P. 1
BAB IV. PENYELENGGARAAN URUSAN ......

BAB IV. PENYELENGGARAAN URUSAN ......

|Views: 597|Likes:
Published by ideajogja

More info:

Published by: ideajogja on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

Sections

BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

Sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah memberikan kewenangan yang luas nyata dan bertanggungjawab kepada Daerah (otonomi). Otonomi daerah diarahkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kewenangan yang dimiliki daerah. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah merupakan tonggak lahirnya otonomi daerah dengan menempatkan asas desentralisasi dan asas tugas pembantuan dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam asas desentralisasi, menempatkan semua kewenangan pemerintahan kepada Kabupaten/Kota selain kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lainnya yang merupakan kewenangan Pemerintah ataupun kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom. Kewenangan bidang lainnya salah satunya adalah “penetapan pedoman untuk menentukan standar pelayanan minimal dalam bidang yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota”, sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi Sebagai Daerah Otonom. Adapun kewenangan wajib Kabupaten/Kota meliputi : pekerjaan umum, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pertanian, perhubungan, industri dan perdagangan, penanaman modal, lingkungan hidup, pertanahan, koperasi, dan tenaga kerja. Dengan adanya penerapan standar pelayanan minimal (SPM) pada kewenangan wajib Kabupaten/Kota, fungsi pemerintahan daerah Kabupaten/Kota adalah sebagai pelayan masyarakat (public service). Dalam pertengahan implementasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, amandemen kedua Undang-undang Dasar 1945 telah merubah dasar sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pasal 18 amandemen kedua Undang-undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa “pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat”. Sedangkan Pasal 18 A menegaskan bahwa “hubungan wewenang antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota atau antara Provinsi dan Kabupaten dan Kota, diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah”. Dari pasal 18 tersebut, terlihat adanya amanat pembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan daerah Kabupaten/Kota dengan mempertimbangkan keserasian hubungan antar tingkatan atau susunan pemerintahan.

62

Penjabaran atas amandemen kedua UUD 1945 tersebut, diterbitkan Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai pengganti atas Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 membawa perubahan mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah dan ditegaskan dalam Pasal 11 yang menyebutkan bahwa “penyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar susunan pemerintahan”. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dimaksud merupakan pelaksanaan hubungan kewenangan antara pemerintah dan pemerintahan daerah provinsi, kabupaten dan kota atau antar pemerintahan daerah yang saling terkait, tergantung, dan sinergis sebagai satu sistem pemerintahan. Sedangkan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah, yang diselenggarakan berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi terdiri atas urusan wajib dan urusan pilihan dimana penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersifat wajib berpedoman pada standar pelayanan minimal yang dilaksanakan secara bertahap dan ditetapkan oleh Pemerintah. Urusan wajib sebagaimana dimaksud dalam penjelasan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 adalah urusan yang sangat mendasar yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara antara lain: a. Perlindungan hak konstitusional; b. Perlindungan kepentingan nasional, kesejahteraan masyakat, ketentraman dan ketertiban umum dalam kerangka menjaga keutuhan NKRI; dan c. Pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. Sedangkan yang dimaksud dengan urusan pilihan adalah urusan yang secara nyata ada di Daerah dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan dan potensi unggulan daerah. Tahun 2006 merupakan awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Gunungkidul. Adapun pelaksanaan masing – masing urusan Pemerintahan sesuai dengan pembidangan dalam RKPD Tahun 2006 adalah sebagai berikut : A. BIDANG PERTANIAN DAN PERIKANAN 1. Program dan Kegiatan Tujuan pembangunan bidang pertanian dan perikanan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 adalah : a. Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia petani nelayan, petugas, mitra petani, serta pelaku usaha pertanian lainnya; b. Meningkatkan kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis lainnya;

63

c. Meningkatkan kualitas sumber daya dinas dan sarana prasarana pendukung kelancaran tugas dinas; d. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian dan perikanan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan; e. Meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan, hortikultura, dan perikanan untuk memantapkan ketahanan pangan; f. Meningkatkan kualitas hasil pertanian yang berdaya saing dalam rangka peningkatan pendapatan petani-nelayan. Adapun sasarannya adalah sebagai berikut : a. Tercapainya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap petani-nelayan; b. Terwujudnya kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis yang mantap; tercapainya peningkatan kinerja dan kelancaran pelaksanaan tugas; c. Tercapainya peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian; d. Tercapainya peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan dan hortikultura; e. Tercapainya peningkatan pendapatan petani-nelayan melalui pengembangan usaha pertanian yang berwawasan agribisnis. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, dilaksanakan 6 (enam) program, yaitu Peningkatan Ketahanan Pangan, Pengembangan Agribisnis, Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pertanian, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pertanian, Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian, dan Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi dan Air Bersih. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebanyak 48 kegiatan sebagai berikut : a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, meliputi kegiatan – kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penangkaran benih palawija (DAK) Antisipasi kegagalan tanam Penanganan daerah sumber serangan OPT Pelatihan agensia hayati dan pengawasan pupuk dan pestisida Pengelolaan PAD Diversifikasi tanaman pangan non beras Pengembangan padi organik Pengembangan produksi padi beras merah Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan

(pendampingan)

64

10) 11) 12) 13) (DAK) 14) (DAK) 15)

Pembinaan sanitasi dan higiene pada produk perikanan Pengembangan budidaya ikan di pedesaan Operasionali balai benih ikan (BBI) Ponjong Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana perikanan tangkap

Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana usaha budidaya

Peningkatan pengelolaan potensi sumber daya ikan dan

kelestariannya b. Program Pengembangan Agribisnis meliputi kegiatan – kegiatan : 1) 2) Pembinaan pemasaran hasil pertanian Pembinaan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian

tanaman pangan (pendampingan) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pembinaan permodalan dan pemasaran Pengembangan kualitas dan produk hasil pertanian Pembinaan dan pengembangan alsintan Pembinaan agribisnis hortikultura Peningkatan tanaman hortikultura Pembinaan P4K Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk

hortikultura (pendampingan) 10) 11) 12) Sosialisasi penerapan manajemen mutu terpadu (PMMT) Pengembangan perikanan berbasis budidaya Pengembangan gerakan pemb. Perikanan rakyat

(GerbangPerak) bantuan bibit dan sarana perikanan darat 13) Pendampingan skim modal kerja (SMK) perikanan dan

kelautan 14) 15) Peningkatan kapasitas usaha perkebunan (DAK) Perbibitan sapi potong (DAK)

c. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pertanian 1) 2) Penguatan kelembagaan petani Penguatan lembaga penyuluh

65

3)

Fasilitasi sarana dan prasarana penyuluhan pertanian TP di 6

BPP (DAK) 4) 5) Pengembangan sistem informasi penyuluhan pertanian Pengembangan kelembagaan dan ketahanan pangan

d. Program Peningkatan Kualitas SDM Pertanian 1) 2) 3) 4) 5) 6) lokal 7) 8) 1) 2) 3) 4) f. Pengembangan perbengkelan mesin kapal perikanan Demonstrasi diversifikasi olahan ikan dan Gemarikan Pembinaan dan pengembangan sarana pertanian Pengelolaan data statistik pertanian Pengelolaan data statistik perikanan Promosi dan informasi perikanan dan kelautan Pemberdayaan penyuluh dengan sistem LAKU Peningkatan SDM petani dan nelayan Peningkatan SDM Magang pengolahan hasil perikanan Forum perencanaan pembangunan pertanian Bimtek pembuatan pellet (pakan ikan) dengan bahan baku

e. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian (pendampingan)

Program Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi dan Air Bersih 1) Fasilitasi jaringan irigasi dan jalan usaha tani (DAK)

2. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi APBD untuk pembangunan bidang pertanian dan perikanan Tahun 2006 sebesar Rp. 8.686.062.500,- terealisasi Rp. 7.726.013.400,-. Selain pendanaan yang bersumber dari APBD, terdapat program dan kegiatan yang bersumber dari APBN total Rp. 6.402.500.000,dan terealisasi Rp. 6.371.383.500,- Sedangkan untuk pendapatan, tahun 2006 ditarget sebesar Rp 363.840.000,- (Tiga ratus enam puluh tiga juta delapan ratus empat puluh ribu rupiah.) yang terbagi atas obyek-obyek yang berupa kebun dinas, BPP, pengembalian penguatan modal kelompok (BLM) dan lain-lain. Dari target tersebut terealisasi sebesar Rp. 385.221.495,- atau 105,89%. Secara umum, program dan kegiatan dalam bidang Pertanian dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul tahun 2006 termasuk dalam kategori baik dengan capaian kinerja sebesar 99,26 %. Dibandingkan dengan capaian kinerja tahun 2005 yaitu sebesar 98,77%, maka pada tahun 2006 meningkat sebesar 0,49%. Meskipun demikian masih banyak yang harus dilakukan

66

memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Adapun realisasi untuk masing – masing program dan kegiatan adalah sebagai berikut : a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, meliputi kegiatan – kegiatan : 1) Penangkaran benih palawija (DAK) terealisasi Rp.313.777.530,- (99,22%), Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan 5 kelompok tani dengan anggaran Rp.316.245.000 2) sedangkan untuk capain fisik dapat terealisasi 100 %. Antisipasi kegagalan tanam Kegiatan ini dilaksanakan dengan penyediaan bibit padi kacang tanah jagung komposit jagung hibrida dengan anggaran Rp. 69.960.000,terealisasi Rp. 67.936.000,- (97,11%), sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Penanganan daerah sumber serangan OPT Bentuk kegiatan ini adalah dengan gerakan pengendalian OPT dengan melibatkan 125 kelompok tani. Anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 262.670.000,- terealisasi sebesar Rp.211.290.000,- (80,44%), sedangkan untuk realisasi fisik tercapai 100%. 4) Pelatihan agensia hayati dan pengawasan pupuk dan pestisida Rp.54.266.000,terealisasi Rp.41.169.700 (75,87%), Anggaran 5)

sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. Pengelolaan PAD Anggaran Rp.150.690.000.,- terealisasi Rp.147.059.000. (97,59 %), sedangkan realisasi penerimaan PAD dapat melebihi target yaitu sebesar 105,89%. 6) Diversifikasi tanaman pangan non beras Kegiatan ini dilaksanakan dengan pengembangan produksi kacang hijau dan umbi – umbian dengan anggaran sebesar Rp.12.450.000, terealisasi sebesar Rp. 12.450.000 (100%), sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Pengembangan padi organik Kegiatan in melibatkan 2 kelompok tani dalam bentuk pelatihan kelompok dan penyaluran saprodi. Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 23.089.000,- terealisasi sebesar Rp. 21.229.000,- (97,47%) degan capaian fisik 100%. 8) Pengembangan produksi padi beras merah Kegiatan ini melibatkan 2 kelompok tani dalam bentuk pelatihan kelompok dan penyaluran saprodi untuk jenis tanaman beras merah.

67

Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.37.378.000,- terealisasi sebesar Rp.33.758.000,- (90,32%) dengan capaian fisik 100%. 9) Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan (pendampingan) Bentuk kegiatan ini adalah dengan penyelenggaraan pelatihan bagi petani dan temu usaha dan FFD dengan anggaran sebesar Rp. 155.064.000,-, terealisasi sebesar Rp. 153.227.000,- (98,82 %) dengan capaian fisik kegiatan 100%. 10) Pembinaan sanitasi dan higiene pada produk perikanan Anggaran kegiatan ini sebesar Rp. 7.500.000,- Dan terealisasi sebesar Rp. 5.757.500,- (76,77 %), sedangkan fisik kegiatan tercapai 100%. 11) Pengembangan budidaya ikan di pedesaan Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk pengembangan budidaya perikanan dengan 4 kelompok sasaran. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 16.495.000,-, terealisasi Rp. 15.910.000,- (96,45%) dengan realisasi fisik 100%. 12) Operasional balai benih ikan (BBI) Ponjong Untuk operasional kegitan Balai Benih Ikan di Ponjong, dianggarkan dana sebesar Rp. 15.000.000,- terealisasi 14.980.000,- (99,87%). Fisik kegiatan ini terealisasi 100%. 13) Peningkatan pengelolaan potensi sumber daya ikan dan kelestariannya Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pegetahuan petani nelayan dengan cara menyelenggarakan bimtek sistem pengelolaan sumberdaya perikanan, pelatihan pengawasan pemanfaatan potensi sumber daya perikanan dan sosialisasi perturan perundnag – undangan yang berlaku. Kegiatan ini menggunakan anggaran sebesar Rp. 76.115.000,- yang terealisasi sebesar Rp. 25.377.000,- atau 33,32%. Sedangkan pencapaian target fisik dapat terealisasi 100%. 14) Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana perikanan tangkap (DAK) Kegiatan ini dibiayai pemerintah melalui DAK yang bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap. anggaran sebesar Rp. 1.776.175.000, Bentuknya dengan terealisasi sebesar rehabilitasi ekosistem habitat pesisir dan kelautan dengan total Rp. 1.619.291.800,- atau 91,17 %. Sedangkan fisik kegiatan ini dapat tercapai 100%. 15) Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana usaha budidaya (DAK)

68

Kegiatan ini dibiayai pemerintah melalui DAK dengan nominal Rp. 160.970.000,- terealisasi Rp. 158.296.000,- atau sebesar 98,34%. Secara fisik, kegiatan ini dapat diselenggarakan 100%. b. Program Pengembangan Agribisnis meliputi kegiatan – kegiatan : 1) Pembinaan pemasaran hasil pertanian Kegiatan ini dilaksanaan dengan temu usaha tani sebagai upaya untuk memperoleh data harga pasar dan analisa usaha tani. Anggaran yang disediakan 100%. 2) Pembinaan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian tanaman pangan (pendampingan) Kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian ini dilaksanakan dalam bentuk pembinaan pasca panen (pembinaan dan pengolahan mangga dan pisang). Anggaran yang disediakan berjumlah Rp. 120.681.000,yang terealiasi Rp. 68.725.000,- atau sebesar 56,95%., sedangkan realisasi fisik mencapai 100%. 3) Pembinaan permodalan dan pemasaran Kegiatan ini berupa fasilitasi permodalan kelompok agar bisa melaksanakan tunda jual. Anggaran yang disediakan berjumlah Rp. 16.220.000,- yang terealiasi Rp.16.211.000,- atau sebesar 99,94%., sedangkan realisasi fisik mencapai 100%. 4) Pengembangan kualitas dan produk hasil pertanian Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyusun RKJM dengan anggaran Rp. 49.375.000,- terealisasi sebesar 46.388.000 atau 93,95%. Realisasi fisik kegiatan ini 100%. 5) Pembinaan dan pengembangan alsintan Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan realisasi fisik 100%, dari anggaran yang disediakan sebesar Rp. 108.964.000,- terealisasi sebesar Rp. 15.293.000,- atau 14,03%. 6) Pembinaan agribisnis hortikultura Kegiatan ini berbentuk kontes, pameran bursa produk buah – buahan. Sebagai produk unggulan tahun ini adalah srikoyo dan mangga malam yang sempat diseminarkan. Anggaran yang disediakan sebesar berjumlah Rp. 21.522.500,yang terealiasi Rp. 19.812.500,- atau sebesar 92,05%. Sedangkan untuk capaian fisik

69

Rp. 69.455.000,- terealisasi Rp. 66.517.500 atau 95,77%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 7) Peningkatan tanaman hortikultura Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 53.540.000,- terealisasi Rp. 49.568.000,- atau 92,58%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 8) Pembinaan P4K Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan KPK dengan magang. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 55.660.000,terealisasi Rp. 49.225.000,- atau 88,44%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 9) Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu produk hortikultura (pendampingan) Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan agribisnis yang dilaksanakan dengan penyelenggaraan pelatihan agribisnis. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 49.812.600,- terealisasi Rp. 47.707.000,atau 95,77%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 10) Sosialisasi penerapan manajemen mutu terpadu (PMMT) Anggaran yang disediakan sebesar Rp 2.375.000,- terealisasi Rp. 1.564.000,- atau 65,85%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 11) Pengembangan perikanan berbasis budidaya Anggaran yang disediakan sebesar Rp 14.545.000,- terealisasi Rp. 12.020.000,- atau 82,64%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 12) Pengembangan gerakan pemb. perikanan rakyat (GerbangPerak) bantuan bibit dan sarana perikanan darat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pencanangan gerbang perak. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 20.350.000,- terealisasi Rp. 19.289.000,- atau 94,79%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 13) Pendampingan skim modal kerja (SMK) perikanan dan kelautan Kegiatan ini gagal dilaksanakan karena dampak bencana alam gempa bumi 27 Mei 2006. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 6.780.000,terealisasi Rp. 0,- atau 0%. 14) Peningkatan kapasitas usaha perkebunan (DAK)

70

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas perkebunan khususnya kakao, mete dan lada. Anggaran yang disediakan berasal dari dana alokasi khusus sebesar Rp 531.152.500,terealisasi Rp. 524.611.500,- atau 98,77%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 15) Perbibitan sapi potong (DAK) kemampuan manajemen usaha tani kelompok, Kegiatan ini dibiayai dari dana alokasi khusus dengan hasil meningkatnya khususnya yang bergerak dalam pegadaan sapi betina. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 996.442.500,- terealisasi Rp. 743.157.900,- atau 74,58%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100% c. Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pertanian 1) Penguatan kelembagaan petani Kegiatan penguatan kelembagaan petani dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan kelompok – kelompok tani agar dapat berfungsi dengan maksimal demi peningkatan kesejahteraan para petani nelayan. Bentuk kegiatan ini adalah dengan forum – forum petani, fasilitasi LP3. Anggaran 100%. 2) Penguatan lembaga penyuluh Anggaran yang disediakan sebesar Rp 48.150.000,- terealisasi Rp. 46.936.500,- atau 97,48%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 3) Fasilitasi sarana dan prasarana penyuluhan (DAK) Kegiatan ini dibiayai dengan dana alokasi khusus yang direalisasikan dengan Pembangunan Balai Penyuluhan Pertanian, penambahan kendaran roda 2 dan peralatan kantor lainnya. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 1.073.995.000,- terealisasi Rp. 1.018.443.950,- atau 94,83%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 4) Pengembangan sistem informasi penyuluhan pertanian Anggaran yang disediakan sebesar Rp 39.320.000,- terealisasi Rp. 28.280.000,- atau 71,92%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 5) Pengembangan kelembagaan dan ketahanan pangan pertanian TP di 6 BPP yang disediakan sebesar Rp 9.380.000,terealisasi Rp. 7.880.000,- atau 84,01%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana

71

Anggaran yang disediakan sebesar Rp 74.905.400,- terealisasi Rp. 65.304.650,- atau 87,18%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. d. Program Peningkatan Kualitas SDM Pertanian 1) Pemberdayaan penyuluh dengan sistem LAKU Anggaran yang disediakan sebesar Rp 40.390.000,- terealisasi Rp.40.040.000,- atau 99,13%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 2) Peningkatan SDM petani dan nelayan Anggaran yang disediakan sebesar Rp 103.840.000,- terealisasi Rp.99.730.000,- atau 96,04%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 3) Peningkatan SDM Anggaran yang disediakan sebesar Rp 13.090.000,- terealisasi Rp.12.422.000,- atau 94,90%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 4) Magang pengolahan hasil perikanan Anggaran 100%. 5) Forum perencanaan pembangunan pertanian Anggaran yang disediakan sebesar Rp 48.775.000,- terealisasi Rp. 26.295.000,- atau 53,91%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. 6) Bimtek pembuatan pellet (pakan ikan) dengan bahan baku lokal Anggaran 100%. 7) Pengembangan perbengkelan mesin kapal perikanan Kegiatan ini tidak dapat terlaksana. Anggaran yang disediakan sebesar Rp10.304.000,- terealisasi Rp. 0,00,- atau 0,00%. 8) Demonstrasi diversifikasi olahan ikan dan Gemar ikan Anggaran yang disediakan sebesar Rp 26.000.000,- terealisasi Rp.18.483.750,- atau 71,09%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%. e. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pertanian yang disediakan sebesar Rp 3.600.000,terealisasi Rp.2.940.000,- atau 81,67%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana yang disediakan sebesar Rp 3.000.000,terealisasi Rp. 2.699.750,- atau 89,99%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana

72

1)

Pembinaan dan pengembangan sarana pertanian (pendampingan) Alokasi Anggaran yang disediakan sebesar Rp 152.681.000,- terealisasi Rp. 138.852.500,- atau 90,94%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%.

2)

Pengelolaan data statistik pertanian Kegiatan ini menghasilkan data SP, angka ramalan dan angka sasaran produksi pertanian. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 80.270.000,terealisasi Rp. 80.227.500,- atau 99,95%. Sedangkan fisik kegiatan ini terlaksana 100%.

3)

Pengelolaan data statistik perikanan Alokasi Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp 8.620.000,- terealisasi Rp. 7.214.000,- atau 83,69%. Sedangkan realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 4) Promosi dan informasi perikanan dan kelautan kegiatan ini dilaksanakan dengan promosi dan Rencanaanya

penyebarluasan informasi tentang kelautan serta pentingnya konsumsi ikan sejak dini. Karena berbagai kendala, kegiatan ini tidak dilaksanakan. Alokasi Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp 40.650.000,- terealisasi Rp. 0,00,- atau 0,00%. f. Program Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi dan Air Bersih 1) Fasilitasi jaringan irigasi dan jalan usaha tani (DAK) Realisasi fisik kegiatan ini berupa terbangunnya jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) di kecamatan Patuk Semanu, Wonosari, Karangmojo, Semin dan Ponjong. Selain itu, juga terbangunnya jembatan dan dam parit. Alokasi Anggaran untuk kegiatan ini berasal dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1.317.135.000,- terealisasi Rp. 1.310.092.000,atau 99,47%. Sedangkan realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. Salah satu Program Pembangunan Pertanian Kabupaten Gunungkidul adalah Peningkatan Ketahanan Pangan yang pada tahun 2006 dari realisasi hasil penghitungan dapat dikatakan cukup berhasil. Pada tahun 2006 produksi komoditas padi sebanyak 214.139 ton, sedangkan kebutuhan beras penduduk Kabupaten Gunungkidul sebanyak 79.682,93 ton (dengan asumsi jumlah penduduk pada tahun 2005 sebanyak 758.885 jiwa dan kebutuhan beras 105 kg per kapita per tahun). Selain untuk konsumsi, produksi padi dipergunakan pula untuk benih dan untuk berbagai kepentingan sosial lainnya. Di samping itu

73

produksi tanaman pangan pengganti beras yaitu jagung dan ubi kayu relatif lebih dari cukup yaitu sebesar 156.435 ton untuk jagung dan 894.106 ton untuk ubi kayu. Dari sisi produksi, ketahanan pangan dapat tercapai, namun dari distribusi hasil produksi masih belum merata, mengingat kepemilikan lahan petani rata-rata kurang dari 0,5 ha. Di sisi lain, beberapa komoditas tanaman pangan mengalami penurunan produksi yaitu jagung dan kacang hijau. Hal ini antara lain disebabkan adanya pergeseran luas tanam dari jagung ke kacang tanah, yang berakibat pada turunnya luas panen jagung dan produksi menjadi berkurang. Untuk komoditas kacang hijau produksi menurun karena adanya penurunan produktivitas. Untuk komoditas perikanan, secara umum mengalami peningkatan produksi dibandingkan tahun 2005. Sumberdaya perikanan ini masih memiliki peluang untuk ditingkatkan produksinya dengan meningkatkan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana penangkapan dan budidaya ikan. Dari hasil penghitungan analisa usaha tani (padi-palawija) pada tahun 2006 ada peningkatan pendapatan, disamping ada yang menurun. Sebenarnya pendapatan dari hasil pertanian ini dapat lebih ditingkatkan, yaitu dengan meningkatkan produktivitas, meningkatkan harga jual di tingkat produsen, serta mengolah hasil pertaniannya menjadi produk-produk olahan, sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Karena itu perlu kegiatan pembinaan pengolahan hasil pertanian. Selain itu informasi pasar produk-produk pertanian yang sudah ada perlu lebih diintensifkan lagi, dan lebih disesuaikan dengan permintaan dan penawaran (demand dan supply), sehingga apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi dan apa yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan baik. 3. Permasalahan dan Solusi Berhasil atau tidaknya pelaksanaan program dan kegiatan dalam bidang pertanian dan perikanan merupakan hasil kerja keras seluruh pihak terkait. Dengan keberhasilan ini, bukan berarti bidang pertanian dan perikanan terbebas dari berbagai permasalahan ataupun hambatan. Beberapa hal yang menjadi permasalahan antara lain bahwa sistem pertanian di Kabupaten Gunungkidul sebagian besar merupakan tadah hujan yang masih sangat tergantung pada turunnya hujan. Awal musim penghujan yang tidak menentu dan sulit diprediksi seringkali mengecoh para petani. Setelah hujan mulai turun yang dianggap sebagai pertanda dimulainya musim penghujan, para petani memulai musim

74

tanam, akan tetapi tiba-tiba hujan berhenti untuk waktu yang agak lama. Hujan pedhatan yang seringkali terjadi ini, menyebabkan banyak tanaman yang sebelumnya sudah mulai bersemi mengalami kekeringan dan lama kelamaan akan mati. Curah hujan rata-rata tahun 2006 lebih sedikit dibandingkan tahun 2005. namun distribusi hujan harian tidak merata. Hal ini diantisipasi secara sederhana dengan menggunakan analisa perilaku hujan melalui data curah hujan beberapa tahun sebelumnya, sehingga diharapkan dapat meramalkan bagaimana perilaku hujan untuk tahun ini dan memberikan rekomendasi yang tepat. Dalam mengantisipasi kejadian hujan pedhatan, dianjurkan untuk menanam tanaman yang tahan terhadap kekurangan air (cekaman air), varietas umur genjah, penggunaan pupuk organik yang proporsional, dan membuat cekungan (embung parit) untuk menampung air permukaan, serta pola tanam yang sesuai. Tersedianya alat dan mesin pertanian diperlukan dalam mendukung kegiatan pertanian. Namun dari data yang ada, ternyata masih ada alat dan mesin pertanian yang kondisinya rusak, sehingga tidak bisa digunakan. Untuk itu perlu diusahakan bengkel alat dan mesin pertanian serta peningkatan sumber daya manusia perbengkelan, sehingga alat maupun mesin pertanian yang rusak dapat diperbaiki dan dipergunakan kembali. Selain itu perlu juga menambah operatoroperator yang mampu mengoperasikan alat dan mesin pertanian dengan benar, sehingga kerusakan alat dan mesin pertanian akibat pemakaian yang salah dapat dihindarkan. Pada tahun 2006 banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangka penangkaran benih pertanian. Pemanfaatan hasil dari kegiatan tersebut sebagian besar masih dalam lingkup kelompok (mencukupi kebutuhan benih kelompok sendiri), sehingga perlu lebih ditingkatkan lagi baik kualitas maupun kuantitasnya. Kegiatan penangkaran yang sudah dilaksanakan memberikan kontribusi terhadap kebutuhan benih sekitar 5% dari kebutuhan benih. Petani seringkali masih kesulitan untuk mendapatkan benih pada saat dimulainya musim tanam. Untuk itu kegiatan penangkaran benih pertanian harus lebih ditingkatkan pada kuantitas maupun kualitas. Disamping itu, para petani sendiri perlu di beri pelatihan secara swadaya mengenai penangkaran benih sehingga disamping dapat mencukupi kebutuhan benihnya juga dapat menyediakan benih bagi kelompok yang lain.

75

Kegiatan pengembangan produksi perikanan secara umum pada tahun 2006 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2005 terutama produksi perikanan laut. Hal ini disebabkan kondisi alam yang tidak menentu, terutama adanya bencana gempa bumi serta kekhawatiran akan terjadinya gelombang tsunami yang beberapa waktu melanda perairan pantai selatan. Sebenarnya peluang untuk meningkatkan produksi perikanan masih besar. Untuk itu diperlukan kerja keras dari semua pihak dan meningkatkan pengetahuan/ketrampilan petani nelayan, baik mengenai budidaya perikanan, penangkapan yang memperhatikan kelestarian hayati, pelestarian habitat perikanan, maupun perilaku para petani nelayan yang profesional. Disamping itu kelembagaan petani nelayan maupun kegiatan usahanya perlu terus dilakukan pembinaan.

B. BIDANG PETERNAKAN 1. Program dan Kegiatan Salah satu potensi unggulan daerah Kabupaten Gunungkidul adalah di bidang peternakan. Luasnya lahan yang tersedia dan banyaknya tenaga kerja merupakan modal yang sangat bernilai dan hingga saat ini, Gunungkidul terkenal sebagai gudang ternak di wilayah Propinsi D.I.Yogyakarta. Keunggulan – keunggulan tersebut terus dipacu dengan melaksanakan berbagai kebijakan di bidang peternakan. Pembangunan bidang peternakan di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2006 diarahkan untuk mewujudkan Gunungkidul sebagai gudang ternak yang mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan dan taraf hidup peternak. Program dan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten Gunungkidul pada Tahun 2006 adalah : a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1) Pengadaan straw dan sarana pemeliharaan IB. 2) Pengembangan sentra hijauan pakan ternak (HPT). 3) Bantuan ternak untuk pemberdayaan keluarga miskin. 4) Pengadaan obat-obatan dan vaksin hewan/ternak. 5) Vaksinasi hewan. 6) Pengembangan Permodalan KKP 7) Lomba peternakan tingkat Kabupaten dan tingkat Provinsi 8) Pembuatan peta penyakit hewan b. Program Pengembangan Agribisnis

76

1) Penggemukan sapi potong 2) Pemantapan dan pengembangan kemitraan usaha pengolahan pakan ternak 3) Pengembangan pejantan PE. 4) Pengembangan kambing pejantan Bligon. 5) Temu usaha peternakan 6) Pembinaan kemitraan usaha peternakan 7) Kursus terpadu pola agribisnis peternakan 8) Pengamatan dan sosialisasi penyakit hewan 9) Pendampingan program pembangunan peternakan c. Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Pertanian 1) Penumbuhan dan pengembangan P4S 2) Pemberdayaan asosiasi peternakan 3) Sosialisasi Perda bidang peternakan 4) Pengembangan usaha ternak puyuh d. Program Penguasaan, Pengembangan dan penerapan Teknologi Peternakan 1) Kaji terap teknologi spesifikasi lokasi 2) Pendampingan penerapan teknologi transfer embrio sapi 3) Sosialisasi standarisasi produk ternak 4) Pembinaan masyarakat 5) Dem penerapan teknologi penggemukan sapi potong e. Program Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan Teknologi Informasi Teknologi dan Komunikasi 1) Pengelolaan statistik peternakan 2) Pemuktahiran data peternakan 3) Pelatihan sistem informasi kesehatan hewan dan peternakan 4) Menyediakan data mutasi perdagangan ternak, keluar masuk pasar dan keluar daerah 5) Menyediakan data informasi harga sapronak dan hasil ternak f. Program Kualitas Perlayanan Publik 1) Penilaian angka kredit jabatan fungsional 2) Penyusunan perencanaan pedoman dan laporan umum 3) Ratekcanak 4) Monitoring dan evaluasi program peternakan 5) Pengawasan dan pembinaan kesmavet dan pengembangan inovasi teknologi peternakan

77

6) Intensifikasi PAD 7) Pemberdayaan penyuluh 8) Pemantapan perencanaan PKSP peternakan 9) Peningkatan sarana dan prasarana kantor 10) Penyusunan program penyuluhan dan RKPP 11) Pameran pembangunan peternakan 12) Rekomendasi izin gangguan 13) Monitoring BAH dan Monitoring TPH 14) Peningkatan koordinasi kerjasama pawonsari 15) Penataan dan pengembangan ternak pemerintah 16) Pengdaan peralatan bahan kimia dan reagensia lab. 17) Pengawasan mutu pakan ternak 18) Pemeriksaan lalu lintas ternak 19) Pembinaan dan penataan kawasan usaha peternakan 20) Pelatihan teknis UKL/UPL di bidang peternakan 21) Pengawasan perusahaan peternakan 3. Realisasi Program dan Kegiatan Secara umum, capaian target program/kegiatan sebagaimana tersebut di atas dapat berjalan dengan sangat berhasil dengan rata – rata capaian diatas 90%. Pada realisasi pendapatan yang dicanangkan semula adalah

Rp. 4.623.143.500 dan realisasi pendapatan Rp. 4.085.503.100,- atau mencapai 88,37%. Dari nilai capaian kinerja ini dapat dikatakan bahwa pencapaian pendapatan sangat berhasil. Beberapa penerimaan yang tidak memenuhi target antara lain dari tunggakan penggemukan tahun 1999/2000, tahun 2003, tahun 2003, tahun 2004 dan tahun 2005. Peternak penerima bantuan penggemukan sapi belum melunasi pinjamannya walaupun sudah dilakukan penagihan secara intensif. Sedangkan untuk pembiayaan program dan kegiatan bidang peternakan yang dibiayai dari APBD Kabupaten sebesar belanja aparatur Rp. 2.886.956.377,Rp. 4.034.851.640,- terdiri dari belanja pelayanan publik

dan

Rp. 1.147.895.263,-. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang peternakan pada tahun 2006 adalah sebagai berikut: a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan 1) Pengadaan straw dan sarana pemeliharaan IB.

78

Kegiatan ini menyalurkan 13.250 dosis IB dengan pembiayaan Rp. 143.393.825 dan tercapai realisasi Rp. 130.747.200 atau 91,18% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Pengembangan sentra hijauan pakan ternak (HPT). Kegiatan ini menyalurkan 225.000 realisasi stek dengan pembiayaan

Rp. 36.310.000 dan tercapai

Rp. 35.742.000 atau 98,44%,

sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Bantuan ternak untuk pemberdayaan keluarga miskin. Kegiatan ini menyalurkan 5.000 ekor untuk keluarga miskin dengan pembiayaan Rp. 19.410.000 dan tercapai realisasi Rp. 16.462.900 atau 84,82% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pengadaan obat-obatan dan vaksin hewan/ternak. Kegiatan ini menyalurkan obat dan vaksin di 4 unit poskeswan dengan pembiayaan Rp. 41.226.000 dan tercapai realisasi Rp. 40.963.900 atau 99,36% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Vaksinasi hewan. Kegiatan melaksanakan pemberian vaksinasi tiap semester dengan pembiayaan Rp. 6.130.000 dan tercapai realisasi Rp. 5.696.000 atau 99,92%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Pengembangan Permodalan KKP Kegiatan ini menyalurkan bantuan pada 12 kelompok dengan pembiayaan Rp. 3.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.000.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Lomba peternakan tingkat Kabupaten dan tingkat Provinsi Kegiatan melakukan pembinaan terhadap 59 kelompok dan diajukan sebagai wakil Kabupaten Gunungkidul sebanyak 9 kelompok dengan pembiayaan Rp. 25.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 24.634.500 atau 100% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 8) Pembuatan peta penyakit hewan Kegiatan ini memetakan data endemi penyakit hewan dengan pembiayaan Rp. 1.700.000 dan tercapai realisasi Rp. 1.375.000 atau 80,88%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. b. Program Pengembangan Agribisnis 1) Penggemukan sapi potong

79

Kegiatan ini melaksanakan penyaluran bantuan pinjaman penggemukan sapi pada 1.100 ekor dengan pembiayaan Rp. 63.700.000 dan tercapai realisasi Rp. 60.754.000 atau 95,38% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Pemantapan dan pengembangan kemitraan usaha pengolahan pakan ternak Kegiatan ini melaksanakan kemitraan usaha dengan perguruan tinggi untuk pengolahan pakan ternak dengan pembiayaan Rp. 73.600.000 dan tercapai realisasi Rp. 67.557.000 atau 91,79% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Pengembangan pejantan PE. Kegiatan pengadaan kambing PE sebanyak 30 ekor dengan pembiayaan Rp. 44.310.000 dan tercapai realisasi Rp. 43.127.490 atau 99,36%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pengembangan kambing pejantan Bligon. Kegiatan pengadaan pejantan Bligon sebanyak 37 ekor dengan pembiayaan Rp. 41.226.000 dan tercapai realisasi Rp. 40.963.900 atau 99,36%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%.

5) Temu usaha peternakan Kegiatan melaksanakan temu usaha peternakan dengan peserta 30 orang dan pembiayaan Rp. 2.360.000 serta tercapai realisasi Rp. 2.360.000 atau 100% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Pembinaan kemitraan usaha peternakan Kegiatan merupakan kemitraan usaha peternakan inti dan plasma dengan sasaran 12 orang dengan pembiayaan Rp. 2.500.000 dan tercapai realisasi Rp. 2.471.800 atau 98,87% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Kursus terpadu pola agribisnis peternakan Kegiatan ini melaksanakan kursus terpadu pola agribisnis dengan sasaran 80 orang serta pembiayaan Rp. 8.017.000 dan tercapai realisasi

Rp. 6.409.000 atau 79,94%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 8) Pengamatan dan sosialisasi penyakit hewan Kegiatan ini melaksanakan pemeriksaan ternak dengan sasaran sebanyak 500 sampel dengan pembiayaan Rp. 7.668.500 dan tercapai realisasi

80

Rp. 5.688.000 atau 74,17% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 9) Pendampingan program pembangunan peternakan Kegiatan ini melaksanakan pendampingan program peternakan pada 6 kelompok dengan pembiayaan Rp. 19.400.000 dan tercapai realisasi Rp. 6.222.000 atau 32,07%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai

32,07%. c. Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Pertanian 9) Penumbuhan dan pengembangan P4S Kegiatan ini melaksanakan pengembangan kelembagaan peternak melalui study banding pada 2 lokasi dengan pembiayaan Rp. 8.615.000 dan tercapai realisasi Rp. 8.180.500 atau 94,96%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 10) Pemberdayaan asosiasi peternakan Kegiatan ini bimtek bagi PSK anggota asosiasi selama 2 hari dengan pembiayaan Rp. 4.900.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.230.000 atau 65,92% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 11) Sosialisasi Perda bidang peternakan Kegiatan sosialsasi perda bidang peternakan dengan peserta 60 orang dan pembiayaan Rp. 4.800.000 dan tercapai realisasi Rp. 76,90% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 12) Pengembangan usaha ternak puyuh Kegiatan ini melaksanakan penguatan modal pada 2 kelompok dengan pembiayaan Rp. 5.800.000 dan tercapai realisasi Rp. 90,43% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. d. Program Penguasaan, Pengembangan dan penerapan Teknologi Peternakan 1) Kaji terap teknologi spesifikasi lokasi Kegiatan ini melaksanakan alih teknologi peternakan sarasan 540 orang dengan pembiayaan Rp. 27.380.000 dan tercapai realisasi Rp. 27.032.000 atau 98,73% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Pendampingan penerapan teknologi transfer embrio sapi 5.245.000 atau 3.691.000 atau

81

Kegiatan ini melaksanakan penerapan teknologi transfer embrio sebanyak 4 embrio dan terealisasi 2 embrio dengan pembiayaan Rp. 2.160.000 dan tercapai realisasi Rp. 1.956.000 atau 90,56% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 50%. 3) Sosialisasi standarisasi produk ternak Kegiatan ini melaksanakan sosialisasi standarisasi ternak dengan peserta 40 orang dan pembiayaan Rp. 1.300.000 dan tercapai realisasi Rp. 1.300.000 atau100% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pembinaan dan pengembangan inovasi teknologi peternakan masyarakat Kegiatan ini melaksanakan bimtek inovasi teknologi peternakan dengan peserta 40 orang dan pembiayaan Rp. 8.812.500 dan tercapai realisasi Rp. 8.367.500 atau 90,43% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Dem penerapan teknologi penggemukan sapi potong Kegiatan ini melaksanakan percontohan penggemukan sapi dengan produk lokal sebanyak 2 unit dengan pembiayaan Rp. 11.027.500 dan tercapai realisasi Rp. 10.504.500 atau 95,26%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. e. Program Pemantapan Pengelolaan data dan Pendayagunaan Teknologi Informasi Teknologi dan Komunikasi 1) Pengelolaan statistik peternakan Kegiatan ini melaksanakan alih pengelolaan statistik peternakan dengan pembiayaan Rp. 19.100.000 dan tercapai realisasi Rp. 19.016.000 atau 99,56% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Pemutakhiran data peternakan Kegiatan ini melaksanakan pemuktahiran data peternakan dengan pembiayaan Rp. 14.450.000 dan tercapai realisasi Rp. 13.670.000 atau 94,60% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Pelatihan sistem informasi kesehatan hewan dan peternakan Kegiatan ini melaksanakan pelatihan sistem informasi kesehatan hewan dengan pembiayaan Rp. 5.700.000 dan tercapai realisasi Rp. 5.699.000 atau 99,99% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%.

82

4) Menyediakan data mutasi perdagangan ternak, keluar masuk pasar dan keluar daerah Kegiatan ini pendataan mutasi ternak dengan pembiayaan Rp. 3.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.000.000 atau 100% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Menyediakan data informasi harga sapronak dan hasil ternak Kegiatan ini melaksanakan pendataan sapronak dan hasil ternak dengan pembiayaan Rp. 2.500.000 dan tercapai realisasi Rp. 2.480.000 atau 99,20% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. f. Program Kualitas Pelayanan Publik 1) Penilaian angka kredit jabatan fungsional Kegiatan ini melaksanakan penilaian angka kredit fungsional peternakan sebanyak 24 orang dan terealisir 19 orang dengan pembiayaan Rp. 8.320.000 dan tercapai realisasi Rp. 7.530.000 atau 99,51%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 79,17%. 2) Penyusunan perencanaan pedoman dan laporan umum Kegiatan ini melaksanakan penyusunan dokumen perencanaan pedoman kegiatan dengan pembiayaan Rp. 10.400.000 dan tercapai realisasi Rp. 8.844.000 atau 85,04% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Ratekcanak Kegiatan ratekcanak ini dengan pembiayaan Rp. 10.985.000 dan tercapai realisasi Rp. 10.619.000 atau 96,67% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Monitoring dan evaluasi program peternakan Kegiatan ini melaksanakan monev program peternakan dengan pembiayaan Rp. 8.900.000 dan tercapai realisasi Rp. 8.593.500 atau 100% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Pengawasan dan pembinaan kesmavet Kegiatan ini melaksanakan pengawasan kesmavet dengan sasaran 35 sampel dan pembiayaan Rp. 13.277.500 dan tercapai realisasi Rp. 12.474.000 atau 93,95%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Intensifikasi PAD

83

Kegiatan ini melaksanakan intensifikasi PAD peternakan dan pembiayaan Rp. 4.623.144 dan tercapai realisasi Rp. 4.085.503 atau 92,71%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 88,37%. 7) Pemberdayaan penyuluh Kegiatan ini melaksanakan pemberdayaan penyuluh dengan sasaran 21 orang dan pembiayaan Rp. 15.416.000 dan tercapai realisasi Rp. 15.416.000 atau 100% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 8) Pemantapan perencanaan PKSP peternakan Kegiatan ini melaksanakan pemantapan PKSP peternakan dengan pembiayaan Rp. 8.055.000 dan tercapai realisasi Rp. 7.570.000 atau 93,98% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 9) Peningkatan sarana dan prasarana kantor Kegiatan ini melaksanakan rehab dan pengadaan sarana dan prasarana kantor dengan pembiayaan Rp. 393.778.400 dan tercapai realisasi Rp. 376.842.500 atau 95,70% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 10) Penyusunan programa penyuluhan dan RKPP Kegiatan ini melaksanakan penyusunan programa penyuluhan dan RKPP dengan pembiayaan Rp. 10.670.000 dan tercapai realisasi Rp. 9.841.000 atau 92,23% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 11) Pameran pembangunan peternakan Kegiatan ini melaksanakan pameran peternakan sebanyak 3 kali dan teralisasi 1 kali dengan pembiayaan Rp. 12.332.500 dan tercapai realisasi Rp. 5.474.000 atau 48% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 15%. 12) Rekomendasi izin gangguan Kegiatan ini melaksanakan pemberian ijin gangguan peternakan dengan pembiayaan Rp. 3.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 2.986.000 atau 99,53% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 13) Monitoring BAH dan Monitoring TPH Kegiatan ini melaksanakan pengawasan BAH dengan pembiayaan Rp. 5.750.500 dan tercapai realisasi Rp. 5.455.000 atau 94,88%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 14) Peningkatan koordinasi kerjasama pawonsari

84

Kegiatan

ini

melaksanakan

koordinasi

perencanaan

kerjasama

PAWONSARI bidang peternakan dengan pembiayaan Rp. 4.700.000 dan tercapai realisasi Rp. 4.290.000 atau 91,28% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 15) Penataan dan pengembangan ternak pemerintah Kegiatan ini melaksanakan sistem gaduh ternak pemerintah dengan sasaran 1.354 KK dan teralisasi 1.296 KK serta pembiayaan Rp. 12.220.000 dan tercapai realisasi Rp. 9.967.150 atau 81,56%,

sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 95,72%. 16) Pengadaan peralatan bahan kimia dan reagensia lab. Kegiatan ini melaksanakan pengadaan peralatan bahan kimia dan reagensia lab. dengan pembiayaan Rp. 4.800.000 dan tercapai realisasi Rp. 4.693.700 atau 97,79%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 17) Pengawasan mutu pakan ternak Kegiatan ini melaksanakan pengawasan mutu ternak dengan sasaran 18 sampel dan pembiayaan Rp. 7.100.000 dan tercapai realisasi Rp. 6.510.000 atau 91,69%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 18) Pemeriksaan lalu lintas ternak Kegiatan ini melaksanakan pengawasan lalu lintas ternak dengan sasaran 10.000 ekor dan pembiayaan Rp. 2.770.000 dan tercapai realisasi Rp. 2.758.500 atau 99,58%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 19) Pembinaan dan penataan kawasan usaha peternakan Kegiatan ini melaksanakan penataan kawasan peternakan dengan sasaran 3 lokasi dan pembiayaan Rp. 4.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.985.100 atau 99,99%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 20) Pelatihan teknis UKL/UPL di bidang peternakan Kegiatan ini melaksanakan pelatihan UKL/UPL bidang peternakan dengan sasaran 30 orang dan pembiayaan Rp. 3.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 12.474.000 atau 79,70% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 21) Pengawasan perusahaan peternakan Kegiatan ini melaksanakan pengawasan perusahaan peternakan pada 5 perusahaan peternakan dengan pembiayaan Rp. 2.000.000 dan tercapai

85

realisasi Rp. 1.975.000 atau 98,75%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3. Permasalahan dan Solusi Meskipun capaian kinerja berada pada kategori sangat berhasil, dalam bidang peternakan masih terdapat berbagai hambatan / permasalahan yang perlu mendapatkan pemecahan bersama. Beberapa hal yang menjadi kendala antara lain sebagai berikut : Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengadaan dan droping bibit rumput adalah tidak serentak dengan datangnya musim penghujan di tiap wilayah serta adanya pedatan hujan. Untuk mengatasi pedatan hujan dilakukan penundaan droping rumput dan setelah hujan turun terus-menerus baru diberikan. Isu serangan wabah penyakit utamanya AI yang meluas sehingga akan dikawatirkan terjadi kematian pada ayam buras yang didrop. Kendala ini diatasi dengan pengawasan kesehatan ternak ayam secara lebih sungguhsungguh. Permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan vaksinasi hewan/ternak, antara lain terbatasnya petugas dan minimnya informasi masyarakat mengenai macam-macam penyakit hewan menular. Untuk mengatasinya dilakukan, penyediaan brosur tentang penyakit hewan, bimbingan dan pelatihan vaksinasi bagi masyarakat umum terutama peternak yang tergabung dalam kelompok. Permasalahan penggemukan sapi belum bisa maksimal dalam jangka waktu 10 bulan, dikarenakan dana pinjaman baru dapat direalisasikan pada bulan Maret padahal bulan Desember harus sudah dikembalikan dan awal pemeliharaan di musim kemarau sehingga kondisi ketersediaan pakan kurang. Untuk mengatasi ini dilakukan pembinaan kepada peternak untuk efisiensi pemberian pakan dserta melakukan pengolahan limbah pertanian dijadikan pakan ternak bergizi Mendekati musim penghujan ada kendala padatnya pekerjaan petani sehingga untuk mengumpulkan orang dibutuhkan kiat khusus dengan menyebarkan undangan minimal 1 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini mendapat respons yang baik dari masyarakat. Tenaga medik veteriner dan dokter hewan Poskeswan/Laboratorium Kesehatan Hewan belum semua terisi. Keterbatasan keberadaan sapronak karena tergantung pabrik luar daerah.

86

-

Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berwawasan lingkungan. Masuknya produk asal ternak dan ternak hidup dari luar negeri. Tingginya prosentase pemotongan ternak betina produktif. Lemahnya posisi peternak unggas terhadap penyediaan sapronak dan pemasaran hasil produksi. Permintaan ternak hidup ke luar daerah meningkat dan jika tidak diimbangi tingkat kelahiran yang tinggi akan menyebabkan penurunan populasi. Keterbatasan ketersediaan pakan unggas bermutu, obat-obatan dan bibit ternak unggul.

C. BIDANG KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN !. Program dan Kegiatan Penyelenggaraan pembangunan bidang kehutanan dan perkebunan diarahkan untuk mewujudkan sumberdaya kehutanan dan perkebunan yang lestari dan berdaya saing untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan bidang kehutanan dan perkebunan pada tahun 2006 bertujuan untuk: a. Merehabilitasi lahan kritis dan potensial kritis b. Memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan pengembangan ekosistem kawasan konservasi c. Meningkatkan produksi, produktivitas nilai tambah dan daya saing produk hutbun d. Terwujudnya sistem perencanaan pembangunan hutbun yang mantap e. Terwujudnya partisipasi stake holders untuk berperan dalam pembangunan kehutanan dan perkebunan. Tujuan – tujuan tersebut mengarah pada sasaran : a. Berkurangnya lahan kritis dan potensial kritis b. Meningkatnya luasan kawasan ekosistem konservasi yang terpelihara c. Prosentase peningkatan produksi produktivitas nilai tambah dan daya saing produk hutbun d. Tersedianya data base yang valid dan up to date e. Semakin meningkatnya partisipasi stake holders untuk berperan dalam pembangunan hutbun Adapun program / kegiatan bidang kehutanan dan perkebunan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 adalah sebagai berikut: a. Program Pemantapan Potensi Sumber Daya Hutan

87

Program ini dilaksanakan dengan kegiatan – kegiatan : 1) Pengembangan hutan rakyat 2) Pemeliharaan HR tahun I 3) Penghijauan sempadan pantai 4) Penghijauan DTA telaga 5) Penghijauan kawasan sumber air 6) Penanganan habitat kera ekor panjang 7) Penanganan habitat wallet 8) Pendampingan GERHAN 9) Operasional tim pemberantasan penebangan kayu secara illegal di kawasan hutan dan peredarannya 10) Pembuatan gully plug 11) Pembuatan dam penahan b. Program Pemantapan dan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan Kegiatan : 1) Pemberdayaan kelompok hutan kemasyarakatan (HKm)

c. Program Pengembangan Agribisnis Usaha Kehutanan dan Perkebunan Kegiatan : 1) Pembinaan dan unit percontohan pengelolaan hutan rakyat lestari (UPPHRL) 2) Pengembangan tanaman kelapa 3) Pembinaan dan gerakan pengendalian OPT dengan musuh alami dan pestisida nabati 4) Penguatan modal bergulir masyarakat dengan penguatan modal kelompok tani untuk pasca panen kakao 5) Study orientasi pemantapan pengembangan kawasan sentra produksi (PKSP) Kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY 6) Pengembangan usaha perlebahan 7) Penataan dan pengembangan modal usaha bergulir kelompok KIMBUN 8) Study orientasi pengembangan tanaman jarak 9) Pengembangan tanaman empon-empon

88

10) Pendampingan kegiatan pembinaan pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan 11) Pendampingna peningkatan produksi, produktivitas dan mutu perkebunan d. Program Penguasaan , Pengembangan dan Penerapan Teknologi Kegiatan : 1) Penanganan pasca panen mete 2) Penanganan pasca panen tembakau (magang) 3) Stimulan pembuatan demplot / percontohan teknis kehutanan dan perkebunan 4) Pembuatan KBD 5) Penyegaran tenaga penyuluh hutbun 6) Pendampingan sentra penyuluh kehutanan pedesaan (SPKP) 7) Pembinaan kelompok juara lomba PPKAN tingkat propinsi dan nasional 8) Konservasi tanaman tebelo puso e. Program Pemantapan Pengelolaan Data, Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kegiatan : 1) Perencanaan partisipatif dalam rangka penyusunan Renja WKPKP (desa) 2) Forum SKPD bidang hutbun 3) Penyusunan rancangan teknis kegiatan (T0) tahun 2006 4) Pembuatan brosur/leaflet 5) Penyusunan neraca tegakan HR Kabupaten Gunungkidul 6) Pengukuran erosi 7) Penyusunan statistik hutbun tahun 2006 8) Penyusunan data base digital hutbun 9) Penyusunan Buku Informasi Pembangunan Hutbun Tahun 2006 10) Evaluasi kegiatan tahun 2005 11) Monitoring dan bimbingan teknis pelaksanaan kegiatan tahun 2006 12) Penyusunan RKA Dishutbun Tahun 2007

89

13) Inventarisasi dan identifikasi kelompok tani kehutanan 14) Inventarisasi tanah kas desa dan tanah SG sebagi potensi pengembangan program hutbun 15) Penyusunan program penyuluhan hutbun dan Rencana kerja PKL f. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kegiatan : 1) Penerbitan SKSHH 2) Lomba penghijauan swadaya dan PPKAN 3) Penilaian angka kredit jabatan fungsional hutbun 4) Pelaksanaan supervisi PKL 5) Pameran pembangunan hutbun 6) Siaran radio hutbun 7) Penyusunan LAKIP Dishutbun Tahun 2006 8) Peningkatan sarana dan prasarana 9) Fasilitasi kerja bimbingan dan latihan kelompok g. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Kegiatan : 1) Pendampingan kegiatan pengelolaan lahan dan air. h. Program pengembagan agribisnis 1) Inensifikasi tanaman kakao i. Program GERHAN, meliputi kegiatan : 1) Rehabilitasi dan konservasi lahan dan hutan j. Program Pembinaan pasca panen pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan meliputi kegiatan : 1) Pengadaan alat pengepres buah semu jambu mete 2) Pengadaan alat pengolahan jambu mete k. Program peningkatan ketahanan pangan yang meliputi kegiatan : 1) Pengelolaan lahan dan air 2) Pengelolaan air. 2. Realisasi Program dan Kegiatan Pada Tahun Anggaran 2006 bidang Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi anggaran APBD sebesar Rp 4.198.841.496,00 selain itu, juga mendapatkan alokasi anggaran dari APBN

90

sebesar APBN sebesar

Rp. 2.795.033.000,00 total biaya dari APBD dan Rp. 6.993.874.496,00 (Enam milyar

sembilan ratus sembilan puluh tiga juta delapan ratus tujuh puluh empat ribu empat ratus sembilan puluh enam rupiah). Sedangkan untuk pendapatan, berhasil menyumbang PAD sebesar ini bersumber dari retribusi SKSHH. Capaian rata-rata program sebesar antara 80 % sampai dengan 100 % . Untuk capaian pendapatan (PAD) dari bidag kehutanan dan perkebunan berhasil melampaui target yaitu sebesar Rp 520.816.316 dari yang ditargetkan sebesar Rp. 500.000.000,00 ( 104,16% ). Dari pengukuran kinerja program yang dilaksanakan bidang Kehutanan dan Perkebunan tahun 2006 diperoleh hasil nilai capaian rata-rata sebagai berikut: a. Program Pemantapan Potensi Sumber Daya Hutan Program ini dilaksanakan dengan kegiatan – kegiatan : 1) Pengembangan hutan rakyat Kegiatan ini berhasil menambah luasan tanaman hutan rakyat seluas 375 Ha, dan tercapai 100%. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 302.653.000,- terealisasi Rp. Rp. 302.653.000,- atau 100%. 2) Pemeliharaan HR tahun I Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 11.998.000,- terealisasi Rp. 11.998.000,- (100%). Dengan kegiatan ini dihasilkan peningkatan kesehatan tanaman hutan rakyat seluas 250 Ha atau 100% dari target. 3) Penghijauan sempadan pantai Kegiatan ini dapat terlaksana 100% yaitu berhasil melaksanakan penghijauan sempadan pantai seluas 20 Ha. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 49.590.000,- terealisasi Rp. 49.590.000,- (100%). 4) Penghijauan DTA telaga DTA telaga yang berhasil dihijaukan seluas 21 Ha (100%) dari target. Anggaran sebesar Rp. 4.890.000,- yang disediakan terealisasi seluruhnya (100%). 5) Penghijauan kawasan sumber air Kawasan sumber air yang menjadi obyek kegiatan ini sebanyak 2 unit seluas 20 Ha atau 100% dari target. Dana yang terealisasi sebesar Rp. 27.390.000,- atau 100% dari anggaran yang disediakan. 6) Penanganan habitat kera ekor panjang Anggaran yang disediakan Rp. 10.100.000,- terealisasi Rp. 10.100.000,atau sebesar 100% dengan hasil penanaman pakan untuk kera eko panjang Rp. 607.260.311,00. Penghasilan

91

sebanyak 4500 batang, dan meningkatnya luas habitat kera ekor panjang seluas 10 Ha. 7) Penanganan habitat wallet Anggaran yang disediakan Rp. 10.100.000,- terealisasi Rp. 10.100.000,atau sebesar 100% yang dilaksanakan dengan penanganan habitat walet sebanyak 1 unit dengan luasan 10 Ha (100% dari target). 8) Pendampingan GERHAN Anggaran yang disediakan Rp. 30.737.500,- terealisasi Rp. 25.523.500,atau sebesar 83%. Hasil yang dicapai berupa pendampingan GERHAN bagi 48 kelompok (100% dari target) 9) Operasional tim pemberantasan penebangan kayu secara illegal di kawasan hutan dan peredarannya Anggaran yang disediakan Rp. 13.174.000,- terealisasi Rp. 13.174.00000,atau sebesar 100%. Keluaran kegiatan ini berupa terlaksananya pemberantasan penebangan kayu secara ilegal di kawasan hutan dan peredarannya sebanyak 1 paket dan dapat terlaksananya 100%. 10) Pembuatan gully plug Anggaran yang disediakan Rp. 11.722.500,- terealisasi Rp. 11.722.500,atau sebesar 100%. Gully plug yang berhasil dibuat sebanyak 2 unit yang bermanfaat untuk sarana konsevasi tanah. Kegiata ini dapat tercapai 100%. 11) Pembuatan dam penahan Anggaran yang disediakan Rp. 43.800.000,- terealisasi Rp. 43.800.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membangun dam penahan sebanyak 2 unit atau 100% dari target. b. Program Pemantapan dan Pemanfaatan Sumber Daya Hutan Kegiatan : 1) Pemberdayaan kelompok hutan kemasyarakatan (HKm) Anggaran yang disediakan Rp. 26.373.000,- terealisasi Rp. 23.175.000,atau sebesar 88%. Kegiatan ini berupa pembinaan dan pemberdayaan kelompok HKM sebanyak 35 kelompok atau 100% dari target.

c. Program Pengembangan Agribisnis Usaha Kehutanan dan Perkebunan Kegiatan :

92

1) Pembinaan dan unit percontohan pengelolaan hutan rakyat lestari (UPPHRL) Anggaran yang disediakan Rp. 25.689.000,- terealisasi Rp. 25.446.000,atau sebesar 99%. Kegiatan ini dilaksanakan pembinaan terhadap 2 kelompok sasaran dan pembangunan gedung penunjang kegiatan sebanyak 2 unit (100% dari target). 2) Pengembangan tanaman kelapa Anggaran yang disediakan Rp. 15.960.000,- terealisasi Rp. 15.960.000,atau sebesar 100%. Hasil kegiatan ini berupa bertambahnya luasan tanaman kelapa seluas 20 Ha dengan jumah penanaman sebanyak 1.400 bibit kelapa (100% dari target). 3) Pembinaan dan gerakan pengendalian OPT dengan musuh alami dan pestisida nabati Anggaran yang disediakan Rp. 13.896.000,- terealisasi Rp. 13.896.000,atau sebesar 100%. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan petani dalam pengendalian OPT dengan musuh alami dan pestisida pada 10 kelompok atau 100% dari target. 4) Penguatan modal bergulir masyarakat dengan penguatan modal kelompok tani untuk pasca panen kakao Anggaran yang disediakan Rp. 26.373.000,- terealisasi Rp. 26.373.000,atau sebesar 100%. Kegiatan tahun ini dengan sasaran 4 kelompok. 5) Study orientasi pemantapan pengembangan kawasan sentra produksi (PKSP) Kabupaten Gunungkidul Propinsi DIY Anggaran yang disediakan Rp. 16.160.000,- terealisasi Rp. 16.160.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini berupa 1 paket study orientasi pemantapan pengembangan kawasan sentra produksi (PKSP) Kabupaten Gunungkidul dan dapat terlaksana 100 %. 6) Pengembangan usaha perlebahan Anggaran yang disediakan Rp. 15.124.500,- terealisasi Rp. 15.124.500,atau sebesar 100%. Kegiatan ini dengan sasaran sebanyak 4 kelompok sasaran dan dapat terealisasi 100%. 7) Penataan dan pengembangan modal usaha bergulir kelompok KIMBUN Anggaran yang disediakan Rp. 10.017.000,- terealisasi Rp. 10.017.000,atau sebesar 100% dengan jumlah kelompok sasaran sebanyak 40 kelompok (100% terealisasi) 8) Study orientasi pengembangan tanaman jarak

93

Anggaran yang disediakan Rp. 19.822.000,- terealisasi Rp. 19.822.000,atau sebesar 100% yag dilaksanakan dengan orientasi pengembangan tanaman jarak di Cilacap dan Purbolinggo dan dapat terlaksana 100%. 9) Pengembangan tanaman empon-empon Anggaran yang disediakan Rp. 13.275.000,- terealisasi Rp. 13.275.000,atau sebesar 100%. Hasil kagiatan ini berupa meningkatnya luasan tanaman empon – empon 10 Ha atau sebesar 100% dari rencana kegiatan. 10) Pendampingan kegiatan pembinaan pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan Anggaran yang disediakan Rp. 16.366.000,- terealisasi Rp. 16.366.000,atau sebesar 100%. Sasaran kegiatan ini sebanyak 10 kelompok sasaran dan dapat terealisasi 100%. 11) Pendampingan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu perkebunan Anggaran yang disediakan Rp. 39.095.000,- terealisasi Rp. 38.124.000,atau sebesar 97%. Pendampingan pada kegiatan ini dilaksanakan pada 30 kelompok sasaran dan dapat terealisasi 100%. d. Program Penguasaan , Pengembangan dan Penerapan Teknologi Kegiatan : 1) Penanganan pasca panen mete Anggaran yang disediakan Rp. 11.040.000,- terealisasi Rp. 11.040.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan sarana produksi cutcip sebanyak 30 pada 3 kelompok sasaran dan dapat terealisasi 100%. 2) Penanganan pasca panen tembakau (magang) Anggaran yang disediakan Rp. 14.071.000,- terealisasi Rp. 14.071.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini melibatkan 4 kelompok sasaran dengan hasil meningkatnya pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan teknologi petani tembakau, dan dapat terealisasi 100% 3) Stimulan pembuatan demplot / percontohan teknis kehutanan dan perkebunan Anggaran yang disediakan Rp. 19.486.500,- terealisasi Rp. 19.183.500,atau sebesar 98%. Output kegitan ini berupa terbuatnya demplot percontohan teknis kehutanan dan perkebunan sebanyak 80 unit dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknis petani. Kegiatan ini terealisasi 100% 4) Pembuatan Kebun Bibit Desa (KBD)

94

Anggaran yang disediakan Rp. 97.326.000,- terealisasi Rp. 97.326.000,atau sebesar 100%, dan terlaksana pembuatan bibit jati dan cendana sebanyk 3 unit atau sebanyak 300.000 batang, kegiatan ini terealisasai 83% yaitu hanya terealisasi 25.000 batang. 5) Penyegaran tenaga penyuluh hutbun Anggaran yang disediakan Rp. 8.000.000,- terealisasi Rp. 6.480.000,- atau sebesar 81%. Penyegaran dilaksanakan 1 (satu) kali dan dapat terselenggara dengan baik. 6) Pendampingan sentra penyuluh kehutanan pedesaan (SPKP) Anggaran yang disediakan Rp. 8.035.000,- terealisasi Rp. 8.035.000,- atau sebesar 100% Pendampingan dilaksanakan terhdap 8 kelompok dan dapat terealisasi 100% 7) Pembinaan kelompok juara lomba PPKAN tingkat propinsi dan nasional Anggaran yang disediakan Rp. 7.283.500,- terealisasi Rp. 7.083.500,- atau sebesar 97%. Pembinaan dilaksanakan terhadap 4 kelompok sasaran dan dapat terealisasi 100%. 8) Konservasi tanaman tebelo puso Anggaran yang disediakan Rp. 5.094.000,- terealisasi Rp. 5.094.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat menyelamatkan tanaman tubelo puso sebanyak 1800 batang dari 2000 batang yang direncanakan (90%), sedangkan dari kegiatan ini juga dapat diwujudkan areal model pengembangan tanaman tubelo puso sebanyak 1 unit. e. Program Pemantapan Pengelolaan Data, Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kegiatan : 1) Perencanaan partisipatif dalam rangka penyusunan Renja WKPKP (desa) Anggaran yang disediakan Rp. 60.815.500,- terealisasi Rp. 50.723.500,atau sebesar 83%. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyusun dokumen perencanaan dari bawah (bottom up planing) dari seluruh desa yaitu sebanyak 144. kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. 2) Forum SKPD bidang kehutanan dan perkebunan. Anggaran yang disediakan Rp. 4.760.000,- terealisasi Rp. 4.760.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat terlaksana dnean baik dan dapat tersusun rencana kegiatan bidang kehutanan dan perkebunan sebanyak 50 eksemplar.

95

3) Penyusunan rancangan teknis kegiatan (T0) tahun 2006 Anggaran yang disediakan Rp. 31.462.000,- terealisasi Rp. 31.462.000,atau sebesar 100%. Kegitan ini dapat terlaksana dengan baik. 4) Pembuatan brosur/leaflet Anggaran yang disediakan Rp. 5.345.000,- terealisasi Rp. 4.937.000,- atau sebesar 92%. Kegiatan ini dapat terselenggara degan baik dan dapat dicetak 1500 eksemplar guna penyebaran informasi kehutanan dan perkebunan. 5) Penyusunan neraca tegakan HR Kabupaten Gunungkidul Anggaran yang disediakan Rp. 5.345.000,- terealisasi Rp. 5.345.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat tersusun dokumen sumber daya hutan. 6) Pengukuran erosi Anggaran yang disediakan Rp. 7.492.000,- terealisasi Rp. 7.492.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengukur tingkat erosi di 301 titik serta dapat disusun data erosi Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dapat terlaksana 100%. 7) Penyusunan statistik hutbun tahun 2006 Anggaran yang disediakan Rp. 29.704.000,- terealisasi Rp. 29.704.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, dan dapat meningkatkan data statistik bidang kehutanan dan perkebunan. 8) Penyusunan data base digital hutbun Anggaran yang disediakan Rp. 68.135.000,- terealisasi Rp. 68.135.000,atau sebesar 100%. Kegitan ini dapat terlaskana dengan baik dengan tingkat capaian target fisik 100% 9) Penyusunan Buku Informasi Pembangunan Hutbun Tahun 2006 Anggaran yang disediakan Rp. 4.105.000,- terealisasi Rp. 4.105.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dengan capaian target 100%. 10) Evaluasi kegiatan tahun 2005 Anggaran yang disediakan Rp. 11.540.000,- terealisasi Rp. 11.540.000,atau sebesar 100%, kegitan ini dpat terlaksana dengan baik dan diharapkan

96

dapat meningkatkan kinerja instansi yang menangani urusan kehutanan dan perkebunan di Kabupaten Gunungkidul. 11) Monitoring dan bimbingan teknis pelaksanaan kegiatan tahun 2006 Anggaran yang disediakan Rp. 11.250.000,- terealisasi Rp. 11.250.000,atau sebesar 100%. Kegaitan ini dilaksanakan melalui 33 unit kegiatan dan dapat terlaksana dengan baik. 12)Penyusunan RASK Dishutbun Tahun 2007 Anggaran yang disediakan Rp. 4.040.500,- terealisasi Rp. 4.040.500,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar dengan tingkat capaian fisik 100%. 13)Inventarisasi dan identifikasi kelompok tani kehutanan Anggaran yang disediakan Rp. 28.787.500,- terealisasi Rp. 28.787.500,atau sebesar 100%, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pendataan terhadap 491 kelompok tani kehutanan di Kabupaten Gunungkidul, sehingga data yang ada mejadi up to date. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dengan tingkat capaian fisik 100%. 14) Inventarisasi tanah kas desa dan tanah SG sebagi potensi pengembangan program hutbun Anggaran yang disediakan Rp. 19.159.000,- terealisasi Rp. 19.159.000,atau sebesar 100%, kegiatan ini dilasanakan dalam bentuk pendataan tanah kas desa dan tanah SG yang dapat dikembangkan dengan program – program bidang kehutanan dan perkebunan, dan dilaksanakan di seluruh desa (144 desa) se – Kabupaten Gunungkidul. Tingkat capaian target 100%. 15)Penyusunan program penyuluhan hutbun dan Rencana kerja PKL Anggaran yang disediakan Rp. 4.290.000,- terealisasi Rp. 3.990.000,- atau sebesar 93%, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik degan tingkat capaian fisik 100%. f. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Kegiatan : 1) Penerbitan SKSHH

97

Anggaran yang disediakan Rp. 45.800.000,- terealisasi Rp. 45.800.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari selama 12 bulan dan dapat terlaksana dengan baik. Pada tahun 2006, peerbitan SKSHH dapat menyumbang PAD jauh diatas target dan menembus angka 150% dari yang ditargetkan. 2) Lomba penghijauan swadaya dan PPKAN Anggaran yang disediakan Rp. 18.679.000,- terealisasi Rp. 18.679.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan penghijauan swadaya yang melibatkan 49 kelompok di 18 kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dengan tingkat capaian arget 100%. 3) Penilaian angka kredit jabatan fungsional hutbun Anggaran yang disediakan Rp. 9.010.000,- terealisasi Rp. 8.870.000,- atau sebesar 98%. Kegiatan ini dilaksanakan terhadap 62 personel pejabat fungsional bidang kehutanan dan perkebunan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan terlaksana 100%. 4) Pelaksanaan supervisi PKL Anggaran yang disediakan Rp. 6.402.000,- terealisasi Rp. 6.402.000,- atau sebesar 100%, dengan sasaran sebanyak 62 personel pejabat fungsional bidang kehutanan dan perkebunan. Kegiatan ini dapat berjalan dengan capaian 100%. 5) Pameran pembangunan hutbun Anggaran yang disediakan Rp. 3.462.000,- terealisasi Rp. 0,- atau sebesar 0%. Kegiatan ini tidak dilaksanakan,mengingat selama tahun 2006, di Kabupaten Gunungkidul tidak diadakan event pameran, sehingga capaian fisik kegiatan ini 0%. 6) Siaran radio hutbun Anggaran yang disediakan Rp. 8.122.500,- terealisasi Rp. 7.717.500,- atau sebesar 95%. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi tentang pembangunan bidang kehutanan dan perkebunan kepada masyarakat melalui radio dan telah dilaksanakan sebanyak 48 kali (dapat terlaksana 100%). 7) Penyusunan LAKIP Dishutbun Tahun 2006

98

Anggaran yang disediakan Rp. 3.440.000,- terealisasi Rp. 3.440.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dengan tingkat capaian fisik 100%. 8) Peningkatan sarana dan prasarana Anggaran yang disediakan Rp. 49.026.000,- terealisasi Rp. 49.986.000,atau sebesar 99,9%. Kegiatan ini dapat terlaksana 100% dan dapat meningkatkan sarana dan prasarana kantor yang menangani bidang kehutanan dan perkebunan. 9) Fasilitasi kerja bimbingan dan latihan kelompok Anggaran yang disediakan Rp. 9.276.500,- terealisasi Rp. 9.276.500,- atau sebesar 100%. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan 20 kelompok dan dapat terlaksana 100%. g. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Kegiatan : 1) Pendampingan kegiatan pengelolaan lahan dan air. Anggaran yang disediakan Rp. 31.357.000,- terealisasi Rp. 30.184.000,atau sebesar 96 %. Output kegiatan ini adalah terlaksananya pendampingan pengelolaan lahan dan air sebanyak 20 unit yang dapat terlaksana 100%. h. Program pengembagan agribisnis Kegiatan : 1) Intensifikasi tanaman kakao Anggaran yang disediakan Rp. 941.875.000,- terealisasi Rp. 941.875.000,atau sebesar 100%. Kegiatan ini melibatkan 32 kelompok petani dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas perkebunan khususnya kakao. Kegiatan ini dapat terealisasi 100%. i. Program GERHAN, meliputi kegiatan : 1) Rehabilitasi dan konservasi lahan dan hutan Anggaran yang disediakan Rp. 1.020.188.000,terealisasi Rp. 1.020.188.000,- atau sebesar 100%. Kegiatan ini melibatkan 48 kelompok petani hutan dan berhasil meningkatkan luasan hutan rakyat sebesar 1000 Ha serta terbangunnya bangunan sipil teknis sejumlah unit. Capaian fisik yang terealisasi sebesar 100%. j. Program Pembinaan pasca panen pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan meliputi kegiatan : 1) Pengadaan alat pengepres buah semu jambu mete

99

Anggaran yang disediakan Rp. 40.000.000,- terealisasi Rp. 39.900.000,atau sebesar 99,75%. Pengadaan alat sejumlah 4 unit yang dibagikan kepada 4 kelompok sasaran dan dapat terealisasi 100%. 2) Pengadaan alat pengolahan biji kakao Anggaran yang disediakan Rp. 240.850.000,- terealisasi Rp. 239.295.000,atau sebesar 99,35%. Pengadaan alat pengolah biji kakao sebanyak 2 unit yang diperbantukan kepada 2 kelompok petani perkebunan dan dapat terealisasi 100%. k. Program peningkatan ketahanan pangan yang meliputi kegiatan : 1) Pengelolaan lahan dan air Anggaran yang disediakan Rp. 76.500.000,- terealisasi Rp. 76.500.000,atau sebesar 100% 2) Pengelolaan air. Anggaran yang disediakan Rp. 475.620.000,- terealisasi Rp. 469.895.300,atau sebesar 98,75 % Dari hasil perhitungan pengukuran kinerja diatas diperoleh nilai capaian rata-rata program sebesar antara 80 % sampai dengan 100 % sehingga termasuk kategori sangat berhasil Keberhasilan pelaksanaan program tersebut didukung oleh data-data sebagai berikut : 1. Seluruh jenis kegiatan / proyek / program yang dilaksanakan telah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam rangka untuk mewujudkan visi dan misi sebagaimana yang telah ditetapkdan dalam Rencana Strategis. 2. yang berlaku. 3. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan program dan kegiatan telah sesuai dengan apa yang direncanakan. Sedangkan untuk outcomes dan benefits dari jenis kegiatan / proyek yang sifatnya non teknis dan jangka pendek sudah bisa terlihat hasilnya, namun untuk kegiatan / proyek yang sifatnya teknis (penanaman) dan bersifat jangka panjang baru akan terlihat hasilnya pada dua sampai lima tahun yang akan datang. 4. Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk unggulan perkebunan (kakao dan mete) telah dilakukan kerjasama penanganannya dengan pihak ketiga yang profesional di bidangnya. Untuk Seluruh proses di dalam melaksanakan kegiatan / proyek telah sesuai dengan prosedur yang ada dalam peraturan perundang-undangan

100

kakao telah dilakukan kerja sama dengan PT Pagilaran dan untuk mete telah dilakukan kerjasama dengan PT Profil Mitra Abadi (PMA). 5. Manfaat ekonomi secara nyata bisa dirasakan oleh masyarakat dalam waktu yang relatif singkat dengan adanya kegiatankegiatan aneka usaha kehutanan dan perkebunan (berupa hasil-hasil non kayu) disamping hasil-hasil yang berupa kayu (dalam jangka panjang). 6. Manfaat sosial dari kegiatan / proyek kehutanan dan perkebunan bisa dilihat dari terciptanya lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi sebagian besar masyarakat (petani) khususnya di sekitar wilayah hutan dengan keluarnya ijin sementara bagi 35 kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm). Disamping itu, selama ini telah terbina kelompok tani sebanyak 762 kelompok dari berbagai jenis kegiatan yang telah dilaksanakan. 7. signifikan. 3. Permasalahan dan Solusi Untuk mendapatkan hasil-hasil seperti yang disebutkan di atas, tidaklah mudah, banyak permasalahan dan hambatan / kendala yang dihadapi baik teknis maupun non teknis serta internal maupun eksternal. Secara umum permasalahan, hambatan dan kendala yang dihadapi antara lain : a. Kondisi musim yang tidak menentu Akibat dari ketidakmenentuan iklim, dimana pada akhir-akhir ini sering terjadi musim kemarau jauh labih lama dibandingkan dengan musim hujan telah menjadi pemicu ketidakberdayaan hutan (negara dan rakyat) yang ada saat ini sebagai penyangga keberlangsungan hidrologi di Kabupaten Gunungkidul. Walaupun kekeringan masih terjadi dan berulang setiap tahunnya pada daerah-daerah tertentu, namun jumlahnya dari tahun ke tahun semakin berkurang. b. Kemampuan teknis fungsional sumber daya manusia yang ada masih belum mencukupi untuk mengemban tanggung jawab tugas pokok dan fungsi. Peningkatan sumber daya manusia merupakan prioritas utama untuk meningkatkan kemampuan teknis fungsional personil yang bertugas pada bidang Kehutanan dan Perkebunan dengan mengikutsertakan ke berbagai Kontribusi Pendapatan Asli Daerah yang disumbangkan bidang Kehutanan dan Perkebunan melalui pelayanan SKSHH cukup

101

bentuk pelatihan yang ada baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. c. Kelembagaan kelompok tani sebagian besar belum mantap. Kelompok tani sebagi forum organisasi dan komunikasi petani kehutanan dan perkebunan sebagian besar yang ada belum berfungsi dengan baik. Keterbatasan pendidikan dan minimnya kemampuan manajemen merupakan penyebab lemahnya keberadaan kelompok tani sebagai stake holders sehingga ke depan diperlukan pembinaan dan bimbingan secara intensif dan terus menerus dari petugas lapangan untuk meningkatkan kemampuannya dengan demikian diharapkan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul dapat segera direspon dengan baik dan benar oleh kelompok tani kehutanan dan perkebunan. d. Terbatasnya pengetahuan, ketrampilan dan permodalan sebagian besar petani Sebagai pelaku utama pembangunan, kemampuan, ketrampilan dan ketersediaan modal pada petani akan sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan program, apabila faktor-faktor tersebut kondisnya terbatas maka akan menjadi hambatan bagi keberhasilan program tersebut. e. Produktivitas berbagai komoditas perkebunan masih relatif rendah Produktivitas berbagai komoditas perkebunan masih relatif rendah. Hal tersebut terjadi karena komoditas perkebunan diusahakan secara tumpangsari pada lahan di sela-sela tanaman pertanian dan kehutanan sehingga sangat berpengaruh terhadap produktifitas yang dihasilkan. f. Kualitas hasil (khususnya perkebunan) masih kurang kompetitif jika bersaing dengan daerah lain. Berbagai komoditas perkebunan kualitasnya masih kurang kompetitif dibandingkan komoditas sejenis dari daerah lain. Hal ini disebabkan karena pengelolaannya belum dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga biaya produksinya lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan lemahnya daya saing hasil-hasil perkebunan Kabupaten Gunungkidul terhadap daerah lain. g. Sarana dan prasarana yang belum memadahi untuk mendukung operasional tugas Terbatasnya sarana dan prasarana apabila dibandingkan dengan Sumber Daya Manusia dan kebutuhan operasional tugas masih sangat kurang memadai.

102

Untuk itu perlu segera tertangani agar pelaksanaan tugas bisa berjalan dengan lancar. BIDANG PEREKONOMIAN, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 1. Program dan Kegiatan Orang awam menganggap tingginya tingkat ekonomi suatu daerah menujukkan kemajuan daerah tersebut. Meskipun anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, akan tetapi sudah cukup memberikan gambaran betapa pentingnya bidang perekonomian dalam kehidupan masyarakat suatu daerah. Menyadari akan ketertinggalan dalam bidang ini, pemerintah daerah terus berupaya membangkitkan segenap potensi perekonomian yang ada dengan melaksanakan berbagai program dan kegiatan selama tahun 2006. Tujuan Program dan kegiatan bidang perekonomian bertujuan untuk : a. Meningkatkan kualitas manajeman dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sasarannya adalah meningkatkan kinerja aparatur, penyediaan data potensi daerah dan pelaksanaan program kerja secara terpadu dalam rangka pelayanan pada masyarakat. b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) usaha IKM. 7) usaha c. 1) UKM. Meningkatkan kemitraan Pemerintah, dunia usaha, koperasi dan Meningkatnya kualitas pengelolaan koperasi dan masyarakat dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan sasaran : Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia pelaku Meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan dunia usaha dengan Meningkatnya PAD Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada dengan sasaran :

kesempatan usaha dan lapangan kerja Terlayani urusan masyarakat dibidang usaha dengan Tumbuh dan berkembangnya kelompok usaha yang Terwujudnya peningkatan usaha IKM yang lancar lancar, tertib, efisien, transparan berorentasi pada kemandirian usaha memanfaatkan potensi lokal. Terwujudnya peningkatan perekonomian melalui

103

2) UKM. 3) 4) 5) investasi. d. 1) proporsional. 2)

Meningkatnya usaha dan produktivitas koperasi dan Fasilitas pemenuhan kebutuhan masyarakat dunia Meningkatnya pangsa pasar bagi produk daerah. Meningkatnya potensi daerah dalam menunjang Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam wilayah dengan tetap Terwujudnya pengelolaan potensi tambang, air tanah

usaha secara lancar tertib dan transparan.

menjaga kelestarian fungsi lingkungan dengan sasaran : dan energi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara Tersedianya peluang usaha dibidang pertambangan

dan energi yang berwawasan lingkungan. Berbagai tujuan dan sasaran tersebut dicapai dengan melaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut : a. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui kegiatan : 1) Monitoring dan Evaluasi program dan kegiatan 2) Pengadaan sarana dan prasarana kantor kegiatan , 3) Penunjang operasional dan peningkatan PAD b. Program Tersedianya Data Potensi Daerah melalui kegiatan : 1) Penyusunan data dan informasi kegiatan bidang perekonomian c. Program Terlaksananya Program Kerja Secara Terpadu Dalam rangka Pelayanan Kepada Masyarakat melalui kegiatan : 1) 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) Penyusunan program kegiatan bidang perekonomian tahun 2006 d. Program Penataan Struktur Industri melalui kegiatan : Pemberdayaan penguatan modal dan pendampingan Partisipasi gelar produk Pendampingan perijinan usaha industri Pengadaan barang dan display showroom industri kerajinan e. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah melalui kegiatan : Penyuluhan kelompok sentra industri kecil Magang pengrajin makanan olahan dari bahan ketela Penyuluhan program peningkatan peranan wanita industri dan perdagangan kecil dan menengah

104

4)

Pengembangan industri kerajinan kayu dengan sistem klaster dan pendampingan f. Program Penguasaan, Pengembangan dan Penerapan Teknologi melalui kegiatan :

1) lapangan 2) 3) 4) 5) 6) alot 7) 8) 9) 10)

Pelatihan, peningkatan kualitas produk IK mebel kayu dan orientasi Penganekaragaman Desain dan peningkatan kualitas mebel kayu Diklat penganekaragaman produk makanan olahan tradisional P2WKSS Pelatihan penganekaragaman produk kerajinan limbah batu alam penunjang peranan wanita Pelatihan penunjang TMMD Diklat peningkatan kualitas dan kemasan produk olahan pangan jenang Diklat peningkatan teknologi olahan makanan krupuk rambak Diklat peningkatan kualitas produk industri tempe Diklat peningkatan teknologi perbatikan dan finishing kayu Diklat penganekaragaman makanan olahan tradisional g. Program Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui kegiatan :

1) 2)

Monitoring potensi IKM dan pengelolaan data industri Monev kepemilikan legalitas usaha (HO, SIUP, TDP) dan perkembangan harga barang pokok dan barang penting 3) Penyusunan database bidang perdagangan 4) Peningkatan SDM petugas promosi dan pengolah data simpedal/kursus dan pelatihan 5) Pemuktahiran data dan informasi simpedal 6) Pendampingan usaha penggemukan sapi potong bagi koperasi 7) Inventarisasi sumur produksi air tanah di wonosari dan playen 8) Inventarisasi potensi energi 9) Penyusunan neraca bahan galian 10) Operasional pengumpulan data kecepatan angin di parangpucuk tanjungsari h. Program Pengembangan Perdagangan, Sistem Distribusi dan perlindungan Konsumen melalui kegiatan : 1) Promosi dan perluasan pangsa pasar produk daerah di tingkat nasional 2) Promosi dan perluasan pangsa pasar produk daerah di tingkat regional

105

3) Promosi dan perluasan pangsa pasar produk daerah di tingkat lokal 4) Pelatihan dan pengembangan klinik konsultasi bisnis dan pendampingan usaha 5) Pembinaan kegiatan dalam panjabtada peningkatan ekspor daerah 6) Pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan pedagang eceran kecil 7) Pembinaan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) i. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) melalui kegiatan : 1) 2) 3) 4) RAT 5) 6) 7) 8) 9) Pelatihan kewirausahaan Pelatihan manajemen usaha kecil bagi UKM Sosialisasi SPPIRT Pelatihan akuntansi Pendampingan penyusunan otonomi USP j. Program Penciptaan Iklim Usaha dan Usaha Kecil Menengah melalui kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Penilaian kesehatan KSP/USP koperasi Revitalisasi kelembagaan koperasi Pemberdayaan dekopinda dan peringatan hari koperasi Pembinaan manajemen usaha bagi UKM Temu kemitraan antara UKM dengan BUMN dalam rangka akses modal Klasifikasi kinerja koperasi Penguatan modal kerja sosialisasi dan monev pada koperasi untuk penyaluran pupuk k. Program Promosi dan Kerjasama Investasi melalui kegiatan : 1) 2) 3) 4) 1) 2) Rapat koordinasi penanaman modal daerah Penyusunan profil investasi daerah berupa leaflet Promosi penanaman modal ke jakarta Monev penguatan modal dana bergulir l. Program Pembinaan Usaha Pertambangan melalui kegiatan : Pembinaan usaha pertambangan rakyat Pembentukan dan inventarisasi kelompok penambang rakyat Pelatihan manajemen usaha bagi manajer koperasi Sosialisasi perpajakan bagi koperasi Pelatihan pengurus dan pengawas baru Pendampingan penyusunan laporan akhir dalam rangka pelaksnanaan

106

3) 4) 5)

Monitoring dan pengawasan pelaksanaan usaha pertambangan Penanggulangan pertambangan tanpa izin Operasional pengecekan lapangan dalam rangka pelayanan perijinan pertambangan m. Program Penguasaan dan Pengembangan Serta Aplikasi Teknologi Pertambangan dan Energi melalui kegiatan :

1)

Penyusunan kajian penerapan teknologi penambangan batu gamping pada tambang rakyat dalam pengendalian kerusakan lingkungan 2. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi anggaran untuk pembangunan bidang perekonomian terdiri atas Belanja Tidak Langsung gaji pegawai Rp. 1.839.500.595,10 dan belanja tidak langsung aparatur lainnya Rp 346.485.000,yang terealisasi sebesar Rp 322.321.394,- atau 96,53 %. Sedangkan untuk belanja publik atau belanja kegiatan dianggarkan sebesar Rp. 1.921.483.000,- yang terealisasi sebesar Rp 1.478.365.950,- atau 76,94 %. Namun untuk kegiatan fisiknya mencapai 96.53 %. Perbedaan ini disebabkan ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan karena dampak Gempa bumi 27 Mei 2006 . Selain dana yang berasal dari APBD, bidang ini juga mendapat limpahan dana dari APBN untuk pembiayaan kegiatan – kegiatannya sebesar Rp 306.175.000,- dengan realisasi dana Rp. 279.073.800 atau sebesar 91 %. Sedangkan untuk realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 95.510.000,Dana sebagaimana tersebut diatas digunakan untuk melaksanakan program / kegiatan yang secara umum dapat dilaksanakan dengan capaian rata – rata baik. Kecuali pada beberapa kegiatan yang gagal dilaksanakan karena dampak bencana alam gempa bumi 27 Mei 2006. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2006 adalah sebagai berikut : a. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik melalui kegiatan : 1) Monitoring dan Evaluasi program dan kegiatan Kegiatan ini melaksanakan monev program dan kegiatan dinas dengan pembiayaan Rp. 10.500.000 dan tercapai realisasi Rp. 8.960.000 atau 85 % , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Pengadaan sarana dan prasarana kantor kegiatan , Kegiatan ini melaksanakan pengadaan barang jasa berupa 1 unit komputer dan 1 unit kendaraan roda 4 dengan pembiayaan Rp. 172.850.000 dan

107

tercapai realisasi Rp. 131.372.700 atau 76% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Penunjang operasional dan peningkatan PAD Kegiatan ini melaksanakan dukungan operasional PAD dengan pembiayaan Rp. 35.075.000 dan tercapai realisasi Rp. 34.392.700 atau 98,05% , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. b. Program Tersedianya Data Potensi Daerah melalui kegiatan : 1) Penyusunan data dan informasi kegiatan bidang perekonomian Kegiatan ini melaksanakan dukungan pendataan potensi ekonomi dengan pembiayaan Rp. 10.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 9.750.500 atau 98 % , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. c. Program Terlaksananya Program Kerja Secara Terpadu Dalam rangka Pelayanan Kepada Masyarakat meliputi kegiatan : 1) Penyusunan program kegiatan bidang perekonomian tahun 2006 Kegiatan ini melaksanakan pendataan untuk penyusunan program kerja dinas dengan pembiayaan Rp. 12.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 11.730.000 atau 98 % , sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. d. Program Penataan Struktur Industri melaui kegiatan : 1) Pemberdayaan penguatan modal dan pendampingan Kegiatan ini melaksanakan penyaluran bantuan modal bagi perajin kecil sebanyak 40 orang dengan pembiayaan Rp. 138.325.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 138.099.000 atau 99,41 %, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Partisipasi gelar produk Kegiatan ini melaksanakan partisipasi gelar produk bagi perajin kecil dengan 8 komoditi dan pembiayaan Rp. 12.565.000,- dan tercapai realisasi Rp. 12.562.000 atau 99,97 %, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Pendampingan perijinan usaha industri Kegiatan ini melaksanakan pendampingan perijinan usaha industri pada 80 perusahaan dengan pembiayaan Rp. 3.800.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.800.000 atau 100 %, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pengadaan barang dan display showroom industri kerajinan Kegiatan ini melaksanakan pengadaan barang dan display showroom industi kerajinan pada 50 komoditas dengan pembiayaan Rp. 148.325.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 0 atau 0 %, hal ini karena

108

gedung yang direncanakan untuk show rom rusak akibat gempa sehingga tidak dilaksanakan. e. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah melalui kegiatan : 1) Penyuluhan kelompok sentra industri kecil Kegiatan ini melaksanakan penyuluhan bagi perajin kecil sebanyak 160 orang dengan pembiayaan Rp. 15.507.000. dan tercapai realisasi Rp. 15.504.000 atau 99,98 %, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Magang pengrajin makanan olahan dari bahan ketela Kegiatan ini melaksanakan magang pengolahan makanan olahan dari bahan ketela sebanyak 10 perajin dengan pembiayaan Rp. 19.125.000. dan tercapai realisasi Rp. 19.125.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Penyuluhan program peningkatan peranan wanita industri dan perdagangan kecil dan menengah Kegiatan ini melaksanakan ketrampilan wanita IKDM sebanyak 15 orang dengan pembiayaan Rp. 2.500.000. dan tercapai realisasi Rp. 2.500.000 atau 100 %, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pengembangan industri kerajinan kayu dengan sistem klaster dan pendampingan Kegiatan ini melaksanakan pendampingan bagi kerajinan kayu dengan sistem klaster pada 1 sentra dengan pembiayaan Rp. 15.507.000. dan tercapai realisasi Rp. 0 atau 0 %, hal ini karena Kecamatan Patuk sebagai sentra kerajinan kayu mengalami gempa bumi sehingga kegiatan tidak dilaksanakan. f. Program Penguasaan, Pengembangan dan Penerapan Teknologi melalui kegiatan : 1) Pelatihan, peningkatan kualitas produk IK mebel kayu dan orientasi lapangan Kegiatan ini melaksanakan pelatihan bagi perajin kecil mebel sebanyak 30 orang dengan pembiayaan Rp. 61.109.000. dan tercapai realisasi Rp. 60.955.000 atau 99,81 %, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Penganekaragaman Desain dan peningkatan kualitas mebel kayu Kegiatan ini melaksanakan pelatihan desain mebel kayu pada 40 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 36.370.000 dan tercapai realisasi Rp. 36.370.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Diklat penganekaragaman produk makanan olahan tradisional P2WKSS

109

Kegiatan ini melaksanakan pelatihan diklat produk makanan olahan tradisional pada 30 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 11.447.500 dan tercapai realisasi Rp. 10.502.500 atau 91,74%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pelatihan penganekaragaman produk kerajinan limbah batu alam penunjang peranan wanita Kegiatan ini melaksanakan pelatihan diklat produk kerajinan limbah batu alam pada 15 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 27.725.000 dan tercapai realisasi Rp. 27.725.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Pelatihan penunjang TMMD Kegiatan ini melaksanakan pelatihan penunjang TMMD dengan pembiayaan Rp. 4.822.500 dan tercapai realisasi Rp. 4.822.500 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Diklat peningkatan kualitas dan kemasan produk olahan pangan jenang alot Kegiatan ini melaksanakan pelatihan diklat produk makanan olahan jenang alot pada 15 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 12.867.500 dan tercapai realisasi Rp. 12.865.500 atau 99,98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Diklat peningkatan teknologi olahan makanan krupuk rambak Kegiatan ini melaksanakan pelatihan diklat produk makanan olahan krupuk rambak pada 15 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 14.240.000 dan tercapai realisasi Rp. 14.240.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 8) Diklat peningkatan kualitas produk industri tempe Kegiatan ini melaksanakan pelatihan diklat produk makanan industri tempe pada 30 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 17.935.000 dan tercapai realisasi Rp. 17.900.000 atau 99,80%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 9) Diklat peningkatan teknologi perbatikan dan finishing kayu Kegiatan ini melaksanakan pelatihan diklat perbatikan dan finishing kayu pada 20 perajin kecil dengan pembiayaan Rp. 19.046.000 dan tercapai realisasi Rp. 18.466.000 atau 96,85%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 10) Diklat penganekaragaman makanan olahan tradisional Kegiatan ini melaksanakan pelatihan penganekaragaman produk makanan olahan tradisional pada 45 perajin kecil dengan pembiayaan

110

Rp. 24.861.000 dan tercapai realisasi Rp. 24.843.350 atau 99,93%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. g. Program Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui kegiatan : 1) Monitoring potensi IKM dan pengelolaan data industri Kegiatan ini melaksanakan Monitoring potensi IKM dan pengelolaan data industri pada 87 komoditi dengan pembiayaan Rp. 37.215.000 dan tercapai realisasi Rp. 37.115.000 atau 99,73%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Monev kepemilikan legalitas usaha (HO, SIUP, TDP) dan perkembangan harga barang pokok dan barang penting Kegiatan ini melaksanakan monev kepemilikan legalitas usaha pada 360 pedagang dengan pembiayaan Rp. 14.020.000 dan tercapai realisasi Rp. 13.305.250 atau 94,90%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Penyusunan database bidang perdagangan Kegiatan ini melaksanakan penyusunan database di bidang perdagangan pada 18 Kecamatan dengan pembiayaan Rp. 44.780.000 dan tercapai realisasi Rp. 43.557.000 atau 97,27%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Peningkatan SDM petugas promosi dan pengolah data simpedal/kursus dan pelatihan Kegiatan ini melaksanakan pelatihan bagi pengolah data simpedal sebanyak 4 orang dan teralisasi 2 orang dengan pembiayaan Rp. 2.5000.000 dan tercapai realisasi Rp. 1.500.000 atau 60%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 50%. 5) Pemuktahiran data dan informasi simpedal Kegiatan ini melaksanakan penyusunan database simpedal dengan pembiayaan Rp. 2.255.000 dan tercapai realisasi Rp. 2.255.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Pendampingan usaha penggemukan sapi potong bagi koperasi Kegiatan ini melaksanakan pendampingan usaha koperasi penggemukan sapi potong dengan pembiayaan Rp. 23.300.000 dan tercapai realisasi Rp. 7.300.000 atau 31%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 31%. 7) Inventarisasi sumur produksi air tanah di wonosari dan playen Kegiatan ini melaksanakan inventarisasi sumur produksi di wonosari dan playen dengan pembiayaan Rp. 40.842.500 dan tercapai realisasi Rp. 39.472.500 atau 97%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 8) Inventarisasi potensi energi

111

Kegiatan

ini

melaksanakan

inventarisasi

potensi

energi

dengan

pembiayaan Rp. 45.180.000 dan tercapai realisasi Rp. 44.040.000 atau 97%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 9) Penyusunan neraca bahan galian Kegiatan ini melaksanakan penyusunan neraca bahan galian dengan pembiayaan Rp. 41.740.000 dan tercapai realisasi Rp. 40.157.500 atau 96%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 10) Operasional pengumpulan data kecepatan angin di parangpucuk tanjungsari Kegiatan ini melaksanakan pendataan kecepatan angin sebagai alternatif energi dengan pembiayaan Rp. 10.000.000 dan tercapai realisasi Rp. 9.760.000 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. h. Program Pengembangan Perdagangan, Sistem Distribusi dan perlindungan Konsumen melalui kegiatan : 1) Promosi dan perluasan pangsa pasar produk daerah di tingkat nasional Kegiatan ini melaksanakan promosi unggulan daerah dan perluasan pangsa pasar tingkat nasional pada 42 perajin dengan pembiayaan Rp. 243.960.000 dan tercapai realisasi Rp. 243.309.000 atau 99,73%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Promosi dan perluasan pangsa pasar produk daerah di tingkat regional Kegiatan ini melaksanakan promosi unggulan daerah dan perluasan pangsa pasar tingkat regional pada 18 perajin dengan pembiayaan Rp. 58.940.000 dan tercapai realisasi Rp. 57.990.000 atau 98,39%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Promosi dan perluasan pangsa pasar produk daerah di tingkat lokal Kegiatan ini melaksanakan promosi unggulan daerah dan perluasan pangsa pasar tingkat lokal pada 35 perajin dengan pembiayaan Rp. 23.850.000 dan tercapai realisasi Rp. 21.420.000 atau 89,81%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pelatihan dan pengembangan klinik konsultasi bisnis dan pendampingan usaha Kegiatan ini melaksanakan Pelatihan dan pengembangan klinik konsultasi bisnis dan pendampingan usaha pada 30 pedagang dengan pembiayaan Rp. 19.620.000 dan tercapai realisasi Rp. 16.660.000 atau 84,91%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Pembinaan kegiatan dalam panjabtada peningkatan ekspor daerah

112

Kegiatan ini melaksanakan pembinaan kegiatan dalam panjabtada peningkatan ekspor daerah pada 150 pedagang dengan pembiayaan Rp. 18.250.000 dan tercapai realisasi Rp. 18.191.000 atau 99,68%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan pedagang eceran kecil Kegiatan ini melaksanakan Pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan pedagang eceran kecil pada 90 pedagang dengan pembiayaan Rp. 31.105.000 dan tercapai realisasi Rp. 31.095.750 atau 99,97%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Pembinaan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kegiatan ini melaksanakan pembinaan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada 50 PKL dengan pembiayaan Rp. 13.620.000 dan tercapai realisasi Rp. 12.718.500 atau 93,38%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. i. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) melalui kegiatan : 1) Pelatihan manajemen usaha bagi manajer koperasi Kegiatan ini melaksanakan pelatihan manajemen bagi 30 manajer koperasi dengan pembiayaan Rp. 14.540.000 dan tercapai realisasi Rp. 14.180.000 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Sosialisasi perpajakan bagi koperasi Kegiatan ini melaksanakan sosialisasi perpajakan bagi koperasi dengan peserta 30 pengurus dan pembiayaan Rp. 7.750.000 serta tercapai realisasi Rp. 7.567.500 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Pelatihan pengurus dan pengawas baru Kegiatan ini melaksanakan pelatihan bagi 30 pengurus dan pengawas baru dengan pembiayaan Rp. 14.940.000 dan tercapai realisasi Rp. 14.576.000 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pendampingan penyusunan laporan akhir dalam rangka pelaksnanaan RAT Kegiatan ini melaksanakan pendampingan pelaksanaan RAT bagi 30 pengurus dengan pembiayaan Rp. 14.250.000 dan tercapai realisasi Rp. 14.242.000 atau 99,94%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Pelatihan kewirausahaan

113

Kegiatan ini melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi 30 UKM dengan pembiayaan Rp. 7.775.000 dan tercapai realisasi Rp. 7.572.500 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Pelatihan manajemen usaha kecil bagi UKM Kegiatan ini melaksanakan pelatihan manajemen usaha kecil bagi UKM dengan peserta 30 pengurus dan pembiayaan Rp. 7.750.000 dan tercapai realisasi Rp. 7.567.500 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Sosialisasi SPPIRT Kegiatan ini melaksanakan sosialisasi SPPRIT dengan peserta 30 orangdan pembiayaan Rp. 3.960.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.887.500 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 8) Pelatihan akuntansi Kegiatan ini melaksanakan pelatihan akuntansi bagi 30 orang dengan pembiayaan Rp. 14.900.000 dan tercapai realisasi Rp. 11.876.000 atau 79,49%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 9) Pendampingan penyusunan otonomi USP Kegiatan ini melaksanakan pendampingan otonomi USP dengan pembiayaan Rp. 9.750.000 dan tercapai realisasi Rp. 9.739.500 atau 99,89%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. j. Program Penciptaan Iklim Usaha dan Usaha Kecil Menengah melalui kegiatan : 1) Penilaian kesehatan KSP/USP koperasi Kegiatan ini melaksanakan penilaian kesehatan KSP/USP koperasi dengan pembiayaan Rp. 6.230.000 dan tercapai realisasi Rp. 6.230.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Revitalisasi kelembagaan koperasi Kegiatan ini melaksanakan revitalisasi koperasi pada 10 unit koperasi dengan pembiayaan Rp. 16.170.000 dan tercapai realisasi Rp. 13.395.000 atau 83%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Pemberdayaan dekopinda dan peringatan hari koperasi Kegiatan ini melaksanakan pemberdayaan dekopinda dan peringatan hari koperasi dengan pembiayaan Rp. 10.770.000 dan tercapai realisasi Rp. 10.166.000 atau 94%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Pembinaan manajemen usaha bagi UKM

114

Kegiatan ini melaksanakan pembinaan manajemen usaha bagi UKM dengan pembiayaan Rp. 5.835.000 dan tercapai realisasi Rp. 5.694.500 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Temu kemitraan antara UKM dengan BUMN dalam rangka akses modal Kegiatan ini melaksanakan temu mitra antara UKM dengan BUMN dengan pembiayaan Rp. 3.775.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.711.500 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 6) Klasifikasi kinerja koperasi Kegiatan ini melaksanakan penilaian kesehatan KSP/USP koperasi dengan pembiayaan Rp. 6.230.000 dan tercapai realisasi Rp. 6.230.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 7) Penguatan modal kerja sosialisasi dan monev pada koperasi untuk penyaluran pupuk Kegiatan ini melaksanakan penyaluran modal kerja dalam distribusi pupuk pada 3 unit koperasi dengan pembiayaan Rp. 28.840.000 dan tercapai realisasi Rp. 27.488.000 atau 95%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. k. Program Promosi dan Kerjasama Investasi melalui kegiatan : 1) Rapat koordinasi penanaman modal daerah Kegiatan ini melaksanakan rapat koordinasi penanaman modal daerah pembiayaan Rp. 8.655.000 dan tercapai realisasi Rp. 6.666.500 atau 77%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Penyusunan profil investasi daerah berupa leaflet Kegiatan ini melaksanakan penyusunan profil investasi daerah berupa 1.000 leaflet dengan pembiayaan Rp. 5.420.000 dan tercapai realisasi Rp. 5.419.500 atau 99,99%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Promosi penanaman modal ke jakarta Kegiatan ini melaksanakan promosi penanaman modal di jakarta dengan pembiayaan Rp. 25.200.000 dan tercapai realisasi Rp. 3.960.000 atau 16%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 16%. 4) Monev penguatan modal dana bergulir Kegiatan ini melaksanakan modal dana bergulir dengan pembiayaan Rp. 4.420.000 dan tercapai realisasi Rp. 4.420.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. l. Program Pembinaan Usaha Pertambangan melalui kegiatan : 1) Pembinaan usaha pertambangan rakyat

115

Kegiatan ini melaksanakan pembinaan kelompok penambang rakyat di 6 kecamatan dengan pembiayaan Rp. 24.985.000 dan tercapai realisasi Rp. 22.503.000 atau 90%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 2) Pembentukan dan inventarisasi kelompok penambang rakyat Kegiatan ini melaksanakan inventarisasi dan pembentukan 5 kelompok penambang dengan pembiayaan Rp. 15.130.000 dan tercapai realisasi Rp. 14.036.500 atau 93%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3) Monitoring dan pengawasan pelaksanaan usaha pertambangan Kegiatan ini melaksanakan monitoring dan pengawasan sebanyak 100 kali dengan pembiayaan Rp. 18.600.000 dan tercapai realisasi Rp. 18.300.000 atau 98%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 4) Penanggulangan pertambangan tanpa izin Kegiatan ini melaksanakan monitoring dan pengawasan sebanyak 50 kali dengan pembiayaan Rp. 27.650.000 dan tercapai realisasi Rp. 25.544.000 atau 92%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 5) Operasional pengecekan lapangan dalam rangka pelayanan perijinan pertambangan Kegiatan ini melaksanakan pelayanan permohonan perijinan pertambangan sesuai dengan SPM sebanyak 50 pemohon terealisasi 71 pemohon dengan pembiayaan Rp. 8.200.000 dan tercapai realisasi Rp. 8.164.000 atau 100%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 125%. m. Program Penguasaan dan Pengembangan Serta Aplikasi Teknologi Pertambangan dan Energi melalui kegiatan : 1) Penyusunan kajian penerapan teknologi penambangan batu gamping pada tambang rakyat dalam pengendalian kerusakan lingkungan Kegiatan ini melaksanakan penyusunan kajian teknologi penambangan batu gamping dengan pembiayaan Rp. 41.0410.000 dan tercapai realisasi Rp. 39.690.000 atau 97%, sedangkan realisasi fisik dapat tercapai 100%. 3. Permasalahan dan Solusi Secara umum, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang perekonomian menunjukkan capaian yang sangat berhasil. Memang diakui, diantara program dan kegiatan yang telah direncanakan ada yang tidak dapat terlaksana sebagai dampak bencana alam gempa bumi yang menghancurkan beberapa fasilitas pemerintah, termasuk kantor dinas perekonomian Kabupaten Gunungkidul. Selain karena bencana alam, beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain :

116

a) kebutuhan tenaga ahli. b) belum memadai c) sebagai sumber PAD. d) yang tidak berwawasan lingkungan. e) terhadap ketersediaan bahan baku f) yang memadai g) modalnya masih kurang h)

Penempatan

pegawai

belum

sesuai dengan kualifikasi ketrampilan dan keahlian / belum terpenuhinya Sarana dan prasarana operasional Belum tergalinya seluruh potensi Pemanfaatan sumberdaya alam Adanya pengaruh musim

Belum tersedianya infrastruktur Minat investor menanamkan

Terjadinya kerusakan lingkungan Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang,

akibat pengolahan sumberdaya alam yang tidak terkendali. maka Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : a) Pelatihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas baik manajerial maupun teknis para pengrajin industri kecil dan menengah. b) Pembinaan secara berkelanjutan dan memfasilitasi informasi peluang dan perluasan akses pasar. c) Meningkatkan pelatihan manajemen kewirausahaan dan pengembangan konsultasi bisnis bagi pedagang. d) Memfasilitasi e) Meningkatkan cesara lebih luas bagi dan partisipasi dalam usaha kegiatan UKM, promosi/pameran lokal dan nasional. pelatihan manajemen administrasi pengembangan pasar bagi pengelola koperasi. f) Meningkatkan penyuluhan dan pendidikan teknik penambangan kepada pengusaha tambang. g) Meningkatkan keikutsertaan personil/pegawai pada pendidikan dan latihan fungsional. h) Mengoptimalkan personil sesuai ketrampilan dan keahliannya

117

i) Meningkatkan anggaran dari APBD pada sektor-sektor yang programnya merupakan prioritas dan masih memerlukan dukungan pembiyaan. j) Meningkatkan monitoring dan pemantauan secara lebih intensif kepada para peminjam dana penguatan modal BIDANG KETENAGAKERJAAN DAN KETRANSMIGRASIAN 1. Program dan Kegiatan Pembangunan Ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 di laksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk meningkatkan harkat, martabat dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, makmur dan merata baik materiil maupun spirituil. Pembangunan ketenagakerjaan diatur sedemikian rupa sehingga terpenuhi hak – hak dan perlindungan yang mendasar bagi tenaga kerja dan pekerja/buruh serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha perlu dilaksanakan. Sedangkan pembangunan transmigrasi didasarkan pada Undang –Undang No 15 tahun 1997 tentang Penyelenggaraan sebagai Transmigrasi. usaha untuk Bahwa lebih penyelenggaraan Transmigrasi dilaksanakan

meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan daerah, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui penyebaran penduduk yang seimbang dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan serta nilai budaya dan adat istiadat masyarakat. Berbagai progam dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2006 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Kesempatan Kerja, meliputi kegiatan : 1) Bimbingan kerja memasuki dunia kerja 2) Perluasan kerja dengan system padat karya 3) Penerapan teknologi serta pemanfaatan terapan peningkatan kelompok 4) Pelatihan tenaga kerja mandiri terdidik 5) Padat Karya b. Program peningaktan kualitas tenaga kerja melalui kegiatan : 1) Pelatihan tenaga kerja 2) Fasiitasi dan stimulasi transmigrasi Ring I 3) Penyebaran informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian

118

4) Pameran ketenagakerjaan dan ketransmigrasian 5) Pengumpulan, pengolahan data dan penyebarluasan IPK dan bursa kerja c. Program perlindungan dan pengembangan lembaga tenaga kerja melalui kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) Pemantapan koordinasi pengupahan Bibingan teknis penyelesaian perselisihan hubungan Pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan koordinasi tripartite Sosialisasi peraturan perundangan, syarat kerja dan Pembinaan terhadap lembaga latihan swasta Pembentukan dan peningkatan fungsi P2K3 Wajib lapor ketenagakerjaan di perusahaan Pembinaan hubungan industrial Pembinaan peraturan perusahaan Pembinaan kesejahteraan tenaga kerja di perusahaan Sosialisasi upah minimum porpinsi / kabupaten

industrial dan PHK

hubungan industrial

d. Program penyebaran dan pendayagunaan tenaga kerja dan transmigrasi melalui kegiatan : 1) ketransmigrasian 2) 3) 4) 5) 6) 7) Gunungkiudl e. Pemantapan pengelolaan Data dan Pendayagunaan TI dan Komunikasi melalui kegiatan : 1) ketransmigrasian 2) ketransmigrasian f. Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan : Penyusunan profil ketenagakerjaan dan Penyusunan informasi lembar ketenagakerjaan dan Pameran ketenagakerjaan dan ketransmigrasian Fasilitasi dan stimulasi transmigrasi Ring III Fasilitasi dan Stimulasi Transmigrasi Ring I Fasilitasi peninjauan lokasi transmigrasi Pengadaan sarana dan prasarana rumah tangga transito Pemeliharaan gedung transmito Kabupaten Penyebaran informasi ketenagakerjaan dan

119

1) 2) 3) 4) 5) transtrito 6)

Penyelenggaraan forum SKPD Konsultasi dan koordinasi perencanaan ketenagakerjaan Akreditasi pejabat fungsional instruktur latihan kerja Monitoring dan evaluasi kegiatan bidang tenaga kerja Pengadaan sarana dan prasarana rumah tangga

dan ketransmigrasian dan pengawas ketenagakerjaan dan transmigrasi Kabupaten Gunungkidul

Pengadaan papan informasi dan lowongan kerja dan

penyebarluasan informasi lowongan kerja. 2. Realisasi Progam dan Kegiatan Pembangunan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian memiliki banyak dimensi dan keterkaitan dengan berbagai pihak yaitu : Pemerintah, masyarakat, Pengusaha, Pekerja/Buruh dan dan stakeholders Oleh yang karena bergerak itu dibidang ketenagakerjaan ketransmigrasian. keberhasilan

pembangunan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian harus dilaksanakan secara terpadu dalam bentuk kerja sama yang saling koordinatif dan mendukung. Alokasi dana APBD Kabupaten Gunungkidul untuk bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebesar Rp. 2.029.503.000,- . Dari dana tersebut yang dapat direalisasikan sebesar Rp. 1.906.136.560,- ( 93,9 %) sehingga ada dana yang disetor ke kas kembali sebanyak Rp.123.366.440,- ( 6,1 % ). Sisa dana tersebut adalah dari beberapa kegiatan yang memang tidak memungkinkan untuk direalisasikan dan ada efisiensi dari penggunaannya. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi dikategorikan berhasil berdasarkan pengukuran kinerja dan pengukuran sasaran. Tingkat capaian rata-ratanya untuk semua kegiatan melalui indikator output dan indikator outcomes yaitu 90 %. Program dan kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif dan efisien. Sebagai gambaran lengkap, pelaksanaan program dan kegiatan dalam bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupapaten Gunungkidul pada Tahun 2006 sebagai berikut: a. “melalui kegiatan : 1) Kerja Memasuki Dunia Kerja Bimbingan Program “ Pengembangan Kesempatan Kerja

120

Dari hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa Indikator input Bimbingan Kerja sebagai berikut : dilaksanakan sebanyak 10 (sepuluh) orang terdiri dari penceramah dan penyelenggara dengan sarana 1 unit komputer/ LCD serta dengan dana anggaran Rp.6.050.000,- dengan prosentase penggunaan 100 %. Indikator Output terselenggara bimbingan kerja di SMK 1 Wonosari dan SMK 2 Wonosari sebanyak 200 orang siswa klas III, masing – masing 100 siswa. Penyelenggaraan output dapat terealisasi 100 % dengan tingkat pemahaman siswa terhadap dunia kerja sebesar 100 %. Dengan demikian Bimbingan Kerja dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Bimbingan Kerja diharapkan mampu menekan penipuan – penipuan yang dilakukan calo – calo tenaga kerja sehingga siswa mendapatkan bekal apabila setelah lulus akan masuk di dunia kerja. 2) dengan Sistem Padat Karya (PKSPK) PKSPK merupakan salah satu kegiatan untuk pengembangan dan perluasan kerja untuk meningkatkan kesempatan kerja. Pada Kegiatan PKSPK diarahkan pada Ternak Kambing Peranakan Etawa, dengan ternak kambing masyarakat diharapkan mampu membentuk unit ekonomi produktif untuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa Input Kegiatan PKSPK antara lain: Anggaran yang terdanai :Rp.165.250.000,dengan prosentase penggunaan 98,49 % ; Masyarakat , Instruktur dan penyelenggara sebanyak : 135 orang ; Bantuan pembuatan kandang dan obat-obatan sebanyak 6 paket ; bantuan kambing PE sebanyak 120 orang ; Kegiatan dilaksanakan di 6 lokasi antara lain : 1. Desa Sidorejo, Ponjong, 2. Desa Banaran, Playen, 3. Desa Banyusoca, Playen,4. Desa Kedungpoh,Nglipar, 5. Desa Pengkol, Nglipar, 6. Desa Pengkok, Patuk. Indikator Output PKSPK terdidiknya 120 orang masyarakat masing – masing lokasi sebanyak 20 orang masyarakat. Outcomes PKSPK dapat menyerap anggota PKSPK sebanyak : 120 orang. yang menunjukkan pelaksanaan kegiatan sangat efisien dan efektif. 3) Penerapan Teknologi serta Pemanfaatan Terapan Peningkatan Kelompok (TPK) Kegiatan TPK merupakan kegiatan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan TPK pada jenis Perluasan Kerja

121

industri ceriping pisang dilaksanakan di Desa Ngalang, Gedangsari. Indikator input antara lain : anggaran Rp.11.910.000,- , instruktur dan penyelenggara sebanyak 10 orang ; bantuan sarana dan prasarana untuk pembuatan criping pisang 1 paket. Dari hasil pengukuran menunjukkan bahwa input berupa anggaran dapat terealisasi 100 % dengan output anggota kelompok TPK terdidik sebanyak 10 orang dan outcomes anggota TPK yang mandiri dengan realisasinya sebanyak 100 %. Dengan pengukuran tersebut menunjukkan pelaksanaan sangat efektif dan efisien. 4) Tenaga Kerja Mandiri Terdidik (TKMT) Pelatihan TKMT dilaksanakan di Aula Disnakertrans Kab. Gunungkidul selama 12 hari. Pelatihan diikuti oleh 15 orang peserta dari Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan TKMT ini diharapkan mampu memberikan bekal tentang kewirausahaan bagi lulusan SLTA/D-1 dan memberikan motivasi anggota TKMT untuk menciptakan lapangan kerja. Indikator input; anggaran RP.52.955.000,- dengan prosentase penggunaan sebesar: 91,1 %; Anggota TKMT, instruktur dan penyelenggara sebanyak: 30 orang ; bantuan bahan dan sarana 1 paket. Dari hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa input yang terdanai dapat terealisasi 91,1 % dengan output 100 % tentang jumlah Tenaga kerja yang mandiri sebanyak 15 orang. Sedangkan outcomes menunjukkan Prosentase anggota TKMT yang mandiri 100 %. Dari Hasil pengukuran sangat efisien dan efektif. 5) memberikan kesempatan kerja sementara bagi Padat Karya masyarakat dan Padat Karya merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses perekonomian yang ada di masyarakat. Kegiatan Padat Karya diwujudkan dengan pembuatan jalan desa baru yang dapat menyerap tenaga kerja. Padat Karya dilaksanakan di 4 (empat) lokasi antara lain : Desa Dadapayu, Semanu ; Desa Pilangrejo,Nglipar ; Desa Giricahyo, Purwosari dan Desa Hargomulyo, Gedangsari. Input Kegiatan antara lain : anggaran Rp.389.370.000,-, mengikutsertakan sebanyak 1020 orang dari masyarakat penerima, petugas lapangan, pengawas dan instansi terkait; pengadaan bahan sarana untuk pembuatan jalan. Dari hasil pengukuran kinerja menunjukkan bahwa input anggaran yang terdanai dapat terealisasi 100 % dengan realisasi output 100 % menunjukkan kegiatan Pelatihan

122

terlaksananya kegiatan di 4 lokasi dan indikator outcpmes 100% yang terdiri dari : penyerapan TK pekerja sebanyak 11.520 orang ; penyerapan ketua kelompok sebanyak : 576 OH dan penyerapan tukang sebanyak 240 OH. Dari hasil pengukuran kegiatan efektif dan efisien. b. Program Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja 1) Pelatihan Tenaga Kerja Pelatihan Tenaga Kerja dilaksanakan secara institusional dan non institusional Input Pelatihan calon tenaga kerja meliputi : a) Pelatihan kejuruan Teknologi Mekanik : menunjukkan bahwa pelaksanaan

 Las Listrik dan Las Karbit : Peserta sebanyak : 32 orang ; 2 paket ; lokasi Desa Candirejo, Semin dan Desa Ngawis, Karangmojo; anggaran Rp.47.360.000,- ; bantuan sarana prasarana kelompok kerja produktif b) Pelatihan kejuruan otomotif :

 Sepeda motor : Peserta sebanyak : 32 orang ; 2 paket ; lokasi Desa wareng, Wonosari dan Desa Karangwuni, Rongkop ; anggaran Rp. 24.160.000,- ; bantuan sarana prasaranaa peserta pelatihan  Stir mobil : peserta sebanyak : 48 orang ; 3 paket ; lokasi Desa Wiladeg, Karangmojo ; Desa Ngunut, Playen dan Desa Jatiayu, Karangmojo; anggaran Rp. 37.825.000,- ; bantuan pembuatan SIM bagi peserta pelatihan c) Pelatihan kejuruan listrik

 Elektronika : Peserta sebanyak : 32 orang ; 2 paket ; lokasi : Desa Karangduwet, Paliyan dan Kedungkeris, Nglipar ; Anggaran Rp. 24.160.000,- ; bantuan sarana dan prasarana Kelompok Kerja Produktif yang dibentuk masyarakat.  Pelatihan Instalasi Penerangan : Peserta sebanyak : 32 orang ; 2 paket ; lokasi Desa Giriharjo, Panggang dan Desa Watusigar , Ngawen; Anggaran Rp.20.520.000,-; bantuan sarana prasarana peserta pelatihan. d) Pelatihan kejuruan bangunan :

123

 Bangunan : Peserta sebanyak : 32 orang, 2 paket ; lokasi di Desa Beji, Ngawen; Desa Melikan , Rongkop. Anggaran : Rp. 30.160.000,- ; bantuan bahan sarana / peralatan untuk kelompok kerja produktif yang dibentuk masyarakat.  Mebel : peserta sebanyak : 32 orang, 2 paket ; lokasi di Desa Pampang, Paliyan dan Desa Hargosari , Tanjungsari; Anggaran Rp. 34.160.000,-; bantuan sarana prasarana peserta pelatihan e) Pelatihan aneka kejuruan :  Menjahit : peserta sebanyak : 32 orang , 2 paket ; lokasi di Desa Ngawu, Playen dan Desa Girisekar, Panggang. ; anggaran Rp.29.430.000,- ; bantuan bahan sarana / peralatan untuk kelompok kerja produktif yang dibentuk masyarakat.  Membordir/sulam : peserta sebanyak : 48 orang, 3 paket ; Lokasi di Desa Playen, Playen ; Desa Semanu, Semanu dan Desa kenteng, Ponjong ; anggaran Rp. 43.080.000,-; pemberian bantuan sarana prasarana peserta pelatihan.  Ukir kayu : peserta sebanyak : 32 orang , 2 paket ; lokasi di Desa Katongan, Nglipar dan Desa Sumberjo, Semin ; anggaran Rp. 32.160.000,- ; bantuan bahan sarana untuk kelompok masyarakat.  Sablon : peserta sebanyak 32 orang ; 2 paket ; lokasi di Desa Semanu, Semanu dan desa Dadapayu, Semanu. f) Kejuruan tata niaga : Lokasi di Desa Genjahan, Ponjong dan Desa Bandung, Playen; Anggaran Rp. 46.160.000,- ; Pemberian bantuan sarana prasarana untuk kelompok masyarakat. g) Pelatihan kejuruan pertanian : 48 orang, 3 paket ; lokasi: Desa Kedungpoh, Nglipar ; Desa Wiladeg, Karangmojo dan Desa Siraman, Wonosari ; anggaran Rp.33.780.000,- ; bantuan sarana prasarana untuk kelompok kerja produktif. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan tenaga kerja dianggarkan Rp. 494.795.000,- sebanyak 512 peserta pelatihan, penyelenggaran 10 orang dan instuktur sebanyak 22 orang dari balai latihan kerja . Dari hasil pengukuran kinerja input yang terdanai terealisasi 89 % dengan prosentase output sebesar 100 % dengan jumlah peserta pelatihan sebanyak : 512 orang. Prosentase outcomes sebesar 100 % tentang tingkat kelulusan tenaga kerja yang dilatih.  Processing hasil pertanian dan makanan : Peserta sebanyak  Ketatausahaan/ Komputer : peserta sebanyak : 32 orang ; 2 paket;

124

2) Fasilitasi dan stimulasi Transmigrasi Ring I Dari hasil pengukuran kinerja input yang terdanai terealisasi 96 % dengan output 100 % dengan terpenuhinya sarana dan prasarana transmigrasi lokal Ring I (Pantai Gesing) yang menunjukkan kegiatan efisien. 3) Penyebaran Informasi Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Dari hasil pengukuran kinerja input yang terdanai terealisasi 99 % dengan output 100 % dengan terselenggaranya penyuluhan tingkat desa, penyusunan leaflet, boklet dan brosur yang menunjukkan kegiatan efisien. 4) Pameran Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Dari hasil pengukuran kinerja input yang terdanai terealisasi 100 % dengan output 100 % dengan terselenggaranya pameran pembangunan yang menunjukkan kegiatan efisien. 5) Pengumpulan, Pengolahan data dan Penyebarluasan IPK dan Bursa Kerja Dari hasil pengukuran kinerja input yang tidak terdanai dengan terealisasi output 100 % dengan tersedianya data informasi pasar kerja dan bursa kerja yang menunjukkan kegiatan sangat efisien. c. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga Kerja melalui kegiatan : 1) Pemantapan koordinasi pengupahan Kegiatan bertujuan untuk mendapatkan data kebutuhan hidup layak bagi pekerja lajang. Input Kegiatan : petugas sebanyak : 6 orang ; anggaran Rp. 7.935.000,- Dari hasil pengukuran kinerja input anggaran terealisasi 100 %; Prosentase output 100 % tentang terlaksananya survey kebutuhan hidup layak bagi pekerja lajang di tempat – tempat pembelanjaan ; prosentase outcomes 100 % tentang ketepatan waktu ketersediaan data KHM, tersedianya data pengupahan di perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan komisi pengupahan Propinsi DIY untuk pengusulan UMP pada Gubernur prop. DIY. Dari hasil pengukuran kegiatan efektif dan efisien. 2) Bimbingan Teknis Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan PHK Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta Bimtek tentang prosedur penyelesaian perselisihan HI menurut UU No.2 Tahun 2004 . Input kegiatan dengan anggaran Rp. 5.847.500,- ; Peserta Bimtek : 25 orang , Penyuluh dan Penyelenggara : 11 orang. Dari hasil pengukuran kinerja , anggaran terealisasi 91,45 % ; Prosentase output sebesar 100 % tentang terlaksananya pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan ; prosentase outcomes 100 % tentang pemahaman

125

pengawasan ketenagakerjaan. Dari Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 3) Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Kegiatan ini bertujuan agar perusahaan melaksanakan peraturan perundang – undangan ketenagakerjaan. Input kegiatan meliputi : anggaran Rp. 28.616.000,- ; pembinaan di 100 perusahaan ; personil / pengawas sebanyak : 2 orang. Dari hasil pengukuran kinerja input terealisasi 90 % dengan prosentase output 100% tentang terlaksananya pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan ; prosentase outcomes 100 % tentang pemahaman tentang pengawasan ketenagakerjaan. Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif . 4) Koordinasi Tripartit. Kegiatan ini bertujuan untuk forum komunikasi antara pengusaha, pekerja dan pemerintah. Input kegiatan meliputi : anggaran Rp. 9.870.000,- ; petugas sebanyak 23 orang . Prosentase output sebesar 100 % dengan terlaksananya 4 kali rapat koordinasi sidang sekber dan 2 kali rapat sidang pleno anggota tripartit ; prosentase outcomes 100 % tentang penurunan angka kecelakaan kerja dan perselisihan kerja. Dari hasil pengukuran kinerja yang menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 5) Sosialisasi Peraturan perundangan, syarat kerja dan hubungan industrial Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta sosialisasi tentang peraturan perundangan, syarat kerja dan hubungan industrial. Input kegiatan dengan anggaran Rp. 10.992.000,- ; Peserta sosialisasi : 100 orang , Penyuluh dan Penyelenggara : 11 orang. Dari hasil pengukuran kinerja , anggaran terealisasi 87,88 % ; Prosentase output sebesar 100 % tentang sosialisasi sebanyak 2 kali ; prosentase outcomes 100 % tentang pemahaman peraturan perundang – undangan ketenagakerjaan. Dari Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 6) Pembinaan Terhadap Lembaga Latihan swasta (LLS) Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang penyelenggaran pelatihan mengenai sertifikasi, standarisasi, kualitas tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja. Input kegiatan dengan anggaran Rp. 9.902.000,- ; Peserta sosialisasi : 30 orang, Penyuluh dan Penyelenggara : 11 orang. Dari hasil pengukuran kinerja , anggaran terealisasi 87,88 % ; Prosentase output sebesar 100 % tentang penyelenggaraan pembinaan 1 angkatan ; prosentase outcomes 100 % tentang tingkat pemahaman pengelolaan LLS. Dari Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif.Kegiatan juga untuk

126

memberikan pembinaan kepada LLS untuk mengetahui tentang hak dan kewajiban LLS dalam pelatihan tenaga kerja yang dilaksanakan sehingga pelatihan memenuhi standart yang diharapkan. 7) Pembentukan dan peningkatan fungsi P2K3 Kegiatan ini bertujuan untuk pembentukan dan pembinaan panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Input kegiatan meliputi : anggaran Rp. 21.230.000,-; petugas sebanyak 6 orang. Anggaran terealisasi 92 %. Pembentukan P2K3 15 perusahaan dan peningkatan fungsi P2K3 sebanyak 25 Perusahaan. Prosentase output sebesar 100 % tentang terlaksananya pembentukan dan peningkatan fungsi sebanyak : 40 perusahaan. ; prosentase outcomes 100 % tentang pembentukan P2K3 baru sebanyak : 15 perusahaan dan peningkatan fungsi P2K3 sebanyak 25 perusahaan.. Dari hasil pengukuran kinerja menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 8) Wajib Lapor Ketenagakerjaan di perusahaan Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang ketenagakerjaan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan di bidang ketenagakerjaan. Input kegiatan meliputi : anggaran Rp. 23.950.000,- ; pembinaan di 250 perusahaan ; personil / pengawas sebanyak : 6 orang. Dari hasil pengukuran kinerja input terealisasi 95 % dengan prosentase output 100% tentang terlaksananya wajib lapor ketenagakerjaan di perusahaan ; prosentase outcomes 100 % tentang terwujudnya data ketenagakerjaan di perusahaan.. Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 9) HI Pembinaan Hubungan Industrial tentang prosedur penyelesaian perselisihan HI menurut UU No.2 Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman peserta pembinaan Tahun 2004 . Input kegiatan dengan anggaran Rp. 8.515.000,- ; Peserta : 20 orang , Penyuluh dan Penyelenggara : 3 orang. Dari hasil pengukuran kinerja , anggaran terealisasi 85,91 % ; Prosentase output sebesar 100 % tentang terlaksananya pembinaan HI ; prosentase outcomes 100 % tentang tingkat pemahaman Hubungan Industrial. Dari Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 10) Pembinaan Peraturan perusahaan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang Hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha. Input kegiatan dengan anggaran Rp. 6.065.000,- ; Peserta sosialisasi : 20 orang , Penyuluh dan Penyelenggara : 5 orang. terealisasi 70,32 % ; Dari hasil pengukuran kinerja , anggaran Prosentase output sebesar 100 % tentang

127

terlaksananya pembinaan peraturan perusahaan; prosentase outcomes 100 % tentang pemahaman tentang peraturan perusahaan. Dari Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 11) Pembinaan Kesejahteraan Tenaga Kerja di perusahaan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang komponen kesejateraan tenaga kerja tentang jamsostek, Upah minimal , koperasi dll. Input kegiatan dengan anggaran Rp. 6. 486.500,-; Peserta pembinaan : 75 orang , Penyuluh dan Penyelenggara : 3 orang. Dari hasil pengukuran kinerja , anggaran terealisasi 92,29 % ; Prosentase output sebesar 100 % tentang terlaksananya pembinaan kesejahteraan tenaga kerja : prosentase outcomes 100 % tentang pemahaman kesejahteraan tenaga kerja. Dari Hasil Pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 12) Sosialisasi upah minimum propinsi / kabupaten

Kegiatan bertujuan untuk memberikan informasi tentang UMP dan UMK. Input Kegiatan : petugas sebanyak : 6 orang ; anggaran Rp. 8.305.000,Dari hasil pengukuran kinerja input anggaran terealisasi 78,13 % Prosentase output 100 % tentang sosialisasi UMP/UMK ; prosentase outcomes 100 % tentang pemahaman UMP / UMK yang berlaku. Dari hasil pengukuran kegiatan efektif dan efisien. d. Program Penyebaran dan Pendayagunaan Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui kegiatan : 1) Penyebaran Informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian Kegiatan bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang program dan kegiatan bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul baik di tingkat kecamtan maupun Desa . Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 92.835.000,- ; penyelenggara dan penceramah sebanyak : 50 orang ; penyebarluasan leaflet, booklet dan brosur. Anggaran terealisasi 94 %, Prosentase output 100 % tentang terselenggaranya penyuluhan tingkat desa dan kecamatan. Prosentase outcomes 100 % tentang peningkatan peran serta masyarakat untuk mengikuti program ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan efisien. 2) Pameran Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kegiatan bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang program dan kegiatan bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan Pameran Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 24.235.000,- ;

128

penyelenggara sebanyak : 10 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 21 %, Prosentase output 0 % tidak terselenggara karena adanya bencana alam gempa bumi yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006. Prosentase outcomes 0 %. Berdasarkan pengukuran kegiatan hanya dapat dilaksanakan pada tahap persiapan bahan pameran sedangkan untuk kegiatan penyelenggaraan pameran tidak dilaksanakan. 3) Fasilitasi dan Stimulasi Transmigrasi Ring III Kegiatan bertujuan untuk memberikan fasilitasi pengiriman transmigran ke Luar Jawa. Penyelenggaraan transmigrasi Ring III Tahun 2006 dengan daerah tujuan dan jumlah KK/ jiwa sebagai berikut : 1. UPT Sengkilo, Indragiri hulu, Riau 2. UPT Toli – Toli ,Gindopo, Sul Teng 3. UPT Watu – Watu, Konawe Sel, Sultra 4. UPT Rantau Pandan, Bungo, Jambi 5. UPT Pagar Banyu, Seluma, Bengkulu 6. UPT Capkala bengkayang, Kalbar 7. UPT Teluk Melano, Ketapang, Kalbar 9. UPT Sesayap dan Tanjung Buka, Kaltim 10.UPT Simpang Mungki, Kalsel 11.UPT Jamas Raya, Sumbar 12.UPT Dusun Tengah,Solok Selatan,Sumbar 13.UPT Bukit Baru,Tanah Bumbu, Kalsel Jumlah : 5 KK : 8 KK : 5 KK : 4 KK : 5 KK : 3 KK : 3 KK : 7 KK : 4 KK : 4 KK : 5 KK : 2 KK : 60 KK : 16 jiwa : 32 Jiwa : 16 Jiwa : 13 Jiwa : 16 Jiwa : 9 Jiwa : 9 Jiwa : 18 Jiwa : 24 Jiwa : 11 Jiwa : 19 Jiwa : 14 Jiwa : 10 Jiwa : 207 Jiwa

8. UPT Lubuk Mumpo, Rejanglebong,Bengkulu : 5 KK

Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 98.838.000,- ; penyelenggara sebanyak : 26 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 93,99 %, Prosentase output 100 % tentang terlaksananya faslitasi bagi transmigrasi ring III, Prosentase outcomes 100 % tentang kelancaran pengiriman transmigran sebanyak : 60 KK / 207 jiwa. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 4) Fasilitasi dan Stimulasi Transmigrasi Ring I Kegiatan bertujuan untuk memberikan fasilitasi transmigran ring I di Pantai Gesing, Desa Girikarto, Panggang . Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 17.069.500,-penyelenggara sebanyak : 3 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 100 %, Prosentase output 100 %

129

tentang terfasilitasinya sarana prasarana bagi transmigrasi ring I, Prosentase outcomes 100 % Kepuasan transmigran ring I. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 5) Fasilitasi Peninjaun Lokasi Transmigrasi Kegiatan bertujuan untuk perencanaan dan evaluasi program transmigrasi.. Peninjauan di Kalimantan Timur dan Jambi. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 94.074.000,-pelaksana sebanyak : 16 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 90 %, Prosentase output 100 % tentang terselenggaranya peninjauan lokasi transmigrasi dan evaluasi transmigrasi , Prosentase outcomes 100 % Tersedianya data transmigrasi. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 6) Pengadaan Sarana dan Prasarana Rumah Tangga Transito Kegiatan bertujuan untuk memfasilitasi rumah tangga transito. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 46.420.000,- pelaksana sebanyak : 6 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 99,95 %, Prosentase output 100 % tentang terfasilitasinya rumah tangga transito, Prosentase outcomes 100 % tentang Kelancaran pengiriman transmigran. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 7) Pemeliharaan Gedung Transito Kabupaten Gunungkidul Kegiatan bertujuan untuk memfasilitasi Gedung transito. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 42.110.000,- pelaksana sebanyak : 6 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 99,68 %, Prosentase output 100 % tentang terfasilitasinya gedung transito, Prosentase outcomes 100 % tentang Kelancaran pengiriman transmigran. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. e. Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan TI dan Komunikasi melalui kegiatan : 1) Penyusunan Informasi Lembar Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kegiatan bertujuan untuk menyusun informasi pasar kerja dan ketransmigrasian Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 12.320.000,- ; pelaksana sebanyak : 7 orang Anggaran terealisasi 97,7 %, Prosentase output 100 % tentang tersusunnya lembar informasi ketenagakerjaan. Prosentase

130

outcomes

100

% dan

tentang

ketepatan

waktu dan

ketersediaan

data IPK.

ketenagakerjaan

ketransmigrasian

penyebarluasan

Berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan efisien. 2) Penyusunan Profil Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kegiatan bertujuan untuk menyusun data ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di tingkat desa dan kecamatan. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 67.110.000,- ; pelaksana sebanyak : 180 orang Anggaran terealisasi 96 %, Prosentase output 100 % tentang tersusunnya data profil ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Prosentase outcomes 100 % tentang efisien. f. Peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan : 1) Penyelenggaraan Forum SKPD Kegiatan bertujuan untuk mendapatkan jejaring informasi tentang program dan kegiatan Disnakertrans dengan instansi terkait . Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 5.000.000,- ; pelaksana sebanyak : 5 orang Anggaran terealisasi 100 %, Prosentase output 100 % tentang tersedianya dokumen perencanaan. Prosentase outcomes 100 % tentang prosentase program yang tersosialisasi di 18 kecamatan.. Berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan efisien. 2) Konsultasi dan koordinasi Perencanaan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Kegiatan bertujuan untuk memperoleh data sebagai bahan perencanaan program dan kegiatan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 9.670.000,- ; pelaksana sebanyak : 22 orang Anggaran terealisasi 77,78 %, Prosentase output 100 % tentang tersedianya dokumen perencanaan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Prosentase outcomes 100 % tentang prosentase pemahaman perencanaan bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan efisien. 3) Akreditasi Pejabat Fungsional Instruktur Latihan Kerja dan Pengawas Ketenagakerjaan Kegiatan bertujuan untuk menyusun Penetapan Angka Kredit ( PAK ) bagi Pejabat Fungsional Instruktur Latihan Kerja dan Pengawas Ketenagakerjaan.. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 13.332.500,- ; Tim pelaksana sebanyak : 17 orang, SDM Pejabat Fungsional sebanyak: 24 orang. Anggaran terealisasi 86 %, Prosentase output 100 % tentang ketepatan waktu ketersediaan data ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan

131

jumlah SK Penetapan Angka Kredit ( PAK ). Prosentase outcomes 100 % tentang kepuasan pejabat fungsional ILK dan Pengawas Ketenagakerjaan, berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan efisien. 4) Monitoring dan Evaluasi Kegiatan bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul Kegiatan bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan. Input kegiatan meliputi : anggaran Rp. 22.400.000,- ; Tim pelaksana sebanyak : 24 orang. Anggaran terealisasi 96 %, Prosentase output 100 % tentang tersusunnya laporan hasil monitoring dan evaluasi kegiatan. Prosentase outcomes 100 % tentang ketepatan pengiriman laporan. Berdasarkan pengukuran kegiatan sangat efektif dan efisien. 5) Pengadaan Sarana dan Prasarana Rumah Tangga Transito Kegiatan bertujuan untuk memfasilitasi penyebarluasan informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 37.895.000,- pelaksana sebanyak : 10 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 98 %, Prosentase output 100 % tentang tersedianya sarana penyuluhan. Prosentase outcomes 100 % tentang Terdokumentasinya kegiatan. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 6) Pengadaan Papan Informasi Lowongan Kerja dan Penyebarluasan Informasi Lowongan Kerja. Kegiatan bertujuan untuk menyediakan papan informasi untuk penyebarluasan informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian serta lowongan kerja. Input kegiatan meliputi : anggaran : Rp. 161.025.000,pelaksana sebanyak : 6 orang ; pengadaan bahan dan sarana. Anggaran terealisasi 99 %, Prosentase output 100 % tentang tersedianya papan informasi lowongan kerja. Prosentase outcomes 100 % tentang Peningkatan peran serta masyarakat dalam program ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Dari hasil pengukuran menunjukkan kegiatan sangat efisien dan efektif. 3. Permasalahan dan Solusi Capain target program dan kegiatan sebagaimana dipaparkan diatas merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terkait dengan pelaksanaan program. Meskipun telah berhasil melaksanakan program dan kegiatan dengan

132

kriteria sangat berhasil, akan tetapi dalam bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama antara lain : a.Adanya pengaruh globalisasi b. Ketrampilan tenaga kerja belum memadai c.Bervariasinya jenis perusahaan yang ada. d. Kemampuan finansial masyarakat yang rendah e.Krisis multi dimensi yang masih berlanjut f. Minimnya pegawai yang mempunyai keahlian tertentu di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. g. Sistim informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang belum memadai h. Terbatasnya lapangan kerja disektor formal i. Minimnya dana untuk perawatan peralatan maupun pemeliharaan gedung. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan upaya - upaya guna mengatasi permasalahan yang dihadapi sebagai berikut : a. Memanfaatkan sarana prasarana, Sumber Daya Manusia dan dana yang ada di Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara optimal untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebijakan, program dan kegiatan yang ada. b. Menjalin kerjasama yang kondusif antar instruktur dan peserta pelatihan sehingga akan dapat menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, disamping pemilihan peserta secara selektif dan pendayagunaan instruktur dari segala kejuruan. c. d. e. Diversifikasi kegiatan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan Peningkatan kerjasama antar daerah dalam rangka mobilisasi Peningkatan Jalinan dalam kerjasama dengan BKK dan Perusahaan / informasi lowongan kerja melalui berusaha. penduduk. LPPS/PJTKI f. kerja. g. h. Koordinasi tripartit untuk menciptakan ketenagakerjaan yang kondusif Peningkatan metode, cara dan strategis yang cepat dan tepat dalam dan harmonis antara pengusaha, pekerja dan pemerintah peningkatan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran memperoleh

mekanisme AKL,AKAD dan AKAN Peningkatan kerjasama dengan Stakeholder yang bergerak di bidang sosial dan ketenagakerjaan pada peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga

133

F.

BIDANG KESEHATAN 1. Program dan Kegiatan Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Kondisi sehat bukan saja merupakan sesuatu yang sangat mahal, akan tetapi juga merupakan modal penting dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang. Pembangunan bidang kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2006 memiliki beberapa tujuan yaitu : 1. Mempercepat penurunan angka kematian bayi dan neonatus melalui : Penurunan angka KEK WUS, utamanya KEK ibu hamil Peningkatan cakupan pelayanan (K1 dan K4) Pemberian makanan tambahan (PMT) pada balita rawan gizi Peningkatan cakupan kasus pneomonia dan pengobatannya Penurunan incidensi diare, dan peningkatan tatalaksana diare

2. Meningkatkan status gizi balita, denan cara :

3. Tercapainya masyarakat sadar sehat, meningkatkan cakupan dan mutu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada setiap tatanan. 4. 5. Meningkatkan cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, dengan cara : 6. Meningkatkan jumlah dan mutu tenaga kesehatan Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan Meningkatkan peran serta swasta dan pelayanan kesehatan alternatif Peningkatan sistem informasi kesehatan (SIK) Revitalisasi puskesmas

Meningkatkan administrasi, kebijakan dan manajemen kesehatan, dengan cara :

Adapun sasarannya adalah : 1. Mengoptimalkan struktur operasional dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi 2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan teknis maupun struktural 3. Pengembangan sistem informasi kesehatan 4. Melibatkan secara proaktif asertif LSM/organisasi non politik masyarakat dalam program perencanaan kebijakan dan perencanaan daerah khusus pembangunan kesehatan 5. Penerapan transformasi, advokasi dan adaptasi program secara konsisten pada seluruh jaringan pelaksanaan program.

134

Tujuan

dan

sasaran

tersebut

diuapayakan

pencapaiannya

melalui

9 (sembilan) program yang meliputi beberapa kegiatan selama tahun anggaran 2006 antara lain sebagai berikut: a. Program perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat, meliputi 12 kegiatan yaitu: 1) Forum koordinasi program promosi kesehatan 2) Pengadaan sarana dan prasarana promosi kesehatan 3) Sosialisasi PHBS 4) Pembinaan klinik sehat 5) Pemberdayaan TOGA 6) Pemantapan kerjasama LPLS 7) Pemberdayaan masyarakat melalui PMKD 8) Pembinaan sekolah sehat 9) Pemberdayaan UKK dan poskestren 10) Pengembangan Posyandu 11) Pemasarana JPK prabayar 12) Koordinasi JPK Prabayar b. Program lingkungan sehat, meliputi 9 kegiatan yaitu : 1) Perbaikan dan pengawasan kualitas lingkungan 2) Pembinaan tempat pengelolaan makanan 3) Pembinaan DPKL 4) Penyehatan tempat wisata 5) Pengawasan dan perbaikan kualitas air 6) Inspeksi sanitasi rumah 7) Pengembangan klinik sanitasi 8) Pembinaan kawasan sehat 9) Pengendalian lalat di TPS/TPA c. Program Upaya Sehat, dilaksanakan dengan 31 kegiatan yaitu : 1) Audit material perinatal 2) Pengembangan gerakan sayang ibu 3) Koordinasi rutin petugas KIA 4) Lomba Balita sehat 5) Review MTBS 6) DTKB Posyandu 7) Kemitraan pertolongan persalinan oleh Nakes

135

8) Pembinaan program Usila 9) LCC Usila 10) Pembinaan kesehatan repoduksi remaja 11) Pelatihan kader kesehatan remaja 12) Pelatihan Puskesmas Peduli Remaja 13) Pertemuan lintas sector pembinaan usila 14) Pelatihan Puskesmas santun Usila 15) Pelatihan kader Usila 16) Pelatihan SPMKK 17) Peningkatan kesehatan gigi keluarga miskin 18) Puskesmas ISO 19) Pendampingan kemandirian Puskesmas 20) Penjaringan penyakit dan Konsultasi dr ahli 21) Koordinasi Puskesmas Rawat Inap 22) Bimbingan dan pengendalian yankes dasar 23) Penilaian Kinerja Puskesmas 24) Pengelolaan pelayanan kesehatan khusus 25) PPPK dan kegawatdaruratan 26) Pemantapan Program kesehatan jiwa 27) Pemantapan Program PHN 28) Pos Kesehatan Pariwisata 29) Penilaian sarkes oleh badan mutu 30) Bimbingan dan pengendalian yankes swasta 31) Survey lap.Verifikasi yankes swasta d. Program sumberdaya kesehatan, terdiri atas : 1) Rehabilitasi dan pembangunan sarana kesehatan (Puskesmas) 2) Belanja modal kesehatan 3) Rehabilitasi gedung kantor e. Program obat, makanan, obat dan bahan berbahaya, meliputi kegiatan : 1) Pengadaan obat pelayanan kesehatan dasar (PKD) 2) Penyusunan administrasi obat secara terpadu 3) Pertemuan dan pengendalian penggunaan obat secara rasional 4) Penyebaran informasi obat, obat tradisional. Kosmetika dan makanan. 5) Pengawasan mutu pangan 6) Pelatihan keamanan pangan

136

7) Penyempurnaan draft Raperda perizinan pangan. f. Program kebijakan, administrasi dan sistem informasi kesehatan 1) Forum SKPD bidang kesehatan 2) Pengembangan SIK dan SIM 3) Penyusunan profil kesehatan 4) Monev program kesehatan 5) Koordinasi perencanaan kesehatan g. Program peningkatakan pelayanan publik 1) Akreditasi jabatan fungsional 2) Pembinaan kepegawaian 3) Monitoring pendapatan dan administrasi keuangan h. Program pencegahan dan pengendalian penyakit 1) Pencegahan PMS dan HIV/AIDS 2) Pengelolaan program surveylan penyakit menular 3) Pencegahan penularan penyakit DBD 4) Pencegahan penyakit kecacingan 5) Kesehatan haji 6) Pengelolaan program imunisasi dan PD3I 7) Surveylan AFP 8) Penanggulangan penyakit TBC – paru 9) Pengendalian penyakit DBD 10) Penanggulangan KLB penyakit menular 11) Pengendalian penyakit malaria 12) Penanggulangan diare 13) Penanggulangan penyakit malaria 14) Penanggulangan penyakit Kusta 15) Penanggulangan penyakit ISPA i. Program perbaikan gizi masyarakat 1) Pencegahan dan penanggulakan GAKI 2) Pencegahan dan penanggulangan anemia gizi 3) Sistem kewaspadaan pangan dan gizi 4) Pencegahan dan penanggulangan KEP 5) Pencegahan dan penanggulangan KEK

137

6) Pencegahan dan penanggulangan anemi vitamin A 7) ASI eksklusif 8) UPGK 9) Pelayanan Gizi Institusi j. Program peningkatan PAD bidang kesehatan 1) Pendapatan retribusi pelayanan kesehatan. Selain upaya–upaya dalam rangka pembangunan bidang kesehatan

sebagaimana telah diprogramkan tersebut diatas, dalam rangka pelayanan kesehatan khususnya upaya penyembuhan, Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari mempunyai peran yang cukup vital. Sebagai satu–satunya rumah sakit milik pemerintah, RSUD memiliki tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari mempunyai tugas : a. b. non medis. c. Keperawatan d. e. f. g. keuangan Adapun kebijakan yang ditempuh adalah sebagai berikut : a. daya jangkau masyarakat. b. c. d. e. Sakit Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan SDM Peningkatan kerjasama antar lembaga Pengadaan sarana dan prasarana Penerapan Sistim Informasi Manajemen Rumah melalui pendidikan kursus dan pelatihan yang kontinyu sesuai kebutuhan . Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sesuai Menyelenggarakan rujukan. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan . Menyelenggarakan administrasi umum dan Menyelenggarakan pelayanan dan asuhan Menyelenggarakan pelayanan medis. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis dan

138

f. g. dan optimal

Meningkatkan

kerjasama

dalam

penyusunan

anggaran belanja daerah dan pelaksanaan tugas Meningkatkan kinerja pegawai yang profesional

Pada tahun 2006, program dan kegiatan RSUD sebagai berikut : a. Program Upaya Kesehatan Perorangan 1) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit 2) Pengadaan alat kedokteran, Kesehatan dan Penunjang Medik RSU b. Program Percepatan dan Pemberantasan Penyakit 1) Pelayanan Pemeriksaan dan Perawatan Pasien. 2) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit ( PKM RS ) c. Obat dan Perbekalan Kesehatan. 1) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. 2. Realisasi Program dan Kegiatan Secara keseluruhan jumlah alokasi pembiayaan untuk kegiatan belanja langsung bidang kesehatan sebesar Rp.16.666.122.000,- yag terdiri atas Dana Alokasi Khusus sebesar Rp.7.247.080.000,dan dana alokasi umum Rp 9.419.042.000,- Anggaran tersebut terealisasi sebesar Rp.15.286.481.656,sehingga ada efisiensi Rp. 1.379.640.344,-. Tingkat capaian fisik kegiatan mencapai 91,72%. Sedangkan untuk RSUD, alokasi anggaran APBD menunjukkan keberpihakan alokasi anggaran belanja Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari pada pelayanan publik untuk mendukung peningkatan pelayanan cukup besar, yaitu dana dari APBD sebesar Rp. 8.237.357.500,- serta dana Tugas Pembantuan dari Pusat terealisasi Rp. 1.788.629.000,Pada program upaya kesehatan perorangan, program percepatan dan pemberantasan penyakit, program obat dan perbekalan kesehatan dapat meraih pencapaian sebesar Rp. 8.767.520.264,- dari target Rp.9.484.800.000,- dan masih terdapat sisa piutang yang berasal dari klaim pelayanan Rawat jalan dan rawat inap Askeskin sebesar Rp 388.558.000,- dari Askes PNS sebesar Rp.198.851.800,- Obat Askeskin sebesar Rp.399.466.279,- serta dari klaim korban gempa Rp. 222.279.937,- sehingga total pendapatan yang belum masuk komponen PAD seharusnya sebesar Rp. 1.209.156.016,- Dengan demikian bila dilihat prosentase PAD dari retribusi pelayanan RSUD Wonosari tahun 2006

139

sebesar 92,44 % ditambah dengan piutang yang belum masuk PAD sebesar 12,74 % sehingga secara keseluruhan pencapaian pendapatan untuk tahun 2006 mencapai 105,17 %. Dibanding dengan pendapatan RSUD Wonosari tahun 2005 tercapai sebesar Rp.6.073.223.843,- ini berarti terdapat peningkatan pendapatan kurang lebih Rp.2.694.296.421,- sedangkan tingkat efisiensi dan efektifitas dalam evaluasi kinerja secara umum perkembangan kondisi pencapaian sasaran dan tujuan sesuai dengan kebijakan, program dan kegiatan yang telah dilaksanakan mencapai tingkat keberhasilan sangat efisien dan efektif. Secara umum program dan kegiatan bidang kesehatan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 dalam bidang kesehatan dapat berjalan dengan lancar dengan tingkat keberhasilan sangat tinggi, meskipun dalam pelaksaaan kegiatan selama satu tahun muncul berbagai hambatan. Adapun penilaian masing – masing program adalah sebagai berikut : a. Program perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat Pada program perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat, seduai dengan indikator kinerja keberhasilan, dapat dikatakan semua berhasil dilaksanakan. Terdapat efisiensi pada penggunaan dana, tanpa menurunkan capaian hasil. Manfaat dari porgram ini secara keseluruhan adalah adanya peningkatan peran serta asyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat, dan pelaksanaan klinik sehat pada setiap puskesmas. Pada setiap tatanan PHBS ada peningkatan budaya sehat, meskipun masih banyak dijumpai perilaku merkok di tempat kerja dan tempat – tempat umum. Hal ini karena belum adanya sarana / prasarana ruang pojok rokok pada setiap institusi. Adapun capaian masing – masing kegiatan adalah sebagai berikut : 1) Forum koordinasi program promosi kesehatan Rp.13.300.000,- dan terealisasi Anggaran yang disediakan sebesar Rp.9.700.000,- atau 72,93 %. 2) Pengadaan sarana dan prasarana promosi kesehatan Anggaran sebesar Rp. 54.130.000,-, terealisasi Rp. 52.650.000,- atau 97,27%, kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dengan capaian fisik mencapai 100%. melalui kegiatan ini didakan sarana penyuluhan HBS berupa leaflet sebanyak 3.000 lembar, spanduk 30 buah dan poster sebanyak 2.750 lembar. Sedangkan hasil yang diperoleh berupa Peningkatan kelancaran dan efektifitas promosi kesehatan kepada masyarakat.

140

3)

Sosialisasi PHBS

Anggaran sebesar Rp. 102.850.000,-, terealisasi Rp. 71.520.000,- atau 69,54%, melalui kegiatan ini diperoleh hasil Tersebarnya program PHBS di Tingkat Desa di seluruh desa se – Kabupaten Gunungkidul dan Dokumen Terselenggaranya Sosialisasi PHBS (tercapai 100%) 4) Pembinaan klinik sehat Anggaran sebesar Rp. 90.925.000,-, terealisasi Rp. 89.190.000,- atau 98,03%. Output kegiatan ini berupa Keterpaduan dan kerjasama dalam intervensi PHBS melalui pelatihan PHBS dan klinik sehat yang melibatkan 150 orang. Kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dengan tingkat capaian fisik 100%. 5) Pemberdayaan TOGA Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 10.505.000,-, terealisasi Rp. 9.305.000,- atau 88,58%. Realisasi kegiatan ini tidak bisa optimal mengingat adanya beberapa permasalahan yang terjadi, dari 5 kali yang direncanakan, dapat terealisasi 3 kali atau 60%. 6) Pemantapan kerjasama LPLS Anggaran sebesar Rp. 19.260.000,-, terealisasi Rp. 600.000,- atau 3,12%. Kegiatan ini dilasanakan degan study banding kerjasama LP/LS ke daerah yang telah mantap dengan peserta sejumlah 130 orang dan dapat terealisasi 100%. 7) Pemberdayaan masyarakat melalui PMKD

Anggaran sebesar Rp. 164.032.000,-, terealisasi Rp. 57.498.000,- atau 35.05%. Kegitan ini dilaksanakan dengan Pelatihan masyarakat, kader, lembaga desa berupaya merencanakan dan menyelesaikan masalah kesehatan secara mandiri yang melibatkan 544 posyandu dengan jumlah 3.245 orang peserta. Kegiatan ini dapat terlaksana 100%. 8) Pembinaan sekolah sehat, Refresing guru UKS dan

sekrening kesehatan di sekolah Anggaran sebesar Rp. 25.780.000,-, terealisasi Rp. 16.620.000,- atau 64,47%, Kegiatan ini dilaksanakan di 12 sekolah dengan kelompok sasaran sejumlah 60 orang dan dapat terlaksana 100%. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan ketrampilan pengetahuan tentang kesehatan di sekolah 9) Pemberdayaan UKK dan poskestren

141

Anggaran sebesar Rp. 22.575.000,- terealisasi Rp. 16.655.000,- atau 73,78%. Kegiatan ini dilaksanakan 11 kali dan melibatkan 80 orang sebagai kelompok sasaran, dan dapat terlaksana 100%. 10) Pengembangan Posyandu

Anggaran sebesar Rp. 39.375.000,-, terealisasi Rp. 35.378.000,- atau 89,85%. Bentuk kegiatan ini adalah dengan Pengadaan sarana dan prasarana Posyandu sebanyak 1 unit dan dapat terlaksana 100% 11) Pemasaran JPK prabayar

Anggaran sebesar Rp.15.550.000,-, terealisasi Rp.8.087.000,- atau 52,01%. Realisasi kegiatan ini berupa rapat sosialisasi program JPKM prabayar ke masyarakat dengan hasil meningkatnya kemampuan dan kepesertaan masyarakat pada JPK prabayar. Rapat sosialisasi dilaksanakan sebanyak 145 kali dan dapat terealisasi 100%. 12) Koordinasi JPK Prabayar

Anggaran sebesar Rp. 4.840.000,-, terealisasi Rp. 2.100.000,- atau 43,39%,. Kegiatan ini dilaksanakan 1 kali dengan hasil Keterpaduan program jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) prabayar, dan dapat terlaksana 100%. Dengan capaian rata – rata 82,83%, maka dapat dikatakan bahwa program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2006 termasuk kategori berhasil baik, meskipun belum optimal. b. Program lingkungan sehat Program lingkungan sehat yang ditangani secara keseluruhan dapat dikaategorikan sangat berhasil dengan capaian 95,49%. Meskipun demikian untuk pencapaian sasaran cakupan air bersih mengalami penurunan dari tahun 2005. hal ini dikarenakan dampak musibah gempa bumi, kemarau panjang dan banyaknya infrastruktur yang rusak. Penurunan kinerja juga disebabkan kebijakan pemeritah daerah dalam penggunaan alokasi anggaran terkait dengan prioritas penanganan bencana gempa bumi, sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak berjalan dengan optimal. Adapun realisasi masing – masing kegiatan adalah sebagai berikut : 1) Perbaikan dan pengawasan kualitas lingkungan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 13.055.000,- atau Rp. 16.640.000,- dan terealisasi 78,46%. Kegiatan dilaksanakan melalui Forum

koordinasi Petugas Lingkungan terhadap pemahaman tugas pokok dan fungsi sebanyak 6 kali, dan terlaksana 100%

142

2) Pembinaan tempat pengelolaan makanan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 1.575.000 ,- dan terealisasi Rp. 1.125.000 ,- atau 71,43 %. Monitoring dan survey kesehatan tempat dan proses pengolahan makanan dilaksanakan sebanyak 24 kali dengan hasil meningkatnya TPM dalam pencegahan perluasan penularan penyakit akbibat keracunan makanan, dan dapat terlaksana 100% 3) Pembinaan DPKL Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 32.700.000,- dan terealisasi Rp. 29.715.000,- atau 90,87%. Kegiatan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan dengan pembinaan DPKL sebagai desa percontohan yang dilaksanakan sekali dan dapat terealisasi 100% 4) Penyehatan tempat wisata Anggaran yang disediakan sebesar 5) Pengawasan dan perbaikan kualitas air Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 138.912.500,- atau 6) Inspeksi sanitasi rumah Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 970.000,- atau Rp. 4.150.000,- dan terealisasi 23,3%. Inspeksi kondisi sanilati lingkungan rumah dengan tingkat capaian target fisik 100%. Rp. 141.750.000,- dan terealisasi 98,00%. Kegiatan dapat berjalan dengan lancar Rp. 6.375.000,- dan terealisasi Rp. 5.475.000,- atau 85,88%. Kegitan ini dapat terlaksana 100%

dilaksanakan sekali dengan hasil meningkatnya lingkungan ruah sehat dan dapat terealisasi 100%. 7) Pengembangan klinik sanitasi Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 11.616.000,- atau Rp. 11.650.000,- dan terealisasi 99,71%. Kgiatan ini dalam bentuk peningkatan

program dan kegiatan klinik sanitasi di Puskesmas dan Pustu dengan frenkuensi sekali (terlaksana 100%) 8) Pembinaan kawasan sehat Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 4.350.000,- atau 100%. 9) Pengendalian lalat di TPS/TPA Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 8.155.000,- atau Rp. 8.875.000,- dan terealisasi 91,89%. Pengendalian populasi lalat di lingkungan Rp. 6.150.000,- dan terealisasi 70,73%. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk

Pengembangan dan perbaikan kesehatan lingkungan, dan dapat terealisasi

143

sekitar TPS/TPA sebanyak 1 paket guna pencegahan penularan penyakit, dan dapat terealisasi 100%. c. Program upaya kesehatan Proram upaya kesehatan secara keseluruhan mencapai kinerja sebesar 93,69%, naik dari pencapaian tahun 2005, dan dapat dikatakan sangat berhasil. Kegiatan PIN yang masuk dalam kegiatan pengelolaan program imunisasi dan pencegahan PD3I dapat dikatakan berhasil, dengan cakupan diatas 100%. Namun demikian ada beberapa kegiatan yang kurang berhasil dengan capaian kegiatan kurang dari 70%, yaitu : 1) Audit maternal perinatal Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 8.115.000,- atau Rp. 14.715.000,- dan terealisasi 55,15%. AMP dilaksanakan di Puskesmas dengan

frekuensi pelaksanaan 2 kali guna mendeteksi dan mendata kasus kematian maternal perinatal. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 2) Pengembangan gerakan sayang ibu Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 22.130.000,- atau Rp. 23.430.000,- dan terealisasi 94,45%. Kegiatan berupa pembinaan GSI Tingkat

Kecamatan, Desa dan Tingkat Kabupaten sebanyak 3 kali dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang. Hasil yang diperoleh adalah keterpaduan kegiatan GSI dan peningkatan kepedulian di Tingkat kacamatan dan Desa, dan dapat terlaksana 100%. 3) Koordinasi rutin petugas KIA Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 61.035.000,- dan terealisasi

Rp. 60.653.000,- atau 99,37 %. Kegaitan dilasanakan dengan pembinaan program KIA dengan peserta sebanyak 174 orang dan cetak buku KIA

sebanyak 3 kali. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan cakupan masalah kesehatan ibu hamil dan setiap ibu hail dapat buku KIA. Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dengan realisasi 100%. 4) Lomba Balita sehat Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 16.815.000,- dan terealisasi

16.175,- atau 96,19 %. Pemilihan balita sehat tingat Kabupaten

dilaksanakan 3 kali dengan jumlah peserta sebanyak 145 orang. Hasil kegiatan

144

ini berupa meningkatnya dorongan keluarga dan masyarakat untuk menjaga kesehatan anak balita. Capaian fisik kegiatan 100%. 5) Review MTBS Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 1.640.000,- dan terealisasi

1.640.000,- atau 100 %. Reviem dilaksanakan dengan monitoring

pelaksanaan program KIA di Puskesmas sebanyak 12 kali, dan dapat terealisasi 100%. 6) DTKB Posyandu Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 38.850.000,- dan terealisasi

Rp. 37.630.000,- atau 96,86 %. Kegiatan dilaksanakan dnegan pengadaan fasilitas DTKB sebanyak 1.447 kali, dengan tingkat capaian target 100%. 7) Kemitraan pertolongan persalinan oleh Nakes Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 87.025.000,- dan terealisasi

Rp. 62.614.500,- atau 71,95 %. Kegiatan desa siaga berhasil dilaksanakan di 10 desa dan dapat terealisasi 100%. 8) Pembinaan program Usila Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 27.985.000,- atau Rp. 28.140.000,- dan terealisasi

99,45%. Bentuk kegiatan berupa sosialisasi tupoksi

dan kegiatan Usila sekali, pengadaan paket buku/barang cetakan program usila sebanyak 3 paket serta kegiatan Posyandu Usila sebanyak 100. Realisasi kegiatan dapat mencapai 100%. 9) LCC Usila Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 1.460.000,- dan terealisasi Rp. 1.460.000,- atau 100 %. Lomba cerdas cermat Usila tingkat kabupaten terlaksana sekali dan dapat terealisasi 100%. 10) Pembinaan kesehatan repoduksi remaja Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 23.850.000,- dan terealisasi Rp. 23.750.000,- atau 99,58 %. Penyebaran pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dilaksanakan 3 kali dengan hasil meningkatnya pengetahuan dan kesehatan masa reproduksi bagi remaja. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 11) Pelatihan kader kesehatan remaja

145

Anggaran yang disediakan sebesar

Rp. 8.210.000,- dan terealisasi

Rp. 8.210.000,- atau 100 %. Kegiatan bertujuan untuk pengetahuan tentang kesehatan bagi kader dan dapat terlaksana sekali (100%). 12) Pelatihan Puskesmas Peduli Remaja Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 6.110.000,- dan terealisasi Rp.6.110.000,- atau 100 % yang digunakan untuk pelaksanaan Pelatihan Pelayanan Peduli Remaja dengan frekuensi 1 kali. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 13) Pertemuan lintas sector pembinaan usila Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 1.025.000,- dan terealisasi Rp. 1.025.000,- atau 100 %. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyelaraskan tindakan agar dapat berjalan secara sinergis, pertemuan dilaksanakan di 144 desa se – Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 14) Pelatihan Puskesmas santun Usila Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 6.625.000,- dan terealisasi Rp. 6.625.000,- atau 100 %. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas petugas agar dapat mendukung santun usila. Pelatihan diikuti 60 orang peserta dengan capaian target 100%. 15) Pelatihan kader Usila Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 31.900.000,- atau Rp. 31.900.000,- dan terealisasi 100%. Pelatihan diikuti 870 orang kader se –

Kabupaten Gunungkidul dengan maksud untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader. Kegiatan ini dapat terlaksana 100%. 16) Pelatihan SPMKK Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 130.765.000,- dan terealisasi

Rp. 123.190.000,- atau 94,21%. Pelatihan dilaksanakan di 29 Puskesmas se – Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang, dan dapat terealisasi 100%. 17) Peningkatan kesehatan gigi keluarga miskin Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 10.255.000,- dan terealisasi

Rp. 9.957.500,- atau 97,10 %. upaya ini dilaksanakan untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dasar (pengobatan) bagi keluarga miskin. Pemberian bantuan biaya kesehatan bagi keluarga miskin dilakukan sebanyak

146

200.803 orang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 18) Puskesmas ISO Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 179.730.000,- dan terealisasi

Rp. 97.170.000,- atau 54,06%. Kegiatan dalam rangka peningkatan mutu dan prosedur pelayanan di Puskesmas melalui manjemen ISO ini dapat terlaksana 50%, dari 2 Puskesmas yang direncanakan, baru dapat terealisasi 1 Puskesmas. 19) Pendampingan kemandirian Puskesmas Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 6.955.000,- dan terealisasi

Rp. 1.600.000,- atau 23,01%. Kegiatan berbentuk uji coba pelaksanaan kemandirian Puskesmas dengan mengambil 5 Puskesmas sebagai

percontohan, karena berbagai kendala, kegiatan baru dapat terlaksana pada 1 Puskesmas atau 20 % dari target. 20) Penjaringan penyakit dan Konsultasi dr ahli Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 18.370.000,- dan terealisasi

Rp. 13.640.000,- atau 74,25%. Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya penemuan/ deteksi dini penyakit dan rujukan dokter ahli di 13 Puskesmas dan melibatkan 4 dokter spesialis. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 21) Koordinasi Puskesmas Rawat Inap Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 3.305.000,- dan terealisasi Rp. 2.535.000,- atau 76,70%. Hasil kegiatan berupa peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di 13 Puskesmas khususnya pada Puskesmas penyeleggara layanan rawat inap. Kegatan terealisasi 100%. 22) Bimbingan dan pengendalian yankes dasar Anggaran yang disediakan sebesar dengan tingkat capaian target fisik 100%. 23) Penilaian Kinerja Puskesmas Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 8.610.000,- dan terealisasi Rp. 3.850.000,- atau 44,72 %. Penilaian kinerja dilakukan dengan self assesment kinerja Puskesmas di 29 Puskesmas se- Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dengan capaian fisik 100%. 24) Pengelolaan pelayanan kesehatan khusus Rp. 5.665.000,- dan terealisasi Rp. 3.352.500,- atau 59,18 %. Kegiatan dapat berjaan dengan baik dan lancar

147

Anggaran yang disediakan sebesar

Rp.

5.625.000,- dan terealisasi

Rp. 2.760.000,- atau 49,07 %. Hasil kegiatan berupa menurunnya angka prevalensi penyakit tidak menular. Pelaksanaan pembinaan pelayanan kesehatan khusus di 29 Puskesmas se – Kabupaten Gunungkidul dapat terealisasi 100%. 25) PPPK dan kegawatdaruratan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 22.805.000,- dan terealisasi Rp. 22.777.500,- atau 99,88 %. Kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan upaya life saving akibat kecelakaan dan trauma dengan penanganan kecelakaan dan kedaruratan medik sebanyak 30 kali. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 26) Pemantapan Program kesehatan jiwa Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 5.680.000,- dan terealisasi Rp. 4.130.000,- atau 72,71%. Kegiatan berua deteksi dini gangguan kesehatan jiwa dan meningkatkan penanganan kasus gangguan jiwa (psikiatrik), dan dapat terealisasi 100%. 27) Pemantapan Program PHN Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 12.600.000,- dan terealisasi Rp. 900.000,- atau 7,14%. Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kemandirian masyarakat miskin dalam memecahkan masalah kesehatan dengan pendampingan KK miskin beresiko tinggi sejumlah 50 KK di wilayah binaan 10 Puskesmas. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 28) Pos Kesehatan Pariwisata Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 100%. 29) Penilaian sarkes oleh badan mutu Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 24.320.000,- dan terealisasi Rp. 23.650.000,- atau 97,25%. Penilaian dilaksanakan sekali dengan obyek penilaian pada 32 sarana kesehatan yang terdiri atas 15 Puskesmas, 2 Rumah Sakit dan 15 Balai Pengobatan. Kegiatan dapat berjalan dengan lancar dengan terealisasi 100%. 30) Bimbingan dan pengendalian yankes swasta Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 9.235.000,- dan terealisasi Rp. 6.410.000,- atau 69,41%. Obyek bimtek pelayanan kesehatan sebanyak Rp. 1.510.000,- dan terealisasi 1.110.111,- atau 73,52%. Kegiatan sebagai upaya penanganan dan

penanggulangan kecelakaan di daerah wisata di 2 lokasi dan dapat terealisasi

148

23 sarana kesehatan terdiri atas 16 Balai Pengobatan, 6 Rumah Bersalin dan 1 Rumah Sakit. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dengan ralisasi 100%. 31) Survey lap.Verifikasi yankes swasta Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 9.063.500,- dan terealisasi Rp. 6.550.500,- atau 72,27 %. Survey dengan volume kegiatan 1 paket ini dimaksudkan untuk meningkatkan kuallitas pelayanan kesehatan swasta, dan dapat terealisasi 100%. d. Program sumberdaya kesehatan Seluruh kegiatan pada program ini dari hasil pengukuran kinerja termasuk kategori sangat berhasil dengan presentase pencapaian kinerja untuk seluruh indikator mencapai 97,79 %. Sasaran pembangunan adalah rehabilitasi sarana fisik Puskesmas dan Puskesmas Pembantu, pembangunan gedung Puskesmas dan sarana / prasarana fisik Puskesmas lainnya akibat musibah gempa dan untuk peningkatan kinerja Puskesmas. Hal ini sejalan dengan revitalisasi Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan masyarakat yang murah dan baik. 1) Rehabilitasi dan pembangunan sarana kesehatan (Puskesmas) Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 7.077.139.200,- atau Rp 7.247.080.000,- dan terealisasi 97,66%. Kegiatan dilaksanakan dengan merehab

gedung Puskesmas, Rumah Dinas sebanyak 45 gedung, serta dengan pengadaan 1 (satu) paket alat kedokteran dn kesehatan. Kegiatan ini dapat terlaksana 100%. 2) Belanja modal kesehatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 705.000.000 ,- atau Rp 736.945.000,- dan terealisasi 95,67%. Upaya ini dimaksudkan untuk

meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan rehap gedung kantor, belanja alat – alat kantor dan pengadaan alat – alat kantor dan kesehatan masing – masing 1 paket, kegiatan ini dapat terlaksana 100%. 3) Rehabilitasi gedung kantor Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.986.134.000,- atau 85,06 %. Rp. 3.510.500.000,- dan terealisasi Kegiatan dilaksanakan dengan

merehabilitasi gedung kantor sebanyak 41 paket dan dapat terlaksana 100%. e. Program obat, makanan, obat dan bahan berbahaya Seluruh kegiatan ini dapat berjalan dengan sangat berhasil. Capaian rata – rata kegiatan sebesar 100%. Pada sisi input terjadi efisiensi yang cukkup signifikan tanpa mengurangi volume dan mutu hasil kegiatan.

149

1) Pengadaan obat pelayanan kesehatan dasar (PKD) Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 1.333.610.000,- dan terealisasi Rp. 1.332.925.000,- atau 99,95%. Kegiatan berupa pengadaan obat dan bahan /alat medis habis pakai dan dapat terlaksana 100% 2) Penyusunan administrasi obat secara terpadu Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.075.000,- atau plastik obat dan dapat terlaksana 100% 3) Pertemuan dan pengendalian penggunaan obat secara rasional Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.475.000,- atau 100%. Rp 2.475.000,- dan terealisasi Kegiatan dimaksudkan untuk menyusun Rp 2.075.000,- dan terealisasi 100%. Kegiatan berupa pengadaan kertas puyer dan

administrasi pengadaan obat agar tertib dan dapat terlaksana dnegan lancar dengan capaian fisik 100%. 4) Penyebaran informasi obat, obat tradisional. Kosmetika dan makanan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 4.450.000,- atau Rp 4.450.000,- dan terealisasi 100%. Kegiatan dilaksanakan dengan penyebaran

informasi yang melibatkan 80 personil dengan hasil meningkatnya perlindungan masyarakat terhadap bahaya obat dan makanan. Kegiatan dapat terlaksana denga lancar dengan capaian target 100%. 5) Pengawasan mutu pangan Anggaran yang disediakan sebesar Rp 23.145.000,- dan terealisasi Rp. 23.145.000,- atau 100 %. Kegiatan berupa uji petik makanan kudapan produksi jasa tata boga dengan mengambil sample pada 36 tempat dan dapat terlaksana 100%. 6) Pelatihan keamanan pangan Anggaran yang disediakan sebesar Rp 10.300.000,- dan terealisasi Rp. 10.300.000,- atau 100 %. Kegiatan berupa pelatihan produk pangan yang aman bagi industri kecil dengan peserta sebanyak 80 orang. 7) Penyempurnaan draft Raperda perizinan pangan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 4.550.000,- atau dengan capaian target 100%. f. Program kebijakan, Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan. 1) Forum SKPD bidang kesehatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.998.500,- atau Rp 3.000.000,- dan terealisasi 99,95 %. Kegiatan dilaksanakan dengan koordinasi Rp 4.550.000,- dan terealisasi 100%. Kegiatan ini dapat terselanggara dengan lancar

150

perencanaan kesehatan yang menghasilkan dokumen perencanaan yang terpadu. Kegiatan dapat teralisasi 100% 2) Pengembangan SIK dan SIM Anggaran yang disediakan sebesar Rp 37.010.000,- dan terealisasi Rp. 25.250.000,- atau 68,22%. Keigiatan dalam bentuk pembinan petugas SIK Puskesmas dengan frekuensi 1 kali, penyusunan SPM 2 kali dan penyusunan LAKIP. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan informasi kesehatan ini dapat terlaksana dengan baik dengan capaian target 100%. 3) Penyusunan profil kesehatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 13.270.000,- atau Rp.13.320.000,- dan terealisasi 99,62%. Profil kesehatan sangat penting kaitanya

dengan informasi / potret kondisi kesehatan masyarakat dan gabaran berbagai fasilitas yang terdapat di Kabupaten Gunungkidul. Profil juga sangat penting kaitannya sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Kegiatan penyusunan profil kesehatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar (100%) 4) Monev program kesehatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp.10.000.000 ,- atau 100%. 5) Koordinasi perencanaan kesehatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 161.700.000,- dan terealisasi Rp. 139.410.000,- atau 86,22%. Dengan kegiatan ini dapat disusun dokumen perencanaan kesehatan berikut dengan anggaran untuk satu tahun anggaran. Kegiatan dapat terlaksana 100%. G. Program peningkatan pelayanan publik Hasil pengukuran kinerja mencapai rata – rata 91,22%. Untuk akreditasi jabatan fungsional belum optimal karena beberapa pejabat fungsional belum masuk PNS (dalam proses pemberkasan CPNS). 1) Akreditasi jabatan fungsional Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 21.221.000,- atau Rp 21.592.000,- dan terealisasi 98,28%. Penilaian angka kredit jabatan fungsional Rp 10.000.000,- dan terealisasi 100%. Kegiatan dilaksanakan dnegan monioring

SP2PT di 29 Puskesmas se – Kabuapten Gunungkidul, dan dapat terlaksana

terhadap 170 orang, dapat terealisasi 136 orang (80,00%). Penilaian

151

dimaksudkan untuk pembinaan karier PNS agar kenaikan pangkat jabatan fungsional bisa lancar. 2) Pembinaan kepegawaian Anggaran yang disediakan sebesar Rp 14.720.000,- dan terealisasi Rp. 9.561.500,- atau 64,96%. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk up dating data kepegawaian dengan hasil meningkatnya tertib adinistrasi yang mendukung pelaksanaan revitalisasi Puskesmas. 3) Monitoring pendapatan dan administrasi keuangan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 168.812.075,- atau Rp 207.605.000,- dan terealisasi 81,31%. Monitoring dilaksanakan pada

29 Puskesmas se – Kabupaten Gunungkidul dan dapat terealisasi 100%. H. Program pencegahan dan pengendalian penyakit. Program ini dapat berjalan dengan capaian 97,74%. Meskipun dibayang – bayangi out brake penyakit pasca gepa, namun dengan tingkat kewaspadaan dan tanggapan yang tinggi, ternyata semua yang dikhawatirkan tidak terjadi. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga terus mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan adanya prevalensi ISPA, diare, Tetanus, dan KLB peyakit menular yang dikarenakan masih bayak penduduk yang belum menempati rumah yang layak. 1) Pencegahan PMS dan HIV/AIDS Anggaran yang disediakan sebesar Rp 27.890.000,- dan terealisasi Rp. 19.925.000,- atau 71,44%. Kegiatan bertujuan untuk mencegah penularan PMS dan HIV dengan deteksi dini kemungkinan – kemungkinan terjangkitnya penyakit tersebut. Sampel untuk deteksi dini diambil dari orang – orang yang rawan terjangkit sebanyak 50 orang dengan hasil negatif (belum ada yang terjangkit). Kegiatan dapat terlaksana 100%. 2) Pengelolaan program surveylan penyakit menular Anggaran yang disediakan sebesar Rp 31.135.000,- dan terealisasi

Rp. 23.297.500,- atau 62,74%. Pemetaan penyakit menular tingkat kabupaten dilaksanakan sekali dengan hasil peningkatan deteksi dini KLB penyakit menular. Kegiatan dapat terealisasi 100% 3) Pencegahan penularan penyakit DBD Anggaran yang disediakan sebesar Rp 28.150.000,- dan terealisasi

Rp. 27.175.000,- atau 96,54%. Kegiatan dapat terlaksana 100%.

152

4) Pencegahan penyakit kecacingan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.920.000,- atau Rp 3.590.000,- dan terealisasi

81,34%. Upaya ini dilaksanakan melalui deteksi

penyakit kecacingan dengan mengambil 600 orang sampel dan dapat terealisasi 100%. 5) Kesehatan haji Anggaran yang disediakan sebesar Rp 6.350.000,- dan terealisasi

Rp. 2.000.000,- atau 31,50%. Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan, pelacakan dan pembekalan kesehatan calon haji dan pasca naik haji, dan dapat terealisasi 100%. 6) Pengelolaan program imunisasi dan PD3I Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 88.150.000,- dan terealisasi

60.266.000,- atau 68,37 %. Pembinaan Jurim dan pelaksanaan PIN

dengan frekuensi 1 kali dengan outcomes meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit P3DI, dan dapat tereaisasi 100%. 7) Surveylan AFP Anggaran yang disediakan sebesar Rp 4.999.000,- dan terealisasi

Rp. 1.341.000 ,- atau 26,87%. Bentuk kegiatan berupa rapat koordinasi lintas program dan pelacakan kasus AFP dengan hasil meningkatnya deteksi dini AFP dan penemuan kasus FP. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 8) Penanggulangan penyakit TBC – paru Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 145.266.000,- dan terealisasi

Rp. 122.894.000,- atau 84,60%. Pelaksanaan kegiatan berupa evauasi kasus TBC dan perluasan jejaring penemuan kasus TBC sebanyak 4 kali yang meliputi 2000 kasus dan 100 pelacakan. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 9) Pengendalian penyakit DBD Anggaran yang disediakan sebesar Rp 384.235.000,- dan terealisasi Rp. 285.803.500,- atau 74,38%. Kegiatan dilaksanakan dengan penyediaan abate dan insektisida serta fogging focus pada 280 tempat. Melalui pelacakan tidak ditemukan endemis DBD. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dengan tingat capaian target 100%. 10) Penanggulangan KLB penyakit menular Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 10.004.000,- atau Rp 19.112.500,- dan terealisasi 52,34%. Output kegiatan berupa analisis PE dan

153

penanggulangan KLB sebanyak 1 kali dengan hasil meningkatnya pencegahan KLB dan penurunan tingkat kesakitan. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 11) Pengendalian penyakit malaria Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 14.866.500,- atau Rp.17.236.500,- dan terealisasi 86,25%. Output kegiatan berupa penemuan dan

pengobatan kasus malaria dengan frekuensi 1 kali. Hasil kegiatan berupa menurunnya kasus kematian akibat malaria. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 12) Penanggulangan diare Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 21.140.000,- dan terealisasi Rp. 20.805.000,- atau 98,42%. Output berupa pembinaan daerah rawan diare di 29 Puskesmas se – Kabupaten Gunungkidul sehingga dihasilkan peningkatan deteksi dini terhadap diare. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 13) Penanggulangan penyakit kusta Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 7.792.000,- atau Rp.7.792.000,- dan terealisasi 100%. Kegiatan dilaksanakan dengan pengambilan

pemeriksaan darah, penemuan kasus positif dan pengobatan malaria sebanyak 170 slide. Kegiatan dapat terlaksanan dengan lancar dengan tingkat capaian target 100%. 14) Penanggulangan penyakit ISPA Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 8.094.000,- atau Rp. 8.816.000,- dan terealisasi 91,81%. Output kegiatan berupa pelatihan tatalaksana

dan koordinasi penanggulangan peyakit ISPA dengan peserta sejumlah 99 orang. Kegiatan dapat terlaksana dengan tingkat capaian target 100%. I. Program perbaikan gizi masyarakat Program ini dapat tercapai 99,22%, dan hingga saat ini di Kabupaten Gunungkidul belum ada laporan / ditemukan adanya kasus rawan gizi, gizi buruk, balita gizi buruk dan penurunan kecacingan. Demikian juga dengan pemasyarakatan garam iodium, sangat berhasil dan masyarakat semakin memiliki kesadaran akan pentingnya iodiom serta konsumsi garam yang beriodium. 1) Pencegahan dan penanggulakan GAKI Anggaran yang disediakan sebesar Rp.103.720.000,- dan terealisasi Rp. 98.700.000,- atau 95,16%. Deteksi dini dan pencegahan serta penanganan kasus GAKY sebanyak 1 paket dengan hasil meningkatnya identifikasi dini penanganan kasus GAKY, cakupan konsumsi garam yodium ditigat rumah tangga. Realisasi kegiatan 100%. 2) Pencegahan dan penanggulangan anemia gizi

154

Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 186.290.550,- atau

Rp. 192.715.000,- dan terealisasi

96,67%. Kelompok sasaran kegiatan ini terdiri atas

35% ibu hamil, 40% WUS dan 25% balita. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 3) Sistem kewaspadaan pangan dan gizi Anggaran yang disediakan sebesar Rp 32.449.000,- dan terealisasi Rp. 32.149.000,- atau 99,08%. Kegiatan berbentuk moitoring kecamatan rawan pangan dan gizi. Hasil kegiatan berupa terpantaunya kecamatan rawan pangan dan gizi dan terpantauya status gizi di Posyandu. Realisasi kegiatan mencapai 100%. 4) Pencegahan dan penanggulangan KEP Anggaran yang disediakan sebesar Rp 453.528.000,- dan terealisasi Rp. 441.909.870,- atau 97,44%. Output kegitan berupa pemberian MP – ASI bagi balita gizi buruk sebanyak 1 paket dengan realisasi 100%. 5) Pencegahan dan penanggulangan KEK Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 7.670.000,- atau Rp 7.670.000,- dan terealisasi 100%. Monitoring prevlensi KEK dengan frekuensi

1 kali dengan hasil diketahuinya jumlah kasus Bumil KEK di Gununngkidul (semua Buil KEK terpantau, dimana Bumil KEK kurang dari 25%. Demikian juga dengan WUS KEK >25%). Realisasi kegiatan 100%. 6) Pencegahan dan penanggulangan anemia vitamin A Anggaran yang disediakan sebesar Rp.44.340.000,- dan terealisasi Rp. 42.331.750,- atau 95,43 %. Pencegahan dilakukan dengan pemberian vitamin A pada Balita, dan dapat terealisasi 100%. 7) ASI eksklusif Anggaran yang disediakan sebesar eksklusif, dan dapat terealisasi 100%. 8) UPGK Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 21.562.500,- atau Rp 21.620.000,- dan terealisasi 99,73%. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Rp 39.850.000,- dan terealisasi Rp. 39.850.000,- atau 100%. Kegiatan berupa sosialisai pemberian ASI

monitoring tubuh kembang balita di 3 kecamatan dan dapat terealisasi 100%. 9) Pelayanan Gizi Institusi Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 47.915.900,- atau Rp 47.969.000,- dan terealisasi

99,89%. Output berua pemantauan peberian gizi

institusi dalam hal ini pemantauan status gizi anak usia sekolah (80% anak SD/MI). Realisasi kegaiatan mencapai 100% dari target yang direncanakan.

155

J. Program peningkatan PAD bidang kesehatan 1) Pendapatan retribusi pelayanan kesehatan. Program ini berhasil yang ditunjukkan dengan pencapaian kinerja sebesar 110,06%. Artinya, hasil program ini melebihi target yang ditetapkan. Hal ni karena adanya intensifikasi manajemen pendapatan dan kenaikan kunjungan Puskesmas dibanding tahun 2005. pada tahun 2005 kunjungan Puskesmas sebanyak 503.307 kunjungan sedangkan tahun 2006 sebanyak 604.673 kunjungan (angka sementara). Sedangkan realisasi program dan kegiatan RSUD adalah sebagai berikut : Program Upaya Kesehatan Perorangan 1) Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Anggaran sebesar Rp. 106.455.000,- terealisasi sebesar Rp. 102.382.020,Pada kegiatan ini difokuskan pada kegiatan di instalasi pemeliharaan Rumah Sakit (IPSRS) akan tetapi pada kegiatan ini juga terdapat belanja pemeliharaan Bangunan Gedung tempat kerja dimana pada Anggaran Belanja Tambahan tahun 2006 mendapat tambahan dana sebesar Rp.30.000.000,yang digunakan untuk perbaikan Ruang ICU, Poliklinik dan bangsal perawatan serta memperbaiki tembok tembok, plafond dan genting pecah akibat gempa bumi 27 mei 2006. Disamping itu juga terdapat belanja modal taman untuk pembuatan taman artificial / taman buatan di depan gedung IRD sebagai garda depan pelayanan yang dimaksudkan agar pengunjung dapat lebih nyaman sekaligus memperindah bangunan gedung sebagai sarana pelayanan publik. Untuk belanja perbaikan pompa dan pengaman fluktuasi tegangan juga dianggarkan dalam ABT 2006 dikarenakan pompa utama untuk suplai air bersih di lingkungan RS mengalami kerusakan sehingga terpaksa membeli tangki air dari pihak swasta yang harganya relatif mahal. Untuk pemeriksaan air limbah dan air bersih juga termasuk dibiayai dari kegiatan ini yang secara berkala di lakukan oleh pihak yang berkompeten dalam hal ini BTKL ( Balai Kesehatan Teknik Lingkungan). Pemeliharaan jaringan air, telepon dan computer adalah kegiatan rutin yang tentunya sangat diperlukan demi kelancaran administrasi dan pelayanan di RS, dan untuk jaringan komputer difokuskan pada jaringan komputer Billing System yang yang

156

segera akan dioperasionalkan secara maksimal. Unit IPSRS ini juga bertugas untuk melakukan perbaikan alat-alat kedokteran dan alat kesehatan yang ada di RS sehingga beban tugas tekhnisi elektromedik sangat berperan, dan pada tahun 2006 RSUD Wonsoari mendapatkan tambahan personil untuk teknisi elektromedik sebanyak 4 orang yang diharapkan dapat mengurangi beban kerja IPSRS dan lebih memaksimalkan pelayanan. 2) Pengadaan alat kedokteran, Kesehatan dan Penunjang Medik RSU Anggaran sebesar Rp. 700.550.000,- terealisasi sebesar Rp. 641.137.15018,Kegiatan ini difokuskan pada belanja pengadaan sarana dan prasarana medis, dimana belanja tersebut adalah representsi dari kebutuhan setiap unit / urusan / instalasi / bagian yang ada di RSUD Wonosari. Pada kegiatan ini salah satu rincian belanja adalah pengadaan alat kedokteran yang digunakan untuk pembelian Nebulizer, manometer Termometer air raksa, stethoscope Timbangan badan dewasa, EKG Anak, Suction Portable, KIA set, sterilisator, Bed side table, Autoclave, Bed pasien, bengkok, pispot stainless dan bola vacuum EKG. Disamping itu juga untuk pembelian jaringan sumur bor yaitu pembelian pipa dan perlengkapan lainnya untuk melengkapi pembuatan sumur bor yang baru yang dianggarkan pada kegiatan ini pula. Untuk mengurangi belanja kebutuhan barang cetakan dan penggandaan maka pada kegiatan ini juga dianggarkan untuk pembelian mesin risograph yang diharapkan beberapa blangko dan barang cetakan lainnya dapat di kerjakan dengan alat ini, mesin ini juga bisa berfungsi sebagai mesin fotocopy / penggandaan diharapkan terjadi penekanan biaya cetak yang signifikan setelah alat ini dioperasionalkan, dan sampai saat ini sudah pada tahap training operator mesin. Kebutuhan unit gizi juga dianggarkan dalam kegiatan ini yaitu untuk belanja modal alat-alat rumah tangga dengan rincian belanja untuk pembelian kereta makan, rak makan kaca, lemari es, piring, gelas dll yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peralatan instalasi gizi rumah sakit. Untuk kelancaran administrasi dan pelaporan maka dianggarkan 2 unit komputer dan printer yang didistribusikan ke urusan rumah tangga dan farmasi. Pembelian meja dan kursi rapat untuk ruang rapat direktur dan manajemen lemari arsip dan rak kayu juga dijabarkan dengan kegiatan ini. Dikarenakan kebutuhan pemeriksaan kimia darah yang semakin banyak akibat lonjakan pasien Masyarakat Miskin di rajal dan ranap maka unit laboratorium

157

melalui dana ABT (Anggaran Belanja Tambahan) mengusulkan pembelian mesin spektro semi otomatis dan telah terealisir pada akhir desember 2006 ini, investasi pada alat penunjang ini diharapkan dapat menjawab tantangan kebutuhan pelayanan masyarakat yang cepat , tepat dan akuntabel. Untuk kebutuhan linen dan alat kesehatan lainnya termasuk kasur busa dll maka panitia lelang pada kegiatan ini telah selesai menjalankan tugasnya dengan melewati proses lelang yang ada, dan sebagian besar sudah didistribusikan ke rumah sakit, diharapkan dapat digunakan langsung oleh pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan. b. Program Percepatan dan Pemberantasan Penyakit 1) Pelayanan Pemeriksaan dan Perawatan Pasien. Anggran sebesar Rp. 3.974.680.000,- terealiasi sebesar Rp. 3.399.384.226,Jumlah pasien Rawat jalan mengalami lonjakan yang cukup berarti dari target yang tetapkan yaitu sebesar 123.53% ini disebabkan karena lonjakan pasien yang menggunakan fasilitas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang masih dijamin oleh PT ASKES sedangkan untuk jumlah pasien rawat inap masih dibawah target yang di tetapkan karena salah satu hal adalah adanya RS Swasta di seputar Yogja yang sudah mulai bekerjasama dengan PT ASKES dan dapat melayani Peserta ASKESKIN dan SKTM dengan jaringan pemasaran/promosi sampai ke tingkat desa sehingga banyak peserta ASKESKIN wilayah Gunungkidul yang menggunakan fasilitas kesehatannya ke RS tersebut, dan juga kapasitas tempat tidur yang ada untuk kelas yang melayani pasien ASKESKIN dan SKTM (Kelas III) ternyata tidak tercukupi. Sisa dana yang ada pada kegiatan ini adalah adanya jasa pelayanan ASKESKIN dan jasa pelayanan umum yang belum bisa diambil karena adanya klaim perawatan pasien ASKESKIN dan PNS yang belum bisa masuk ke rekening pendapatan karena adanya proses administrasi di tingkat pengelola dana dalam hal ini PT ASKES sehingga jasa pelayanan tidak bisa diambil. Pada indikator cakupan rawat inap untuk BOR (Bed Ocupation Rate) pada tahun 2005 sebesar 50,70 % dan pada tahun 2006 ini menunjukkan angka 67,14 % atau melebihi target yang direncanakan yang ditetapkan sebesar 60 % (naik 7,14%) kenaikan BOR ini terdongkrak dengan adanya pasien keluarga miskin yang menempati kelas III di setiap masing-masing ruang perawatan sehingga angka kumulatif penggunaan tempat tidurnya naik. Pada tahun 2006

158

jumlah tempat tidur yang tersedia dan siap pakai sebanyak : 145 tempat tidur yang meliputi Kelas Utama / VIP : 5 , Kelas I : 20 , Kelas II : 40 , Kelas III : 71 , Box Bayi : 7 , Inkubator : 2 . dari 145 kapasitas tempat tidur yang tersedia atau siap pakai. 2) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit ( PKM RS ) Anggaran sebesar Rp. 25.002.500,- terealisasi sebesar Rp. 23.722.850,PKMRS adalah sebuah kegiatan yang berfungsi sebagai garda depan di bidang kehumasan Rumah sakit yang nantinya diharapkan sebagai embrio dari divisi pemasaran dan promosi apabila RSU sudah ditetapkan sebagai Badan layanan Umum Daerah (BLUD). Kegiatan ini di dukung oleh sebuah tim yang dibentuk dengan Keputusan Direktur yang didalamnya sudah mencakup semua unsur dan komponen yang ada di RS. Untuk lebih memberikan kenyamanan kepada pelanggan RS maka dalam kegiatan ini juga telah dilaksanakan penambahan pengadaan alat audio visual yaitu televisi dan perangkat audio lainnya yang nantinya akan dipasang pada ruang tunggu instalasi farmasi dan radiology sehingga diharapkan pelanggan dapat menikmati hiburan dan informasi yang disampaiakan. Dari ruang audio PKMRS juga telah dapat disambungkan ke televisi.yang dipasang diarea pengunjung baik di ruang tunggu poliklinik maupun ruang tunggu instalasi penunjang sehingga VCD (Video Compact Disk) dapat diputar disana baik itu berisi informasi maupun hiburan kepada pelanggan sehingga diharapkan hal ini sebagai nilai tambah bagi citra RS Daerah dan dari ruang ini pula setiap harinya diputar materi penyuluhan dengan selingann musik melalui speaker yang telah dipasang diseluruh area ruang tunggu dan bangsal perawatan. Untuk lebih mengerti dan memahami serta sebagai umpan balik akan pelayanan yang telah diberikan RS maka Tim PKMRS juga mengadakan temu pelanggan yang dijadwalkan 6 kali pertemuan dengan mengundang pasien maupun penunggu pasien ataupun pihak pihak yang berhubungan dengan pelayanan di rumah sakit, namun dalam pelaksanaannya dilaksanakan 7 kali pertemuan dikarenakan hal tersebut sangat diperlukan bagi pihak manajemen, dan dari pertemuan tersebut dari pihak Tim PKMRS membuat kajian dan telah yang nantinya dibawa kepada Pihak manejemen sebagai salah satu indikator dalam pengambilan keputusan. Untuk lebih memperjelas akses ke arah RS dalam kegiatan ini juga dianggarkan belanja display / papan penunjuk arah yang dipasang pada 6 titik strategis di luar kota dan di dalam kota Wonosari dengan desain yang menarik dan tidak kaku. Siaran radio interaktif dengan nara sumber dokter spesialis juga telah dilaksanakan dalam kegiatan

159

ini

bekerja sama dengan radio swasta di wilayah Gunungkidul yaitu radio

komunitas Wiladeg yang ternyata mendapat apresiasi dan animo yang cukup besar dari pendengar wilayah Wonosari khususnya, sehingga masih dijadualkan ditahun 2007 secara regular. Modul, leaflet dan informasi jenis layanan juga telah dibuat dan disebarkan kepada pelanggan RS agar wawasan dan informasi mengenai kesehatan dan pelayanan rumah sakit dapat dipahami seutuhnya. Semua hal diatas diharapkan bermuara pada peningkatan pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap kinerja rumah sakit.. Dari beberapa kegiatan tersebut diatas beberapa kegiatan masih akan dianggarkan ditahun 2007 diantaranya siaran radio interaktif, cetak leaflet brosur serta direncanakan membuat stasiun radio komunitas segmen kesehatan di rumah sakit, disamping itu juga di anggarkan press realease untuk launching program billing system rumah sakit di awal tahun 2007 dan juga informasi lainnya seputar pembangunan fisik gedung Poliklinik terpadu dan administrasi pusat tahap I yang akan segera direalisir melalui dana APBN c. Obat dan Perbekalan Kesehatan. 1) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan. Anggaran sebesar Rp. 3.435.670.000,- terealisasi sebesar Rp. 3.428.255.449,Kegiatan ini di anggarkan untuk pembelian obat obatan pasien baik pasien umum maupun Askeskin. Pada tahun 2006 ini dari dana APBN di bangun tambahan jaringan oksigen sentral sebanyak 42 titik sehingga dapat meminimalisir distribusi tabung secara manual sehingga diharapkan tenaga tekhnis IPSRS dapat lebih maksimal dalam bekerja sesuai tugas pokok fungsinya. Dalam hal belanja bahan kimia laboratorium klinik, diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pemeriksaan laboratorium untuk kepentingan diagnosis dokter ke pasien baik itu pasien umum maupun pasien Gakin, untuk investasi alat laboratorium dianggarkan melalui kegiatan pengadaan alat kedokteran di tahun ini pula yaitu pengadaan spekto semi otomatis untuk pemeriksaan kimia darah. Belanja bahan makan pasien dan petugas juga dianggarkan dalam kegiatan ini. Selain program-program dari dana APBD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga mendapatkan pendukung pengembangan sarana-prasarana peralatan kedokteran /kesehatan dari dana APBN melalui dana Tugas Pembantuan yang dituangkan dalam Program Upaya Kesehatan Perorangan RSU Gunungkidul Tahun 2006 sebesar Rp.1.788.629.000,- dana tersebut dipergunakan untuk beberapa sub kegiatan dimana diharapkan dapat mendukung

160

tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pihak RS. Dalam rangka peningkatan pelayanan dan kepuasan pelanggan Rumah Sakit, dalam proyek ini juga dianggarkan paket pengadaan alat pengolah data untuk pembelian computer dan jaringan serta perlengkapan lainnya sebesar Rp 200.000.000,- dimaksudkan untuk mendukung billing system yang sudah mulai diterapkan di RSUD Wonosari . Sistim ini adalah embrio dari Sistim Informasi Rumah Sakit (SIMRS) yang sudah didesain, namun demikian dalam tahap awal ini baru menerapkan billing system bagi pasien/penguna jasa rumah sakit. Diharapkan dari pengadaan computer ini seluruh instalasi/bagian yang terkait dengan billing system sudah terakomodir termasuk berfungsinya jaringan computer sebagai line pendukung utama sytem ini. Dari sisi kesiapan SDM pada tahun 2005 yang lalu sudah diangkat beberapa tenaga kontrak dan sudah ditetapkan dengan Keputusan Direktur sebagai tenaga administrasi computer. Untuk pengadaan alat kedokteran ada 8 item jenis yang dianggarkan yaitu alat keokteran kebidanan / kandungan, alat keokteran dalam, THT, kulit, mata, tabung radiology, bed pasien dan jaringan oksigen sentral yang semuanya menelan dana sebesar Rp.1.565.609.000,Untuk jaringan oksigen sentral baru dapat menjangkau 42 titik dan ditargetkan nantinya seluruh bangsal perawatan sudah menggunakan jaringan oksigen. Bed pasien disini diperuntukkan untuk mengganti bed pasien bangsal perawatan kelas III, sedangkan tabung X-Ray untuk mengganti tabung mesin X-Ray yang sudah rusak dan tidak dapat dioperasionalkan, dan diharapkan dapat melayanai pasien lebih cepat, tepat serta akurat yang berdampak meminimalisir tingkat rujukan keluar karena keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk dapat melaksanakan program ini telah dibentuk tim yang ditetapkan dengan keputusan Bupati untuk Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Penguji SPM dan Bendahara pengeluaran, untuk staf pengelola kegiatan ditetapkan dengan keputusan Kuasa Pengguna Anggaran termasuk panitia lelang dan panita penerima. Perlu dilaporkan pula bahwa sistim pelaporan dalam program ini sudah menggunakan sistim terkomputerisasi dengan format SAI (Sistim AKuntansi Instansi) dan SABMN (Sistim Akutansi Barang Milik Negara) yang secara berkala dilaporkan ke Dinas Kesehatan, KPKN (Kantor Perbendaharaan dan Keuangan Negara) dan Menteri Keuangan cq Dirjen Bina Pelayanan Medik Depkes RI Jakarta. Dengan tersedianya alat – alat kedokteran diatas diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan medis dan paramedic di Rumah Sakit yang berdampak pada kepuasan pelanggan dan menaikkan citra rumah sakit daerah yang selama ini dikenal sebaga rumah sakit yang kurang profesional 3. Permasalahan dan Solusi Secara umum, program dan kegiatan bidang kesehatan sebagaimana tersebut diatas telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dengan pencapaian target fisik rata–rata dengan kategori berhasil. Di dalam perjalanan selama pelaksanaan pekerjaan, dijumpai pula beberapa hambatan antara lian :

161

1. Pada tahap koordinasi, hambatan yang sering muncul adalah adanya hal – hal baru yang muncul bersamaan dengan adanya perkembangan situasi dan kondisi, untuk mengatasi permasalah seperti ini diperlukan prosedur standar yaitu melalui evaluasi dan penilaian sampai dengan ditemukannya prioritas dalam mengatasinya beserta jadawal waktu dalam memnanganinya. 2. Pada pertengahan tahun anggaran dimana program mulai berjalan, terjadi musibah Gempa yang mengharuskan menseting ulang kegiatan dan anggaran 3. Pada sebuah sistem kerja secara utuh, maka factor SDM sangat menentukan kelancaran pelaksanaan kegiatan. Ketidakbedayaan SDM dalam sebuah tim kerja akan berpengaruh terhadap efektifitas dan kualitas pekerjaan. Dari sisi ini upaya dalam menangani hambatan yang muncul adalah dengan mengintensifkan koordinasi, mengefektifkan materi / bahan koordinasi dan mengupayakan ketetapan waktu pekerjaan serta mengeksplorasi cara – cara baru yang lebih efektif dan efisien. 4. Belum adanya dukungan dari stakeholders secara menyeluruh dalam rangka menjadikan Rumah Sakit Mandiri ( Swakelola ) 5. Keterbatasan Sumber Daya Manusia yang ada baik tenaga medis maupun non medis. 6. Masih belum optimalnya sistem pengelolaan Rumah Sakit Daerah dikarenakan penerapan peraturan yang tidak fleksibel. 7. Terbatasnya sarana prasarana medis serta alokasi anggaran yang dapat menunjang peningkatkan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari. 8. Belum terlaksananya tata ruang berdasarkan Detail Engeneering Design yang telah disusun dan disepakati bersama. G. BIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Tujuan utama program pendidikan Kabupaten Gunungkidul adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan sumberdaya manusia khususnya di Kabupaten Gunungkidul. Tujuan ini ditempuh baik dengan jalur sekolah maupun luar sekolah. Berbagai upaya telah dilaksanakan guna membangun sumberdaya manusia (SDM) berkualitas sehingga mampu berkompetensi dalam tatanan kehidupan bangsa yang maju. Program Pembangunan di bidang pendidikan di Gunungkidul tidak dapat terlepas dari arah pembangunan pendidikan secara Nasional yang telah ditetapkan, secara berurutan dan disarikan sebagai berikut :

1. Program dan Kegiatan

162

a. Tujuan Pembangunan Nasional adalah mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan merata. b. Asas adil dan merata yaitu pembangunan diharuskan merata disemua lapisan masyarakat dan diseluruh wilayah, sehingga semua warga negara berkesempatan menikmati pembangunan dan segala hasil sesuai pengabdian dan karyanya. c. Asas kemandirian yaitu keyakinan akan kemampuan diri untuk membangun. d. Arah pembangunan jangka panjang di bidang pendidikan secara khusus yaitu terselenggaranya/terciptanya proses belajar mengajar disegala jenjang pendidikan sehingga akan menghasilkan lulusan/keluaran sumber daya manusia yang cerdas terampil dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. e. Sasaran pembangunan dibidang pendidikan adalah memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang kebutuhan. f. Usaha untuk mencapai sasaran pembangunan dibidang pendidikan yaitu dengan mengoptimalkan segala sarana yang ada baik sumberdaya manusianya (Pendidik/siswa) maupun sarana dan prasarana (gedung). Dalam rangka pemerataan dan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan ke seluruh wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul telah melakukan berbagai program untuk menunjang pendidikan seperti pemberian bantuan beasiswa, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pembinaan/penataran bagi guru, pemberian insentif dan lain-lain. Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di bidang pendidikan adalah, sebagai berikut : a. Mewujudkan masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang berpendidikan sehingga mampu berkompetisi dalam tatanan kehidupan bangsa yang maju. b. Mewujudkan pemerataan pendidikan di berbagai jenis dan jenjang pendidikan, khususnya manajemen ketuntasan pelaksanaan Wajar Dikdas melalui peningkatan mutu layanan pendidikan. c. Meningkatkan sarana dan prasaran pendidikan. d. Meningkatkan kependidikan. e. Meningkatkan mutu pendidikan baik pada pendidikan sekolah maupun luar sekolah. f. Mewujudkan generasi muda yang berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan/teknologi dan siap meneruskan estafet pembangunan. kemampuan akademik dan profesional bagi tenaga berkualitas, terampil dibidangnya sesuai

163

g. Mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani dengan tekad memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Sedangkan sasaran bidang pendidikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah : a. Terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Gunungkidul melalui pendidikan sekolah/luar sekolah. b. Terwujudnya angka partisipasi yang lebih tinggi di semua jenjang dan jenis pendidikan. c. Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. d. Terwujudnya generasi muda yang berkualitas. e. Terwujudnya peran aktif pemuda sebagai subyek pembangunan daerah. f. Terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. g. Terwujudnya jalinan kemitraan antara lembaga/organisasi cabang olah raga dengan pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk pengembangan prestasi atlet olahraga. Adapun program dan kegiatan dibidang pendidikan adalah sebagai berikut : Pendidikan Anak Usia Dini; 1) Pengembangan kelembagaan dan stimulan kepada lembaga PADU serta pengarususataam gender. Wajib Belajar 9 Tahun; 1) Pemberian beasiswa bakat dan prestasi SD/MI, SMP/MTs. Pendidikan Menengah; 1) Pemberian beasiswa SMA/SMK. Pendidikan Non formal; 1) Pelaksanaan kursus ketrampilan di SKB; 2) Peningkatan pendidikan luar sekolah. e. Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan; 1) Pemberdayaan guru mata pelajaran, media pembelajaran, model pembelajaran dan jurnalistik; 2) Peningkatan kemampuan gugus SD; 3) Pemberdayaan MGMP/MKKS/KKKS dan aktivitas penilik dan pengawas; 4) Pengembangan kurikulum, peningkatan guru BP/BK dan analisis ujian; 5) Rehabilitasi gedung dinas, cabang dinas, SD/MI, pengadaan peralatan kantor dan alat praktek; 6) Lomba karya tulis ilmiah, mengarang, pidato bahasa inggris dan inovasi pembelajaran;

a.

b. c. d.

164

7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) dan 17) 18) 19) 20) f. 1) g.

Pemilihan guru berprestasi, siswa berprestasi, lomba mata Promosi kompetensi siswa (PKS) dan peninjauan SMK kecil Penerimaan siswa baru, masa orientasi siswa baru (MOS) dan Debat bahasa dan olimpiade; Lomba gugus SD dan koordinasi regrouping SD; Pendampingan SEQIP; Pengadaan alat peraga mata pelajaran, stimulan peralatan Penyelesaian angka kredit jabatan guru, penyegaran pegawai Penyelenggaraan ujian, ulangan umum dan subsidi rombel; Penelitian minat siswa melanjutkan, kebutuhan biaya per siswa pengembangan mata pelajaran Mulok; Rehabilitasi gedung SD/MI; Rehabilitasi gedung SMP dan pagar sekolah; Rehabilitasi gedung SMA/SMK. Pengadaan buku, mebelair, alat kantor untuk UPTD

pelajaran, kinerja kepala sekolah dan akreditasi sekolah; oleh Mendiknas; penyusunan kalender pendidikan;

permainan TK dan subsidi; dan pelatikan kepala sekolah;

Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan; perpustakaan dan pengembangan perpustakaan sekolah. Pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya dan jati diri daerah; 1) Seminar pelestarian budaya bangsa, sarasehannilai-nilai kepahlawanan dan dialog sumpah pemuda.

h. i.

Pembinaan dan pelestarian budaya; 1) 1) 2) 3) 4) j. komunikasi; 1) Penyusunan profil pendidikan, pemetaan sekolah, pengembangan WEB, LAN, dan perintisan database sekolah. k. Pembinaan dan pemasyarakatan olah raga. Lomba kesenian pelajar. Lomba UKS dan pengiriman dokter kecil; Penyelenggaraan kegiatan kepemudaan; Pembentukan tim paskibraka; Penyelenggaraan MTQ pelajar. Pembinaan dan partisipasi pemuda;

Pemantapan pengolahan data dan pendayagunaan teknologi dan

165

1)

Pelaksanaan pekan olahraga pelajar, olah raga usia dini, PKJN,

senam pagi dan pengiriman peserta POPDA serta tri lomba juang. 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2006 menetapkan 11 (sebelas) program yang dijabarkan dalam beberapa kegiatan, yaitu: a. Pendidikan Anak Usia Dini; 1) Pengembangan kelembagaan dan stimulan kepada lembaga PADU serta pengarususataam gender. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 28.400.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 19.165.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 67,48 %. Dengan target berkembangnya lembaga PADU dan wawasan gender sebanyak 18 lembaga dengan personil 80 orang dengan realisasi tingkat capaian kinerja sebesar 100 %. b. Wajib Belajar 9 Tahun; 1) Pemberian beasiswa bakat dan prestasi SD/MI, SMP/MTs. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.590.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.590.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. c. Pendidikan Menengah; 1) Pemberian beasiswa SMA/SMK. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.700.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.700.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. d. Pendidikan Non formal; 1) Pelaksanaan kursus ketrampilan di SKB; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 81.600.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 81.600.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target terselenggaranya kursus dimasyarakat yang dikelola oleh SKB di 18 kecamatan dengan diikuti oleh 450 orang dengan realisasi tingkat capaian kinerja sebesar 100 %. 2) Peningkatan pendidikan luar sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 201.610.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 201.610.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target tertampungnya kegiatan masyarakat di

166

18 kecamatan dengan diikuti oleh 57 kelompok dengan realisasi tingkat capaian kinerja sebesar 100 %. e. Kependidikan; 1) Pemberdayaan guru mata pelajaran, media pembelajaran, model pembelajaran dan jurnalistik; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 62.637.500,- dan terealisasi sebesar Rp. 62.637.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target terselenggaranya kegiatan pemberdayaan tenaga pendidikan sebanyak 165 orang yang tergabung dalam 5 kelompok dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 2) Peningkatan kemampuan gugus SD; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 94.680.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 94.680.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target terselenggaranya kegiatan peningkatan pengelola gugus SD sebanyak 324 orang yang tergabung dalam 108 sekolah dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 3) Pemberdayaan MGMP/MKKS/KKKS dan aktivitas penilik dan pengawas; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 136.600.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 127.960.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 93.67 %. Dengan target terselenggaranya kegiatan MKKS/MGMP/KKKS dan monitoring oleh penilik dan pengawas sebanyak 85 orang yang tergabung dalam 3 kelompok dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 4) Pengembangan kurikulum, peningkatan guru BP/BK dan analisis ujian; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 47.040.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 46.740.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99.36 %. Dengan target terselenggaranya kegiatan pengembangan pendidikan dan analisis ujian kepada 180 orang yang tergabung dalam 3 kelompok dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 5) Rehabilitasi gedung dinas, cabang dinas, SD/MI, pengadaan peralatan kantor dan alat praktek; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 13.186.925.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 13.138.137.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91.70 %. Dengan target dibangunnya 42 gedung dinas/cabang dinas/SKB dan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga

167

terlaksananya kegiatan rehab dan pengadaan alat kantor serta buku pelajaran bagi 42 sekolah dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 6) Lomba karya tulis ilmiah, mengarang, pidato bahasa inggris dan inovasi pembelajaran; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 27.450.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 22.450.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 81.79 %. Dengan target terselenggaranya berbagai lomba antar siswa sebanyak 4 tim untuk mewakili kabupaten dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 7) Pemilihan guru berprestasi, siswa berprestasi, lomba mata pelajaran, kinerja kepala sekolah dan akreditasi sekolah; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 91.045.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 90.604.300,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99.52 %. Dengan target terpilihnya guru, siswa berprestasi mewakili Kabupaten Gunungkidul dari 108 sekolah dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 8) Promosi kompetensi siswa (PKS) dan peninjauan SMK kecil oleh Mendiknas; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 40.440.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 30.575.620,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 75.61 %. Dengan target terbentuknya 1 tim kontingen promosi sekolah (PKS) dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 9) Penerimaan siswa baru, masa orientasi siswa baru (MOS) dan penyusunan kalender pendidikan; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 49.656.000,- dan terealisasi sebesar Rp49.656.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target terselenggaranya kegiatan diawal tahun pelajaran 2006/2007 dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 10) Debat bahasa dan olimpiade; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 45.820.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 40.320.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88 %. Dengan target dibangunnya 42 gedung dinas/cabang dinas/SKB dan terlaksananya kegiatan rehab dan pengadaan alat kantor serta buku pelajaran bagi 42 sekolah capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 11) Lomba gugus SD dan koordinasi regrouping SD; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 37.370.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 35.742.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar

168

95.64 %. Dengan target terlaksananya lomba gugus SD dan terlaksananya regrouping SD di 138 sekolah dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 12) Pendampingan SEQIP; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 88.015.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 88.015.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target terlaksananya program SEQIP bagi 115 guru dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 13) Pengadaan alat peraga mata pelajaran, stimulan peralatan permainan TK dan subsidi; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 394.270.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 393.270.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98.16 %. Dengan target terpenuhinya sarana dan prasarana bagi 220 sekolah dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 14) Penyelesaian angka kredit jabatan guru, penyegaran pegawai dan pelatikan kepala sekolah; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 71.340.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 67.375.700,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94.44 %. Dengan target terlaksananya penilaian angka kredit, pelantikan kepala sekolah dan penyegaran pegawai bagi 6000 orang pegawai dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 15) Penyelenggaraan ujian, ulangan umum dan subsidi rombel; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 142.987.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 94.970.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96.64 %. Dengan target terlaksananya ujian ulangan umum dan pemberian subsidi Rombel bagi 190 sekolah dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 16) Penelitian minat siswa melanjutkan, kebutuhan biaya per siswa dan pengembangan mata pelajaran Mulok; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 34.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 33.293.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.49 %. Dengan target tersajikannya hasil penelitian siswa melanjutkan dan kebutuhan biaya per siswa serta pengembangan mata pelajaran dalam 2 buku dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 17) Rehabilitasi gedung SD/MI; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 10.565.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.564.850.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar

169

99 %. Dengan target terlaksananya rehabilitasi / meningkatnya sarana dan prasarana di 60 SD/MI dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 18) Rehabilitasi gedung SMP dan pagar sekolah; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 3.311.237.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 3.311.007.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.95 %. Dengan target terlaksananya pembangunan/rehabilitasi gedung sekolah dan pagar sekolah bagi 13 SMP dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 19) Rehabilitasi gedung SMA/SMK. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.918.557.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.918.017.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98 %. Dengan target meningkatnya fasilitas sarana dan prasarana sekolah bagi 11 SMA/SMK dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. f. perpustakaan; 1) Pengadaan buku, mebelair, alat kantor untuk UPTD perpustakaan dan pengembangan perpustakaan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 305.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 301.234.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98 %. Dengan target terlaksananya pengadaan 34 macam sarana dan prasarana perpustakaan dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. g. jati diri daerah; 1) Seminar pelestarian budaya bangsa, sarasehannilai-nilai kepahlawanan dan dialog sumpah pemuda. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 37.370.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 35.742.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 95.64 %. Dengan target terlaksananya 3 macam kegiatan seminar, sarasehan dan dialog dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. h. 1) Pembinaan dan pelestarian budaya; Lomba kesenian pelajar. Pembinaan dan pelestarian nilai-nilai budaya dan Pengembangan budaya baca dan pembinaan

Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 28.925.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 28.925.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan target terlaksananya lomba kesenian pelajar bagi 150 siswa untuk diseleksi dan mewakili ke tingkat Propinsi DI. Yogyakarta dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. i. Pembinaan dan partisipasi pemuda;

170

1)

Lomba UKS dan pengiriman dokter kecil;

Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 27.100.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 22.450.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 83 %. Dengan target terlaksananya seleksi wakil kabupaten ke tingkat propinsi untuk 2 tim dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 2) Penyelenggaraan kegiatan kepemudaan; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 64.690.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 62.690.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97 %. Dengan target terlaksananya 4 kegiatan kepemudaan dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 3) Pembentukan tim paskibraka; Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 108.965.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 107.907.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99 %. Dengan target terlaksananya pembentukan 1 tim paskibraka tingkat kabupaten dan wakil ke tingkat propinsi dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. 4) Penyelenggaraan MTQ pelajar. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 105.925.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 103.655.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.86 %. Dengan target terlaksananya pembentukan 1 tim kontingen Gunungkidul dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. j. Pemantapan pengolahan data dan pendayagunaan teknologi dan komunikasi; 1) Penyusunan profil pendidikan, pemetaan sekolah,

pengembangan WEB, LAN, dan perintisan database sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 270.832.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 268.068.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98.88 %. Dengan target terlaksananya penyusunan profil pendidikan, terbangunnya jaringan kemunikasi dan layanan informasi pendidikan yang tersaji dalam 1 buku dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. k. 1) Pembinaan dan pemasyarakatan olah raga. Pelaksanaan pekan olahraga pelajar, olah raga usia dini,

PKJN, senam pagi dan pengiriman peserta POPDA serta tri lomba juang. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 585.652.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 573.568.700,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.94 %. Dengan target terlaksananya pembentukan kontingen Gunungkidul

171

sebanyak 9 tim dengan tingkat capaian kinerja kegiatan / sasaran sebesar 100 %. Secara umum, nilai capaian akhir dari program dalam bidang Pendidikan adalah sebesar 99,8%. Meskipun demikian masih banyak yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatan capaian akhir program sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi. 3. Permasalahan dan Solusi Masalah dan kendala pembangunan sektor Pendidikan Kabupaten Gunungkidul cukup beragam meliputi fisik, sosial budaya, dan ekonomi, apalagi adanya gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 sangat berat dirasakan oleh masyarakat, permasalahan tersebut antara lain : 1. Dalam bidang transportasi masih adanya siswa yang harus berjalan kaki lebih dari 6 km; 2. Lulusan belum siap kerja; 3. Terbatasnya Dunia usaha dan Dunia Industri untuk Praktek Lapangan; 4. Peluang kerja bagi tenaga terdidik masih kecil. Dari permasalahan-permasalahan tersebut, telah diatasi dengan berbagai cara antara lain di bidang fisik telah merehab beberapa sarana pendidikan, dibidang ekonomi juga telah menyalurkan berbagai beasiswa untuk murid, di bidang kesejahteraan telah memberikan insentif bagi tenaga guru GTT/honorer. Wilayah Kabupaten Gunungkidul pada dasarnya memiliki kedaan yang sangat berbeda di banding dengan keadaan daerah lain di DIY. Pada umumnya terdiri atas daerah perbukitan dan jarak antara desa satu dengan lainnya sangat berjauhan dengan kondisi jalan yang sangat sulit. Dalam kondisi yang demikian, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah berusaha mengatasi kekurangan yang ada antara lain dengan: 1. Memberikan motivasi kepada Siswa antara lain : a. Di jenjang Taman Kanak-kanak/Sekolah dasar : - Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah). - Memberikan subsidi bagi sekolah swasta. - Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu. - Memberikan beasiswa pada siswa dari keluarga tidak mampu. b. Dijenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) :

172

- Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah) - Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. - Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang kurang mampu. - Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. c. Dijenjang Sekolah Menengah : -Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah) -Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. -Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu dengan mempertimbangkan siswa perempuan secara proporsional. -Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. 2. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan : a. TK/SD : Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menuju kemandirian sekolah. Melaksanakan penggabungan/Regrouping Sekolah Dasar untuk mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien. Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata pada sekolah negeri maupun swasta. Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. Melaksanakan Demokratisasi Pendidikan dan Desentralisasi Pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. Efektifitas dan efisiensi organisasi/ lembaga Sekolah diwujudkan dan dilengkapi dengan Struktur, Jabatan, Fungsional dan Tupoksi. Sistem alternatif dikembangkan untuk mendorong kompetisi antar lembaga dan personil secara dekat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk peningkatan kinerja diberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat.

173

- Melaksanakan pengadaan dan perawatan (Sarana, Prasarana, Buku, Alat, Media Pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM. b. SLTP : - Mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien dengan melengkapi struktur dan jabatan fungsional dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya. - Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan kemandirian sekolah secara bertahap. - Mengembangkan sistem insentif yang mampu mendorong komptisi secara sehat antara lembaga dan personil guna peningkatan mutu pendidikan. - Memberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat dan kerjasama dengan lembaga profesional untuk peningkatan kinerja. - Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun swasta. - Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. - Melaksanakan demokratisasi pendidikan dan desentralisasi pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. - Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. c. Sekolah Menengah (SM) : - Mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien dengan melengkapi struktur dan jabatan fungsional dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya. - Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan kemandirian sekolah secara bertahap. - Mengembangkan sistem insentif yang mampu mendorong kompetisi secara sehat antara lembaga dan personil guna peningkatan mutu pendidikan. - Memberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat dan kerjasama dengan lembaga profesional untuk peningkatan kinerja. - Meningkatkan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra pemerintah yang serasi dalam pembinaan pendidikan. - Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun swasta. - Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan.

174

- Melaksanakan demokratisasi pendidikan dan desentralisasi pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. - Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. 3. Perluasan dan Pemerataan Kesempatan memperoleh peningkatan mutu guru dan KS. TK/SD : Melaksanakan penyetaraan guru SD lulusan SPG ke D II, S1. Melaksanakan penataran guru bidang studi. Melaksanakan penataran manajemen KS.

4. Meningkatkan kualitas dan relevansi pandidikan : a. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Menerapkan kurikulum untuk memenuhi tuntutan. Mengembangkan program-program ketrampilan/life skill pada SMP sesuai dengan potensi setempat. Meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar para lulusan mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara-negara lain/maju. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas PBM melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian input, proses dan output, outcome pendidikan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian mutu pendidikan. Meningkatkan kempuan profesional guru/ tenaga kependidikan lainnya melalui MGMP, MKKS, Work-Shop, seminar, lokakarya, diklat, melalui akreditasi, sertifikasi serta penyempurnaan penilaian angka kredit guru untuk peningkatan karier guru. Mengadakan berbagai lomba (karya ilmiah, bidang studi, seni, olahraga, dll dengan standar Nasional atau internasional) bagi guru, tenaga kependidikan serta peserta didik sebagai wahana pengembangan bakat dan potensi SDM saat ini atau dimasa mendatang. Melaksanakan pengadaan dan perawatan (sarana-prasarana, buku, alat, media pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM.

175

b. Sekolah Menengah : Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Menerapkan kurikulum berbasis kompetensi pada SMK untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan DU/DI. Mengadakan kerjasama dengan DU/DI untuk mengembangkan materi, proses dan evaluasi hasil belajar. Mengembangkan program-program ketrampilan/life skill pada SMU sesuai dengan potensi setempat atau tuntutan dunia kerja. Meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar para lulusan mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara-negara lain/maju. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas PBM melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian input, proses dan output, outcome pendidikan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian mutu pendidikan. Meningkatkan kemampuan profesional guru/tenaga kependidikan lainnya melalui MGMP, MKKS, Work-Shop, seminar, lokakarya, diklat, melalui akreditasi, sertifikasi serta penyempurnaan penilaian angka kredit guru untuk peningkatan karier guru. Mengadakan berbagai lomba (karya ilmiah, bidang studi, seni, olah raga, dll dengan standar Nasional atau internasional) bagi guru, tenaga kependidikan serta peserta didik sebagai wahana pengembangan bakat dan potensi SDM saat ini atau dimasa mendatang. Melaksanakan pengadaan dan perawatan (sarana-prasarana, buku, alat, media pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM. 5. Meningkatkan Penanaman sikap Positif Generasi Muda. Penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda di sekolah dan masyarakat. Operasi/razia pelajar pada jam-jam pelajaran. Pendidikan Politik bagi generasi muda di Sekolah dan Masyarakat. Seleksi Paskibraka bagi siswa sekolah menengah. Lomba PBB bagi Siswa SMP, SMA, dan SMK Pembinaan upacara bendera di Sekolah. Pembinaan pengurus OSIS SMP dan Sekolah Menengah Mengadakan lomba pendidikan keagamaan bagi Sekolah Umum.

6. Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan siswa

176

-

Pesantren Kilat. Mengadakan Pelatihan kewirausahaan bagi para pemuda. Memberi bantuan dana/peralatan bagi kelompok usaha pemuda/karang taruna.

7. Pemberdayaan Pemuda sebagai Aset Pembangunan

8. Membudayakan Olahraga guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran Masyarakat, khususnya Generasi Muda/Pelajar. Mengadakan Kegiatan Olahraga yang bersifat massal, misalnya senam massal, gerak jalan, jalan santai. Melaksanakan tes kebugaran secara berkala/periodik untuk menentukan tingkat kebugaran pelajar. Di sekolah-sekolah diberikan Ekstra kurikuler bidang olahraga baik olahraga yang bersifat rekreatif maupun bersifat prestasi. 9. Meningkatkan Usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi termasuk organisasi olahraga penyandang cacat. Mengadakan pembibitan atlit berbakat pada usia dini. Melaksanakan seleksi bibit unggul daerah untuk olahraga prestasi (misal : Sepakbola, Bola Voli, Bola Basket, Bulu tangkis, Atletik dan senam) Mengadakan pembinaan secara kontinyu dan berkelanjutan sesuai kaidahkaidah pelatih pelatihan untuk menindaklanjuti pembibitan usia dini. Mengembangkan pola pembinaan dan latihan olahraga prestasi dan olahraga bagi penyandang cacat. Meningkatkan pembinaan olahraga prestasi melalui pengembangan

pembinaan kemitraan dengan PT maupun partisipasi masyarakat. Memantapkan program pembinaan olahraga bibit unggul daerah bagi pelajar SMP, SMA, dan SMK. Menyelenggarakan kompetisi olahraga prestasi secara terencana dan kontinyu. Menyelenggarakan even-even pertandingan yang bersifat insidental

(turnamen) namun di kelola secara profesional. Mengadakan pertandingan uji coba untuk mengukur/mengevaluasi sementara hasil latihan. Mengadakan kompetisi olahraga prestasi bagi pelajar. Mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah maupun nasional (misal : PORDA, POPNAS, PON). Penyediaan sarana dan prasarana olahraga prestasi.

177

10. Meningkatkan kualitas SDM yang menangani/membidangi olahraga prestasi. Mengadakan sendiri atau mengirimkan calon pelatih/pelatih untuk mengikuti kursus kepelatihan sesuai jenjang masing-masing. Meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan/skill dan penguasaan iptek bagi pelatih maupun guru yang menangani olahraga prestasi (Misal : melalui loka karya, seminar, diklat, kursus/penataran). Mengadakan penyegaran fisik maupun mental pelatih/guru olahraga.

11. Meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang kurang beruntung mengikuti pendidikan sekolah. Pemantapan Program PLS : KPA Fungsional Paket B Setara SMP Rintisan Kejar Paket C

12. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pengetahuan dan bekal ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan warga belajar. Kejar Belajar Usaha (KBU) Beasiswa Kursus dan Kursus Masuk Desa - Mengembangkan PKBM dan mitra kerja. - Pengembangan dan pemantapan JBM - Pengembangan dan pemantapan Perpustakaan Desa. a. TK/SD : - Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah). - Memberikan subsidi bagi sekolah swasta. - Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu. - Memberikan beasiswa pada siswa dari keluarga tidak mampu. b. Sekolah Menengah Pertama (SMP) : - Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah) - Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. - Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang kurang mampu.

178

- Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. c. SM (Sekolah Menengah) : - Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah) - Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. - Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu dengan mempertimbangkan siswa perempuan secara proporsional. - Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. 13. Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan. a. TK/SD (Taman Kanak-kanak/Sekolah Dasar): - Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menuju kemandirian sekolah. - Melaksanakan penggabungan/Regrouping Sekolah Dasar untuk mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien. - Mengembangkan sistem akriditas secara adil dan merata pada sekolah negeri maupun swasta. - Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. - Melaksanakan Demokratisasi Pendidikan dan Desentralisasi Pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. - Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. - Efektifitas dan efisiensi organisasi/ lembaga Sekolah diwujudkan dan dilengkapi dengan Struktur, Jabatan, Fungsional dan Tupoksi. - Sistem alternatif dikembangkan untuk mendorong kompetisi antar lembaga dan personil secara dekat untuk meningkatkan mutu pendidikan. - Untuk peningkatan kinerja diberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat. - Melaksanakan pengadaan dan perawatan (Sarana, Prasarana, Buku, Alat, Media Pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM. b. SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ) :

179

- Mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien dengan melengkapi struktur dan jabatan fungsional dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya. - Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan kemandirian sekolah secara bertahap. - Mengembangkan sistem insentif yang mampu mendorong komptisi secara sehat antara lembaga dan personil guna peningkatan mutu pendidikan. - Memberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat dan kerjasama dengan lembaga profesional untuk peningkatan kinerja. - Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun swasta. - Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. - Melaksanakan demokratisasi pendidikan dan desentralisasi pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite dan Dewan Sekolah. - Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. c. SM (Sekolah Menengah) : - Mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien dengan melengkapi struktur dan jabatan fungsional dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya. - Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan kemandirian sekolah secara bertahap. - Mengembangkan sistem insentif yang mampu mendorong kompetisi secara sehat antara lembaga dan personil guna peningkatan mutu pendidikan. - Memberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat dan kerjasama dengan lembaga profesional untuk peningkatan kinerja. - Meningkatkan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra pemerintah yang serasi dalam pembinaan pendidikan. - Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun swasta. - Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. - Melaksanakan demokratisasi pendidikan dan desentralisasi pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. - Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan.

180

14. Perluasan dan Pemerataan Kesempatan memperoleh peningkatan mutu guru dan KS. TK/SD (taman Kanak-kanak/Sekolah Dasar) : - Melaksanakan penyetaraan guru SD lulusan SPG ke D II, S1. - Melaksanakan penataran guru bidang studi. - Melaksanakan penataran manajemen Kepala Sekolah. 15. Meningkatkan kualitas dan relevansi pandidikan. a. SMP (Sekolah Menengah Pertama) : Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Menerapkan kurikulum untuk memenuhi tuntutan. Mengembangkan program-program ketrampilan/life skill pada SMP sesuai dengan potensi setempat. Meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar para lulusan mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara-negara lain/maju. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas PBM melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian input, proses dan output, outcome pendidikan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian mutu pendidikan. Meningkatkan kempuan profesional guru/ tenaga kependidikan lainnya melalui MGMP, MKKS, Work-Shop, seminar, lokakarya, diklat, melalui akreditasi, sertifikasi serta penyempurnaan penilaian angka kredit guru untuk peningkatan karier guru. Mengadakan berbagai lomba (karya ilmiah, bidang studi, seni, olahraga, dll dengan standar Nasional atau internasional) bagi guru, tenaga kependidikan serta peserta didik sebagai wahana pengembangan bakat dan potensi SDM saat ini atau dimasa mendatang. Melaksanakan pengadaan dan perawatan (sarana-prasarana, buku, alat, media pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM. b. SM (Sekolah Menengah) : Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Menerapkan kurikulum berbasis kompetensi pada SMK untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan DU/DI. Mengadakan kerjasama dengan DU/DI untuk mengembangkan materi, proses dan evaluasi hasil belajar. Mengembangkan program-program ketrampilan/life skill pada SMA sesuai dengan potensi setempat atau tuntutan dunia kerja.

181

-

Meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar para lulusan mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara-negara lain/maju. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas PBM melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian input, proses dan output, outcome pendidikan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian mutu pendidikan.

-

Meningkatkan kemampuan profesional guru/tenaga kependidikan lainnya melalui MGMP, MKKS, Work-Shop, seminar, lokakarya, diklat, melalui akreditasi, sertifikasi serta penyempurnaan penilaian angka kredit guru untuk peningkatan karier guru.

-

Mengadakan berbagai lomba (karya ilmiah, bidang studi, seni, olah raga, dll dengan standar Nasional atau internasional) bagi guru, tenaga kependidikan serta peserta didik sebagai wahana pengembangan bakat dan potensi SDM saat ini atau dimasa mendatang.

-

Melaksanakan pengadaan dan perawatan (sarana-prasarana, buku, alat, media pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM.

16. Meningkatkan Penanaman sikap Positif Generasi Muda. - Penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda di sekolah dan masyarakat. - Operasi/razia pelajar pada jam-jam pelajaran. - Pendidikan Politik bagi generasi muda di Sekolah dan Masyarakat. - Paskibraka bagi siswa sekolah menengah. - Lomba PBB bagi Siswa SMP, SMA, dan SMK - Pembinaan upacara bendera di Sekolah. - Pembinaan pengurus OSIS SMP dan Sekolah Menengah 17. Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan siswa - Mengadakan lomba pendidikan keagamaan bagi Sekolah Umum. - Pesantren Kilat. 18. Pemberdayaan Pemuda sebagai Aset Pembangunan - Mengadakan Pelatihan kewirausahaan bagi para pemuda. - Memberi bantuan dana/peralatan bagi kelompok usaha pemuda/karang taruna. 19. Membudayakan Olahraga guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran Masyarakat, khususnya Generasi Muda/Pelajar. - Mengadakan Kegiatan Olahraga yang bersifat massal, misalnya senam massal, gerak jalan, jalan santai.

182

- Melaksanakan tes kebugaran secara berkala/periodik untuk menentukan tingkat kebugaran pelajar. - Di sekolah-sekolah diberikan Ekstra kurikuler bidang olahraga baik olahraga yang bersifat rekreatif maupun bersifat prestasi. 20. Meningkatkan Usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi termasuk organisasi olahraga penyandang cacat. - Mengadakan pembibitan atlit berbakat pada usia dini. - Melaksanakan seleksi bibit unggul daerah untuk olahraga prestasi (misal : Sepakbola, Bola Voli, Bola Basket, Bulu tangkis, Atletik dan senam) - Mengadakan pembinaan secara kontinyu dan berkelanjutan sesuai kaidahkaidah pelatih pelatihan untuk menindaklanjuti pembibitan usia dini. - Mengembangkan pola pembinaan dan latihan olahraga prestasi dan olahraga bagi penyandang cacat. - Meningkatkan pembinaan olahraga prestasi melalui pengembangan pembinaan kemitraan dengan PT maupun partisipasi masyarakat. - Memantapkan program pembinaan olahraga bibit unggul daerah bagi pelajar SMP, SMA, dan SMK. - Menyelenggarakan kompetisi olahraga prestasi secara terencana dan kontinyu. - Menyelenggarakan even-even pertandingan yang bersifat insidental (turnamen) namun di kelola secara profesional. - Mengadakan pertandingan uji coba untuk mengukur/mengevaluasi sementara hasil latihan. - Mengadakan kompetisi olahraga prestasi bagi pelajar. - Mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah maupun nasional (misal : PORDA, POPNAS, PON). - Penyediaan sarana dan prasarana olahraga prestasi. 21. Meningkatkan kualitas SDM yang menangani/membidangi olahraga prestasi. - Mengadakan sendiri atau mengirimkan calon pelatih/pelatih untuk mengikuti kursus kepelatihan sesuai jenjang masing-masing. - Meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan/skill dan penguasaan iptek bagi pelatih maupun guru yang menangani olahraga prestasi (Misal : melalui loka karya, seminar, diklat, kursus/penataran). - Mengadakan penyegaran fisik maupun mental pelatih/guru olahraga. 22. Meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang kurang beruntung mengikuti pendidikan sekolah. - Pemantapan Program PLS : - KPA Fungsional - Paket B Setara SMP - Rintisan Kejar Paket C 23. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pengetahuan dan bekal ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan warga belajar.

183

H.

Kejar Belajar Usaha (KBU) Beasiswa Kursus dan Kursus Masuk Desa Mengembangkan PKBM dan mitra kerja. Pengembangan dan pemantapan JBM Pengembangan dan pemantapan Perpustakaan Desa. BIDANG SOSIAL Pembangunan bidang sosial diarahkan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan. Sasarannya adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. Masyarakat p. Musrenbang q. kecamatan Meningkatnya keterpaduan pembangunan desa di Meningkatnya akurasi data profil desa sebagai dasar Mewujudkan SDM Aparatur yang berkualitas, berkompetensi dan profesional Meningkatnya kualitas SDM Aparatur Meningkatnya Kualitas pelayanan publik Meningkatnya sarana dan prasarana aparatur Meningkatnya pelayanan publik Meningkatnya Meningkatnya partisipasi pembangunan masyarakat desa yang dalam berbasis

1. Program dan Kegiatan

pembangunan melalui musrenbang desa dan kecamatan masyarakat dan potensi desa Terbentuknya BUM desa di setiap desa Meningkatnya pengelolaan Bum Desa Meningkatnya pembangunan infrastruktur pedesaan Meningkatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam Meningkatnya pengelolaan sarana dan prasarana pasar Meningkatnya produktifitas lembaga keuangan mikro Meningkatnya pertumbuhan kewirausahaan industri Meningkatnya kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong

( jalan dan jembatan ) membangun sarana dan prasarana desa desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi ( UED-SP ) simpan pinjam, Bandus, Pokmas, lumbung desa kecil dan rumah tangga

184

r. pemerintah desa s. desa t. u. v. w. x. y. sosial z. aa. sosial bb. fakir miskin cc. dd. ee. ff.

Meningkatnya

sarana

dan

prasarana

pendukung

Meningkatnya pendampingan lembaga kemasyarakatan Meningkatnya kualitas SDM Pamong Desa Meningkatnya partisipasi dan swadaya masyarakat Meningkatnya kualitas perumahan Meningkatnya pemberdayaan fakir miskin Meningkatnya ketahanan fisik anak sekolah Meningkatnya bantuan dan jaminan kesejahteraan Meningkatnya pelayanan dan rehabilitasi sosial Meningkatnya pelayanan kelembagaan kesejahteraan Meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan sosial bagi Meningkatnya penumbuhan usaha berbasis TTG Meningkatnya skala usaha dan pendapatan masyarakat Meningkatnya kualitas hasil temuan TTG Meningkatnya wawasan penerapan TTG dan

dalam pembangunan desa

penyandang masalah kesejahteraan sosial

Tujuan dan sasaran tersebut diupayakan dengan melaksanakan program dan kegiatan – kegiatan antara lain : a. Program 1) Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor - Pembuatan septictank 1 unit - Pengadaan filling cabinet 2 buah - Pengadaan almari arsip 4 buah 2) Forum SKPD 1 paket b. Program Pembangunan Kecamatan 1) Program Pengembangan Kecamatan 14 Kecamatan c. Program Pembangunan Desa yang meliputi kegiatan : 1) Perlombaan Desa 18 desa / 18 Kecamatan 2) Bantuan Stimulan Musrenbang 144 desa/18 Kecamatan 3) Pendampingan Alokasi Dana Desa (ADD) 144 desa / 18 Kecamatan 4) Pembinaan dan Bantuan Stimulan Pengembangan Pasar Desa.

185

5) Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat 144 desa 6) Pelatihan Perencanaan dan Partisipatif Pembangunan Desa 144 desa/ 18 Kecamatan /432 orang /36 orang. 7) Fasilitasi Forum Komunikasi LPM Kecamatan dan Bantuan Operasional DPD Asosiasi LPM Kabupaten 18 Kecamatan. d. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan kegiatan: 1) Bantuan Stimulan Pemberdayaan Masyarakat 18 Kecamatan 2) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Imbangan ke 76, 1 Desa / 1 Kecamatan. 3) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Imbangan ke 77, 1 desa / 1 Kecamatan 4) Karya Bhakti TNI 1 Desa / 1 Kecamatan 5) Karya Bhakti TNI 1 Desa / 1 Kecamatan 6) Karya Bhakti TNI 1 Desa / 1 Kecamatan e. Program Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan Tehnologi Informasi dan Telekomunikasi dengan kagiatan : 1) Up Dating Potensi Desa 144 desa / 14 Kecamatan. f. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan dengan kegiatan : 1) Bantuan Stimulan Perbaikan dan Permukiman Perdesaan 3 Kecamatan g. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial melalui kegiatan : 1) Pembinaan dan Bantuan Stimulan untuk Tindak Korban Kekerasan 60 orang 2) 3) 1) Pembinaan dan Pemberian Bantuan Stimulan Sosial Bagi Penyandang Pembinaan dan Pengiriman PMKS 10 orang Cacat 55 orang h. Program Pemberdayaamn Fakir Miskin dan PMKS dengan kagiatan : Bimbingan Sosial Ekonomi Produktif (USEP KM) 440 orang 2) 3) 4) 5) 1) 2) 3) 4) Bimbingan Sosial KUBE Fakir Miskin 180 orang Pelayanan SKTM 60 orang Pemberdayaan Pemulung 20 orang Monev (KUBE FM, KMM, AT, LU, USEP KM) 90 kelompok Pemberdayaan KT 18 Desa Pembinaan Usaha Ekonomi Desa (UED-SP) Kelompok Simpan Pendanaan Pokmas IDT 365 kelompok Pelatihan Menejemen UED-SP 72 orang

i. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesos dengan kegiatan :

Pinjam Bandus dan Lumbung Desa 36 kelompok UED 180 kelompok

186

5) 6) 7) kegiatan :

Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan jiwa kewirausahaan bagi Pemberdayaan PSM 300 orang Pemberdayaan dan Penguatan Modal Orsos 16 Orsos

kelompok UEM 5 kelompok / 100 orang

j. Program Peningkatan Kualitas Penyuluhan Kesejahteraan Sosial dengan 1) Penyuluhan Sosial 900 orang k. Program Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial dengan kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Penanganan OT / sesat jalan Penguburan dan rukti jenazah terlantar Bimbingan dan pemberdayaan Anat Terlantar melalui UEP Bantuan Sosial untuk Lansia Terlantar Pembinaan dan Stimulan PA dan SLB, 9 PA, 6 SLB. Operasional Bantuan Bencana Alam dan pengiriman beras 300 orang l. Program Peningkatan Kesejahteraan Perlindungan Anak (KPA) dengan kegiatan: 1) Program PMTAS 44.500 Siswa m. Program Penelitian dan Pengembangan Ilmu / Tehnologi dengan kegiatan : 1) 2) Pelatihan Emping Jagung 2 kelompok / 40 orang Pelatihan sirup Markisa 2 kelompok / 40 orang n. Program Difusi dan Pemantapan IPTEK dengan kegiatan : 1) Pendampingan Penemu Tehnologi 6 kelompok 2 orang o. Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan IPTEK dengan kegiatan : 1) 2) 3) Gelar TTG Nasional Pemberdayaan Posyantekdes 18 Kecamatan Pelatihan Pengurus dan Orientasi Lapangan (Posyantekdes) 18

Kecamatan. 2. Realisasi Program dan Kegiatan Dana yang digunakan untuk membiaya program dan kegiatan ini sebesar Rp. 14.257.120.422,00 , terealisasi sebesar Rp. 12.520.763.389,- atau 87,82 %, terdiri atas Belanja Aparatur Rp. 1.894.133.422,00 terealisasi Rp. 1.630.457.489,atau 86,08 % dan Belanja Pelayanan Publik Rp. 12.362.987.000,00 terealisasi sebesar Rp. 10.890.305.900,- atau 88,09 %.

187

Rata-rata realisasi fisik kegiatan bidang sosial Kabupaten Gunungkidul Tahun 2006 mencapai diatas 90 % atau dapat dikategorikan sangat baik. Adapun realisasi masing-masing program dan kegiatan adalah sebagai berikut : a. Program peningkatan kualitas pelayanan publik 1) Pengadaan Sarana dan Prasarana kantor Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 25.000.000,terealisasi RP. 24.890.000,- sisa 110.000. Adapun bentuk kegiatan berupa : - Pembuatan septic tank 1 unit - Pengadaan felling cabinet 2 buah - Pengadaan almari arsip 4 buah 2) Forum SKPD 1 paket Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 5.000.000,terealisasi

RP. 5.000.000,-

(100%) Outcomes kegiatan terlaksananya forum SKPD

dalam upaya mencapai keterpaduan dalam perencanaan program kerja bidang sosial dan pemberdayaan masyaakat. Hasil kegiatan adalah 10 dokumen b. Program Pembangunan Kecamatan dengan kegiatan : 1) RP. Program Pengembangan Kecamatan 428.549.500,atau ( 100%). Output kegiatan berupa terlaksananya Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 428.549.500,- terealisasi pendampingan program cost sharing PKK untuk 14 Kecamatan dan pendampingan UPK PPK pasca program untuk 14 kecamatan. c. 1) Program Pembangunan Desa dengan Kegiatan Perlombaan Desa 18 desa / 18 Kecamatan Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 123.9040.000,- terealisasi RP. 114.677.500,atau ( 100%). Output kegiatan berupa terlaksananya pembinaan dan evaluasi tingkat kabupaten di 18 kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul. 2) Bantuan Stimulan Musrenbang Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 107.200.000,- terealisasi RP. 107.004.500,- sisa dana Rp. 195.500,- stimulan diberikan kepada 144 desa / 18 kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul untuk penyelenggaraan Musrenbang serta untuk penyusunan dokumen sebanyak 75 buku. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 3) Pendampingan Alokasi Dana Desa (ADD) :

188

Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 152.613.000,- terealisasi RP. 152.496.750,atau (99%). Bentuk kegiatan berupa peyelenggaraan pembinaan dan monev pelaksanaan kegiatan alokasi dana desa pada 144 desa / 18 Kecamatan. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 4) Pembinaan dan Bantuan Stimulan Pengembangan Pasar Desa. Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 171.950.000,- terealisasi RP. 166.294.000,- atau ( 97%). Sisa dana dari pelelangan umum pekerjaan pengadaan material bangunan pengembangan pasar desa. Output kegiatan berupa pembinaan dan pengembangan pembangunan pasar desa sebanyak 25 buah dan bantuan stimulan pasar desa untuk 10 pasar. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 5) Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 170.780.000,- terealisasi RP. 170.780.000,atau ( 100%). Kegiatan ini bertujuan untuk tetap mempertahankan budaya gotong royong di masyarakat di 144 desa. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 6) Pelatihan Perencanaan dan Partisipatif Pembangunan Desa Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 87.972.500,terealisasi RP. 87.972.500,- atau ( 100%). Pelatihan perencanaan partisipatif dengan peserta sebanyak 468 orang terdiri atas 432 orang dari pengurus LPMD dan 36 orang dari kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan dapat berjalan lancar dengan capaian fisik 100%. 7) Fasilitasi Forum Komunikasi LPM Kecamatan dan Bantuan Operasional DPD Asosiasi LPM Kabupaten 18 Kecamatan. Anggaran RP. untuk kegiatan ini sebesar Rp. 24.980.000,terealisasi 24.980.000,atau ( 100%) output kegiatan berupa terlaksananya

fasilitasi forum komunikasi dan DOD asosiasi LPM di 18 Kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul, dengan capaian realisasi fisik mencapai 100%. d. 1) Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan dengan Bantuan Stimulan Pemberdayaan Masyarakat 18 Kecamatan Kegiatan : Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 8.251.757.500,- terealisasi RP. 7.163.728.500,- atau (86,81 %). Kegiatan ini mencakup seluruh desa se – Kabupaten Gunungkidul, bantuan diberikan dalam bentuk aspalt untuk 32 desa, semen untuk 144 desa dan bantuan material jembatan untuk 9 desa. Outcome kegiatan antara lai peningkatan pemberdayaan masyarakat desa

189

dakam perbaikan jalan cor blok, terwujudnya jalan aspals dan terwujudnya jembatan desa. Fisik kegiatan ini dapat tercapai 100%. 2) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Imbangan ke 76 untuk kegiatan ini sebesar Rp. 94.000.000,terealisasi Anggaran

RP. 93.491.000,- (99,45%). Kegiatan ini dalam rangka mendukung Kegiatan TMMD. Outcomes kegiatan berupa terwujudnya pembangunan rabat beton sepanjang 1265/70 m, terwujudnya pembangunan pengerasan jalan sepanjang 1500 m, terwujudnya pembangunan pos kamling sebanyak 1 buah, terwujudnya rehab masjid 1 buah dan terwujudnya pembangunan gorong – gorong 2 buah. Kegiatan dapat berjalan lancar dengan tingkat capaian fisik 100%. 3) Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Imbangan ke 77 untuk kegiatan ini sebesar ke 77 Rp.93.500.000,dengan hasil terealisasi terwujudnya atau (98 %). Kegiatan dilaksanakan dalam rangka TMMD

Anggaran mendukung

RP.90.315.000,-

pelaksanaan

pembangunan rabat beton 800/70 m, terwujudnya gardu pos kamling 1 buah, dan terwujudnya rehab masjid 1 unit. Kegiatan dilaksanakan di 1 desa dan dapat terlaksana dengan baik. 4) Karya Bhakti TNI untuk kegiatan ini sebesar Rp. 20.000.000,terealisasi

Anggaran

RP. 19.945.100,- atau (99,72 %). Kegiatan ini merupakan imbangan program TNI dengan hasil terwujudnya pembangunan cor blok 250 / 70 m 5) Karya Bhakti TNI untuk kegiatan ini sebesar Rp.20.000.000,terealisasi Anggaran

Rp. 18.629.950 ,- atau ( 93,14%). Kegiatan merupaan imbangan program TNI yang mengambil lokasi berlaian dengan karya bakti sebelumnya, dan dapat menghasilkan pembangunan cor blok 300 / 70 m. 6) Rp. e. 1) Karya Bhakti TNI 1 Desa / 1 Kecamatan 20.000.000,- terealisasi 19.119.950,Program atau ( 96,59%). Outcome kegiatan berua terwujudnya Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan : Up Dating Potensi Desa 144 desa / 14 Kecamatan. atau ( 96,55%). Output kegiatan adalah terlaksananya Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. pembangunan cor blok betonsepanjang 275/70 m. Tehnologi Informasi dan Telekomunikasi dengan Kegiatan

Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 108.874.500,- terealisasi Rp. 105.113.500,-

190

penyusunan data profil desa, kecamatan, pengolahan data perkembangan desa Tk. Kecamatan dan kabupaten untuk 144 desa di 18 Kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul serta daftar isian profil desa. Hasil kegiatan adalah tersedianya data profil desa yang akurat yang dibutuhkan sebagai acuan perencanaan masyarakat sejumlah 150 buku dan tersedianya data potensi desa sejumlah 144 buku. f. Program 1) Kecamatan Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 787.945.000,- terealisasi RP. 730.571.200,atau ( 92,71%). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk bantuan stimulan pembuatan cor blok untuk 34 desa, pembuatan PAH di 28 desa dan MCK di 15 desa. Kegiatan dapat terlaksana 100%. g. Program 1) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dengan Kegiatan : Pembinaan dan Bantuan Stimulan untuk Tindak Korban Kekerasan untuk kegiatan ini sebesar Rp.45.000.000,terealisasi Pemberdayaan Komunitas Perumahan dengan Kegiatan: Bantuan Stimulan Perbaikan dan Permukiman Perdesaan 3

Anggaran

Rp.44.910.000,- atau ( 99,8%). Bentuk kegiatan berupa bantuan sosial untuk korban tindak kekerasan sejumlah 60 orang (terlaksana 100%). 2) Cacat Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 36.020.000,terealisasi Rp. 35.728.000,atau ( 99,19 %). Pemberian bantuan terlaksana untuk Pembinaan dan Pemberian Bantuan Stimulan Sosial Bagi Penyandang

58 orang penyandang cacat sehingga realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Pembinaan dan Pengiriman PMKS 10 orang untuk kegiatan ini sebesar Rp. 4.240.000,terealisasi atau ( 100%). Pelaksanaan pembinaan dan pengiriman

Anggaran

Rp. 4.240.000,-

penyandang masalah sosial terhadap 8 orang, dan dapat terlaksana dengan lancar. Fisik kegiaan terealisasi 100%. h. Program 1) Pemberdayaan Fakir Miskin dan PMKS dengan Kegiatan : Bimbingan Sosial Ekonomi Produktif (USEP KM) atau ( 99,35%). Bimbingan dilaksanakan terhadap

Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 144.445.000,- terealisasi Rp. 143.500.000,26 kelompok usaha sosial ekonomi produktif. Hasilnya yaitu terlatihnya kelompok USEP keluarga miskin dan bertambahnya modal usaha bagi 26 kelompok (terealisasi 100%).

191

2)

Bimbingan Sosial KUBE Fakir Miskin atau (100%). Bantuan sosial untuk fakir miskin

Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 232.820.000,- terealisasi Rp. 232.820.000 ,dilaksanakan kepada 18 kelompok yag tersebar di seluruh wilayah kabupaten Gunungkidul, dan dapat terealisasi 100%. 3) Pelayanan SKTM bagi GAKIN dan stimulan pengobatan GAKIN 6.520.000,- terealisasi

(tanpa identitas) di Rumah Sakit. Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. RP. 6.520.000 ,- atau (100 %). Pemberian bantuan pengobatan bagi GAKIN di RS terealisasi sebanyak 2.836 orang dengan tingkat capaian fisik 100%. 4) Pemberdayaan Pemulung untuk kegiatan ini sebesar Rp. 19.240.000,terealisasi atau (98,18 %). Pembinaan / pelatihan terlaksana bagi

Anggaran

Rp. 18.890.000,-

20 orang pemulung dan dapat terealisasi 100%. 5) Monev (KUBE FM, KMM, AT, LU, USEP KM) untuk kegiatan ini sebesar Rp. 23.585.000,terealisasi atau (97,28 %). Output kegiatan berupa terlaksananya

Anggaran

Rp. 22.944.000,-

monitoring dan pengembangan kelompok sosial bagi 18 kelompok se – Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan dapat terlaksana lancar dengan tingkat capaian fisik 100%. i. Program 1) Pemberdayaan Kelembagaan Kesos dengan Kegiatan : Pemberdayaan KT 18 Desa untuk kegiatan ini sebesar Rp. 37.995.000,terealisasi

Anggaran

Rp. 36.189.000,- atau ( 95,25%). Pemberdayaan karang taruna dan pemberian bantuan kegiatan dilaksanakan kepada 18 karang taruna kecamatan dengan melibatkan 450 orang anggota. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 2) Pembinaan Usaha Ekonomi Desa (UED-SP) Kelompok Simpan untuk kegiatan ini sebesar Rp. 62.007.500,terealisasi Pinjam Bandus dan Lumbung Desa 36 kelompok UED 180 kelompok Anggaran Rp. 61.887.500,atau (99,8 %). Output kegiatan berupa terlaksananya

pembinaan usaha perekonomian desa bagi 49 desa, terlaksanaya bantuan stimulan ambahan modal UED – SP untuk 41 kelompok dan SP Bandus bagi 61 kelompok. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Pendanaan Pokmas IDT untuk kegiatan ini sebesar Rp. 40.778.500,terealisasi Anggaran

Rp. 40.778.500,- atau ( 100%). Pendampingan kelompok masyarakat IDT

192

terlaksana di 73 desa, sedangkan bantuan stimulan tambahan modal bagi Pokmas IDT diberikan kepada 30 kelompok. Realisasi kegiatan mencapai 100%. 4) Pelatihan Menejemen UED-SP untuk kegiatan ini sebesar Rp. 15.500.000,terealisasi

Anggaran

Rp. 14.775.000,- pelatihan dilaksanakan kepada 72 orang peserta dengan hasil peningkatan pengetahuan manjemen pengelola UED – SP tingkat desa. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan terealisasi 100%. 5) Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan jiwa kewirausahaan bagi untuk kegiatan ini sebesar Rp. 46.550.000,terealisasi

kelompok UEM Anggaran Rp. 46.445.000,atau ( 99,5%). Pelaksanaan pelatihan kewirausahaan

dilaksanakan bagi kelompok usaha ekonomi produktif di 5 desa dengan peserta 100 orag. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Tingkat capaian fisik 100%. 6) Pemberdayaan PSM untuk kegiatan ini sebesar Rp. 28.198.000,terealisasi

Anggaran

Rp. 28.190.000,- atau ( 99,97%). Pemberdayaan PSM dilaksanakan terhadap 5 kelompok dengan hasil peningkatan efektifitas PMKS pada 5 kelompok peserta. Realisasi fisik mencapai 100%. 7) Pemberdayaan dan Penguatan Modal Orsos 2.125.000,- terealisasi

Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.

Rp. 2.125.000,- atau (100 %). Jumlah orsos yang terbina dan mendapatkan penguatan modal kegiatan sejumlah 15 orsos (100% dari yang drencanakan). j. dengan Program Peningkatan Kualitas Penyuluhan Kesejahteraan Sosial Kegiatan

1) Penyuluhan Sosial Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 20.000.000,terealisasi

Rp. 19.540.000,- atau (97,7 %). Penyuluhan sosial dilaksanakan di 18 desa (18 kecamatan) se – Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah peserta 540 orang. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya solidaritas kesetiakawanan dan tanggungjawab sosial. k. kegiatan Program Bantuan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial dengan

193

1) Penanganan Orang Terlantar / sesat jalan Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 500.000,- terealisasi Rp. 500.000 ,atau ( 100%). Penanganan terealisasi terhadap 23 orang terlantar / sesat jalan (terealisasi 100%). 2) Penguburan dan rukti jenazah terlantar Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 1.920.000,terealisasi RP. 1.690.000,- atau ( 88,02%). Jenazah terlantar yang ditangani / dirukti oleh pemerintah kabupaten Gunungkidul pada tahun 2006 sebanyak 5 jenazah, dan semuanya dapat tertangani dengan baik. Realisasi kegiatan mencapai 100%. 3) Bimbingan dan pemberdayaan Anat Terlantar melalui UEP Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 62.320.000,- terealisasi Rp. 61.795.000,- atau (99,16 %). Bimbinan sosial dan bantuan UEP kepada anak terlantar sejumlah 105 orang dengan realisasi fisik 100%. 4) Bantuan Sosial untuk Lansia Terlantar Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.24.030.000,terealisasi Rp. 23.854.000,atau (99,27 %). Bantuan osial untuk lnsia terlantar

direalisasikan untuk 80 orang lansia dan dapat terlaksana dengan bak. (capaian fisik 100%).

5) Pembinaan dan Stimulan PA dan SLB, Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 5.575.000,terealisasi Rp. 5.125.000,atau ( 91,92%). Pembinaan dan pemberian bantuan

terlaksana sejumlah 2 unit dengan sasaran 9 PA, 6 SLB. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik, capaian fisik 100%. 6) Operasional Bantuan Bencana Alam dan pengiriman beras 300 orang Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 8.200.000,terealisasi Rp. 8.200.000,- atau (100 %). Kegiatan dimaksudkan untuk pengamanan kebutuhan beras khususnya bagi para korban bencana gempa bumi di 144 desa se – Kabupaten GUnungkidul. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 7) Droping air Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 485.852.500,- terealisasi Rp. 259.419.950,- atau (53,39 %). Droping dilaksanakan di 11 kecamatan rawan air dan dapat terlaksana dengan baik. Minimnya anggaran yang

194

terpakai karena efisiensi, hujan turun lebih cepat dari perkiraan serta adanya bantuan dari berbagai pihak. l. Program Peningkatan Kesejahteraan Perlindungan Anak (KPA) Kegiatan : 1) Program PMTAS 44.500 Siswa Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 119.957.000,- terealisasi Rp. 108.649.000,- atau (90,57%). PMMTAS dilaksanakan di 423 sekolah yang tersebar di seluruh kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul dengan sasaran 44.446 siswa. Fisik kegiatan mencapai 98 %. m. Program Penelitian dan Pengembangan Ilmu / Tehnologi dengan kegiatan: 1) Pelatihan Emping Jagung Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 28.940.000,terealisasi Rp. 28.920.000,- atau sisa Rp. 20.000,- Pelatihan dan pemberian bantuan peralatan pembuatan emping jagung terealisasi bagi 2 kelompok (40 orang anggota) dengan hasil meningkatnya pengetahuan kelompok dan meningkatnya produksi emping jagung 2 kelompok dimaksud. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 2) Pelatihan sirup Markisa Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 12.220.000,terealisasi Rp. 9.372.500,- . Realisasi pelatihan dan bantuan alat kepada 2 kelompok dengan hasil meningkatnya pengetahuan kelompok dan meningkatkan produksi sirup markisa. Capaian fisik kegiatan 100%. n. 1) Program Difusi dan Pemantapan IPTEK dengan kegiatan Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 24.745.000,terealisasi dengan

Pendampingan Penemu Tehnologi 6 kelompok 2 orang Rp. 24.495.000,atau sisa Rp. 250.000,-. Pendampingan terlaksana bagi

2 kelompok / orang dengan hasil masyarakat terbina TTG dan meningkatkan produksi. Kegiatan dapat terealisasi 100%. o. Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan IPTEK dengan Kegiatan 1) Gelar TTG Nasional Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 41.700.000,- terealisasi Rp. 41.700.000,- atau ( 100%). Kegiatan dilaksanakan dengan mengikuti pameran di tingkat pusat dengan frekuensi 1 kali dan dapat terlaksana 100%. 2) Pemberdayaan Posyantekdes 18 Kecamatan :

195

Anggaran

untuk

kegiatan

ini

sebesar

Rp.

68.042.500,-

terealisasi

Rp. 52.104.500,-

atau sisa Rp. 15.938.000,- Output kegiatan berupa

terbentuknya pos pelayanan teknologi pedesaan di 18 kecamatan se – Kabupaten Gunungkidul. Realisasi kegiatan mencapai 100%. 3) Pelatihan Pengurus dan Orientasi Lapangan (Posyantekdes) 18 Kecamatan. Anggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 18.840.000,terealisasi Rp. 15.665.000,atau sisa Rp. 3.175.000,- Pelatihan terlaksana dengan

peserta para pengurus 18 pos pelayanan teknologi pedesaan dan orientasi lapangan. Kegiatan dapat terlaksana lancar dengan tingkat capaian fisik 100%. Kegiatan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat dengan nilai capaian kinerja diatas 90 %. 3. Permasalahan dan Solusi Dengan kompleksitas permasalahan yang ada, dimana masih banyak dijumpai warga masyarakat Kabupaten gunungkidul yang masuk kategori sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial, maka apabila tidak segera ditangani akan terus menjadi beban. Adapun berbagai kendala/permasalahan yang dihadapi terkait dengan bidang sosial antara lain : a. b. c. terlantar d. e. – kota besar f. g. bidang pelayanan sosial h. sebagai pekerja lapangan Tidak adanya tenaga pendampingan / pekerja sosial Kurangnya sarana dan prasarana pembangunan Masih terbatas dan rendahnya kualitas SDM di kesejahteraan sosial dengan sistem panti maupun non panti. Kemiskinan Adanya urbanisasi penduduk usia produktif ke kota Masih tingginya jumlah penyandang masalah Bertambah dan meningkatnya jumlah penyandang Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia kesejahteraan sosial (PMKS) cacat akibat bencana gempa bumi 27 Mei 2006. Tahun 2006, diukur dari indikator kinerja output maupun indikator kinerja outcome masuk dalam kategori “ sangat baik “

196

i.

Sering terjadi bencana alam (kekeringan/kerawanan Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul

air, kerawanan pangan, tanah longsor) dll. dalam rangka memecahkan permasalahan–permasalahan tersebut baik melalui program kegiatan yang dibiayai APBD, maupun yang pembiayaannya diusulkan melalui APBD Propinsi dan APBN serta meningkatkan peran serta masyarakat. Selain itu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga terus berupaya untuk : a. b. c. d. e. f. g. PMKS. I. BIDANG PEKERJAAN UMUM 1. Program dan Kegiatan Tujuan pembangunan bidang pekerjaan umum yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah: a. Terpenuhinya kebutuhan akan bahan bangunan baik dibidang keciptakaryaan, kebinamargaan, dan pengairan beserta sarana prasarananya dengan peruntukan. b. Terwujudnya bangunan sebagai bagian dari wujud struktural pemanfaatan yang fungsional, aman, nyaman, sehat dan seimbang, serasi serta selaras dengan lingkungan. c. Terselenggaranya tertib Penyelenggaraan Bangunan. Sedangkan sasarannya adalah : a. Melaksanakan kegiatan perencanan teknis, keciptakaryaan, kebinamargaan dan pengairan. b. Melaksanakan pengendalian teknis tentang pelaksanaan pembangunan keciptakaryaan, kebinamargaan dan pengairan. Penumbuhan kelompok–kelompok sosial baru Pelaksanaan monitor dan evaluasi terhadap kegiatan kelompok– Pengembangan kelompok–kelompok sosial yang aktif Pelaksanaan bimbingan dan motivasi terhadap PMKS Pelaksanaan pelatihan keterampilan pada saat penumbuhan Pemberian bantuan modal kegiatan, stimulan UEP dan santunan Peningkatan efektivitas peran dan fungsi lembaga sosial

kelompok sosial yang ada

kelompok ekonomi produktif jaminan sosial masyarakat dalam upaya pengembangan kearifan lokal guna pengentasan

197

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan yyang disusun berdasarkan skala prioritas, kemampuan daerah dan berbagai pertimbangan teknis lainnya. Sebagian besar program/kegiatan pada tahun 2006 merupakan kelanjutan dari porgram/kegiatan tahun 2005, khususnya terkait dengan jalan dan jembatan. Adapun program / kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2006 adalah sebagai berikut : a. b. 1) c. 1) d. 1) e. 1) 2) 3) 4) f. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) g. 1) 2) Program Pengembangan sarana Perkotaan Kegiatan Pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Program Pengembangan Prasarana Kegiatan Penggantian Suku Cadang Alat Berat 2) Kegiatan Pengendalian Mutu Bahan Program Pertamanan dan Kebersihan Kegiatan Keindahan Kota dan Kebersihan Kota Program Pembinaan dan Kebersihan Pasar Kegiatan Pembinaan dan Kebersihan Lingkungan Pasar Program Keberlanjutan Fungsi Aset Irigasi dan Mesin pompa Kegiatan Rehabilitasi Dan Pmeliharaan Sarana Prasarana Irigasi Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi, Genset dan Pompa Kegiatan Pemeliharaan Irigasi Swakelola Mendesak O dan P Irigasi Kegiatan Pembinaan Penguatan Kelembagaan P3 A Program Perencanaan Teknis Perencanaan Teknis Kebinamargaan Kegiatan Perencanaan Teknis Pengairan Kegiatan Studi Potensi Sumber Air Goa Plalar Kegiatan Perencanan Teknis Keciptakaryaan dan Tata Ruang Kegiatan Studi Sumber Air Goa Pinggul Kegiatan Inventarisasi Jalan dan Jembatan Kegiatan Inventarisasi Prasarana Irigasi Kegiatan Inventarisasi Bangunan Gedung Pemerintah Daerah Kegiatan Penyusunan DED Relokasi Pasar Hewan Siyonoharjo Program Prasarana Jalan dan Jembatan Kegiatan Peningkatan Jalan Sektor Selatan (PJSS) Kegiatan Peningkatan Jalan Sektor Utara (PJSU)

198

3) 4) 5) h. 2) i. j. 1) k. 1) l. 1) m. 1)

Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Kegiatan Peningkatan dan Penggantian Jembatan Kegiatan Perbaikan dan Pemeliharaan Jalan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1) Kegiatan Pembangunan dan Pemel/Rehab Gedung Kantor dan Rumah Dinas Penyediaan Sarana Air Bersih DAK dan DAU Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perdesaan 1) Kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Jalan Poros Desa Program Pembangunan Prasarana Perkotaan Kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Jalan Lingkungan Perkotaan Program Peningkatan Pelayanan Sarana Prasarana Kegiatan Pembangunan dan Rehab Saluran Air Hujan dan IPAL Program Penolong Bahaya Kebakaran Kegiatan Pelayanan PBK Program Retribusi IMB Kegiatan Pelayanan IMB n. Program Operasional dan Pemel Sarana dan Prasarana Umum Daerah (swakelola)

1) o. 1) p. 1) q. 1) r. 1) s. 1)

Kegiatan Pekerjaan Penyangga mendesak untuk Jalan dan Jembatan Program Pengembangan Transportasi Darat Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan Utilitas Jalan Program Keindahan Kota dan Kebersihan Kota Kegiatan Pembangunan Pagar TPA dan Pemel TPA. Baleharjo Program Pengadaan Sarana dan Prasarana Kegiatan Pengadaan Alat Kantor dan Rumah Tangga Program Water Resources Irigation Sector Management Program (WISMP) Kegiatan Perkuatan Irigasi Partisipatif Program Izin Reklame Kegiatan Pelayanan Izin Reklame t. Program Pemberian IUJK 1) Kegiatan Pelayanan IUJK u. Program Pemberdayaan Masyarakat Infrastruktur Jalan 1) Kegiatan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Infrastruktur Jalan v. Program Pertamanan dan Kebersihan 1) Kegiatan Pengadaan Alat Besar Darat

199

2. Realisasi Program dan Kegiatan Total realisasi anggaran pembangunan bidang pekerjaan umum pada tahun 2006 sebesar Rp. 59.497.155.244,60 terdiri atas belanja aparatur sebesar Rp. 5.114.239.132,60 dan belanja pelayanan publik sebesar Rp. 54.382.916.112,Target Pendapatan asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 254.890.000,- dapat terealisasi sebesar Rp. 252.188.500,0 (98,94%). Target ini diperoleh dari beberapa sumber pendapatan antara lain dari retribusi kebersihan, sewa motor wals, Ijin Mendirikan bangunan (IMB) dan Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). Sumber pendapatan yang tidak dapat memenuhi target adalah retribusi persampahan. Adapun realisasi masing – masing program dan kegiatan bidang Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan sarana Perkotaan 1) Kegiatan Pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 160.407.000,- terealisasi Rp. 156.114.100,- ( 97,32 %). Output kegiatan berupa terpenuhinya jaringan listrik lampu penerangan jalan berupa bolam HPL, Lampu Neon, foto sel, travo, fitting, kabel, kaki neon, kap lampu, kaleng neon, stater, terminal kabel, isolasi dan bok komponen. Kegiatan fisik mencapai : 100 % b. Program Pengembangan Prasarana 1) Kegiatan Penggantian Suku Cadang Alat Berat Jumlah Anggaran Rp. 221.795.000,,realisasi Rp. 215.217.700,(97,03 %). Kegiatan ini sifatnya pemeliharaan alat berat milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sejumlah 20 unit. Hal ini untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pembangunan. Fisik kegiatan mencapai 100 % 2) Kegiatan Pengendalian Mutu Bahan Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp.3.850.000,realisasi 296.600,- (7,70 %). Dari hasil pengendalian berhasil diperoleh

bahan bangunan yang memenuhi syarat konstruksi, sehingga hasil pembangunan memenuhi persyaratan. Realisasi fsik kegiatan mencapai : 100 % c. Program Pertamanan dan Kebersihan 1) Kegiatan Keindahan Kota dan Kebersihan Kota Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. pembelian perlengkapan kerja, 602.051.250,- realisasi perlengkapan dan 557.960.737,- ( 92,67 %). Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemeliharaan

pembangunan taman kota.

200

Perlengkapan kerja yang dibeli antara lain pakian kerja, sepatu kerja, sepatu boat, aju dan celana hujan, helm kerja, masker dan kaos tangan, sedangkan pemeliharaan meliputi pemeliharaan kontiner, gergaji potong, bolduser, komputer, taman kota, lampu taman, penyiraman taman, dan pemeliharaan kendaraan dinas yang digunakan untuk keperluan pertamanan dan kebersihan. Pembangunan taman kota pada tahun 2006 sebanyak 5 unit, dengan capaian fisik kegiatan mencapai : 100 % d. Program Pembinaan dan Kebersihan Pasar 1) Kegiatan Pembinaan dan Kebersihan Lingkungan Pasar Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 191.413.000,193.097.000,- realisasi ( 98,11 %). Hasil kegiatan berupa tersedianya

perlengkapan / pakaian kerja bagi petugas kebersihan untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan serta tersedianya sarana kerja yang meliputi tong sampah, gerobag sampah, alat–alat kebersihan. Beberapa perlengkapan kerja yang diadakan berupa pakaian kerja, sepatu kerja (sepatu kulit dan sepatu boat), baju dan celana hujan, helm kerja, masker dan kaos tangan, sedangkan pemeliharaan meliputi tong sampah, alat–alat kebersihan, gerobag sampah dan bahan bangunan. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dengan capaian fisik mencapai : 100 % e. Program Keberlanjutan Fungsi Aset Irigasi dan Mesin pompa 1) Kegiatan Rehabilitasi Dan Pmeliharaan Sarana Prasarana Irigasi Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.457.250.000,-, realisasi Rp. 2.433.446.375,- ( 99,03 %). Output kegiatan berupa terbangunnya dan terpeliharanya sarana prasana irigasi berupa: a) b) c) d) Rehab menggoran (bendung dan saluran), Rehab Bendung Suplesi Simo (saluran, talud dan talang beton), Rehab D.I JIAT sp. Karangduwet dan karangsari wonosari Rehab saluran irigasi JIAT Sp Ngipak I dan Jaranmati

(saluran sepanjang 754 m), Karangmojo sepanjang 322m, e) Rehab cekdam / dam DI Pengkol Nglipar D.I. Selonjono Ponjong dan D.I. Ngawis Karangmojo (rehab bendung, cekdam pengkol, brongkap tering, talud dan saluran), f) Rehab saluran irigasi JIAT Sp. Playen I dan Bandung berupa saluran sepanjang 372,5 m, g) Rehab D.I. mata air Petoyan Purwosari sepanjang 654 m, h) Rehab bendung dan saluran D.I. Srimulyo Patuk sepanjang 243 m

201

i) Rehab sal Bonpoing Gedangsari Ngalang sepanjang 206,70 m j) Rehab nggojo, Kedungpoh Nglipar sepanjang 190,6 m k) Rehab Bendung sal kedungpoh sebanyak 1 paket. l) Pembangunan Bendung D.I Ngrapah Semin berupa Bendung sepanjang 12 m dan talud 32 m. m) Pembangunan sal cerme Kedungpoh n) Rehab saluran D.I Bendung Kebokuning Patuk o) Rehab sal D.I. Bendung Nawing Pengkok Patuk p) Rehab talud D.I. Bendung Nawing Pengkok Patuk q) Rehab rumah pompa bandung r) Rehab sal. D.I. Bendung Pilangrejo dan D.I Kedungsalam s) Rehab sal. D.I Bendung Wareng Wonosari. Total kegiatan ini telah menghasilkan outcomes berupa terbangun dan terpeliharanya sarana dan prasarana irigasi yang meliputi : Saluran irigasi sepanjang 6168,40 m Bendung sebanyak 3 unit Talud sepanjang 400 m Talang beton 21,60 m Bronkaptering sebanayk 1 unit. yang disediakan sebesar Rp. 421.625.000,-, realisasi

2) Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi, Genset dan Pompa Anggaran Rp. 416.757.100,- (98,84 %). Kegiatan ini dalam rangka emenuhi kebutuhan air irigasi bagi petani demi peningkatan produksi pertanian. Pemeliharaan genset sebanyak 52 unit dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk 281 Ha. 3) Kegiatan Pemeliharaan Irigasi Swakelola Mendesak O dan P Irigasi Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 634.195.000,terealisasi Rp. 526.730.000,- ( 83,05 %). Pemeliharaan dapat terlaksana pada jaringan irigasi seluas 315 Ha serta pemeliharaan saluran irigasi sepanjang 1878 m. Kegiatan fisik dapat terealisasi 100 % 4) Kegiatan Pembinaan Penguatan Kelembagaan P3 A Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 82.705.000,-, realisasi 67.307.800,- ( 81,38 %). Kegiatan ini bertujuan untuk menigkatkan

pemahaman fungsi aset irigasi, air permukiman dan sumur pompa. Kegiatan dapat terlaksana pada 52 P3A, dan dapat terealisasi 100 % f. Program Perencanaan Teknis 1) Perencanaan Teknis Kebinamargaan

202

Anggaran Rp.

yang

disediakan

sebesar

Rp.

175.985.000,-

realisasi

154.348.000,-

(87,70 %). Kegiatan berupa penyusunan Detail

Enginering Design untuk memperoleh kepastian dalam pelaksanaan mendasarkan perencanaan. Kegiatan dapat terealisasi 100 % 2) Kegiatan Perencanaan Teknis Pengairan Anggaran Rp. 100 % 3) Kegiatan Study Potensi Sumber Air Goa Plalar Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 55.874.000,-, realisasi Rp. 52.980.000,- (94,82 %). Obyek studi goa plalar dalam rangka menyusun studi potensi sumber air Goa Plalar dan dapat terealisai 100 % 4) Kegiatan Perencanan Teknis Keciptakaryaan dan Tata Ruang Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 147.055.000,-, realisasi 117.502.020,( 79,90 %). Output kegiatan adalah tercapainya yang disediakan sebesar Rp. 101.359.000,realisasi 85.346.400,(84,20 %). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk

penyusunan detail enginering design (DED) dengan realisasi fisik mencapai :

perencanaan teknis keciptakaryaan dan tata ruang dengan penyusunan Detail Enginering Design. Kegiatan dapat terealisasi 100 % 5) Kegiatan Study Sumber Air Goa Panggul Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 55.874.000,-, realisasi 52.809.000,- (94,51%). Studi dilaksanakan untuk mengetahui potensi

sumber air goa Panggul dalam rangka perencanaan teknis pengairan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 % 6) Kegiatan Inventarisasi Jalan dan Jembatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 55.000.000,-, realisasi 46.214.000,- (84 %). Pentingnya kegiatan ini adalah untuk memperoleh

data akurat tentang jalan dan jembatan di Kabupaten Gunungkidul yang sangat diperlukan dalam perencanaan teknis kebinamargaan. Kegiatan ini dapat terealisasi 100 % 7) Kegiatan Inventarisasi Prasarana Irigasi Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 58.399.000,-, realisasi 53.289.100 (91,25 %). Outcomes kegiatan berupa data prasarana

pengairan di Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 8) Kegiatan Inventarisasi Bangunan Gedung Pemerintah Daerah Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 53.620.000,-, realisasi 51.952.300,- (96,88 %). Kegitan ini sangat penting guna perencanaan

203

teknis keciptakaryaan dan tata ruang, terlebih dengan terjadinya bencana gempa bumi, inventarisasi bangunan gedung pemerintah sangat diperlukan untuk mengetahui kondisi gedung milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Realisasi kegiatan ini 100 % 9) Kegiatan Penyusunan DED Relokasi Pasar Hewan Siyonoharjo Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 43.810.000,-, realisasi Rp. 41.556.000,- (94,85 %). Kegiatan bertujuan untuk memperoleh dokumen perencanaan pasar hewan Siyonoharjo sesuai dengan standard teknis. Realisasi kegiatan mencapai 100 % g. Program Prasarana Jalan dan Jembatan 1) Kegiatan Peningkatan Jalan Sektor Selatan (PJSS) Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 4.778.450.000,-, realisasi 4.321.802.790,- ( 90,44 %). Peningkatan jalan dalam kegiatan ini a) Jalan Agus Salim sebanyak 1 paket; b) Pembuatan talud dan drainase untuk jl lingkar selatan dan penataan jalan depan pasar siyono 1 paket; c) Jalan SP Semanu – Ngentak 1 paket; d) Jalan Pringombo – Kr Ngawen sepanjang 1 km; e) Jalan Kemiri – Banjarejo 1 paket; f) Jalan Patuk – Sambiroto sepanjang 1,3 Km; g) Jalan Girijati – Gupit 1 paket; h) Jalan Paliyan – Jetis sepanjang 1,5 km; i) Jalan Petir – Botodayakan sepanjang 1 km; j) Jalan Banyusoca – Bibal Ls m sepanjang 2 km; k) Pembangunan dan perbaikan tubuh jalan Danggolo – P. Timang Desa Purwodadi (swadaya BLM) 1 paket; l) Jalan Cuwelo – Ngenep sepanjang 1 km; m) Jalan Bekonang – Panggul sepanjang 1 km. Realisasi fisik rata-rata kegiatan ini mencapai 95,27 % 2) Kegiatan Peningkatan Jalan Sektor Utara (PJSU) Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 6.593.850.000,terealisasi Rp. 5.777.380.905,- ( 87,61 %). Outcomes kegitan berupa perkerasan jalan dengan aspalt sepanjang 17,8 km, selain itu juga dibangun pendukung konstruksi jalan berupa sebanyak 3 paket. Beberapa ruas jalan yang ditingkatkan melalui kegiatan ini antara lain :

dilaksanakan pada :

204

a) Perbaikan tikungan simpang 4 PLN, RSUD dan pertigaan KODIM, 1 paket; b) Jalan Sp. Siyono – Piyaman 1 paket; c) Jalan Bendungan – Bejiharjo d) Jalan Bedoyo – Tambakromo e) Jalan Bulurejo – Kalitekuk f) Jalan Bejiharjo – Ngawis g) Jalan Hargomulyo – Terbah h) Jalan Umbulrejo – Kalitekuk i) Jalan Semin – Kalilunyu j) Jalan Terbah – Sampang k) Jalan Hargomulyo – Watugajah l) Jalan Ponjong – Bedoyo m) Jalan Pundogsari – Sawahan n) Jalan Sabirejo – Serut o) Jalan Tawang – Serut p) Jalan Hargomulyo – Tegalrejo Realisasi fisik kegiatan ini rata-rata mencapai 91,73 % 3) Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Jalan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 9.854.685.000,terealisasi Rp. 8.485.856.325,- ( 86,10 %). Outcomes kegiatan berupa jalan dengan perkerasan aspalt sepanjang 34,7 km serta pendukung konstruksi jalan /talud sepanjang 3.893.55 meter. Beberapa ruas jalan yang menjadi obyek kegiatan antara lain : a) Jalan Umbulrejo – Genjahan b) Jalan Giring – Singkil c) Jalan Temanggung – Krambil Sawit d) Jalan Bintaos – Krakal e) Jalan Wiladeg – Bejiharjo f) Jalan Sawah – Pejaten g) Jalan Playen – Banyusoca h) Jalan Kerjan – Sumberejo i) Jalan Sambirejo – Serut : - Tancep Tegalrejo - Balai Desa Watugajah – Sampang

205

- Balai Desa Sampang – Serut j) jalan Tobong – Candirejo k) Jalan Kelor – Ngipak l) Jalan Legundi – Girimulyo m) Jalan Sawahan – Pundungsari n) Jalan Wareng – Grogol o) Jalan Playen – Ngleri p) Jalan lingkar kota Semin q) Jalan SP SMP Ponjog – Balai Desa Genjahan r) Jalan Sp. 4 Desa Tegalrejo – SMP Tegalrejo s) Jalan Baran – Melikan t) Jalan Ngawen – Tancep u) Jalan Panggul – Bekonang v) Jalan Pengkol – Kedungpoh w) Jalan Nglipar – Wotgaleh x) Jalan Semanu – Sumur y) Jalan Sendowo – Pengkol z) Jalan Ngawen – Gununggambar aa) bb) cc) dd) ee) ff) gg) hh) ii) mm) Jalan Ngawen – Tancep Jalan Sampang – Gantiwarno Jalan Lingkar Ponjong (SMP – Polsek) Talud pengaman ruas jalan Patuk – Tawang Talud pengaman ruas jalan Sambipitu – Tawang Talud pengaman ruas jalan Putat – Plumbungan Talud pengaman ruas jalan Terbah – Sampang Talud pengaman ruas jalan Temanggung – Krambilsawit Talud pengaman jembatan Sumbangan – Paliyan Perb. gorong – gorong beton pada ruas jalan SP. Sawah – Pejaten

nn) Perb. Talud pengaman jembatan Kedungpoh oo) Talud pengaman jalan Kedungpoh – Pengkol pp) Talud pengaman jalan Kalipentung Nglanggeran – Putat qq) Talud pengaman jalan lingkar dus Srumbug Patuk rr) Talud pengaman jalan Patuk – Sambiroto ss) Talud pengaman jalan Kerjan – Sumberejo tt) Talud pengaman jalan Banyusoca – Temuireng

206

uu) Talud pengaman sawah – Pejaten vv) Talud pengaman Jalan Legundi – Girimulyo ww)Talud pengaman Jln.&jemb.pada Jln Tawang – Serut xx) Talud pengaman Gorong-gorong di Semoyo patuk yy) Talud pengaman Gorong2 pd ruas Jln Playen – Banyusoco zz) yy) Talud pengaman Jembatan Gedad Playen Talud pengaman Jl. Ngalang - Hargomulyo (Watu aaa) Talud pengaman Jembatan Moroseneng Paliyan mengkurep, Karanganyar, Buyutan, Tanjakan Besi) zz) Talud pengaman Jln. Sp Panggang - Giripurwo (dekat kuburan) 4) Kegiatan Peningkatan dan Penggantian Jembatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.398.911.500,terealisasi Rp. 1.995.168.789,- ( 83,16 %). Outcomes berupa terbangunnya jembatan sebanyak 6 buah yaitu : a) Jembatan Pampang ukuran 10x7 m b) Jembatan Serut I ukuran 5x7 m c) Jembatan Wiyoko ukuran 5x7 m d) Jembatan Dungwanglu ukuran 4x61 m e) Jembatan Duren ukuran 5x7 m f) Jembatan Serut II ukuran 5x10 5) Kegiatan Perbaikan dan Pemeliharaan Jalan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 6.993.906.000,, realisasi 6.977.430.670,- ( 99,76 %). Hasil kegiatan berupa jalan dengan

perkerasan aspal hot mix sepanjang 26,5 km yang meliputi : a) Jln. Panggul – balong b) Jln. Ngeposari - ngenep c) Jln. Gading – Wonogama d) Jln. Banaran - Ngleri e) Jln. Semoyo - Pengkok f) Jln. Ponjong - Kenteng g) Jln. Jatiayu - Ngawen h) Jln. Ponjong - Ngeposari i) Jln. Gombang - Petir j) Jln. Kemiri - Cabean k) Jln. Paliyan – Gembol l) Jln. Siraman – Wiyoko

207

m) Jln. Patuk – Tawang n) Jln. Sambipitu – Tawang h. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1) Kegiatan Pembangunan dan Pemel/Rehab Gedung Kantor dan Rumah Dinas Anggaran yang disediakan sebesar Rp. rumah dinas sebanayk 12 paket yang terdiri atas : a) Terbangunnya/terpeliharanya gedung kantor pemerintah/kecamatan b) Pembangunan Kantor kec. Purwosari c) Rehabilitasi Gedung Komplek Pendopo Kab. GK dan Lingkungan d) Pembangunan Kantor Kec Karangmojo e) Pembangunan Kantor Kec Tepus f) Rehab Gedung UPTSA g) Pemeliharaan/Pembangunan Rumah Dinas (swakelola) h) Pembangunan Gedung Kantor dan Rumah Dinas Kec. Patuk i) Pembangunan Gedung Kantor dan Rumah Dinas Kec. Panggang j) Pembangunan Gedung Kantor dan Rumah Dinas Kec. Nglipar k) Pembangunan Gedung Kantor dan Rumah Dinas Kec. Paliyan l) Rehabilitasi Gedung Komplek Sekretariat Daerah (selatan) m) Rehabilitasi Komplek Bangsal Sewokoprojo (Bawasda, Kesbanglinmas, Pol PP, Inkom) 2) Penyediaan Sarana Air Bersih DAK dan DAU Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 4.609.100.000,-, realisasi Rp. 4.039.270.520,- ( 87,63 %). Fisik rata-rata mencapai 100 %, dengan hasil berupa pembangunan sarana air bersih PAH sebanyak 108 unit, HU sebanyak 5 unit, Broncap tering 1 unit dan pemasangan pipa sepanjang 3,080 m. Adapun pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut : Jenis 1. Pembangunan PAH Dana DAK - Kec. Girisubo - Kec. Rongkop - Kec. Saptosari - Kec Ponjong - Kec. Paliyan 2. Pembangunan PAH Dana DAU Satuan unit unit unit unit unit Jumlah 12 8 8 4 8 6.984.375.000,-, terealisasi Rp. 6.231.347.550,- ( 89,21 %). Outcomes kegiatan berupa gedung kantor dan

208

Jenis - Kec. Purwosari - Kec. Panggang - Kec. Saptosari - Kec. Playen - Kec. Ponjong - Kec. Rongkop - Kec. Girisubo - Kec. Tepus 3. Pembangunan Jaringan Pras Air Bersih Perdesaaan DAK a. Pengadaan dan pemasangan pipa Baleharjo pipa transmisi GI Q 6" dan Acessoris b. Pengadaan dan pemasangan pompa wonosari - Motor pompa 75 KW Hargobinangun - Motor pompa 30 KW Siyono c. Perluasan dan pemas. jaring PLN 3 phase - BP Gombang Ponjong d. Pemb. Hidran Umum (HU) e. Rehab bronkap tering di Ngembel Wonosari f. Pengadan dan Pemasangan pipa dan pompa di Desa Giriasih Purwosari 4. Pemb. Jaringan Pras. Air Bersih Perdesaaan (DAU) a. Pengadaan dan pemasangan pipa IKK Ponjong - Pipa PVC RRJ dia 4" - Pipa PVC RRJ dia 3" - Acessoris pipa b. Pengadaan dan Pemasangan pompa submersibel RO Ngobaran H : 140, Q : 50 l/d c. Relokasi pipa dan By Pass Unit Ngobaran - Relokasi pipa dia 8 " - By Pass Unit Ngobaran d. Pemb. sistem air bersih sederhana Desa Serut Kec Gedangsari e. Pemb. sar. air bersih sistem swadaya mandiri Goa Plawan Desa Giricahyo Kec Purwosari f. Pemb. water treatment, Ngembel g. Pemb. sarana air bersih sistem swadaya mandiri Kec. Patuk h. Pemb. Sarana air bersih sistem swadaya mandiri Kec. Gedangsari i. Pembangunan MCK j. Pemb. bak PAH i. Program Peningkatan Prasarana dan Sarana Perdesaan

Satuan unit unit unit unit unit unit unit unit

Jumlah 8 16 8 4 4 4 8 8

m unit unit unit unit unit unit

780 1 1 5 1 1

m m Ls unit m unit unit

900 600 1 800 1 1

unit paket paket paket paket unit

1 1 1 1 1 4

1) Kegiatan Pemeliharaan dan Peningkatan Jalan Poros Desa Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 5.240.902.500,-, realisasi serta Rp. 4.865.711.790,- ( 92,84 %). Outcomes kegiatan ini berupa terbangunnya jalan lingkungan perdesaan konstruksi aspal seluas 80,411 m2

209

pengadaan 1 unit sprayer. Adapun jalan pedesaan yang menjadi obyek kegiatan antara lain : Selang - Bendungan Ngeposari Jatiayu ( Karangmojo ) Bohol - Pakel Bedoyo Banaran - Ngunut Desa Umbulrejo Desa Botodayaan Piyaman - Gari (Kalidadap) 10. Watusigar - Ngawen 11. Salam - Patuk 12. Wiladeg - Bejiharjo 13. Gari - Karang Tengah 14. Bleberan - Getas 15. Bandung - Playen 16. Kerdon - Karangwuni 17. Gading - Gari 18. Pariwisata Simo 19. Rejosari - Semin 20. Pacarejo - Mulo 21. Pemel. Jln. Lingkar Kab. Gk (Swakelola) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 3000 3400 3400 4000 2600 4000 4000 4400 6600 2400 5000 3600 3200 4000 2500 2400 4000 4832 2500 4834 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2 m2

5745 m2

j. 1)

Program Pembangunan Prasarana Perkotaan Kegiatan Pemel. dan Peningkatan Jalan Lingkungan Perkotaan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 2.534.835.000,-, realisasi Rp. 2.322.992.290,- (91,64 %). Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya jalan lingkungan perkotaan konstruksi aspal serta terpeliharanya jalan lingkungan perkotaan, pemeliharaan jalan lingkungan Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan secara swakelola serta pengadaan 1 unit sprayer dengan realisasi fisik rata-rata mencapai 96,83 %. Beberapa jalan lingkungan kota yang menjadi obyek kegiatan ini adalah : 6100 m2 5250 m2 3400 m2 5200 m2 3200 m2 3000 m2

- IKK Wonosari - IKK Playen - IKK Semanu - IKK Ponjong - IKK Tanjungsari - IKK Karangmojo

210

- IKK Ngawen 4000 m2 - IKK Gedangsari 2200 m2 - Jln. Menuju TPA 1333 m2 k. Program Peningkatan Pelayanan Sarana Prasarana 1) Kegiatan Pembangunan dan Rehabilitasi Saluran Air Hujan dan IPAL Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 1.126.783.862,-, realisasi Rp. 1.116.071.200,- (99,04 %). Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, aman dan nyaman. Bentuk kegiatan ini antara lain Pemel. Drainase swakelola Kab. Gunungkidul sepanjang 1762 m, Pendamping Program SANIMAS 1 paket, Pembangunan Drainase dan Pagar Komplek SMA I Rongkop I 1 paket, Pembangunan drainase dan Talud Komplek SMK mencapai 100%. l. 1) Program Penolong Bahaya Kebakaran Kegiatan Pelayanan PBK Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 171.800.000,-, realisasi Rp. 42.568.050,- ( 24,77 %). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga agar pasukan PBK selalu siap melaksanakan tugas mengantisipasi bahaya kebakaran secara sigap. Pasukan PBK yang ada sebanyak 12 orang. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 % m. Program Retribusi IMB 1) Kegiatan Pelayanan IMB Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 46.560.000,-, realisasi kegiatan Rp. 40.810.050,- (87,65 %). Kegiatan ini bersifat pelayanan agar bangunan memiliki kepastian hukum yang kuat. Realisasi fisik mencapai 100 % n. Program Operasional dan Pemel Sarana dan Prasarana Umum Daerah (swakelola) 1) Kegiatan Pekerjaan Penyangga mendesak untuk Jalan dan Jembatan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 631.875.000,-, realisasi Rp. 596.795.562,- (94,44 %). Kegiatan berupa rehabilitasi jalan sepanjang 6 km dengan hasil terjaganya fungsi jalan. Realisasi fisik mencapai 100 % o. Program Pengembangan Transportasi Darat 1) Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan Utilitas Jalan Kelautan Tanjungsari 1 paket, Pembangunan dan Rehab Talud Kali Kepek (Prokasih) 1 paket. Realisasi fisik kegiatan rata – rata

211

Anggaran

yang

disediakan

sebesar

Rp.

207.175.000,-,

realisasi

Rp. 198.248.000,- (95,69 %). Kegiatan berupa pemasangan 20 titik lampu penerangan jalan dan 15 unit meteran, dan dapat terealisasi 100 % p. Program Keindahan Kota dan Kebersihan Kota 1) Kegiatan Pembangunan Pagar TPA dan Pemel TPA. Baleharjo Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 245.185.000,-, realisasi Rp. 241.414.700,- (98,46 %). Kegiatan direalisasikan dalam bentuk pembangunan pagar TPA sepanjang 200 m dan 1 (satu) garasi exavator dan dapat terlaksana 100 % q. Program Pengadaan Sarana dan Prasarana 1) Kegiatan Pengadaan Alat Kantor dan Rumah Tangga Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 25.922.500,-, realisasi Rp. 24.698.200,- (95,27 %). Sarana dan prasarana kantor tahun 2006 berupa Wireless, podiom, komputer, meja kursi tamu pimpinan masing – masing 1 unit. Fisik mencapai r. : 100 % Program Water Resources Irigation Sector Management Program (WISMP) 1) Kegiatan Perkuatan Irigasi Partisipatif Anggaran Rp. yang disediakan sebesar Rp. 30.133.000,-, realisasi 12.014.500,- (39,87 %). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk

peningkatan lembaga pengelola irigasi (LPI) dan perkuatan O & P partisipatif. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 % s. Program Izin Reklame 1) Kegiatan Pelayanan Izin Reklame Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 16.000.000,-, realisasi Rp. 2.897.500,- (18,10 %). Kegiattan ini bersifat pelayanan berupa pemberian sertifikat reklame dengan tujuam memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan reklame. Kegiatan dapat terealsiasi 100 % t. Program Pemberian IUJK 1) Kegiatan Pelayanan IUJK Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 9.438.000,-, realisasi Rp. 8.491.500,- (84,97 %). Kegiatan ini bersifat pelayanan yaitu penerbitan sertifikat IUJK sebagai upaya memberikan kepastian hukum terhadap perusahaan. Fisik mencapai : 100 % u. Program Pemberdayaan Masyarakat Infrastruktur Jalan 1) Kegiatan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Infrastruktur Jalan

212

Anggaran Rp.

yang

disediakan

sebesar

Rp.

35.000.000,-,

realisasi

32.014.900,-

( 91,47 %). Pendampingan dilaksanakan terhadap

masyarakat 9 desa di 3 kecamatan dalam pembangunan jalan sepanjang 12 km. Fisik mencapai : 100 % v. Program Pertamanan dan Kebersihan 1) Kegiatan Pengadaan Alat Besar Darat Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 1.350.000.000,-, realisasi Rp 10.827.020,- (0,80 %). Karena berbagai kendala yang dihadapi pada Tahun Anggaran 2006, rencana pengadaan 1 unit alat berat dalam mendukung program pertamanan dan kebersihan tidak dapat terlaksana. Meskipun demikian sebagian anggaran telah digunakan untk kepentingan proses awal pengadaan barang. Dengan demikian realisasi fisik kegiatan 0 %. 3. Permasalahan dan Solusi Banyak faktor yang berpegaruh terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang pekerjaan umum. Pada tahun 2006 berbagai permasalahan / hambatan yang dapat diidentifikasi antara lain sebagai berikut : a. Hambatan/permasalahan jenis PAD yang tidak menutup target adalah : 1). Pasar : Pedagang mengutamakan pembayaran retribusi pasar sehingga dalam situasi tidak laku pedagang enggan membayar retribusi kebersihan. 2). Wisata 3). Kios : Sejak adanya isu bencana alam tsunami dan gempa pengunjung wisata cenderung menurun, sehingga retribusi menjadi turun. : Kesalah pahaman mantri pasar tentang sewa kios dan retribusi kebersihan mestinya dipisah dalam penyetoran, tetapi dalam prakteknya retribusi kebersihan dan retribusi pasar disetor dalam bentuk setoran sewa kios semua. 4). Parkir : Retribusi kebersihan di pangkalan kendaraan bermotor roda 4 dan roda 6, pasca gempa bumi selama ± 4 bulan Taman Parkir tidak difungsikan, namun digunakan untuk kegiatan dagang/pasar sementara sehingga tidak ada pemungutan retribusi kebersihan dari armada roda 4 dan roda 6 ,sehingga ± 4 bulan tidak ada pemungutan atau setoran retribusi kebersihan dari Taman Parkir. b. Permasalahan Bidang Bina Marga

213

1)

Keterbatasan alat berat/stom wals, alat berat yang ada di Dinas

Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul sebanyak 20 unit, sehingga tidak sebanding dengan jumlah kegiatan yang didanai dari APBD Kabupaten Gunungkidul yang mencapai 106 paket pekerjaan yang menggunakan alat berat/stom wals. Disamping itu masih banyak kegiatan-kegiatan diluar Dinas PU yang juga memerlukan stom wals yang jumlahnya lebih banyak seperti : kegiatan pengaspalan jalan swadaya masyarakat yang mendapat bantuan aspal dari Sosbermas, kegiatan infrastruktur untuk jalan, kegiatan KKN, TNI Manunggal, program PPK dan lain-lain. 2) Mengingat stom wals milik Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul umurnya rata-rata diatas 12 tahun bahkan ada yang berumur diatas 40 tahun, yang tentu saja tingkat keusangan suku cadang sangat besar, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan ada yang mengalami kerusakan dan terpaksa diadakan perbaikan terlebih dahulu. 3) Disamping itu juga semakin berkurang/menipisnya bahan/material terutama batu hitam keras lokal, sehingga rekanan terpaksa mendatangkan dari luar Kabupaten Gunungkidul. Adanya kenaikan harga aspal pada pertengahan perjalanan sehingga RAB yang telah selesai terpaksa merevisi semua menyesuaikan harga aspal baru Adapun pemecahan untuk mengatasi hambatan tersebut diatas adalah sebagai berikut : a) b) Terpaksa penggunaan stom wals digilir Disarankan menggunakan alat berat atau stom wals dari luar

c.Bidang Pengairan Pelaksanaan kegiatan bidang pengairan dapat berjalan lancar, hanya pada kegiatan perkuatan irigasi partisipatif dari program WISMP yang pencairan anggarannya melalui KPPN Yogyakarta sehingga memerlukan waktu, tetapi dapat berjalan lancar. d. 1) Bidang Kebersihan Kurangnya sarana prasarana untuk kegiatan kebersihan baik meliputi kendaraan dump truck, serta personil atau tenaga operasionalnya. Hal tersebut mengingat semakin meningkatnya perkembangan kehidupan masyarakat terutama diperkotaan dan semakin luasnya jangkauan pelayanan kebersihan sampai dikota kecamatan dan pasar diseluruh Gunungkidul.

214

2)

Semakin banyaknya volume sampah yang dibuang di TPA, maka

lahan yang dipergunakan untuk menimbun sampah sudah semakin penuh, dan membutuhkan lahan baru atau perluasan lahan yang ada untuk menampung sampah diwaktu mendatang 3) Disamping itu prasarana yang ada di lokasi TPA berupa bolduzer, mengingat umurnya yang sudah tua tingkat keusangan suku cadang semakin besar, mengakibatkan alat tersebut sering rusak tidak dapat dioperasikan sehingga menghalangi atau tidak dapat untuk pembuangan sampah berikutnya. Upaya pemecahannya adalah sabagai berikut : a) Dengan sarana, prasarana dan tenaga yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan pengambilan sampah di pasar-pasar terpaksa dilaksanakan setelah selesai pembuangan sampah di dalam kota. b) c) Kemudian untuk kebersihan dilokasi pasar Argosari terpaksa Untuk mengatasi hal tersebut perlu penambahan sarana, dibuat SIP (baik untuk siang maupun malam) prasarana, tenaga serta lahan untuk TPA guna mengatasi kebersihan persampahan di Gunungkidul. e.Bidang Cipta Karya - Keterbatasan alat dan tenaga yang tersedia terutama dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan perdesaan maupun perkotaan. Upaya mengatasi : - Keterlambatan akibat pelaksanaan kegiatan yang bersamaan perlu dibuat semacam jadwal dan prioritas kegiatan. - Diupayakan motor wals diluar Kabupaten bila tidak mencukupi atau pengadaan alat berat - Monitoring lapangan secara intensif. J. BIDANG PERHUBUNGAN 1. Program dan Kegiatan Pembangunan bidang perhubungan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diarahkan untuk mewujudkan sistem transportasi yang handal, aman, nyaman, lancar terjangkau, efektif dan efisien. Secara lebih spesifik, upaya–upaya yang dilaksanakan pada Tahun 2006 memiliki sasaran sebagai berikut :

215

a.

Meningkatkan kedisiplinan pengguna jasa transportasi. b. Meningkatkan fasilitas perlengkapan jalan. c. Meningkatkan kinerja pelayanan ruas jalan. d. Meningkatkan kinerja pelayanan persimpangan. e. Meningkatkan kinerja pelayanan angkutan umum. f. Meningkatkan administrasi pelayanan jasa transportasi. g. Meningkatkan pengawasan dan pembinaan lalu lintas di jalan. h. Meningkatkan keselamatan pengguna jasa transportasi. i. Meningkatkan penanganan menejemen pelayanan umum yang

berkaitan dengan kegiatan transportasi. Tujuan dan sasaran dimaksud, diwujudkan melalui pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan selama kurun waktu tahun anggaran 2006 yaitu : a. Program Peningkatan

Keselamatan Lalu Lintas / Transportasi, yang terdiri dari 1) Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Jalan,

2 (dua) kegiatan :

2) Pembinaan Keselamatan Pelayaran dan Pendataan Potensi Kapal Nelayan. b. Program Peningkatan Pelayanan dan

Kelancaran Angkutan Umum dan Barang, yang terdiri dari 5 (lima) kegiatan yaitu : 1) Pembinaan dan Pengawasan / Pengendalian TIBLANCARTAS, 2) Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor dan Pemeliharaan Alat Uji, 3) Pelayanan Jasa Perparkiran, 4) Pelayanan Jasa Usaha / Pengelolaan Terminal, 5) Pelayanan Perizinan Angkutan dan Pengelolaan Administrasinya. c. Program Pembinaan Peran Pemerintah Daerah

dan Partisipasi Swasta, yang terdiri dari 1 (satu) kegiatan yaitu : 1) Pembinaan Peizinan dan Pemberdayaan Peran Pelaku Usaha

Layanan Jasa Angkutan Umum. d. Program Pemantapan Pengelolaan Data, dan

Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu : 1) Penyusunan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Dalam

Rangka Pelaksanaan Tugas Pokok Fungsi dan Kegiatan,

216

2) 2. Realisasi Program dan Kegiatan

Pameran Bidang Perhubungan.

Anggaran pembangunan bidang perhubungan dalam PBD Tahun 2006 ditetapkan sebesar Rp. 4.996.492.846,00 Rp. 3.652.860.846,00. Anggaran terdiri atas belanja tidak langsung dapat terealisasi sebesar (belanja aparatur) sebesar Rp. 1.343.632.000,00 dan belanja kegiatan sebesar tersebut Rp. 4.837.358.699,00 (96,82%) dengan perincian belanja tidak langsung terealisasi sebesar Rp. 1.276.870.000,00 (95,03%), sedangkan belanja kegiatan terealisasi sebesar Rp. 3.560.488.699,00 (97,47%). Pada tahun 2006, bidang perhubungan dapat memberikan kontribusi PAD sebesar Rp. 561.078.640,00 atau 93,27% dari yang ditargetkan. Rp, 156.567.500,Parkir Rp. Retribusi Pengujian dan Kendaraan retribusi Bermotor trayek Adapun sebesar sebesar pendapatan tersebut diperoleh dari pos Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum sebesar Rp. 133.772.000,- Retribusi Terminal sebesar Rp. 82.228.100,- Retribusi Tempat Khusus 128.791.900,izin Rp. 59.719.140,Dari program dan kegiatan tersebut, terdapat 1 (satu) kegiatan yang tidak dapat terlaksana, yaitu pameran bidang perhubungan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2006 di Kabupaten Gunungkidul tidak terdapat event yang memungkinkan dilaksanakannya pameran bidang perhubungan. Namun secara umum, berdasarkan penghitungan pada Pengukuran Kinerja Kegiatan, pencapaian target 10 (sepuluh) sasaran indikator kinerja kegiatan rata-rata mencapai 94,15% berarti semua program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama kurun waktu tahun anggaran 2006 dapat dikatakan berhasil. Adapun realisasi masing – masing progam dan kegiatan adalah sebagai berikut : a. 1) Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Jalan Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 890.285.000,00. sebesar Rp. 870.401.500,00 (98,88%). Hasil Terealisasi berupa kegiatan Program Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas / Transportasi, yang terdiri dari 2 (dua) kegiatan :

meningkatnya jumlah dan jenis prasarana / fasilitas jalan yaitu berupa 20 unit rambu, 10 unit RPPJ, 5 buah halte, 2.700 m2 marka dan 400 m

217

guardrail. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dengan capaian fisik mencapai 100%. 2) Pembinaan Keselamatan Pelayaran dan Pendataan Potensi Kapal Nelayan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 16.385.000,00 terealisasi sebesar Rp. 13.175.000,00 (80,41%). Output kegiatan berupa 1 jenis buku laporan dan terbinanya 100 orang nelayan. Sedangkan hasil kegiatan adalah meningkatknya pemahaman masyarakat atas keselamatan pelayaran serta tersusunnya dapat kapal. Kegiatan dapat berjalan denga lancar dan dapat terealisasi 100%. b. (lima) kegiatan yaitu : 1) Pembinaan dan Pengawasan / Pengendalian TIBLANCARTAS, Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 140.840.000,00 terealisasi sebesar Rp. 113.732.500,00 (80,75%). Output kegiatan berupa Terlaksananya pembinaan,pengawasan dan pengendalian arus lalu lintas dengan hasil peningkatan disiplin berlalulintas. Kegiatan dapat terlaksana 100%. 2) dan Pemeliharaan Alat Uji, Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 71.901.000,00 terealisasi sebesar Rp. 70.798.300,00 (98,47%). Output kegiatan berupa terselenggaranya pelayanan pengujian kendaraan bermotor terhadap 7.001 kendaraan, dan dapat menghasilkan retribusi (PAD) sebesar 133.772.000,00 atau 122,82 % dari yag ditagetkan. 3) Pelayanan Jasa Perparkiran, Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 132.713.000,00 terealisasi sebesar Rp. 130.145.000,00 (98,06%). Output kegiatan Pelayanan Jasa Usaha Tempat Khusus Parkir dan Parkir di Tepi Jalan Umum dan dapat memberikan kontribusi PAD berupa retribusi tempat khusus parkir dan parkir di tepi jalan umum sebesar Rp. 285.358.000,00 atau 81,19% dari target. 4) Pelayanan Jasa Usaha / Pengelolaan Terminal, Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Program Peningkatan Pelayanan dan Kelancaran Angkutan Umum dan Barang, yang terdiri dari 5

218

Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 46.585.000,00 terealisasi sebesar Rp. 46.488.500,00 (99,79%). Meskipun tingkat kesadaran kru angkutan umu untuk masuk terminal masih rendah, dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul dari pelayan ini berhasil memberikan kontribusi PAD sebesar 82.228.100,00 atau 101,97 % dari yang ditargetkan. 5) Pengelolaan Administrasinya. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 4.148.000,00 terealisasi sebesar 3.778.500,00 (91,09%). Output kegiatan adalah terselenggaranya Pelayanan Perizinan Angkutan dan

pelayanan ijin trayek dan terkelolanya administrasi layanan perijinan angkutan penumpang umum sebanyak 1.331 kendaraan. Retribusi dari ijin trayek terealisasi sebesar Rp. 59.719.140,00 c. yaitu : 1) Pembinaan Peizinan dan Pemberdayaan Peran Pelaku Usaha 10.175.000,00 terealisasi sebesar Layanan Jasa Angkutan Umum. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 9.636.500,00 (94,71%). Output kegiatan terselenggaranya pembinaan bagi pengusaha/kru angkutan serta masyarakat sebanyak 9 kelompok, dan dapat terealisasi 100%. d. yang terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu : 1) Penyusunan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan Dalam 21.255.000,- terealisasi sebesar Rangka Pelaksanaan Tugas Pokok Fungsi dan Kegiatan, Anggaran yang disediakan sebesar Rp. Rp. 18.715.000,- (88,05%). Output kegiatan berupa Data,Program Kegiatan, Laporan serta Kebijakan sebanyak 8 buku. Kegiatan dapat terealsiasi 100%. 2) Pameran Bidang Perhubungan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 9.345.000,- terealisasi sebesar Rp. 0,- ( 0 %). Kegiatan tidak dapat direalisasikan karena pada tahun 2006 di Kabupaten Gunugkidul tidak ada event pameran. 3. Permasalahan dan Solusi Program Pemantapan Pengelolaan Data, dan Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Program Pembinaan Peran Pemerintah Daerah dan Partisipasi Swasta, yang terdiri dari 1 (satu) kegiatan

219

Keberhasilan yang dapat dicapai selama kurun waktu tahun 2006 hanyalah merupakan keberhasilan yang dilihat dari kacamata target selama satu tahun anggaran. Secara keseluruhan, bidang perhubungan masih memiliki berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu mendapatkan pemikiran bersama seluruh stakeholders. Beberapa permasalahan tersebut antara lain : • • • lapangan • dikembangkan • Masih adanya simpul-simpul transportasi yang sulit dikembangkan mengingat kondisi geografis yang tidak mendukung dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang akhir–akhir ini menurun • • Kurang tertibnya pengguna jasa transportasi (tingkat Prospek angkutan umum di jalan yang kurang kedisiplinan berlalu-lintas yang relatif masih rendah). menguntungkan dari segi perhitungan bisnis karena pergeseran alternatif moda angkutan dan maraknya jumlah sepeda motor yang beroperasi di jalan. Secara berangsur–angsur dan bertahap, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus melakukan langkah–langkah dalam rangka mencapai visi khususnya dalam bidang perhubungan, yaitu terwujudnya sistem transportasi yang handal, aman, nyaman, lancar terjangkau, efektif dan efisien K. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP 1. Program dan Kegiatan Salah satu kriteria pembangunan yang baik adalah bersifat environmental sustainable. Lingkungan hidup merupakan kekayaan alam yang harus dijaga dan dilestarikan. Pemanfaatan untuk kepentingan pembangunan tidak boleh menganggu keseimbangan alam dan pelestariannya. Menyadari akan pentingnya lingkungan hidup, pada Tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan 5 program dan 20 kegiatan. Belum optimal dan meratanya pembangunan di seluruh wilayah baik menyangkut fisik maupun sistem manajemen transportasi yang Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai kualifikasi Terbatasnya dana penunjang kegiatan untuk mendukung Terbatasnya sarana dan prasarana kerja untuk mendukung baik rutin kantor maupun operasional di yang dibutuhkan. pelaksanaan proyek yang memerlukan dana besar. kelancaran pelaksanaan tugas

220

Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan selama Tahun 2006 adalah sebagai berikut : a. 1) 2) b. 1) 2) 3) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Pelestarian Ekosistem pesisir Pelaksanaan Program Langit Biru Program Pengembangan Pengelolaan Sumber Peringatan Hari Besar Lingkungan Hidup Pembinaan Kebersihan Kota Pemberdayaan kelompok Sadar Lingkungan Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan :

Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan :

(Pokdarling)/Kader Lingkungan 4) Operasional Tim Koordinasi penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup (TKP2LH) 5) Penyusunan Pra Raperda AMDAL, UKL-UPL dan SPPL 6) Identifikasi (data base) pengelolaan Kawasan Kota Wonosari dan sekitarnya 7) Penyusunan Master Plan Kawasan Kota Wonosari dalam rangka Pelaksanaan Adipura c. Program Peningkatan dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup daerah (LSLHD) 2) Identifikasi kerusakan Sumber Air dan Cara Pemulihan Kualitas Lingkungan 3) PenelitianPengelolaan Limbah Domestik Perkotaan 4) Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup 5) Forum komunikasi lingkungan (FKL) d. Program Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dijabarkan dalam kegiatan : 1) Pengawasan dan pengendalian Sumber-sumber Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup 2) Pelaksanaan Program Kali Bersih 3) Pengadaan Bangunan Laboratorium Lingkungan Hidup (Tahap 1) 4) Pengadaan Sarana Laboratorium Lingkungan Hidup e. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dijabarkan dalam kegiatan: 1) Pengadaan Sarana Penunjang Operasional Kegiatan Kapedal Kabupaten Gunungkidul 2) Pembangunan Pagar dan Gapura Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Gunungkidul.

221

2. Realisasi Program dan Kegiatan Secara umum, seluruh program dan kegiatan dalam bidang lingkungan hidup sebagaimana telah diuraikan di atas telah dapat berjalan dengan baik dengan tingkat capaian target mendekati 100%. a. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Pelestarian Ekosistem pesisir Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 41.365.000,terealisasi sebesar Rp. 36.692.500,- atau 88,70 %. Output kegiatan berupa
terselenggaranya kegiatan pemberdayaan masyarakat kawasan pantai melalui 6 kali penyuluhan dan lokakarya (2 kali). Hasil kegiatan berupa terwujudnya peran serta masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan pantai lestari. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%.

2)

Pelaksanaan Program Langit Biru Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 29.580.000,- terealisasi sebesar Rp. 28.144.500,- atau 95,15 %. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sarasehan yang diselenggarakan 1 kali denga peserta 40 orang, serta penghijauan/pembuatan perindang sekolah dan pengukuran kualitas udara ambien. Titik pantau sejumlah 12 titik dengan 24 sampel. Adapun pohon yang ditanam berjumlah 450 binit. Kegiatan dapat berjalan lancar dengan tingkat realisasi fisik mencapai 100%. b. Program Pengembangan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Peringatan Hari Besar Lingkungan Hidup Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 55.700.000,- terealisasi sebesar Rp. 53.524.200,- atau 96,09%. Pada peringatan hari besar lingkungan hidup ini diselenggarakan lomba lingkungan hidup dan puncak peringatan hari besar lingkungan hidup. Dengan kegiatan ini masyarakat dapat memaknai peringatan hari besar lingkungan hidup serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Realisasi kegiatan mencapai 100%. 2) Pembinaan Kebersihan Kota Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 22.750.000,- terealisasi sebesar Rp. 22.656.000,- atau 99,59%. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pembinaan kebersihan kota wonosari, lomba dan penyediaan media kampanye lingkungan masyarakat. Lomba dilaksanakan 2 kali, sedangkan media

222

kampanye lingkungan berupa 6 buah sepanduk, 25 tong sampah dan 1000 booklet. Fisik kegiatan dapat terealisasi 100%. 3) Pemberdayaan Lingkungan Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 24.940.000,- terealisasi sebesar Rp. 23.134.050,- atau 92,76%. Pelatihan dilaksanakan sekali dengan peserta sejumlah 50 orang kader. Hasil kegiatan berupa peningkatan kemampuan kader dalam mengelola lingkungan hidup. Fisik kegiatan terealisasi 100%. kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) /Kader

4) Operasional Tim Koordinasi penanggulangan Pencemaran Lingkungan Hidup (TKP2LH) Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 22.375.000,- terealisasi sebesar Rp.
21.798.900,- atau 97,43%. Keluaran kegiatan berupa rapat

koordinasi dan penanganan kasus–kasus lingkungan, dimana pada tahun 2006 terealisasi 16 kali rapat yang melibatkan dinas terkait, tokoh masyarakatdan pemrakarsa. Pemeriksaan kualitas 1 ls dengan mengambil 8 sampel. Hasil kegiatan berupa laporan triwulan berjumlah 4 laporan dan 11 laporan kasus. Realisasi kegiatan mencpai 100%. 5) Penyusunan Pra Raperda AMDAL, UKL-UPL dan SPPL Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 13.070.000,- terealisasi sebesar Rp.
12.167.000,- atau 93,09%. Kegiatan ini bertujuan untuk

menyediakan instrumen pengendalian pencemaran lingkungan dalam bentuk raperda, akan tetapi pada tahun 2006 ini baru dilaksanakan pembahasan awal (pra raperda). Hasil kegiatan berupa draft raperda yang telah dibahas dalam lokakarya. Fisik kegiatan dapat terealisasi 100%. 6) Identifikasi (data base) pengelolaan Kawasan Kota Wonosari dan sekitarnya Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 135.545.000,- terealisasi sebesar Rp. 120.544.750,- atau 88,93%. Output kegiatan berupa tersusunnya identifikasi dan penanganan kerusakan sumber daya alam dan lingkugan hidup sejumlah 1 dokumen, dengan realiasi fisik kegiatan mencapai 100%. 7) Penyusunan Master Plan Kawasan Kota Wonosari dalam rangka Pelaksanaan Adipura Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 103.505.000,- terealisasi sebesar Rp.
100.777.500,- atau 97,36%. Keluaran kegiatan berupa

tersusunnya dokumen master plan kota wonosari (meliputi 5 desa se – kecmatan Wonosari) yang dilengkapi dengan peta dan CD. Dengan adanya

223

master plan kota wonosari dapat digunakan sebagai acuan kebijakan Adipura dan berdampak pada peningkatan kualitas pengelolaan kawasan Kota Wonosari dan sekitarnya. Fisik kegiatan terealisasi 100%. c. Program Peningkatan dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup daerah (LSLHD) Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 26.610.000,- terealisasi sebesar Rp. 26.202.500,- atau
98,47%. Output kegiatan berupa tersusunnya

laporan status lingkungan hidup daerah dalam bentuk data base dan LSLHD (30 database, 30 LSLHD). Data base ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan pengambilan keputusan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Fisik kegiatan terealisasi 100%. 2) Identifikasi kerusakan Sumber Air dan Cara Pemulihan Kualitas Lingkungan Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 54.525.000,- terealisasi sebesar Rp. 54.410.000,- atau 99,79%. Identifikasi kerusakan sumber air dan cara pemulihan kualitas lingkungan tersusun sebanyak 20 dokumen yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam penanganan dan rehabilitasi sumber air. Kegiatan ini sebagai upaya mengendalikan laju kerusakan kualitas SDA dan lingkungan hidup. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 3) Penelitian Pengelolaan Limbah Domestik Perkotaan Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 20.000.000,- terealisasi sebesar Rp.19.731.000,- atau 98,66%. Penelitian pengelolaan limbah domestik kota menghasilkan 10 laporan akhir. Pentingnya penelitian ini adalah dalam rangka pengendalian pencemaran lingkungan agar tercipta lingkungan bersih dan sehat. Kegiatan dapat terealisasi 100%. 4) Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 13.795.000,- terealisasi sebesar Rp. 11.786.000,- atau 85,44%. Sosialisai dilaksanakan dalam bentuk 4 kali rapat serta pelaksanaan penyuluhan di 3 lokasi. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dengan tingkat realisasi fisik mencapai 100%. 5) Forum komunikasi lingkungan (FKL) Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 9.320.000,- terealisasi sebesar Rp. 7.403.000,- atau 79,43%. Forum komunikasi dapat terselenggara sekali dengan peserta sejumlah 60 orang. Dengan kegiatan semacam ini dapat teridentifikasi permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul serta dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kegiatan dapat terealisasi 100%.

224

d. 1)

Program

Pengendalian

Pencemaran

Lingkungan

Hidup

dijabarkan dalam kegiatan : Pengawasan dan pengendalian Sumber-sumber Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 21.482.000,- terealisasi sebesar Rp. 16.517.650,- atau 76,89%. Kegiatan berupa rapat yang diselenggarakan 2 kali tiap bulan. Selain itu juga dilakukan pengawasan dan pemantauan lingkungan, pengujian kualitas lingkungan, pengawasan dan pemantauan dokumen pengelolaan lingkungan. Sampel uji sebanyak 15 dan 2 IPAL. Hasil pemantauan dan uji disusun dalam laporan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan data informasi lingkungan hidup. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar dengan tingkat capaian fisik 100%. 2) Pelaksanaan Program Kali Bersih Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 58.955.000,- terealisasi sebesar Rp. 50.270.000,- atau
85,27 %. Bentuk kegiatan berupa Gerakan

kebersihan kali dan pembuatan IPAL komunal dipinggir sungai, sarasehan pemerhati daerah aliran sungai dan sarasehan pemerhati daerah aliran sungai. IPAL yang berhasil dibangun sebanyak 4 unit, sedangkan sarasehan dilaksanakan sekali dengan peserta sejumlah 40 orang. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penanaman pohon di daerah aliran sungai sebanyak 2640 batang. Adapun sungai yang menjadi obyek kegiatan adalah sungai Oyo, sungai Kepek, Sungai Ngawu, Sungai Besole, Sungai Jirak, Sungai Simo dan Sungai Kedungdawang. Hasil pemanauan diketahui bahwa kualitas air sudah sesuai dengan Sk Gubernur nomor 2141 KPTS/1991 dan PP 82/2003. Realisasi kegaitan mencapai 100%.

3) (Tahap 1)

Pengadaan Bangunan Laboratorium Lingkungan Hidup

Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 54.866.000,- terealisasi sebesar Rp. 53.820.000,- atau 98,09%. Target kegiatan pada tahun 2006 baru 15 % dari rencana. Dan dari 15 % target ini dapat terealisasi 100%. 4) Pengadaan Sarana Laboratorium Lingkungan Hidup

Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 345.600.000,- terealisasi sebesar Rp. 344.835.600,- atau 99,78%. Kegiatan bertujuan untuk menyediakan sarana laboratorium sejumlah 1 paket berikut dengan pelatihan bagi petugas laborat. Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan pengendalian dampak lingkungan agar kelestarian fungsi lingkungan hidup dapat terjaga. Kegiatan dapat terealisasi 100%.

225

e.

Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dijabarkan

dalam kegiatan : 1) Pengadaan Sarana Penunjang Operasional Kegiatan kapedal

kabupaten Gunungkidul Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 25.000.000,- terealisasi sebesar Rp.
24.027.000,-

atau

96,11%.

Output

kegiatan

berupa

terselenggaranya kegiatan pengadaan sarana penunjang operasional kegiatan berupa 1 unit sepeda motor, 3 buah kipas angin, 1 almari kayu, 1 unit komputer dan 1 unit printer. Penambahan sarana penunjang operasional kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik khususnya dalam bidang lingkungan hidup. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar dengan capaian 100%. 2) Pembangunan Pagar dan Gapura Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kabupaten Gunungkidul. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 25.000.000,- terealisasi sebesar Rp.
23.965.000,- atau 95,86%. Pembangunan pagar terlaksana

sepanjang 24 m sedangkan gapura dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini diakukan untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan dan keindahan kantor unit organisasi yang menangani masalah lingkungan hidup di kabupaten Gunungkidul. 3. Permasalahan dan Solusi Beberapa hal yang masih menjadi permasalahan dan terus diupayakan pemecahannya antara lain sebagai berikut : 1. Masih lemahnya kapasitas kelembagaan, sehingga menjadi kendala terutama dalam menjalankan fungsi sebagai koordinator upaya pengendalian dampak lingkungan yang harus mengkoordinasikan secara lintas sektoral, banyak pihak dengan berbagai kepentingan. 2. Kurangnya SDM baik dari segi kualitas maupun kuantitas termasuk telah adanya PNS yag mengikuti kursus PPNS lingkungan hidup namun belum ditetapkan sebagai pejabat fungsional bidang lingkungan hidup. 3. Sarana dan prasarana yang ada belum sepenuhnya dapat mendukung seperti belum memiliki laboraorium

226

lingkungan, alat uji kualitas lingkungan serta kendaraan operasional yang masih terbatas (baru ada 1 unit kendaraan roda 4 dan 2 unit kendaraan roda 2). 4. lingkungan 5. lingkugan masih dirasa kurang. Untuk mengatasi kendala tersebut upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: 1. 2. Mengupayakan peningkatan kapasitas kelembagaan; Mengupayakan penambahan personil khususnya tenaga Kesadaran masyarakat akan Keterbatasan perangkat hukum

fungsional bidan lingkungan hidup, disamping itu juga mengirimkan personil–personil untuk meningkatkan wawasan dengan mengikuti pelatihan– pelatihan teknis/ fungsional khususnya diklat yang berkaitan dengan lingkungan. 3. Mengajukan rencana pengadaan laboratorium lingkungan dan perlengkapannya, serta penambahan sarana prasarana terkait dengan kegiatan penunjang operasional kegiatan. 4. lingkungan 5. lapangan. L. BIDANG KEPENDUDUKAN 1. Program dan Kegiatan Tujuan pembangunan bidang kependudukan Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat; b. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan penduduk dan kesertaan Keluarga Berencana; c. Menciptakan kelembagaan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam program Kependudukan dan KB dengan memperhatikan kepentingan laki-laki dan perempuan; Mengaktifkan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi tentang pengelolaan lingkungan dan secara aktif melakukan monitoring di Mengajukan rencana penyelenggaraan kursus – kursus, pelatihan – pelatihan maupun diklat yang berkaitan dengan pengelolaan

227

d. Meningkatkan

pengetahuan

dan

ketrampilan

tentang

Kependudukan, KB, Pemberdayaan perempuan serta kesempatan usaha lewat kelompok maupun keluarga. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut di atas secara efektif dan efisien, maka disusunlah strategi dalam rangka memudahkan pelaksanaan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat adalah sebagai berikut : a. b. Pedesaan ); c. Keluarga; d. e. Menyelenggarakan Orientasi KB dan KR terhadap Institusi / PPKBD / PKK, Lurah Desa, Guru dan Siswa; Mengakomodasi Kemitraan antara Kelompok UPPKS dengan Perguruan Tinggi swasta, Dinas / Instansi terkait dan lain-lain. Adapun kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan komitmen antar stake holders mengenai untuk pentingnya Program Kependudukan dan Keluarga Berencana meningkatkan Kesejahteraan Keluarga; b. kepada masyarakat; c. d. e. Usaha Peningkatan Mengembangkan peran serta Institusi dalam rangka dalam Mengembangkan Sistim Informasi Administrasi rangka melaksanakan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana; Kependudukan dalam rangka mendukung tertip administrasi Kependudukan; Mengembangkan program Pengentasan Kemiskinan dan Pendapatan Keluarga dalam rangka meningkatkan Menigkatkan Suber Daya Manusia Aparatur Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana dalam rangka memberikan pelayanan Memberdayakan Orientasi di Tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Cabang Dinas tentang Pendataan Penduduk dan Membagi seluruh wilayah Kabupaten Gunungkidul ke Memberdayakan Kelompok IMP ( Institusi Masyarakat dalam 18 (delapan belas) Cabang Dinas;

kesejahteraan Keluarga. Program dan kebijakan dalam upaya pembangunan bidang kependudukan dan KB adalah sebagai berikut : a. Program Keluarga Berencana;

228

a) b) c)

Pengadaan alat kontrasepsi Implan;

Bantuan penyelenggaraan Trikomponen; Pameran program Kependudukan dan KB; d) Bantuan Penyelenggaraan Rakor Kependudukan KB-Ks di tingkat Kecamatan dan Desa;

e)

Operasional Institusi masyarakat pedesaan; f) g) h) Forum koordinasi petugas lapangan kependudukan dan KB; Bantuan Pengayoman bagi peserta Keluarga Berencana; Orientasi KRR bagi guru, siswa serta bantuan Orientasi KB-KR bagi

Apsari PKK, PPKBD dan remaja; b. Program Manunggal KB kesehatan; 1) Rapat kerja daerah program kependudukan dan KB. c. Program Kesehatan Reproduksi Remaja; 1) Penyuluhan dan peningkatan kualitas sarana penyuluhan program kependudukan KB-KS; 2) Pengembangan data unmeet need dan peningkatan peran pria dalam KBKR. d. 2) 3) e. Program Ketahanan dan pemberdayaan keluarga; Perbaikan Perumahan dan Lantainisasi; Pendampingan pemberdayaan Kelompok UPPKS/UP2K. Program penguatan kelembagaan keluarga kecil berkualitas; 1) f. g. 1) 2) Pemantapan jaringan KB lini lapangan dan pelayanan kontrasepsi jalur pemerintah dan swasta. Program Keserasian kebijakan kependudukan; 1) Jambore Institusi masyarakat pedesaan (IMP) dan Harganas. Program Penataan administrasi kependudukan; Peningkatan pelayanan pendaftaran penduduk; Pemutakiran data keluarga; 3) Pembuatan dan pelatihan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). h. Program Pemantapan pengelolaan data dan pemberdayaan tehnologi informasi dan komunikasi; 1) Pemutakiran data penduduk persiapan pelaksnaan SIAK; 2) Persiapan sosialisasi program SIAK; 3) Pelaporan data KB dan Keluarga sejahtera.

229

i.

Program Peningkatan kualitas pelayanan publik; 1) 2) 3) 4) Koordinasi dan konsultasi penyusunan perencanaan kependudukan Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kependudukan dan KB; Pengumpulan, pengolahan penyajian data basis perencanaan; Forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD). dan KB;

j. 1) k. 1) l. 1)

Program Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan; Pemberdayaan kelompok Biba Keluarga Sejahtera ( BKS ). Program Penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan Anak; Pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Program Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak; Kesejahteran dan perlindungan anak ( KPA). Sedangkan untuk catatan sipil sangat penting terkait dengan status kewarga negaraan penduduk, selain itu akta – akta yang dikeluarkan oleh catatan sipil merupakan kebutuhan penduduk sebagai warga negara. Penyelenggaraan catatan sipil oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2006 bertujuan untuk : 1. Meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi catatan sipil; 2. Terlaksananya pelayanan catatan sipil menuju pelayanan prima; 3. Terlaksananya peningkatan kualitas SDM untuk meningkatkan kualitas pelayanan; 4. Meningkatnya kualitas pelayanan internal; Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan program prioritas maupun program lain sebagai pendukung yang terdiri atas : a. Program prioritas diantaranya : 1) kependudukan dan catatan sipil. 2) 3) administrasi catatan sipil. b. Program Pendukung Program pendukung pembangunan berupa pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan dan catatan sipil. Sedangkan Kegiatan Lokalitas Kewenangan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul meliputi: 1) Penyuluhan Akta-akta Catatan Sipil. Pembangunan, pengembangan dan keserasian kebijakan kependudukan dan catatan sipil. Pengembangan sistem informasi Peningkatan tertib administrasi

230

2) Pelayanan di tempat akta kelahiran. 3) Penyelenggaraan persetujuan pencatatan kelahiran terlambat. 4) Pelayanan akta gratis bagi Gakin dan anak yang lahir tgl 17 Agustus 2006. 5) Penyuluhan akta catatan sipil melalui pameran. 6) Jemput bola pelayanan akta kelahiran. 7) Pemantapan aparatur penyelenggara catatan sipil. 8) Orientasi pelayanan prima. 9) Validasi data dan peningkatan keamanan arsip. 10) Peningkatan sarana pelayanan catatan sipil. 2. Realisasi Program dan Kegiatan Pembangunan bidang kependudukan dan KB pada tahun 2006 mendapatkan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp. 5.324.691.083,30,- terdiri atas belanja aparatur sebesar Rp. 3.137.766.183,30,dan belanja publik sejumlah Rp. 2.186.924.900,- Disamping itu pada tahun 2006 pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih mendapatkan bantuan dana dari BKKBN Propinsi D.I.Yogyakarta untuk pelaksanaan program yaitu : a. Program Keluarga Berencana dan Kesehatan reproduksi Tahun 2006

(lanjutan 2005) dengan dana Rp. 78.120.000,00 Untuk pelaksanaan kegiatan : Penyuluhan dan penyebaran Informasi, Pelayanan kesehatan/perbaikan GIZI Ibu/Anak dan KB, Pengembangan Kelembagaan. b. Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Pengembangan sistem Kecil BerkualitasTahun 2006 manajemen, Penyusunan (lanjutan 2005) dengan dana Rp. 180.413.000,00 untuk kegiatan : informasi pengumpulan/pengolahan/updating/analisa data dan Statistik, Penyusunan program dan rencana kerja program. c. Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga Tahun 2006 ( lanjutan tahun 2005 ) Rp.14.280.000,00 untuk kegiatan : Gelar UPPKS, Operasional Advokasi KIE, Evaluasi Laporan kegiatan dan Pengembangan jaringan kemitraan. Sedangkan untuk catatan sipil dialokasikan anggaran sebesar

Rp. 984.091.107,50 yang terbagi menjadi 2 bagian yaituu Belanja Aparatur sejumlah Rp. 809.092.607.50,- dan Belanja Publik sejumlah Rp. 174.998.500,Angaran tersebut terealiasi sebesar Rp. 928.383.851 (94,33%) dengan perincian

231

untuk belanja aparatur sebesar Rp. 772.115.851,00 (95,42%) dan belanja publik terealisasi Rp. 156.268.000 (89,29%) Biaya – biaya tersebut dipergunakan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan dengan realisasi sebagai berikut : a. Program Keluarga Berencana; 1) Pengadaan alat kontrasepsi Implan; Alokasi anggaran sebesar Rp. 40.600.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 40.099.900,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98.77 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersedianya alat kontrasepsi implan bagi calon peserta KB keluarga miskin sebanya 249 set. 2) Bantuan penyelenggaraan Trikomponen; Alokasi anggaran sebesar Rp. 8.200.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 5.645.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 68.84 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya pertemuan trikomponen : Medis, Teknis dan IBI. 3) Pameran program Kependudukan dan KB; Alokasi anggaran sebesar Rp. 7.870.000,diharapkan dengan terselenggaranya pameran KB-KS masyarakat lebih mengetahui hasil program KB-KS sehingga peran serta masyarakat dalam KB-KS meningkat. 4) Bantuan Penyelenggaraan Rakor Kependudukan KB-Ks di tingkat Kecamatan dan Desa; Alokasi anggaran sebesar Rp. 58.500.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 54.525.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 93.21 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya Rapat Koordinasi Kependudukan KB-KS tingkat kecamatan dan desa sebanyak 6 kegiatan. 5) Operasional Institusi masyarakat pedesaan; Alokasi anggaran sebesar Rp. 441.934.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 437.604.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99.02 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terealisasinya bantuan operasional IMP dan pendampingan operasional PKB sebanyak 6 kegiatan. 6) Forum koordinasi petugas lapangan kependudukan dan KB; Alokasi anggaran sebesar Rp. 75.360.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 59.580.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 79.06 %. Dengan

232

tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya koordinasi dan pembinaan lengkap PKB sebanyak 12 kali. 7) Bantuan Pengayoman bagi peserta Keluarga Berencana; Alokasi anggaran sebesar Rp. 109.666.800,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 24.900.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 22.71 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlayaninya 1.060 akseptor dari keluarga miskin yang ingin KB MOW, MOP, pasang IUD implant dan cabut implant. 8) Orientasi KRR bagi guru, siswa serta bantuan Orientasi KB-KR bagi Apsari PKK, PPKBD dan remaja; Alokasi anggaran sebesar Rp. 25.330.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 23.010.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 90.84 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya orientasi KBKR bagi guru, siswa serta Apsari PKK PPKBD dan remaja sebanyak 2 kali di tingkat kabupaten dan 54 kali di tingkat kecamatan. b. Program Manunggal KB Kesehatan;

Alokasi anggaran sebesar Rp. 17.400.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 11.600.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 66.67 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 66.67 % dengan terselenggaranya program Manunggal KB-Kesehatan sebanyak 3 kegiatan pada 3 instansi terealisasi 2 kegiatan pada 2 instansi. 1) Rapat kerja daerah program kependudukan dan KB. Alokasi anggaran sebesar Rp. 11.405.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 4.881.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 42.80 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya rapat kerja/ koordinasi pelaksanaan program kependudukan dan KB Tahun 2005 pada 13 instansi/institusi yang dituangkan dalam 5 buku. c. Program Kesehatan Reproduksi Remaja; 1) Penyuluhan dan peningkatan kualitas sarana penyuluhan program kependudukan KB-KS; Alokasi anggaran sebesar Rp. 33.250.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 25.895.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 77.88 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya penyuluhan dan

233

meningkatnya kualitas penyuluhan program KB-KS serta tersedianya sarana KB-KS sebanyak 50 kegiatan. 2) Pengembangan data unmeet need dan peningkatan peran pria dalam KBKR. Alokasi anggaran sebesar Rp. 11.020.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 9.860.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 89.47 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersedianya data Un Meet Need dan peran pria dalam program KB di 144 desa di Kabupaten Gunungkidul. d. Program Ketahanan dan pemberdayaan keluarga; 1) Perbaikan Perumahan dan Lantainisasi; Alokasi anggaran sebesar Rp. 135.690.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 132.370.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.55 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya percepatan pengentasan kemiskinan melalui perbaikan perumahan dan permukiman bagi 2000 keluarga miskin di 144 desa. 2) Pendampingan pemberdayaan Kelompok UPPKS/UP2K. Alokasi anggaran sebesar Rp. 88.050.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 72.355.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 82.17 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya program pengentasan kemiskinan melalui kelompok kegiatan UPPKS dengan indikasi meningkatnya pengelolaan usaha 250 kelompok kegiatan UPPKS di 18 kecamatan. e. Program penguatan kelembagaan keluarga kecil berkualitas; 1) Pemantapan jaringan KB lini lapangan dan pelayanan kontrasepsi jalur pemerintah dan swasta. Alokasi anggaran sebesar Rp. 12.740.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 12.360.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.02 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersselenggaranya pertemuan pemantapan jaringan pelayanan KB lini palangan di 144 desa. f. Program Keserasian kebijakan kependudukan; 1) Jambore Institusi masyarakat pedesaan (IMP) dan harganas. Alokasi anggaran sebesar Rp. 12.947.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 10.655.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 82.30 %. Dengan

234

tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya jambore IMP dan Harganas sebanyak 2 kegiatan yang meliputi 144 desa. g. Program Penataan administrasi kependudukan; 1) Peningkatan pelayanan pendaftaran penduduk; Alokasi anggaran sebesar Rp. 263.445.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 261.837.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99.39 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya pelayanan KTP Daerah, KP1, KTP Nasional, KK Daerah, Cetak formulir SIAK, cetak laporan bulanan, struk kelahiran, kematian, leaflet kependudukan dan cetak buku register blanko kependudukan. 2) Pemutakiran data keluarga; Alokasi anggaran sebesar Rp. 219.500.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 214.024.500,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97.51 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terpahaminya prosedur pemutakhiran data keluarga sehingga tersedia data penduduk dan keluarga mutakhir dari 144 desa. 3) Pembuatan dan pelatihan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK). Alokasi anggaran sebesar Rp. 46.131.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 44.566.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96.61 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terbinanya petugas pengelola program SIAK sehingga diharapkan tersedia petugas terlatih untuk mengoperasikan program SIAK. h. 1) SIAK; Alokasi anggaran sebesar Rp. 238.275.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 237.163.500,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99.53 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersedianya data penduduk untuk penyusunan data base penduduk dari 144 desa. 2) Persiapan sosialisasi program SIAK; Program Pemantapan pengelolaan data dan pemberdayaan tehnologi Pemutakhiran data penduduk persiapan pelaksnaan

informasi dan komunikasi;

Alokasi anggaran sebesar Rp. 35.212.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 33.437.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94.96 %. Dengan

235

tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersedianya sarana SIAK dan tersosialisasinya program SIAK dalam 3 kegiatan. 3) Pelaporan data KB dan Keluarga sejahtera.

Alokasi anggaran sebesar Rp. 24.850.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 19.997.500,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 80.47 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersedianya data informasi keluarga berencana dan keluarga sejahtera di 18 kecamatan.

i. 1)

Program Peningkatan kualitas pelayanan publik; Koordinasi dan konsultasi penyusunan perencanaan kependudukan

dan KB; Alokasi anggaran sebesar Rp. 11.710.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 11.710.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan tersusunnya dokumen perencanaan kependudukan dan KB. 2) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kependudukan dan KB;

Alokasi anggaran sebesar Rp. 19.765.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 19.720.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99.77 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terselenggaranya pertemuan pengendalian program, kegiatan dan anggaran sebanyak 10 kegiatan. 3) Pengumpulan, pengolahan penyajian data basis perencanaan;

Alokasi anggaran sebesar Rp. 6.715.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 6.615.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98.51 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya penyusunan data basis perencanaan sebanyak 1 kegiatan bagi 18 kecamatan. 4) Forum satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Alokasi anggaran sebesar Rp. 4.450.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 4.450.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya penyusunan daftar usulan rencana program/kegiatan (DURP) sebanyak 1 kegiatan untuk 18 kecamatan. j. 1) Program Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan; Pemberdayaan kelompok Biba Keluarga Sejahtera ( BKS ).

236

Alokasi anggaran sebesar Rp. 113.110.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 100.065.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88.47 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya koordinasi BKS sebanyak 108 kelompok di 18 kecamatan. k. Program Penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan Anak; 1) Pengarusutamaan gender dalam pembangunan. Alokasi anggaran sebesar Rp. 73.014.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 60.576.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 82.96 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan terlaksananya pembangunan responsif gender yang diikuti 360 orang dari 18 kecamatan. l. Program Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak; 1) Kesejahteran dan perlindungan anak ( KPA). Alokasi anggaran sebesar Rp. 40.785.000,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 35.845.000,- tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 87.89 %. Dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100 % dengan Terpahaminya KPA dan terbentuknya motivasi perlindungan perempuan, anak dan remaja yang diikuti 466 orang dari 18 kecamatan. Sedangkan untuk Pencapaian kinerja dalam kegiatan yang dilaksanakan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul dengan skala pengukuran kinerja ordinal dengan rincian sebagai berikut : a. Program prioritas diantaranya : 1) kependudukan dan catatan sipil. 2) Pembangunan, Pengembangan Peningkatan tertib administrasi

dan Keserasian kebijakan kependudukan dan catatan sipil. 3) administrasi catatan sipil. b. Program Pendukung Program pendukung pembangunan berupa Pengembangan sistem informasi administrasi kependudukan dan catatan sipil. Sedangkan Kegiatan Lokalitas Kewenangan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul meliputi: Pengembangan sistem informasi

237

1) Penyuluhan Akta-akta Catatan Sipil. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 45.002.500,- terealisasi sebesar Rp. 38.811.500,- atau 86,24%, dengan realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan target yang telah ditentukan, akan tetapi karena terjadi gempa bumi 27 Mei 2006, maka untuk 2 (dua) desa di Kecamatan Patuk atas permintaan Pemerintah desa yang bersangkutan ditangguhkan. Dengan ditangguhkannya dua desa terbut dialihkan ke desa Candirejo Semin dan Banaran Playen. Sehingga dapat memenuhi target 36 desa atau 1.080 pesera penyuluhan. 2) Pelayanan di tempat akta kelahiran. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 49.625.000.,- terealisasi sebesar Rp. 48.236.500,- atau 100%. Kegiatan ini dilaksanakan meliputi 36 desa dengan target perolehan 1300 akta kelahiran. Akan tetapi dengan selesainya kegiatan Pelayanan di Tempat, dapat direalisasikan sebanyak 3.814 akta kelahiran. 3) Penyelenggaraan persetujuan pencatatan kelahiran terlambat. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 38.060.000,- terealisasi sebesar Rp. 35.949.000,- atau 94,45%, Target persetujuan pencatatan kelahiran terlambat tahun 2006 sebanyak 3.000 akta/SK. Akan tetapi dengan meningkatnya tingkat pengertian masyarakat mengenai arti penting memiliki akta-akta catatan sipil, setelah diberikan penyuluhan, maka pendapatan akta kelahiran terlambat masih terus mengalami lonjakan. Data ini dapat dilihat dari laporan penerimaan retribusi penggantian biaya cetak akta-akta catatan sipil tahun 2006, dimana realisasinya mencapai 6.328 akta/SK, atau 210,93 %. Angka ini lebih rendah bila dibandingka dengan tahun 2005 yakni 6.386 dari 3000 yang ditargetkan, atau menurun 2,87% 4) Pelayanan akta gratis bagi Gakin dan anak yang lahir tgl 17 Agustus 2006. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 11.821.000,- terealisasi sebesar Rp. 8.045.500,- atau 68,06%, Pengalokasian akta gratis bagi anak keluarga miskin (Gakin) dan anak yang lahir tanggal 17 Agustus 2006 untuk tahun ke-5 (2006) program akta gratis bagi Gakin dan Anak yang lahir tanggal 17 Agustus setiap tahun, terus mengalami penurunan target, hal ini mengindikasikan bahwa kepemilikan akta bagi keluatga miskin semakin menurun, atau prosentase tingkat kepemilikan akta kelahiran lebih banyak. Dengan dimilikinya akta kelahiran bagi Gakin dan Anak yang lahir tanggal 17 Agustus setiap tahun, merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam ikut serta penanganan kemiskinan. 97,20%, dengan realisasi fisik kegiatan mencapai

238

5) Penyuluhan akta catatan sipil melalui pameran. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 0,- atau 0,00%, 5.260.000,- terealisasi sebesar Rp.

Penyuluhan akta-akta catatan sipil melalui pameran untuk tahun 2006 tidak dilaksanakan, karena untuk tahun 2006 tidak ada event pameran. Dana yang tersedia seluruhnya dikembalikan ke Kas Daerah melalui BPD Yogyakarta cabang Wonosari. Sehingga dalam perhitungan untuk kegiatan ini 0%. 6) Jemput bola pelayanan akta kelahiran. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 7.230.000,- terealisasi sebesar Rp. 7.207.500,- atau 99,69%, Jemput bola pelayanan akta kelahiran melalui proses pengambilan berkas oleh petugas di desa/kecamatan/kelompok masyarakat atau lokasi yang telah ditentukan yang mengajukan pelayanan akta kelahiran, kemudian dibawa ke Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul. Setelah selesai proses dikantor, kemudian akta kelahiran yang sudah jadi langsung diserahkan kembali melalui lokasi dimana berkas permohonan akta kelahiran diambil. Jemput bola pelayanan akta kelahiran tahun 2006 merealisasikan 700 akta dari 500 akta yang ditargetkan atau 140% meliputi 15 lokasi tempat pengambilan permohonan akta kelahiran. 7) Pemantapan pelayanan aparatur penyelenggara catatan sipil. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 3.722.500,- terealisasi sebesar Rp. 2.660.000,- atau 71,46%, Sebagai sebuah unit pelayanan langsung kepada masyarakat, diperlukan kualitas pelayanan sebagaimana tersurat dalam Standar Pelayanan Minimal, sehingga akan memberi kesan positif oleh pelanggan. Untuk itu dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan akta-akta catatan sipil tahun 2006 Kantor Catatan Sipil berupaya menyelenggarakan kegiatan Pemantapan pelayanan bagi Aparatur Penyelenggara catatan sipil yang diikuti dari pegawai Kantor Catatan Sipil Kabupaten Gunungkidul, beberapa instansi terkait, Kepala Seksi Pemerintahan pada Kecamatan se Kabupaten Gunungkidul, dan Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4) se Kabupaten Gunungkidul. Melalui kegiatan ini banyak yang diharapkan oleh pemerintah diantaranya untuk menambah khasanah pengetahuan tentang pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bahkan untuk lebih jauh lagi menuju pelayanan prima, untuk meningkatkan kualitas sumbar daya manusia bagi aparatur penyelenggara catatan sipil, dan persamaan persepsi dalam memberikan pelayanan. Peserta yang diundang sebanyak 60 orang, atau 100% seluruhnya hadir mengikuti kegiatan pemantapan pelayanan aparatur penyelenggara catatan sipil.

239

8) Orientasi pelayanan prima. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 20.320.000,- terealisasi sebesar Rp. 17.740.000,- atau 87,30%, Orientasi pelayanan prima dijadwalkan triwulan II tahun 2006, akan tetapi karena terjadi gempa bumi 27 Mei 2006, maka kegiatan diundur dan baru bulan November 2006 dilaksanakan. Kegiatan ini arahkan ke Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Malang Jawa Timur dengan asumsi bahwa Kota Malang telah melaksanakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara online 9) Validasi data dan peningkatan keamanan arsip. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 18.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 17.983.000,- atau 99,91%, pemegang akta masih hidup dokumen masih Data catatan sipil merupakan arsip aktif dan in aktif menurut klasifikasi kearsipan, karena selama dipergunakan, bahkan sesudah matipun diperlukan. Untuk itu guna menjaga validitas data dan keamanan dokumen catatan sipil yang belum diakses ke dalam arsip catatan sipil, maka untuk tahun 2006 dilaksanakan entry data/pemutakhiran data akta-akta catatan sipil serta penjilidan buku regester dan dokumen akta catatan sipil. Tahun Anggaran 2006 direalisasikan 1.411 dari 1.200 dokumen yang ditargetkan, atau 117,58% 10) Peningkatan sarana pelayanan catatan sipil. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 57.055.000,- terealisasi sebesar Rp. 52.885.000,- atau meliputi : • • • • • • • Pengadaan Kamera Digital; Pengadaan Komputer dan Printer; Pengadaan Rool Opeck Pengadaan Filling Kabinet; Kipas Angin Buku Saku Pedoman Pelayanan Akta Catatan Sipil; Pengadaan Buku Register Akta dan Kutipan Akta Catatan Sipil. Sejumlah barang-barang sebagai saranaya pelayanan catatan sipil seluruhnya direalisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. 92,69%, Pengadaan barang-barang tersebut sebagai sarana pelayanan catatan sipil

240

3. Permasalahan dan Solusi Hambatan yang dihadapi a. Kurangnya sarana mobilitas penunjang kelancaran tugas-tugas operasional di lapangan, terutama pada pelayanan akta kelahiran ditempat. Karena kapasitas mobil yang dimiliki tidak memadahi bila dibandingkan dengan jumlah personil yang harus bertugas dan peralatan yang harus dibawa. b. Ada sebagian masyarakat yang sudah menikah akan tetapi tidak memiliki akta nikah, atau tidak dicatat dalam buku regester nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) yang bersangkutan; c. Terhambatnya pelaksanaan tugas Seksi Perkawinan, Perceraian dan Kematian dalam pelayanan kepada masyarakat, karena pelaksana teknis dibidang Perkawinan, Perceraian dan Kematian mengalami kekosongan. d. Terhambatnya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian dan seksi. e. Terhambatnya pelaksanaan pada masing-masing bagian dan seksi, karena sempitnya ruang pelayanan. Upaya Mengatasi a. b. Menyediakan kendaraan operasional pelayanan dengan kapasitas 15 (lima belas) orang atau mengalokasikan biaya sewa kendaraan roda 4 (empat). Mengalokasikan Anggaran lewat Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul, untuk sidang Isbath di Pengadilan Agama Wonosari serta koordinasi dengan instansi terkait. c. d. e. Pengizian lowongan jabatan yang kosong; Penempatan personil sesuai beban kerja bagian dan seksi-seksi. Pengadaan ruang kerja dan ruang pelayanan dimasing-masing bagian dan seksi. M. BIDANG KEPARIWISATAAN 1. Program dan Kegiatan Pembangunan pariwisata yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diarahkan untuk mewujudkan Pariwisata yang Berbudaya, Maju, Berkembang Mendukung Terwujudnya Masyarakat Sejahtera Dalam rencana pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan ditetapkan beberapa sasaran sebagai berikut:

241

1. Mewujudkan tersedianya sarana dan prasarana obyek wisata umum dan kepuasan wisatawan dengan ditandai meningkatnya kunjungan wisatawan. 2. 3. 4. 5. 6. Mengupayakan pelaku wisata dan pengelola pelayanan yang lebih baik, serta terjadinya koordinasi stakeholder kepariwisataan. Ketepatan dalam memilih sasaran promosi kepariwisataan Terbinanya kelompok seni budaya Terdatanya dan terpeliharanya benda-benda cagar budaya Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pada kawasan obyek dan jalur wisata. Sebagai tindakan nyata pemerintah kabupaten dalam membangun dan mengembangkan idang pariwisata, telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan selama tahun 2006 yang terdiri atas : a. Program Pendapatan Asli Daerah (PAD) sub sektor Pariwisata b. Program Pengembangan Pariwisata, meliputi kegiatan : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Pemeliharaan Sarana Pariwisata; Pemasangan Konblok dan Kanstin Area Parkir Baron serta Monitoring Kegiatan Usaha Akomodasi, Rumah Makan, dan Pembinaan Usaha Pariwisata Pembuatan/ Pemasangan Petunjuk Arah Obyek Wisata dan Peningkatan Fasilitas Rest Area; Operasionalisasi Ijin Usaha Pariwisata; Pembangunan Pendopo Pantai Baron; Penyempurnaan/ Rehabilitasi Talud dan Jalan Menuju Pulau

Rehabilitasi Akuarium Laut Kukup RHU serta Sarana Pariwisata;

Billboard Pariwisata;

Pantai Kukup;. c. Program Pengembangan dan Pengelolaan Obyek Wisata 1) 2) 3) 4) 5) 1) Intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD); Monitoring dan Pengelolaan Kebersihan Kawasan Obyek Wisata; Penyelenggaraan Atraksi Wisata; Penyusunan DED Kawasan Krakal; Sosialiasi Obyek Wisata Dam Beton dan Desa Mina; Pengadaan Materi Promosi Wisata;

d. Program Pemasaran dan Promosi Pariwisata

242

2) 3) 4) 5) 6) 7) Informasi 1) 2) 3) 1) 2) 3) 1) 2) 3)

Travel Dialog; Promosi melalui Media Cetak, Spanduk serta Dokumentasi; Iuran dan Pendampingan Java Promo; Pameran; Sosialisasi Sadar Wisata pada Masyarakat di Jalur Wisata; Sosialisasi Sadar Wisata terhadap Tenaga Pendidik;

e. Program Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan Teknologi Pembuatan Database Kepariwisataan Gunungkidul Tahun 2006;. Monitoring dan Pendataan Benda Cagar Budaya; Pendataan Seni; Penyusunan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dalam Rangka Pengadaan Sarana Prasarana dan Fasilitas Kantor serta Pengelolaan Penyusunan Produk Hukum Pariwisata; Pembinaan Seni dan Upacara Adat;. Festival/ Lomba Seni dan Budaya;. Pelestarian Benda Cagar Budaya;

f. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Pelaksanaan Tupoksi dan Kegiatan; Ketatausahaan; g. Program Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya

2. Realisasi Program dan Kegiatan Secara keseluruhan, tingkat capaian target program dan kegiatan pembangunan bidang pariwisata tahun 2006 baik, dengan rata – rata diatas 90 %. Kecuali pada pencapaian target pendapatan yang berada pada angka 85,05%. Meskipun demikian, capaian ini masih berada pada kriteria baik. Kegiatan bidang Pariwisata sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2006 dalam memberikan pelayanan publik tidak terlepas adanya beberapa kendala yang terkait dengan lintas sektoral maupun dikarenakan adanya keterbatasan internal dinas teknis sebagai pelaksanana pembangunan bidang kepariwisataan serta fenomena alam yang tidak dapat diduga. Pada Tahun 2006, dari bidang pariwisata dapat menyumbang PAD sebesar Rp 638.295.740,- atau 85,05% dari target yang ditetapkan. Tidak tercapainya target pendapatan dari bidang pariwisata lebih disebabkan karena terjadinya

243

bencana alam yang silih berganti, mulai dari gempa bumi 27 Mei 2006 hingga isu–isu tsunami yang mengurangi minat wisatawan untuk berlibur ke wilayah pantai. Adapun pelaksanaan / realisasi masing – masing program dan kegiatan bidang Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : a. Program Pendapatan Asli Daerah (PAD) sub sektor Pariwisata Program PAD sub sektor pariwisata sampai dengan Desember 2006 pendapatan retribusi pengunjung wisata telah tercapai sebesar Rp 638.295.740,- dengan prosentase capaian 85,05% terdiri dari: 1) 2) 3) 4) Retribusi Penginapan Pondok Wisata Kukup 16.000.000,Rest Area Bunder Retribusi Ijin Usaha Pariwisata Rp Rp 5.800.000,614.295.740,2.200.000,Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Rp Rp

b. Program Pengembangan Pariwisata 1) Kegiatan Pemeliharaan Sarana Pariwisata; Terlaksana pengecatan gedung dan pemeliharaan listrik Rest Area Bunder serta GOR Handayani, pemasangan teralis Rest Area, pendataan dan perbaikan kecil kerusakan Pondok Wisata Kukup, perbaikan gardu pandang dan pengecatan pos retribusi obyek wisata. Namun ada kegiatan yang belum dilaksanakan berhubung anggaran yang tidak mencukupi karena pasca gempa bumi DIY dan Jawa Tengah harga bahan bangunan yang membubung tinggi yaitu perbaikan pagar dan plaza Baron, pendopo Kukup, gerbang Krakal dan instalasi PAM Ngrenehan. Anggaran kegiatan ini Rp 127.500.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 117.515.500,- sehingga masih ada saldo Rp 9.984.500,- dengan capaian kinerja 96%. 2) Kegiatan Pemasangan Konblok dan Kanstin Area Parkir Baron serta Rehabilitasi Akuarium Laut Kukup; Meliputi pemasangan konblok dan kanstin seluas 4.540 m2 dan rehabilitasi akuarium laut Kukup sejumlah 20 unit dengan dana dari anggaran sebesar Rp 512.082.000,- telah direalisasikan Rp 498.163.300,- sehingga masih ada saldo Rp 13.918.700,- dengan capaian kinerja 102,77%. 3) Kegiatan Monitoring Kegiatan Usaha Akomodasi, Rumah Makan, dan RHU serta Sarana Pariwisata;

244

Meliputi kegiatan memantau, mendata dan mengarahkan untuk meningkatkan pelayanan 200 usaha yang ada di Kab. Gunungkidul dengan dana anggaran sebesar Rp 4.600.000,- telah direalisasikan Rp 4.488.000,- sehingga masih ada saldo dana sebesar Rp 112.000,-, dengan capaian kinerja 102,43%. 4) Kegiatan Pembinaan Usaha Pariwisata (2 kegiatan); Meliputi kegiatan pertemuan dan praktek olah makanan dengan jumlah peserta masing-masing 50 orang dan narasumber dari BPD PHRI DIY, praktisi rumah makan dari Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kab. Gunungkidul dan Disparbud. Kab. Gunungkidul dengan anggaran sebesar Rp 9.906.000,telah direalisasikan keuangan Rp 9.499.000,- dengan capaian kinerja 104,11%. 5) Kegiatan Pembuatan/Pemasangan Petunjuk Arah Obyek Wisata dan Billboard Pariwisata; Meliputi pembuatan petunjuk arah obyek wisata berjumlah 7 (tujuh) buah yang dipasang di kawasan wisata Baron s/d Sundak, Billboard/baliho 2 (dua) buah yang dipasang di lokasi Rest Area Bunder dan Semin, dan papan larangan 4 (empat) buah yang dipasang di pantai Baron dan Kukup dengan dana anggaran sebesar Rp 38.680.000,- dan telah direalisasikan keuangan Rp 38.284.500,- sehingga masih ada saldo Rp 395.500,- dengan capaian kinerja 101,2%. 6) Kegiatan Peningkatan Fasilitas Rest Area; Yaitu pengadaan 1 unit perangkat gamelan dan meja rapat 10 buah dan kursi lipat 60 buah dengan dana anggaran sebesar Rp 68.510.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 67.805.500,- sehingga masih ada saldo Rp 704.500,- dengan capaian kinerja 101,3%. 7) Kegiatan Operasionalisasi Ijin Usaha Pariwisata; Pelaksanaan dengan kegiatan checking ke tempat usaha di Semanu, Ponjong, Girijati, Kukup, Playen, Tanjungsari, Semin, Karangmojo, Wonosari, dan Purwosari serta telah dikeluarkan 20 ijin dan rekomendasi dengan anggaran sebesar Rp 5.000.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 4.825.000,- sehingga masih ada saldo Rp 175.000,- dengan capaian kinerja 103,50%. 8) Kegiatan Pembangunan Pendopo Pantai Baron; Dengan anggaran sebesar Rp 424.750.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 422.832.400,- sehingga masih ada saldo Rp 1.917.600,- dengan capaian kinerja 100,45%.

245

9) Kegiatan Penyempurnaan/ Rehabilitasi Talud dan Jalan Menuju Pulau Pantai Kukup; Dengan volume 150 m2 dengan anggaran sebesar Rp 112.990.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 111.623.200,- sehingga masih ada saldo Rp 1.366.800,- dengan capaian kinerja 101,21%. c. Program Pengembangan dan Pengelolaan Obyek Wisata 1) Kegiatan Intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD); Dilaksanakan di 8 pos retribusi dengan anggaran sebesar Rp 69.480.000,telah direalisasikan keuangan Rp 66.882.500,- sehingga masih ada saldo Rp 2.597.500,- dengan capaian kinerja 103,74%. 2) Kegiatan Monitoring dan Pengelolaan Kebersihan Kawasan Obyek Wisata; Dilaksanakan di 8 lokasi obyek wisata dengan anggaran sebesar Rp 12.420.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 12.040.000,- sehingga masih ada saldo Rp 380.000,- dengan capaian kinerja 103,06%. 3) Kegiatan Penyelenggaraan Atraksi Wisata; Penyelenggaraan berbagai pentas seni dan budaya dalam rangka menyambut hari-hari besar keagamaan maupun event lainnya di berbagai obyek wisata dengan anggaran sebesar Rp. 25.150.000,- yang terealisasi Rp. 23.500.000,dengan capaian kinerja 106,56 %. Sedangkan stimulan untuk penyelenggaraan atraksi wisata sebesar Rp. 66.000.000,- dan stimulan pentas seni sebesar Rp. 39.000.000,- dengan realisasi 100 %. 4) Kegiatan Penyusunan DED Kawasan Krakal; Dengan anggaran sebesar Rp 62.505.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 59.620.000,- sehingga masih ada saldo Rp 2.885.000,- dengan capaian kinerja 104,62%. 5) Kegiatan Sosialiasi Obyek Wisata Dam Beton dan Desa Mina; Tanggal 13 Juni 2006 di Balai Desa Umbulrejo Kec. Ponjong dan tanggal 14 Juni 2006 di Dam Beton dengan jumlah peserta masing-masing 50 orang yang terdiri dari BPD, Perangkat Desa, tokoh masyarakat, pemuda, PKK dan perajin dengan anggaran sebesar Rp 4.710.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 4.710.000,- dengan capaian kinerja 100%. d. Program Pemasaran dan Promosi Pariwisata

246

1)

Kegiatan Pengadaan Materi Promosi Wisata;

meliputi pengadaan booklet 5.500 eksemplar, leaflet 3.000 eksemplar, banner 2 buah, duratran 2 buah, CD interaktif 10 keping dan CD profil wisata 100 keping dengan anggaran sebesar Rp 148.525.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 147.534.000,- sehingga masih ada saldo Rp 991.000,- dengan capaian kinerja 100,67 %. 2) Kegiatan Travel Dialog; Dengan kegiatan di Propinsi Jawa Timur meliputi Kab. Nganjuk, Madiun dan Ngawi tanggal 27-29 Maret 2006 dengan peserta di masing-masing Kabupaten sebanyak 125 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah SMP, SMA, SMK, murid SMA dan SMK serta pelaku pariwisata; di Propinsi Jawa Barat meliputi Kab. Cirebon, Tasikmalaya dan Garut pada tanggal 17-19 April 2006; di Propinsi Lampung, Banten, dan DKI Jakarta pada tanggal 25-28 Mei 2006; di Propinsi Jawa Tengah meliputi Kab. Tegal dan Pekalongan pada tanggal 7-8 Agustus 2006; dan di Jawa Tengah yaitu di perusahaan APAC INTI tanggal 21 Desember 2006 dan Bumi Asih tanggal 29 Desember 2006 dengan anggaran sebesar Rp 18.720.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 18.570.000,- sehingga masih ada saldo Rp 150.000,- dengan capaian kinerja 100,80%. 3) Kegiatan Promosi melalui Media Cetak, Spanduk serta Dokumentasi; Untuk promosi di koran Kedaulatan Rakyat, Bernas, Info Kita dan lain-lain serta untuk dokumentasi obyek wisata di Kab. Gunungkidul dengan anggaran sebesar Rp 2.500.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 2.500.000,- dengan capaian kinerja 100%. 4) Kegiatan Iuran dan Pendampingan Java Promo; Meliputi Rapat Tiga Bulanan di Kab. Karanganyar tanggal 7-8 Mei 2006 dan Forum Pertemuan Tiga Bulanan di Kab. Kulonprogo tanggal 25 November 2006 dengan anggaran sebesar Rp 10.000.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 9.975.000,- sehingga masih ada saldo Rp 25.000,- dengan capaian kinerja 100,25%. 5) Kegiatan Pameran; Dilaksanakan Pameran Gebyar Wisata Nusantara di Jakarta pada tanggal 2528 Mei 2006 dan Pameran Mitra Praja Utama di Bali tanggal 6-11 Desember 2006 dengan anggaran sebesar Rp 38.965.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 33.710.000,- sehingga masih ada saldo Rp 5.255.000,- dengan capaian kinerja 113,49%.

247

6)

Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata pada Masyarakat di Jalur Wisata;

Meliputi sosialiasi sadar wisata di Kukup, Wediombo Girisubo, Siung Girisubo, dan Parangendog Purwosari dengan jumlah peserta masing-masing + 50 orang dengan narasumber dari JTTC UGM dan Disparbud Kab. Gunungkidul dengan anggaran sebesar Rp 12.520.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 10.545.000,- sehingga masih ada saldo Rp 1.975.000,- dengan capaian kinerja 115,77%. 7) Kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata terhadap Tenaga Pendidik; Diadakan tanggal 10 Agustus 2006 di Wisma Ganesha Wonosari dengan jumlah peserta 70 orang dan narasumber dari JTTC UGM dan Diparbus Kab. Gunungkidul dengan anggaran sebesar Rp 6.840.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 5.115.000,- sehingga masih ada saldo Rp 1.725.000,- dengan capaian kinerja 125,22%. e. Program Pemantapan Pengelolaan Data dan Pendayagunaan Teknologi Informasi 1) 2006; Pembuatan 50 buku dan 4 CD berisi Data Base Kepariwisataan Gunungkidul dengan anggaran sebesar Rp 9.700.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 7.195.000,- sehingga masih ada saldo Rp 2.505.000,- dengan capaian kinerja 125,82%. 2) Kegiatan Monitoring dan Pendataan Benda Cagar Budaya; Telah dilaksanakan pada Triwulan III dan IV dengan output Buku Data Benda Cagar Budaya Kab. GK Tahun 2006 dengan anggaran sebesar Rp 6.667.500,telah direalisasikan keuangan Rp 6.667.500,- dengan capaian kinerja 100%. 3) Kegiatan Pendataan Seni; Meliputi seni budaya yang ada di 18 kecamatan dengan anggaran sebesar Rp 9.025.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 8.900.000,- sehingga masih ada saldo Rp 125.000,- dengan capaian kinerja 101,39%. f. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 1) Kegiatan Penyusunan Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dalam Rangka Pelaksanaan Tupoksi dan Kegiatan Dinas; Dengan anggaran sebesar Rp 18.360.000 telah direalisasikan keuangan Rp 16.290.000,- sehingga masih ada saldo Rp 2.070.000,- dengan capaian kinerja 111,27%. Kegiatan Pembuatan Database Kepariwisataan Gunungkidul Tahun

248

2)

Kegiatan Pengadaan Sarana Prasarana dan Fasilitas Kantor serta

Pengelolaan Ketatausahaan Dinas; untuk pengadaan sepeda motor 2 unit, komputer+printer 1 unit, almari brankas 1 unit, meja kursi tamu 1 unit, kursi rapat 25 buah, AC 1 unit, filing cabinet 3 unit, rak cabinet 1 unit dan kursi putar 5 unit dengan anggaran sebesar Rp 74.027.500,- telah direalisasikan keuangan Rp 70.077.500,sehingga masih ada saldo Rp 3.950.000,- dengan capaian kinerja 105,34%. 3) Kegiatan Penyusunan Produk Hukum Pariwisata; Telah menghasilkan draft Perubahan Atas Perda Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2000 dan Nomor 8 Tahun 2000 dengan anggaran sebesar Rp 13.840.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 9.061.525,- sehingga masih ada saldo Rp 4.778.475,- dengan capaian kinerja 134,53%. g. Program Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya 1) Kegiatan Pembinaan Seni dan Upacara Adat; Pembinaan grup karawitan Jumat Legen dengan anggaran sebesar Rp 29.085.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 28.090.000,- sehingga masih ada saldo Rp 995.000,- dengan capaian kinerja 103,43%. Ditambah dana 2) stimulan sebesar Rp 29.800.000,yang telah direalisasikan Rp 28.800.000,- sehingga saldo sebesar Rp 1.000.000,Kegiatan Festival/ Lomba Seni dan Budaya; Kegiatan ini dilaksanakan dengan anggaran Rp 68.415.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 64.646.000,- sehingga masih ada saldo Rp 3.769.000,- dengan capaian kinerja 105,51%. Ditambah dana stimulan sebesar Rp 73.825.000,- dengan realisasi Rp 55.825.000,- sehingga saldo Rp 18.000.000,- yang laporannya ke Bag. Keuangan Setda Kab. Gunungkidul. 3) Kegiatan Pelestarian Benda Cagar Budaya; Meliputi kegiatan Sosialisasi Perundang-undangan Benda Cagar Budaya (BCB) yaitu UU No. 5 Tahun 1992 dengan tema BCB sebagai Jejak Peninggalan Masa Lalu yang dilaksanakan di Kec. Playen tanggal 28 Oktober 2006 dan Kec. Semanu tanggal 2 Desember 2006 dengan jumlah peserta masing-masing 100 orang dan dengan narasumber dari Museum Sonobudoyo, Museum Benteng Vredeburg dan Fakultas Ilmu Budaya UGM (Jurusan Arkeologi) dengan anggaran sebesar Rp 7.400.000,- telah direalisasikan keuangan Rp 1.650.000,- sehingga masih ada saldo Rp 5.750.000,- dengan capaian kinerja 122,30%.

249

3. Permasalahan dan Solusi Dalam rangka kegiatan di bidang Pariwisata, sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2006 tidak terlepas adanya beberapa kendala yang terkait dengan lintas sektoral maupun dikarenakan adanya keterbatasan internal serta fenomena alam yang tidak dapat diduga. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: a. Bencana alam gempa bumi yang melanda D.I.Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah serta isu tsunami yang mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata. b. Kondisi jalan menuju hampir semua obyek wisata yang ada masih belum memadai dan terlalu sempit dan setiap musim ramai pengunjung masih sering terjadi kemacetan lalu-lintas terutama di Baron. c. Sistem pemasaran produk wisata dirasa masih lemah dan terkendala tiadanya sarana promosi yang memenuhi syarat dan mengikuti perkembangan teknologi baik SDM maupun perangkat/ peralatannya, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas promosi. d. Kondisi obyek wisata pantai sebagai obyek wisata andalan, sebagian besar sama yaitu belum terkendalinya pertumbuhan bangunan liar yang tidak sesuai dengan tata ruang yang ada serta mengganggu kenyamanan wisatawan. e. f. g. Lemahnya penegakan Peraturan Daerah oleh aparat pemerintah, Adanya pola sikap pelaku wisata yang kurang mendukung Masih terbatasnya fasilitas obyek wisata yang belum memadai antara sehingga kawasan obyek wisata berkembang kurang terkendali. pengembangan pariwisata. lain: areal parkir, tempat ibadah, MCK dan kios cinderamata/cinderarasa serta terbatasnya jaringan listrik dan sarana komunikasi. Upaya mengatasi permasalahan, dengan menggerakkan sarana serta sumber daya manusia yang ada dengan se-optimal mungkin dan meningkatkan koordinasi dengan stake holder dan dinas instansi terkait. Di samping itu juga mengefektifkan promosi dan menjalin kerja sama (komitmen) dengan pelaku wisata baik lokal maupun luar daerah.

250

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->