P. 1
Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

|Views: 27,421|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Praktik-praktik kenegaraan masa lalu memperlihatkan
adanya kecenderungan pemilikan wilayah laut oleh negara-
negara tertentu, walaupun pemilikan tersebut harus
memperhatikan kepentingan masyarakat dunia dalam bentuk
kebebasan pelayaran. Pada tahun-tahun berikutnya, semua
negara sepakat bahwa mereka dapat memiliki laut sepanjang
pantainya, tetapi laut lepas harus bebas bagi semua orang.
Perkembangan lebih lanjut, tuntutan terhadap lebar laut
negara-negara pantai tidak sama karena tiap negara
mempunhyai tujuan atau kepentingan yang berbeda.
Menurut konsepsi umum yang sekarang berlaku, demi
menjamin keselamatan negara setiap negara berhak
mengklaim bagian laut tertentu yang berbatasan dengan
daratan sebagai bagian wilayahnya (laut teritorial). Dalam laut
teritorial semua ketentuan negara yang bersangkutan dapat
diberlakukan. Pada awal penentuan lebar wilayah laut teritorial

3

terjadi silang pendapat. Australia dan Kanada, menetapkan
lebar laut 3 mil (1 mil = 1852 m), sedangkan Elsavador
menetapkan 200 mil. Negara Indonesia berdasarkan
Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie 1939,
menentukan lebar wilayah lautnya hanya 3 mil, diukur dari
garis terendah pantai tiap pulau di Indonesia.
Dalam perjuangan untuk mewujudkan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, pada tanggal 13 Desember 1957
menetapkan ”Deklarasi Juanda” berdasarkan konsepsi
negara kepulauan (archipelago state concept) yang dipertegas
dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(PERPU) No. 4 Tahun 1960. Dengan demikian, dinyatakan
bahwa wilayah lebar laut = 12 mil diukur dari garis pangkal
lurus (straight base line) dan semua pulau yang ada di
dalamnya dianggap sebagai satu kesatuan yang utuh. Hal ini
kemudian diikuti dengan peraturan pelaksana mengenai ”lalu
lintas damai kendaraan laut asing” dalam bentuk Peraturan
Pemerintah (PP) No. 8 tahun 1962.
Sebagian besar negara memiliki wilayah laut. Negara-negara
yang tidak memiliki wilayah laut (land locked), antara lain :
Afghanistan, Myanmar (Burma), Swiss, Mongolia, dan Uganda.

Wilayah Udara

Wilayah udara adalah udara yang berada di wilayah
permukaan bumi di atas wiliyah darat dan laut. Pasal 1
Konvensi Paris 1919 meenyatakan bahwa negara-negara
merdeka dan berdaulat berhak mengadakan eksplorasi dan
eksplotasi di wilayah udaranya, misalnya untuk kepentingan
radio, satelit, dan penerbangan. Kemudian Konvensi Chiacago
1944 (Pasal 1) menyatakan ”Bahwa setiap negara mempunyai
kedaulatan yang utuh dan ekslusif di ruang udara di atas
wilayahnya”.

Berdasarkan undang-undang Negara Indonesia No. 20 Tahun
1982, batas wilayah kedaulatan dirgantara yang termasuk orbit
geo-stationer
adalah setinggi 35.671 km. Berikut ini pandangan
beberapa ahli mengenai batas wilayah udara.

11Lee

Menurut Lee, lapisan atmosfir dalam jarak tembak meriam
yang dipasang di darat, dianggap sama dengan udara
teritorial negara. Di luar jarak tembak itu adalah udara bebas,
dalam arti dapat di lalui oleh semua pesawat udara negara
mana pun.

11Von Holzen Dorf

3

------------------------------ ada gambar “Geo Stasioner

Menurut Dorf, ketinggian ruang udara adalah 1.000 meter
dari titik permukaan bumi yang tertinggi.

11Henrich’s

Menurutnya, negara dapat berdaulat di ruang armosfir selama
masih terdapat gas atau partikel-partikel udara atau pada
ketinggian 196 mil. Di luar atmosfir, negara tidak lagi
mempunyai kedaulatan.

Ada dua teori tentang konsepsi wilayah udara yang dikenal
saat ini, yaitu sebagai berikut :

1)Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory)

a)

Kebebasan ruang udara tanpa batas. Menurut
teori ini, ruang udara itu bebas dan dapat digunakan oleh
siapa pun. Tidak ada negara yang mempunyai hak dan
kedaulatan di ruang udara.
b)Kebebasan udara terbatas. teori ini bersumber dari
hasil sidang Institut de Droit International pada sidang di
Gent (1906), Verona (1910), dan Madrid (1911). Menurut
teori ini:

Setiap negara berhak mengambil tindakan tertentu
untuk memlihara keamanan dan keselamatannya.
Negara kolong (negara bawah, subjacent state)
hanya mempunyai hak atas wilayah/zona teritorial.

2)Teori Negara Berdaulat di Udara (The Air Sovereagnty)

a)

Teori Keamanan, menyatakan bahwa suatu
negara mempunyai kedaulatan atas wilayah udaranya
sampai yang diperlukan untuk menjaga keamanannya.
Teori ini dikemukakan oleh Fauchille (1901). Fauchille
menetapkan bahwa ketinggian wilayah udara adalah 1.500
m. Namun pada tahun 1910, ketinggian diturunkan
menjadi 500 m.
b)

Teori Pengawasan Cooper (Cooper’s
Control Theory). Menurut Cooper (1951), kedaulatan
negara ditentukan oleh kemampuan negara yang
bersangkutan untuk mengawasi ruang udara yang ada di
atas wilayahnya secara fisik dan ilmiah.
c)Teori Udara (Schacter). Menurut teori ini, wilayah udara
itu haruslah sampai suatu ketinggian di mana udara masih
cukup mampu mengangkat (mengapungkan) balon dan
pesawat udara.

Wilayah Ekstrateritorial

Wilayah ekstrateritorial adalah wilayah suatu negara yang
berada di luar wilayah negara itu. Menurut hukum internasional,
yang mengacu pada hasil Reglemen dalam Kongres Wina
(1815) dan kongres Kongres Aachen (1818), “perwakilan

3

diplomatik suatu negara di negara lain merupakan daerah
ekstrateritorial”.

Daerah ekstrateritorial mencakup :
1)Daerah perwakilan diplomatik di suatu negara
Yaitu, tempat perwakilan suatu negara lain. Di tempat
tersebut berlaku larangan bagi alat negara yang dituju (polisi
dan penjabat kehakiman) untuk masuk tanpa izin. Daerah ini
juga bebas dari pengawasan dan sensor terhadap setiap
kegiatan yang dilaksanakan di wilayah perwakilan tersebut.
2)Kapal yang berlayar di bawah bendera suatu negara
Hal ini berlaku baik di laut lepas maupun di laut teritorial
negara lain. Sebuah ka-pal dengan bendera tertentu
diibaratkan sebagai pulau terapung (Floating land).

c1Pemerintah Yang Berdaulat

Suatu pemerintahan yang berkuasa atas seluruh wilayah dan
segenap rakyatnya disebut “kedaulatan” atau sovereignity. Kata
kedaulatan atau “daulat” berasal dari kata daulah (Arab)
sovereignity (Inggris), souvereiniteit (Perancis), supremus
(Latin), dan souvranita ((Italia), yang berarti “kekuasaan
tertinggi”. Kekuasaan yang dimiliki pemerintah mempunyai
kekuatan yang berlaku ke dalam (interne-souvereiniteit) dan ke
luar (externe-souvereiniteit).
Menurut Jean Bodin (1500-1596), seseorang filsuf Perancis,
kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan
hukum dalam suatu negara. Kedaulatan mempunyai sifat-sifat
pokok
sebagai berikut :

3

Fokus Kita :

Di dalam suatu wilauah ekstrateritorial, seorang duat
besar memiliki hak ekstrateritorial (selain hak kekebalan
diplomatik) yaitu hak kedaulatan atas bangunan, gedung dan
halaman keduataan sampai batas pagar. Tidak seorangpun

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Wilayah Lautan,
Wilayah Udara dan Wilayah Ekstrateritorial, Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut :
Negara Indonesia memiliki wilayah laut yang luas dari
Sabang sampai Merauke, tuliskan sekurang-kurangnya 3
(tiga) contoh kelebihan dan kekurangannya !
Berikan penjelasan, dampak apa sajakah yang akan
ditimbulkan jika suatu negara tidak memiliki teknologi
ruang angkasa/udara !
Berikan penjelasan, mengapa di dalam suatu wilayah
ekstrateritorial para duta besar memiliki hak
ekstrateritorial !

5

1)Asli, artinya kekuasaan itu tidak berasal dari kekuasaan lain
yang lebih tinggi.
2)Permanen, artinya kekuasaan itu tetap ada selama negara
itu berdiri sekalipun pemegang kedaulatan berganti-ganti.
3)Tunggal (bulat), artinya kekuasaan itu merupakan satu-
satunya kekuasaan tertinggi dalam negara yang tidak
diserahkan atau dibagi-bagikan kepada badan lain.
4)Tidak terbatas (absolut), artinya kekuasaan itu tidak
dibatasi oleh kekuasaan lain. Bila ada kekuasaan lain yang
membatasinya, maka kekuasaan tertinggi yang dimilikinya
akan lenyap.

Pemerintah adalah lembaga, atau orang yang bertugas
megnatur dan memajukan negara dengan rakyatnya.
Pemeriantah dalam rati organ, dapat dibedakan dalam arti
sempit dan dalam arti luas.
Pemerintah dalam arti sempit, adalah suatu badan yang
berwenang melaksanakan kebijakan negara atau
perlengkapan negara yang melaksanakan fungsi
pemerintahan saja (eksekutif). Badan ini terdiri atas presiden,
wakil presiden dan para menteri (kabinet) yang menjalankan
peraturan perundangan yang dibuat oleh/bersama lembaga
legislatif.
Pemerintah dalam arti luas, adalah keseluruhan alat
perlengkapan negara yang memegang kekuasaan negara
yaitu meliputi kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Dalam melaksanakan pemerintahan suatu negara, kedaulatan
yang dimiliki pemerintah dapat dibedakan sebagai berikut :
Kedaulatan ke dalam, artinya pemerintah memiliki
kewenangan tertinggi dalam mengatur dan menjalankan
organsasi negara sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.
Kedaulatan ke luar, artinya pemerintah berkuasa bebas,
tidak terikat dan tidak tunduk kepada kekuatan lain.
Pemerintah harus pula menghormati kekuasaan negara yang
bersangkutan dengan tidak mencampuri urusan dalam
negerinya.

3

Fokus Kita :

Kedaulatan adalah, kekuasaan tertinggi dalam suatu
negara yang berlaku terhadap seluruh wilayah dan segenap
rakyat negara itu. Dalam pengertian lain, kedaulatan dapat
diartikan sebagai kekuasaan tertinggi negara (dulu : raja
atau ratu) atas pemerintahan negara itu (Kamus Umum
Bahasa Indonenesia). Jadi, pemerintah yang berdaulat
adalah pemerintah yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam

Info Kewarganegaraan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->