P. 1
Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

|Views: 27,422|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Sections

Secara etimologis, antara kata “fungsi” dan “tujuan” memiliki
makna yang berbeda. Suatu tujuan tanpa fungsi adalah steril, dan
fungsi tanpa tujuan adalah mustahil. Bila kedua kata tersebut (fungsi
dan tujuan) dikaitkan dengan negara maka dapat bermakna sebagai

5

berikut :
Tujuan, menunjukkan apa yang secara ideal hendak dicapai oleh
suatu negara, sedangkan
Fungsi, adalah pelaksanaan cita-cita tersebut dalam kenyataan.
Perbedaan antara fungsi dan tujuan, dapat disebutkan sebagai

berikut :

Tujuan

Fungsi

a.Mengutamakan

adanya
sasaran yang hendak dicapai,
yang terlebih dahulu sudah
ditetapkan.
b.Menunjukkan dunia cita-cita,
yakni suasana ideal yang
harus diwujudkan.
c.Menjadi ide yang statis kalau
sudah ditetapkan.
d.Bersifat abstrak – ideal.

a.Menunjukkan keadaan gerak,
aktivitas dan termasuk dalam
suasana kenya-aan.
b.Merupakan pelaksanaan dari
tujuan yang hendak dicapai
tersebut.
c.Bersifat riil (nyata).
d.Bersifat konkrit (dapat
dirasakan dalam kehidupan).

2.Tujuan Negara
Tujuan negara sangat berhubungan erat dengan organisasi negara
yang bersangkutan. Tujuan masing-masing negara sangat dipengaruhi
oleh tata nilai sosial budaya, kondisi geografis, sejarah terbentuknya,
serta pengaruh politik dari penguasa yang bersangkutan. Pada
umumnya, tujuan negara adalah untuk menciptakan kesejahteraan,
ketertiban, dan ketenteraman semua rakyat yang menjadi bagiannya.

a.Pendapat Ahli Tentang Tujuan Negara

Plato, bahwa tujuan negara adalah untuk memajukan
kesusilaan manusia, baik sebagai makhluk individu maupun
sebagai makhluk sosial.

H.J. Laski, tujuan negara adalah untuk menciptakan
keadaan yang di dalamnya rakyat dapat mencapai keinginan-
keinginannya secara maksimal.

Thomas Aquinas dan Agustinus, tujuan negara adalah
untuk mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan
tenteram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan.
Pemimpin negara adalah wakil Tuhan karena kekuasaan yang
dimilikinya berasal dari Tuhan.

5

Fokus Kita :

Tujuan negara, sangat penting artinya karena akan menjadi
pedoman

dalam

menyusun, mengatur, dan
mengendalikan/mengerahkan
segala kegiatan, seluruh alat
kelengkapan negara, dan kehidupan negara (rakyat). Menurut
Roger F. Soltau, tujuan negara itu memungkinkan rakyat untuk

b.Teori-teori Tentang Tujuan Negara

Untuk lebih memahami tentang teori-toeri tentang tujuan
negara, dapat dilihat pada matrik di bawah ini.

Nama Teori,
Tokoh dan Latar
Belakangnya

Pokok-popok Pendapat
Yang Dikemukakan

Penguasa
Yang
Menerapkan

1.Kekuasaan
Negara
(Lord Shang
Yang
, seorang
negarawan
Tiong-kok/Cina
Kuno
)
Dilatarbelaka
ngi oleh
keadaan ne-
geri Cina saat
itu

yang
banyak me-
ngalami
pembe-
rontakan dan
pe-rang
saudara.

Rakyat dan negara harus
berban-ding terbalik, bila
negara ingin kuat maka
rakyat harus lemah dan
sebaliknya.
Negara harus berusaha
mengum-pulkan
kekuasaan/kekuatan yang
sebesar-besarnya. Negara
menyi-apkan militer yang
kuat, disiplin dan loyal
untuk

menghadapi
bahaya-bahaya dari luar.
Keselamatan

dan

kemakmuran

tidak
diperlukan, yang penting
negara aman sentausa.
Rakyat harus dijauhkan
dari kebu-dayaan, adat,
musik, nyanyian, hikayat,
kebaikan, kesusilaan,
hormat pada orang tua,
kekera-batan, kejujuran,
dan sofisme (the ten
evils
). Alasannya, semua
itu dapat melemahkan
jiwa

seseorang

(rakyat/prajurit).

a.

Atilla

b.

Jeng

his Khan
c.

Timu

r Lenk
d.

Kubh

ilai Khan

a.

2.Kekuasaan
Negara
(N. Machiavelli
1469 – 1527,

seorang pemikir
dan politikus
dari Italia
).
Dilatarbelaka
ngi oleh
keadaan ne-
garanya saat
itu

yang

Menitik beratkan pada
sifat priba-di raja, yaitu
agar dapat cerdik seperti
“kancil” dan menakut-
nakuti rakyatnya seperti
“singa”.
Pemerintah/penguasa
boleh ber-buat apa saja,
asal untuk kepenti-ngan
negara dalam mencapai
ke-kuasaan negara yang

a.

Fred

derick
Agung.
b.

Louis

XIV
c.

Adolf

Hitler
d.

B.
Mussolini

5

banyak me-
ngalami
pergola-kan
dan perpeca-
han.

sebesar-besarnya.
Siapu pun yang melawan
pemerin-tah/raja harus
ditinak tanpa kom-promi.
Pemerintah menghalalkan
segala cara, meskipun
harus melanggar sendi-
sendi kesusilaan dan kebe-
naran.
Seorang penguasa yang
cermat tidak bertahan
pada

keyakinan

/kepercayaan

yang

berlawanan

dengan

kepentingannya.

3.Perdamaian
Dunia
(Dante
Alighieri 1265
– 1321,
seorang
pemikir besar
dari Prussia –
Jerman
)
Dilatarbelaka
ngi oleh
adanya per-
tentangan
antara Kaisar
dengan Paus
mengenai si-
apa yang
paling berhak
dalam

ke-

kuasaan
negara.

Keamanan

dan
ketenteraman manusia
dalam negara dapat
dicapai apabila ada
perdamaian dunia, yan
tidak terletak pada
masing-masing penguasa
atau raja.
Dalam

mencapai
perdamaian dunia, perlu
dibentuk satu negara di
bawah satu imperium
(Raja atau Kaisar).
Pembentukan imperium
bertujuan

untuk
kepentingan kemanusiaan.
Pembentukan masing-
masing negara merdeka
hanya akan menimbulkan
peperangan.

Memberikan
ins-pirasi bagi
terben-tuknya
(Liga Bangsa-
Bangsa atau
LBB) dan
selanjutnya
diganti
menjadi
Perserikatan
Bangsa-
Bangsa (PBB).

4.Jaminan Atas
Hak

dan

Kewajiban
(Immauel Kant
1724 – 1804,

seorang ahli
hukum

dari

Jerman).
Dilatarbelaka
ngi oleh
keadaan ne-
gara Eropa

Negara harus membentuk
dan

mempertahankan
hukum supaya hak dan
kemerdekaan

warga

negara terpelihara.
Adanya hukum yang
dirumuskan

dalam
perundang-undangan, dan
hukum itu merupakan
penjelmaan

kehendak
umum (volonte generale).

Banyak
diterap-kan di
negara-
negara Eropa
dan Amerika
pada
umumnya
setelah abad
XVIII.

5

dalam
suasana
pencera-han
(enlightenme
nt
) yang
meagung-
agungkan
otono-mi dan
kebebasan
individu.

Perlunya

pemisahan

kekuasaan

antara

eksekutif dan legislatif.
Peranan negara : menajga
keterti-ban hukum dan
melindungi hak serta
kebebasan warganya.
Negara tidak boleh turut
campur dalam urusan
pribadi dan ekonomi
warganya.

Banyak
diterapkan di negara-
negara Eropa dan
Amerika.

5.Negara
Kesejahteraan
atau
Walfare
State

(R.
Kranenburg,

seorang ahli
hukum Jerman
).
Latar

belakangnya
hampir sama
dengan Teori
Ja-minan atas
Hak

dan

Kebebasan).

Negara bukan sekedar
pemelihara ketertiban
hukum belaka, tetapi
secara

aktif

mengupayakan

kese-

jahteraan

warga

negaranya.
Negara harus benar-benar
bertin-dak adil terhadap
seluruh warga negaranya.
Negara hukum bukan
hanya untuk penguasa
atau golongan tertentu
saja, tetapi untuk
kesejahteraan seluruh
rakyat di dalam negara.

Diterapkan di
ke-banyakan
negara
modern yang
menjunjung
tinggi
demokrasi
dan
menjamin
kese-
imbangan
antara
kepentingan
indi-vidu dan
masya-rakat.

Dalam perkembangannya, teori-teori tentang tujuan negara
menjelma menjadi paham-paham atau ideologi. Paham-paham tersebut
adalah sebagai berikut :

a.Teori Fasisme

Kata fasisme berasal dari kata “fascio” yang berarti “kelompok
politik”. Dari kata ini muncul istilah Fascio de Combattimento yang
berarti “Barisan Tempur”, yang dipraktikkan di Italia pada zaman
kediktatoran Mussolini (1883-1945). Mussolini menjadi Perdana
Menteri Fasis Italia dari tahun 1922-1943. Dengan demikian, tahun
1922 merupakan awal dimulainya praktik fasisme.

5

Secara umum, fasisme adalah sistem kediktatoran yang
menempatkan negara di tangan satu orang dan melarang setiap
oposisi atau perlawanan. Secara lebih khusus, fasisme adalah sistem
pemerintah diktatorial Italia, yang kemudian terkenal dengan
nasionalisme ekstremnya. Nazisme adalah salah satu jenis fasisme.

Sebagai suatu sistem pemerintahan dalam pencapaian tujuan,
negara fasis memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1)

Ditandai oleh kediktatoran satu partai yang kaku;

2)

Adanya penindasan terhadap oposisi;

3)

Menganut paham nasionalisme yang sempit;

4)

Seluruh aspek kehidupan warga negara diatur, dikontrol,
dan dikendlikan secara ketat oleh pemerintah fasis yang
sentralistis;
5)

Moralitas sering diabaikan demi mencapai tujuan negara

fasis;
6)

Pengaturan perekonomian sangat sentralistis;

7)

Tujuan negara fasis adalah “Imperium Dunia”. Pemimpin
bercita-cita untuk mempersatukan semua bangsa di dunia
menjadi satu negara atau kekuatan bersama.

Info Kewarganegaraan

ASAL MULA KATA FASIS

Pada masa kekaisaran Roma, para magister (para hakim)
membawa seikat tongkat yang ditengah-tengahnya ditempatkan
sebuah kapak yang kepalanya menonjol keluar (fasci dalam bahasa
latin). Fasci ini melambangkan otoritas mereka. Mussolini
menghidupkan kembali kata dan simbol itu di Italia pada tahun
1919.

Partai, pengikut, dan kelompok pejuangnya memakai nama
fascist, dan seikat tongkat itu menjadi logo partai. Pengikut Hilter
di Jerman lebih suka menyebut diri mereka Sosialis Nasional dari
pada fasis. Meski demikian, kedua gerakan itu (Fasisme Italia di
bawah Mussolini dan Sosialisme Nasionalisme Jerman di bawah
Hilter) pada dasarnya sama.

5

Fokus Kita :

Menurut faham fasis, negara bukan ciptaan rakyat melainkan
ciptaan orang kuat. Bila orang kuat sudah membentuk organisasi
negara, maka negara wajib ”menggembleng” dan mengisi jiwa
rakyat secara totaliter, diktatorial, dan nasionalisme. Paham ini
pernah dianut oleh negara Italia (Benito Mussolini), Jerman (Adolf

b.Teori Individualisme

Teori ini muncul di tengah-tengah peradaban reformasi Barat,
kurang lebih pada abad XVII dan XVIII. Teori ini muncul sebagai
antiklimaks kekuasaan monarki absolut . pelopor paham
individualisme (liberalisme) dalam bidang politik, antara lain John
Locke, Voltaire, Montesquieu, J.J. Rousseau,
dan Immanuel
Kant.

Para tokoh ini selalu menyuarakan liberti (kebebasan), egalite
(persamaan), dan

fraternite

(persaudaraan). Mereka juga
mengembangkan pemikiran rasionalisme dan humanisme sebagai
buah dari “Revolusi Prancis” dan “Revolusi Industri”. Individualisme
dalam arti luas dapat dikatakan sebagai perjuangan menuju
kebebasan (liberaisme). Dalam bidang ekonomi, liberalisme baru
muncul di abad XIX yang dipelopori oleh Adam Smith (Bapak
Kapitalisme). Dalam artian ekonomis, individualisme adalah paham
yang mengajarkan bahwa kebebasan individu dalam arti kehidupan
ekonomi tidak boleh dibatasi oleh peraturan pemerintah atau
masyarakat.

Seara politis, individualisme adalah paham yang mengajarkan
bahwa negara ada untuk individu, bukan individu untuk negara.
Singkat kata, individualisme sangat mengagung-angungkan
kebebasan individu dalam mengejar kepentingan-kepentingannya.
Menurut paham liberalisme, negara hanya berfungsi sebagai
“Penjaga Malam” (nachtwakerstaat), yaitu sekadar menjaga
keamanan dan ketertiban individu serta menjamin kebebasan
individu yang seluas-luasnya dalam memperjuangkan kehidupannya.
Teori ini banyak diterapkan di Amerika Serikat dan sebagian besar
negara Eropa.

c.Teori Sosialisme

Sosialisme berkembang secara luas di daratan Eropa (terutama
Eropa Timur), menyusul maraknya “Revolusi Industri” sekaligus
penghisapan ekonomi oleh kaum kapitalis/borjuis terhadap kaum
buruh/proletariat. Penghisapan yang dimaksud antara lain :

upah buruh

rendah;

jam kerja

buruh yang tinggi;

tidak

adanya jaminan kesehatan;

5

Fokus Kita :

Dalam pandangan individualisme, kepentingan individu harus
ditempatkan pada tujuan hidup manusia untuk mencapai
kebahagiaan dan kemakmuran sebesar-besarnya. Negara tidak
boleh ikut campur tangan dalam urusan pribadi, ekonomi dan

kemiskinan

yang merajalela di kalangan kaum buruh.

Melihat derap langkah kapitalisme yang semakin menjerat dan
menghisap kaum buruh itu, Karl Marx, seorang ahli ekonomi dan
filsuf dari Prussia (Jerman), terinspirasi untuk mengembangkan dan
memberi tanda revolusioner pada sosialisme. Ia menulis berbagai
buku yang provokatif, yang isinya antara lain meramalkan bahwa
suatu saat kaum buruh dieksploitasi oleh kaum kapitalis akan
menyadari nasibnya sendiri dan berbalik untuk menyingkirkan kaum
kapitalis melalui suatu revolusi. Hasil dari revolusi itu adalah
terciptanya sosialisme, dimana hak milik pribadi dan negara dihapus,
sarana-sarana produksi dan distribusi dimiliki secara bersama-sama,
dan terciptanya negara tanpa kelas.
Akan tetapi sosialisme bukanlah tahap akhir yang dicita-
citakannya. Sebab, pada tahap sosialisme, negara belum sepenuhnya
hilang, hak milik pribadi pun belum sepenuhnya dihapus, demikian
pula kelas-kelas. Karena itu, ia lebih tepat menyebut sosialisme
sebagai tahap transisi menuju komunisme. Pada tahap komunisme,
hak milik pribadi, kelas-kelas, dan negara benar-benar dihapus;
sarana-sarana produksi dimiliki secara bersama-sama dan negara
tanpa kelas tercipta.
Selama hidupnya, Mark sendiri tidak pernah menggerakkan
revolusi. Tetapi pengikut setianya, yaitu Lenin dan Stalin
menerjemahkan teori Mark menjadi suatu gerakan atau “aksi
revolusioner”. Melalui revolusi yang berhasil pada bulan Oktober
pada tahun 1917 – yang lazim disebut Revolusi Oktober/revolusi
Bolshevik-Lenin ( yang kemudian dilanjutkan oleh pengikutnya
Stalin) mendirikan negara Uni Soviet yang didasarkan pada paham
komunisme
, sekaligus menghancurkan pemerintah kapitalis-feodalis
lama, yaitu Tsar. Teman seperjuangan Mark adalah Friedrich
Engels.

Antara Sosialisme dan Komunisme, sebenarnya terdapat
kesamaan dan perbedaan pandang sebagai berikut :
Persamaan
Sosialisme dan
Komunisme

Perbedaan

Sosialisme

Komunisme

Negara mempunyai
hak campur tangan
dalam berbagai segi
kehidupan

a.Negara

masih
mengakui hak
milik pribadi atas
alat

produksi

a.Negara
melakukan hak
milik pribadi atas
alat produksi.

5

Fokus Kita :

Kelahiran sosialisme, terkait erat dengan keberadaan
kepitalisme yang sudah sangat eksploitatif. Sosialisme menentang
kemutlakan milik pribadi dan menyokong pemakaian milik pribadi
tersebut untuk kesejahteraan umum. Pelopor sosialisme antara
lain Etienne Cabet, Robert Owen, dan Albert Brisbane.

masyarakat. Hal ini
dilakukan

demi
tercapainya tujuan
negara,

yaitu

memberi
kebahagiaan yang
sebesar-besarnya
dan merata bagi
setiap

anggota

masyarakat.

terbatas.
b.Untuk

menciptakan ke-
sejahteraan
bersama, ne-gara
menggunakan
cara-cara damai.

c.Keberadaan
negara di-perlukan
untuk selama-
lamanya.

b.Untuk

menciptakan ke-
sejahteraan
bersama secara
revolusioner,
negara
menghalalkan
segala cara.
c.Keberadaan
negara hanya
untuk sementara
waktu diperlukan.

d.Teori Integralistik

Paham integralistik (dari kata Integral: suatu keseluruhan, atau
terdiri dari bagian-bagian yang membentuk suatu keseluruhan) ingin
menggabungkan kemauan rakyat dan penguasa (negara). Paham ini
melihat negara dan warga negara sebagai suatu keluarga besar.
Menurut paham ini, negara merupakan susunan masyarakat yang
integral, yang anggota-anggotanya saling terkait sehingga
membentuk satu kesatuan yang organis. Teori ini dipelopori oleh
Benedectus De Spinozoa, Adam Muller, dan Hegel.

Di Indonesia, paham integralistik pertama kali dikemukakan oleh
Prof. Dr. Soepomo pada permulaan sidang BPUPKI (Badan Penyidik
Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tahun 1945. Menurut
Soepomo, paham integralistik merupakan aliran pemikiran yang
paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang bersifat
kekeluargaan (paguyuban).
Gagasan Soepomo ini kemudian menjadi dasar terbentuknya
Tujuan Negara Republik Indonesia, seperti termaktub dalam
Pembukaan UUD 1945 Alinea IV:
Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia;
Memajukan kesejahteraan umum;
Mencerdaskan kehidupan bangsa, serta
Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

5

Fokus Kita :

Paham Integralistik, beranggapan bahwa negara didirikan
bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan
tertentu saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh masyarakat
negara yang bersangkutan.

Info Kewarganegaraan

KELEMAHAN PAHAM INTEGRALISTIK

Salah satu kelemahan paham integralistik, adalah negara sering
mengorbankan kepentingan individu demi kepentingan negara atau
bangsa secara keseluruhan. Sebab menurut paham ini, individu ada
untuk masyarakat/negara, bukan negara ada untuk individu.
Kebersamaan atau kekeluargaan begitu dijunjung tinggi. Demi
kepentingan masyarakat umum, misalnya rumah rakyat
(kepentingan individu) dapat digusur demi kepentingan
pembangunan jalan raya (kepentingan umum) yang terkadang
tanpa diberikan ganti rugi yang memadai.
Hal lain yang nampak sepele, antara lain ditebangnya pohon
mangga di depan rumah dipotong begitu saja tanpa diberikan ganti
rugi untuk atas nama “kepentingan umum” demi memperlancar
pembangunan tiang listrik.

1.Jelaskan fungsi-fungsi negara sebagai berikut :

Fungsi
Negara

Uraian Singkat

Contoh

Sebagai
Stabilisator...................................................
......................
...................................................
......................

Mengusaha
kan
Kesejahter
aan

...................................................
......................
...................................................
......................

Menegakka
n Keadilan...................................................
......................
...................................................
......................
Dari ketiga fungsi tersebut di atas, menurut anda manakah di
Indonesia yang sudah diterapkan dengan baik ! Berikan
alasannya : .......................................................................

5

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Fungsi Negara
(Fungsi dan tugas negara), Tujuan Negara ( pendapat tentang
tujuan negara dan teori tujuan negara, teori fasisme, teori
individualisme, teori sosialisme dan teori integralistik),
dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau
pernyataan sebagai berikut :

8

.......................................................................................................
...............................................

2.Berikan penjelasan tentang tugas essensial negara !
.......................................................................................................
.......................................................................................................
..............................................................................................
Berikan contoh masing-masing yang internal dan eksternal :
Internal : ......................................................................................
..............................................
Eksternal : .....................................................................................
..............................................

3.Teori-teori tentang tujuan negara, telah banyak dikemukakan
oleh para ahli kenegaraan. Tuliskan intisari pendapat dari teori
tujuan negara sebagai berikut !

Kekuasaan
Negara

Perdamaian
Dunia

Negara
Kesejahteraan

..............................
.............
..............................
.............
..............................
.............

................................
...............
................................
...............
................................
..............

.................................
..............
.................................
..............
.................................
..............

4.Berikan tanggapan penjelasan singkat, bagaimanakah
seorang Adolf Hitler sangat bersemangat dalam menerapkan
fasisme (Naziisme) di negaranya (Jerman) !
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

5.Tuliskan perbedaan pokok antara Teori Sosialisme dan
Teori Komunsime dalam praktik penyelenggaraan negara !

Teori Sosialisme

Teori Komunsime

.................................................
......................
.................................................
......................
.................................................
......................
.................................................
......................

..................................................
.......................
..................................................
.......................
..................................................
.......................
..................................................
.......................

6

6.Berikan tanggapan penjelasan singkat, mengapa Indonesia
lebih memilih “Teori Integralistik” dalam penyelenggaran negara
!
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

Tuliskan sekurang-kurangnya 2 (dua) kelemahan dalam
penerapan teori integralistik !
a...................................................................................................
..................................................................................................
..........................................................................................
b...................................................................................................
..................................................................................................
..........................................................................................

E.SIKAP SEMANGAT KEBANGSAAN (NASIONALISME DAN
PATRIO-ISME) DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT,
BERBANGSA, DAN BERNEGARA.

Setiap warga negara dari suatu negara, sudah barang tentu memiliki
keterikatan emosional dengan negara yang bersangkutan sebagai
perwujudan rasa bangga dan memiliki bangsa dan negaranya. Perasaan
bangga dan memiliki terhadap bangsanya, akan mampu melahirkan sikap
rela berkorban untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan
serta kedaulatan negara. Hal ini merupakan bentuk keterikatan kepada
tanah air, adat istiadat leluhur, serta penguasa setempat yang menghiasi
rakyat/warga setempat sejak lama atau disebut dengan ”semangat
kebangsaan”.

Semangat kebangsaan bagi setiap warga negara, harus dapat
dijadikan motivasi spiritual dan horizontal dalam mencapai kemajuan dan
kejayaan bangsa, menjaga keutuhan serta persaudaraan antar sesama.
Dengan kita mengerti dan memahami pentingnya semangat kebangsaan
bagi setiap warga negara, diharapkan mampu melahirkan jiwa
nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (rela berkorban) dengan
tetap menjunjung tinggi sikap-sikap sebagai berikut :
a.Mengedepankan keserasian, keselarasan dan keharmonisasn hidup
yang dilandasi oleh nilai-nilai ke-Tuhanan Yang Maha Esa;
b.Mengutamakan kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di
atas kepentingan pribadi atau golongan;

6

c.Menunjukkan kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan

negara;

d.Mengedepankan sikap berkeadilan sosial dalam hidup berbangsa dan
bernegara;
e.Menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, persaudaraan, kebersamaan,
dan keharmonisan dengan sesama;
f.Menghargai Hak Asasi Manusia (HAM), tidak diskriminatif dan bersikap
demokratis;
g.Menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan keadaban manusia.

Untuk lebih memahami tentang semangat kebangsaan, berikut ini
akan diuraikan tentang Nasionalisme dan Patriotisme.

1.Nasionalisme

Kata “nasionalisme” secara etimologis berasal dari kata “nasional”
dan “isme”, yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna
kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki rasa kebanggaan
sebagai bangsa, atau memelihara kehormataan bangsa. Menurut
Ensiklopedi Indonesia, nasionalisme diartikan sebagai sikap politik dan
sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang mempunyai
kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah serta kesamaan cita-cita
dan tujuan, dengan demikian, merasakan adanya kesetiaan mendalam
terhadap kelompok bangsa itu. Nasionalisme juga dapat diartikan
sebagai suatu ikatan antar manusia yang didasarkan atas ikatan
kekeluargaan, klan dan kesukuan.

Nasionalisme dalam makna persatuan dan kesatuan, yaitu
merupakan bentuk sebuah kesadaran keanggotaan di sautu bangsa
yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai,
mempertahankan, dan mengabadikan identitas, kemakmuran, dan
kekuatan bangsa. Di dalam jiwa nasionalisme, tertanam sebuah
keinginan untuk membangun negara sesuai dengan cita-cita, harapan,
dan kemampuan bangsa sendiri. Jiwa nasionalisme akan menjelma
dalam ideologi negara yang berlandaskan pada keinginan untuk
meningkatkan kesejahteraan bangsa dan negara secara utuh dan
menyeluruh tanpa bergantung kepada bangsa lain.
Pemahaman tentang nasionalisme, dapat dibedakan antara
nasionalisme dalam arti sempit dan dalam arti luas :

a.Nasionalisme dalam arti sempit

6

Fokus Kita :

"Kebangsaan" terbentuk dari kata "bangsa" yang dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai "kesatuan orang-orang
yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya,
serta berpemerintahan sendiri." Sedangkan kebangsaan diartikan
sebagai "ciri-ciri yang menandai asal bangsanya dan hal yang

Nasionalisme disini diartikan sebagai perasaan kebangsaan atau
cinta terhadap bangsanya yang tinggi atau berlebih-lebihan,
sehingga memandang bangsa lain lebih rendah. Paham yang
demikian sering dikenal dengan istilah Chauvinisme, misalnya yang
pernah dianut oleh bangsa Itali (masa B. Mussolini), Jepang (masa
Tenno Haika) dan Jerman (massa Hilter). Di masa Hitler berkuasa
(1921 – 1945), mencanangkan program Partai Nazi (Naziisme) yang
berdasarkan nasionalisme sempit, rasisme (terutama anti Yahudi),
autoriterisme dan militerisme.
Gerakan chauvinisme Jerman, dilaksanakan dengan persenjataan,
perluasan daerah untuk merebut ruang hidup (labensraum) bagi ras
leluhur (herrenrasse) Teuton, serta pemulihan harga diri dengan
pemerintahan militer yang bersatu – Ein Reich, Ein Volk, Ein Fuhrer -
(satu negara, satu bangsa dan satu pimpinan).

b.Nasionalisme dalam arti luas

Nasionalisme dalam pengertian luas, adalah perasaan cinta atau
bangga terhadap tanah air dan bangsanya dengan tetap
menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa
lain di dunia. Dalam melakukan kerjasama dengan negara lain, harus
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan dan
keselamatan bangsanya, serta tetap memandang bangsa lain sama
derajat dan terhormatnya sebagaimana bangsanya sendiri. Oleh
sebab itu, nasionalisme dalam arti luas terkandung prinsip-prinsip :
Kebersamaan, Persatuan dan kesatuan, Demokrasi atau demokratis.

Prinsip Kebersamaan

Penerapan prinsip kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari,
yaitu menuntut kepada setiap warga negara agar memiliki sikap
“pengendalian diri” untuk mengarahkan aktivitasnya menuju
kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang. Nilai kebersamaan,
menuntut setiap warga negara untuk menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Prinsip Persatuan dan Kesatuan

Dalam penerapan prinsip persatuan dan kesatuan,
terejawantahkan dalam bentuk kesetiaan/loyalitas tertinggi hanya

6

Fokus Kita :

Nasionalisme

menurut

Friedrich Hertz (Jerman),
mengandung 4(empat) unsur, yaitu : hasrat untuk mencapai
kesatuan, hasrat untuk mencapai kemerdekaan, hasrat untuk
mencapai keaslian, dan hasrat untuk mencapai kehormatan
negara. Nasionalisme merupakan hasil interrelasi dan interaksi

untuk kepentingan negara. Ini berarti setiap warga negara harus
mampu mengesampingkan kepentingan pribadi atau golongannya
yang dapat menimbulkan perpecahan dan anarkhis (merusak).
Untuk tetap tegaknya prinsip persatuan dan kesatuan, setiap
warga negara harus mampu mengedepankan sikap ;
kesetiakawanan sosial, peduli terhadap sesama, solideritas dan
berkeadilan sosial.

Prinsip Demokrasi/Demokratis

Prinsip demokrasi/demokratis, memandang bahwa setiap warga
negara mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Karena hakikat semangat kebangsaan, adalah adanya tekad untuk
hidup bersama yang mengutamakan kepentiangan bangsa dan
negara yang tumbuh dan berkembang dari bawah untuk bersedia
hidup sebagai bangsa yang bebas, merdeka, bersatu,
berkedaulatan, adil dan makmur.

6

6

Info Kewarganegaraan

NASIONALISME YANG DIPERLUKAN

Nasionalisme sebagai paham kemasyarakatan mau tidak mau
bersifat konstekstual. Masuk akal jika kita bertanya, nasionalisme
macam apa yang kita perlukan ?. Kita perlukan untuk menghadapi
persoalan dan tantangan ke dalam maupun keluar. Namun ,
paham dan sikap nasionalisme itu kita aktualisasikan sekarang,
alasannya kuat. Ambillah, misalnya, kondisi kita secara umum
masih terpuruk, bahkan disertai aneka bencana alam, penyakit,
dan musibah yang membuat perikehidupan kita bersama
bertambah memprihatinkan.
Kita negara kaya alam, berpenduduk 220 juta, pernah menonjol
di wilayah ini karena perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.
Sekarang kita ketinggalan dari Malaysia, Thailand, China, India,
dan kini dari Vietnam. Namun, secara rasional, kultural, dan
emosional belum muncul sikap kita bersama untuk bangkit dan
mengejar ketinggalan itu.
Kondisi kita lebih cocok jika dilukiskan sebagai cenderung asyik
di antara kita sendiri, asyik berbeda pendapat, asyik kurang saling
percaya, asyik saling menyalahkan. Mengapa tidak bangkit
bersama menghadapi dan mengejar ketertinggalan ? Siapa kita
ketuk hati dan pikirannya agar membawa kebangkitan dan
komitmen bersama mengejar ketinggalan itu ? Para pemimpin,
pemerintah, elite politik, partai, organisasi kemasyarakatan. Tidak
kurang penting, adalah kesadaran dan komitmen para pelaku
bisnis.

Dalam kerangka kontekstual itu pula, tepat sambutan Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono
agar kita memahami
perkembangan baru seperti globalisasi dengan sikap rasional,
dengan nasionalisme yang juga kontekstual (Kompas, Kamis 23
Maret). Diingatkan oleh Presiden agar kita jangan gamang
menghadapi globalisasi. Justru agar kita menyikapinya dengan
cerdas, bijak, serta memanfaatkan peluang bagi kemajuan dan
kesejahteraan rakyat. Diingatkan pula, globalisasi membawa serta
hal-hal merugikan, sekaligus juga kesempatan yang agar kita pilih
dan kita manfaatkan secara kritis dan konstruktif, secara cerdas
dan bijak.

Selanjutnya perlu juga ditegaskan, nasionalisme sebagai sikap
bangsa berarti mencintai sesama warga bangsa, tanah air, alam,
dan seni budaya. Siap membela negara dan kepentingan tetap kita
perlukan. Meskipun sekali lagi, penghayatan dan pelaksanaannya
tak bisa terlepas dari perkembangan dan perubahan zaman. Lebih
jauh sikap cinta dan membela tanah air, warga dan budaya bangsa
itu perlu dijabarkan diberi makna yang aktual. Diantaranya dalam
komitmen warga mengejar pendidikan, membangun sikap budaya
dan orientasi nilai yang menunjang kemajuan.
Dinyatakan dalam sikap mendahulukan kepentingan umum dan
kepentingan bersama karena itu pantang menyalahgunakan
kekuasaan, dan kesempatan pada wilayah negara, pemerintahan,
masyarakat, maupun bisnis. Diterjemahkan sebagai disiplin, kerja
keras, menghargai pendidikan, pandai mengelola uang,
membangun saling percaya, menghargai prestasi, bersetia kawan.
Nasionalisme yang tetap berakar, tulus, tetapi konstekstual,
aktual, serta cerdas.

Sumber : Tajuk Rencana Kompas,

11Patriotisme

Makna “patriotisme” yang berasal dari kata “patriot” dan “isme”,
merupakan sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan (Indonesia) atau
heroism dan patritism (Inggris), yaitu sikap yang gagah berani,
pantang menyerah dan rela berkorban (harta, jiwa/raga) demi
bangsa dan negara. Sikap patriotisme, merupakan sikap yang
bersumber dari perasaan sangat cinta kepada tanah air sehingga
menimbulkan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negaranya.
Semangat patriotisme dapat melahirkan seorang pejuang
sejati. Pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan
perilaku terpuji, cinta tanah air, dimana ia rela mengorbankan
segala-galanya bahkan nyawa sekalipun untuk kemajuan, kejayaan
dan kemakmuran tanah airnya. Pengejawantahan sikap patriotisme
dapat dilaksanakan pada masa darurat (perang) atau masa damai.

Pada Masa Darurat (Perang)

Merupakan perjuangan dalam melawan penjajah dalam
mewujudkan kemerdekaan, kedaulatan, dan martabat bangsa dan
negara. Setiap warga negara yang mampu, berusaha mengangkat
senjata, ikut bertempur secara fisik ke medan perang. Bagi
mereka yang lain, ada juga yang menjadi petugas dapur umum,
menolong yang terluka/meninggal, atau sumbangan dalam bentuk
harta benda dan lain-lain. Semua kegiatan tersebut, merupakan
bukti sikap patriotik yang didasari oleh rasa cinta tanah air atau
semangat nasionalisme sebagai warga bangsa.

Pada Masa Damai (Paska Kemerdekaan)

Setiap warga negara yang tidak mengalami masa perang (paska
kemerdekaan), dalam mewujudkan semangat patriotisme yang
dilandasi oleh rasa nasionalisme antara lain : mampu menegakkan
hukum dan kebenaran, meningkatkan kemampuan diri secara
optimal, memajukan pendidikan dengan memberantas kebodohan
dan kemiskinan, memelihara persaudaraan dan persatuan,
penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lain-
lain.

6

Info Kewarganegaraan

PATRIOTISME

Dalam bahasa Yunani, “patritosme” berasal dari kata “patris
yang berarti tanah air. Patriotisme berarti rasa kecintaan dan
kesetiaan seseorang pada tanah air dan bangsanya, kekaguman
pada adat dan kebiasaannya, kebanggaan terhadp sejarah dan
kebudaya-annya, serta sikap pengabdian demi kesejahteraan. Di
dalamnya juga terkandung pengertian rasa kesatuan dan
keanggotaan bagi bangsanya; merupakan sikap atau perasaan
wajar pada manusia, dari segala bangsa, usia, dan jaman.
Hampir dalam sepanjang sejarah umat manusia, patriotisme
merupakan cita-cita sederhana tanpa pertautan politik tertentu.
Menjadi lebih rumit sesudah terjadi perkembangan baru dalam
sarana angkutan dan perhubungan, juga ditemukannya tank,
senapan mesin, dan persenjataan baru lainnya. Patriotisme
menjadi berjalin dengan demokrasi dan nasionalisme.
Patriotisme yang berlebihan menjurus ke arah chauvinisme atau
jingoisme, dapat terjadi pada setiap bangsa dan dalam segala
jaman.

Dalam akhir 1880-an bangsa-bangsa Barat merasa berutang
budi, maka wajib memajukan tanah jajahannya, dan dengan
demikian mengalihkan kebudayaannya pada rakyat jajahan.
Pada pertengahan tahun 1900-an bangsa-bangsa Jerman dan
Italia di bawah Adolf Hilter dan Benito Mussolini merasa
mempunyai tugas patrotik untuk memperlebar batas-batas
kawasan daerahnya. Sikap kebalikan Patriotisme :

kosmopolitisme.

3.Penerapan Semangat Kebangsaan

Pembahasan tentang patriotisme, tidak dapat dipisahkan dengan
nasionalisme, karena keduanya merupakan perwujudan semangat
kebangsaan. Para penyelenggara negara dituntut memiliki
kemampuan dalam upaya menegakkan kebenaran dan keadilan serta
mengantisipasi berbagai ancaman negara baik dari dalam
(separatisme, konflik antar suku, anarkhisme, korupsi, Narkoba, dan
lain-lain ) maupun dari luar (intervensi, agresi, propaganda yang
mendeskriditkan, dan lain-lain) demi keutuhan negaranya, dan
kepentingan rakyatnya. Semangat kebangsaan harus diimbangi

6

dengan nilai-nilai religius dan pengendalian diri agar tidak
menimbulkan perpecahan, karena saling merasa bahwa negara dan
bangsanya dianggap paling penting untuk diperjuangkan.
Semangat kebangsaan dalam arti luas, dapat diterapkan pada
keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar dengan cara :

a.Keteladanan

Keteladanan atau “teladan”, merupakan sikap dan perilaku
yang patut dicontoh atau ditiru karena perkataan dan
perbuatannya. Keteladanan dapat diberikan di berbagai
lingkungan seperti di rumah (keluarga), di sekolah, instansi
pemerintah dan swasta, maupun dalam masyarakat luas. Dalam
keteladanan, mulailah dari hal-hal terkecil, dan dari diri sendiri.
Contoh : bekerja keras dan disiplin dalam mengejar prestasi,
membayar pajak tepat waktu, mematuhi tata tertib berlalu lintas,
mau melakukan kerja bakti/gotong royong membersihkan
lingkungan, tidak melakukan korupsi, dan lain-lain.

b.Pewarisan

Pewarisan atau “warisan”, merupakan cara atau proses dalam
menurunkan, memberikan atau menyerahkan sesuatu kepada
pihak lain. Pewarisan semangat kebangsaan, adalah cara-cara
menurunkan nilai-nilai, sikap dan perilaku terpuji kepada generasi
berikutnya (muda). Contoh : tulus ikhlas dalam membantu orang
yang terkena musibah, berlaku jujur dan bertanggung jawab
dalam mengemban amanah, terbiasa belajar dan bekerja tepat
waktu, dan lain-lain.

c.Ketokohan

Ketokohan atau “tokoh”, merupakan sosok seseorang yang
terkenal dan disegani karena pangaruhnya sangat besar di dalam
masyarakat. Dalam semangat kebangsaan, ketokohan perlu
dijadikan sandaran pedoman (referensi) guna memberikan
motivasi dan semangat bagi generasi muda. Contoh : berupaya
selalu mengambil inisiatif dalam hal-hal kebaikan (kerja bakti,
membantu sesama, dan belajar), tidak cepat puas dalam suatu
prestasi, ingin selalu memberikan yang terbaik, rajin membantu
atau sedekah kepada orang lain yang membutuhkan, dan
sebagainya.

6

6

KESIMPULAN

F

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang telah
diberikan akal, fikiran, perasaan dan keyakinan sehingga ia mampu
membedakan antara yang baik dan buruk, yang benar dan yang salah.
Makna manusia dalam kehidupan nyata, dapat dibedakan antara lain
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Para ahli masih berbeda pendapat tentang rumusan suatu bangsa, namun
secara umum dapat diberikan makna bahwa suatu bangsa merupakan
kumpulan orang yang memiliki kesamaan keturunan, bahasa, adat
istiadat, dan sejarahnya.
Secara umum, negara dapat dikatakan sebagai suatu organisasi yang di
dalamnya ada wilayah, rakyat dan pemerintah yang berdaulat. Di dalam
memahami tentang makna negara, perlu juga dilihat pendapat para ahli,
sifat hakikat negara dan terjadinya negara baik secara teoritis maupun
secara faktual.
Unsur-unsur terbentuknya negara dapat dibedakan antara unsur
konstitutif (wajib) dan unsur deklaratif (pernyataan). Unsur konstitutif
mencakup : rakyat, wilayah (darat, laut, dan udara), pemerintah yang
berdaulat serta wilayah ekstrateritorial. Sedangkan unsur deklaratif,
merupakan pengakuan dari negara lain yang diperlukan sebagai
persyaratan dalam tata hubungan internasional.
Setiap negara yang didirikan akan memiliki fungsi dalam pengaturan
kehidupan negara guna menciptakan tujuan-tujuan negara. Fungsi negara
pada umumnya mencakup fungsi melaksanakan penertiban, fungsi
mengusahakan kesejahteraan, fungsi pertahanan, dan fungsi
menegakkan keadilan.
Tujuan didirikannya negara sangat penting dalam rangka menyusun,
mengatur, dan mengendalikan segala kegiatan bagi seluruh kelengkapan
negara. Pada umumnya, negara didirikan dengan tujuan untuk
menciptakan kesejahteraan, ketertiban, dan ketenteraman semua rakyat
yang menjadi bagiannya.
Dalam perkembangan teori-teori tentang tujuan negara, terdapat paham-
paham atau ideologi yang muncul dan telah diterapkan di banyak negara
hingga sekarang ini. Di antara paham-paham tersebut antara lain fasisme
(negara di tangan satu orang), liberalisme (mengutamakan kepentingan
individual), dan sosialisme/komunisme (bersifat kolektif).
Negara Indonesia memilih paham integralistik, hal ini karena sesuai
dengan kondisi bangsa yang majemuk dan mengedepankan sifat
kekeluargaan. Paham integralistik beranggapan bahwa negara yang
didirikan bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan
tertentu saja, namun untuk kepentingan seluruh masyarakat negara yang
bersangkutan.
Paham kebangsaan sangat penting untuk dibangun dalam rangka
memperkuat daya tahan suatu bangsa untuk menghadapi berbagai
ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Dengan paham kebangsaan,
diharapakan akan mampu melahirkan jiwa nasionalisme (cinta tanah air)
dan patriotisme (rela berkorban) dengan tetap menjunjung tinggi sikap-
sikap antara lain : keserasian, kepentingan dan keselamatan bangsa serta
menghargai hak asasi manusia.
Penerapan

semangat

kebangsaan

sangat

penting

untuk
ditumbuhkembangkan bagi generasi penerus bangsa (pelajar) baik di
dalam keluarga, sekolah, maupun di dalam masyarakat. Adapun cara
yang dapat dilakukan dalam penerapan semangat kebangsaan, antara
lain melalui : sikap keteladanan, sikap pewarisan dan sikap ketokohan.

LATIHAN UJI KOMPETENSI

11Pilihan Ganda

Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar !

1.
Pendekatan manusia yang
didasarkan pada pernyataan
bahwa manusia adalah jasad
yang tersusun dari bahan-bahan
material, disebut .....
a.

materialisme biologik

b.

historis materialisme

c.

idealisme materialisme

d.

materialisme

antropologik
e.

Idealisme antropologik

2.
Hal terpenting yang dapat
membedakan antara manusia
dengan makhluk lain guna
mempertinggi kualitas hidupnya
adalah sebagai berikut,
kecuali .....
a.

intuisi

b.

akal

c.

pikiran

d.

perasaan

e.

keyakinan

3.
Tipologi manusia yang antara
lain mempunyai jangkauan
berfikirnya jauh ke depan dan
penuh cita-cita besar, adalah
yang memiliki sifat .....
a.sanguinikus

b.flegmatikus

c.gepasssioneerd
d.amorf
e.sentimentil

4.
Tokoh yang berpendapat bahwa
bangsa adalah kelompok
manusia yang memiliki
kesamaan karakter dan nasib,
adalah .....
a.Hans Kohn
b.Ernest Renan
c.F. Ratzel
d.Jalobsen dan Lipman
e.Bung Karno

5.

Menurut

George Jellinek,
negara meru-pakan organisasi
kekuasaan dari sekelom-pok
manusia

yang

telah

berkediaman .....
a.

di wilayah tertentu

b.

secara permanen

c.

secara bersama-

sama
d.

di daerah yang

sama
e.

sudah

lama

menetap

6.

Pada negara yang terjadi
berdasarkan

pendekatan
pertumbuhan primer dan
sekunder, tumbuhnya Primus
interpares
adalah pada fase .....
a.

genootschaft

b.

kerajaan (rijk)

c.

negara otokrasi

d.

negaras nasional

e.

negara demokrasi

7.
Salah satu fungsi umum negara
dalam mengatur kehidupan
negara adalah .....
a.melindungi hak milik dari
setiap orang
b.menegakkan keadilan dan
kebenaran

7

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang telah
diberikan akal, fikiran, perasaan dan keyakinan sehingga ia mampu
membedakan antara yang baik dan buruk, yang benar dan yang salah.
Makna manusia dalam kehidupan nyata, dapat dibedakan antara lain
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Para ahli masih berbeda pendapat tentang rumusan suatu bangsa, namun
secara umum dapat diberikan makna bahwa suatu bangsa merupakan
kumpulan orang yang memiliki kesamaan keturunan, bahasa, adat
istiadat, dan sejarahnya.
Secara umum, negara dapat dikatakan sebagai suatu organisasi yang di
dalamnya ada wilayah, rakyat dan pemerintah yang berdaulat. Di dalam
memahami tentang makna negara, perlu juga dilihat pendapat para ahli,
sifat hakikat negara dan terjadinya negara baik secara teoritis maupun
secara faktual.
Unsur-unsur terbentuknya negara dapat dibedakan antara unsur
konstitutif (wajib) dan unsur deklaratif (pernyataan). Unsur konstitutif
mencakup : rakyat, wilayah (darat, laut, dan udara), pemerintah yang
berdaulat serta wilayah ekstrateritorial. Sedangkan unsur deklaratif,
merupakan pengakuan dari negara lain yang diperlukan sebagai
persyaratan dalam tata hubungan internasional.
Setiap negara yang didirikan akan memiliki fungsi dalam pengaturan
kehidupan negara guna menciptakan tujuan-tujuan negara. Fungsi negara
pada umumnya mencakup fungsi melaksanakan penertiban, fungsi
mengusahakan kesejahteraan, fungsi pertahanan, dan fungsi
menegakkan keadilan.
Tujuan didirikannya negara sangat penting dalam rangka menyusun,
mengatur, dan mengendalikan segala kegiatan bagi seluruh kelengkapan
negara. Pada umumnya, negara didirikan dengan tujuan untuk
menciptakan kesejahteraan, ketertiban, dan ketenteraman semua rakyat
yang menjadi bagiannya.
Dalam perkembangan teori-teori tentang tujuan negara, terdapat paham-
paham atau ideologi yang muncul dan telah diterapkan di banyak negara
hingga sekarang ini. Di antara paham-paham tersebut antara lain fasisme
(negara di tangan satu orang), liberalisme (mengutamakan kepentingan
individual), dan sosialisme/komunisme (bersifat kolektif).
Negara Indonesia memilih paham integralistik, hal ini karena sesuai
dengan kondisi bangsa yang majemuk dan mengedepankan sifat
kekeluargaan. Paham integralistik beranggapan bahwa negara yang
didirikan bukan hanya untuk kepentingan perorangan atau golongan
tertentu saja, namun untuk kepentingan seluruh masyarakat negara yang
bersangkutan.
Paham kebangsaan sangat penting untuk dibangun dalam rangka
memperkuat daya tahan suatu bangsa untuk menghadapi berbagai
ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Dengan paham kebangsaan,
diharapakan akan mampu melahirkan jiwa nasionalisme (cinta tanah air)
dan patriotisme (rela berkorban) dengan tetap menjunjung tinggi sikap-
sikap antara lain : keserasian, kepentingan dan keselamatan bangsa serta
menghargai hak asasi manusia.
Penerapan

semangat

kebangsaan

sangat

penting

untuk
ditumbuhkembangkan bagi generasi penerus bangsa (pelajar) baik di
dalam keluarga, sekolah, maupun di dalam masyarakat. Adapun cara
yang dapat dilakukan dalam penerapan semangat kebangsaan, antara
lain melalui : sikap keteladanan, sikap pewarisan dan sikap ketokohan.

c.mengawasi aturan agar
diaati warganya
d.membuat

dan

melaksanakan peraturan
e.menjamin kesejahteraan
fakir miskin

8.

Macam-macam bentuk batas
buatan wilayah daratan antara
satu negara dengan negara lain,
yaitu antara lai sebagai berikut,
kecuali .....
a.

pagar tembok

b.

hutan buatan

c.

kawat berduri

d.

tiang tembok

e.

patok kayu/batu

9.

Pada negara yang memiliki
wilayah laut yang luas, konsep
laut res nullius, adalah konsepsi

yang menyatakan bahwa laut
tersebut adalah .....
a.dapat dimiliki oleh negara
b.milik bersama semua
negara
c.dimiliki negara yang besar
d.dapat

dimanfaatkan

semua negara
e.tidak satupun negara
yang memiliki

10.
Penerapan

semangat
kebangsaan dalam arti luas,
dapat dilakukan di dalam
keluarga, sekolah

dan
masyarakat luas, dengan
cara .....
a.

demokratisasi

b.

ketokohan

c.

transparansi

d.

kedisiplinan

e.

sosialisas

7

11SOAL ESSAY/URAIAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan
jelas !

1.Berdasarkan kajian teori,
tentang aspek manusia dapat
dibedakan dalam

aliran

materialisme,

aliran

spiritualisme

dan aliran
dualisme. Tuliskan perbedaan
pokok diantara ketiga aliran
tersebut sesuai dengan
pemahaman anda !
2.Berikan penjelasan pentingnya
fungsi perasaan dan keyakinan
manusia sebagai makhluk
individu dan makhluk sosial !
3.Identifikasikan, unsur-unsur apa
sajakah yang ada dalam
memaknai suatu bangsa yang
secara umum ada pada bangsa-
bangsa di dunia !
4.Klasifikasi pengertian negara,
dapat ditinjau dari organisasi
kekuasaan, organisasi politik,
organisasi kesusilaan dan
integralistik. Manurut anda,
manakah di antara tinjauan
negara tersebut yang paling
sesuai dengan kondisi negara
Indonesia ? berikan alasannya !
5.Dalam teori terjadinya negara
berdasarkan

pendekatan
primer, terdapat fase kerajaan
menjadi fase negara nasional.
Berikan penjelasan, bagaimana
hal tersebut dapat terjadi !

11INQUIRI

6.Unsur-unsur

terbentuknya
negara konstititif terdiri dari
rakyat, wilayah, dan pemerintah
berdaulat. Berikan penjelasan,
mengapa pada unsur konstitutif
rakyatlah yang dianggap paling
penting keberadaannya !
7.Pemerintah Indonesia merasa
penting untuk menyelesaikan
masalah-masalah

landas
kontinen dengan negara
tetangga. Jelaskan yang
dimaksud landas kontinen dan
beri alasan mengapa hal
tersebut dianggap penting bagi
bangsa Indonesia !
8.Jelaskan hubungan antara teori
kedaulatan hukum (nomokrasi)
dengan teori kedaulatan rakyat
dalam pandangan-pandangan
para ahli kenegaraan !
9.Berikan penjelasan tentang
fungsi negara Indoneisa pada
umumnya dalam menegakkan
keadilan yang dilaksanakan
melalui badan-badan peradilan !
10.Semangat kebangsaan harus
tetap kita pertahankan dalam
membela bangsa dan negara.
Tuliskan 5 (lima) contoh
semangat kebangsaan yang
paling sesuai dengan daerah
anda pada situasi sekarang ini !

NASIONALISME BUKAN
BARANG JADI

Menurut

Hilmar Farid,

nasionalisme

merupakan
konstruksi sosial dan politik,
bukan realitas nyata. Artinya,
nasionalisme bukanlah barang
jadi dan bukan pula warisan
leluhur.

Sebuah persepsi yang begitu
lama ditanamkan selama Orde
Baru yang mengatakan bangsa
Indonesia merupakan sesuatu
yang pasti dan final. Implikasi
dari pemikiran ini adalah tidak

Berdasarkan wacana tentang
Nasionalisme Bukan Barang
Jadi
”, berikan

tanggapan

penjelasan !
1.Rumuskan kembali yang
dimaksud

dengan

nasionalisme !
2.Apa sesungguhnya inti sari
pendapat Hilmar Farid tentang
nasionalisme !
3.Tuliskan perbedaan perwujudan
nasiona-lisme pada masa orde
baru dengan masa sekarang
(reformasi) !
4.Jelaskan, mengapa nasionalisme
bukan merupakan barang jadi
dan bukan pula warisan
leluhur !
5.Berikan penjelasan, benarkah
masa orde baru “tidak
membuka peluang memikir-kan
kembali konsep tentang
bangsa” !

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->