P. 1
Modul Database

Modul Database

|Views: 4,668|Likes:

More info:

Published by: Alyunikyu Arlunerz satriapanerz on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

Sections

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

DESKRIPSI MATA KULIAH

Hampir disemua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi / perusahaan senantiasa
berhubungan dengan basis data. Perangkat komputer dalam suatu organisasi/perusahaan biasa digunakan
untuk menjalankan fungsi Pengelolaan Sistem Informasi, yang dewasa ini sudah menjadi suatu keharusan,
demi untuk meningkatkan efesiensi , daya saing, keakuratan, kecepatan operasional organisasi perusahaan.
Dan basis data merupakan salah satu komponen utama dalam setiap system operasi. Tidak ada system
operasi bisa dibuat/dijalankan tanpa adanya basis data. Basis Data merupakan komponen penting dalam
Teknologi Informasi yang dapat mengurangi ketidakpastian dan mempermudah pengambilan keputusan.

TUJUAN UMUM

Memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa saat ini pemrosesan data menjadi suatu informasi
merupakan suatu keharusan dan bukan merupakan pekerjaan yang gampang. Dengan berbagai macam model
data yang harus diolah dan berbagai harapan ketersediaan informasi yang dapat meningkatkan pelayanan
kepada para pengguna, maka dibutuhkan suatu teknik tersendiri tentang bagaimana merancang dan membuat
model data yang baik. Sampai akhirnya Basis Data yang ada bukan saja mempercepat pemerolehan informasi
tetapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada para pengguna informasi tersebut.

TUJUAN KHUSUS

Agar mahasiswa mendapatkan gambaran lebih rinci tentang pengelolaan data, memahami konsep-konsep yang
mendasari terbentuknya sebuah data base, dapat membuat pola hubungan dan keterkaitan antar data dalam
sebuah tabel. Sampai akhirnya dapat memahami, merancang dan mengimplementasikan basis data tersebut
untuk keperluan ketersediaan informasi yang berkwalitas.

STRATEGI PEMBELAJARAN

Acara Perkuliahan meliputi penyajian materi dan tanya jawab tentang isue terkini tentang teknik-teknik dan
penggunaan Data Base, studi kasus dan penyajian contoh-contoh persoalan yang melibatkan partisipasi aktif
mahasiswa dalam setiap acara perkuliahan. Partisipasi dari mahasiswa meliputi tanya jawab , latihan-latihan
soal dan diskusi baik secara kelompok maupun individu.

TAGIHAN BAGI PESERTA KULIAH :

1

PANDUAN KULIAH

BASIS DATA

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

Mahasiswa diharuskan mengikuti perkuliahan pada hari dan waktu yang telah ditentukan. Dan mahasiswa
wajib mengikuti kegiatan-kegiatan evaluasi/review perkulihan yang meliputi Review/Quiz Pra-Kuliah,
Tugas/PR, Paper, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) yang merupakan unsur-
unsur untuk mendapatkan Nilai Akhir.

PROSEDUR UNTUK MENDAPATKAN NILAI AKHIR

Pada setiap akhir dari pembahasan modul akan dilakukan evaluasi terhadap kemampuan dan kemajuan belajar
untuk setiap mahasiswa. Hasil evaluasi belajar dinyatakan dalam Quiz, dan nilai dalam setiap Quiz
selanjutnya akan dikomulatifkan sampai terbentuk Nilai Akhir yang terdiri dari unsur-unsur Absen, Quiz
(quiz pra-kuliah & quiz mingguan), Tugas/PR, Paper, Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir
Semester (UAS). Kemudian Nilai Akhir yang telah diperoleh oleh masing-masing mahasiswa dikelompokkan
dalam golongan Nilai Huruf mutu yang persentasinnya sebagai berikut :

1. ABSENSI 5 %

4. Paper

10 %

2. Quiz

5 %

5. U T S

30 %

3. Tugas/PR 5 %

6. U A S

45 %

Adapun Pengelompokan dari Nilai Akhir menjadi Nilai Huruf adalah sebagai berikut :

Nilai Akhir

Nilai Huruf

Bobot

Keterangan

80 – 100

67 – 79

55 – 66

40 – 54

< 40

A

B

C

D

E

4

3

2

1

0

Sangat Baik

Baik

Cukup

Kurang

Tidak Lulus

2

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

GARIS BESAR PROSES PEMBELAJARAN (GBPP)
MATA KULIAH

: BASIS DATA

BOBOT SKS: 3 SKS

TUJUAN MATA KULIAH :

Menguji kemampuan mahasiswa tentang berbagai prinsip untuk merancang basis data yang memenuhi
tuntutan fungsi maupun unjuk kerja sesuai dengan yang dimaksud oleh bagian pengolahan informasi.

TUJUAN

POKOK BAHASAN

1.Menjelaskan ruang
lingkup matakuliah

1.1Pendahuluan/ overview mata kuliah
a.Pengertian
b.Tujuan
c.Ruang Lingkup
1.2Aturan-aturan perkuliahan, tugas, kuis dan penilaian
1.3Kupas buku referensi yang digunakan

2.Menjelaskan
konsep dasar basis
data.

2.1 Konsep dasar basis data
a.Pendahuluan
b.Definisi-definisi
c.Operasi basis data/ objektif dan penerapan basis data

3.Menjelaskan
komponen
komponen basis
data.

3.1 Komponen basis data
a.Hardware (perangkat keras)
b.Operating system (sistem operasi)
c.Database management system (sistem pengelolaan basis data)

3

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

d.Aplikasi basis data
e.User basis data (pemakai basis data)

4.Menjelaskan
kegunaan

dan

syarat basis data.

4.1 Kegunaan basis data/ syarat
a.Redudansi dan inkonsistensi data
b.Pengaksesan dan isolasi data
c.Integrasi dan independence data
d.Keamanan data (security)

5.Menjelaskan
tentang arsitektur
basis data.

5.1 Arsitektur sistem basis data
a.Abstraksi data
b.Bahasa basis data (databse language)
c.Struktur sistem keseluruhan

6.Menjelaskan
tentang konsep
basis

data

relasional.

6.1 Basis data relasional
a.Definisi
b.Opersai dan bahasa basis data
c.Relasi antar tabel

7.Menjelaskan
tentang model
model data.

7.1 Model data
a.Representasi model data
b.Model entity relationship
c.Diagram entity relationship

8.Menjelaskan
tentang konsep
normalisasi data.

8.1 Normalisasi data
a.Atribut tabel
b.Domain dan tipe data
c.Ketergantungan fungsional
d.Bentuk-bentuk normalisasi

9.Menjelaskan
tentang teknik
teknik perancangan
basis data.

9.1 Merancang model konseptual basis data
a.Perancangan teknik normalisasi
●Bentuk tidak normal (un normalized form)
●Bentuk normal ke satu (1 NF/ first normal form)
●Bentuk normal ke dua (2NF/ second normal form)
●Bentuk normal ke satu (3 NF/ third normal form)
●Boyce cood normal form
●Penerapan bentuk normalisasi

b.Perancangan teknik entity relationship
●One to one relationship
●One to many relationship
●Many to many relationship
●Penerapan bentuk entity relationship
c.Model data logika
●Penerapan bentuk model data logika

10.Menjelaskan model
model data tingkat
lanjut.

10.1 Model data lanjut
a.variant entitas relasi
b.spesialisasi dan generalisasi
c.agregasi
d.key alternatif, pengkodean, dekomposisi dan fleksibilitas

11.Menjelaskan

11.1 Implementasi basis data

4

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

implementasi basis
data.

a.Transformasi model data ke basis data fisik
b.DBMS dan struktur tabel
c.Indeks dan struktur penyimpanan

12.Menjelaskan
bahasa dalam basis
data.

12.1 SQL (structured query language)
a.Struktur dasar
b.Fungsi agregasi
c.Nilai null
d.Anomali basis data
e.Kontrol transaksi
f.Data definitif language

13.Menjelaskan
aplikasi aplikasi
basis data dan
lingkup
penerapannya.

13.1 Aplikasi basis data
a.Arsitektur sistem
b.Pemilihan perangkat lunak
c.Pemilihan integrasi basis data
d.Lingkup penerapan basis data

14.Menjelaskan
tentang prespektif
perkembangan
mata kuliah.

14.1 Penutup

a.Prespektif perkembangan aktual dan masa depan mata kuliah
b.Review mata kuliah

REFERENSI :

1.Atre S, “Database : Structured Techniques for Design, Performance and Management”, John
Wiley and Sons, 1980.
2.CJ Date HM, ”An Introduction to Database System”, Addison Wesley, 6th

editions, 1995.

3.Fatansyah, “Basis Data”, CV. Informatika, Bandung, 2002.
4.Harianto Kristanto, “Konsep dan Perancangan Database”, Andi Offset, Yogyakarta, 1994.

5

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

BAB1
PENDAHULUAN

I. KONSEP DASAR BASIS DATA

A.Definisi

Basis Data terdiri atas 2 (dua) kata yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau
gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah reperesentasi fakta dunia nyata yang
mewakili suatu objek. Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang tertentu :

•Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa

pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

•Kumpulan file-file yang saling berelasi dan relasi tersebut biasanya ditunjukan dengan kunci dari tiap

file yang ada, yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Satu basis data menunjukan satu
kumpulan data yang dipakai dalam lingkup perusahaan, instansi.

Basis Data di Sebuah Harddisk.

Hampir disemua aspek pemanfaatan perangkat komputer dalam sebuah organisasi atau perusahaan
senantiasa berhubungan dengan basis data. Perangkat komputer ini biasanya digunakan untuk
menjalankan fungsi Pengolahan Sistem Informasi, yang dewasa ini sudah menjadi suatu keharusan, untuk
meningkatkan efisiensi, daya saing, keakuratan, kecepatan operasional perusahaan. Dan basis data
merupakan salah satu komponen utama dalam setiap sistem informasi, tidak ada sistem informasi yang
bisa buat atau dijalankan tanpa adanya basis data.

6

disk

File
Mahasiswa

File
Matakuliah

File
Dosen

File
Kuliah/Nilai

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

B. Istilah – Istilah

Entity
Entity adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Misalnya pada sekolah
terdapat entity mahasiswa, matakuliah, dosen, nilai test dan lain-lain.
Atribute
Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang mahasiswa dapat
dilihat dari atributenya, misalnya nim, nama, alamat, jenis kelamin dan lain-lain. Atribute juga disebut
sebagai data elemen, data field, data item.
Data value (nilai atau isi data)
Adalah data actual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau atribute. Atribute nama
mahasiswa menunjukan tempat dimana informasi nama mahasiswa disimpan, sedang data value adalah
Pita, Respati, merupakan isi data nama mahasiswa tersebut.

Record (tupel)
Yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara
lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor induk
mahasiswa, nama, alamat, jenis kelamin dan seterusnya.
File
Kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama, namun
berbeda-beda data valuenya.
Database
Kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu
bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan tertentu.
Database Management System (DBMS)
Kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaannya disebut DBMS.
Database adalah kumpulan datanya, sedangkan program pengelolanya berdiri sendiri dalam satu paket
program yang berfungsi untuk membaca data, mengisi data, menghapus data serta melaporkan data
dalam database.

C. Operasi Dasar Basis Data

Operasi dasar yang dapat dilakukan oleh basis data meliputi :
Pembuatan basis data baru (create database)

7

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

Penghapusan basis data (drop database)
Pembuatan file/table baru ke dalam basis data (create table)
Penghapusan file/table dari suatu basis data (drop table)
Penambahan data baru ke sebuah file di sebuah basis data (insert)
Pengambilan data dari sebuah file (retrieve/search)
Pengubahan data dari dari sebuah file (update)
Penghapusan data dari sebuah file (delete)

D. Objektif dan Penerapan Basis Data

Pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut :
Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
Keakuratan (Accurate)
Ketersediaan (Availability)
Kelengkapan (Completeness)
Keamanan (Security)
Kebersamaan pemakai (Sharability)
Secara lebih nyata bidang-bidang fungsional yang telah umum memanfaatkan basis data antara lain :
Kepegawaian
Pergudangan (inventori)
Akuntansi
Layanan pelanggan (customer care)
Dan lain-lain
Bentuk-bentuk organisasi/perusahaan yang memanfaatkan basis data (sebagai komponen sistem
informasi) dapat berupa: Perbankan, Asuransi, Rumah Sakit, Produsen Barang, Industri Manufaktur,
Pendidikan/ Sekolah, Telekomunikasi dan lain-lain.

II. SISTEM BASIS DATA
a. Definisi

Basis data hanyalah sebuah objek yang pasif. Ia tidak akan pernah berguna jika tidak ada pengelola atau
penggeraknya, yang menjadi pengelola atau penggerak secara langsung adalah program atau aplikasi
(software). Gabungan dari keduanya (basis data dan pengelolanya) menghasilkan sebuah sistem. Secara
umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari atas kumpulan file (tabel) yang saling
berhubungan (dalam sebuah basis data di sebuah system komputer) dan sekumpulan program (DBMS)

8

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file
(table-tabel) tersebut.

User
User
User

Sistem Basis Data.

b. Komponen Sistem Basis Data

⇒Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras yang terdapat dalam sebuah system basis data adalah Komputer (stand alone atau
lebih dari satu/ networking), Memory sekunder (online dan offline) dan media/ perangkat komunikasi.

⇒Sistem Operasi (Operating System)

Program pengelola basis data hanya dapat aktif (running) jika system operasi telah aktif. Sejumlah
Sistem Opersai yang banyak digunakan misalnya : MS-DOS, MS-Windows v.XX (untuk komputer
stand alone atau client dalam jaringan), Novel Netware, MS-Windows NT/2000, Unix (untuk
komputer server dalam jaringan).

⇒Basis Data

Basis data dapat berisi : File/table, indeks dll. Disamping berisi dan menyimpan data, basis data juga
mengandung/ menyimpan definisi struktur.

⇒Database Management System (Sistem Pengelola Basis Data)

DBMS merupakan sebuah perangkat lunak khusus yang akan menentukan bagaimana data
diorganisasikan, disimpan, diubah dan diambil.

DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, keakuratan/
konsistensi data dsb. Perangkat lunak DBMS antara lain : dBAse III+, dBase IV, FoxBase, Rbase,
MS Acess dan Borland Paradox, Borland Interbase, MS SQL Server, CA Open Ingres, Oracle,
Informix, Sybase, dll.

⇒Pengguna Basis Data

a.Database Manager

9

Data Base Management System (DBMS)

Basis Data

File1

File3

File2

File4

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

Suatu modul program yang menyediakan interface antara penyimpanan data dengan suatu aplikasi
program. Tugas dan tanggung jawab : interaksi dengan file manager, integrasi, keamanan, kontrol,
backup dan recovery.
b.Database Administrator (DBA).
Oarng yang mempunyai kekuasaan sebagai pusat pengontrolan terhadap seluruh system baik data
maupun program yang mengakses data. Funsi DBA :
-mendefinisikan pola struktur database

-mendefinisikan struktur penyimpanan dan metode akses.

-mampu memodifikasi pola dan organisasi phisik.

-memberikan kekuasaan pada user untuk mengakses data.

-menspesifikasikan keharusan integritas data.

c.Database User

Ada 4 macam pemakai basis data yang berbeda keperluan dan cara aksesnya :
-Programmer Aplikasi.

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui DML (data manipulation language), yang
disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (C, Pascal, Basic,
Cobol, dll)
-User Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan system tanpa menulis modul program, mereka menyatakan
query dengan bahasa query yang telah disediakan DBMS.
-User Umum (End User Naïve User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi
permanen (executableprogram) yang telah ditulis/ disediakan sebelumnya oleh programmer.
-User Khusus (Specialized User)

Pemakai khusus yang menuliskan aplikasi database tidak dalam kerangka data processing yang
tradisional, aplikasi tersebut diantaranya : CAD, Knowledge Base, Expert System, system yang
menyimpan data dalam bentuk data yang komplek misalnya data grafik, audio,dll.

⇒Aplikasi Basis Data

Aplikasi (perangkat lunak) ini bersifat opsional, artinya ada tidaknya tergantung dari kebutuhan.
Program ini ada yang sudah disediakan bersama dengan DBMS nya, ada juga yang harus dibuat sendiri
dengan menggunakan aplikasi lain yang khusus (development tools). Artinya aplikasi ini ada yang
terpisah atau menyatu dengan DBMS.

1

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

Aplikasi yang menyatu dengan DBMS implementasinya akan lebih cocok untuk pemakaian sendiri
(stand alone) yang bebannya lebih ringan, perangkat lunak ini adalah : dBase III+, FoxBase dan MS-
Access.
Aplikasi yang terpisah dengan DBMS implementasinya akan lebih cocok untuk pemakaian berat oleh
banyak pemakai (multi user), perangkat lunak ini diantaranya : MS SQL Server, Oracle, CA
OpenIngres, Sysbase, Informix, IBM DB2, dll Perangkat lunak ini memang dirancang sejak awal
berdiri sendiri dan terpisah dari aplikasi basis datanya dan banyak sekali fasilitas (feature) yang
ditangani oleh DBMS ini.

III Syarat Basis Data

Penyusunan suatu basis data digunakan untuk mengatasi maslah maslah pada penyusunan data, yaitu :
Redudansi dan Inkonsistensi Data
Redudansi adalah penyimpanan dibeberapa tempat untuk datayang sama dan mengakibatkan
pemborosan ruang penyimpanan dan juga biaya pengaksesan akan lebih tinggi. Akibat penyimpanan
yang berulang-ulang dibeberapa file dapat mengakibatkan juga inkonsistensi (tidak konsisten).
Kesulitan pengaksesan data.
Belum adanya fasilitas tertentu untuk memenuhi permintaan user tentang pengaksesan data,
penyelesaian dan solusi untuk hal ini adalah ke arah DBMS yang mampu mengakses data secara
langsung dengan bahasa yang familiar dan user friendly.
Isolasi Data untuk Standarisasi
Jika data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, misalnya bilamana data
dibuat dari format text file Pascal, Basic, dan juga dalam format C++ dan lainnya, ini akan
menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data. Maka haruslah
data dalam satu basis data dibuat satu format sehingga mudah dalam pembuatan program aplikasinya.
Multiple User (Banyak pemakai)
Basis data dibangun karena nantinya data tersebut digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang
berbeda, diakses oleh program yang sama tapi berbeda orang dan waktu, karena data yang diolah
tidaklah tergantung dan menyatu dalam program tapi terlepas dalam satu kelompok data.
Masalah keamanan (security)
Tidak setiap pemakai sistem basis data diperbolehkan untuk mengakses semua data (pengaturan hak
akses), misalnya disesuaikan dengan jabatan dan kapasitas pemakai tersebut di sebuah perusahaan.

1

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

Keamanan ini dapat diatur lewat program yang dibuat oleh pemrogram atau fasilitas keamanan dari
sistem operasi.
Masalah Integritas (kesatuan)
Database berisi file-file yang saling berkaitan, secara teknis maka ada field kunci yang mengkaitkan
file-file tersebut.
Masalah Data Independence (kebebasan data)
Bahasa yang diciptakan dari DBMS apapun yang terjadi pada struktur file misalnya melihat atau
menambah data cukuplah dengan utility yang disediakan, ini berarti perintah-perintah dalam paket
DBMS bebas terhadap basis data. Apapun perubahan dalam basis data semua perintah akan
mengalami kestabilan tanpa perlu ada yang diubah. Berbeda dengan sistem pemrosesan file dengan
suatu bahasa tertentu yang sudah dibuat, kemudian terjadi perubahan struktur file maka program
tersebut haruslah diubah, dan ini tidak bebas terhadap database yang ada.

IV. Abstraksi Data

Abstraksi data merupakan tingkatan/ level dalam bagaimana melihat data dalam sebuah basis data . Ada
3 level abstraksi data :

Level Abstraksi Data

Keterangan :

•Level Fisik (Physical Level)

Adalah level terendah dalam abstraksi data, menggambarkan bagaimana sesungguhnya suatu data
disimpan dalam kondisi sebenarnya. Data dilihat sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri,
level ini berurusan dengan data sebagai teks, angka atau bahkan melihatnya sebagai himpunan bit
data.

1

View 1

View 2

View 3

Level Konseptual

Level Fisik

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

•Level Konseptual (Conceptual Level)

Adalah level yang menggambarkan data apa yang sebenarnya disimpan dalam basis data dan
hubungannya dengan data yang lain. Data disimpan/ direpresentasikan dalam beberapa file/table
yang saling berhubungan.

•Level Pandang Pemakai (View Level)

Adalah level tertinggi dari abstraksi data, level ini sangat dekat dengan user yang hanya menunjukan
sebagian dari basis data. Level ini yang mengkonversikan data asli/fisik menjadi data bermakna/lojik
pada pemakai.

V. Bahasa Basis Data

DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk, cara berkomunikasinya diatur
dalam suatu bahasa khusus yang ditetapkan oleh perusahaan pembuat DBMS. Contoh-contoh bahasa
basis data diantaranya adalah SQL, dBase, Ouel dan sebagainya. Sebuah Bahasa Basis Data biasanya
dapat dipilah kedalam 2 bentuk, yaitu :
a.DDL (Data Definition Language)
b.DML (Data Manipulation Language)

•DDL

Struktur/ skema basis data yang menggambarkan/ mewakili desain basis data, dengan bahasa ini
dapat membuat table baru, membuat indeks, mengubah table, menentukan struktur penyimpanan
table dsb. Hasil kompilasi perintah DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang
disebut kamus data.

•DML

Bahasa basis data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis
data, manipulasi dapat berupa penyisipan, penghapusan dan pengubahan data di suatu basis data. DML
ini bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data.

VI. Struktur Sistem Basis Data

Naïve user

Programmer Casual User DBA

Aplikasi

1

Program
aplikasi

System
calls

Query

Skema
basis data

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

Struktur Sistem Basis Data Keseluruhan

1

DML
precompiler

Query
processor

DDL
compiler

Kode objek
program
aplikasi

Database
Manager

Disk

File
Manager

Data files

Data
dictionary

Panduan Kuliah Basis Data

TI-STMIK DCI’09

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->