P. 1
Pembelahan Sel Dan Hereditas

Pembelahan Sel Dan Hereditas

|Views: 1,666|Likes:
download : http://www.ziddu.com/download/10846468/PEMBELAHANSELDANHEREDITAS.pdf.html
download : http://www.ziddu.com/download/10846468/PEMBELAHANSELDANHEREDITAS.pdf.html

More info:

Published by: Hendrik_Nurfitrianto on Jul 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2013

PEMBELAHAN SEL DAN HEREDITAS SK

:
Memahami penerapan konsep dasar

dan prinsip-prinsip hereditas serta implikasinya pada salingtemas

KD : Menjelaskan keterkaitan antara
proses pembelahan mitosis dan meiosis dengan pewarisan sifat

INDIKATOR :
1. Menjelaskan pengertian, fungsi, dan urutan tahapan mitosis dan meiosis 2. Mengidentifikasi cirri-ciri tahapan mitosis 3. Mendemonstrasikan pembuatan model mitosis 4. Mengidentifikasi cirri-ciri tahapan meiosis 5. Membedakan pembelahan mitosis dan meiosis 6. Menjelaskan proses gametogenesis terkait dengan pewarisan sifat

PEMBELAHAN SEL DAN HEREDITAS

A. PENDAHULUAN
Salah satu cara fisiologis dari makhluk hidup adalah reproduksi. Reproduksi merupakan suatu upaya dari makhluk hidup untuk memperbanyak diri serta yang lebih penting adalah untuk melestarikan jenisnya. Masih ingatkah kalian salah satu teori sel yang menyatakan bahwa sel merupakan unit reproduksi? Sebelum hal ini kita kaji lebih jauh, cobalah ingat mengapa batang pohon yang sudah dipangkas dapat tumbuh kembali? Pada bagian ujung batang atau ujung akar terdapat suatu jaringan meristematik. Jaringan tersebut adalah suatu jaringan yang sel-selnya selalu aktif membelah. Oleh karena itu, ujung batang atau ujung akar dapat bertambah panjang karena mengalami pembelahan sel atau perbanyakan sel yang disebut reproduksi sel. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik sama. dan Sel eurokariotik tidaklah

prokariotik membelah diri melalui proses yang disebut pembelahan biner. Sedangkan proses pembelahan eukariotik lebih kompleks dari sel prokariotik. Karena kompleksitas pada sel eukariotik, para ahli biologi memisahkan peristiwa pembelahan pada sel eukariotik menjadi dua tahap yaitu kariokinesis dan sitokenesis. Pada tahap karikenesis (karion=nucleus,kenesis= pembelahan), karioklenesis terbagi menjadi dua macam yaitu mitosis dan meiosis. Pembelahan sel eukariotik mengalami salah satu dari dua bentuk karikenesis. Tahap selanjutnya yaitu sitokenesis (sito=sitoplasma) yaitu sitoplasma sel dan nukeus tersekat menjadi sel-sel anak yang terpisah.

B. MITOSIS
Mitosis adalah pembelahan satu sel induk yang manghasilakan dua sel anak tanpa mengalami perubahan jumlah kromosom.

Siklus hewan mitosis dan sitokinesis : a. akhir interfase b. awal profase c. akhir profase d. metafase e. anafase f. telofase g. sitokinesis h. interfase pada sel anak.

1.

Fungsi Mitosis Mitosis berguna untuk memelihara pertumbuhan sel-sel baru serta

menjaga dan memperbaiki bagian tubuh suatu organisme. Mitosis ini terjadi padaperbanyakan sel tubuh (sel somatic ) Mitosis menghasilkan dua sel anak dengan jumlah kromosom yang pasti sama seperti sel induk. Salinan kromosom sel anak sangat tepat seperti sel induk sehingga sel anak mempunyai potensi genetic yang sama sebagaimana sel induk. Pada beberapa jenis tumbuhan, mitosis juga berarti menghasilkan suatu organisme baru yang utuh melalui reproduksi aseksual. Keturunan hasil reproduksi aseksual memiliki gen-gen yang sama persis dengan induknya. Selain itu mitosis pada hewan bersel satu berfungsi untuk memper banyak diri.

2. Tahap -Tahap Mitosis Urutan tahapan mitosis pada setiap fasenya didasarkan atas susunan dan tingkah laku kromosom. Berikut adalah urutan tahapan mitosis : 1) Profase Profase (pro = sebelum ) merupakan fase mitosis terlama (berlangsung 30 sampai 60 menit ). Dalam fase tersebut ditandai oleh aktivitas-aktivitas sebagai berikut. Kromatin menduplikasikan diri dan memendek menjadi kromosom. Setiap kromosom tersusun atas dua kromatid yang masing-masing terikat di sentromer. Bila ada, pasangan sentriol bergerak kearah yang berlawanan di ujung-ujung sel. Antara kedua sentriol terbentuk spindel. Membrane di sekeliling nucleus mulai hilang disertai pemunculan nucleus. Komponen-komponen sitoskleton (rangka sel) menghilang dan akhirnya kromosomkromosom bergerak ke tengah sel. Aktivitas sel pada saat profase memberikan kesempatankesempatan bagi kromosom-kromosom untuk bergabung dalam benang-benang spindel sehingga kromatid terpisah dan bergerak ke kutub-kutub spindel yang berlawanan. Bila kromatid telah dalam posisi berjajar, menandakan telah nenasuki tahap berikutnya, yaitu metaphase. 2) Metafase Tahap metaphase berlangsung secara singkat (2-6 menit ), jauh lebih cepat dibandingkan profase. Metaphase (meta = antara ) adalah fase saat kromosom-kromosom berjajar di sepanjang lempeng atau bidang metaphase. Bidang tersebut terletak di tengah antara kutubkutub spindel dengan bidang equatorial. Kromosom telah mengerut sepenuhnya dan tampak seperti batang-batang pendek berwarna gelap. Ketika metaphase kinetokor tiap kromosom membelah dan kedua kromatid menjadi kromosom anak yang terpisah sama sekali. Kinetokor merupakan bagian sentromer tempat menggantung kromosom. Pembelahan kinetokor berlangsung secara serentak pada

seluruh kromosom. Pada saat kinetokor anak mulai bergerak memisah, berarti menjadi tanda dimulainya anaphase. 3) Anafase Kromosom memisahkan diri dan kedua kromosom anak menuju kekutup masing-masing. Fase ketika kromosom bergerak dari bidang equatorial disebut anaphase. (ana = kebelakang ). Fase tersebut berlangsung selama 3 -15 menit. Gerakan kromosom ke kutub dituntun oleh benang spindel agar kromosom tidak bergerak secara acak. Benang spindel bersifat kontraktil dan dapat menarik kromosom ke arah kutub biasanya berbentuk huruf v dengan kinetokor pada puncaknya yang mengarah ke kutub. 4) Telofase Telofase (telo= akhir) dimulai ketika kromosom telah mencapai kutub sel. Fase yang memakan waktu 30 sampai 60 menit tersebut sebenarnya merupakan kebalikan dari profase. Beberapa proses berlangsung secara serentak, yaitu pembentukan membran nucleus di sekeliling kelompok kromosom pada setiap kutub, pemanjangan kromosom, benang-benang kromatin tampak tidak teratur, dan sitoplasma sel mulai membelah (sitokinesis) 5) Interfase Interfase disebut pula fase istirahat, namun sebutan ini kurang tepat karena justru pada saat ini sel tengah mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. Pada fase ini kromosom tidak tampak. Akhirnya, pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang tiap-tiap sel anak memiliki jumlah dan sifat kromosom yang sama dengan sel induknya. Pada pembelahan ini terjadi pembagian inti (kariokinesis) dan pembagian plasma atau sitoplasma (sitokenesis).

C. SITOKINESIS
Cara pembelahan sel hewan dan sel tumbuhan tidaklah sama, meskipun mempunyai mitosis yang sama. Pada sel hewan, cincin mikrofilamen yang mengerut menempel ke tengah membran plasma di antara dua Bila nucleus anak. mikrofilamen

berkontraksi, menyebabkan membran plasma di bagian sehingga membentuk sebuah lekukan di daerah tengah sel
Mekanisme sitokinesis pada sel hewan

itu

terjepit

a.

Mikrofilamen yang membentuk cincin yang mengelilingi ekuator, b. mikrofilamen menjepit pinggang sel, c. akhir jepitan, terbentuk dua sel anak.

yang disebut lekuk pembelahan. Mikrofilamen meneruskan kontraksinya sampai semua pinggiran membran plasma bertemu di bagian tengah. Ketika pingggiran membran plasma bertemu, membran plasma berfusi ( menyatu ) membentuk membran-membran yang terpisah sehingga setiap satu sel anak menerima membran plasma. Pada sebuah sel tumbuhan, sitokinesis dimulai dengan terbentuknys sebuah lempeng di antara dua nucleus anak. Lempeng sel dibentuk oleh vesikula sekresi. Vesikula sekresi mengandung pectin dan dihasilkan oleh badan golgi terdekat. Akumulasi vesikula-vesikula sekresi di bagian tengah derah pembelahan sel menyebabkan penyatuan membrane-membran vesikula, kemudian pectin dilepaskan membentuk lamela tengah di antara dua sel baru. Fusi membrane vesikula menghasilkan membrane plasma pada masingmasing sel. Setelah membrane plasma dan lamela tengah sudah lengkap, vesikula sekresi dengan materi-materi dinding sel dibentuk oleh sel-sel anak. Bahan yang terkandung dalam hasil fusi antar vesikula sekresi dan membrane plasma dikelurkan dari dalam sel sehingga terbentuk sebuah dinding sel baru untuk masing-masing sel anak.
Sitokinesis pada sel tumbuhan

D. MEIOSIS
Setiap organisme hidup menunjukkn ribuan ciri yang bersifat menurun. Ketika kamu bercermin, kamu melihat ratusan sifat yang diwariskan orang tuamu, misalnya kelebatan rambut mata, cara senyaum, ataupun bentuk mata. Semua perintah genetik yang diciptakan untukmu ditempatkan pada 46 kromosom. Sebenarnya dua perangkat instruksi genetik yang lengkap terdapat disetiap sel tubuh. Satu set (23 kromosom ) diturunkan dari sperma ayah dan perangkat yang lain ( sisa 23 kromosom ) dari telur ibu. Sebagai gambaran, sebuah sel (zygot) denagn 46 kromosom. Seltersebut beserta semua keturunannya akan menduplikasi 46 kromosom tersebut setiap kali sel membelah. Bagaimanakah cara orang tua kalian membuat gamet sperma dan telur dengan 23 (separo dari 46 ) kromosom? Tidak mungkin melalui proses mitosis karena meghasilkan sel anakdengan jumlah komosom yang sama dengan jumlah kromosom sel induk. Bentuk pembelahan sel yang membagi jumlah kromosom menjadi separo jumlah kromosom sel induk dan membentuk susunan gamet unruk reproduksi seksual disebut Meiosis. 1. Fungsi Meiosis Pengurangan separo jumlah kromosom induk oleh meiosis menjamin jumlah kromosom suatu spesies yang kawin seksual sama dari generasi ke generasi. Jika gamet yang mengadung jumlah kromosom yang sama sebagaimana sel tubuh yang lain, jumlah kromosom akan berlipat dua kali pada setiap generasi. Bagi manusia berarti bahwa keturunan generasi pertama kan mempunyai 92 kromosom ( 46 dari sperma 46 dari telur ), generasi kedua 184, generasi ketiga 368, dan seterusnya. Kamu dapat bayngkan bila sel mengandung kromosom yang berlebihan dapat menyebabkan kematian. Meiosis juga membangun variabilitas genetik suatu spesies. Itu berarti, meiosis meningkatkan variasi gen dan akan meningkatkan rentang sifat dalam individu yang menyusun spesies. Rentang sifat yang lebih besar

meningkatkan ketahanan hidup individu di kondisi lingkungan yang mengalami perubahan. Peningkatan variabilitas genetik disebabkan oleh meiosis yang mengubah jumlah kromosom dan gen, kemudian disebarkan ke sel anak haploid dalam kombinasi yang baru. Setiap gamet memiliki campuran genetic yang berbeda. Ketika gamet-gamet berkombinasi selama fertilisasi, organisme yang dihasilkan bereda dari semua spesies yang lain. Hal tersebut menjelaskan mengapa kamu mirip dengan anggota keluargamu yang lain. 2. Tahap - Tahap Meiosis Nama- nama tahapan yang terjadi pada meiosis dan mitosis adalah sama karena Namun, dasar kedua proses jenis pembelahannya juga sama. pembelahan tersebut tetap mempunyai perbedaan yang jelas. Kalian telah jumlah sedangkan mengetahui bahwa mitosis mempertahankan kromosom, kromosom menjadi setengahnya. Seperti halnya mitosis, meiosis merupakan proses yang berkelanjutan. Para ahli biologi membagi proses
meiosis

meiosis membagi jumlah

tersebut menadi beberapa fase. Setiap fase ditandai oleh perubahan kromosom atau sifat pembelahan sel. Satu perbedaan mendasar antara mitosis dan meiosis adalah dalam jumlah pembelahan sel. Kalau mitosis hanya mengalami satu pembelahan, sedangkan meiosis mengalami dua kali pembelahan, terdiri atas meiosis I dan meiosis II. Fase-fase pada meiosis I adalah profase I, metafase I,

anafase I, dan telofase I. fase-fase pada meiosis II adalah profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Masa interfase di antara meiosis I dan II biasanya sangat pendek, tidak seperti waktu untuk mengawali profase I. Pada fase tersebut kromosom-kromosom baru tidak disintesis. 1) Meiosis I Meiosis I disebut pembelahan reduksi sebab pada akhir telofase I menghasilkan sel anakyang mengandung jumlah kromosom separo dari kromosom sel induk. Reduksi tersebut tercapai melalui

pemisahan homolog.

homolog-homolog
Meiosis I

dari

setiap

pasangan

kromosom

Sebagai hasilnya, sel-sel anak hanya mengandung satu perangkat kromosom yang lengkap ( haploid ). a) Profase I Tidak seperti pada profase mitosis yang biasanya berakhir hanya dalam beberapa menit, profase I dapat berlangsung dalam hitungan jam, hari, atau bahkan tahun. Selam waktu tersebut, homolog- homolog berpasangan, berhubungan, dan sering kali terjadi pindah silang ( pertukaran antar segmen kromosom ). Bagimana interaksi antar kromosom dapat terjadi? Sebelum profase I dimulai, kromosom sudah siap menduplikasi selama interfase dengan membentuk dua kromatid yang disatukan oleh sentromer. Ketika kromosom pertama muncul selama mendekati tahap profase I, kromatid terikat bersama sehingga menjadi sangat dekat seperti sebuah rantai tunggal. Pasangan-

pasangan kromatid homolog saling bertemu menjadi pasangan kromosom homolog. Pasangan kromosom homolog tersebut disebut sinapsis. Setelah sinapsis, dihasilkan satu berkas yang terdiri dari empat kromatid homolog, disebut tetrad. Pada tahapan tersebut sel manusia mengandung 23 tetrad ( 92 kromatid ). Sentromer tidak membelah sehingga hanya terdapat dua sentromer untuk empat kromatid pada tiap tetrad. Selama sinapsis, homolog bertukar segmaen dengan yang lain. Proses tersebut dinamakan crossing over ( pindah silang ). Selama pindah silang, kromatid dari satu homolog bertumpang tindih dengan sebuah kromatid dari homolog yang lain membentuk suatu persimpangan. Titik tempat terjadinya tumpang tindih disebut kiasma.pada setiap kiasma, derah kromatid homolog yang mengandung pasangan-pasangan gen akan saling bertukar tempat dengan yang lain. Pertukaran antarkepingan kromatid selama pindah silang dapat menghasilkan kombinasi gen baru pada kromosom, disebut rekombinasi gen. ingatlah bahwa kromosom-kromosom homolog memiliki urutan gen yang identik di sepanjang kromosom. Gen identik tersebut bias saja menentukan sifat yang berbeda, misalnya gen untuk menentukan tinggi badan, bias pendek bisa tinggi. Untuk alas an tersebut, pindah silang antarkromatid homolog dapat menghasilkan kombinasi gen yang berbeda. Setelah proses pindah silang dan rekombinasi selesai, kromosom sinapsis mulai bertolakan. Pada akhir profase I terjadi pembentukan perangkat spindle dan pemudaran nucleus beserta membrannyasebagai persiapan untuk metafase I. b) Metafase I Pada awal metafase I pasangan kromosom homolog berjajar pada lempeng metafase. Masing- masing kromosom diapit oleh kromosom homolog pada sisi lempeng yang berlawanan. Sentromer- sentromer pada setiap duplikat homolog menempel ke benang spindle yang mengikuti kutub spidel yang berlawanan.

Ketika kromosom kromosom homolog berjajar pada lempeng metaphase, secara acak masing- masing homolog dapat berjajar pada satu sisi atau saling berhadapan pada lempeng metaphase. Semua komosom yang berasal dari satu induk tidak berjajar pada sisi lempeng metafase yang sama atau kromosom dari setiap induk tidak saling berpadu selama metafase I. perpaduan secara bebas homolog-homolog tersebut biasanya memisahkan kromosom hmolog untuk membentuk kombinasi kromosom baru di dalam sel anak. Akibatnya, keturunan yang dihasilkan mengandung campuran sifat secara acak dari kedua induk. Bergantung pada jumlah kromosom, perpaduan secara bebas dapat menghasilkan suatu rangkaian kemungkinan campuran yang sangat besar. Pada manusia, kemungkinan terdapat 8 juta cara kombinasi antara 23 kromosom ayah dan 23 kromosom ibu selama metafase I. Adanya pertukaran gen selama pindah silang menunjukkan bahwa meiosis benar-benar meningkatkan variabilitas genetik dari suatu spesies.

c) Anafase I Fungsi anafase I adalah untuk memisahkan homolog dari setiap pasangan kromosom homolog. Dengan demikian, reduksi (pengurangan )jumlah perangkat kromosom menjadi setengahnya di dalam sel anak terbentuk selama anafase I. Anafase I dimulai ketika benang-benang spindel menempel ke sentromer dari setiap kromosom dan menarik duplikat homolog ke kutub gelendong yang berlawanan. Tidak seperti anafase mitosis, anaphase I sentromer tidak memisah. Oleh karena itu, setiap kromosom homolog masih tersusun atas dua kromatid yang dihubungkan oleh sentromer. Ketika terpisah, homolog berkumpul di dekat kutub spindel dan menjadi tanda derakhirnya anafase I. d) Telofase dan Interfase

Telofase I hamper udentik dengan telofase pada mitosis. Kromosom akan terurai dan membran nukleus terbentuk mengelilingi setiap kelompok kromosom.sitokinesis akan membagi sitoplasma menjadi dua sel anak dan tiap sel anak mempunyai perangkat homolog. Kedua sel anak kemudian memulai interfase. Interfase membutuhkan waktu yang singkat krena DNA tidak menduplikasikan diri. Setiap kromosom yang masuk profase II berupa dua kromatid yang disatukan oleh sentromer. Sentriolsentriol yang munculakan menuju ke kutub-kutub yang berlawanan. 2) Meiosis II Ketika kromatid-kromatid sejenis terpisah selama meiosis II, urutan peristiwa meiosis II sama dengan mitosis.

Meiosis II

a) Profase II Selama profase II, kromosom memendek dan menebal, lalu menuju ke ekuator sel untuk memulai metafase II. b) Metafase II Pada metafase II, sentromer berjajar pada kempeng metafase.

c) Anafase II Anaphase II dimulai ketika sentromer memisah dan kromatid berpisah menjadi kromosom sejenis ( homolog ). Kromosom sejanis akan tertarik menuju ke kutub-kutub spindel yang berlawanan. Ketika kromosom telah sampai di kutub-kutub yang berlawanan, selesailah anafase II dan telofase II siap dimulai. d) TelofaseII Selama telofase II, membran nukleus terbentuk mengelilingi masing-masing empat kelompok kromosom yang berangsur memanjang menjadi benang kromatin. Sel kemudian membelah secara sitokinesis menghasilkan empat sel anak haploid yang berlainan. Setiap sel anak mengandung satu kromosom dari masing-masing pasangan homolog dalam sel induk. Oleh karena itu, sel anak mempunyai satu perangkat instruksi hereditas yang lengkap.

E. GAMETOGENESIS
Proses pembentukan gamet disebut gametogenesis yang berlangsung secara meiosis. dalam proses ini, kadang terjadi fase maturasi (pematangan), yaitu fase perkembangan dari hasil akhir meiosis yang kadang tidak langsung berupa gamet untuk menjadi gamet. Di bagian terdahulu telah disinggung bahwa gametogenesis berlangsung di alat kelamin baik pada hewan maupun pada tumbuhan. Gametogenesis dibedakan menjadi dua, yaitu spermatogenesis ( pembentukan sperma ) dan oogenesis (pembentukan ovum ). Secara prinsip keduanya melalui cara pembelahan yang sama, namun hasil akhirnya berbeda. 1. Spermatogenesis Proses ini berlangsung dalam alat kelamin jantan yang pada hewan disebut testis. Dalam testis terdapat bagian yang disebut tubulus seminiferus. Pada bagian tersebut tersebut terdapat sel-sel primordial yang

bersifat diploid. sel-sel primordial tersebut berulang kali mengalami pembelahan secara mitosis, diantaranya membentuk spermatogonium yang dianggap sebagai sel induk sperma. Spermatogonium beersifat diploid ( 2n ).Dalam pertumbuhannya, spermatogonium membentuk sel spermatosit primer yang bersifat diploid pula, kemudian sel induk melakukan meiosis. Pada meiosis I, dihasilkan dua sel anakan yang disebut spermatosit skunder yang bersifat haploid. Pada meiosis II, dari tiap-tiap sel tersebut dihasilakan dua sel anakan, hingga pada meiosis II terbentuk empat sel anakan yang disebut spermatid yang bersifat haploid. Dalam dalam pertumbuhannya, spermatid mangalami maturasi (pematangan ) untuk membentuk spermatozoon. Sel spermatid dilengkapi dengan ekor sehingga spermatozoon dapat bergerak bebas bila berada pada medium cair. haisl akhir dari spermatogenesis adalah empat spermatozoon fungsional (jamak : spermatozoa ) dari satu sel induk yang mengalami meiosis. 2. Oogenesis Oogenesis berlangsun dalam ovarium hewan dan kandung lembaga dalam bakal biji tumbuhan berbiji ( gametofit betina ). sel primordial (asal) dalam ovarium yang bersifat diploid adalah oogonium menjadi oosit primer yang bersifat diploid. Sel ini mengalami meiosis I sehingga terbentuk dua sel anakan, yaitu satu sel besar yang disebut oosit skunder dan satu sel kecil yang disebut badan kutub primer. kedua sel bersifat haploid karena telah terjadi pembagian /penyusutan pada kromosom. Kedua sel ini kemudian mengalami meiosis II. Pada sel oosit skunder juga dihasilkan dua sel anakan, yang satu besar disebut ootid, dan yang satu kecil disebut badan kutub skunder. Pada baan kutub hasil meiosis juga berlangsung meisis II, hasil anakan beruapa dua sel baan kutub. Namun sel badan kutub mengalami degenerasi dalam perkembangannyahingga akhirnya mati, sedang ootidmengalami perkembangan menjadi ovum. Dengan demikian pada oogenesis, satu sel induk akhirnya membentuk satu ovum ang fungsional (tidak terlibst dslsm pembuahan ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->