P. 1
Kelas X KD VI Sistem Politik Di Indonesia

Kelas X KD VI Sistem Politik Di Indonesia

|Views: 8,134|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2013

pdf

text

original

Sections

Sistem politik baik modern maupun primitif sifatnya memiliki ciri-ciri
yang ada padanya – Almond dalam The Politics of Developing Areas,
mengatakan ada 4 (empat) ciri dalam sistem politik :

a.

Semua sistem politik termasuk yang paling sederhana
mempunyai kebudayaan politik. Dalam pengertian bahwa
masyarakat yang paling sederhanapun mempunyai tipe struktur
politik yang terdapat dalam masyarakat yang paling kompleks
sekalipun. Tipe-tipe tersebut dapat diperbandingkan satu sama lain
sesuai dengan tingkatan dan bentuk pembidangan kerja yang
teratur.

b.

Semua sistem politik menjalankan fungsi-fungsi yang
sama walaupun tingkatannya berbeda-beda yang ditimbulkan
karena perbedaan struktur. Hal ini dapat diperbandingkan yaitu
bagaimana fungsi-fungsi itu tadi sering dilaksanakan atau tidak dan
bagaimana gaya pelaksnaannya.

c.

Semua struktur politik biar bagaiamanapun juga
dispesialisasikannya baik pada masyarakat yang primitif maupun
yang yang modern melaksanakan banyak fungsi. Oleh karena itu

4

Fokus Kita :

Sistem politik dapat diartikan sebagai seperangkat interaksi
yang diabstrasikan dari totalitas perilaku sosial melalui nilai-nilai
yang disebarkan untuk suatu masyarakat. Suatu sistem politik
harus mempunyai kemampuan untuk mempertahankan kehidupan
(viability), langgeng dan berkelanjutan serta mempunyai dorongan
alamiah (propensity) bertahan (persisting) dalam segala kondisi

sistem politik dapat membandingkan sesuai dengan tingkat
kekhususan tugas.

d.

Semua sistem politik adalah sistem campuran dalam
pengertian kebudayaan. Secara rasional tidak ada struktur dan
kebudayaan yang semuanya modern atau semuanya primitif
melainkan dalam pengertian tradisional, semuanya adalah
campuran atara unsur modern dan tradisional.
Dalam memahami cara kerja sistem politik pada umumnya, peran
input dan output mempunyai pengaruh besar terhadap kebijakan
publik. Hoogerwerf berpendapat bahwa ”input” bisa berasal dari
sistem lain, misalnya sistem ekonomi, misalnya sistem ekonomi.
Sistem ekonomi yang terkena dampak dari kebijaksanaan pemerintah
akan memberikan reaksi tertentu, mungkin memperkuat atau
bertentangan. Reaksi ini merupakan input bagi sistem politik untuk
diproses lebih lanjut. Di samping itu, input juga bisa berasal dari
perilaku politik berupa unjuk rasa/demonstrasi atau tindakan makar
sebagai dampak dari output sistem politik.
Cara kerja sistem politik berdasarkan input dan output yang
demikian, digambarkan oleh Hoogerwerf sebagai berikut :

3.Macam-macam Sistem Politik

Macam-macam sistem politik yang hendak diuraikan, sesungguhnya
merupakan tipe, atau model yang mendasarkan pada sudut kesejarahan
dan perkembangan sistem politik dari berbagai negara yang disesuaikan
dengan perkembangan kultur dan struktur masyarakatnya.

5

SISTEM
EKONO
MI

MASUKAN (Input)
Referensi
Kebijaksanaan
sarana kekuasaan

SISTEM
TEKNIS

HASIL
(Output)
Kebijaksanaa
n
pemerintah

Dampak
kebijaksan
aan
pemerinta
h

Sistem
Budaya
Politik
Struktur
Politik

Politik

Penge
m-
bangan

Integ-
rasi

Dampak
kebijaksan
aan
pemerinta
h

MASUKAN (INPUT)

UMPAN BALIK

UMPAN BALIK

Almond dan Powell, membagi 3 (tiga) katagori sistem

politik yakni :

a.

Sistem-sistem primitif yang intermittent (bekerja dengan
sebentar-sebentar istirahat). Sistem politik ini sangat kecil
kemungkinannya untuk mengubah peranannya menjadi
terspesialisasi atau lebih otonom. Sistem ini lebih mencerminkan
suatu kebudayaan yang samar-samar dan bersifat keagamaan
(parachiale).
b.

Sistem-sistem tradisional dengan struktur-struktur bersifat
pemerintahan politik yang berbeda-beda dan suatu kebudayaan
“subyek”.

c.

Sistem-sistem modern di mana struktur-struktur politik
yang berbeda-beda (partai-partai politik, kelompok-kelompok
kepentingan dan media massa) berkembang dan mencerminkan
aktivitas budaya politik “participant”.

Alfian, mengklasifikasikan sistem politik menjadi 4

(empat) tipe, yakni :
a.Sistem politik otoriter/totaliter
b.Sistem politik anarki
c.Sistem politik demokrasi
d.Sistem politik demokrasi dalam transisi.

Ramlan Surbakti dalam mengklasifikasikan sistem politik
menggunakan model sistem politik dengan empat macam kriteria,
sebagai berikut :

Perbandingan Sistem Politik

Jenis
Variabel

Sispol
Otokrasi
Tradisional

Sistem
Politik
Totaliter

Sistem
Politik
Demokrasi

Sispol
Negara
Berkemban
g

Kebaikan
Bersama

Tidak ada
persa-maan
dan kebeba-
san politik.
Ada
stratifikasi
ekono-mi,
nilai & moral.

Tidak ada
persa-maan
dan kebeba-
san politik.
Sama rata
dan sama
rasa dalam
kebutuhan
materiil.

Ada
persamaan
dan
kebebasan
politik. Tidak
ada
stratifikasi
ekono-mi
materiil/
moril.

Tidak tetap/
mencari
bentuk.
Tidak tentu.

Identitas
Bersama

Primordial
(sara).
Pemimpin
lam-bang
kebersama-
an.

Bersifat
sakral.
Ideologi
sebagai
agama politik.

Bersatu
dalam
perbedaan.

Campur
tangan
pemerintah
begitu luas.

6

Hubungan
Kekuasaa
n

Pribadi
negatif,
sedikit
konsensus
Ada pada
Raja/ Emir.

Monopoli,
sentral,
tunggal dan
non-
konsensus.
Ada Pimpinan
partai.

Distribusi.
Kekua-saan
yang relatif
merata. Ada
pada
Presiden/
Perda-na
Menteri.

Dominatif,
ne-gatif,
paksaan ta-
pi dapat
dengan
konsensus.
Ada pada
Presiden/
PM.

Legitimasi
Kewena-
ngan.

Otokrat,
berdasar
tradisi.

Totaliter,
doktri-ner dan
paksaan.

Rule of law

dan
konstitusional
.

Belum ada
pola/ pihak
penguasa.

Hubungan
Politik &
Ekonomi.

Penguasa
kaya

dan
rakyat miskin.

Partai
pengendali
politik dan
ekono-mi
rakyat.

Rakyat ambil
bagi-an
secara aktif/
mekanisme
pasar.

Pola
hubungan,
baru
mencari
bentuk
(sentral/
desentralisas
i).

Bonus Info Kewarganegaraan

David Easton dalam buku A Systems Analysis of Political Life,
mengatakan “Sistim politik adalah keseluruhan dari interaksi-interaksi
yang mengatur pembagian nilai-nilai secara autoritatif (berdasarkan
wewenang) untuk dan atas nama masyarakat”.
Tentang “Bidang-bidang Ilmu Politik”, dalam Contemporary
Political Science
(terbitan UNESCO 1950), ilmu politik dibagi dalam
empat bidang :
1.Teori Politik :
a.Teori politik
b.Sejarah perkembangan idee-idee politik.
2.Lembaga-lembaga politik :
a.Undang-Undang Dasar
b.Pemerintahan Nasional
c.Pemerintah Daerah dan Lokal
d.Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah
e.Perbandingan lembaga-lembaga politik.
3.Partai-partai, Golongan-golongan (groups) dan Pendapat Umum :

Partai-partai Politik

a.Golongan-golongan dan Asosiasi-asosiasi
b.Partisipasi warga negara dalam pemerintah dan administrasi
c.Pendapat umum
4.Hubungan Internasional :

7

a.Politik Internasional
b.Organisasi-organisasi dan Administrasi Internasional
c.Hukum Internasional

Menurut Almond dan Coleman terdapat bermacam-macam sistem
politik yang terpenting, khususnya yang banyak berlaku di negara-negara
berkembang. Diantara sistem politik yang ada antara lain sebagai
berikut :

N
o

Nama
Sistem
Politik

Uraian/Keterangan

a.Demokrasi
Politik

Demokrasi Politik adalah suatu sistem di mana ada
kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif yang
berfungsi. Kekuasaan legislatif dipiliih secara periodik
dalam pemilu yang bebas. Badan tersebut
mengontrol eksekutif. Terdapat macam-macam
kelompok dengan kepentingan yang sama yang
otonom, partai-partai politik, dan sarana-sarana yang
bebas untuk pembentukan pendapat/opini.

b.Demokrasi
Terpimpin

Struktur formal sistem ini boleh dikatakan sama
dengan demokrasi politik. Karena kesulitan tertentu
diusahakan untuk menyesuaikan dengan struktur
formal dan prakteknya untuk menjalin ada
pemerintahan secara efektif. Di sini kekuasaan lebih
terkonsentrasi kepada eksekutif dan ikatan
kekuasaan eksekutif lebih erat dengan partai
pemerintah dengan ruang gerak terbatas kepada
oposisi. Pendapat umum didominasi oleh pemerintah.

c.Oligarki
Pembangu
nan

Sistem ini digunakan dengan mengingat masalah-
masalah mengenai pelaksanaan demokrasi dan
perlunya mengadakan modernisasi dengan cepat.
Konsentrasi kekuasaan di tangan pemerintah yang
dianggap syarat pembangunan dan persatuan.
Sistem pengawasan ada di tangan militer atau rezim
sipil yang didukung oleh elit yang besar jumlahnya.
Parlemen tidak punya kekuasaan lagi dan hanya
sebagai persetujuan serta pemberi nasihat rencana
peraturan. Tidak ada tempat untuk oposisi. Sebagai
pelaksanaan kekuasaan tergantung kepada birokrasi
yang ada. Kekuasaan yudikatif tidak bebas lagi.
Militer dan politik bekerja menumpas gerakan di
bawah tanah. Kampanye dari nasional dan
melancarkan proyek-proyek pembangunan.

d.Oligarki
Totaliter

Terdapat kekuasaan kepada rezim totaliter
tradisional, seperti rezim fasis di jerman dan Italia
dahulu serta rezim nasionalis jepang sebelum PD II.

8

Rezim ini tidak mentolelir ada kekuasaan lain di
sampingnya. Elite politiknya mempunyai ideologi
yang konsisten dan terperinci dan menjabarkan
sistem pemerintahan.

e.Oligarki

TradisionalSistem politik ini peninggalan dari kebudayaan
pramodern. Elite dinasti dapat bertahan lama karena
dapat menghindar dari penjajahan, seperti Etiopia.
Kekuasaan raja mendapat pengesahan karena tradisi,
aparat negara terbatas kewajibannya, desa-desa
tidak mendapat perhatian dan tak banyak mendapat
pengaruh. Pengangkatan jabatan atas pertimbangan
pribadi.

4.Demokrasi Sebagai Sistem Politik

Kata demokrasi dalam sistem politik, memiliki makna umum yaitu :
adanya perlindungan hak asasi manusia, menjunjung tinggi hukum,
tunduk terhadap kemauan orang banyak, tanpa mengaikan hak
golongan kecil agar tidak timbul diktator mayoritas. Sebuh sistem
politik demokrasi yang kuat, yaitu apabila bersumber pada “kehendak
rakyat” dan bertujuan untuk mencapai kebaikan atau kemaslahatan
bersama. Untuk itu, demokrasi selalu berkaitan dengan persoalan
perwakilan kehendak rakyat.
Sistem politik demokrasi, menurut Bingham Powel, Jr. ditandai
dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.Legitimasi pemerintah didasarkan pada klaim bahwa pemerintah
tersebut mewakili keinginan rakyatnya, artinya klaim pemerintah
untuk patuh pada aturan hukum didasarkan pada penekanan
bahwa apa yang dilakukan merupakan kehendak rakyat.

b.Pengaturan

yang

mengorganaisasikan

perundingan
(bargaining)untuk memperoleh legitimasi dilaksanakan melalui
pemilihan umum yang kompetitif. Pemilihan dipilih dengan interval
yang teratur, dan pemilih dapat memilih diantara beberapa
alternatif calon. Dalam praktiknya, paling tidak terdapat dua partai
politik yang mempunyai kesempatan untuk menang sehingga
pilihan tersebut benar-benar bermakna.
c.Sebagian besar orang dewasa dapat ikut serta dalam proses
pemilihan, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon untuk
menduduki jabatan penting.
d.Penduduk memilih ecara rahasia dan tanpa dipaksa.
e.Masyarakat dan pemimpin menikmati hak-hak dasar, seperti
kebebasan berbicara, berkumpul, berorganisasi dan kebebasan
pers. Baik partai politik yang lama maupun yang baru dapat
berusaha untuk memperoleh dukungan.

9

1.

Berikan pengertian tentang “sistem politik” sesuai pendapat
anda dan tokoh-tokoh terkenal !
Pendapat

anda

tentang

sistem

politik ? ............................................................................................
.................................................................................................................
.................................................

No

Tokoh

Uraian Singkat

1.
2.

2.

Di dalam salah satu pengertian politik dikatakan bahwa politik
merupakan seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara
konstitusional maupun nonkonstitusional. Berikan penjelasn
singkatnya !
a.Secara
Konstitusional : ..................................................................................
...............................
...........................................................................................................

.................................................

b.Nonkonstitusional : ........................................................................
................................................
............................................................................................................
................................................

3.

Dalam perkembangan lebih lanjut tentang macam-macam
sistem politik, terdapat antara lain Oligarki Totaliter dan Oligarki
Tradisional. Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini!

Oligarki Totaliter

Oligarki Tradisional

.....................................................
.........................
.....................................................
.........................
.....................................................
.........................
.....................................................
.........................

......................................................
........................
......................................................
........................
......................................................
........................
......................................................
........................

4.

Berikan tanggapan penjelasan, mengapa dalam sistem politik
faktor input dan output sangat berpengaruh terhadap kebijaksanaan
pemerintah ! ..........................................................................

1

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Sistem Politik
(Pengertian Sistem Politik
, Ciri-ciri Umum Sistem Politik, dan
Macam-macam Sistem Politik
, dilanjutkan Penugasan dengan
menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :

1

.................................................................................................................
..................................................
.................................................................................................................
..................................................
.................................................................................................................
..................................................

5.

Tuliskan pendapat Almond berkaitan dengan ciri-ciri umum
sistem politik di bawah ini, dan jelaskan sesuai pendapat anda !

Mempunyai Kebudayaan
Politik

Melaksanakan Fungsi-fungsi
Politik

.....................................................
........................
.....................................................
........................
.....................................................
........................
.....................................................
........................
.....................................................
........................

.......................................................
.........................
.......................................................
.........................
.......................................................
.........................
.......................................................
.........................
.......................................................
.........................

B.SUPRA STRUKTUR DAN INFRA STRUKTUR POLITIK DI
INDONESIA

Pada setiap sistem politik negara-negara dunia, akan selalu dijumpai
adanya struktur politik. Struktur politik di dalam suatu negara, adalah
pelembagaan hubungan organisasi antara komponen-komponen yang
membentuk bangunan politik. Struktur politik sebagai bagian dari struktur
yang pada umumnya selalu berkenaan dengan alokasi nilai-nilai yang
bersifat otoritatif, yaitu yang dipengaruhi oleh distribusi serta
penggunaan kekuasaan.
Permasalahan politik menurut Alfian, dapat dikaji melalui berbagai
pendekatan yaitu dapat didekati dari sudut kekuasaan, struktur politik,
komunikasi politik, konstitusi, pendidikan dan sosialisasi politik, pemikiran
dan kebudayaan politik.

Sistem politik yang pada umumnya berlaku di setiap negara, meliputi
dua struktur kehidupan politik yakni ; Infra Struktur Politik dan Supra
Struktur Politik.

1

Fokus Kita :

Struktur

adalah suatu cara bagaimana sesuatu itu
disusun/dibangun atau merupakan pola peranan yang kait-mengkait
atau hubungan yang sudah mapan diantara orang seorang dan atau
organisasi. Di dalam suatu situasi, struktur ini relatif mempunyai unsur-
unsur yang stabil, seragam dan terpola.

1.

Infra Struktur Politik

Di dalam suatu kehidupan politik rakyat (the social – political
sphere
), akan selalu ada sangkut paut atau bersinggungan dengan
kelompok-kelompok anggota masyarakat lain ke dalam berbagai
macam golongan yang biasanya disebut “kekuatan sosial politik
masyarakat”. Kelompok masyarakat tersebut yang merupakan
kekuatan politik riil di dalam masyarakat, disebut “infra struktur
politik”. Berdasarkan teori politik, infra struktur politik mencakup 5
(lima) unsur atau komponen sebagai berikut : a) partai politik (political
party
), b) kelompok kepentingan (interest group), c) kelompok
penekan (pressure group), d) media komunikasi politik (political
communication media
), dan e) tokoh politik (political figure).

Partai Politik (Political Partai) di Indonesia

Partai politik sebagai institusi, mempunyai hubungan yang sangat
erat dengan masyarakat dalam mengendalikan kekuasaan. Hubungan
ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat yang
melahirkannya. Kalau kelahiran partai politik sebagai
pengejawantahan dari kedaulatan rakyat dalam politik formal, maka
semangat kebebasan selalu dikaitkan orang dalam membicarakan
partai politik sebagai pengendali kekuasaan.

Sebagaimana dikatakan oleh Husazar dan Stevenson dalam
bukunya Political Science, bahwa partai politik (parpol) adalah
sekelompok orang yang terorganisir serta berusaha untuk
mengendalikan pemerintahan agar supaya dapat melaksanakan
program-programnya dan menempatkan/mendudukkan anggota-
anggotanya dalam jabatan pemerintah. Suatu partai politik berusaha
untuk memperoleh kekuasaan dengan dua cara; pertama, ikut serta
dalam pelaksanaan pemerintahan secara sah, dengan tujuan bahwa
dalam pemilu memperoleh suara mayoritas dalam badan legislatif.
Dan kedua, mungkin bekerja secara tidak sah/melakukan subversib
untuk memperoleh kekuasaan tertinggi dalam negara yaitu melalui
revolusi atau coup d`etat.
Berdasarkan perjalanan sejarah kehidupan partai politik di
Indonesia, secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

a.

Masa Pra Kemerdekaan

1

Fokus Kita :

Partai politik sering dianggap sebagai salah satu atribut negara
demokrasi modern, karena diperlukan kehadirannya bagi negara-
negara yang berdaulat. Bagi negara-negara yang merdeka dan
berdaulat, eksistensi partai politik merupakan prasyarat baik
sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi rakyat, juga terlibat
langsung dalam proses penyelenggaraan negara melalui wakil-

Organisasi modern pertama di Indonesia yang melakukan
perlawanan terhadap penjajah (tidak secara fisik) adalah Budi
Utomo yang di dirikan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Pada
awalnya, organisasi ini berkembang di kalangan pelajar dalam
bentuk studieclub dan organisasi pendidikan. Namun dalam
perkembangan berikutnya menjadi partai-partai politik yang
didukung kaum terpelajar dan massa buruh tani.
Berikut adalah partai-partai yang berkembang sebelum
kemerdekaan dengan tiga aliran besar, yaitu Islam, Nasionalis, dan
Marxisme/Komunisme.

N
o

Nama Parpol

Uraian / Keterangan

1.Sarekat Islam
(1912),
Muhammadiy
ah (1912)

Partai Sarekat Islam (SI) dianggap pelopor
partai yang beraliran Islam. Hal yang menarik
dari partai SI, adalah mampu mengidentifikasi
dirinya dengan aspirasi politik Bumi Putera
untuk memperjuangkan kemerdekaan.

2.PKI (1921)

Partai yang

bercorak

ideologi
Marxisme/Komunisme, awalnya berhasil
mempengaruhi massa rakyat dengan
memperke-nalkan analisa Lenin dan Bucharin
tentang imperalisme sebagai tingkat terakhir
dari kapitalisme. PKI awalnya mencoba
mempelopori perjuangan anti kolonialisme
/imperialisme. Namun pada tahun 1926-1927
kehilangan simpati rakyat setelah melakukan
pemberontakan berdarah.

3.Indische Partij
(1912), PNI
(1927) ,Partai
Indonesia
(1931), Partai
Ra-kyat
Indonesia/ PRI
(1930), Partai
Indonesia
Raya/
Parindra
(1931).

Merupakan partai yang beraliran nasionalisme
dengan perjuangan utama adalah untuk
mencapai

kemerdekaan

dari
kolonialisme/imperialisme bangsa penjajah.
Golongan nasionalis yang dipersonifikasikan
dengan Sukarno-Hatta, dianggap sebagai
rival utama golongan Islam karena digerakan
oleh kaum terpelajar yang berasal dari
berbagai agama dan golongan. Dilihat dari
pengikutnya, merupakan runner up dari
setelah golongan Islam, kendatipun tokoh-
tokohnya belum melebihi dari golongan Islam
sekaliber Mohammad Natsir.

b.

Masa Pasca Kemerdekaan (Tahun 1945 – 1965)

Tumbuh suburnya partai-partai politik pasca kemerdekaan,
didasarkan pada Maklumat Pemerintah tertanggal 3 November 1945
yang ditandatangani Wakil Presiden Moh. Hatta yang antara lain
memuat keinginan pemerintah akan kehadiran partai politik agar
masyarakat dapat menyalurkan aspirasi (aliran pahamnya) secara

1

teratur. Sejak dikeluarkannya Maklumat Pemerintah tersebut, dapat
diklasifikasi sejumlah partai politik yang ada sebagai berikut :
1)Dasar Ketuhanan : a) Partai Masjumi, b) Partai Sjarikat Indonesia,
c) Pergerakan Tarbiyan Islamiah (Perti), d) Partai Kristen Indonesia
(Parkindo), Nahdlatul Ulama (NU)
dan e) Partai Katholik.
2)Dasar Kebangsaan :
Partai Nasional Indonesia (PNI)
Partai Indonesia Raya (Parindra)
Persatuan Indonesia Raya (PIR)
Partai Rakyat Indonesia (PRI)
Partai Demokrasi Rakyat (Banteng)
Partai Rakyat Nasional (PRN)
Partai Wanita Rakyat (PWR)
Partai Kebangsaan Indonesia (Parki)
Partai Kedaulatan Rakyat (PKR)
Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI)
Ikatan Nasional Indonesia (INI)
Partai Rakyat Jelata (PRJ)
Partai Tani Indonesia (PTI)
Wanita Demokrasi Indonesia (PTI)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->