P. 1
Makalah Mtokondria

Makalah Mtokondria

|Views: 3,961|Likes:
download : http://www.ziddu.com/download/10846471/MITOKONDRIA.pdf.html
download : http://www.ziddu.com/download/10846471/MITOKONDRIA.pdf.html

More info:

Published by: Hendrik_Nurfitrianto on Jul 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sel adalah miniatur kehidupan atau menyerupai kawasan industri yang amat kecil, di dalamnya terdapat organel-organel yang mirip pabrik-pabrik kimia sel yang mengolah dan mendistribusikan hasilnya pada bagian yang membutuhkannya. Masingmasing organela mempunyai peran yang berbeda-beda dalam tubuh, tetapi antara organela satu dengan organela yang lain masih saling berhubungan. Di dalam sitoplasma terdapat organel membran lain yang bertindak sebagai dapur sel yaitu mitokondria. Nama mitokondria diberikan oleh seorang pakar bernama Benda (1897-1898). Organela yang bentuknya memanjang ini dijumpai pada hampir semua sel eukariotik. Mitokondria dibatasi oleh membran rangkap, membran dalam mengadakan perluasan ke dalam matriks dengan membentuk penonjolan-penonjolan yang disebut krista. Membran mitokondria disusun oleh lipoprotein, lebih tipis dari membran plasma. Walaupun mitokondria dibungkus oleh membran, mitokondria bukanlah bagian dari sistem endomembran. Protein membrannya tidak dibuat oleh RE, tetapi oleh ribosom bebas dalam sitosol dan oleh ribosom yang dikandung dalam mitokondria itu sendiri. Organela ini tidak saja memiliki ribosom, tetapi juga mengandung DNA dalam jumlah sedikit. DNA inilah yang memprogram sintesis protein yang dibuatdalam riboson mitokondria. Mitokondria juga mempunyai fungsi dalam oksidasi, dehidrogenasi, fosforilasi oksidatif dan respirasi sel. Struktur dan sistem enzimnya disesuaikan dengan keanekaragaman fungsinya. Dari uraian diatas pemakalah tertarik untuk membahas mitokondria dan hal-hal yang berkenaan dengan fungsinya.

B. Rumusan masalah Dari latar belakang diatas dapat diambil beberapa rumusan masalah sebagai berikut: • • Bagaimana struktur dan fungsi dari mitokondria? Bagaimana mekanisme respirasi sel dari mitokondria?

C. Tujuan Tujuan dari rumusan masalah diatas adalah: • • Untuk mengetahui struktur dan fungsi dari mitokondria. Untuk mengetahui mekanisme respirasi sel

BAB II PEMBAHASAN

A. Struktur dan Fungsi Mitokondria
Mitokondria berasal dari kata Yunani Mito yang berarti benang, dan chondrion yang berarti seperti granul(butir-butiran), sehingga dapat diartikan sebagai organela dengan rangkaian butir-butir yang seperti benang. Mitokondria adalah organel sel eukariot yang berfungsi sebagai organ respirasi pembangkit energi dengan menghasilkan adenosin triphosphat (ATP). Jumlah mitokondria tiap sel tergantung jenis sel dan organisme. Mitokondria ditemukan dalam jumlah banyak pada sel yang aktivitas metabolismenya tinggi yaitu sel-sel kontraktil seperti sperma pada bagian ekornya, sel otot jantung, dan sel yang aktif membelah seperti epitelium, akar rambut, dan epidermis kulit. Mitokondria diduga berasal dari bakteri serupa Rickettsia yang hidup bebas, kemudian ditelan nenek-moyang sel eukariot dan membentuk endosimbiosis satu setengah miliar tahun lalu. Mitokondria merupakan rangkaian organela yang unik karena memiliki DNA tersendiri yang disebut DNA mitokondria dengan sifat-sifat yang spesifik. DNA mitokondria memiliki ciri-ciri yang berbeda dari DNA nukleus ditinjau dari ukuran, jumlah gen, dan bentuk. Besar genom pada DNA mitokondria relatif kecil apabila dibandingkan dengan genom DNA pada nukleus. Ukuran genom DNA mitokondria pada tiap-tiap organisme sangatlah bervariasi. Pada manusia ukuran DNA mitokondria adalah 16,6 kb, sedangkan pada Drosophila melanogaster kurang lebih 18,4 kb. Pada khamir, ukuran genom relatif lebih besar yaitu 84 kb.

Tidak seperti DNA nukleus yang berbentuk linear, mtDNA berbentuk lingkaran. Sebagian besar mtDNA membawa gene yang berfungsi dalam proses respirasi sel. Eksperimen yang dilakukan dengan menghilangkan mtDNA pada S. cerevisceae menunjukan penurunan tingkat pertumbuhan yang signifikan yang ditandai dengan mengecilnya ukuran sel. Mitokondria merupakan organela yang berupa kantung yang diselaputi oleh dua membran, yaitu membran dalam dan membran luar, sehingga mitokondria memiliki dua kompartemen, yaitu ruang antar membran (intermembrane space) dan matriks (matrix) mitokondria yang diselimuti langsung oleh membran dalam.

 Membran luar
Membran luar mengandung protein transport yang disebut porin. Porin membentuk saluran yang berukuran relatif lebih besar di lapisan ganda lipid membran luar; sehingga membran luar dapat dianggap sebagai saringan yang memungkinkan lolosnya ion maupun molekul kecil berukuran 5 kDa atau kurang, termasuk protein berukuran kecil. Molekul-molekul tersebut bebas memasuki ruang antar membran, namun sebagian besar tidak melewati membran dalam yang bersifat imper-meabel. Ini berarti bahwa dalam hal kandungan molekul kecil di ruang antar membran bersifat ekuivalen dengan sitosol sedangkan di ruang matriks berbeda. Protein yang terletak pada membran luar meliputi berbagai enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid mitokondria dan enzim-enzim yang mengubah substrat lipid menjadi bentuk lain untuk selanjutnya dimetabolisme di matriks mitokondria.

 Membran dalam dan krista
Membran dalam dan matriks mitokondria terkait erat dengan aktivitas utama mitokondria yaitu terlibat dalam siklus asam trikarboksilat, oksidasi asam lemak dan pembentukan energi. Rantai respirasi terdapat dalam membran dalam ini. Membran dalam dari selimut mitokondria sangat berbelit-belit meruak ke bagian dalam matrik dengan pola seperti tabung atau dengan pola lir lembaran di berbagai tempat. Satu belitan disebut krista. Pada sebagian besar mitokondria tumbuhan krista tabung lebar terbentuk denga sempurna tapi beragam menurut jenis sel, umur, dan tingkat perkembangan. Satu krista bergabung dengan krista lain di bagian dalam mitokondria membentuk wadah intermembran lir-kantung yang bersambungan antar mereka. Pada sel lainnya, tetap terjadi modifikasi lain. Apapun bentuknya, krista mengandung sebagian besar enzim yang mengkatalisis langkah pada sistem pengangkutan elektron setelah daur krebs sehingga peningkatan luas permukaan sangatlah penting.

 Ruang antar membran
Ruang antar membran adalah ruang yang berada di antara membran luar dan membran dalam mitokondria. Ruang ini mengandung sekitar 6% dari total protein

mitokondria dan beberapa enzim yang bekerja menggunakan ATP (adenosine triphosphate) yang tengah melewati ruang tersebut untuk memfosforilasi nukleotida lain.

 Matriks
Sebagian besar (sekitar 67%) protein mitokondria dijumpai pada bagian matriks. Enzim-enzim yang dibutuhkan untuk proses oksidasi piruvat, asam lemak dan untuk menjalankan siklus asam trikarboksilat terdapat pada matriks ini. Terdapat pada Membran Luar Ruang antar membran Membran dalam Enzim NADH-sitokrom C oksidoreduktase, sitokrom b, asil KoA sintetase, monoamin oksidasa, kinurenin hidrolasa. Kreatin kinasa, adenilat kinasa Sitokrom b, c, c1,a ,a3, suksinat dehidrogenasa, NADH dehidrogenasa, piruvat oksidasa, karnitin asil transferasa, hidroksibutirat. Sitrat sintetasa, akonitasa, isositrat dehidrogenasa, fumarasa, malat dehidrogenasa, glutamat dehidrogenasa, asparat aminotransferasa, komplek piruvat dehidrogenasa, enzim untuk sintesis protein dan asam nukleat, enzim untuk oksidasi asam lemak.

Matriks

Fungsi utama mitokondria adalah memproduksi energi kimia dalam bentuk molekul ATP yang akan dipergunakan sel-sel tubuh. Bila komponen kunci rantai respirasi dalam mitokondria hilang atau rusak maka akan terjadi proses berkelanjutan yang tidak terkendali. Beberapa sindrom mitokondrial dapat disebabkan oleh berbagai perubahan tingkat molekuler yang dapat berupa mutasi dan delesi dari DNA mitokondria.

B. Proses Respirasi
 Rantai Respirasi Rantai respirasi dan inhibitornya dapat dilihat sebagai ringkasan jalur metabolik mitokondria pada semua kompleks yang berada di membran dalam dan dapat dicapai oleh substrat baik yang berada pada membran maupun pada matriks. Telah diketahui pula berbagai inhibitor rantai respirasi dan efek klinik lainnya yang dapat dianggap sebagai pengetahuan awal dari mitochondrial medicine. Untuk memudahkan proses respirasi sel dibedakan menjadi tiga bagian : 1. 2. 3. Glikolisis Siklus Krebs Transport Elektron  Glikolisis

Langkah pertama pemecahan glukosa terjadi di dalam sitoplasma sel, tidak memerlukan oksigen. Proses ini dinamakan glikolisis. Pada proses ini, molekul gula 6-C menjadi tidak stabil, melalui penambahan phospat dan secara cepat dipecah menjadi dua molekul 3-C. Produk akhir glikolisis dinamakan piruvat. Selama proses perubahan glukosa menjadi piruvat, beberapa energi dari ikatan pada struktur dari molekul glukosa digunakan untuk membentuk ATP dari ADP + P. Energi dari ikatan ATP kemudian dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan yang membutuhkan energi. Pada proses tersebut , molekul 3-C sebagian dioksidasi. Secara khusus dua elektron (dan dua proton ) dipindahkan dari setiap molekul 3-C atau empat elektron dipindahkan dari molekul glukosa mula-mula. Dalam proses, elektron dan (proton) mereduksi dua molekul NAD+ menjadi dua molekul NADH.

Reaksi glikolisis secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

Pada beberapa kejadian untuk melanjutkan pemecahan glukosa pada satu sistem, kedua NADH harus dioksidasi, karena itu elektron dan proton yang dikandungnya harus dibebaskan. Bila oksigen tersedia dalam sel, elektron dan proton dapat digunakan untuk menghasilkan ATP yang lebih banyak. Bila oksigen tidak tersedia dalam sel, sel akan mendapatkan elektron dan akan membentuk kembali NAD melalui jalan yang lain. Kedua jalan tersebut dinamakan fermentasi. Fermentasi ada empat macam antara lain : fermentasi anaerob; fermentasi alkohol; dan fermentasi asam laktat. Fermentasi alkohol menghasilkan CO2 dan alkohol, sedangkan fermentasi asam laktat menghasilkan asam laktat. Pada jalan anaerob yang kedua, piruvat yang dihasilkan selama proses glikolisis diubah menjadi laktat. Fermentasi laktat dapat dilihat pada banyak mikroorganisme dan selama latihan (olahraga) yang berat, pada jaringan otot kita. Umumnya metabolisme anaerob berhubungan dengan bentuk kehidupan yang lebih sederhana, tetapi kenyataannya adalah bahwa selama kegiatan yang berat, otot kita mengandalkan mendapatkan ATP selama glikolisis dan berturut-turut membangun sejumlah laktat yang cukup besar dalam tubuh kita sendiri. Walaupun kita mengambil oksigen dan otot kita dapat menggunakan lebih banyak produk ATP melalui proses respirasi oksidatif selama kegiatan ringan, penyediaan oksigen tidak memadai untuk memelihara kebutuhan ATP yang banyak. Karena itu kita harus mengandalkan glikolisis yang tidak membutuhkan oksigen , seperti pada NADH yang dioksidasi, dan seperti pada fermentasi alkohol, ini digunakan untuk membentuk produk akhir yang dalam hal ini adalah laktat NAD yang bebas digunakan lagi pada glikolisis. Laktat harus dibersihkan dari otot agar pulih kembali. Pada tubuh laktat dibawa melalui aliran darah ke hati, dimana diubah menjadi piruvat. Beberapa piruvat sering dapat menembus versi jalan balik dari glikolisis dan dengan penyimpanan ATP dari

jalan oksidatif diubah kembali menjadi glukosa. Glukosa kemudian disimpan dalam hati atau pada otot dalam bentuk glikogen. Apabila piruvat masuk pada jalan dimana oksigen digunakan maka disinilah sebagian besar energi bebas yang besar dari glukosa akhirnya dibebaskan untuk melakukan kerja.  Siklus Krebs Dsini piruvat dari glikolisis secara lengkap dioksidasi menjadi CO. Walaupun tidak banyak ATP yang terbentuk hanya dua molekul. Langkah awal daur krebs menyangkut oksidasi dan hilangnya CO2 dari piruvat dan penggabungan sisa unit asetat 2 karbon dengan senyawa yang mengandung belerang yakni ko-enzim membentuk asetil CoA ini dan peran lainnya didaur krebs merupakan alasan penting mengapa belerang termasuk hara esensial. Fungsi utama dari siklus krebs adalah menyediakan elektron untuk ditransport melalui sistem transport elektron yang akan digunakan energinya untuk mendapatkan perbedaan potensi kimia (Chemiosmotic differentia) di mitokondria. Sebelum elektron dan proton memulai perjalanannya, sementara disimpan pada dua molekul penerima, NAD+ dan FAD, mereduksi molekul ini menjadi NADH+ + H+ dan FADH2. Daur krebs melakukan pengambilan beberapa elektron dari asam organik dan mengangkut elektron tersebut ke NAD. Dalam daur krebs tidak ada enzim dehidrogenase, dari daur ini yang menggunakan NADP sebagai penerima elektron. Bahkan NADP biasanya hampir tak terdeteksi dalam mitokondria tumbuhan keadaan yang berlawanan dengan kloroplas yang dalamnya NADP sangat berlimpah, sedangkan NAD lebih sedikit. Tidak hanya NADH dan ubikuinol yang merupakan produk penting dari daur krebs, tapi 1 molekul ATP dibentuk dari ADP + P selam pengubahan suksinat koenzim A menjadi asam suksinat. Proses ini dimulai ketika piruvat kehilangan sebuah atom yang dibebaskan sebagai CO2 yang lebih penting, piruvat dioksidasi. Karena itu, sepasang elektron yang lain

dipindahkan. Dalam proses NAD+ direduksi menjadi NADH dan sebuah hidrogen dibebaskan. Molekul piruvat sekarang molekul 2-C yang bersama-sama dengan koenzim (Ko-A) membentuk asetil Ko-A. Molekul 2-C ini kemudian bergabung dengan molekul 4C (oksaloasetat) yang dihasilkan pada siklus itu sendiri. Ko-A dibebaskan untuk menyertai piruvat yang lain masuk ke dalam siklus. Karena itu sekarang dapat dilihat produk glikolisis masuk ke dalam siklus sebagai bagian dari molekul asam sitrat.

Siklus Krebs

 Transport Elektron Sistem pengangkutan elektron dan fosforilasi NADH terdapat di mitokondria berasal dari 3 proses utama ; daur krebs, glikolisis dan di daur oksidasi glisin yang dihasilkan selama fotorespirasi. Bila NADH dioksidasi akan dihasilkan ATP. Dengan cara serupa ubikuinol dihasilakan oleh asam suksinat dehidrogenase dalam daur krebs juga dioksidasi untuk menghasilkan ATP. Walaupun oksidasi ini melibatkan pengambilan O2 dan pembentuka H2O baik NADH ataupun ubikuinol tidak bergabung secara langsung dengan O2 untuk membentuk H2O. Yang terjadi, elektronnya ditransfer melalui beberapa senyawa antara sebelum H2O terbentuk. Pembawa elektron ini merupakan sistem pengangkut elektron mitokondria. Pengangkutan elektron dimulai dari pembawa yang termodinamika sulit untuk direduksi ke pembawa yang mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk menerima elektron. Pengangkutan elektron dimulai dengan NADH+ + H+ yang terbentuk di matriks oleh enzim daur krebs. Kedua elektron dan kedua H+ menuju flavoprotein yang mengandung FMN, lalu membawa elektron ke protein Fe-s. Besi dalam Fe-s ini dapat menerima hanya satu elektron pada satu saat dan tidak menerima H+; kedua H+ ditransfer ke dalam ruang antar membran. Fe-s tereduksi akan memindahkan elektron ke ubikuinon (UQ), dengan 2H+ yang diambil dari matriks akan tereduksi menjadi ubikuinol (UQH2). Dari UQH2 elektron akan pindah satu per satu menuju ke berbagai sitokrom b, kedua H+ dari UQH2 ditransfer keluar ke ruang antar membran. Protein Fe-s lainnya akan menerima dan mentransfer elektron ke Fe3+ di sitokrom c1 dengan pengeluaran ketiga dari sepasang H+. Dari sitokrom c1, elektron diterima oleh sitokrom c, kemudian ditransfer ke O2 membentuk H2O yang dikatalisis oleh sitokrom oksidase, sepasang H+ lainnya dipindahkan dari matriks ke ruang antar membran.

 Pembentukan ATP pada mitokondria Di mitokondria, pembentukan ATP dari ADP secara tidak langsung didorong oleh kecenderungan O2 secara termodinamika untuk tereduksi, dan proses ini disebut fosforilasi oksidatif. Seperti di kloroplas, fosforilasi dikatalisis oleh faktor perangkat sintesis ATP.

Sintesis ATP mitokondria ini mempunyai tangkai dan pentul seperti pada sintesis tilakoid, dan meruak melintasi membran dalam. Pentulnya menghadap dan meruak ke matriks, sedangkan tangkainya meruak keluar menuju ruang antar membran dalam dan membran luar. ATP dibentuk pada pentul di dalam matriks, kemudian diangkut menuju sitosol oleh transport balasan dengan ADP berikutnya. ATP kemudian dipindah dengan

segera melintasi membran luar yang jauh lebih permeable mkenuju sitosol, tempat ATP menjalankan berbagai fungsinya. Membran luar mempunyai porin, saluran yang mengalirkan molekul dengan bobot molekul kurang dari sekitar 5 kDa, sehingga nukleotida dan berbagai metabolit lainnya dapat melewati membran itu dengan mudah.  Kemiosmosis pada mitokondria Setelah NAD+ dan FAD direduksi pada siklus krebs, kejadian akhir dari respirasi dapat dimulai dengan NADH melintas matriks dari kompartemen dalam mitokondria untuk mereduksi pembawa pertama dari membran dalam. FADH2 mempunyai kekuatan reduksi yang lebih kecil dari NADH, karena dapat mereduksi suatu pembawa selanjutnya sepanjang sistem. Pembawa selanjutnya mereduksi pembawa berikutnya dan secara serentak mengangkut proton melintas membran menuju kompartemen di luarnya. Seperti diketahui jalannya elektron mengakibatkan proton dilempar menuju ruang antar membran, sehingga bila hal ini terjadi berturut-turut akan berakibat terbentuknya chemiostic differential dan energi bebas akibat perbedaan potensial ini digunakan untuk membentuk ATP, tetapi sebelum elektron mencapai senyawa pembawa terakhir, elektron melewati pembawa elektron dari sistem transport elektron yang pada akhirnya penerima elektron adalah oksigen. Elektron bergabung dengan oksigen dan bersama dengan proton dari matriks membentuk molekul air (H2O).  Kemiosmotik fosforilasi Fosforilasi oksidasi pada mitokondria menghasilkan ATP jauh lebih besar dari pada respirasi anaerob (glikolisis). Pada glikolisis hanya dihasilkan 2 ATP setiap molekul glukosa ; proses oksidatif menghasilkan 25 – 36 ATP. Karena itu organisme yang mendapatkan tenaga melalui mitokondria menghasilakan energi bebas yang lebih banyak. Kemiosmotik terjadi bila proton melintas melewati partikel F1. Energi transfer terjadi bila 2 proton (ion hidrogen) bertemu 2 ion hidroksil membentuk air. Perbedaan

energi bebas antara ion-ion dan air cukup untuk memproduksi ikatan energi tinggi yang baru antaraADP dan P bila ditangkap pada reaksi couple. NADH + H+ yang dihasilkan pada proses glikolisis tidak dapat masuk dalam mitokondria. Oleh karena itu harus ada mekanisme yang dapat mengangkutnya. Melalui mekanisme Shuttle NADH + H+ dapat diangkut ke mitokondria.

C. MASUKNYA METABOLIT KE DALAM MITOKONDRIA
Selama katabolisme aerob berlangsung, NADH ditimbulkan di dalam sitoplasma. Selnya harus mempunyai suatu cara yang memungkinkan secara tidak langsung reoksidasi dari tambahan mitokondria NADH oleh rantai respirasi, sebab kita mengetahui dari efek Pasteur bahwa pengumpulan laktat akan berhenti apabila oksigen mulai tersedia bagi suatu anaerob fakultatif. Reoksidasi NADH sitoplasma dilakukan oleh sistem ulang alik (shuttle). Terdapat dua sistem shuttle primer yang bekerja, yaitu : shuttle gliserol fosfat dan shuttle malat. Keduanya melayani pengaturan jumlah NADH di dalam sitoplasma. Selain sistem shuttle dan pernafasan, terdapat bukti bahwa NADH dapat direoksiodasi menjadi NAD+ menurut reaksi transhidrogenase : NADP+ + NADH → NADPH + NAD+

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
1. Mitokondria merupakan organela yang berfungsi dalam pernapasan sel serta mempunyai 2 lapisan membran, yaitu membran luar dan membran dalam yang berbeda secara struktural maupun fungsional. Antar membran dalam dan membran luar terdapat ruang antar membran dalam membentuk krista untuk memperluas permukaannya. Didalam mitokondria berisi matriks. 2. Mitokondria adalah organela yang dapat mengoksidasi bahan makanan menjadi CO2 dan H2O. Waktu terjadi oksidasi biologis tersebut sejumlah besar energi dilepaskan yang dalam mitokondria diubah menjadi persenyawaan yang berenergi tinggi yaitu ATP. 3. Terdapat hubungan antar organisasi mitokondria dengan fungsi metaboliknya yang spesifik sebagai organela pembangkit tenaga. 4. Proses respirasi sel berlangsung dalam 3 tahap, yakni : glikolisis, siklus krebs, dan transport elektron.

B. Saran
Dengan perkembangan IPTEK seperti sekarang ini, kita harus mengetahui bahwa perkembangan ilmu Biologi Sel juga semakin luas, maka dari itu sebaiknya kita juga harus selangkah lebih maju untuk mengetahui serta mengembangkan perkembangan ilmu Biologi Sel.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.chemistry.wustl.edu//Cytochromes/cytrochromes.html http://id.wikipedia.org/wiki/Mitokondria http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/BiologyPages/CellulerRespiration http://www.a3243g.com/a3243g_images/mitochondria.gif http://micro.magnet.fsu.edu/cells/mitochondria/mitochondria.html Kimball, W.John. 1990.Biologi Edisi kelima Jilid I . Jakarta : Erlangga Bawa, Wayan . 1998. Dasar-dasar Biologi Sel. Jakarta : Depdikbud

MAKALAH BIOLOGI SEL

“MITOKONDRIA“

DISUSUN OLEH

Anis Fidiah A

(073244010)

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA dan ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2008

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Biologi Sel dengan judul : “Mitokondria“ tanpa ada halangan yang berarti. Dengan terselesaikannya penulisan makalah ini tentu tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Dosen pembimbing mata kuliah Biologi Sel. 2. Semua pihak yang telah membantu terselesaikanya makalah ini. Penulis menyadari makalah ini tentu masih belum sempurna. Penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Surabaya, Desember 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->