P. 1
Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

|Views: 27,420|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Sejak kata ”negara” diterima sebagai pengertian yang
menunjukkan organisasi bangsa yang bersifat teritorial
(kewilayahan) dan mempunyai kekuasaan tertinggi, yang perlu
ada untuk menyelenggarakan kepentingan bersama dan
mencapai tujuan bersama, sejak itu pula kata ”negara”
ditafsirkan dalam berbagai arti berikut ini.
”Negara” dipakai dalam arti penguasa, yaitu orang-orang
yang melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat
yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah tertentu;
”Negara” dipakai dalam arti persekutuan rakyat, yaitu
suatu bangsa yang hidup dalam suatu daerah, di bawah
kekuasaan yang tertinggi menurut kaidah-kaidah hukum yang
sama.
Dari dua penafsiran tentang pengertian di atas, kita dapat
membedakan pula pengertian negara dalam arti formal dan
material sebagai berikut :
Dalam arti formal, negara diartikan sebagai organisasi
kekuasaan dengan suatu pemerintahn pusat. Negara dalam
pengertian ini diartikan sebagai pemerintah (staat-overheid).
Karakteristik dari negara formal adalah kewenangan
pemerintah untuk menjalankan paksaan fisik secara ilegal.
(Umumnya dilaksanakan pada negara-negara Komunis).
Dalam arti material, negara diartikan sebagai masyarakat

1

(staat-gemenschaap) atau negara sebagai persekutuan hidup.
(Umumnya dilaksanakan pada negara-negara demokrasi).

c.

Terjadinya Negara

Pada umumnya ada 3 (tiga) pendekatan dalam mempelajari
terjadinya negara, yaitu : melalui pendekatan teoritis, proses
pertumbuhan primer dan sekunder, serta secara faktual.

1)

Pendekatan Teoritis

Terjadinya negara secara teoritis, adalah pendekatan yang
didasarkan pada pendapat-pendapat para ahli yang masuk akal
dari berbagai hasil penelitian. Secara ringkas pendekatan
teoritis dapat dilihat pada matrik di bawah ini.

Teori

Tokoh

Ajaran Yang Dikemukakan

Teori
Ketuhan
an

1.Agustinus
2.F.J Stahl
3.Haller
4.Kranenbur
g
5.Jean Bodin

1.Negara ada karena kehendak
Tuhan, hal ini didasarkan pada
kepercayaan bahwa segala
sesuatu terjadi karena
kehendak Tuhan.
2.Terbagi dalam Teori Ketuhanan
Langsung dan Tidak Langsung :

a.Teori

Ketuhanan

Langsung :

Bahwa suatu negara pada
awalnya ada karena sudah
kehendak Tuhan langsung,
sehingga beranggapan Raja
adalah

merupakan
”penjelmaan Tuhan, utusan
Tuhan, Dewa bahkan Tuhan
sendiri”.
Contoh : Kaisar Tenno

1

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Carilah sumber informasi lain baik dari buku, koran, majalah,
internet, buletin dan sebagainya, kemudian lakukan hal-hal
berikut :

Rumuskan kembali yang dimaksud dengan manusia,
bangsa dan negara !
Berikan penjelasan hubungan antara adanya manusia,
bangsa dan negara di dalam suatu wilayah tertentu !
Berikan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kriteria bahwa
suatu manusia (rakyat) di dalam suatu wilayah tertentu
disebut sebagai bangsa dan negara !
Berikan pendapat atau pandangan anda berkaitan
dengan praktik-praktik sifat hakekat negara Indonesia di
sekitar wilayah/daerah anda sendiri !

2

Heika Jepang dianggap
sebagai keturunan Dewa
Matahari dan Raja Fir’auan
di Mesir Kuno mengaku
dirinya Tuhan.

b.Teori

Ketuhanan

Langsung :

Bahwa negara ada memang
sudah kehendak Tuhan,
namun tidak secara
langsung melainkan melalui
penciptaan manusia terlebih
dahulu, yang kemudian
menjadi raja. Raja
memerintah atas nama
Tuhan. Pada negara modern,
dapat diketahui melalui
Konstitusinya negaranya
dengan

mencantumkan
kalimat ” by the grace of
Good
” (Atas berkat rahmat
Tuhan Yang Maha Esa).

Teori
Perjanjia
n
Masyara
kat

1.Thomas
Hobbes
2.John Locke
3.J.J.

Rousseau
4.Montesquie
u

3.Negara terjadi karena adanya
kontrak sosial (perjanjian
masyarakat).

Masyarakat
mengadakan perjanjian untuk
membentuk negara dan
menyerahkan

sebagian
kedaula-tannya kepada negara
untuk

menyeleng-garakan
kepentingan masyarakat.

4.John Locke, bahwa pada
tahap I perjanjian antar individu
yang

diadakan

untuk
membentuk negara (pactum
unionis
). Pada tahap II,
perjanjian diadakan dengan
penguasa

(pactum
subjectiones
). Negara yang
dikehendaki

monarki

konstitusional”.

5.Thomas

Hobbes,

menghendaki

monarki

absolut”.
6.J.J. Rousseau, (disebut Bapak
Kedaulatan

Rakyat)
menghendaki bahwa raja

1

hanyalah mandataris rakyat
dan karena itu dapat diganti.

Toeri
Kekuasa
an

1.Horald J.
Laski
2.Leon
Duguit
3.Karl Marx
4.Oppenheim
er
5.Kallikles

Negara terbentuk atas dasar
kekuasaan, dan kekuasaan
adalah ciptaan mereka yang
paling kuat dan berkuasa.
L. Duguit, seseorang karena
kelebihanya

atau
keistimewaannya baik karena
fisik, kecerdasan, ekonomi
maupun

agama dapat
memaksakan kehendaknya
kepada orang lain.
Karl Marx, negara dibentuk
untuk

mengabdi dan
melindungi kepentingan kelas
yang berkuasa, yaitu kaum
kapitalis.

Teori
Kedaulat
an

1.Vonthering
2.Paul

Laband
3.G. Jellinek

a.Kedaulatan Negara :

Kekuasaan tertinggi ada pada
negara, bukan pada kelompok
orang yang menguasai
kehidupan negara, dan
negaralah yang menciptakan
hukum

untuk mengatur

1.Krabbe

b.

Kedaulatan Hukum :

Hukum memegang peranan
dalam negara, hukum lebih
tinggi dari negara yang
berdaulat.

Teori
Hukum
Alam

1.Plato
2.Aristoteles
3.Agustinus
4.Thomas
Aquinas

A.Hukum alam bukan buatan
negara, melainkan kekuasaan
alam yang berlaku setiap waktu
dan tempat, serta bersifat
universal dan tidak berubah.
B.Aristoteles, manusia adalah
zoon politicon. Dari hakikat
manusia seperti ini, terben-
tuklah berturut-turut “Keluarga
→ Masyarakat → Negara”.

C.Agustinus, negara terjadi
karena adanya keharusan
untuk menebus dosa orang-
orang yang ada di dalamnya.
Negara yang baik mewujudkan
cita-cita agama agama, yakni
keadilan.

2

D.Plato, terjadinya negara secara
evolusi.
E.Thomas Aquinas, negara
merupakan lembaga alamiah
yang diperlukan manusia untuk
menyelenggarakan
kepentingan umum.

b.Pertumbuhan Primer dan Sekunder

Terjadinya negara berdasarkan pendekatan pertumbuhan
primer
secara ringkas dapat kita lihat pada bagan di bawah ini.

Keterangan :

1.Fase Genootschaft

Kehidupan manusia diawali dari sebuh keluarga, kemudian
berkembang luas menjadi kelompok-kelompok masyarakat
hukum tertentu (suku). Sebagai pimpinan, kepala suku
bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kehidupan
bersama. Kepala suku merupakan primus interpares (orang
pertama di antara yang sederajat) dan memimpin suatu suku,
yang kemudian berkembang luas baik karena faktor alami
maupun karena penaklukan-penaklukan.

2.Fase Kerajaan (Rijk)

Kepala suku sebagai primus interpas kemudian menjadi
seorang raja dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Untuk
menghadapi kemungkinan adanya wilayah/suku lain yang
memberontak, kerajaan membeli senjata dan membangun
semacam angkatan bersenjata yang kuat sehingga raja
menjadi berwibawa. Dengan demikian lambat laun tumbuh
kesadaran akan kebangsaan dalam bentuk negara nasional.

3.Fase Negara Nasional

Pada awalnya negara nasional diperintah oleh raja yang
absolut dan tersentralisasi. Semua rakyat dipaksa mematuhi

2

Suku/Persek
utuan
Masyarakat
(
genootscha
ft)

Keraj
aan
(Rijk)

Nega
ra
Nasio
nal

Negara
Demokr
asi

kehendak dan perintah raja. Hanya ada sati identitas
kebangsaan Fase demikian dinamakan fase nasional.

4.Fase Negara Demokrasi

Rakyat yang semakin lama memiliki kesadaran kemudian
tidak ingin diperintah oleh raja yang absolut. Ada keinginan
rakyat untuk mengendalikan pemerintahan dan memilih
pemimpinannya sendiri yang dianggap dapat mewujudkan
aspirasi mereka. Fase ini lebih dikenal dengan ”kedaulatan
rakyat”, yang pada akhirnya mendorong lahirnya negara
demokrasi.

Menurut pendekatan pertumbuhan sekunder, negara
sebelumnya telah ada. Namun karena adanya revolusi,
intervensi, dan penaklukan
, munculah negara yang
menggantikan negara yang ada tersebut. Kenyataan
terbentuknya negara secara sekunder tidak dapat dipungkiri,
meskipun cara terbentuknya kadang-kadang tidak sah
menurut hukum.

Contoh: lahirnya Negara Indonesia setelah melewati
revolusi panjang yang mencapai klimaksnya pada tanggal 17
Agustus 1945. Lahirnya negara Indonesia otomatis yang
mengakhiri pemerintahan Nederlands Indie (Hindia Belanda)
di Indonesia, dan negara lain kemudian mengakuinya baik
secara de facto maupun secara de jure.

c.Pendekatan Faktual

Pendekatan faktual adalah pendekatan yang didasarkan pada
kenyataan-kenyataan yang benar-benar terjadi, yang diungkap
dalam sejarah (kenyataan historis). Pendekatan faktual antara
lain mencakup:

Occopatie (Pendudukan)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah yang tidak bertuan dan
belum dikuasai kemudian diduduki dan dikuasai oleh suku
atau kelompok tertentu.
Contoh: Liberia yang didiami oleh budak-budak negro
kemudian menjadi negara merdeka pada tahun 1847.

Fusi (Peleburan)

Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami
suatu wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur
menjadi negara baru
Contoh : Terbentuknya Federasi Kerajaan Jerman pada tahun
1871.

Cessie (Penyerahan)

Hal ini terjadi ketika suatu wilayah diserahkan kepada negara
lain berdasarkan perjanjian tertentu.

2

Contoh: Wilayah Sleewijk diserahkan oleh Austria kepada
Prussia (Jermanz0 karena adanya perjanjian bahwa negara
yang kalah perang harus memberikan negara yang
dikuasainya kepada negara yang menang. Austria adalah
salah satu negara yang kalah pada Perang Dunia I.

Accesie (Penarikan)

Pada mulanya suatu wilayah terbentuk akibat naiknya lumpur
sungai atau timbul dari dasar laut (delta). Wilayah tersebut
kemudian dihuni oleh sekelompok orang sehingga akhirnya
membentuk negara.
Contoh: Negara Mesir yang terbentuk dari delta sungai Nil.

Anexatie (Pencaplokan/Penguasaan)

Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang dikuasai (dicaplok)
oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti.
Contoh: ketika dibentuk pada tahun 1948, negara Israel
banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania, dan
Mesir

Proclamation (Proklamasi)

Hal ini terjadi karena pendudukan pribumi dari suatu wilayah
yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perjuangan
(perlawanan) sehingga berhasil merebut kembali wilayahnya
dan menyatakan kemerdekaan.
Contoh: Negara Republik Indonesia yang merdeka pada
tanggal 17 Agustus 1945 dari penjajahan Jepang dan Belanda.

Innovation (Pembentukan Baru)

Suatu negara baru muncul di atas wilayah suatu negara yang
pecah karena suatu hal dan kemudian lenyap.
Contoh: Negara Columbia yang pecah dan lenyap. Kemudian
di wilayah negara tersebut muncul negara baru yaitu
Venezuela dan Columbia Baru.

Separatisme (Pemisahan)

Suatu wilayah negara yang memisahkan diri dari negara yang
semula menguasainya, kemudian menyatakan kemerdekaan.
Contoh: Pada tahun 1939 Belgia memisahkan diri dari
Belanda dan menyatakan kemerdekaan.

2

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Makna Manusia,
Bangsa dan Negara, lakukan Strategi Pembelajaran dengan
Penugasan Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis.
Langkah-langkah :

Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 3 – 4

orang.

Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik

pembelejaran.

Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan
dan menemukan ide pokok serta memberi tanggapan
terhadap wacana/kliping, dan ditulis pada lembar kertas.
Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
Buatlah kesimpulan bersama.

Penutup.

3

C.UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA DAN NEGARA
SERTA PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN

1. Unsur-Unsur Terbentuknya Bangsa

Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa terbentuk karena
adanya faktor-faktor obyektif tertentu yang membedakannya dari
bangsa lain, yakni kesamaan keturunan, wilayah, bahasa, adat
istiadat, kesamaan politik, perasaan dan agama
. Dengan
demikian, faktor obyektif terpenting terbentuknya suatu bangsa
adanya kehendak atau kemauan bersama atau ”nasionalisme”.
Contoh : Terbentuknya bangsa Indonesia dengan kebhinekaan suku,
agama, ras dan golongan yang terbentang dari sabang
sampai merauke telah teruji dalam kurun waktu lebih dari 3
abad. Pada masa penjajahan Belanda selama 350 tahun dan
Jepang 3,5 tahun, meskipun dengan berbagai politik pecah
belah dan adu domba (devide et impera), namun tidak
mampu memisahkan niat, tekad, jiwa dan semangat
bangsa Indonesia dalam membentuk Negara Kesatuan
Republik Indonesia melalui Proklamasi Kemerdekaan 17
Agustus 1945.

Friedrich Hertz (Jerman) dalam bukunya Nationality in History
and Politich
mengemukakan bahwa ada empat unsur yang
berpengaruh dalam terbentuknya suatu bangsa, yaitu :
a.Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas
kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi,
dan solideritas.
b.Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional
sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa
asing terhadap urusan dalam negerinya.
c.Keinginan akan kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian
atau kekhasan. Contoh : menjunjung tinggi bahasa nasonal yang
mandiri.

d.Keinginan untuk menonjol (unggul) di antara bangsa-bangsa
dalam mengejar kehormatan, pengaruh dan prestise.

Info Kewarganegaraan

2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->