P. 1
jamur tiram

jamur tiram

|Views: 944|Likes:
Published by Whty Chzz

More info:

Published by: Whty Chzz on Jul 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

Budidaya Jamur Tiram lebih Mudah dengan Media Murah

http://www.cybertokoh.com/news/jamur.htm Edisi 325 / Minggu / 1 3 Maret 2005 AGRIBISNIS jamur tiram, di Nusa Tenggara Barat, sampai saat ini masih tergolong hal baru. Di Jawa dan Bali, bisnis ini sudah cukup lama dikenal. Di Lombok, tidak banyak bahkan bisa dikatakan hanya satu dua saja yang menggeluti usaha ini. Salah satunya adalah usaha yang dirintis Ir. M. Mahrup Kaseh sejak tahun 1989. Hingga kini usaha itu masih bertahan dan terus melakukan inovasi pada teknik budidaya dan pengembangan pemasarannya sehingga menjadi agribisnis yang utuh dan mudah dilaksanakan sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Pengembangan teknik budidaya ini dipermudah dengan menggunakan bibit sebar dedan dengan media yang mudah dan murah. Alat pres dan alat sterilisasi direkayasa sendiri sehingga mudah dilaksanakan dengan hasil yang baik. “Teknik dan alat yang digunakan merupakan hasil pencarian terus menerus,” ungkap pensiunan PNS ini yang mengaku, belajar membudidayakan jamur lewat buku, potongan-potongan koran, majalah dan informasi yang ia kumpulkan. Di Mataram, menurut, Ir. Parman, Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, yang selama ini peduli dalam penelitian dan permasalahan jamur, animo masyarakat untuk membudidayakan jamur ini terbilang kurang. “Padahal untuk komoditi ekspor usaha ini sangat menjanjikan,” katanya. Berbeda dengan jamur merang yang perlu ruangan tertutup dan hangat serta kedap udara, jamur tiram tidak memerlukan suhu tertentu atau ruang kedap udara. “Pada suhu biasa, jamur tiram bisa tumbuh dengan baik,” lanjutnya. Jamur tiram yang umum dikembangkan untuk budidaya biasanya berwarna putih, sementara warna coklat dan merah muda tidak. Menyoal rasa dari jamur tersebut, ungkap Parman, tergantung medianya. Sementara itu, untuk menghasilkan jamur sesuai warnanya tergantung pada warna asal bibit yang ditanam.-niek Cermati Ciri-ciri Jamur Beracun SECARA umum, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool, tauge, sawi. “Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya,” kata Ni Nyoman Widarmini, S.K.M. Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum, Mataram. “Tentunya, jamur yang boleh dimakan atau tidak beracun,” ungkap Ir. Parman, Ph.D. Menurutnya, jamur tiram, yang berkembang dibudidayakan hingga saat ini adalah jamur tiram putih, coklat dan merah muda. Jamur ini, tumbuh di kayu yang mengalami pelapukan atau yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu. Jamur tersebut tidak beracun dan boleh dimakan. Jamur yang tergolong beracun dan tidak dapat dikonsumsi, lanjutnya, jika jamur tiram misalnya, tumbuh di kayu yang masih hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak. “Jika termakan, jamur jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dan

bisa menyebabkan kematian,” ujarnya. Ciri-ciri jamur beracun antara lain, umumnya tangkai payungnya bergelang atau terdapat lingkaran menyerupai cincin. Tapi, katanya, tidak semua yang bergelang merupakan jamur beracun. Selain itu, aroma jamur akan terasa berbau sangat tajam, jika dipotong terdapat cairan kekuning-kuningan dan berlendir. “Jika terdapat tanda-tanda tersebut, sebaiknya jamur ini jangan dikonsumsi,” saran Parman. Jamur ini biasanya tumbuh liar, sementara jamur yang sengaja dibudidayakan untuk dikonsumsi tentunya jamur yang tidak beracun, jadi tidak perlu khawatir membeli jamur apalagi yang sudah dalam kemasan. Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, jamur juga kerap dikonsumsi setelah mengalami pengeringan untuk pengawetan. Menurut Nyoman, antara jamur segar dan jamur kering terdapat perbedaan kalori yang dikandungnya. Jamur segar dalam 100 gram di dalamnya terdapat 15 kalori, protein 3,8 gram, lemak 0,6 gr, karbohidrat 0,9 gr, kalsium 3 mg, zat besi 1,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan vitamin C 5 mg. Sedangkan pada 100 gram jamur kering terdapat 128 kalori, protein 16 gram, lemak 0,9 gr, karbohidrat 64,6 mg, kalsium 51 mg, zat besi 6,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan tidak mengandung vitamin C. “Jamur segar maupun jamur kering keduanya tidak mengandung vitamin A,” ujar Nyoman yang sudah 15 tahun bekerja di Instalasi Gizi ini. – niek Belum Mampu Memenuhi Permintaan BUDIDAYA jamur tiram dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu yang dilakukan Mahrup, bisa dijadikan alternatif usaha yang mempunyai prospek sangat baik. Selain memakai bahan yang mudah dan murah, Mahrup juga membuat sendiri bibit induk dan bibit sebar jamur tiram ini, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bibit. Dalam waktu dua setengah bulan bibit tersebut sudah dapat dipakai, lebih cepat ketimbang proses yang selama ini dikenal yang memakan waktu sekitar empat bulan. Membuat bibit induk dan bibit sebar jamur tiram dilakukan dengan menyediakan media antara lain dedak halus dan tepung jagung yang dicampur dan ditambahkan air lalu dibuat adonan atau pasta (perbandingan 2:1). Media tanam dipres dengan alat pres yang direkayasa sendiri. Proses perawatan hingga panen dalam budidaya jamur tiram ini juga cenderung gampang. Setelah polybag-polybag dingin, bibit jamur tiram dimasukkan satu sendok di bagian atasnya dan disimpan dalam ruang inkubasi. Jumlah bibit yang dimasukkan tidak akan berpengaruh pada berat jamur yang dihasilkan melainkan proses keluarnya jamur bisa lebih cepat, kata Mahrup. Lama kelamaan, polybag-polybag tersebut nantinya akan kelihatan memutih di seluruh permukaannya. “Jika sudah putih semua, polybag tersebut dapat dipindahkan ke ruang produksi,” ujar Mahrup. Dalam ruang produksi, perawatan sederhana dimulai dengan membersihkan ruangan tiap pagi serta menyemprot polybag dengan air untuk tetap menjaga kelembaban ruangan serta merangsang tumbuhnya jamur tiram. Agar proses tumbuhnya jamur cepat, maka kapas penutup mulut polybag dibuka beberapa sebelum jamur keluar. Dalam waktu 15 hari dalam ruang produksi, jamur akan terlihat bermunculan, keluar dari mulut-mulut polybag. Tidak lama setelah itu, selang tiga hari kemudian jamur tiram pun mekar dan panen pertama pun bisa dimulai. Selain menjual jamur segar, Mahrup juga menyediakan polybag-polybag berisi jamur

tiram berumur sehari untuk dijual. “Artinya, kami menjual jamur yang sudah keluar dan kemungkinan sudah tidak lagi terkontaminasi,” katanya. Untuk pemasaran polybag jamur siap panen ini, Mahrup memakai sistem mitra, mereka yang sengaja membeli polybag-polybag jamur siap panen tersebut. Sampai saat ini, ia memiliki setidaknya enam mitra yang rutin mengambil masing-masing 200 polybag tiap bulannya. Di samping itu, pemasaran dilakukan di pasar-pasar tradisional sekitar Mataram. Permintaan akan jamur siap panen dalam polybag tersebut, menurutnya, sangat tinggi, hanya saja ia belum mampu menyediakannya. Tahun 2005 ini ia telah membuat bibit lebih banyak dari biasanya, serta sedang melakukan proses percobaan pada kemungkinan bisa menambah berat jamur tiram saat dipanen setidaknya dua ons. Di rumahnya, tempat budidaya jamur tiram sampai saat ini, Mahrup telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan pada mahasiswa tentang budidaya jamur tiram juga sebagai tempat PKL, sumber bahan penelitian dan konsultasi teknologi serta menjadi tempat tujuan agrowisata yang sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di NTB. –niek olahan-jamur-tiram
Tulisan ini dikirim pada pada Selasa, Februari 26th, 2008 2:31 am dan di isikan dibawah agribisnis, budidaya, jamur, tiram. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.

713 Responses to “Budidaya Jamur Tiram lebih Mudah dengan Media Murah”
1. Landy mengatakan: Februari 26, 2008 pukul 10:07 pm Aku memang lagi mencari info tentang jamur pak, makasih ya artikelnya Balas 2. angelina hariyanto mengatakan: Maret 11, 2008 pukul 8:13 am Ass.wr.wb Pak saya minta di bantu pemasaran jamur tiram bagaimana,adakah agen/bakul/sales yang mau mengambil panenan jamur tiram dari petani-petani? saya domisili di kabupaten malang (turen). adakah di malang asosiasi/perkumpulan untuk petani jamur agar dibentuk suatu kemitraan agar harga jamur tiram di pasaran stabil.tolong dibantu ya Pak,mengingat saya baru memulai usaha ini dengan modal kerja yang sangat paspasan. terima kasih atas perhatian dan tanggapannya.

wassalam. angelina Balas
o

ita mengatakan: Februari 22, 2010 pukul 5:50 am Dear ibu angelina, kalau boleh tahu harga beli jamur tiram ditempat ibu berapa?apakah sudah termasuk biaya pengiriman?. saya berdomisili di surabaya, tolong saya dikasih daftar harganya. No telpon ibu angelina yang bisa dihubungi berapa?. saya tunggu khabar selanjutnya. Regards, ita alamat email : n.narulita@yahoo.co.id Balas

3.

ptp2007 mengatakan: Maret 12, 2008 pukul 1:29 am untuk malang coba hubungi Bu Endang Moerdiati di fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. rumah jamur Jl Telaga Warna A-14 Malang. beliau punya tim pemasaran yang membina petani jamur di Malang Selatan. Balas
o

yunata mengatakan: Desember 6, 2009 pukul 12:54 pm pak, saya sedang mencari info tentang jamur tiram pak, ada kan contoh makalah budidaya jamur tiram?? tolong bantuannya pak?? trimakasi,,,

^^ Balas ptp2007 mengatakan: Desember 6, 2009 pukul 1:28 pm silahkan hubungi http://sumarsih07.wordpress.com beliau ada banyak makalah tentang jamur tiram juga di bulan desember ini akan mengadakan pelatihan 4. Roy Santoso mengatakan: Maret 13, 2008 pukul 2:56 pm Salam sejahtera. Saya dari Surabaya. Saat ini saya sedang mencari seseorang yang bernama Bpk. Yohanes & Bpk. Lukas. Beliau berdua pernah mengadakan pelatihan budidaya jamur di Madura dengan tema : Madura Maju. Saya memiliki diktat singkat mengenai budidaya jamur beserta VCD tentang cara budidaya. Saya kesulitan untuk mendapatkan serbuk kayu yang bebas pestisida/fungisida. Dimohon bagi siapa saja yang membaca ini dan kebetulan mengetahui keberadaan atau nomor telepon kedua Bapak yang saya cari ; atau mempunyai info lebih lanjut tentang serbuk kayu bebas pestisida ; supaya mengirim berita e-mail ke tarsanto@yahoo.com. Sekian terima kasih. Balas
o

Yoso mengatakan: Mei 30, 2010 pukul 12:35 pm serbuk yg anda maksud ada di wil. kab. trenggalek terbuat dari serbuk kayu sengon. disana ada byk perusahaan kayu yg serbuknya dijual. Balas

5.

angelina hariyanto mengatakan: Maret 22, 2008 pukul 10:52 am

Ass.wr.wb terima kasih atas balasan emailnya.semoga bermanfaat dan bisa membantu kami sebagai petani baru. untuk bapak Roy Santoso mungkin saya bisa membantu bapak untuk mendapatkan serbuk kayu yang bebas pestisida dan bagus digunakan sebagai media jamur tiram. hubungi saya di 0888 566 1926. di malang kota sendiri kemarin kami survey tentang harga jamur tiram segar di pasaran rendah banget sehingga kalau kami ikuti harga tersebut kami sebagai petani kecil yang baru memulai di bidang ini, amat sangat mepet untung yang kami dapat malahan tidak sebanding dengan biaya transport kami untuk kirim barang.para pedagang ambil barang di kami dengan harga Rp.5000/kg dan mereka jual ke konsumen kisaran harga Rp.10.000 – Rp. 12.000/kg. semoga dengan info yang Anda berikan bisa bermanfaat bagi kami. terima kasih. wassalam, Angelina Haryanjleen@yahoo.co.id Balas 6. Yasin mengatakan: April 3, 2008 pukul 12:36 am Pak sy berminat budidaa jamur tiram putih, tinggal di Cimahi-BAndung Jabar tapi asal asli JATIM lho Sy sd tanya sana sini tapi blom 100% ngerti Rencananya sy mau sewa kubung, trus mau tanam 5000 baglog beli jadi disini ada yg mentah 1250/baglog n sd mateng 1850/baglog garansi 100% kalo nggak jadi bisa dituker, kalo bpk ada info harga baglog yg lebih murah n kwalitas baik di daerah cimahi-cisarua boleh donk infonya ? Trus untuk 5000 baglog saran bpk gimana supaya hasilnya kontinyu, ada yg saranin isi per 1000 baglog per 2 minggu ? Trus nich ada kubung yg pernah kena hama kutu jd nggak dipakai lg, gimana cara sterilnya yg murah n efektif MAkasih atas bantuannya, kalo bisa mohon balas ke email sy :yasinyw@yahoo.com Balas 7. kukuh pambudi mengatakan:

April 6, 2008 pukul 11:49 am saya mau bertanya bagaimana cara menyiasti hasil jamur tiram dan kuping supaya maksimal dalam pertumbuhannya, karena hasil yang saya panen saat ini belum maksimal, dan saya juga mau bertanya berapa lama masa produksi setiap baglog , dan penanggulangan hama yang sering terjadi pada budidaya jamur kuping dan tiram saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas saran yang telah diberikan kepada kami email : Jonathanrickopambudi.ricko@yahoo.co.id CDMA : 0341-7640928 Hm :0341-795144 GSM :085646426773 Balas 8. ptp2007 mengatakan: April 8, 2008 pukul 3:47 am untuk informasi lebih lengkap silahkan hubingi salah seorang pengusaha di malang. alamat Jl. mawar 9 Sengkaling atau di rumah maikannya Jl Sukarno hatta. Balas 9. agil mengatakan: April 9, 2008 pukul 7:53 am Ass.pak Balas 10. agil mengatakan: April 9, 2008 pukul 7:58 am Ass pak saya ingin mencari bbit jamur tiram, tetapi kendalanya saya tidak tahu

dimana harus saya dapatkan dan standar harganya saya belum tahu. saya berdomisili di Serang-Banten. mohon bantuan informasinya pak. terimakasih Balas
o

BUDI SISWANDI mengatakan: September 19, 2009 pukul 4:06 am Bila membutuhkan bibit jamur silahkan hubungi kami di 08158751024 dengan budi siswandi. terima kasih. Balas

11.

the_wiet mengatakan: April 9, 2008 pukul 12:19 pm saya sedang mencoba jamur tlong jika ada referensi tentang budidaya pemasaran n resiko yang ada… tlong kirim ke email saya 13579_0@telkom.net trimakasih Balas

12.

the_wiet mengatakan: April 9, 2008 pukul 12:21 pm saya berdomisili di madiun ni no hp 03517368731 makasih Balas

13.

tino mengatakan: April 10, 2008 pukul 4:51 am pak saya mau memulai budidaya jamur tiram tapi belum tau tentang mendapatkan benihnya dari mana saya berdomisili dmalang apa bisa janur tiram

dibudidayakan di dataran rendah seperti dimadura misalnya tolon ya bls di tino_tyon89@yahoo.co.id Balas 14. ptp2007 mengatakan: April 11, 2008 pukul 3:55 am alamat da di balasan sebelumnya. di madura dapat asal ruang datur suhu dan kelembapannya jdi butuh kondisi ekstra. apakah hasilnya seimbang? ini yang saya belum tahu. Balas
o

timothy wiyono mengatakan: April 5, 2010 pukul 3:00 am saya tertarik sekali budidaya jamur tiram. media tanam dan tempat tdk masalah,tapi yg jadi masih menjadi kendala saya blm mengetahui dimana mendapatkan bibit yg bagus dan berapa suhu dan kelembaban yg cocok serta pencahayaan maksimal dlm sehari berapa jam? mohon balasannya…. trims Balas ptp2007 mengatakan: April 5, 2010 pukul 4:32 am anda tinggal dimana? silahkan klik pada artikel alamat pelatihan, mungkin ada yg dekat. jamur tiram tidk butuh pencahayaan, cukup disemprot 2 kali sehari saja setelah tutup dibuka untuk menjaga kelembapan

15.

ptp2007 mengatakan: April 11, 2008 pukul 3:57 am alamat da di balasan sebelumnya. di madura dapat asal ruang datur suhu dan kelembapannya jdi butuh kondisi ekstra. apakah hasilnya seimbang? ini yang saya belum tahu.

Balas 16. adzwa mengatakan: April 13, 2008 pukul 7:13 pm saya rencana ingin budidaya jamur,tetapi kendalanyayang pertama saya kesusahan untuk mencari serbuk kayu nya dan bibityang tanam siap, selain itu pengetahuan saya tentang budidaya jamur belum sempurna mungkin ada yang bisa membantu saya, tolong kirim alamat n nomor yang bisa saya hubungi ke email indrawati_april@yahoo.co.id Balas 17. ptp2007 mengatakan: April 14, 2008 pukul 2:09 am bahan tidak harus selalu denngan serbuk kayu. saya pernah coba dengan ampas tahu juga bagus. untuk informasi dapat anda kunjungi sumarsih07.wordpress.com lalu tanya disana atau hp 08122955435 Balas 18. herdi mengatakan: April 14, 2008 pukul 3:09 am saya akan memulai budi daya jamur tiram didaerah bandung, mohon informasi mengenai suhu yang dibutuhkan untuk budi daya jamur tiram, dimana saya bisa mendapatkan bibit yang bagus, berapa banyak jumlah jamur yang dapat dihasilkan oleh satu blog dalam satu media. atas informasinya saya ucapkan trima kasih. salam, herdi, Bogor Balas
o

BUDI SISWANDI mengatakan: September 19, 2009 pukul 4:09 am

Bila membutuhkan bibit jamur hubungi kami di 08158751024 dengan BUDI SISWANDI, kami tinggal di bandung. terima kasih. Balas 19. ptp2007 mengatakan: April 14, 2008 pukul 5:38 am untuk artikel akan saya usahakan. tapi anda dpat hubungi alamat berkiut untuk memulai pelatihan http://jamurlestari.com/index.php?id=1184029657&page=2 Balas 20. rudi hartawan mengatakan: April 16, 2008 pukul 1:57 pm asalamualaiku dimana saya dapat membeli/memesan jamur tiram, saya mulai merintis usaha pemasaran jamur, permintaan pasar cukup banyak sedangkan saya masih kesulitan cari jamur tiram. tolong bagi saudara sekalian yang bisa membantu saya untuk mendapakan jamur tiram. sebelumnya saya ucapakan terimakasih banyak hubungi saya di 081913239948 Balas
o

wid1818 mengatakan: Agustus 8, 2009 pukul 12:52 pm assalamualaikum wr.wb. Sdr Rudi, alamat kamu ada dimana dan brp kg jamur yang kamu perlukan tiap hari? Balas

o

Sumardi mengatakan: April 5, 2010 pukul 6:45 am

Yth: Mas/Bpk. Rudi Hartawan Usaha untuk mencari jamur tiram yang siap dipasarkan, apakah sampai saat ini masih berjalan, saya punya rencana untuk memproduksi jamur tiram, kalau masih mungkin kita bisa bekerja sama. Terimakasih. Balas 21. Edy mengatakan: April 23, 2008 pukul 8:38 am Dear Bapak, thanx atas infonya di web. Saat ini, kami sedang memulai usaha budidaya jamur tiram. Sampai saat ini, kendala yang kami hadapi adalah panen yang melimpah sekali, sampai kadang2 tersisa. Jamur2 yang sisa ini hanya tahan sehari, dan langsung busuk besoknya. Selain diolah menjadi makanan, adakah cara supaya jamur yang ditanam dapat tahan lama? terima kasih sebelumnya. Balas 22. mujiono mengatakan: April 24, 2008 pukul 3:29 am asalamualaikum.nama saya mujiono,saya berdomisili di kota malang. saya lagi belajar budidaya jamur tiram putih,tetapi bingung pemasaran.mohon kalo ada yang bisa membantu saya bisa menghubungi di no 081805059229 Balas
o

ENDA mengatakan:

CARA PRAKTIS BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Dari :www.trubus.com

May 17, '07 12:08 PM for everyone

Ada teknologi yang cukup praktis untuk budidaya jamur tiram Pleurotus spp, yakni tahapan membuat media bibit induk (spawn) dan tahanan memproduksi jamur tiramnya. Pada tahanan membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan. Pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik. Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7. Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C. Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C. Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata. Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan. Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.

Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7. Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat. Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan. Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %. Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu. Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.

Tags: pribadi Next: Hikmah sakit yang ku alami

Budidaya Jamur Tiram lebih Mudah dengan Media Murah
http://www.cybertokoh.com/news/jamur.htm Edisi 325 / Minggu / 1 3 Maret 2005 AGRIBISNIS jamur tiram, di Nusa Tenggara Barat, sampai saat ini masih tergolong hal baru. Di Jawa dan Bali, bisnis ini sudah cukup lama dikenal. Di Lombok, tidak banyak bahkan bisa dikatakan hanya satu dua saja yang menggeluti usaha ini. Salah satunya adalah usaha yang dirintis Ir. M. Mahrup Kaseh sejak tahun 1989. Hingga kini usaha itu masih bertahan dan terus melakukan inovasi pada teknik budidaya dan pengembangan

pemasarannya sehingga menjadi agribisnis yang utuh dan mudah dilaksanakan sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Pengembangan teknik budidaya ini dipermudah dengan menggunakan bibit sebar dedan dengan media yang mudah dan murah. Alat pres dan alat sterilisasi direkayasa sendiri sehingga mudah dilaksanakan dengan hasil yang baik. “Teknik dan alat yang digunakan merupakan hasil pencarian terus menerus,” ungkap pensiunan PNS ini yang mengaku, belajar membudidayakan jamur lewat buku, potongan-potongan koran, majalah dan informasi yang ia kumpulkan. Di Mataram, menurut, Ir. Parman, Ph.D, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, yang selama ini peduli dalam penelitian dan permasalahan jamur, animo masyarakat untuk membudidayakan jamur ini terbilang kurang. “Padahal untuk komoditi ekspor usaha ini sangat menjanjikan,” katanya. Berbeda dengan jamur merang yang perlu ruangan tertutup dan hangat serta kedap udara, jamur tiram tidak memerlukan suhu tertentu atau ruang kedap udara. “Pada suhu biasa, jamur tiram bisa tumbuh dengan baik,” lanjutnya. Jamur tiram yang umum dikembangkan untuk budidaya biasanya berwarna putih, sementara warna coklat dan merah muda tidak. Menyoal rasa dari jamur tersebut, ungkap Parman, tergantung medianya. Sementara itu, untuk menghasilkan jamur sesuai warnanya tergantung pada warna asal bibit yang ditanam.-niek Cermati Ciri-ciri Jamur Beracun SECARA umum, jamur termasuk dalam jenis sayuran yang mengandung sedikit sekali protein dan hidrat arang, seperti halnya kangkung, ketimun, kool, kembang kool, tauge, sawi. “Karena kandungan kalorinya rendah, jamur boleh dimakan sekehendak atau bebas tanpa memperhitungkan banyaknya,” kata Ni Nyoman Widarmini, S.K.M. Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum, Mataram. “Tentunya, jamur yang boleh dimakan atau tidak beracun,” ungkap Ir. Parman, Ph.D. Menurutnya, jamur tiram, yang berkembang dibudidayakan hingga saat ini adalah jamur tiram putih, coklat dan merah muda. Jamur ini, tumbuh di kayu yang mengalami pelapukan atau yang sudah mati, tumbuh pula di ilalang, sampah tebu dan sampah sagu. Jamur tersebut tidak beracun dan boleh dimakan. Jamur yang tergolong beracun dan tidak dapat dikonsumsi, lanjutnya, jika jamur tiram misalnya, tumbuh di kayu yang masih hidup, tumbuh di bangkai, kotoran ayam atau binatang ternak. “Jika termakan, jamur jenis ini akan menyebabkan keracunan dan dalam konsentrasi racun tinggi dan bisa menyebabkan kematian,” ujarnya. Ciri-ciri jamur beracun antara lain, umumnya tangkai payungnya bergelang atau terdapat lingkaran menyerupai cincin. Tapi, katanya, tidak semua yang bergelang merupakan jamur beracun. Selain itu, aroma jamur akan terasa berbau sangat tajam, jika dipotong terdapat cairan kekuning-kuningan dan berlendir. “Jika terdapat tanda-tanda tersebut, sebaiknya jamur ini jangan dikonsumsi,” saran Parman. Jamur ini biasanya tumbuh liar, sementara jamur yang sengaja dibudidayakan untuk dikonsumsi tentunya jamur yang tidak beracun, jadi tidak perlu khawatir membeli jamur apalagi yang sudah dalam kemasan. Selain dikonsumsi dalam keadaan segar, jamur juga kerap dikonsumsi setelah mengalami pengeringan untuk pengawetan. Menurut Nyoman, antara jamur segar dan jamur kering terdapat perbedaan kalori yang dikandungnya. Jamur segar dalam 100 gram di dalamnya terdapat 15 kalori, protein 3,8 gram, lemak 0,6 gr, karbohidrat 0,9 gr, kalsium 3 mg, zat

besi 1,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan vitamin C 5 mg. Sedangkan pada 100 gram jamur kering terdapat 128 kalori, protein 16 gram, lemak 0,9 gr, karbohidrat 64,6 mg, kalsium 51 mg, zat besi 6,7 mg, vitamin B 0,1 mg dan tidak mengandung vitamin C. “Jamur segar maupun jamur kering keduanya tidak mengandung vitamin A,” ujar Nyoman yang sudah 15 tahun bekerja di Instalasi Gizi ini. – niek Belum Mampu Memenuhi Permintaan BUDIDAYA jamur tiram dengan memanfaatkan limbah gergajian kayu yang dilakukan Mahrup, bisa dijadikan alternatif usaha yang mempunyai prospek sangat baik. Selain memakai bahan yang mudah dan murah, Mahrup juga membuat sendiri bibit induk dan bibit sebar jamur tiram ini, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bibit. Dalam waktu dua setengah bulan bibit tersebut sudah dapat dipakai, lebih cepat ketimbang proses yang selama ini dikenal yang memakan waktu sekitar empat bulan. Membuat bibit induk dan bibit sebar jamur tiram dilakukan dengan menyediakan media antara lain dedak halus dan tepung jagung yang dicampur dan ditambahkan air lalu dibuat adonan atau pasta (perbandingan 2:1). Media tanam dipres dengan alat pres yang direkayasa sendiri. Proses perawatan hingga panen dalam budidaya jamur tiram ini juga cenderung gampang. Setelah polybag-polybag dingin, bibit jamur tiram dimasukkan satu sendok di bagian atasnya dan disimpan dalam ruang inkubasi. Jumlah bibit yang dimasukkan tidak akan berpengaruh pada berat jamur yang dihasilkan melainkan proses keluarnya jamur bisa lebih cepat, kata Mahrup. Lama kelamaan, polybag-polybag tersebut nantinya akan kelihatan memutih di seluruh permukaannya. “Jika sudah putih semua, polybag tersebut dapat dipindahkan ke ruang produksi,” ujar Mahrup. Dalam ruang produksi, perawatan sederhana dimulai dengan membersihkan ruangan tiap pagi serta menyemprot polybag dengan air untuk tetap menjaga kelembaban ruangan serta merangsang tumbuhnya jamur tiram. Agar proses tumbuhnya jamur cepat, maka kapas penutup mulut polybag dibuka beberapa sebelum jamur keluar. Dalam waktu 15 hari dalam ruang produksi, jamur akan terlihat bermunculan, keluar dari mulut-mulut polybag. Tidak lama setelah itu, selang tiga hari kemudian jamur tiram pun mekar dan panen pertama pun bisa dimulai. Selain menjual jamur segar, Mahrup juga menyediakan polybag-polybag berisi jamur tiram berumur sehari untuk dijual. “Artinya, kami menjual jamur yang sudah keluar dan kemungkinan sudah tidak lagi terkontaminasi,” katanya. Untuk pemasaran polybag jamur siap panen ini, Mahrup memakai sistem mitra, mereka yang sengaja membeli polybagpolybag jamur siap panen tersebut. Sampai saat ini, ia memiliki setidaknya enam mitra yang rutin mengambil masing-masing 200 polybag tiap bulannya. Di samping itu, pemasaran dilakukan di pasar-pasar tradisional sekitar Mataram. Permintaan akan jamur siap panen dalam polybag tersebut, menurutnya, sangat tinggi, hanya saja ia belum mampu menyediakannya. Tahun 2005 ini ia telah membuat bibit lebih banyak dari biasanya, serta sedang melakukan proses percobaan pada kemungkinan bisa menambah berat jamur tiram saat dipanen setidaknya dua ons. Di rumahnya, tempat budidaya jamur tiram sampai saat ini, Mahrup telah banyak memberikan pelatihanpelatihan pada mahasiswa tentang budidaya jamur tiram juga sebagai tempat PKL, sumber bahan penelitian dan konsultasi teknologi serta menjadi tempat tujuan agrowisata yang sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di NTB. –niek

olahan-jamur-tiram
Tulisan ini dikirim pada pada Selasa, Februari 26th, 2008 2:31 am dan di isikan dibawah agribisnis, budidaya, jamur, tiram. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed. r Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.

Budidaya Jamur Tiram
February 20, 2009 by tabloidgallery Mudah Diterapkan untuk Pemula Banyak menu makanan yang menggunakan jamur sebagai bahan dasar utamanya. Rasanya yang mirip daging ayam ini, jadi alternatif konsumsi kebanyakan vegan (sebutan bagi vegetarian). Cita rasa khas inilah, membuatnya banyak dicari dan tentu berdampak pada peluang ekonomi. Tak sedikit orang yang tertarik untuk membudidayakan jamur tiram ini sebagai alternatif peluang usaha cukup menjanjikan. Pasalnya, jamur ini merupakan salah satu jenis komoditi produk konsumsi yang memiliki pangsa pasar luas. Artinya, hampir di semua negara menjadikannya sebagai alternatif konsumsi sehat, termasuk Indonesia. “Namun disayangkan, pasarnya masih terbatas. Jangankan untuk pasar luar negeri, untuk memenuhi pasokan lokal saja masih kekurangan,” kata Pembudidaya Jamur Tiram di Malang, Edgar Wbisono. Dari sini menunjukkan, kalau kebutuhan pasar jamur tiram masih mendapat prioritas di kalangan konsumen. Harganya pun tergolong masih menunjukkan nilai tinggi, yaitu Rp 12.500 per 300 gram untuk ukuran pasar tradisional. Sedangkan harga untuk kelas supermarket lebih tinggi, yaitu Rp 22 ribu per 300 gram. Demikian halnya dengan permintaan pasar jamur tiram yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Bagi Anda yang berminat untuk turut meramaikan pasar jamur tiram, bukan tak mungkin dapat melakukan proses budidaya. Masih awam dan belum mengenal budidaya jamur tiram, bukan jadi kendala. Sebab, prosesnya tergolong cukup mudah dan efektif dilakukan bagi Anda yang pemula sekalipun. Ingin tahu kiat budidaya jamur kayu satu ini? Kenali Fisiologisnya Diantara banyak jenis jamur, jamur tiram ini termasuk dalam kategori tanaman konsumsi. Ciri yang khas ada pada tudungnya berwarna hitam lembayung sampai kecoklatan.

Bentuknya menyerupai kulit kerang dengan diameter 6-14 cm. Selain itu, tekstur permukaan tudung licin dan mengkilap. Demikian juga bilahnya berwarna putih, krem atau putih gading yang tersusun agak rapat. “Disini terjadi fase perubahan bentuk, yaitu sewaktu muda bilahnya berwarna putih dan semakin tua jadi krem kekuningan dengan ukuran sekitar 1-3 cm. Jamur ini hidup baik pada kisaran suhu tinggi sekitar 25-30 °C,” ujar Edgar. Kontrol Kelembaban Lingkungan Untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tidak sesulit yang dibayangkan. Hanya masalah perlakuan lingkungan harus diperhatikan benar, dimana pada habitatnya ia lebih menyukai area dataran tinggi sebagai optimalisasi proses pertumbuhan. Itu didukung pula dengan tingkat kelembaban yang jadi sarat hidup mutlak. Kondisi lembab dan dingin yang sesuai dengan karakter jamur, membuat bentuknya semakin besar. Namun tak perlu berkecil hati, bagi Anda yang tinggal di dataran rendah dan berniat melakukan budidaya jamur tiram. Sebab, ada alternatif yang tetap bisa dilakukan, seperti membuat kondisi lingkungan tempat tinggal jamur (minimal hampir sama) dengan habitat aslinya. Namun penerapannya pun perlu dilakukan secara ekstra dari perlakuan jamur untuk daerah dingin. Alternatifnya, bisa dengan membuat lingkungan untuk selalu dalam keadaan lembab. Menyiram bagian tanahnya secara rutin, jadi salah satu cara untuk membuat tingkat kelembaban yang cocok. Sedangkan untuk bagian tanaman jamurnya tak perlu disiram, karena hanya faktor lingkungan tumbuh yang mempengaruhi pertumbuhan. Pemberian ventilasi (sistem sirkulasi) pada rumah jamur, juga jadi aspek pendukung. Maka, banyak pembudidaya jamur yang menerapkan bilik anyaman bambu sebagai rumah jamur. Untuk perputaran udara yang baik, idealnya diberi jendela. Penerapan jendela ini, dilakukan 30 cm dari tanah dan hanya dibuka pada waktu malam hari. Sebab di malam hari, merupakan saat dimana jamur mengalami proses pertumbuhan dan sirkulasi udara yang baik akan membantunya. Apa Saja yang Harus Diperhatikan? • Bibit Untuk budidaya jamur tiram, dapat menggunakan substrat kayu, serbuk gergaji, ampas tebu atau sekam. Namun untuk mempermudah proses ini, banyak perusahaan penyedia bibit jamur yang sudah mengemasnya dalam bentuk bag log. Artinya, bibit sudah tertanam dalam media tanam dan hanya siap untuk masa panen, sehingga hal ini akan mempermudah pembudidaya jamur tiram yang masih tergolong pemula. • Rumah Jamur Penyiapan bangunan untuk mendukung proses hidup jamur, dapat porsi cukup penting untuk diperhatikan, dimana bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, penerapan untuk kebutuhan sekitar 500-1.000 buah bag log, diperlukan

bangunan dengan ukuran 6mx4mx4m. Bahan yang diperlukan untuk aplikasi rumah jamur berupa tiang, kaso, dan terbuat dari bambu atau kayu yang telah diawetkan. • Jaga Temperatur Pemeliharaan sub-start tanam dalam hal ini, harus memperhatikan faktor lingkungan. Selama pertumbuhan bibit (serat atau miselia seperti benang kapas), temperatur diatur antara 28-300C. Sementara untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen, temperatur diatur antara 26-280C. Selama pertumbuhan bibit dan pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90%. Sebab kalau kurang, maka sub-strat tanam akan mengering. Agar kelembababan terjamin, lantai ruangan sebaiknya disiram air bersih pada pagi dan sore hari. Masa Panen “Jamur termasuk jenis tanaman budidaya yang memiliki masa panen cukup cepat. Buahnya dapat dipanen dalam jangka waktu 40 hari setelah pembibitan,” jelas Edgar. Dengan frekuensi panen yang dilakukan setiap hari, karena pertumbuhan masing-masing tanaman yang bervariatif. Pemanenan jamur bisa dilakukan antara 4-8 kali dan jumlah jamur yang dipanen per musim. Setelah melewati masa panen, sisa pembibitan harus dibuang dan menggantinya dengan bag log bibit baru. Barulah, jamur tiram siap dipasarkan. Manfaat&Kandungan Jamur Tiram Jamur ini terkenal dengan rasa lezat dan aromanya tajam seperti merica. kandungan gizinya pun cukup tinggi, yaitu dengan komposisi protein sekitar 10-30%, vitamin C antara 36-58 mg/100 gram. Biasanya sosok jamur tiram ini ada pada menu masakan, seperti nasi goreng jamur dan panggang jamur. Jamur tiram selain dapat disayur, juga dapat diolah jadi makanan lain. Misalnya kerupuk, keripik atau dengan nama lain tiram crip atau tiram chips. Selain itu, juga populer sebagai masakan sup dan pepes. Banyaknya penggemar jamur tiram, karena terdapatnya banyak kandungan nutrisi di dalamnya yang terdiri atas kadar air (92,2%), lemak (1,1%), karbohidrat total (59,2%), serat (12%), dan nilai energi (261%). [santi] ANALISIS BUDIDAYA JAMUR TIRAM Biaya Kumbung Bambu (1 unit ) Rp. 200.000 Lembaran Plastik 20 kg Rp. 150.000 Bilik Bambu Rp. 150.000 Tenaga Kerja Rp. 100.000 Lain-lain Rp. 100.000 Biaya Peralatan Tangki/Sprayer Rp. 125.000

Blower Rp. 150.000 Termometer/Higrometer Rp. 100.000 Bibit Jamur Tiram Bag Log (bibit Jamur Tiram) 2500x@ Rp. 1.500 Rp. 3.750.000 (+) Total Biaya Operasional Rp. 4.825.000 Keterangan: ♣ Dalam masa sekali panen per hari bisa mencapai 10 kg (minimum). Dengan asumsi per bag log bisa menghasilkan 300-400 gram. ♣ Harga jamur tiram kemasan (per 300 gram) Rp 12.500 (kelas pasar tradisional) dan Rp 22 ribu (kelas supermarket). [santi] Posted in Budidaya | 36 Comments

36 Responses

1. on March 8, 2009 at 6:10 am | Reply

puji

Awalnya kami bertiga, cuma iseng-iseng saja untuk mencoba bisnis ini. tapi kami bertiga, berkeyakinan usaha apapun dengan niat yang mantap dan ketekunan pasti akan berhasil. Akhirnya dengan modal nekat (ya nggak juga sih..) kami memulai bisnis ini dengan keyakinan, sesuatu yang dikerjakan penuh dengan ketekunan dan kemauan yang sungguh-sungguh pasti akan berhasil. walaupun selangkah demi selangkah. maka kami bertiga memulai bisnis jamur-jamuran ini dengan apa adanya. semoga di ridhoi oleh -Nya…. http://webcache.googleusercontent.com/search? q=cache:491CYIaTw1gJ:tabloidgallery.wordpress.com/2009/02/20/budidaya-jamurtiram/+budidaya+jamur+tiram&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

http://webcache.googleusercontent.com/search? q=cache:CM5FmNFhwGIJ:pdf.hulufile.com/pengertiankontribusi.html+pengertian+kontribusi&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->