P. 1
Makalah AMDAL Pembangunan MALL

Makalah AMDAL Pembangunan MALL

5.0

|Views: 10,989|Likes:
Published by M Hadi Suharmoko
makalah Amdal tugas dari pak je.., ne aq bagikan bwt kalian
makalah Amdal tugas dari pak je.., ne aq bagikan bwt kalian

More info:

Published by: M Hadi Suharmoko on Jul 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2015

pdf

text

original

AMDAL PEMBANGUNAN MALL DIKAWASAN PEMUKIMAN PENDUDUK

Dosen Pembimbing : Drs. ZAINURI, MPd. Di susun oleh : 1. Moh. Hadi S. 2. Moch. Marzuki 3. Kurnia Rahmatillah 4. Khalidina Aprilia 5. Iing Riesliyanti 6. Fitri Aprilia 7. NurHalimah 8. Nurmania 9. Nur Laila 10. Hasim Ashari 11. Moh. Fasi A. 12. Mastufa 13. ILham N. 14. Moch. Sahrodi

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA (MATEMATIKA 1 B) SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Tahun ajaran 2009/2010

Bab I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang. Di Era ini banyak masyarakat yang mengalami penganguran. Hal ini disebabkan tidak ada lapangan kerja disetiap kota. Oleh karena itu, apabila kota ini dibangun sebuah pusat perbelanjaan atau bisa dikatakan Mall, maka penganguran dikota ini dapat berkurang. Dan selain itu dengan adanya Mall masyarakat tidak perlu jauh jauh untuk memenuhi kebutuhan hidup dan dapat. Juga untuk reflesing. Dengan dibangunnya sebuah Mall dikota ini maka pengusaha dan masyarakat sama-sama diuntungkan. Pengusaha dapat menambah pendapatannya, sedangkan masyarakat juga akan dapat keuntungan yaitu dapat memenuhi kebutuhan hidup tanpa biaya yang cukup besar. Mall merupakan parameter yang mutlak bagi kemajuan kota Indonesia. Mall adalah reprensentasi fisik dari berbagai paradok kehidupan Sosial, Ekonomi yakni antara kaya dan miskin, ekslusif-inklusif, artificial-natural, dan modern-tradisional. Mall mencirikan suatu bangunan tertutup Multilantai yang diisi oleh berbagai jenis Retail dalam satu struktur yang kompak, sehingga para pengunjung mudah mengakses dari satu unit ke unit Retail yang lain. Untuk alasan sustainability, maka sebuah Mall biasanya Memiliki penghuni Utama yang disebut, Anchor stores, yakni Toko serba ada (Departemen store) serta pusat jajanan atau makanan (food court). 1.2 Tujuan Studi  Mengidentifikasi, Memprediksi, Meinterpretasi, dan Mengkomunikasikan pengaruh suatu kegiatan (proyek) terhadap lingkungan. Serta keterkaitan proyek dengan lingkungan sekitar., dan dampak-dampaknya bagi lingkungan sekitar.

Bab II

Ruang Lingkup Studi
2.1 Dampak Besar Dan Penting Yang Ditelaah. Jika dikawasan tersebut dibangun sebuah Mall, Maka terdapat beberapa dampak diantaranya, Dampak secara aspek fisik dan aspek non fisik. Pada dampak aspek fisik (mengarah pada lingkungan dan alam) bagi lingkungan sekitar diantaranya meliputi banjir, Polusi dan Efek rumah kaca. Membahas masalah banjir otomatis bencana tersebut akan terjadi jika tidak ditanggulangi secara baik dan efisien. Karena adanya pembangunan sebuah Mall maka daya serap air berkurang. Banjir dapat dirumuskan sebagai berikut : Konsep banjir = Lintasan air (air yang mengalir) – Kapasitas Saluran (debit selokan) Sehingga agar pembangunannya berjalan lancar dan tidak berdampak banjir, maka pembanguna tersebut harus diminimalisasi sebaik mungkin agar daya penyerapan betul-betul dioptimal seperti dibangunnya selokan dekat pembangunan Mall tersebut. Karena kapasitasnya selokan dengan lintas air harus seimbang, jika tidak maka air yang mengalir tidak sesuai dengan debet selokan yang ada sehingga air meluap. Tidak hanya Banjir Polusi pun akan berdampak akibat adanya pembangunan sebuah Mall diantaranya Polusi Udara. Setelah adanya pembangunan Mall otomatis wilayah tersebut akan lebih ramai karena masyarakat akan berbondong-bondong dating ke tempat tersebut sehingga jika hal itu terjadi pasti banyak kendaraan lalu-lalang didaerah tersebut, Akibatnya banyak asap yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor, karena hal itulah yang menyebabkan terjadinya Polusi Udara Selain kedua hal diatas, juga bisa terjadi efek rumah kaca. Efek rumah kaca dapat terjadi apabila Polusi Udara yang terjadi berlebihan yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor yang menyebabkan udara panas. Selain itu Sinar Matahari tidak bisa diserap secara langsung oleh tanah karena adanya paving diMall tersebut. Ditinjau dari aspek non fisik (mengarah pada sosial) Misalnya pegeseran budaya local/ kearifan local. Dimana yang dulunya masyarakat bersifat bergotong-royang, saling bahu-menbahu. Kini akibat adanya pembangunan Mall siakp masyarakat (budaya

masyarakat) semakin hari semakin luntur dan berubah menjadi sikap induvidualisme terhadap sesama, sikap pemborosan atau suka berbelanja. Selain itu juga teradi perubahan pada pola pikir dan watak seseorang dengan adanya Mall dan barang-barang yang diperjual belikan membuat pola pikir seseorang berubah. Misalnya terlihat lebih modern akibat barang-barang yang ada di Mall tersebut. 2.2 Wilayah Studi. Dalam pembangun Mall didaerah penduduk atau bekas peternakan kuda harus memperhatikan beberapa hal. Macam-macam kajian yang harus diperhatikan dalam perencanaan dalam pembangunan antara lain 1. Aspek Geomorfologi (bentuk lahan) Bentuk lahan harus ditinjau dan dianalisa, Bahwa daerah yang bersangkutan adalah daerah lahan kapur. Maka dari itu perlu adanya menganalisa lahan kapur tersebut kaya akan sumber air atau tidak. Selain itu harus menganalisa daya serap lahan terhadap air. Pada daerah padat penduduk, daya serap tanah terhadap air sangatlah kecil. Sehinggan perlu dibuat sumur resapan air agar tidak terjadi banjir local. 2. Aspek hidrologi saluran Air Sepeti kami ketahui Konsep banjir = Lintasan air (banyaknya air yang mengalir) – Kapasitas Saluran (debit selokan). Lintasan air merupakan banyaknya air yang mengalir, sedangkan kapasitas saluran adalah debit selokan untuk menampung air. Maka untuk menghindari banjir kita harus pembangunan yang berwawasan lungkungan dan kapasitas selokan dengan lintasan air harus seimbang. Selain itu, perlu diadakan perencaan yang terkonsep agar selokan yang dibuat dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika selokan beralih fungsi menjadi pembuangan sampah, maka akibatnya akan terjadi penyumbatan sehingga saluran air tidak lancar. Selokan juga perlu diadakan tinjauan, karena dalam waktu yang cukup lama akan terjadi sedimentasi dalam selokan tersebut sehingga untuk menyelesaikan masalah ini perlu diadakan pengerukan agar saluran air lancar. 3. Aspek iklim atau Cuaca

Pembangunan Mall didaerah padat penduduk mengakibatkan berbagai macam polusi, diantaranya, polusi udara dan Efek rumah kaca. Alat-alat elekronik yang banyak digunakan didalam Mall Mengakibatkan Pemanasan Global Karena panas matahari yang jatuh kebumi dipantulkan kembali. Aerosol (butiran-butiran halus yang berada satu meter dibawah atmosfer) mempunyai fungsi menyerap panas, jika efek rumah kaca yang ditimbulkan sangat besar maka Aerosol tidak mampu menyerap panas matahari sehingga cuaca menjadi panas. Cuaca panas tesebut bisa mengakibatkan tingkat emosional manusia.

Bab III Metode studi
3.1 Metode pengumpulan Data. 1. Metode Kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian mengenai pembangun pusat perbelanjaan, dilakukan wawancara dengan masyarakat sekitar daerah pembangunan sebagai responden. Data yang dikumpulkan adalah tanggapan responden mengenai pembangunanan pusat pembelanjaan di daerah tersebut. Model wawancara yang digunakan adalah dengan menggunakan angket yang berapa pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden. Jawaban responden atas semua pertanyaan kemudiaan dicatat atau direkam. 2. Metode Wawancara Digunakan jika diantara responden tidak dapat memahami tulisan ( tidak dapat Membaca ) atau menuliskan jawabannya. Data yang dikumpulkan dari responden adalah tanggapan mereka tentang Pembangunan pusat pembelanjaan didaerah tersebut. Contoh pertanyaan : 1. Setujukah Anda dengan pembangunan Mall didaerah ini? 2. Apa yang Anda harapkan dari pembangunan ini? 3.3 Metode evaluasi dampak besar dan penting Metode yang digunakan dalam prakiraan dampak besar dan penting adalah: 1. Observasi Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif dengan melengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrument serta mengadakan pertimbangan kemudiaan mengadakan penilaian kedalam suatu skala bertingkat. Missal : Memperhatikan reaksi masyarakat dan juga menilai terhadap reaksi tersebut.

2. Dokumentasi Yaitu mencari data yang mengenai hal hal yang berupa catatan, transkrip, buku , surat kabar, majalah. Hal hal yang perlu ditelaah adalah : a. penyebab timbulnya ( sumber ) dampak b. prakiraan besar dampak yang dilakukan dengan cara menganalisis perbedaan perubahan kesehatan lingkungan antara sebelum dan setelah adanya usaha atau kegiatan. c. Sifat penting dampak terhadap kesehatan lingkungan. 3.3 Metode evaluasi dampak besar dan penting Yaitu pengambilan keputusan berdasarkan data dan atau informasai dari hasil analisis prakiraan dampak besar dan penting yang secara khususdijelaskan hubungan antara rencana kegiatan, ruang lingkungan awal dan kemungkinan timbulnya dampak kesehatan baik langsung maupun tidak langsung. Ukuran atau nilai dari evaluasi dampak potensialdidasarkan pada pertimbangan besar atau luasnya recana usaha atau kegiatan yang : a. dapat menimbulkan perubahan kualitas lingkungan yang memungkinkan berkembang baiknya vector penyakit. b. Memerlukan penggerakan SDM ( local atau pendatang ) sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antar penduduk c. Membutuhkan balan toksik dan mempunyai potensi untuk menimbulkan resiko kesehatan baik akut maupun kronis. d. Menurunkan kualitas SDM karena daya dukung lingkungan yang tidak memadai lagi sehingga berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Bab IV Rencana Usaha Atau Kegiatan
4.1 Identifikasi Pemarkarsa Dan Penyusunan AMDAL Identifikasi Dan Penyusunan AMDAL disusun Pemakarsa dan Intansi Tim penganalisa lingkungan dan pembangunan. Dimana Pemarkarsanya yaitu kami yang memiliki : 1. Maksud dan tujuan pembangunan Mall tersebut 2. Melatar belakangi kegiatan perencanaan pembangunan tersebut. 3. Penanggung jawab dalam perencanaan pembangunan Mall. 4. Pertimbangan-pertimbangan dengan intansi yang terkait. Jadi pemakarsa berkerja sama dengan intansi tim penganalisa lingkungan dan pembangunan yang nantinya akan diajukan kepemerihtah untuk disetujui atau tidak. 4.2 Tujuan Rencana Usaha atau kegiatan. 1) Menciptakan Pusat Perbelanjaan didaerah tersebut yang nyaman asri serta memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Antara lain kebutuhan primer, sekunder, tersier. 2) Menjalin hubungan kerjasama yang baik antar masyarakat sekitar. Sehingga terciptanya tatanan atau struktur lingkungan yang koperatif. 3) Untuk meningkatkan perekonomian didaerah atau wilayah sekitar. 4) Menciptakan Lapangan Pekerjaan. 5) Menarik pengusaha-pengusaha atau investor untuk ikut penanaman Modal. 6) Pengusaha dan masyarakat sama-sama diuntungkan. Pengusaha dapat menambah pendapatannya, sedangkan masyarakat juga akan dapat keuntungan yaitu dapat memenuhi kebutuhan hidup

4.3 Keinginan dan keperluan Rencana Usaha atau kegiatan.

Keinginannya yaitu ingin merubah pandangan masyarakat terhadap kandang kuda yang sebelumnya lahan tersebut menciptakan bisa dikatakan bau, dan kotor oleh kandang kuda tersebut, yang nantinya akan dirubah menjadi menjadi bangunan yang multisektor yang akan bangun pusat perbelanjaan (MALL). Keperluannya yaitu menciptakan tempat pusat perbelanjaan yang memenuhi kebutuhan masyarakat, menciptakan suasana yang nyaman asri dalm berbelanja, artinya segala kebutuhan masyarakat ada di Mall itu. 4.4 Keterkaitan Proyek Dengan Kegiatan Lain Sekitar.  Menjalin hubungan yang baik dengan susunan lingkungan sekitar sehingga proyek berjalan dengan lancar.  Menampung keluhan dan masukan dari masyakat sekitar dalam kegiatan proyek tersebut.   Memberi subsidi agar proyek tersebut lancar. Masyakat bekerjasama membangun sub system dalam pelestarian dan menjaga struktur dan susunan lingkungan sekitar. Dan masyarakat juga memberi informasi yang mendasar tentang keterkaitan Mall didaerah itu pada masyarakat.

Bab V Rona Lingkup Lingkungan
Rona lingkup Lingkungan menjelaskan gambaran umum tentang kodisi-kondisi lingkungan pembangunan Mall. Sehingga bisa didapat hasil yang kongkrit dalam membangun seluk beluk pembangunan Mall itu. Antara lain dilihat dari : a) Kondisi Demografi, kependudukan, Struktur penduduk, keadaan penduduk didaerah tersebut beraneka ragam. Dari tua sampai muda, dari anak-anak sampai remaja, Dari kelas bawah, menengah, atas jga ada. Melihat kondisi saat ini didaerah tersebut mayoritas menengah keatas sehingga bagi kalangan / masyarakat bisa berbelanja berbagai bahan pokok dan sekunder disana. b) Kondisi Ekonomi. Kondisi Ekonomi menggambarkan tingkat pendapatan penduduk mayoritas lumayan stabil. Karena kebanyakan penduduk menengah keatas. Artinya disini juga terbukanya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha dalam proyek tersebut. c) Kondisi Budaya Sosial Masyakat disana lebih cenderung membeli bahan-bahan pokok keperluan yang dibutuhkan. Sehingga budaya konsumtif bisa diatasi dengan pendekatan ekologi, artinya seberapa perlu kebutuhan tersebut untuk dikonsumsi. Jadi menciptakan pola pikir yang bukan untuk hura-hura. d) Kondisi kesehatan masyarakat. Kondisi kesehatan didaerah tersebut lebih terkait pada penyediaan air bersih, status gizi, dan kecukupan pangan, serta obat-obatan.

Bab VI Prakiraan Dampak Besar Dan Penting.
Prakiraan Dampak Besar Dan Penting antara lain : 1) Pada saat pembangunan Mengganggu Aktivitas keseharian,  Fasilitas tranportasi, aktifitas ekonomi, struktur penduduk terganggu. Ini akan terjadi Pada : Fase kontruksi  Mobilitas peralatan  kebisingan  debu  ganguan kenyamanan. Fase Pra-konstruksi  Adanya Pembebasan Lahan  Pemindahan Perumahan  Perubahan pekerjaan. Kendalanya lahan yang dibebaskan harus berdasar kepemilikan pribadi masyarakat yang akan digusur., kesulitan mencari tempat tinggal, kehilangan kerabat dan tetangganya. 2) Perubahan Sosial yang diakibatkan oleh factor demografis seperti pola penduduk, struktur umum, tranportasi, rasio kepemilikan lahan. 3) Pandangan masyakat membangun Mall merupakan symbol dari kemajuan Wilayah artinya akan terjadi Penyeragamam terhadap arsitektur kota, dimana Mall saat ini menjelma menjadi landmark kota baru yang benderang. Sementara kawasan kota tua redup atau terabaikan.

Bab VII Evaluasi Dampak Besar Dan Penting
Besarnya pengaruh perubahan, akibat adanya pembangunan Mall tersebut., 1) Berapa banyak jumlah masyarakat yang terkena dampak. Dampaknya tidak hanya dirasakan untuk masyarakat sekitar tetapi membangun bangunan yang Multisektor itu juga berpengaruh pada daerah atau wilayah situbondo. 2) Jangka waktu terjadinya dampak pembangunan tersebut. Dampaknya bisa dalam jangka waktu panjang, misalnya ada dampak social, budaya, ekonomi yang telah dibahas. Dampak ini terjadi secara significant artinya aktifitas proyek akan menggangu aktifitas masyarakat sekitar. 3) Intensitas dampak Perubahan social, sifat fisik, konflik pro dan kontra, susunan lingkungan sekitar berubah. Masyarakat di Wilayah Study AMDAL pasti terkena dampak lingkungan pembangunan. Tetapi beberapa masyarakat diantaranya bisa merasakan manfaat dari pembangunan itu. Jumlah yang sama atau lebih yang bisa dirasakan manfaatnya akan mendukung proses terjadinya pelaksanaan pembangunan itu. Dan dampaknya bisa saja dapat dipulihkan kembali juga tidak dapat dipulihkan. Rencana usaha adanya wilayah yang mengalami perubahan mendasar memerlukan waktu beberapa dekade kedepannya.

Gambar Lokasi Proyek

GAMBARAN MALL SETELAH DIBANGUN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->