P. 1
Kelas XII KD I Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Kelas XII KD I Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

|Views: 23,028|Likes:
Published by lini1969_n10tangsel

More info:

Published by: lini1969_n10tangsel on Jul 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2015

pdf

text

original

Sections

a.Pengertian Paradigma Pembangunan
Kata paradigma (Inggris : paradigm), mengandung arti model, pola
atau contoh. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, paradigma
diartikan seperangkat unsur bahasa yang sebagian bersifat konstan
(tetap) dan yang sebagian berubah-ubah
. Paradigma, juga dapat
diartikan suatu gugusan sistem pemikiran. Menurut Thomas S. Kuhn,
paradigma adalah asumsi-asumsi teoritis yang umum (merupakan
suatu sumber nilai), yang merupakan sumber hukum, metode serta
cara penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat
menentukan sifat, ciri dan karakter ilmu pengetahuan tersebut.
Paradigma juga dapat diartikan sebagai cara pandang, nilai-nilai,
metode-metode, prinsip dasar atau cara memecahkan masalah yang
dianut oleh suatu masyarakat pada masa tertentu. Dalam
pembangunan nasional, Pancasila adalah suatu paradigma, karena
hendak dijadikan sebagai landasan, acuan, metode, nilai dan tujuan
yang ingin dicapai di setiap program pembangunan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

Sedangkan kata pembangunan (Inggris : development)
menunjukkan adanya pertumbuhan, perluasan ekspansi yang
bertalian dengan keadaan yang harus digali dan yang harus dibangun
agar dicapai kemajuan di masa yang akan datang. Pembangunan tidak
hanya bersifat kuantitatif tetapi juga kualitatif (manusia seutuhnya). Di
dalamnya terdapat proses perubahan yang terus menerus menuju
kemajuan dan perbaikan ke arah tujuan yang dicita-citakan. Dengan
demikian, kata pembangunan mengandung pemahaman akan
adanya penalaran dan pandangan yang logis, dinamis dan
optimistis
.

b.Sebagai Paradigma Pembangunan

Sejak tanggal 18 Agustus 1945, bangsa Indonesia telah sepakat
bulat untuk menerima Pancasila sebagai dasar negara sebagai
perwujudan falsafah hidup bangsa (weltanschauung) dan sekaligus
ideologi nasional. Sejak negara republik Indonesia diproklamasikan

47

Fokus Kita :

Secara umum, yang dimaksud Paradigma Pembangunan adalah
suatu model, pola yang merupakan sistem berfikir sebagai upaya
untuk melaksanakan perubahan yang direncanakan guna
mewujudkan cita-cita kehidupan masyarakat menuju hari esok yang

tanggal 17 Agustus 1945 hingga kapanpun -- selama kita masih
menjadi warga negara Indonesia
-- maka kesetiaan (loyalitas)
terhadap ideologi Pancasila dituntut dalam bentuk sikap, tingkah laku
dan perbuatan yang nyata dan terukur. Inilah sesungguhnya wujud
tanggung jawab seorang warga negara sebagai konsekuensi logis
yang bangga dan mencintai ideologi negaranya (Pancasila) yang
benar-benar telah menghayati, mengamalkan dan mengamankannya
dari derasnya sistem-sistem ideologi bangsa/ negara-negara modern
dewasa ini.

Pancasila dalam paradigma pembangunan sekarang dan dimasa-
masa yang akan datang, bukanlah lamunan kosong (utopis), akan
tetapi menjadi suatu kebutuhan sebagai pendorong semangat (drive)
pentingnya paradigma arah pembangunan yang baik dan benar di
segala bidang kehidupan. Jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia
yang religius, ramah tamah, kekeluargaan dan musyawarah, serta
solidertias yang tinggi (kepedulian)
, akan mewarnai jiwa
pembangunan nasional baik dalam perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, pengawasan maupun dalam evaluasinya.
Berdasarkan konseptualisasi paradidgma pembangunan tersebut di
atas, maka unsur manusia dalam pembangunan sangat penting dan
sentral. Karena manusia adalah pelaku dan sekaligus tujuan dari
pembangunan itu sendiri. Oleh sebab itu, jika pelaksanaan
pembangunan ditangan orang yang sarat KKN (Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme) dan tidak bertanggung jawab, maka segala modal, pikiran,
ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan dapat
membahayakan sekaligus merugikan manusia, masyarakat, bangsa
dan negara.

c.Makna, Hakikat dan Tujuan Pembangunan Nasional

Makna Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional adalah upaya untuk meningkatkan
seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang
sekaligus merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem
penyelenggaraan negara untuk mewujudkan Tujuan Nasional.
Dalam pengertian lain, pembangunan nasional dapat diartikan
merupakan rangkaian upaya pembangunan yang
berkesinambungan dan meliputi seluruh kehidupan masyarakat,
bangsa, dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan
Tujuan Nasional.

48

Fokus Kita :

Karena yang ingin dibangun adalah manusia dan masyarakat
Indonesia, sehingga paradigma pembangunan harus berdasarkan
kepribadian Indonesia
dan menghasilkan manusia dan
masyarakat maju yang tetap berkepribadian Indonesia, yang

Pelaksanaan pembangunan mancakup aspek kehidupan bangsa,
yaitu aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan
keamanan secara berencana, menyeluruh, terarah, terpadu,
bertahap dan berkelanjutan untuk memacu peningkatan
kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang
sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang lebih maju. Oleh
karena itu, sesungguhnya pembangunan nasional merupakan
pencerminan kehendak untuk terus menerus meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara benar,
adil, dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat
dan penyelenggara negara yang maju dan demokratis berdasarkan
Pancasila.

Hakikat Pembangunan Nasional

Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia
Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia
seluruhnya. Hal ini berarti dalam pelaksanaan pembangunan
nasional adalah sebagai berikut :
1)Ada keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan kebulatan
yang utuh dalam seluruh kegiatan pembangunan. Pembangunan
adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk
pembangunan. Dalam pembangunan dewasa ini dan jangka
panjang, unsur manusia, unsur sosial budaya, dan unsur lainnya
harus mendapat perhatian yang seimbang.
2)Pembangunan adalah merata untuk seluruh masyarakat dan di
seluruh wilayah tanah air.
3)Subyek dan obyek Pembangunan adalah manusia dan
masyarakat Indonesia, sehingga pembangunan harus
berkepribadian Indonesia dan menghasilkan manusia dan
masyarakat maju yang tetap berkepriadian Indonesia pula.
4)Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan
Pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama pembangunan
dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan,
membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang.
Kegiatan masyarakat dan kegiatan Pemerintah saling
mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi dalam satu
kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan
nasional.

Tujuan Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional dilaksanakan untuk mewujudkan Tujuan
Nasional seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV,
yaitu ....... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial serta mewujudkan cita-cita bangsa
sebagaimana termaktub dalam alinea II Pembukaan UUD 1945.

49

d.Visi dan Misi Pembangunan Nasional
Visi

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis,
berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah
negara Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia
yang sehat, mandiri, beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, cinta
tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi dan
disiplin.

Misi

Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan, misi yang
diterapkan adalah sebagai berikut :
1)Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan
bermasyarkat, berbangsa dan bernegara.
2)Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3)Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-
hari untuk mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan persaudaraan
umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun dan
damai.

4)Penjaminan kondisi aman, damai, tertib dan ketenteraman
masyarakat.
5)Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya
supremasi hukum dan hak asasi manusia berlandaskan keadilan
dan kebenaran
6)Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian,
dinamis, kreatif, dan berdaya tahan terhadap pengaruh
globalisasi.
7)Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi
nasional, terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi,
dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang
bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, bersumber
daya alam, dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri
maju, berdaya saing dan berwawasan lingkungan.
8)Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pengembangan
daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah negara
kesatuan Republik Indonesia.
9)Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh
meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat
serta perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar,
yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan
lapangan kerja.

50

10)

Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani
masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif, transparan;
yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

11)

Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang
demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia,
kreatif, inovatgif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat,
berdisiplin, bertanggungjawab, berketerampilan, serta
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka
mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

12)

Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat,
bebas dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam
menghadapi perkembangan global.
Visi (impian/harapan) dan misi (hal-hal yang akan dilakukan
untuk mencapai visi) tersebut merupakan dasar dan rambu-rambu
untuk mencapai tujuan bangsa dan cita-cita nasional. Berdasarkan
visi dan misi itu, maka disusunlah suatu kebijakan pembangunan
nasional. Berikut secara sederhana dapat diberikan bagan tentang
paradigma pembangunan nasional berdasarkan konsep, prinsip dan
nilai-nilai Pancasila.

51

Kerangka Teoritis

Falsafah
Pancasila

Ideologi Negara

Wawasan
Kebangsaan

(cara pandang/cita-
cita kenegaraan

Metode/ Konsep
Berfikir

Tolok Ukur
Keberhasilan
Pembangunan

Kebijakan
Pembangunan
(Tahapan/Model)

Kerangka Terapan

Pancasila (5 Nilai Dasar
yang satu)

Pancasila

(Dalam Pembukaan UUD 1945)
& Esensi isi Pembukaaan
sebagai arah

Wawasan Nusantara

(Wadah NKRI yang merupakan
Satu Kesatuan
Poleksosbudhankam Negara
(Otoda dalam sistem NKRI)

Komprehensif Integral

(Holistik, Interdisipliner)

Ketahanan Nasional

(Keserasian Pembangunan yang
menhasilkan keuletan,
ketangguhan, dan kemandirian
bangsa sesuai lingkungan yang
dihadapi)

GHBN
Pelita (Propenas)
APBN/APBD dst.
(Pelaksanaan Otoda)

Sumber : Retno Listyarti, “Pendidikan Kewarganegaraan Kelas
XI”, esis, Jakarta, 2002.

Bonus Info Kewarganegaraan

52

Tahapan Proses “PEMBAHARUAN” Dalam
Pembangunan

Pembangunan nasional yang dilakukan oleh bangsa Indonesia
dewasa ini diartikan sebagai pengamalan Pancasila. Maka
Pembangunan nasional mengandung arti pembaharuan.
Pembangunan dan pembaharuan dengan sendirinya membawa
perubahan-perubahan sosial-budaya. Perubahan-perubahan yang
bersifat dangkal akan mudah dan cepat berubah. Misalnya, dapat
dilihat dalam perubahan mode pakaian, selera arsitektur rumah atau
tempat tinggal, dan popularitas lagu-lagu generasi muda yang
sedang in di kalangan mereka.
Adapun perubahan-perubahan sosial-budaya yang mendasar
dapat dialami bersama dalam reformasi. Misalnya, masyarakat
pertanian menjadi masyarakat industri, masyarakat tradisional
menjadi masyarakat modern, tata hidup pedesaan menjadi tata
hidup perkotaan, serta perubahan masyarakat Indonesia dari
kedudukan dijajah oleh kekuasaan asing menjadi masyarakat yang
merdeka di dalam negara yang diatur dan diurus oleh kekuasaan
nasional.

Semua perubahan sosial tersebut apabila dianalisis prosesnya
akan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
a.Tahap terintegrasi (tahap terorganisasi).
b.Tahap disintegrasi (tahap disorganisasi).
c.Tahap reintegrasi (tahap reorganisasi).
Tahapan pertama, yaitu tahap integrasi merupakan tahap sosial
budaya di mana lembaga-lembaga termasuk lembaga politik,
ekonomi, pemerintahan, agama dan sosial berada di dalam keadaan
yang selaras, serasi, dan seimbang. Namun, sebagai akibat dari
perkembangan di bidang politik, ekonomi, teknologi, dan ilmu
pengetahuan salah satu bidang kehidupan berkembang lebih cepat
dari pada bidang lainnya sehingga merusak keadaan sosial-budaya
yang terintegrasi itu.
Tahap kedua, yaitu tahap disintegrasi antara lembaga-lembaga
sosial-budaya. Di dalam tahap disintegrasi, masyarakat mengalami
situasi sosial psikologis dimana orang sering tidak mengetahui nilai-
nilai yang dianggap baik dan nilai-nilai yang dianggap tidak baik. Hal
ini disebabkan nilai-nilai yang dianggap baik lama sudah mulai pudar,
tetapi belum lenyap sama sekali dari kehidupan masyarakat.
Sebaliknya, nilai-nilai baru yang harus menggantikannya belum
terbentuk dengan jelas, atau kalau sudah terbentuk, belum jelas
kapan, di mana, serta dengan cara bagaimana nilai-nilai baru itu
harus direalisasikan. Periode yang diwarnai dengan kebingungan
dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat dinamakan periode

anomie.

Di dalam keadaan bingung tersebut, mayarakat mencari jalan

53

agar kehidupannya kembali ke dalam keadaan selaras, serasi dan
seimbang. Kalau keadaan kehidupan baru itu tercapai, masyarakat
sudah berhasil menempatkan diri pada tahap ketiga, yaitu tahap
reintegrasi.

54

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Pancasila Sebagai
Sumber Nilai dan Paradigma Pembangunan (Pengertian dan
macam-macam nilai, Pancasila Sumber Nilai, dan Pancasila
Paradigma Pembangunan)
, dilanjutkan Penugasan

dengan

menjawab pertanyaan atau pernyataan sebagai berikut :

5

1.Berikan ulasan pengertian kembali tentang “Pancasila sumber nilai”
sesuai pendapat anda secara umum !
Pendapat

anda

tentang

Pancasila

sumber

nilai? ...............................................................................
..................................................................................................................
.....................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..........................................................................................................

2.Pengertian nilai menurut Laboratorium Pancasila IKIP Malang,
adalah sesuatu yang berharga, yang berguna, yang indah, yang
memperkaya batin, yang menyadarkan manusia akan harkat dan
martabatnya
. Berikan penjelasn singkatnya !
a.Yang

berharga

: ............................................................................................................
...................
..............................................................................................................
.................................................

b.Harkat

dan
martabatnya`
: ...................................................................................
.........................
..............................................................................................................
.................................................

3.Prof. Dr. Notonagoro, berpendapat bahwa nilai dapat dibagi
menjadi 3 (tiga) bagian yaitu : nilai material, nilai vital dan nilai
kerokhanian
. Beri penjelasan singkat pada kolom di bawah ini!
Nilai Material

Nilai Kerokhanian

........................................................
......................
........................................................
......................
........................................................
......................
........................................................
......................

.....................................................
.........................
.....................................................
.........................
.....................................................
.........................
.....................................................
.........................

4.Berikan tanggapan penjelasan, mengapa sebagai warga negara
dirasakan penting untuk memahami konsep “Pancasila sebagai
paradigma pembangunan
” !

55

..................................................................................................................
.....................................................
..................................................................................................................
.....................................................
..................................................................................................................
.....................................................

5.Tuliskan perbedaan dan persamaan mendasar antara konsep
pembangunan masa “Orde Baru” dan “Era Reformasi” berkaitan
dengan Pancasila sebagai paradigma pembangunan di bawah ini !

Persamaan

Perbedaan

........................................................
.....................
........................................................
.....................
........................................................
.....................
........................................................
.....................

.......................................................
.........................
.......................................................
.........................
.......................................................
.........................
.......................................................
.........................

D.SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA SEBAGAI
IDEOLOGI TERBUKA

Pada waktu Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia, Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
membuka sidang pada tanggal 1 Juni 1945, mengemukakan bahwa di
antara yang perlu difikirkan oleh para anggota sidang adalah mengenai
dasar negara bagi negara yang akan didirikan. Oleh Bung Karno
diartikan sebagai dasarnya Indonesia Merdeka (dalam bahasa Belanda
“philosofische grondslag”), yang dalam pidato Bung Karno pada tanggal 1
Juni 1945 disebutnya Pancasila.
Dalam sidang-sidang berikutnya yang dilanjutkan dalam Sidang
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia disepakati oleh para anggota
bahwa dasar negara tersebut adalah Pancasila, meskipun tidak disebut
secara eksplisit, tetapi rumusan sila-silanya dicantumkan dalam
Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia. Begitu penting kedudukan
dasar negara bagi cwarga negara dalam hidup berbangsa dan bernegara,
oleh karena itu perlu difahami dengan secara mendalam masalah
dimaksud.

Dalam perkembangan lebih lanjut, bahwa Pancasila dinyatakan
sebagai ideologi terbuka tidaklah diragukan lagi kebenarannya. Sebagai
ideologi terbuka Pancasila diharapkan selalu tetap komunikatif dengan
perkembangan masyarakatnya yang dinamis dan sekaligus
mempermantap keyakinan masyarakat terhadapnya. Dengan demikian,
sudah seharusnya Pancasila dibudayakan dan diamalkan, sehingga akan
menjiwai serta memberi arah proses pembangunan dalam berbagai
bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

56

Dengan memperhatikan uraian-uraian tersebut di atas, maka bagi
setiap warga negara Indonesia sudah seharusnya mengambil sikap positif
terhadap kebenaran Pancasila sebagai ideologi terbuka dengan
menunjukkan sikap/perilkau positif sebagai berikut :

1.

Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai

Ketuhanan

Bahwa setiap warga negara Indonesia sudah seharusnya memiliki pola
pikir, sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan
Yang Maha Esa. Dengan menempatkan Pancasila sebagai ideologi
terbuka, maka setiap warga negara Indonesia diberikan kebebasan
untuk memilih dan menentukan sikap dalam memeluk salah satu
agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia. Sikap dan perilaku
positif nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sehubungan dengan
Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat ditunjukkan antara lain :

a.

Melaksanakan kewajiban dalam keyakinannya terhadap
Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan
beradab.
b.

Membina kerja sama dan tolong menolong dengan pemeluk
agama lain sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan masing-
masing.
c.

Mengembangkan toleransi antar umat beragama menuju
terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang.
d.

Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain, dan lain-lain.

2.

Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai

Kemanusiaan

Dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan sifat
ideologi Pancasila yang terbuka, maka sikap dan perilaku kita harus
senantiasa mendudukkan manusia lain sebagai mitra sesuai dengan
harkat dan martabatnya. Hak dan kewajibannya dihormati secara
beradab. Dengan demikian tidak akan terjadi penindasan atau
pemerasan. Segala aktivitas bersama berlangsung dalam
keseimbangan, kesetaraan dan kerelaan. Sikap dan perilaku positif
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sehubungan dengan
Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat ditunjukkan antara lain :
a.Memperlakukan manusia/orang lain sesuai dengan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
b.Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban asasi setiap
manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, jenis
kelamin, kedudukan sosial, dan sebagainya.
c.Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia,
tenggang rasa dan tidak semena-mena terhadap orang lain.
d.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti : menolong orang
lain, memberi bantuan kepada yang membutuhkan, menolong
korban banjir, dan lain-lain.

57

3.

Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai

Persatuan Indonesia

Menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan Indonesia sesuai dengan sifat
idelogi Pancasila yang terbuka, mengharuskan setiap warga negara
Indonesia agar tetap mempertahankan keutuhan dan tegak-kokohnya
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita menyadari bahwa negara
kesatuan ini memiliki berbagai keanekaragaman (ke-Bhinneka Tunggal
Ika-an) dari segi agama, adat, budaya, ras, suku dan sebagainya yang
harus didudukkan secara proporsional. Oleh sebab itu, jika terjadi
masalah atau konflik kepentingan maka sudah seharusnya
kepentingan bangsa dan negara diletakkan di atas kepentingan
pribadi, kelompok dan daerah/golongan. Sikap dan perilaku positif
menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan Indonesia sehubungan dengan
Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat ditunjukkan antara lain :
a.Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara
jika suatu saat diperlukan.
b.Bangga dan cinta tanah air terhadap bangsa dan negara Indonesia.
c.Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal

Ika.

d.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa, dan
lain sebagainya.

4.

Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai

Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai-nilai permusyawaratan/perwakilan mengandung makna bahwa
hendaknya kita dalam bersikap dan bertingkahlaku menghormati dan
mengedepankan kedaulatan negara sebagai perwujudan kehendak
seluruh rakyat. Rakyatlah yang sesungguhnya memiliki kedaulatan
atau kedudukan terhormat dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Sesuai dengan sifat ideologi Pancasila yang
terbuka,

maka

dalam

memaknai

nilai-nilai
permusyawaratan/perwakilan, aspirasi rakyat menjadi pangkal tolak
penyusunan

kesepakatan

bersama

dengan

cara
musyawarah/perwakilan. Apabila dengan musyawarah tidak dapat
tercapai kesepakatan, dapat dilakukan pemungutan suara. Setiap
keputusan hasil kesepakatan bersama mengikat sedua pihak tanpa
kecuali, dan semua pihak wajib melaksanakannya. Sikap dan perilaku
positif menjunjung tinggi nilai-nilai permusyawaratan/perwakilan
sehubungan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat
ditunjukkan antara lain :
a.Mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama.
b.Tidak boleh memaksakan kehendak, intimidasi dan berbuat
anarkhis (merusak) kepada orang/barang milik orang lain jika kita
tidak sependapat.
c.Mengakui bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.

58

d.Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah
terpilih untuk melaksanakan musyawarah dan menjalakan
tugasnya dengan sebaik-baiknya, dan lain sebagainya.

5.

Sikap dan Perilaku Menjunjung Tinggi Nilai-nilai

Keadilan Sosial

Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh
rakuat Indonesia yang sesuai dengan sifat Pancasila sebagai ideologi
terbuka, hal ini akan mengarah pada terwujudnya kesejahteraan lahir
dan batin yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa
kecuali. Kesejahteraan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan
masyarakat dan merata di seluruh daerah. Dengan demikian, dapat
dihindari terjadinya kesenjangan yang mencolok baik dibidang politik,
ekonomi maupun sosial budaya. Sikap dan perilaku positif menjunjung
tinggi nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh Indonesia sehubungan
dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat ditunjukkan antara
lain :
a.Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan
lingkungan masyarakat sekitar.
b.Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan
kepentingan orang lain/umum, seperti : mencoret-coret
tembok/pagar sekolah atau orang lain, merusak sarana
sekolah/umum, dan sebagainya.
c.Suka bekerja keras dalam memecahkan atau mencari jalan keluar
(solusi) masalah-masalah pribadi, masyarakat, bangsa dan negara.
d.Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan
yang merata dan berkeadilan sosial melalui karya nyata, seperti :
melatih tenaga produktif untuk trampil dalam sablon,
perbengkelan, teknologi tepat guna, membuat pupuk kompos, dan
sebagainya.

59

60

KESIMPULAN

E

Kata Pancasila meskipun secara eksplisit tidak terncantum di dalam
Pembukaan UUD 1945, namun secara substantif jiwa dan
semangatnya ada di dalamnya. Oleh sebab itu, Pancasila yang telah
menjadi kesepakatan bangsa Indonesia seharusnya dapat
dilaksanakan secara konsisten dilaksanakan dalam kehidupan
sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Lahirnya rumusan Pancasila sebagai bukti sejarah bersamaan
dengan lahirnya negara kesatuan republik Indonesia, harus memiliki
makna pentingnya suatu dasar negara untuk penyelenggaraan
kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan sosial-
budaya masyarakat Indonesia sendiri.
Pancasila sebagai pandangan hidup, merupakan pedoman dan
pegangan dalam pembangunan bangsa dan negara agar dapat
berdiri kokoh, serta dapat mengetahui arah tujuan dalam mengenal
dan memecahkan masalah (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
dan pertahanan keamanan) yang dihadapi oleh bangsa dan negara
Pancasila sebagai ideologi, merupakan idee atau gagasan-gagasan
yang merupakan falsafah hidup yang harus dapat diwujudkan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sebagai ideologi nasional, Pancasila telah tumbuh dan berkembang
dari sosio-budaya yang terkristalisasi menjadi nilai filosofis-ideologis
yang konstitusional (dikukuhkan berdasarkan Undang-Undang Dasar
1945).
Sebagai Ideologi terbuka, Pancasila senantiasa mampu berinteraksi
secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun
pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan
nyata yang kita hadapi dalam setiap kurun waktu.
Pancasila dalam dimensi ideologi, telah memenuhi syarat sebagai
ideologi terbuka yang di dalamnya mengandung dimensi realita,
idealisme dan dimensi fleksibelitas. Sedangkan Perwujudan sebagai
ideolgi terbuka, Pancasila mengandung : Nilai Dasar, Nilai
Instrumental dan Nilai Praksis.
Dalam kedudukannya sebagai sumber nilai, Pancasila mengandung
berbagai nilai yang diyakini telah memberikan makna dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai
yang nampak jelas dalam kehidupan bangsa Indonesia yaitu : a)
Nilai-nilai Ketuhanan, b) Nilai-nilai Kemanusiaan, c) Nilai-nilai Gotong
royong dan Persatuan, d) Nilai-nilai Musyawarah, dan e) Nilai-nilai
Keadilan Sosial.
Nilai-nilai Pancasila itu merupakan nilai instrinsik yang
kebenarannya dapat dibuktikan secara obyektif, serta mengandung
kebenaran yang universal. Nilai-nilai Pancasila, merupakan
kebenaran bagi bangsa Indonesia karena telah teruji dalam sejarah
dan dipersepsi sebagai nilai-nilai subyektif yang menjadi sumber
kekuatan dan pedoman hidup seirama dengan proses adanya
bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh dimensi waktu dan ruang.
Agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan paradigma
Pancasila, maka penyelenggara dan pelaksanan pembangunan
harus mampu bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) serta
bertangung jawab penuh terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Karena yang ingin dibangun adalah manusia dan masyarakat
Indonesia sehingga paradigma pembangunan harus berdasarkan
kepribadian Indonesia
dan menghasilkan manusia dan masyarakat
maju yang tetap berkepribadian Indonesia, yang dijiwai dan
dilandasi oleh nilai-nilai luhur Pancasila.

LATIHAN UJI KOMPETENSI

A.Pilihan Ganda

Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar !

1.Konsekuensi logis sebagai
warga negara Indonesia yang
mengakui dan meyakini
Pancasila sebagai dasar
negara, maka kewajiban kita
adalah ....

a.patuh tanpa syarat
b.loyal atau setia
c.tunduk dan hormat
d.melaksanakannya
e.pengendalian diri
2.Istilah ideologi dalam
penerapan idea atau
gagasan-gagasannya, lebih
banyak berhubungan dengan
ilmu ....

a.Hukum
b.Ekonomi
c.Politik
d.sosial-budaya
e.pemerintahan
3.Tokoh yang berpendapat
bahwa ideologi merupakan
manifestasi kenyataan sosial
adalah ....
a.Alfian

b.Moerdiono
c.Suprapto
d.Max Weber
e.F. Hegel
4.Pancasila sebagai ideologi
nasional, telah dikukuhkan
secara konstitusional pada
tanggal ....
a.17 Agustus 1945
b.18 Agustus 1945
c.22 Agustus 1945
d.29 Agustus 1945
e.27 Desember 1949
5.Suatu ideologi yang
dipaksakan,

sering
dilaksanakan dengan cara-
cara otoriter atau totaliter.
Hal ini biasanya pada negara
yang

menerapkan

ideologi ....
a.Liberal
b.Komunis
c.Islam
d.Pancasila
e.sosialis

61

Kata Pancasila meskipun secara eksplisit tidak terncantum di dalam
Pembukaan UUD 1945, namun secara substantif jiwa dan
semangatnya ada di dalamnya. Oleh sebab itu, Pancasila yang telah
menjadi kesepakatan bangsa Indonesia seharusnya dapat
dilaksanakan secara konsisten dilaksanakan dalam kehidupan
sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Lahirnya rumusan Pancasila sebagai bukti sejarah bersamaan
dengan lahirnya negara kesatuan republik Indonesia, harus memiliki
makna pentingnya suatu dasar negara untuk penyelenggaraan
kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan sosial-
budaya masyarakat Indonesia sendiri.
Pancasila sebagai pandangan hidup, merupakan pedoman dan
pegangan dalam pembangunan bangsa dan negara agar dapat
berdiri kokoh, serta dapat mengetahui arah tujuan dalam mengenal
dan memecahkan masalah (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya,
dan pertahanan keamanan) yang dihadapi oleh bangsa dan negara
Pancasila sebagai ideologi, merupakan idee atau gagasan-gagasan
yang merupakan falsafah hidup yang harus dapat diwujudkan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sebagai ideologi nasional, Pancasila telah tumbuh dan berkembang
dari sosio-budaya yang terkristalisasi menjadi nilai filosofis-ideologis
yang konstitusional (dikukuhkan berdasarkan Undang-Undang Dasar
1945).
Sebagai Ideologi terbuka, Pancasila senantiasa mampu berinteraksi
secara dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, namun
pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan
nyata yang kita hadapi dalam setiap kurun waktu.
Pancasila dalam dimensi ideologi, telah memenuhi syarat sebagai
ideologi terbuka yang di dalamnya mengandung dimensi realita,
idealisme dan dimensi fleksibelitas. Sedangkan Perwujudan sebagai
ideolgi terbuka, Pancasila mengandung : Nilai Dasar, Nilai
Instrumental dan Nilai Praksis.
Dalam kedudukannya sebagai sumber nilai, Pancasila mengandung
berbagai nilai yang diyakini telah memberikan makna dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai
yang nampak jelas dalam kehidupan bangsa Indonesia yaitu : a)
Nilai-nilai Ketuhanan, b) Nilai-nilai Kemanusiaan, c) Nilai-nilai Gotong
royong dan Persatuan, d) Nilai-nilai Musyawarah, dan e) Nilai-nilai
Keadilan Sosial.
Nilai-nilai Pancasila itu merupakan nilai instrinsik yang
kebenarannya dapat dibuktikan secara obyektif, serta mengandung
kebenaran yang universal. Nilai-nilai Pancasila, merupakan
kebenaran bagi bangsa Indonesia karena telah teruji dalam sejarah
dan dipersepsi sebagai nilai-nilai subyektif yang menjadi sumber
kekuatan dan pedoman hidup seirama dengan proses adanya
bangsa Indonesia yang dipengaruhi oleh dimensi waktu dan ruang.
Agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan paradigma
Pancasila, maka penyelenggara dan pelaksanan pembangunan
harus mampu bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) serta
bertangung jawab penuh terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Karena yang ingin dibangun adalah manusia dan masyarakat
Indonesia sehingga paradigma pembangunan harus berdasarkan
kepribadian Indonesia
dan menghasilkan manusia dan masyarakat
maju yang tetap berkepribadian Indonesia, yang dijiwai dan
dilandasi oleh nilai-nilai luhur Pancasila.

6.Menurut Nietzsche, bahwa
tingkat atau derajat nilai
tertinggi yang di-inginkan
oleh manusia adalah nilai ....
a.hedonis
b.biologis
c.estetis
d.pribadi
e.religius
7.Bila dalam

kehidupan

bermasyarakat

kita
menjunjung tinggi harkat dan
martabat orang lain, hal ini
sejalan dengan pengamalan
sila ....

a.pertama
b.kedua
c.ketiga
d.keempat
e.kelima
8.Suatu model atau pola
berfikir sebagai upaya untuk
melaksanakan peruba-han
yang

direncanakan

disebut ....

a.strategi pembangunan
b.pola pembangunan
c.upaya pembangunan

d.paradigma
pembangunan
e.rencana pembangunan
9.Pelaksanaan pembangunan
di Indone-sia

yang
berlandaskan paradigma
Pancasila, dimaksudkan agar
....

a.pembanguan berjalan
seimbang
b.menghasilkan produk
kompetitif
c.terwujudnya
masyarakat maju
d.menghasilkan manusia
bermoral
e.terwujudnya
masyarakat madani
10.Untuk pertama kalinya MPR-
RI

menyatakan bahwa
Pancasila sebagai dasar
negara, dituangkan di dalam
Ketetapan MPR-RI ....
a.Nomor VIII/MPR/1998
b.Nomor X/MPR/1998
c.Nomor XI/MPR/1998
d.Nomor XIII/MPR/1998
e.Nomor XIV/MPR/1998

B. Uraian

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1.Berikan alasan, mengapa kita perlu lebih mendalami kembali makna
dan kedudukan Pancasila baik sebagai dasar negara maupun ideologi
terbuka !
2.Beri penjelasan pentingnya falsafah hidup bagi suatu negara dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara !
3.Jelaskan mengapa suatu ideologi yang dimiliki oleh suatu bangsa atau
negara memiliki sifat yang unik atau khas !
4.Salah satu fungsi ideologi yaitu sebagai bekal dan jalan bagi
seseorang untuk menemukan identitasnya. Berikan contohnya !
5.Jelaskan menurut pendapat anda, apa yang dimaksud ideologi sebagai

sistem !

6.Jelaskan bagaimana proses falfasah hidup bangsa Indonesia dapat
menjadi ideologi nasional (dasar negara) !

62

7.Berikan analisis pembuktian empiris, benarkah ideologi Pancasila
merupakan ideologi terbuka !
8.Menurut pendapat anda, bagaimana seharusnya Pancasila menjadi :
a. sumber nilai !
b. paradigma pembangunan !
9.Jelaskan mengapa setelah era orde baru (era reformasi) ada upaya-
upaya untuk menghilangkan pancasila, sehingga jika bicara tentang
Pancasila seakan-akan tidak reformis !
10.Komentar anda tentang pentingnya upaya pelaksanaan Pancasila
secara murni dan konsekuen di dalam kehidupan sehari-hari !

C. Bahan Untuk Tugas atau Diskusi

1.Carilah referensi dari berbagai sumber yang relevan atau mendukung
tentang kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka dan
implementasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara !
2.Berikan pendapat atau pandangan anda tentang :
a.hal yang seharusnya dilakukan sebagai warga negara setelah
memahami dan meyakini Pancasila sebagai dasar negara dan
ideologi terbuka !
b.contoh perilaku yang sebaiknya dilakukan baik di lingkungan
keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat sekitar !
3.Carilah tambahan referensi dari berbagai sumber (majalah, buletin
atau kliping, internet, dan lain-lain) dapat juga wawancara dengan
berbagai nara sumber dan berikan pendapat anda :
a.yang dimaksud dengan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila ?
b.contoh-contoh sikap perilaku yang menunjukkan warga negara
Indonesia yang konsisten dengan nilai-nilai Pacasila !

D. Studi Wacana

Kerukunan antar umat beragama di Indonesia menjadi model
bagi kerukunan umat beragama di dunia, bahkan banyak negara
yang secara serius mempelajari tumbuhnya toleransi di tengah
pluralisme di Indonesia. Demikian kesimpulan pernyataan tokoh
agama Indonesia, Sekjen Departemen Agama Faisal Ismail, dan

63

Kepala Pusat Kerukunan Umat beragama Abdul Fatah, di
Gedung Pusat Kerukunan Beragama di Jakarta, kemarin,
berkaitan lawatannya ke Thailand dan India pada 6 – 13 Oktober
2004. Seperti dilansir Antara, lawatan tokoh agama di Indonesia
ke negara lain kali ini merupakan agenda kedua kali, setelah
beberapa bulan lalu mereka melakukan kunjungan ke Mesir dan
Roma.

Misi kunjungan ini, menurut Abdul Fatah, untuk menegaskan
bahwa sesungguhnya tidak ada konflik agama di Indonesia.

Sumber : Media
Indonesia/15/10/2004.

Berdasarkan wacana tersebut di atas, berikan pendapat, tanggapan
atau analisa anda !
1.Bagaimana tanggapan anda sehubungan informasi yang
disampaikan oleh Sekjen Depag Faisal Ismail dan Kepala Pusat
Kerukunan Umat Beragama Abdul Fatah ?
2.Menurut anda apa segi positif dan negatif pluralisme di Indonesia ?
3.Carilah perbandingan di negara Thailand, India, Mesir atau Roma
sekitar kerukuan antar umat bergama yang ada di negara-negara
tersebut !
4.Bagaimana perasaan anda, sehubungan dengan pengakuan dari
negara-negara lain tentang kerukunan umat beragama di Indonesia
akan dijadikan model ?
5.Menurut pendapat anda, adakah hubungan kerukunan umat
beragama di Indonesia dengan falsafah hidup Pancasila yang
diyakini oleh bangsa Indonesia ?
6.Bagaimana upaya-upaya nyata yang dapat kita lakukan agar
kerukunan antar umat beragama di Indonesia tetap terpelihara
dengan baik ?
7.Bila penyelenggaraan negara di Indonesia menunjukkan perilaku
konstitusional, bagaimana dampaknya terhadap :
a.Kerukunan hidup antar umat beragama !
b.Pancasila sebagai sumber nilai kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara !
c.Pancasila sebagai paradigma pembangunan !

64

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->