P. 1
Skripsi - Peningkatan Hafalan Juz Amma Melalui Kegiatan Pembiasaan

Skripsi - Peningkatan Hafalan Juz Amma Melalui Kegiatan Pembiasaan

|Views: 4,237|Likes:
Published by Eka L. Koncara
Read Online Only. Lebih lanjut: ka_koncara@yahoo.co.id
Read Online Only. Lebih lanjut: ka_koncara@yahoo.co.id

More info:

Published by: Eka L. Koncara on Jul 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2015

Memandang betapa pentingnya menghafal al-Quran guna menjaga keaslian

dan kesuciannya, maka ulama telah bersepakat bahwa hukum menghafal al-Quran

adalah fardu kifayah. Imam Badr ad-Din Muhammad bin 'Abdillah al-Zarkasyi di

dalam bukunya al-Burhan fil Ulum al-Quran, yang dikutip dalam

http://syababgr.blogspot.com/2010/03/menghafaz-al-quran.html (diposkan: 25

Maret 2010) menyatakan bahwa mempelajari al-Quran hukumnya adalah fardu

kifayah, demikian juga memeliharanya (menghafalnya), maka ia juga wajib

(kifayah) bagi setiap umat.”

Allah telah menjanjikan kelebihan kepada orang-orang yang menghafal al-

Quran, antara lain:

a. Mereka adalah keluarga Allah SWT

Daripada Anas R.A., ia berkata Rasulullah s.a.w bersabda, "Sesungguhnya

Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia."

Kemudian Anas berkata lagi, "Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?"

Baginda menjawab: "Ia itu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal al-

24

Quran dan mengamalkan isinya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang

yang istimewa bagi Allah.

b. Ditempatkan di surga yang paling tinggi

Dari Abdullah Bin Amr Bin Al Ash R.A., dari Rasulullah SAW bersabda,

“Di akhirat nanti para ahli Al-Quran diperintahkan, Bacalah dan naiklah ke surga,

dan bacalah Al-Quran dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil

pada waktu di dunia."

c. Ahli al-Quran adalah orang yang arif di surga

Dari Anas R.A., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para pembaca Al-Quran

itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni syurga."

d. Menghormati orang yang menghafal al-Quran berarti mengagungkan

Allah SWT

Dari Abu Musa Al Asya'ari R.A., dia berkata bahwa Rasulullah SAW

bersabda, "Di antara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang

Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal al-Quran yang tidak

berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al-Quran

tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil."

e. Hati penghafal al-Quran tidak disiksa

Dari Abdullah Bin Mas'ud R.A., dari nabi SAW baginda bersabda,

"Bacalah al-Quran karena Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal al-

quran. Sesungguhnya al-Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang

memasukinya ia akan aman, dan barangsiapa yang mencintai al-Quran maka

hendaklah ia bergembira."

25

f. Orang yang hafal al-Qur‟an lebih berhak menjadi imam dalam shalat

Dari Ibnu Mas'ud R.A., dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Yang

menjadi imam dalam shalat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca

al-Quran."

g. Disayangi Rasulullah SAW

Dari Jabir Bin Abdullah R.A., bahwa Nabi SAW menyatukan dua orang

dari orang-orang yang gugur dalam Perang Uhud dalam satu liang lahad.

Kemudian Nabi SAW bertanya, "Dari mereka berdua siapakah paling banyak

hafal al-Quran?" Apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah

satunya, maka Nabi SAW memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad."

h. Dapat memberikan syafaat kepada keluarga

Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, "Barangsiapa

membaca al-Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya ke

dalam surga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya

di mana mereka semuanya telah ditetapkan untuk masuk neraka."

i. Penghafal al-Quran akan memakai mahkota kehormatan

Dari Abu Hurairah R.A., dari Nabi SAW, bersabda, “Orang yang hafal al-

Quran, pada hari kiamat nanti akan datang dan al-Quran akan berkata,

"Wahai Tuhan, pakaikanlah dia dengan pakaian yang baik lagi baru." Maka orang

tersebut diberikan mahkota kehormatan. Al-Quran berkata lagi, "Wahai Tuhan,

tambahlah pakaiannya." Maka orang itu diberi pakaian kehormatannya. Al-Quran

lalu berkata lagi, "Wahai Tuhan, ridhailah dia." Maka kepadanya dikatakan,

"Bacalah dan naiklah. Dan untuk setiap ayat, ia diberi tambahan satu kebajikan."

26

j. Hafal al-Quran merupakan bekal paling baik

Dari Jabir bin Nufair, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kamu

tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik

daripada sesuatu yang berasal daripada-Nya yaitu Al Quran.

k. Orang tua memperoleh pahala khusus jika anaknya penghafal al-Quran

Dari Buraidah al-Aslami R.A., ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah

SAW bersabda, "Pada hari kiamat nanti, al-Quran akan menemui penghafalnya

ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al-Quran akan berwujud seseorang dan

ia bertanya kepada penghafalnya, "Apakah anda mengenalku?" Penghafal tadi

menjawab, "Saya tidak mengenal kamu."

Al-Quran berkata, "Saya adalah kawanmu, al-Quran yang membuatmu

kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari.

Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang

dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka

penghafal al-Quran tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi

kekekalan di tangan kirinya serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa.

Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang

harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang

tua itu lalu bertanya, "Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?". "Karena

anakmu hafal al-Quran." Kemudian kepada penghafal al-Quran tadi

diperintahkan, "Bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat surga dan kamar-

kamarnya." Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat

atau perlahan (tartil).

27

l. Akan menempati kelas tertinggi di dalam syurga

Dari Aisyah R.A., ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Jumlah tingkatan-tingkatan surga sama dengan jumlah ayat-ayat al-Quran. Maka

tingkatan surga yang dimasuki oleh penghafal al-Quran adalah tingkatan yang

paling atas, dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu."

C. Kegiatan Pembiasaan sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan

Menghafal Juz ‘Amma

William Burton yang dikutip dalam skripsi karya Supartini (2008:11)

menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai,

pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan yang

dicapai oleh pembelajar/peserta didik.

Hasil belajar bukan sekedar penguasaan suatu hasil latihan melainkan

adanya perubahan perilaku tahap-demi tahap, baik dalam ranah kognitif, afektif,

ataupun psikomotor, yang lambat laun terintegrasi menjadi suatu kepribadian.

Seseorang yang telah melakukan proses belajar akan terlihat perubahan dalam

salah satu atau beberapa ranah tingkah laku tersebut.

Oemar Hamalik sebagaimana dikutip oleh Marliani (2009:23) menyatakan

bahwa tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek. Hasil belajar akan

tampak pada setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut, yaitu:

1. Pengetahuan

2. Kebiasaan

3. Keterampilan

28

4. Apresiasi

5. Emosional

6. Hubungan sosial

7. Jasmani

8. Etis atau budi pekerti, dan

9. Sikap

Berbagai upaya dilakukan oleh setiap guru untuk meningkatkan hasil belajar

siswanya. Berbagai inovasi pun bermunculan, baik itu dalam unsur proses

pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, serta unsur saran dan

pra-sarana. Orang tua siswa pun tidak ketinggalan untuk turut serta berupaya

meningkatkan hasil belajar putra-putrinya, seperti dengan upaya belajar tambahan

di luar jam sekolah.

Dalam hal ini, kemampuan siswa dalam menghafal Juz „Amma merupakan

hasil belajar yang diharapkan untuk dicapai. Aspek-aspek hasil belajar seperti

pengetahuan, kebiasaan, dan keterampilan menjadi prioritas. Aspek-aspek hasil

belajar ini dapat dicapai salah satunya dengan menerapkan metode pembiasaan.

SD Negeri 2 Citalang telah menerapkan metode pembiasaan ini sebagai

salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan hafalan Juz „Amma pada

siswa-siswinya. Namun, seperti yang dituturkan oleh guru PAI SD Negeri 2

Citalang bahwa hingga saat ini belum ada analisis yang dilakukan guna menilai

dan mengevaluasi keberhasilan kegiatan tersebut serta seberapa besar hubungan

yang terjadi antara kegiatan pembiasaan dengan peningkatan kemampuan hafalan

Juz „Amma di lingkungan SD Negeri 2 Citalang.

29

BAB III

PROSEDUR PENELITIAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->