P. 1
Atletik Finish

Atletik Finish

|Views: 1,800|Likes:
Published by sebtimar

More info:

Published by: sebtimar on Jul 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

ATLETIK

Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara gans besar dapat dikelompokkan menjadi lari, lempar, dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah P ASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia).

Lintasan dan Lapangan Dalam Ruangan

Ada dua musim dalam lintasan dan lapangan. Ada musim indoor, selama musim dingin dan musim outdoor, digelar selama musim semi dan panas. Kebanyakan lintasan indoor adalah 200m dan terdiri dari empat atau enam jalur. Seringkali sebuah lintasan indoor memiliki belokan yang lurus untuk mengkompensasikan belokan yang ketat. Dalam lintasan indoor atlet berkompetisi sarna dengan event lintasan di outdoor dengan pengecualian untuk lari lOOm dan 11 0/1 OOm haling rintang (diganti dengan sprint 60m dan 60 m hlang rintang di tingkat kebanyakan dan kadang SSm sprint dan SSm haling rintang di tingkat SMA) dan lari IO.OOOm, jalan cepat 300m, dan 400m

I

haling rintang. Indoor juga mendapat tambahan lari 3000m yang normalnya pada tingkat kampus dan elit dibandingkan memakai 10.000m. marathon 5.000m adalah event lari jauh yang paling umum, walaupun ada situasi dengan jarak lebih jauh pemah dilombakan. Di medio abad 20, ada seri perlombaan duel di Madison Square Garden (New York) lintasan indoor, beberapa menampilkan dua orang berlomba marathon (26,2 mil). Tetapi, ini sangat jarang terjadi. Dalam keadaan tertentu, ada juga balapan 500m dibandingkan 400m yang ada normalnya di event outdoor, dan di kejuaraan kampus indoor dua-duanya dilombakan.

Di event lapangan, perlombaan indoor hanya menampilkan lompat tinggi, lompat galah, lompat jauh, lompat ganda dan menembak. Lembar lembing, lempar bola besi dan tolak peluru ditambahkan hanya untuk event outdoor, dimana normalnya tidak ada ruang yang cukup dalam stadion indoor pada perlombaan tersebut. Event unik dari perlombaan indoor (terutama di Amerika Utara) adakah lempar beban seberat 300, 600, 1000 dan 35 pon. Di Negara lain, terutama Norwegia, lompat jauh berdiri dan lompat tinggi berdiri juga dilombakan, bahkn di Kejuaraan Nasional untuk atlet multi-event ada Pentathlon untuk wanita (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru dan 800m) dan heptathlon untuk pria (yaitu 60m halang rintang, lompat jauh, tolak peluru, 60m lari, lompat galah dan 1000m lari) indoor. Untuk outdoor ada heptathlon untuk wanita dan decathlon untuk pria.

Lintasan dan Lapangan Luar Ruangan

Lintasan dan Lapangan luar ruangan biasanya dimulai dan diakhiri selama musim semi. Kebanyakan lintasan adalah berbentuk oval untuk keadaan 400m. Tetapi, beberapa lintasan tua berukuran 440 yard dimana ada beberapa lintasan yang tidak

2

oval dan tidak 400mJ440 yard karena keadaan geografis. Lintasan modem memakai permukaan yang dikaretkan, dan lintasan yang lebih tua memakai pasir atau kerikil. Lintasan normalnya memakai 6-10 jalur dan bisa termasuk sebuah jalur langkah dan selokan di salah satu belokan. lalur ini isa ada di luar atau di dalam lintasan, membuat tikungan yang lebih sempit atau lebar. Sangat umum dimana lintasan itu akan mengelilingi sebuah lapangan bermain yang dipakai untukAmerican Football, sepak bola, atau lacrosse. Lapangan didalam ini biasanya dikenal dengan lapangan dalam dan permukaanya memakai rumput atau karpet buatan, dan tempat diaman tim menggelar kamping selama tumamen panjang. Tetapi lempar lembing, bola besi dan cakram biasanya dilombakan di luar lapangan di lapangan lain karena membutuhkan ruangan yang lebih luas, dan implementasinya mungkin bisa merusak lapangan yang dipakai atau lintasan.

3

A. Cabang Olahraga Lari 1. Lari Jarak Pendek

dibutuhkan.

Lari jarak pendek adalah berlari dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang hams ditempuh, atau s amp ai jarak yang telah ditentukan.

Lari j arak pendek terdiri dari lari 60 m, 100 m, 200 m, 400 m. secara teknis sama. yang membedakan hanyalah pada penghematan penggunaan tenaga, karena perbedaan jarak yang hams ditempuh. Makin j auh j arak yang hams ditempuh makin banyak tenaga yang hams

Gerakan lari jarak pendek dibagi menjadi tiga tahap ialah: start, gerakan lari cepat (sprint), gerakan finis.

Start

Dalam perlombaan lari, ada tiga cara star, ialah : start berdiri (standing start)

start jongkok (crouching start)

start melayang (flying start) dilakukan hanya untuk pelari ke II, III dan IV dalam lari estafet 4 x 100 m.

Teknik Start

Sikap start pada aba-aba bersedia. Perhatikan!!! Pada aba-aba bersedia pelari maju menuju garis start untuk menempatkan kaki tumpu pada balok start, kaki yang kuat diletakan di depan. letakkan tangan tepat di belakang garis start.

Hal-hal yang penting dalam sikap start:

4

Letak tangan lebih lebar sedikit dari bahu, jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V terbalik, bahu eondong ke depan/sedikit di depan tangan, lengan lurus.

Kepala sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, mata memandang ke lintasan kira-kira 2m atau pandangan di antara kedua lengan menghadap garis star.

Tubuh rileksl tidak kaku

Pikiran dipus atkan pada aba-aba berikutnya.

J arak letak kaki terhadap garis star tergantung dari bentuk sikap yang dipegunakan:

Bunch start

Letak kaki belakang terpisah kira-kira 25 - 30 em. ujung kaki belakang ditempatkan segaris dengan tumit kaki muka bila dalam sikap berdiri. Jarak kaki dari garis star kira-kira: kaki depan 45 em, kaki belakang 70 em, tergantung dari panj ang tungkai.

Medium start

Pada waktu sikap berlutut, letak lutut kaki belakang di samping ujung kaki depan, jarak kaki dari garis star kira-kira kaki depan 37 em, kaki belakng 85 em, tergantung dari panjang tungkai.

Medium elongated start

Pada waktu sikap berlutut, letak lutut kaki belakang di sampmg tengah-tengah lengkung telapak tangan kaki depan, jarak kaki dari garis star kira-kira: kaki muka 35 em, kaki belakang 90 em, tergantung dari panjang tungkai

Elongated start Pada waktu sikap lutut, letak lutut kaki belakang di samping bagian belakang dari tumit kaki depan, jarak kaki dai agis star kira-kira: kaki depan 32 em, kaki belakang 100 em, tergantung dari panjang tungkai masing-masing pelari.

Gerakan pada aba-aba Siap

5

Angkat pinggul kearah atas hingga sidikit lebih tinggi dari bahu, jadi garis punggung menurun kedepan. Berat badan lebih kedepan. jaga keseimbangan sampai aba-aba berikutnya bunyi pistol. Kepala rendah, leher tetap rileks (santai aja!), pandangan ke arah garis star di antara bawah tangan. Lengan tetap lurus/ siku jangan bengkok. Pada waktu mengangkat pinggul disertai dengan mengambil nafas dalam-dalam. yang paling penting konsentrasi penuh pada bunyi pistol! bunyi sempritan atau bunyi lainya yang disepakati bersama.

Gerakan pada saat aba-aba Ya atau Bunyi Pistol

Ayunkan lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat (gerakan lengan harus harmonis dengan gerak kaki). Kaki kiri menolak kuatkuat sampai terkadang lurus. kaki kanan melangkah secepat mungkin, serendah mungkin mencapai tanah pada langkah pertama. Berat badan harus meluncur lurus kedepan, dari sikap jongkok berubah kesikap lari, berat badan harus naik sedikit demi sedikit tidak langsung tegak, hindarkan gerakan ke samping. Langkah lari makin lama makin menjadi lebar, enam sampai sembilan langkah pertama merupak langkah peralihan. Bemafas seperti biasa, menahan nafas berarti menegakkan badan.

Suatu hal yang perlu mendapat perhatian sebelum melakukan star ialah pemanasan dengan sebaik-baiknya, merangsang persendian dan meregang otototot ditambah dengan gerakan lari cepat. Hal itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya cidera otot.

Gerakan finis

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan pada waktu pelari mencapai finis.Lari terus tanpa perubahan apapun. Dada dicondongkan ke depan, tangan kedua-duanya diayunkan ke bawah belakang, atau dalam bahasa jawa disebut ambyuk. Dada diputar dengan ayunan tangan ke depan atas sehingga bahu sebelah maju ke depan, yang lazim disebut The String.

Jarak 20 meter terakhir sebelum garis finis meupakan perjungan untuk mencapai kemenangan dalam perlombaan lari, maka yang perlu diperhatikan adalah kecepatan langkah, j angan menengok lawan, j angan melompat, dan jangan perlambat langkah sebelum melewati garis finis.

6

Nomor lari jarak pendek yang biasa dipertandingkan : 60 meter

Nomor 60 meter ini biasa dilakukan secara indoor di lintasan lurus. Karena lari pada jarak ini hanya membutuhkan waktu enam sampai tujuh detik, dibutuhkan reflek yang baik dan bisa memulai start yang sangat baik serta cepat. 60 meter adalah jarak yang dibutuhkan oleh manusia untuk mencapai kecepatan maksimum dan dapat ditempuh dalam sekali bemapas. Lari ini sering digunakan dalam tes dan latihan berbagai jenis olahraga lain seperti pada sepakbola amerika

100 meter

Nomor 100 meter ini dilaksanakan di lintasan lurus dari track standar 400 meter.

200 meter

Start nomor ini dilakukan di belokan track stan dar. Dan berakhir di home lintasan lurus. Kemampuan untuk melewati tikungan sangat dibutuhkan dalam nomor ini.

400 meter

400 meter adalah jarak total 1 putaran track standar. Selain mengandalkan kecepatan dan ketahanan tubuh, nomor yang satu ini dibutuhkan taktik yang tepat untuk bisa menang.

2. Lari Jarak Menengah

Gerak lari jarak menengah (800 m- 1500 m) dan sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek. terletak pada cara kaki menapak. Lari j arak menengah, kaki menapak ball hell-ball, ialah menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung kaki. Start dikakukan dengan cara berdiri.

7

Yang perlu diperhatikan pada larijarak menengah: badan hams selalu rilaks atau santai.

Lengan diayun dan tidak terlalu tinggi seperti pada larijarak pendek Badan condong ke depan kia-kira 15° dari garis vertical.

Panjang langkah tetap dan lebar tekanan pada ayunan paha ke depan, panjang langkah hams sesuai dengan panjang tungkai. Angkat lutut cukup tinggi (tidak setinggi larijarak pendek).

Penguasaan terhadap kecepatan lari (pace) dan kondisi fisik serta daya tahan tubuh yang baik. Dalam lari jarak menengah gerakan lari hams dilakukan dengan sewajamya, kaki diayunkan ke depan seenaknya, panjang langkah tidak terlalu dipaksakan kecuali menjelang masuk garis finis.

Nomor-nomor yang dipertandingkan:

600m 800m 1000m

1200m 1500m 1600m

3. Lari Jarak Jauh

Lari j arak j auh membutuhkan pelari - pelari yang memiliki energy yang bagus dan relative seimbang, karena jenis lari yang satu ini sangat menguras banyak energi. Stamina lebih ditonjolkan dibandingkan kecepatan. Nomor yang biasa dipertandingkan adalah 5000 m dan 1000 m.

Lari j arak j auh j arang dilakukan di dalam sebuah stadion, biasanya dilakukan dengan cara marathon

Marathon

Maraton adalah ajang lari jarak jauh sepanjang 42,195 km yang dapat ditempuh sebagai lomba di jalan raya maupun luar jalan raya (offroad). Nama maraton berasal dari legenda Pheidippides, seorang prajurit Yunani, yang dikirim dari kota Marathon,

8

Yunani ke Athena untuk mengumumkan bahwa bangsa Persia telah dikalahkan pada Pertempuran Marathon. Dikisahkan bahwa ia berlari tanpa berhenti tapi meninggal begitu berhasil menyampaikan pesannya tersebut.

Kebanyakan peserta tidak melakukan marathon untuk menang. Yang terpenting bagi kabanyakan pelari adalah waktu finish dan posisi mereka dari kategori umur danjenis kelamin mereka, bahkan ada beberapa yang melakukan marathon hanya untuk mencapai garis finish. Strategi untuk kompetisi marathon ini antara lain berlari sepanjang lintasan atau strategi berjalan dan berlari. Ratarata waktu maraton di u.s adalah 4 jam 32 menit 8 detik untuk pria dan 5 jam 6 menit 8 detik untuk wanita.

4. Lari halang rintang (Steeple - Chase)

Lari Steeple - Chase adalah lari jarak jauh dengan melalui rintangan-rintangan. Rintangan yang dilalui ada 2 macam. (1) rintangan gawang dan (2) rintangan air dengan gawang di depanya.

Seorang pelari Steeple - Chase hams memiliki kecepatan juga hams memiliki keterampilan khusus dalam melewati rintangan -rintangan tersebut. Untuk dapat melampaui rintangan- rintangan itu dengan cara menginjakkan kaki di atas gawang, sehingga tidak perlu mengganti gerakan -gerakan lain cukup dengan satu teknik.

Maka setelah kaki menumpu di atas gawang, tidak perlu menolak dengan melakukan lompatan, tetapi upayakan agar kaki yang lain secepat mungkin mendarat di tanah untuk seterusnya melangkah dan berlari kembali.

Peratuan Lari Halang Rintang / Steeple - Chase

• Jarak resmi untuk nomor perlombaan ini sejauh 2000 meter dan 3000 meter di dalam Stadion Atletik. Jarak 2000 m dilombakan hanya untuk atlit yunior

9

• Untuk lari 3000 m Steeple Chase hams melewati 28 kali gawang dan 7 kali bak air, untuk yunior 8 kali melewati gawang dan 5 kali melewati air, dari 5 gawang yang terbesar dengan jarak yang sarna satu sarna lain di antaranya 1 pada bak air.

• Pelari yang tidak melewati gawang atau bak menyebrangi atau melawati dan mendaratnya di luar bak air dinyatakan diskualifikasi.

• Untuk lari 3000 m Steeple Chase dari garis star ke gawang pertama setelah melewati satu putaran bam gawang-gawang dipasang oleh petugas lapangan.

5. Lari gawang (Hurdling)

Lari gawang adalah salah satu eabang atletik yang biasa dipetandingkan dalam olimpiadeolimpiade. Ada Lari gawang jarak pendek maupun j arak j auh. J arak standart untuk hurdling jarak pendek adalah 100 meter untuk wanita dan 110 meter untuk pria. Sedangkan standart jarak jauh 400 meter. Setiap pertandingan olimpiade hurdling pelari hams melewati 10 gawang.

Untuk nomor hurdling yang lain (60 m, 55 m, atau 50 m) biasanya dilakukan seeara indoor. Di nomor 60 meter indoor, pelari hams melewati 5 gawang. Sedangkan nomor-nomor di bawahnya hanya 4 gawang.

Ada 2 maeam tinggi gawang yang hams dilewati pelari yaitu gawang tinggi dan gawang sedang. Hurdling jarak pendek (60m, 100m, 110m) biasanya menggunakan gawang tinggi, 42 inehi atau 106.7em untuk pria dan 33 inehi atau 83.8 em untuk wanita. Sedangkan lari jarak jauh (400m) menggunakan gawang sedang dengan tinggi 36 inehi atau 93.4 em untuk pria dan 30 inehi atau 76.2 em untuk wanita.

10

Gerakan lari gawang, baik itu 100m, 110m, 200m, 400m putri atau 400m untuk putra, Pada waktu pengambilan gawang atau melampaui gawang, harus dilakukan dengan cepat dan secara berurutan, lancar dan rilaks, diusahakan tidak melayang terlalu lama sehingga kecepatan dapat dipertahankan. Usahakan waktu diatas gawang dalam keseimbangan yang sebaik-baiknya, dengan badan condong ke depan.

Hal yang perlu diperhatikan pada waktu melewati gawang :

Bertolak dari jarak 1,95 - 2,15 m di depan gawang, kaki lurus mendarat ± 1,05 - 1,45 m di depan gawang. Ayunan kaki ke depan dengan lutut yang tidak kaku. Lengan diayunkan sewajamya, lengan di depan didorong ke depan setinggi mata lainya dan dipergunakan untuk menjaga keseimbangan. Bungkukkan badan ke depan mendapat paha dari kaki yang diayunkan ke depan. Sehingga pada waktu di atas gawang kecondongan badan dipertahankan. Di atas gawang kaki belakang ditarik ke depan dengan gerakan yang beruntun, posisi kaki terlipat, paha terbuka ke samping, telapak kaki diputar kearah luar, dan rata-rata di atas gawang. Usahakan waktu melampaui gawang titik ketinggian berada tepat di atas gawang, tidak di depan atau dibelakang gawang. pus atkan Posisi Pandangan ke depan bagian atas gawang.

Star dan mengambil gawang pertama merupakan hal yang menentukan bagi seorang pelari gawang, terutama lari gawang 100 meter wanita dan 110 meter pria. Star harus dilakukan dengan kecepatan tinggi dan tidak mengurangi kecepatan saat mengambil gawang pertama. kelancaran mengambil gawang pertama ini sangat berpengaruh pada pengambilan gawang berikutnya.

6. Jalan Cepat

Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kali melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Saat melangkah satu kaki harus berada di tanah, maka kaki

11

tersebut harus lurus/ lutut tidak bengkok dan tumpuan kaki dalam keadaan posisi tegak lurus.

TEKNIK Perhatikan Togok

Saat bergerak maju badannya cenderung lebih condong kedepan atau kebelakang oleh karenanya untuk mempertahankan badan tetap tegak dan pundak jangan terangkat pada waktu lengan mengayun yang berakibat anggota badan bagian atas teras a cepat lelah.

Kepala

Saat gerakan maju seorang pejalan cepat sebagian besar menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. namun gerakan tersebut hendaknya tidak mengganggu lajunya gerakjalan tersebut.

Kaki waktu melangkah

Kaki melangkah lurus ke depan satu garis dengan garis khayal dari badan si pejalan/ garis khayal di antara kedua ujung kaki (jari-jari) segaris, tidak ke luar atau ke dalam. pada saat menumpu tumit harus mendarat lebih dahulu terus bergerak ke arah depan secara teratur.

Lengan dan Bahu

Gerakan lengan mengayun dari muka ke belakang dan sikut ditekuk tidak kurang dari90° kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan serta mengayun rileks.

Peraturan Perlombaan Jalan Cepat

Berjalan adalah: bergerak maju dengan melangkah, yang dilakuakan sedemikian rupa hingga terputus hubungan dengan tanah. Setiap kali melangkah, kaki depan harus menyetuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Dalam periode satu langkah di mana satu kaki harus berada ditanah, maka kaki itu haus diluruskan (tidak bengkok pada lutut) dan kaki menumpu dalam posisi tegak lurus atau vetikal.

12

Penilaian diskualifikasi. Para juri atau wasit yang ditunjuk hams memilih salah seorang Ketua Wasit. Dan semua juri atau wasit hams mampu bertindak sebagai individu.

Dan bila menurut pendapat :

a. dua orang wasit atau juri, di mana salah seorang hams ketua wasit.atau

b. tiga orang juri atau wasit selain ketua wasit.

berpendapat bahwa bila cara berjalan seorang peserta tidak memenuhi persyaratan jalan cepat sesuai definisi diatas pada saat tertentu selama perlombaan, yang bersangkutan dinyatakan dis-kualifikasi, yang diberitahukan kepadanya secara langsung oleh wasit. dan diwasi langsung oleh IAAF atau diadakan atas izinya, tidak diperbolehakan adanya dua juri/ wasit berasal dari satu kewrganegaaan yang sarna.

Ketentuan diskulifikasi yaitu peserta lomba yang mendorong, memo tong dan menghalangi atlet peserta lain dan berakibat menghambat gerak laju peserta. Jika keadaan tidak memungkinkan untuk memberitahukan diskulifiksi pada peserta, maka dilakukan sesudah perlombaan berakhir.

Pada lomba jalan cepat di lintasan (dalam stadion) seorang peserta yang didiskualifikasi hams secepatnya meninggalkan lintasan, sedang pada lomba jalan cepat di jalan umum, peserta yang didiskualifikasi hams segera melepaskan nomor dada yang dipakainya.

Disarankan untuk menggunkan bendera putih diancungkan sebagai tanda Peringatan dan juga untuk memberitahukan kepada petugas(Juri), peserta dan penonton bahwa pesarta tersebut didiskualifikasi.

Dalam perlombaan intemasioanal dengan jarak lebih dari 20 km hams disediakan pos-pos penyegar(sponging point) oleh panitia maupun peserta sendiri, setiap jarak sesudah 5 km, 10 km, 15 km. Peserta didiskualifikasi bila mengambillmenerima penyegar diluar pos-pos yang telah ditentukan.

Untuk olimpiade atau Kejuaraan Daerah atau Regional, sirkuit untuk nomor 20 kmjalan cepat hams maximum 3000 m dengan minimum 1500 m.

Setiap peserta hams mengirimkan formulir pendaftaranya untuk nomor lomba jalan cepat 50 km atau 30 mil(atau lebih) disertai surat keterangan dari

13

dokter, setiap peserta hams bersedia diminta mengikuti tes jasmaniah (physical examination) oleh dokter yang ditunjuk oleh panitia.

7. Estafet

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.

Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaianjarak dan kecepatan dari setiap pelari.

14

B. Cabang Olahraga Lempar 1. Tolak Peluru

Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:

• Untuk senior putra = 7.257 kg

• Untuk senior putri = 4 kg

• Untuk junior putra = 5 kg

• Untuk junior putri = 3 kg

Teknik Dasar Tolak Peluru

Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru, diantaranya :

Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru :

Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajamya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rap at, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara diatas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak j ari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek danjari-jarinya kecil.

Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tang an dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur

15

posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.

Cara menolakkan peluru

Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 400.

Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru Ketentuan diskualifikasilkegagalan peserta tolak peluru :

Menyentuh balok batas sebelah atas Menyentuh tanah di luar lingkaran

Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah Dipangil selama 3 menit belum menolak Peluru di taruh di belakang kepala

Pelurujatuh di luar sektor lingkaran

Menginjak garis lingkar lapangan

Keluar lewat depan garis lingkar

Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan

Beberapa hal yang disarankan :

Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang

Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat danjauh peda tungkai kanan

16

Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luneuran

Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan

Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri

Beberapa hal yang harus dihindari :

Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan lompatan ketika meluneur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luneuran Tidak eukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan

Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan Peralatan

Rol Meter

Bendera Keeil

Kapur / Tali Rafia Peluru

a. Untuk senior putra = 7.257 kg

b. Untuk senior putri = 4 kg

c. Untuk yunior putra = 5 kg

d. Untuk yunior putri = 3 kg

Obrient : gaya membelakangi arah tolakan Ortodox : gaya menyamping

Lapangan Tolak Peluru

o Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang coeok yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya. Bagian dalam

17

lingkaran tolak dibuat dari emen , aspal atau bahan lain yang padat tetapi tidak liein. Permukaan dalam lingkaran tolak hams datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi.

o Garis lebar 5 em hams dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari eat atau kayu.

o Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan hams di eat putih.

o Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh.

o Lebar balok 11,2-30 em, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2

em.

2. Lempar Lembing

Jenis Olahraga tm sangat

berbahaya sehingga penuh perhatian untuk keamanannya. Termasuk di lingkungan sekolah, seperti tertera pada English School Athletic Association's Handbook Peraturan keamanan hams diperhatikan.

Lembing yang digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.

Teknik dalam lempar lembing. yang pertama, yaitu:

Cara Memegang

Lembing dipegang pada bagian pegangannya yang diikat dengan tali sepanjang 20em, dengan jari kelingking terdekat pada ujung lembing, sedangkan ibu jari dan telunjuk atau telunjuk dan jari tengah memegang erat ikatan tali pegangan yang berbentuk tonjolan. Pegangan itu hams kuat dan jari-

18

jari lainya menahan lembing di atas telapak tangan. Telapak tangan hams tetap menghadap ke atas selama gerakan melempar.

Lemparan dari sikap berdiri

Perhatikan siku hams sedekat mungkin pada lembing selama lembing belum dilemparkan. Lembing dipegang dengan dengan lurus di belakang kepala. Tangan hams lebih tinggi dari pundak. Lembing dalam keadaan sejajar dengan lengan. Jarak kedua kaki kira-kira dua feet (60 em) dengan ujung kaki kalau bisa menghadap ke arah lemparan. Punggung sedikit ke belakang. Gerakan lemparan dimulai dengan putaran ke depan dari panggul sebelah kanan (untuk lemparan menggunakan tangan kanan). gerakan berlanjut pada pundak mengikuti ke depan. Begitu pundak bergerak, maka lengan hams melempar seeepat mungkin dengan sikunya tetap tinggi dan sedekat mungkin dengan lembing.

Lemparan dengan lari tiga atau lima langkak

Cara lari dimulai dengan kedua kaki rapat, menghadap ke arah lemparan, sedang lembing dipegang dengan tangan kanan dan lengan lurus ke belakang. Lari dimulai dengan kaki kiri Dengan kaki mendarat pada tumit ujung telapak kaki. Yang perlu diperhatikan gerakan terakhir pada langkah kaki kanan saat akan melempar. Kaki kanan bergerak ke depan, lutut diangkat lebih tinggi dan badan agak eondong ke belakang. Kaki mendarat tidak pada ujungnya. Jauh dekatnya lemparan tergantung pada keeepatan lengan waktu melepas lembing.

3. Lempar Cakram

Lempar eakram adalah salah satu eabang olahraga atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.Lempar eakram diperlombakan sejak olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.

19

Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan con dong kedepan. Latihan dasar menggunakan ring karet atu rotan

1. Diawali dengan sikap tegap

2. langkahkan slah satu kaki sambil mengayunkan ring ke depan

3. lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan memegang ring tetap lurus dan berada dibawah ketinggian bahu

4. langkahkan kaki lurus ke depan (berlawanan dgn arah tangan.ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan.kemudian lepaskan ring,ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke depan

Cara memegang cakram

Pegang dengan buku ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam Mengayunkan cakram

Ayunkan cakram dgn nng ke depan dan ke belakang di sampmg tubuh.pada saat mengayunkan cakram, tangan yang memegang cakram direntangkan sampai lurus.jangan sampai lepas

Gerakan lempar cakram

Ada 3 tahap dalam melempar cakram

1. persiapan - berdiri dgn kedua kaki dibuka lebar - pegang cakram dgn tangan kanan.ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke kiri,kemudian ke kanan secara berulang2.saat cakram diayun ke kiri, Bantu tangan kiri dgn cara menyangganya

2. pelaksanaan - ayunkan cakram ke depan lalu ke belakang - pada saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-

20

depan-atas (membentuk sudut 400 ) - lepaskan eakram pada saat berada di depan muka

3. penutup - Bantu lemparan dgn kaki kanan agar tereipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga b adan melonjak ke depan-atas - langkahkan kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk menjaga keseimbangan badan

4. Lempar Palu (Hammer Throw)

Lempar palu adalah salah satu eabang lempar olah raga atletik di mana objek yang dilempar berbentuk seperti palu (hammer throw). Alat lempamya berupa bola logam dari besi ataupun tembaga yang berat yang dihubungkan dengan tali dan pegangan. Olahraga in iberasal dari Skotlandia.

Seperti eabang lempar yang lain, penilaian dilakukan berdasarkan jarak terjauh dari bola logam yang terlempar. Bola logam untuk pria seberat 16 pound atau 7.257kg dan tali sepanjang 3 kaki atau 121.5 em. Sedangkan untuk wanita bola logam seberat 8.82 lbs atau 4 kg dan panjang tali 3 kaki 11 iehi atau 119.5em. Para peserta menghasilkan hasil maksimum dengan eara mengayun palu di atas kepala dan membentuk gerakan memutar. Kemudian mereka memberikan daya dan keeepatan pada palu melalui 1 samapi 4 putaran terlebih dahulu. Kebanyakan setiap peserta memiliki kesempatan untuk melempar sebanyak 3 atau 4 kali. Dibutuhkan sudut pelemparan dan keeepatan yang tepat untuk meneapai hasillemparan palu maksimum.

Hammer throw untuk pria mulai ikut dalam salah satu eabang olimpiade sejak 1900, sedangkan untuk wanita tahun 2000 di olimpiade musim panas di Sydney. Dan sekarang, lempar palu telah termasuk dalam pertandingan kelas dunia.

21

5. Wheight Throw (Lempar Beban)

Di Skotlandia, weight throw dibagi menjadi 2 cabang, yaitu weight throw kelas ring an dan kelas berat. Beban yang digunakan terbuat dari besi atau tembaga yang tersambung dengan rantai pendek dan pegangan. Ukuran dari beban yang digunakan berbeda-beda berdasarkan kelas yang dipertandingkan.

Untuk atlit pria, beban untuk kelas ring an sebesar 2 lbs atau 12.7 kg dan untuk kelas berat sebesar 56 lbs atau 25.4 kg. Untuk wanita digunkana beban seberat 14 dan 28 lb atau 6.35 kg dab 12.7 kg. Untuk pria tingkat master, beban seberat 28 dan 42lbs atau 12.7 dan 13.05 kg.

Beban dilempar dengan 1 tangan dari area kotak (4.5 x 9 kaki). Para atlit harus berdiri dibelakang batas kotak selama proses melempar. Tehnik yang digunakan bermacam-macam, tapi biasanya termasuk tehnik berputar untuk meningkatkan kecepatan sebelum melempar. Setiap peserta diberikan 3 kali kesempatan untuk melempar dan skor akan dihitung hari lemparan yang terbaik.

Lempar beban ini juga termasuk salah satu cabang kompetisi olahraga intemasional indor. Tehnik pelemparan hampir mirip dengan hammer throw. Di kompetisi Intemasional, beban untuk pria seberat 35 lbs dengan pegangan berbentuk D atau segitiga. Tehnik yang banyak digunakan adalah memulai melempar dengan kekuatan punggung. Beban kemudian dilempar di atas kepala untuk meningkatkan kecepatan sebelum berpindah ke posisi memutar. The thrower will tum heel to toe up to four times across the ring and toward the front of the circle lalu melempar beban di atas pundak mereka ke daerah tolakan. Daerah tolakan berupa sektor kira-kira 30°.

22

C. Cabang Olahraga Lompat

1. Lompat Tinggi

Lompat tinggi merupakan suatu lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sarna dengan lompat jauh, Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.

Dalam lompat Tinggi ada beberapa gaya yang dilakukan, sebagai berikut:

Gaya Gunting (Scissors)

Gaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.

Cara melakukan:

Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke temp at awalan tadi.

Gaya Guling sisi (Western Roll)

Pada gaya ini sarna dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.

Gaya Guling (Straddle)

Pelompat mengambil awalan dari sampmg antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.

Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga

23

sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.

Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.

Gaya Fosbury Flop Cara melakukanya:

• Awalan, hams dilakukan dengan eepat dan menikungl agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira - kira 7-9 langkah.

• Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sarna dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, hams kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan hams dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.

• Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.

• Cara mendarat, mendarat pada karet bus a dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 em lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 - 20 em, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.

Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan keeepatan yang terkontol. Hindari keeondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang eepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempuma dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.

24

2. Lompat Galah

Lompat tinggi galah yang merupakan Suatu lompatan yang dilakukan dengan bantuan galah untuk mencapai tujuan lompatan yang setinggi -tingginya.

Ada beberapa teknik yang hams dilakukan seorang pelompat dalam lompat tinggi galah ini. Mari kita perhatikan bersama-sama penjelasan berikut; Awalan

Yang dilakukan pertama mengambil ancangancang untuk berlari posisi tubuh hams dikontrol untuk melakukan gerakan menancapkan galah dan

menumpu dengan tepat.

Teknik Awalan; Awalan jaraknya hams panjang, supaya dapat mencapai kecepatan maksimum ketika menumpu. Saat berlari usahakan konsisten dan prima yg bertujuan atlet dapat mengontrol posisi tubuhnya dari proses menancapkan galah dan menginjak titik tumpu dengan tepat. Galah hams dipegang yang kuat, dan yang perlu diperhatikan cara memegang jarak yang cukup lebar, untuk memperoleh tumpuan yang baik.

Gerakan menancapkan Galah

Teknik menancapkan galah yang pertama, dalam proses menancapkan galah hendaknya langsung ke arah depan dan atas, jangan menggeserkan galah di tanah. Sedikit kalaupun terpaksa supaya kedua tangan terpisah pada jarak yang cukup lebar. Tancapkan galah setelah jarak 3 langkah sebelum menumpu dengan menggunakan ujung galah. Galah menancap sejajar garis lurus sehingga ujungnya terletak dibawah kepala atlet pada saat start untuk tumpuan. Kecepatan sangat penting ketika melentingkan galah, Selanjutnya posisi badan hendaknya langsung mengarah bagian belakang dari parit pendaratan. Kaki yang akan digunakan menumpu hendaknya diletakkan tepat di bawah gans tegak lurus yang ditarik mulai dari tangan yang paling atas. Sebelum melentingkan galah gerakan yang hams dilakukan ialah; gerakan push-pull yaitu gerakan menekan (pushing) galah dengan tangan yang terletak lebih

25

rendah, sementara tangan yang atas menarik ujung galah ke bawah. Gerakan pull-swing adalah gerakan menarik dengan tangan yang di atas, sementara tubuh berayun ke depan, di belakang tangan bawah yang menekuk. Kedua gerakan ini harus dilakukan dengan benar, sehngga pusat gaya berat tubuh tetap berada di belakang.

Berayun dan menggelantung

Gerakan ini bertujuan untuk menambah kelentingan dan untuk menyimpan lebih banyak tenaga potensial di dalam galah. Dengan posisi tubuh pelompat yang benar akan didapat posisi yang paling baik untuk mengangkat tubuh ke atas, saat tenaga yang disimpan waktu menggantung dikeluarkan lagi segera untuk melewati mistar.

Tarikan dan Putaran (pull & turn)

Gerakan pulling (menarik) dimulai ketika pusat dari gaya berat tubuh si pelompat berada dekat galah. Mulailah energi dilepaskan yaitu dengan gerakan meluruskan kembali. Gerakan ini mengikuti fase pasif relatif setelah tubuh menggelantung, ketika si pelompat menunggu terlepasnya tubuh. Tarikan 1 urus searah sumbu galah. Putaran tubuh diperoleh dengan gerakan tangan atas yang mulai menarik kearah pinggul dan bukan kearah dada. Kedua kaki tetap diangkat tegak lurus, sewaktu dilakukan gerakan menarik dan berputar.

Push -off dan melintasi mistar

Gerakan push-off (melentingkan diri) dimulai segera setelah tarikan tang an yang diatas, mencapai posisi dekat pada pinggul. Gerakan ini sebetulnya lanjutan dari gerakan menarik tadi. Pada permulaan dari gerakan melenting ini, galah harus membentuk sebesa 85 - 90°. Sebelum pelompat melepaskan tanganya, lakukanlah putaran melingkar mistar dengan cara menjatuhkan kedua kaki sedikit, dan denga reaksi dari daya dorong tubuh terhadap galah. Jika daya dorong ke atas melampaui taikan ke bawa oleh kedua kaki, pusat gaya berat si pelompat akan terus melambung tinggi setelah galah dilepaskan.

Gerakan ini merupakan gerakan terakhir yaitu melewati garis mistar. Jadi suksesnya gerakan ini tergantung dari latihan dan latihan dan teknik gerakangerakan awal yang benar sehingga dapat menimbulkan gerakan akhir yang

26

sempuma. demikian, penjelasan tentang olahraga lompat tinggi galah, jenis olahraga ini menjadi langganan dalam daftar ivent intemasional seperti olimpiade dll.

1

3. Lompat Jangkit (Triple Jump)

Gerakan

lompat

jangkit

memproyeksikan pusat gaya berat tubuh si pelompat di udara ke arah depan dengan melalui tiga tahapan lompatan atau tumpuan. Yaitu Hop-Step-Jump.

Menurut ketentuan si pelompat harus melakukan tiga kali menumpu, menumpu dua kali dengan kaki yang sarna yang disebut step dan diakhiri dengan gerakan jump atau lompat. Hasil dari suatu lompatan sangat tegantung dari kecepatan horizontal dan kekuatan pada ketiga tahapan tumpuan tesebut. Jarak antara hop, step, jump bervariasi

27

tergantung dari kecepatan, kekuatan, dan kelentukan otot. Sudut tumpuan yang tepat sangat membantu menjaga kecepatan.

Ukuran untuk Lapangan dari awal lari sampai balok tumpuan ± 45m, dari balok tumpuan sampai bak lompatan ± 13m, bak lompat panjang 8m, lebar 2,75m. kedalaman bak lompat ± 10-20cm.

Awalan dalam lompat jangkit

untuk meningkatkan kecepatan lari dengan tidak menghambat dari tumpuan-tumpuan tersebut, Jarak awalan harus cukup panjang 35 - 40 meter, supaya kecepatan mencapai titik maksimal pada waktu melakukan tumpuan. Gerakan lari konstan dan mampu menempatkan kaki tumpu pada balok dengan tepat.

GerakanHop

Gerakan hop adalah gerakan dua kali menumpu kaki yang sarna dengan tidak menghambat kecepatan lari atau awalan. Supaya lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut:

• Perubahan kecepatan yaitu tekanan kaki ke arah depan dan ke atas yang digerakkan oleh kaki tumpu.

• Perubahan gerakan cenderung ke arah depan tidak ke atas.

• Setelah menumpu kaki menekan mengayuh dengan tenaga penuh sehinga kaki hampir sejajar dengan tanah.

• tahap akhir gerakan dengan sikap melayang untuk melakukan pendaratan.

Sebelum mendarat kaki tumpu harus digerakkan ke depan, sedangkan kaki yang satu tergantung bebas di belakang titik pusat berat badan.

28

• Saat kaki menumpu tumit lebih dahulu menyentuh tanah, tumit berada di depan titik pusat berat badan. saat melayang punggung diusahakan tegak tidak condong.

Gerakan step

Gerakan tumpuan yang ketiga yang dilakukan setelah gerakan tumpuan kaki yang sarna, gerakan ini bertujuan mengubah kecepatan ke arah gerakan step, untuk menjaga gerak mendatar sebanyak mungkin untuk dapat mengangkat bobot badannya ke arah jump. Untuk mendapatkan Gerakan step yang baik. Anda perhatikan penjelasan berikut:

• Jaraknya langkah tergantung dari kecepatan saat melakukan tumpuan.

• Perpindahan diperoleh saat gerakan hop ke arah gerakan step disamping kaki yang diangkat mengayun.

• Setelah kaki melakukan dorongan yaitu setelah gerakan hop kemudian kaki yang satunya bergerak dari sikap tergantung di belakang digerakan dengan lutut terlebih dahulu dan pangkal paha dipertahankanjangan bergerak turun.

• Kaki harus digerakkan setinggi mungkin anggota badan bagian bawah tidak kaku dan tetap terayuh.

• Sebelum gerakan menumpu kaki ayun dipertahankan tergantung kemudian hentakan kaki ke atas untuk mendapatkan suatu ketinggian, dengan tumit terlebih dahulu dengan berat badan berada di depan tumit. badan waktu melayang dipertahankan tegak.

Gerakan mendarat atau Jump

Gerakan jump ini merupakan bagian terakhir dari gerakan -gerakan sebelumnya, gerakan hop dan step, untuk mendapatkan pendaratan yang sempuma perhatikan penjelasannya:

• Jauhnya hasil suatu lompatan tergantung dari kontribusi gerakan-gerakan awal.

• Gerakan step diikuti dengan kaki yang tergantung yang diayunkan ke muka dibantu dengan ayunan kedua tangan.

• Badan diusahakan setegak mungkin untuk memperoleh ketinggian yang diinginkan.

29

• Gerakan melayang biasanya menggunakan teknik Hang stile.

• Merentangkan kedua belah lengan ke atas dimaksudkan untuk menahan gerakan turun ke bawah (drop).

• Waktu mendarat perhatian tertuju pada kaki yang diayunkan sejauh mungkin ke depan dari pinggul.

• Lutut belakang diangkat ke depan sehingga sejajar dan kedua lengan digerakan ke depan membantu gerakan kaki, setelah tumit menyetuh pasir gerakan pinggul mendorong ke depan agar tidakjatuh ke belakang.

4. Lompat Jauh

Suatu akivitas gerakan yg dilakukan di dalam lompatan untuk meneapai lompatan yg sejauh-sejauhnya. Ukuran Lapangan lompat jauh untuk jarak awalan lari sampai balok tumpuan 4Sm, balok tumpuan tebal IOem, panjang I,72m, lebar 30em, bak lompatan panjang 9m, lebar 2.7Sm, kedalaman bak lompat ± 1 meter

!O!I~~ $C.~L ~lHIl'"'!::';F' '~"( ~S

~~",f!J·I"~,~"~' it.:.;!, W:~3 ~:~;ra>'j ut{'!!

~!~ ~ ~iIT"

~---~I--

~,''II~ ~~~ !.I~~ ·~IGHC'W'LO~~. ~!~ r~~~

IE ';~ ~~~ il'l'i!5 T~'l' I~~ ~~ n'~ ~J:~~"'"

30

Gerak lompat jauh merupakan gerakan dari perpaduan antara Kecepatan (speed), Kekuatan (stenght), Kelenturan (flexibility), Daya tahan (endurance), Ketepatan (acuration).

Para peneliti membuktikan bahwa suatu pre stasi lompat jauh tergantung pada kecepatan daripada awalan atau ancang-ancang. oleh karenanya di samping memiliki kemampuan sprint yang baik harus didukung juga dengan kemampuan dari tolakan kaki atau tumpuan.

Teknik lompat jauh Ancang-ancang

Tujuan ancang-ancang adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggitingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. Jarak ancang-ancang tergantung kematangan dan kemampuan berekselerasi atas kecepatanya, dan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan ancang-ancang diperlukan program latihan yang baik, dan juga ketepatan menumpu. Sebagai pelatihan pemberian jarak ancang-ancang yang pendek dengan dimulai dari 5 langkah, 7 langkah, 9 langkah dan seterusnya sambil memperhatikan kaki saat menumpu.

Menumpu

Merupakan suatu gerakan yang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurrna.

Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti halnya melakukan laril ancang -ancang. Tumpuan harus kuat, cepat dan aktif keseimbangan badan dij aga agar tidak olengi goyang. Berat badan sedikit di depan titik tumpu, gerakan kaki menelapak dari tumit ke ujung kaki, dengan tempo yang cepat. Gerakan ayunan lengan sangat membantu menambah ketinggian dan juga menjaga keseimbangan badan.

Melayang

Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara. Untuk melakukan gerak ini terdapat beberapa teknik. Yang Pertama, Melayang dengan sikap jongkok dengan cara waktu menumpu kaki ayun mengangkat lutut setinggi -tingginya dan disusul oleh kaki

31

tumpu dan kemudian sebelum mendarat kedua kaki di bawa ke arah depan. Yang Kedua, Melayang dengan sikap bergantung cara melakukanya yaitu waktu menumpu kaki ayun dibiarkan tergantung lurus, badan tegak kemudian disusul oleh kaki tumpu dengan sikap lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan yang kemudian ke-dua lengan direntangkan ke atas. Keseimbangan badan perlu diperhatikan agar tetap tepelihara hingga mendarat.

Mendarat

Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Yang perlu diperhatikan saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti dengan dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri.

Gaya lompatan dalam Lompat Jauh yang sering diperagakan seperti gaya jongkok, Gaya Menggantung, Gaya jalan di udara.

32

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->