P. 1
BUKU 40 TAHUN BAKOSURTANAL

BUKU 40 TAHUN BAKOSURTANAL

|Views: 2,882|Likes:
BUKU 40 TAHUN BAKOSURTANAL
BUKU 40 TAHUN BAKOSURTANAL

More info:

Published by: Nur Qomari Adi Wijaya on Jul 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

Sejalan dengan meningkatnya kesadaran dan arti penting informasi geospasial, tugas
dan tanggung jawab BAKOSURTANAL jauh lebih berat, dalam pengadaan, pembinaan,
koordinasi, maupun penyebaran informasi geospasial.
Meningkatnya teknologi geospasial, informasi dan telekomunikasi, dan teknologi
terkait lainnya mendorong BAKOSURTANAL untuk lebih siap. Terutama dalam hal
penyediaan fasilitas-fasilitas untuk menyalurkan informasi geospasial dengan cepat melalui
dunia maya, aplikasi-aplikasi yang bersifat end user, penyediaan informasi yang lebih
akurat dan terkini. Tantangan tidak kalah penting adalah penyiapan sumberdaya manusia
geospasial dan Iptek serta merancang sebuah sistem pemantauan atau pengawasan
penggunaan informasi geospasial sehingga dapat digunakan dengan tepat, cepat, akurat
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Dari sisi pengadaan, kebutuhan akan informasi geospasial yang akurat dan terkini
meningkat. Hal ini mengingat UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pem-
bangunan Nasional mengamanatkan bahwa setiap perencanaan pembangunan nasional
harus didasari data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara
berdasarkan UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, tiap kabupaten/kota harus
memiliki tata ruang.

SURVEI DAN PEMETAAN NUSANTARA 156VII. MASA DEPAN BAKOSURTANAL

Kepala BAKOSURTANAL Ir. R.W. Matindas, MSc
mengatakan, pekerjaan standarisasi pengadaan
informasi geospasial harus segara dirampungkan
untuk mendukung pembangunan Infrastuktur Data
Spasial Nasional (IDSN) yang merupakan tulang
punggung bagi Sistem Informasi Spasial Nasional
(SISN).

Dalam upaya menata pengadaan informasi
geospasial agar tidak terjadi tumpang tindih ke-
wenangan di antara lembaga yang menyelengga-
rakan kegiatan informasi geospasial, dan agar in-
formasi geospasial yang dihasilkan memenuhi standar
yang ditetapkan sehingga dapat dimanfaatkan untuk
berbagai kepentingan, dapat diintegrasikan dengan
informasi geospasial lain dan dapat dipertukarkan
oleh berbagai pihak sehingga kemanfaatannya
optimal, atas inisiatif BAKOSURTANAL pemerintah
pada tahun 2007 mengeluarkan Peraturan Presiden
No.85 tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional (JDSN).
Dalam Perpres disebutkan tugas BAKOSURTANAL adalah sebagai penghubung
simpul jaringan dengan tugas membangun sistem akses JDSN, memfasilitasi pertukaran
data spasial, memelihara sistem akses JDSN dan melakukan pembinaan kepada simpul
jaringan. Sementara Simpul Jaringan terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Ka-
bupaten/Kota, Pemerintah Pusat yang terdiri atas Departemen, Kementerian Negara dan
Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai tugas melakukan pengumpulan
data (survei) di bidang terkait.
Kepala BAKOSURTANAL Ir. R.W Matindas, MSc mengatakan, pengadaan data dan
informasi spasial tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada pemerintah pusat. Sejalan
dengan otonomi daerah, Pemerintah Daerah harus ikut serta secara aktif menyediakan
data dan informasi geospasial wilayahnya, termasuk memperbarui status sumberdaya
alam setiap tahun. Namun hingga kini belum ada peraturan yang mengatur tentang itu.
Perpres No.85 Tahun 2007 belum mengatur sanksi bagi pemerintah daerah yang tidak
memenuhi kewajiban menyediakan data dan informasi geospasial wilayahnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->