di datangi dakwah dan tidak lagi mendatangi dakwah. Kemajuan informasi elektronika diantaranya parabola, audio visual yang telah merupakan sarana alih ilmu pengetahuan berdampak juga sebagai sarana alih budaya. Dirasakan pada kondisi di daerah sulit antara lain: Kurangnya minat orang tua menyerahkan anak-anaknya ke Pendidikan-pendidikan Islam (Surau, majlis ta’lim, TPA, MDA, bahkan pengajian-pengajian Al-Qur’an). Kebiasaan meminum minuman keras (Miras) bagi sebahagian kalangan muda/remaja di desa serta keinginan bergaul bebas (diluar batas-batas adat dan agama) mulai tumbuh merajalela. Banyaknya umat kembali kepada Islam sebagai hasil perjuangan da’i seringkali tidak terikuti oleh pembinaan yang intensif, antara lain disebabkan :

Kurangnya tenaga da’i yang berpengalaman.

H.Mas’oed Abidin

213

DAKWAH KOMPREHENSIF

Berkurangnya jumlah da’i di daerah-daerah, karena perpindahan ke kota dan kurangnya minat menjadi da’i. Terabaikannya kesejahteraan da’i secara materil yang tidak seimbang dengan tuntutan yang diharapkan oleh masyarakat dari seorang da’i. Jauhnya daerah-daerah yang harus didatangi oleh juru dakwah sementara tidak tersedianya alat transportasi yang memadai, seperti sepeda motor, sepeda dayung, speed boat, perahu, bahkan sering di temui transport umum sewaktu-waktu ke daerahdaerah binaan dakwah, jarang pula tersedia. Umumnya juru dakwah bukanlah pegawai negeri yang memiliki penghasilan bulanan yang tetap, akan tetapi senantiasa dituntut oleh tugasnya untuk selalu berada ditengah umat yang dibinanya.

Kehidupan global yang mengarah kepada pemenuhan keperluan materialistik, seperti perlombaan kebendaan serta ukuran prestise,telah menghadirkan tantangan baru bagi para juru dakwah dan semakin parah karena adanya pihak-pihak agama lain yang memulai sarana dakwahnya dengan uluran tangan pemberian. Sementara juru dakwah jangankan memberi untuk hidup pun kadang-kadang susah. Problematika dakwah bertambah komplit karena kurangnya bahan-bahan dakwah seperti buku dan mediamedia lain baik elektornik maupun non elektronik yang dimiliki oleh juru dakwah.

214

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Mengingat kompleksnya problematika dakwah yang tersimpul kepada serba kekurangan, seperti kekurangan fasilitas, dukungan masyarakat, minat, tenaga, bahan-bahan, tingkat penghasilan, alat pendukung dakwah dan transportasi. Sangatlah perlu seluruh pihak yang terkait, lembaga-lembaga dakwah, BAZIS, para muhsinin, Yayasan-yayasan Islam, dan masyarakat luas termasuk pemerintah daerah serta Departemen Agama, untuk ikut ambil bagian di dalam menopang kelancaran dakwah bagi pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. Terutama yang sangat diharapkan adalah; A. Mencarikan Bapak angkat untuk penyediaan bantuan nafkah juru dakwah. B. Menghubungkan desa-desa sulit (kampung halaman) dengan para perantau yang berhasil untuk dapat diikut sertakan sebagai penyandang dana juru dakwah. Perioritasnya terletak kepada pembinaan juru dakwah sebelum pemabngunan sarana fisik gedung-gedung dakwah (re-Konstruksi rumah-rumah ibadah). C. Memperhatikan alat angkutan bagi juru dakwah. D. Peningkatan ilmu, keterampilan, motivasi juru dakwah melalui refreshing, penataran, pembekalan bagi juru dakwah secara berkala. E. Dukungan moral dari pejabat-pejabat pemerintah di daerah dukungan timbal balik juga dari da’i terhadap para petugas di daerah-daerah. F. Kesatuan gerak lembaga-lembaga dakwah dalam meningkatkan gerak dan mutu dakwah di daerahdaerah sulit. Program untuk ini dapat dirinci lebih mendalam. Dapat pula diberikan sebagai masukan kepada pihak-pihak H.Mas’oed Abidin
215

DAKWAH KOMPREHENSIF

terkait. Disinilah sangat diharapkan peran serta Bakor Dakwah, Majlis Ulama, Yayasan-yayasan Islam serta lembaga dakwah dan juru dakwah. Maka, Dewan Da’wah sangat berperan sebagai fasilitator untuk dapat program dakwah terlaksana dengan baik. Kesejahteraan da’i ujung Tombak Dakwah menjadi program utama untuk diatasi segera. Karena, umumnya para da’i, juru dakwah tersebut telah ber tugas dimedan dakwah paling sedikit dalam masa terendah rata-rata di atas 5 (lima) tahun.

Pengembangan Dakwah
216

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dan Diklat

Biro Pengembangan Dakwah Dan Diklat, dengan 9 sub biro menangani masalah-masalah; pendidikan pengkaderan, latihan dan mengkoordinir da’i-da’i lapangan, baik umum ataupun transmigrasi mengkoordinir beberapa proyek khusus yang ada hubungannya dengan pembinaan.

Biro Pengembangan Dakwah dan Diklat, me- rupakan salah satu biro yang menjadi tumpuan gerak dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Karena yang ditangani biro ini adalah pem-binaan da’i sebagai awal bertolak dari peningkatan mutu dakwah baik di lapangan ataupun karakter para da’i pelanjut Risalah Rasulullah.

Biro ini dikelola oleh tiga orang tenaga, yaitu : H. Syuhada Bahri H. Syariful Alamsyah H. Amir Syaifa Yasin Biro ini mempunyai Tugas-tugas Pokok : H.Mas’oed Abidin

217

DAKWAH KOMPREHENSIF

 Pelatihan da’i yang akan dan sudah dikirim ke daerah  Pengiriman da’i ke Daerah  Pengolahan data laporan da’i  Pembinaan.

Dari segi Pembinaan dan Pembiayaan Da’i Dewan Da’wah dikelompokkan kepada dua kelompok.

1. Da’i Dewan Da’wah Pusat A. Da’i Dewan Da’wah Pusat adalah Da’i yang diangkat, dikelola dan dibiayai langsung oleh Dewan Da’wah Pusat. B. Jumlah Da’i Dewan Da’wah Pusat sebanyak " 272 orang yang dibagi penempatannya : B.1.Da’i Lapangan B.2.Da’i administratur merangkap lapangan

2. Da’i Perwakilan A. Da’i Perwakilan adalah da’i yang diangkat, dikelola dan dibiayai oleh perwakilan dengan menggali sumber dana di daerah. B. Dewan Da’wah Pusat hanya memberikan
218

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

bimbingan, pelatihan dan stimulan.

Penyebaran da’i , berada di daerah : Daerah Transmigrasi Daerah suku terasing Daerah terbelakang (ekonomi-kebodohan) Daerah kampus dan perkotaan Penyebaran Da’i Dewan Da’wah Pusat diseluruh Propinsi di Tanah Air.  Bentuk-bentuk Pembinaan : Bentuk1. Pembinaan lewat penyediaan buku-buku dan tulisan 2. Pembinaan lewat penataran 3. Pembinaan lewat kunjungan ke lapangan Tantangan Yang dihadapi : 1. 2. 3. 4. 5. Gerakan pemurtadan Ajaran Nativisme dan Sempalan Kemiskinan dan Kebodohan Kurangnya tenaga da’i, Dana dan Fasilitas Medan Tugas yang sulis dan sebagainya.

 Menghadapi H.Mas’oed Abidin
219

DAKWAH KOMPREHENSIF

Ghazwul Fikri

Peningkatan setiap usaha kearah pembenteng-an dan pembelaan aqidah umat. Menghadapi banyak tantangan, berupa berkeliarannya hama- hama yang merusak dan mencuri tanaman kita. Hama yang dimaksud ialah para penyebar agama selain Islam. Sekularisme, orientalisme, komunisme, marxisme, serta pemikiran yang menyempal pada Islam Jamaah, Inkarussunah, Isa Bugis, Syi'ah, dan lain-lain. Menghadapi masalah al ghazwul fikri atau perang pemikiran. Dewan Da’wah mengambil peranan khusus 80. Salah satu persoalan pokok yang dihadapi umat Islam menjelang masuknya millenium ketiga. Adalah gerakan dan usaha memisahkan sektor-sektor
Masalah ini biasanya dijawab oleh Pak Rasjidi dengan tulisan, tampil pula Bapak Mohamad Natsir, Pak Zainal Abidin Ahmad, Pak Sjafruddin Prawiranegara, Pak Bahder Djohan, Pak Deliar Noer dan Pak Daud Ali. Dilanjutkan lagi oleh generasi yang lebih muda para alumni Timur Tengah. Buah tangan mereka yang memperkaya khazanah perpustakaan Islam, melalui Dewan Da’wah. Walau secara berkecil-kecil di markas Dewan Da’wah Pusat sudah ada beberapa penerbitan yaitu Media Dakwah, Suara Masjid, Sahabat, Bulletin Dakwah, Serial Khutbah Jum'at, lengkap dengan toko bukunya. Menghadapi perang pemikiran, Dewan Da’wah bahkan telah membentuk tim "Ghazwul Fikri" 220 H. Mas’oed Abidin
80

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sosial-budaya dari agama. Seperti terlihat pada kehidupan masyarakat industri. Dimana kehidupan masyarakat mengalami sekularisasi, yang berpangkal dari faham sekularisme materialisme.81 Salah satu kekhawatiran terbesar umat Islam dan bangsa Indonesia sekarang dan dimasa datang. Adalah timbulnya pengotakkan masyarakat kedalam kelas-kelas yang mempunyai kepentingan ekonomi berbeda dan saling bertentangan.82 Gejala ini membuat kebijakan perjuangan Islam menjadi bersifat ganda. Disatu pihak, umat Islam mempunyai tugas nasional untuk mencegah pengkelasan masyarakat yang diakibatkan oleh sistem politik pragmatis, dilain pihak, umat Islam ingin mencegah sekularisasi. Tugas ganda ini bertumpu pada keyakinan bahwa Islam sebagai agama dan pandangan hidup harus mencegah pengkelasan masyarakat yang sekularisasi kehidupan. Sementara itu dalam bidang budaya terjadi arus lain, yaitu derasnya kebangkitan nativisme yakni kepercayaan dan anutan-anutan yang dianggap dari nenek moyang yang di lestarikan secara turun- temurun. Kebangkitan ini ternyata
Sekularisme cenderung untuk meniadakan peranan agama, sekalipun kemungkiana bahwa agama akan diberi tempat, atau diberi kotak, berupa spatialisai agama. Agama diberi tempat untuk berperan secara khusus dalam bidang "Rohaniah", tetapi tidak diberi tempat berperan dalam masyarakat yang lain. 82 Pada dasawarsa akhir ini kecenderungan ke arah pengkelasan masyarakat rupanya makin meningkat, sehingga umat Islam menjadi semakin berat: karena selain dari harus menghadapi pemudaran nilai-nilai agama, juga menghadapi fragmentasi sosial ke dalam kelas-kelas.
81

H.Mas’oed Abidin

221

DAKWAH KOMPREHENSIF

mempunyai kolerasi dengan proses sekularisi atau spatialisasi di atas.

Sungguhpun spiritualisme pada gerakan nativisme sering bertentangan dengan materialisme masyarakat industri yang sekular, namun kenyataannya ada hubungan kepentingan yang erat antara skularisme dan nativisme. Hal ini dapat terjadi karena gerakan nativisme menawarkan suatu spiritualisme yang sesuai dengan konsepsi spatialisme agama dari cita-cita sekular.83 Pencegahan secara teoritik hanyalah melalui pengintregasian ilmu-ilmu dalam sistem keagamaan. Secara empirik, penanggulangan sekularisme adalah pengintregasian sistem budaya dalam sistem sosial dengan ajaran agama. Maka, tugas cendekiawan muslim, menjadi sangat penting dalam dakwah menghadapi sekularisme. Masalahnya, bagaimana memanfaatkan mengarahkan dakwah di bidang sosial-budaya. dan

Untuk menahan sekularisme, maka organisasi profesi, dan lembaga dakwah yang ada sekarang dapat dimanfaatkan. Dalam posisi ini Dewan Da’wah bisa tampil kedepan. Forum formal dan informal dapat di gunakan bermujadalah, berdialog secara intelektual.
Spiritualisme-nativisme sampai batas tertentu mempunyai raison d'etre, berhubung masyarakat industri selalu mempunyai kecenderungan alienasi yang diduganya dapat ditolong oleh spiritualisme yang merupakan terapi psikologis tehadap perasaan tidak aman warga masyarakat Industrial. 222 H. Mas’oed Abidin
83

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Demikian

juga

media

massa yang memadai akan menjelaskan secara teoritik permasalahan sosial budaya dari sudut pandang integral Islami. Kehadiran Media Dakwah sangat penting.

Untuk mendukung terlaksananya tugas ganda dakwah ini, amatlah diperlukan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan yang mampu menampil kan ide-ide secara strategis untuk menawarkan alternatif-alternatif dalam menghadapi berbagai per-masalahan modern. Manusia pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan Allah dengan sifat-sifat dan karakter fisik dan psikisnya yang tunduk kepada hukum syari'ah, hukum Allah dan hukum sejarah yang merupakan hukum Allah. Karena itulah, Allah swt menyediakan wahyu sebagai petunjuk bagi kehidupan. Derajat kemuliaan manusia bergantung pada tinggi rendahnya iman dan ilmunya, yang direalisasikan dalam perilaku ibadah dan budaya amal shaleh. Hajat hidup umat Islam akan kesejahteraan lahir dan bathin, fisik, moral dan spiritual menuntut umat untuk menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan potensi dan kemahiran riel dirinya. Agar dapat menggunakan sumber-sumber alam sebagai sarana hidup dan penghidupan budaya serta peradaban manusia. Dengan penggunaan tenaga sehemat mungkin dan manfaat seluas mungkin. H.Mas’oed Abidin
223

DAKWAH KOMPREHENSIF

Ilmu, teknologi, ekspresi kehidupan kemanusia an disamping komponen budaya lain, tidak mungkin dilepaskan dari nilai kebenaran agama yang hakiki. Inilah kewajiban generasi dakwah sekarang. Agar dapat meneruskan kapada generasi pelanjut secara informatif, keilmuan dan teknologi, sebagai pedoman untuk pengembangan peradaban yang lebih tinggi yang bercorak Islam. Dengan gerakan dakwah komprehensif beralas-kan Kitabullah dan Sunnah Rasul akan men jadi sumber terwujudnya rahmat bagi seluruh umat, bagi bangsa, dan alam semesta. Keragaman norma dan perilaku budaya umat merupakan khazanah bagi terbentuknya budaya umat yang Islami. Oleh karena itu, pengembangan umat merupa kan usaha optimasi kapasitas secara kuantitatif mau-pun kualitatif. Pengembangan dimaksud tampak pada peng-amalan individu anggota masyarakat dalam melak-sanakan Iman, Islam, dan Ihsan. Yakni, individu yang mampu melaksanakan ibadah dalam arti kata yang seluas- luasnya.

224

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI



Membangkitkan Ukhuwah al-‘Alamiyah

Dengan berlandaskan ukhuwah Islamiyah al'Alamiyah, Dewan Da’wah ikut ambil bagian dalam membangkitkan ukhuwah Islamiyah internasional. Di seluruh dunia ada umat Islam. Di lima benua ini ada umat Islam. Jumlahnya hampir seperempat penduduk bumi. Lebih kurang satu milyar. Membangkitkan kesadaran inipun dilakukan oleh Dewan Dakwah dengan mengadakan perjalanan muhibbah ke negara-negara Islam di seluruh dunia. Terutama ke Timur Tengah, Saudi Arabia, Kuwait, Libya, Irak, Palestina dengan H.Mas’oed Abidin
225

DAKWAH KOMPREHENSIF

melihat langsung keadaan umat Islam di sana. Dewan Da’wah menggerakkan umat Islam Indonesia, untuk mengumpulkan bantuan apa saja. Tumbuhlah rasa ukhuwah Islamiyah Internasional, seperti sewaktu Kotobato, kota universitas Islam di Filipina Selatan dibakar habis oleh pasukan Presiden Ferdinand Marcos yang Katolik di Filipina Selatan.84 Amal nyata ini telah berperan menumbuhkan lagi ukhuwah Islamiyah dengan tetangga kita di utara itu. Kita lakukan dalam upaya membina ukhuwah Islamiyah internasional, untuk kemudian ikut pula memikirkan secara bersama bagaimana nasib umat Islam di Indonesia? Kesetiakawanan Islam Terhadap penderitaan umat Islam di dalam dan di luar negeri, Dewan Da’wah telah menggerakkan umat untuk memberikan bantuan seperti untuk korban banjir, kebakaran, pengungsi Myan-mar, Bosnia Herzegovina dan sebagainya. Ternyata kemudian diketahui, oleh kaum muslimin diluar negeri bahwa Dewan Da’wah dianggap satu badan yang punya kekuatan sebagai penggerak umat Islam yang paling berhasil. Sementara itu, bagi kita usaha menggerakkan bantuan Solidaritas Bosnia paling kurang telah menghasilkan dampak positif :
Dewan Da’wah telah menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, melalui masjid-masjid, langgar, dan kelompok-kelompok pengajian Islam untuk kita kirimkan Qur'an sebagai pengganti Qur'an yang terbakar di universitas Islam Filipina Selatan 226 H. Mas’oed Abidin
84

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

1. Menumbuh suburkan semangat ber-infaq umat kita 2. Memperluas wawasan Solidaritas Islam Internasional 3. Memantapkan pemahaman bahaya Kristenisasi dan Pemurtadan 4. Penggalangan Persatuan umat Islam dengan memperkecil batas-batas organisasi kesukuan dan mazhab. 5. Memberi kesempatan tampilnya kader dan tokoh muda di muka umum. Untuk menghadapi hubungan Luar Negeri ini Dewan Da’wah menanganinya dengan serius, oleh satu biro yang dikhususkan untuk itu.

H.Mas’oed Abidin

227

DAKWAH KOMPREHENSIF

 

BIRO LUAR NEGERI dan BANGUN SARANA

228

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Biro luar negeri dan bangun sarana, memiliki 9 sub-biro yang tugasnya menangani : • hubungan luar-negeri, • bea-siswa, • laporan da’i Timur Tengah, • urusan aitam, • pembangunan sarana fisik, • penterjemah, • tamu-tamu Luar Negeri.

Dewan Da’wah mengungkapkan kepada saudara-saudara kita di belahan dunia lain, bagai-mana ghazwul fikr yang tengah melanda umat Islam di Indonesia, dewasa ini. Umat Islam di Indonesia secara umum, masih terikat kebodohan. Disamping miskin sarana-sarana dakwah, langkanya da’i yang terampil, rumah sakit tempat penampungan pasien yang lemah, yang sering jadi sasaran empuk missi dan zending. Dewan Da’wah paling sedikit, telah mengirim ribuan pelajar ke berbagai negeri, di Timur Tengah. Beberapa ratusan masjid yang dibangun oleh Dewan Da’wah, dengan bantuan saudara-saudara kita di Timur Tengah, terutama dari Kuwait, dan Saudi Arabia. Inilah hasil ukhuwah Islamiyah Internasional. Hubungan Luar Negeri Hubungan Dewan Da’wah dengan Luar Negeri, baik dengan lembaga-lembaga resmi (pemerintah) maupun sya'bi (non-pemerintah). H.Mas’oed Abidin
229

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sesungguhnya hubungan ini sudah dirintis oleh Bapak M. Natsir sendiri sejak awal berdirinya Dewan Da’wah ini. Hubungan ini semakin hari semakin meningkat. Alhamdulillah. Hubungan Luar Negeri dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran pokok : Pertama, peningkatan kehadiran Dewan Da’wah dan pendukung-pendukungnya di Indonesia dalam forum-forum Islam di tingkat Internasional, sebagai saham Dewan Da’wah dan kaum muslimin Indonesia umumnya dalam membahas dan menyelesai kan persoalan-persoalan Islam Internasional. Seperti masalah Palestina, dan pembebasan Masjid al-Aqsha, Jihad Afghanistan, Minoritas Muslim di beberapa tempat dan kawasan, Jihad Bosnia- Herzegovina dll. Kedua, menciptakan jaringan koordinasi al-Amal al-Islami al-Musytarak antara Dewan Da’wah dengan lembaga-lembaga Islam di Luar Negeri. Termasuk tukar menukar pengalaman dan manhaj dalam mengembangkan amal Islami ini. Ketiga, mencari dukungan moril maupun materil bagi pengembangan usaha-usaha Dewan Da’wah di dalam negeri. Frekwensi aktifitas hubungan luar negeri ini bisa dilihat sebagiannya melalui delegasi dan kunjungan Dewan Da’wah ke luar negeri, di satu sisi. Dan delegasi kunjungan Lembaga-lembaga luar negeri ke Dewan Da’wah, di sisi yang lain.
230

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Delegasi Dewan Da’wah Ke Luar Negeri Sebelum tahun 1986, dapat dikatakan bahwa Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Mohamad Natsir oleh para Muhsinin terutama di Timur Tengah dan juga tanah air Indonesia, boleh dianggap sebagai satu-satunya lembaga yang dapat dipercaya, untuk dimintai pertimbangan dan rekomendasi dalam menyalurkan bantuan kepada kaum Muslimin Indonesia atau kepada lembaga-lembaga dakwah, yang pada saat itu mulai menggeliat dalam kiprahnya. Ini terbukti, bahwa sebelum tahun 1986 itu atas rekomendasi Dewan Da’wah di bantu juga Islamic Centre, seperti antara lain Islamic Centre Masjid Taqwa Muhammadiyah di Padang, yang diwujudkan dalam penyempurnaan pembangunan Masjid tersebut yang beberapa tahun sebelumnya mendapat musibah runtuh kubahnya. Begitu pula, dibangunkan Islamic Centre INDONESIA, di Jl. Kramat II No. 75-77 Jakarta Pusat DKI Jaya.

DALAM TAHUN 1991 Juni 1991, Dr. Anwar Haryono, SH, sebagai Wakil Ketua Dewan Da’wah, mendapat undangan haji dari Rabithah Alam Islami, dan KH Shaleh Iskandar salah seorang Anggota Pengurus Dewan Da’wah. H.Mas’oed Abidin
231

DAKWAH KOMPREHENSIF

Muzayyin Abdul Wahab, selaku Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, yang mendapat undangan haji dari Khadimul Haramain, Raja Saudi Arabia. Kesempatan seusai haji, telah dimanfaatkan untuk mengadakan kunjungan ke Lajnah Ri'ayah al-Muslimin al-Judad di Jeddah, yang diketuai oleh Dr. Hasan Abdul Qadir Bahafdhallah. Kunjungan ini, melahirkan kerjasama yang erat, antara Dewan Da’wah dengan Lajnah ini, dalam pembinaan Jama'ah Muhtadien. Kerjasama dimaksud terwujud, dalam bentuk Silaturrahmi Jamaah Muhtadien, yang terdiri dari banyak bekas pastor dan penginjil, yang telah masuk Islam, secara nasional di Cisalopa. Kemudian, disusul oleh pertemuan- pertemuan serupa, antara para Jama'ah Muhtadin tingkat propinsi. Lajnah juga mengundang 5 orang Anggota Jama'ah Muhtadin setiap tahunnya, untuk menunaikan haji atas biaya lajnah. Peranan Sdr Drs. Mohammad Siddik, MA dalam hal ini sangat besar, sebagai mediator antara Dewan Da’wah dengan Lajnah, dalam perwujudan seluruh aktifitas kerjasamanya. Juli 1991, Mazni Muhammad Yunus mengikuti seminar Islamic Management di Singapura, yang diselenggarakan oleh Moslem Convert Organization (MCA) Singapura.

Selama Tahun 1992. Januari 1992, Muzayyin Abdul Wahab dan Abdul Wahid MA sebagai Anggota Pengurus Dewan Da’wah Pusat dan Perwakilan Dewan Da’wah di Timur Tengah, menghadiri
232

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Konferensi Internasional Kuwait, di Kuwait.

untuk

Pembebasan

Tawanan

Kesempatan berkunjung ke Kuwait ini, sekali-gus dimanfaatkan untuk kunjungan ke seluruh Lem-baga Islam di Kuwait, yang selama ini mempunyai hubungan baik dengan Dewan Da’wah, setelah pembebasan Kuwait dari Rezim Saddam Husein (Iraq). Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah Wizarat Al-Awqaf, Bait Al-Zakah Jamiyat Al-Ishlah, Al-Haiah Al-Khairiyah Al-Islamiyah Al-Almiyah, Lajnah Muslimi Asia, Lajnah Al-Alam Al-Islami, Jamiyah Ihya At-Turats Al-Islamy dan sejumlah Asysyakhshiyat Al-Islamiyah. Lembaga-lembaga tersebut, selama ini telah mendukung Dewan Da’wah.. Kunjungan ini membawa dampak yang positif sekali, berupa peningkatan kerja sama antaraDewan Da’wah dengan seluruh lembaga tersebut, sesudahnya. Pebruari 1992, Drs. Saifullah Mahyuddin MA Anggota Pengurus Dewan Da’wah Pusat dan Anggota Dewan Masjid sedunia, menghadiri sidang Dewan ini di Makkah Al-Mukarramah. Drs. Saifullah Mahyuddin, MA, menghadiri sidang ini setiap tahunnya sejak di-angkat sebagai anggota, atas usul Dewan Da’wah. Drs. Saifullah Mahyuddin MA dan Muzayyin Abdul Wahab, menghadiri sidang ke-3 Lajnah Tansiq al- 'Amal Al-Islamy, Organisasi Konferensi Islam (OKI) Jeddah. Dr. Yusuf Amir Faisal menghadiri sidang Dewan Kurator Universitas Islam Internasional Islamabad, mewakili Bapak Mohamad Natsir Almarhum, menjadi anggota dewan sejak tahun 1987. UII Islamabad dan UIA Kuala Lumpur adalah perwujudan keputusan-keputusan konferensi inter-nasional H.Mas’oed Abidin
233

DAKWAH KOMPREHENSIF

untuk pendidikan Islam, dibawah prakarsa OKI, yang diadakan pertama kalinya di Makkah Al- Mukarramah 1977, yang pernah sekali diadakan di Indonesia, pada tahun 1981. Pada 12 Mei 1992, Bapak Mohamad Natsir almarhum mengirim surat dukungan Dewan Da’wah dan kaum Muslimin Indonesia umumnya bagi kemerdekaan Bosnia-Herzegovina yang ditujukan kepada Presidennya Dr. Ali Izet Begovic. Surat ini memiliki nilai sejarah tersendiri, karena merupakan awal dukungan umat Islam untuk Bosnia-Herzegovina bahkan sebelum hubungan resmi pemerintah RI. Dewan Da’wah telah ikut memfollow-up dukungan ini dengan bentuk Komite Solidaritas Muslim Bosnia (KSMB) yang kegiatan solidaritasnya begitu eksplosif selama paruh kedua tahun 1992. Juli 1992 Dr. Deliar Noer, Drs. Saifullah Mahyuddin MA dan Mazni Muhammad Yunus menghadiri Sidang Umum Tahunan Regional Islamic Dakwah Council for South East Asia and Pasific (RISEAP) di Singapura. Dr. Deliar Noer adalah Vice President RISEAP menggantikan Prof. Osman Raliby, wakil dari Dewan Da’wah yang merupakan anggota tetap di RISEAP ini. Oktober 1992 K.H.A. Latief Muchtar, mewakili Dewan Da’wah, dalam sidang Internasional Al-Majlis Al-Islami Al-Alami li Al-Dakwah wa Al-Ighatsah yang berpusat di Mesir. November 1992, Mazni Mohammad Yunus, Ketua Komite Solidaritas Muslim Bosnia dan Kepala Biro Riset Dewan Da’wah, dan Muzayyin Abdul Wahab, anggota KSMB dan Kepala Biro Hubungan Luar Negeri Dewan Da’wah diutus Dewan Da’wah sebagai delegasi untuk
234

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

melakukan kunjungan ke Semenanjung Balkan. Dalam kunjungan ini juga disertai seorang wartawan Harian Singgalang, Saudara Hasril Chanaiago, dari Padang Sumbar. Disamping untuk menjalin hubungan langsung dengan pejuang Muslim Bosnia-Herzegovina sekaligus menyerahkan dana solidaritas yang telah dikumpul kan oleh KSMB sebanyak setengah milyar rupiah. Kunjungan ini diadakan berkenaan dengan undangan untuk Ketua Dewan Da’wah, Bapak Mohamad Natsir almarhum, dari Mesihat Islamiyet Kroatia. Delegasi juga memanfaatkan kunjungan ini untuk menjalin hubungan dengan Third World of Relief Agency (TWRA) yang berpusat di Wina - Austria yang banyak bekerja untuk membantu jihad Bosnia dan dengan lembaga-lembaga Islam yang membuka kantor resmi di Zagreb Kroatia untuk mendukung jihad Bosnia ini. Desember 1992, Dr. Deliar Noer menghadiri seminar tentang Pengembangan Dakwah yang diselenggarakan oleh Islamic Dakwah Council, di Filipina. Selama Tahun 1993 Pada Januari 1993, Muhammad Nabhan Husein (Ketua Team Ghazwul Fikri Dewan Da’wah) menghadiri seminar Sunnah-Syiah yang diselenggara kan oleh University Kebangsaan Malaysia. Seusai seminar, Nabhan Husein diundang untuk menyampaikan kajian tentang Sunnah Syi'ah di seluruh negara bagian Malaysia selama dua pekan. Pihak pengundang telah meminta Nabhan Husein untuk kembali ke Malaysia meneruskan kajian yang sudah dan diharapkan ada lajnah serupa pada dua tahun sebelumnya dihadiri oleh Prof. Dr. H.M. Rasjidi dan Muzayyin Abdul Wahab. H.Mas’oed Abidin
235

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pada Februari 1993, Ir. HAM Luthfi, H. Husien Umar, anggota pengurus Dewan Da’wah dan Muhammad Noer, MA mengikuti Internasional Conference of Islamic Dakwah in Southeast Asia: Cultural and Human Dimensions, yang diselenggarakan oleh Organisasi Konperensi Islam (OKI) Jeddah dengan Universitas Islam Antar Bangsa, di Kuala Lumpur. Dalam konferensi ini, Dr. Deliar Noer (Wakil Presiden RISEAP) juga hadir sebagai salah seorang pemakalah. Maret 1993, Dr. Anwar Haryono SH meng-hadiri sidang Komite Koordinasi Amal Islami OKI IV di Jeddah. Komite ini merupakan forum internasional pertama yang diikuti oleh Dewan Da’wah sepeninggal Bapak M. Natsir almarhum. Karena itu, kesempatan ini sangat dimanfaatkan oleh Bapak Dr. Anwar Haryono SH untuk mengadakan kunjungan ke beberapa lembaga yang selama ini bekerja sama dengan Dewan Da’wah. Antara lain : Rabitah Alam Islami, Haiah Al- Ighatsah Al-Islamiyah, Jami'yah Iqra Al-Khayriyah, Al-Jami'ah Al-Islamiyah di Al-Madinah AlMunaw-warah, Darul Ifta dan Jami'ah Al-Imam Muhammad bin Saud Al-Islamiyah. Dalam sidang dan kunjungan ini Dr. Anwar Haryono SH didampingi oleh Drs. Farid Syafruddin Prawiranegara sebagai Sekretaris Pribadi. Saudara Abdul Wahid Alwi MA, yang kemudian karena sakit digantikan oleh Sdr. Ahmad Najiyullah. Beberapa pertemuan internasional yang tidak dapat diselenggarakan pada waktunya akibat Krisis Teluk, antara lain : Sidang Al-Haiah al-Syari'iyyah al-'Alamiyah li al-Zakah yang berpusat di Kuwait, dimana Drs. K.H.A. Latief Muchtar M.A. sebagai anggota tetap, sidang umum al-Haiah al-Khayriyah al-Islamiyah al-'Alamiyah di Kuwait. Sidang ini terakhir kalinya diadakan pada Februari
236

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

1993, dua pekan setelah wafatnya Bapak Mohamad Natsir. Karena itu, Dewan Da’wah tidak dapat mengirim utusannya. Kondisi kesehatan Bapak Prof. Dr. H.M. Rasjidi dalam dua tahun terakhir ini juga menjadi salah satu sebab beliau tidak dapat menghadiri sidang tahunan Majelis Ta'sisi Rabitah Alam Islami di Makkah- al-Mukarramah, dimana beliau duduk sebagai anggota tetap. Walaupun OKI belum dapat berbuat banyak, tetapi telah berhasil mempertemukan berbagai bangsa dan negara untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama. Hasilnya, positif salah satu yang telah dicapai ialah perlunya dirumuskan strategi bersama mengenai dakwah di tahun 2000. Tanggal 23-26 Januari 1995 dalam sidang Koordinasi Dakwah OKI, di Jakarta. OKI bekerja sama dengan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.



Delegasi Persahabatan Luar Negeri ke Dewan Da’wah

Almarhum

Bapak

Mohamad

Natsir

pernah
237

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

menyatakan kepada salah seorang tamu dari luar negeri tentang "cekal" yang berlaku pada beliau sejak tahun 1980: "Bagaimana pun larangan ke luar negeri ini pahit dan sulit dipahami dan diterima, tapi sebagai Muslim yang harus selalu melihat nilai positif dari satu peristiwa atau keadaan, maka saya melihat cekal ini mengandung hikmah. Yaitu, karena saya tidak dapat ke luar negeri, maka para ikhwan dari luar negeri yang seusia dengan saya atau kader-kader mereka yang masih muda- muda, justru berdatangan ke Dewan Da’wah, dan melihat langsung 'amal Islami di Indonesia dengan segala tantangannya. Ini malah menambah pengetahuan ikhwan kita di luar negeri tentang Indonesia. Bukan hanya dari tulisan atau omongan kita, tapi dari pengamatan langsung. Pada gilirannya, justru menambah perhatian negara luar, terhadap 'amal Islami di Indonesia. Delegasi dan kunjungan dari luar negeri ke Indonesia, datang silih berganti, dari waktu ke waktu. Selama tahun-tahun 1991, sampai sekarang, Dewan Da’wah menerima delegasi dan kunjungan, yang tidak sedikit. Diantaranya dari Bait al-Zakah Kuwait, yang memang mempunyai jadwal tetap berkunjung ke Dewan Da’wah setahun sekali. Kunjungan tersebut, biasanya dilakukan oleh Al-Ustadz Abdullah Ahmad Otsman al-Haidar dan Al-Ustadz Abdullah Faiz. Rabitah Alam Islami, yang bermarkas di Makkah al-Mukarramah, telah mengirimkan Sekretaris Jenderalnya sendiri, Dr. Abdullah Omar Nasief, didampingi Mudir
238

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Maktab Rabitah di Jakarta, Sayyid Husein Aly at-Thawil, kekantor Dewan Da’wah. Lajnah al-Alam al-Islamy, Kuwait, mengirimkan delegasi ke Dewan Da’wah, langsung oleh Direkturnya: Ir. Abdurrahman al-Ajamy, sebanyak dua kali. Lajnah Muslimi Asia, Kuwait, melakukan kunjungan oleh Murdirnya: Al-Ustadz Du'aij Khalaf as-Syammari dan Wakilnya Abu Ahmad Kindil. Jami'ah al-Imam Muhammad bin Su'ud al-Islamiyyah, Riyadh, dilakukan oleh Direktur Umum Hubungan Luar Negerinya, As-Syeikh Abdul Aziz al-Ammar. Jam'iyyah al-Ishlah al-Ijtima'i, Kuwait, dilakukan oleh Ketuanya, Asy-Syeikh Abdullah Ali al-Muthawwa' Haiah al-Ighatsah al-Islamiyah al-'Alamiyyah, Jeddah, yang dilakukan Dr. Faried Yasin Qurasyi, dan Direktur Urusan Dakwah Dr. Abdullah al-Mushlih dan Dr. Abdullah Qadiry. Jam'iyyah Ihya at-Turats al-Islami, Kuwait, yang dilakukan oleh Direktur Urusan Asean, As-Syekh Abdul Lathief Gharieb. Jama'at Islami, Pakistan, dilakukan oleh Direktur Hubungan Luar Negerinya, Dr. Abdur Rahman Qurashi. Internasional Islamic Foundation Students Organization (IIFSO) ASEAN, Kuala Lumpur, oleh Representatifnya, Saudara Anuar Taher. H.Mas’oed Abidin
239

DAKWAH KOMPREHENSIF

Internasional Institute of Islamic Thougth (IIIT), Washington, oleh salah seorang Direkturnya, Dr. Hisyam Thalib. An-Nadwah al-'Alamiyah li as-Syabab al-Islamy (World Assembly of Moslem Youth - WAMY), Jeddah, dilakukan oleh Dr. Sulaiman Basahel, As-Syekh Abdullah Basfar, dan As-Syekh Ahmad Badahdah. Universitas Islam Antar Bangsa (UIA), Kuala Lumpur, dilakukan oleh Sekretaris Pribadi Rektor, Saudara Fadhullah Wilmot. Regional Islamic Dakwah Council for South East Asia dan Pasific (RISEAP), Kuala Lumpur, yang dilakukan oleh Presidennya, Datuk Ahmad Nurdin. Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), dilakukan oleh Presidennya, Dr. Muhammad Manuti dengan serombongan delegasinya (sebanyak 3 kali). Lajnah Indonesia-Haiah al-Ighatsah al-Islamiyah al- 'Alamiyah, Jeddah, dilakukan oleh Penanggung Jawab Utamanya, As-Syekh Bakr Khumais, bekas Duta Besar Saudi Arabia di Indonesia, dan As-Syekh Muhsin Baroom. Lajnah Indonesia - Rabitah Alam Islami Maktab Riyadh, dilakukan oleh Kolonel Abdullah Al-Dhahiry, Muhammad Arafat almarhum dan Jarullah al-Jarullah. Islamic Development Bank (IDB), Jeddah, dilakukan oleh Presidennya, Dr. Ahmad Muhammad Ali, dan Vice President Dr. Fouad Abdullah Omar. Kalangan
240

pejuang

Muslim

Jazirah

Balkan,

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

antaranya; Merhamet (Hilal Ahmar), Zagreb - Kroatia, dilakukan oleh Direkturnya, Dr. Izet Aganovic dan istrinya yang juga pengurus Merhamet, Dr. Meliha. Utusan Khusus Presiden Bosnia-Herzegovina untuk Asean, Dr. Musthafa Ceric, yang juga menghadiri sejumlah acara solidaritas untuk Bosnia di Jakarta (Masjid Al-Furqan Dewan Da’wah, Masjid Istiqlal, dan Taman Ismail Marzuki). Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Madinah al-Munaw warah, oleh Dr. Nayef Nafi' al-'Amri, bagian Penerimaan Maha siswa Baru dan Pembimbing Mahasiswa Indonesia di Madinah. Ittihad al-Muslimin li as-Syarq Urubba (Persatuan Muslimin Eropa Timur), yang dilakukan oleh Sekjennya: As-Syekh Shalahuddin Al-Ja'farawi dari Berlin. Organisasi Konferensi Islam (OKI) Jeddah, oleh Penanggung Jawab Seksi Lajnah Tansiq Al-'Amal Al-Islami, Ahmad Basit. Kalangan antaranya perkhabaran Islam Internasional,

Majalah Al-Khairiyah (dari Al-Haiah Al-Khairiyah Al-Islamiyah Al-Alamiyah) Kuwait, dilakukan oleh pimpinan redaksi di waktu itu, Dr. Abdullah Al-Masbahi. Surat Kabar Al-Muslimun, London, oleh seorang wartawannya, 'Ammar Bakr. H.Mas’oed Abidin
241

DAKWAH KOMPREHENSIF

Al-'Aun Al-Islamy (Muslim Aid), yang dilakukan oleh Direkturnya, Brother Yusuf Islam. Muktaar Alam Islami, Karachi, dilakukan oleh Sekjennya (sekarang mantan Inamullah Khan dan Direktur Pelaksana Sekretariat, Ikramullah Khan. Jam'iyah Iqra al-Khairiyah Jeddah, oleh Direktor Kantor pusatnya: Dr. 'Awadh Mastur Ats-Tsaabiti. Haiah Abu Dhabi Al-Kairiyah, oleh Direktur kantor pusatnya, Al-Ustadz Hassan Munif Al-Jabiri. Wanita Islam RISEAP, sebanyak 20 orang terdiri dari wanita Islam dari berbagai negara Asia Tenggara dan Pasifik yang tergabung dalam RISEAP. Syarikah Al-Rajhi Al-Mashrafiyah li Al-Istitsmar, Riyadh oleh Wakil Ketua Badan Syari'ahnya, Al Sheikh Shaleh Al-Hussein dan Dr. Kholil Hamadah. Syabab Jam'iyah Al-Ishlah Al-Ijtima'i dari Bahrain dan Kuwait, sebanyak 25 orang delegasi, yang dipimpin oleh Dr. Hassan. Moro National Liberation Front (MNLF), Moro, Filipina Selatan, oleh sebanyak 5 orang. Persatuan Mahasiswa Islam Thailand di Indonesia, yang terdiri dari para mahasiswa Patani - Thailand Selatan di berbagai Universitas di Indonesia. Haiah Al-Ighatsah Al-Islamiyah (Human Relief Agency - HRA), Zagreb Kroatia, yang bekerja untuk
242

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

perjuangan Bosnia-Herzegovina, terdiri dari Mustafa Usman, Sheikh Ibrahim Mesic dan Abdullah Ismail, delegasi ini diterima resmi oleh Dewan Da’wah dan Forum Ukhuwwah Islamiyah di Aula Masjid Al-Furqan, bersama puluhan Lembaga Islam dan wartawan Ibu Kota. Disamping delegasi dan kunjungan dari Lembaga-lembaga Islam di luar negeri sebagaimana yang disebutkan diatas, juga kunjungan yang dilaku kan oleh Asy-Syakhshiyat Al-Islamiyah, Tokoh-tokoh dan pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian dan sangat concern terhadap persoalan dakwah Islamiyah di Indonesia. Kerjasama dengan Lembaga-lembaga Dakwah Internasional tersebut, kemudian dilanjutkan dalam bentuk kerjasama proyek-proyek pembangunan fisik sarana Islam, seperti masjid, madrasah, rumah sakit, Islamic Centre, dan lain-lain. Atau dalam bentuk program pembangunan sumber daya manusia (binaa-arrijaal, Human resources. Perwujudan nyata antara lain : Latihan Ke pemimpinan Pemuda di Cisalopa, untuk tingkat nasional dan di Brastagi untuk daerah binaan dakwah Indonesia bahagian Barat. Latihan ini terlaksana berkat adanya kerja sama dengan IIFFSO. Latihan serupa Insya Allah, akan diselenggarakan juga untuk Indonesia Timur di Ujung Pandang, dalam bentuk Daurah Tarqiyah, Latihan Peningkatan untuk du'at daerah Transmigrasi bekerja sama dengan Bait Al-Zakah. Daurah untuk Jama'ah Muhtadin di Cisalopa bekerja sama dengan Lajnah Ri'ayat Al-Muslimin Al-Judad. Pembangunan sumber daya manusia, binaa ar-Rijaal H.Mas’oed Abidin
243

DAKWAH KOMPREHENSIF

juga dilakukan untuk mahasiswa Indonesia di luar negeri, bekerja sama dengan Lembaga Islam setempat. Biasanya dalam bentuk Mukhayyam Syabab dimana Dewan Da’wah diminta mengirim tenaga instruktur. Beberapa kali, pelaksanaan perkemahan pemuda antara lkain Mukhayyam Syabab di Jerman dan Prancis, telah diutus Drs. Muhammad Hafidz dan sebelumnya adalah Drs. Saefullah Mahyuddin, MA. Perkemahan ini terlaksana dengan kerja sama PPME Jerman. Mukhayyam Syabab di Negeri Belanda, telah diutus Drs. Muhammad Hafidz, yang juga bekerja sama dengan PPME, Belanda. Perkemahan Pemuda atau Mukhayyam Syabaab di Inggris bekerja sama dengan Islamic Foundation Leicester, pertama kali diutus Drs. Saefullah Mahyuddin, MA. Untuk yang kedua diutus Drs. Muhammad Hafidz. Pelaksanaan yang kedua ini diadakan di beberapa kota di Inggris, selama hampir dua bulan. Di celah-celah kunjungan delegasi Dewan Da’wah ke luar negeri juga diadakan pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia, terutama untuk tukar fikiran dan menggugah kepedulian para mahasiswa terhadap persoalan umat dan bangsa. Misalnya, Pertemuan Mahasiswa Indonesia di Malaysia bersama H. Husein Umar, di Saudi Arabia bersama K.H. Sholeh Iskandar dan Muzayyin Abdul Wahab, Mazni Mohamad Yunus dan Bapak Dr. Anwar Haryono. Termasuk dalam pembangunan sumber daya manusia, Dewan Da’wah bekerja sama dengan Rabitah 'Alami Islami, telah mendapatkan undangan haji bagi para du'at dan Pengurus Perwakilan Dewan Da’wah.
244

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Jumlah undangan tidak pasti dari tahun ke tahun. Para undangan ini hanya mendapatkan pelayanan dari Rabitah 'Alam Islami selama berada di Saudi Arabia, dan biaya selebihnya menjadi tanggungan masing- masing.

Undangan haji sesekali juga diberikan oleh Kementerian Awqaf Saudi Arabia dan Khadimul Haramain, sebagai tamu Raja Saudi Arabia. Perjalanan haji ini pada umumnya menambah wawasan bagi para da’I yang diutus, di samping dapat pula meningkatkan ar-Ruh al-Ma'nawiyah sepulang menunaikan ibadah haji untuk berkhidmat lebih banyak dalam dakwah Islamiyah. Disamping itu, Dewan Da’wah menyadari pula sepenuhnya, bahwa alat-alat untuk menyampaikan Dakwah Islamiyah itu, haruslah diutamakan Dakwah dengan tulisan. Sebab ruang-lingkup dan jangkauan Dakwah dengan tulisan bisa mencapai sasaran yang lebih luas, mengharungi lautan-lautan memasuki desa-desa dan kampung-kampung. Dewan Da’wah menerbitkan majalah bulanan yang bernama "Media Dakwah", yang memuat perkembangan-perkembangan dan petunjuk Dakwah, mengeluarkan selebaran seperti "Buletin Dakwah", yang terbit tiap-tiap hari Jum'at. Penerbitan bulletin ini, sudah berusia 18 tahun lamanya, dan tersebar luas di semua kalangan kaum Muslimin di Indonesia. Selain dari itu, diterbitkan pula buku-buku Dakwah oleh Penerbit Media Dakwah, yang khusus mengelola H.Mas’oed Abidin
245

DAKWAH KOMPREHENSIF

penerbitan-penerbitan itu, supaya bisa mandiri dan menutupi biaya-biaya sendiri. Dalam rangka bekerjasama di bidang Dakwah, sejak semua sudah dijalin hubungan yang searah dan tertib dengan masjid-masjid melalui "Ikatan Masjid Indonesia" (IKMI), sebagai salah satu sasaran Dakwah yang intensif, ialah lapangan masjid, seperti yang ditunjukkan oleh perjuangan Rasulullah. Melalui cara dimaksud, Dewan Da’wah secara tawadhu' dan merendah diri, ingin menempatkan posisinya, sebagai lembaga yang dapat dipetik manfaatnya, oleh siapa saja yang berkenan, tanpa harus mempersoalkan posisi dan kedudukannya. Insya Allah. Beberapa dasawarsa terakhir sesudah Indonesia Merdeka, masyarakat Muslimin Indonesia telah menjalin hubungan-hubungan yang lebih luas, dengan Negara dan Bangsa-bangsa yang lain didunia. Dalam proses antar-hubungan tersebut ada hal-hal yang positif, disamping ada pula yang berdampak negatif. Bila tidak hati-hati, akibatnya bisa merusak masyarakat kita. Ini tantangan yang harus dihadapi, dan segera pula harus diantisipasi. Garis besarnya, tantangan-tantangan itu terdiri dari dua macam. Pertama, tantangan yang mengalir dari luar negeri, menyerbu dan menyelinap kedalam masyarakat kita. Kedua, tantangan yang tumbuh dari dalam negeri sendiri, yang hampir sudah menjadi budaya. Adapun tantangan yang datang dari luar negeri diantaranya ialah, aliran paham sekular-isme, modernisme, individualisme, atheisme, komunisme, kapitalisme, imperialisme yang berbentuk perbudakan politik dan bermacam-macam aliran lainnya. 85
yang disebutkan oleh Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir "The Holy Quran" dengan istilah "political slavery" 246 H. Mas’oed Abidin
85

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Akibatnya, lambat laun berkembang kepada merubah pikiran dan cara hidup bangsa Indonesia, akhirnya dominan berwujud kebudayaan. Berkembangnya aliran sempalan, seperti Islam Jama'ah, Inkarus Sunnah, Ahmadiyah Qadiyan, paham dan aliran Syi'ah, yang sudah agak lama masuk ketengah masyarakat Indonesia, dan lain-lain. Pengaruh aliran atheisme dan modernisme yang "salah pasang", telah menyusup ke dalam masyarakat Indonesia. Yang paling utama menjadi sasaran adalah sebagian pemuda-pemudi Islam di Indonesia, yang sangat diharapkan menjadi Generasi Penerus, membina umat di masa depan. Umumnya, budaya asing menyusup ke dalam sebagian masyarakat kita, melalui pengaruh-pengaruh alat-alat komunikasi elektronika modern, dan lain-lain sebagainya. Dalam upaya menertibkan aliran-aliran yang merusak, dan mengembalikan budaya bangsa secara proporsional, yang sesuai dengan ajaran Islam, maka diperlukan peran lembaga-lembaga Dakwah, seperti Dewan Da’wah. Sebagai lembaga dakwah yang aktif meng-antisipasi pengaruh budaya asing ini, diperlukan adanya kerjasama yang dijalin baik, sebagai pengawal umat, dengan Lembaga-lembaga Dakwah di luar negeri. Begitu juga dengan tenaga-tenaga yang mem punyai kedudukan dan pengaruh, pada beberapa negara-negara Islam. Kesatuan citra dan cita-cita, sangat memung kinkan, karena kedudukan Ketua Dewan Da’wah pertama, Bapak Mohamad Natsir semasa hidup beliau, adalah sebagai anggota majlis ta'sisi (teras) Rabithah Alam Islamy yang berkedudukan di Makkatul Musyarrafah. Disamping juga, sebagai Wakil Ketua Muktamar Alam H.Mas’oed Abidin
247

DAKWAH KOMPREHENSIF

Islamy yang berpusat di Karachi, Pakistan. Walaupun, pada saat-saat terakhir hayat beliau, banyak kendala yang menyebabkan kurang lancarnya hubungan keluar negeri tersebut. Terutama disebabkan oleh kebijakan pemerintahan Orde Baru.86



(Pada waktu pertemuan silaturahmi ini berlangsung bapak Mohamad Natsir masih dirawat dirumah sakit karena mengidap penyakit bronchitis. Mudah-mudahan pada sa'at-sa'at ini keadaan beliau sudah agak baik, dan kita mohonkan do'a bapak-bapak dan ibu-ibu mudah-mudahan kesehatan beliau pulih kembali. Pertemuan silaturrahmi ini beliau turut merencanakan dan merestui, walaupun beliau tidak mungkin hadir, sebab masih dalam perawatan dokter). 248 H. Mas’oed Abidin
86

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Menggerakkan Markas Dakwah

Umat Islam adalah kelompok masyarakat yang beriman kepada Allah swt, kodrat dan iradat- Nya. Usaha ini akan cepat terwujud melalui gerak Dakwah Ila Allah, dan disini peran dari Dewan Da’wah. Melalui gerak yang terkordinasi dan berkat usaha yang intensif, di dalam tempo beberapa tahun saja sesudah berdirinya (Pebruari 1967), ternyata Dewan Da’wah telah berdiri hampir disemua wilayah di Indonesia. Di wilayah-wilayah tingkat Propinsi berdiri Perwakilan-perwakilan Dewan Da’wah, sedang ditingkat Kabupaten berdiri pembantu-pembantu Perwakilan. Masing-masing dengan pengurus yang terbatas, sesuai dengan bentuk Yayasan. Dewan Da’wah tidak mempunyai anggota, tapi pendukung dan peminatnya sangat banyak. Sampai pada waktu ini Perwakilan-perwakilan Dewan Da’wah sudah ada pada 24 propinsi.87 Sejak bulan Mei 1991, Bapak Mohamad Natsir selaku Ketua Umum Dewan Da’wah, tidak lagi bisa aktif masuk Kantor di Jl Kramat Raya 45. Karena kesehatan beliau tidak lagi mengizinkan. Akan tetapi itu tidak berarti kegiatan
87

Mei 1991, laporan ini tatkala Dewan Da’wah memperingati 24 tahun berdirinya. 249

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Bapak Mohamad Natsir memimpin kantor terhenti. Dari pembaringan dan dari kamar keja beliau di Jl. HOS Cokroaminoto, malah dari Ruang Perawatan di RSUP. Cipto Mangunkusumo, setiap hari beliau mengirimkan instruksi tertulis dan kadang-kadang mengiringinya pula dengan telepon. Dalam hal-hal tertentu, setiap hari pula beberapa orang dari staff Sekretariat di panggil ke rumah, atas dari staff sendiri yang memerlukan datang ke rumah untuk melaporkan kegiatan yang dilakukan sambil meminta pengarahan-pengarahan.88 Sadar akan kesehatan Bapak Mohamad Natsir yang sudah semakin menurun, dan fisik semakin melemah atau "sudah laruik sanjo" menurut istilah beliau sendiri, bukan halangan utama bagi pekerjaan dakwah. Pekerjaan dakwah harus tetap berjalan, melalui gagasan dan arahan yang beliau berikan seringkali berbentuk instruksi untuk dilaksanakan. Pola dan sistem pekerjaan di sekretariat disesuaikan dengan bagan yang telah beliau tetapkan, dan mesti disesuaikan pula dengan AD/ARTDewan Da’wah. Sekretariat Tenaga/personal yang aktif di SekretariatDewan Da’wah Pusat yang bekerja secara aktif full-timer sebanyak 32 orang. dan masing-masing bidang dan bagian ini telah pula
88

Karena itulah beliau istilahkan dengan "kalau kita tidak masuk kantor, kantor masuk rumah". yang jelas tidak ada hari untuk istirahat dari bekerja dan berfikir. 250 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dilengkapi dengan job masing-masing. Usaha pembenahan pada sekretariat ini sudah mulai dijalankan jauh sebelum Bapak Mohamad Natsir meninggal. Walaupun harus diakui penerapannnya masih belum sempurna, karena perpindahan dari sistem pengendali tunggal kepada sistem kolektif ini memerlukan waktu untuk penyempurnaannya. Dalam pada itu, untuk memperkuat sekretariat di Jl. Kramat Raya ini, kantor LIPPM di bawah Pak Anwar Harjono dipindahkan dan digabungkan dengan Sekretariat Dewan Da’wah. Setiap aktifitas agar dilaksanakan oleh biro-biro atau seksi yang diberi tugas membidangi urusan masing-masing berikut personalia yang tersedia. Kekuatan masih terletak kepada kerjakan mana yang bisa, sesuai dengan cita-cita yang ada, dan senantiasa membina umat supaya umat ikut membina dakwah itu. Beberapa biro mulai aktif.

Biro Organisasi Dan Administrasi Biro ini dilengkapi dengan 8 sub biro me-nangani urusan sekretariat secara menyeluruh.

Biro Keuangan H.Mas’oed Abidin
251

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dengan dilengkapi oleh

3 sub- biro yang me-nangani masalah keuangan dan kebendaharaan kantor, untuk mengurusi keuangan proyek dan meng-urusi investasi kecil, seperti Macintosh, Rental Computer dan bantuan investasi kecil bagi da’i lapangan.

Biro Riset Dan Dokumentasi Biro ini menjadi urat nadi dari markas dakwah, untuk menentukan program yang akan di jalankan.

Maka dilengkapi dengan 5 sub biro yang akan menangani bidang-bidang penelitian baik lapangan ataupun literatur mengumpulkan informasi-informasi penting di segala bidang dakwah selain membuat dokumentasi video dan foto. Selain dari biro yang sudah ada ini dibentuk lagi satu koordinator proyek-proyek khusus. Proyek khusus menangani aktifitas dakwah di berbagai tempat yang memerlukan perhatian khusus atau bidang-bidang pengkajian khusus (study) dalam rangka penangkalan kelompok-kelompok harakattul haddamah ataupun shalibiyah. Dalam soal difa', pembela an ini dari awal Dewan Dakwah mencanangkan jihad difa', walau semasa itu malah banyak yang menan tang. Pada akhirnya banyak juga yang terbuka hatinya, dan mendukung apa yang
252

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

dicanangkan Dewan Da’wah. Walaupun telah banyak korban jatuh, tetapi kesadaran tidak pernah terlambat, asal mau memburu ketinggalan.

Biro Penerangan Dan Publikasi Sebagai ujung tombak gerakan dakwah komprehensif, maka biro ini memegang peranan penting, terutama dalam mempublikasi gagasan-gagasan dan politik dakwah yang telah diambil. Untuk itu dilengkapi dengan sub 6 unit, yang menangani urusan 1. percetakan, 2. penerbitan dan 3. perpustakaan Gerak Langkah ini adalah dalam kerangka pembinaanumat dakwah dan pembentengan aqidah umat juga. Dewan Da’wah juga berpikir untuk menggerakkan dakwah bil hal. Dengan cara membangun banyak masjid se-bagai markas perjuangan umat. Membangun madrasah-madrasah, membangun rumah sakit di Sumatera Barat, di Jawa Tengah, di Riau, di Lampung. H.Mas’oed Abidin
253

DAKWAH KOMPREHENSIF

Lembaga-lembaga pendidikan keterampilan Pesantren Pertanian "Darul Fallah" di Bogor. Lembaga Keterampilan di Batu Marta Sumatera Selatan.



254

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

H.Mas’oed Abidin

255

DAKWAH KOMPREHENSIF

Proyek Dakwah Khusus

Selain masalah rutin dakwah, yang sudah dapat diatasi oleh biro-biro yang dibentuk, masih ada lagi pekerjaan khusus, yang dihadapi secara rutin dan terencana. Dalam kerangka dakwah komprehensif, sekali-kali tidak boleh, halhal dakwah yang telah rutin, diatasi secara darurat dan tibatiba, atau mendadak. Keberhasilan dakwah, sangat banyak ditentu kan oleh, melazimkan mengatasi pekerjaan dan pe-nanganan program, secara berkesinambungan atau sustained. Karena itu, beberapa proyek khusus, perlu dihadapi secara khusus pula. Diantaranya, adalah sebagai berikut :

Proyek Khusus Inventarisasi Dan Pendaya Gunaan Kekayaan Menangani pendataan harta kekayaan dan milik, termasuk alat-alat kantor, dan kemudian, men-jajaki kemungkinan untuk dikembangkan, dan di-dayagunakan,
256

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sehingga mampu menunjang dana dakwah.

Investasi (Penanaman Modal) Dewan Da’wah telah mendapatkan kerjasama dengan pihak luar, berupa investasi peralatan Computer Macintosh ( 3 set ), seharga $ 15,000. US dollar. Modal dimaksud didapatkan dari lembaga INTERNASIONAL INSTITUTE OF ISLAMIC THOUHGT (IIIT) berpusat di Washington DC. Mesin tersebut sudah dioperasikan dan dipasarkan untuk umum semenjak Juli 1992. Lembaga IIIT ini juga menyediakan dana untuk menerjemahkan buku-buku pemikiran Islam yang berkembang di Dunia Islam. Buku-buku terbitan IIIT Washington sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Dewan Da’wah Pusat dan akan diterbitkan dalam waktu dekat Insya Allah. PEMBINAAN AITAM Dewan Da’wah telah mempunyai keinginan untuk berkiprah dalam pembinaan aitam sesuai dengan keinginan Allahyarham Bapak Mohamad Natsir yang selalu beliau katakan bahwa yatim itu telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan susah untuk dicarikan gantinya, yaitu rasa kasih sayang sang Bapak yang telah tiada. Untuk merealisir keinginan tersebut, Alham-dulillah semenjak thn 1990 yang lalu, para Muhsinin melalui BaituzH.Mas’oed Abidin
257

DAKWAH KOMPREHENSIF

zakat menyalurkan bantuan mereka untuk kafalatul-aitam bekerja sama dengan Dewan Da’wah. Sampai sa'at ini ada 97 orang yatim yang telah mendapat kafalah dari Muhsinin tersebut. Mereka ter-sebar pada 7 yayasan di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Untuk masa mendatang, kita akan mencoba meningkatkan pembinaan aitam yang terarah, terpadu dan berkesinambungan. Kita akan selalu berusaha mencarikan para Kafil, yang akan membiayai para anak yatim tersebut, baik dalam ataupun luar negeri.

Lembaga Bantuan Hukum Dalam aktifitas dakwah, tidak jarang pula keluarga kita terjerat tuduhan melanggar hukum, seperti apa yang dialami beberapa da’i kita di Bengkulu, Jambi, Palu, Trenggalek, Fakfak, Batu-marta dan sebagainya. Ternyata, mereka memerlukan bantuan hukum, dan alhamdulillah, semua yang kita ketahui, telah dapat kita bantu. Dengan demikian, berarti kita perlu mempunyai barisan pembela hukum. Alhamdulillah, hal ini telah dirintis di Sumatera Barat dan Riau. Semoga daerah lain, menyusul.



258

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Proyek Khusus "Team Ghazwul Fikri"

Mengadakan studi ilmiyah terhadap pemikiranpemikiran tentang keagamaan yang muncul, Harakatul haddamah, dan menghadapi secara aktif dengan ber diskusi, menerbitkan brosur-brosur, dan malah mengirim tenaga ahli ke daerah atau yang memperlu kan sesuai permintaan.

***

Kasus Wawah Pemurtadan Dan Perkosaan

Berkedok pelecehan susila dengan maksud pemaksaan pindah agama, terhadap seorang putri muslimah bernama KHAIRIYAH ENNISWAH yang lahir di Bengkulu tanggal 13 Februari 1981, tengah ditangani oleh Pengadilan Negeri Padang. Kasus ini menyangkut pelaku-pelaku bernama SALMON ONGIRWALU, lahir di Ambon, berumur 39 tahun, beragama Kristen Protestan, pegawai PDAM Tk. II Padang dan LIZA ZURIANA istri dari SALMON ONGIRWALU agama Kristen Protestan. H.Mas’oed Abidin
259

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pelaku lainya adalah ROBERT MARTINUS yang lahir di Atambua, umur 45 tahun, beragama Kristen Protestan, sebagai Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus Padang., berpendidikan Sarjana. Dibantu oleh MELIANA istri ROBERT, yang lahir di Jakarta 42 tahun lalu, beragama Kristen Protestan, yang juga adalah Guru, berpendidikan Seminari Alkitab Asia Tenggara di Malang. Pelaku keempat adalah YANUARDI KOTO asal suku KOTO LUBUK BASUNG Kabupaten AGAM Sumatera Barat, beragama Kristen Protestan, pekerjaan Penginjil, berpendidikan Sekolah Tinggi Theologi Injil Indonesia Yogyakarta. Dibantu oleh PAOLINA MARYENNY MENDROFA berumur 33 tahun, agama Kristen Protestan, pendidikannya tidak diketahui.

KRONOLOGI MODUS OPERANDI Pada mulanya Khairiyah berkenalan dengan Aurelia Fitria Amalia. Wajahnya, dikatakan mirip satu sama lain. Dan Aurelia ini selalu memakai jilbab, walaupun ia beragama Kristen. Berbagai bujuk rayu telah dilancarkan ter hadap Khairiyah untuk menariknya masuk agama Kristen. Bujukan dimaksud diantaranya dengan modus kesamaan wajah antara Aurelia Fitria dan Khairiyah, dan mengangkat Wawah sebagai saudara kembar, dan mengganti namanya menjadi Devi Indah Fitria.

260

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Kemudian, Aurelia Fitria Amalia melakukan rekayasa foto-foto setengah telanjang, yang wajahnya mirip dengan Khairiyah. Melalui rekayasa foto ini, Khairiyah diancam, bahwa foto rekayasa ini akan disebar luaskan kepada masyarakat, bila ternyata Khairiyah tidak bersedia mengikuti kehendaknya. Mulailah terjadi pemaksaan agama yang di- dahului oleh bujukan, rayuan, ancaman yang akibat-nya di tanamkan rasa takut. Selanjutnya, Khairiyah diperkenalkan kepada petugaspetugas penginjil, antara lain Paolina Maryenny Mendrofa, yang menyuruh saudara sepupu-nya Fajar untuk mengantarkan ke rumah Yanuardi Koto, sembari di kenalkan dengan Willy serta Liza Zuriana istri dari Salmon Ongirwalu. Bujuk dan rayuan disertai paksaan halus akhirnya memaksa Khairiyah beralih agama dari Islam menjadi Kristen Protestan. Selanjutnya, Khairiyah pun di Baptis. Willy, yang diduga adalah seorang pendeta, meminta pihak PKSB89, mencarikan tempat tinggal untuk Khairiyah. Terlebih dahulu, Khairiyah disuruh membuat surat pernyataan bahwa ia telah berpindah agama dari agama Islam ke agama Kristen Protestan, atas kemauannya sendiri. Selanjutnya, Khairiyah disuruh tinggal di rumah Salmon Ongirwalu.

PKSB, kependekan dari Perhimpunan (persatuan) Kristes Sumatera Barat. 261 H.Mas’oed Abidin
89

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sewaktu tinggal di rumah Salmon Ongirwalu, inilah Khairiyah Enniswah mendapat perlakuan yang biadab oleh Salmon Ongirwalu, berupa pelecehan seksual dengan cara lebih dahulu memberi obat berbentuk kapsul untuk diminum oleh Khairiyah. Obat dimaksud katanya berguna untuk membuat enak tidur dan melangsingkan badan serta mengurangi kolesterol. Sebelum Khairiyah tertidur, ia telah disergap oleh Salmon, ditutup mulutnya, dengan ancaman, “kamu tidak usah macam-macam”.

Ketidak berdayaan seorang perempuan di bawah umur, karena kebebasan dirinya telah di- rampas, tidak bisa lagi untuk menghindarkan diri. Dia tidak dibenarkan keluar rumah. Kondisi ini, menjadikan ia tidak dapat menyelamatkan diri. Apalagi, karena ia telah diancam dan ditakut-takuti. Wawah selalu diawasi, kemana saja mau pergi. Setelah kejadian pelecehan tersebut, Wawah dimasukkan kesekolah SMU Kalam Kudus Padang dengan cara memalsukan ijazah Tsanawiyah menjadi Ijazah SMP. Kemudian, Robert bersama istrinya meng antarkan Khairiyah ke rumah Willy, yang selanjutnya menyarankan agar sekolahnya di pindahkan ke SMU Kalam Kudus Malang. Di Malang, Wawah tidak bisa diterima masuk di SMU Kalam Kudus Malang karena ketahuan ada pemalsuan Ijazah. Akhirnya dimasuk kan ke SMU Kristen 1 Malang.

262

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Namun, belum sempat bersekolah disana, Wawah telah disuruh pulang kembali ke Padang, karena terdakwa Salmon Ongirwalu telah ditahan oleh Polisi. Perkara Salmon Ongirwalu telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Padang, sejak bulan Maret 1999, disidangkan di Pengadilan Negeri mulai 9 April 1999. Setelah sidang berlangsung beberapa kali, maka Pengadilan Negeri Padang menahan Salmon Ongirwalu. Akhirnya, pada sidang 19 Agustus 1999, Jaksa Penuntut Umum menyatakan Salmon bersalah memaksa Khairiyah, dan meminta Majlis Hakim menghukumnya dengan hukuman penjara selama 12 (duabelas) tahun penjara. Tetapi, sampai akhir Agustus 1999 eksepsi penasehat hukum, masih belum dibacakan. Demikian pula terhadap Liza Zuriana isteri Omgirwalu, sampai sekarang masih disidangkan. Perkara Robert Martinus juga telah diserahkan kepada Pengadilan Negeri Padang. Pemeriksaan di pengadilan masih terhenti, karena adanya permintaan dari Parlemen Inggris, sebagaimana diberitakan disurat-surat kabar. Mulai tampak adanya infiltrasi dari pihak luar negeri. Dan penasehat hukumnya mencabut surat kuasa yang diberikan kepadanya. Perkara Yanuardi Koto dan Paolina Maryenny Mendrofa telah pula diserahkan kepada Pengadilan Negeri Padang pada pertengahan Agustus 1999. Dan sampai akhir Agustus 1999, masih menunggu penetapan hari persidangan dari Hakim Pengadilan Negeri Padang.

H.Mas’oed Abidin

263

DAKWAH KOMPREHENSIF

Ditengah suasana menunggu ini, terbitlah berita di media massa, bahwa Parlemen Inggris meminta kepada Pemerintah Indonesia, untuk men-jelaskan tentang kasuskasus ini. Sumatera Barat atau Pemerintahan Indonesia diduga mereka telah melanggar hak asasi orang kristen di Minangkabau, khususnya terhadap Salmon Ongirwalu, Nenen isteri Salmon Ongirwalu, Robert Martinus, Melliyana isteri Robert Martinus, Yanuardi Koto, dan Paolina Maryenny Mendrofa. Sementara perlakuan para terdakwa tersebut yang telah mencabik-cabik kehormatan gadis Muslimah Khairiyah (Wawah), pemindahan agama secara paksa dari agama Islam ke agama Kristen Protestan, mencabik-cabik adat istiadat Minang yang bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah, dianggap hal biasa saja. Perobekan terhadap kaedah hidup masyarakat Minangkabau, tidak dianggap oleh mereka sebagai pelanggaran hak-hak asasi manusia. Bagaimanakah yang sebenarnya ? Bacalah pemberitaan media massa tentang kasus ini. Inilah satu diantara banyak kasus yang perlu diawasi secara extra hatihati. Sejak awal tahun 1997, sebenarnya Ranah Minang sudah dikejutkan dengan beredarnya Injil Berbahasa Minang yang diterbitkan oleh Lembaga Al; Kitab Jakarta. Namun para ulama pemuka masyarakat masih mampu meredam suasana. Pada hal ketika Injil Berbahasa Minang itu beredar di Sumatera Barat, beberapa daerah ditanah air sedang dilanda kemelut besar, seperti peristiwa Situbondo, dan lainnya.
264

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dihadapan Komandan Korem Wirabraja, pada bulan Januari 1997 itu, Pengurus Dewan Da’wah bersama Majlis Ulama Sumbar dan Kanwil Departemen Agama Sumbar, telah meminta kepada pihak yang berwajib dan Pemda Sumbar, hendaknya menarik Injil dimaksud dari peredaran, sehingga keamanan dan ketenteraman umat dapat terjaga, demi memelihara agar masyarakat tidak menjadi heboh. Akhirnya bersama-sama dengan Kejaksaan Tinngi Sumbar, Injil Berbahasa Minang dapat ditarik dan disita. Tetapi, pada saat terjadinya kasus Wawah, di daerah Minang kembali dihebohkan pula Injil Berbahasa Minang dimaksud, lebih banyak beredar di Daerah Pasaman dan Kinali.

Peran Dakwah menjadi sangat penting didalam membentengi umat dari bahaya pemurtadan, yang pesat dilancarkan pihak palangis dengan kedok kebebasan, reformasi, demokratisasi dan hak asasi manusia.

Proyek Khusus Muhtadin

Mengkoordinir pembinaan Muhtadin (muslim baru) bekerja sama dengan beberapa lembaga yang aktif dalam pembinaan muallaf ini. Untuk ini kita juga telah mengadakan satu pertemuan H.Mas’oed Abidin
265

DAKWAH KOMPREHENSIF

para pembina muallaf ini, yang pesertanya terdiri dari bekas pastor dan penginjil. Sejak beberapa tahun yang lalu kerajaan Arab Saudi telah pula mengundang para aktifis ini untuk menunaikan ibadah Haji ke Makatil Mukarramah.



266

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Mentawai Profil Dakwah Komprehensif 90

90 13

Kiprah Dewan Da’wah di Mentawai. Rapat Kerja Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Perwakilan Riau di Pekanbaru, Hotel Rauda, 2 Nopember 1997 267

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

B

eberapa motivasi dan konsepsi ideal menjadi pendorong kiprah Dewan Da’wah di Mentawai, yang kalau dikaji dan dibahas, semua bermuara pada warisan pemikiran-pemikiran dan taushiyah Allah yarham Bapak Mohamad Natsir.91

Profil, atau penampilan performance dakwah, akan kentara tampil kepermukaan dengan memilih titik-titik prima yang muncul setelah 30 tahun kiprah itu berlangsung. Bagian awalnya dengan mencoba "menjelas-kan" profil dakwah yang ditampilkan. Kemudian di-susul dengan mengulas secara rinci sedikit demi sedikit garis besar keunggulan dan hasil kiprah dakwah yang fenomenal, melalui profil ketiga pilar utama.

91

H Mas'oed Abidin tentang semua kiprah Dewan Da’wah di Mentawai, khususnya dari buku "Islam Dalam Pelukan Muhtadin Mentawai, 30 tahun Perjalanan Dakwah Ilallah, Mentawai Menggapai Cahaya Iman 1967-1997."

268

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Senyatanya, ditengah perjalanan Dakwah Ilaa Allah, selalu akan didapati adanya tiga pilar utama yang akan selalu menjadi profil kiprah dakwah dari Dewan Da’wah.

Terutama, bila kita cermat melihat dengan teliti kepada perjalanan dakwah Islamiyah, yang telah per –nah dilalui di daerah sulit. Seperti Mentawai, Lunang Silaut, Sitiung, Pasaman, dan daerah transmigrasi lainnya, selama lebih dari tigapuluh tahun. Ketiga pilar itu, senantiasa dan mesti berjalin berkulindan, agar dapat secara aktual, menampilkan profil dakwah yang komprehensif.

Pilar pertama, adalah kemamapuan dari Dewan Da’wah untuk menjadi centre of excellence, yang ber- peran sebagai pusat konseptual kiprah, yang dilaksa- nakan dengan baik, oleh seluruh komponen pelaku dan pelaksana Dewan Da’wah. Sebagai contoh kasus, pemeranan yang baik itu telah di kerjakan oleh para pelaksana tugas Dewan Da’wah Sumbar, di Padang. Seperti, ketika meng-gerakkan Dakwah Islam, ke Mentawai. Dalam peranan ini, Dewan Da’wah telah ber-fungsi sebagai pusat penggerak konseptual. Dewan Da’wah menjadi penyangga utama seluruh kiprah tersebut. H.Mas’oed Abidin
269

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dewan Da’wah merajut dan merakit seluruh potensi para Muhsinin. Sebelum itu, memperkenalkan bentuk gerakan yang akan dilaksanakan.

Dengan demikian, setiap potensi yang akan di-libatkan, terlebih dahulu telah mempunyai pengertian bahwa sebenarnya pekerjaan yang akan diangkat itu, adalah juga menjadi tugas mereka. Kepaduan paham perlu dibentuk, sebelum ke-satuan langkah mulai diayunkan. Inilah pilar pertama, yang mesti dipancangkan kokohkokoh, saat gerak kiprah dakwah kompre-hensif, akan mulai dilaksanakan. Suatu terjemahan kondusif dari taushiyah Bapak Mohamad Natsir yang berisi, “binalah umat dengan sungguh-sungguh, pastilah umat akan bersungguhsungguh pula ikut membina apa-apa yang yang akan ditampilkan”. Membagi peluang kepada mereka yang akan ikut menyalurkan potensi, seperti ZIS (zakat, infaq, sadaqah) kedalam jaringan Dakwah Ilaa Allah di medan dakwah, seperti di Mentawai. Kemudian di –ikuti dengan merakit potensi da’i di lapangan untuk mewujudkan semua kiprah dakwah tersebut.

Pilar kedua, adalah menjadi pengawal dan penggerak serta koordinasi dari centre of action.
270

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dewan Da’wah semestinya menjadi pusat aksi kiprah dakwah yang diperani oleh para mujahid dakwah yang militan, dan tahan uji. Tanpa mujahid dakwah yang bisa diandalkan dan tanpa militansi dilapangan, semua usaha Dewan Da’wah serta potensi para Muhsinin akan hanyut mubazir. Bagai menuang air di gurun pasir.

Pilar ketiga, adalah pemersatu dan menjadi pe-nyusun tulang punggung atau back bones semua kiprah dakwah tersebut, yaitu para muhsinin, donatur, sumber dana baik lembaga, instansi, jamaah masjid, perorangan. Para muhsinin yang tersebar sampai ke seluruh Nusantara bahkan sampai ke Timur Tengah, senyata -nya adalah tulang punggung yang kuat dari satu gerakan dakwah komprehensif.

Keikhlasan merupakan tali pengikat paling kuat dan kokoh. Dengannya, betapapun berat beban di pikulan pundak, akan menjadi sangat ringan, hanya karena sematamata mengharap redha Allah, dan pula karena mau mengangkatnya dengan cara bersama-sama. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai terjadi krisis kredibilitas.

SKETSA SATU

H.Mas’oed Abidin

271

DAKWAH KOMPREHENSIF
citra dan hubungan baik
DEWAN DAKWAH Muhsinin Donatur
asi

Don

Mentawai

Do

nas

i

Kiprah Dakwah

D o n a s i

C i t r a b a i k

informasi, koordinasi, motivasi dan bimbingan

Mujahid Dakwah
fastabiq al khairat

citra baik

visi ideal

militansi

Ada beberapa penampilan atau performance yang perlu dicatat dari ketiga pilar diatas. Penampilan ini menjadi modal menyangga kelanjutan keseluruhan kiprah. utama, yang

Penampilan, performance pelaku dakwah yang akan membuahkan hasil nyata di medan dakwah, menjadi modal utama. Lebih dahulu, menjadi modal awal dalam memancangkan pilar utama tersebut, adalah:
272

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Pertama, kemampuan membentuk kepercayaan para muhsinin, sehingga semua "pengaduan" keperluan program Dewan Da’wah tersahuti dengan segera. Pembentukan kepercayaan, sangat tergantung kepada figur pimpinan, dan pengurus Dewan Da’wah, serta militansi para mujahid dakwah. Kedua, jaringan informasi dan koordinasi yang erat antara ketiga unsur, Dewan Da’wah, para da’i dan para muhsinin. Jaringan yang sudah terbentuk selama tiga puluh tahun tersebut, membuat seluruh komponen saling merasakan denyut nadi semua unsur, yang terkait. Komunikasi formal tidak lagi menonjol. Yang paling terasa adalah, keterdekatan di-sertai keterkaitan rasa, antar komponen, sehingga seluruh potensi yang terlibat, bagaikan sebatang tubuh yang utuh.

Ketiga, militansi para mujahid dakwah, sehingga dengan fasilitas yang sangat minim sekalipun, mampu bertugas dengan meyakinkan. Dalam kasus Mentawai, sebagai contoh kiprah dakwah, bila akan dibandingkan dengan para pater, pastor dan suster Salibiyah, fasilitas dan kondisi para da’I, sangat jauh dari cukup. Namun, dengan militansi yang dipunyai oleh para da’I ujung tombak Dakwah Ilaa Allah, hasil per juangan mereka, terbukti telah melewati angka-angka yang dijangkau oleh missi Salibiyah. Penanaman militansi, hanya dengan iman dan taqwa yang benar, disertai oleh rutinitas ibadah yang terpelihara. H.Mas’oed Abidin
273

DAKWAH KOMPREHENSIF

Keempat, jalinan fastabiq al khairat yang rapi, semacam kompetisi positif kaum Muslimin dalam menjalankan misi dakwah di Mentawai. Semua dikerjakan untuk Islam. Semua dipro-gramkan untuk mendukung dakwah, tanpa menonjol-kan benderabendera organisasi maupun lembaga-lembaga. Kondisi ini membawa iklim senasib se-penanggungan, antara semua para mujahid pada semua tingkatan dan tempat, yang berjuang di lapangan dakwah. Walaupun masing-masing berasal dari sumber yang berbeda. Mereka dipersatukan dan bersatu di atas kenyataan adanya perbedaan-perbedaan. Mereka tidak pernah berbeda, dalam kiprah dakwah-nya, mencapai tujuan yang satu. Mencari Redha Allah. Inilah yang memacu lahirnya kompetisi positif, sesama ujung tombak dakwah Ilaa Allah. Kondisi ini, melahirkan profil Islam yang satu (umatan wahidah). Hal sebaliknya, terjadi pada beberapa anggota misi Salibiyah saling iri dan bersaing dengan anggota atau kelompok misi salibiyah lainnya. Kadang-kadang, dengan memakai cara yang tidak etis. Kelima, government relationshipness yang baik.
274

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Hubungan dan nama baik seluruh unsur, terutama Dewan Da’wah, dengan pemerintah, menjadi profil yang sangat menguatkan semua kiprah. Citra dan nama baik membuat birokrasi meng ambil pilihan yang tidak dapat tidak, terpaksa "melapangkan jalan" kepada unsur-unsur yang sedang berjuang. Tanpa citra dan nama baik Dewan Da’wah dan pelaksana, maka pemerintah/penguasa bisa menjadi batu sandungan bahkan penghalang semua program.

Keenam, beberapa visi atau cara pandang ideal yang membawa warna jihad, seperti dakwah ilallah, pegawai gaji akhirat (PGA), dakwah untuk menghidupi umat bukan dakwah untuk mencari hidup, mujahid dakwah, dai pejuang, berjihad di jalan Allah. Semua visi tersebut menjadikan kiprah dakwah secara keseluruhan punya pijakan kokoh. "Kami hanya ingin berjihad!" demikian salah satu ungkapan lugu para dai. Tapi sesungguhnya, itulah pijakan yang paling kokoh. Sebuah gerakan besar, apalagi untuk social change, untuk perubahan sosial, memerlukan visi ideal sebagai pijakan. Tanpa visi semua akan terombang-ambing.

Ketujuh, para Muhsinin yang sangat dermawan. H.Mas’oed Abidin
275

DAKWAH KOMPREHENSIF

Sebagai salah satu profil penting gerakan dakwah di Mentawai adalah para muhsinin yang sangat dermawan. Banyak yang tidak mau menyebutkan nama. Mereka, para muhsinin tersebut, lebih suka menyebut identitas sebagai hamba Allah saja, untuk setiap bantuan yang diserahkan. Hal tersebut bisa terjadi, karena mantapnya iman, diiringi dengan penyebaran informasi, serta keterbukaan Dewan Da’wah dalam menerima serta me manfaatkan setiap bantuan yang diterima dan bukti autentik tentang penyalurannya.

Kepercayaan, adalah harta paling berharga.

SKETSA DUA

276

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI
DDII Pusat
Donatur Lembaga
visi, ideal, koordinasi

Pemerintah
citra baik, hubungan baik, kerja sama

Mujahid Dakwah
Hubungan batin, kepercayaan, koordinasi dan semangat juang

Jamaah Masjid

Donatur Perorangan

Dewan Dakwah Padang
hubungan batin perhatian sungguh-sungguh program berkesinambungan/kontinu

hubungan batin militansi, visi

fastabiq al khairat hubungan baik, koordinasi dan kerja sama

Peminjam/ Penjamin Sementara

Lembaga Dakwah Islam lainnya

Muhtadin dan Calon Muhtadin di Mentawai

Posisi sentral dari Dewan Da’wah tidak terlihat mendominasi, karena komponen lain punya indepen densi dan kemandirian, serta kekuatan. Dalam menyatukan gerak kiprah dakwah ke Mentawai ini, tidak dibatasi oleh Dewan Da’wah.

H.Mas’oed Abidin

277

DAKWAH KOMPREHENSIF

Karena pengalaman dakwah dilapangan dan bukti kerja yang telah sambung menyambung dilaksa nakan, maka Dewan Da’wah tetap dijadikan tempat rujukan, dan pusat gerak. Sebagai contoh, donatur dapat berhubungan langsung dengan para muhtadin. Mereka bisa saja, menyerahkan bantuan ZISnya tanpa campur tangan Dewan Da’wah. Dewan Da’wah hanya merekomendasikan si-A sebagai muhtadin yang perlu dibantu, silahkan donatur menerima dan menilai sendiri si-A tersebut dan memberikan bantuan tanpa harus melalui tangan Dewan Da’wah.

Kondisi ini telah memberi peluang besar bagi tumbuhnya citra baik, nama baik, dan kepercayaan para muhsinin.

Visi ideal yang disandang oleh Dewan Da’wah, terutama adalah sebagai warisan-warisan pedoman dan taushiyah Bapak Mohamad Natsir, yang telah ber hasil menumbuhkan hubungan batin antara empat komponen utama, yaitu Dewan Da’wah, para dai, para muhsinin dan para muhtadin di Mentawai.

Hubungan batin yang terbentuk akan menimbulkan semangat juang yang besar.

278

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Seorang pengusaha, H Zulkarnain Dt Sati men jadi profil seorang muhsinin ideal. Berani memin jamkan bahan bangunan berjuta rupiah tanpa menaikkan harga, untuk membangun masjid. Borg, atau jaminan semua itu hanya keperca-yaan terhadap Dewan Da’wah, dalam hal ini figur pimpinan Dewan Da’wah Sumbar di Padang.

Keberanian H Zulkarnain kepercayaan dan hubungan batin.

terbentuk

karena

Ujungnya adalah kesiapan berjuang dengan seluruh kemampuan. Profil lengkap muhsinin ideal belum mungkin ditampilkan dalam sketsa karena perlu pengkajian lebih mendalam dan penelitian yang obyektif.

Jumlah muallaf baru yang mengucapkan syahadat dari waktu ke waktu sangat fenomenal, mencolok. Hal ini terbentuk antara lain karena hubungan batin, kesungguhan dan kegiatan yang kontinu Dewan Da’wah.

Mujahid dakwah di Mentawai mempunyai militansi berkat visi ideal dan pengalaman lapangan. H.Mas’oed Abidin
279

DAKWAH KOMPREHENSIF

Visi ideal sebagai bekal dari Dewan Da’wah, menjadi motiv intrinksik, pendorong dari dalam diri dai dalam bertugas. Sementara pengalaman lapangan menjadi motiv ekstrinksik, pembentuk dan pendorong dari luar. Motif ekstrinksik perjalanan tugas sang dai. ini berkembang sepanjang

Militansi, semangat pantang menyerah, adalah profil utama dai Mentawai. Sekedar contoh, ada dai yang harus berenang mengarungi sungai untuk menemui muallaf binaan nya, karena ketiadaan angkutan. Di samping itu ada semangat fastabiq al khairat dengan lembaga dan dai lain.

Ada kerjasama yang baik dengan pimpinan formal camat, koramil, dan kepala desa maupun pimpinan informal kepala suku, dan perangkatnya mapun sikere, dukun suku.

Dai memiliki citra baik dai di mata masyarakat, khususnya di mata muhsinin, dermawan atau donatur, serta citra baik di mata masyarakat Mentawai tanpa kecuali, beragama Islam ataupun agama lain.
280

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Citra baik di mata masyarakat ini terbentuk karena pola integral yang dilakukan dai, di mana seluruh masyarakat diperlakukan sama. Misalnya dalam pembagian hewan qurban waktu Idul Adha, seluruh anggota masyarakat memperoleh tanpa kecuali. Hal ini kemudian berbuah jadi partisipasi. Masyarakat yang belum Islam dengan suka rela akan ikut bergotong royong jika ada keperluan Islam, seperti pembangunan mushalla dan lain-lain.

Para muhsinin melihat citra baik para dai. Tumbuh kepercayaan sejalan dengan meningkatnya kiprah dakwah secara keseluruhan. Kepercayaan berbuah bantuan-bantuan ZIS. Pada ujungnya terbentuk jalinan hubungan batin antara para muhsinin dengan dai.

Profil pilar kedua, para dai, para mujahid dakwah, terutama dalam menghadapi kehidupan secara keseluruhan, terlihat dalam sketsa berikut.

H.Mas’oed Abidin

281

DAKWAH KOMPREHENSIF

SKETSA

TIGA

DEWAN DAKWAH Muhsinin Para Donatur
citra baik, kepercayaan, bantuan, hubungan batin

PEMERINTAH
visi ideal motivasi intrinksik
hubungan baik dan kerja sama

dedikasi, kesinambungan, kepercayaan, hubungan batin

Para Muhtadin Muallaf
Sepenanggungan fastabiqul khairat

Da'i

citra dan hubungan baik

Pemimpin Informal Kepala Suku (SIKERE)
Perlakuan yang sama (dengan Muslim) hubungan baik, citra baik, kerja sama

Da'i-da'i lain

Masyarakat non Muslim

Arat Sabulungan itu adalah adat istiadat daerah Mentawai. Itu bukan agama. Masyarakat di sana sudah mengenal Kekuatan Tunggal yang menciptakan langit dan bumi. Keperca -yaan mereka lebih dekat dengan Islam.
282

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Di dalam doa para dukun mereka, yang di -kenal dengan Sikere, bahkan disebut Taeka Manua, yaitu penguasa dilangit dengan kekuasaan tunggal yang tak berserikat, yang dalam Islam di sebut nama Allah. Orang Mentawai mempunyai puncak kebudaya an, berisi 10 ajaran yang sangat dekat dengan Islam. Pertama, orang Mentawai percaya kepada Kekuasaan Tunggal yang menciptakan langit dan bumi. Ini dikenal dengan Teikamanua. Mereka telah mengenal Maha Esa. Kedua, Adil. Orang Mentawai kalau membagi se suatu harus sama banyak. Tidak berat sebelah. Ketiga, Kebersamaan. Orang Mentawai mengutamakan persatuan dan persaudaraan. lebih

Keempat, Tidak boleh berzina. Perkawinan bagi mereka merupakan hal yang sakral. Kalau ada yang melanggar dihukum oleh adat. Dahulu hukumannya ada yang dibunuh. Kelima, tidak boleh masuk rumah kalau di dalamnya hanya ada perempuan saja. Keenam, Kalau berjalan bersama-sama maka laki-laki harus di depan. Ketujuh, orang Mentawai jujur dan lugu. Kalau kita menjanjikan sesuatu tetapi belum bisa memberi- kan pada waktu yang dijanjikan, mereka akan tetap menanya dan akan tetap menagih. Kedelapan, berat sepikul ringan sejinjing. Semua H.Mas’oed Abidin
283

DAKWAH KOMPREHENSIF

pekerjaan mereka lakukan bergotong royong. Kesembilan, tidak mau mengambil hak orang lain. Kesepuluh, menghormati tamu. Budaya tersebut di Mentawai akhir- akhir ini sudah banyak berubah sejak masuknya pendatang dalam dan luar negeri.

Program Dakwah ke Mentawai menjadi salah satu program yang dicanangkan Bapak Mohamad Natsir, ketika pulang ke Sumatera Barat 1968, atas undangan Gubernur. Kesempatan itu, juga dimanfaatkan untuk menghimbau orang Minang di Sumbar untuk membangun kampung halaman. Sejak tahun 1970, Dewan Da’wah telah mengirimkan para da’i ke Mentawai, untuk mengajak orang Mentawai yang belum beragama menjadi beragama Islam. Di samping membuat paket-paket program peningkatan sumber daya manusia. Seperti pembangunan lembaga pendidikan; mengadakan penyuluhan keagamaan, menghadapi masalah kehidupan, peternakan dan pertanian. Program dakwah tersebut, sedari awal digerakkan dengan swadana masyarakat Sumbar. Hampir dikata tidak ada dana luar negeri penggaji da’i di Mentawai, seperti yang dilakukan oleh pihak gereja Salibiyah. Namun, Alhamdulillah orang Mentawai banyak memeluk agama Islam dengan kesadaran sendiri.
284

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Kita sangat berdosa jika membiarkan mereka hidup tertinggal sangat jauh dari saudara-saudaranya yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun di daerah lain di Indonesia. Pelaksanaan program pembangunan seperti, antara lain transmigrasi di Mentawai bertujuan me-ningkatkan harkat dan martabat hidup masyarakat dan harus diletakkan di atas segala-galanya. Artinya, secara normatif meletakkan Kepulauan Mentawai pada tataran pinggiran berarti akan menuai dosa Sebagai kepulauan yang terpencil namun terkenal di dunia, pembangunannya harus dilaksana kan dengan hati-hati. Membangun kepulauan Mentawai yang terpisah sangat jauh dari induknya, yakni daratan Sumbar, selain dilaksanakan dengan hati-hati juga bertahap dalam batas-batas kondisi dan kemampuan yang ada. Tidak perlu disama-ratakan sebagaimana pembangunan yang dilaksanakan di wilayah lain. Karena kondisi geografisnya memang memiliki karakteristik tersendiri. Kepulauan Mentawai mewakili gugusan ribuan pulau kecil dan strategis lain yang perlu dibangun. Perlu diusahakan pemberdayaan masyarakat setempat yang umumnya nelayan tradisional guna mengenali teknologi laut yang lebih canggih dan ber usaha belajar dari pendatang mengenai berbagai aspek kehidupan seperti menjadi nelayan lepas pantai. Kepulauan Mentawai merupakan gugusan pulau-pulau yang khas baik ekosistem maupun kependudukannya dan terkenal memiliki sosial budaya dan lingkungan hidup berupa biosfir dunia di Pulau Siberut, serta menyimpan potensi pariwisata. H.Mas’oed Abidin
285

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pembangunan transmigrasi di wilayah Mentawai yang sampai saat ini baru terlaksana di Pulau Sipora harus benar-benar dipahami sebagai proses belajar yang efektif bagi penduduk setempat. Hanya dengan meniru dari saudara-saudara dari daerah lain, masyarakat Mentawai dapat lebih cepat maju dibandingkan melalui proses pendidikan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun. Salah satu pertanyaan mendasar dalam pembicaraan seputar Mentawai adalah sumber daya potensial yang dimiliki, baik sumber daya alam nabati dan botani, maupun sumber daya manusia sebagai modal dasar pembangunan secara keseluruhan.

Mentawai, dengan empat kecamatan dan luas wilayah lebih kurang 60. 000 km2, yaitu Siberut Selatan, Siberut Utara, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan, adakah segenap potensi Mentawai selama ini telah digarap secara maksimal, baik terhadap peningkatan kualitas maupun kesejahteraan masyarakat kebudayaan? Kondisi geografis yang berbentuk kepulauan, merupakan halangan untuk menjalin komunikasi dan transportasi bagi pelaksanaan pembangunan, mau pun bagi upaya pengembangan dan peningakatan kesejahteraan
286

di

sektor

pendidikan,

ekonomi

maupun

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

masyarakat Mentawai. Alam dan manusia di Mentawai saling mem pengaruhi satu sama lain. Hal ini terimplementasi dalam pola kehidupan sehari-hari mereka. Dapat dilihat, misalnya, dari pola mata pencaharian utama penduduk setempat, yang mayoritas nelayan atau petani. Sulit dijumpai penduduk asli yang mencari nafkah melalui dagang atau wiraswasta. "Mentawai sesungguhnya amatlah potensial. Alam dan hutannya kaya, jumlah penduduknya juga cukup banyak. Lebih kurang 60. 000 jiwa pada saat ini, terutama pemuda yang berada di usia produktif". "Akan tetapi karena teknologi dan tingkat pendidikan masyarakat setempat masih rendah, tanpa disadari, banyak masyarakat di luar cenderung menganggap rendah atau melecehkan Mentawai. Dapat dilihat dari istilah 'orang pagai', 'lego pagai', dan sebagainya. Semua itu berkonotasi rendah di tengah-tengah masyarakat kita." Permasalahan sekitar sumber daya manusia, bukan terletak pada pemuda Mentawai yang menolak untuk diberdayakan, sebagaimana kecendrungan dari suku terasing lain. Namun lebih terpaku pada rancangan sistem pendidikan yang kurang memberi peluang terhadap pengembangan kemampuan serta intelektualitas mu-rid, anak didik semenjak di Sekolah Dasar. Pendidikan dilaksanakan hanya sebagai pemenuhan program kurikulum dari pusat. H.Mas’oed Abidin
287

DAKWAH KOMPREHENSIF

Bukan pada peme nuhan keperluan anak-anak di Mentawai. Secara psikologis, sosial dan budaya, mereka berbeda dengan anak-anak di tempat lain di luar Mentawai. Tanpa disadari, secara mental keadaan ini memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi anak-anak.

Kuantitas, jumlah pemuda berusia produktif di kepulauan Mentawai merupakan potensi tersendiri bagi pemberdayaan masyarakat Mentawai secara umum. Namun karena pola pendidikan dasar yang diberikan belum sesuai dengan kondisi sosial budaya anak-anak Mentawai, potensi itu akhirnya belum termanfaatkan secara maksimal. Terkecuali, anak-anak yang memiliki orang tua campuran. Maksudnya, salah satu orangtuanya merupakan kaum pendatang, atau orang dari daerah seberang, atau Minangkabau, yang menikah dengan penduduk asli, atau sebaliknya. Anak-anak ini dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih baik kualitas maupun fasilitasnya, seperti yang ada di Padang. Kebanyakan generasi muda Mentawai, selain meneruskan sekolah, juga untuk mencari kerja di Padang ini. Mereka umumnya bergerak di sektor informal. Misalnya, menjadi pembantu rumah tangga, atau cukup bekerja sebagai buruh kecil pabrik di kota Padang dan sekitarnya. Beranjak dari kenyataan tersebut, terlalu dangkal kiranya jika Mentawai masih dipandang sebagai kawasan terisolir yang tertinggal dan penuh kekurangan. Tidak saja terhadap potensi ekonomi, potensi dari sektor pariwisatapun agaknya Mentawai belum tergarap secara maksimal dan
288

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

profesional. Dengan demikian, kepedulian dan perhatian terhadap Mentawai tidak lagi merupakan 'pekerjaan' sepihak. Atau hanya melibatkan sebahagian kecil dari masyarakat, sebagaimana yang ada selama ini. Saat ini, tidak banyak lembaga maupun masyarakat yang peduli tentang apa dan bagaimana Mentawai. Terkecuali bila tiba-tiba muncul berita mengejutkan yang bersifat sensasional, barulah kita ramai-ramai berpaling ke daerah kepulauan yang spesifik ini. Banyak yang berbicara tentang Mentawai, tapi sedikit yang berusaha memahaminya. Tidak terkecuali mereka di dunia akademis yang menghabiskan berlembar-lembar makalah. Mentawai dan tanah tepi bukan sesuatu yang baru. Hanya sebagian besar 'orang tanah tepi' baru terbuka matanya. Mentawai tidak tertinggal sebenarnya, kita yang tertinggal memahaminya. Mentawai memiliki kebudayaan yang tinggi, tidak hanya sebatas kabit- kabit dan busur panah. Sepanjang mau meneliti puncak-puncak kebudayaan masyarakat Mentawai, banyak hal yang bisa diungkap. Hasilnya, tentu akan sangat mendu kung jalan pembangunan Mentawai sendiri. Kenyataan inilah yang menyebabkan Dewan Da’wah Padang secara analitis, melihat Mentawai mempunyai potensi amat besar untuk dibangun. Tinggal bagai mana petugas, yang membangun Mentawai bisa mengerti dengan puncak kebudayaan mereka. Pendekatan kebudayaan seharusnya lebih diutamakan H.Mas’oed Abidin
289

DAKWAH KOMPREHENSIF

dari pada pendekatan kehendak. Secara teoritis dapat dipahami bahwa hubungan kekerabatan atau persaudaraan antara orang Mentawai dan penduduk pulau Sumatera ter jalin sangat akrab. Di kampung-kampung pedalaman sekalipun, di depan rumah (Uma) selalu tergantung kuali besar. Dari penelitian, tidak ditemukan satu kebudayaan yang menghasilkan kerajinan logam. Tidak ada pandai besi. Padahal tidak seorangpun orang Mentawai yang tidak memiliki parang panjang. Darimana mereka peroleh kalau bukan melalui hubungan jual beli? Catatan sejarah tidak pernah membuktikan terjadinya perang atau perkelahian besar antara penduduk Mentawai dengan pendatang dari tanah tepi. Ini membuktikan bahwa hubungan Mentawai dengan pantai barat Sumatera adalah hubungan kekerabatan, bukan hubungan penguasaan. Misionaris pertama masuk ke Mentawai tahun 1901. Dipimpin August Lett, seorang pendeta dari Jerman (Zending Protestan). Akan tetapi nasib jualah yang menyebabkan August Lett, harus mati dibunuh penduduk Mentawai, setelah delapan tahun ia di sana (1908). Kematian August Lett bukan karena mengembangkan agama Protestan, tetapi karena menjadi penghubung tentara kompeni Hindia Belanda. Orang Mentawai bukanlah orang yang benci terhadap pendatang atau penyebar agama. Walaupun mereka sudah menganut sebuah kebiasaan nenek moyang yang dikenal dengan arat sabulungan (belum berupa agama, karena tidak ada aturan-aturan peribadatan).
290

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Tahun 1954, terjadi perubahan besar di Mentawai, dengan adanya musyawarah tiga agama, Islam, Kristen Protestan dan Arat Sabulungan. (Katholik baru masuk 1954 dipandu oleh Pastor Aurelius Cannizaro dari Itali). Salah satu keputusan musyawarah adalah bahwa Arat Sabulungan harus ditinggalkan oleh masyarakat Mentawai dan mereka dipersilahkan memilih agama resmi di dalam Negara Republik Indonesia. Tahun 1955, seluruh masyarakat Mentawai sudah menjadi masyarakat beragama. Arat Sabulungan ditinggalkan. Hal ini membuktikan bahwa musyawarah bukan hanya sebuah produk pemaksaan. Kita sedih, bahwa banyak yang berbicara tentang Mentawai, tapi sangat sedikit yang berusaha memahaminya. Banyak yang berusaha mengetahui Mentawai hanya dari cerita orang tanpa pernah melihat seperti apa adanya. Tidak terkecuali mereka didunia akademis yang menghabiskan berlembar- lembar makalah. Mentawai dan tanah tepi bukan sesuatu yang baru. Hanya sebagian besar 'orang tanah tepi' baru terbuka matanya. Mentawai sebenar nya tidak 'tertinggal', kita yang tertinggal memahami nya. Karena itu, Bapak Mohamad Natsir, sedari awal berdirinya Dewan Da’wah 1967, memasukkan Mentawai didalam program utama dakwah bil-hal. Program Khitanan Setiap tahun di Mentawai menjadi wajib dilaksanakan program khusus khitanan massal.92
Pada tanggal 23 - 25 Pebruari 1990, di desa Saliguma dilakukan khitanan massal oleh tenaga dokter muda dari Unand bekerja sama dengan rumah sakit Islam Ibnu Sina Padang. Khitanan yang tadinya akan diikuti oleh 50 orang, ternyata hanya diikuti oleh 24 orang saja 291 H.Mas’oed Abidin
92

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dalam melaksanakan program ini sering terjadi halhal yang aneh, seperti adanya peserta yang lari, bukan karena takut, tetapi karena hubungan sosial, antara lain: Hubungan kekeluargaan (semenda-semenda) yang menimbulkan rasa malu. Hasutan pihak luar (missionaris) karena memang sejak tahun 1954, khitanan ini digunakan sebagai senjata yang ampuh bagi zending/missi untuk melemahkan dakwah Islam kepada para penduduk asli Mentawai.93) Namun ada yang menggembirakan dari peristi wa ini, ketika khitanan dilakukan pada tahun 1990, karena diantara yang melakukan khitanan massal di Saliguma terdapat 6 orang muallaf lanjut usia ber umur 30 - 40 tahun, di antaranya Yohanes Mahmud (40 th), Kepala Desa Saliguma. Program khitanan perlu didukung pelaksanaannya setiap tahun, karena merupakan salah satu cabang dari Sunnah Rasul. Yang diharapkan dari kita adalah hanya bantuan langsung berupa kain sarung, peci, sandal jepit, penyediaan obat-obatan dan pengiriman tenaga medis. Bantuan jangka panjang Penyiapan sebuah asrama di Muara Siberut khusus bagi anak-anak yang beragama Islam sangat penting.
93 )

Adanya hasutan bahwa kalau seseorang masuk Islam, zakar dan kemaluannya akan dipotong, tidak bisa lagi melakukan hubungan suami istri secara wajar. Ternyata dalam kenyataannya hasutan ini banyak tidak berhasil karena setiap tahun selalu ada program khitanan sebagai pelaksanaan “Sunnatul Khitaan” 292 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Yang beragama Katolik sudah ada asrama besar disiapkan oleh pihak gereja Katolik Muara Siberut, besar, megah dan bertingkat. Untuk pelajar Protestan, rumah-rumah di seputar gereja yang dulu dibangun oleh Pendeta Imanuel Sikarebau, ketua zending Protestan Menta-wai, masih siap menampung anak-anak mereka ter utama dari Saibi Samokop atau Pasakiat Taileleu. Umat Islam masih tercecer di belakang, kita belum punya asrama pelajar untuk menampung anak-anak muallaf dari pedalaman.

Program Kepedulian Pihak Salibiyah sangat intensif dalam mengembangkan missinya. Di desa-desa terpencil gerakan mereka disertai dengan kepedulian yang tinggi. Kegiatan mereka terutama bidang pendidikan dan pembinaan masyarakat desa. Bidang pendidikan umpamanya dengan membangun sekolah-sekolah setingkat Sekolah Dasar, di desa-desa yang tadinya belum memiliki Sekolah Dasar Negeri. Beberapa desa/dusun dapat disebutkan sebagai contoh Ugai, Sallappa (Siberut Selatan) dan Simalegi dan Simatalu (Siberut Utara). Untuk keperluan missi, selain program mendirikan sarana kebaktian dan sarana pendidikan seperti sekolah, asrama, penyediaan guru, santunan beasiswa, sarana transportasi (boat, perahu, kapal dan hanggar dan pelabuhan mini), juga di bidang ekonomi umat pedesaan. Bidang H.Mas’oed Abidin
293

DAKWAH KOMPREHENSIF

terakhir ini (ekonomi masyarakat pedesaan) menjadi garapan satu badan resmi. Badan itu diberi nama PSE (Proyek Sosial Ekonomi Desa Terisolir). Beberapa badan lainnya ikut mendampingi, seperti Yayasan Bina Sejahtera (YBS) dan Delsos (Delegasi Sosial). Garapan badan-badan ini terutama memberikan kredit kepada gembalaan di desa-desa, berbentuk usaha-usaha produktif. 94) Bidang peternakan mulai digerakkan secara intensif. Seperti peternakan lele dumbo (Siberut Utara dan Muara Sikabaluan) dan Sikakap. Usaha ini baru terbatas pada lingkungan Paroki semata. Bagi masyarakat Muslim beternak babi wajib ditinggalkan, karena agama Islam mengharamkannya. Untuk itu perlu diganti dengan ternak lain. Dalam bidang Dakwah Ilaa Allah, mengganti ternak babi bagi keluarga Muslim menjadi suatu hal yang sangat penting sekali. Penggantian ternak babi ini dapat dilaksanakan secara bertahap, baik dengan ternak sapi atau kambing. Bisa dilakukan secara kolektif maupun secara perorangan, sehingga secara berangsur-angsur keluarga Muslim di Mentawai bebas dari perternakan babi. Bisa dalam bentuk hibah atau bantuan permodalan dengan diiringi bimbingan praktis di lapangan.

94 )

Gembalaan adalah istilah yang diberikan kepada umat Kristen yang mendapat pembinaan dari gereja. 294 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI



Undangan Haji Dari Lembaga Resmi Saudi Arabia Dewan Da’wah Pusat setiap tahun berusha memberangkatkan da’i-da’i dan pengurus Dewan Da’wah seluruh perwakilan yang belum menunaikan rukun Islam ke-5. Usaha ini dilakukan dengan memilih perwakil-an tertentu untuk mengajukan satu orang calon yang akan diusulkan ke pihak lembaga resmi di Arab Saudi. Perwakilan Dewan Da’wah yang telah men dapat kesempatan adalah DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Sul-Sel, Kalbar, Sumbar, Riau, Sumut, Sumsel, Bali, Bengkulu. Selain pihak perwakilan, Dewan Da’wah Pusat juga mengusahakan undangan haji, untuk saudara- saudara Baru Dalam Islam, atau para Muhtadin, yang latar belakangnya dari Pendeta, pemuka agama lain. Alhamdulillah, program yang terakhir ini, di-mulai sejak tahun 1990, dengan memberangkatkan 5 orang delegasi. Demikianlah, sebagai dari amal usaha yang telah kita lakukan bersama, dalam H.Mas’oed Abidin
295

DAKWAH KOMPREHENSIF

jama'ah kekeluargaan Dewan Da’wah masa kerja dua tahun 1991-1993.

PROYEK KHUSUS BAT U MAR TA DAN L. D. B. H PASAMAN,

Kedua proyek ini dibawah koordinasi masing- masing proyek, yang menitik beratkan aktifitasnya kepada pelatihan keterampilan, dalam rangka mem-persiapkan tenaga-tenaga yang terampil berdakwah, dan mempunyai kemampuan untuk mengangkat ekonominya sendiri. LDBH Pasaman ini, pelaksanaannya bekerja sama dengan YARSI Sumbar, baik dalam pembinaan ataupun pendanaan.

IBARAT DURI DALAM DAGING

Sejak tahun 1953 Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Tengah telah mengatur penempatan para
296

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

transmigrasi, yang umumnya dari Pulau Jawa dan Suriname, untuk ditempatkan didaerah Kecamatan Pasaman dalam lingkungan Kabupaten Pasaman. Penempatan mereka diatas tanah-tanah ulayat penduduk Kecamatan Pasaman, berdasarkan penyerahan hak tanah oleh Ninik Mamak dalam negeri yang bersangkutan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, dengan persyaratan-persyaratan tertulis, diantaranya dicantumkan : 1. Penyerahan tanah diperuntukkan sebagai penampungan bagi warga negara Indonesia, yang berasal dari daerah lain (transmigrasi). 2. Bahwa mereka yang datang (paratransmigrasi) itu tunduk kepada ketentuan adat-istiadat yang berlaku ditempat mereka ditempatkan, dengan pengertian bahwa mereka yang datang (para-transmigrasi) itu dianggap sebagai kemenakan (dalam hubungan hukum adat yang berlaku, yang tentu saja adat Minangkabau yang beragama Islam).

Dengan perpegangan ini, maka Ninik Mamak dalam Negeri-negeri di Kecamatan Pasaman telah menyerahkan tanah ulayat mereka kepada Pemerintah Daerah, dan sekalian terbuka menerima H.Mas’oed Abidin
297

DAKWAH KOMPREHENSIF

setiap pendatang wartga transmigrasi umumnya dalam kaitannya sebagai hubungan anak dan kemenakan. 95 Pada semua surat-surat penyerahan tanah-tanah tersebut disebutkan antara lain : A.Untuk transmigrasi B.Pendatang-pendatang (transmigrasi) tersebut menjadi kemenakan (dalam hubungan adat-istiadat), dengan menuruti adat-istiadat setempat (yang tentu saja beradat Minangkabau yang bersendi syara' - agama ISLAM).

Pada tanggal 30 Nopember 1957, Kepala Negari Kapar (Dulah) bersama dengan Pucuk Adat (Daulat Yang Dipertuan) dan Ninik Mamak (Dt. Gampo Alam) yang dikuatkan oleh Alim Ulama
Sejak tahun 1953 tercatat penyerahan tanah ulayat masyarakat, antara lain pada bulan Mei 1953 sebagian Ulayat TONGAR AIR GADANG, Ulayat KAPAR (PD. LAWAS), dan tanggal 9 Mei 1953 Ulayat KOTO BARU (MAHAKARYA). Tahun 1961 - 26 September 1961 dari Ulayat KINALI BUNUT Alamanda, Kecamatan PASAMAN. Tahun 1964 - 25 April 1964, sebagian Ulayat KINALI LEPAU TEMPURUNG, Kecamatan PASAMAN. Tahun 1965, AIR RUNDING, Kenegarian PARIT Kecamatan SUNGAI BERAMAS. Tahun 1957, KOTA RAJA, Kenegarian PARIT Kecamatan SUNGAI BERAMAS. Terdahulu dari ini, yaitu di tahun 1953 telah terjadi pula penyerahan tanah DESA BARU sebagai daerah kolonisasi (transmigrasi) dalam kenegarian BATAHAN Kecamatan Sungai Beremaas. 298 H. Mas’oed Abidin
95

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

(Buya Tuanku Sasak) serta Cerdik Pandai, mengirimkan pernyataan kepada Kepala Kantor Transmigrasi Seksi Kapar, bahwa "permintaan umat Katholik tersebut didalam lingkungan ulayat (tanah adat) Koto Baru dan Kapar tidak diizinkan (tidak dibolehkan)". Diantara alasan-alasan yang dikemukakan : "a. Agama Katholik adalah tidak sesuai dengan Agama Islam, yang telah kami pakai dan amalkan selamalamanya.96
96

1. Selanjutnya jikalau saudara-saudara dari warga trans-migrasi didatangkan ke-ulayat tanah (adat) Koto Baru/Kapar Kecamatan Pasaman umumnya terlebih dahulu kami meng-adakan rapat dengan Bapak Bupati Syahbuddin Latif Dt. Sibungsu beserta DPD Kab. Pasaman Abd. Munir Dt. Bandaro Basa, Haji Latif, Rusli, Wedana A.I. Dt. Bandaro Panjang dan Camat Dt. Jalelo, dihadapan Ninik Mamak Koto Baru/Kapar Air Gadang dan Buya Tuanku Sasak cucu kemenakan kami Ninik Mamak dalam Kecamatan Pasaman. Umumnya dengan kata lain, akan tunduk dibawah adat dan agama, yang telah kami pakai dari nenek moyang kami. 2. Diwaktu peresmian (penyerahan) saudarasaudara warga transmigrasi sudah ada, Bapak Gubernur Ruslan Mulyoharjo telah memberi nasehat kepada seluruh warga transmigrasi, supaya mereka menyesuaikan dengan masyarakat disini. Pepatahnya "dimana tanah diinjak disitulah langit dijunjung", adat diisi lembago dituang, arti kata mereka disini menurut adat dan agama yang telah ada. 299 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pernyataan masyarakat dan Pemangku Adat beserta Pemerintahan Negeri Koto Baru yang tegas dan keras ini, menyebabkan usaha Kristen tersebut tidak memperlihatkan gerak yang aktif sampai dengan tahun 1960.

KEDATANGAN MISSI ASING MENOPANG GERAKAN SALIBIYAH Periode tahun 1963 - 1966 Rupanya sudah diatur dari tempat asal warga transmigrasi, bahwa untuk masuk kedaerah Sumatera Barat, pertama-tama harus menyatakan beragama Islam walaupun sebenarnya didalam rombongan transmigrasi itu ter dapat pula orang-orang yang beragama Katholik sebagai selundupan. Persoalan ini bertahun-tahun kemudian
3. Dengan perjanjian inilah baru kami terima saudara-saudara itu, menjadi cucu anak kemenakan kami dan duduk didalam ulayat adat kami. 4. Andai kata kalau tidak sesuai dengan perjanjian itu istimewa akan mendirikan, agama selain agama Islam tidak diizinkan, mungkin mendatangkan kejadian yang tidak diingini, apalagi ia untuk mendirikan satu rumah teruntuk kepada rumah Katholik (buat beribadah umat Katholik). 5. Kami segala pemangku adat, alim-ulama, cerdik-pandai tetap kami tidak setuju, apalagi negeri kami ini dusun, bukanlah kota, kalau dikota kami tidak berkeberatan sedangkan masyarakat Transmigrasi sudah menurut adat, dan berkorong berkampung ............." 300 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

berkembang terus menjadi “kasus Pasaman” yang sampai sekarang, walaupun telah berlalu tiga dasawarsa masih belum terselesaikan.97 Sejak tahun 1967, jauh sebelum riak gerakan salibiyah di Pasaman ini makin keras menghempas kerukunan hidup ditengah umat Islam, khususnya di Minangkabau dengan filosofi adat basandi syara’, dan syara’ basandi kitabullah. Maka Dewan Da’wah meminta prakarsa dari Menteri Agama Republik Indonesia supaya sama-sama menjaga keutuhan masyarakat yang di ancam oleh kerasnya gerakan salibiyah ini. Akhirnya, dengan prakarsa Menteri Agama R.I, diadakan musyawarah antara pemuka agama di Jakarta. Pada pokoknya diusahakan supaya terpelihara kerukunan antar umat beragama. Semua pemuka Islam yang hadir dalam musyawarah, 30 November 1967 di Jakarta itu, menyetujui saran pemerintah. Sedang pemuka-pemuka agama Kristen, baik yang Katholik maupun yang Protestan, menolak saran pemerintah itu. Dengan demikian, musyawarah gagal mencapai maksudnya.98 Barulah pada tahun 1969, pemerintah merasa perlu
97

Pada tahun 1963, mulai berkunjung kedaerah transmigrasi Pastor dari Padang, dengan maksud meninjau dan melihat keadaan perkembangan orang-orang transmigran di TONGAR dan KOTO BARU (Mahakarya). Kunjungan itu pada mulanya tidak mendatangkan kecurigaan masyarakat setempat, namun selalu berlanjut setiap tahun sampai tahun 1966, dengan mendatangi rumahrumah keluarga Kristen yang tersembunyi dalam warga transmigrasi. 98 (Dr.Anwar Haryono SH, “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Cetakan Pertama, Jakarta Rabi’ul Akhir 1416 H/Agustus 1995, Hal 198 - 199).

H.Mas’oed Abidin

301

DAKWAH KOMPREHENSIF

lebih bersungguh-sungguh mengatur lalu lintas pergaulan antar umat beragama dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 01/MDN/MAG/1969 tentang pelaksanaan tugas aparatur pemerintah dalam menjamin ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pengembangan dan ibadat agama oleh pemelukpemeluknya. Tahun 1973, Pasaman kembali memanas. Tahun ini berdiri suatu kampung ditepi Sungai Sampur Panti, dengan nama KAMPUNG MASEHI.99 Pada tahun 1973 ini mereka mengajukan pula permohonan kepada Pemerintah Daerah Kab. Pasaman untuk mendirikan gereja di Kampung Masehi tersebut. Seperti juga pada masa lalu Pemerintah daerah Kab. Pasaman tidak pernah memberikan keizinan disebabkan adanya protes dari segenap lapisan masyarakat dan penduduk, khususnya Panti, serta tidak memenuhi segala syaratsyarat. Diantaranya pembangunan gereja didaerah ini akan berakibat terhadap terganggunya keamanan dan kerukunan sesama penduduk yang telah terjalin selama ini. Walaupun demikian, tanpa harus menanti keizinan dari pemerintah daerah, pihak-pihak kristen HKBP tidak pernah ambil peduli dan akhirnya gereja tetap berdiri. Kondisi
Kampung tersebut berada diatas tanah yang diserahkan oleh Ninik Mamak; Panti dahulunya kepada keluarga pendatang dari Tapanuli juga yang pada mulanya seluruhnya beragama Islam. Namun kemudian diketahui, pada tahun 1973 bahwa di-antara penduduk itu telah terdapat 50 buah rumah jemaah kristen dan merekalah yang memberi nama kampung tersebut Kampung Masehi. 302 H. Mas’oed Abidin
99

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

seperti inilah yang selamanya akan menjadi duri dalam daging bagi masyarakat di Pasaman. Kasus demi kasus, gerakan shalibiyah tetap berjalan dengan berbagai cara, berbagai dukungan dari kalangan fanatik kristen. Bertubi-tubi tuntutan masyarakat Islam Pasaman dan juga dari seluruh pelosok tanah air, ibarat gema sipongang didalam ngarai. Tak pernah berjawab. Barulah pada tahun 1978, menyusul dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 70/1978 tentang pedoman penyiaran agama. Disusul oleh Surat Keputusan Menteri Agama No. 77/1978 tentang bantuan luar negeri kepada lembaga keagamaan di Indonesia. Keputusan ini, sungguh merupakan upaya nyata pihak pemerintah untuk mengatasi agar gerakan pengkristenan tidak menusuk jantung umat Islam di Indonesia. Akan tetapi pihak Kristen selalau enggan mematuhinya. Termasuk di Pasaman Barat. Pasaman hari ini, diakhir tahun 1999, dalam menapak ke millenium ketiga, berkembang menjadi zamrud hijau ditengah Sumatera Barat. Berpuluh ribu hektar lahan, yang tadinya kosong dan rimba belantara, telah dibuka menjadi perkebunan sawit. Masyarakat pendatang dari luar, tidak ter-kontrol lagi. Baik yang menyangkut adat istiadat, keyakinan dari agama yang dianut penduduk sebelumnya, maupun moral kehidupan mereka. Pasaman tengah berada dalam perubahan global, deras dan cepat. Masyarakat lesu, putus asa, dan kecewa. Mereka diam seribu bahasa. Gereja tumbuh, penaka jamur dimusim hujan. Pendatang yang mencari hidup di Pasaman sebagai buruh, pekerja dan penanam modal, seakan tidak peduli dengan per soalan agama yang mengarah kepada H.Mas’oed Abidin
303

DAKWAH KOMPREHENSIF

pemurtadan juga. Secara pasti dan terencana. Dalam menghadapi kenyataan seperti ini, pasti dihadapkan kepada problematika dakwah baru, yang sangat global.Akankah, berhenti tangan mendayung ??? Dewan Da’wah dibentuk berdasarkan hukum sebagai satu Yayasan, dipimpin oleh Bapak Mohamad Natsir. Tujuan yang utama "menggiatkan dan meningkatkan Dakwah Islamiyah di Indonesia".100



100

Pada tanggal 26 Februari 1967, didirikanlah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah) dalam suatu pertemuan silaturrahmi Iedul-Fithri yang berlangsung di masjid Al-Munawwarah, Tanah Abang, yang dihadiri oleh Ulama-ulama dan tokoh-tokoh Islam.

 Alhamdulillah 304

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Proyek Khusus Cilacap, Timor-Timur, Dan Mentawai

Ketiga proyek ini mempunyai penanggung jawabnya sendiri-sendiri. Diwujudkan sejak mulanya untuk melakukan pembinaan dan penangkalan umat dari garapan shalibiyah secara intensif dan dengan pendanaan khusus pula. Proyek-proyek seperti itu dilaksanakan dengan kerjasama dengan berbagai lembaga dakwah yang ada di tempat masing-masing.



PROYEK KHUSUS, MASJID, KAMPUS DAN ISLAMIC CENTRE

Perkembangan selanjutnya langkah-langkah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebelum tahun 1986 , dalam H.Mas’oed Abidin
305

DAKWAH KOMPREHENSIF

umur yang masih remaja 20 tahun masa berjalan, ternyata tidak hanya di UNAND - IKIP Padang saja didirikan yang bernama Mesjid Al Azhar, akan tetapi kemudian telah tersebar dalam kampus- kampus di seluruh tanah air. Diantaranya Masjid Kampus ARIF RAHMAN HAKIM Kampus UI Salemba Jl. Salemba Raya Jakarta Pusat. Masjid Kampus STK YARSI Cempaka Putih di Jl. Cempaka Putih Jakarta Pusat, Masjid Kampus Komplek UI Ciputat, Jl. Ciputat Raya Jakarta Selatan. Dan juga, Masjid Kampus IKIP-UI Rawamangun Jl. Rawamangun Jakarta Timur, keseluruhannya di daerah DKI Jakarta. Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga tidak luput mendapatkan rekomendasi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia untuk pendirian Masjid di kampus-kampus yang sudah ada. Masjid-masjid kampus memang menjadi perhatian yang serius oleh pimpinan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Bahkan, menjadi program utama dalam rangka menghidupkan dakwah serta menumbuh suburkan dasar-dasar iman dan taqwa. Menanamkan aqidah Tauhid dikalangan angkatan muda dan intelektual Muslim. Suatu program yang tidak boleh ditunda-tunda. Generasi yang pada suatu masa kelak akan menjadi teknokrat atau pemimpin umat masa datang. Untuk Jawa Barat telah direkomendasi oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
306

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Masjid Kampus SALMAN kampus ITB Bandung dan Jawa Timur Masjid Kampus ITS SURABAYA dan Masjid IKIP MALANG, serta di Jawa Tengah Masjid Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta. Demikian pula diluar pulau Jawa. Diantaranya Masjid Kampus Universitas Hasanuddin dan Masjid Universitas Muslim Indonesia di Ujung Pandang serta Masjid Kampus Universitas Sam Ratulangi di Manado. Mengkoordinir pembinaan mahasiswa di Masjid dan Islamic Centre yang dibangun olehDewan Da’wah yang jumlahnya 11 proyek tersebar di berbagai penjuru tanah air.



H.Mas’oed Abidin

307

DAKWAH KOMPREHENSIF

KIPRAH DAKWAH GERAK LANGKAH DAKWAH

G
308

erak Dakwah Ilaa Allah, sebagai realisasi Gagasan Menopang Gerak Dakwah, terlihat dalam H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

beberapa kegiatan, yang nyata menyentuh kehidupan umat. Pertama, memperluas pengertian dakwah bahwa dakwah luas artinya. Mencakup seluruh aspek kehidupan101 Bapak Mohamad Natsir sebagai ketua Dewan Da’wah mengungkapkan sejarah, bahwa dakwah pada hakikatnya ialah kelanjutan dari risalah Nabi Besar Muhammad SAW. Rasulullah diutus oleh Allah SWT kepada masyarakat manusia di dunia, tujuannya ialah untuk menggarap selurus aspek kehidupan. Kedua, mengembalikan fungsi masjid, sebagai pusat pembinaan masyarakat. Dewan Da’wah datang mengingatkan kembali, masjid merupakan pusat pembinaan umat, sesuai fungsi masjid yang diteladankan oleh Rasulullah SAW. Dewan Da’wah memberi contoh dengan berkantor di masjid Al-Munawarah. Dari sudut kecil itulah digarap semua kegiatan Dewan Da’wah. Ketiga, Dewan Da’wah memberi pengertian kepada jamaah bahwa tugas dakwah adalah fardhu ain bagi setiap muslim. Seluruh kehidupan umat Islam semestinya di kembangkan secara kreatif, baik oleh masing-masing individu fardhu 'ain maupun oleh eksponen-eksponen masyarakat (fardhu kifayah), berdasarkan dan sesuai dengan hukum
101

Catatan Q.S Al-Anfal ayat 24. 309

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Allah, yang tertuang secara tertulis dalam syariah, kauniah, maupun sejarah. Oleh karena itu, segala ungkapan kegiatan peri-laku budaya umat Islam seyogianya merujuk pada sistem ide dan pola fikir yang berawal dari nilai Islami yang universal.

Semua ekspresi, gagasan dan gerak seorang muslim adalah manifestasi dan realisasi ibadah demi tercapainya kemuliaan dan keridhaan Allah semata. Inilah yang menjadi dasar dan tujuan Dewan Da’wah. Umat Islam Indonesia sebagai masyarakat yang berbudaya telah mengalami proses pencarian, penemu an, pengembangan dan peningkatan norma-norma yang merupakan landasan bagi terbentuknya budaya bangsa Indonesia.

310

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Meningkatkan Mutu Dakwah

Menggiatkan dan meningkatkan mutu dakwah. Dewan Da’wah berusaha meningkatkan mutu dan kegiatan dakwah. Dengan para ulama dan da’i dari daerah- daerah H.Mas’oed Abidin
311

DAKWAH KOMPREHENSIF

diadakan diskusi untuk memperluas wawasan serta pengertian mereka tentang dakwah. Untuk membuka cakrawala pemikiran yang selama ini terbelenggu oleh ketakutan, tekanan komunis dan Orde Lama yang diktator. Untuk menggarap dakwah di daerah- daerah rawan, seperti daerah transmigrasi dan daerah- daerah terbelakang. Para da’i dilatih khusus antara sebulan sampai dua bulan di Pesantren Pertanian "Daarul Fallah", Ciampea, Bogor. Untuk meningkatkan pelajaran dan pendidik an agama bagi mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi, Dewan Da’wah menatar dosen-dosen mata kuliah umum dengan maka kuliah agama Islam. Dewan Da’wah juga mencari kontak ke luar negeri untuk mendapatkan buku-buku standar di bidang agama. Sesungguhnya upaya pengadaan per pustakaan Islam telah dirintis oleh Dewan Da’wah sejak 24 tahun yang lalu.

Untuk mengatasi problematika dakwah yang tengah dihadapi di daerah-daerah sulit, harus dimulai dari membentuk da’i ujung tombak Dakwah Ilaa Allah.

312

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Diantara problematika Dakwah yang selalu di-alami oleh da’i adalah masalah kesejahteraan mereka di lapangan. Seperti biaya kesehatan, transportasi antar lokasi dakwah dan honor yang kurang memadai ketimbang nilai keperluan pokok sehari-hari. Honor yang tidak seimbang dengan keperluan seharihari terasa sangat kurang memadai, dibanding dengan beratnya tugas di medan dakwah. Apalagi mengingat para da’i tersebut sudah banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Inilah problematika para da’i yang tersebar di seluruh Indonesia. D a ’i dan Problematikanya

Da’i Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Pusat, yang bertugas dilapangan berjumlah 272 orang102, tersebar dalam empat bentuk daerah :
Jadi kesimpulannya dari jumlah 272 orang da’i di daerah transmigrasi 9 orang diantaranya honornya dibawah Rp. 30.000, sedangkan 13 orang diantaranya diatas Rp. 100.000 serta 23 orang diantaranya diatas Rp. 150.000. 313 H.Mas’oed Abidin
102

DAKWAH KOMPREHENSIF

Daerah transmigrasi Daerah suku terasing Daerah suku terbelakang Daerah kampus dan perkotaan

Problematika Dakwah Di Daerah Sulit Daerah Transmigrasi Dan Daerah Terisolir

Perubahan zaman dalam kemajuan teknologi maklumat (globalisasi informasi dan komunikasi), telah membawa berbagai dampak bagi kehidupan masyarakat. Secara positif kemajuan tersebut telah mem bawa perbaikan ekonomi masyarakat dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan. Juga kemajuan dalam bidang transportasi dan perhubungan.Dirasakan juga pada bidang pendidikan, budaya, seni, serta adat kebiasaan. Secara umum dakwah ditengah masyarakat mengalami perubahan nyata antara lain masyarakat di datangi dakwah dan tidak lagi mendatangi dakwah. Kemajuan informasi elektronika diantaranya parabola, audio visual yang telah merupakan sarana alih ilmu pengetahuan berdampak juga sebagai sarana alih budaya.
314

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dirasakan pada kondisi di daerah sulit antara lain: Kurangnya minat orang tua menyerahkan anak-anaknya ke Pendidikan-pendidikan Islam (Surau, majlis ta’lim, TPA, MDA, bahkan pengajian-pengajian Al-Qur’an). Kebiasaan meminum minuman keras (Miras) bagi sebahagian kalangan muda/remaja di desa serta keinginan bergaul bebas (diluar batas-batas adat dan agama) mulai tumbuh merajalela. Banyaknya umat kembali kepada Islam sebagai hasil perjuangan da’i seringkali tidak terikuti oleh pembinaan yang intensif, antara lain disebabkan :

Kurangnya tenaga da’i yang berpengalaman. Berkurangnya jumlah da’i di daerah-daerah, karena perpindahan ke kota dan kurangnya minat menjadi da’i. Terabaikannya kesejahteraan da’i secara materil yang tidak seimbang dengan tuntutan yang diharapkan oleh masyarakat dari seorang da’i. Jauhnya daerah-daerah yang harus didatangi oleh juru dakwah sementara tidak tersedianya alat transportasi yang memadai, seperti sepeda motor, sepeda dayung, speed boat, perahu, bahkan sering di temui transport umum sewaktu-waktu ke daerahdaerah binaan dakwah, jarang pula tersedia. Umumnya juru dakwah bukanlah pegawai negeri yang memiliki penghasilan bulanan yang tetap, akan tetapi senantiasa dituntut oleh tugasnya untuk selalu berada ditengah umat yang dibinanya.

H.Mas’oed Abidin

315

DAKWAH KOMPREHENSIF

Kehidupan global yang mengarah kepada pemenuhan keperluan materialistik, seperti perlombaan kebendaan serta ukuran prestise,telah menghadirkan tantangan baru bagi para juru dakwah dan semakin parah karena adanya pihak-pihak agama lain yang memulai sarana dakwahnya dengan uluran tangan pemberian. Sementara juru dakwah jangankan memberi untuk hidup pun kadang-kadang susah. Problematika dakwah bertambah komplit karena kurangnya bahan-bahan dakwah seperti buku dan mediamedia lain baik elektornik maupun non elektronik yang dimiliki oleh juru dakwah.

Mengingat kompleksnya problematika dakwah yang tersimpul kepada serba kekurangan, seperti kekurangan fasilitas, dukungan masyarakat, minat, tenaga, bahan-bahan, tingkat penghasilan, alat pendukung dakwah dan transportasi. Sangatlah perlu seluruh pihak yang terkait, lembaga-lembaga dakwah, BAZIS, para muhsinin, Yayasan-yayasan Islam, dan masyarakat luas termasuk pemerintah daerah serta Departemen Agama, untuk ikut ambil bagian di dalam menopang kelancaran dakwah bagi pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. Terutama yang sangat diharapkan adalah; G. Mencarikan Bapak angkat untuk penyediaan bantuan nafkah juru dakwah. H. Menghubungkan desa-desa sulit (kampung halaman) dengan para perantau yang berhasil untuk dapat diikut sertakan sebagai penyandang dana juru dakwah. Perioritasnya terletak kepada pembinaan juru dakwah sebelum pemabngunan sarana fisik
316

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

I. J. K. L.

gedung-gedung dakwah (re-Konstruksi rumah-rumah ibadah). Memperhatikan alat angkutan bagi juru dakwah. Peningkatan ilmu, keterampilan, motivasi juru dakwah melalui refreshing, penataran, pembekalan bagi juru dakwah secara berkala. Dukungan moral dari pejabat-pejabat pemerintah di daerah dukungan timbal balik juga dari da’i terhadap para petugas di daerah-daerah. Kesatuan gerak lembaga-lembaga dakwah dalam meningkatkan gerak dan mutu dakwah di daerahdaerah sulit.

Program untuk ini dapat dirinci lebih mendalam. Dapat pula diberikan sebagai masukan kepada pihak-pihak terkait. Disinilah sangat diharapkan peran serta Bakor Dakwah, Majlis Ulama, Yayasan-yayasan Islam serta lembaga dakwah dan juru dakwah. Maka, Dewan Da’wah sangat berperan sebagai fasilitator untuk dapat program dakwah terlaksana dengan baik. Kesejahteraan da’i ujung Tombak Dakwah menjadi program utama untuk diatasi segera. Karena, umumnya para da’i, juru dakwah tersebut telah ber tugas dimedan dakwah paling sedikit dalam masa terendah rata-rata di atas 5 (lima) tahun.

H.Mas’oed Abidin

317

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pengembangan Dakwah dan Diklat

Biro Pengembangan Dakwah Dan Diklat, dengan 9 sub biro menangani masalah-masalah; pendidikan pengkaderan, latihan dan mengkoordinir da’i-da’i lapangan, baik umum ataupun transmigrasi mengkoordinir beberapa proyek khusus yang ada hubungannya dengan pembinaan.

Biro Pengembangan Dakwah dan Diklat, me- rupakan salah satu biro yang menjadi tumpuan gerak dari Dewan
318

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Da’wah Islamiyah Indonesia. Karena yang ditangani biro ini adalah pem-binaan da’i sebagai awal bertolak dari peningkatan mutu dakwah baik di lapangan ataupun karakter para da’i pelanjut Risalah Rasulullah.

Biro ini dikelola oleh tiga orang tenaga, yaitu : H. Syuhada Bahri H. Syariful Alamsyah H. Amir Syaifa Yasin Biro ini mempunyai Tugas-tugas Pokok :  Pelatihan da’i yang akan dan sudah dikirim ke daerah  Pengiriman da’i ke Daerah  Pengolahan data laporan da’i  Pembinaan.

Dari segi Pembinaan dan Pembiayaan Da’i Dewan Da’wah dikelompokkan kepada dua kelompok.

1. Da’i Dewan Da’wah Pusat C. Da’i Dewan Da’wah Pusat adalah Da’i yang H.Mas’oed Abidin
319

DAKWAH KOMPREHENSIF

diangkat, dikelola dan dibiayai langsung oleh Dewan Da’wah Pusat. D. Jumlah Da’i Dewan Da’wah Pusat sebanyak " 272 orang yang dibagi penempatannya : B.1.Da’i Lapangan B.2.Da’i administratur merangkap lapangan

2. Da’i Perwakilan C. Da’i Perwakilan adalah da’i yang diangkat, dikelola dan dibiayai oleh perwakilan dengan menggali sumber dana di daerah. D. Dewan Da’wah Pusat hanya memberikan bimbingan, pelatihan dan stimulan.

Penyebaran da’i , berada di daerah : Daerah Transmigrasi Daerah suku terasing Daerah terbelakang (ekonomi-kebodohan) Daerah kampus dan perkotaan Penyebaran Da’i Dewan Da’wah Pusat diseluruh Propinsi di Tanah Air.  Bentuk-bentuk Pembinaan : Bentuk4. Pembinaan lewat penyediaan buku-buku dan tulisan
320

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

5. Pembinaan lewat penataran 6. Pembinaan lewat kunjungan ke lapangan Tantangan Yang dihadapi : 6. Gerakan pemurtadan 7. Ajaran Nativisme dan Sempalan 8. Kemiskinan dan Kebodohan 9. Kurangnya tenaga da’i, Dana dan Fasilitas 10. Medan Tugas yang sulis dan sebagainya.

 Menghadapi Ghazwul Fikri

Peningkatan setiap usaha kearah pembenteng-an dan pembelaan aqidah umat. Menghadapi banyak tantangan, berupa berkeliarannya hama- hama yang merusak dan mencuri tanaman kita. Hama yang dimaksud ialah para penyebar agama selain Islam. Sekularisme, orientalisme, komunisme, marxisme, serta pemikiran yang menyempal pada Islam Jamaah, Inkarussunah, Isa Bugis, Syi'ah, dan lain-lain. Menghadapi masalah al ghazwul fikri atau perang H.Mas’oed Abidin
321

DAKWAH KOMPREHENSIF

pemikiran. Dewan Da’wah mengambil peranan khusus 103. Salah satu persoalan pokok yang dihadapi umat Islam menjelang masuknya millenium ketiga. Adalah gerakan dan usaha memisahkan sektor-sektor sosial-budaya dari agama. Seperti terlihat pada kehidupan masyarakat industri. Dimana kehidupan masyarakat mengalami sekularisasi, yang berpangkal dari faham sekularisme materialisme.104 Salah satu kekhawatiran terbesar umat Islam dan bangsa Indonesia sekarang dan dimasa datang. Adalah timbulnya pengotakkan masyarakat kedalam kelas-kelas yang mempunyai kepentingan ekonomi berbeda dan saling bertentangan.105
Masalah ini biasanya dijawab oleh Pak Rasjidi dengan tulisan, tampil pula Bapak Mohamad Natsir, Pak Zainal Abidin Ahmad, Pak Sjafruddin Prawiranegara, Pak Bahder Djohan, Pak Deliar Noer dan Pak Daud Ali. Dilanjutkan lagi oleh generasi yang lebih muda para alumni Timur Tengah. Buah tangan mereka yang memperkaya khazanah perpustakaan Islam, melalui Dewan Da’wah. Walau secara berkecil-kecil di markas Dewan Da’wah Pusat sudah ada beberapa penerbitan yaitu Media Dakwah, Suara Masjid, Sahabat, Bulletin Dakwah, Serial Khutbah Jum'at, lengkap dengan toko bukunya. Menghadapi perang pemikiran, Dewan Da’wah bahkan telah membentuk tim "Ghazwul Fikri" 104 Sekularisme cenderung untuk meniadakan peranan agama, sekalipun kemungkiana bahwa agama akan diberi tempat, atau diberi kotak, berupa spatialisai agama. Agama diberi tempat untuk berperan secara khusus dalam bidang "Rohaniah", tetapi tidak diberi tempat berperan dalam masyarakat yang lain. 105 Pada dasawarsa akhir ini kecenderungan ke arah pengkelasan masyarakat rupanya makin meningkat, sehingga umat Islam menjadi semakin berat: karena 322 H. Mas’oed Abidin
103

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Gejala ini membuat kebijakan perjuangan Islam menjadi bersifat ganda. Disatu pihak, umat Islam mempunyai tugas nasional untuk mencegah pengkelasan masyarakat yang diakibatkan oleh sistem politik pragmatis, dilain pihak, umat Islam ingin mencegah sekularisasi. Tugas ganda ini bertumpu pada keyakinan bahwa Islam sebagai agama dan pandangan hidup harus mencegah pengkelasan masyarakat yang sekularisasi kehidupan. Sementara itu dalam bidang budaya terjadi arus lain, yaitu derasnya kebangkitan nativisme yakni kepercayaan dan anutan-anutan yang dianggap dari nenek moyang yang di lestarikan secara turun- temurun. Kebangkitan ini ternyata mempunyai kolerasi dengan proses sekularisi atau spatialisasi di atas.

Sungguhpun spiritualisme pada gerakan nativisme sering bertentangan dengan materialisme masyarakat industri yang sekular, namun kenyataannya ada hubungan kepentingan yang erat antara skularisme dan nativisme. Hal ini dapat terjadi karena gerakan nativisme menawarkan suatu spiritualisme yang sesuai dengan konsepsi spatialisme agama dari cita-cita sekular.106
selain dari harus menghadapi pemudaran nilai-nilai agama, juga menghadapi fragmentasi sosial ke dalam kelas-kelas. 106 Spiritualisme-nativisme sampai batas tertentu mempunyai raison d'etre, berhubung masyarakat industri selalu mempunyai kecenderungan alienasi yang diduganya dapat ditolong oleh spiritualisme yang merupakan terapi psikologis tehadap perasaan tidak aman warga masyarakat Industrial. 323 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pencegahan secara teoritik hanyalah melalui pengintregasian ilmu-ilmu dalam sistem keagamaan. Secara empirik, penanggulangan sekularisme adalah pengintregasian sistem budaya dalam sistem sosial dengan ajaran agama. Maka, tugas cendekiawan muslim, menjadi sangat penting dalam dakwah menghadapi sekularisme. Masalahnya, bagaimana memanfaatkan mengarahkan dakwah di bidang sosial-budaya. dan

Untuk menahan sekularisme, maka organisasi profesi, dan lembaga dakwah yang ada sekarang dapat dimanfaatkan. Dalam posisi ini Dewan Da’wah bisa tampil kedepan. Forum formal dan informal dapat di gunakan bermujadalah, berdialog secara intelektual. Demikian juga media massa yang memadai akan menjelaskan secara teoritik permasalahan sosial budaya dari sudut pandang integral Islami. Kehadiran Media Dakwah sangat penting.

Untuk mendukung terlaksananya tugas ganda dakwah ini, amatlah diperlukan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan yang mampu menampil kan ide-ide secara strategis untuk menawarkan alternatif-alternatif dalam menghadapi berbagai per-masalahan modern. Manusia pada hakekatnya adalah makhluk ciptaan Allah dengan sifat-sifat dan karakter fisik dan psikisnya yang tunduk kepada hukum syari'ah, hukum Allah dan hukum sejarah yang merupakan hukum Allah.
324

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Karena itulah, Allah swt menyediakan wahyu sebagai petunjuk bagi kehidupan. Derajat kemuliaan manusia bergantung pada tinggi rendahnya iman dan ilmunya, yang direalisasikan dalam perilaku ibadah dan budaya amal shaleh. Hajat hidup umat Islam akan kesejahteraan lahir dan bathin, fisik, moral dan spiritual menuntut umat untuk menggali, memelihara, mengembangkan serta melestarikan potensi dan kemahiran riel dirinya. Agar dapat menggunakan sumber-sumber alam sebagai sarana hidup dan penghidupan budaya serta peradaban manusia. Dengan penggunaan tenaga sehemat mungkin dan manfaat seluas mungkin. Ilmu, teknologi, ekspresi kehidupan kemanusia an disamping komponen budaya lain, tidak mungkin dilepaskan dari nilai kebenaran agama yang hakiki. Inilah kewajiban generasi dakwah sekarang. Agar dapat meneruskan kapada generasi pelanjut secara informatif, keilmuan dan teknologi, sebagai pedoman untuk pengembangan peradaban yang lebih tinggi yang bercorak Islam. Dengan gerakan dakwah komprehensif beralas-kan Kitabullah dan Sunnah Rasul akan men jadi sumber terwujudnya rahmat bagi seluruh umat, bagi bangsa, dan alam semesta. Keragaman norma dan perilaku budaya umat merupakan khazanah bagi terbentuknya budaya umat yang Islami. H.Mas’oed Abidin
325

DAKWAH KOMPREHENSIF

Oleh karena itu, pengembangan umat merupa kan usaha optimasi kapasitas secara kuantitatif mau-pun kualitatif. Pengembangan dimaksud tampak pada peng-amalan individu anggota masyarakat dalam melak-sanakan Iman, Islam, dan Ihsan. Yakni, individu yang mampu melaksanakan ibadah dalam arti kata yang seluas- luasnya.



326

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Membangkitkan Ukhuwah al-‘Alamiyah

Dengan berlandaskan ukhuwah Islamiyah al'Alamiyah, Dewan Da’wah ikut ambil bagian dalam membangkitkan ukhuwah Islamiyah internasional. Di seluruh dunia ada umat Islam. Di lima benua ini ada umat Islam. Jumlahnya hampir seperempat penduduk bumi. Lebih kurang satu milyar. Membangkitkan kesadaran inipun dilakukan oleh Dewan Dakwah dengan mengadakan perjalanan muhibbah ke negara-negara Islam di seluruh dunia. Terutama ke Timur Tengah, Saudi Arabia, Kuwait, Libya, Irak, Palestina dengan melihat langsung keadaan umat Islam di sana. Dewan Da’wah menggerakkan umat Islam Indonesia, untuk mengumpulkan bantuan apa saja. Tumbuhlah rasa ukhuwah Islamiyah Internasional, seperti sewaktu Kotobato, kota universitas Islam di Filipina Selatan dibakar habis oleh pasukan Presiden Ferdinand Marcos yang Katolik di Filipina Selatan.107 Amal nyata ini telah berperan menumbuhkan lagi ukhuwah Islamiyah dengan tetangga kita di utara itu. Kita lakukan dalam upaya membina ukhuwah Islamiyah internasional, untuk kemudian ikut pula memikirkan secara bersama bagaimana nasib umat Islam di Indonesia?
Dewan Da’wah telah menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, melalui masjid-masjid, langgar, dan kelompok-kelompok pengajian Islam untuk kita kirimkan Qur'an sebagai pengganti Qur'an yang terbakar di universitas Islam Filipina Selatan 327 H.Mas’oed Abidin
107

DAKWAH KOMPREHENSIF

Kesetiakawanan Islam Terhadap penderitaan umat Islam di dalam dan di luar negeri, Dewan Da’wah telah menggerakkan umat untuk memberikan bantuan seperti untuk korban banjir, kebakaran, pengungsi Myan-mar, Bosnia Herzegovina dan sebagainya. Ternyata kemudian diketahui, oleh kaum muslimin diluar negeri bahwa Dewan Da’wah dianggap satu badan yang punya kekuatan sebagai penggerak umat Islam yang paling berhasil. Sementara itu, bagi kita usaha menggerakkan bantuan Solidaritas Bosnia paling kurang telah menghasilkan dampak positif : 6. Menumbuh suburkan semangat ber-infaq umat kita 7. Memperluas wawasan Solidaritas Islam Internasional 8. Memantapkan pemahaman bahaya Kristenisasi dan Pemurtadan 9. Penggalangan Persatuan umat Islam dengan memperkecil batas-batas organisasi kesukuan dan mazhab. 10. Memberi kesempatan tampilnya kader dan tokoh muda di muka umum. Untuk menghadapi hubungan Luar Negeri ini Dewan Da’wah menanganinya dengan serius, oleh satu biro yang dikhususkan untuk itu.

328

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

 

H.Mas’oed Abidin

329

DAKWAH KOMPREHENSIF

BIRO LUAR NEGERI dan BANGUN SARANA

Biro luar negeri dan bangun sarana, memiliki 9 sub-biro yang tugasnya menangani : • hubungan luar-negeri, • bea-siswa, • laporan da’i Timur Tengah, • urusan aitam, • pembangunan sarana fisik, • penterjemah, • tamu-tamu Luar Negeri.

Dewan Da’wah mengungkapkan kepada saudara-saudara kita di belahan dunia lain, bagai-mana ghazwul fikr yang tengah melanda umat Islam di Indonesia, dewasa ini. Umat Islam di Indonesia secara umum, masih terikat kebodohan. Disamping miskin sarana-sarana dakwah,
330

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

langkanya da’i yang terampil, rumah sakit tempat penampungan pasien yang lemah, yang sering jadi sasaran empuk missi dan zending. Dewan Da’wah paling sedikit, telah mengirim ribuan pelajar ke berbagai negeri, di Timur Tengah. Beberapa ratusan masjid yang dibangun oleh Dewan Da’wah, dengan bantuan saudara-saudara kita di Timur Tengah, terutama dari Kuwait, dan Saudi Arabia. Inilah hasil ukhuwah Islamiyah Internasional. Hubungan Luar Negeri Hubungan Dewan Da’wah dengan Luar Negeri, baik dengan lembaga-lembaga resmi (pemerintah) maupun sya'bi (non-pemerintah). Sesungguhnya hubungan ini sudah dirintis oleh Bapak M. Natsir sendiri sejak awal berdirinya Dewan Da’wah ini. Hubungan ini semakin hari semakin meningkat. Alhamdulillah. Hubungan Luar Negeri dimaksudkan untuk mencapai tiga sasaran pokok : Pertama, peningkatan kehadiran Dewan Da’wah dan pendukung-pendukungnya di Indonesia dalam forum-forum Islam di tingkat Internasional, sebagai saham Dewan Da’wah dan kaum muslimin Indonesia umumnya dalam membahas dan menyelesai kan persoalan-persoalan Islam Internasional. Seperti masalah Palestina, dan pembebasan Masjid al-Aqsha, Jihad Afghanistan, Minoritas Muslim di beberapa tempat dan kawasan, Jihad Bosnia- Herzegovina dll. H.Mas’oed Abidin
331

DAKWAH KOMPREHENSIF

Kedua, menciptakan jaringan koordinasi al-Amal al-Islami al-Musytarak antara Dewan Da’wah dengan lembaga-lembaga Islam di Luar Negeri. Termasuk tukar menukar pengalaman dan manhaj dalam mengembangkan amal Islami ini. Ketiga, mencari dukungan moril maupun materil bagi pengembangan usaha-usaha Dewan Da’wah di dalam negeri. Frekwensi aktifitas hubungan luar negeri ini bisa dilihat sebagiannya melalui delegasi dan kunjungan Dewan Da’wah ke luar negeri, di satu sisi. Dan delegasi kunjungan Lembaga-lembaga luar negeri ke Dewan Da’wah, di sisi yang lain.

Delegasi Dewan Da’wah Ke Luar Negeri Sebelum tahun 1986, dapat dikatakan bahwa Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Mohamad Natsir oleh para Muhsinin terutama di Timur Tengah dan juga tanah air Indonesia, boleh dianggap sebagai satu-satunya lembaga yang dapat dipercaya, untuk dimintai pertimbangan dan rekomendasi dalam menyalurkan bantuan kepada kaum Muslimin Indonesia atau kepada lembaga-lembaga dakwah, yang pada saat itu mulai menggeliat dalam kiprahnya. Ini terbukti, bahwa sebelum tahun 1986 itu atas
332

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

rekomendasi Dewan Da’wah di bantu juga Islamic Centre, seperti antara lain Islamic Centre Masjid Taqwa Muhammadiyah di Padang, yang diwujudkan dalam penyempurnaan pembangunan Masjid tersebut yang beberapa tahun sebelumnya mendapat musibah runtuh kubahnya. Begitu pula, dibangunkan Islamic Centre INDONESIA, di Jl. Kramat II No. 75-77 Jakarta Pusat DKI Jaya.

DALAM TAHUN 1991 Juni 1991, Dr. Anwar Haryono, SH, sebagai Wakil Ketua Dewan Da’wah, mendapat undangan haji dari Rabithah Alam Islami, dan KH Shaleh Iskandar salah seorang Anggota Pengurus Dewan Da’wah. Muzayyin Abdul Wahab, selaku Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, yang mendapat undangan haji dari Khadimul Haramain, Raja Saudi Arabia. Kesempatan seusai haji, telah dimanfaatkan untuk mengadakan kunjungan ke Lajnah Ri'ayah al-Muslimin al-Judad di Jeddah, yang diketuai oleh Dr. Hasan Abdul Qadir Bahafdhallah. Kunjungan ini, melahirkan kerjasama yang erat, antara Dewan Da’wah dengan Lajnah ini, dalam pembinaan Jama'ah Muhtadien. Kerjasama dimaksud terwujud, dalam bentuk Silaturrahmi Jamaah Muhtadien, yang terdiri dari banyak bekas pastor dan penginjil, yang telah masuk Islam, secara nasional di Cisalopa. Kemudian, disusul oleh pertemuan- pertemuan serupa, antara para Jama'ah Muhtadin tingkat propinsi. Lajnah juga mengundang 5 orang Anggota Jama'ah Muhtadin setiap tahunnya, untuk menunaikan haji atas biaya lajnah. H.Mas’oed Abidin
333

DAKWAH KOMPREHENSIF

Peranan Sdr Drs. Mohammad Siddik, MA dalam hal ini sangat besar, sebagai mediator antara Dewan Da’wah dengan Lajnah, dalam perwujudan seluruh aktifitas kerjasamanya. Juli 1991, Mazni Muhammad Yunus mengikuti seminar Islamic Management di Singapura, yang diselenggarakan oleh Moslem Convert Organization (MCA) Singapura.

Selama Tahun 1992. Januari 1992, Muzayyin Abdul Wahab dan Abdul Wahid MA sebagai Anggota Pengurus Dewan Da’wah Pusat dan Perwakilan Dewan Da’wah di Timur Tengah, menghadiri Konferensi Internasional untuk Pembebasan Tawanan Kuwait, di Kuwait. Kesempatan berkunjung ke Kuwait ini, sekali-gus dimanfaatkan untuk kunjungan ke seluruh Lem-baga Islam di Kuwait, yang selama ini mempunyai hubungan baik dengan Dewan Da’wah, setelah pembebasan Kuwait dari Rezim Saddam Husein (Iraq). Lembaga-lembaga yang dimaksud adalah Wizarat Al-Awqaf, Bait Al-Zakah Jamiyat Al-Ishlah, Al-Haiah Al-Khairiyah Al-Islamiyah Al-Almiyah, Lajnah Muslimi Asia, Lajnah Al-Alam Al-Islami, Jamiyah Ihya At-Turats Al-Islamy dan sejumlah Asysyakhshiyat Al-Islamiyah. Lembaga-lembaga tersebut, selama ini telah mendukung Dewan Da’wah.. Kunjungan ini membawa dampak yang positif sekali, berupa peningkatan kerja sama antaraDewan Da’wah dengan seluruh lembaga tersebut,
334

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sesudahnya. Pebruari 1992, Drs. Saifullah Mahyuddin MA Anggota Pengurus Dewan Da’wah Pusat dan Anggota Dewan Masjid sedunia, menghadiri sidang Dewan ini di Makkah Al-Mukarramah. Drs. Saifullah Mahyuddin, MA, menghadiri sidang ini setiap tahunnya sejak di-angkat sebagai anggota, atas usul Dewan Da’wah. Drs. Saifullah Mahyuddin MA dan Muzayyin Abdul Wahab, menghadiri sidang ke-3 Lajnah Tansiq al- 'Amal Al-Islamy, Organisasi Konferensi Islam (OKI) Jeddah. Dr. Yusuf Amir Faisal menghadiri sidang Dewan Kurator Universitas Islam Internasional Islamabad, mewakili Bapak Mohamad Natsir Almarhum, menjadi anggota dewan sejak tahun 1987. UII Islamabad dan UIA Kuala Lumpur adalah perwujudan keputusan-keputusan konferensi inter-nasional untuk pendidikan Islam, dibawah prakarsa OKI, yang diadakan pertama kalinya di Makkah Al- Mukarramah 1977, yang pernah sekali diadakan di Indonesia, pada tahun 1981. Pada 12 Mei 1992, Bapak Mohamad Natsir almarhum mengirim surat dukungan Dewan Da’wah dan kaum Muslimin Indonesia umumnya bagi kemerdekaan Bosnia-Herzegovina yang ditujukan kepada Presidennya Dr. Ali Izet Begovic. Surat ini memiliki nilai sejarah tersendiri, karena merupakan awal dukungan umat Islam untuk Bosnia-Herzegovina bahkan sebelum hubungan resmi pemerintah RI. Dewan Da’wah telah ikut memfollow-up dukungan ini dengan bentuk Komite Solidaritas Muslim Bosnia (KSMB) yang kegiatan solidaritasnya begitu eksplosif selama paruh kedua tahun 1992. Juli 1992 Dr. Deliar Noer, Drs. Saifullah Mahyuddin MA dan Mazni Muhammad Yunus menghadiri Sidang Umum H.Mas’oed Abidin
335

DAKWAH KOMPREHENSIF

Tahunan Regional Islamic Dakwah Council for South East Asia and Pasific (RISEAP) di Singapura. Dr. Deliar Noer adalah Vice President RISEAP menggantikan Prof. Osman Raliby, wakil dari Dewan Da’wah yang merupakan anggota tetap di RISEAP ini. Oktober 1992 K.H.A. Latief Muchtar, mewakili Dewan Da’wah, dalam sidang Internasional Al-Majlis Al-Islami Al-Alami li Al-Dakwah wa Al-Ighatsah yang berpusat di Mesir. November 1992, Mazni Mohammad Yunus, Ketua Komite Solidaritas Muslim Bosnia dan Kepala Biro Riset Dewan Da’wah, dan Muzayyin Abdul Wahab, anggota KSMB dan Kepala Biro Hubungan Luar Negeri Dewan Da’wah diutus Dewan Da’wah sebagai delegasi untuk melakukan kunjungan ke Semenanjung Balkan. Dalam kunjungan ini juga disertai seorang wartawan Harian Singgalang, Saudara Hasril Chanaiago, dari Padang Sumbar. Disamping untuk menjalin hubungan langsung dengan pejuang Muslim Bosnia-Herzegovina sekaligus menyerahkan dana solidaritas yang telah dikumpul kan oleh KSMB sebanyak setengah milyar rupiah. Kunjungan ini diadakan berkenaan dengan undangan untuk Ketua Dewan Da’wah, Bapak Mohamad Natsir almarhum, dari Mesihat Islamiyet Kroatia. Delegasi juga memanfaatkan kunjungan ini untuk menjalin hubungan dengan Third World of Relief Agency (TWRA) yang berpusat di Wina - Austria yang banyak bekerja untuk membantu jihad Bosnia dan dengan lembaga-lembaga Islam yang membuka kantor resmi di Zagreb Kroatia untuk mendukung jihad Bosnia ini. Desember 1992, Dr. Deliar Noer menghadiri seminar
336

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

tentang Pengembangan Dakwah yang diselenggarakan oleh Islamic Dakwah Council, di Filipina. Selama Tahun 1993 Pada Januari 1993, Muhammad Nabhan Husein (Ketua Team Ghazwul Fikri Dewan Da’wah) menghadiri seminar Sunnah-Syiah yang diselenggara kan oleh University Kebangsaan Malaysia. Seusai seminar, Nabhan Husein diundang untuk menyampaikan kajian tentang Sunnah Syi'ah di seluruh negara bagian Malaysia selama dua pekan. Pihak pengundang telah meminta Nabhan Husein untuk kembali ke Malaysia meneruskan kajian yang sudah dan diharapkan ada lajnah serupa pada dua tahun sebelumnya dihadiri oleh Prof. Dr. H.M. Rasjidi dan Muzayyin Abdul Wahab. Pada Februari 1993, Ir. HAM Luthfi, H. Husien Umar, anggota pengurus Dewan Da’wah dan Muhammad Noer, MA mengikuti Internasional Conference of Islamic Dakwah in Southeast Asia: Cultural and Human Dimensions, yang diselenggarakan oleh Organisasi Konperensi Islam (OKI) Jeddah dengan Universitas Islam Antar Bangsa, di Kuala Lumpur. Dalam konferensi ini, Dr. Deliar Noer (Wakil Presiden RISEAP) juga hadir sebagai salah seorang pemakalah. Maret 1993, Dr. Anwar Haryono SH meng-hadiri sidang Komite Koordinasi Amal Islami OKI IV di Jeddah. Komite ini merupakan forum internasional pertama yang diikuti oleh Dewan Da’wah sepeninggal Bapak M. Natsir almarhum. Karena itu, kesempatan ini sangat dimanfaatkan oleh Bapak Dr. Anwar Haryono SH untuk mengadakan kunjungan ke beberapa lembaga yang selama ini bekerja H.Mas’oed Abidin
337

DAKWAH KOMPREHENSIF

sama dengan Dewan Da’wah. Antara lain : Rabitah Alam Islami, Haiah Al- Ighatsah Al-Islamiyah, Jami'yah Iqra Al-Khayriyah, Al-Jami'ah Al-Islamiyah di Al-Madinah AlMunaw-warah, Darul Ifta dan Jami'ah Al-Imam Muhammad bin Saud Al-Islamiyah. Dalam sidang dan kunjungan ini Dr. Anwar Haryono SH didampingi oleh Drs. Farid Syafruddin Prawiranegara sebagai Sekretaris Pribadi. Saudara Abdul Wahid Alwi MA, yang kemudian karena sakit digantikan oleh Sdr. Ahmad Najiyullah. Beberapa pertemuan internasional yang tidak dapat diselenggarakan pada waktunya akibat Krisis Teluk, antara lain : Sidang Al-Haiah al-Syari'iyyah al-'Alamiyah li al-Zakah yang berpusat di Kuwait, dimana Drs. K.H.A. Latief Muchtar M.A. sebagai anggota tetap, sidang umum al-Haiah al-Khayriyah al-Islamiyah al-'Alamiyah di Kuwait. Sidang ini terakhir kalinya diadakan pada Februari 1993, dua pekan setelah wafatnya Bapak Mohamad Natsir. Karena itu, Dewan Da’wah tidak dapat mengirim utusannya. Kondisi kesehatan Bapak Prof. Dr. H.M. Rasjidi dalam dua tahun terakhir ini juga menjadi salah satu sebab beliau tidak dapat menghadiri sidang tahunan Majelis Ta'sisi Rabitah Alam Islami di Makkah- al-Mukarramah, dimana beliau duduk sebagai anggota tetap. Walaupun OKI belum dapat berbuat banyak, tetapi telah berhasil mempertemukan berbagai bangsa dan negara untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama. Hasilnya, positif salah satu yang telah dicapai ialah perlunya dirumuskan strategi bersama mengenai dakwah di tahun 2000. Tanggal 23-26 Januari 1995 dalam sidang Koordinasi Dakwah OKI, di Jakarta. OKI bekerja sama dengan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.
338

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI



Delegasi Persahabatan Luar Negeri ke Dewan Da’wah

Almarhum Bapak Mohamad Natsir pernah menyatakan kepada salah seorang tamu dari luar negeri tentang "cekal" yang berlaku pada beliau sejak tahun 1980: "Bagaimana pun larangan ke luar negeri ini pahit dan sulit dipahami dan diterima, tapi sebagai Muslim yang harus selalu melihat nilai positif dari satu peristiwa atau keadaan, maka saya melihat cekal ini mengandung hikmah. Yaitu, karena saya tidak dapat ke luar negeri, maka para ikhwan dari luar negeri yang seusia dengan saya atau kader-kader mereka yang masih muda- muda, justru berdatangan ke Dewan Da’wah, dan melihat langsung 'amal Islami di Indonesia dengan segala tantangannya. Ini malah menambah pengetahuan ikhwan kita di luar negeri tentang Indonesia. Bukan hanya dari tulisan atau omongan kita, tapi dari pengamatan langsung. Pada gilirannya, justru menambah perhatian negara luar, terhadap H.Mas’oed Abidin
339

DAKWAH KOMPREHENSIF

'amal Islami di Indonesia. Delegasi dan kunjungan dari luar negeri ke Indonesia, datang silih berganti, dari waktu ke waktu. Selama tahun-tahun 1991, sampai sekarang, Dewan Da’wah menerima delegasi dan kunjungan, yang tidak sedikit. Diantaranya dari Bait al-Zakah Kuwait, yang memang mempunyai jadwal tetap berkunjung ke Dewan Da’wah setahun sekali. Kunjungan tersebut, biasanya dilakukan oleh Al-Ustadz Abdullah Ahmad Otsman al-Haidar dan Al-Ustadz Abdullah Faiz. Rabitah Alam Islami, yang bermarkas di Makkah al-Mukarramah, telah mengirimkan Sekretaris Jenderalnya sendiri, Dr. Abdullah Omar Nasief, didampingi Mudir Maktab Rabitah di Jakarta, Sayyid Husein Aly at-Thawil, kekantor Dewan Da’wah. Lajnah al-Alam al-Islamy, Kuwait, mengirimkan delegasi ke Dewan Da’wah, langsung oleh Direkturnya: Ir. Abdurrahman al-Ajamy, sebanyak dua kali. Lajnah Muslimi Asia, Kuwait, melakukan kunjungan oleh Murdirnya: Al-Ustadz Du'aij Khalaf as-Syammari dan Wakilnya Abu Ahmad Kindil. Jami'ah al-Imam Muhammad bin Su'ud al-Islamiyyah, Riyadh, dilakukan oleh Direktur Umum Hubungan Luar Negerinya, As-Syeikh Abdul Aziz al-Ammar. Jam'iyyah al-Ishlah al-Ijtima'i, Kuwait, dilakukan oleh Ketuanya, Asy-Syeikh Abdullah Ali al-Muthawwa'
340

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Haiah al-Ighatsah al-Islamiyah al-'Alamiyyah, Jeddah, yang dilakukan Dr. Faried Yasin Qurasyi, dan Direktur Urusan Dakwah Dr. Abdullah al-Mushlih dan Dr. Abdullah Qadiry. Jam'iyyah Ihya at-Turats al-Islami, Kuwait, yang dilakukan oleh Direktur Urusan Asean, As-Syekh Abdul Lathief Gharieb. Jama'at Islami, Pakistan, dilakukan oleh Direktur Hubungan Luar Negerinya, Dr. Abdur Rahman Qurashi. Internasional Islamic Foundation Students Organization (IIFSO) ASEAN, Kuala Lumpur, oleh Representatifnya, Saudara Anuar Taher. Internasional Institute of Islamic Thougth (IIIT), Washington, oleh salah seorang Direkturnya, Dr. Hisyam Thalib. An-Nadwah al-'Alamiyah li as-Syabab al-Islamy (World Assembly of Moslem Youth - WAMY), Jeddah, dilakukan oleh Dr. Sulaiman Basahel, As-Syekh Abdullah Basfar, dan As-Syekh Ahmad Badahdah. Universitas Islam Antar Bangsa (UIA), Kuala Lumpur, dilakukan oleh Sekretaris Pribadi Rektor, Saudara Fadhullah Wilmot. Regional Islamic Dakwah Council for South East Asia dan Pasific (RISEAP), Kuala Lumpur, yang dilakukan oleh Presidennya, Datuk Ahmad Nurdin. oleh Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM), dilakukan Presidennya, Dr. Muhammad Manuti dengan
341

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

serombongan delegasinya (sebanyak 3 kali). Lajnah Indonesia-Haiah al-Ighatsah al-Islamiyah al- 'Alamiyah, Jeddah, dilakukan oleh Penanggung Jawab Utamanya, As-Syekh Bakr Khumais, bekas Duta Besar Saudi Arabia di Indonesia, dan As-Syekh Muhsin Baroom. Lajnah Indonesia - Rabitah Alam Islami Maktab Riyadh, dilakukan oleh Kolonel Abdullah Al-Dhahiry, Muhammad Arafat almarhum dan Jarullah al-Jarullah. Islamic Development Bank (IDB), Jeddah, dilakukan oleh Presidennya, Dr. Ahmad Muhammad Ali, dan Vice President Dr. Fouad Abdullah Omar. Kalangan antaranya; pejuang Muslim Jazirah Balkan,

Merhamet (Hilal Ahmar), Zagreb - Kroatia, dilakukan oleh Direkturnya, Dr. Izet Aganovic dan istrinya yang juga pengurus Merhamet, Dr. Meliha. Utusan Khusus Presiden Bosnia-Herzegovina untuk Asean, Dr. Musthafa Ceric, yang juga menghadiri sejumlah acara solidaritas untuk Bosnia di Jakarta (Masjid Al-Furqan Dewan Da’wah, Masjid Istiqlal, dan Taman Ismail Marzuki). Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Madinah al-Munaw warah, oleh Dr. Nayef Nafi' al-'Amri, bagian Penerimaan Maha siswa Baru dan Pembimbing Mahasiswa Indonesia di Madinah. Ittihad al-Muslimin li as-Syarq Urubba (Persatuan Muslimin Eropa Timur), yang dilakukan oleh Sekjennya:
342

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

As-Syekh Shalahuddin Al-Ja'farawi dari Berlin. Organisasi Konferensi Islam (OKI) Jeddah, oleh Penanggung Jawab Seksi Lajnah Tansiq Al-'Amal Al-Islami, Ahmad Basit. Kalangan antaranya perkhabaran Islam Internasional,

Majalah Al-Khairiyah (dari Al-Haiah Al-Khairiyah Al-Islamiyah Al-Alamiyah) Kuwait, dilakukan oleh pimpinan redaksi di waktu itu, Dr. Abdullah Al-Masbahi. Surat Kabar Al-Muslimun, London, oleh seorang wartawannya, 'Ammar Bakr. Al-'Aun Al-Islamy (Muslim Aid), yang dilakukan oleh Direkturnya, Brother Yusuf Islam. Muktaar Alam Islami, Karachi, dilakukan oleh Sekjennya (sekarang mantan Inamullah Khan dan Direktur Pelaksana Sekretariat, Ikramullah Khan. Jam'iyah Iqra al-Khairiyah Jeddah, oleh Direktor Kantor pusatnya: Dr. 'Awadh Mastur Ats-Tsaabiti. Haiah Abu Dhabi Al-Kairiyah, oleh Direktur kantor pusatnya, Al-Ustadz Hassan Munif Al-Jabiri. Wanita Islam RISEAP, sebanyak 20 orang terdiri dari wanita Islam dari berbagai negara Asia Tenggara dan Pasifik yang tergabung dalam RISEAP. Syarikah Al-Rajhi Al-Mashrafiyah li Al-Istitsmar, H.Mas’oed Abidin
343

DAKWAH KOMPREHENSIF

Riyadh oleh Wakil Ketua Badan Syari'ahnya, Al Sheikh Shaleh Al-Hussein dan Dr. Kholil Hamadah. Syabab Jam'iyah Al-Ishlah Al-Ijtima'i dari Bahrain dan Kuwait, sebanyak 25 orang delegasi, yang dipimpin oleh Dr. Hassan. Moro National Liberation Front (MNLF), Moro, Filipina Selatan, oleh sebanyak 5 orang. Persatuan Mahasiswa Islam Thailand di Indonesia, yang terdiri dari para mahasiswa Patani - Thailand Selatan di berbagai Universitas di Indonesia. Haiah Al-Ighatsah Al-Islamiyah (Human Relief Agency - HRA), Zagreb Kroatia, yang bekerja untuk perjuangan Bosnia-Herzegovina, terdiri dari Mustafa Usman, Sheikh Ibrahim Mesic dan Abdullah Ismail, delegasi ini diterima resmi oleh Dewan Da’wah dan Forum Ukhuwwah Islamiyah di Aula Masjid Al-Furqan, bersama puluhan Lembaga Islam dan wartawan Ibu Kota. Disamping delegasi dan kunjungan dari Lembaga-lembaga Islam di luar negeri sebagaimana yang disebutkan diatas, juga kunjungan yang dilaku kan oleh Asy-Syakhshiyat Al-Islamiyah, Tokoh-tokoh dan pribadi-pribadi yang memiliki kepedulian dan sangat concern terhadap persoalan dakwah Islamiyah di Indonesia. Kerjasama dengan Lembaga-lembaga Dakwah Internasional tersebut, kemudian dilanjutkan dalam bentuk kerjasama proyek-proyek pembangunan fisik sarana Islam, seperti masjid, madrasah, rumah sakit, Islamic Centre, dan lain-lain.
344

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Atau dalam bentuk program pembangunan sumber daya manusia (binaa-arrijaal, Human resources. Perwujudan nyata antara lain : Latihan Ke pemimpinan Pemuda di Cisalopa, untuk tingkat nasional dan di Brastagi untuk daerah binaan dakwah Indonesia bahagian Barat. Latihan ini terlaksana berkat adanya kerja sama dengan IIFFSO. Latihan serupa Insya Allah, akan diselenggarakan juga untuk Indonesia Timur di Ujung Pandang, dalam bentuk Daurah Tarqiyah, Latihan Peningkatan untuk du'at daerah Transmigrasi bekerja sama dengan Bait Al-Zakah. Daurah untuk Jama'ah Muhtadin di Cisalopa bekerja sama dengan Lajnah Ri'ayat Al-Muslimin Al-Judad. Pembangunan sumber daya manusia, binaa ar-Rijaal juga dilakukan untuk mahasiswa Indonesia di luar negeri, bekerja sama dengan Lembaga Islam setempat. Biasanya dalam bentuk Mukhayyam Syabab dimana Dewan Da’wah diminta mengirim tenaga instruktur. Beberapa kali, pelaksanaan perkemahan pemuda antara lkain Mukhayyam Syabab di Jerman dan Prancis, telah diutus Drs. Muhammad Hafidz dan sebelumnya adalah Drs. Saefullah Mahyuddin, MA. Perkemahan ini terlaksana dengan kerja sama PPME Jerman. Mukhayyam Syabab di Negeri Belanda, telah diutus Drs. Muhammad Hafidz, yang juga bekerja sama dengan PPME, Belanda. Perkemahan Pemuda atau Mukhayyam Syabaab di Inggris bekerja sama dengan Islamic Foundation Leicester, pertama kali diutus Drs. Saefullah Mahyuddin, MA. Untuk yang kedua diutus Drs. Muhammad Hafidz. Pelaksanaan yang kedua ini diadakan di beberapa kota di Inggris, selama hampir dua bulan. H.Mas’oed Abidin
345

DAKWAH KOMPREHENSIF

Di celah-celah kunjungan delegasi Dewan Da’wah ke luar negeri juga diadakan pertemuan dengan para mahasiswa Indonesia, terutama untuk tukar fikiran dan menggugah kepedulian para mahasiswa terhadap persoalan umat dan bangsa. Misalnya, Pertemuan Mahasiswa Indonesia di Malaysia bersama H. Husein Umar, di Saudi Arabia bersama K.H. Sholeh Iskandar dan Muzayyin Abdul Wahab, Mazni Mohamad Yunus dan Bapak Dr. Anwar Haryono. Termasuk dalam pembangunan sumber daya manusia, Dewan Da’wah bekerja sama dengan Rabitah 'Alami Islami, telah mendapatkan undangan haji bagi para du'at dan Pengurus Perwakilan Dewan Da’wah. Jumlah undangan tidak pasti dari tahun ke tahun. Para undangan ini hanya mendapatkan pelayanan dari Rabitah 'Alam Islami selama berada di Saudi Arabia, dan biaya selebihnya menjadi tanggungan masing- masing.

Undangan haji sesekali juga diberikan oleh Kementerian Awqaf Saudi Arabia dan Khadimul Haramain, sebagai tamu Raja Saudi Arabia. Perjalanan haji ini pada umumnya menambah wawasan bagi para da’I yang diutus, di samping dapat pula meningkatkan ar-Ruh al-Ma'nawiyah sepulang menunaikan ibadah haji untuk berkhidmat lebih banyak dalam dakwah Islamiyah. Disamping itu, Dewan Da’wah menyadari pula
346

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

sepenuhnya, bahwa alat-alat untuk menyampaikan Dakwah Islamiyah itu, haruslah diutamakan Dakwah dengan tulisan. Sebab ruang-lingkup dan jangkauan Dakwah dengan tulisan bisa mencapai sasaran yang lebih luas, mengharungi lautan-lautan memasuki desa-desa dan kampung-kampung. Dewan Da’wah menerbitkan majalah bulanan yang bernama "Media Dakwah", yang memuat perkembangan-perkembangan dan petunjuk Dakwah, mengeluarkan selebaran seperti "Buletin Dakwah", yang terbit tiap-tiap hari Jum'at. Penerbitan bulletin ini, sudah berusia 18 tahun lamanya, dan tersebar luas di semua kalangan kaum Muslimin di Indonesia. Selain dari itu, diterbitkan pula buku-buku Dakwah oleh Penerbit Media Dakwah, yang khusus mengelola penerbitan-penerbitan itu, supaya bisa mandiri dan menutupi biaya-biaya sendiri. Dalam rangka bekerjasama di bidang Dakwah, sejak semua sudah dijalin hubungan yang searah dan tertib dengan masjid-masjid melalui "Ikatan Masjid Indonesia" (IKMI), sebagai salah satu sasaran Dakwah yang intensif, ialah lapangan masjid, seperti yang ditunjukkan oleh perjuangan Rasulullah. Melalui cara dimaksud, Dewan Da’wah secara tawadhu' dan merendah diri, ingin menempatkan posisinya, sebagai lembaga yang dapat dipetik manfaatnya, oleh siapa saja yang berkenan, tanpa harus mempersoalkan posisi dan kedudukannya. Insya Allah. Beberapa dasawarsa terakhir sesudah Indonesia Merdeka, masyarakat Muslimin Indonesia telah menjalin hubungan-hubungan yang lebih luas, dengan Negara dan Bangsa-bangsa yang lain didunia. Dalam proses antar-hubungan tersebut ada hal-hal yang positif, disamping H.Mas’oed Abidin
347

DAKWAH KOMPREHENSIF

ada pula yang berdampak negatif. Bila tidak hati-hati, akibatnya bisa merusak masyarakat kita. Ini tantangan yang harus dihadapi, dan segera pula harus diantisipasi. Garis besarnya, tantangan-tantangan itu terdiri dari dua macam. Pertama, tantangan yang mengalir dari luar negeri, menyerbu dan menyelinap kedalam masyarakat kita. Kedua, tantangan yang tumbuh dari dalam negeri sendiri, yang hampir sudah menjadi budaya. Adapun tantangan yang datang dari luar negeri diantaranya ialah, aliran paham sekular-isme, modernisme, individualisme, atheisme, komunisme, kapitalisme, imperialisme yang berbentuk perbudakan politik dan bermacam-macam aliran lainnya. 108 Akibatnya, lambat laun berkembang kepada merubah pikiran dan cara hidup bangsa Indonesia, akhirnya dominan berwujud kebudayaan. Berkembangnya aliran sempalan, seperti Islam Jama'ah, Inkarus Sunnah, Ahmadiyah Qadiyan, paham dan aliran Syi'ah, yang sudah agak lama masuk ketengah masyarakat Indonesia, dan lain-lain. Pengaruh aliran atheisme dan modernisme yang "salah pasang", telah menyusup ke dalam masyarakat Indonesia. Yang paling utama menjadi sasaran adalah sebagian pemuda-pemudi Islam di Indonesia, yang sangat diharapkan menjadi Generasi Penerus, membina umat di masa depan. Umumnya, budaya asing menyusup ke dalam sebagian masyarakat kita, melalui pengaruh-pengaruh alat-alat komunikasi elektronika modern, dan lain-lain sebagainya. Dalam upaya menertibkan aliran-aliran yang merusak, dan mengembalikan budaya bangsa secara proporsional, yang sesuai dengan ajaran Islam, maka diperlukan peran
yang disebutkan oleh Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir "The Holy Quran" dengan istilah "political slavery" 348 H. Mas’oed Abidin
108

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

lembaga-lembaga Dakwah, seperti Dewan Da’wah. Sebagai lembaga dakwah yang aktif meng-antisipasi pengaruh budaya asing ini, diperlukan adanya kerjasama yang dijalin baik, sebagai pengawal umat, dengan Lembaga-lembaga Dakwah di luar negeri. Begitu juga dengan tenaga-tenaga yang mem punyai kedudukan dan pengaruh, pada beberapa negara-negara Islam. Kesatuan citra dan cita-cita, sangat memung kinkan, karena kedudukan Ketua Dewan Da’wah pertama, Bapak Mohamad Natsir semasa hidup beliau, adalah sebagai anggota majlis ta'sisi (teras) Rabithah Alam Islamy yang berkedudukan di Makkatul Musyarrafah. Disamping juga, sebagai Wakil Ketua Muktamar Alam Islamy yang berpusat di Karachi, Pakistan. Walaupun, pada saat-saat terakhir hayat beliau, banyak kendala yang menyebabkan kurang lancarnya hubungan keluar negeri tersebut. Terutama disebabkan oleh kebijakan pemerintahan Orde Baru.109

(Pada waktu pertemuan silaturahmi ini berlangsung bapak Mohamad Natsir masih dirawat dirumah sakit karena mengidap penyakit bronchitis. Mudah-mudahan pada sa'at-sa'at ini keadaan beliau sudah agak baik, dan kita mohonkan do'a bapak-bapak dan ibu-ibu mudah-mudahan kesehatan beliau pulih kembali. Pertemuan silaturrahmi ini beliau turut merencanakan dan merestui, walaupun beliau tidak mungkin hadir, sebab masih dalam perawatan dokter). 349 H.Mas’oed Abidin
109

DAKWAH KOMPREHENSIF



Menggerakkan Markas Dakwah

Umat Islam adalah kelompok masyarakat yang beriman kepada Allah swt, kodrat dan iradat- Nya. Usaha ini akan cepat terwujud melalui gerak Dakwah Ila Allah, dan disini peran dari Dewan Da’wah. Melalui gerak yang terkordinasi dan berkat usaha yang intensif, di dalam tempo beberapa tahun saja sesudah berdirinya (Pebruari 1967), ternyata Dewan Da’wah telah berdiri hampir disemua wilayah di Indonesia. Di
350

wilayah-wilayah

tingkat

Propinsi

berdiri

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Perwakilan-perwakilan Dewan Da’wah, sedang ditingkat Kabupaten berdiri pembantu-pembantu Perwakilan. Masing-masing dengan pengurus yang terbatas, sesuai dengan bentuk Yayasan. Dewan Da’wah tidak mempunyai anggota, tapi pendukung dan peminatnya sangat banyak. Sampai pada waktu ini Perwakilan-perwakilan Dewan Da’wah sudah ada pada 24 propinsi.110 Sejak bulan Mei 1991, Bapak Mohamad Natsir selaku Ketua Umum Dewan Da’wah, tidak lagi bisa aktif masuk Kantor di Jl Kramat Raya 45. Karena kesehatan beliau tidak lagi mengizinkan. Akan tetapi itu tidak berarti kegiatan Bapak Mohamad Natsir memimpin kantor terhenti. Dari pembaringan dan dari kamar keja beliau di Jl. HOS Cokroaminoto, malah dari Ruang Perawatan di RSUP. Cipto Mangunkusumo, setiap hari beliau mengirimkan instruksi tertulis dan kadang-kadang mengiringinya pula dengan telepon. Dalam hal-hal tertentu, setiap hari pula beberapa orang dari staff Sekretariat di panggil ke rumah, atas dari staff sendiri yang memerlukan datang ke rumah untuk melaporkan kegiatan yang dilakukan sambil meminta pengarahan-pengarahan.111 Sadar akan kesehatan Bapak Mohamad Natsir yang sudah semakin menurun, dan fisik semakin melemah atau "sudah laruik sanjo" menurut istilah beliau sendiri, bukan halangan utama bagi pekerjaan dakwah.
110

Mei 1991, laporan ini tatkala Dewan Da’wah memperingati 24 tahun berdirinya.

111

Karena itulah beliau istilahkan dengan "kalau kita tidak masuk kantor, kantor masuk rumah". yang jelas tidak ada hari untuk istirahat dari bekerja dan berfikir. 351 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pekerjaan dakwah harus tetap berjalan, melalui gagasan dan arahan yang beliau berikan seringkali berbentuk instruksi untuk dilaksanakan. Pola dan sistem pekerjaan di sekretariat disesuaikan dengan bagan yang telah beliau tetapkan, dan mesti disesuaikan pula dengan AD/ARTDewan Da’wah. Sekretariat Tenaga/personal yang aktif di SekretariatDewan Da’wah Pusat yang bekerja secara aktif full-timer sebanyak 32 orang. dan masing-masing bidang dan bagian ini telah pula dilengkapi dengan job masing-masing. Usaha pembenahan pada sekretariat ini sudah mulai dijalankan jauh sebelum Bapak Mohamad Natsir meninggal. Walaupun harus diakui penerapannnya masih belum sempurna, karena perpindahan dari sistem pengendali tunggal kepada sistem kolektif ini memerlukan waktu untuk penyempurnaannya. Dalam pada itu, untuk memperkuat sekretariat di Jl. Kramat Raya ini, kantor LIPPM di bawah Pak Anwar Harjono dipindahkan dan digabungkan dengan Sekretariat Dewan Da’wah. Setiap aktifitas agar dilaksanakan oleh biro-biro atau seksi yang diberi tugas membidangi urusan masing-masing berikut personalia yang tersedia. Kekuatan masih terletak kepada kerjakan mana yang bisa, sesuai dengan cita-cita yang ada, dan senantiasa membina umat supaya umat ikut membina dakwah itu.
352

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Beberapa biro mulai aktif.

Biro Organisasi Dan Administrasi Biro ini dilengkapi dengan 8 sub biro me-nangani urusan sekretariat secara menyeluruh.

Biro Keuangan Dengan dilengkapi oleh 3 sub- biro yang me-nangani masalah keuangan dan kebendaharaan kantor, untuk mengurusi keuangan proyek dan meng-urusi investasi kecil, seperti Macintosh, Rental Computer dan bantuan investasi kecil bagi da’i lapangan.

Biro Riset Dan Dokumentasi Biro ini menjadi urat nadi dari markas dakwah, untuk menentukan program yang akan di jalankan.

Maka dilengkapi dengan 5 sub biro yang akan menangani bidang-bidang penelitian baik lapangan ataupun literatur mengumpulkan informasi-informasi penting di segala H.Mas’oed Abidin
353

DAKWAH KOMPREHENSIF

bidang dakwah selain membuat dokumentasi video dan foto. Selain dari biro yang sudah ada ini dibentuk lagi satu koordinator proyek-proyek khusus. Proyek khusus menangani aktifitas dakwah di berbagai tempat yang memerlukan perhatian khusus atau bidang-bidang pengkajian khusus (study) dalam rangka penangkalan kelompok-kelompok harakattul haddamah ataupun shalibiyah. Dalam soal difa', pembela an ini dari awal Dewan Dakwah mencanangkan jihad difa', walau semasa itu malah banyak yang menan tang. Pada akhirnya banyak juga yang terbuka hatinya, dan mendukung apa yang dicanangkan Dewan Da’wah. Walaupun telah banyak korban jatuh, tetapi kesadaran tidak pernah terlambat, asal mau memburu ketinggalan.

Biro Penerangan Dan Publikasi Sebagai ujung tombak gerakan dakwah komprehensif, maka biro ini memegang peranan penting, terutama dalam mempublikasi gagasan-gagasan dan politik dakwah yang telah diambil. Untuk itu dilengkapi dengan sub 6 unit, yang menangani urusan 4. percetakan, 5. penerbitan dan 6. perpustakaan

354

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Gerak Langkah ini adalah dalam kerangka pembinaanumat dakwah dan pembentengan aqidah umat juga. Dewan Da’wah juga berpikir untuk menggerakkan dakwah bil hal. Dengan cara membangun banyak masjid se-bagai markas perjuangan umat. Membangun madrasah-madrasah, membangun rumah sakit di Sumatera Barat, di Jawa Tengah, di Riau, di Lampung. Lembaga-lembaga pendidikan keterampilan Pesantren Pertanian "Darul Fallah" di Bogor. Lembaga Keterampilan di Batu Marta Sumatera Selatan.



H.Mas’oed Abidin

355

DAKWAH KOMPREHENSIF

356

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Proyek Dakwah Khusus

Selain masalah rutin dakwah, yang sudah dapat diatasi oleh biro-biro yang dibentuk, masih ada lagi pekerjaan khusus, yang dihadapi secara rutin dan terencana. Dalam kerangka dakwah komprehensif, sekali-kali tidak boleh, halhal dakwah yang telah rutin, diatasi secara darurat dan tibatiba, atau mendadak. Keberhasilan dakwah, sangat banyak ditentu kan oleh, melazimkan mengatasi pekerjaan dan pe-nanganan program, secara berkesinambungan atau sustained. Karena itu, H.Mas’oed Abidin
357

DAKWAH KOMPREHENSIF

beberapa proyek khusus, perlu dihadapi secara khusus pula. Diantaranya, adalah sebagai berikut :

Proyek Khusus Inventarisasi Dan Pendaya Gunaan Kekayaan Menangani pendataan harta kekayaan dan milik, termasuk alat-alat kantor, dan kemudian, men-jajaki kemungkinan untuk dikembangkan, dan di-dayagunakan, sehingga mampu menunjang dana dakwah.

Investasi (Penanaman Modal) Dewan Da’wah telah mendapatkan kerjasama dengan pihak luar, berupa investasi peralatan Computer Macintosh ( 3 set ), seharga $ 15,000. US dollar. Modal dimaksud didapatkan dari lembaga INTERNASIONAL INSTITUTE OF ISLAMIC THOUHGT (IIIT) berpusat di Washington DC. Mesin tersebut sudah dioperasikan dan dipasarkan untuk umum semenjak Juli 1992. Lembaga IIIT ini juga menyediakan dana untuk menerjemahkan buku-buku pemikiran Islam yang berkembang di Dunia Islam. Buku-buku terbitan IIIT Washington sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh
358

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dewan Da’wah Pusat dan akan diterbitkan dalam waktu dekat Insya Allah. PEMBINAAN AITAM Dewan Da’wah telah mempunyai keinginan untuk berkiprah dalam pembinaan aitam sesuai dengan keinginan Allahyarham Bapak Mohamad Natsir yang selalu beliau katakan bahwa yatim itu telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan susah untuk dicarikan gantinya, yaitu rasa kasih sayang sang Bapak yang telah tiada. Untuk merealisir keinginan tersebut, Alham-dulillah semenjak thn 1990 yang lalu, para Muhsinin melalui Baituzzakat menyalurkan bantuan mereka untuk kafalatul-aitam bekerja sama dengan Dewan Da’wah. Sampai sa'at ini ada 97 orang yatim yang telah mendapat kafalah dari Muhsinin tersebut. Mereka ter-sebar pada 7 yayasan di Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Untuk masa mendatang, kita akan mencoba meningkatkan pembinaan aitam yang terarah, terpadu dan berkesinambungan. Kita akan selalu berusaha mencarikan para Kafil, yang akan membiayai para anak yatim tersebut, baik dalam ataupun luar negeri.

Lembaga Bantuan Hukum Dalam aktifitas dakwah, tidak jarang pula keluarga kita terjerat tuduhan melanggar hukum, seperti apa yang dialami beberapa da’i kita di Bengkulu, Jambi, Palu, Trenggalek, Fakfak, Batu-marta dan sebagainya. Ternyata, H.Mas’oed Abidin
359

DAKWAH KOMPREHENSIF

mereka memerlukan bantuan hukum, dan alhamdulillah, semua yang kita ketahui, telah dapat kita bantu. Dengan demikian, berarti kita perlu mempunyai barisan pembela hukum. Alhamdulillah, hal ini telah dirintis di Sumatera Barat dan Riau. Semoga daerah lain, menyusul.

 Proyek Khusus "Team Ghazwul Fikri"

Mengadakan studi ilmiyah terhadap pemikiranpemikiran tentang keagamaan yang muncul, Harakatul haddamah, dan menghadapi secara aktif dengan ber diskusi, menerbitkan brosur-brosur, dan malah mengirim tenaga ahli ke daerah atau yang memperlu kan sesuai permintaan.

***

Kasus Wawah Pemurtadan Dan Perkosaan
360

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Berkedok pelecehan susila dengan maksud pemaksaan pindah agama, terhadap seorang putri muslimah bernama KHAIRIYAH ENNISWAH yang lahir di Bengkulu tanggal 13 Februari 1981, tengah ditangani oleh Pengadilan Negeri Padang. Kasus ini menyangkut pelaku-pelaku bernama SALMON ONGIRWALU, lahir di Ambon, berumur 39 tahun, beragama Kristen Protestan, pegawai PDAM Tk. II Padang dan LIZA ZURIANA istri dari SALMON ONGIRWALU agama Kristen Protestan. Pelaku lainya adalah ROBERT MARTINUS yang lahir di Atambua, umur 45 tahun, beragama Kristen Protestan, sebagai Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus Padang., berpendidikan Sarjana. Dibantu oleh MELIANA istri ROBERT, yang lahir di Jakarta 42 tahun lalu, beragama Kristen Protestan, yang juga adalah Guru, berpendidikan Seminari Alkitab Asia Tenggara di Malang. Pelaku keempat adalah YANUARDI KOTO asal suku KOTO LUBUK BASUNG Kabupaten AGAM Sumatera Barat, beragama Kristen Protestan, pekerjaan Penginjil, berpendidikan Sekolah Tinggi Theologi Injil Indonesia Yogyakarta. Dibantu oleh PAOLINA MARYENNY MENDROFA berumur 33 tahun, agama Kristen Protestan, pendidikannya tidak diketahui.

H.Mas’oed Abidin

361

DAKWAH KOMPREHENSIF

KRONOLOGI MODUS OPERANDI Pada mulanya Khairiyah berkenalan dengan Aurelia Fitria Amalia. Wajahnya, dikatakan mirip satu sama lain. Dan Aurelia ini selalu memakai jilbab, walaupun ia beragama Kristen. Berbagai bujuk rayu telah dilancarkan ter hadap Khairiyah untuk menariknya masuk agama Kristen. Bujukan dimaksud diantaranya dengan modus kesamaan wajah antara Aurelia Fitria dan Khairiyah, dan mengangkat Wawah sebagai saudara kembar, dan mengganti namanya menjadi Devi Indah Fitria. Kemudian, Aurelia Fitria Amalia melakukan rekayasa foto-foto setengah telanjang, yang wajahnya mirip dengan Khairiyah. Melalui rekayasa foto ini, Khairiyah diancam, bahwa foto rekayasa ini akan disebar luaskan kepada masyarakat, bila ternyata Khairiyah tidak bersedia mengikuti kehendaknya. Mulailah terjadi pemaksaan agama yang di- dahului oleh bujukan, rayuan, ancaman yang akibat-nya di tanamkan rasa takut. Selanjutnya, Khairiyah diperkenalkan kepada petugaspetugas penginjil, antara lain Paolina Maryenny Mendrofa, yang menyuruh saudara sepupu-nya Fajar untuk mengantarkan ke rumah Yanuardi Koto, sembari di kenalkan dengan Willy serta Liza Zuriana istri dari Salmon Ongirwalu.

362

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Bujuk dan rayuan disertai paksaan halus akhirnya memaksa Khairiyah beralih agama dari Islam menjadi Kristen Protestan. Selanjutnya, Khairiyah pun di Baptis. Willy, yang diduga adalah seorang pendeta, meminta pihak PKSB112, mencarikan tempat tinggal untuk Khairiyah. Terlebih dahulu, Khairiyah disuruh membuat surat pernyataan bahwa ia telah berpindah agama dari agama Islam ke agama Kristen Protestan, atas kemauannya sendiri. Selanjutnya, Khairiyah disuruh tinggal di rumah Salmon Ongirwalu. Sewaktu tinggal di rumah Salmon Ongirwalu, inilah Khairiyah Enniswah mendapat perlakuan yang biadab oleh Salmon Ongirwalu, berupa pelecehan seksual dengan cara lebih dahulu memberi obat berbentuk kapsul untuk diminum oleh Khairiyah. Obat dimaksud katanya berguna untuk membuat enak tidur dan melangsingkan badan serta mengurangi kolesterol. Sebelum Khairiyah tertidur, ia telah disergap oleh Salmon, ditutup mulutnya, dengan ancaman, “kamu tidak usah macam-macam”.

Ketidak berdayaan seorang perempuan di bawah umur, karena kebebasan dirinya telah di- rampas, tidak bisa lagi untuk menghindarkan diri. Dia tidak dibenarkan keluar rumah. Kondisi ini, menjadikan ia tidak dapat menyelamatkan diri.
PKSB, kependekan dari Perhimpunan (persatuan) Kristes Sumatera Barat. 363 H.Mas’oed Abidin
112

DAKWAH KOMPREHENSIF

Apalagi, karena ia telah diancam dan ditakut-takuti. Wawah selalu diawasi, kemana saja mau pergi. Setelah kejadian pelecehan tersebut, Wawah dimasukkan kesekolah SMU Kalam Kudus Padang dengan cara memalsukan ijazah Tsanawiyah menjadi Ijazah SMP. Kemudian, Robert bersama istrinya meng antarkan Khairiyah ke rumah Willy, yang selanjutnya menyarankan agar sekolahnya di pindahkan ke SMU Kalam Kudus Malang. Di Malang, Wawah tidak bisa diterima masuk di SMU Kalam Kudus Malang karena ketahuan ada pemalsuan Ijazah. Akhirnya dimasuk kan ke SMU Kristen 1 Malang. Namun, belum sempat bersekolah disana, Wawah telah disuruh pulang kembali ke Padang, karena terdakwa Salmon Ongirwalu telah ditahan oleh Polisi. Perkara Salmon Ongirwalu telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Padang, sejak bulan Maret 1999, disidangkan di Pengadilan Negeri mulai 9 April 1999. Setelah sidang berlangsung beberapa kali, maka Pengadilan Negeri Padang menahan Salmon Ongirwalu. Akhirnya, pada sidang 19 Agustus 1999, Jaksa Penuntut Umum menyatakan Salmon bersalah memaksa Khairiyah, dan meminta Majlis Hakim menghukumnya dengan hukuman penjara selama 12 (duabelas) tahun penjara. Tetapi, sampai akhir Agustus 1999 eksepsi penasehat hukum, masih belum dibacakan. Demikian pula terhadap Liza Zuriana isteri Omgirwalu, sampai sekarang masih disidangkan.

364

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Perkara Robert Martinus juga telah diserahkan kepada Pengadilan Negeri Padang. Pemeriksaan di pengadilan masih terhenti, karena adanya permintaan dari Parlemen Inggris, sebagaimana diberitakan disurat-surat kabar. Mulai tampak adanya infiltrasi dari pihak luar negeri. Dan penasehat hukumnya mencabut surat kuasa yang diberikan kepadanya. Perkara Yanuardi Koto dan Paolina Maryenny Mendrofa telah pula diserahkan kepada Pengadilan Negeri Padang pada pertengahan Agustus 1999. Dan sampai akhir Agustus 1999, masih menunggu penetapan hari persidangan dari Hakim Pengadilan Negeri Padang. Ditengah suasana menunggu ini, terbitlah berita di media massa, bahwa Parlemen Inggris meminta kepada Pemerintah Indonesia, untuk men-jelaskan tentang kasuskasus ini. Sumatera Barat atau Pemerintahan Indonesia diduga mereka telah melanggar hak asasi orang kristen di Minangkabau, khususnya terhadap Salmon Ongirwalu, Nenen isteri Salmon Ongirwalu, Robert Martinus, Melliyana isteri Robert Martinus, Yanuardi Koto, dan Paolina Maryenny Mendrofa. Sementara perlakuan para terdakwa tersebut yang telah mencabik-cabik kehormatan gadis Muslimah Khairiyah (Wawah), pemindahan agama secara paksa dari agama Islam ke agama Kristen Protestan, mencabik-cabik adat istiadat Minang yang bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah, dianggap hal biasa saja. Perobekan terhadap kaedah hidup masyarakat Minangkabau, tidak dianggap oleh mereka sebagai pelanggaran hak-hak asasi manusia.

H.Mas’oed Abidin

365

DAKWAH KOMPREHENSIF

Bagaimanakah yang sebenarnya ? Bacalah pemberitaan media massa tentang kasus ini. Inilah satu diantara banyak kasus yang perlu diawasi secara extra hatihati. Sejak awal tahun 1997, sebenarnya Ranah Minang sudah dikejutkan dengan beredarnya Injil Berbahasa Minang yang diterbitkan oleh Lembaga Al; Kitab Jakarta. Namun para ulama pemuka masyarakat masih mampu meredam suasana. Pada hal ketika Injil Berbahasa Minang itu beredar di Sumatera Barat, beberapa daerah ditanah air sedang dilanda kemelut besar, seperti peristiwa Situbondo, dan lainnya. Dihadapan Komandan Korem Wirabraja, pada bulan Januari 1997 itu, Pengurus Dewan Da’wah bersama Majlis Ulama Sumbar dan Kanwil Departemen Agama Sumbar, telah meminta kepada pihak yang berwajib dan Pemda Sumbar, hendaknya menarik Injil dimaksud dari peredaran, sehingga keamanan dan ketenteraman umat dapat terjaga, demi memelihara agar masyarakat tidak menjadi heboh. Akhirnya bersama-sama dengan Kejaksaan Tinngi Sumbar, Injil Berbahasa Minang dapat ditarik dan disita. Tetapi, pada saat terjadinya kasus Wawah, di daerah Minang kembali dihebohkan pula Injil Berbahasa Minang dimaksud, lebih banyak beredar di Daerah Pasaman dan Kinali.

Peran Dakwah menjadi sangat penting didalam membentengi umat dari bahaya pemurtadan, yang pesat dilancarkan pihak palangis dengan kedok kebebasan, reformasi, demokratisasi dan hak asasi manusia.
366

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Proyek Khusus Muhtadin

Mengkoordinir pembinaan Muhtadin (muslim baru) bekerja sama dengan beberapa lembaga yang aktif dalam pembinaan muallaf ini. Untuk ini kita juga telah mengadakan satu pertemuan para pembina muallaf ini, yang pesertanya terdiri dari bekas pastor dan penginjil. Sejak beberapa tahun yang lalu kerajaan Arab Saudi telah pula mengundang para aktifis ini untuk menunaikan ibadah Haji ke Makatil Mukarramah.



H.Mas’oed Abidin

367

DAKWAH KOMPREHENSIF

368

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Mentawai Profil Dakwah Komprehensif 113

B

eberapa motivasi dan konsepsi ideal menjadi pendorong kiprah Dewan Da’wah di Mentawai, yang kalau dikaji dan dibahas, semua bermuara pada warisan pemikiran-pemikiran dan taushiyah Allah yarham Bapak Mohamad Natsir.114

113 13

Kiprah Dewan Da’wah di Mentawai. Rapat Kerja Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Perwakilan Riau di Pekanbaru, Hotel Rauda, 2 Nopember 1997 H Mas'oed Abidin tentang semua kiprah Dewan Da’wah di Mentawai, khususnya dari buku "Islam Dalam Pelukan Muhtadin Mentawai, 30 tahun Perjalanan Dakwah Ilallah, Mentawai Menggapai Cahaya Iman 1967-1997." 369

114

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Profil, atau penampilan performance dakwah, akan kentara tampil kepermukaan dengan memilih titik-titik prima yang muncul setelah 30 tahun kiprah itu berlangsung. Bagian awalnya dengan mencoba "menjelas-kan" profil dakwah yang ditampilkan. Kemudian di-susul dengan mengulas secara rinci sedikit demi sedikit garis besar keunggulan dan hasil kiprah dakwah yang fenomenal, melalui profil ketiga pilar utama.

Senyatanya, ditengah perjalanan Dakwah Ilaa Allah, selalu akan didapati adanya tiga pilar utama yang akan selalu menjadi profil kiprah dakwah dari Dewan Da’wah.

Terutama, bila kita cermat melihat dengan teliti kepada perjalanan dakwah Islamiyah, yang telah per –nah dilalui di daerah sulit. Seperti Mentawai, Lunang Silaut, Sitiung, Pasaman, dan daerah transmigrasi lainnya, selama lebih dari tigapuluh tahun. Ketiga pilar itu, senantiasa dan mesti berjalin berkulindan, agar dapat secara aktual, menampilkan profil dakwah yang komprehensif.

Pilar pertama, adalah kemamapuan dari Dewan Da’wah untuk menjadi centre of excellence, yang ber- peran sebagai pusat konseptual kiprah, yang dilaksa- nakan dengan
370

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

baik, oleh seluruh komponen pelaku dan pelaksana Dewan Da’wah. Sebagai contoh kasus, pemeranan yang baik itu telah di kerjakan oleh para pelaksana tugas Dewan Da’wah Sumbar, di Padang. Seperti, ketika meng-gerakkan Dakwah Islam, ke Mentawai. Dalam peranan ini, Dewan Da’wah telah ber-fungsi sebagai pusat penggerak konseptual. Dewan Da’wah menjadi penyangga utama seluruh kiprah tersebut. Dewan Da’wah merajut dan merakit seluruh potensi para Muhsinin. Sebelum itu, memperkenalkan bentuk gerakan yang akan dilaksanakan.

Dengan demikian, setiap potensi yang akan di-libatkan, terlebih dahulu telah mempunyai pengertian bahwa sebenarnya pekerjaan yang akan diangkat itu, adalah juga menjadi tugas mereka. Kepaduan paham perlu dibentuk, sebelum ke-satuan langkah mulai diayunkan. Inilah pilar pertama, yang mesti dipancangkan kokohkokoh, saat gerak kiprah dakwah kompre-hensif, akan mulai dilaksanakan. Suatu terjemahan kondusif dari taushiyah Bapak Mohamad Natsir yang berisi, “binalah umat dengan sungguh-sungguh, pastilah umat akan bersungguhsungguh pula ikut membina apa-apa yang yang akan ditampilkan”. H.Mas’oed Abidin
371

DAKWAH KOMPREHENSIF

Membagi peluang kepada mereka yang akan ikut menyalurkan potensi, seperti ZIS (zakat, infaq, sadaqah) kedalam jaringan Dakwah Ilaa Allah di medan dakwah, seperti di Mentawai. Kemudian di –ikuti dengan merakit potensi da’i di lapangan untuk mewujudkan semua kiprah dakwah tersebut.

Pilar kedua, adalah menjadi pengawal dan penggerak serta koordinasi dari centre of action. Dewan Da’wah semestinya menjadi pusat aksi kiprah dakwah yang diperani oleh para mujahid dakwah yang militan, dan tahan uji. Tanpa mujahid dakwah yang bisa diandalkan dan tanpa militansi dilapangan, semua usaha Dewan Da’wah serta potensi para Muhsinin akan hanyut mubazir. Bagai menuang air di gurun pasir.

Pilar ketiga, adalah pemersatu dan menjadi pe-nyusun tulang punggung atau back bones semua kiprah dakwah tersebut, yaitu para muhsinin, donatur, sumber dana baik lembaga, instansi, jamaah masjid, perorangan. Para muhsinin yang tersebar sampai ke seluruh Nusantara bahkan sampai ke Timur Tengah, senyata -nya adalah tulang punggung yang kuat dari satu gerakan dakwah komprehensif.

Keikhlasan merupakan tali pengikat paling kuat dan kokoh.
372

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Dengannya, betapapun berat beban di pikulan pundak, akan menjadi sangat ringan, hanya karena sematamata mengharap redha Allah, dan pula karena mau mengangkatnya dengan cara bersama-sama. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai terjadi krisis kredibilitas.

SKETSA SATU

citra dan hubungan baik
DEWAN DAKWAH Muhsinin Donatur
asi

Don

Mentawai

Do

nas

i

Kiprah Dakwah

D o n a s i

C i t r a b a i k

informasi, koordinasi, motivasi dan bimbingan

Mujahid Dakwah
fastabiq al khairat

citra baik

visi ideal

militansi

H.Mas’oed Abidin

373

DAKWAH KOMPREHENSIF

Ada beberapa penampilan atau performance yang perlu dicatat dari ketiga pilar diatas. Penampilan ini menjadi modal menyangga kelanjutan keseluruhan kiprah. utama, yang

Penampilan, performance pelaku dakwah yang akan membuahkan hasil nyata di medan dakwah, menjadi modal utama. Lebih dahulu, menjadi modal awal dalam memancangkan pilar utama tersebut, adalah: Pertama, kemampuan membentuk kepercayaan para muhsinin, sehingga semua "pengaduan" keperluan program Dewan Da’wah tersahuti dengan segera. Pembentukan kepercayaan, sangat tergantung kepada figur pimpinan, dan pengurus Dewan Da’wah, serta militansi para mujahid dakwah. Kedua, jaringan informasi dan koordinasi yang erat antara ketiga unsur, Dewan Da’wah, para da’i dan para muhsinin. Jaringan yang sudah terbentuk selama tiga puluh tahun tersebut, membuat seluruh komponen saling merasakan denyut nadi semua unsur, yang terkait. Komunikasi formal tidak lagi menonjol. Yang paling terasa adalah, keterdekatan di-sertai keterkaitan rasa, antar komponen, sehingga seluruh potensi yang terlibat, bagaikan sebatang tubuh yang utuh.

Ketiga, militansi para mujahid dakwah, sehingga dengan fasilitas yang sangat minim sekalipun, mampu
374

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

bertugas dengan meyakinkan. Dalam kasus Mentawai, sebagai contoh kiprah dakwah, bila akan dibandingkan dengan para pater, pastor dan suster Salibiyah, fasilitas dan kondisi para da’I, sangat jauh dari cukup. Namun, dengan militansi yang dipunyai oleh para da’I ujung tombak Dakwah Ilaa Allah, hasil per juangan mereka, terbukti telah melewati angka-angka yang dijangkau oleh missi Salibiyah. Penanaman militansi, hanya dengan iman dan taqwa yang benar, disertai oleh rutinitas ibadah yang terpelihara.

Keempat, jalinan fastabiq al khairat yang rapi, semacam kompetisi positif kaum Muslimin dalam menjalankan misi dakwah di Mentawai. Semua dikerjakan untuk Islam. Semua dipro-gramkan untuk mendukung dakwah, tanpa menonjol-kan benderabendera organisasi maupun lembaga-lembaga. Kondisi ini membawa iklim senasib se-penanggungan, antara semua para mujahid pada semua tingkatan dan tempat, yang berjuang di lapangan dakwah. Walaupun masing-masing berasal dari sumber yang berbeda. Mereka dipersatukan dan bersatu di atas kenyataan adanya perbedaan-perbedaan. Mereka tidak pernah berbeda, dalam kiprah dakwah-nya, mencapai tujuan yang satu. Mencari Redha Allah.

H.Mas’oed Abidin

375

DAKWAH KOMPREHENSIF

Inilah yang memacu lahirnya kompetisi positif, sesama ujung tombak dakwah Ilaa Allah. Kondisi ini, melahirkan profil Islam yang satu (umatan wahidah). Hal sebaliknya, terjadi pada beberapa anggota misi Salibiyah saling iri dan bersaing dengan anggota atau kelompok misi salibiyah lainnya. Kadang-kadang, dengan memakai cara yang tidak etis. Kelima, government relationshipness yang baik. Hubungan dan nama baik seluruh unsur, terutama Dewan Da’wah, dengan pemerintah, menjadi profil yang sangat menguatkan semua kiprah. Citra dan nama baik membuat birokrasi meng ambil pilihan yang tidak dapat tidak, terpaksa "melapangkan jalan" kepada unsur-unsur yang sedang berjuang. Tanpa citra dan nama baik Dewan Da’wah dan pelaksana, maka pemerintah/penguasa bisa menjadi batu sandungan bahkan penghalang semua program.

Keenam, beberapa visi atau cara pandang ideal yang membawa warna jihad, seperti dakwah ilallah, pegawai gaji akhirat (PGA), dakwah untuk menghidupi umat bukan dakwah untuk mencari hidup, mujahid dakwah, dai pejuang, berjihad di jalan Allah.

376

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Semua visi tersebut menjadikan kiprah dakwah secara keseluruhan punya pijakan kokoh. "Kami hanya ingin berjihad!" demikian salah satu ungkapan lugu para dai. Tapi sesungguhnya, itulah pijakan yang paling kokoh. Sebuah gerakan besar, apalagi untuk social change, untuk perubahan sosial, memerlukan visi ideal sebagai pijakan. Tanpa visi semua akan terombang-ambing.

Ketujuh, para Muhsinin yang sangat dermawan. Sebagai salah satu profil penting gerakan dakwah di Mentawai adalah para muhsinin yang sangat dermawan. Banyak yang tidak mau menyebutkan nama. Mereka, para muhsinin tersebut, lebih suka menyebut identitas sebagai hamba Allah saja, untuk setiap bantuan yang diserahkan. Hal tersebut bisa terjadi, karena mantapnya iman, diiringi dengan penyebaran informasi, serta keterbukaan Dewan Da’wah dalam menerima serta me manfaatkan setiap bantuan yang diterima dan bukti autentik tentang penyalurannya.

Kepercayaan, adalah harta paling berharga. H.Mas’oed Abidin
377

DAKWAH KOMPREHENSIF

SKETSA DUA

DDII Pusat
Donatur Lembaga
visi, ideal, koordinasi

Pemerintah
citra baik, hubungan baik, kerja sama

Mujahid Dakwah
Hubungan batin, kepercayaan, koordinasi dan semangat juang

Jamaah Masjid

Donatur Perorangan

Dewan Dakwah Padang
hubungan batin perhatian sungguh-sungguh program berkesinambungan/kontinu

hubungan batin militansi, visi

fastabiq al khairat hubungan baik, koordinasi dan kerja sama

Peminjam/ Penjamin Sementara

Lembaga Dakwah Islam lainnya

Muhtadin dan Calon Muhtadin di Mentawai

378

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Posisi sentral dari Dewan Da’wah tidak terlihat mendominasi, karena komponen lain punya indepen densi dan kemandirian, serta kekuatan. Dalam menyatukan gerak kiprah dakwah ke Mentawai ini, tidak dibatasi oleh Dewan Da’wah.

Karena pengalaman dakwah dilapangan dan bukti kerja yang telah sambung menyambung dilaksa nakan, maka Dewan Da’wah tetap dijadikan tempat rujukan, dan pusat gerak. Sebagai contoh, donatur dapat berhubungan langsung dengan para muhtadin. Mereka bisa saja, menyerahkan bantuan ZISnya tanpa campur tangan Dewan Da’wah. Dewan Da’wah hanya merekomendasikan si-A sebagai muhtadin yang perlu dibantu, silahkan donatur menerima dan menilai sendiri si-A tersebut dan memberikan bantuan tanpa harus melalui tangan Dewan Da’wah.

Kondisi ini telah memberi peluang besar bagi tumbuhnya citra baik, nama baik, dan kepercayaan para muhsinin.

Visi ideal yang disandang oleh Dewan Da’wah, terutama adalah sebagai warisan-warisan pedoman dan H.Mas’oed Abidin
379

DAKWAH KOMPREHENSIF

taushiyah Bapak Mohamad Natsir, yang telah ber hasil menumbuhkan hubungan batin antara empat komponen utama, yaitu Dewan Da’wah, para dai, para muhsinin dan para muhtadin di Mentawai.

Hubungan batin yang terbentuk akan menimbulkan semangat juang yang besar. Seorang pengusaha, H Zulkarnain Dt Sati men jadi profil seorang muhsinin ideal. Berani memin jamkan bahan bangunan berjuta rupiah tanpa menaikkan harga, untuk membangun masjid. Borg, atau jaminan semua itu hanya keperca-yaan terhadap Dewan Da’wah, dalam hal ini figur pimpinan Dewan Da’wah Sumbar di Padang.

Keberanian H Zulkarnain kepercayaan dan hubungan batin.

terbentuk

karena

Ujungnya adalah kesiapan berjuang dengan seluruh kemampuan. Profil lengkap muhsinin ideal belum mungkin ditampilkan dalam sketsa karena perlu pengkajian lebih mendalam dan penelitian yang obyektif.

380

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Jumlah muallaf baru yang mengucapkan syahadat dari waktu ke waktu sangat fenomenal, mencolok. Hal ini terbentuk antara lain karena hubungan batin, kesungguhan dan kegiatan yang kontinu Dewan Da’wah.

Mujahid dakwah di Mentawai mempunyai militansi berkat visi ideal dan pengalaman lapangan. Visi ideal sebagai bekal dari Dewan Da’wah, menjadi motiv intrinksik, pendorong dari dalam diri dai dalam bertugas. Sementara pengalaman lapangan menjadi motiv ekstrinksik, pembentuk dan pendorong dari luar. Motif ekstrinksik perjalanan tugas sang dai. ini berkembang sepanjang

Militansi, semangat pantang menyerah, adalah profil utama dai Mentawai. Sekedar contoh, ada dai yang harus berenang mengarungi sungai untuk menemui muallaf binaan nya, karena ketiadaan angkutan. Di samping itu ada semangat fastabiq al khairat dengan lembaga dan dai lain.

H.Mas’oed Abidin

381

DAKWAH KOMPREHENSIF

Ada kerjasama yang baik dengan pimpinan formal camat, koramil, dan kepala desa maupun pimpinan informal kepala suku, dan perangkatnya mapun sikere, dukun suku.

Dai memiliki citra baik dai di mata masyarakat, khususnya di mata muhsinin, dermawan atau donatur, serta citra baik di mata masyarakat Mentawai tanpa kecuali, beragama Islam ataupun agama lain.

Citra baik di mata masyarakat ini terbentuk karena pola integral yang dilakukan dai, di mana seluruh masyarakat diperlakukan sama. Misalnya dalam pembagian hewan qurban waktu Idul Adha, seluruh anggota masyarakat memperoleh tanpa kecuali. Hal ini kemudian berbuah jadi partisipasi. Masyarakat yang belum Islam dengan suka rela akan ikut bergotong royong jika ada keperluan Islam, seperti pembangunan mushalla dan lain-lain.

Para muhsinin melihat citra baik para dai. Tumbuh kepercayaan sejalan dengan meningkatnya kiprah dakwah secara keseluruhan. Kepercayaan berbuah bantuan-bantuan ZIS.
382

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Pada ujungnya terbentuk jalinan hubungan batin antara para muhsinin dengan dai.

Profil pilar kedua, para dai, para mujahid dakwah, terutama dalam menghadapi kehidupan secara keseluruhan, terlihat dalam sketsa berikut.

SKETSA

TIGA

DEWAN DAKWAH Muhsinin Para Donatur
citra baik, kepercayaan, bantuan, hubungan batin

PEMERINTAH
visi ideal motivasi intrinksik
hubungan baik dan kerja sama

dedikasi, kesinambungan, kepercayaan, hubungan batin

Para Muhtadin Muallaf
Sepenanggungan fastabiqul khairat

Da'i

citra dan hubungan baik

Pemimpin Informal Kepala Suku (SIKERE)
Perlakuan yang sama (dengan Muslim) hubungan baik, citra baik, kerja sama

Da'i-da'i lain

Masyarakat non Muslim
383

H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

Arat Sabulungan itu adalah adat istiadat daerah Mentawai. Itu bukan agama. Masyarakat di sana sudah mengenal Kekuatan Tunggal yang menciptakan langit dan bumi. Keperca -yaan mereka lebih dekat dengan Islam. Di dalam doa para dukun mereka, yang di -kenal dengan Sikere, bahkan disebut Taeka Manua, yaitu penguasa dilangit dengan kekuasaan tunggal yang tak berserikat, yang dalam Islam di sebut nama Allah. Orang Mentawai mempunyai puncak kebudaya an, berisi 10 ajaran yang sangat dekat dengan Islam. Pertama, orang Mentawai percaya kepada Kekuasaan Tunggal yang menciptakan langit dan bumi. Ini dikenal dengan Teikamanua. Mereka telah mengenal Maha Esa. Kedua, Adil. Orang Mentawai kalau membagi se suatu harus sama banyak. Tidak berat sebelah. Ketiga, Kebersamaan. Orang Mentawai mengutamakan persatuan dan persaudaraan. lebih

Keempat, Tidak boleh berzina. Perkawinan bagi mereka merupakan hal yang sakral. Kalau ada yang melanggar dihukum oleh adat. Dahulu hukumannya ada yang dibunuh. Kelima, tidak boleh masuk rumah kalau di dalamnya
384

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

hanya ada perempuan saja. Keenam, Kalau berjalan bersama-sama maka laki-laki harus di depan. Ketujuh, orang Mentawai jujur dan lugu. Kalau kita menjanjikan sesuatu tetapi belum bisa memberi- kan pada waktu yang dijanjikan, mereka akan tetap menanya dan akan tetap menagih. Kedelapan, berat sepikul ringan sejinjing. Semua pekerjaan mereka lakukan bergotong royong. Kesembilan, tidak mau mengambil hak orang lain. Kesepuluh, menghormati tamu. Budaya tersebut di Mentawai akhir- akhir ini sudah banyak berubah sejak masuknya pendatang dalam dan luar negeri.

Program Dakwah ke Mentawai menjadi salah satu program yang dicanangkan Bapak Mohamad Natsir, ketika pulang ke Sumatera Barat 1968, atas undangan Gubernur. Kesempatan itu, juga dimanfaatkan untuk menghimbau orang Minang di Sumbar untuk membangun kampung halaman. Sejak tahun 1970, Dewan Da’wah telah mengirimkan para da’i ke Mentawai, untuk mengajak orang Mentawai yang belum beragama menjadi beragama Islam. Di samping membuat paket-paket program peningkatan sumber daya manusia. Seperti pembangunan lembaga pendidikan; H.Mas’oed Abidin
385

DAKWAH KOMPREHENSIF

mengadakan penyuluhan keagamaan, menghadapi masalah kehidupan, peternakan dan pertanian. Program dakwah tersebut, sedari awal digerakkan dengan swadana masyarakat Sumbar. Hampir dikata tidak ada dana luar negeri penggaji da’i di Mentawai, seperti yang dilakukan oleh pihak gereja Salibiyah. Namun, Alhamdulillah orang Mentawai banyak memeluk agama Islam dengan kesadaran sendiri. Kita sangat berdosa jika membiarkan mereka hidup tertinggal sangat jauh dari saudara-saudaranya yang ada di Sumatera Barat sendiri maupun di daerah lain di Indonesia. Pelaksanaan program pembangunan seperti, antara lain transmigrasi di Mentawai bertujuan me-ningkatkan harkat dan martabat hidup masyarakat dan harus diletakkan di atas segala-galanya. Artinya, secara normatif meletakkan Kepulauan Mentawai pada tataran pinggiran berarti akan menuai dosa Sebagai kepulauan yang terpencil namun terkenal di dunia, pembangunannya harus dilaksana kan dengan hati-hati. Membangun kepulauan Mentawai yang terpisah sangat jauh dari induknya, yakni daratan Sumbar, selain dilaksanakan dengan hati-hati juga bertahap dalam batas-batas kondisi dan kemampuan yang ada. Tidak perlu disama-ratakan sebagaimana pembangunan yang dilaksanakan di wilayah lain. Karena kondisi geografisnya memang memiliki karakteristik tersendiri. Kepulauan Mentawai mewakili gugusan ribuan pulau kecil dan strategis lain yang perlu dibangun. Perlu diusahakan pemberdayaan masyarakat setempat
386

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

yang umumnya nelayan tradisional guna mengenali teknologi laut yang lebih canggih dan ber usaha belajar dari pendatang mengenai berbagai aspek kehidupan seperti menjadi nelayan lepas pantai. Kepulauan Mentawai merupakan gugusan pulau-pulau yang khas baik ekosistem maupun kependudukannya dan terkenal memiliki sosial budaya dan lingkungan hidup berupa biosfir dunia di Pulau Siberut, serta menyimpan potensi pariwisata. Pembangunan transmigrasi di wilayah Mentawai yang sampai saat ini baru terlaksana di Pulau Sipora harus benar-benar dipahami sebagai proses belajar yang efektif bagi penduduk setempat. Hanya dengan meniru dari saudara-saudara dari daerah lain, masyarakat Mentawai dapat lebih cepat maju dibandingkan melalui proses pendidikan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun. Salah satu pertanyaan mendasar dalam pembicaraan seputar Mentawai adalah sumber daya potensial yang dimiliki, baik sumber daya alam nabati dan botani, maupun sumber daya manusia sebagai modal dasar pembangunan secara keseluruhan.

Mentawai, dengan empat kecamatan dan luas wilayah lebih kurang 60. 000 km2, yaitu Siberut Selatan, Siberut Utara, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan, adakah segenap H.Mas’oed Abidin
387

DAKWAH KOMPREHENSIF

potensi Mentawai selama ini telah digarap secara maksimal, baik terhadap peningkatan kualitas maupun kesejahteraan masyarakat kebudayaan? Kondisi geografis yang berbentuk kepulauan, merupakan halangan untuk menjalin komunikasi dan transportasi bagi pelaksanaan pembangunan, mau pun bagi upaya pengembangan dan peningakatan kesejahteraan masyarakat Mentawai. Alam dan manusia di Mentawai saling mem pengaruhi satu sama lain. Hal ini terimplementasi dalam pola kehidupan sehari-hari mereka. Dapat dilihat, misalnya, dari pola mata pencaharian utama penduduk setempat, yang mayoritas nelayan atau petani. Sulit dijumpai penduduk asli yang mencari nafkah melalui dagang atau wiraswasta. "Mentawai sesungguhnya amatlah potensial. Alam dan hutannya kaya, jumlah penduduknya juga cukup banyak. Lebih kurang 60. 000 jiwa pada saat ini, terutama pemuda yang berada di usia produktif". "Akan tetapi karena teknologi dan tingkat pendidikan masyarakat setempat masih rendah, tanpa disadari, banyak masyarakat di luar cenderung menganggap rendah atau melecehkan Mentawai. Dapat dilihat dari istilah 'orang pagai', 'lego pagai', dan sebagainya. Semua itu berkonotasi rendah di tengah-tengah masyarakat kita."
388

di

sektor

pendidikan,

ekonomi

maupun

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Permasalahan sekitar sumber daya manusia, bukan terletak pada pemuda Mentawai yang menolak untuk diberdayakan, sebagaimana kecendrungan dari suku terasing lain. Namun lebih terpaku pada rancangan sistem pendidikan yang kurang memberi peluang terhadap pengembangan kemampuan serta intelektualitas mu-rid, anak didik semenjak di Sekolah Dasar. Pendidikan dilaksanakan hanya sebagai pemenuhan program kurikulum dari pusat. Bukan pada peme nuhan keperluan anak-anak di Mentawai. Secara psikologis, sosial dan budaya, mereka berbeda dengan anak-anak di tempat lain di luar Mentawai. Tanpa disadari, secara mental keadaan ini memberi dampak yang kurang menguntungkan bagi anak-anak.

Kuantitas, jumlah pemuda berusia produktif di kepulauan Mentawai merupakan potensi tersendiri bagi pemberdayaan masyarakat Mentawai secara umum. Namun karena pola pendidikan dasar yang diberikan belum sesuai dengan kondisi sosial budaya anak-anak Mentawai, potensi itu akhirnya belum termanfaatkan secara maksimal. Terkecuali, anak-anak yang memiliki orang tua campuran. Maksudnya, salah satu orangtuanya merupakan kaum pendatang, atau orang dari daerah seberang, atau Minangkabau, yang menikah dengan penduduk asli, atau sebaliknya. Anak-anak ini dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih baik kualitas maupun fasilitasnya, seperti yang ada di Padang. Kebanyakan generasi muda Mentawai, selain meneruskan sekolah, juga untuk mencari kerja di H.Mas’oed Abidin
389

DAKWAH KOMPREHENSIF

Padang ini. Mereka umumnya bergerak di sektor informal. Misalnya, menjadi pembantu rumah tangga, atau cukup bekerja sebagai buruh kecil pabrik di kota Padang dan sekitarnya. Beranjak dari kenyataan tersebut, terlalu dangkal kiranya jika Mentawai masih dipandang sebagai kawasan terisolir yang tertinggal dan penuh kekurangan. Tidak saja terhadap potensi ekonomi, potensi dari sektor pariwisatapun agaknya Mentawai belum tergarap secara maksimal dan profesional. Dengan demikian, kepedulian dan perhatian terhadap Mentawai tidak lagi merupakan 'pekerjaan' sepihak. Atau hanya melibatkan sebahagian kecil dari masyarakat, sebagaimana yang ada selama ini. Saat ini, tidak banyak lembaga maupun masyarakat yang peduli tentang apa dan bagaimana Mentawai. Terkecuali bila tiba-tiba muncul berita mengejutkan yang bersifat sensasional, barulah kita ramai-ramai berpaling ke daerah kepulauan yang spesifik ini. Banyak yang berbicara tentang Mentawai, tapi sedikit yang berusaha memahaminya. Tidak terkecuali mereka di dunia akademis yang menghabiskan berlembar-lembar makalah. Mentawai dan tanah tepi bukan sesuatu yang baru. Hanya sebagian besar 'orang tanah tepi' baru terbuka matanya. Mentawai tidak tertinggal sebenarnya, kita yang tertinggal memahaminya. Mentawai memiliki kebudayaan yang tinggi, tidak hanya sebatas kabit- kabit dan busur panah. Sepanjang mau meneliti puncak-puncak kebudayaan masyarakat Mentawai, banyak hal yang bisa diungkap.
390

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Hasilnya, tentu akan sangat mendu kung jalan pembangunan Mentawai sendiri. Kenyataan inilah yang menyebabkan Dewan Da’wah Padang secara analitis, melihat Mentawai mempunyai potensi amat besar untuk dibangun. Tinggal bagai mana petugas, yang membangun Mentawai bisa mengerti dengan puncak kebudayaan mereka. Pendekatan kebudayaan seharusnya lebih diutamakan dari pada pendekatan kehendak. Secara teoritis dapat dipahami bahwa hubungan kekerabatan atau persaudaraan antara orang Mentawai dan penduduk pulau Sumatera ter jalin sangat akrab. Di kampung-kampung pedalaman sekalipun, di depan rumah (Uma) selalu tergantung kuali besar. Dari penelitian, tidak ditemukan satu kebudayaan yang menghasilkan kerajinan logam. Tidak ada pandai besi. Padahal tidak seorangpun orang Mentawai yang tidak memiliki parang panjang. Darimana mereka peroleh kalau bukan melalui hubungan jual beli? Catatan sejarah tidak pernah membuktikan terjadinya perang atau perkelahian besar antara penduduk Mentawai dengan pendatang dari tanah tepi. Ini membuktikan bahwa hubungan Mentawai dengan pantai barat Sumatera adalah hubungan kekerabatan, bukan hubungan penguasaan. Misionaris pertama masuk ke Mentawai tahun 1901. Dipimpin August Lett, seorang pendeta dari Jerman (Zending Protestan). Akan tetapi nasib jualah yang menyebabkan August Lett, harus mati dibunuh penduduk Mentawai, setelah delapan tahun ia di sana (1908). H.Mas’oed Abidin
391

DAKWAH KOMPREHENSIF

Kematian August Lett bukan karena mengembangkan agama Protestan, tetapi karena menjadi penghubung tentara kompeni Hindia Belanda. Orang Mentawai bukanlah orang yang benci terhadap pendatang atau penyebar agama. Walaupun mereka sudah menganut sebuah kebiasaan nenek moyang yang dikenal dengan arat sabulungan (belum berupa agama, karena tidak ada aturan-aturan peribadatan). Tahun 1954, terjadi perubahan besar di Mentawai, dengan adanya musyawarah tiga agama, Islam, Kristen Protestan dan Arat Sabulungan. (Katholik baru masuk 1954 dipandu oleh Pastor Aurelius Cannizaro dari Itali). Salah satu keputusan musyawarah adalah bahwa Arat Sabulungan harus ditinggalkan oleh masyarakat Mentawai dan mereka dipersilahkan memilih agama resmi di dalam Negara Republik Indonesia. Tahun 1955, seluruh masyarakat Mentawai sudah menjadi masyarakat beragama. Arat Sabulungan ditinggalkan. Hal ini membuktikan bahwa musyawarah bukan hanya sebuah produk pemaksaan. Kita sedih, bahwa banyak yang berbicara tentang Mentawai, tapi sangat sedikit yang berusaha memahaminya. Banyak yang berusaha mengetahui Mentawai hanya dari cerita orang tanpa pernah melihat seperti apa adanya. Tidak terkecuali mereka didunia akademis yang menghabiskan berlembar- lembar makalah. Mentawai dan tanah tepi bukan sesuatu yang baru. Hanya sebagian besar 'orang tanah tepi' baru terbuka matanya. Mentawai sebenar nya tidak 'tertinggal', kita yang tertinggal memahami nya. Karena itu, Bapak Mohamad Natsir, sedari awal berdirinya Dewan Da’wah 1967, memasukkan Mentawai didalam program
392

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

utama dakwah bil-hal. Program Khitanan Setiap tahun di Mentawai menjadi wajib dilaksanakan program khusus khitanan massal.115 Dalam melaksanakan program ini sering terjadi halhal yang aneh, seperti adanya peserta yang lari, bukan karena takut, tetapi karena hubungan sosial, antara lain: Hubungan kekeluargaan (semenda-semenda) yang menimbulkan rasa malu. Hasutan pihak luar (missionaris) karena memang sejak tahun 1954, khitanan ini digunakan sebagai senjata yang ampuh bagi zending/missi untuk melemahkan dakwah Islam kepada para penduduk asli Mentawai.116) Namun ada yang menggembirakan dari peristi wa ini, ketika khitanan dilakukan pada tahun 1990, karena diantara yang melakukan khitanan massal di Saliguma terdapat 6 orang muallaf lanjut usia ber umur 30 - 40 tahun, di antaranya Yohanes Mahmud (40 th), Kepala Desa Saliguma.
115

Pada tanggal 23 - 25 Pebruari 1990, di desa Saliguma dilakukan khitanan massal oleh tenaga dokter muda dari Unand bekerja sama dengan rumah sakit Islam Ibnu Sina Padang. Khitanan yang tadinya akan diikuti oleh 50 orang, ternyata hanya diikuti oleh 24 orang saja

Adanya hasutan bahwa kalau seseorang masuk Islam, zakar dan kemaluannya akan dipotong, tidak bisa lagi melakukan hubungan suami istri secara wajar. Ternyata dalam kenyataannya hasutan ini banyak tidak berhasil karena setiap tahun selalu ada program khitanan sebagai pelaksanaan “Sunnatul Khitaan” 393 H.Mas’oed Abidin
116)

DAKWAH KOMPREHENSIF

Program khitanan perlu didukung pelaksanaannya setiap tahun, karena merupakan salah satu cabang dari Sunnah Rasul. Yang diharapkan dari kita adalah hanya bantuan langsung berupa kain sarung, peci, sandal jepit, penyediaan obat-obatan dan pengiriman tenaga medis. Bantuan jangka panjang Penyiapan sebuah asrama di Muara Siberut khusus bagi anak-anak yang beragama Islam sangat penting. Yang beragama Katolik sudah ada asrama besar disiapkan oleh pihak gereja Katolik Muara Siberut, besar, megah dan bertingkat. Untuk pelajar Protestan, rumah-rumah di seputar gereja yang dulu dibangun oleh Pendeta Imanuel Sikarebau, ketua zending Protestan Menta-wai, masih siap menampung anak-anak mereka ter utama dari Saibi Samokop atau Pasakiat Taileleu. Umat Islam masih tercecer di belakang, kita belum punya asrama pelajar untuk menampung anak-anak muallaf dari pedalaman.

Program Kepedulian Pihak Salibiyah sangat intensif dalam mengembangkan missinya. Di desa-desa terpencil gerakan mereka disertai dengan kepedulian yang tinggi. Kegiatan mereka terutama bidang pendidikan dan pembinaan
394

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

masyarakat desa. Bidang pendidikan umpamanya dengan membangun sekolah-sekolah setingkat Sekolah Dasar, di desa-desa yang tadinya belum memiliki Sekolah Dasar Negeri. Beberapa desa/dusun dapat disebutkan sebagai contoh Ugai, Sallappa (Siberut Selatan) dan Simalegi dan Simatalu (Siberut Utara). Untuk keperluan missi, selain program mendirikan sarana kebaktian dan sarana pendidikan seperti sekolah, asrama, penyediaan guru, santunan beasiswa, sarana transportasi (boat, perahu, kapal dan hanggar dan pelabuhan mini), juga di bidang ekonomi umat pedesaan. Bidang terakhir ini (ekonomi masyarakat pedesaan) menjadi garapan satu badan resmi. Badan itu diberi nama PSE (Proyek Sosial Ekonomi Desa Terisolir). Beberapa badan lainnya ikut mendampingi, seperti Yayasan Bina Sejahtera (YBS) dan Delsos (Delegasi Sosial). Garapan badan-badan ini terutama memberikan kredit kepada gembalaan di desa-desa, berbentuk usaha-usaha produktif. 117) Bidang peternakan mulai digerakkan secara intensif. Seperti peternakan lele dumbo (Siberut Utara dan Muara Sikabaluan) dan Sikakap. Usaha ini baru terbatas pada lingkungan Paroki semata. Bagi masyarakat Muslim beternak babi wajib ditinggalkan, karena agama Islam mengharamkannya. Untuk itu perlu diganti dengan ternak lain.

Gembalaan adalah istilah yang diberikan kepada umat Kristen yang mendapat pembinaan dari gereja. 395 H.Mas’oed Abidin
117)

DAKWAH KOMPREHENSIF

Dalam bidang Dakwah Ilaa Allah, mengganti ternak babi bagi keluarga Muslim menjadi suatu hal yang sangat penting sekali. Penggantian ternak babi ini dapat dilaksanakan secara bertahap, baik dengan ternak sapi atau kambing. Bisa dilakukan secara kolektif maupun secara perorangan, sehingga secara berangsur-angsur keluarga Muslim di Mentawai bebas dari perternakan babi. Bisa dalam bentuk hibah atau bantuan permodalan dengan diiringi bimbingan praktis di lapangan.



Undangan Haji Dari Lembaga Resmi Saudi Arabia Dewan Da’wah Pusat setiap tahun berusha memberangkatkan da’i-da’i dan pengurus Dewan Da’wah seluruh perwakilan yang belum menunaikan rukun Islam ke-5. Usaha ini dilakukan dengan memilih perwakil-an tertentu untuk mengajukan satu orang calon yang akan diusulkan ke pihak lembaga resmi di Arab Saudi.
396

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Perwakilan Dewan Da’wah yang telah men dapat kesempatan adalah DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Sul-Sel, Kalbar, Sumbar, Riau, Sumut, Sumsel, Bali, Bengkulu. Selain pihak perwakilan, Dewan Da’wah Pusat juga mengusahakan undangan haji, untuk saudara- saudara Baru Dalam Islam, atau para Muhtadin, yang latar belakangnya dari Pendeta, pemuka agama lain. Alhamdulillah, program yang terakhir ini, di-mulai sejak tahun 1990, dengan memberangkatkan 5 orang delegasi. Demikianlah, sebagai dari amal usaha yang telah kita lakukan bersama, dalam jama'ah kekeluargaan Dewan Da’wah masa kerja dua tahun 1991-1993.

PROYEK KHUSUS BAT U MAR TA DAN L. D. B. H PASAMAN,

Kedua proyek ini dibawah koordinasi masing- masing proyek, yang menitik beratkan aktifitasnya kepada pelatihan keterampilan, dalam rangka mem-persiapkan tenaga-tenaga yang terampil berdakwah, dan mempunyai kemampuan untuk mengangkat ekonominya sendiri. H.Mas’oed Abidin
397

DAKWAH KOMPREHENSIF

LDBH Pasaman ini, pelaksanaannya bekerja sama dengan YARSI Sumbar, baik dalam pembinaan ataupun pendanaan.

IBARAT DURI DALAM DAGING

Sejak tahun 1953 Pemerintah Daerah Propinsi Sumatera Tengah telah mengatur penempatan para transmigrasi, yang umumnya dari Pulau Jawa dan Suriname, untuk ditempatkan didaerah Kecamatan Pasaman dalam lingkungan Kabupaten Pasaman. Penempatan mereka diatas tanah-tanah ulayat penduduk Kecamatan Pasaman, berdasarkan penyerahan hak tanah oleh Ninik Mamak dalam negeri yang bersangkutan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, dengan persyaratan-persyaratan tertulis, diantaranya dicantumkan : 3. Penyerahan tanah diperuntukkan sebagai penampungan bagi warga negara Indonesia, yang berasal dari daerah lain (transmigrasi). 4. Bahwa mereka yang datang (paratransmigrasi) itu tunduk kepada ketentuan adat-istiadat yang berlaku ditempat mereka ditempatkan, dengan pengertian bahwa
398

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

mereka yang datang (para-transmigrasi) itu dianggap sebagai kemenakan (dalam hubungan hukum adat yang berlaku, yang tentu saja adat Minangkabau yang beragama Islam).

Dengan perpegangan ini, maka Ninik Mamak dalam Negeri-negeri di Kecamatan Pasaman telah menyerahkan tanah ulayat mereka kepada Pemerintah Daerah, dan sekalian terbuka menerima setiap pendatang wartga transmigrasi umumnya dalam kaitannya sebagai hubungan anak dan kemenakan. 118 Pada semua surat-surat penyerahan tanah-tanah tersebut disebutkan antara lain : A.Untuk transmigrasi
Sejak tahun 1953 tercatat penyerahan tanah ulayat masyarakat, antara lain pada bulan Mei 1953 sebagian Ulayat TONGAR AIR GADANG, Ulayat KAPAR (PD. LAWAS), dan tanggal 9 Mei 1953 Ulayat KOTO BARU (MAHAKARYA). Tahun 1961 - 26 September 1961 dari Ulayat KINALI BUNUT Alamanda, Kecamatan PASAMAN. Tahun 1964 - 25 April 1964, sebagian Ulayat KINALI LEPAU TEMPURUNG, Kecamatan PASAMAN. Tahun 1965, AIR RUNDING, Kenegarian PARIT Kecamatan SUNGAI BERAMAS. Tahun 1957, KOTA RAJA, Kenegarian PARIT Kecamatan SUNGAI BERAMAS. Terdahulu dari ini, yaitu di tahun 1953 telah terjadi pula penyerahan tanah DESA BARU sebagai daerah kolonisasi (transmigrasi) dalam kenegarian BATAHAN Kecamatan Sungai Beremaas. 399 H.Mas’oed Abidin
118

DAKWAH KOMPREHENSIF

B.Pendatang-pendatang (transmigrasi) tersebut menjadi kemenakan (dalam hubungan adat-istiadat), dengan menuruti adat-istiadat setempat (yang tentu saja beradat Minangkabau yang bersendi syara' - agama ISLAM).

Pada tanggal 30 Nopember 1957, Kepala Negari Kapar (Dulah) bersama dengan Pucuk Adat (Daulat Yang Dipertuan) dan Ninik Mamak (Dt. Gampo Alam) yang dikuatkan oleh Alim Ulama (Buya Tuanku Sasak) serta Cerdik Pandai, mengirimkan pernyataan kepada Kepala Kantor Transmigrasi Seksi Kapar, bahwa "permintaan umat Katholik tersebut didalam lingkungan ulayat (tanah adat) Koto Baru dan Kapar tidak diizinkan (tidak dibolehkan)". Diantara alasan-alasan yang dikemukakan : "a. Agama Katholik adalah tidak sesuai dengan Agama Islam, yang telah kami pakai dan amalkan selamalamanya.119
119

1. Selanjutnya jikalau saudara-saudara dari warga trans-migrasi didatangkan ke-ulayat tanah (adat) Koto Baru/Kapar Kecamatan Pasaman umumnya terlebih dahulu kami meng-adakan rapat dengan Bapak Bupati Syahbuddin Latif Dt. Sibungsu beserta DPD Kab. Pasaman Abd. Munir Dt. Bandaro Basa, Haji Latif, Rusli, Wedana A.I. Dt. 400 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Pernyataan masyarakat dan Pemangku Adat beserta Pemerintahan Negeri Koto Baru yang tegas dan keras ini, menyebabkan usaha Kristen tersebut tidak memperlihatkan gerak yang aktif sampai dengan tahun 1960.

Bandaro Panjang dan Camat Dt. Jalelo, dihadapan Ninik Mamak Koto Baru/Kapar Air Gadang dan Buya Tuanku Sasak cucu kemenakan kami Ninik Mamak dalam Kecamatan Pasaman. Umumnya dengan kata lain, akan tunduk dibawah adat dan agama, yang telah kami pakai dari nenek moyang kami. 2. Diwaktu peresmian (penyerahan) saudarasaudara warga transmigrasi sudah ada, Bapak Gubernur Ruslan Mulyoharjo telah memberi nasehat kepada seluruh warga transmigrasi, supaya mereka menyesuaikan dengan masyarakat disini. Pepatahnya "dimana tanah diinjak disitulah langit dijunjung", adat diisi lembago dituang, arti kata mereka disini menurut adat dan agama yang telah ada. 3. Dengan perjanjian inilah baru kami terima saudara-saudara itu, menjadi cucu anak kemenakan kami dan duduk didalam ulayat adat kami. 4. Andai kata kalau tidak sesuai dengan perjanjian itu istimewa akan mendirikan, agama selain agama Islam tidak diizinkan, mungkin mendatangkan kejadian yang tidak diingini, apalagi ia untuk mendirikan satu rumah teruntuk kepada rumah Katholik (buat beribadah umat Katholik). 5. Kami segala pemangku adat, alim-ulama, cerdik-pandai tetap kami tidak setuju, apalagi negeri kami ini dusun, bukanlah kota, kalau dikota kami tidak berkeberatan sedangkan masyarakat Transmigrasi sudah menurut adat, dan berkorong berkampung ............." 401 H.Mas’oed Abidin

DAKWAH KOMPREHENSIF

KEDATANGAN MISSI ASING MENOPANG GERAKAN SALIBIYAH Periode tahun 1963 - 1966 Rupanya sudah diatur dari tempat asal warga transmigrasi, bahwa untuk masuk kedaerah Sumatera Barat, pertama-tama harus menyatakan beragama Islam walaupun sebenarnya didalam rombongan transmigrasi itu ter dapat pula orang-orang yang beragama Katholik sebagai selundupan. Persoalan ini bertahun-tahun kemudian berkembang terus menjadi “kasus Pasaman” yang sampai sekarang, walaupun telah berlalu tiga dasawarsa masih belum terselesaikan.120 Sejak tahun 1967, jauh sebelum riak gerakan salibiyah di Pasaman ini makin keras menghempas kerukunan hidup ditengah umat Islam, khususnya di Minangkabau dengan filosofi adat basandi syara’, dan syara’ basandi kitabullah. Maka Dewan Da’wah meminta prakarsa dari Menteri Agama Republik Indonesia supaya sama-sama menjaga keutuhan masyarakat yang di ancam oleh kerasnya gerakan salibiyah ini. Akhirnya, dengan prakarsa Menteri Agama R.I,
120

Pada tahun 1963, mulai berkunjung kedaerah transmigrasi Pastor dari Padang, dengan maksud meninjau dan melihat keadaan perkembangan orang-orang transmigran di TONGAR dan KOTO BARU (Mahakarya). Kunjungan itu pada mulanya tidak mendatangkan kecurigaan masyarakat setempat, namun selalu berlanjut setiap tahun sampai tahun 1966, dengan mendatangi rumahrumah keluarga Kristen yang tersembunyi dalam warga transmigrasi. 402 H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

diadakan musyawarah antara pemuka agama di Jakarta. Pada pokoknya diusahakan supaya terpelihara kerukunan antar umat beragama. Semua pemuka Islam yang hadir dalam musyawarah, 30 November 1967 di Jakarta itu, menyetujui saran pemerintah. Sedang pemuka-pemuka agama Kristen, baik yang Katholik maupun yang Protestan, menolak saran pemerintah itu. Dengan demikian, musyawarah gagal mencapai maksudnya.121 Barulah pada tahun 1969, pemerintah merasa perlu lebih bersungguh-sungguh mengatur lalu lintas pergaulan antar umat beragama dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 01/MDN/MAG/1969 tentang pelaksanaan tugas aparatur pemerintah dalam menjamin ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pengembangan dan ibadat agama oleh pemelukpemeluknya. Tahun 1973, Pasaman kembali memanas. Tahun ini berdiri suatu kampung ditepi Sungai Sampur Panti, dengan nama KAMPUNG MASEHI.122 Pada tahun 1973 ini mereka mengajukan pula permohonan kepada Pemerintah Daerah Kab. Pasaman untuk
121

(Dr.Anwar Haryono SH, “Indonesia Kita, Pemikiran Berwawasan Iman-Islam”, Cetakan Pertama, Jakarta Rabi’ul Akhir 1416 H/Agustus 1995, Hal 198 - 199).

Kampung tersebut berada diatas tanah yang diserahkan oleh Ninik Mamak; Panti dahulunya kepada keluarga pendatang dari Tapanuli juga yang pada mulanya seluruhnya beragama Islam. Namun kemudian diketahui, pada tahun 1973 bahwa di-antara penduduk itu telah terdapat 50 buah rumah jemaah kristen dan merekalah yang memberi nama kampung tersebut Kampung Masehi. 403 H.Mas’oed Abidin
122

DAKWAH KOMPREHENSIF

mendirikan gereja di Kampung Masehi tersebut. Seperti juga pada masa lalu Pemerintah daerah Kab. Pasaman tidak pernah memberikan keizinan disebabkan adanya protes dari segenap lapisan masyarakat dan penduduk, khususnya Panti, serta tidak memenuhi segala syaratsyarat. Diantaranya pembangunan gereja didaerah ini akan berakibat terhadap terganggunya keamanan dan kerukunan sesama penduduk yang telah terjalin selama ini. Walaupun demikian, tanpa harus menanti keizinan dari pemerintah daerah, pihak-pihak kristen HKBP tidak pernah ambil peduli dan akhirnya gereja tetap berdiri. Kondisi seperti inilah yang selamanya akan menjadi duri dalam daging bagi masyarakat di Pasaman. Kasus demi kasus, gerakan shalibiyah tetap berjalan dengan berbagai cara, berbagai dukungan dari kalangan fanatik kristen. Bertubi-tubi tuntutan masyarakat Islam Pasaman dan juga dari seluruh pelosok tanah air, ibarat gema sipongang didalam ngarai. Tak pernah berjawab. Barulah pada tahun 1978, menyusul dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 70/1978 tentang pedoman penyiaran agama. Disusul oleh Surat Keputusan Menteri Agama No. 77/1978 tentang bantuan luar negeri kepada lembaga keagamaan di Indonesia. Keputusan ini, sungguh merupakan upaya nyata pihak pemerintah untuk mengatasi agar gerakan pengkristenan tidak menusuk jantung umat Islam di Indonesia. Akan tetapi pihak Kristen selalau enggan mematuhinya. Termasuk di Pasaman Barat. Pasaman hari ini, diakhir tahun 1999, dalam menapak ke millenium ketiga, berkembang menjadi zamrud hijau
404

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

ditengah Sumatera Barat. Berpuluh ribu hektar lahan, yang tadinya kosong dan rimba belantara, telah dibuka menjadi perkebunan sawit. Masyarakat pendatang dari luar, tidak ter-kontrol lagi. Baik yang menyangkut adat istiadat, keyakinan dari agama yang dianut penduduk sebelumnya, maupun moral kehidupan mereka. Pasaman tengah berada dalam perubahan global, deras dan cepat. Masyarakat lesu, putus asa, dan kecewa. Mereka diam seribu bahasa. Gereja tumbuh, penaka jamur dimusim hujan. Pendatang yang mencari hidup di Pasaman sebagai buruh, pekerja dan penanam modal, seakan tidak peduli dengan per soalan agama yang mengarah kepada pemurtadan juga. Secara pasti dan terencana. Dalam menghadapi kenyataan seperti ini, pasti dihadapkan kepada problematika dakwah baru, yang sangat global.Akankah, berhenti tangan mendayung ??? Dewan Da’wah dibentuk berdasarkan hukum sebagai satu Yayasan, dipimpin oleh Bapak Mohamad Natsir. Tujuan yang utama "menggiatkan dan meningkatkan Dakwah Islamiyah di Indonesia".123

123

Pada tanggal 26 Februari 1967, didirikanlah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (Dewan Da’wah) dalam suatu pertemuan silaturrahmi Iedul-Fithri yang berlangsung di masjid Al-Munawwarah, Tanah Abang, yang dihadiri oleh Ulama-ulama dan tokoh-tokoh Islam.

 Alhamdulillah

H.Mas’oed Abidin

405

DAKWAH KOMPREHENSIF



Proyek Khusus Cilacap, Timor-Timur, Dan Mentawai

Ketiga proyek ini mempunyai penanggung jawabnya sendiri-sendiri. Diwujudkan sejak mulanya untuk melakukan pembinaan dan penangkalan umat dari garapan shalibiyah secara intensif dan dengan pendanaan khusus pula. Proyek-proyek seperti itu dilaksanakan dengan kerjasama dengan berbagai lembaga dakwah yang ada di tempat masing-masing.
406

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI



PROYEK KHUSUS, MASJID, KAMPUS DAN ISLAMIC CENTRE

Perkembangan selanjutnya langkah-langkah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebelum tahun 1986 , dalam umur yang masih remaja 20 tahun masa berjalan, ternyata tidak hanya di UNAND - IKIP Padang saja didirikan yang bernama Mesjid Al Azhar, akan tetapi kemudian telah tersebar dalam kampus- kampus di seluruh tanah air. Diantaranya Masjid Kampus ARIF RAHMAN HAKIM Kampus UI Salemba Jl. Salemba Raya Jakarta Pusat. Masjid Kampus STK YARSI Cempaka Putih di Jl. Cempaka Putih Jakarta Pusat, Masjid Kampus Komplek UI Ciputat, Jl. Ciputat Raya Jakarta Selatan. Dan juga, Masjid Kampus IKIP-UI Rawamangun Jl. Rawamangun Jakarta Timur, keseluruhannya di daerah DKI Jakarta. Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga tidak luput mendapatkan rekomendasi Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia untuk pendirian Masjid di kampus-kampus yang sudah ada. Masjid-masjid kampus memang menjadi H.Mas’oed Abidin perhatian
407

DAKWAH KOMPREHENSIF

yang serius oleh pimpinan Dewan Da’wah di seluruh Indonesia. Bahkan, menjadi program utama dalam rangka menghidupkan dakwah serta menumbuh suburkan dasar-dasar iman dan taqwa. Menanamkan aqidah Tauhid dikalangan angkatan muda dan intelektual Muslim. Suatu program yang tidak boleh ditunda-tunda. Generasi yang pada suatu masa kelak akan menjadi teknokrat atau pemimpin umat masa datang. Untuk Jawa Barat telah direkomendasi oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Masjid Kampus SALMAN kampus ITB Bandung dan Jawa Timur Masjid Kampus ITS SURABAYA dan Masjid IKIP MALANG, serta di Jawa Tengah Masjid Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta. Demikian pula diluar pulau Jawa. Diantaranya Masjid Kampus Universitas Hasanuddin dan Masjid Universitas Muslim Indonesia di Ujung Pandang serta Masjid Kampus Universitas Sam Ratulangi di Manado. Mengkoordinir pembinaan mahasiswa di Masjid dan Islamic Centre yang dibangun olehDewan Da’wah yang jumlahnya 11 proyek tersebar di berbagai penjuru tanah air.

408

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI



H.Mas’oed Abidin

409

DAKWAH KOMPREHENSIF

Khatimah POLA KERJA

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia berupaya selalu mensosialisasikan visi, misi, kebijaksanaan dan pola kerja dengan pedoman yang terang. Sebagai lembaga dakwah yang berbentuk Yayasan dari awal berdiri sangat memelihara sikap yang independen. Garis amaliah Dewan Da’wah selalu berada dijalur istiqamah membina umat, untuk senantiasa beramal sesuai tuntutan syari’at Islam dengan mengikut Sunnah Rasulullah SAW secara shahih. Tujuannya sangat jelas, mencari redha Allah. Konsekwensi visi ini melahirkan misi yang tegas pula. Kebijakan-kebijakan dakwah dilaksanakan dengan pola kerja yang tidak bisa bergeser dari landasan taqwa semata. Pola kerja amar makruf nahi munkar, selalu menjadi jati diri dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesiai. Sesungguhnya tidak perlu mengherankan bagi berbagai pihak, bila pada suatu kali Dewan Da’wah terlihat bertentangan dengan kebijakan seseorang baik dalam kedudukannya dipemerintahan.
410

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Secara politik dan sosial kemasyarakatan, satu ketika bisa terlihat Dewan Da’wah sebagai penentang keras dan berseberangan secara nyata. Tetapi, dilain ketika Dewan Da’wah bisa pula berbaik dengan pribadi yang sama. Hal ini semata disebabkan oleh, kebijakan yang dilaksanakan seseorang, apakah itu dipemerintahan atau dalam tatanan bermasyarakat yang sudah bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul, maka Dewan Da’wah dengan tegas mengingatkannya, kalau perlu menentangnya. Jadi, ukurannya bukanlah like or dislike, sama sekali bukanlah karena suka atau tidak suka terhadap pribadi seseorang. Selalu dijadikan ukuran, apakah kebijakan-kebijakan yang diambil atau dilaksanakan, baik dalam pemerintahan atau diluar pemerintahan, menyangkut kehidupan orang banyak, sejalan atau bertentangan dengan ajaran Islam.

Peran Dewan Da’wah lebih banyak kepada memberikan dorongan dan arahan-arahan yang jelas. H.Mas’oed Abidin
411

DAKWAH KOMPREHENSIF

Memberikan pemahaman dan mendorong umat, tentang kewajiban seorang muslim terutama tentang kewajiban dakwah. Kewajiban dakwah, dalam arti yang cukup luas, amar makruf nahi munkar, atau social support dan social control itu merupakan kewajiban pribadi secara individual, dengan landasan taqwa kepada Allah Keberadaan Dewan Da’wah berperan sebagai wadah tempat memadu kekuatan dan kerjasama dalam mengangkat dakwah agar lebih efisien. Inilah yang sering disebut dengan mobilisasi dakwah. Sekecil apapun peran seorang mukmin dalam melaksanakan dakwah adalah bagian dari jihad fi sabililah. Allah pasti membalasinya dengan pahala yang berlipat ganda, asal dilakukan dengan ikhlas karena Nya.

Seorang da’i harus meyakini, bahwa jika dia berjuang untuk Allah, kemenangan akan diberikan Allah lambat ataupun cepat. Kalaupun dia tidak sempat memetik buah hasil usahanya, dia mesti memiliki keyakinan mendalam bahwa anak, cucu atau generasi mendatangnya akan menikmatinya.
412

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

Karena itu, sebagai seorang da’i berkewajiban selalu menanamkan kebaikan dalam bentuk amar makruf nahi munkar ini, sesuai pesan Rasulullah SAW., walau kiamat datang menjelang, tapi ditangan masih ada tampang benih, tanamkan juga. Menanamkannya, sudah mendapatkan pahala dari Allah.

Kedudukan para pendukung dakwah adalah sama. Dalam dakwah tidak ada istilah instruksi atasan, akan tetapi harus berdasarkan kemauan sendiri dan kesadaran akan kewajiban.

H.Mas’oed Abidin

413

DAKWAH KOMPREHENSIF

PARA

PENDUKUNG

DAKWAH,

SENANTIASA

BERUPAYA

MENGHIDUPKAN DAN MENGGAIRAHKAN KELESUAN DAKWAH DIBERBAGAI BIDANG KEGIATAN DAKWAH.

MAKA,
BACA

BIDANG LAPANGAN PENGAJIAN ATAU TA’MIR MASJID,

PENDIDIKAN FORMAL ATAU NON FORMAL UNTUK PENGAJARAN TULIS

AL QUR’AN DENGAN SISTIM CEPAT, MENGADAKAN PELATIHAN DAN PENGKADERAN DIBERBAGAI JENJANG, MELAKUKAN SEMINAR, DISKUSIDISKUSI AGAMA, UNTUK MENDORONG UMAT BERADA DALAM PENGAMALAN SYARI’AT ISLAM SECARA UTUH, MENJADI MISI PENTING DARI DEWAN DA’WAH. MENCIPTAKAN
CARA-CARA YANG MENARIK DALAM PELAKSANAAN DAKWAH, AGAR KEGIATAN DAKWAH MENJADI MENARIK DAN MEREBUT SIMPATI SERTA ANTUSIAS MASYARAKAT UNTUK IKUT BERGABUNG DAN MENDUKUNG NYA.

MENINGKATKAN

PENGELOLAAN

DAN

KEPEDULIAN

DALAM

MENGGITAKAN SOLIDARITAS SESAMA MUSLIM.

MISI INI IKUT MENCIPTAKAN SUASANA, DIMANA DEWAN DA’WAHMENJADI HARAPAN ORANG BANYAK DAN MASYARAKAT, DALAM MENYELESAIKAN MASALAH YANG SEDANG MEREKA HADAPI. MENAMPILKAN
SUMBANGAN PEMIKIRAN DALAM DAKWAH. IDE-IDE KEPADA KREATIF DAN BARU SEBAGAI DAKWAH PELAKSANA-PELAKSANA

LAINNYA DAN MEMBAT KERJASAMA YANG SALING MENGUNTUNGKAN

414

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI



H.Mas’oed Abidin

415

DAKWAH KOMPREHENSIF

MENINGKATKAN KINERJA PENDUKUNG DAKWAH

Meningkatkan kinerja dan profersionalitas para pendukung dakwah dengan penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan dan skill tertentu. Untuk itu, Dewan Da’wah berupaya mendorong berdirinya lembaga-lembaga penunjang dakwah, dengan menghimpun dan merekrut tenaga-tenaga profesional dan potensial dikalangan cendikiawan. Termasuk memperbanyak terlaksananya kegiatankegiatan dakwah seperti seminar, diskusi, bedah buku, loka karya, dan lain-lain. Membuat penerbitan-penerbitan informasi dan kajian ilmiah. sebagai sumber

Meningkatkan Mutu Dakwah, tidak dapat dilepas dari kegiatan sustainable dalam mengadakan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan kader yang berkualitas, tangguh, berilmu diberbagai tingkatan. Pelatihan dan up-grading course diantara para pendukung dakwah akan berdampak terhindari perbenturan, perpecahan, pertikaian antar sesama pendukung dakwah dan masyarakat. Membentuk tim “gazwul fikri” sebagai team study kasus dan ideologis yang melakukan kajian secara ilmiah
416

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

tanpa emosional, tentang permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. The last but not least, tentu saja diikuti dengan mengolah sumber dana, dengan usahausaha ataupun donatur secara halal dan tidak mengikat. M O N I T O R I N G.

MENGAMATI

PERKEMBANGAN DAKWAH SECARA MENYELURUH

DALAM BERBAGAI BIDANG DAN ASPEKNYA, MAKA KEGIATAN

DEWAN

DA’WAH MEMERLUKAN USAHA-USAHA INTENSIF BERUPA ; 1. 2. 3. 4. MENGADAKAN PENELITIAN LANSUNG KE LAPANGAN. MEMANTAU MELALUI BERBAGAI MASS MEDIA. MENGADAKAN WAWANCARA DARI SUMBER INFORMASI. MEMBUAT “PETA DAKWAH”, MENURUT POTENSI, KONDISI, SITUASI DAN SARANA DAKWAH YANG ADA. 5. KAJIAN-KAJIAN INTERNAL DAN EKSTERNAL UMAT. INTERNAL UMAT MENCAKUP POTENSI SDM, SARANA, ORGANISASI, LOKASI, BIDANG GARAPAN, PERSONIL PENDUKUNG YANG DIMILKI. EKSTERNAL UMAT DAN KALANGAN LUAR ISLAM YANG MENJADI TANTANGAN DAKWAH, MELIPUTI POTENSI SDM DITENGAH MASYARAKAT BINAAN, LATAR BELAKANG KEHIDUPAN DAN KEKUATAN, DENGAN KETERSEDIAAN POTENSI SARANA, ATAU PERSONIL PENDUKUNG YANG DIMILIKI.

H.Mas’oed Abidin

417

DAKWAH KOMPREHENSIF

ANTISIPATIF Mengingatkan masyarakat terhadap bahaya yang mengganggu gerak dakwah dan membahayakan bagi kerukunan ditengah umat Islam.

Mempersiapkan diri menghadapi permasalahan di tengah masyarakat, diminta ataupun tidak. Menjawab tantangan atau pemberitaan yang memojokkan umat diberbagai mass media dan lainnya. Untuk ini diperlukan dukungan analisa SWOT. Memperkirakan kekuatan dan potensi SDM dan materil pendukung dakwah. Mengukur kemampuan sebelum melaksanakan satu program. Keberhasilan sangat ditentukan dukungan kemampuan dan material yang dimiliki. Kemampuan dan ketajaman melihat kesempatan peluang akan membuat kegiatan lebih bervariasi. Memperhitungkan kemungkinan yang akan menjadi penghalang, dan ancaman internal dari kalangan sendiri, atau external dari pihak luar.

418

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

ANALISA DAMPAK DAKWAH Ukuran satu keberhasilan menjadi dampak dakwah yang diterima dan mempengaruhi tingkah laku si mad’u. Perilaku masyarakat sebagai hasil dakwah, akan membantu analisa untuk menetapkan rancangan program, agar tidak terjadi pemborosan tenaga dan biaya. Selanjutnya, gerak dakwah berjalan secara effisien. Sasaran dakwah yang tidak tepat, akan menyebabkan pengulangan yang mubazir. Diperlukan pemilihan metoda yang tepat terarah.



H.Mas’oed Abidin

419

DAKWAH KOMPREHENSIF

REALITA KEHIDUPAN DITENGAH MASYARAKAT

420

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

1. KERUSAKAN AQIDAH Kerusakkan aqidah dikalangan masyarakat mulai tampak dalam kegiatan keagamaan atau pesta adat, yang dianggap telah menyimpang. Penyimpangan itu kentara dalam kebiasaan seperti tahayul, bid’ah, khurafat, kepercayaan kepada paranormal, keinginan menguasai kekuatan jin, mempelajari mistik, yang sangat banyak ditemui dalam masyarakat. Masalah ini, perlu mendapat perhatian dalam dakwah, sehingga yang Islami bisa dipertahankan, sedangkan yang bid’ah diusahakan untuk merubah ke arah yang sahih.

2. DEKADENSI MORAL Mengamati kehidupan masyarakat umum, remaja, generasi muda dan anak-anak, ditengah pergantian zaman pra-globalisasi yang berkembang pesat, dakwah Islam berhadapan dengan tantangan berat. H.Mas’oed Abidin
421

DAKWAH KOMPREHENSIF

Tumbuhnya tempat hiburan, bioskop, pasar, café, diskotik, telah menjadi sumber hidupnya maksiat. Tempat-tempat tersebut senyatanya telah menjadi basis perubahan moral yang menonjol. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus.

3. PRAKTEK IBADAH Praktek-praktek ibadah yang berkembang dan di tengah masyarakat, menyangkut ritual seperti ziaratul qubur, penyelenggaraan mayat, sistim shalawat dan sebagainya, ternyata pelaksanaannya mulai menyimpang sangat jauh dari bimbingan Sunnah Rasulullah SAW. Dewan Da’wah, tentu tidak bisa membiarkan kondisi seperti ini berlarut-larut. Demikian pula halnya mengenai Adat Istiadat. Kebiasaan yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam, tentu saja dapat ditolerir. Yang menjadi perhatian adalah adat istiadat
422

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

yang bertentangan syariat Islam. Mengantisipasi keadaan

dengan

ini perlu penganalisaan mendalam, meneliti kasus per kasus, untuk mendapatkan jalan yang tepat.

4. Ideologi atau Sistim Nilai Para du’at harus memperluas wawasan dengan mengetahui sistim nilai atau ideologi agama dan pahampaham yang dikembang oleh kelompok-kelompok yang bertebaran hidup dilingkungannya.

Paham-paham yang pesat perkembangannya diantaranya adalah paham-paham nasionalis, sekularisme, zionis, kristianis, harakah-haddamah dan komunisme. Para du’at di medan dakwah, seperti dokter yang bertugas mengobati pasien. Pasien dakwah adalah masyarakat yang didakwahi. Dalam mendiagnosa penyakit masyarakat, perlu penelitian secara jeli, apakah terapi yang paling tepat, untuk menentukan resep penyembuhan. Kehidupan global memasuki millenium ketiga, ditandai oleh pergulatan paham ideologi, politik ekonomi, H.Mas’oed Abidin
423

DAKWAH KOMPREHENSIF

sosial budaya, yang sifatnya mulai terasa pada tingkat pemaksaan kehendak. Ujungnya bermuara pada stabilitas pertahanan dan keamanan. Kepentingan kelompok-kelompok tampak banyak berperan menentukan nilai-nilai yang diberlakukan ditengah masyarakat. Umumnya, masyarakat Muslim di Indonesia yang jumlahnya banyak, selalu dijadikan segmen rebutan. Dalam kondisi ini, Dewan Da’wah dituntut menjadi badan yang bisa menjawab tantangan umat dan mampu untuk memberikan penafsiran ideologis sebagai fiqh-sosial untuk seluruh masyarakat yang sesuai dengan bimbingan Islam.



424

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

PRIORITAS KEGIATAN MASA DATANG

Hampir selama tiga dasawarsa, dakwah Islam mengalami masa-masa sulit dalam mengembangkan aktifitasnya. Hambatan dan tekanan politik yang didominasi Islamo-phobis dan kalangan non Islam sangat menghabiskan energi. Kegiatan pemurtadan serta gerakan kristenisasi di berbagai bidang makin deras melanda. Penetrasi budaya westernisasi ikut pula me-ramaikan pasar merebut pengaruh, dan dirasa sangat membahayakan kehidupan umat Islam secara keseluruhan. Kesemuanya, telah menjadi memfokus kegiatan Dewan Da’wah. issu central yang

Terutama sejak awal berdirinya Dewan Da’wah, masalah kristenisasi sangat mengedepan. Metoda sistematik diperlukan untuk menyadarkan umat akan bahaya kristenisasi, dan bisa mengancam aqidah dan kelanggengan kehidupan umat di Indonesia masa datang.

H.Mas’oed Abidin

425

DAKWAH KOMPREHENSIF

Penggalangan kekuatan dan persaudaraan Islam, didalam dan di luar negeri perlu pula men-dapatkan perhatian intensif dalam pola kegiatan. Di saat cuaca sudah mulai berubah, peluang memang sudah semakin terbuka. Namun, sekejappun umat tidak boleh dibiar-kan terlena dan lengah ter-hadap rencana makar musuh-musuh Islam. Mereka, tidak akan pernah berhenti untuk come-back dalam upaya membalikkan kembali kejayaan yang sudah pernah mereka raih. Fokus kegiatan Dewan Da’wah mengahadapi millenium ketiga menjadi bertambah berat dengan bobot yang semakin besar. Meningkatkan kualitas umat diberbagai bidang kehidupan agar mampu bersaing dan tampil sebagai pemenang dalam persaingan global, jangan dianggap merupakan kerja sambil lalu. Perlu masuk dalam program terpadu. Tanpa harus meninggalkan beban dakwah yang selama ini telah dipikul dan terarah ditujukan kepada memikirkan umat secara umum, para dhu’afak dan daerah terpencil atau terbelakang. Fokus dakwah mesti pula diarahkan kepada kalangan atas dan golongan menengah ke atas, dan kepada penguasa serta para intelektual. Kelompok ini senyatanya menduduki
426

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

key-position yang tengah memegang kunci kekuasaan, ekonomi, politik. Kontak langsung melalui lobby-lobby dengan metoda tepat, akan sangat berperanan dalam mem-bentuk jamaah kader berkualitas. Mempererat hubungan persaudaraan dalam ta’awun al Islamy menjadi sumber kekuatan dalam menggalang kerjasama di berbagai bidang kehidupan. Ikatan-ikatan melalui program dakwah dengan lembaga Islam di dalam maupun di luar negeri, menjadi titik fokus yang tidak boleh diabaikan pula. Meningkatkan kualitas ilmiah dan wawasan keIslaman, diantara para du’at agar mampu meng-antisipasi perkembangan zaman. Meningkatkan kualitas kemandirian dengan penggalangan dana melalui berbagai usaha yang halal dan tidak mengikat. Mempersiapkan dan memperbanyak kader dari generasi penerus yang berkualitas. Meningkatkan kerjasama dan konsolidasi ke dalam dan memper-kuat fungsi dan peran organisasi. Melalui aktifitas nyata ini, dengan bertitik tolak dari gagasan para pemimpin berlandaskan taqwa dalam mewujudkan masyarakat yang diredhai Allah, terlihatlah dengan jelas Gerak Langkah Kiprah Dakwah Komprehensif Menapak Alaf Baru.

H.Mas’oed Abidin

427

DAKWAH KOMPREHENSIF



428

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

DAFTAR KEPUSTAKAAN

AL QUR’AN DAN TERJEMAHANNYA Mujamma’ Khadim al Haramain asy syarifain al Malik Fahd li thiba’at al Mush-haf-asy-Syarif Medinah Munawwarah 1411 H

Natsir, Mohamad, DR H.Mas’oed Abidin
429

DAKWAH KOMPREHENSIF

ASAS KEYAKINAN AGAMA KAMI Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Jakarta, 1984.

BAHAYA TAKUT Media Dakwah no. 206, Muharram 1412/Agustus 1991.

( Dihimpun oleh D.P. Sati Alimin ) CAPITA SELECTA Bulan Bintang, Cetakan Ketiga, Jakarta, 1973.

( Dihimpun oleh D.P. Sati Alimin ) CAPITA SELECTA 2 Pustaka Pendis, Jakarta 1957.

Hakiem, Lukman

430

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

FAKTA DAN DATA USAHA-USAHA KRISTENISASI DI INDONESIA Media Dakwah, Jakarta, 1411/1991.

FIQHUD DAKWAH Yayasan CAPITA SELECTA, Cetakan Kesepuluh, Jakarta, 1996.

NOER, DELIAR, DR GERAKAN MODERN ISLAM DI INDONESIA 1900 - 1942 LP3ES, CETAKAN KEEMPAT, JAKARTA, 1998.

HARJONO, ANWAR, DR, S.H. HUKUM ISLAM, KELUASAN, DAN KEADLIANNYA BULAN BINTANG, JAKARTA, 1968.

HARJONO, ANWAR, DR, S.H. INDONESIA KITA, PEMIKIRAN BERWAWASAN IMAN-ISLAM Gema Insani Press, Jakarta, Cetakan Pertama, Jakarta, 1995. H.Mas’oed Abidin
431

DAKWAH KOMPREHENSIF

NOER, DELIAR, DR INDONESIA DIPERSIMPANGAN JALAN Bandung, Al Ma’arif,1951.

ISLAM DAN KRISTEN DI INDONESIA MEDIA DAKWAH, CETAKAN KEEMPAT JAKARTA, 1988.

ISLAM SEBAGAI DASAR NEGARA (PIDATO DI DEPAN SIDANG PLENO KONSTITUANTE, 12 NOVEMBER 1957) TANPA KOTA, TANPA PENERBIT, TANPA TAHUN.

ABIDIN, MAS’OED, H. ISLAM DALAM PELUKAN MUHTADIN MENTAWAI DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH INDONESIA, JAKARTA, 1997.

432

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Balai Pustaka, Cetakan Kedua, Jakarta, 1989.

Coronese, Stefano KEBUDAYAAN SUKU MENTAWAI PT. Grafidian Jaya, Cetakan Pertama, Jakarta, 1986. MENJAWAB PANGGILAN RISALAH (70 TAHUN H. BUCHARI TAMAM) Media Dakwah, Cetakan Pertama, Jakarta, 1992.

MENCARI MODUS VIVENDI ANTAR UMAT BERAGAMA DI INDONESIA Media Dakwah, Cetakan Kedua, Jakarta, 1983.

MEMOAR UNTUK BAPAK MOHAMAD NATSIR Harian Umum Singgalang, Rabu, 10 Pebruari 1993.

H.Mas’oed Abidin

433

DAKWAH KOMPREHENSIF

Panitia Buku Peringatan Mohamad Natsir dan Mohamad Roem 70 Tahun MOHAMAD NATSIR 70 TAHUN KENANG-KENANGAN KEHIDUPAN DAN PERJUANGAN Pustaka Antara, Cetakan Pertama, Jakarta, 1978.

Anshari, Saifuddin, Endang, H. dan Rais, Amien, H.M PAK NATSIR 80 TAHUN Buku Kedua, Media Dakwah, Cetakan Pertama, 1408/1988.

NOER, DELIAR, DR PARTAI ISLAM DI PENTAS NASIONAL 1945-1965 PT. Pustaka Utama Grafiti, Cetakan Pertama, Jakarta, 1987.

PENDIDIDKAN, PENGORBANAN, KEPEMIMPINAN, PRIMODIALISME, DAN NOSTALGIA Media Dakwah, Cetakan Pertama, Jakarta, 1407/1987.
434

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

PEMIMPIN PULANG; REKAMAN PERISTIWA WAFATNYA M. NATSIR Piranti Ilmu, Cetakan Pertama, Jakarta, 1413/1993.

ABIDIN, MAS’OED, H. PESAN-PESAN DR. MOHAMAD NATSIR Harian Singgalang, Rabu 10 Pebruari 1993.

Dr. Anwar Harjono, SH, Mahendra, Ihza, Yusril, Prof. DR, dkk PEMIKIRAN DAN PERJUANGAN MOHAMAD NATSIR (kumpulan makalah dalam seminar nasional Pemikiran dan Perjuangan Mohamad Natsir, yang diselenggarakan oleh YISC Al-Azhar Jakarta, tanggal 16-17 Juli 1994 di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru Jakarta). Penerbit Pustaka Firdaus Jakarta, Cetakan Pertama, Juli 1996

Thaher, Tarmizi, Dr. H. Keynote Speech Menteri Agama R.I pada Seminar tanggal 16-17 Juli 1994 di YISC, Jakarta, Pemikiran Dan Perjuangan Mohamad Natsir H.Mas’oed Abidin
435

DAKWAH KOMPREHENSIF

Pustaka Firdaus Jakarta, Cetakan, pertama, Juli 1996.

PERJALANAN MENCARI KEADILAN DAN PERSATUAN; BIOGRAFI DR. ANWAR HARJONO, SH Media Dakwah, Cetakan Pertama, Jakarta, 1414/1993.

Mahendra, Ihza, Yusril, Prof. DR POLITIK DAN PERUBAHAN TAFSIR ATAS KONSTITUSI (disarikan dari Pidato Pengukuhan Guru Besar Madya Tata Negara pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Balai Sidang Universitas Indonesia, Salemba Jakarta, Sabtu, 25 April 1996). Media Dakwah, No.287, Muharram 1419 H-Mei 1998

TAUSIYAH 24 TAHUN DEWAN DA’WAH; DAKWAH KITA ADALAH DAKWAH ILA’ILAH Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Jakarta, 1411/1991.

436

H. Mas’oed Abidin

GERAKAN DAKWAH BANGUN NEGERI

ABIDIN, MAS’OED, H. TAUSIYAH DAKWAH DR. MOHAMAD NATSIR Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia 1999, Naskah Dalam Proses Penerbitan.

H.Mas’oed Abidin

437

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->