P. 1
MAKALAH KIMIA BAHAN

MAKALAH KIMIA BAHAN

5.0

|Views: 7,422|Likes:
Published by Achmad Saefudin

semoga berguna,.,., amin jangan lupa di rate., OK

semoga berguna,.,., amin jangan lupa di rate., OK

More info:

Published by: Achmad Saefudin on Jul 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Secara umum semikonduktor dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan kemurniannya

yaitu intrinsic (murni) dan eksterinsik (tidak murni). Untuk semikonduktor yang tidak

murni atau sering disebut semikonduktor ekstrinsik dibagi lagi menjadi dua yaiti tipe-n

dan tipe-p. berikut penjelasannya.

a. Semikonduktor Murni (Interiksik).

Silikon dan germanium merupakan dua jenis semikonduktor yang sangat penting

dalam elektronika. Keduanya terletak pada kolom empat dalam tabel periodik dan mempunyai

elektron valensi empat. Struktur kristal silikon dan germanium berbentuk tetrahedral dengan

setiap atom memakai bersama sebuah elektron valensi dengan atomatom

tetangganya. Gambar 6.1 memperlihatkan bentuk ikatan kovalen dalam dua

dimensi. Pada temperatur mendekati harga nol mutlak, elektron pada kulit terluar terikat

dengan erat sehingga tidak terdapat elektron bebas atau silikon bersifat sebagai insulator.

Energi yang diperlukan mtuk memutus sebuah ikatan kovalen adalah sebesar 1,1 eV untuk

silikon dan 0,7 eV untuk germanium. Pada temperatur ruang (300K), sejumlah elektron

mempunyai energi yang cukup besar untuk melepaskan diri dari ikatan dan tereksitasi dari

pita valensi ke pita konduksi menjadi elektron bebas (gambar 6.2). Besarya energi yang

diperlukan untuk melepaskan elektron dari pita valensi ke pita konduksi ini disebut energi

terlarang (energy gap). Jika sebuah ikatan kovalen terputus, maka akan terjadi

kekosongan atau lubang (hole). Pada daerah dimana terjadi kekosongan akan terdapat

kelebihan muatan positif, dan daerah yang ditempati elektron bebas mempunyai kelebihan

muatan negatif. Kedua muatan inilah yang memberikan kontribusi adanya aliran listrik

pada semikonduktor murni. Jika elektron valensi dari ikatan kovalen yang lain mengisi

lubang tersebut, maka akan terjadi lubang baru di tempat yang lain dan seolah-olah sebuah

muatan positif bergerak dari lubang yang lama ke lubang baru.

Keterangan : a) Struktur kristal silikon memperlihatkan adanya sebuah ikatan kovalen

yang terputus dan b) Diagram pita energi menunjukkan tereksitasinya elektron ke pita

konduksi dan meninggalkan lubang di pita valensi.

Proses aliran muatan ini, yang biasa disebut sebagai ³arus drift´ dapat

dituliskan sebagai berikut : ³ Peristiwa hantaran listrik pada semikonduktor adalah akibat

adanya dua partikel masing-masing bermuatan positif dan negatif yang bergerak dengan

arah yang berlawanan akibat adanya pengaruh medan listrik´

Berikut merupakan perbandingan bahan semikonduktor silicon dengan Germanium :

b. Semikonduktor Ekstrinsik.

Ahli-ahli fisika terutama yang menguasai fisika quantum pada masa itu

mencoba memberikan doping pada bahan semikonduktor ini. Pemberian doping

dimaksudkan untuk mendapatkan elektron valensi bebas dalam jumlah lebih banyak dan

permanen, yang diharapkan akan dapat mengahantarkan listrik. Kenyataanya demikian,

mereka memang iseng sekali dan jenius.

Kita dapat memasukkan pengotor berupa atom-atom dari kolom tiga atau lima

dalam tabel periodik (memberi doping) ke dalam silikon atau germanium murni (lihat

gambar 6.3). Elemen semikonduktor beserta atom pengotor yang biasa digunakan

diperlihatkan pada table berikut :

Untuk semikonduktor ekstrinsik ini di bagi lagi menjadi 2 jenis berdasarkan sifat

kelistrikkannya. Apakah cenderung bermutan positif (tipe-p) atau negative (tipe-n).

Berikut penjelasan lebih rincinya :

1. Semikonduktor tipe-n.

Tipe-n pada bahan silikon diberi doping phosphorus atau arsenic yang

pentavalen yaitu bahan kristal dengan inti atom memiliki 5 elektron valensi. Dengan

doping, Silikon yang tidak lagi murni ini (impurity semiconductor) akan memiliki

kelebihan elektron. Kelebihan elektron membentuk semikonduktor tipe-n.

Semikonduktor tipe-n disebut juga donor yang siap melepaskan electron.

Saat sebuah atom pentavalen menempati posisi atom silikon dalam kisi kristal,

hanya empat elektron valensi yang dapat membentuk ikatan kovalen lengkap, dan tersisa

sebuah elektron yang tidak berpasangan (lihat gambar 6.3). Dengan adanya energi

thermal yang kecil saja, sisa elektron ini akan menjadi elektron bebas dan siap menjadi

pembawa muatan dalam proses hantaran listrik. Material yang dihasilkan dari proses

pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-n karena menghasilkan pembawa muatan

negatif dari kristal yang netral. Karena atom pengotormemberikan elektron, maka atom

pengotor ini disebut sebagai atom donor. Secara skematik semikonduktor tipe-n

digambarkan seperti terlihat pada gambar berikut:

Keterangan gambar :

a) Struktur Kristal silicon dengan sebuah atom pengotor valensi lima menggantikan

posisi salah satu atom silicon dan b) Struktur pita energi semikonduktor tipe-n,

perhatikan tingkat energi atom donor.

Susunan Bahan Semikonduktor Tipe-n

Bahan Semikonduktor tersusun dari unsur-unsur seperti Si dan Ge. Semikonduktor

intrinsik hanya tersusun dari unsur Si atau Ge yang murni, dan semikonduktor ekstrinsik

(semikonduktor tipe-n atau tipe-p) tidak hanya tersusun dari unsur Si atau Ge tetapi juga

pengotor yang merupakan unsur bervalensi lima atau empat. Bila Si atau Ge diberi pengotor

unsur bervalensi lima maka akan dihasilkan semikonduktor tipe-n (bahan yang kelebihan

elektron, sehingga bersifat negatif). Sedangkan, bila Si atau Ge diberi pengotor unsur

bervalensi tiga maka akan dihasilkan semikonduktor tipe-p (bahan yang kekurangan elektron,

sehingga bersifat positif).

Susunan bahan semikonduktor intrinsik dapt dilihat pada gambar1, hanya terdiri dari

unsur Si atau Ge. Sedangkan untuk semikonduktor tipe-n dan tipe-p dapat dilihat pada gambar

dibawah ini:

Pada gambar 3 menunjukkan material tipe-p silikon dan germanium terdoping.

Gambar 4 menunjukkan material tipe-n silikon dan germanium terdoping. Sedangkan bila

dilihat dari pita energinya dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 5 menunjukkan pita energy pada semikonduktor tipe-n. sedangkan ambar 6

menunjukkan pita energy pada semikonduktor tipe-p. paa semikonduktor tipe ±p atom yang

dipasnag menimbulkan hole, atom tersebut disebut atom akseptor(mempunyai lobang).

Sebagaom akseptor adalah atom dari boron, alumunium, gallium, indium. Letak atom aksepti

lebih dekat pada pita valensi(gambar 6). Untuk semikonduktor tipe-n, atom yang

menggantikan Si atau Ge bervalensi 5 sehingga bahan menjadikelebihan elektron. Atom yang

menggantikan disebut atom donor. Letak atom donor pada celah energi lebih dekat dengan

pita konduksi. Pada bahan semikonduktor yang bertindak sebagai pembawa muatan adalah

hole dan elektron bebas. Pada bahan jenis p pembawa muatannya adalah hole sedangkan pada

bahan jenis n pembawa muatannya adalah elektron bebas.

Sifat Dasar Bahan Semikonduktor Tipe-n

Sifat-sifat Listrik

Bahan semikonduktor memiliki daya hantar lebih kecil dibanding bahan konduktor,

tetapi lebih besar dibandingkan bahan isolator. Proses konduksi pada bahan-bahan

dipengaruhi oleh jarak pita konduksi dan pita valensi. Pita energi dibagi menjadi tiga yaitu :

- Pita valensi yaitu pita energi terakhir yang terisi penuh (zone penuh).

- Pita konduksi yaitu pita diatas pita pita valensi yang berisi setengah penuh atau kosong

(zone bebas).

- Diantara pita konduksi dan valensi terdapat celah energi yang disebut pita terlarang (zone

terlarang).

Bahan-bahan konduktor, semikonduktor dan isolator memiliki pita energi yang berbeda.

Dapat dilihat pada gambar berikut :

Pada konduktor jarak kedua pita sangat dekat sekali bahkan hampir menumpuk. Pada isolator

jarak keduanya cukup jauh sehinggaelektron dari zone penuh tidak dapat pindah ke zone

bebas. Sedangkan pada semikonduktor jarak keduanya tidak begitu jauh dan ini

memungkinkan elektron dapat berpindah jika dipengaruhi oleh faktor luar misalnya :

y panas

y medan magnet

y tegangan yang tinggi

Kristal silikon disusun oleh atom-atom karbon sehingga pita energinya menyerupai pita

energi pada intan. Tetapi celah energi dalam silikon hanya 1,1 eV tidak sebesar intan 6 eV.

Pada suhu sangat rendah, semua elektron terluar silikon berada pada pita valensi, sedangkan

pada pita konduksinya kosong. Tetapi pada suhu kamar, sebagian kecil elektron dalam pita

valensi akibat gerak termalnya memiliki energi kinetik yang cukup untuk melewati pita

terlarang, elektron-elektron ini cukup untuk menimbulkan arus listrik kecil ketika medan

listrik luar diberikan pada kristal. Daya hantar pada semikonduktor selain bergantung pada

jarak pita energinya juga bergantung dari sifat unsur itu sendiri yaitu sifat periodiknya. Sifat-

sifat itu diantaranya :

y Jari-jari atom yaitu jarak antara kulit inti dengan kulit terluar. Semakin jari-jari

atomnya kecil maka ikatan antara inti atom dengan elektron pada setiap kulit

semakin kuat.

y Energi ionisasi yaitu energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar dari

suatu atom.

y Energi ionisasi mempengaruhi sifat listrik dari suatu unsur semakin kecil energy

ionisasi suatu unsur maka semakin mudah melepaskan elektron. Jadi dapat dikatakan

Germanium lebih mudah melepaskan elektron dari pada Silikon karena Ge memiliki

energi inonisasi yang lebih kecil dari Si. Berikut tabel yang berisi beberapa energi

ionisasi pada semikonduktor jenis-n dan jenis-p.

y Afinitas elektron yaitu besarnya energi yang dilepaskan jika suatu atom menangkap

elektron. Semakin besar energi yang dilepaskan suatu atom semakin mudah atom-

atom tersebut menangkap electron

y Keelektronegatifan yaitu kecenderungan suatu atom untuk menangkap atau menarik

elektron dari atom lain.

Konstanta dielektrik juga mempengaruhi energi ionisasi dari bahan semikonduktor. Kosntanta

dielektrik relatif untuk germanium r = 16 sedangkan silikon r = 12. Karena itulah energi

ionisasi dari silikon lebih besar dari germanium. Energi inonisasi dari beberapa perhitungan

dapat dilihat pada tabel 1. Daya hantar mempengaruhi sifat hantaran yang dikenal juga

dengan konduktivitas. Konduktivitas dari bahan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya

yaitu suhu. Berikut contoh bahan semikonduktor dan resistivitasnya pada suhu 20°C :

Besar konduktivitas berbanding terbalik dengan resistivitas ( = 1/ )

Sifat Non Listrik

Ada beberapa faktor dari luar yang mempengaruhi sifat hantaran pada semikonduktor

diantaranya :

Suhu

Suhu merupakan faktor utama, karena suhu mempengaruhi konduktivitas dan

resistivitas bahan. Penurunan resistivitas pada semikonduktor sangat cepat dengan kenaikan

suhu. Walaupun pada suhu sangat rendah (suhu dimana hidrogen berbentuk cair),

semikonduktor jadi tidak dapat dibedakan dengan bahan isolasi. Tetapi bila pada suhu diatas

suhu tersebut semikonduktor memiliki ciri khas tersendiri. Pengaruh suhu terhadap resistivitas

dapat dilihat dari grafik berikut :

Sifat penghantaran arus listrik pada semikonduktor semakin bertambah dengan

kenaikan suhu. Dari gambar diatas dapat dilihat dua bentuk yang khas dari semikonduktor

berdasarkan fungsi dari suhu. Karena itu unsur-unsur yang memiliki penurunan resistivitas

terhadap kenaikan suhu merupakan sifat umum yang dapat mengklasifikasikan bahan tersebut

sebagai semikonduktor. Hukum atau persamaan dari konduktivitas dapat dilihat pada rumus

terkait. Untuk semikonduktor ekstrinsik grafik terhadap kenaikan suhunya ditunjukkan pada

grafik yang lebih tinggi. Sedangkan garafik yang lebih rendah menunjukkan pengaruh suhu

terhadap semikonduktor secara umum pada semikonduktor intrinsik.

Cahaya

Faktor cahaya juga mempengaruhi sifat hantaran pada semikonduktopr, karena ada

semikonduktor yang peka terhadap cahaya. Semikonduktor yang peka terhadap cahaya

disebut atau dinamakan photoelectric. Pada photoelectric resistansinya rendah bila terkena

cahaya sedangkan bila gelap resistansinya naik. Sifat ini juga digunakan pada solar cell.

Hanya memiliki tambahan khusus. Jadi resistansi dalam keadaan terang lebih kecil dari

resistansi dalam keadaan gelap.

Tegangan yang diberikan Semikonduktor yang bergantung dari besar kecilnya tegangan

disebut juga varistor. Pada varistor resistansi berubah menurut tegangan.

Medan listrik

Medan listrik juga mempengaruhi besar kecilnya resistansi pada semikonduktor.

Semikonduktor yang berpengaruh terhadap perubahan medan listrik disebut juga transistor.

Impurities

Impurities / pengotoran juga berpengaruh pada sifat hantaran dari bahan semikonduktor.

Impurities pada bahan semikonduktor sangat berpengaruh pada bahan semikonduktor. Sifat

hantaran (konduktivitas) pada semikonduktor menjadi semakin bertambah. Sedangkan

resistansinya semakin berkurang. Pengotoran ini membagi semikonduktor menjadi dua tipe

yaitu tipe-n dan tipe-p. Bahan smikonduktor yang dipengaruhi oleh impurities disebut juga

rectifier.

Pengukuran Sifat Bahan Semikonduktor Tipe-n

Sifat bahan semikonduktor dapat diukur dari konduktivitasnya. Konduktivitas pada

semikonduktor secara umum yaitu : = nn.qn. n + np.qp. p

Dimana n yaitu molalitas, q adalah pembawa muatan, sedangkan menunjukkan

pembawa gerakan (carrier mobility). Dimana, n menunjukkan pembawa muatan negatif

(elektron) sedangkan p yaitu pembawa muatan positif (hole). Untuk benda padat seperti unsur

silikon, konduksi berlangsung dari pita valensi ke pita konduksi. Dimana elektron adalah

pembawa muatan negatif. Pergerakan elektron dari pita valensi menghasilkan lubang (hole),

yaitu pembawa muatan positif. Karena itu kepadatan / jumlah elektron (nn) sama dengan

kepadatan lubang (np), persamaan diatas dapat ditulis : = n.q.( e+ h)

Dimana sekarang n yaitu kepadatan dari elektron yang dilambangkan e sedangkan h

melambangkan lubang. Selain konduktivitas juga dapat dihitung energi inonisasi dari

semikoduktor. Kita asumsikan elektron bergerak melingkar dengan radius r sesuai model

atom Bohr, dan dengan kecepatan v. Kita memperoleh keadaan pada jarak equilibrium yaitu :

Bila kedua ruas dikuadratkan lalu dibagi dengan dengan v2 dari persamaan jarak equlibrium,

maka persamaan diatas menjadi :

Dari persamaan r didapat radius dari elektron proposional dengan r. Radius dari orbit

elektron di dalam germanium yang dikotori dengan Sb yaitu 16 x 0,53 8,5 angstrom.

Selain itu dari persamaan terakhir, energi total proposional terhadap 1/ r.

Analisa Sifat Bahan Semikonduktor Tipe-n

Tinjauan Teoritis

Bahan semikonduktor memiliki sifat antara konduktor dan isolator. Pada silikon dan

germanium murni tidak terdapat elektron betas sehingga memiliki konduktivitas yang sangat

kecil, karena proses pengotoran konduktivitasnya menjadi bertambah besar. Pengotor pada

semikonduktor tipe-n yaitu unsur-unsur yang bervalensi lima. Sehingga unsur tadi berikatan

dengan Si atau Ge menyebabkan adanya kelebihan elektron pada semikonduktor. Karena

kelebihan elektron maka pembawa muatan pada bahan ini yaitu elektron karena itu

semikonduktor ini disebut semikonduktor tipe-n.

Atom donor pada pita energi pada suhu mutlak 0°, atom donor tidak terionisasi. Atom

donor terionisasi bila mendapat panas yang dikenal dengan konduksi karena elektron. Proses

ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar pita energi di sebelah kiri atas sama dengan pita energi semikonduktor

intrinsik. Dimana pita valensi terisi sedangkan pita konduksinya kosong. Bagaimanapun,

atom donor menempati sebagian celah energi yang hanya mengambil tempat sedikit di bawah

pita konduksi. Titik hitam pada gambar di atas menunjukkan elektron.

Saat temperatur meningkat getaran pada kisi-kisi molekunya semakin kuat dan denga

enyerap sejumlah energy beberapa atom donor teriosasi. Atom tersebut melepaskan electron

kepita konduksi seperti pada ambar d atas. Karena ionisasi dari atom donor lebih kecil dari

energy yang diperlukan unutk meloncat kepita konduksi(Wg), atom donor akan melelewatkan

electron-elekton kepita konduksi pada suhu yang lebih rendah dari sushu yang diperlukan ke

pita konduksi.

2. Semikonduktor Tipe-p.

Tipe-PKalau silikon diberi doping Boron, Gallium atau Indium, maka akan

didapat semikonduktor tipe-p. Untuk mendapatkan silikon tipe-p, bahan dopingnya

adalah bahan trivalen yaitu Atom-atom pengotor (dopan) mempunyai tiga elektron

valensi sehingga secara efektif hanya dapat membentuk tiga ikatan kovalen. Saat sebuah

atom trivalen menempati posisi atom silikon dalam kisi kristal, terbentuk tiga ikatan

kovalen lengkap, dan tersisa sebuah muatan positif dari atom silikon yang tidak

berpasangan (lihat gambar 6.4) yang disebut lubang (hole). Material yang dihasilkan dari

proses pengotoran ini disebut semikonduktor tipe-p karena menghasilkan pembawa

muatan negatif pada kristal yang netral. Karena atom pengotor menerima elektron, maka

atom pengotor ini disebut sebagai atom aseptor (acceptor). Secara skematik

semikonduktor tipe-p digambarkan seperti terlihat pada gambar berikut :

Keterangan :

a) Struktur Kristal silicon dengan sebuah atom pengotor valensi tiga menggantikan posisi

salah satu atom silicon

b) Struktur pita energy semikonduktor tipe-p, perhatikan tingkat energi atom donor.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->