P. 1
Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

Kelas X KD I Hakekat Bangsa Dan Negara

|Views: 27,421|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

Dalam tinjauan Hukum Tata Negara, kedaulatan
diartikan sebagai kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi
dan mutlak. Kedaulatan dapat terbagi atas :
a.Kedaulatan teritorial, yaitu kedaulatan mengenai daerah
kekuasaan yang mencakup wilayah : darat, perairan (laut,
danau, sungai) dan udara.
b.Kedaulatan personil, yaitu menyangkut para kaula negara,
warga negara dan penduduk atau rakyat.
Dalam tinjauan Hukum Internasional, kedaulatan diartikan
sebagai kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara
lain. Sejajar dengan kemajuan umat manusia, pengertian
kedaulatan kemudian juga mengalami perkembangan. Dengan
terbentuknya PBB sesudah Perang Dunia II, tumbuh pula
kesadaran umat manusia, sesama bangsa dan antar negara.
Umat manusia mulai menyadari bahwa kemerdekaan negara
dan kemerdekaan seseorang sebagai inti pengertian tentang
kedaulatan juga dibagasi oleh kemerdekaan orang lain.

Dalam praktik-praktik kedaulatan suatu negara, terdapat
beberapa teori tentang kedaulatan yang dikemukakan oleh para
ahli, yaitu teori kedaulatan Tuhan, teori kedaulatan raja, teori
kedaulatan negara, teori kedaulatan hukum dan teori kedaulatan
rakyat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan matrik berikut ini.

Toeri, Tokoh,
Perkemba-ngan dan
Latar Belakang

Uraian pokok-pokok
ajaran

Keterangan

1.Teori Kedaulatan
Tuhan

a.
Agustinus
b.
Thomas Aquinas
c.
Marsillius
d.
F.J. Stahl

Berkem
bang pada abad
V-XV

Dilatarb
elakangi oleh

Teori ini
beranggapan bahwa
raja atau penguasa
memperoleh
kekuasaan tertinggi
dari Tuhan.

Kehend
ak Tuhan menjelma
ke dalam diri raja
atau

penguasa
(Paus). Oleh sebab
itu, mereka dianggap
sebagai utusan
Tuhan, atau titisan
dewa.

Ethiopia,
masa Raja
Haile
Selassi

(Ia`me-rasa
diri dipilih
oleh
Tuhan).

Belanda de-
ngan raja-
raja yang
mengang-
gap diri
sebagai

3

perkembangan
agama Kristen
dan maraknya

Pantheisme

(paham

yang

menyatakan
bahwa Tu-han
bukan sebuah
pribadi,
melainkan bah-wa
semua hukum,
ke-kuatan,
manifestasi yang
ada di dunia ini
adalah Tuhan
(menye-tarakan
alam

dengan

Tuhan).

Segala

peraturan

yang

dijalankan

oleh
penguasa bersumber
dari Tuhan. Oleh
sebab itu, rakyat
harus patuh dan
tunduk

kepada

perintah penguasa.

wakil
Tuhan, By
the grace
of God

(Atas Rah-
mat Tuhan).

Jepang
pada masa

Kaisar
Tenno
Heika
yang
dianggap
sebagai
titisan
Dewa Mata-
hari.

2.Kedaulatan Raja

1)

N.
Machiavelli
2)

Jean Bodin

3)

Thomas

Hobbes
4)

Hegel

Berk
embang sekitar
abad XV.

Dilat
arbelakangi oleh
perkembangan
kekuasa-an yang
sudah bergeser
dari Gereja (Paus)
ke raja.

Kedaula
tan negara terletak
di tangan raja
sebagai pen-jelmaan
kehendak Tuhan.

Raja

juga

merupakan

baya-ngan

dari
Tuhan (Jean Bodin).

Agar
negara kuat, raja
harus

berkuasa
mutlak dan tidak
terbatas

(N.

Machiavelli).

Raja
berada di atas
undang-undang.
Rakyat harus rela
menyerahkan hak-
hak asasi dan
kekuasaannya
secara

mutlak

kepada

raja

(Thomas Hobbes).

Perancis
pada masa
Louis XIV
(1643-
1715)
dengan
ucapannya

L’ Etat Cest
moi
yang
berarti,
negara
adalah
saya.

3.Kedaulatan Raja
a.

George

Jellinek

b.

Paul

Kekuasa

an

pemerintah

bersumber

dari
kedaulatan negara

Tsar

di
Rusia yang
totaliter,

3

Laband

Be
rkembang antara
abad XV-XIX.

Dii

lhami

oleh

gerakan
Renaissance dan
ajaran

Niccolo

Machiavelli

tentang negara
sebagai pusat
kekuasaan.

(staats
souvereiniteit
).

Negara
dianggap sebagai
sumber kedaulatan
yang

memiliki

kekuasaan

tidak

terbatas.

Karena
negara itu abstrak,
kekuasaannya
diserahkan kepada
raja atas nama
negara.

Negaral

ah

yang
menciptakan hukum.
Oleh sebab itu,
negara tidak wajib
tunduk

kepada

hukum.

dan
diguling-
kan pada
tahun 1917
melalui

Revolusi
Bol-shevik

(Okto-ber)
dengan
paham
komu-nis

Jerman
semasa
Hitler, dan
Italia masa

B.
Mussolini

me-rasa
sebagai
pusat
kekuatan
negara dan
memerintah
secara
totaliter-
sentralistik.

4.Kedaulatan
Hukum
(Nomokrasi)
a.

Krabbe

b.

Immanuel

Kant

c.

Kranenbur

g

Berkemban
g setelah Revolusi
perancis.

Diilhami
oleh sembo-yan
Revolusi perancis:

Liberte, Egalite,
dan Fraternite.

Bahwa
kekuasaan hukum
(rechtssouvereiniteit
)

merupa-kan
kekuasaan tertinggi
di dalam negara.

Kekuasa
an negara bersum-
ber pada hukum,
sedang-kan hukum
bersumber dari rasa
keadilan

dan

kesadaran hukum.

Pemerin
tah (negara) hanya
berperan sebagai
penjaga malam yang
melindungi hak asasi
manusia dan tidak
boleh mencampuri
urusan

sosial-

Negara
Eropa dan
Amerika
pada
umumnya
menganut
teori hukum
murni.

Indonesia
menganut
teori
negara
hukum
modern.

3

ekonomi masyarakat
(negara

hukum

murni-

Immanuel

Kant).

Negara
seharusnya menjadi
negara

hukum.

Artinya,

setiap

tindakan

negara
harus didasarkan
atas hukum (H.
Krabbe
).

Selain
sebagai penjaga
malam,

negara

berfungsi

dan
berkewajiban mewu-
judkan
kesejahteraan rakyat
(welfare

state-

Kranenburg).

5.Kedaulatan
Rakyat

a.

Solon

b.

John Locke

c.

Montesquie

u
d.

J.J.
Rousseau

Berkemban
g mulai abad XVII-
XIX

hingga

sekarang.

Banyak
dipengaruhi oleh
teori kedaulatan
Hukum

yang

menem-patkan
rakyat

tidak
hanya sebagai
obyek, tetapi juga
subyek dalam
negara
(demokrasi).

Rakyat
merupakan kesatuan
yang dibentuk oleh
individu-individu
melalui perjanjian
masyarakat (social
contract)

Rakyat
sebagai pemegang
kekuasaan tertinggi
mem-berikan
sebagian haknya
kepada penguasa
untuk kepentingan
bersama.

Penguas
a dipilih dan
ditentukan

atas
dasar kehendak
rakyat/

umum
(volonte generale)
melalui perwakilan
yang duduk di dalam
pemerintahan.

Pemerin
tah yang berkuasa

Diterapkan
di hampir
semua
negara,
namun
pelaksanaa
nnya
sangat
tergan-tung
pada re-zim
yang ber-
kuasa,
ideologi, &
kebudayaa
n masing-
masing
negara.

4

harus
mengembalikan hak-
hak sipil kepada
warganya

(civil

rights).

1.Apa sajakah perbedaan pokok tentang makna (pengertian)
negara berdasarkan hal-hal berikut :

N
o

Pengerti
an

Uraian Singkat

1.Secara
Etimologis
.

...........................................................................
..................................
...........................................................................
..................................

2.Pendapat
Mr.Soenar
ko

...........................................................................
..................................
...........................................................................
..................................

3.Pendapat
Kranenbu
rg

...........................................................................
..................................
...........................................................................
..................................
Dari ketiga pendapat tersebut di atas, menurut anda manakah
yang paling sesuai dengan kenyataan yang ada ! Berikan
alasannya : ................................................................
.......................................................................................................
...............................................

4

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Makna Negara
(pengertian, sifat hakikat negara dan terjadinya negara ), Unsur-
unsur
Terbentuknya Bangsa dan Negara (rakyat, wilayah
darat, wilayah laut, wilayah udara dan wilayah ekstrateritorial),
dilanjutkan Penugasan dengan menjawab pertanyaan atau
pernyataan sebagai berikut :

6

2.Berikan penjelasan tentang sifat hakikat negara “Mencakup
Semua” atau all embracing !
.......................................................................................................
.......................................................................................................
..............................................................................................
Berikan 2 (dua) contoh yang ada di sekitar wilayah
anda : .................................................
.......................................................................................................
...............................................

3.Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai dengan
Merauke, memiliki batas-batas wilayah laut dengan negara
tetangga. Tuliskan nama-nama batas laut tersebut !

Laut Bagian
Selatan

Laut Bagian UtaraLaut Bagian Barat

..............................
.............
..............................
.............
..............................
.............

................................
...............
................................
...............
................................
..............

.................................
..............
.................................
..............
.................................
..............

4.Berikan tanggapan penjelasan, bagaimanakah suatu negara
dalam penguasaan ruang udara jika tidak memiliki teknologi
ruang

angkasa

yang
memadai! ......................................................................................
................................................................
.......................................................................................................
...............................................
.......................................................................................................
...............................................

5.Tuliskan persamaan dan perbedaan Teori Kedaulatan Hukum
dan Teori Kedaulatan Rakyat dalam praktik penyelenggaraan
negara !

Persamaan

Perbedaan

.................................................
......................
.................................................
......................
.................................................
......................
.................................................
......................

..................................................
.......................
..................................................
.......................
..................................................
.......................
..................................................
.......................

d.Pengakuan Dari Negara Lain

4

Pengakuan dari negara lain (deklaratif) meskipun bukan
merupakan unsur pembentuk (konstitutif), namun dalam tata
hubungan internasional sangat diperlukan. Sebab dalam tata
hubungan internasional, status sebagai negara merdeka
merupakan prasyarat yang harus dipenuhi. Suatu negara yang baru
merdeka, memerlukan pengakuan dari negara lain karena beberapa
pertimbangan berikut ini :
Adanya kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya baik
karena ancaman dari dalam (melalui kudeta) maupun karena
intervensi dari negara lain.
Ketentuan hukum alam yang tidak bisa dielakkan bahwa
suatu negara tidak dapat bertahan hidup tanpa bantuan dan
kerja sama dengan bangsa lain. Ketergantungan terhadap
bangsa-banga lain itu sangat nyata, misalnya dalam
memecahkan masalah-masalah ekonomi, politik, sosial budaya,
pertahanan, dan keamanan.

Pengakuan dari negara lain, dapat bersifat de facto, bisa juga
bersifat de jure. Pengakuan de facto bisa bersifat tetap, bisa juga
bersifat sementara; sedangkan pengakuan de jure bersifat tetap,
bisa juga bersifat penuh. Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan
berikut :

4

Fokus Kita :

Pengakuan (recognition) dari negara lain, adalah
perbuatan bebas oleh satu negara atau lebih negara untuk
mengakui keberadaan suatu wilayah yang dihuni suatu
masyarakat manusia yang secara politis terorganisasi, tidak
terikat pada negara yang lebih dulu ada serta mampu
melaksanakan kewajaibanpkewajiban menurut hukum
internasional, dan dengan tindakan ini mereka (negara-negara

PENG
AKUA
N
DARI
NEGA
RA
LAIN

DE
FAC
TO

DE
JUR
E

BERSI
FAT
SEME
NTAR
A

BERSI
FAT
TETA
P

BERSI
FAT
TETA
P
BERSI
FAT
PENU
H

UNSU
R
DEKL
ARAT
IF

Keterangan :

1)Pengakuan secara De Facto

Pengakuan secara de facto diberikan kalau suatu negara
baru sudah memenuhi unsur konstitutif dan juga telah
menunjukkan diri sebagai pemerintah yang stabil. Pengakuan
secara de facto adalah pengakauan tentang kenyataan (fakta)
adanya suatu negara. Pengakuan ini bisa berlanjut pada
terjalinnya hubungan dengan negara yang memberi pengakuan
tersebut. Pengakuan secara de facto dapat dibedakan menjadi :

a)Pengakauan de facto bersifat sementara

Artinya, pengakuan yang diberikan oleh suatu negara tanpa
melihat bertahan tidaknya negara tersebut di masa depan.
Kalau ternyata negara baru tersebut kemudian jatuh atau
hancur, negara itu akan menarik kembali pengakuannya.

b)Pengakuan de facto bersifat tetap

Artinya, pengakuan dari negara lain terhadap suatu negara
hanya bisa menimbulkan hubungan di bidang ekonomi dan
perdagangan (konsul). Sedangkan hubungan untuk tingkat
duta belum dapat dilaksanakan.

2)Pengakuan secara De Jure

a)Pengakauan de jure bersifat tetap

Artinya, pengakuan dari negara lain berlaku untuk selama-
lamanya setelah melihat adanya jaminan bahwa
pemerintahan negara baru tersebut akan stabil dalam jangka
waktu yang cukup lama.

b)Pengakauan de jure bersifat penuh

Artinya, terjadinya hubungan antara negara yang mengakui
dan diakui meliputi hubungan dagang, ekonomi dan
diplomatik. Negara yang mengakui berhak menempati
konsuler atau membuka keduataan.

Info Kewarganegaraan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->