P. 1
Kelas X KD II Sistem Hukum Dan Peradilan Nasional

Kelas X KD II Sistem Hukum Dan Peradilan Nasional

5.0

|Views: 18,090|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2013

pdf

text

original

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Sistem Hukum
(Pengertian sistem, Sistem hukum, Pengertian hukum, tujuan
hukum dan sumber hukum), dilanjutkan Penugasan dengan
menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :

1

11

Berikan tanggapan penjelasan, mengapa di dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara harus berpedoman pada
hukum/aturan ! ..................................................................
............................................................................................................
.................................................
............................................................................................................
.................................................

11

Sumber-sumber hukum, mencakup antara lain Undang-
undang, Kebiasaan, Yurispru-densi, Traktat dan Doktrin ! Berikan
contoh sumber-sumber hukum di bawah ini !

Sumber Hukum Kebiasaan

Sumber Hukum Adat
Kebiasaan

...................................................
.......................
...................................................
.......................
...................................................
.......................
...................................................
.......................

...................................................
.......................
...................................................
.......................
...................................................
.......................
...................................................
.......................

11

Penggolongan Hukum

Perhatikan bagan penggolongan hukum di bawah ini.

1

Huku
m

Wujud

Tertilis

Tidak
Tertulis

Ruang

Waktu

Pribadi

I s i

Tugas
dan
Fungsi

Lokal

Nasional
Internasio
nal

Ius Contitutum
Ius
Contituendum
Hukum Antar
Waktu

Publik

Privat/Perda
ta

Material

Formal

Hk. Tata
Negara
Hk. Adm.
Negara
Hk. Pidana

Hk. Acara

Hk.
Perorangan
Hk. Keluarga

Hk. Kekayaan

Hk. Waris

Pidana
Formal
Perdata
Formal

Satu
Golongan
Semua
Golongan
Antar
Golongan

Keterangan:
Berdasarkan Wujudnya

Hukum tertulis, yaitu hukum yang dapat kita temui
dalam bentuk tulisan dan dicantumkan dalam berbegai peraturan
negara. Contoh : UUD 1945, UU, dan lain-lain.

Hukum tidak tertulis, yaitu hukum yang masih hidup
dan tumbuh dalam keyakinan masyarakat tertentu (hukum adat).
Dalam praktik ketatanegaraan hukum tidak keyakinan disebut
konvensi (Contoh: pidato kenegaraan presiden setiap tanggal 16
Agustus).

Berdasarkan Ruang atau Wilayah Berlakunya
Hukum lokal, yaitu hukum yang hanya berlaku di daerah tertentu
saja (hukum adat Manggarai-Flores, hukum adat Batak, Jawa,
Minangkabau, dan sebagainya).
Hukum nasional, yaitu hukum yang berlaku di negara tertentu
(hukum Indonesia, Malaysia, Mesir, dan sebagainya).
Hukum Internasional, yaitu hukum yang mengatur hubungan
antara dua negara atau lebih (hukum perang, hukum perdata
internasional, dan sebagainya).

Berdasarkan Waktu dan Diaturnya

1

Hukum yang berlaku saat ini (ius constitutum); disebut juga
hukum positif.
Hukum yang berlaku pada waktu yang akan datang (ius
constituendum).

Hukum antarwaktu, yaitu hukum yang mengatur suatu peristiwa
yang menyangkut hukum yang berlaku saat ini dan hukum yang
berlaku pada masa lalu.

Berdasarkan Pribadi dan Diaturnya

Hukum satu golongan, yaitu hukum yang mengatur dan
berlaku hanya bagi golongan tertentu saja.

Hukum semua golongan, yaitu hukum yang mengatur dan
berlaku bagi semua golongan.

Hukum antargolongan, yaitu hukum yang mengatur dua orang
atau lebih yang masing-masingnya tunduk pada hukum yang
berbeda.

Berdasarkan Isi Masalah yang Diaturnya

Berdasarkan isi masalah yang diaturnya, hukum dapat dibedakan
menjadi : hukum publik dan hukum privat.
Hukum Publik, yaitu hukum yang mengatur hubungan antara
warga negara dan negara yang menyangkut kepentingan umum.
Dalam arti formal, hukum publik mencakup Hukum Tata Negara,
Hukum Administrasi Negara, Hukum Pidana, dan Hukum Acara.
a.Hukum Tata Negara, mempelajari negara tertentu, seperti
bentuk negara, bentuk pemerintahan, hak-hak asasi warga
negara, alat-alat perlengkapan negara, dan. Singkatnya
mempelajati hal-hal yang bersifat mendasar dari negara.
b.Hukum Administrasi negara, adalah seperangkat
peraturan yang mengatur cara bekerja alat-alat perlengkapan
negara, termasuk cara melaksanakan kekuasaan dan wewenang
yang dimiliki oleh setiap organ negara. Singkatnya, mempelajari
hal-hal yang bersifat teknis dari negara.
c.Hukum Pidana, adalah hukum yang mengatur pelanggaran-
pelanggaran dan kejahatan-kejahatan terhadap kepentingan
umum yang diancam dengan sanksi pidana tertentu. Dalam
KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana), pelanggaran
(overtredingen) adalah perbuatan yang melanggar (ringan)
dengan ancaman denda. Sedangkan kejahatan (misdrijven)
adalah perbuatan yang melanggar (berat) seperti pencurian,
penganiayaan, pembunuhan, dan sebagainya.

d.Hukum Acara, disebut juga hukum formal (Pidana dan
Perdata), hukum acara adalah seperangkat aturan yang berisi
tata cara menyelesaikan, melaksanakan, atau mempertahankan
hukum material. Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana (KUHAP) No.8/1981 diatur tata cara penangkapan,

1

penahanan, penyitaan, dan penuntutan. Selain itu juga diatur
siapa-siapa yang berhak melakukan penyitaan, penyelidikan,
pengadilan yang berwenang, dan sebagainya.

Hukum Privat (hukum perdata), adalah hukum yang
mengatur kepentingan orang-perorangan. Perdata, berarti warga
negara, pribadi atau sipil. Sumber pokok hukum perdata adalah
Buergelijik Wetboek (BW). Dalam arti luas hukum privat (perdata)
mencakup juga Hukum Dagang dan Hukum Adat. Hukum Perdata
dapat di bagi sebagai berikut:
a.Hukum Perorangan, adalah hampunan peraturan yang
mengatur manusia sebagai subyek hukum dan tentang
kecakapannya memiliki hak-hak serta bertindak sendiri dalam
melaksanakan hak-haknya itu. Manusia dan Badan Hukum
(PT,CV sebagai “subyek hukum”.
b.Hukum keluarga, adalah hukum yang memuat serangkaian
peraturan yang timbul dari pergaulan hidup dan keluarga (terjadi
karena perkawinan yang melahirkan anak). Hukum keluarga
dapat dibagi sebagai berikut :

Kekuasaan Orangtua, yaitu kewajiban
membimbing anak sebelum cukup umur. Kekuasaan orangtua
putus ketika seorang anak telah dewasa (21 tahun), terlalu
nakal, putusnya perkawinan.

Perwalian, yaitu seseorang/perkumpulan
tertentu yang bertindak sebagai wali untuk memelihara anak
yatim piatu sampai cukup umur. Hal ini terjadi, misalnya
karena perkawinan keduaorangtuany outus. Di Indonesia, wali
pengawas dijalankan oleh pejabat Balai Harta Peninggalan.

Pengampunan, yaitu seseorang/perkumpulan
tertentu yang ditunjuk hakim untuk menjadi kurator
(pengampun) bagi orang dewasa yang diampuninya
(kurandus) karena adanya kelainan; sakit ingatan, boros,
lemah daya, tidak sanggup mengurus diri, dan berkelakuan
buruk.

Perkawinan, yaitu mengatur perbuatan-
perbuatan hukum serta akibat-akibatnya antara dua pihak
(laki-laki, dan perempuan) dengan maksud hidup bersama
untuk jangka waktu yang lama menurut Undang-undang. Di
Indonesia, diatur dengan UU No.1/1974.

c.Hukum Kekayaan

Adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur hak dan
kewajiban manusia yang dapat dinilai dengan uang. Hukum
kekayaan mengatur benda (segala barang dan hak yang dapat

1

menjadi milik orang atau objek hak milik) dan hak-hak yang
dapat dimiliki atas benda. Hukum kekayaan mencakup :
Hukum benda, mengatur hak-hak kebendaan yang bersifat
mutlak 9diakui dan dihormati setiap orang). Hukum benda
terdiri dari :
1)Hukum Benda Bergerak: karena sifatnya (kendaraan
bermotor) dan karena penetapan undang-undang (surat-
surat berharga);
2)Hukum Benda Tidak Bergerak: karena sifatnya (tanah dan
bangunan), katena tujuannya (mesin-mesin pabrik), dan
karena penetapan undang-undang (hak opstal dan hipotik).
Hukum Perikatan, mengatur hubungan yang bersifat
kehartaan antara dua orang atau lebih. Pihak pertama
(kreditur) berhak atau suatu prestasi (pemenuhan sesuatu).
Pihak lain (debitur) wajib memberikan sesuatu. Bila debitur
tidak menetapi perikatannya, hal itu dinamakan wanprestasi.
Obyeknya adalah prestasi, yaitu hal pemenuhan perikatan
yang terdiri dari :
1)

Memberikan ssesuatu; yaitu membayar
harga, menyerahkan barang, dan sebagainya
2)

Berbuat sesuatu; yaitu memperbaiki
barang yang rusak, membongkar bangunan, karena
putusan pengadilan , dan sebagainya.
3)

Tidak berbuat sesuatu; yaitu tidak
mendirikan bangunan, tidak memakai merk tertentu
karena putusan pengadilan.

d.Hukum Waris

Hukum yang mengatur kedudukan hukum harta kekayaan
seseorang setelah ia meninggal, terutama berpindahnya harta
kekayaan itu kepada orang lain. Hukum waris mengatur
pembagian harta peninggalan, ahli waris, urutan penerima waris,
serta hibah serta wasiat. Pembagian waris dapat dilakukan
dengan cara :

Menurut Undang-Undang, yaitu pembagian kepada si
waris yang memiliki hubungan darah terdekat. Contoh: jika
seorang ayah meninggal, hartanya akan di wariskan kepada
anak dan istrinya, tetapi apabila ia tidak mempunyai
keturunan pembagian warisannya diatur menurut undang-
undang.

Menurut Wasiat, yaitu pembagian waris berdasarkan
pesan atau kehendak terakhir (wasiat) dari si pewaris yang
harus dinyatakan secara tertulis dalam akte notaris. Penerima
warisan disebut legataris, dan bagian warisan yang
diterimanya disebut legaat.

1

Dalam arti luas, hukum perdata mencakup pula Hukum Dagang
dan Hukum Adat.

Hukum Dagang (Bersumber dari Wetboek Van
Koophandel),
adalah hukum yang mengatur soal-soal
perdagangan/perniagaan yang timbul karena tingkah laku
manusia (person) dalam perdagangan atau perniagaan. Hal-
hal yang diatur mencakup : Buku I (perniagaan pada
umumnya) dan Buku II (hak dan kewajiban yang timbul dalam
dunia perniagaan).

Hukum Adat, hukum adat adalah hukum yang tumbuh dan
berkembang di dalam masyarakat tertentu serta hanya
dipatuhi dan ditaati oleh masyarakat yang bersangkutan.
Contoh: pernikahan menurut adat manggarai-Flores,
pernikahan daerah Bugis, pembagian waris di Batak, dan
sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->