P. 1
Kelas XI KD III Keterbukaan Dan Keadilan Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Kelas XI KD III Keterbukaan Dan Keadilan Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

|Views: 38,146|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

a.Keterbukaan

Keterbukaan merupakan perwujudan dari sikap jujur, rendah hati,
adil, mau menerima pendapat, kritik dari orang lain. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia
, keterbukaan adalah hal terbuka, perasaan
toleransi dan hati-hati serta merupakan landasan untuk
berkomunikasi. Dengan demikian dapat dipahami pula bahwa yang
dimaksud dengan keterbukaan adalah suatu sikap dan perilaku
terbuka dari individu dalam beraktivitas.

b.Keadilan

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata keadilan yang
berasal dari kata dasar “adil”, mempunyai arti kejujuran, kelurusan
dan keikhlasan yang tidak berat sebelah. Sehingga keadilan
mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah
atau tidak memihak dan tidak sewenang-wenang.
Sedangkan di dalam Ensiklopedi Indonesia, disebutkan bahwa
kata “adil” (bahasa Arab ; ‘adl) mengandung pengertian sebagai
berikut :

Tidak berat sebelah atau tidak memihak ke salah satu pihak.
Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak
yang harus diperolehnya.
Mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan
mana yang salah, bertindak jujur dan tepat menurut peraturan atau
syarat dan rukun yang telah ditetapkan. Tidak sewenang-wenang
dan maksiat atau berbuat dosa.
Orang yang berbuat adil, kebalikan dari fasiq (orang yang tidak
mengerjakan perintah).
Pengertian kata “adil” yang lebih menekankan pada “tindakan
yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan
”, maka sesungguhnya
pada setiap diri manusia telah melekat sumber kebenaran yang

2

disebut hati nurani. Tuhanlah yang menuntun hati nurani setiap
manusia beriman agar sanggup berbuat adil sesuai dengan salah satu
sifat-Nya yang Maha Adil. Kata “keadilan” dapat juga diartikan sebagai
suatu tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan; atau
tindakan yang didasarkan kepada norma-norma (norma agama, norma
kesusilaan, norma kesopanan, maupun norma hukum).

Banyak ahli yang mencoba memberikan pendapat tentang kata
“adil” atau keadilan. Namun sebagaimana yang kita ketahui, mereka
berdasarkan sudut pandang masing-masing akan terdapat perbedaan,
walaupun demikian akan tetap pada dasar-dasar atau koridor yang
sama. Berikut ini beberapa pengertian keadilan menurut para ahli.

Aristoteles

Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan menusia, kelayakan
yang di maksud adalah titik tengah antara kedua ujung ekstrim,
tidak berat sebelah dan tidak memihak. Menurut Aristoteles
terdapat 5 (lima) jenis keadilan, yaitu:

N
o

Keadilan

Uraian /
Keterangan

Contoh

1.Keadilan
Komutatif
Yaitu,

perlakuan
terhadap seseorang
dengan tidak me-lihat
jasa-jasa yang telah
diberikannya.

Seseorang yang telah
melakukan
kesalahan/pelanggaran
tanpa

me-mandang
kedudukannya, dia tetap
dihukum sesuai dengan
kesalahan/ pelanggaran
yang dibuatnya.

2.Keadilan
Ditributif

Yaitu,

perlakuan
terhadap seseorang
sesuai dengan jasa –
jasa yang telah
diberikan-nya.

Beberapa orang pegawai
suatu

perusahaan
memperoleh gaji yang
berbeda, berdasarkan masa
kerja,

golongan,

kepangkatan,

jenjang
pendidikan, atau tingkat
kesulitan pekerjaannya.

3.Keadilan
Kodrat
Alam

Yaitu,

memberi

sesuatu

sesuai
dengan yang diberi-

Seseorang yang menjawab
salam yang diucapkan
orang lain dikatakan adil

3

Fokus Kita :

Berdasarkan pemahaman kita tentang kata “keadilan”, maka
sudah seharusnya kita mengakui dan memperlakukan manusia
sesuai dengan martabatnya tanpa membeda-bedakan suku,
keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan
sosial, serta warna kulit. Hal ini berarti kita seharunya
mengembangkan sikap-sikap :
Saling mencintai sesama manusia.
Tenggang rasa atau tepa salira, dan

kan oleh orang lain
kepada kita.

karena telah menerima
salam dari orang tersebut.

4.Keadilan
Konvensio
nal.

Yaitu, jika seorang
warga negara telah
menaati pera-turan
perundang-undangan
yang

telah

dikeluarkan.

Penggunaan

sabuk

pengaman

bagi
pengendara mobil dan
helm bagi pengendara
motor.

5.Keadilan
Perbaikan

Yaitu, jika seseorang
telah

berusaha
memulihkan nama
baik orang lain yang
telah tercermar.

Tindakan

klarifikasi
terhadap kesala-han yang
telah dilakukan seseorang.

Plato

Keadilan di proyeksikan pada diri manusia sehingga orang yang
dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan
perasaannya dikendalikan oleh akal. Dalam pandangan Plato,
keadilan dapat dibedakan atas :
Keadilan moral, yaitu suatu perbuatan yang dapat dikatakan
adil secara moral apabila telah mampu memberikan perlakuan
yang seimbang (selaras) antara hak dan kewajibannya.
Contoh; seorang karyawan yang menuntut kenaikan upah
dengan diimbangi peningkatan kuaitas kerjanya.

Keadilan prosedural.

Suatu perbuatan dikatakan adil secara prosedural jika seseorang
telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata
cara yang telah ditetapkan.
Contoh; siswa yang berprestasi, dimana dalam pencapaian
prestasi tersebut, diawali dengan belajar keras, dan tidak
mencontek saat ujian.

Socrates

Bahwa keadilan terrcipta bilamana setiap warga negara sudah
merasakan bahwa pemerintah telah melaksanakan tugasnya
dengan baik.

Kong Fu Tju

Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, ayah sebagai ayah, bila
raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan
kewajibannya.

Thomas Hobbes

Keadilan adalah suatu perbuatan yang didasarkan pada perjanjian
yang telah disepakati.

Notonagoro

Keadilan hukum “legalitas” adalah suatu keadaan yang didasarkan
pada ketentuan hukum yang berlaku.

Panitia Ad-hoc MPRS 1966

4

Keadilan dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu;

1)

Keadilan idividual.

Yaitu keadilan yang bergantung pada kehendak baik atau
kehendak buruk masing-masing individu.

2)

Keadilan sosial

Yaitu keadilan yang pelaksanaannya tergantung pada struktur
yang terdapat dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan
ideologi. Dalam pancasila setiap orang di Indonesia akan
mendapat perilaku yang adil dalam bidang hukum, politik,
ekonomi dan kebudayaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->