P. 1
BAB IV Urusan Wajib Dan Pilihan 2009 Print

BAB IV Urusan Wajib Dan Pilihan 2009 Print

|Views: 1,021|Likes:
Published by ideajogja

More info:

Published by: ideajogja on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

Pasal 11 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan bahwa “penyelenggaraan urusan pemerintahan dibagi berdasarkan kriteria eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi dengan memperhatikan keserasian hubungan antar susunan pemerintahan”. Urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban setiap tingkatan dan/atau susunan pemerintahan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut yang menjadi kewenangannya dalam rangka melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat. Penyelenggaraan desentralisasi sebagai salah satu asas mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah mensyaratkan pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah dengan pemerintahan daerah. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota telah ditentukan urusan pemerintahan mana yang menjadi kewenangan mutlak Pemerintah dan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi serta pemerintahan daerah kabupaten/kota. Urusan pemerintahan terdiri dari urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah dan urusan pemerintahan yang dikelola secara bersama antar tingkatan dan susunan pemerintahan atau konkuren. Urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah adalah urusan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan, keamanan, moneter dan fiskal nasional, yustisi, dan agama. Urusan pemerintahan yang dapat dikelola secara bersama antar tingkatan dan susunan pemerintahan atau konkuren adalah urusan-urusan pemerintahan selain urusan pemerintahan yang sepenuhnya menjadi urusan Pemerintah, sehingga dalam setiap bidang urusan pemerintahan yang bersifat konkuren senantiasa terdapat bagian urusan yang menjadi kewenangan pemerintah, pemerintahan daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota. Urusan yang menjadi kewenangan daerah terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Urusan wajib terdiri dari 26 urusan pemerintahan daerah dan urusan pilihan berjumlah 8 urusan pemerintahan daerah. Urusan pemerintahan wajib adalah urusan pemerintahan yang wajib diselenggarakan oleh pemerintahan daerah yang terkait dengan pelayanan dasar (basic services) bagi masyarakat, seperti pendidikan dasar, kesehatan, lingkungan hidup, perhubungan, kependudukan dan sebagainya. Penyelenggaraan urusan wajib harus

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

72

berpedoman kepada standar pelayanan minimal (SPM) yang ditetapkan Pemerintah dan dilaksanakan secara bertahap. Urusan pemerintahan yang bersifat pilihan adalah urusan pemerintahan yang diprioritaskan oleh pemerintahan daerah untuk diselenggarakan yang terkait dengan upaya pengembangan potensi unggulan (core competence) yang menjadi kekhususan daerah. Sejalan dengan ketentuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintahan Daerah. Ada 26 urusan pemerintahan wajib dan 8 urusan pilihan di Kabupaten Gunungkidul. Urusan pemerintahan daerah tersebut harus diwadahi dalam kelembagaan perangkat daerah. Urusan pemerintahan wajib dan pilihan menjadi dasar penyusunan susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah. Namun tidak berarti bahwa setiap penanganan urusan pemerintahan harus dibentuk ke dalam organisasi tersendiri. Dasar utama penyusunan perangkat daerah dalam bentuk suatu organisasi adalah adanya urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Untuk itu pembentukan kelembagaan perangkat daerah di Kabupaten Gunungkidul harus mampu menjamin terselenggaranya pelayanan dasar (urusan wajib) dan pengembangan potensi unggulan (urusan pilihan) sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah. Dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Pemerintah Daerah, maka Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dinyatakan tidak berlaku lagi. Konsekuensinya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul harus menindaklanjuti dengan menata kembali kelembagaan perangkat daerah yang sudah terbentuk dan pada tahun 2008 telah ditetapkan beberapa Peraturan Daerah tentang Kelembagaan Perangkat Daerah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007. Namun baru pada bulan Januari 2009 kelembagaan perangkat daerah yang baru tersebut berlaku secara efektif yang ditandai dengan penataan dan pengisian jabatan struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kewenangan daerah yang terdiri dari 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan yang menjadi urusan pemerintahan daerah Kabupaten Gunungkidul dan organisasi perangkat daerah di Kabupaten Gunungkidul sebagai pelaksananya dapat dilihat sebagai berikut : Tabel. 4.1. Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Gunungkidul Sebagai Pelaksana Urusan Pemerintahan Daerah
NO URUSAN PEMERINTAHAN Wajib (W) Bidang : SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009

1

Pendidikan

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga

Dinas Pendidikan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

73

NO

URUSAN PEMERINTAHAN

SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG

SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009

2 3

Kepemudaan & OR Kesehatan Dinas Kesehatan, RSUD 2000 : Dinas Kesehatan; RSUD 2006 : Dinas Kesehatan dan KB; RSUD Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

4 5 6 7 8 9 10 11

Lingkungan Hidup Pekerjaan Umum Perumahan Perencanaan Pemb. Penataan Ruang Statistik Penanaman Modal Koperasi dan UKM

Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Bagian Administrasi Perekonomian Setda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan

12 13 14 15

Kependudukan dan Catatan Sipil Ketenagakerjaan Sosial Ketahanan Pangan

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Badan Pemberdayaan Masy, Perlindungan Perempuan, dan KB

2006 : Bagian Kerja Sama dan Investasi Setda 2000 : Dinas Perekonomian 2006 : Dinas Perekonomian, Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi 2000 : Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2006 : Kantor Penyuluhan Pertanian Daerah Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat 2005 : Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil 2006 : Dinas Kesehatan dan KB

16

17

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KB dan KS

18 19 20 21

Pemberdayaan Masy. dan Desa Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pertanahan

Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan Setda Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat, dan Penanggulangan Bencana Sekretariat Daerah

Dinas Perhubungan Kantor Informasi dan Komunikasi Bagian Pemerintahan Umum Setda Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat

22

Kesatuan Bangsa dan Politik DN

23

Otonomi daerah, pemerintahan umum,

- Sekretariat Daerah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

74

NO

URUSAN PEMERINTAHAN

SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG

SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009

administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan Kepegawaian Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kantor Pelayanan Terpadu - Sekretariat DPRD - Badan Pengawasan Daerah Badan Kepegawaian Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah

-

-

-

24 25

Kebudayaan Kearsipan

Satpol Pamong Praja - Kecamatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah -

Kantor Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Satpol Pamong Praja - Kecamatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah -

26 1

Perpustakaan
Pilihan (P) Bidang :

Kelautan dan Perikanan Pertanian

Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Peternakan

2

3 4 Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Pariwisata Industri

2000 : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Peternakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan 2006 : Kantor Pertambangan dan Energi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan 2000 : Dinas Perekonomian 2006 : Dinas Perekonomian, Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi 2005 : Dinas Perekonomian 2006 : Dinas Perekonomian, Perindustrian,

5 6

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan

7

Perdagangan

- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

75

NO

URUSAN PEMERINTAHAN

SKPD PELAKSANA TAHUN 2009 S/D SEKARANG

SKPD PELAKSANA SEBELUM TAHUN 2009

- Kantor Pengelolaan Pasar 8 Ketransmigrasian Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi

Perdagangan, dan Koperasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Dari tabel di atas terlihat bahwa kelembagaan perangkat daerah Kabupaten Gunungkidul sebagai pelaksana urusan pemerintahan wajib dan pilihan terdiri atas : Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Gunungkidul, 13 dinas daerah, lembaga teknis daerah berbentuk 1 Inspektorat Daerah, 5 badan, 4 kantor, dan Satuan Polisi Pamong Praja serta RSUD Wonosari. Alokasi anggaran daerah dalam rangka pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009 dan telah diadakan perubahan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 6 Tahun 2009 tentang Perubahan APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009. Ada 5 (lima) program pendukung yang terdapat di setiap SKPD yaitu : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran; 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur; 4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan; 5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Walaupun tetap dihitung dalam alokasi APBD untuk setiap urusan pemerintahan daerah, namun uraian program dan kegiatan yang berkaitan dengan kelima program pendukung tersebut di atas tidak dimasukkan dalam penjelasan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2009. Adapun pelaksanaan urusan pemerintahan daerah Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 berikut uraian program dan kegiatan, realisasi pelaksanaan program dan kegiatan serta permasalahan dan solusi selengkapnya adalah sebagai berikut : A. URUSAN WAJIB 1. BIDANG PENDIDIKAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang pendidikan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Selain urusan wajib bidang pendidikan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga juga melaksanakan urusan wajib bidang kepemudaan dan olahraga. Dengan demikian Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga menjadi SKPD yang melaksanakan 2 (dua)
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 76

urusan wajib. Urusan pemerintahan wajib bidang pendidikan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan dukungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di 18 kecamatan, 59 UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP), 11 UPT Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) dan 13 UPT Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK), UPT Sanggar Kegiatan Belajar, dan Kelompok Jabatan Fungsional. Penyelenggaraan pendidikan di era otonomi daerah menjadi urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Pembangunan bidang pendidikan ditempuh baik melalui jenjang pendidikan formal maupun non formal. Tujuan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di bidang pendidikan adalah sebagai berikut : 1) Mewujudkan masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang berpendidikan sehingga mampu berkompetisi dalam tatanan kehidupan bangsa yang maju. 2) Mewujudkan pemerataan pendidikan di berbagai jenis dan jenjang pendidikan, khususnya pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar) Dikdas melalui peningkatan mutu layanan pendidikan. 3) Meningkatkan sarana dan prasaran pendidikan. 4) Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional bagi tenaga kependidikan. 5) Meningkatkan mutu pendidikan baik pada pendidikan sekolah maupun luar sekolah. 6) Mewujudkan generasi muda yang berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan/teknologi dan siap meneruskan estafet pembangunan. Sedangkan sasaran bidang pendidikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah : 1) Terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Gunungkidul melalui pendidikan sekolah/luar sekolah. 2) Terwujudnya angka partisipasi yang lebih tinggi di semua jenjang dan jenis pendidikan. 3) Tersedianya memadai. 4) Terwujudnya generasi muda yang berkualitas. sarana dan prasarana pendidikan yang

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

77

5) Terwujudnya

peran

aktif

pemuda

sebagai

subyek

pembangunan daerah. Untuk tercapainya tujuan dan sasaran di atas, ditempuh melalui berbagai kebijakan bidang pendidikan di Kabupaten Gunungkidul dengan : 1) Memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi semua anggota masyarakat. 2) Meningkatkan kemampuan akademik dan profesionalisme serta jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan. 3) Menyempurnakan sistem pendidikan. 4) Memberdayakan tenaga pendidik. 5) Pemantapan pengelolaan manajemen sekolah. 6) Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidikan. 7) Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Guna mendukung kebijakan bidang pendidikan di Kabupaten Gunungkidul, program dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul secara umum diarahkan kepada tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai melalui pembangunan gedung sekolah, pembangunan laboratorium dan ruang praktikum, rehabilitasi gedung sekolah, pemeliharaan rutin, pengadaan bukubuku dan alat tulis siswa, pengadaan alat praktik dan peraga siswa, pengadaan mebelair sekolah, pengadaan perlengkapan sekolah serta mempertahankan angka partisipasi yang lebih tinggi disemua jenjang dan jenis sekolah. Adapun program dan kegiatan di bidang pendidikan terdiri dari 6 program dan 76 kegiatan yaitu : a. Program Pendidikan Anak Usia Dini, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan gedung sekolah. 2) Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa. 3) Pengadaan alat praktik dan peraga siswa. 4) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair sekolah. 5) Pelatihan kompetensi tenaga pendidik. 6) Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 7) Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini. b. Program Wajib Belajar pendidikan dasar 9 Tahun, meliputi kegiatankegiatan : 1) Pembangunan gedung sekolah. 2) Pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 78

3) Pembangunan perpustakaan sekolah. 4) Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya. 5) Pembangunan sarana air bersih dan sanitasy. 6) Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa. 7) Pengadaan alat praktik dan peraga siswa. 8) Pengadaan mebelair sekolah. 9) Pengadaan perlengkapan sekolah. 10) Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah. 11) Pemeliharaan rutin/berkala ruang kelas sekolah. 12) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana olahraga. 13) Pemeliharaan rutin/berkala taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir. 14) Pemeliharaan rutin/berkala ruang unit kesehatan sekolah. 15) Pemeliharaan rutin/berkala ruang ibadah. 16) Pemeliharaan rutin/berkala perpustakaan sekolah. 17) Pemeliharaan rutin/berkala alat praktik dan peraga siswa. 18) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair sekolah. 19) Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah. 20) Rehabilitasi sedang/berat taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir. 21) Pelatihan kompetensi tenaga pendidik. 22) Pelatihan kompetensi siswa berprestasi. 23) Pelatihan penyusunan kurikulum. 24) Penyediaan buku pelajaran SD/MI/SDLB dan SMP/MTs. 25) Penyediaan dana pengembangan sekolah untuk SD/MI, SMP/MTs. 26) Penyelenggaraan Paket A setara SD 27) Penyelenggaraan Paket B setara SMP 28) Pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah dengan penerapan manajemen. 29) Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa. 30) Pengembangan Comprehensive Teaching And Learning (CTL). 31) Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar. 32) Penyelenggaraan akreditasi sekolah dasar. 33) Penyediaan dana pembangunan untuk SD/MI. c. Program Pendidikan Menengah, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan gedung sekolah. 2) Pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir 3) Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 79

4) Pembangunan sarana air bersih dan sanitasy. 5) Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa. 6) Pengadaan alat praktek dan peraga siswa. 7) Pengadaan mebelair sekolah. 8) Pemeliharaan rutin/berkala bangunan sekolah. 9) Pemeliharaan rutin/berkala taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir. 10) Pemeliharaan rutin/berkala perpustakaan sekolah. 11) Pemeliharaan rutin/berkala alat praktek dan peraga siswa. 12) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair sekolah. 13) Pelatihan kompetensi tenaga pendidik. 14) Pengembangan alternatif layanan pendidikan menengah. 15) Penyelenggaraan paket C setara SMU. 16) Peningkatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri 17) Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan menengah. 18) Penyelenggaraan akreditasi sekolah menengah. d. Program Pendidikan Non Formal, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pemberdayaan tenaga pendidik non formal. 2) Pemberian bantuan operasional pendidikan non formal. 3) Pembinaan pendidikan kursus dan kelembagaan. 4) Pengembangan pendidikan keaksaraan. 5) Pengembangan pendidikan kecakapan hidup. 6) Pengembangan data dan informasi pendidikan non formal. 7) Pengembangan kurikulum, bahan ajar dan model pembelajaran pendidikan non formal. 8) Publikasi dan Sosialisasi pendidikan non formal. e. Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pelaksanaan sertifikasi pendidik. 2) Pembinaan kelompok kerja guru (KKG) 3) Pengembangan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. 4) Pengembangan sistem penghargaan dan perlindungan terhadap profesi pendidik. f. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pelaksanaan evaluasi hasil kinerja pendidikan. 2) Pelaksanaan kerja sama secara kelembagaan di bidang pendidikan.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 80

3) Sosialisasi dan advokasi berbagai peraturan pemerintah di bidang pendidikan. 4) Pembinaan Dewan Pendidikan. 5) Penerapan sistem dan informasi manajemen pendidikan. 6) Penyelenggaraan pelatihan, seminar, lokakarya, dan diskusi ilmiah. 7) Peningkatan kapasitas SDM. b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2009 mendapatkan alokasi dana APBD sebesar Rp. 400.377.875.809,83 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp. 321.918.500.959,83 dan belanja langsung sebesar Rp. 78.459.374.850 , terdiri dari belanja pendukung untuk program yang seragam sebesar Rp. 17.849.562.145,- dan belanja program dan kegiatan bidang pendidikan sebesar Rp. 59.338.495.205,-. Dari alokasi dana APBD untuk belanja langsung bidang pendidikan sebesar Rp.59.338.495.205,- tercapai realisasi keuangan sebesar Rp. 58.255.364.995 (98,17%), sehingga ada efisiensi anggaran Rp 1.083.130.210.,- atau 1,83%. Efisiensi anggaran dapat dilakukan karena : 1) Anggaran makan minum rapat ada yang tidak dilaksanakan. 2) Anggaran SPPD sebagian tidak dilaksanakan 3) Terjadi duplikasi anggaran dari stimulan. 4) Anggaran RSBI SD Wonosari I tidak dilaksanakan karena masuk Anggaran Perubahan sehingga tidak dimungkinkan untuk dilaksanakan 5) Sisa Lelang. 6) Kuota dana pendampingan dari propinsi tidak sama dengan anggaran pendidikan. Secara umum, nilai capaian akhir dari program dalam bidang pendidikan adalah sebesar 95,99 %. Meskipun demikian masih banyak yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatan capaian akhir program sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2009 menetapkan 6 program di bidang pendidikan yang dijabarkan dalam 76 kegiatan, yaitu : a. Program 1) Pembangunan gedung sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 170.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 160.720.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,35%. Output kegiatan berupa terbangunnya 2 gedung sekolah TK. Realisasi Pendidikan Anak Usia Dini, dengan kegiatan-kegiatan :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

81

fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 12.334.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.250.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 83,10%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan KBM sesuai rencana. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Pengadaan alat praktek dan peraga siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 28.511.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 15.100.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 52,96%. Output kegiatan berupa alat peraga siswa untuk 1 sekolah. Realisasi fisik kegiatan mencapai 99,10%. 4) Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.500.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa peralatan memadai dan terawat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 5) Pelatihan kompetensi tenaga pendidik. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 47.505.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 38.786.250,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 81,65%. Output kegiatan berupa terlatihnya kompetensi 180 tenaga pendidik PAUD. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 6) Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 16.475.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 15.095.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91,62%. Output kegiatan berupa meningkatnya pembinaan PAUD, menambah sarana alat Edukatif, Meningkatnya layanan PAUD. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 7) Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 36.090.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 31.800.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88,11%. Output kegiatan berupa terlayaninya kebutuhan pendidikan bagi anak Hasil dari kegiatan ini kemajuan lembaga PAUD di 20 desa. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. b. Program Wajib Belajar pendidikan dasar 9 Tahun, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan gedung sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 404.750.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 271.043.890,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 66,97%. Output kegiatan berupa terbangunnya gedung dan pintu masuk

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

82

halaman sekolah. Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya kegiatan belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 99,10%. 2) Pembangunan sarana dan prasarana olahraga Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 8.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.500.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa jasa yang dipakai, Hasil dari kegiatan berupa lapangan volly yang memadai . Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pembangunan perpustakaan sekolah Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 744.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 704.060.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,52%. Output kegiatan berupa terbangunnya ruang perpustakaan SD, Hasil dari kegiatan berupa terpenuhinya ruang perpustakaan SD untuk pendampingan rintisan SD Standar Nasional. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 5.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.500.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 90,00%. Output kegiatan berupa tercukupinya sarana kegiatan di sekolah untuk memperlancar proses belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 16.560.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 16.549.00,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,93%. Output kegiatan berupa tercukupinya sarana kegiatan di sekolah untuk memperlancar proses belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 717.238.205,- dan terealisasi sebesar Rp. 694.391.005,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,81%. Output kegiatan berupa pembelian alat tulis dan buku pendukung untuk keg. KBM. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Pengadaan alat praktek dan peraga siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 282.628.650,- dan terealisasi sebesar Rp. 267.434.750,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,62%. Output kegiatan berupa terpenuhinya peralatan praktek dan peraga siswa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 8) Pengadaan mebelair sekolah.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

83

Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 135.675.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 133.114.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,11%. Output kegiatan berupa terpenuhinya mebelair untuk 4 SMP. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 9) Pengadaan perlengkapan sekolah Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 11.275.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 11.270.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,96%. Output kegiatan berupa tersedianya perlengkapan sekolah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 10) Pemeilharaan rutin / berkala bangunan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 138.400.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 137.307.043,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,21%. Output kegiatan berupa terciptanya suasana belajar yang kondusif. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 11) Pemeliharaan rutin / berkala ruang kelas sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 19.050.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 16.017.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 84,08%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 12) Pemeliharaan rutin / berkala sarana prasarana olahraga. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 3.800.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 3.800.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa tersedianya pemeliharaan lapangan bulutangkis dan lapangan volly. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 13) Pemeliharaan rutin/berkala taman,lapangan upacara dan parkir. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 14.550.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 14.550.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa tersedianya bangunan tempat parkir dan taman. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100 %. 14) Pemeliharaan rutin/berkala ruang unit kesehatan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 5.190.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.690.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 90,37%. Output kegiatan berupa terpeliharanya ruang unit kesehatan sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 15) Pemeliharaan rutin/berkala ruang ibadah.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

84

Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 4.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terpeliharanya ruang ibadah untuk memperlancar pendidikan bidang keagamaan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 16) Pemeliharaan rutin/berkala perpustakaan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 11.710.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 11.710.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terpeliharanya perpustakaan sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 17) Pemeliharaan rutin/berkala alat praktek dan peraga siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 15.750.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 12.750.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 80,95%. Output kegiatan berupa terpeliharanya alat praktek dan peraga untuk memperlancar praktikum siswa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 18) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 31.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 28.348.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 89%. Output kegiatan berupa terpeliharanya mebelair sekolah untuk mendukung belajar mengajar siswa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 19) Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 498.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 489.272.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,18%. Output kegiatan berupa direhabnya bangunan sekolah yang rusak untuk meningkatkan kenyamanan belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 20) Rehabilitasi sedang/berat taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 5.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa direhabnya fasilitas pendukung sekolah untuk peningkatan suasana belajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

85

21) Pelatihan kompetensi tenaga pendidik. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 216.655.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 197.862.300,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91,33%. Output kegiatan berupa tercapainya tenaga pendidik yang terlatih. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 22) Pelatihan kompetensi siswa berprestasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 23.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 19.950.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 86,18%. Output kegiatan berupa terpilihnya peserta Olimpiade Sains dan MIPA mewakili Kabupaten. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 23) Pelatihan Penyusunan Kurikulum.. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 19.675.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 14.659.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 74,51%. Output kegiatan kurikulum dipahami oleh guru untuk penyusunan kurikulum secara mandiri. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 24) Penyediaan buku pelajaran SD/MI/SDLB dan SMP/MTs. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 15.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 15.500.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan terpenuhinya buku pelajaran SD/MI/SDLB dan SMP/MTs untuk meningkatkan mutu pendidikan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 25) Penyediaan dana Pengembangan sekolah SD/MI, SMP/MTs. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 50.650.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 26.750.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 52,83%. Output kegiatan berupa terlaksananya program BOS untuk SD/MI, SMP/MTs. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 26) Penyelenggaraan paket A setara SD. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 58.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 58.275.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,87%. Output kegiatan berupa Terlaksanya pendidikan kesetaraan di masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 27) Penyelenggaraan paket B setara SMP. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 510.090.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 498.814.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

86

97,79%. Output kegiatan berupa terlaksananya pendidikan kesetaraan di masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 28) Pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah dengan penerapan manajemen berbasis sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 33.697.500,- dan terealisasi sebesar Rp. 28.736.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 85,28%. Output kegiatan berupa kinerja MGMP dan kinerja kepala sekolah berjalan baik. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 29) Pembinaan minat, bakat dan kreativitas siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 78.485.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 59.645.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 76%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pembinaan lomba-lomba TK, SD dan SMP untuk mewakili kabupaten yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 30) Pengembangan Comprehensive Teaching and Learning (CTL). Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 10.125.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.125.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa pembelajaran menggunakan metode CTL berjalan lancar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 31) Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 182.440.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 170.150.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 93,26%. Output kegiatan berupa terselenggaranya sosialisasi pendidikan, dan tersusunnya kalender pendidikan, raport dan buku induk siswa. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 32) Penyelenggaraan akreditasi sekolah dasar. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 29.180.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 28.920.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,11%. Output kegiatan berupa terakreditasinya sekolah untuk menentukan peringkat sekolah dan manajemen pengelolaan sekolah. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 33) Penyediaan dana pembangunan untuk SD/MI. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 46.753.130.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 46.739.200.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 87

99,97%. Output kegiatan berupa terbangunnya gedung SD/MI. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. c. Program Pendidikan Menengah, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan gedung sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 495.650.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 358.054.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 72,24%. Output kegiatan berupa tersedianya sarana dan prasarana pendidikan. Hasil kegiatan berupa peningkatan sarana sekolah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 99,25%. 2) Pembangunan taman, lapangan upacara, dan fasilitas parkir. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 20.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 19.513.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,57%. Output kegiatan berupa tersedianya taman, lapangan upacara, dan tempat parkir kendaraan. Hasil dari kegiatan berupa meningkatkan kenyamanan dan kerapian sekolah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 10.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 9.950.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,50%. Output kegiatan berupa terlaksananya belajar mengajar dengan tingkat penerangan yang baik. Hasil dari kegiatan berupa proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Pembangunan sarana air bersih dan sanitasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 3.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 3.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terbangunnya sarana air bersih dan sanitasi yang memadai. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Pengadaan buku-buku dan alat tulis siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 392.487.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 384.149.800,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,88%. Output kegiatan berupa tercukupinya kebutuhan buku dan alat tulis siswa. Hasil dari kegiatan berupa siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan baik. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 6) Pengadaan alat praktek dan peraga siswa.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

88

Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.453.437.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.430.634.700,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,43%. Output kegiatan berupa terpenuhinya peralatan praktek siswa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Pengadaan mebelair sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 97.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 95.470.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,27%. Output kegiatan berupa terpenuhinya mebelair untuk 4 SMP. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 8) Pemeilharaan rutin / berkala bangunan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 66.152.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 58.873.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 89%. Output kegiatan berupa terciptanya bangunan sekolah yang memadai. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 9) Pemeliharaan rutin/berkala taman, lapangan upacara, dan parkir. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 9.995.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 7.239.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 72,43%. Output kegiatan berupa terpeliharanya taman, lapangan upacara, dan bangunan tempat parkir. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 10) Pemeliharaan rutin/berkala perpustakaan sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa perpustakaan sekolah yang memenuhi standar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 11) Pemeliharaan rutin/berkala alat praktek dan peraga siswa. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 27.800.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 26.293.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,58%. Output kegiatan berupa terpeliharanya alat praktek dan peraga siswa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 12) Pemeliharaan rutin/berkala mebelair sekolah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 3.300.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 3.300.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terpeliharanya mebelair sekolah untuk mendukung belajar mengajar siswa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

89

13) Pelatihan kompetensi tenaga pendidik. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 62.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 52.817.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 84,71%. Output kegiatan berupa Kegiatan pelatihan tenaga pendidik yang terlatih. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 14) Pengembangan alternatif pelayanan pendidikan menengah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 12.100.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 9.500.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 78,51%. Output kegiatan berupa terlaksanya pendidikan murah untuk SMU/SMK/MA. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 15) Penyelenggaraan paket C setara SMU Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 521.240.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 509.205.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,69%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pendidikan kesetaraan tingkat SMU. Hasil dari kegiatan berupa meningkatkan mutu SDM bagi masyarakat yang putus sekolah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 16) Peningkatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 8.175.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.175.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa kerja sama antara sekolah dengan DUDI terjalin dengan baik. Hasil dari kegiatan berupa meningkatkan kerja sama secara menyeluruh. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 17) Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan menengah Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 148.480.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 142.848.800,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,21%. Output kegiatan berupa terselenggaranya berbagai macam lomba pendidikan menengah di tingkat Kabupaten. Hasil dari kegiatan berupa menghasilkan kontingen terbaik tingkat Kabupaten sebagai wakil ditingkat propinsi, sosialisasi KTSP dan PPDB. kegiatan sebesar 100%. 18) Penyelenggaraan akreditasi sekolah menengah Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 24.255.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 23.655.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,53%. Output kegiatan berupa terlaksananya program SSN, verifikasi
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 90

Realisasi tingkat capaian kinerja

program keahlian baru dan lanjutan, pendirian sekolah baru, verifikasi uji kompetensi. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100 %. d. Program Pendidikan Non Formal, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pemberdayaan tenaga pendidik non formal Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 18.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 17.450.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 92,57%. Output kegiatan berupa terlatihnya tenaga pendidikan PNF/ tutor. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Pemberian bantuan operasional pendidikan non formal. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 31.200.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 27.600.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88,46%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kegiatan pendidikan non formal di masyarakat di lembaga PKBM. Hasil kegiatan berupa meningkatnya taraf hidup masyarakat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Pembinaan pendidikan kursus dan kelembagaan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 64.555.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 64.400.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,76%. Output kegiatan berupa terlaksananya berbagai macam kegiatan masyarakat berupa tambahan ketrampilan/kursus. Hasil kegiatan berupa meningkatkan SDM yang berkualitas. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Pengembangan pendidikan keaksaraan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 726.505.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 690.405.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 95,03%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan pendidikan keaksaraan fungsional di masyarakat. Hasil kegiatan berupa meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Pengembangan pendidikan kecakapan hidup Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 117.875.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 101.927.775,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 86,47%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan belajar di UPT SKB. Hasil kegiatan berupa meningkatkan ketrampilan masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Pengembangan data dan informasi pendidikan non formal

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

91

Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 13.220.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.937.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 44,91%. Output kegiatan berupa sebagai pusat data kususnya pendidikan non formal. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Pengembangan kurikulum bahan ajar dan modul pembelajaran non formal Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 7.690.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.990.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 64,89%. Output kegiatan berupa terpenuhinya bahan belajar untuk kelompok belajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 8) Publikasi dan sosialisasi pendidikan non formal Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 36.080.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 35.950.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,64%. Output kegiatan berupa terpenuhinya penyelenggaraan publikasi dan sosialisasi PNF di masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pelaksanaan sertifikasi pendidik Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 23.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 23.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan sertifikasi tenaga pendidik. Hasil kegiatan berupa tenaga pendidik dapat mengikuti sertifikasi profesi dan meningkatkan mutu pendidik. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG) Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 39.125.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 38.525.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,47%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG) Guru TK dan SD. 100%. 3) Pengembangan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 7.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 7.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kompetensi guru TK SD. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

92

Output kegiatan berupa terlaksananya pengembangan mutu dan kualitas pendidik dan tenaga pendidik. sebesar 100%. 4) Pengembangan sistem penghargaan dan perlindungan terhadap profesi pendidik. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 47.230.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 46.480.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,41%. Output kegiatan berupa penghargaan kepada tenaga pendidik sesuai dengan pengabdiannya. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kinerja tenaga pendidik. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. f. Program Manajemen Pelayanan Pendidikan, meliputi kegiatan-kegiatan: 1) Pelaksanaan evaluasi hasil kinerja pendidikan Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 3.029.821.850,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.666.479.932,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88,01%. Output kegiatan berupa terlaksananya ulangan umum dan ujian dengan lancar. Hasil kegiatan berupa evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Pelaksanaan kerja sama secara kelembagaan di bidang pendidikan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 70.675.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 67.124.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,98%. Output kegiatan berupa guru dapat menyusun KTSP dengan benar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Sosialisasi dan advokasi berbagai peraturan pemerintah di bidang pendidikan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 40.550.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 26.910.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 66,36%. Output kegiatan berupa sekolah dapat melaksanakan pembelajaran model Seqip. Hasil kegiatan berupa meningkatnya mutu pendidikan khususnya bidang studi IPA/sains. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 4) Pembinaan Dewan Pendidikan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 17.400.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 16.040.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 92,18%. Output kegiatan berupa terlaksananya pembinaan komite sekolah oleh Dewan Pendidikan Kabupaten. Hasil kegiatan berupa diperolehnya masukan terhadap Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

93

kebijakan di bidang pendidikan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 5) Penerapan sistem dan informasi manajemen pendidikan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 174.720.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 156.815.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 89,75%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pendataan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan tersusunnya profil pendidikan kabupaten Gunungkidul. Hasil kegiatan berupa memudahkan melihat gambaran pendidikan kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 6) Penyelenggaraan pelatihan, seminar, dan lokakarya serta diskusi ilmiah tentang berbagai isu pendiddik Anggaran yang tersedia sebesar Rp.66.458.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 62.458.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 93,98%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kegiatan pengawas dan penilik dengan baik. Hasil kegiatan berupa meningkatkan pengetahuan ilmiah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 7) Peningkatan Kapasitas SDM Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 80.950.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 71.039.750,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 87,76%. Output kegiatan berupa terdidiknya tenaga administrasi pengelolaan keuangan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. c. Permasalahan dan Solusi Secara geografis wilayah Kabupaten Gunungkidul memiliki keadaan yang sangat berbeda di banding dengan daerah lain di Provinsi DIY. Wilayah Kabupaten Gunungkidul pada umumnya terdiri atas daerah perbukitan dan jarak antara desa satu dengan lainnya berjauhan dengan kondisi jalan yang sulit. Di samping kondisi jalan yang belum memadai, di beberapa wilayah perdesaan belum tersedia sarana transportasi umum. Adapun permasalahan di bidang pendidikan antara lain : 1) Cakupan pelayanan yang dibutuhkan semakin luas, di samping juga harus mempertimbangkan sebaran jumlah penduduk usia sekolah. 2) Kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan yang beragam. 3) Kualifikasi tenaga pendidik yang memenuhi persyaratan sebagai tenaga pendidik belum mencukupi. 4) Terbatasnya dunia usaha dan dunia industri untuk praktek lapangan. 5) Lulusan belum siap memasuki dan bersaing di pasar kerja.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

94

Dengan kondisi yang demikian, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah berusaha mengatasi kekurangan yang ada di bidang pendidikan dengan: 1) Perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu: a) Di jenjang Taman Kanak-kanak/Sekolah dasar : Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah). Memberikan subsidi bagi sekolah swasta. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu. Memberikan Bantuan Operasional Sekolah bagi jenjang SD. Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah). Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang kurang mampu. Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Memberikan Bantuan Operasional Sekolah b) Di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) :

c) Di jenjang Sekolah Menengah : Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah). Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu dengan mempertimbangkan siswa perempuan secara proporsional. Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Memberikan bantuan subsidi pendidikan murah

2) Meningkatkan kualitas manajemen penyelenggaraan pendidikan : a) TK/SD : Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menuju kemandirian sekolah. Melaksanakan penggabungan/Regrouping Sekolah Dasar untuk mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien. Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata pada sekolah negeri maupun swasta.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 95

-

Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. Melaksanakan Demokratisasi Pendidikan dan Desentralisasi Pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. Efektifitas dan efisiensi organisasi/ lembaga Sekolah diwujudkan dan dilengkapi dengan Struktur, Jabatan, Fungsional dan Tupoksi. Sistem alternatif dikembangkan untuk mendorong kompetisi antar lembaga dan personil secara dekat untuk meningkatkan mutu pendidikan. Untuk peningkatan kinerja diberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat. Melaksanakan pengadaan dan perawatan (Sarana, Prasarana, Buku, Alat, Media Pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM.

b) SLTP : Mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien dengan melengkapi struktur dan jabatan fungsional dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya. Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan kemandirian sekolah secara bertahap. Mengembangkan sistem insentif yang mampu mendorong komptisi secara sehat antara lembaga dan personil guna peningkatan mutu pendidikan. Memberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat dan kerjasama dengan lembaga profesional untuk peningkatan kinerja. Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun swasta. Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. Melaksanakan demokratisasi pendidikan dan desentralisasi pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. c) Sekolah Menengah (SM) : Mewujudkan organisasi/lembaga sekolah yang efektif dan efisien dengan melengkapi struktur dan jabatan fungsional dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya. Mengembangkan manajemen berbasis sekolah (SBM) untuk meningkatkan
96

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

kemandirian sekolah secara bertahap. Mengembangkan sistem insentif yang mampu mendorong kompetisi secara sehat antara lembaga dan personil guna peningkatan mutu pendidikan. Memberdayakan lembaga dan personil pendidikan melalui diklat dan kerjasama dengan lembaga profesional untuk peningkatan kinerja. Meningkatkan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra pemerintah yang serasi dalam pembinaan pendidikan. Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik sekolah negeri maupun swasta. Merintis pembentukan Badan Akreditasi dan Sertifikasi Lembaga dan Tenaga Kependidikan. Melaksanakan demokratisasi pendidikan dan desentralisasi pendidikan secara bertahap dengan pembentukan Komite Sekolah. Meninjau kembali semua produk hukum di bidang pendidikan yang tidak sesuai dengan arah dan tuntutan pembangunan pendidikan. 3) Perluasan dan Pemerataan Kesempatan memperoleh peningkatan mutu guru dan Kepala Sekolah. TK/SD : Melaksanakan penyetaraan guru SD lulusan SPG ke D II, S1. Melaksanakan penataran guru bidang studi. Melaksanakan penataran manajemen KS.

4) Meningkatkan kualitas dan relevansi pandidikan : a) Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Menerapkan kurikulum untuk memenuhi tuntutan. Mengembangkan program-program ketrampilan/life skill pada SMP sesuai dengan potensi setempat. Meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar para lulusan mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara-negara lain/maju. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas PBM melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian input, proses dan output, outcome pendidikan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian mutu pendidikan. Meningkatkan kempuan profesional guru/ tenaga kependidikan lainnya melalui MGMP, MKKS, Workshop, seminar, lokakarya, diklat, melalui akreditasi, sertifikasi serta penyempurnaan penilaian angka kredit guru untuk peningkatan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 97

karier guru. Mengadakan berbagai lomba (karya ilmiah, bidang studi, seni, olahraga, dll dengan standar Nasional atau internasional) bagi guru, tenaga kependidikan serta peserta didik sebagai wahana pengembangan bakat dan potensi SDM saat ini atau dimasa mendatang. Melaksanakan pengadaan dan perawatan (sarana-prasarana, buku, alat, media pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

98

b) Sekolah Menengah : Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah. Menerapkan kurikulum berbasis kompetensi pada SMK untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan DU/DI. Mengadakan kerjasama dengan DU/DI untuk mengembangkan materi, proses dan evaluasi hasil belajar. Mengembangkan program-program ketrampilan/life skill pada SMU sesuai dengan potensi setempat atau tuntutan dunia kerja. Meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar para lulusan mampu berkompetisi dengan lulusan dari negara-negara lain/maju. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas PBM melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian input, proses dan output, outcome pendidikan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian mutu pendidikan. Meningkatkan kemampuan profesional guru/tenaga kependidikan lainnya melalui MGMP, MKKS, Work-Shop, seminar, lokakarya, diklat, melalui akreditasi, sertifikasi serta penyempurnaan penilaian angka kredit guru untuk peningkatan karier guru. Mengadakan berbagai lomba (karya ilmiah, bidang studi, seni, olah raga, dll dengan standar Nasional atau internasional) bagi guru, tenaga kependidikan serta peserta didik sebagai wahana pengembangan bakat dan potensi SDM saat ini atau dimasa mendatang. Melaksanakan pengadaan dan perawatan (sarana-prasarana, buku, alat, media pendidikan) untuk sekolah negeri/swasta secara bertahap sehingga memenuhi SPM. 5) Meningkatkan ketaqwaan dan keimanan siswa. Mengadakan lomba pendidikan keagamaan bagi Sekolah Umum. Pesantren Kilat.

6) Meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang kurang beruntung mengikuti pendidikan sekolah. Pemantapan Program PLS : KPA Fungsional Paket B Setara SMP Rintisan Kejar Paket C

7) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pengetahuan dan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 99

bekal ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan warga belajar. Kejar Belajar Usaha (KBU) Beasiswa Kursus dan Kursus Masuk Desa Mengembangkan PKBM dan mitra kerja. Pengembangan dan pemantapan JBM Pengembangan dan pemantapan Perpustakaan Desa. Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah). Memberikan subsidi bagi sekolah swasta. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu. Memberikan beasiswa pada siswa dari keluarga tidak mampu. Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah) Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang kurang mampu. Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Memberikan alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat kurang beruntung (cacat, ekonomi lemah) Memberikan subsidi bagi sekolah swasta, khususnya yang ekonomi masyarakatnya lemah. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan dari keluarga yang tidak mampu dengan mempertimbangkan siswa perempuan secara proporsional. Memberikan beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. c) Sekolah Menengah (SM) : b) Sekolah Menengah Pertama (SMP) :

a) TK/SD :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

100

2. BIDANG KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang kepemudaan dan olah raga di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan dukungan Sekolah Dasar (SD) di 18 kecamatan, 59 UPT Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP), 11 UPT Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) dan 13 UPT Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK), UPT Sanggar Kegiatan Belajar, dan Kelompok Jabatan Fungsional. Penyelenggaraan kepemudaan dan olah raga di era otonomi daerah menjadi urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Pembangunan bidang kepemudaan dan olah raga ditempuh baik melalui jalur formal (lembaga pendidikan) maupun non formal. Tujuan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di bidang kepemudaan dan olah raga adalah sebagai berikut : 1) Mewujudkan generasi muda yang berwawasan kebangsaan, sehat jasmani dan rohani dan siap meneruskan estafet pembangunan. 2) Mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani dengan tekad memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakt. Sedangkan sasaran bidang kepemudaan dan olah raga Pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah : 1) Terwujudnya generasi muda yang berkualitas. 2) Terwujudnya peran aktif pemuda sebagai subyek pembangunan daerah. 3) Terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. 4) Terwujudnya pengembangan prestasi atlet olah raga. Untuk tercapainya tujuan dan sasaran di atas, ditempuhlah kebijakan bidang kepemudaan dan olah raga di Kabupaten Gunungkidul dengan : 1) Meningkatkan peran serta dan pemberdayaan generasi muda. 2) Meningkatkan budaya berolahraga di masyarakat. 3) Meningkatkan jalinan kemitraan antara lembaga/organisasi cabang olah raga dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk pengembangan prestasi atlet olah raga. Guna mendukung kebijakan bidang kepemudaan dan olah raga di Kabupaten Gunungkidul, program dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul secara umum diarahkan kepada penanaman sikap positif generasi muda, pemberdayaan pemuda, membudayakan olah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

101

raga guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat khususnya generasi muda, meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olah raga prestasi, serta peningkatan kualitas SDM yang membidangi olah raga prestasi. Adapun program dan kegiatan di bidang kepemudaan dan olah raga adalah 4 program yang terdiri dari 12 kegiatan dengan rincian : a. Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda, dengan kegiatan : 1) Peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan. b. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan, meliputi kegiatankegiatan : 1) Pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan. 2) Fasilitasi pekan temu wicara organisasi pemuda. 3) Penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda. 4) Pembinaan pemuda pelopor keamanan lingkungan. 5) Pembentukan paskibraka. c. Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pelatihan kewirausahaan bagi pemuda. 2) Pelatihan ketrampilan bagi pemuda. d. Program Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pembibitan dan pembinaan olahragawan berbakat. 2) Pembinaan cabang olah raga prrestasi di tingkat daerah. 3) Peningkatan kesegaran jasmani dan rekreasi. 4) Penyelenggaraan kompetisi olah raga. 5) Pengembangan olah raga rekreasi. 6) Peningkatan jumlah dan kualitas serta kompetensi pelatih , peneliti praktis. b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Bidang kepemudaan dan olah raga di Kabupaten Gunungkidul mendapat alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp.1.271.317.500,- dan dapat terealisasi Rp. 1.030.262.750,- (81,04%), sehingga ada efisiensi anggaran Rp 241.054.750,- atau 18,96%. Efisiensi anggaran dapat dilakukan karena dalam merealisasikan dana terdapat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

102

1) Sisa lelang. 2) Anggaran makan minum ada yang tidak dilaksanakan. 3) Anggaran untuk pengadaan alat-alat olahraga tidak dilaksanakan karena harus melalui APBD Perubahan, sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan. Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2009 menetapkan 4 (empat) program di bidang kepemudaan dan olah raga yang dijabarkan dalam beberapa kegiatan, yaitu : a. Program Pengembangan dan Keserasian Kebiajakan Pemuda, dengan kegiatan : 1) Peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepemudaan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 119.130.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 118.880.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,79%. Output terlaksananya lomba keimanan dan ketaqwaan dan terpilihnya kontingen untuk mewakili kabupaten ke tingkat propinsi. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. b. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 22.250.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 17.550.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 78,88%. Output kegiatan berupa terpilihnya pemuda untuk peserta pertukaran pemuda antar propinsi . Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Fasilitasi pekan temu wicara organisasi pemuda. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 26.325.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 18.690.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 71%. Output kegiatan berupa terbangunnya terselenggaranya sarasehan, seminar dan dialog pemuda untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 91.990.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 61.295.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 66,63%. Output kegiatan berupa meningkatnya kesadaran generasi muda akan bahaya narkoba serta terpilihnya sekolah untuk maju lomba kesehatan sekolah tingkat propinsi. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 4) Pembinaan pemuda pelopor keamanan lingkungan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

103

Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 40.005.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 25.455.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 63,63%. Output kegiatan berupa meningkatnya pengetahuan pemuda pelopor keamanan lingkungan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 5) Pembentukan PASKIBRAKA. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 147.070.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 138.674.100,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,29%. Output kegiatan berupa terbentuknya paskibraka tingkat kabupaten dan meningkatkan nasionalisme generasi muda. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. c. Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga, meliputi kegiatankegiatan: 1) Pembibitan dan pembinaan olahragawan berbakat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 88.925.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 86.465.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,23%. Output kegiatan berupa masyarakat mengetahui kegiatan olah raga prestasi. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Pembinaan cabang olah raga prrestasi di tingkat daerah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 342.737.500,- dan terealisasi sebesar Rp. 249.490.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 72,79%. Output kegiatan berupa pembinaan lomba olah raga dalam rangka Hardiknas dan HUT RI. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Penyelenggaraan kompetisi olah raga. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 240.385.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 194.393.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 80,87%. Output kegiatan berupa terlaksananya pekan olah raga pelajar dan pengiriman kontingen ke propinsi dan Nasional. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 4) Pengembangan olah raga rekreasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 56.210.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 51.533.650,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91,68%. Output kegiatan berupa senam masal pagi berjalan dengan rutin dan baik. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 5) Peningkatan jumlah dan kualitas serta kompetensi pelatih , peneliti praktisi dan teknisi olahraga. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 55.290.000,- dan terealisasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

104

sebesar Rp. 48.211.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 87,20%. Output kegiatan yaitu pelatihan olahraga untuk guru olahraga dan pelatih olahraga. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. d. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga 1) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana olah raga Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 41.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 19.626.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 47,87%. Output kegiatan yaitu terpeliharanya stadion handayani. Realisasi fisik kegiatan mencapai 99,30%. Secara umum, nilai capaian akhir dari program dalam bidang kepemudaan dan olah raga adalah sebesar 95,99%. Meskipun demikian masih banyak yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatan capaian akhir program sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi. c. Permasalahan dan Solusi Meskipun secara umum kinerja sasaran menunjukkan keberhasilan namun masih dijumpai permasalahan dilapangan yang berkisar pada : 1) Kualitas maupun kuantitas SDM yang belum mencukupi. 2) Kenakalan remaja dan ancaman narkoba di kalangan pemuda. 3) Minimnya pencapaian prestasi olahraga. Dengan kondisi yang demikian, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah berusaha mengatasi kekurangan yang ada di bidang kepemudaan dan olahraga dengan: 1) Meningkatkan penanaman sikap positif generasi muda. Penyuluhan bahaya narkoba bagi generasi muda di sekolah dan masyarakat. Operasi/razia pelajar pada jam-jam pelajaran. Pendidikan politik bagi generasi muda di sekolah dan masyarakat. Seleksi Paskibraka bagi siswa sekolah menengah. Lomba PBB bagi Siswa SMP, SMA, dan SMK Pembinaan upacara bendera di Sekolah. Pembinaan pengurus OSIS SMP dan Sekolah Menengah Mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi para pemuda. Memberi bantuan dana/peralatan bagi kelompok usaha pemuda/karang taruna. olahraga guna meningkatkan kesehatan dan kebugaran

2) Pemberdayaan pemuda sebagai aset pembangunan

3) Membudayakan

masyarakat, khususnya generasi muda/pelajar.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

105

-

Mengadakan kegiatan olahraga yang bersifat massal, misalnya senam massal, gerak jalan, jalan santai. Melaksanakan tes kebugaran secara berkala/periodik untuk menentukan tingkat kebugaran pelajar. Di sekolah-sekolah diberikan ekstra kurikuler bidang olahraga baik olahraga yang bersifat rekreatif maupun bersifat prestasi. termasuk

4) Meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi organisasi olahraga penyandang cacat. Mengadakan pembibitan atlit berbakat pada usia dini.

Melaksanakan seleksi bibit unggul daerah untuk olahraga prestasi (misal : sepakbola, bola voli, bola basket, bulu tangkis, atletik dan senam) Mengadakan pembinaan secara kontinyu dan berkelanjutan sesuai kaidahkaidah pelatih pelatihan untuk menindaklanjuti pembibitan usia dini. Mengembangkan pola pembinaan dan latihan olahraga prestasi dan olahraga bagi penyandang cacat. Meningkatkan pembinaan olahraga prestasi melalui pengembangan pembinaan kemitraan dengan PT maupun partisipasi masyarakat. Memantapkan program pembinaan olahraga bibit unggul daerah bagi pelajar SMP, SMA, dan SMK. Menyelenggarakan kompetisi olahraga prestasi secara terencana dan kontinyu. Menyelenggarakan even-even pertandingan yang bersifat insidental (turnamen) namun di kelola secara profesional. Mengadakan pertandingan uji coba untuk mengukur/mengevaluasi sementara hasil latihan. Mengadakan kompetisi olahraga prestasi bagi pelajar. Mengikuti kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah maupun nasional (misal : PORDA, POPNAS, PON). Penyediaan sarana dan prasarana olahraga prestasi. Mengadakan sendiri atau mengirimkan calon pelatih/pelatih untuk mengikuti kursus kepelatihan sesuai jenjang masing-masing. Meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan/skill dan penguasaan iptek bagi pelatih maupun guru yang menangani olahraga prestasi (misal : melalui loka karya, seminar, diklat, kursus/penataran).

5) Meningkatkan kualitas SDM yang menangani/membidangi olahraga prestasi.

-

Mengadakan penyegaran fisik maupun mental pelatih/guru olahraga.

2. BIDANG KESEHATAN

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

106

a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang kesehatan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dengan dukungan 29 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 1 UPT Farmasi, 1 UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan, dan Kelompok Jabatan Fungsional. Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga Pemerintah Daerah dan tugas pembantuan di bidang kesehatan. Selain Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari juga menjadi pelaksana urusan wajib bidang kesehatan di Kabupaten Gunungkidul. Dengan demikian pelaksanaan urusan wajib bidang kesehatan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh 2(dua) SKPD yaitu Dinas Kesehatan dan RSUD Wonosari Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Kondisi sehat bukan saja merupakan sesuatu yang sangat mahal, akan tetapi juga merupakan modal penting dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang. Pembangunan bidang kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2009 memiliki beberapa tujuan yaitu : 1. Terwujudnya pembangunan berwawasan kesehatan. 2. Terwujudnya kemandirian masyarakat untuk hidup sehat. 3. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. 4. Meningkatnya lingkungannya. 5. Terwujudnya pengelolaan sumber daya yang baik. 6. Terwujudnya manajemen dan informasi kesehatan yang efektif. Program dan kegiatan pembangunan bidang kesehatan selama tahun anggaran 2009 dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan sebanyak 10 program 42 kegiatan dan yang dilaksanakan oleh RSUD Wonosari sebanyak 6 program 16 kegiatan terdiri dari : a. Program Pengadaan, Peningkatan, dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu, dan Jaringannya, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengadaan sarana dan prasarana Puskesmas. 2) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana Puskesmas. b. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan. c. Program Pengawasan Obat dan Makanan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan pemberdayaan konsumen/masyarakat di bidang obat dan makanan. kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

107

2) Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya. 3) Peningkatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan. d. Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pertolongan pertama pada kegawatdaruratan. 2) Sertifikasi Puskesmas ISO. 3) Pelayanan laboratorium kesehatan. 4) Penjaringan/pemetaan ibu hamil. 5) Audit maternal perinatal. 6) Pengembangan kegiatan gerakan saying ibu (GSI). 7) Deteksi tumbuh kembang balita (DTKB). 8) Lomba Balita Sehat. 9) Penyelenggaraan kesehatan lanjut usia. 10) Bimtek perawatan kesehatan lanjut usia. e. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dengan kegiatankegiatan : 1) Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat. 2) Pengembangan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan klinik sehat. 3) Pemberdayaan usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). 4) Pengembangan Desa Siaga. 5) Pengembangan posyandu f. Program Perbaikan Gizi Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pencegahan, penanggulangan kekurangan vitamin dan pemberian tambahan makanan dan vitamin.. 2) Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan. 3) Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi. 4) Sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG). g. Program Pengembangan Lingkungan Sehat, terdiri atas : 1) Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat. 2) Pengawasan dan pengembangan kesehatan lingkungan. 3) Peningkatan fasilitasi perawatan kesehatan bagi penderita dampak asap rokok. h. Program Pencegahan dan Penularan Penyakit Menular, meliputi kegiatan : 1) Penyemprotan/foging sarang nyamuk. 2) Peningkatan immunisasi. 3) Peningkatan surveilans epidemologi dan penanggulangan wabah. 4) Penanggulangan TBC. 5) Pengendalian penyakit malaria.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

108

6) Pengendalian penyakit kusta. 7) Pengendalian penyakit demam berdarah. 8) Pencegahan HIV/AIDS. 9) Peningkatan surveilans AFP 10) Pencegahan dan pengendalian flu burung. 11) Penanggulangan penyakit kecacingan. 12) Penanggulangan penyakit diare. 13) Penanggulangan penyakit ISPA. i. Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengawasan dan pembinaan pelayanan kesehatan swasta. 2) Verifikasi dan bantuan pelayanan pengobatanbagi keluarga miskin. j. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan, dengan kegiatan : 1) Kemitraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan. Selain upaya–upaya dalam rangka pembangunan bidang kesehatan sebagaimana telah diprogramkan tersebut diatas, dalam rangka pelayanan kesehatan khususnya upaya penyembuhan (kuratif), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari mempunyai peran yang cukup vital. RSUD Wonosari merupakan satu-satunya rumah sakit rujukan di Kabupaten Gunungkidul. RSUD Wonosari mempunyai misi melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan . Untuk mendukung terwujudnya misi sebagaimana dimaksud, RSUD Wonosari mempunyai tujuan : 1) Mencapai kemandirian pengelolaan keuangan rumah sakit melalui Umum. 2) Meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit. 3) Meningkatan pertumbuhan pendapatan Rumah Sakit. 4) Meningkatkan sumberdaya manusia yang profesional dan berkomitmen. 5) Mengurangi kecenderungan sosial ekonomi masyarakat menengah keatas berobat ke rumah sakit luar Kabupaten Gunungkidul. Untuk mencapai tujuan di atas ditetapkanlah sasaran sebagai berikut : 1) Menjadi rumah sakit yang mandiri dengan pola pengelolaan keuangan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 109

Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan

BLU. 2) Terwujudnya kelancaran pengadaan obat dan alat kesehatan. 3) Tersedianya tambahan 3 (tiga) pelayanan Spesialis purna waktu (Spesialis Anesthesi, Spesialis Patologi klinik dan sub Spesisialis Orthopedi ). 4) Meningkatnya sarana dan peralatan pelayanan. 5) Meningkatnya jenis dan proses layanan kepada pelanggan. 6) Peningkatan pendapatan rumah sakit. 7) Kelancaran pengelolaan dan tercukupinya kebutuhan biaya operasional rumah sakit. 8) Meningkatnya kapabilitas personil. 9) Meningkatnya kepercayaan pelanggan. Dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran RSUD Wonosari, serangkaian program dan kegiatan RSUD Wonosari pada tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perorangan. 1) Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan. 2) Koordinasi Jaminan Pemeliharaan Keehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jamkesos. b. Program Pengembangan Lingkungan Sehat 1) Pengawasan kualitas air c. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan 1) Penyusunan standar pelayanan kesehatan d. Program Pengadaan, Peningkatan Sarana/Prasaran Rumah Sakit 1) Pembangunan ruang poliklinik Rumah Sakit. 2) Penambahan ruang rawat inap RS (VVIP, VIP, kelas I, II dan III). 3) Pengadaan alat-alat kesehatan Rumah Sakit 4) Pengadaan obat-obatan Rumah Sakit 5) Pengadaan perlengkapan rumah tangga Rumah Sakit 6) Pengadaan bahan-bahan logistik Rumah Sakit. 7) Peningkatan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita dampak asap rokok e. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit 1) Pemeliharaan rutin/ berkala RS. 2) Pemeliharaan rutin/ berkala instalasi pengolah limbah RS. 3) Pemeliharaan rutin/ berkala alat kesehatan RS. 4) Pemeliharaan rutin/ berkala mobil ambulan/jenazah. b. Realisasi Program dan Kegiatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

110

Secara keseluruhan jumlah alokasi pembiayaan untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp. 50.084.274.127,- dan terealisasi Rp. 49.192.479.912,- (98,22%). Dari anggaran tersebut telah dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 32.167.978.631,- terealisasi Rp. 32.877.889.674,- (102,21%) dan untuk kegiatan belanja langsung sebesar Rp. 17.916.295.496,- terealisasi Rp 16.314.590.238,- (91,06%). Ditinjau dari pendapatan retribusi pelayanan kesehatan tahun 2009 mencapai Rp. 3.494.265.773,- (132%) dari target Rp. 2.652.766.550,- dan ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2008 yaitu sebesar 140% dari Rp. 1.458.497.560,- Tahun 2008 menjadi Rp. 3.494.265.773,- di Tahun 2009. Sedangkan Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari memperoleh alokasi belanja tidak langsung dari APBD sebesar Rp. 24.210.251.893,45 dapat terealisasi sebesar Rp. 23.116.697.701,- atau 97,82%. Alokasi APBD RSUD untuk belanja langsung sebesar Rp. 11.524.957.000,- terealisasi Rp. 10.843.071.957,- (94,08%). Sebagai institusi pemberi jasa pelayanan, RSUD Wonosari juga mempunyai target pendapatan yang harus dicapai sebanding dengan sumber daya yang dikeluarkan dan retribusi yang diperoleh sebagai akibat diberlakukannya tarif pelayanan yang tentunya masuk dalam komponen pencatatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun 2009 target pendapatan yang harus dicapai ditetapkan sebesar Rp.11.927.850.000,- dan sampai dengan akhir Desember 2009 telah terealisasi pendapatan sebesar Rp12.669.616.279,- atau terealisasi 106,22% dari target. Pencapaian tersebut di dalamnya klaim pelayanan pasien Jamkesmas dan Askes PNS serta Bapel Jamkessos Angka target dan realisasi pendapatan tersebut di didasarkan pada Tarif retribusi yang masih berlaku sampai dengan tahun 2009 yaitu Perda Nomor 13 tahun 2000 sampai dengan periode Juni 2008 dengan menggunakan Perda Retribusi No 6 tahun 2007 dari Juli samapi 2008. Realisasi pendapatan tahun 2009 dibandingkan tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.881.011.025,- atau naik sebesar 29,43%. Dari pelaksanaan program dan kegiatan, beberapa keberhasilan yang telah dicapai oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul diantaranya adalah : a. Sebagai Kabupaten Sehat b. Penghargaan Kabupaten Sehat Tingkat Nasional katagori Swasti Saba Padapa (Tingkat Pemantapan). c. 5 Puskesmas dengan sertifikat Internasional (ISO) yaitu . Puskesmas Ponjong 1, Puskesmas Wonosari 1, Puskesmas Patuk 1, Puskesmas Panggang 2, dan Puskesmas Nglipar 1. d. Semua Puskesmas dengan SIMPUS (Sistim Informasi Manajemen Puskesmas). e. Menurunnya angka kematian bayi dari 11,2% (99 kasus) tahun 2008 menjadi 8,59%

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

111

(76 kasus) tahun 2009. f. Menurunnya angka kematian ibu bersalin dari 7 kasus tahun 2008 menjadi 6 kasus tahun 2009. g. Menurunnya angka gizi buruk dari 0,81% tahun 2008 menjadi 0,74% tahun 2009. h. Sebagai kabupaten percontohan National Deteksi Dini Kanker Leher Rahim. i. Terselenggaranya Gunungkidul. j. Meningkatnya persalinan oleh tenaga kesehatan dari 84,8% tahun 2008 menjadi 89,6% tahun 2009. k. Tercakupnya seluruh desa di Gunungkidul menjadi desa siaga di tahun 2008. l. Implementasi paradigma sehat melalui klinik sehat di Puskesmas. m. Terlampauinya desa UCI (Universal Child Imunization) dari target 80% menjadi 99,31% (143 desa). n. Terpenuhinya jumlah website dan sistem informasi/Program data (100%). o. Meningkatnya jumlah beberapa pelayanan kesehatan swasta berijin, seperti rumah sakit swasta, balai pengobatan, apotek, dan bidan praktek. p. Tercakupnya sasaran keluarga miskin menjadi peserta Jamkesmas, Jamkesos maupun bantuan bagi keluarga miskin. Adapun pelaksanaan masing–masing program dan kegiatan bidang kesehatan adalah sebagai berikut : a. Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu, dan Jaringannya, dengan kegiatan-kegiatan : 1. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.671.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.432.234.750,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91,03 %. Output kegiatan berupa tersedianya kebutuhan alat kesehatan puskesmas. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas . Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 265.121.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 183.061.973,- atau 69,05 %. Output kegiatan berupa tersedianya biaya untuk pemeliharaan komputer, alat kantor, jaringan listrik, dan tambah daya, instalasi air bersih dan air limbah, alat rumah tangga rawat inap dan alat kesehatan/kedokteran Hasil kegiatan ini berupa prasarana pelayanan kesehatan yang terpelihara untuk patient safety. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. b. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan, dengan kegiatan-kegiatan : Petisi Keluarga sehat untuk Indonesia Sehat Kabupaten

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

112

1) Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.920.800.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.918.492.630,- atau 99,88 %. Output kegiatan berupa tersedianya obat pelayanan kesehatan dasar dan perbekalan kesehatan. Hasil dari kegiatan ini berupa tercukupi obat bagi pasien. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. c. Program Pengawasan Obat dan Makanan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan pemberdayaan konsumen di bidang obat dan makanan.. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 21.550.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 21.375.000,- atau 99,19%. Output kegiatan berupa penyebaran info obat/kosmetik, dan makanan. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya kesadaran tentang misuse dan abuse obat, kosmetik, dan makanan di masyarakat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 22.875.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 22.675.000,- atau 99,13%. Output kegiatan berupa pelatihan sertifikasi produksi pangan rumah tangga (PIRT). Hasil kegiatan ini berupa keamanan pangan di masyarakat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Peningkatan kapasitas laboratorium pengawasan obat dan makanan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 14.950.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 13.355.000,- atau 89,33%. Output kegiatan berupa terlaksananya pemantauan dan pemeriksaan produk pangan di Kab. Gunungkidul. Hasil kegiatan ini berupa terlindunginya masyarakat dari bahaya kesalahgunaan bahan berbahaya pangan.. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. d. Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pertolongan pertama pada kegawatdaruratan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 29.480.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 29.410.000,- atau 99,76 %. Output kegiatan berupa tertanganinya kasus kegawatdaruratan dalam event khusus. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Sertifikasi Puskesmas ISO. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 229.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 190.750.000,- atau 83,24%. Output kegiatan berupa terselenggaranya system manajemen mutu ISO. Hasil kegiatan ini berupa tersertifikasi 4 puskesmas. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Pelayanan laboratorium kesehatan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 3.800.000,- dan terealisasi sebesar

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

113

Rp. 3.800.000,- atau 100,00%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pemeriksaan laboratorium kesehatan. Hasil kegiatan ini berupa lancarnya pelayanan pemeriksaan laboratorium bagi pasien. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 4) Penjaringan/pemetaan ibu hamil. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 4.730.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.730.000,- atau 100%. Output kegiatan berupa terjaringnya ibu hamil resiko tinggi. Hasil kegiatan ini berupa diketahuinya cakupan deteksi ibu hamil resiko tinggi oleh tenaga kesehatan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 5) Audit maternal perinatal. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 5.900.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.900.000,- atau 100,00 %. Output kegiatan berupa terlaksananya AMP tingkat Kabupaten. Hasil kegiatan ini berupa setiap kasus kematian maternal parinatal dilakukan AMP. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 6) Pengembangan kegiatan gerakan sayang ibu (GSI). Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 73.260.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 67.490.000,- atau 92,12 %. Output kegiatan berupa terlaksananya pembinaan dan kemitraan dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini berupa cakupan pelayan KIA di desa siaga meningkat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 7) Deteksi tumbuh kembang balita (DTKB). Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 31.575.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 31.525.000,- atau 99,84 %. Output kegiatan berupa terlaksananya pengadaan kartu DTKB untuk 29 puskesmas. Hasil kegiatan ini berupa terpenuhinya kartu DTKB di puskesmas dan meningkatnya cakupan DTKB bayi dan balita. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 8) Lomba Balita Sehat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 44.740.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 42.440.000,- atau 94,86%. Output kegiatan berupa terlaksananya lomba balita sehat. Hasil kegiatan ini berupa evaluasi keadaan balita sehat di kabupaten gunungkidul. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 9) Penyelenggaraan kesehatan lanjut usia. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 11.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.700.000,- atau 78,03%. Output kegiatan berupa pembinaan Pos Yandu USILA. Hasil kegiatan ini berupa meninggkatnya jumlah lansia sehat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

114

10) Bimtek perawatan kesehatan lanjut usia. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 6.025.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.000.000,- atau 82,99%. Output kegiatan berupa terselenggaranya Bimtek perawatan kesehatan lansia. Hasil kegiatan ini berupa petugas Usila terbina Kader senam lansia terbina meningkatnya jumlah lansia sehat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. e. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, dengan kegiatankegiatan : 1) Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 27.065.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 17.785.000,- atau 65,71 %. Output kegiatan berupa tersedianya media promosi dan informasi sadar hidup sehat. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan penyebarluasan informasi perilaku masyarakat akan sadar hidup sehat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Pengembangan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan klinik sehat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 184.425.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 169.225.000,- atau %. Output kegiatan berupa tersedianya sarana dan instrument PHBS. Hasil kegiatan ini berupa tersedianya data PHBS di semua tatanan pelayanan klinik sehat di semua puskesmas. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Pemberdayaan usaha kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 141.775.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 132.725.000,- atau 93,62 %. Output kegiatan berupa terselenggaranya desa siaga dan pemberdayaan kesehatan berbasis UKBM. Hasil kegiatan ini berupa peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat dan peningkatan partisipasi masyarakat dan lembaga dalam pengembangan kesehatan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 4) Pengembangan Desa Siaga. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 14.900.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 14.900.000,- atau 100,00 %. Output kegiatan berupa terbentuknya desa siaga. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 5) Pengembangan Pos Pelayanan Terpadu. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 424.765.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 421.670.150,- atau 99,27%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pemberdayaan pos yandu. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

115

f. Program Perbaikan Gizi Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pencegahan, penanggulangan kekurangan vitamin dan pemberian tambahan makanan dan vitamin.. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 10.060.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.060.000,atau 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya penanggulangan KVA. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya pemberian vitamin A untuk bayi dan balita serta ibu nifas.. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Penanggulangan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 321.565.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 318.209.209,- atau 98,96%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan penanggulangan KEP, anemia gizi besi , GAKY dan KEK. Hasil kegiatan ini berupa menurunnya jumlah balita gizi buruk, gizi kurang, TGR, Anemia WUS, Anemia Balita dan Anemia Ibu Hamil. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 31.545.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 27.685.000,- atau 98,76%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kegiatan pencapaian KADARSI. Hasil kegiatan ini berupa tersedianya data peta KADARSI dan peningkatan keluarga sadar gizi. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 4) Sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG). Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 11.900.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 11.360.000,- atau 95,46%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kegiatan SKPG dan tersedianya system informasi pangan dan gizi/SIPG. Hasil kegiatan ini berupa terpetakannya kecamatan rawan pangan dan gizi. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. g. Program Pengembangan Lingkungan Sehat, terdiri atas : 1) Penyuluhan menciptakan lingkungan sehat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 50.450.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 50.450.000,- atau 100,00 %. Output kegiatan berupa terlaksananya penyuluhan lingkungan sehat sebanyak 4 kali. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya cakupan lingkungan pemukiman sehat dan rumah sehat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Pengawasan dan pengembangan kesehatan lingkungan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 80.525.000,- dan terealisasi sebesar

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

116

Rp. 78.598.000,- atau 97,61 %. Output kegiatan berupa teranalisanya data kualitas lingkungan untuk desimiliasi informasi (desinfo) LS/LP. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya air memenuhi syarat kesehatan dan bebas jentik. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Peningkatan fasilitasi perawatan kesehatan bagi penderita dampak asap rokok. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 172.411.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 142.547.500,- atau 82,68%. Output kegiatan berupa teranalisanya data kualitas lingkungan untuk desimiliasi informasi (desinfo) LS/LP. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya air memenuhi syarat kesehatan dan bebas jentik. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. h. Program Pencegahan dan Penularan Penyakit Menular, meliputi kegiatan : 1) Penyemprotan/foging sarang nyamuk. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.180.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 540.000,- atau 24,77%. Output kegiatan berupa terlaksananya foging chikungunya. Hasil kegiatan ini berupa pemberantasan nyamuk aedes aegypti. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Peningkatan imunisasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 37.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 36.820.000,- atau 97,28 %. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan imunisasi. Hasil kegiatan ini berupa terkendalinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (P3DI) yaitu difteri, pertusis, tetanus neonaturum, camapak, polio dan hepatitis B. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Peningkatan surveilans epidemologi dan penanggulangan wabah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 42.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 17.880.000,- atau 42,42 %. Output kegiatan terselenggaranya pemeriksaan kesehatan haji. Hasil kegiatan ini berupa penanganan wabah penyakit menular dan desa KLB di bawah 24 jam. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 4) Penanggulangan TBC. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 69.125.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 49.418.000,- atau 71,49%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kegiatan penanggulangan TBC. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya kesembuhan TBC dan Jejaring TBC. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 5) Pengendalian penyakit malaria. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 5.920.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.400.000,- atau 40,54%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pengendalian penyakit malaria. Hasil kegiatan ini berupa penurunan jumlah penyakit malaria dan kasus malaria dilakukan penyelidikan epidemilogi/PE (slide suspect). Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 117

6) Pengendalian penyakit kusta. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 11.545.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.400.000,atau 38,11%. Output kegiatan berupa terlaksananya pengendalian penyakit kusta dan screening dilokasi rawan kusta. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya persentase kesembuhan penyakit kusta, penurunan DO pengobatan kusta serta terdeteksinya penderita kusta. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 7) Pengendalian penyakit demam berdarah. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 233.892.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 165.687.000,- atau 70,84%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan foging dan pembinaan pokjanal DBD. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya kasus DBD di PE, PSN, Foging yang tertangani. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 8) Pencegahan HIV/AIDS. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 21.875.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 11.025.000,- atau 50,40 %. Output kegiatan berupa terbentuknya KPAD, terlaksananya kegiatan pencegahan HIV/AIDS, dan terlaksananya penyuluhan HIV/AIDS Zero Survey. Hasil kegiatan ini berupa dokumen kesepakatan dan pelaporan hasil kegiatan dan jumlah kematian akibat HIV/AIDS. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 9) Peningkatan surveilans AFP. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.175.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.175.000,- atau 100%. Output kegiatan berupa case finding AFP, pertemuan koordinasi, dan pelacakan kasus tersangka. Hasil kegiatan ini berupa pemetaan penyakit AFP Kab. Gunungkidul dan kesepakatan program. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 10) Pencegahan dan pengendalian flu burung. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 4.150.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 3.950.000,- atau 95,18 %. Output kegiatan berupa terselenggaranya pengendalian penyakit flu burung. Hasil kegiatan ini berupa tersedianya informasi hasil pemeriksaan sample suspect flu burung untuk pengambilan tindakan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 11) Penanggulangan penyakit kecacingan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 9.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.700.000,- atau 91,58 %. Output kegiatan berupa terselenggaranya penanggulangan kecacingan. Hasil kegiatan ini berupa tersedianya reagen

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

118

penanggulangan kecacingan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 12) Penanggulangan penyakit diare. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 8.200.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.000.000,- atau 97,56 %. Output kegiatan berupa terselenggaranya penanggulangan diare. Hasil kegiatan ini berupa penurunan daerah rawan diare Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 13) Penanggulangan penyakit ISPA. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.475.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.475.000,- atau 100,00 %. Output kegiatan berupa terselenggaranya kegiatan penanggulangan ISPA. Hasil kegiatan ini berupa meningkatnya angka cakupan penderita yang terobati dan meningkatnya kesembuhan ISPA serta ISPA pada balita (pneumonia). Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. i. Program Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengawasan dan pembinaan pelayanan kesehatan swasta.. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 17.130.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 17.020.000,- atau 99,36 %. Output kegiatan berupa terlaksananya mekanisme akuntabilitas dan yankes swasta berijin beroperasi Hasil kegiatan ini berupa pembinaan ijin praktek swasta Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Verifikasi dan bantuan pelayanan pengobatan bagi keluarga miskin. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 8.550.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.050.000,- atau 94,15%. Output kegiatan berupa terlaksananya monev Gakin di Puskesmas. Hasil kegiatan ini berupa efektivitas bantuan/ketepatan sasaran. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. j. Program Kemitraan, Peningkatan Pelayanan Kesehatan, dengan kegiatan : 1) Kemitraan alih teknologi kedokteran dan kesehatan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 4.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.850.000,- atau 100,00%. Output kegiatan berupa terselenggaranya Bimtek Mutu Yankes dengan hasil berupa penurunan keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. Sedangkan realisasi pelaksanaan program dan kegiatan RSUD Wonosari sebagai berikut : a. Program Peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perorangan, dengan kegiatan : 1) Penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 4.954.497.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.928.826.000,- atau 99,48%. Output kegiatan berupa jasa medik

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

119

/jasa pelayanan RS dengan hasil berupa terpenuhinya indikator cakupan rawat inap dan rawat jalan.. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Koordinasi Jaminan Pemeliharaan Keehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jamkesos. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 185.375.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 182.391.000,- atau 98,39%. Output kegiatan berupa klaim optik dan PMI serta transport pasien miskin dengan hasil berupa tersedianya klaim pelayanan optik dan PMI serta transport pasien Jamkesmas dan Jamkesos. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. b. Program Pengembangan Lingkungan Sehat 1) Pengawasan kualitas air. Alokasi anggaran sebesar Rp. 17.450.000,dan terealisasi sebesar Rp. 15.197.500,- atau 87,09%. Output kegiatan berupa pengujian air bersih, pemeliharaan jaringan air bersih, dan pemeliharaan jaringan air limbah dengan hasil berupa tersedianya air bersih berkualitas yang layak dikonsumsi. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. c. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyusunan standar pelayanan kesehatan Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 28.735.000,-terealisasi Rp. 20.455.625,-atau (71,19%). Output kegiatan berupa pendampingan pola pengelolaan BLUD RSUD dengan hasil kegiatan berupa terlaksananya BLUD RSUD Wonosari dan tersusunnya DPPL. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Kegiatan penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan melanjutkan kegiatan yang telah dilaksanakan sejak APBD Perubahan Tahun 2009. Kegiatan ini difokuskan pada penyempurnaan Draf Pola Pengelolaan Keuangan BLUD RSUD Wonosari. Penyusunan Draft Pola Pengelolaan Keuangan BLUD melibatkan personil dari dinas/instansi lintas sektor yang berkaitan dengan penyusunan kebijakan draft PPK BLUD. Di samping itu di tingkat internal RS juga telah dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang berkaitan dengan penyusunan persyaratan administrasi seperti yang disyaratkan dalam PP Nomor 23 tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Bada Layanan Umum Daerah. Pokja yang telah dibentuk antara lain : Pokja keuangan, Pokja Rencana Bisnis Anggaran, Pokja Tata Kelola dan Pokja Remunerasi. Draf hasil finalisasi tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah pada akhir tahun 2009 untuk dapat dinilai oleh Tim Penilai dan diharapkan pada tahun

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

120

2010 dapat ditetapkan. d. Program Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan ruang poliklinik Rumah Sakit. Alokasi anggaran sebesar Rp. 958.370.000,dan terealisasi sebesar Rp. 919.689.000,- atau kegiatan mencapai 100 %. 2) Penambahan ruang rawat inap RS (VIP, VVIP kelas I, II dan III). Alokasi anggaran sebesar Rp. 293.080.000,dan terealisasi sebesar Rp. 219.310.000,- atau 74,83%. Output kegiatan berupa gedung Perawatan 95,96%. Output kegiatan berupa poliklinik terpadu

Tahap II dengan hasil berupa poliklinik terpadu siap pakai. Realisasi fisik

Kelas III dengan hasil berupa pasien Kelas III/keluarga miskin terlayani sepenuhnya. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 591.650.000,- terealisasi Rp. 564.111.050,-atau (95,35%). Output kegiatan berupa peralatan internis/ICU, peralatan kedokteran kebidanan, peralatan kedokteran bedah, dan peralatan perawatan pasien. Hasil kegiatan berupa tercukupinya alat kedokteran dan perawatan pasien. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100%. Untuk pengadaan peralatan kedokteran bedah, linen, dan alat perawatan serta peralatan kebidanan dilakukan dengan proses penunjukan langsung sedangkan untuk pengadaan alat kedokteran penyakit dalam dengan lelang umum. 4) Pengadaan obat-obatan rumah sakit. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 2.885.925.000,-terealisasi Rp. 2.876.545.262,- atau (99,67 %). Output kegiatan berupa bahan obat pasien bahan kimia dan gas medis o2, no2. Hasil kegiatan berupa bahan obat dan bahan kimia tersedia sepenuhnya.. Realisasi fisik kegiatan sebesar 100%. Kegiatan ini bertujuan memenuhi kebutuhan dan ketersediaan obat RS sehingga memudahkan pelayanan obat kepada pasien, baik pasien umum maupun pasien Jamkesmas. Obat merupakan bahan medis paling vital yang harus selalu tersedia stok apapun resikonya karena menyangkut penunjang perawatan medis paling vital. Dalam kegiatan ini juga melaksanakan pengadaan bahan bahan untuk kebutuhan instalasi radiologi terutama untuk penyediaan bahan film radiology. Penyediaan biaya visum et repertum juga berada pada kegiatan ini, yang dilatarbelakangi permintaan dari Pihak Kepolisian untuk menyediakan biaya Visum di RS apabila pihak kepolisian membutuhkan bukti visum dalam

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

121

penyidikan kasus yang sedang ditangani. 5) Pengadaan perlengkapan rumah tangga Rumah Sakit. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 307.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 53.855.500,- atau 17,52%. Output kegiatan berupa tersedianya mesin cuci sterilisator, tabung gas O2, dan linen trolley berupa dengan hasil berupa terpenuhinya sarana penunjang perawatan pasien RS.. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 6) Pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 705.200.000,- terealisasi Rp. 510.192.220,- atau (72,35%). Output kegiatan berupa bahan makan pasien bahan bakar gas. Hasil kegiatan adalah tercukupinya kebutuhan logistik gizi dan bahan bakar/gas. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Kegiatan pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit mencakup 2 paket pengadaan yaitu pembelian bahan makan pasien dan pengisian gas LPG Instalasi Gizi. Kegiatan pengadaan bahan makan pasien sebagian dilakukan dengan pembelian langsung oleh pelaksana kegiatan dan sebagian dengan proses pelelangan umum olah panitia pengadaan barang. Dua model tersebut menyangku perebedaan bahan makanan yang akan dibeli. Pembelian langsung dilakukan terhadap bahan makanan basah seperti sayur, telur, cabe dll. Untuk bahan makanan kering (beras, bumbu, minyak dll) dilaksanakan dengan sistem lelang umum mengingat sifat bahan yang berbeda dan tahan lama. 7) Peningkatan fasilitas perawatan kesehatan bagi penderita dampak asap rokok Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 419.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 395.257.100,- atau 94,25%. Output kegiatan berupa alat kedokteran dan perawatan penyakit dalam dengan hasil berupa penanganan pasien akibat gangguan asap rokok paripurna. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. e. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit, dengan kegiatankegiatan : 1) Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 2.825.000,- terealisasi Rp. 2.000.000,- atau (70,80%). Output kegiatan berupa terpeliharanya gedung dan bangunan serta perlengkapan Taman RS. Hasil kegiatan berupa terpeliharanya gedung dan perlengkapan serta area hijau RS. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Kegiatan ini untuk memelihara bangunan dan perlengkapannya termasuk pemenuhan tanaman hias dan perindang sehingga dapat meningkatkan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

122

kenyamanan melalui peningkatan area hijau untuk mengurangi dampak polusi/debu dan meningkatkan sirkulasi udara di lingkungan RS dan sekitarnya. Area hijau dan taman RS sangat dibutuhkan keberadaannya menyangkut fungis dan estetika, sehingga beberapa titik penting yang memerlukan keberadaan taman dan jugat aman yang memerlukan pembaharuan di cover dari kegiatan ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan dibawah koordinasi Instalasi Pemeliharaan Sarana RS bersama dengan urusan rumah tangga RS. 2) Pemeliharaan rutin/berkala instalasi pengolah limbah rumah sakit. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 29.650.000,- terealisasi atau Rp. 29.210.000,-(98,52%). Output kegiatan berupa terlaksananya pemeliharaan drainase air hujan dan septic.tank.. Hasil kegiatan berupa terpeliharanya IPAL RS. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100% Kegiatan ini dilaksanakan oleh Petugas Kesehatan Lingkungan/Sanitasi RS pada Instalasi Pemeliharaan Sarana RS, yang meliputi sub kegiatan pemeriksaan sampel air bersih dan sub kegiatan pemeliharaan jaringan dan sarana pengolahan air limbah. Pemeriksaan air limbah secara rutin dilaksanakan setiap bulan dengan parameter sesuai dengan peraturan yang ada/intruksi dari Kapedal maupun Bapedalda Provinsi DIY. Sedangkan pemeliharaan jaringan dan sarana pengelolaan air limbah dilakukan terhadap saluran pengumpul, pre treatmen (perangkap lemak), Jaringan Screening, mesin blower untuk aerasi dan alat chlorinasi untuk desinfeksi air limbah sesuai dengan kebutuhannya.. Dalam pengembangan kedepan sesuai dengan DED bahwa area bagian/wilayah timur sudah akan difungsikan sebagai area kerja /pelayanan pada tahun 2010, sehingga akan memerlukan sarana untuk mengolah air limbah yang dihasilkan dari area tersebut. Oleh karena itu perlu dikaji untuk pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk wilayah timur RS, mengingat IPAL yang tersedia sekarang kapasitasnya tidak akan mencukupi lagi apabila dibebani area wilayah timur karena kontur tanah RS yang tidak rata dan lebih rendah dari sisi depan, sehingga penataannya akan sulit untuk bisa tersentral pada satu titik. 3) Pemeliharan rutin/berkala alat kesehatan rumah sakit Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 38.750.000,- terealisasi Rp. 30.938.400,- atau (79,84%). Output kegiatan berupa alat kedokteran, alat kesehatan yang siap operasional. Hasil kegiatan berupa terpeliharanya alat-alat kesehatan dan kedokteran RS. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

123

100%. Kegiatan ini dilakukan oleh petugas elektromedik pada instalasi pemeliharaan sarana RS yang bertujuan agar alat kesehatan, kedokteran dan laboratorium selalu siap untuk digunakan sehingga memudahkan dalam pemeriksaan pasien. Pemeliharaan dilakukan dengan pengecekan fungsi alat/pembersihan alat secara kunjungan berkala ke unit-unit pelayanan dengan memprioritaskan laporan kerusakan menurut tingkat urgenitasnya. 4) Pemeliharan rutin/berkala mobil ambulan/jenazah. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 106.750.000,-terealisasi Rp95.093.300. ,- atau (89,08%). Output kegiatan berupa terlaksananya pemeliharaan mobil ambulance dan mobil jenasah. Hasil kegiatan berupa mobil ambulance dan jenasah terpelihara dengan baik dan siap pakai. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Secara umum nilai rata-rata capaian akhir dari program dalam bidang kesehatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan RSUD Wonosari adalah sebesar 93,10%. Dengan demikian masih banyak yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk meningkatan capaian akhir program sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi. c. Permasalahan dan Solusi Secara umum, program dan kegiatan bidang kesehatan sebagaimana tersebut di atas telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dengan pencapaian target fisik rata–rata dengan kategori berhasil. Namun selama pelaksanaan pekerjaan, dijumpai pula beberapa hambatan antara lain : 1) Adanya kebijakan baru tentang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Puskesmas dengan SDM baru yang belum terlatih, sehingga mempengaruhi dalam proses pelaksanaan anggaran. 2) Letak Puskesmas yang berjauhan dan tersebar sehingga menyebabkan pembinaan dan pemantauan memerlukan waktu yang relatif lebih lama. 3) Sarana gedung Puskesmas/Pustu/Rumah Dinas Dokter/Rumah Dinas Paramedis yang cukup banyak, sehingga kegiatan rehabilitasi gedung kurang maksimal. 4) Biaya untuk konsultan pendampingan, sertifikasi dan audit Puskesmas ISO mahal. 5) Kejadian kasus KLB tidak dapat diprediksi dan kesiapan biaya yang belum optimal serta kesiapan jejaring dan SDM yang belum memadai. 6) Masih sulitnya pemantauan terhadap terjadinya kasus malaria, karena adanya tambak udang di wilayah pantai, adanya nelayan yang keluar masuk antar pulau

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

124

dan adanya migrasi penduduk antau pulau. 7) Pembayaran retribusi pelayanan kesehatan swasta belum tertib. 8) Belum adanya Peraturan Daerah tentang pengawasan obat dan makanan, dan laboratorium kesehatan sehingga dalam melakukan kegiatan tersebut masih belum maksimal, karena belum adanya payung hukum. 9) Produsen obat (BUMN) belum mampu menyediakan seluruh jenis obat DOEN untuk PKD pada saat proses pengadaan dilaksanakan. 10) Masih terbatasnya jumlah sampel pangan yang diperiksa, karena terbatasnya sumber dana. Upaya-upaya yang telah ditempuh dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah : 1) Dengan pembinaan tehnis bendahara pengeluaran tentang andministrasi keuangan. 2) Mengintensifkan sarana komunikasi dan meningkatkan koordinasi secara rutin dalam bentuk rapat koordinasi Dinas setiap tanggal 5 sehingga Dinas dapat menyebarluaskan masukan/usulan. 3) Pemantauan dan pengendalian kegiatan rehabilitasi dimaksimalkan Memonitor kinerja ketentuan. Memberikan laporan secara berkala. Mengadakan pertemuan secara periodik antara panitia pemeriksa dan tim monitoring Dinas membahas kegiatan rehabilitasi fisik. 4) Pembinaan teknis internal dan merencanakan pembentukan tim mutu Dinas Kesehatan. 5) Mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Kabupaten disamping pemantapan jejaring dan pelatihan SDM serta usulan biaya yang siap pakai. 6) Selalu melaksanakan kewaspadaan dini dari daerah-daerah yang potensial terjadinya kasus malaria 7) Pembinaan pelayanan kesehatan swasta lintas Dinas dan organisasi profesi. 8) Dengan merencanakan penyusunan RAPERDA tentang pengawasan obat dan makanan dan mengusulkan RAPERDA laboratorium kesehatan sebagai payung hukum. 9) Dilakukan alternatif pengganti yang fungsinya sejenis (jenis lain). 10) Melakukan pembinaan secara berkesinambungan terutama pada pihak produsen untuk meminimalkan terjadinya keracunan baik pada obat maupun pangan. konsultan pengawas agar bekerja sesuai dengan dengan melibatkan kepala Puskesmas ikut melakukan pengawasan. informasi sedangkan Puskesmas dapat memberikan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

125

Berkaitan dengan pelaksanaan program dan kegiatan di RSUD, terdapat beberapa kendala yang dihadapi antara lain : 1) Keterbatasan sumber daya manusia yang ada baik tenaga medis maupun non medis terutama adalah tenaga tetap dokter spesialis anestesi. 2) Terbatasnya sarana prasarana medis serta alokasi anggaran yang dapat menunjang peningkatkan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi RSUD Wonosari. 3) Belum terlaksananya tata ruang berdasarkan Detail Engeneering Design (DED) yang telah disusun dan disepakati bersama dikarenakan keterbatasan pembiayaan dan investasi pembangunan. 4) Belum maksimalnya komitmen seluruh civitas hospitalia terhadap sistem informasi manajemen yang telah mulai dibangun. Upaya dalam memfokuskan hambatan-hambatan tersebut diatas dalam rangka untuk mempercepat peningkatan pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari sebagai berikut : 1) Perlu adanya penambahan tenaga baik tenaga medis maupun non medis sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit Tipe C dan memberdayakan sumber daya manusia yang ada dengan mengikutsertakan pada pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan menejemen Rumah Sakit. 2) Pemenuhan sarana prasarana medis dan penunjang medis secara bertahap dan pelaksanaan alokasi anggaran yang berbasis kinerja guna mendukung peningkatan pelayanan. 3) Advokasi dan audiensi program dan kegiatan ke berbagai elemen stakeholder maupun pihak-pihak yang berkompeten, sehingga arah pembiayaan dan pembebanan anggaran untuk operasional dan investasi dapat terpenuhi. 4) Komitmen yang tinggi dari seluruh jajaran rumah sakit dari level manajer sampai tingkat pelaksana teknis untuk selalu mengedepankan sistem informasi manajemen berbasis komputer. 4. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang lingkungan hidup di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal). Lingkungan hidup merupakan kekayaan alam yang harus dijaga dan dilestarikan. Pemanfaatan untuk kepentingan pembangunan dan pengembangan perekonomian daerah tidak boleh menganggu keseimbangan alam dan pelestariannya (environmental sustainable). Adapun program dan kegiatan bidang lingkungan hidup yang dilaksanakan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

126

selama tahun 2009 terdiri dari 6 program 12 kegiatan yaitu : a. Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyusunan data sumber daya alam dan Neraca Sumber Daya Hutan (NSDH). b. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan sumber-sumber air. 2) Pelestarian kawasan pantai dan laut lestari. 3) Peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan konservasi SDA. c. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup dijabarkan dalam kegiatan : 1) Koordinasi penilaian Kota Sehat/Adipura. 2) Pemantauan kualitas lingkungan. 3) Pengawasan pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup. 4) Koordinasi penyusunan AMDAL 5) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup. d. Program Peningkatan Pengendalian Polusi, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyuluhan dan pengendalian akibat asap rokok. e. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyusunan kebijakan manajeman pengelolaan persampahan. f. Program Rehabilitasi dan Pemulihan Cadangan SDA, dijabarkan dalam kegiatan: 1) Peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemutihan cadangan SDA. b. Realisasi Program dan Kegiatan Penyelenggaraan sebesar Rp. Rp. urusan pemerintahan wajib bidang lingkungan hidup memperoleh dukungan dana dari APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009 2.129.053.520,85 dengan alokasi : anggaran belanja tidak langsung dan anggaran belanja langsung sebesar Rp. 1.437.460.000,00,Rp. Rp. 691.593.520,85,691.593.520,85 Rp.

Realisasi belanja tidak langsung dari anggaran sebesar terealisasi

686.647.181,- (99,28%) sedangkan alokasi untuk belanja langsung

tersebut di atas sebesar Rp. 1.437.460.000,- terealisasi Rp1.385.085.288,- atau sebesar 96,36%. Sehingga dari keseluruhan alokasi APBD untuk bidang Lingkungan Hidup

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

127

sebesar Rp. 2.129.053.520,85 terealisasi Rp. 2.071.732.469,00 (97,31%). Pelaksanaan program dan kegiatan bidang lingkungan hidup selama tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Peningkata n Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Pe ny us un an da ta su m be r da ya al a m da n N er ac a

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

128

S u m be r D ay a H ut an ( N S D H ). Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 13.970.000,- terealisasi sebesar Rp. NSDH. 13.549.000,- atau (96,99%). Output kegiatan berupa tersusunnya buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah dan terselenggaranya Workshop Hasil kegiatan berupa terdokumentasinya wilayah-wilayah rawan kerusakan lingkungan dan terprogramnya rencana kegiatan penanganan kasus lingkungan Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Perlindung an Sumber Daya Alam dan Lingkunga n Hidup, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Konservasi sumber daya air dan pengendalian kerusakan dan Konservasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

129

sumber-sumber air. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 813.800.000,- terealisasi sebesar Rp. 785.204.500,- atau (96,49%). Output kegiatan berupa tersedianya sumur resapan, pengadaan bibit untuk penyelamatan sumber air, terbangunnya IPAL Komunal, tersedianya pengolah sampah plastik, rehab Biogas, tersedianya gerobak sampah, tong sampah, almari untuk laboratorium, AC untuk Laboratorium, meja kerja laboratorium, kursi kerja lab, peralatan laboratorium. Hasil kegiatan adalah meningkatnya perlindungan dan pengendalian kerusakan sumber-sumber air. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Pelestarian kawasan pantai dan laut lestari. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 31.475.000,- terealisasi sebesar Rp. 30.595.000,- atau (97,20%). Output kegiatan berupa terlaksananya penyuluhan pantai dan laut lestari terlaksananya Lomba Pantai bersih pengadaan bibit untuk reklamasi pesisir. Hasil kegiatan berupa tertingkatnya kualitas ekosistem pantai dan laut. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Peningkatan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan konservasi SDA. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 21.350.000,- terealisasi sebesar Rp. 21.350.000,- atau (100%). Output kegiatan berupa terlaksananya lomba lingkungan hidup, terlaksananya sarasehan lingkungan hidup, dan pembinaan peserta lomba tingkat kabupaten dan propinsi. Hasil kegiatan berupa meningkatnya peran masyarakat dalam perlindungan dan konservasi sumber daya alam. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Pengendali an Pencemara n dan Perusakan Lingkunga n Hidup dijabarkan dalam kegiatan : 1) Koordinasi penilaian Kota Sehat/Adipura. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 60.150.000,- terealisasi sebesar Rp. 58.542.950,- atau (97,33%). Output kegiatan berupa terkoordinasi dan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

130

tersosialisasikannya Program Adipura, terlaksananya monitoring Jum'at Bersih, terlaksananya evaluasi kebersihan di wilayah perkotaan Wonosari, dan terselenggaranya siaran diskusi interaktif di radio. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam upaya pengendalian dan pencemaran lingkungan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100% 2) Pemantauan kualitas lingkungan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 60.800.000,- terealisasi sebesar Rp. 59.938.800,- atau (98,58%). Bentuk kegiatan berupa hasil uji kualitas air (sungai, sumber air, laut dan limbah), hasil uji kualitas udara, hasil uji kualitas tanah, ekspos hasil uji kualitas lingkungan, dan buku Laporan hasil Uji dengan hasil berupa tersedianya data kualitas lingkungan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pengawasan pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 19.750.000,- terealisasi sebesar Rp. koordinasi 18.472.500,- atau (93,53%). Bentuk kegiatan berupa terlaksananya penanganan kasus LH, terlaksananya pengawasan terhadap

kegiatan/usaha, dan sosialisasi Penegakan Hukum Lingkungan. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap upaya pengelolaan lingkungan hidup Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Koordinasi penyusunan AMDAL. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 15.220.000,- terealisasi sebesar Rp. 14.755.000,- atau (96,94%). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk tersosialisasikannya peraturan bagi para pengusaha yang wajib AMDAL, UKLUPL, DPPL dan SPPL, tersusunnya dokumen pengelolaan lingkungan yang representatif, dan rakernas AMDAL/Lingkungan Hidup dengan hasil berupa terkoordinasikannya kegiatan yang berwawasan lingkungan. capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 55.415.000,- terealisasi sebesar Rp. 54.805.500,- atau (98,90%). Bentuk kegiatan berupa terlaksananya evaluasi SBLH dan Adiwiyata, pendampingan Lomba SBLH Tk. Provinsi, dan Adiwiyata Tingkat Nasional. Hasil kegiatan berupa terwujudnya sekolah yang berwawasan lingkungan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. d. Program Peningkata n Pengendali Realisasi tingkat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

131

an Polusi, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyuluhan dan pengendalian akibat asap rokok. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 103.025.000,- terealisasi sebesar Rp. 100.444.500 ,- atau (97,50%). Output kegiatan berupa tersusunnya peraturan tentang kawasan bebas asap rokok, tersedianya papan informasi, tersedianya sarana/ tempat khusus merokok, dan terselenggaranya sosialisasi. Hasil kegiatan berupa menurunnya tingkat polusi akibat asap rokok. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Pengemba ngan Kinerja Pengelolaa n Persampah an, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyusunan kebijakan manajeman pengelolaan persampahan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 22.895.000,- terealisasi sebesar Rp. 18.462.000,- atau (80,64%). Output kegiatan berupa tersusunnya Raperda tentang Pengelolaan Persampahan tersusunnya Raperda tentang Pembuangan Air Limbah. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. f. Program Rehabilitas i dan Pemulihan Cadangan SDA, dijabarkan dalam

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

132

kegiatan: 1) Peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemutihan cadangan SDA. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 96.200.000,- terealisasi sebesar Rp. 95.220.000.,- atau (98,98%). Output kegiatan berupa tersusunnya Program Menuju Indonesia Hijau (MIH), tersosialisasikannya Program Kampung Hijau, dan Rehabilitasi Kawasan Karst. Hasil kegiatan tersebut berupa. meningkatnya peran masyarakat dalam rehabilitasi sumber daya alam dan lingkungan Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Secara umum, seluruh program dan kegiatan dalam bidang lingkungan hidup sebagaimana telah diuraikan di atas telah dapat berjalan dengan baik dengan kategori nilai capaian sangat berhasil/berhasil dengan tingkat capaian 85%-100%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa hal yang masih menjadi permasalahan dan terus diupayakan pemecahannya dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang lingkungan hidup antara lain sebagai berikut : 1) Fungsi sebagai koordinator upaya pengendalian dampak lingkungan perlu ditingkatkan. 2) Keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium lingkungan dan alat uji kualitas lingkungan beserta analisisnya. 3) Belum terbitnya peraturan tentang pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Gunungkidul yang bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan penegakan dan penindakan hukum lingkungan. 4) Belum adanya tenaga fungsional di bidang lingkungan hidup. 5) Kesadaran dan tanggungjawab masyarakat akan lingkungan bersih dan sehat masih dirasa kurang. Untuk mengatasi kendala tersebut upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: 1) Meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan SKPD/lembaga yang terkait di bidang lingkungan hidup. 2) Pengadaan laboratorium lingkungan dan perlengkapannya, serta penambahan sarana prasarana terkait dengan kegiatan penunjang operasional kegiatan secara bertahap. 3) Menyusun draf peraturan tentang pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Gunungkidul yang bisa dijadikan dasar untuk melaksanakan penegakan dan penindakan hukum lingkungan.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 133

4) Mengupayakan penambahan personil khususnya tenaga fungsional bidang lingkungan hidup, disamping itu juga mengirimkan personil–personil untuk meningkatkan wawasan dengan mengikuti pelatihan–pelatihan teknis/ fungsional khususnya diklat yang berkaitan dengan lingkungan. 5) Mengaktifkan kegiatan penyuluhan, sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan terkait kebijakan bidang lingkungan hidup bagi masyarakat dan pengusaha. 6) Meningkatkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi tentang pengelolaan lingkungan hidup. 5. BIDANG PEKERJAAN UMUM a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang pekerjaan umum di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul selain melaksanakan urusan wajib bidang pekerjaan umum juga melaksanakan urusan wajib bidang perumahan. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah dan pelaksana tugas-tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum yang didukung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium dan Peralatan Berat serta UPT Kebersihan dan Pertamanan. Tujuan pembangunan bidang pekerjaan umum yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul antara lain : 1) Terpenuhinya peruntukannya. 2) Terwujudnya bangunan sebagai bagian dari wujud struktural pemanfaatan yang fungsional, aman, nyaman, sehat dan seimbang, serasi serta selaras dengan lingkungan. Sedangkan sasarannya adalah : 1) Melaksanakan kegiatan perencanan teknis, kebinamargaan dan pengairan. 2) Melaksanakan pengendalian teknis tentang pelaksanaan pembangunan kebinamargaan dan pengairan. 3) Peningkatan kualitas prasarana transportasi. 4) Pembukaan daerah terisolir dengan mewujudkan prasarana transportasi yang memadai. 5) Peningkatan pelayanan masyarakat secara cepat, tepat dan hemat. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan yyang disusun berdasarkan skala prioritas, kemampuan daerah kebutuhan akan bahan bangunan di bidang kebinamargaan dan pengairan beserta sarana prasarananya dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

134

dan berbagai pertimbangan teknis lainnya. Sebagian besar program dan kegiatan pada tahun 2009 merupakan kelanjutan dari program dan kegiatan tahun 2008, khususnya terkait dengan jalan dan jembatan. Adapun program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2009 sebanyak 10 program 17 kegiatan yaitu : a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, dijabarkan dalam kegiatankegiatan: 1) Perencanaan pembangunan jembatan. 2) Pembangunan jembatan. b. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, dengan kegiatankegiatan : 1) Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan. 2) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan. c. Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan, dengan kegiatan : 1) Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat. d. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Rehab/pemeliharaan alat-alat berat. e. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, dengan kegiatan- kegiatan: 1) Perencanaan pembangunan jaringan irigasi. 2) Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi. 3) Optimalisasi fungsi jaringan irigasi yang telah dibangun. 4) Pemberdayaan petani pemakai air. 5) Perkuatan irigasi partisipatif. f. Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku, dengan kegiatan : 1) Peningkatan partisipatif masyarakat dalam mengelola air. g. Program Pengendalian Banjir, dengan kegiatan : 1) Peningkatan pembersihan dan pengerukan sungai/kali. h. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, dengan kegiatan : 1) Pembangunan/peningkatan infrastruktur. i. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan, dengan kegiatan : 1) Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan. j. Program Pelayanan Perijinan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Fasilitasi pelayanan IMB dan ijin reklame. 2) Fasilitasi pelayanan IUJK.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

135

b. Realisasi Program dan Kegiatan Total anggaran pembangunan bidang pekerjaan umum pada tahun 2009 sebesar Rp. 53.602.447.889,41 terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp. 6.437.746.875,60,dan belanja langsung sebesar Rp. 23.323.261.255,- dengan realisasi untuk belanja tidak langsung sebesar dialokasikan untuk Rp. 6.525.496.794,- (101,36%) dan belanja langsung sebesar belanja langsung bidang pekerjaan umum sebesar Rp. 21.852.000.912,- (93,69%). Dari pagu anggaran belanja langsung tersebut Rp. 19.842.522.255,- dan terealisasi Rp. 18.713.558.722,- (94,31%) serta sisanya untuk bidang perumahan. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 331.340.000,- dapat terealisasi sebesar Rp. 323.561.250,- atau persentase capaian target sebesar 97,65%. Target ini diperoleh dari beberapa sumber pendapatan antara lain dari retribusi kebersihan, retribusi pemakaian kekayaan milik daerah berupa sewa stoom wals dan jasa laboratorium, Ijin Mendirikan bangunan (IMB) dan Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). Jenis kegiatan pendapatan yang tidak bisa memenuhi target yaitu sewa Wals. Hal ini disebabkan paket pekerjaan yang menggunakan stoom wals berkurang. Untuk pembangunan/rehabilitasi jalan sebagian besar produk akhir Hot mix, sehingga tidak menggunakan alat berat milik DPU. Pendapatan dari retribusi IMB juga tidak mencapai target karena tidak adanya pembangunan tower seluler. Adapun realisasi masing–masing program dan kegiatan bidang pekerjaan umum Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, dijabarkan dalam kegiatan: 1) Perencanaan pembangunan jalan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 54.400.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 53.406.400,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,17%. Output kegiatan berupa tersusunnya dokumen perencanaan teknis pembangunan jembatan. Hasil dari kegiatan ini berupa tersedianya RAB, RKS, dan gambar teknis. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Pembangunan jembatan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 76.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 71.032.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 93,46%. Output kegiatan berupa terbangunnya jembatan.. Hasil dari kegiatan ini berupa meningkatnya kelancaran prasarana transportasi dan pengembangan wilayah. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. b. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, dengan kegiatankegiatan:

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

136

1) Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 155.600.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 153.766.725,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,82%. Output kegiatan berupa tersusunnya dokumen perencanaan teknis rehabilitasi jalan. Hasil dari kegiatan ini berupa tersedianya RAB, RKS dan gambar teknik. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Rehabilitasi/pemeliharaan jalan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 9.429.375.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 8.980.200.442,- (98,94%). Output kegiatan berupa rehabilitasi kerusakan pada jalan kabupaten Hasil dari kegiatan ini berupa jalan di kabupaten Gunungkidul terpelihara dengan baik dan berfungsi optimal. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. c. Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan, dengan kegiatan : 1) Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 1.024.100.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 992.640.125,- (96,93%). Output kegiatan berupa terehabilitasinya jalan yang perlu segera mendapatkan penanganan. Hasil dari kegiatan ini berupa jalan dapat berfungsi optimal untuk kelancaran lalu lintas. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. d. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan, dijabarkan dalam kegiatan : 1) Rehab/pemeliharaan alat-alat berat. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 90.170.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 61.041.850,- (67,70%). Output kegiatan berupa terpeliharanya alat-alat berat dan tersedianya suku cadang alat-alat berat. Hasil dari kegiatan peralatan berat yang siap pakai untuk mendukung pekerjaan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. e. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, dengan kegiatan- kegiatan: 1) Perencanaan pembangunan jaringan irigasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 19.775.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 14.355.000,- (72,59%). Output kegiatan berupa tersedianya dokumen perncanaan untuk pembangunan irigasi. Hasil dari kegiatan ini berupa tersedianya RAB, RKS dan Gambar Teknis untuk kelancaran pekerjaan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.599.275.000,- dan terealisasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

137

sebesar Rp. 2.519.450.450,- (96,93%). Output kegiatan berupa terjaganya fungsi saluran irigasi dengan hasil berupa saluran air berfungsi, terpelihara dengan baik dan berfungsi optimal serta perluasan jaringannya. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 3) Optimalisasi fungsi jaringan irigasi yang telah dibangun. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 100.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 97.765.000,- (97,77%). Output kegiatan berupa tersedianya suku cadang dan logistik untuk peralatan pendukung irigasi dan pemeliharaan saluran irigasi. Hasil dari kegiatan ini berupa saluran irigasi dan mesin-mesin pompa irigasi berfungsi optimal. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 4) Pemberdayaan petani pemakai air. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 18.920.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 15.792.600,- (43,56%). Output kegiatan berupa pemberdayaan perkumpulan petani pengguna air. Hasil dari kegiatan ini berupa meningkatnya pemahaman fungsi aset irigasi air permukaan dan sumur pompa. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 5) Perkuatan irigasi partisipatif. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 300.010.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 300.010.000,- (100%). Output kegiatan berupa peningkatan lembaga pengelola irigasi (LPI) dan perkuatan O & P partisipatif. Hasil dari kegiatan ini berupa kemudahan dalam pengelolaan O & P. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. f. Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku, dengan kegiatan : 1) Peningkatan partisipatif masyarakat dalam mengelola air. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.798.807.255,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.732.480.880,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,63%. Output kegiatan berupa meningkatnya jumlah/luas jaringan pelayanan air bersih SIPAS dengan hasil berupa bertambahnya debit/suplai air yang dapat dinikmati masyarakat pengguna SIPAS. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. g. Program Pengendalian Banjir, dengan kegiatan : 1) Peningkatan pembersihan dan pengerukan sungai/kali. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 307.650.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 220.062.350,- (71,53%). Output kegiatan berupa bertambah panjangnya tebing sungai dengan bangunan pengaman dan dasar sungai dari sampah dan rumput liar dengan hasil berupa meningkatnya rasa aman dan nyaman masyarakat sekitar sungai dalam kota. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

138

h. Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan, dengan kegiatan : 1) Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 2.859.700.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.552.983.900,- (89,27%). Output kegiatan berupa bertambahnya panjang jalan perdesaan berkonstruksi aspal dengan hasil berupa peningkatan jalan perdesaan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. i. Program Pelayanan Perijinan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Fasilitasi pelayanan IMB dan ijin reklame. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 5.850.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.843.000,- (99,88%). Output kegiatan berupa terlaksananya verifikasi pemohon ijin IMB dan reklame dengan hasil berupa sertifikat IMB dan reklame. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. 2) Fasilitasi pelayanan IUJK. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 15.890.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 13.760.000,- (86,60%). Output kegiatan berupa terlaksananya verifikasi pemohon Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) dengan hasil berupa sertifikat IUJK. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. Berdasarkan penilaian terhadap berbagai capaian kinerja program dan kegiatan, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan bidang pekerjaan umum pada tahun 2009 secara umum berjalan lancar dengan kategori sangat berhasil dengan nilai capaian kinerja 87,68%. c. Permasalahan dan Solusi Sekalipun pelaksanaan program dan kegiatan bidang pekerjaan umum di tahun 2009 dapat berjalan lancar, namun tidak terlepas dari berbagai hambatan dan kendala yang dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1) Keterlambatan penetapan DPA sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga pekerjaan fisik yang prosesnya melalui pengadaan penyedia jasa turut terhambat. 2) Bidang Bina Marga Penerapan Keppres 80/2003 beserta seluruh perubahannya yang tidak membatasi standar penawaran terendah (wajar responsif) sehingga mengakibatkan rekanan menawar dengan tidak mempertimbangkan rasio tentang kualitas pekerjaan. Akibatnya pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pengawasan yang ketat. Ini menjadikan beban pengawasan untuk mempertahankan kualitas pekerjaan menjadi sulit. Adapun pemecahan untuk mengatasi hambatan tersebut diatas adalah dengan lebih

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

139

mengoptimalkan staf yang ada untuk menjaga kualitas pekerjaan fisik. 3) Bidang Pengairan Pelaksanaan kegiatan pada bidang pengairan dapat berjalan lancar hanya pada kegiatan pemberdayaan petani pemakai air tidak terpenuhi targetnya karena program pemberdayaan P3A tidak terlaksanan sesuai rencana sasaran yang diusulkan yaitu 6 wilayah P3A sehingga anggaranstimulan digunakan untuk kegiatan pengembangan jaringan irigasi 2 unit P3A dan perkuatan irigasi partisipatif. Realisai keuangan tidak terpenuhi karena terjadinya pengurangan beban pajak untuk dana pendamping WISMP tidak terserap seluruhnya namun realisasi capai target sasaran terpenuhi. 4) UPT Kebersihan, Pertamanan dan PBK a) Kurangnya sarana prasarana untuk pengelolaan persampahan baik kendaraan dump truck, personil atau tenaga operasionalnya berkurang karena beberapa orang telah diangkat menjadi PNS. Keterbatasan sarana, prasarana, dan personil harus diatasi mengingat semakin meningkatnya perkembangan kehidupan masyarakat terutama di perkotaan dan semakin luasnya tuntutan jangkauan pelayanan kebersihan sampai di kota kecamatan dan pasar di seluruh Gunungkidul. b) Semakin banyaknya volume sampah yang dibuang di TPA, maka lahan yang dipergunakan untuk menimbun sampah sudah semakin penuh dan membutuhkan lahan baru atau perluasan lahan yang ada. c) Buldozer yang ada di TPA sudah tua, sehingga tingkat kerusakan semakin sering dan berakibat tidak dapat dioperasikan secara optimal. Upaya pemecahannya sabagai berikut : a) Dengan sarana, prasarana dan tenaga yang ada dimanfaatkan semaksimal mungkin, dan pengambilan sampah di pasar-pasar terpaksa dilaksanakan setelah selesai pembuangan sampah di dalam kota. b) Untuk kebersihan di lokasi pasar Argosari dibuat shift (baik untuk siang maupun malam) c) Optimalisasi sarana, prasarana, tenaga serta lahan untuk TPA guna mengatasi kebersihan persampahan di Gunungkidul.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

140

6. BIDANG PERUMAHAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang perumahan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gunungkidul adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah dan pelaksana tugas-tugas pembantuan di bidang pekerjaan umum. Tujuan pembangunan perumahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul antara lain : 1) Terpenuhinya 2) Terwujudnya kebutuhan bangunan akan sebagai bahan bagian bangunan dari wujud di bidang struktural keciptakaryaan beserta sarana prasarananya dengan peruntukan. pemanfaatan yang fungsional, aman, nyaman, sehat dan seimbang, serasi serta selaras dengan lingkungan. 3) Terselenggaranya tertib penyelenggaraan bangunan. Sedangkan sasarannya adalah : 1) Melaksanakan kegiatan perencanan teknis, keciptakaryaan. 2) Melaksanakan pengendalian teknis tentang pelaksanaan pembangunan keciptakaryaan. Adapun program dan kegiatan bdang perumahan yang dilaksanakan pada tahun 2009 terdiri dari 4 program 4 kegiatan yaitu : a. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, dengan kegiatan : 1) Pembangunan dan peningkatan infrastruktur. b. Program Lingkungan Sehat Perumahan, dengan kegiatan : 1) Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin. c. Program Perencanaan Tata Ruang, dengan kegiatan : 1) Rapat koordinasi tentang rencana tata ruang.. d. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, dengan kegiatan : 1) Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. b. Realisasi Program dan Kegiatan Total realisasi anggaran pembangunan bidang perumahan pada tahun 2009 sebesar Rp. 1.886.261.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.775.060.900,- atau (94,10%). Adapun realisasi masing–masing program dan kegiatan bidang perumahan Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, dengan kegiatankegiatan :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

141

1) Pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Alokasi anggaran dalam APBD sebesar Rp. 213.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 205.869.250,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,45%. Output kegiatan berupa bertambahnya panjang jalan lingkungan berkonstruksi aspal dengan hasil kegiatan berupa kelancaran mobilitas warga komplek permukiman dan kerapian wilayah. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100 %. b. Program Lingkungan Sehat Perumahan, dengan kegiatan : 1) Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin. Alokasi anggaran sebesar Rp. 717.870.000,dan terealisasi sebesar Rp. 711.068.050,- (99,05%). Output kegiatan berupa tersedianya sarana air bersih dan sanitasi dasar bagi masyarakat miskin dengan hasil dari kegiatan berupa tersedianya sarana dan prasarana air bersih perdesaan dan sanitasi dasar masyarakat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. c. Program Perencanaan Tata Ruang, dengan kegiatan : 1) Rapat koordinasi tentang rencana tata ruang. Alokasi anggaran sebesar Rp. 84.450.000,dan terealisasi sebesar Rp. 81.577.000,- (96,60%). Output kegiatan berupa tersusunnya dokumen detail Rencana tata ruang bangunan dan lingkungan kota wonosari dengan hasil kegiatan berupa buku dokumen dasar rencana tata ruang. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. d. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, dengan kegiatan : 1) Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan. Alokasi anggaran sebesar Rp. 870.941.000,dan terealisasi sebesar Rp. 776.546.600,- (89,16%). Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan pengelolaan persampahan tersedianya dengan hasil kegiatan berupa terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. Berdasarkan penilaian terhadap berbagai capaian kinerja program dan kegiatan, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan bidang pekerjaan umum pada tahun 2009 secara umum berjalan lancar dengan kategori sangat berhasil dengan nilai capaian kinerja 87,68%. c. Permasalahan dan Solusi Sekalipun pelaksanaan program dan kegiatan bidang perumahan di tahun 2009 dapat berjalan lancar, namun tidak terlepas dari berbagai hambatan dan kendala yang dapat diidentifikasi sebagai berikut : 1) Keterlambatan penetapan DPA sebagai dasar pelaksanaan program dan kegiatan,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

142

sehingga pekerjaan fisik yang prosesnya melalui pengadaan penyedia jasa turut terhambat. 2) Bidang Cipta Karya Keterbatasan alat dan tenaga yang tersedia terutama dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan perdesaan maupun perkotaan. Upaya mengatasi : a) Mengoptimalkan personil yang ada. b) Mengoptimalkan peralatan yang tersedia dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan, termasuk penggunaan stom wals dari luar Kabupaten Gunungkidul apabila volume perkerjaan meningkat dan harus segera diselesaikan. c) Monitoring lapangan secara intensif. 7. BIDANG PERENCANAAN PEMBANGUNAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang perencanaan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Selain urusan wajib bidang perencanaan pembangunan, Bappeda juga melaksanakan urusan wajib bidang penataan ruang dan bidang statistik. Dengan demikian Bappeda menjadi SKPD yang melaksanakan 3 (tiga) urusan wajib sekaligus. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah dan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga pemerintah daerah dan tugas pembantuan di bidang perencanaan pembangunan. Adapun yang menjadi kewenangan Bappeda adalah urusan pemerintahan wajib bidang perencanaan pembangunan, bidang penataan ruang, dan bidang statistik di Kabupaten Gunungkidul. Program dan kegiatan pembangunan bidang perencanaan pembangunan di tahun 2009 terdiri dari 6 program 14 kegiatan yaitu : a. Program Kerjasama Pembangunan, dijabarkan dalam kegiatan: 1) Koordinasi dan perencanaan percepatan pembangunan wilayah tertinggal. 2) Koordinasi bidang prasarana dan pengembangan wilayah. b. Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan percepatan pembangunan kawasan produksi daerah tertinggal (P2KP DT). kegiatan-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

143

2) Koordinasi agropolitan.

dan

fasilitasi

pengembangan

kawasan

c. Perencanaan Pengembangan Kota-kota Menengah dan Besar, dengan kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan air minum, drainase, dan sanitasi perkotaan. d. Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan kegiatan : 1) Pengembangan partisipasi masyarakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik. 2) Penyusunan rancangan RKPD. 3) Penyelenggaraan Musrenbang RKPD. 4) Monitoring, evaluasi, pengendalian, dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan daerah. 5) Koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan Non APBD. 6) Koordinasi sistem pendukung perencanaan program kegiatan pembangunan. e. Program Perencanaan Sosial dan Budaya, dengan kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan pembangunan bidang sosial budaya. 2) Koordinasi dan pendampingan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). f. Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumberdaya Alam, dengan kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan pengairan. kegiatankegiatan-

b. Realisasi Program dan Kegiatan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Rp. Anggaran 2009 yang mendapatkan terdiri dari alokasi belanja dana tidak APBD langsung sebesar sebesar 3.528.000.937,33

Rp. 1.888.580.937,33 dan belanja langsung sebesar Rp. 1.639.420.000,-. Dari belanja langsung untuk bidang perencanaan pembangunan sebesar Rp. 915.680.000,- sisanya sebesar Rp. 972.900.937,- untuk bidang penataan ruang dan bidang statistik. Dari pagu anggaran belanja langsung untuk bidang perencanaan pembangunan sebesar Rp. 915.680.000,- terealisasi sebesar Rp. 794.478.700,- (86,76%).

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

144

Realisasi

program

dan

kegiatan

pembangunan

bidang

perencanaan

pembangunan di tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Kerjasama Pembangunan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi dan perencanaan percepatan pembangunan wilayah tertinggal. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 43.195.000,- terealisasi sebesar Rp. 37.607.800,- atau (87,07%). Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi dan penyusunan usulan rencana program dan anggaran program PDT dan pendampingan P2SE-DT di 5 kecamatan tertinggal. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Koordinasi bidang prasarana dan pengembangan wilayah. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 37.900.000,- terealisasi sebesar Rp. 35.765.500,- atau (94,37%). Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi koordinasi perencanaan bidang fisik dan prasaran sebanyak 24 ( dua puluh empat ) kali. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan percepatan pembangunan kawasan produksi daerah tertinggal ( P2KP-DT ) Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 47.700.000,- terealisasi sebesar Rp. 42.863.100,- atau (89,86%). Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi dan fasilitasi kegiatan P2KP-DT di 5 (lima) Kecamatan daerah tertinggal. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Koordinasi dan fasilitasi pengembangan kawasan agropolitan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 32.755.000,- terealisasi sebesar Rp. 31.098.000,- atau (94,94%). Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi dan fasilitasi program kegiatan di kawasan agropolitan dan hinterlandnya. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar, dengan kegiatankegiatan : 1) Koordinasi perencanaan air minum, drainase dan sanitasi perkotaan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 52.160.000,- terealisasi sebesar Rp. 46.468.000,- atau (89,09%). Output kegiatan berupa terwujudnya koordinasi Grand AID JICA dan Pengembangan Turbin Mikrohdro Bribin guna mendukung program dalam mengatasi air bersih di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

145

capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. d. Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan kegiatan- kegiatan : 1) Pengembangan partisipasi masyarakat dalam perumusan program dan kebijakan layanan publik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 85.050.000,- terealisasi sebesar Output kegiatan ini adalah fasilitasi Rp. 73.320.000,- atau (86,21%).

pendampingan Musrenbang Desa dan Musrenbang Kecamatan dan menghasilkan Dokumen hasil Musrenbang Desa dan Musrenbang Kecamatan di 18 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Penyusunan rancangan RKPD Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 78.650.000,- terealisasi sebesar Rp. 77.645.000,- atau (98,72%). Output kegiatan ini adalah tersusunnya Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul sebagai pedoman penyusunan KUA/PPAS sebanyak 140 buku. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Penyelenggaraan Musrenbang RKPD. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 113.615.000,- terealisasi sebesar Rp. 100.166.000,- atau (88,16%). Output kegiatan ini adalah terselengaranya

Musrenbang SKPD sehingga terwujud keterpaduan pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100% 4) Monitoring, Anggaran yang evaluasi, pengendalian, dan pelaporan pelaksanaan rencana pembangunan daerah. ditetapkan sebesar Rp. 88.975.000,- terealisasi sebesar Rp. 66.730.000,- atau (75,00%). Output kegiatan ini adalah terselenggaranya

kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan di Kabupaten Gunungkidul sehingga termonitornya implementasi pelaksanaan kegiatan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan Non APBD Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 32.750.000,- terealisasi sebesar Rp. 20.289.000,- atau (61,95%). Output kegiatan ini adalah monotoring

implementasi pelaksanaan kegiatan pembangunan DAK dan tugas pembantuan (Non APBD), sehingga tersedia umpan balik pelaksanaaannya di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Koordinasi sistem pendukung perencanaan program kegiatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

146

pembangunan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 47.805.000,- terealisasi sebesar Rp. 42.345.000,- atau (88,58%). Output kegiatan ini adalah terlaksananya

penyelenggaraan perencanaan dan penganggaran partisipatif di Kabupaten Gunungkidul, hal ini dilaksanakan dan bekerja sama dengan GTZ CLG Regional Manajemen Yogyakarta, guna meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan publik. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan pembangunan bidang ekonomi. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 46.860.000,- terealisasi sebesar Rp. 43.267.200,- atau (92,33%). Output kegiatan ini adalah terlaksananya

koordinasi perencanaan bidang perekonomian, sehingga tercapai perencanaan yang terpadu dan sinergis lintas bidang/SKPD di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Koordinasi dan fasilitasi energi alternatif Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 26.850.000,- terealisasi sebesar Rp. 24.813.000,- atau (92,41%). Output kegiatan ini adalah terfasilitasinya

pengembangan energi alternatif sehingga terkoordinir pengembangan energi alternatif. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. f. Program Perencanaan Sosial dan Budaya, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan pembangunan bidang sosial budaya. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 77.220.000,- terealisasi sebesar Rp. 71.509.000,- atau (92,61%). Output kegiatan ini adalah terlaksananya

koordinasi perencanaan bidang pemerintahan, sosial dan budaya sehingga perencanaan bidang pemerintahan, sosial dan budaya yang terpadu dan sinergis lintas bidang/SKPD di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Koordinasi Anggaran yang dan pendampingan Program ( PNPM ). Nasional Pemberdayaan Masyarakat ditetapkan sebesar Rp. 79.842.000,- atau (99,89%).

Rp. 79.930.000,- terealisasi sebesar

Output kegiatan ini adalah terlaksananya

koordinasi, monitoring dan evaluasi PNPM P2KP sehingga tercapainya kemandirian melalui BKM dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. g. Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumberdaya Alam, dengan kegiatankegiatan :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

147

1) Koordinasi perencanaan pengairan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 65.035.000,- terealisasi sebesar

Rp. 36.809.000,- atau (56,60%).

Output kegiatan ini adalah fasilitasi dan

pelayanan koordinasi pengelolaan irigasi di Kabupaten Gunungkidul dengan hasil berupa terjalinnya hubungan antar lembaga pengelolaan air. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Berdasarkan hasil penilaian terhadap berbagai capaian program dan kegiatan, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan bidang perencanaan pembangunan pada tahun 2009 secara umum berjalan lancar dengan kategori sangat berhasil dengan nilai capaian kinerja 98,70%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang perencanaan pembangunan, di Kabupaten Gunungkidul antara lain : 1) Belum optimalnya antar

koordinasi pemangku kepentingan (stakeholders) maupun instansi

antar dalam

proses perencanaan pembangunan. 2) Pemahaman yang

belum komprehensif antar pemangku

kepentingan (stakeholders) maupun instansi penting perencanaan pembangunan. 3) Ketersediaan data akan antar arti

proses

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

148

yang kurang akurat bagi kepentingan

perencanaan pembangunan. Sedangkan upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan bidang perencanaan pembangunan adalah : 1) Meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan

(stakeholders) maupun antar instansi berkaitan dengan proses perencanaan , sehingga akan tercapai perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif. 2) Membangun SIMReda (Sistem Informasi Manajemen

Perencanaan Pembangunan Daerah) di Kabupaten Gunungkidul. 3) Membangun sistem pendataan yang komprehensif sehingga akan tersusun profil daerah yang mampu menggambarkan kondisi dan potensi riil di Kabupaten Gunungkidul.

8. BIDANG PENATAAN RUANG a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang penataan ruang di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Selain urusan wajib bidang penataan ruang, Bappeda juga melaksanakan SKPD yang melaksanakan 3 (tiga) urusan wajib sekaligus. Program dan kegiatan bidang penataan ruang terdiri dari 1 program dengan 2 kegiatan yaitu : a. Program Perencanaan Tata Ruang, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyusunan Rancangan Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). 2) Fasilitasi koordinasi penyelenggaraan penataan ruang daerah. b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi dana APBD untuk belanja langsung pelaksanaan bidang penataan ruang sebesar Rp. 128.345.000,-. Realisasi keuangan pelaksanaan program dan kegiatan bidang penataan ruang sebesar Rp. 113.802.300,- (88,87%). Realisasi program dan kegiatan pembangunan bidang penataan ruang di tahun 2009 sebagai berikut : urusan wajib bidang perencanaan pembangunan dan bidang statistik. Dengan demikian Bappeda menjadi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

149

a. Program Perencanaan Tata Ruang, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyusunan kebijakan tentang penyusunan rencana tata ruang. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 79.930.000,- terealisasi sebesar Rp. 79.842.000,- atau (99,89%). Output kegiatan berupa terlaksananya proses penetapan produk hukum tentang RTRW Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009-2029. Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat terlaksananya penataan ruang daerah yang serasi dan sinergis di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Fasilitasi koordinasi penyelenggaraan penataan ruang daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 51.125.000,- terealisasi sebesar Rp. 42.292.500,- atau (82,72%). Output kegiatan berupa terlaksannya BKPRD Kabupaten Gunungkidul, raker Pokja BKPRD, dan orientasi tata ruang dengan hasil berupa terlaksananya penataan ruang daerah yang serasi dan sinergis di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Berdasarkan hasil penilaian terhadap berbagai capaian program dan kegiatan, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan bidang penataan ruang pada tahun 2009 secara umum berjalan lancar dengan kategori sangat berhasil dengan nilai capaian kinerja 98,70%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang penataan ruang di Kabupaten Gunungkidul antara lain : 1) Belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan (stakeholders)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

150

maupun instansi. 2) Terbatasnya

antar

informasi tentang tata ruang bagi masyarakat swasta. 3) Terbatasnya perangkat peraturan daerah tentang pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Sedangkan upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan bidang perencanaan pembangunan, bidang penataan ruang, dan bidang statistik adalah : 1) Meningkatkan koordinasi antar SKPD yang ketugasannya berkaitan dengan penataan ruang dengan pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada agar penyusunan kebijakan penataan ruang lebih komprehensif. 2) Sosialisasi kepada warga masyarakat sampai ke tingkat kecamatan dan desa agar informasi tentang tata ruang dapat diketahui dan ditaati oleh seluruh masyarakat dan pihakpihak yang berkepentingan/swasta. 3) Penyusunan ruang. 9. BIDANG STATISTIK a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang statistik di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Selain urusan wajib bidang bidang statistik, Bappeda juga melaksanakan urusan wajib bidang perangkat peraturan daerah tentang pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian pemanfaatan dan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

151

perencanaan pembangunan dan penataan ruang. Dengan demikian Bappeda menjadi SKPD yang melaksanakan 3 (tiga) urusan wajib sekaligus. Secara keseluruhan program dan kegiatan pembangunan bidang statistik di BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 terdiri dari 2 program 4 kegiatan yaitu : a. Program Pengembangan Data/Informasi, dengan kegiatan : 1) Pengumpulan, updating, dan analisa data/informasi capaian target kinerja program dan kegiatan. 2) Penyusunan profil daerah. 3) Pendataan keluarga miskin dan pengangguran. b. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah, dengan kegiatan : 1) Pengolahan, updating, analisa data, dan statistik daerah. kegiatan-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

152

b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi dana APBD untuk belanja langsung pelaksanaan bidang statistik sebesar Rp. 239.075.000,-. Realisasi keuangan pelaksanaan program dan kegiatan bidang statistik sebesar Rp. 235.265.000,- (98,41%). Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan bidang statistik pada tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan Data/Informasi, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengumpulan, updating, dan analisa data/informasi capaian target kinerja program dan kegiatan Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 12.400.000,-terealisasi sebesar Rp. 12.000.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,77%. Output kegiatan berupa terselenggaranya koordinasi perencanaan bidang pengendalian sehingga kegiatan bidang pengendalian tahunan lebih mantap dan sinergis. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Penyusunan profil daerah. Anggaran yang ditetapkan dalam APBD sebesar Rp. 26.780.000,-terealisasi sebesar Rp. 26.255.000,- atau (98,04%). Output kegiatan berupa tersusunnya data profil daerah berbasis web, dan data profil daerah sebagai dokumen perencanaan pembangunan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pendataan keluarga miskin dan pengangguran. Anggaran yang ditetapkan dalam APBD sebesar Rp. 68.920.000,-terealisasi sebesar Rp. 68.770.000,- atau (99,78%). Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan pendataan keluarga miskin dan pengangguran sehingga tersajikannya data keluarga miskin by name dan pengangguran di Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah, dengan kegiatan : 1) Pengolahan, updating, analisa data, dan statistik daerah. Anggaran yang sebesar ditetapkan sebesar Rp. 130.975.000,terealisasi Rp. 128.240.000,- atau (97,91%). Output kegiatan berupa

publikasi data statistik 11 judul, booklet, informasi pembangunan tahun 2009 dan dokumentasi tahun 2008. Sedangkan hasil kegiatan berupa tersedianya informasi, data dan statistik pembangunan daerah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Berdasarkan hasil penilaian terhadap berbagai capaian program dan kegiatan, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan bidang statistik pada

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

153

tahun 2009 secara umum berjalan lancar dengan kategori sangat berhasil dengan nilai capaian kinerja 98,70%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang statistik di Kabupaten Gunungkidul antara lain : 1) Belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan (stakeholders) maupun antar instansi dalam proses pengumpulan data bagi perencanaan pembangunan. 2) Belum optimalnya dukungan seluruh SKPD yang terkait dengan proses pembangunan database yang valid dan akurat. 3) Ketersediaan data yang kurang akurat bagi kepentingan perencanaan pembangunan. Sedangkan upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan bidang bidang statistik adalah : 1) Meningkatkan koordinasi antar SKPD yang ketugasannya berkaitan dengan proses pengumpulan data perencanaan pembangunan dengan pemangku kepentingan (stakeholders). 2) Sosialisasi kepada warga masyarakat sampai ke tingkat kecamatan dan desa akan pentingnya ketersediaan data yang valid dan akurat 3) Membangun sistem pendataan yang komprehensif sehingga akan tersusun profil daerah yang mampu menggambarkan kondisi dan potensi riil di Kabupaten Gunungkidul. 10. BIDANG PENANAMAN MODAL a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang penanaman modal di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Bagian Admiistrasi Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul. Bidang penanaman modal merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul dalam rangka penciptaan kesempatan kerja. Dengan masuknya investasi diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Program dan kegiatan pembangunan bidang penanaman modal di tahun 2009 terdiri dari 4 program 10 kegiatan yaitu : a. Program Peningkatan Kinerja Kelembagaan Pemerintah Daerah, dengan kegiatan-kegiatan :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

154

1) Perumusan kebijakan di bidang usaha kecil menengah dan koperasi. 2) Perumusan kebijakan di bidang industri, pariwisata, pertambangan, dan energi. b. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal. c. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Memfasilitasi dan koordinasi kerjasama di bidang investasi. 2) Kajian kebijakan penanaman modal. b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi anggaran dari APBD untuk pelaksanaan program dan kegiatan bidang penanaman modal sebesar Rp. 74.605.000,- terealisasi Rp. 45.330.000,- atau 60,76%. Serangkaian program dan kegiatan Bagian Administrasi Perekonomian Setda Kabupaten Gunungkidul lebih pada perumusan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah di Kabupaten Gunungkidul dalam bentuk rencana umum penanaman modal daerah dan rencana strategis daerah sesuai dengan program pembangunan daerah kabupaten, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan bidang penanaman modal di tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Peningkatan Kinerja Kelembagaan Pemerintah Daerah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Perumusan kebijakan di bidang usaha kecil menengah dan koperasi. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 14.425.000,-terealisasi sebesar Rp. 8.445.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 58,54%. Output kegiatan berupa tersusunnya rumusan kebijakan di bidang UKM dan koperasi dengan hasil berupa tersedianya kebijakan komprehensif di bidang UKM dan koperasi. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Perumusan kebijakan di bidang industri, pariwisata, pertambangan, dan energi. Alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp. 16.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 4.095.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 25,59%. Output kegiatan berupa tersusunnya rumusan kebijakan di bidang industri dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

155

hasil berupa tersedianya kebijakan komprehensif di bidang industri. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi, dengan kegiatan : 1) Koordinasi perencanaan dan pengembangan penanaman modal. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 6.860.000,- terealisasi Rp. 5.860.000,(85,42%). Output kegiatan berupa terselenggaranya rapat koordinasi perencanaan penanaman modal dengan hasil berupa terselenggaranya rapat koordinasi perencanaan penanaman modal. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi, dengan kegiatan : 1) Memfasilitasi dan koordinasi kerjasama di bidang investasi. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 29.375.000,terealisasi Rp. 21.455.000,- (73,04%). Output kegiatan berupa terselenggaranya pelayanan investasi dengan hasil berupa tingkat kepuasan atas pelayanan investasi. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Kajian kebijakan penanaman modal. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 7.945.000,- terealisasi Rp. 5.475.000,(68,91%). Output kegiatan berupa tersusunnya Peraturan Bupati tentang Prosedur Penanaman Modal dengan hasil berupa kelancaran pelayanan penanaman modal. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang penanaman modal di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 100%. c. Permasalahan dan Solusi Sekalipun bidang capaian modal kinerja di bidang penanaman modal di Kabupaten dipengaruhi kegiatankegiatan-

Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil, namun penyelenggaraan penanaman Kabupaten Gunungkidul sangat permasalahan sarana dan prasarana perhubungan, ketersediaan listrik, dan belum adanya pelabuhan. Dengan keunggulan komparatif yang dimiliki seperti ketersediaan tenaga kerja dengan jumlah yang memadai, ketersediaan lahan pertanian, pesona keindahan pantai, dan cadangan sumber daya alam dan mineral masih belum mampu

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

156

menarik investor dalam skala besar untuk membuka usahanya di Kabupaten Gunungkidul, sehingga investasi yang masuk belum mampu mendongkrak perekonomian daerah secara signifikan. Untuk menarik investor lebih banyak lagi, Pemerintah Kabupaten

Gunungkidul harus melakukan beberapa upaya : a) Menyusun peta investasi daerah dan identifikasi potensi sumber daya daerah di Kabupaten Gunungkidul yg terdiri dari sumber daya alam, kelembagaan dan sumber daya manusia termasuk pengusaha mikro, kecil, menengah, koperasi, dan besar. b) Memfasilitasi kerjasama dengan dunia usaha di bidang penanaman modal. c) Melaksanakan dan memfasilitasi kerjasama internasional di bidang penanaman modal di tingkat kabupaten. d) Melaksanakan promosi penanaman modal daerah baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. e) Melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan yang menjadi kewenangan kabupaten. 11. BIDANG KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan. Pertambangan. Bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul dalam rangka menanggulangi kemiskinan. Adapun program dan kegiatan bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah yang dilaksanakan selama tahun 2009 terdiri dari 3 program 6 kegiatan yaitu : a. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah/UKM yang Kondusif dengan kegiatan-kegiatan : 1) Sosialisasi kebijakan tentang usaha kecil menengah. 2) Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah. b. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan. 2) Pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/KUD. c. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi dengan kegiatan:

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

157

1)

Pembinaan, pengawasan, dan penghargaan koperasi berprestasi.

b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Alokasi anggaran dari APBD untuk pembangunan bidang koperasi dan usaha kecil menengah di Kabupaten Gunungkidul tergabung menjadi satu dengan pelaksanaan urusan pilihan yang lain yaitu bidang perindustrian dan bidang perdagangan. Kedua urusan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2009 mendapatkan alokasi dana APBD sebesar Rp. 3.960.351.188,yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp. 2.820.154.188,- dan belanja langsung sebesar Rp. 1.140.197.000,-. Dari pagu anggaran belanja langsung tersebut dialokasikan untuk belanja langsung Bidang Koperasi dan UKM sebesar Rp. 136.322.000,- sisanya untuk bidang Industri dan bidang Perdagangan. Alokasi dana APBD untuk belanja langsung pelaksanaan bidang koperasi dan usaha kecil menengah sebesar Rp. 136.322.000,- terealisasi sebesar Rp. 125.172.000,(91,829%). Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah/UKM yang Kondusif dengan kegiatan-kegiatan : 1) Sosialisasi kebijakan tentang usaha kecil menengah. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 10.650.000,- terealisasi sebesar Rp. 10.410.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,75%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pasar rakyat dalam rangka peringatan Hari Koperasi, terselenggaranya tangkas trampil perkoperasian tingkat SMA, dan terselenggaranya sarasehan perkoperasian. Hasil kegiatan berupa diketahui, dikenalnya arti penting keberadaan lembaga koperasi di Kab. Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 11.472.000,- terealisasi sebesar Rp. 10.172.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88,67%. Output kegiatan berupa terselenggaranya revitalisasi kelembagaan koperasi. Hasil kegiatan berupa terfasilitasinya pembentukan, perubahan, dan pembubaran koperasi. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

158

b. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah dijabarkan dalam kegiatan : 1) Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 39.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 35.540.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 90,90%. Output kegiatan berupa terselenggaranya diklat kewirausahaan bagi UKM. Hasil kegiatan berupa meningkatnya SDM UKM. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/KUD. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 40.400.000,- terealisasi sebesar Rp. 36.840.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91,19%. Output kegiatan berupa kegiatan sebesar 100%. c. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi dengan kegiatan: 1) Pembinaan, pengawasan, dan penghargaan koperasi berprestasi. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 34.700.000,- terealisasi sebesar Rp. 32.210.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 92,82%. Output kegiatan berupa terselenggaranya penilaian terselenggaranya konsultasi dan pendampingan kesehatan koperasi, dan terselenggaranya program MAP dan sentra, terselenggaranya pembinaan klasifikasi koperasi, pendampingan RAT. Hasil kegiatan berupa terdampinginya program MAP dan sentra, pembinaan klasifikasi koperasi penilaian kesehatan koperasi dan pendampingan RAT. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang koperasi dan usaha kecil menengah di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja 96,97%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Gunungkidul antara lain : b) Masih kecil kurangnya dan pengetahuan dalam dan ketrampilan pelaku usaha menengah mengelola usahanya. terselenggaranya diklat akuntansi. Hasil kegiatan berupa berhasilnya 60 pengelola koperasi. Realisasi tingkat capaian kinerja

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

159

c) Keterbatasan modal pelaku usaha koperasi dan usaha kecil dan menengah sulitnya mengakibatkan pelaku usaha koperasi dan

dan usaha kecil dan menengah menjalankan mengembangkan usahanya. d) Lemahnya akses pelaku usaha koperasi dan usaha kecil dan menengah dalam memasuki pasar. e) Lemahnya kelembagaan koperasi dan UKM. f) Kurangnya kerja sama pelaku usaha koperasi dan UKM dalam melakukan kerja sama usaha dengan pihak ketiga. Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang, maka Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Meningkatkan pelatihan manajemen dan administrasi usaha UKM serta pengembangan pasar bagi pengelola koperasi. b) Meningkatkan pelatihan manajemen kewirausahaan dan pengembangan konsultasi bisnis bagi usaha kecil dan menengah. c) Meningkatkan anggaran dari APBD dengan memberikan bantuan modal usaha bagi koperasi dan UKM. d) Pembinaan secara berkelanjutan dan memfasilitasi informasi peluang dan perluasan akses pasar serta kerja sama dengan pihak ketiga. e) Memfasilitasi secara lebih luas bagi partisipasi dalam kegiatan promosi/pameran lokal dan nasional. f) Meningkatkan monitoring dan pemantauan secara lebih intensif kepada para peminjam dana penguatan modal. 12. BIDANG KEPENDUDUKAN dan CATATAN SIPIL a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang kependudukan dan catatan sipil di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

160

Sipil. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah dan pelaksana tugas-tugas pembantuan di bidang kependudukan dan catatan sipil. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan instansi pelayanan masyarakat di bidang kependudukan dan catatan sipil yang ketugasannya meliputi pendaftaran penduduk, pencatatan dan pengesahan kejadian vital penduduk untuk memperoleh kepastian hukum dan tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Cakupan pencatatan yang dilaksanakan berupa pencatatan peristiwa kelahiran, perkawinan, perceraian dan kematian, pengakuan, pengesahan, dan pengangkatan anak. Produk pencatatan sipil ini merupakan dokumen yang berlaku baik secara nasional maupun internasional. Program dan kegiatan dalam upaya pembangunan bidang kependudukan dan catatan sipil adalah 1 program 8 kegiatan terdiri dari : a. Program Penataan Administrasi Kependudukan, dengan kegiatan : 1) Pembangunan dan pengoperasian SIAK secara terpadu. 2) Implementasi Sistem Administrasi (membangun, updating dan pemeliharaan). 3) Koordinasi pelaksanaan kebijakan kependudukan. 4) Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan. 5) Pengembangan data base kependudukan. 6) Penyusunan kebijakan kependudukan. 7) Peningkatan kapasitas aparat kependudukan dan catatan sipil. 8) Sosialisasi kebijakan kependudukan. b. Realisasi Program dan Kegiatan Pembangunan bidang kependudukan dan catatan sipil pada tahun 2009 mendapatkan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp. 2.594.657.580,91,- yang terdiri atas belanja tidak langsung sebesar Rp. 1.325.519.580,91,- dan belanja langsung sejumlah Rp. 1.269.138.000,-. Sedangkan realisasi dari belanja tak langsung bidang kependudukan dan capil sebesar Rp. 1.224.198.845,- (92,36%) dan belanja langsung sebesar Rp. 1.205.062.730,- (94,95%). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil memperoleh penerimaan dari retribusi penggantian biaya cetak Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akta catatan sipil dengan perincian sebagai berikut : KK dari target Rp. 51.000.000,- terealisasi Rp. 65.093.000,- (127,63 %);

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

161

-

KTP dari target Rp. 264.000.000,- terealisasi Rp. 192.108.000,- (72,77%); Akta Capil dari target Rp. 110.000.000,- terealisasi Rp. 184.084.500,- (167,35%). Rp. 441.285.500,- atau melebihi dari target Rp.

Secara keseluruhan penerimaan dari retribusi penggantian biaya cetak KK, KTP, dan akta catatan sipil sebesar 425.000.000 (103,83%). Pelaksanaan program dan kegiatan bidang kependudukan dan catatan sipil dalam tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Penataan Administrasi Kependudukan, dengan kegiatan : 1) Pembangunan dan pengoperasian SIAK secara terpadu. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 11.515.000,- terealisasi sebesar Rp. 11.485.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,84%. Output kegiatan berupa terpeliharanya sarana dan prasarna SIAK dengan hasil berupa tertib administrasi kependudukan dengan SIAK off line. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Implementasi pemeliharaan). Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 178.700.000,- terealisasi sebesar 98,71%. Output kegiatan berupa terlaksananya Rp. 176.403.500,- atau sistem administrasi (membangun, updating, dan

administrasi kependudukan dengan prosedur dan formulir nasional (cetak blangko KTP, KK dan F-01, F-28) dengan hasil berupa tertib administrasi kependudukan dengan SIAK offline. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Koordinasi pelaksanaan kebijakan kependudukan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 16.955.000,- terealisasi sebesar Rp. 16.755.000,- atau koordinasi pelaksanaan 98,82%. Output kegiatan berupa terlaksananya rapat kebijakan kependudukan dengan hasil berupa

meningkatnya kelancaran pelaksanaan kebijakan kependudukan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Peningkatan pelayanan publik dalam bidang kependudukan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 32.875.000,- terealisasi sebesar Rp. 32.875.000,- atau 100%. Kegiatan ini meliputi pelayanan akta kelahiran yang dilaksanakan dengan jemput bola, dan persetujuan pencatatan kelahiran bagi yang terlambat kelahirannya. Output kegiatan berupa terprosesnya akta bagi yang terlambat pencatatannya. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Pengembangan data base kependudukan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 100.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 94.675.000,- atau 94,68%. Output kegiatan berupa tersusunnya data penduduk per rumah tangga di 18 kecamatan dengan hasil berupa terbangunnya database
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 162

kependudukan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Penyusunan kebijakan kependudukan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 100.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 94.675.000,- atau 94,68%. Output kegiatan berupa tersusunnya raperda retribusi pelayanan administrasi kependudukan dan peraturan bupati pelaksanaan administrasi kependudukan dengan hasil berupa pelayanan administrasi kependudukan di daerah yang sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2006. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Peningkatan kapasitas aparat kependudukan dan catatan sipil. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 34.800.000,- terealisasi sebesar Rp. 31.050.000,atau 89,22%. Output kegiatan berupa tersedianya insentif/honorarium bagi petugas P4 dengan hasil berupa meningkatnya kinerja petugas P4. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 8) Sosialisasi kebijakan kependudukan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 53.165.000,- terealisasi sebesar Rp. 50.114.450,- atau %. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi program SIAK, penyuluhan akta catatan sipil melalui pameran. Output kegiatan berupa tersosialisasikannya program SIAK melalui penyuluhan dan pameran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Secara keseluruhan program dan kegiatan dalam bidang kependudukan dan catatan sipil sebagaimana telah diuraikan di atas telah dapat berjalan dengan baik dengan rata-rata nilai capaian program 93,63% (predikat ”sangat berhasil”). c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang menjadi kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang kependudukan dan catatan sipil di Kabupaten Gunungkidul antara lain : 1) Ada sudah sebagian menikah akta dalam register Agama
163

masyarakat yang akan tetapi tidak memiliki dicatat buku Urusan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

nikah, atau tidak

nikah di Kantor

(KUA)

yang

bersangkutan. 2) Keterbatasan personil ada ditambah. 3) Secara data kependudukan dan pencatatan hal sipil belum valid, sehingga tersebut menghambat pelaksanaan entry data SIAK yang kepada masyarakat menjadi bertambah lama. 4) Pelaksanaan SIAK belum sepenuhnya sesuai Hal dikarenakan penyediaan jaringan internet belum berfungsi secara optimal. 5) Penyediaan dana, sarana,
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

yang perlu umum

berakibat

pelayanan

online

dengan ini

yang diharapkan.

dan
164

prasarana terbatas,

yang

berakibat kepada terhambatnya beberapa kegiatan lapangan. Sedangkan upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan bidang kependudukan dan catatan sipil adalah : 1) Mengusulkan alokasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul, untuk sidang Isbath di Pengadilan Agama Wonosari serta koordinasi dengan instansi terkait. 2) Mengoptimalkan personil yang ada dan menambah jumlah personil. 3) Mempercepat pengisian entry data dalam penyusunan database kependudukan dan pencatatan sipil. 4) Mengingat penyediaan jaringan internet ada di SKPD lain, maka perlu ada kesepahaman, kerja sama, dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika untuk mendukung pelaksanaan SIAK online. 5) Mengoptimalkan sarana mobilitas yang tersedia. 13. BIDANG KETENAGAKERJAAN a. Program dan Kegiatan Bidang ketenagakerjaan merupakan urusan pemerintahan wajib bidang ketenagakerjaan dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi. Selain melaksanakan urusan wajib ketenagakerjaan, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi juga melaksanakan urusan pilihan bidang ketransmigrasian. Sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009, bidang ketenagakerjaan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul melalui upaya penciptaan kesempatan kerja. Pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang–Undang Dasar 1945 dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk meningkatkan harkat, martabat dan harga diri tenaga kerja serta mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, makmur dan merata baik materiil maupun spirituil. Pembangunan ketenagakerjaan diatur sedemikian rupa sehingga terpenuhi
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 165

di

hak–hak dan perlindungan yang mendasar bagi tenaga kerja dan pekerja/buruh serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha perlu dilaksanakan. Pelaksanaan urusan wajib bidang ketenagakerjaan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada Tahun 2009 dilaksanakan melalui 3 program dan 10 kegiatan yaitu: i.Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pengadaan peralatan pendidikan dan ketrampilan bagi pencari kerja. 2) Peningkatan profesionalisme tenaga pelatihan dan instruktur BLK. 3) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja. ii.Program Peningkatan Kesempatan Kerja dengan kegiatankegiatan : 1) Penyusunan informasi bursa tenaga kerja. 2) Penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja. 3) Penyiapan tenaga kerja siap pakai. 4) Pemberian fasilitas dan mendorong sistim pendanaan pelatihan berbasis masyarakat. c. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan dengan kegiatan-kegiatan : Kegiatannya : 1) Fasilitasi penyelesaian prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial. 2) Peningkatan pengawasan perlindungan dan penegakan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. 3) Pendataan dan pengawasan wajib lapor keteenagakerjaan di perusahaan. b. Realisasi Progam dan Kegiatan Pembangunan bidang ketenagakerjaan memiliki banyak dimensi dan keterkaitan dengan berbagai pihak yaitu : pemerintah, masyarakat, pengusaha, pekerja/buruh, dan stakeholders yang bergerak di bidang ketenagakerjaan. Oleh karena itu keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan harus dilaksanakan secara terpadu dalam bentuk kerja sama yang saling koordinatif dan mendukung. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul pada Tahun Anggaran 2009 mendapatkan alokasi APBD untuk belanja langsung sebesar Rp. 4.033.682.000,- dan terealisasi Rp. 3.745.652.496 atau 97,89%, sehingga dana yang disetor ke kas daerah sebesar Rp. 288.029.504,- atau 7,14%. Sedangkan alokasi belanja langsung pelaksanaan bidang ketenagakerjaan sebesar Rp. 2.605.980.000,dan terealisasi Rp. 2.594.489.480,- (99,56%)

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

166

Kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang ketenagakerjaan dikategorikan berhasil berdasarkan pengukuran kinerja dan pengukuran sasaran. Tingkat capaian rata-ratanya untuk semua kegiatan melalui indikator output dan indikator outcomes yaitu 89,13%. Program dan kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif dan efisien. Sebagai gambaran lengkap, pelaksanaan program dan kegiatan dalam bidang ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada Tahun 2009 sebagai berikut: a. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja 1) Pengadaan peralatan pendidikan dan ketrampilan bagi pencari kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk penyelenggaraan penyediaan peralatan pelatihan bagi pencari kerja di BLK. Masukan kegiatan ini berupa dana Rp. 46.000.000,- terealisasi Rp. 45.693.000,- atau 99,33%. Persentase Keluaran 100% dengan tersedianya peralatan pelatihan bagi pencari kerja. Persentase Hasil 100% tentang meningkatnya ketrampilan masyarakat khususnya bagi pencari kerja. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 2) Peningkatan profesionalisme tenaga pelatihan dan instruktur BLK. Kegiatan bertujuan untuk menyusun Penetapan Angka Kredit (PAK) bagi pejabat fungsional Instruktur Latihan Kerja (ILK). Masukan kegiatan ini berupa dana Rp. 6.975.000,- terealisasi Rp. 6.975.000,- atau 100%. Persentase Keluaran 100% dengan terbitnya 46 SK Penetapan Angka Kredit (PAK). Persentase Hasil 100% tentang kepuasan pejabat fungsional ILK. Berdasarkan pengukuran evaluasi, kegiatan sangat efektif dan efisen. 3) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja. Masukan kegiatan ini yaitu dana Rp. 266.880.000,- terealisasi Rp. 264.030.000,- atau 98,93%. Persentase Keluaran 100% dengan jumlah pelatihan 10 paket pesertanya 160 orang. Persentase Hasil 100% tentang peningkatan ketrampilan masyarakat. kegiatan ini sangat efektif dan efisien. b. Program Pengembangan Kesempatan Kerja 1) Penyusunan informasi bursa tenaga kerja. Kegiatan bertujuan untuk menyusun informasi bursa tenaga kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul. Masukan kegiatan ini berupa dana Rp. 30.250.000,- terealisasi Rp. 30.250.000,- atau Berdasarkan pengukuran evaluasi,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

167

100%. Persentase Keluaran 100% dengan tersusunnya lembar informasi sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Persentase Hasil sebesar 100% tentang tersedianya data untuk perencanaan ketenagakerjaan. Berdasarkan pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 2) Penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam program ketenagakerjaan. Rp. Masukan kegiatan ini adalah dana sebesar Persentase 33.975.000,- terealisasi Rp. 31.823.000,- atau 93,67%.

Keluaran 100% dengan pengumpulan penyebarluasan infomasi lowongan kerja dan BKOL. Persentase Hasil 100% dengan adanya pemahaman masyarakat tentang bidang sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 3) Penyiapan tenaga kerja siap pakai. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan bimbingan kerja. Masukan kegiatan ini adalah dana Rp. 14.720.000,- terealisasi Rp. 14.720.000,- atau 100%. Persentase Keluaran 100% dengan

terselenggaranya bimbingan kerja. Persentase Hasil 100% dengan adanya pemahaman masyarakat terhadap dunia kerja sehingga mampu menekan penipuan yang dilakukan para calo tenaga kerja. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 4) Pemberian fasilitasi dan mendorong sistem pendanaan pelatihan berbaris masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kerja sementara bagi masyarakat dan meningkatkan akses perekonomian yang ada di masyarakat. Masukan kegiatan ini adalah dana sebesar Rp. 2.158.485.000,- terealisasi Rp. 2.153.663.480,- atau 99,78%. Persentase Keluaran 100% dengan terlaksananya kegiatan padat karya di 18 lokasi dengan pengerahan tenaga sebanyak 3600 orang. Persentase Hasil 100% dengan adanya penanggulangan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. c. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan. 1) Fasilitasi penyelesaian prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial (HI) Kegiatan ini bertujuan :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

168

-

Untuk keseragaman dalam pemahaman kasus-kasus hubungan industrial yang terjadi serta keseragaman dalam penanganan penyelesaian kasus-kasus HI;

-

Mediator HI dalam pembinaan ke perusahaanperusahaan dapat mewujudkan hubungan kerja yang kondusif;

-

Kerjasama organisasi pengusaha dan pekerja dapat ditingkatkan dalam melaksanakan peran masingmasing;

-

Organisasi pengusaha dan pekerja dapat berperan aktif dalam membina anggotanya serta sebagai tempat konsultasi dalam dana memecahkan Rp. masalah-masalah terealisasi ketenagakerjaan.

Masukan

kegiatan

ini

adalah

12.355.000,-

Rp. 11.755.000,- atau 95,14%.

Persentase Keluaran 100% dengan Persentase Hasil 100%

terlaksananya kegiatan pemantapan dan koordinasi bagi 20 orang mediator dan terlaksananya pembinaan industrial di 6 perusahaan. tentang pemahaman prosedur penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 2) Peningkatan pengawasan perlindungan dan penegakan hukum terhadap keselamatan dan kesehatan kerja Kegiatan ini bertujuan : Untuk mendapatkan data harga-harga barang kebutuhan hidup pekerja melalui survey di pasarpasar/tempat pembelanjaan, dan hasilnya (survey) dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh Dewan Pengupahan Propinsi DIY untuk usulan UMP; Pengusaha dan pekerja/buruh mengetahui pentingnya hubungan industrial dan perusahaan dalam upaya menciptakan hubungan kerja yang kondusif; Lembaga Kerja Tripartit diharapkan dapat berperan sesuai dengan fungsi masing-masing serta ikut memberikan saran-saran dalam pencegahan terjadinya kasus hubungan industrial. Masukan kegiatan ini adalah dana Rp. 20.590.000,terealisasi Rp. 19.890.000,- atau 96,60%. Persentase Keluaran 100% dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

169

terlaksananya pendayagunaan dan pemantapan lembaga ketenagakerjaan, terlaksananya pencegahan dan penanggulangan kerawanan perusahaan. Persentase Hasil 100 % tentang perolehan data kerawanan perusahaan, pemahaman fungsi dan peran organisasi pekerja dan pengusaha, pemahaman dan kesepakatan lembaga tripartit. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 3) Pendataan dan pengawasan wajib lapor ketenagakerjaaan di perusahaan. Masukan kegiatan ini adalah dana Rp. 15.750.000,terealisasi Rp. 15.690.000,- atau 99,62%. Persentase Keluaran 100% dengan Persentase Hasil 100

terlaksananya pendataan wajib lapor ketenagakerjaan. % tentang ketepatan pengiriman data ketenagakerjaan. c. Permasalahan dan Solusi

Capain target program dan kegiatan sebagaimana dipaparkan di atas merupakan hasil kerja seluruh pihak yang terkait dengan pelaksanaan program. Meskipun telah berhasil melaksanakan program dan kegiatan dengan kriteria sangat berhasil, akan tetapi dalam bidang ketenagakerjaan masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama antara lain : 1) Ketrampilan tenaga kerja belum memadai 2) Bervariasinya jenis perusahaan yang ada. 3) Kemampuan finansial masyarakat yang rendah 4) Minimnya pegawai yang mempunyai keahlian tertentu di bidang ketenagakerjaan.. 5) Sistim informasi ketenagakerjaan yang belum memadai 6) Terbatasnya lapangan kerja disektor formal Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan upaya-upaya guna mengatasi permasalahan yang dihadapi sebagai berikut : 1) Memanfaatkan sarana prasarana, sumber daya manusia dan dana yang ada di bidang tenaga kerja secara optimal untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebijakan, program dan kegiatan yang ada. 2) Menjalin kerjasama yang kondusif antar instruktur dan peserta pelatihan, sehingga akan dapat menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, disamping pemilihan peserta secara selektif dan pendayagunaan instruktur dari segala kejuruan. 3) Diversifikasi kegiatan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

170

4) Peningkatan kerjasama antar daerah dalam rangka mobilisasi penduduk. 5) Peningkatan Jalinan kerjasama dengan BKK dan Perusahaan / LPPS/PJTKI dalam memperoleh informasi lowongan kerja melalui mekanisme AKL,AKAD dan AKAN 6) Peningkatan kerjasama dengan Stakeholder yang bergerak di bidang sosial dan ketenagakerjaan untuk peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 7) Koordinasi tripartit untuk menciptakan ketenagakerjaan yang kondusif dan harmonis antara pengusaha, pekerja dan pemerintah 8) Peningkatan metode, cara dan strategi yang cepat dan tepat dalam peningkatan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran. 14. BIDANG SOSIAL a. Program dan Kegiatan Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Gunungkidul selain melaksanakan urusan pemerintahan wajib bidang sosial, juga melaksanakan urusan wajib nidang ketenagakerjaan dan urusan pilihan bidang ketransmigrasian. Dalam bidang sosial, program dan kegiatan yang dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 7 program 9 kegiatan yaitu : i.Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan kemampuan (capacity building) petugas dan pendamping sosial. 2) Fasilitas menejemen bagi keluarga miskin. ii.Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan : 1) Penanganan masalah-masalah yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa. iii.Program pembinaan anak terlantar, dengan kegiatan : 1) Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar. iv.Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks Trauma, dengan kegiatan : 1) Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

171

v.Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo, dengan kegiatan : Kegiatannya : 1) Pembangunan sarana dan prasarana Panti Asuhan/Panti Jompo. f. Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapida, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya , dengan kegiatan : 1) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan berusaha bagi eks penyandang penyakit sosial. g. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial, dengan kegiatan : 1) Peningkatan jenjang kerjasama pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat. 2) Pengembangan model kelembagaan perlindungan sosial. b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi dana APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 untuk pelaksanaan progam dan kegiatan bidang sosial sebesar Rp. 696.787.500,- dan terealisasi sebesar Rp520.321.500. ,- atau 74,67%. Adapun pelaksanaan dalam rangka program dan kegiatan sebagai berikut : a. Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial 1) Peningkatan kemampuan (capacity builing) petugas dan pendamping sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan ketrampilan berusaha bagi keluarga miskin dan bimbingan Usaha Sosial Ekonomi Produktif (USEP) keluarga miskin serta pendampingan bagi KUBE BLPS/KUBE PKH. Masukan berupa dana Rp. 72 262.500,-. Anggaran terealisir 65.4132.500,(90,52%). Realisasi fisik kegiatan mencapai 100% berupa pelatihan ketrampilan berusaha bagi gakin dengan peserta 225 orang, dan bimbingan USEP KM serta pendampingan bagi KUBE BLPS/KUBE PKH untuk 18 kelompok. 2) Fasilitasi manajemen bagi keluarga miskin. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pembinaan ketrampilan bagi kelompok pemulung. Masukan dana Rp. 9.160.000,-. terealisir Rp. 8.660.000,- (94,54%). Persentase Keluaran 100% dengan terlaksananya pembinaan ketrampilan bagi kelompok pemulung bagi 60 orang peserta. Persentase Hasil 100% tentang terbinanya dan terlatihnya kelompok pemulung. b. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 1) Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 172

darurat dan kejadian luar biasa. Kegiatan ini bertujuan melaksanakan droping air bersih bagi keluarga miskin, penguburan jenazah dan pemulangan orang terlantar serta bantuan korban bencana. Alokasi anggaran Rp. 499.525.000,-. dan terealisir Rp. 345.669.000,(69,20%). Adapun keluaran berupa terlaksananya droping air bersih bagi keluarga miskin di 7 kecamatan (100%), penguburan jenazah orang terlantar 9 orang (60%), dan pemulangan orang terlantar sebanyak 32 orang (213.33%) dari target, serta bantuan korban bencana. Persentase Hasil sebesar 100% tentang terbantunya droping air bersih, penguburan jenazah dan pemulangan orang terlantar serta bantuan masyarakat yang terkena bencana. Berdasarkan pengukuran evaluasi, kegiatan sangat efetif dan efisien. c. Program pembinaan anak terlantar 1) Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pelatihan ketrampilan dan praktek belajar bagi anak terlantar. Masukan kegiatan berupa dana Rp.16.790.000,-. Anggaran terealisir sebesar Rp. 14.630.000,- (87,14%). Persentase Keluaran 100% dengan terlaksananya pelatihan ketrampilan dan praktek belajar bagi anak terlantar sebanyak 100 orang. d. Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma 1) Pendayagunaan para penyandang cacat dan eks trauma. Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pemberian bantuan untuk penyandang cacat. Masukan kegiatan berupa dana Rp. 10.650.000,- terealisasi
Rp.

10.650.000,- atau 100%. Persentase Keluaran 100% dengan terlaksananya

pemberian bantuan untuk penyandang cacat berupa 5 buah kursi roda. Berdasarkan pengukuran evaluasi kegiatan sangat efetif dan efisien. e. Program Pembinaan Panti Asuhan / Panti Jompo 1) Pembangunan sarana dan prasarana panti asuhan/panti jompo. Kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan dan bantuan bagi Panti Asuhan/Panti Jompo. Masukan kegiatan ini berupa dana sebesar Rp. 5.470.000,- terealisasi Rp. 5.470.000,- atau 100%. Persentase Keluaran 100% dengan terlaksananya pembinaan dan bantuan bagi Panti Asuhan/Panti Jompo untuk 14 lembaga/yayasan. f. Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) 1) Pendidikan dan pelatihan ketrampilan berusaha bagi eks penyandang penyakit sosial.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

173

Kegiatan ini bertujuan untuk pembinaan dan ketrampilan bagi eks napi. Masukan kegiatan ini berupa dana sebesar Rp. 10.500.000,- terealisasi Rp. 600.000,- atau 5,71%. Persentase Keluaran 0% dengan tidak dilaksanakan kegiatan ini karena anggaran untuk bantuan stimulan bagi napi tidak ada. Persentase hasil 0%. Berdasarkan pengukuran evaluasi, kegiatan ini secara fisik tidak dilaksanakan. g. Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial 1) Peningkatan jenjang kerjasama pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial masyarakat. Kegiatan ini bertujuan terlaksananya jenjang kerjasama bagi pelaku-pelaku usaha kesejahteraan sosial. Masukan kegiatan ini berupa dana sebesar Rp. 42.150.000,- terealisasi 39.150.000,- (92,88%). Persentase Keluaran 100% dengan terlaksananya pembinaan dan kerjasama dengan PSM dan Karang Taruna. Persentase Hasil 100% tentang terbinanya dan terkoordinasinya PSM dan Karang Taruna. Berdasarkan pengukuran evaluasi, kegiatan sangat efetif dan efisien. 2) Pengembangan model kelembagaan perlindungan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan sosial bagi Lanjut Usia. Masukan kegiatan ini berupa dana sebesar Rp. 30.280.000,- terealisasi Rp. 30.080.000,- atau 99,34%. Persentase Keluaran 100% dengan terbantunya kecukupan hidup bagi Usia Lanjut. Persentase Hasil kegiatan sangat efetif dan efisien. Pelaksanaan program dan kegiatan bidang sosial dapat dikategorikan sangat berhasil berdasarkan pengukuran kinerja dan pengukuran pencapaian sasaran. Tingkat capaian rata-ratanya untuk semua kegiatan melalui indikator output dan indikator outcomes yaitu 89,13%. c. Permasalahan dan Solusi Meskipun capaian kinerja termasuk dalam kategori sangat berhasil, pelaksanaan program kegiatan bidang sosial tidak terlepas dari permasalahan yang ada. Ini terlihat dari masih banyaknya warga masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang masuk kategori sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial. Adapun berbagai kendala/permasalahan yang dihadapi terkait dengan bidang sosial antara lain: 1) Masih tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). 2) Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia terlantar. 100% tentang tertingkatnya kesehatan bagi usia lanjut. Berdasarkan pengukuran evaluasi,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

174

3) Jumlah penduduk miskin masih relatif tinggi. 4) Adanya urbanisasi penduduk usia produktif ke kota – kota besar. 5) Kurangnya sarana dan prasarana pembangunan kesejahteraan sosial dengan sistem panti maupun non panti. 6) Masih terbatas dan rendahnya kualitas SDM di bidang pelayanan sosial. 7) Tidak adanya tenaga pendampingan / pekerja sosial sebagai pekerja lapangan 8) Sering terjadi bencana alam (kekeringan/kerawanan air, tanah longsor) dll. Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka memecahkan permasalahan tersebut baik melalui program kegiatan yang dibiayai APBD, maupun yang pembiayaannya diusulkan melalui APBD Propinsi dan APBN serta meningkatkan peran serta masyarakat. Selain itu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga terus berupaya untuk : 1) Penumbuhan kelompok–kelompok sosial baru. 2) Pelaksanaan monitor dan evaluasi terhadap kegiatan kelompok– kelompok sosial yang ada. 3) Pengembangan kelompok–kelompok sosial yang aktif. 4) Pelaksanaan bimbingan dan motivasi terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). 5) Pelaksanaan pelatihan keterampilan pada saat penumbuhan kelompok ekonomi produktif. 6) Pemberian bantuan modal kegiatan, stimulan UEP dan santunan jaminan sosial. 7) Peningkatan efektivitas peran dan fungsi lembaga sosial masyarakat dalam upaya pengembangan kearifan lokal guna pengentasan PMKS. 15. BIDANG KETAHANAN PANGAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang ketahanan pangan merupakan salah satu urusan wajib Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. Sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009, bidang ketahanan pangan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul melalui upaya revitalisasi pertanian. Untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul telah ditetapkan lima kebijakan utama ketahanan pangan yaitu :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

175

1) Penanggulangan kemiskinan/kerawanan pangan. 2) Pemantapan ketersediaan dan cadangan pangan. 3) Pengembangan sistem distribusi pangan. 4) Peningkatan konsumsi dan mutu/keamanan pangan. 5) Pemantapan kelembagaan ketahanan pangan. Adapun program dan kegiatan pembangunan bidang ketahanan pangan di tahun 2009 terdiri dari 5 program 12 kegiatan yaitu : a. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, dengan kegiatan–kegiatan : 1) Penyuluhan dan pendampingan petani dan pelaku agribisnis. 2) Peningkatan kemampuan lembaga petani. b. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Penanganan daerah rawan pangan. 2) Analisa dan penyusunan pola konsumsi dan suplai pangan. 3) Pengembangan desa mandiri pangan. 4) Pengembangan lumbung pangan desa. c. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Penelitian dan pengembangan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. 2) Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah. d. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Penelitian dan pengembangan teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. 2) Penyuluhan penerapan teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. e. Program Peningkatan Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian/perkebunan. 2) Penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian/perkebunan. b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi anggaran dari APBD untuk pembangunan bidang ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan untuk belanja langsung sebesar Rp. 2.373.670.500,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 2.114.122.136,- atau 89,07% dan terdapat sisa

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

176

anggaran sebesar Rp. 259.548.364,- (10,93%) yang telah dikembalikan ke kas daerah. Adapun realisasi program dan kegiatan pembangunan bidang ketahanan pangan tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, dengan kegiatan–kegiatan : 1) Penyuluhan dan pendampingan petani dan pelaku agribisnis. Alokasi anggaran dari APBD untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 98.700.000,- terealisasi Rp. 67.347.000,- atau 68,23%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kursus ketrampilan KPK, terselenggaranya magang KPK, dan terselenggaranya penguatan kapasitas gabungan KPK dengan hasil berupa meningkatnya kesejahteraan petani dan pelaku agribisnis. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. 2) Peningkatan kemampuan lembaga petani. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 147.250.000,terealisasi Rp. 133.505.000,- atau 90,67%. Output kegiatan berupa terselenggaranya forum petani tingkat desa kecamatan dan kabupaten serta pendampingan PUAP dengan hasil berupa meningkatnya kegiatan forum petani dan pendampingan PUAP. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. b. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Penanganan daerah rawan pangan. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 62.600.000,Rp. 55.743.000,- atau 89,05%. Output kegiatan berupa terealisasi terlaksananya

pemantauan situasi pangan dan gizi penduduk dan terlaksananya workshop SKPG dengan hasil berupa meningkatnya penanganan daerah rawan pangan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. 2) Analisa dan penyusunan pola konsumsi dan suplai pangan. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 15.900.000,terealisasi Rp. 13.465.000,- atau 84,69%. Output kegiatan berupa tersedianya dokumen analisis dan penyusunan pola konsumsi dan suplai pangan serta terlaksananya workshop mutu pangan dengan hasil berupa meningkatnya mutu dan keamanan pangan masyarakat. 100%. 3) Pengembangan desa mandiri pangan. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 59.535.000,Rp. 55.945.000,- atau terealisasi 93,97%. Output kegiatan berupa terlaksananya Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan

workshop desa mandiri pangan, terlaksananya apresiasi desa mapan, dan terlaksananya lomba cipta menu pangan dengan hasil berupa berkembangnya desa mandiri pangan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

177

4) Pengembangan lumbung pangan desa. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 420.645.000,Rp. 409.699.000,- atau pangan desa terealisasi 97,40%. Output kegiatan berupa terlaksananya

pembangunan lumbung pangan desa dan terlaksananya pelatihan lumbung dengan hasil berupa berkembangnya lumbung pangan desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. c. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Penelitian dan pengembangan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 4.225.000,terealisasi Rp. 4.225.000,- atau 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya temu usaha hasil produksi pertanian/perkebunan dengan hasil berupa meningkatnya kegiatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. 2) Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 30.070.000,Rp. 20.910.500,- atau 69,54%. Output kegiatan berupa terealisasi terlaksananya

penyebaran informasi pertanian lewat pameran dan terlaksananya penyebaran informasi pertanian lewat siaran radio dengan hasil berupa meningkatnya omset pemasaran hasil prodksi pert/perkebnan unggulan daerah. tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. d. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Penelitian dan pengembangan teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 113.610.000,terealisasi Rp. 94.419.975,- atau 83,11%. Output kegiatan berupa terselenggaranya kaji terap, terselenggaranya demplot desa, dan terselenggaranya lahan percontohan di BPP dengan hasil berupa meningkatnya hasil kajiterap, demplot dan percontohan yang diadopsi oleh petani. kegiatan 100%. 2) Penyuluhan penerapan teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 26.400.000,Rp. 25.350.000,- atau 96,02%. Output kegiatan berupa terealisasi tersedianya alat Realisasi tingkat capaian kinerja Realisasi

peraga penyuluhan pertanian dengan hasil berupa meningkatnya teknologi baru

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

178

yang diadopsi oleh petani. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. e. Program Peningkatan Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, dengan kegiatan –kegiatan : 1) Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian/perkebunan. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 713.478.000,- terealisasi Rp. 608.760.800,- atau 85,32%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pelatihan PPL, terselenggaranya pelatihan pengoperasian teknologi pertanian, dan terselenggaranya sistem kerja laku penyelenggaraan evaluasi penyuluhan terlaksananya rehab BPP Semin dengan hasil berupa meningkatnya penerapan teknologi pertanian/perkebunan oleh petani meningkatnya kapasitas tenaga penyuluh dalam melaksanakan tugas. kegiatan 100%. 2) Penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian/perkebunan. Alokasi kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 92.447.500,Rp. 53.195.000,- atau terealisasi dengan 57,54%. Output kegiatan berupa terselenggaranya Realisasi tingkat capaian kinerja

pendampingan FMA dan terlaksananya forum komisi penyuluhan petani. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan 100%.

hasil berupa meningkatnya kegiatan penyuluhan swadaya oleh petani untuk Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan antara 89%. c. Permasalahan dan Solusi Ketahanan pangan mencakup 3 dimensi/aspek yaitu ketersediaan pangan, distribusi pangan, dan pemanfaatan/konsumsi pangan. Secara umum ketersediaan pangan di Kabupaten Gunungkidul mencukupi artinya antara produksi beras dan kebutuhan pangan ada sisa surplus. Hal ini dapat dilihat dari ketersediaan beras sebesar 205,08 kg/kapita sementara kebutuhan beras 105 kg/kapita. Akan tetapi ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam mewujudkan ketanahan pangan di Kabupaten Gunungkidul : 1) Masih relatif tingginya angka kemiskinan mengakibatkan akses pangan rendah. 2) Konsumsi pangan masyarakat telah beragam tetapi kurang memenuhi standar gizi yang dianjurkan terutama protein hewani (daging dan telur). 3) Sebagian besar lahan pertanian tergantung air hujan dan belum tereksplorasinya sumber air dari sungai bawah tanah secara optimal.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

179

Dari permasalahan tersebut, solusi yang diterapkan dan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1) Peningkatan produksi dan produktivitas pangan. 2) Pengembangan sarana dan prasarana distribusi pangan. 3) Pengembangan desa mandiri pangan. 4) Pengembangan lumbung padi di desa rawan pangan. 5) Peningkatan akses pangan masyarakat. Ketersediaan pangan di Kabupaten Gunungkidul dari tahun 2007-2009 sebagai berikut : Tabel 4.2. Produksi Komoditas Pertanian Tahun 2007 – 2009 No 1 2 3 3 4 5 6 7 Komoditas Padi Sawah Padi Gogo Jagung Kedelai Ubi Kayu Ikan Konsumsi Daging Telur 2007 66.561,00 137.503,25 180.902 21.306 864.138 2.329 2.697 1.957
Produksi (Ton)

2008 75.964 167.881 191.007 22.764 796.630 2.169 2.797 1.648

2009 87.694 172.669 220.275 27.890 933.155 3.293 2.825,43 1.598,40

Sumber : Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Tahun 2009.

16.

BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN dan PERLINDUNGAN ANAK a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bidang pemberdayaan masyarakat dan desa serta bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB). Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan rumah tangga daerah di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bidang pemberdayaan masyarakat dan desa, serta bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Untuk melaksanakan ketiga urusan wajib tersebut Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana mendapat alokasi anggaran APBD sebesar Rp. 13.223.441.060, Terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 4.342.867.060,10 dan Belanja Langsung sebesar Rp. 8.880.574.000,- Dari total anggaran tersebut dapat terealisir sebesar Rp. 12.415.427.879,Pelaksanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan perempuan dan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

180

perlindungan anak yang dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 4 program 9 kegiatan yaitu : a. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan, dengan kegiatan : 1) Pelaksanaan sosialisasi terkait dengan kesetaraan gender pemberdayaan dan perlindungan perempuan. b. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anak, dengan kegiatan : 1) Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayan Perempuan (P2TP2). 2) Pengembangan Materi dan Pelaksanaan KIE tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG). c. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan di daerah. 2) Sosialisasi dan advokasi kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan. 3) Sosialisasi sistem pencatatan dan pelaporan KDRT. 4) Fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap KDRT. d. Program Peningkatan Peran Serta Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembinaan Organisasi Perempuan. 2) Pameran Hasil Karya Perempuan dibidang Pembangunan.. b. Realisasi Program dan Kegiatan Untuk melaksanakan urusan wajib bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana mendapat alokasi anggaran belanja langsung pelaksanaan urusan wajib bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebesar Rp. 174.385.000,dan dapat direalisasi sebesar Rp. 174.010.000 ,- atau 99,78 %. Pelaksanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2009 sebagai berikut: a. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan, dengan kegiatan : 1) Pelaksanaan sosialisasi terkait dengan kesetaraan gender pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Alokasi anggaran dalam APBD untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 40.490.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 40.390.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,75%. Output kegiatan berupa terselenggaranya koordinasi program PMT-AS 4 kali, meningkatnya kualitas

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

181

fisik siswa sebanyak 44.500 siswa, dan meningkatnya koordinasi PMTAS sebanyak 400 orang. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anak, dengan kegiatan : 1) Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayan Perempuan (P2TP2). Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 27.050.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 27.050.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terselenggaranya sosialisasi KPA sebanyak 100 orang, terselenggaranya pelatihan kelompok sadar HIV/AIDS sebanyak 50 orang, dan terselenggaranya sosialisasi pencegahan traficking sebanyak 100 orang. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pengembangan Materi dan Pelaksanaan KIE tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG). Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 24.405.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 24.330.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,70 %. Output kegiatan berupa terselenggaranya sosialisasi PUG dan PUA, terselenggaranya pelatihan analisis gender, dan tersedianya booklet. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan di daerah Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 3.900.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 3.700.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,87%. Output kegiatan berupa terlaksananya terselenggaranya koordinasi P2WKSS. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. KDRT. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Sosialisasi dan advokasi kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 10.250.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.250.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya Sosialisasi dan advokasi kebijakan perlindungan tenaga kerja perempuan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Sosialisasi sistem pencatatan dan pelaporan KDRT Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 15.980.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 15.980.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi sistem

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

182

pencatatan dan pelaporan KDRT. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 10.180.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 10.180.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya Tersedianya fasilitas perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta tersusunnya rencana aksi perlindungan perdagangan anak. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. d. Program Peningkatan Peran Serta Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembinaan organisasi perempuan Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 37.780.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 37.780.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pembinaan organisasi perempuan, terselenggaranya peringatan hari perempuan dunia, terselenggaranya peringatan hari kartini dan terselenggaranya peringatan hari anti kekerasan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pembinaan Hasil Karya Perempuan Dibidang Pembangunan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 4.350.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 4.350.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pameran produk hasil karya perempuan di Yogyakarta dan Wonosari. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan antara 97,11%. b. Permasalahan dan Solusi Meskipun capaian kinerja termasuk dalam kategori sangat berhasil, pelaksanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tidak terlepas dari permasalahan yang ada. Ini terlihat dari masih ditemukannya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga. Dalam rangka perlindungan perempuan dan anak telah dibentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kabupaten Gunungkidul berdasarkan SK Bupati Gunungkidul Nomor 95/KPTS/2009 tentang Pembentukan Gugus Tindak Pidana Perdagangan Orang Kabupaten Gunungkidul

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

183

yang bertugas mengkoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan masalah tindak pidana perdagangan orang, melaksanakan advokasi, sosialisasi, pelatihan dan kerjasama baik kerjasama regional maupun nasional, memantau perkembangan pelaksanaan perlindungan korban yang meliputi rehabilitasi, pemulangan dan reintegrasi sosial serta memantau perkembangan pelaksanaan penegakan hukum. Di samping itu dalam rangka mengantisipasi terjadinya trafficking telah dijalin kerjasama dengan LSM Save The Children, dengan sasaran penanggulangan trafficking antara lain dengan terbentuknya Komite Pendidikan Masyarakat Desa (KPMD) di 4 (empat) Kecamatan dan 14 Bentukan Kelompok dan telah dikembangkan 2 (dua) desa replikasi KPMD. Upaya penanganan KDRT terus ditingkatkan dari tahun ke tahun melalui pembentukan Forum Penanganan Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang dibentuk mulai dari tingkat Kabupaten sampai ke kecamatan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Forum, kejadian yang dilaporkan tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara terus-menerus selalu memantau kejadian dan mendampingi korban KDRT agar terpenuhi kebutuhan dasarnya. Tindak lanjut yang diperlukan: 1) Peningkatan kondisi kehidupan perempuan di berbagai bidang; 2) Meningkatkan akses perempuan ke jabatan publik dan politik dengan cara melakukan sosialisasi dan penyadaran perempuan di Kabupaten Gunungkidul; 3) Perlu ditingkatkan koordinasi antar Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Kabupaten Gunungkidul untuk secara bersama-sama memperbaiki kondisi sehingga kesetaraan dan keadilan gender dapat dilaksanakan di semua bidang. 17. BIDANG KELUARGA BERENCANA dan KELUARGA SEJAHTERA a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera (KB & KS) di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana yang mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga Pemerintah Daerah dan tugas pembantuan di bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera. Keluarga sejahtera merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi. Kondisi keluarga yang sehat dan sejahtera merupakan salah satu modal

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

184

penting dalam pelaksanaan pembangunan di segala bidang. Pembangunan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2009 memiliki beberapa tujuan yaitu : a) Meningkatkan reproduksi. b) Terwujudnya keluarga yang berkualitas. Program dan kegiatan pembangunan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera selama tahun anggaran 2009 sebanyak 2 program terdiri dari 8 kegiatan yaitu: a. Program Keluarga Berencana, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. 2) Pelayanan komunikasi informasi dan eduksi (KIE). 3) Pembinaan keluarga berencana. 4) Pembinaan kader kesehatan dan keluarga berencana. 5) Konsolidasi dan pembinaan usaha peningkatan pendapatan keluarga. 6) Pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB. 7) Pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi. b. Program Kesehatan Reproduksi Remaja, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Advokasi dan KIE tentang reproduksi remaja(KKR) b. Realisasi Program dan Kegiatan Secara keseluruhan jumlah alokasi anggaran bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera yang tergabung menjadi satu di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul untuk kegiatan belanja langsung sesuai dengan dokumen anggaran satuan kerja perubahan sebesar Rp. 742.495.000,-. Realisasi keuangan pelaksanaan program dan kegiatan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera sebesar Rp. 708.860.200,- (95,47%). Adapun pelaksanaan masing–masing program dan kegiatan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera adalah sebagai berikut : a. Program Keluarga Berencana, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 97.620.000,-terealisasi Rp. 81.800.200,- atau 83,79%. Output kegiatan terlaksananya pengadaan alat kontrasepsi. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pelayanan komunikasi informasi dan eduksi (KIE). Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 1.600.000,-terealisasi Rp. 1.600.000,- atau 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya sosialisasi dan KIE KB melalui spanduk. sebesar 100%. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

185

3) Pembinaan keluarga berencana. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 120.410.000,-terealisasi Rp. 118.870.000,- atau 98,72%. Output kegiatan berupa meningkatnya pelaksanaan program KB, meningkatnya pengembangan kelembagaan dan meningkatnya penggarapan lintas sektor. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Pembinaan kader kesehatan dan keluarga berencana. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 463.585.000,-terealisasi Rp. 452.785.000,- atau 97,67%. Output kegiatan berupa terlayaninya peserta KB baru dan tersedianya honor bagi kader PPKBD dan Sub PPKBD. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Konsolidasi dan pembinaan usaha peningkatan pendapatan keluarga. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 1.935.000,-terealisasi Rp. 1.935.000,- atau 100%. Output kegiatan berupa tercapainya pemenuhan masyarakat (PPM) kelompok UPPKS. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 17.795.000,-terealisasi Rp. 14.445.000,- atau 81,17%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan manunggal KB sejahtera, pemantapan kegiatan jaringan lini lapangan dan terlaksananya pertemuan tri komponen. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Pengembangan pusat pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 20.800.000,-terealisasi Rp. 19.875.000,- atau 95,55%. Output kegiatan berupa terselenggaranya orientasi KRR dan orientasi PIK KRR. kegiatan sebesar 100%. b. Program Kesehatan Reproduksi Remaja, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Advokasi dan KIE tentang reproduksi remaja(KKR) Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 18.750.000,-terealisasi Rp. 17.550.000,- atau 93,60%. Output kegiatan berupa terlaksananya orientasi KRR. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Berdasarkan hasil penilaian terhadap berbagai capaian program dan kegiatan diatas, maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera pada tahun 2009 secara umum berjalan lancar dengan kategori sangat berhasil dengan nilai capaian kinerja antara 97,11%. c. Permasalahan dan Solusi Realisasi tingkat capaian kinerja

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

186

Secara umum, program dan kegiatan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera sebagaimana tersebut di atas telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dengan pencapaian target fisik rata–rata dengan kategori berhasil. Namun di lapangan dijumpai pula beberapa hambatan antara lain jumlah PLKB sangat kurang, ratio dengan jumlah desa 74 : 144 , idealnya 1 desa 1 PLKB. Upaya untuk dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan koordinasi lintas sektoral untuk penggarapan program Keluarga Berencana. Mekanisme operasional program KB di tingkat lini lapangan sangat membantu kesinambungan dan keberhasilan program KB. Peran PPKBD dalam pelaksanaan Program KB tingkat lini lapangan sangat menonjol, melalui pembinaan para keluarga, khususnya mereka yang masih merupakan Pasangan Usia Subur (PUS). Untuk memperkuat peran tersebut, terutama dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan di tingkat desa, perlu terus ditingkatkan kerjasama dengan tenaga medis dan bidan desa. Dibidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera terus ditingkatkan melalui komunikasi, informasi dan edukasi dan pengembangan kesehatan reproduksi serta peningkatan partisipasi KB. Tindak lanjut yang diperlukan yaitu: 1) Meneguhkan kembali program KB sebagai program nasional dan daerah; 2) Meningkatkan kapasitas sistem pelayanan KB dan meningkatkan kualitas serta prioritas program KB; 3) Meningkatkan pembinaan sumber daya manusia (pengelola dan pelaksana) program serta institusi masyarakat di lini lapangan; 4) Meningkatkan akses pelayanan berkualitas, baik yang dikelola oleh institusi pemerintah maupun non-pemerintah, termasuk bagi keluarga miskin; 5) Meningkatkan pelayanan informasi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan informasi secara transparan; 6) Menggerakkan sumber daya masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan program KB. 18. BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT dan DESA. a. Program dan Kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul di samping melaksanakan urusan wajib bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta bidang Keluarga Berencana

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

187

dan Keluarga Sejahtera juga melaksanakan urusan wajib bidang pemberdayaan masyarakat dan desa. Dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan desa program dan kegiatan yang dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 4 program 11 kegiatan yaitu : a. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan, dengan kegiatankegiatan : 1) Pendampingan pengelolaan Pasar Desa. b. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembinaan kelompok masyarakat pembangunan desa. 2) Pemberian stimulan pembangunan desa. 3) Koordinasi dan fasilitasi bulan bhakti gotong royong. 4) Evaluasi Pembangunan Desa. 5) Koordinasi dan Fasilitasi Tentara Manunggal Membangun Desa. 6) Koordinasi dan Fasilitasi Karya Bhakti TNI c. Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu. 1) Pendampingan Program Pengembangan Kecamatan ( PPK ). 2) Pendampingan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). 3) Koordinasi dan Evaluasi Program Penanggulangan kemiskinan. d. Program Pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan Desa. 1) Pembinaan LPMD b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi dana APBD Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Gunungkidul untuk belanja langsung pelaksanaan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa sebesar Rp. 7.292.365.000,- terealisasi sebesar Rp. 6.709.320.514,- atau 92 %. Pelaksanaan program dan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa yang dilaksanakan selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 4 program 11 kegiatan yaitu: a. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan, dengan kegiatankegiatan : 1) Pendampingan pengelolaan Pasar Desa. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 13.660.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 13.580.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99%. Output kegiatan berupa terlaksananya pendampingan dan pengembangan Pasar Desa dengan hasil meningkatnya pengelolaan dan sarana Pasar Desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

188

b. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembinaan kelompok masyarakat pembangunan desa Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 7.250.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 7.190.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,17%. Output kegiatan berupa terlaksananya pendampingan program pemberdayaan masyarakat desa kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan (Saemaul Undong) di Desa Kampung Kecamatan Ngawen, dengan hasil terlaksananya Desa Kampung Kecamatan Ngawen sebagai Desa Percontohan Desa Korea. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pemberian stimulan pembangunan desa Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp 6.011.229.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 5.960.606.614,- (99,16%). Output kegiatan berupa terlaksananya pemberian stimulan pembangunan desa di 144 desa di Kab. Gunungkidul, Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Koordinasi dan fasilitasi bulan bhakti gotong royong. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 41.210.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 39.639.000,- (96,19%). Output kegiatan berupa terlaksananya Koordinasi dan fasilitasi bulan bhakti gotong royong, dengan hasil terlaksananya bulan bakti masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Evaluasi Pembangunan Desa. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 89.040.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 88.972.200,- (99,92%). Output kegiatan berupa terlaksananya Evaluasi dan Pembinaan Administrasi Desa dengan hasil meningkatnya kinerja pembangunan desa dan partisipasi masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Koordinasi dan Fasilitasi Tentara Manunggal Membangun Desa. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 192.710.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 190.546.000,- (98,88%). Output kegiatan berupa terlaksananya Koordinasi dan Fasilitasi Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) di 2 desa demi terwujudnya fasilitasi pendampingan pada kelompok pembangunan masyarakat dengan dukungan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Koordinasi dan Fasilitasi Karya Bhakti TNI Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 131.300.000,- dan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 189

terealisasi sebesar Rp. 129.571.000,- (98,68%). Output kegiatan berupa terlaksananya Koordinasi dan Fasilitasi Karya Bhakti TNI di 4 Desa hingga terwujudnya fasilitasi pendampingan pada kelompok pembangunan masyarakat dengan dukungan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. d. Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu. 1) Pendampingan Program Pengembangan Kecamatan ( PPK ). Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 179.655.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 171.865.000,- (95,66%). Output kegiatan berupa terlaksananya pendampingan Program Pengembangan Kecamatan ( PPK ) guna meningkatnya sarana prasarana dan kondisi ekonomi masyarakat miskin melalui PNPM Mandiri Perdesaan yang didanai dari Cost Sharing. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pendampingan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 40.557.500,- dan terealisasi sebesar Rp. 38.857.500,- (95,81%). Output kegiatan berupa terlaksananya pendampingan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) di 18 Kecamatan, hingga meningkatnya aspek sarana, SDM dan perekonomian masyarakat ( Tri Daya ) melalui pencapaian IPM dan MDGS, Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Koordinasi dan Evaluasi Program Penanggulangan kemiskinan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 12.200.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 12.069.000,- (98.93%). Output kegiatan berupa terlaksananya Koordinasi dan evaluasi Program penanggulangan kemiskinan, hingga terjadi pengurangan jumlah penduduk miskin sebesar 15 % dari Jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Pengembangan kelembagaan dan ketatalaksanaan Desa. 1) Pembinaan LPMD Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 57.807.500,- dan terealisasi sebesar Rp. 56.424.200,- (97,61%). Output kegiatan berupa terlaksananya Pembinaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) pada 144 Desa di Kabupaten Gunungkidul, Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

190

bidang pemberdayaan masyarakat dan desa di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 97,11%. b. Permasalahan dan Solusi Meskipun capaian kinerja termasuk dalam kategori sangat berhasil, pelaksanaan program kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa tidak warga terlepas dari permasalahan yang ada. Ini terlihat dari masih banyaknya

masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin. Untuk itu peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan dan memperkuat lembaga kemasyaraktan desa sebagai mitra kepala desa dalam penyelenggaraan pembangunan masyarakat desa haruslah ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Beberapa permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa selama kurun waktu tahun 2009 antara lain : 1) Sebagai program nasional dalam upaya menyediakan sarana prasarana yang menunjang perekonomian perdesaan dan pengembangan simpan pinjam bagi usaha ekonomi produktif, Petunjuk Teknis Operasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan terlalu kamu dan kurang memberi peluang kebutuhan lokal. 2) Belum semua usulan hasil verifikasi dalam PNPM Mandiri Perdesaan dapat dipenuhi. 3) Keterbatasan personil yang ada. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam rangka memecahkan permasalahan kemiskinan tersebut baik melalui program kegiatan yang dibiayai APBD, maupun yang pembiayaannya diusulkan melalui APBD Propinsi dan APBN serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan. 19. BIDANG PERHUBUNGAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang perhubungan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika dengan dukungan 1 Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB). Pembangunan bidang perhubungan di Kabupaten Gunungkidul diarahkan untuk mewujudkan sistem transportasi yang handal, aman, nyaman, lancar, terjangkau, efektif dan efisien. Sedangkan upaya–upaya yang dilaksanakan memiliki sasaran
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 191

sebagai berikut : 1) Meningkatkan kedisiplinan pengguna jasa transportasi. 2) Meningkatkan fasilitas perlengkapan jalan. 3) Meningkatkan kinerja pelayanan ruas jalan. 4) Meningkatkan kinerja pelayanan persimpangan. 5) Meningkatkan kinerja pelayanan angkutan umum. 6) Meningkatkan administrasi pelayanan jasa transportasi. 7) Meningkatkan pengawasan dan pembinaan lalu lintas di jalan. 8) Meningkatkan keselamatan pengguna jasa transportasi. 9) Meningkatkan penanganan manejemen pelayanan umum yang berkaitan dengan kegiatan transportasi. Tujuan dan sasaran dimaksud, diwujudkan melalui pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan selama kurun waktu tahun 2009 yang terdiri dari 4 program 11 kegiatan yaitu : a. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan, , yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan pengelolaan terminal angkutan darat. 2) Peningkatan pengelolaan perparkiran. b. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Barang, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan Angkutan. 2) Uji kelayakan sarana transportasi keselamatan Disiplin Masyarakat menggunakan

penumpang. 3) Fasilitas Perijinan di bidang perhubungan. 4) Koordinasi Dalam Peningkatan Pelayanan Angkutan. c. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan, dengan kegiatan : 1) Pembangunan gedung terminal. d. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengadaan rambu-rambu lalu lintas. 2) Pengadaan Marka Jalan. 3) Pemeliharaan lampu penerangan jalan. 4) Pemeliharaan fasilitas jalan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

192

b. Realisasi Program dan Kegiatan Pembangunan bidang perhubungan pada tahun 2009 mendapatkan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp. 9.915.995.266,- yang terdiri atas belanja langsung sebesar Rp. 6.847.107.000,- dan belanja tidak langsung sejumlah Rp3.068.888.266,-. Dari alokasi belanja langsung untuk bidang perhubungan sebesar Rp. 4.310.985.000,terealisasi sebesar Rp. 3.533.241.800 atau 81,95%. Pelaksanaan urusan pemerintahan bidang perhubungan dapat memberikan kontribusi PAD sebesar Rp. 693.437.560,dari target yang ditetapkan Rp. 722.482.000,- atau pencapaian target PAD sebesar 95,98%. Perolehan pendapatan tersebut berasal dari pos : 1) Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum 2) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 3) Retribusi Terminal 5) Retribusi Izin Trayek 6) Denda Pengujian Rp. Bermotor 7) Denda Retribusi Izin Trayek Rp. 368.060,Adapun realisasi masing – masing program dan kegiatan adalah sebagai berikut: a. Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan pengelolaan terminal angkutan darat. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 57.200.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 57.109.900,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,84%. Output kegiatan berupa terlaksananya pelayanan jasa usaha terminal yang tertib dan teratur. Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya jasa usaha terminal dan penerimaan retribusi /PAD. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 93,97%. 2) Peningkatan pengelolaan perparkiran. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 10.875.000,- dan terealisasi sebesar Retribusi Kendaraan Rp. 100.748.000,Rp. 123.147.500,Rp. 88.245.000,Rp. 60.526.000,-

4) Retribusi Tempat Khusus Parkir Rp. 298.227.000,-

22.176.000,-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

193

Rp. 10.875.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa pelayanan jasa perparkiran. Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya pengembangan PAD retribusi perparkiran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100,00%. b. Program Peningkatan Pelayanan Angkutan, yang terdiri kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan disiplin masyarakat menggunakan angkutan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 73.800.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 72.942.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,84%. Output kegiatan berupa terlaksananya pengendalian, pembinaan dan pengawasan arus lalu lintas untuk ketertiban dan keselamatan. Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya disiplin berlalu lintas. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Uji kelayakan sarana transportasi guna keselamatan penumpang. Anggaran yang disediakan sebesar Rp. 78.534.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 55.767.700,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 71,01%. Output kegiatan berupa terlaksananya pelayanan uji kendaraan bermotor. Hasil kegiatan berupa terwujudnya stabilitas sarana transportasi yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, menurunnya angka kecelakaan akibat faktor kendaraan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Fasilitas perijinan di bidang perhubungan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 11.180.000,- dan terealisasi sebesar Rp11.177.050,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,97%. Output kegiatan berupa terselenggaranya pelayanan izin trayek dan terkelolanya secara baik administrasi layanan perizinan angkutan penumpang umum. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kepuasan layanan bagi para pengusaha dan pengguna jasa angkutan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Koordinasi dalam peningkatan pelayanan angkutan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 17.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 17.393.750,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,39%. Output kegiatan berupa meningkatnya tertib pelayanan angkutan. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kedisiplinan pelayanan angkutan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan, dengan kegiatan : 1) Pembangunan terminal. gedung

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

194

Anggaran yang disediakan sebesar Rp 3.476.016.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 2.736.791.900,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 78,73%. Output kegiatan berupa terbangunnya gedung terminal tipe A Wonosari dengan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Gunungkidul dan APBD Provinsi DIY. Hasil kegiatan adalah meningkatnya fasilitas sarana pelayanan jasa angkutan penumpang umum. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. d. Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas, dengan kegiatankegiatan : 1) Pengadaan rambu-rambu lalu lintas. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 128.530.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 127.054.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,85%. Output kegiatan berupa terlaksananya pengadaan fasilitas jalan/prasarana rambu rambu lalu lintas. Hasil kegiatan adalah meningkatnya jumlah dan jenis prasarana/fasilitas jalan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Pengadaan marka jalan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 22.100.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 21.938.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,27%. Output kegiatan berupa terlaksananya pengadaan fasilitas prasarana jalan berupa marka jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Hasil kegiatan adalah meningkatnya jumlah dan jenis prasarana/ fasilitas jalan serta keselamatan berlalu-lintas. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 3) Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 321.025.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 308.834.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,20%. Output kegiatan berupa terpasangnya lampu penerang jalan. Hasil kegiatan adalah meningkatnya jumlah dan jenis prasarana/fasilitas penerangan jalan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 4) Pemeliharaan Fasilitas Jalan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 114.225.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 113.357.500,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,24%. Output kegiatan berupa terpeliharanya kondisi fasilitas jalan berupa rambu-rambu lalu lintas, marka, traffic light, warning lamp dan halte. Hasil kegiatan adalah terciptanya aspek keamanan dan keselamatan bagi pengguna jalan. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. Dari program dan kegiatan tersebut, berdasarkan penghitungan pada Pengukuran

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

195

Kinerja Kegiatan, capaian kinerja bidang perhubungan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan sebesar 88%. c. Permasalahan dan Solusi Keberhasilan yang dapat dicapai selama kurun waktu tahun 2009 hanyalah merupakan keberhasilan yang dilihat dari kacamata target selama satu tahun anggaran. Secara keseluruhan, bidang perhubungan masih memiliki berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu mendapatkan pemikiran bersama seluruh stakeholders. Beberapa permasalahan tersebut antara lain : 1) Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai kualifikasi yang dibutuhkan. 2) Terbatasnya dana penunjang kegiatan untuk mendukung pelaksanaan proyek yang memerlukan dana besar. 3) Terbatasnya sarana dan prasarana kerja untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas baik rutin kantor maupun operasional di lapangan 4) Belum optimal dan meratanya pembangunan di seluruh wilayah baik menyangkut fisik maupun sistem manajemen transportasi yang dikembangkan 5) Masih adanya simpul-simpul transportasi yang sulit dikembangkan mengingat kondisi geografis yang tidak mendukung dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang akhir–akhir ini menurun. 6) Kurang tertibnya pengguna jasa transportasi (tingkat kedisiplinan berlalu-lintas yang relatif masih rendah). 7) Prospek angkutan umum di jalan yang kurang menguntungkan dari segi perhitungan bisnis karena pergeseran alternatif moda angkutan dan maraknya jumlah sepeda motor yang beroperasi di jalan. Berkaitan dengan PAD yang menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 yang tidak memenuhi target dikarenakan beberapa hal : a. Adanya beban tunggakan retribusi parkir di tepi jalan umum tahun 2003 dan 2004 sebesar Rp. 19.410.000,- yang tidak terlunasi. b. Terdapat kesalahan pengetikan besaran target pada sub item target PAD taman parkir seharusnya tertulis Rp. 15.900.000,- dalam DPA tertulis Rp. 38.760.000,- dalam hal ini tidak

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

196

dapat di revisi pada saat penyusunan anggaran, sehingga ada selisih target Rp. 22.860.000,c. Retribusi izin trayek terjadi kesalahan pengetikan(diobel penjumlahan) dalam target yang mendasarkan pada potensi riil yaitu sebesar Rp. 48.000.000,Apabila mendasarkan pada target riil yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, maka sebenarnya ada over target yaitu 104,67. Beberapa upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Menigkatkan mobilitas pelayanan transportasi secara sistematis dan terpadu. 2) Mendorong membuka daerah yang relatif terisolir (belum lancar tingkat aksesibilitasnya) dengan meningkatkan pelayanan transportasi yang aman dan lancar. 3) Mengupayakan pelayanan jasa transportasi yang terjangkau (murah) oleh masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasarana transportasi. 4) Meningkatkan keselamatan dalam pelayanan transportasi kepada para pengguna jasa perhubungan. 5) Meningkatkan koordinasi pelayanan jasa transportasi terhadap pengguna jasa dan pengusaha angkutan umum serta pihak-pihak terkait. 20. BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang komunikasi dan informatika di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga pemerintah daerah dan tugas pembantuan di bidang informasi dan komunikasi. Pembangunan bidang komunikasi dan informatika di Kabupaten Gunungkidul diarahkan untuk mewujudkan informasi, komunikasi yang aktual, transparan, dan terpercaya. Pembangunan bidang komunikasi dan informatika yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika memiliki tujuan dan sasaran sebagai berikut : 1) Meningkatkan pelayanan dan daya jangkau infrastruktur mudah,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

197

komunikasi, informatika, pos dan telekomunikasi untuk memperluas aksesibilitas masyarakat terhadap informasi 2) Meningkatkan peran stake holder baik dunia usaha, mitra kerja bidang informasi dan komunikasi (LSM, KIM, BPD, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan dan komponen yang terkait) dalam usaha mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi informasi. Tujuan dan sasaran dimaksud, diwujudkan melalui pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan selama kurun waktu tahun 2009 yaitu : a. Program Pembangunan Komunikasi Informasi dan Media Massa, yang terdiri dari kegiatankegiatan : 1) Perencanaan dan pengembangan kebijakan komunikasi dan informatika. b. Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Penyebarluasan elektronik. 2) Penyebarluasan informasi melalui media cetak. b. Realisasi Program dan Kegiatan Penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib bidang komunikasi dan informatika memperoleh dukungan dana dari APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009 melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika sebesar Rp. 216.875.000,- yang seluruhnya merupakan anggaran belanja langsung. Untuk anggaran belanja tidak langsung bergabung dengan bidang perhubungan yang ada di Dinas Perhubungan, Anggaran pada bidang komunikasi dan informasi Komunikasi, dan Informatika. informasi media

terealisasi sebesar Rp. 184.773.250,- (85,19%) Adapun pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan bidang komunikasi dan informatika selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 2 program dan 3 kegiatan yaitu : a. Program Pembangunan Komunikasi Informasi dan Media Massa, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Perencanaan dan pengembangan kebijakan komunikasi dan informasi. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 24.100.000,dan terealisasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

198

Rp. 22.370.250,- (92,82%). Output kegiatan berupa terdokumentasikannya potensi daerah untuk pelayanan publik. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa tersedianya data dan dokumentasi tentang potensi daerah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Kerjasama Informasi dengan Mas Media, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Penyebarluasan Informasi Media Elektronik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 83.400.000,- dan terealisasi Rp. 70.167.500,- (84,13%). Output kegiatan berupa terlaksananya publikasi program pembangunan ke masyarakat melalui media elektronik. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa terserapnya program pembangunan oleh masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Penyebarluasan Informasi Melalui Media Cetak. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 109.375000,dan terealisasi Rp. 92.235.500,- (84,33%). Output kegiatan berupa terserapnya informasi program, kebijakan pembangunan ke masyarakat melalui media massa. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa terpublikasikannya program kegiatan pembangunan ke masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang komunikasi dan informatika di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 88%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang komunikasi dan informatika selama kurun waktu tahun 2009 antara lain : 1) Belum tersedianya tenaga fungsional sehingga pelayanan informasi belum optimal menjangkau seluruh wilayah pelosok pedesaan. 2) Kondisi geografis Kabupaten Gunungkidul yang berbukit–bukit, sehingga terdapat wilayah blank spot ( tidak terjangkau melalui media elektronik ) dan daya akses bidang teknologi informasi. 3) SDM yang menangani Informasi dan Komunikasi masih dirasakan kurang dalam penguasan teknologi Informasi 4) Belum optimalnya penggunaan tersedianya jaringan informasi antar unit kerja. 5) Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang dalam pelaksanaan informasi masyarakat yang masih cukup rendah sebagai akibat masih rendahnya kemampuan di

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

199

tugas pokok dan fungsi. Untuk mengatasi kendala tersebut, kedepan langkah pemecahan yang

ditempuh Kantor Informasi dan Komunikasi adalah sebagai berikut : 1) Mengupayakan pengisian jabatan fungsional bidang informasi, dengan demikian akan mampu memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat diseluruh pelosok wilayah Gunungkidul seara optimal dan profesional. 2) Memberdayakan Kelompok Informasi Masyarakat yang ada, sehingga dapat

didayagunakan sebagai agen informasi bagi lingkungan masyarakatnya. 3) Meningkatkan kualitas SDM dalam bidang Informasi dan Komunikasi dalam penguasaan teknolgi informasi, dengan memprogramkan pelatihan bidang teknologi informasi. 4) Mengoptimalkan jaringan informasi yang telah dibangun. 5) Mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara bertahap. 21. BIDANG PERTANAHAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang pertanahan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul. Ada 9 kewenangan Pemerintah Kabupaten di bidang pertanahan yaitu pemberian izin lokasi, pengadaan tanah untuk kepentingan umum, penyelesaian sengketa tanah garapan, penyelesaian masalah ganti kerugian dan santunan tanah untuk pembangunan, penetapan subyek dan obyek redistribusi tanah, serta ganti kerugian tanah kelebihan maksimum dan tanah absentee, penetapan tanah ulayat, pemanfaatan dan penyelesaian masalah tanah kosong, izin membuka tanah, dan perencanaan penggunaan tanah wilayah kabupaten/kota. Program dan kegiatan pembangunan bidang pertanahan di tahun 2009 terdiri dari 1 program 3 kegiatan yaitu : a. Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan, dengan kegiatan : 1) Penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. 2) Pengadaan dan sertifikasi tanah untuk kepentingan publik. b. Realisasi Program dan Kegiatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

200

Alokasi anggaran dari APBD untuk pelaksanaan program dan kegiatan bidang pertanahan tergabung di Bagian Kerjasama dan Pengendalian Pertanahan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul. Dari 9 sub bidang urusan pemerintahan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten/Kota di bidang pertanahan, ada beberapa kewenangan yang sudah dapat dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yaitu pemberian izin lokasi, pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum, penyelesaian sengketa tanah garapan, penyelesaian masalah ganti kerugian dan santunan tanah untuk pembangunan, dan perencanaan penggunaan tanah wilayah kabupaten/kota. Kewenangan di bidang pertanahan yang lain seperti penetapan subyek dan obyek redistribusi tanah, serta ganti kerugian tanah kelebihan maksimum dan tanah absentee, penetapan tanah ulayat, pemanfaatan dan penyelesaian masalah tanah kosong, dan izin membuka tanah masih dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul. Ini dikarenakan PP. 38 Tahun 2009 dalam pelaksanaannya masih menunggu terbitnya NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) di bidang pertanahan. Alokasi dana APBD Bagian Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul untuk belanja langsung pelaksanaan bidang pertanahan sebesar Rp. 1.975.942.000,- terealisasi keuangan 34,95%. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan bidang pertanahan di tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Penataan Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaata, dengan kegiatan : 1) Penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 16.900.000,- terealisasi sebesar Rp. 9.206.575,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 54,48%. Output kegiatan berupa : a) Terlaksananya pemberian ijin lokasi bagi keperluan penanaman modal/investasi usaha yang membutuhkan lahan lebih dari 1 ha, pada tahun 2009 terdapat 3 (tiga) permohonan izin lokasi dan kesemuanya dapat diberikan ijin karena telah sasuai dengan RTRW maupun kaidah-kaidah lainnya. Sedangkan izin pemanfaatan tanah di luar izin lokasi sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN Nomor 2 Tahun 1999 tentang Izin Lokasi yakni luasan lahan yang dibutuhkan untuk keperluan usaha kurang dari 1 ha Rp. 690.613.798,- atau realisasi kinerja

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

201

jumlahnya jauh lebih banyak namun kewenangan pemberian izinnya masih ditangani oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul; b) Pembentukan panitia pertimbangan belum mampu terealisasi karena pada tahun 2009 baru disusun draft peraturan daerah terkait dengan penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah melalui Peraturan Daerah tentang Izin Penggunaan Tanah yang diharapkan dapat menjadi landasan formal bagi pembentukan tim dimaksud; c) Penyusunan draf Raperda Izin Lokasi telah dapat dilaksanakan dengan harapan setelah diundangkannya peraturan dimaksud, semua jenis perizinan yang berkaitan dengan pemanfaatan tanah dilakukan oleh pemerintah kabupaten sesuai dengan kewenangan pelaksanaan sub bidang perencanaan penggunaan tanah wilayah kabupaten pada bidang pertanahan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007; d) Workshop/uji publik Draft Peraturan Daerah tentang Izin Penggunaan Tanah / Izin Lokasi belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu terbitnya peraturan pemerintah tentang pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Dalam pelaksanaan kegiatan penataan, penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sesuai dengan penjelasan di atas, tingkat capaian kinerja kegiatan yang mampu direalisasikan adalah sebesar 75%. 2) Pengadaan dan sertifikasi tanah untuk kepentingan publik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 1.959.042.000,-terealisasi sebesar Rp. 681.407.223,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 34,78%. Output kegiatan berupa tersedianya tanah/lahan bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum di Kabupaten Gunungkidul pada Tahun 2009 yakni untuk keperluan : a) Pembangunan Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS) melalui mekanisme sharring cost dengan Pemerintah Provinsi DI. Yogyakarta, dimana pada tahun 2009 ditargetkan pembebasan lahan sepanjang 1,2 km pada pelaksanaannya mampu direalisasikan sepanjang 1,5 km. b) Pembangunan Water treatment di Desa Bunder Kecamatan Patuk guna mengatasi kesulitan air bersih warga masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Patuk dengan memanfaatkan air Sungai Oya melalui teknologi pengolahan air sehingga layak untuk dikonsumsi masyarakat; c) Pembangunan Embung Serut di Desa Serut Kecamatan Gedangsari untuk mengatasi kesulitan air sekaligus dalam rangka konservasi lahan di daerah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

202

perbatasan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam penyediaan lahannya dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak dalam pelaksanaan pembangunan fisik Embung Serut. d) Relokasi SMK 1 Tanjungsari di Desa Karangrejek Kecamatan Wonosari dengan substansi hasil kegiatan yang diharapkan adalah tersedianya akses jalan keluar bagi aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di Desa Karangrejek sehingga apabila akan dipergunakan untuk pembangunan fasilitas kepentingan umum tidak ditemui kendala mengenai akses jalan keluar; Dari seluruh kegiatan pengadaan tanah di atas ditargetkan didapatkan lahan seluas 9.500 m2, namun dalam pelaksanaannya mampu direalisasikan seluas 10.878 m2 atau realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 114,5%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang pertanahan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 85%-100%. c. Permasalahan dan Solusi Sekalipun capaian kinerja bidang pertanahan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil, namun penyelenggaraan bidang pertanahan di Kabupaten Gunungkidul tidak terlepas dari beberapa permasalahan. Berkaitan dengan pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan belum dapat berjalan secara optimal dikarenakan : 1) Belum tersedianya ketentuan dari Pemerintah Pusat mengenai Petunjuk Teknis tentang Pajak dan Retribusi Daerah, sehingga penyusunan draf final perda izin lokasi belum dapat dilaksanakan. 2) Harga tanah yang diminta oleh warga masyarakat di beberapa tempat relatif tinggi di atas plafon anggaran yang tersedia. 3) Negosiasi harga ganti rugi sangat sulit dan memakan waktu relatif lama. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul harus melakukan beberapa upaya : 1) Melakukan sosialisasi lebih intensif dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan pembangunan agar masyarakat lebih menyadari manfaat yang akan diperoleh dengan terlaksananya pembangunan di daerah tersebut. Sehingga kecenderungan untuk mengambil keuntungan sesaat dengan menaikkan harga tanah yang tidak wajar dapat dikurangi. 2) Mengoptimalkan peran Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat dalam proses pengadaan tanah.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

203

3) Membentuk Tim Penilai Harga Tanah. 4) Menyiapkan bahan-bahan dalam perumusan kebijakan di bidang pertanahan sambil menunggu terbitnya NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) di bidang pertanahan. 22. BIDANG KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana. Bakesbangpollinmas dan PB mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga Pemerintah Daerah dan tugas pembantuan di bidang kesatuan bangsa, politik, penanggulangan bencana. Tujuan pembangunan bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri di Kabupaten Gunungkidul adalah : 1) Terwujudnya profesionalisme aparatur Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Gunungkidul. 2) Terciptanya masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3) Terwujudnya rasa aman, tertib dan tentram dalam bermasyarakat. 4) Meningkatnya peran serta kelembagaan politik dan keswadayaan masyarakat dalam pengembangan sumber daya masyarakat. Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur. Pada Tahun 2009 ini, sasaran pokok yang ingin dicapai oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Gunungkidul adalah : 1) Meningkatnya kualitas dan kompetensi aparatur Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Gunungkidul. 2) Terciptanya masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3) Meningkatkan profesionalisme dalam perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana dengan didukung oleh fasilitas yang memadai dan peran serta aktif masyarakat dalam mewujudkan kondisi ketentraman dan ketertiban masyarakat yang mantap, dinamis dan kondusif. 4) Meningkatnya kapasitas dan akseptabilitas kelembagaan politik dan perlindungan masyarakat, dan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

204

keswadayaan masyarakat. Tujuan dan sasaran dimaksud, diwujudkan melalui pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 6 program 11 kegiatan yaitu : a. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Penyiapan tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan. 2) Pengendalian keamanan lingkungan. b. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan, dengan kegiatan : 1) Pembinaan korps musik c. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat, dengan kegiatan: 1) Penyuluhan pencegahan peredaran/penggunaan minuman keras dan narkoba. d. Program Pendidikan Politik Masyarakat, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyuluhan kepada masyarakat. 2) Fasilitasi penyelesaian perselisihan partai politik. 3) Koordinasi forum-forum diskusi politik. e. Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam. 2) Pengadaan tempat penampungan sementara dan evakuasi penduduk dari ancaman korban bencana. 3) Pengadaan sarana dan prasarana evakuasi penduduk dari ancaman/korban bencana alam. f. Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran, dengan kegiatan : 1) Pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran. b. Realisasi Program dan Kegiatan Penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri memperoleh dukungan dana dari APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp. 3.276.036.321,86 dengan alokasi : anggaran belanja tidak langsung Rp. 1.716.843.821,86,-. dan anggaran belanja langsung Rp. 1.559.192.500,-. Anggaran belanja langsung bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri terealisir Rp. 1.482.342.769,- atau 96,07% dari anggaran yang tersedia. Saldo anggara sebesar Rp. 76.849.731 (4,93%) telah disetorkan ke kas daerah Kabupaten Gunungkidul. Adapun pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan bidang kesatuan bangsa dan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

205

perlindungan masyarakat selama kurun waktu tahun 2009 terdiri dari 6 program 11 kegiatan yaitu : a. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Penyiapan tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 195.620.000,- dan terealisasi Rp. 193.770,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,05%. Output kegiatan berupa uang saku bagi anggota SAR dan terlaksananya pembinaan bagi anggota SAR. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa meningkatnya kinerja anggota Linmas Kab. Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pengendalian keamanan lingkungan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 357.500.000,- dan terealisasi Rp. 357.225.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,92%. Output kegiatan berupa terlaksananya monitoring pengamanan perayaan hari-hari besar nasional, monitoring pengamanan pantai, dan terlaksananya PAM Pemilu 2009 sebanyak 3 tahap. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa terlaksananya keamanan dan kenyamanan lingkungan pada perayaan hari-hari besar nasional, pengamanan pantai, dan Pemilu 2009. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan, dengan kegiatankegiatan : 1) Pembinaan korps musik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 16.420.000,dan terealisasi Rp. 16.420.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya pembinaan bagi anggota Korsik/Gersang, bertambahnya peralatan (alat musik) bagi KORSIK/Gersang. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa meningkatnya kinerja anggota KORSIK/ GERSANG Kab. Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat, dengan kegiatan: 1) Penyuluhan pencegahan peredaran/penggunaan minuman keras dan narkoba. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 54.595.000,dan terealisasi Rp. 52.576.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,30%. Output kegiatan berupa banyaknya penyuluhan/ kegiatan anti narkoba yg dilaksanakan,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

206

tersedianya

operasional

BNK

Gunungkidul,

terlaksananya

rakor

BNK

Gunungkidul. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa jumlah masyarakat yang tahu dan sadar tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. d. Program Pendidikan Politik Masyarakat, dengan kegiatan : 1) Penyuluhan kepada masyarakat. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 31.705.000,dan terealisasi Rp. 28.655.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 90,38%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan penyuluhan pendidikan politik bagi masyarakat dan terlaksananya sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Sedangkan hasil dari kegiatan berupa meningkatnya wawasan politik masyarakat peserta penyuluhan dan meningkatnya wawasan serta kesiapan masyarakat tentang FKDM. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Fasilitasi penyelesaian perselisihan partai politik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 130.930.000,- dan terealisasi Rp. 120.340.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 91,91%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan fasilitasi penyelesaian perselisihan parpol dan terlaksananya operasional KOMINDA. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa terciptanya situasi dan kondisi daerah yang aman, stabilil dan kondusif. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Koordinasi forum-forum diskusi politik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 15.295.000,dan terealisasi Rp. 14.455.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 94,51%. Output kegiatan berupa banyaknya peserta pada forum-forum diskusi politik yang dilaksanakan, terlaksananya penelitian proposal/ berkas bantuan keuangan bagi 9 parpol. Sedangkan hasil dari kegiatan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban politik yang dimilikinya. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam. 1) Pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 88.730.000,dan terealisasi Rp. 84.898.400,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 95,68%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana, terlaksananya bulan Penanggulangan Bencana Kecamatan dan bulan rawan bencana, terlaksananya pemberdayaan TRC, dan terlaksananya
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 207

penjagaan repiter. Sedangkan hasil dari kegiatan ini masyarakat semakin tahu dan sadar tentang prosedur, tata cara pencegahan dan penanggulangan bencana. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100,00%. 2) Pengadaan tempat penampungan sementara dan evakuasi penduduk dari ancaman/korban bencana alam. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 60.000.000,dan terealisasi Rp. 44.875.000,- atau 74,79%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan tanggap darurat dalam penanggulangan bencana. Sedangkan hasil dari kegiatan ini berupa meningkatnya peran serta dan kesiapsiagaan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100,00%. 3) Pengadaan Anggaran yang sarana dan prasarana Rp. evakuasi penduduk dan dari ancaman/korban bencana alam. ditetapkan sebesar 24.740.000,terealisasi Rp. 24.665.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,70%. Output kegiatan berupa terlaksananya pengadaan sarpras evakuasi penduduk dari ancaman bencana. Sedangkan hasil dari kegiatan ini berupa cakupan penduduk yang ditangani oleh Satlak PBP dan SAR Linmas. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100,00%. f. Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran 1) Pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 395.731.500,- dan terealisasi Rp. 382.878.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 96,75%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan terlaksananya kesiapsiagaan pencegahan dan pengendalian bahaya kebakaran, tersedianya pakaian kerja lapngan, dan tersedianya sarana prasarana pendukung pemadam kebakaran.. Sedangkan hasil dari kegiatan terciptanya kenyamanan dan rasa aman dari bahaya kebakaran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100,00%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat baik dengan capaian kinerja kegiatan sebesar 94,76%. c. Permasalahan dan Solusi Beberapa permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan program dan kegiatan bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri antara lain : 1) Adanya wilayah kecamatan yang berbatasan dengan kabupaten lain di zone utara yang rawan dengan bencana tanah longsor khususnya di musim penghujan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

208

2) Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mensikapi ancaman bahaya tanah longsor. 3) Kurangnya sarana mobilitas penunjang kelancaran tugas-tugas operasional khususnya berkaitan dengan penanggulangan bencana. 4) Keterbatasan jumlah pegawai. Sedangkan upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri adalah : 1) Membentuk satuan tugas reaksi cepat penanggulangan bencana alam. 2) Melakukan pelatihan berkaitan dengan upaya mitigasi bencana dan penanggulangan pasca bencana. 3) Mengoptimalkan sarana mobilitas penunjang kelancaran tugas-tugas operasional khususnya berkaitan dengan penanggulangan bencana. 4) Mengalokasikan dana untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi terutama pada kegiatan pelayanan publik dalam bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri dan sosialisasi peraturan perundang-undangan. 5) Memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencan tanah longsor agar bersedia pindah ke tempat lain yang lebih aman. 6) Pemerintah Kabupaten membantu menyediakan lahan dan perumahan layak huni untuk relokasi warga daerah rawan bencana. 23. BIDANG OTONOMI DAERAH, PEMERINTAHAN UMUM, ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT DAERAH, KEPEGAWAIAN, DAN PERSANDIAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh beberapa SKPD yaitu Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah, Inspektorat Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian Daerah, dan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul. Pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan selama kurun waktu tahun 2009 sebagai berikut : 1. Sub Bidang Otonomi Daerah Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kab. Gunungkidul

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

209

a. Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penerimaan kunjungan kerja pejabat negara/departemen/lembaga pemerintah. 2) Rapat koordinasi unsur Muspida. 3) Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah. b. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, dengan kegiatankegiatan : 1) Pendidikan dan Pelatihan Formal.. 2) Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan. c. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, dengan kegiatankegiatan : 1) Penyusunan Rencana Kerja Rancangan Peraturan Perundang-undangan. d. Program Pengembangan Otomi Daerah dan Desa, dengan kegiatan : 1) Fasilitasi Pemeliharaan dan Penanganan Masalah Keamanan dan Ketertiban.. e. Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan kegiatan : 1) Koordinasi Penyusunan Lap. Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). f. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan, dengan kegiatan: 1) Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan. g. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Peerintah Desa, dengan kegiatan : 1) Pelatihan Aparatur Pemerintah Desa dalam Bidang Pengelolaan Keuangan Desa. 2) Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa dalam Bidang Manajemen Pemerintah Desa. 3) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah a. Program Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah. 2) Hearing/dialog dan koordinasi dengan pejabat Pemda dan Tokoh masyarakat. 3) Rapat-rapat Alat kelengkapan Dewan. 4) Reses.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

210

5) Kunjungan kerja Pimpinan dan anggota DPRD dalam daerah. 6) Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD. 7) Sosialisasi peraturan perundang-undangan. 8) Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD keluar daerah. Inspektorat Daerah a. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, dengan kegiatan : 1) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD. 2) Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran. 3) Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun b. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian, dengan kegiatan : 1) Pelaksanaan berkala. 2) Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah. 3) Pengendalian manajemen kebijakan Kepala Daerah. 4) Inventarisasi temuan pengawasan. 5) Tindak lanjut hasil temuan pengawasan . 6) Koordinasi komprehensip. 7) Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan . 8) Review laporan keuangan daerah. c. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan, dengan kegiatan : 1) Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. 2) Pelatihan Teknis Pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja. Kantor Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu pengawasan yang lebih pengawasan internal secara

a. Program Penataan dan penyempurnaan kebijakan sisdur, yang terdiri dari kegiatan:

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

211

1) Koordinasi & penelitian, Lapangan Permohonan, Perizinan b. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, yang terdiri dari kegiatan : 1) Pendidikan dan Pelatihan Teknis Tugas dan Fungsi Bagi PNS Daerah c. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, yang terdiri dari kegiatan: 1) Fasilitasi, Sosialisasi Perundang-undangan (Survei IKM). 2. Sub Bidang Pemerintahan Umum Satuan Polisi Pamong Praja a. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang- Undangan b. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyusunan kinerja dan kinerja SKPD. 2) Penyusunan laporan keuangan semesteran.. 3) Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun 4) Penyusunan pelaporan keuangan bulanan/SPJ c. Program peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyusuann rencana kerja SKPD. 2) Monitoring, evaluasi dan pengendalian program kegiatan SKPD. d. Program peningkatan keamanan dan kenyamanan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengendalian keamanan lingkungan. e. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal, denga kegiatan-kegiatan : 1) Pengawasan, pengendalian dan evaluasi kegiatan Polisi Pamong Praja. 2) Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan. 3) Kerjasama pengembangan kemampuan aparat polisi pamong praja dengan TNI/Polri dan Kejaksaan. f. Program Penegakan Peraturan Daerah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengawasan dan pengendalian tugas operasi PPNS laporan ikhtiar capaian realisasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

212

2) Operasi penegakan Perda yang mengandung sanksi pidana 3) Operasi Yustisia Pola Terpadu 3. Sub Bidang Administrasi Keuangan Daerah a. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan: 1) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ihktisar realisasi kinerja SKPD. 2) Penyususunan Pelaporan Keuangan Semesteran. 3) Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun. 4) Penyusunan Pelaporan euangan Bulanan/SPJ. b. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, yang terdiri dari kegiatankegiatan: 1) Penyusunan Rencana Strategis SKPD 2) Penyusunan Rencana Kerja SKPD 3) Monitoring, evaluasi dan pengendalian program kegiatan SKPD c. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Penyusunan standar satuan harga. 2) Penyusunan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. 3) Penyusunan Raperda tentang pajak dan retribusi daerah. 4) Penyusunan Raperda tentang APBD. 5) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran APBD. 6) Penyusunan Raperda tentang Perubahan APBD. 7) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran Perubahan APBD. 8) Penyusunan Raperda tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. 9) Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. 10) Penyusunan sistem informasi keuangan. 11) Penyusunan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah. 12) Bimbingan teknis implementasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah. 13) Peningkatan manajemen aset/barang. 14) Revaluasi/appraisal aset/barang daerah. 15) Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. 16) Pembuatan laporan berkala benda berharga.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

213

17) Penelitian klarifikasi dan pelaporan PPn/PPh APBD Kab. Gunungkidul. 18) Penelitian dan pengesahan perubahan DPA SKPD. 19) Pemeliharaan jaringan sistem administrasi gaji dan peremajaan data gaji. 20) Penelitian, penerbitan dan pembuatan laporan realisasi SP2D non gaji. 21) Pendataan obyek dan subyek pajak. 22) Penetapan dan penyampaian surat ketetapan pajak daerah. 23) Penyediaan karcis sarana pungutan pajak dan retribusi daerah. 24) Pengelolaan PBB. 25) Operasional dan administrasi pajak. 26) Penelitian dan pebgesahan DPA-SKPD. 27) Pengendalian dan pengelolaan APBD. 28) Penerbitan SPD dan anggaran kas. 29) Penetapan pedoman penyusunan RKA-SKPD dan penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan APBD. 30) Penyusunan perubahan KUA dan PPAS. 31) Penyusunan laporan triwulanan kabupaten. 32) Penyusunan laporan akhir tahun kabupaten. 33) Penyusunan perubahan KUA dan PPAS. 34) Pengelolaan BPHTB. 35) Penelitian dan Pencatatan surat pertanggungjawaban pendapatan. 36) Penelitian dan pencatatan surat pertanggungjawaban belanja 37) Penelitian dan pencatatan surat pertanggungjawaban aset dan selain kas. 38) Pengelolaan Gaji PNS. 39) Penyusunan Laporan IWP, Taperum, dan PPh gaji. d. Program Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, yang terdiri dari kegiatankegiatan : 1) Penyusunan sistem informasi terhadap layanan publik 4. Sub Bidang Perangkat Daerah Bagian Organisasi Setda Kabupaten Gunungkidul a. Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH, dengan kegiatan : 1) Koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif b. Peningkatan Kinerja Kelembagaan Pemerintah Daerah, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Koordinasi penyusunan Kabupaten.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 214

LAKIP

c. Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Pengukuran indeks kepuasan masyarakat. 2) Penyusunan penetapan kinerja 3) Evaluasi SKPD dan Kabupaten. standar pelayanan minimal. 4) Evaluasi kelembagaan pemerintah daerah. d. Pembinaan dan Pengembangan Aparatur dengan kegiatan : 1) Bimbingan teknis analisis jabatan. 5. Sub Bidang Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah a. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, dengan kegiatan : 1) Pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi calon PNS daerah. 2) Pendidikan dan pelatihan struktural bagi PNS Daerah.. 3) Pendidikan dan pelatihan teknis tugas dan fungsi bagi PNS daerah. 4) Pendidikan dan pelatihan fungsional bagi PNS daerah. 5) Proses penanganan kasus2 pelanggaran disiplin PNS. b. Program Fasilitasi Pindah/Purna Tugas PNS, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan: 1) Pemulangan pegawai yang dipensiun. 2) Pemindahan tugas PNS. c. Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan : 1) Seleksi penerimaan calon PNS. 2) Penempatan PNS. 3) Penataan sistem administrasi kenaikan pangkat otomatis PNS. 4) Seleksi dan penetapan PNS untuk tugas belajar. 5) Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas. 6) Pengembangan diklat (Analisis Kebutuhan Diklat, Penyusunan Silabi). 7) Penyusunan rencana pembinaan karir PNS.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

215

8) Pemberian penghargaan bagi PNS yang berprestasi. 9) Pembangunan/pengembangan sistem informasi kepegawaian daerah. 10) Monitoring, evaluasi dan pelaporan. 11) Penerimaan Praja IPDN. 12) Fasilitasi penyelesaian LP2P dan LHKPN. 13) Pembinaan prestasi kerja. 14) Fasilitasi penerbitan KARIS, KARSU, dan KARPEG. 6. Sub Bidang Persandian Bagian Umum Setda Kabupaten Gunungkidul a. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, dengan kegiatan : 1) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja. b. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi, dengan kegiatan : 1) Penyusunan sistem informasi terhadap layanan publik. b. Realisasi Program dan Kegiatan Penyelenggaraan urusan pemerintahan wajib bidang otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian memperoleh dukungan dana dari APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009 dengan perincian : 1. Sub Bidang Otonomi Daerah - Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Gunungkidul Anggaran Rp. 1.322.287.962,88 untuk alokasi belanja tidak langsung Rp. 633.900.462,88 dan belanja langsung Rp. 688.387.500,- Sekretariat Daerah Anggaran Rp. 10.745.498.741,15,untuk alokasi belanja tidak langsung Rp. 1.719.069.241,15 ,- dan belanja langsung Rp. 7.279.581.218,- Inspektorat Daerah Anggaran Rp. 2.904.193.112,18,untuk alokasi belanja tidak langsung Rp. 1.933.663.612,18,- dan belanja langsung Rp. 970.529.500,- Kecamatan Anggaran Rp. 20.620.826.742,67,- untuk alokasi belanja tidak langsung Rp. 16.753.617.242,67,- dan belanja langsung Rp. 3.867.209.500,00,Dewan Perwakilan Rakyat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

216

2. Sub Bidang Pemerintahan Umum - Satuan Polisi Pamong Praja Anggaran Rp.
2.401.366.548,02

untuk

alokasi

belanja

tidak

langsung

Rp. 1.699.511.548,02 dan belanja langsung Rp. 701.855.000,00,3. Sub Bidang Administrasi Keuangan Daerah - Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Alokasi APBD sebesar Rp. 20.076.725.615,15 langsung Rp. 12.113.828.653,- dan untuk alokasi belanja tidak Rp. 8.130.503.000,untuk belanja langsung

Sedangkan realisasi untuk anggaran Rp. 18.779.576.825,75 (96,54%) Rp. 7.636.468.352,

alokasi belanja tidak langsung Rp. 11.907.982.862,00,- dan belanja langsung Berkaitan dengan target dan realisasi : Target pendapatan dari PAD Rp. 16.331.009.778,- terealisasi Rp. 19.611.413.372,32 (120,09%), target pendapatan dari penerimaan dana perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah Rp. 606.839.197.889,terealisasi Rp. 651.702.189.709,(107,39%) dan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Rp. 7.389.631.315,- terealisasi Rp. 6.285.402.392 atau 87,71%. 4. Sub Bidang Perangkat Daerah - Bagian Organisasi Setda Kabupaten Gunungkidul Anggaran untuk alokasi belanja langsung Rp. 178.977.000,- terealisasi Rp. 165.384.975,5. Sub Bidang Kepegawaian - Badan Kepegawaian Daerah Anggaran Rp. 5.762.596.910,untuk alokasi belanja tidak langsung Rp. 10.868.310.044,88 dan belanja langsung Rp. 6.903.409.500,6. Sub Bidang Persandian - Bagian Umum Setda Kabupaten Gunungkidul Anggaran untuk alokasi belanja langsung sebesar Rp. 80.300.000,Adapun pelaksanaan serangkaian program dan kegiatan bidang otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian, dan persandian selama kurun waktu tahun 2009 yaitu : 1. Sub Bidang Otonomi Daerah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

217

- Bagian Administrasi Pemerintahan Umum a. Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penerimaan kunjungan kerja pejabat negara/departemen/lembaga pemerintah. Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 4.200.000,- dan terealisasi Rp. 1.300.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 30,95 %. Output kegiatan berupa terfasilitasinya kunjungan pejabat negara/departemen/lembaga pemerintah ke Kabupaten Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Rapat koordinasi unsur Muspida. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 185.100.000,- dan terealisasi Rp. 183.415.000,- (99,09%). Output kegiatan berupa terselenggaranya koordinasi unsur Muspida, Muspika, dan kesekretariatan unsur Muspida. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.18.240.000,- dan terealisasi Rp. 6.310.000,(34,59%). Output kegiatan berupa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pendidikan dan Pelatihan Formal.. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 5.000.000,- dan terealisasi Rp.0,- (0%). Output kegiatan berupa terlaksananya pengiriman aparatur Pemda pada diklat maupun kursus untuk meningkatkan profesionalitas aparat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 0%, karena tidak ada undangan untuk mengikuti diklat dan pelatihan. 2) Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-undangan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 9.900.000,- dan terealisasi Rp.7.697.500,(77,75%). Output kegiatan berupa terselenggaranya Bimtek peningkatan kualitas sumber daya aparatur Kecamatan bidang Pemerintahan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, dengan kegiatan- kegiatan : 1) Penyusunan Rencana Kerja Rancangan Peraturan Perundangundangan Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.38.075.000,- dan terealisasi Rp.5.945.000,- (15,61%). Output kegiatan berupa terakomodasinya masukan-masukan terhadap penyusunan draft pra raperda dan tersusunnya rencana kerja peraturan perundangundangan tentang penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Realisasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

218

tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. d. Program Pengembangan Otomi Daerah dan Desa, dengan kegiatan : 1) Fasilitasi Pemeliharaan dan Penanganan Masalah Keamanan dan Ketertiban.. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 86.850.000,dan terealisasi Rp. 50.106.000,- (57,69%). Output kegiatan berupa terwujudnya koordinasi yang sinergis antara dinas/instansi dalam penanganan masalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Perencanaan Pembangunan Daerah, dengan kegiatan : 1) Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 121.500.000,- dan terealisasi Rp.100.627.300,- (82,82%). Output kegiatan berupa tersusunnya LPPD kepada Pemerintah, LKPJ Bupati kepada DPRD dan LPPD kepada masyarakat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. f. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan, dengan kegiatan : 1) Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 108.972.500,- dan terealisasi Rp.87.980.000,- (80,74%). Output kegiatan berupa terselenggaranya rapat koordinasi Pemerintahan Desa dan Pembinaan Desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. g. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, dengan kegiatan : 1) Pelatihan Aparatur Pemerintah Desa dalam Bidang Pengelolaan Keuangan Desa. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 30.410.000,- dan terealisasi Rp.15.130.000,- (49,75%). Output kegiatan berupa terlaksananya pelatihan aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang pengelolaan keuangan desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pelatihan Desa Anggaran yang ditetapkan sebesar Aparatur Bidang Pemerintahan Manajemen dalam

Pemerintah Desa. Rp. 20.100.000,- dan terealisasi Rp.0,- (0%). Output kegiatan berupa pelatihan aparatur Pemerintahan Desa dalam bidang manajemen desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 0%, karena Pada saat penyusunan RKPA, kegiatan ini akan didrop. Karena cash budget ada pada triwulan 1 maka tidak dapat didrop akan tetapi
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 219

masuk pada SILPA 2009. 3) Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 16.350.000,- dan terealisasi Rp.6.125.000,- (37,46%). Output kegiatan berupa terlaksananya monitoring penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. - Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah a. Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 858.907.000,- dan terealisasi Rp. 796.090.900,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 92,69%. Kegiatan ini khususnya merupakan pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat dalam rangka penetapan produk hukum bersama Pemerintah Daerah. Pada tahun 2009 telah ditetapkan : Peraturan daerah sebanyak Keputusan DPRD sebanyak : : 6 13 : Perda Keputusan 37 Keputusan

Keputusan Pimpinan DPRD sebanyak Tokoh masyarakat

2) Hearing/dialog dan koordinasi dengan pejabat Pemda dan Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 200.165.000,- dan terealisasi Rp. 92.315.500,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 46,12%. Kegiatan public hearing dilaksanakan oleh anggota DPRD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah. Dengan mengundang LSM, kepala desa, tokoh masyarakat khusunya dari wilayah yang belum dijangkau penyerapan aspirasi maupun kunjungan ke kontituen. Tempat pelaksanaannya di Gedung DPRD Kabupaten Gunungkidul dan Rumah Makan Nilasari. 3) Rapat-rapat alat kelengkapan Dewan Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 74.750.000,- dan terealisasi Rp. 66.267.500,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88,65%. Kegiatan Rapat-rapat direncanakan selama 12 bulan hal ini dari anggaran yang tersedia, telah dapat teralisasi dibawah target anggaran, Rapat-rapat tersebut terdiri: Rapat Paripurna Istimewa Rapat Paripurna

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

220

4) Reses

Rapat Pimpinan Rapat Gabungan Pimpinan Rapat Komisi Rapat Kerja Rapat Panitia Musyawarah Rapat Panitia Anggaran Rapat Panitia Khusus Rapat Fraksi-fraksi

Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 1.719.090.000,- dan terealisasi Rp. 1.102.189.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 64,11%. Kegiatan reses dipergunakan untuk kunjungan kerja ke desa-desa sebanyak 90 desa, dan ke konstituen, dalam hal ini dilaksanakan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan aspirasi konstituen, volume dan realisasi kegiatan tersebut terdiri : Kunjungan kerja penyerapan aspirasi ke 75 desa dibagi 2 tahap selama 1 tahun, setiap tahap dilaksanakan secara kelompok dan jangkauan 30 desa, sehingga target 90 Desa telah dapat dijangkau/dilaksanakan. Kunjungan kerja ke konstituen dilaksanakan oleh masing-masing anggota di daerah pemilihannya, selama 1 tahun melaksanakan 3 kali, setiap kali menemui 100 orang. Hal ini telah dilaksanakan sesuai target. 5) Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD dalam daerah Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 365.000.000,- dan terealisasi Rp. 102.175.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 27,99%. Kunjungan kerja dilaksanakan dengan harapan untuk mendapatkan masukan sekaligus memonitor pelaksanaan program pemerintah daerah baik itu pembangunan fisik maupun sosialisasi peraturan perundangan. Kunjungan kerja ke daerah dilaksanakan oleh komisi- komisi maupun alat kelengkapan Dewan yang lain : Komisi – Komisi Panitia Khusus Panitia Anggaran Panitia Musyawarah Badan Kehormatan : 5 : 2 : 2 : 1 : kali kali kali kali kali

6) Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

221

Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 1.151.650.000,- dan terealisasi Rp. 1.151.650.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Peningkatan kapasitas dilaksanakan dengan harapan untuk menambah wawasan bagi anggota Dewan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Hal ini dilaksanakan terkait pada saat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah, maupun dalam rangka pengkajian Peraturan Perundang-undangan yang baru. - Peningkatan kapasitas/ Bintek : 4 kali - Out bond : 1 kali 7) Sosialisasi peraturan perundang-undangan Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 119.639.000,- dan terealisasi Rp. 67.998.700,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 56,84%. Sosialisasi peraturan perundang-undangan dilaksanakan dengan harapan untuk saling shering dan memberikan masukan baik dengan Pemerintah daerah maupun dengan Instansi Pemerintah Pusat. Hal ini diharapkan akan dapat menambah peningkatan pendapat daerah serta mendapatkan perhatian dari pusat. 8) Kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD keluar daerah. Anggaran dari APBD yang ditetapkan sebesar Rp. 2.827.250.000,- dan terealisasi Rp. 2.501.728.700,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 88,49%. Kunjungan kerja dilaksanakan dengan harapan untuk mendapatkan masukan sekaligus terjalinnya kerjasama antar daerah baik dalam bidang Pemerintahan, Pembangunan maupun Kemasyarakatan. : 10 : kali 2 kali Dalam tahun anggaran 2009 dilaksanakan kunjungan oleh alat kelengkapan DPRD ke : Luar Daerah Propinsi sebanyak Luar Pulau Jawa sebanyak

- Inspektorat Daerah a. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia, dengan kegiatan : 1) Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 41.750.000,dan terealisasi Rp. 30.326.000,- (72,63%). Output kegiatan berupa terlaksananya bimbingan teknis pelatihan dan kursus-kursus aparatur pengawasan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, dengan kegiatan : 1) Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

222

SKPD. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000,dan terealisasi Rp. 2.000.000,- (100%). Output kegiatan berupa terealisasinya Lakip instansi, tersusunnya laporan hasil evaluasi Lakip. Hasil kegiatan berupa tersampaikannya hasil evaluasi Lakip SKPD. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Penyusunan Pelaporan Keuangan Semesteran. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 500.000,- dan terealisasi Rp. 500.000,(100%). Output kegiatan berupa tersusunnya laporan keuangan semesteran dan prognosis. Hasil kegiatan berupa terkirimnya laporan keuangan semesteran Inspektorat Daerah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000,dan terealisasi Rp. 2.000.000,- (100%). Output kegiatan berupa tersusunnya laporan keuangan akhir tahun. Hasil kegiatan berupa terkirimnya laporan keuangan akhir tahun. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Penyusunan Laporan Keuangan/SPJ Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 18.320.000,dan terealisasi Rp. 18.320.000,- (100%). Output kegiatan berupa tersusunnya laporan bulanan/SPJ. Hasil kegiatan berupa tersusunnya laporan bulanan/SPJ. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, dengan kegiatan : 1) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) SKPD Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 2.500.000,dan terealisasi Rp. 2.490.000,- (99,6%). Output kegiatan berupa tersusunnya Renstra Inspektorat Daerah.. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Penyusunan Rencana Kerja SKPD Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 2.500.000,dan terealisasi Rp. 2.490.000,- (100%). Output kegiatan berupa tersusunnya Renja dan RKA Inspektorat Daerah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Monitoring, Anggaran yang ditetapkan sebesar evaluasi Rp. dan pengendalian dan Program terealisasi Kegiatan SKPD 11.510.000,Rp. 10.690.000,- (92,88%). Output kegiatan berupa Evaluasi Capaian Kinerja Instansi Perangkat Daerah (LAKIP). Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 223

d. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah, dengan kegiatan : 1) Pelaksanaan berkala Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 274.900.000,- dan terealisasi Rp. 273.800.000,- (99,6%). Output kegiatan berupa terlaksananya pemeriksaan reguler, tersusun dan terkirimnya laporan hasil pemeriksaan.. Hasil kegiatan berupa tertindak lanjutinya hasil pemeriksaan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 57.387.500,dan terealisasi Rp. 55.050.00,- (95,93%). Output kegiatan berupa terlaksananya pemeriksaan khusus dan kasus, tersusun dan terkirimnya hasil pemeriksaan khusus/kasus. Hasil kegiatan berupa tertindak lanjutinya rekomendasi hasil pemeriksaan khusus dan kasus. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pengendalian manajemen kebijakan KDH. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 32.750.000,dan terealisasi Rp. 32.390.000,- (98,9%). Output kegiatan berupa terlaksananya monev, kegiatan pengadaan barang dan jasa (perencanaan, proses pengadaan, pelaksanaan dan hasil fisik). Hasil kegiatan berupa terwujudnya pelaksanaan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang tepat waktu dan tepat sasaran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Inventarisasi temuan pengawasan Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 27.930.000,dan terealisasi Rp. 24.682.500,- (88,37%). Output kegiatan berupa tersusunnya inventarisasi hasil temuan pengawasan sebagai bahan untuk rapat koordinasi teknis dan rapat koordinasi pengawasan. Hasil kegiatan berupa tersajikannya data/materi hasil pengawasan sebagai bahan rakornis dan rakorwas. kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Tindak lanjut hasil temuan pengawasan Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 68.400.000,dan terealisasi Rp. 65.985.000,- (96,46%). Output kegiatan berupa terlaksananya evaluasi tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan, tersusun dan terkirimnya laporan hasil evaluasi tindak lanjut. Hasil kegiatan berupa terselesaikannya rekomendasi temuan hasil pengawasan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Koordinasi pengawasan yang lebih
224

pengawasan

internal

secara

Realisasi tingkat capaian

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

komprehensip Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 38.150.000,dan terealisasi Rp. 29.201.200,- (76,54%). Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi monitoring dan evaluasi percepatan pemberantasan korupsi, tersusunnya laporan hasil kormonev percepatan pemberantasan korupsi. Hasil kegiatan berupa terdata dan terpantaunya hasil pelaksanaan kormonev guna percepatan pemberantasan korupsi. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 16.290.000,dan terealisasi Rp. 15.900.000,- (97,61%). Output kegiatan berupa terlaksananya pemutakhiran data, terbit dan terkirimnya laporan pemutakhiran data temuan hasil pengawasan. Hasil kegiatan berupa tersusunnya validasi data temuan hasil pengawasan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 8) Review laporan keuangan daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 31.260.000,dan terealisasi Rp. 30.780.000,- (98,46%). Output kegiatan berupa terlaksananya review laporan keuangan SKPD, tersusun dan terkirimnya laporan hasil review laporan keuangan SKPD. Hasil kegiatan berupa tercapainya pelaporan keuangan SKPD yang akuntabel. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. e. Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan, dengan kegiatan : 1) Pelatihan Anggaran yang ditetapkan sebesar pengembangan tenaga pemeriksa Rp. 25.410.000,dan terealisasi dan aparatur pengawasan Rp. 19.040.000,- (74,96%). Output kegiatan berupa terlaksananya pelatihan dan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. Hasil kegiatan berupa tersedianya aparatur yang terlatih dalam kegiatan pemeriksaan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pelatihan Teknis Pengawasan dan penilaian akuntabilitas kinerja Anggaran kredit JFA. Hasil kegiatan berupa ternilainya angka kredit JFA. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. f. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi, dengan kegiatan :
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 225

yang

ditetapkan

sebesar

Rp.

17.820.000,-

dan

terealisasi

Rp. 14.150.000,- (79,41%). Output kegiatan berupa terlaksananya penilaian angka

1) Penyusunan Sistem Informasi terhadap Pelayanan Publik. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 44.350.000,dan terealisasi Rp. 43.955..000,- (99,11%). Output kegiatan berupa tersedianya sistem informasi manajemen hasil pengawasan.Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Kantor Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu

a. Program Penataan dan penyempurnaan kebijakan sisdur, yang terdiri dari kegiatan: 1) Koordinasi & penelitian, Laporan permohonan, Perizinan Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 57.635.000,dan terealisasi Rp. 49.037.250,- (85,08%). Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi dan penelitian lapangan, dengan hasil kegiatan berupa keakuratan data untuk permohonan izin. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 85%. b. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur, yang terdiri dari kegiatan: 1) Pendidikan dan Pelatihan Teknis Tugas dan Fungsi Bagi PNS Daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 17.665.000,dan terealisasi Rp. 17.619.000,- (99,74%). Output kegiatan berupa terwujudnya pendampingan dengan GTZ, dengan hasil kegiatan berupa rencana aksi peningkatan kapasitas SDM. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan, yang terdiri dari kegiatan: 1) Fasilitasi, Sosialisasi Perundang-undangan (Survei IKM). Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 20.695.000,dan terealisasi Rp. 10.635.000,- (51,39%). Output kegiatan berupa terselenggaranya survei pengukuran IKM, dengan hasil kegiatan berupa termanfaatkannya hasil IKM untuk perbaikan kualitas pelayanan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang Kecamatan, Camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan menyelenggrakan tugas umum pemerintahan. Ketentuan ini telah ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 14 Tahun 2008 tentang pembentukan, Susunan Organisasi, Kedudukan, dan Tugas Kecamatan, Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Kepala Daerah untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. Disamping itu Kecamatan juga menyelenggarakan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

226

tugas umum pemerintahan yang meliputi : 1. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat. 2. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum. 3. Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan. 4. Mengkoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum. 5. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan. 6. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa. 7. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/ atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintah desa. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut Kecamatan mempunyai struktur organisasi sebagai berikut 1. Unsur Pimpinan Unsur Pimpinan 2. Unsur Pembantu Pimpinan Sekretariat Kecamatan : 1) Sekretaris Camat 2) Subbagian Perencanaan dan Keuangan 3) Subbagian Umum 3. Unsur Pelaksana Seksi-seksi terdiri dari Umum 3) Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa 4) Seksi Kesejahteraan Sosial : 1) Seksi Tata Pemerintahan 2) Seksi Ketentraman dan Ketertiban : Camat :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

227

a. Program dan Kegiatan Secara administratif Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 18 kecamatan. Dalam pelaksanaan tugas Camat yang diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah kerja kecamatan dan disesuaikan dengan potensi yang ada, sehingga program dan kegiatan yang akan dilaksanakan mendapat dukungan dari warga masyarakat. Pada Tahun Anggaran 2009 untuk 18 Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menganggarkan dalam APBD sebesar Rp. 20.620.826.742,67 dengan perincian sebagai berikut 1. Belanja Tidak Langsung 2. Belanja Langsung sebagai berikut : Tabel. 4.3. Anggaran Belanja Langsung APBD Kecamatan se Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 KECAMATAN Wonosari Nglipar Playen Patuk Paliyan Panggang Tepus Semanu Karangmojo Ponjong Rongkop Semin Ngawen Gedangsari Saptosari Girisubo Tanjungsari Purwosari Jumlah PAGU DANA 305.178.000 136.290.000 186.645.000 246.411.250 213.551.567 250.117.000 212.190.000 238.639.500 156.822.000 224.653.000 223.825.000 131.013.000 166.724.000 210.270.000 203.406.000 253.915.000 249.820.000 236.405.000 3.867.209.500,00 KETERANGAN 18 Program 43 Kegiatan 15 Program 40 Kegiatan 17 Program 42 Kegiatan 14 Program 36 Kegiatan 17 Program 44 Kegiatan 18 Program 37 Kegiatan 12 Program 32 Kegiatan 17 Program 38 Kegiatan 12 Program 36 Kegiatan 15 Program 33 Kegiatan 16 Program 41 Kegiatan 11 Program 28 Kegiatan 18 Program 44 Kegiatan 15 Program 38 Kegiatan 14 Program 38 Kegiatan 15 Program 39 Kegiatan 19 Progam 43 Kegiatan 18 Program 40 Kegiatan : : Rp. 16.753.617.242,67 (81,25%) : Rp. 3.867.209.500,00 (18,75%)

Adapun rincian besarnya belanja langsung untuk masing-masing kecamatan

Sumber : DPPKAD Kab. Gunungkidul Tahun 2009

Adapun program-program yang dilaksanakan oleh kecamatan sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

228

4. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 5. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan 6. Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah 7. Program Peningkatan Masyarakat Dalam Penguasaan dan Pemanfaatan Teknologi 8. Program Pengembangan Otonomi Daerah dan Desa 9. Program Pengembangan Perkotaan 10. Program Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 11. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa 12. Program Pengembangan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Desa 13. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan 14. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 15. Program Pembinaan Anak Terlantar 16. Program Pemberdayaan Fakir Miskin Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Sosial 17. Program Pelayanan da Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 18. Program Penataan Administrasi Kependudukan 19. Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Penyakit Kejiwaan 20. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 21. Program Pengembangan Panti Asuhan/Panti Jompo 22. Program Kesejahteraan dan Perlindungan Anak 23. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil dan Menengah 24. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif 25. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah 26. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi 27. Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda 28. Program Pembinaan dan Partisipasi Pemuda 29. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan 30. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga 31. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 32. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaaan 33. Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan 34. Program Pemantapan Kerukunan Inter dan Antar Umat Beragama 35. Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan 36. Program Pemeliharaan Kamtramtibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal 37. Program Pemberdayaan Rakyat Terlatih dan Perlindungan Masyarakat 38. Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

229

39. Program Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba 40. Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam 41. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 42. Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan 43. Program Pemberdayaan dan Revitalisasi Kelembagaan Pertanian 44. Program Peningkatan Ketahanan Pangan ( Pertanian/Perkebunan ) 45. Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan 46. Program Pengembangan SDM Peternakan 47. Program Pengembangan Agrobisnis 48. Program Pengembangan Budi Daya Perikanan 49. Program Pemberdayaan Kelembagaan Petani Pemakai Air 50. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 51. Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu 52. Program Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Media Massa 53. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah Dari program-program tersebut masing-masing wilayah kecamatan menyesuaikan dengan program yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada serta memperhatikan potensi wilayah, sehingga dalam penjabarannya menjadi kegiatankegiatan masing-masing kecamatan akan berbeda baik mengenai bentuk kegiatan, anggaran maupun sasarannya. b. Realisasi Program dan Kegiatan Dengan telah ditetapkannya anggaran untuk belanja langsung bagi masingmasing kecamatan, berikut disajikan secara keseluruhan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kecamatan yang terperinci per kecamatan berdasarkan plafon anggaran, realisasi keuangan dan realisasi fisiknya. Secara lengkap capaian kinerja kecamatan sebagai berikut :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

230

Tabel. 4.4. Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung APBD Kecamatan se Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 No.
1

Kecamatan
2

Pagu Anggaran ( Rupiah )
3

Realisasi Anggaran ( Rupiah )
4

Realisasi Fisik (%)
6

%
5

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Wonosari Nglipar Playen Patuk Paliyan Panggang Tepus Semanu Karangmojo Ponjong Rongkop Semin Ngawen Gedangsari Saptosari Girisubo Tanjungsari Purwosari JUMLAH

305.178.000 269.984.206 136.290.000 122,823,948 186.645.000 171.713.400 246.411.250 244.407.312 226.499.500 213.551.567 250.117.000 198.547.190 212.190.000 194.074.450 238.639.500 234.830.293 156.822.000 152.548.175 224.653.000 213.241.353 223.825.000 211.160.380 131.013.000 122.606.634 166.724.000 162.112.402 210.270.000 198.509.983 203.406.000 146.261.267 253.915.000 206.767.125 249.820.000 224.998.196 236.405.000 192.878.415 3.867.209.500,00 3.358.192.34 8

88,47 96,23 90,12 90,12 92,00 92,00 98,8 97,9 94.20 94,20 79,30 94,20 91,40 91,40 98,40 98,40 97,20 97,20 94,92 94,92 94,34 94,34 93,58 90,00 97,23 97,23 94,41 94,41 71,91 97,00 81,43 81,43 90,06 90,00 81,50 81,50 86,84 92,92

Sumber : DPPKAD Kab. Gunungkidul Tahun 2009

24. BIDANG KEBUDAYAAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang kebudayaan merupakan salah satu urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga pemerintah daerah di bidang kebudayaan dan pariwisata. Pembangunan bidang kebudayaandan bidang pariwisata yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul diarahkan untuk mewujudkan visi : “Pariwisata Yang Berbudaya, Maju, Berkembang Mendukung Terwujudnya Masyarakat Sejahtera. Visi tersebut mengandung pengertian bahwa pengelolaan dan pengembangan kepariwisataan ke arah kemajuan yang kompetitif dalam upaya menyejahterakan masyarakat , senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai budaya, memberdayakan potensi wisata dan seni budaya yang berkembang di
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 231

masyarakat. Sebagai tindakan nyata Pemerintah Kabupaten dalam membangun dan mengembangkan bidang kebudayaan, telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan selama tahun 2009 yang terdiri atas : a. Program Pengembangan Nilai Budaya, dengan kegiatan : 1) Pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah. b. Program Pengelolaan Keragaman Budaya, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah. 2) Fasilitasi penyelenggaraan festivalbudaya daerah. b. Realisasi Program dan Kegiatan Pembangunan bidang kebudayaan dan pariwisata pada tahun 2009 mendapatkan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp. 3.016.090.627,59,- yang terdiri atas belanja langsung sebesar Rp. 1.133.942.000,dan belanja tidak langsung sejumlah Rp 1.882.148.627,59,-. Dari alokasi tersebut belanja langsung untuk bidang kebudayaan sebesar Rp90,725,000. ,- terealisasi sebesar Rp. 83,725,000,- atau 92.28%. Alokasi anggaran dari APBD untuk pembangunan bidang kebudayaan di Kabupaten Gunungkidul tergabung menjadi satu dengan pelaksanaan urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang lain yaitu bidang pariwisata. Pelaksanaan program dan kegiatan bidang kebudayaan selama tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan Nilai Budaya, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 6.570.000 ,- terealisasi sebesar Rp. 6.315.000,- atau 96,12%. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diampu bidang kebudayaan sebagai upaya pelestarian seni budaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul antara lain karawitan/uyon-uyon dan bantuan penyelenggaraan upacara adat seperti Rasulan dan Nyadran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Pengelolaan Keragaman Budaya, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 78.380.000,- terealisasi sebesar Rp. 73.095.000,- sehingga menyisakan anggaran Rp. 5.285.000,-.atau 93,26%. Kegiatan ini berupa penyelenggaraan pentas seni pendukung promosi wisata ke Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Akan tetapi rencana kegiatan ke Jawa Tengah tidak jadi dan diganti ke Bali karena ada undangan khusus dari Kabupaten Jembrana. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

232

2) Fasilitasi penyelenggaraan Festival Budaya Daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 5.775.000,terealisasi sebesar Rp. 4.315.000,- sehingga menyisakan anggaran Rp. 1.460.000,-.atau 74,72%. Kegiatan ini berupa dana pendukung dari kegiatan Festival Dalang, Festival Kesenian Gunungkidul V, parade tari, dan Festival Sendratari. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang kebudayaan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan antara 86-100%. c. Permasalahan dan Solusi Bidang kebudayaan masih memiliki berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu mendapatkan pemikiran bersama seluruh stakeholders. Beberapa permasalahan tersebut antara lain : 1) Belum terpenuhinya formasi Pamong Budaya, sehingga pembinaan dan pengembangan kebudayaan hanya mengandalkan personil yang tersedia. 2) Belum tersedianya anggaran untuk program pelestarian benda cagar budaya Dalam hal pengembangan, pembinaan dan pelestarian seni budaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul diupayakan terpadu dengan pengembangan pariwisata, sehingga even-even seni budaya maupun fasilitasi pementasan seni budaya disinergikan dalam bentuk paket-paket wisata. Sehingga diharapkan selain sebagai upaya pelestarian seni budaya juga merupakan upaya meningkatkan daya tarik wisata. 25. BIDANG KEARSIPAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang kearsipan dan bidang perpustakaan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah dan pelaksana tugas-tugas pembantuan di bidang kearsipan dan perpustakaan. Bidang kearsipan berperan dalam hal penyimpanan, pemeliharaan, dan penyelamatan setiap dokumen/arsip pemerintah guna mendukung tertib pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sebagai upaya mempertanggungjawabkan setiap kegiatan maupun kebijakan yang dilaksanakan pemerintah di kemudian hari. Program dan kegiatan dalam pembangunan bidang kearsipan di Kabupaten

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

233

Gunungkidul adalah sebagai berikut : a. Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan, dengan kegiatan : 1) Pendataan dan penataan dokumen/arsip daerah. b. Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah, dengan kegiatan: 1) Pendataan dan penataan dokumen/arsip daerah. c. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi, dengan kegiatan : 1) Sosialisasi/penyuluhan kearsipan di lingkungan instansi pemerintah/swasta. b. Realisasi Program dan Kegiatan Pembangunan bidang kearsipan dan bidang perpustakaan pada tahun 2009 mendapatkan alokasi anggaran dari APBD sebesar Rp. 1.188.280.703,10 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.172.380.083,- (98,66%) dengan rincian untuk belanja tidak langsung sebesar Rp. 776.179.553,10 terealisasi Rp. 797.257.136,- atau (102,72%) atau melebihi pagu anggaran sejumlah Rp 21.077.576,90. Hal tersebut tidak menjadi masalah karena alokasi untuk gaji pegawai sepenuhnya menjadi kewenangan DPPKAD Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan untuk belanja langsung sebesar Rp. 412.191.150,- terealisasi Rp. 375.122.953,- (91,03). Sedangkan belanja langsung untuk bidang kearsipan sebesar Rp. 58.249.450,- terealisasi Rp. 47.342.025,- (81,27). Pelaksanaan program dan kegiatan bidang kearsipan dalam tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan, dengan kegiatan : 1) Kajian sistem administrasi kearsipan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 6.689.950,- terealisasi sebesar 98,51%. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Rp. 6.589.950,- atau

terlaksananya workshop kearsipan dalam rangka penyusunan draft Peraturan Bupati tentang pedoman teknis kearsipan dengan hasil berupa workshop kearsipan dalam rangka penyusunan draft raperbup Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah, dengan kegiatan: 1) Pendataan dan penataan dokumen/arsip daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 31.024.500,- terealisasi sebesar Rp. 20.322.075,- atau 65,50%. Output kegiatan berupa terlaksananya pendataan dan pentaan dokumen /arsip daerah dengan hasil berupa terdata dan tertatanya dokumen arsip inaktif. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 234

sebesar 100%. c. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 7.265.700,- terealisasi sebesar 96,43%. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Rp. 7.006.400,- atau

tersusunnya draft raperbup pedoman teknis kearsipan dengan hasil berupa draft Perbup tentang Pedoman teknis kearsipan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Sosialisasi/penyuluhan kearsipan di lingkungan instansi pemerintah/swasta. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 20.535.000,- terealisasi sebesar ini dilaksanakan dalam Rp. 20.430.000,- atau tingkat 99,49%. Kegiatan

bentuk terlaksananya sosialisasi/penyuluhan kearsipan di lingkungan instansi pemerintah dengan hasil meningkatnya jumlah instansi pemerintah yang pengelolaan kearsipannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang kearsipan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan antara 91,05%. c. Permasalahan dan Solusi Secara keseluruhan, bidang kearsipan masih memiliki berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu mendapatkan pemikiran bersama seluruh stakeholders. Beberapa permasalahan tersebut antara lain : 1) Terbatasnya sarana dan prasarana, mengingat sampai akhir tahun 2009 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah belum memiliki gedung tersendiri dan masih menempati Gedung Hargo Binangun dimana gedung ini sebenarnya merupakan mess, sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. 2) Terbatasnya tenaga fungsional baik pustakawan maupun arsiparis berakibat pelayanan kepada masyarakat maupun kepada SKPD khususnya dalam hal pembinaan menjadi kurang optimal. 3) Kurangnya pemahaman dan kesadaran aparatur akan pentingnya pengelolaan arsip Selama ini pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip masih kurang. Arsip dipahami hanya sebatas proses surat menyurat dan selanjutnya menjadi tumpukan dokumen yang tidak berarti yang harus disingkirkan. Pemahaman

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

235

yang kurang ini menjadi penyebab kurangnya kepedulian terhadap pengelolaan arsip yang terjadi pada sebagian besar SKPD. Disamping itu, ketidakpedulian terhadap arsip juga dicerminkan dari anggaran SKPD yang sering luput mengalokasikan anggaran untuk sarana pendukung pengelolaan arsip. Hal tersebut menjadi kendala bagi petugas arsip SKPD untuk bisa mengelola arsip instansinya secara baik karena tidak memperoleh dukungan sarana prasarana kearsipan yang memadai. 4) Belum tersedianya tempat yang memadai untuk menyimpan arsip daerah yang setiap saat terus bertambah 5) Belum adanya sistem komputerisasi dalam pengelolaan arsip maupun bahan pustaka, sehingga segalanya masih dilaksanakan dengan cara manual. Dengan dikenalinya beberapa permasalahan di atas, upaya yang ditempuh untuk mengatasi masalah antara lain : 1) Pada tahun 2010 Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah menempati gedung baru, sehingga pelayanan dapat optimal. 2) Menambah tenaga fungsional baik di bidang perpustakaan maupun kearsipan dengan mengangkat pegawai baru sesuai dengan kompetensi jabatan yang dibutuhkan atau dengan menyelenggarakan diklat fungsional kearsipan dan perpustakaan. 3) Meningkatkan kualitas pelayanan dengan penerapan teknologi informasi, sehingga pengolahan, pelayanan, dan pelaporan perpustakaan dan kearsipan dilakukan dengan komputerisasi. 4) Sejalan dengan meningkatnya kesadaran dari masing-masing SKPD untuk melaksanakan serah simpan terhadap dokumen/arsip daerah, maka perlu dibuatkan tempat penyimpanan arsip daerah (depo arsip) yang memadai sehingga dapat menjamin arsip yang disimpan tidak rusak atau hilang. 5) Melaksanakan pembinaan dan sosialisasi secara terus menerus dengan diikuti pendampingan pengelolaan arsip untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian aparatur akan pentingnya pengelolaan arsip.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

236

26. BIDANG PERPUSTAKAAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan wajib bidang perpustakaan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah merupakan unsur penunjang Pemerintah Daerah dan pelaksana tugastugas pembantuan di bidang kearsipan dan perpustakaan. Bidang perpustakaan merupakan kegiatan yang mendukung tercapainya program mencerdaskan masyarakat sekaligus mendukung suksesnya kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga perlu adanya petugas yang profesional di bidangnya. Demikian pula dengan bidang kearsipan dimana setiap dokumen/arsip pemerintah khususnya membutuhkan penyimpanan dan penyelamatan guna mendukung tertib pelaksanaan tugas pemerintahan dan sebagai upaya mempertanggungjawabkan setiap kegiatan maupun kebijakan yang dilaksanakan pemerintah di kemudian hari. Program dan kegiatan dalam pembangunan bidang perpustakaan di Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca. 2) Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah. b. Realisasi Program dan Kegiatan Pembangunan bidang bidang perpustakaan pada tahun 2009 mendapatkan alokasi anggaran belanja langsung bidang perpustakaan sebesar Rp. 87.585.000,terealisasi Rp. 70.539.950,- (80,54%). Sedangkan untuk belanja tidak langsung menjadi satu dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah. Pelaksanaan program dan kegiatan bidang perpustakaan di Kabupaten Gunungkidul dalam tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 32.185.000,- terealisasi sebesar 49,53%. Rp. 15.939.950,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk terlaksananya workshop perpustakaan bagi kepala desa dengan hasil meningkatnya pemahaman dan kesadaran Kepala Desa tentang pentingnya keberadaan perpustakaan bagi masyarakat desa. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 237

2) Penyediaan bahan pustaka perpustakaan umum daerah Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 55.400.000,- terealisasi sebesar Rp. 54.600.000,- atau 98,56%. Pelaksanaan kegiatan ini berupa terpenuhinya kebutuhan buku koleksi umum daerah sebanyak 200 eksemplar dengan hasil tmeningkatnya koleksi buku umum daerah. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi, dengan kegiatan-kegiatan : 3) Penyusunan dan penerbitan naskah sumber arsip. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 7.265.700,- terealisasi sebesar 96,43%. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Rp. 7.006.400,- atau

tersusunnya draft raperbup pedoman teknis kearsipan dengan hasil berupa draft Perbup tentang Pedoman teknis kearsipan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang kearsipan dan bidang perpustakaan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan antara 91,05%. c. Permasalahan dan Solusi Secara keseluruhan, bidang perpustakaan masih memiliki berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu mendapatkan pemikiran bersama seluruh stakeholders. Beberapa permasalahan tersebut antara lain : 1) Terbatasnya sarana dan prasarana, mengingat sampai akhir tahun 2009 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah belum memiliki gedung tersendiri dan masih menempati Gedung Hargo Binangun dimana gedung ini sebenarnya merupakan mess, sehingga kurang mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat. 2) Terbatasnya tenaga fungsional baik pustakawan maupun arsiparis berakibat pelayanan kepada masyarakat maupun kepada SKPD khususnya dalam hal pembinaan menjadi kurang optimal. 3) Pelaksanaan perpustakaan keliling yang diminati masyarakat belum bisa menjangkau ke wilayah kecamatan se Kabupaten Gunungkidul , mengingat baru memiliki satu unit mobil perpustakaan keliling. 4) Belum adanya sistem komputerisasi dalam pengelolaan arsip maupun bahan pustaka, sehingga segalanya masih dilaksanakan dengan cara manual.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

238

Dengan dikenalinya beberapa permasalahan di atas, upaya yang ditempuh untuk mengatasi masalah antara lain : 1) Pada tahun 2010 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah menempati gedung baru yang representatif, sehingga pelayanan dapat optimal. 2) Menambah tenaga fungsional baik di bidang perpustakaan maupun kearsipan dengan mengangkat pegawai baru sesuai dengan kompetensi jabatan yang dibutuhkan atau dengan menyelenggarakan diklat fungsional kearsipan dan perpustakaan. 3) Menambah jumlah mobil unit perpustakaan keliling agar dapat dipergunakan untuk pelayanan perpustakaan ke seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Gunungkidul. 4) Meningkatkan kualitas pelayanan dengan penerapan teknologi informasi, sehingga pengolahan, pelayanan, dan pelaporan perpustakaan dilakukan dengan komputerisasi. 5) Melaksanakan pembinaan dan sosialisasi secara terus menerus dengan diikuti pendampingan pengelolaan perpustakaa untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian aparatur akan pentingnya keberadaan perpustakaan.

B. URUSAN PILIHAN 1. BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang kelautan dan perikanan merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan dengan dukungan 1 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pelelangan Ikan Agrha Mina dan 1 UPT Balai Benih Ikan Mina Kencana. Dinas Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga Pemerintah Daerah dan tugas pembantuan di bidang kelautan dan perikanan. Sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009, bidang kelautan dan perikanan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul melalui upaya revitalisasi perikanan. Bidang kelautan dan perikanan menjadi salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengingat pelaksanaan urusan ini berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

239

Hal tersebut dapat dicermati dari kondisi dan potensi perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Luas wilayah laut bila dihitung sepanjang 4 mil dari garis pantai (0–4 mil) 518,56 km 2. Panjang pantai Kabupaten Gunungkidul sekitar 70 km atau kurang lebih 63 % dari seluruh panjang pantai di selatan Propinsi DIY (sekitar 110 km). Ini merupakan gambaran potensi perikanan tangkap yang sangat besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Adapun perkiraan potensi produksinya sebagai berikut : 1) Samudera Indonesia 2) Perairan Laut Selatan Jawa : 906.340 : 320.600 ton/tahun ton/tahun

3) Perairan Selatan Provinsi DIY :

3.497,40 ton/tahun

Potensi perikanan darat di Kabupaten Gunungkidul terdapat di Zona Utara maupun wilayah selatan Gunungkidul. Budidaya perikanan darat di bagian utara dengan pembuatan kolam pekarangan, sawah beirigasi teknis dan cekdam/bendungan serta saluran irigasi yang didalamnya diberi benih-benih ikan untuk dibudidaya, sedang di wilayah selatan dilakukan dengan memanfaatkan telaga-telaga yang ada dikawasan tersebut dengan cara menebari bibit-bibit ikan. Program dan kegiatan bidang kelautan dan perikanan di tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan Budidaya Perikanan, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan bibit ikan unggul. 2) Pengembangan intensifikasi budidaya tambak dan air tawar. b. Program Pengembangan Perikanan Tangkap, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan pelelangan ikan. 2) Pemeliharaan rutin/berkala pelelangan ikan. 3) Peningkatan sarana dan prasarana tangkap. 4) Penataan pantai. 5) Revitalisasi perikanan pelabuhan dan alur masuk tempat tempat

pangkalan pendaratan. c. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan, dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

240

kegiatan : 1) Kajian optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan. b. Realisasi Program dan Kegiatan Anggaran bidang kelautan dan perikanan Kabupaten Gunungkidul berasal baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp. 4.510.522.906,60,- maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 2.680.500.000,-. Alokasi APBD Kabupaten Gunungkidul terdiri dari belanja langsung Rp. 2.839.045.200,- dan belanja tidak langsung Rp. 1.671.477.706,60,- dengan realisasi keuangan sebagai berikut : belanja langsung Rp. 2.483.633.410,- (96,92%) dan belanja tidak langsung Rp. 1.676.681.515,- (100,31%). Sedangkan belanja dari dana APBN melalui kegiatan Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp. 2.680.500.000,-. terealisasi sebesar Rp. 2.587.301.250,- (97,01%). Sedangkan target pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Dinas Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 510.000.000,- yang bersumber dari 2 obyek pendapatan yaitu hasil penjualan benih ikan BBI Ponjong dari target Rp 10.000.000,- terealisasi Rp 10.750.000,- (107,5) dan Retiribusi TPI dari target Rp 500.000.000,- terealisasi Rp 365.406.520,- (73,10). Sehingga dari kedua obyek pendapatan tersebut dari target Rp. 510.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 376.156.520,- atau mencapai 73,76%. Realisasi PAD dari obyek pendapatan tersebut memang lebih rendah dibanding dengan pencapaian pada tahun 2008 411.615.342 atau menurun sebesar Rp. 35.458.822,Secara umum, program dan kegiatan dalam bidang kelautan dan perikanan Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja sebesar 98,92%. Meskipun demikian masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan capaian kinerjanya, sehingga dapat dipeoleh hasil yang lebih baik lagi. Pelaksanaan program dan kegiatan dalam bidang kelautan dan perikanan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan Budidaya Perikanan, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan bibit ikan unggul. Output dari kegiatan ini adalah terlaksananya pengembangan bibit ikan unggul yang dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Ponjong kepada masyarakat. Bentuk kegiatan berupa pengadaan induk ikan (untuk BBI), pengadaan operasional BBI (pakan, pupuk, dan obat-obatan), dan pengadaan peralatan perbenihanuntuk BBI. Hasil berupa meningkatnya sistem perbenihan dan produksi sistem unggul. Anggaran bersumber dari Pemerintah Pusat melalui DAU sebesar Rp. 37.730.000,- terealisasi Rp. 37.100.000,- (98,33). dengan realisasi fisik

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

241

100%. 2) Pengembangan intensifikasi budidaya tambak dan air tawar. Kegiatan ini berupa terlaksananya pengembangan sarana dan prasarana kolam (UPR) dan pembangunan kolam perikanan rakyat dengan hasil berupa meningkatnya produksi perikanan budidaya, gizi masyarakat, fasilitas fisik perikanan budidaya, dan meningkatnya produktivitas perbenihan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 553.060.000,-, terealisasi Rp. 485.789.300,- (87,84%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Pengembangan Perikanan Tangkap, meliputi kegiatan-kegiatan : 1) Pembangunan pelelangan ikan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 401.550.000,-, terealisasi Rp. 390.134.000,(97,16%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya pembangunan gedung TPI dan pembangunan gedung pakan dengan hasil berupa meningkatnya kenyamanan pelelangan ikan dan meningkatnya kesiapan operasional BBI. 2) Pemeliharaan rutin/berkala pelelangan ikan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 101.250.000,-, terealisasi Rp. 100.350.000,(99,11%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya operasional UPT TPI, pemenuhan peralatan TPI, dan terselenggaranya pelatihan manajemen pengelolaan TPI dengan hasil berupa meningkatnya PAD dan retribusi TPI, kenyamanan pelelangan ikan, dan meningkatnya kemampuan manajerial TPI. 3) Peningkatan sarana dan prasarana tangkap. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 889.514.200,-, terealisasi kegiatan berupa Rp. 787.966.600,(88,58%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Output terlaksananya diversifikasi alat tangkap bagi nelayan, terbangunnya gedung pertemuan masyarakat perikanan tahap II, tersedianya alat bantu penangkapan ikan (rumpon), dan terbangunnya gedung mesin tempel dengan hasil berupa meningkatnya keamanan penyimpan mesin tempel, mutu produk ikan segar, dan meningkatnya PAD.. 4) Penataan pantai. alur masuk tempat tempat

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

242

Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 366.130.000,-, terealisasi Rp. 213.530.000,(58,32%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya pengerukan alur masuk pantai dengan hasil berupa tingkat kemudahan pendaratan perahu. 5) Revitalisasi pendaratan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 88.950.000,-, terealisasi Rp. 88.950.000,(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Output kegiatan berupa meningkatnya dukungan terhadap PAD dengan hasil berupa terlaksananya intensifikasi PAD. c. Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan, dengan kegiatan : 1) Pengembangan sistem rantai dingin.. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 84.600.000,-, terealisasi Rp. 81.370.000,(96,18%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya pelatihan CCS, pengadaan kendaraan roda dua sarana pemasaran ikan dengan hasil berupa meningkatnya mutu produk hasil perikanan dan rantai pemasaran produk perikanan. c. Permasalahan dan Solusi Pelaksanaan pembangunan bidang kelautan dan perikanan di Kabupaten Gunungkidul tidak terlepas dari beberapa permasalahan yang ada. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pembangunan bidang kelautan dan perikanan dengan langkah-langkah yang telah ditempuh sebagai upaya pemecahan masalah sebagai berikut : 1) Faktor Alam Kondisi alam yang langsung berhadapan dengan Samudra Indonesia, gelombang arus laut yang cukup besar menyebabkan sering terjadinya cuaca yang ekstrim di laut. Ini berakibat resiko mengembangkan usaha penangkapan ikan menjadi lebih berat bila dibandingkan dengan di Laut Jawa. Sehingga untuk meningkatkan kapasitas usahanya dibutuhkan kemampuan tinggi dalam mengelola resiko yang harus ditanggungnya agar usahanya dapat berlangsung dengan baik dan berkembang. Untuk mengembangkan usaha budidaya ikan mengingat Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai daerah kering dan tandus, maka dilakukan berbagai upaya diantaranya pengembangan budidaya lele di lahan kering dengan memanfaatkan air hujan sebagai media air budidaya ikan. Agar air hujan dapat bertahan lama dalam kolam, maka pelabuhan

perikanan dan pangkalan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

243

dikembangkan kolam terpal plastik yang pada awal mulanya merupakan terpal plastik bekas tenda pengungsian pasca bencana alam gempa bumi. Terpal tersebut digunakan untuk membuat kolam yang dipelihara ikan lele dumbo dan ternyata dapat panen cukup bagus hasilnya. Atas dasar itu perkembangan kolam terpal plastik cukup signifikan dalam peningkatan produksi ikan lele dumbo menjadikan minat masyarakat cukup besar karena disamping relatif murah dan mudah, ternyata kebutuhan akan airnyapun relatif sedikit bisa digunakan untuk 2 – 3 kali periode penen. Untuk memenuhi kebutuhan akan benih ikan yang selama ini sebagian besar berasal dari luar daerah (Sleman, Bantul, Klaten dll) maka pada tahun 2008 dibangun Balai Benih Ikan (BBI) di Beton-Ponjong, pembangunan BBI ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan kebutuhan benih ikan dari luar daerah. 2) Faktor sumber daya manusia Sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan perikanan dan kelautan baik yang menyangkut sumber daya apartur maupun masyarakat pelaku usaha masih perlu peningkat kapasitas dan ketrampilannya dalam rangka terwujudnya akselerasi pembangunan kelautan dan perikanan di Kabupaten Gunungkidul, mengingat ketersediaan potensi sumber daya hayati yang cukup besar upaya pemanfaatannya masih bisa dioptimalkan. Di sisi lain peluang pengembangannya masih sangat besar, hal ini bisa dilihat adanya pendatang pelaku usaha perikanan dari wilayah luar Gunungkidul ikut berpartisipasi memanfaatkan potensi sumber daya ikan. Bahkan adanya ikan-ikan dari luar wilayah kabupaten didatangkan masuk Gunungkidul untuk memenuhi kebutuhan akan ikan konsumsi bagi masyarakat yang memang belum bisa dipenuhi oleh pelaku usaha perikanan dan kelautan itu sendiri yaitu nelayan/petani pembudidaya ikan. Untuk itu upaya peningkatan kemampuan SDM aparatur dan masyarakat pelaku usaha perikanan dan kelautan ditempuh melalui berbagai pelatihan/ketrampilan dan pendidikan non formal, baik itu yang diselenggarakan sendiri oleh dinas atau instansi terkait yang ada di Pemerintahan Gunungkidul maupun dari Propinsi DIY dan bahkan bekerja sama dengan Badan Diklat Kelautan dan Perikanan lainnya. 3) Faktor kepentingan sosial ekonomi Sejalan perkembangan waktu dan perubahan perekonomian global akan sangat mempengaruhi dinamika perkembangan pembangunan perikanan dan kelautan di Kabupaten Gunungkidul, berbagai kepentingan masyarakat dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia membuat timbulnya persaingan usaha yang semakin ketat. Hal ini sebagai faktor penentu secara sosial ekonomi masyarakat akan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

244

memilih mengembangkan usaha yang mampu memberikan tingkat fleksibilitas tinggi. Untuk itu perlu pemantapan kelembagaan organisasi sosial-ekonomi masyarakat pelaku usaha perikanan dan kelautan yang dinamis dan mampu melayani para anggotanya dalam memenuhi kebutuhannya. 4) Faktor ketersediaan teknologi tepat guna Perlunya peningkatan inovasi dan diversifikasi teknologi tepat guna dalam memanfaatkan potensi sumber daya ikan yang tersedia secara lebih efisien dan efektif, sehingga usaha yang dikembangkan masyarakat bisa berlangsung dengan optimal dan berkelanjutan. Untuk itu melalui fasilitasi penerapan teknologi yang lebih baik harapannya mampu menumbuhkan usaha perikanan dan kelautan seperti halnya pengadaan alat tangkap gill net multifillamen, gill net monofillamen, jaring ciker, pancing, dan alat bantu penangkapan ikan serta induk/bibit ikan unggul, cold box, peralatan pengolah rumput laut dll. Dengan demikian fasilitas yang telah disediakan itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna mengembangkan usahanya secara lebih efisien, dan hal ini terus akan kita tingkatkan melalui pembinaan-pembinaan dan penyediaan fasiliatsi baru yang lebih efektif dimasa mendatang. 5) Faktor permodalan Modal usaha sangat dibutuhkan masyarakat pelaku perikanan dan kelautan dalam mengembangkan usahanya yang selama ini sering menjadi kendala untuk usaha budidaya ikan, penangkapan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Untuk itu dinas menyediakan penguatan modal (BANSOS) penyalurannya dilaksanakan UPP (Unit Pelayanan Pengembangan) Mino Handayani senilai Rp. 800 juta merupakan kredit lunak untuk mengembangan budidaya ikan, Subsidi benih ikan senilai Rp. 400 juta dan BANSOS Pesisir senilai Rp. 85 juta untuk kelompok pengelola perbengkelan dan warung ikan. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Swamitra Mina kerja sama dengan Bank Mandiri merupakan pelayanan kredit lunak untuk mengembangkan usaha bagi masyarakat pesisir yang sudah berlangsung sejak tahun 2006. Pembangunan PPDN (Premium Packet Dealer untuk Nelayan) pada tahun 2007 sebagai peningkatan pelayanan penyediaan BBM bagi nelayan di lokasi pendaratan ikan sehingga akan mempermudah nelayan mendapatkan BBM dengan harga standard, Penumbuhan Kedai Pesisir yang menyediakan kebutuhan hidup (sembako) bagi masyarakat pesisir dan peralatan tangkap begi nelayan dengan harga standard pasar, sehingga masyarakat dengan mudah dapat memenuhi kebutuhannya. Disamping itu penumbuhan Koperasi Mina di 3 lokasi pendaratan ikan, yaitu Pantai

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

245

Sadeng, Pantai Baron dan Pantai Gesing yang harapannya koperasi tersebut mampu melayani anggotanya dalam mengembangkan usahanya sehingga para anggotanya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. a. BIDANG PERTANIAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang pertanian merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan dukungan UPT Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Dinas Peternakan dengan dukungan UPT Pusat Kesehatan Hewan Wonosari, Puskeswan Nglipar, Puskeswan Playen, Puskeswan Panggang, Puskeswan Semanu, Puskeswan Karangmojo serta UPT Laboratorium Kesehatan Hewan. Sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009, bidang pertanian merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul melalui upaya revitalisasi pertanian. Tujuan pembangunan bidang pertanian yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2009 adalah : 8) Meningkatkan profesionalisme dan kompetensi sumber daya manusia petani, petugas, mitra petani, serta pelaku usaha pertanian lainnya. 9) Meningkatkan kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis lainnya. 10) Meningkatkan kualitas sumber daya dinas dan sarana prasarana pendukung kelancaran tugas dinas. 11) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. 12) Meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan dan hortikultura untuk memantapkan ketahanan pangan. 13) Meningkatkan kualitas hasil pertanian yang berdaya saing dalam rangka peningkatan pendapatan petani. Adapun sasarannya adalah sebagai berikut : 1) Tercapainya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap petani. 2) Terwujudnya kelembagaan pertanian dan pelaku agribisnis yang mantap; tercapainya peningkatan kinerja dan kelancaran pelaksanaan tugas. 3) Tercapainya peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana pertanian. 4) Tercapainya peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan dan hortikultura.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

246

5) Tercapainya peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan usaha pertanian yang berwawasan agribisnis. Salah satu potensi unggulan Kabupaten Gunungkidul adalah di bidang peternakan. Luas lahan yang tersedia dan banyaknya tenaga kerja merupakan modal yang sangat bernilai dan hingga saat ini, Gunungkidul terkenal sebagai gudang ternak di wilayah Provinsi D.I.Yogyakarta. Keunggulan–keunggulan tersebut terus dipacu dengan melaksanakan berbagai kebijakan di bidang peternakan. Pembangunan bidang peternakan di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2009 diarahkan untuk mewujudkan Gunungkidul sebagai gudang ternak yang mampu mendukung peningkatan ketahanan pangan dan taraf hidup peternak. Untuk mencapai tujuan dan sasaran bidang pertanian, dilaksanakan serangkaian program dan kegiatan sebagai berikut : Sub Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura kegiatan : 1. Penyusunan Database Potensi Produksi Pangan.. 2. Monitoring, evaluasi, dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian. 3. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian. 4. Pengembangan intensifikasi tanaman padi dan palawija. 5. Pengembangan diversifikasi tanaman. 6. Pengembangan pertanian pada lahan kering. 7. Pengembangan perbenihan dan pembibitan. 8. Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu produk pertanian/perkebunan. 9. Pendampingan pengelolaan lahan air. b. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : 1) Promosi atas hasil produk pertanian/perkebunan. c. Program kegiatan : 1) Pelatihan penerapan modern teknologi bercocok Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan), dengan kegiatan-

pertanian/perkebunan tanam. d. Program produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : 1) Sertifikasi

bibit

unggul

pertanian/perkebunan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

247

-

Sub Bidang Peternakan kegiatan: 1) Penyuluhan petani pelaku agribisnis.

a. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, dengan

b. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, dengan kegiatankegiatan : 1) Pendataan masalah peternakan. 2) Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular. 3) Pengawasan perdagangan ternak antar daerah. 4) Surveilans penyakit hewan. 5) Pelayanan laboratorium kesehatan hewan. 6) Pengembangan pelayanan kesehatan hewan terpadu. 7) Pelayanan penanggulangan penyakit menular ternak. 8) Pembuatan peta penyakit ternak. 9) Pengawasan pemotongan hewan qurban. 10) Pembangunan sarana dan prasarana. c. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Pembibitan dan perawatan ternak. 2) Pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat. 3) Pembelian dan pendistribusian vaksin dan pakan ternak. 4) Pengawasan mutu pakan dan keamanan pakan ternak. 5) Pengadaan sarana dan prasarana inseminasi buatan dan embrio transfer. 6) Pembinaan pengelolaan ternak pemerintah. 7) Pemberian penghargaan di bidang peternakan. 8) Fasilitas pemberdayaan permodalan usaha peternakan. d. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Fasilitasi kerja sama regional/internasional penyediaan hasil produksi peternakan. 2) Pengembangan kawasan dan sentra produksi peternakan. 3) Temu usaha di bidang peternakan e. Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Peningkatan intensifikasi PAD 2) Pameran dan promosi pembangunan di bidang peternakan. f. Program Pengembangan Agribisnis, dengan kegiatan - kegiatan : 1) Pengembangan model, pemasaran, dan distribusi pakan ternak.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

248

2) Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu pakan ternak. 3) Pemberian rekomendasi izin gangguan (HO). 4) Pendampingan penguatan permodalan kelompok. b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi APBD untuk belanja langsung bidang pertanian sub bidang tanaman pangan dan hortikultura tahun 2009 sebesar Rp. 4.755.872.250,terealisasi anggaran Rp. 4.592.874.856,- (96,57%). Selain pendanaan yang bersumber dari APBD, terdapat program dan kegiatan yang bersumber dari APBN dengan total Rp. 7.851.130.000,- dan terealisasi Rp. 7.703.561.381,- (94,44%). Untuk pendapatan, tahun 2009 ditarget sebesar Rp. 13.000.000,- yang berasal dari Kebun Dinas Siraman dan Karangmojo. Dari target tersebut terealisasi sebesar Rp. 13.173.650,- atau 101,34% . Sedangkan alokasi APBD bidang pertanian sub bidang peternakan yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan tahun 2009 sebesar Rp. 6.353.456.378,44,-, dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp. 3.948.169.503,44,- dan untuk kegiatan belanja langsung sebesar Rp. 2.405.286.875,-. Target PAD Dinas Peternakan tahun 2009 sebesar Rp. 330.670.000,- dan terealisasi Rp. 333.638.000,- (100,90%). Dari nilai capaian kinerja ini dapat dikatakan bahwa pencapaian target pendapatan cukup berhasil. Beberapa penerimaan yang melebihi target antara lain dari retribusi pemeriksaan kesehatan hewan, jasa rumah potong hewan. Sedangkan program penggemukan sapi potong hasilnya belum sesuai dengan rencana karena peternak penerima bantuan penggemukan sapi belum melunasi pinjamannya walaupun sudah dilakukan penagihan secara intensif. Akan tetapi jika dibandingkan dengan capaian realisasi PAD tahun 2008 yang sebesar Rp. 439.695.200,-, maka terjadi penurunan realisasi PAD di tahun 2009. Beberapa penerimaan yang melebihi target berasal dari retribusi pemeriksaan kesehatan hewan dan jasa rumah potong hewan. Sedangkan penerimaan dari retribusi penjualan produksi usaha daerah belum sesuai target karena peternak penggemukan sapi potong belum melunasi pinjamannya walaupun sudah dilakukan penagihan secara intensif. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang pertanian di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 99,25%. Adapun realisasi program dan kegiatan pembangunan bidang pertanian tahun 2009 adalah sebagai berikut : Sub Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura kegiatan : 1) Penyusunan Database Potensi Produksi Pangan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 86.200.000,- terealisasi a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan), dengan kegiatan-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

249

sebesar Rp. 80.095.000,- atau 92,92%. Output kegiatan berupa. Terlaksananya pengumpulan, pelaporan, pengolahan, dan penyajian data Tanaman Pangan dan Hortikultura. Hasil kegiatan adalah tersedianya database potensi produksi pangan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Monitoring, evaluasi, dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 64.120.000,- terealisasi sebesar Rp. 63.745.000,- atau 99,42%. Output kegiatan berupa terlaksananya koordinasi dan pemantauan peredaran pupuk bersubsidi dan pestisida. Hasil
kegiatan adalah meningkatnya pengawasan atas penyaluran pupuk bersubsidi dan peredarannya. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

3) Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 101.200.000,- terealisasi sebesar Rp. 100.920.000,- atau 99,90%. Output kegiatan berupa terselenggaranya koordinasi dan pembinaan penanganan pasca panen, pelatihan pasca panen komoditas padi dan kedelai, dan terlaksananya pembinaan silo jagung. Hasil kegiatan adalah meningkatnya sikap, pengetahuan, dan ketrampilan petani serta pengelolaan silo jagung. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 4) Pengembangan intensifikasi tanaman padi dan palawija. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 228.195.000,- terealisasi sebesar Rp. 227.600.000,- atau 99,74%. Output kegiatan berupa terselenggaranya SLPHT padi/palawija, gerakan Hasil pengendalian kegiatan di kelompok tani, dan sikap, terselenggaranya IPPHTI. adalah meningkatnya

pengetahuan, dan ketrampilan petani, meningkatnya upaya pengendalian OPT, dan meningkatnya koordinasi dalam pengendalian OPT. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Pengembangan diversifikasi tanaman. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp.177.430.000,- terealisasi sebesar Rp. 175.854.450,- atau 99,11%. Output kegiatan berupa terselenggaranya temu lpang aneka sayuran, pengembangan desa sentra aneka sayuran, pengembangan mangga malam, dan terlaksananya pengembangan srikoyo. Hasil
kegiatan adalah meningkatnya diversifikasi komoditas. Realisasi tingkat capaian

kinerja kegiatan sebesar 100%. 6) Pengembangan pertanian pada lahan kering. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 3.053.285.000,- terealisasi sebesar Rp. 3.009.016.000,- atau 98,55%. Output kegiatan berupa terlaksananya Sekolah Lapang (SL) konservasi lahan di 5 desa, pembangunan JITUT, pembangunan JALUT, dan terlaksananya pembuatan embung. Hasil kegiatan adalah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

250

meningkatnya pengetahuan petani dan meningkatnya sarana dan prasarana pertanian.

Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 7) Pengembangan perbenihan dan pembibitan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 32.280.000,- terealisasi sebesar Rp. 28.920.000,- atau 89,59%. Output kegiatan berupa terlaksananya pelatihan penangkaran benih. Hasil kegiatan adalah meningkatnya jumlah penangkar. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 8) Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu produk pertanian/perkebunan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 164.880.000,- terealisasi sebesar Rp. 143.294.800,- atau 86,91%. Output kegiatan berupa terlaksananya apresiasi teknologi, sosialisasi PTT, dan terlaksananya temu lapang padi, palawija.
Hasil kegiatan adalah tercapainya tingkat produktivitas padi sawah, padi gogo, jagung, dan tingkat produktivitas kedelai. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar

100%. 9) Pendampingan pengelolaan lahan air. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 264.670.000,- terealisasi sebesar Rp. 248.442.600,- atau 93,87%. Output kegiatan berupa terfasilitasinya kegiatan Pengelolaan Lahan Air (PLA). Hasil kegiatan adalah meningkatnya
pengelolaan lahan dan air. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

b. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : 1) Promosi atas hasil produk pertanian/perkebunan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 25.160.000,-terealisasi Rp. 24.010.000,-atau (95,43%). Output kegiatan berupa terselenggaranya apresiasi sayuran dan tanaman hias (1 paket). Hasil kegiatan adalah meningkatnya informasi
tentang produk unggulan ke konsumen. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan

sebesar 100%. c. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan: 1) Pelatihan penerapan teknologi pertanian/perkebunan modern bercocok tanam. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 65.535.000,- terealisasi Rp. 64.715.000,-atau (98,75%). Output kegiatan berupa terbinanya kelompok UPJA, terlaksananya pelatihan teknis manajemen UPJA, dan terlaksananya pelatihan perbengkelan alsintan, dan pelatihan pembuatan alat pasca panen. Hasil
kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan UPJA dan

meningkatnya sikap, pengetahuan, dan ketrampilan kelompok tani dalam bidang perbengkelan. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

251

d. Program produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : 1) Sertifikasi bibit unggul pertanian/perkebunan. Anggaran untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 181.502.250,- terealisasi Rp. 149.114.550,-atau (82,16%). Output kegiatan berupa terlaksananya

pemurnian dan pelepasan padi varietas ketan merah dan ketan serang (1 paket).
Hasil kegiatan tersedianya benih unggul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan

sebesar 100%. Sub Bidang Peternakan kegiatan : 1) Penyuluhan petani pelaku agribisnis. Alokasi anggaran berasal dari APBD untuk kegiatan ini ditetapkan sebesar Rp. 3.000.000,- terealisasi Rp. 3.000.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya pelatihan penyusunan UKL/UPL. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kesadaran masyarakat akan standarisasi produk. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. b. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, dengan kegiatankegiatan : 1) Pendataan masalah peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya survei usaha rumah tangga peternakan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 10.750.000,-, terealisasi Rp. 10.588.630,(98,50%) dengan realisasi fisik 100%. 2) Pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pencegahan penyakit hewan menular dengan hasil tervaksinnya hewan/ternak di wilayah kerja poskeswan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 11.310.000.,-, terealisasi Rp. 11.160.000,- (98,67%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 3) Pengawasan perdagangan ternak antar daerah. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengawasan perdagangan ternak keluar daerah dengan hasil berupa jumlah ternak yang terpantau. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 3.620.000,-, terealisasi Rp. 3.620.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai %. 4) Surveilans penyakit hewan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengamatan, surveilans penyakit hewan dan pemeriksaan bahan asal hewan dengan hasil jumlah sampel penyakit hewan

a. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

252

yang diambil dan diperiksa serta pemeriksaan bahan asal hewan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 10.130.000,-, terealisasi Rp. 10.089.500,- (99,60%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 5) Pelayanan laboratorium kesehatan hewan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pembelian peralatan, bahan chemikalia dan reagensia dengan hasil tersedianya peralatan, bahan, chemikalia dan reagensia laboratorium. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 27.390.000,-, terealisasi Rp. 27.220.910,- (99,38%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 6) Pengembangan pelayanan kesehatan hewan terpadu. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pelayanan kesehatan hewan terpadu dengan hasul berupa jumlah sampel penyakit hewan yang diambil dan diperiksa Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 20.570.000,-, terealisasi Rp. 20.570.000,(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 7) Pelayanan penanggulangan penyakit menular ternak. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya penanggulangan penyakit hewan menular dengan hasil menurunnya penyebaran penyakit hewan menular. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 7.190.000,-, terealisasi Rp. 7.190.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 8) Pembuatan peta penyakit ternak. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pembuatan peta penyakit hewan Kabupaten Gunungkidul dengan hasil tersedianya peta penyakit hewan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 3.000.000,-, terealisasi Rp. 3.000.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 9) Pengawasan pemotongan hewan qurban. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengawasan pemotongan hewan qurban dengan hasil tersedianya data hewan qurban (sapi, kambing, dan domba). Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 25.900.000,-, terealisasi Rp. 25.7750.000,(99,52%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 10) Pembangunan sarana dan prasarana. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya peningkatan kesehatan hewan masyarakat veteriner. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 21.445.000,-, terealisasi Rp. 17.240.013,- (80,39%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. c. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Pembibitan dan perawatan ternak.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

253

Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengadaan prasarana pembibitan ternak dengan hasil berupa tersedianya alat pencacah rumput, jala produksi, bibit HMT, dan bahan ki,ia/fermentasi. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 1.323.970.000,-, terealisasi Rp. 1.317.392.050,- (99,50%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Pendistribusian bibit ternak kepada masyarakat. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pendistribusian ternak kepada KK miskin. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 114.600.000,-, terealisasi Rp. 113.725.000,- (99,24%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 3) Pembelian dan pendistribusian vaksin dan pakan ternak. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pembelian dan pendistribusian vaksin dan pakan ternak dg hasil tersedianya obat- obatan, vaksin dan alat- alat laboratorium. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 49.100.000,-, terealisasi Rp. 44.692.060,- (91,02%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 4) Pengawasan mutu pakan dan keamanan pakan ternak. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengawasan mutu ternak dengan hasil berupa tersedianya hasil analisis sempel pakan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 8.450.000,-, terealisasi Rp. 8.090.000,- (95,74%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 5) Pengadaan sarana dan prasarana inseminasi buatan dan embrio transfer. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengadaan sarana dan prasarana IB dengan hasil berupa tersedianya straw, plastik sheat, N2 cair, dan plastik glove. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 166.751.088,-, terealisasi Rp. 164.300.000,(98,53%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 6) Pembinaan pengelolaan ternak pemerintah. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pendataan ternak pemerintah. Dengan hasil berupa diperolehnya data penggaduh ternak pemerintah Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 10.390.000,-, terealisasi Rp. 9.285.000,- (89,36%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 7) Pemberian penghargaan di bidang peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pendampingan lomba petugas medis dan tingkat nasional dengan hasil terdampinginya petugas yang diikut sertakan lomba. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 5.780.000,-, terealisasi Rp. 5.780.000,-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

254

(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 8) Fasilitas pemberdayaan permodalan usaha peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya fasilitasi permodalan penggemukan sapi potong. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 59.000.000,-, terealisasi Rp. 57.355.000,- (97,21%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. d. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Fasilitasi kerja sama regional/internasional penyediaan hasil produksi peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terkoordinasikannya program/kegiatan peternakan dalam koridor Pawonsari, Bakulrejo-Sleman. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 1.920.000,-, terealisasi Rp. 1.920.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Pengembangan kawasan dan sentra produksi peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengembangan kawasan dan sentra produksi. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 4.340.000,-, terealisasi Rp. 4.336.075,- (99,93%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 3) Temu usaha di bidang peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya temu usaha bidang peternakan dengan hasil berupa. meningkatnya kerjasama para pelaku usaha peternakan Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 5.215.000,-, terealisasi Rp. 5.215.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. e. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Peningkatan intensifikasi PAD. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya terlaksananya kegiatan peningkatan intensifikasi PAD dengan hasil berupa terealisasinya PAD sebesar Rp. 333.638.600,- (100,90%) dari target Rp. 330.670.000,-Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 20.500.000,-, terealisasi Rp. 20.350.000,- (99,27%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Pameran dan promosi pembangunan di bidang peternakan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pameran pembangunan peternakan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 20.780.000,-, terealisasi Rp. 19.737.050,(94,98%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. f. Program Pengembangan Agribisnis, dengan kegiatan - kegiatan : 1) Pengembangan model, pemasaran, dan distribusi pakan ternak.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

255

Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya promosi dan pengembangan pemasaran produksi pakan ternak. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 15.700.000,-, terealisasi Rp. 15.396.000,- (98,06%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu pakan ternak. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya peningkatan produksi pakan ternak Handayani Feed Mill. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 74.675.000,-, terealisasi Rp. 64.409.000,- (86,25%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 3) Pemberian rekomendasi izin gangguan (HO). Bentuk kegiatan ini berupa terekomendasikannya izin gangguan peternakan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 3.870.000,-, terealisasi Rp. 3.870.000,(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 4) Pendampingan penguatan permodalan kelompok. Bentuk kegiatan ini berupa terselenggaranya rekomendasi Penguatan modal kelompok dengan hasil berupa rekomendasi penguatan modal kelompok. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 9.670.000,-, terealisasi Rp. 9.670.000,(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. c. Permasalahan dan Solusi Sistem pertanian di Kabupaten Gunungkidul sebagian besar merupakan tadah hujan yang masih sangat tergantung pada turunnya hujan. Awal musim penghujan yang tidak menentu dan sulit diprediksi seringkali mengecoh para petani. Hujan pedhatan yang seringkali terjadi ini, menyebabkan banyak tanaman yang sebelumnya sudah mulai bersemi mengalami kekeringan dan lama kelamaan akan mati. Curah hujan rata-rata tahun 2009 lebih rendah dibandingkan tahun 2008, hanya saja distribusi hujan hariannya lebih merata. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul dalam mengantisipasi kejadian ini secara sederhana dengan menggunakan analisa perilaku hujan melalui data curah hujan beberapa tahun sebelumnya, sehingga diharapkan dapat memperkirakan secara sederhana bagaimana perilaku hujan untuk tahun ini dan memberikan rekomendasi yang tepat. Dalam mengantisipasi hujan pedhatan, dianjurkan untuk menanam tanaman yang tahan terhadap kekurangan air (cekaman air), varietas umur genjah, penggunaan pupuk organik yang proporsional dan membuat cekungan (embung parit) untuk menampung air permukaan serta pola tanam yang sesuai. Pendapatan petani dari hasil penghitungan analisa usaha tani (padi-palawija) pada

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

256

tahun 2009 bervariasi. Pendapatan bersih petani tertinggi diperoleh dari komoditas padi sawah. Sebenarnya pendapatan dari hasil pertanian dapat lebih ditingkatkan lagi, yaitu dengan meningkatkan produktivitas, meningkatkan harga jual di tingkat produsen, serta mengolah hasil pertaniannya menjadi produk-produk olahan, sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Karena itu perlu lebih banyak kegiatan tunda jual dan pembinaan pengolahan hasil pertanian. Selain itu informasi pasar produk-produk pertanian yang sudah ada perlu lebih diintensifkan lagi, dan lebih disesuaikan lagi antara permintaan dan penawaran (demand dan supply), sehingga apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi dan apa yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan baik. Meskipun capaian kinerja berada pada kategori sangat berhasil, dalam sub bidang peternakan masih terdapat berbagai hambatan/permasalahan yang perlu mendapatkan pemecahan bersama. Beberapa hal yang menjadi kendala antara lain sebagai berikut : 1) Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pengadaan dan droping bibit rumput adalah tidak serentak dengan datangnya musim penghujan di tiap wilayah serta adanya pedatan hujan. Untuk mengatasi pedatan hujan dilakukan penundaan droping rumput dan setelah hujan turun terus-menerus baru diberikan. 2) Isu wabah penyakit utamanya AI diantisipasi dengan pengawasan kesehatan ternak ayam secara lebih sungguh-sungguh. 3) Permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan vaksinasi hewan/ternak, antara lain terbatasnya petugas dan minimnya informasi masyarakat mengenai macam-macam penyakit hewan menular. Untuk mengatasinya dilakukan, penyediaan brosur tentang penyakit hewan, bimbingan dan pelatihan vaksinasi bagi masyarakat umum terutama peternak yang tergabung dalam kelompok. 4) Permasalahan penggemukan sapi belum bisa maksimal dalam jangka waktu 10 bulan, dikarenakan dana pinjaman baru dapat direalisasikan pada bulan Maret padahal bulan Desember harus sudah dikembalikan dan awal pemeliharaan di musim kemarau sehingga kondisi ketersediaan pakan kurang. Untuk mengatasi ini dilakukan pembinaan kepada peternak untuk efisiensi pemberian pakan dserta melakukan pengolahan limbah pertanian dijadikan pakan ternak bergizi 5) Tenaga medik veteriner dan dokter hewan Poskeswan/Laboratorium Kesehatan Hewan belum semua terisi. 6) Keterbatasan keberadaan sapronak karena tergantung pabrik luar daerah. 7) Masuknya produk asal ternak dan ternak hidup dari luar negeri. 8) Tingginya prosentase pemotongan ternak betina produktif. 9) Lemahnya posisi peternak unggas terhadap penyediaan sapronak dan pemasaran hasil

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

257

produksi. 10) Permintaan ternak hidup ke luar daerah meningkat dan jika tidak diimbangi tingkat kelahiran yang tinggi akan menyebabkan penurunan populasi. 3. BIDANG KEHUTANAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang kehutanan merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009, bidang kehutanan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul melalui upaya revitalisasi kehutanan dan diarahkan untuk mewujudkan sumberdaya kehutanan dan perkebunan yang lestari dan berdaya saing untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan bidang kehutanan pada tahun 2009 bertujuan untuk: 1) Merehabilitasi lahan kritis dan potensial kritis. 2) Memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan pengembangan ekosistem kawasan konservasi. 3) Meningkatkan produksi, produktivitas nilai tambah dan daya saing produk kehutanan dan perkebunan (hutbun). 4) Terwujudnya sistem perencanaan pembangunan hutbun yang mantap. 5) Terwujudnya partisipasi stake holders untuk berperan dalam pembangunan kehutanan dan perkebunan. Tujuan–tujuan tersebut mengarah pada sasaran : 1) Berkurangnya lahan kritis dan potensial kritis. 2) Meningkatnya luasan kawasan ekosistem konservasi yang terpelihara. 3) Prosentase peningkatan produksi produktivitas nilai tambah dan daya saing produk hutbun. 4) Tersedianya data base yang valid dan up to date. 5) Semakin meningkatnya partisipasi stake holders untuk berperan dalam pembangunan hutbun. Adapun program/kegiatan bidang kehutanan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 adalah sebagai berikut: a. Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan, dengan kegiatan – kegiatan : 1) Pembentukan kesatuan pengelolaan hutan produksi. 2) Perencanaan dan pengembangan kelompok hutan kemasyarakatan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

258

3) Pengembangan pengujian dan pengendalian peredaran hasil hutan b. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembuatan bibit/benih tanaman kehutanan. 2) Penanaman pohon pada kawasan hutan industri dan hutan wisata. 3) Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan. 4) Rehabilitasi Hutan Lindung. 5) Peningkatan peran serta masyarakat dalam gerakan penghijauan sempadan sungai 6) Peningkatan peran serta masyarakat dalam gerakan penghijauan sumer mata air. c. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan, dengan kegiatan 1) Penyuluhan kesadaran masyarakat mengenai dampak perusakan hutan. 2) Peningkatan partisipasi masyarakat dalam lomba penghijauan. d. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan), dengan kegiatan: 1) Pendampingan pengelolaan lahan dan air. e. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan-kegiatan: 1) Pembangunan pusat etalase/eksebisi/promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan. 2) Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah. 3) Penyuluhan kualitas dan teknis kemasan hasil produksi pertanian/perkebunan yang dipasarkan. f. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan-kegiatan: 1) Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. g. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : 1) Penyediaan sarana produksi pertanian/perkebunan. 2) Pengembangan bibit unggul pertanian/perkebunan. b. Realisasi Program dan Kegiatan Pada Tahun Anggaran 2009 bidang kehutanan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan alokasi anggaran APBD sebesar Rp 5.140.804.401,53,- selain itu, juga mendapatkan alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp. 718.510.000,- total biaya dari APBD dan APBN sebesar Rp. 5.859.314.401,53,-. Untuk pendapatan, target yang ditetapkan sebesar Rp. 514.000.000,- yang terdiri dari PAD Kegiatan Pengujian dan Pengukuran Kayu sebesar Rp. 5000.000.000,- dan UPTD Pembibitan sebesar Rp. 14.000.000,- Dari target yang telah ditetapkan, realisasi
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 259

PAD Kegiatan Pengujian dan Pengukuran Kayu berhasil menyumbang PAD sebesar Rp. 564.302.506 (112,9%) sedangkan . UPTD Pembibitan mencapai Rp. 14.085.000,(100,60%). Sehingga PAD Dinas Kehutanan dan Perkebunan terealisasi sebesar Rp. 578.387.506,- (113,41) atau telah memenuhi target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meskipun terdapat perubahan peraturan mengenai pelayanan pengangkutan kayu rakyat. Adanya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P 33/Menhut-II/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P 51/Menhut-II/2006 Tentang Penggunaan Surat Keterangan Asal usul (SKAU) untuk pengangkutan hasil hutan kayu yang berasal dari hutan hak, maka untuk jenis-jenis kayu dibawah ini menggunakan dokumen angkut SKAU atau Nota/Kuwitansi. DOKUMEN PENGANGKUTAN SKAU ( 15 Jenis ) Akasia, Asam, Durian, Suren, Jabon, Jati Putih, Karet, Ketapang, Kulit Manis, Makadamia, Mindi, Petai, Puspa, Sengon, Sungkai, NOTA/KUITANSI ( 19 Jenis ) Cempedak, Duku, Jambu, Jengkol, Kelapa, Mangga, Kecapi, Manggis, Kenari, Melinjo,

Nangka, Trembesi ( Munggur ) Rambutan, Randu, Sawit, Sawo, Sukun ,Trembesi, Waru.

Sumber data : Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kabupaten Gunungkidul 2009

Akibat peraturan ini maka jenis-jenis tersebut, untuk pengangkutannya sebagian tidak lagi melalui proses pengukuran dan pengujian oleh petugas Dinas Kehutanan. a. Adanya Peraturan Menteri Kehutanan nomor P 55/Menhut-II/2006 BAB IV Bagian kesatu tentang Jenis-jenis dokumen angkut pada Pasal 13 ayat (1) d. Faktur Angkutan Kayu Olahan (FA-KO). Dari peraturan ini maka untuk kayu olahan pengusaha penggergajian kayu bisa melakukan pengiriman sendiri tanpa melalui pengukuran dan pengujian oleh petugas Dinas Kehutanan dan Perkebunan. b. Terdapat Kebijakan dari Departemen Kehutanan tentang pembatasan dan pengendalian pendistribusian Dokumen SKSKB, dalam rangka pengendalian laju eksploitasi Sumber Daya Hutan, sebagai salah satu pendekatan Pelestarian Sumber Daya Alam. c. Berkembangnya Industri Pengolahan Kayu di wilayah Kabupaten Gunungkidul, sehingga sebagian pruduksi Hutan Rakyat terserap sebagai bahan baku industri tersebut. Pengangkutan Kayu di dalam wilayah Kabupaten tidak menggunakan SKSKB ( Surat Keterangan Sahnya Kayu Bulat ), tetapi hanya menggunakan Surat
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 260

Ijin tebang dari Desa. Pemenuhan target Pendapatan Asli Daerah melalui pelayanan pengujian kayu rakyat tidak disebabkan karena tidak terkontrolnya pengendalian peredaran kayu rakyat, namun lebih dikarenakan oleh banyaknya permintaan rakyat untuk menjual kayu miliknya yang diakibatkan oleh kondisi musim tahun 2009 yang tidak menentu, karena hasil pertanian tidak begitu dirasakan oleh masyarakat dalam pemebuhan kebutuhan sehari-hari. Dari pengukuran kinerja program yang dilaksanakan bidang Kehutanan tahun 2009 diperoleh hasil nilai capaian rata-rata sebagai berikut: a. Program Pemantapan Sumber Daya Hutan, dengan kegiatan – kegiatan : 1) Pembentukan kesatuan pengelolaan hutan produksi. Alokasi anggaran dari APBD yang disediakan Rp. 25.125.250,-terealisasi Rp. 24.850.250,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan 98,91%. Bentuk kegiatan ini berupa terwujudnya UPPHRL yang produktif. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Perencanaan dan pengembangan kelompok hutan kemasyarakatan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya terdampinginya kelompok hutan kemasyarakatan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 17.000.000,-, terealisasi Rp. 16.700.000,- (98,24%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 3) Pengembangan pengujian dan pengendalian peredaran hasil hutan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya ketertiban SKSKB. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 13.180.000,-, terealisasi Rp. 13.180.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. b. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pembuatan bibit/benih tanaman kehutanan. Alokasi anggaran dari APBD yang disediakan Rp. 1.770.000,-terealisasi Rp. 1.770.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan 100%. Bentuk kegiatan ini berupa terbangunnya KBD dengan hasil tercukupinya kebutuhan bibit hutbun oleh masyarakat. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 2) Penanaman pohon pada kawasan hutan industri dan hutan wisata. Alokasi anggaran dari APBD yang disediakan Rp. 56.693.750,-terealisasi Rp. 55.958.750,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan 98,70%. Bentuk kegiatan ini berupa tertanaminya kawasan hutan kota dan hutan wisata dengan hasil bertambahnya populasi tanaman hutan kota dan hutan wisata. Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

261

3) Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan. Alokasi anggaran dari APBD yang disediakan Rp. 20.070.000,-terealisasi Rp. 20.070.000,- dengan tingkat capaian kinerja keuangan 100%. Bentuk kegiatan ini berupa terselengaranya pembinaan dan monev GERHAN (OMOT-one man one tree ) dengan hasil peningkatan kualitas laporan dalam pelaksanaan GERHAN (OMOT-one man one tree ). Realisasi fisik kegiatan mencapai 100%. 4) Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL) Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya konservasi dan rehabilitasi hutan lindung. 100%. 5) Peningkatan peran serta masyarakat dalam gerakan penghijauan sempadan sungai Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya partisipasi masyarakat dalam RHL. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 3.710.000,-, terealisasi Rp. 3.710.000,(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 6) Peningkatan peran serta masyarakat dalam gerakan penghijauan sumer mata air. Bentuk kegiatan ini berupa terselenggaranya partisipasi masyarakat dalam RHL. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 10.300.000,-, terealisasi Rp. 10.300.000,(100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. c. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan, dengan kegiatan 1) Penyuluhan kesadaran masyarakat mengenai dampak perusakan hutan. Bentuk kegiatan ini berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak illegal logging. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 6.475.000,-, terealisasi Rp. 6.325.000,- (97,68%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Peningkatan partisipasi masyarakat dalam lomba penghijauan. Bentuk kegiatan ini berupa meningkatnya partisipasi masyarakat dalam lomba PPKAN dan LPS. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 5.420.000,-, terealisasi Rp. 5.420.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. d. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan), dengan kegiatan: 1) Pendampingan pengelolaan lahan dan air. Bentuk kegiatan berupa terlaksananya pelatihan kelompok dan pembangunan PLA dengan hasil meningkatnya SDM dan kualitas pengelolaan air lahan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 18.000.000,-, terealisasi Rp. 18.000.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 262

Anggaran

yang

tersedia

sebesar

Rp.

3.740.000,-,

terealisasi

Rp. 3.740.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai

e. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan-kegiatan: 1) Pembangunan pusat etalase/eksibisi/promosi atas hasil pertanian/perkebunan. Bentuk kegiatan ini berupa terdampinginya kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil produk perkebunan dengan hasil meningkatnya kualitas kelompok tani perkebunan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 21.700.000,-, terealisasi Rp. 21.403.000,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya promosi atas hasil produk unggulan daerah. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 12.500.000,-, terealisasi Rp. 11.040.000,- (88,32%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 3) Penyuluhan kualitas dan teknis kemasan hasil produksi pertanian/perkebunan yang dipasarkan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya promosi atas hasil produk unggulan daerah. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 150.000.000,-, terealisasi Rp. 148.290.000,- (98,86%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. f. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan-kegiatan: 1) Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pendampingan kegiatan perkebunan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 18.000.000,-, terealisasi Rp. 17.225.000,(95,69%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. g. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : 1) Penyediaan sarana produksi pertanian/perkebunan. Bentuk kegiatan ini berupa tersedianya sarana produksi pertanian/perkebunan dalam kegiatan DAK. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 966.675.000,-, terealisasi Rp. 642.018.000,- (66,42%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%. 2) Pengembangan bibit unggul pertanian/perkebunan. Bentuk kegiatan ini berupa terlaksananya pengembangan bibit unggul pertanian/perkebunan. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 58.426.250,-, terealisasi Rp. 58.426.250,- (100%) dengan realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan mencapai 100%.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

263

Dari hasil perhitungan pengukuran kinerja di atas diperoleh nilai capaian rata-rata program sebesar antara 80 % sampai dengan 100 % sehingga termasuk kategori sangat berhasil. c. Permasalahan dan Solusi Sekalipun pencapaian program dan kegiatan bidang kehutanan masuk dalam kategori sangat berhasil, namun dalam pelaksanaan ditemui beberapa permasalahan dan hambatan/kendala baik teknis maupun non teknis serta internal maupun eksternal. Secara umum permasalahan yang dihadapi dan solusi yang harus ditempuh antara lain : 1) Kondisi musim yang tidak menentu Akibat curah hujan yang tidak menentu pada musim penghujan selama tahun 2009 dan musim kemarau jauh labih lama dibandingkan dengan musim hujan menjadi pemicu ketidakberdayaan hutan (negara dan rakyat) yang ada saat ini sebagai penyangga keberlangsungan hidrologi di Kabupaten Gunungkidul. Kekeringan masih terjadi dan berulang setiap tahunnya pada daerah-daerah tertentu, namun jumlahnya dari tahun ke tahun semakin berkurang. Sebetulnya potensi sumber air bawah tanah di Kabupaten Gunungkidul cukup melimpah, namun karena letaknya yang jauh di bawah permukaan tanah menyebabkan biaya eksploitasi dan distribusinya sangat mahal sehingga belum bisa termanfaatkan secara optimal. 2) Kemampuan teknis sumber daya manusia yang ada masih belum mencukupi untuk mengemban tanggung jawab tugas pokok dan fungsi. Peningkatan sumber daya manusia merupakan prioritas utama untuk meningkatkan kemampuan teknis personil Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan mengikutsertakan ke berbagai bentuk pelatihan yang ada baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. 3) Kelembagaan kelompok tani sebagian besar belum mantap. Kelompok tani sebagai forum organisasi dan komunikasi petani kehutanan dan perkebunan sebagian besar perlu ditingkatkan. Keterbatasan pendidikan dan minimnya kemampuan manajemen merupakan penyebab lemahnya keberadaan kelompok tani sebagai stake holders sehingga ke depan diperlukan pembinaan dan bimbingan secara intensif dan terus menerus dari petugas lapangan untuk meningkatkan kemampuannya dengan demikian diharapkan kebijakan-kebijakan Dinas dapat segera direspon dengan baik dan benar oleh kelompok tani kehutanan dan perkebunan. 4) Terbatasnya pengetahuan, ketrampilan dan permodalan sebagian besar petani. Sebagai pelaku utama pembangunan, kemampuan, ketrampilan dan ketersediaan modal pada petani akan sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan program,

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

264

apabila faktor-faktor tersebut kondisnya serba terbatas sehingga akan menjadi hambatan bagi keberhasilan program tersebut. 5) Produktivitas hasil produksi kehutanan dan hasil produksi komoditas perkebunan masih relatif rendah. * * * Sebagian besar tanaman kehutanan dan komoditas perkebunan produktivitasnya di bawah rata-rata. Pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku petani belum dapat mendukung usaha tani produktif, berdaya saing, dan berwawasan konservasi. Petani dan kelompok tani cenderung menjual dalam bentuk produk primer, tidak dalam bentuk produk olahan sehingga nilai tambah tidak dinikmati petani produsen. * * * * Terbatasnya sarana dan prasarana serta teknologi pengolahan hasil untuk mendukung produk yang berkualitas dan berdaya saing. Terbatasnya kemitraan usaha petani produsen dengan swasta / investor. Maraknya penebangan kayu yang tidak terkendali, sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap usaha konservasi, flora dan fauna langka. 6) Kualitas hasil (khususnya perkebunan) masih kurang kompetitif jika bersaing dengan daerah lain. Berbagai komoditas perkebunan kualitasnya masih kurang kompetitif dibandingkan komoditas sejenis dari daerah lain. Hal ini disebabkan karena pengelolaannya terutama pasca panen belum dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga biaya produksinya lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan lemahnya daya saing hasilhasil perkebunan Kabupaten Gunungkidul terhadap daerah lain. 7) Sarana dan prasarana yang belum memadahi untuk mendukung operasional tugas dinas Terbatasnya gedung dan ruang perkantoran serta sarana dan prasarana kantor apabila dibandingkan dengan Sumber Daya Manusia dan kebutuhan operasional tugas dinas masih sangat kurang memadai. Untuk itu perlu segera tertangani agar pelaksanaan tugas Dinas bisa berjalan dengan lancar.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

265

4. BIDANG ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan. Sebagai bagian dari unit kerja, urusan bidang energi dan sumber daya mineral dilaksanakan oleh satu SKPD yang mengampu ketugasan urusan wajib bidang koperasi dan usaha kecil dan menengah serta urusan pilihan bidang industri dan bidang perdagangan. Tujuan pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2009 adalah : 1) Meningkatkan pengelolaan dan pengusahaan pertambangan bahan galian, air tanah, geologi tata lingkungan dan energi. 2) Mengembangkan, menyesuaikan, dan menyusun perangkat regulasi pertambangan umum, air bawah tanah, geologi tata lingkungan dan Energi 3) Mewujudkan peningkatan kualitas manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik. 4) Memelihara dan meningkatkan konstribusi pertambangan bahan galian dan air tanah bagi penerimaan daerah dengan mempertimbangkan prinsip konservasinya. 5) Meningkatkan pengusahaan pertambangan bahan galian dan air tanah yang berwawasan lingkungan, keselamatan an kesehatan kerja, konservasi dan pengembangan masyarakat. 6) Meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan energi baru terbarukan 7) Meningkatkan pengembangan ketenaglistrikan daerah. Dengan sasaran pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral adalah : 1) Tertingkatkannya pengelolaan dan pengusahaan pertambangan bahan galian, air tanah, geologi tata lingkungan dan energi. 2) Terpenuhinya pengembangan, penyesuaian, dan penyusunan perangkat regulasi pertambangan umum, air bawah tanah, geologi tata lingkungan dan Energi 3) Terwujudnya peningkatan kualitas manajemen dan penyelenggaraan pelayanan publik. 4) Tertingkatnya konstribusi pertambangan bahan galian dan air tanah bagi penerimaan daerah dengan mempertimbangkan prinsip konservasinya. 5) Tertingkatnya pengusahaan pertambangan bahan galian dan air tanah yang berwawasan lingkungan, keselamatan an kesehatan kerja, konservasi dan
266

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

pengembangan masyarakat. 6) Tertingkatnya pemanfaatan dan pengembangan energi baru terbarukan 7) Tertingkatnya pengembangan ketenaglistrikan daerah. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, dilaksanakan 4 program yang dijabarkan dalam 8 kegiatan. Adapun program dan kegiatan selengkapnya sebagai berikut: a. Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat yang Berpotensi Merusak Lingkungan, dengan kegiatan : 1) Pengawasan penertiban kegiatan pertambangan rakyat. b. Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Penyusunan regulasi mengenai kegiatan penambangan bahan galian golongan C. 2) Sosialisasi regulasi mengenai kegiatan penambangan bahan galian golongan C. 3) Monitoring dan pengendalian kegiatan penambangan bahan galian C. 4) Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penambangan galian C. 5) Koordinasi dan pengelolaan air bawah tanah. c. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketenagalistrikan, dengan kegiatan: 1) Koordinasi dan pengelolaan minyak, gas, energi baru, dan terbarukan. 2) Pemantauan distribusi BBM. b. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi APBD untuk pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral terdiri atas belanja tidak langsung. Rp. 2.820.154.188,- terealisasi Rp. 2.646.866.154,- atau sebesar 93,86% yang digunakan pula untuk membiayai belanja tidak langsung di bidang koperasi dan usaha kecil menengah, bidang industri, dan bidang perdagangan. Sedangkan belanja langsung di bidang energi dan sumber daya mineral sebesar Rp. 183.795.000,- dan terealisasi Rp. 162.325.000,- atau sebesar 88,31%.. Sedangkan untuk pendapatan, bidang energi dan sumber daya mineral berhasil menyumbang PAD sebesar Rp. 360.000,- dan tidak mencapai target yang ditetapkan sebesar Rp. 850.000,- (42,35%). Penghasilan ini bersumber dari Retribusi Iuran Tetap Pertambangan dari target Rp. 550.000,- terealisasi Rp. 360.000,- sedangkan Retribusi Ijin Usaha Pertambangan Bahan Galian dan Retribusi Kuasa Pertambangan tidak mendapatkan pemasukan karena tidak ada yang mengajukan ijin. Dari pengukuran kinerja program yang dilaksanakan bidang energi dan sumber daya mineral diperoleh hasil nilai capaian rata-rata sebagai berikut : a. Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat yang Berpotensi Merusak Lingkungan, dengan kegiatan–kegiatan : 1) Pengawasan penertiban kegiatan pertambangan rakyat.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

267

Anggaran

yang

tersedia

sebesar

Rp.

16.895.000,-

terealisasi

sebesar

Rp. 16.462.500,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,44%. Output kegiatan berupa terlaksananya penertiban kegiatan penambangan tanpa izin dan terlaksananya koordinasi tentang penertiban penambangan tanpa izin dengan hasil berkurangnya kegiatan penambangan tanpa izin. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan, dengan kegiatan– kegiatan : 1) Penyusunan regulasi mengenai kegiatan penambangan bahan galian golongan C. Alokasi anggaran dari APBD ditetapkan sebesar Rp. 14.110.000,- terealisasi sebesar Rp. 14.110.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan terlaksananya penyusunan draft Raperda tentang usaha pertambangan bahan galian. Hasil kegiatan berupa tersedianya draft Raperda tentang usaha pertambangan bahan galian. sebesar 100%. 2) Sosialisasi regulasi mengenai kegiatan penambangan bahan galian golongan C. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 17.800.000,terealisasi sebesar Rp.,- 14.710.000 atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 82,64%. Output kegiatan adalah tersosialisasinya regulasi bidang pertambangan bagi pelaku kegiatan
usaha pertambangan dan pengelolaan kawasan karst.. Hasil kegiatan berupa meningkatnya pemahaman tentang regulasi bidang pertambangan dan pengelolaan kawasan karst.

Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan

Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Monitoring dan pengendalian kegiatan penambangan bahan galian C. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 10.315.000,terealisasi sebesar Rp.,- 10.145.000 atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,35%. Output kegiatan adalah terlaksananya monitoring dan pengawasan kegiatan usaha pertambangan. Hasil kegiatan berupa meningkatnya ketertiban tentang perijinan dan
pengelolaan lokasi tambang. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar

100%. 4) Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penambangan galian C. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 22.855.000,terealisasi sebesar Rp.,- 19.823.000 atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 86,73%. Output kegiatan adalah terlaksananya pembinaan bagi penambang rakyat. Hasil kegiatan
berupa meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan para penambang rakyat tentang

perijinan perencanaan teknik tambang, reklamasi, K3 dan manajemen pemasaran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 5) Koordinasi pengelolaan air bawah tanah.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

268

Anggaran

yang

tersedia

sebesar

Rp.

28.545.000,-

terealisasi

sebesar

Rp. 27.886.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 97,69%. Output kegiatan adalah terkoordinasinya pengelolaan air bawah tanah di Kab. Gunungkidul dan terinventarisirnya pemanfaatan air bawah tanah dengan sumur bor. Hasil kegiatan terkoordinasinya pengelolaan air bawah tanah di Kab. Gunungkidul terdatanya pemanfaatan air bawah tanah dengan sumur bor. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Pembinaan dan kegiatan : 1) Koordinasi dan pengelolaan minyak, gas, energi baru, dan terbarukan. Anggaran kegiatan yang adalah tersedia sebesar Rp. 52.575.000,terealisasi bagi sebesar industri, Rp. 40.755.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 77,52%. Output tersosialisasinya diversifikasi energi tersosialisasinya pengembangan energi alternatif, dan ter-update-nya data base energi. Hasil kegiatan berupa meningkatnya pengelolaan minyak, gas, energi baru dan terbarukan Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pemantauan distribusi BBM. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 20.700.000,terealisasi sebesar Rp. 18.433.500,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 89,05%. Output kegiatan adalah terlaksananya pemantauan distribusi dan konversi BBM di Kab. Gunungkidul dengan hasil kegiatan berupa terpantaunya distribusi dan konversi BBM di Kab. Gunungkidul. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang energi dan sumber daya mineral di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 96,97%. c. Permasalahan dan Solusi Walaupun program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang energi dan sumber daya mineral menunjukkan capaian yang sangat berhasil, akan tetapi harus diakui ada beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi antara lain : 1) Sehubungan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup, maka usaha pertambangan bahan galian golongan C sebagai sumber pendapatan utama. 2) Kurangnya kesadaran dan wawasan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pelestarian kawasan karst. Pengembangan Ketenagalistrikan, dengan kegiatan-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

269

3) Masih ditemukannya kegiatan pertambangan rakyat yang belum berijin. 4) Minimnya pengetahuan masyarakat berkaitan dengan regulasi mengenai kegiatan penambangan bahan galian C dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penambangan bahan galian C 5) Pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak berwawasan lingkungan. 6) Minat investor menanamkan modal masih kurang. Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja di masa yang akan datang, maka diupayakan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Meningkatkan penyuluhan dan pendidikan teknik penambangan kepada pengusaha tambang. 2) Meningkatkan pengawasan penertiban kegiatan pertambangan rakyat. 3) Meningkatkan sosialisasi regulasi mengenai kegiatan penambangan bahan galian C serta pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan penambangan bahan galian C 4) Meningkatkan koordinasi dan pengelolaan air bawah tanah; koordinasi dan pengelolaan minyak, gas, energi baru dan terbarukan; serta pemantauan distribusi BBM. 5) Meningkatkan anggaran pada bidang-bidang yang programnya masih memerlukan dukungan pembiayaan dan prioritas. 5. BIDANG PARIWISATA a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang pariwisata merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mempunyai tugas melaksanakan urusan rumah tangga pemerintah daerah di bidang pariwisata dan kebudayaan. Pembangunan pariwisata yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diarahkan untuk mewujudkan Pariwisata yang Berbudaya, Maju, Berkembang Mendukung Terwujudnya Masyarakat Sejahtera. Dalam rencana pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan ditetapkan beberapa sasaran sebagai berikut: 1) Mewujudkan tersedianya sarana dan prasarana obyek wisata umum dan kepuasan wisatawan dengan ditandai meningkatnya kunjungan wisatawan. 2) Mengupayakan pelaku wisata dan pengelola pelayanan yang lebih baik, serta terjadinya koordinasi stakeholder kepariwisataan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

270

3) Ketepatan dalam memilih sasaran promosi kepariwisataan 4) Terbinanya kelompok seni budaya 5) Terdatanya dan terpeliharanya benda-benda cagar budaya 6) Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pada kawasan obyek dan jalur wisata. Sebagai tindakan nyata Pemerintah Kabupaten dalam membangun dan mengembangkan bidang pariwisata, telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan selama tahun 2009 yang terdiri atas : a. Program Pengembangan dan Pemasaran Promosi Wisata, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata. 2) Pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata. 3) Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan di luar negeri. b. Program Pengembangan dan Pengelolaan Obyek Wisata, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan obyek periwisata unggulan. 2) Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata. 3) Pengembangan jenis dan paket wisata unggulan. c. Program Pengembangan Kemitraan, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pariwisata. 2) Pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata. 3) Monitoring, evaluasi, dan pelaporan. b. Realisasi Program dan Kegiatan Secara keseluruhan, tingkat capaian target program dan kegiatan pembangunan bidang pariwisata tahun 2009 baik, dengan rata – rata sebesar 114,46% sedangkan untuk pencapaian target PAD diperoleh sebesar 125,75%. Kegiatan bidang pariwisata sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2009 dalam memberikan pelayanan publik tidak terlepas adanya beberapa kendala yang terkait dengan lintas sektoral maupun dikarenakan adanya keterbatasan internal dinas teknis sebagai pelaksanana pembangunan bidang

kepariwisataan serta fenomena alam yang tidak dapat diduga.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

271

Pada tahun 2009 bidang pariwisata dapat menyumbang PAD sebesar Rp. 1.634.734.330,- Ini berarti melampau dari target yang ditetapkan semula sebesar Rp. 1.299.999.472,- atau pencapaian realisasi sebesar 125,75%. Kontribusi PAD dari bidang pariwisata berasal dari : Retribusi Jasa Tempat Penginapan/ Pesanggrahan/Villa Dari target pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 37.800.000,-,- diperoleh capaian pendapatan sebesar Rp. 36.300.000,- (96,03%). Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga Untuk Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga ditargetkan memperoleh pendapatan sebesar Rp. 1.259.649.472,- diperoleh pendapatan sebesar Rp. 1.634.734.330,- atau melampaui target (125,75%) Retribusi Ijin Usaha Pariwisata Dari target yang diinginkan sebesar Rp. 2.550.000,- diperoleh pendapatan sebesar Rp. 1.475.000,- atau 57,84%. Target yang tidak tercapai kemungkinan disebabkan iklim investasi/kondisi perekonomian yang kurang kondusif, sehingga perkembangan usaha di bidang kepariwisataan kurang berkembang. Pelaksanaan program dan kegiatan bidang pariwisata selama tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan dan Pemasaran Promosi Wisata, dengan kegiatan-kegiatan: 1) Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 112.130.000,- terealisasi sebesar Rp. 90.530.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 80,74%. Kegiatan ini berupa upaya lebih memperkenalkan potensi obyek dan daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul dengan berbagai media promosi seperti media cetak, elektronik serta pembuatan dokumentasi dan VCD seni budaya. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 97.590.000,- terealisasi sebesar Rp. 83.450.000,- atau 85,51%. Kegiatan ini berupa terlaksananya promosi potensi wisata Kabupaten Gunungkidul dengan mengikuti Java Promo, travel dialog, dan pelayanan Familirization . Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara di dalam dan di luar negeri.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

272

Anggaran yang

ditetapkan sebesar Rp. 77.290.500,- terealisasi sebesar

Rp. 72.870.000,- atau 94,28%. Kegiatan ini berupa pameran yang diikuti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul antara lain di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Bali. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan obyek periwisata unggulan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 31.975.000,- terealisasi sebesar 92,73%. Kegiatan ini berupa intensifikasi PAD, Rp. 29.975.000,- atau obyek wisata. 2) Peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 29.500.000,- terealisasi sebesar

pemantauan kebersihan obyek wisata, pembinaan SDM serta pengembangan

Rp. 29.233.500,- atau 99,10%. Kegiatan ini berupa pemeliharaan sarana prasarana obyek wisata, pembuatan papan informasi obyek wisata. 3) Pengembangan jenis dan paket wisata unggulan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 290.200.000,- terealisasi sebesar

Rp. 289.895.000,- atau 99,89%. Kegiatan ini berupa penyelenggaraan atraksi wisata dan pentas seni di obyek wisata untuk mendongkrak kunjungan wisata. Kesenian yang ditampilkan kesenian modern dan kesenian tradisional sebanyak 40 paket. c. Program Pengembangan Kemitraan, dengan

kegiatan-kegiatan : 1) Pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan dan pariwisata. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp.13.900.000,- terealisasi sebesar

Rp. 11.860.000,- atau 85,32%. Kegiatan ini berupa pengembangan potensi diri bagi pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul agar memiliki kinerja yang baik dalam bekerja. 2) Pengembangan sumber daya manusia dan profesionalisme bidang pariwisata. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 7.750.000,- terealisasi sebesar

Rp. 7.630.000,- atau 98,45%. Kegiatan ini berupa pembinaan kepada para pelaku wisata seperti pengelola penginapan, restoran/warung makan, dan pemandu wisata. 3) Monitoring, evaluasi, dan pelaporan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

273

Anggaran yang Rp. .650.000,- atau

ditetapkan sebesar Rp. 3.650.000,- terealisasi sebesar 100%. Kegiatan ini berupa terlaksananya monitoring,

evaluasi, dan penyusunan laporan. c. Permasalahan dan Solusi Dalam rangka kegiatan di bidang pariwisata, sampai dengan akhir Tahun Anggaran 2009 tidak terlepas adanya beberapa kendala yang terkait dengan lintas sektoral maupun dikarenakan adanya keterbatasan internal serta fenomena alam yang tidak dapat diduga. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut: 1) Pemasaran dan promosi wisata dirasa masih lemah dan terkendala tiadanya sarana promosi yang memenuhi syarat dan mengikuti perkembangan teknologi baik SDM maupun perangkat/ peralatannya, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas promosi. 2) Kondisi obyek wisata pantai sebagai obyek wisata andalan, sebagian besar sama yaitu belum terkendalinya pertumbuhan bangunan liar yang tidak sesuai dengan tata ruang yang ada serta mengganggu kenyamanan wisatawan. 3) Masih terbatasnya fasilitas obyek wisata yang belum memadai antara lain: areal parkir, tempat ibadah, MCK dan kios cinderamata/cinderarasa serta terbatasnya jaringan listrik dan sarana komunikasi. Upaya mengatasi permasalahan, dengan menggerakkan sarana serta sumber daya manusia yang ada dengan seoptimal mungkin dan meningkatkan koordinasi dengan stake holder dan dinas instansi terkait. Di samping itu juga mengefektifkan promosi dan menjalin kerja sama (komitmen) dengan pelaku wisata baik lokal maupun luar daerah. Selain itu upaya pengembangan obyek wisata unggulan lainnya yang sangat potensial di Kabupaten Gunungkidul juga diupayakan pada arah pengembangan, seperti geowisata karst, wisata bahari, desa wisata, dan wisata tirta. 6. BIDANG INDUSTRI Urusan pemerintahan bidang industri merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan. Bidang industri merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul karena berkaitan erat dengan upaya penciptaan kesempatan kerja melalui pengembangan industri kecil dan menengah, peningkatan kemampuan teknologi industri, dan pengembangan sentra industri potensial.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

274

Penyelenggara urusan pilihan bidang industri yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan dengan program dan kegiatan sebagai berikut : a. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Fasilitasi bagi industri kecil mikro dalam pemanfaatan sumber daya. 2) Pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri. 3) Pemberian kemudahan izin usaha industri kecil dan menengah. b. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri dengan kegiatan: 1) Pembinaan kemampuan teknologi industri.

a. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi APBD untuk pembangunan bidang industri terdiri atas belanja tidak langsung. Rp. 2.820.154.188,- terealisasi Rp. 2.646.866.154,- atau sebesar 93,86% yang digunakan pula untuk membiayai belanja tidak langsung di bidang koperasi dan usaha kecil menengah dan bidang perdagangan. Sedangkan belanja langsung di bidang industri sebesar Rp. 308.680.000,- dan terealisasi Rp. 301.316.000,- atau sebesar 97,61%.. Alokasi dana sebagaimana tersebut di atas digunakan untuk melaksanakan program/kegiatan yang secara umum dapat dilaksanakan dengan capaian rata– rata baik.. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah, dengan kegiatan-kegiatan : 1) Fasilitasi bagi industri kecil mikro dalam pemanfaatan sumber daya. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 102.650.000,- terealisasi sebesar Rp. 102.520.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,87%. Output kegiatan berupa terlaksananya pelatihan kayu, pande besi, makanan olahan, bordir, pelatihan pengolahan jarak, dan gelar produk.
Hasil kegiatan berupa meningkatnya ketrampilan pengrajin kayu, pande besi,

makanan olahan,bordir, meningkatnya kualitas dan kuantitas produk yang dijual. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Pembinaan industri kecil dan menengah dalam memperkuat jaringan klaster industri. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 102.275.000,- terealisasi sebesar Rp. 95.494.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 93,37%. Output kegiatan berupa terlaksananya pendampingan dan pembinaan dengan sistem klaster meliputi identifikasi, pengelolaan usaha, peningkatan kualitas, teknik pemasaran, packing dan workshop serta terlaksananya magang Hasil

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

275

kegiatan berupa meningkatnya pengrajin secara terkoordinasi dan kompeten. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 3) Pemberian kemudahan izin usaha industri kecil dan menengah. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 1.500.000,- terealisasi sebesar Rp. 1.500.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terprosesnya rekomendasi TDI/IUI. Hasil kegiatan berupa penerbitan TDI/IUI. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri dengan kegiatan: 1) Pembinaan kemampuan teknologi industri. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 102.255.000,- terealisasi sebesar Rp. 101.802.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,56%. Output kegiatan berupa terlaksananya diklat peningkatan kualitas dan finishing produk, desain produk, dan penganekaragaman produk. Hasil kegiatan berupa meningkatnya kualitas , desain jenis produk dan bertambahnya akses pasar serta ketrampilan pengrajin meningkat. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang industri di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 96,97%. c. Permasalahan dan Solusi Secara umum, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang industri menunjukkan capaian yang berhasil. Namun ditemui pula berbagai permasalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan antara lain : 1) Pangsa pasar produk daerah Kabupaten Gunungkidul masih terbatas. 2) Terbatasnya pengetahuan usaha juga masih terbatas. 3) Faktor kesadaran pelaku usaha kaitannya dengan legalitas usaha bidang perdagangan masih rendah. 4) Belum tergalinya seluruh potensi sebagai sumber PAD. 5) Pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak berwawasan lingkungan. 6) Adanya pengaruh musim terhadap ketersediaan bahan baku 7) Belum tersedianya infrastruktur yang memadai 8) Minat investor menanamkan modalnya masih kurang pengrajin/pengusaha mengenai potensi pasar produk daerah, masih rendahnya daya saing, serta manajemen pengelolaan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

276

Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang, maka Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Pembinaan secara berkelanjutan dan memfasilitasi informasi peluang dan perluasan akses pasar. 2) Meningkatkan pelatihan manajemen kewirausahaan dan pengembangan konsultasi bisnis bagi pedagang. 3) Pelatihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas baik dari segi manajerial maupun desain dan pengemasan pengrajin industri kecil dan menengah. 4) Memfasilitasi secara lebih luas bagi partisipasi dalam kegiatan promosi/pameran lokal dan nasional. 5) Pemberian kemudahan izin usaha industri kecil dan menengah. 6) Meningkatkan keikutsertaan personil/pegawai pada pendidikan dan latihan fungsional. 7) Meningkatkan anggaran dari APBD pada sektor-sektor yang programnya merupakan prioritas dan masih memerlukan dukungan pembiyaan. 8) Meningkatkan monitoring dan pemantauan secara lebih intensif kepada para peminjam dana penguatan modal. 7. BIDANG PERDAGANGAN 1. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang perdagangan merupakan salah satu urusan pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan dan Kantor Pengelolaan Pasar. Bidang perdagangan merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul karena berkaitan erat dengan upaya peningkatan pertumbuhan dan pengembangan dunia usaha dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan peningkatan akses pemasaran produk baik di dalam maupun ke luar negeri melalui pengembangan ekspor. Dengan menggali segenap potensi perekonomian yang ada, penyelenggaraan program dan kegiatan bidang perdagangan bertujuan untuk : 1) Meningkatkan kualitas manajeman dan penyelenggaraan pelayanan publik. Dengan sasaran meningkatkan kinerja aparatur, penyediaan data potensi daerah, dan pelaksanaan program kerja secara terpadu dalam rangka pelayanan pada masyarakat. 2) Meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan dunia usaha dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

277

mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada dengan sasaran : a. Terpantaunya peredaran dan harga barang kebutuhan pokok. b. Tercapainya pertumbuhan ekspor. c. Tercapainya peningkatan PAD. d. Tercapainya peningkatan pemasaran lokal dan distribusi barang/produk daerah. e. Terpantaunya perkembangan harga bahan pokok dan barang penting serta peredaran barang/jasa. f. Terwujudnya peningkatan kesadaran dan ketertiban pedagang kaki lima dan pedagang asongan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan usahanya. g. Terwujudnya peningkatan kualitas produk, daya saing, akses, dan pangsa pasar produk IKM. h. Terwujudnya pengembangan usaha IKM yang berorientasi pada pemanfaatan potensi lokal. i. Tercapainya pertumbuhan dan perkembangan usaha dan lapangan kerja. j. Terlayani urusan masyarakat di bidang usaha dengan lancar, tertib, efisien, dan transparan. k. Tumbuh dan berkembangnya kelompok usaha yang berorentasi pada kemandirian usaha l. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia pelaku usaha Penyelenggara urusan pilihan bidang perdagangan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertambangan dengan program dan kegiatan sebagai berikut : a. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan, dengan kegiatan: 1) Peningkatan pengawasan peredaran barang dan jasa. b. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor, dengan kegiatan: 1) Pengembangan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri. c. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri, dengan kegiatan: 1) Penyempurnaan perangkat peraturan, kebijakan, dan pelaksanaan operasional. Penyelenggara urusan pilihan bidang perdagangan yang lain dilaksanakan oleh Kantor Pengelolaan Pasar dengan program dan kegiatan sebagai berikut : a. Program Pengembangan dan Pembinaan Pedagang dengan kegiatan: 1) Pembinaan pedagang pasar. b. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan kesempatan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

278

kegiatan: 1) Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. c. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan kegiatan: 1) Pembangunan sarana dan prasarana pasar kecamatan/perdesaan produksi hasil pertanian/perkebunan. d. Program Peningkatan Pemasaran Produksi Peternakan dengan kegiatan: 1) Pembangunan sarana dan prasarana pasar produksi hasil peternakan. 3. Realisasi Program dan Kegiatan Alokasi APBD untuk pembangunan bidang perdagangan sebesar Rp. 308.680.000,- dan terealisasi Rp. 301.316.000,- atau sebesar 97,61%.. Sedangkan untuk realisasi Pendapatan Asli Daerah tercapai sebesar Rp 167.640.000,- (96,51%) dari target yang ditetapkan Rp 173.700.000,-. Obyek PAD berasal dari : a. Retribusi ijin HO dari target Rp. 150.000.000,- realisasi penerimaan sejumlah Rp.141.465.000,- atau sebesar 94,31 %. b. Retribusi Wajib Daftar Perusahaan dari target Rp. 10.000.000,- realisasinya Rp.12.375.000,- atau sebesar 140,25 %. c. Retribusi SIUP dari target Rp. 10.000.000,- realisasinya Rp.10.415.000,atau sebesar 104,15 %. d. Retribusi Tanda Daftar Industri dari target Rp.3.000.000,- realisasinya Rp.3.025.000,- atau sebesar 100,83 %. e. Retribusi Ijin Usaha Pertambangan Bahan Galian : • Ijin Usaha Pertambangan dari target Rp. 150.000,- realisasi penerimaan sejumlah Rp. 0,- atau sebesar 0 %. • Kuasa Pertambangan dari target Rp. 150.000,realisasi Rp. penerimaan sejumlah 0,- atau sebesar 0 %. • Iuran Tetap Pertambangan dari target Rp. 550.000,- realisasi penerimaan %. Kantor Pengelolaan Pasar mendapatkan anggaran dari APBD Kabupaten
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 279

dengan

sejumlah

Rp.360.000,- atau sebesar 65,45

Gunungkidul sebesar Rp. 4.054.240.980,09,-. Anggaran tersebut untuk kegiatan belanja tidak langsung dan belanja langsung dengan rincian : Belanja tidak langsung Belanja langsung : Rp. 2.343.080.980,09 : Rp. 1.711.160.000,-

Pengelolaan pendapatan yang menjadi beban dan tanggung jawab Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Gunungkidul dengan target Rp. 999.826.700,- terealisasi Rp. 1.098.742.537,50,- atau persentase tingkat pencapaiannya melebihi dari target sebesar 109,89%. Alokasi dana sebagaimana tersebut di atas digunakan untuk melaksanakan program/kegiatan yang secara umum dapat dilaksanakan dengan capaian rata– rata baik.. Adapun pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2009 adalah sebagai berikut : a. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan, dengan kegiatan: 1) Fasilitasi pengembangan usaha kecil menengah. Alokasi anggaran dalam APBD ditetapkan sebesar Rp. 19.500.000,- terealisasi sebesar Rp. 19.500.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 100%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan pengawasan barang dan jasa dengan
hasil berupa meningkatnya pemantauan/pengawasan peredaran barang dan jasa.

Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. b. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor, dengan kegiatan: 1) Pengembangan informasi peluang pasar perdagangan luar negeri Alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 130.765.000,- terealisasi sebesar Rp. 128.283.208,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 98,10%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan informasi peluang pasar perdagangan Luar Negeri (pameran 5 kali) dengan hasil berupa meningkatnya pengusaha/pengrajin yang mengikuti promosi/pameran. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. c. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri, dengan kegiatan: 1) Penyempurnaan perangkat peraturan, kebijakan dan pelaksanaan Operasional Alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 15.600.000,- terealisasi sebesar Rp. 15.445.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,01%. Output kegiatan berupa terlaksananya kegiatan penyusunan revisi perda perijinan dengan
hasil berupa tersusunnya draft raperda tentang perijinan (HO, SIUP dan TDP dan

TDI). Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. 2) Fasilitasi kemudahan perijinan pengembangan usaha. Alokasi anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 10.800.000,- terealisasi sebesar Rp. 10.790.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,91%. Output kegiatan berupa terlaksananya fasilitasi kemudahan perijinan pengembangan usaha
dengan hasil berupa meningkatnya

kepemilikan perijinan untuk pengembangan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

280

usaha. Realisasi tingkat capaian kinerja kegiatan sebesar 100%. Sedangkan pelaksanaan program dan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Pengelolaan Pasar sebagai berikut : a. Program Pengembangan dan Pembinaan Pedagang dengan kegiatan: 1) Pembinaan pedagang pasar. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 71.430.000,- terealisasi sebesar Rp. 71.020.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 99,96% dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. Kegiatan berupa pelaksanaan pembinaan pedagang pasar dijadwalkan di sembilan pasar pada 9 ( sembilan ) Kemantren Pasar. Dengan adanya program yang berkesinambungan ini diharapkan pemahaman pedagang terhadap peraturan perundangan yang berlaku semakin meningkat, sehingga pedagang sebagai mitra kerja Pemerintah khususnya Kantor Pengelolaan Pasar lebih memahami akan hak yang harus diperoleh dan kewajiban yang harus dipenuhi. Khusus kegiatan penataan pedagang pasar untuk tahun 2009 difokuskan untuk 4 (empat) kemantren pasar yaitu Kemantren Pasar Semanu-Karangmojo, Playen, Rongkop, dan Wonosari. b. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah dengan kegiatan: 1) Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 134.060.000,- terealisasi sebesar Rp. 128.130.000,- atau tingkat capaian kinerja keuangan sebesar 95,58% dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. Kegiatan ini merupakan upaya intensifikasi PAD melalui pelaksanaan kegiatan operasional ke lapangan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi kinerja petugas lapangan dalam menjalankan tugas pemungutan retribusi, sistem, dan mekanismenya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pasar-pasar pada hari-hari pasaran dan koordinasi/review PAD secara rutin setiap bulan dengan koordinator Kemantren Pasar. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik terbukti dengan pendapatan retribusi pasar bisa mencapai Rp. 1.098.742.537,50,- atau melebihi dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 999.826.700,- (109,89%). d. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan kegiatan : 1) Pembangunan sarana dan prasarana pasar dengan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

281

kecamatan/perdesaan pertanian/perkebunan.

produksi

hasil

Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 633.390.000,- terealisasi Rp. 623.865.000,(98,50%) dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. Kegiatan ini dapat terealisasi dengan baik dengan pencapaian efisiensi anggaran sebesar Rp. 9.525.000,-. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain : a) Rehabilitasi Pasar Munggi Semanu yang terdiri dari kios ukuran 3 x 4 m2 sebanyak 11 unit, dilaksanakan oleh PB. Sido Mulyo dengan anggaran Rp. 138.729.000,b) Pemeliharaan rutin Pasar Argosari Wonosari, yang terdiri dari pekerjaan pasang atap

polycarbonat sebanyak 170 m2, perbaikan pintu folding gate sebanyak 4 unit, dan talang aluminium rangka pipa sepanjang dengan

anggaran Rp. 49.415.000,- yang dilaksanakan oleh PB. Tetanen. c) Rehabilitasi Pasar Karangijo, dengan rincian pekerjaan rehabilitasi kios pasar 13 unit dengan ukuran 3X4m, pasang conblock dengan luas 375 m2, dengan anggaran Rp. 105.472.000,- yang dilaksanakan oleh PB. Kusuma Jaya Putra. d) Rehabilitasi Pasar Semin, dengan rincian

pekerjaan rehabilitasi los pasar 1 unit yang dilaksanakan oleh PB. Wijaya dan anggaran Rp. 104.000.000,e) Rehabilitasi Pasar Munggi Semanu, dengan rincian pekerjaan rehab tempat sampah ukuran 3x4 m dan pemasangan conblock seluas 160 m2 oleh CV. Elsa Nurega dengan anggaran Rp. 49.684.000,f) Rehabilitasi Karangmojo, Pasar dengan Tengeran rincian Gedangrejo pekerjaan

rehabilitasi KM/WC sebanyak 3 unit, conblok

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

282

seluas

145

m2 yang

dengan

anggaran oleh

Rp. PB.

29.931.000,-

dilaksanakan

Kusuma Jaya Putra g) Rehabilitasi Pasar Ngalang Gedangsari, dengan pekerjaan pembuatan kantor ukuran 3x4 m dengan anggaran Rp. 31.688.000,yang

dilaksanakan oleh PB. Tetanen. h) Rehabilitasi Pasar Hewan Ngawu Playen, dengan rincian pekerjaan pemasangan conblock seluas 245 m2 dan pembuatan jalan masuk ke tempat sampah sepanjang 26 m dengan anggaran Rp. 39.434.000,- yang dilaksanakan oleh PB. Tunas Karya Sejahtera. e. Program Peningkatan Pemasaran Produksi Peternakan dengan kegiatan: 1) Pembangunan sarana dan prasarana pasar produksi hasil peternakan. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 442.940.000,- terealisasi Rp. 442.516.125.,(99,90%) dengan tingkat capaian kinerja kegiatan 100%. Kegiatan ini dapat terealisasi dengan baik dengan pencapaian efisiensi anggaran sebesar Rp. 423.875,-. Kegiatan yang telah dilaksanakan berupa relokasi Pasar Hewan Siyonoharjo Playen (Lanjutan) yang terdiri dari pembuatan cancangan lembu sebanyak 19 unit dan cancangan kambing 14 unit yang dilaksanakan oleh PB. Wijaya . Dengan menggunakan skala pengukuran kinerja ordinal, capaian kinerja bidang perdagangan di Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam kategori sangat berhasil dengan capaian kinerja kegiatan 96,97%. c. Permasalahan dan Solusi Secara umum, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam bidang perdagangan menunjukkan capaian yang sangat berhasil. Namun ditemui pula berbagai permasalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan antara lain : 1) Masih ditemukannya peredaran barang kemasan produk makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa. 2) Pangsa pasar produk daerah Kabupaten Gunungkidul masih terbatas.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

283

3) Terbatasnya pengetahuan pengrajin/pengusaha mengenai potensi pasar produk daerah, masih rendahnya daya saing, serta manajemen pengelolaan usaha juga masih terbatas. 4) Faktor kesadaran pelaku usaha kaitannya dengan legalitas usaha bidang perdagangan masih rendah. 5) Terbatasnya sarana dan prasarana pasar yang ada, sehingga belum memenuhi kriteria sebagai pasar tradisional yang bersih dan sehat. 6) Bertambahnya ritel-ritel modern di beberapa kota kecamatan berpengaruh terhadap perkembangan pasar tradisional. 7) Kesadaran pedagang pasar dalam menata dagangan dan menjaga kebersihan pasar kurang terjaga, sehingga berpengaruh terhadap kenyamanan konsumen di pasar tradisional 8) Belum tergalinya seluruh potensi sebagai sumber PAD. Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dimasa yang akan datang, maka Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Pelatihan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas baik dari segi manajerial maupun desain dan pengemasan pengrajin industri kecil dan menengah. 2) Pembinaan secara berkelanjutan dan memfasilitasi informasi peluang dan perluasan akses pasar. 3) Meningkatkan pelatihan manajemen kewirausahaan dan pengembangan konsultasi bisnis bagi pedagang. 4) Memfasilitasi 5) Meningkatkan secara lebih luas bagi dan partisipasi administrasi dalam usaha kegiatan UKM, promosi/pameran lokal dan nasional. pelatihan manajemen pengembangan pasar bagi pengelola koperasi. 6) Mengembangkan, membangun, dan merehabilitasi fasilitas pasar yang memadai sebagai bentuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat pengguna jasa. 7) Melaksanakan pembinaan pedagang pasar. 8) Melaksanakn penataan pedagang pasar 9) Melaksanakan intensifikasi pendapatan dari retribusi pasar. 8. BIDANG KETRANSMIGRASIAN a. Program dan Kegiatan Urusan pemerintahan bidang ketransmigrasian merupakan salah satu urusan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

284

pilihan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan di Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi. Sebagaimana tercantum dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun Anggaran 2009, bidang ketransmigrasian merupakan salah satu bidang yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Gunungkidul karena melalui program transmigrasi lokal dan transmigrasi regional mampu memberikan kesempatan kerja kepada warga masyarakat. . Pembangunan transmigrasi berdasarkan Undang–Undang No 15 tahun 1997 tentang Penyelenggaraan Transmigrasi menyebutkan bahwa penyelenggaraan transmigrasi dilaksanakan sebagai usaha untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan daerah, dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui penyebaran penduduk yang seimbang dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan serta nilai budaya dan adat istiadat masyarakat. Berbagai progam dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2009 adalah sebagai berikut : i.Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi yang dijabarkan melalui kegiatan-kegiatan : 1) Penguatan sdm pemerintah daerah dan masyarakat transmigrasi di kawasan transmigrasi di perbatasan. 2) Peningkatan kerjasama antar wilayah, antar pelaku dan antar sektor dalam rangka pengembangan kawasan. 3) Pengerahan dan fasilitasi perpindahan serta penempatan transmigrasi untuk memenuhi kebutuhan SDM. b. Realisasi Progam dan Kegiatan Alokasi dari APBD untuk pembangunan bidang ketransmigrasian di Kabupaten Gunungkidul tergabung menjadi satu dengan pelaksanaan urusan wajib Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang lain yaitu bidang ketenagakerjaan. Bidang ketransmigrasian memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. 397.357.500,- dengan realisasi sebesar Rp 338.070.433 atau 85,08%. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bidang ketransmigrasian dikategorikan berhasil berdasarkan pengukuran kinerja dan pengukuran sasaran. Tingkat capaian rata-ratanya untuk semua kegiatan melalui indikator output dan indikator outcomes yaitu 89,13%. Program dan kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, efektif dan efisien. Sebagai gambaran lengkap, pelaksanaan program dan kegiatan dalam bidang ketransmigrasian yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupapaten Gunungkidul pada
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009 285

Tahun 2009 sebagai berikut : a. Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi 1) Penguatan sdm pemerintah daerah dan masyarakat transmigrasi di kawasan transmigrasi di perbatasan. Kegiatan ini betujuan untuk memberikan pelatihan bagi calon transmigran. Masukan kegiatan ini adalah dana sebesar Rp. 35.257.500,-. Anggaran terealisir 5,84%. Persentase Keluaran 0% dengan tidak terlaksananya kegiatan ini. Persentase Hasil 0% dengan tidak terlaksananya kegiatan ini. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini tidak dilaksanakan dikarenakan tidak munculnya beaya akomodasi untuk pelatihan calon transmigran di DPA pada kegiatan ini. 2) Peningkatan Kerjasama Antar Wilayah, Antar Pelaku dan Antar Sektor Dalam Rangka Pengembangan Kawasan Kegiatan ini betujuan untuk melaksanakan kegiatan koordinasi dan kerjasama antar daerah. Masukan kegiatan ini adalah dana sebesar Rp. 43.880.000,-. Anggaran terealisir 79,78%. Persentase Keluaran 100% dengan terselenggaranya koordinasi dan kerjasama antar daerah. Persentase Hasil 100% dengan peningkatan informasi untuk berkoordinasi dan bekerjasama. Berdasarkan hasil pengukuran evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. 3) Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan serta Penempatan Transmigrasi Untuk Memenuhi Kebutuhan SDM Kegiatan ini betujuan untuk terlaksananya fasilitasi perpindahan dan penempatan transmigrasi. Masukan kegiatan ini berupa dana Rp. 318.220.000,-. Anggaran terealisir 94,59%. Persentase Keluaran 97,14% dengan terfasilitasinya Berdasarkan hasil pengukuran perpindahan dan penempatan transmigrasi. Persentase Hasil 97,14% tentang peningkatan kesejahteraan bagi transmigran. evaluasi, kegiatan ini sangat efektif dan efisien. Penyelenggaraan transmigrasi Ring III tahun 2009 dengan daerah tujuan dan jumlah KK/jiwa sebagai berikut : Tabel 4.5. Rekapitulasi Pemberangkatan Transmigran Kab. Gunungkidul Tahun 2009

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

286

No

Tanggal

Daerah Tujuan

Dari Kecamatan

Jenis Trans TU K Jiw K a TSM K Jiw K a

1

2-11-2009

UPT. Serat Ayon, - Gedangsari Sambas, kalimantan barat UPT. Ds. Puncak, Gorontalo, Sulawesi - Palyen - Nglipar

5

18

-

-

2 3 4

8-11-2009

1 2 2 2 1 4 1 3 1 1 1 3 1 1 2 1 1 -

4 8 9 4 2 13 4 9 2 4 2 9 3 3 7 3 4 -

2 1 2 2 2 1 5

8 3 18 7 6 2 18

11-112009 UPT. Sungai Gelam, Muara Jambi, Jambi 18-11-009

- Wonosari - Gedangsari - Patuk UPT. Sei Radak II, - Saptosari Kuburaya,Kalaimanta - Tanjungsari n Barat - Wonosari - Playen - Ponjong UPT Sawahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan UPT Jejangkit, Barito Kuala, Kalimantan Selatan - Playen - Saptosari - Paliyan - Wonosari - Patuk - Tepus

5 6

20-11-009 20-11-009

7

1-12-2009

8

1-12-2009

UPT Sungai -Gedangsari Rambutan SP2 ,Ogan - Patuk Ilir,Sumatera Selatan - Wonosari - Karangmojo UPT Jatisari, - Gedangsari Banyuasin,Sumatera - Playen Selatan - Plaiyan UPT Tanah -Patuk Abang,Ogan Ilir,Sumatera Selatan UPT Lubuk Talang,Muko,Muko, Bengkulu UPT Bandung Marga, Rejang Lebong, Bengkulu UPT Tanah Abang, Ogan Ilir,Sumatera Selatan UPT,DS.Koko Buko,Buol,Sulawesi - Panggang - Playen - Patuk - Ponjong - Patuk - Patuk

9

2-12-2009

10

3-12-2009

11

11-12-009

1 4 3 2 -

4 13 10 6 -

2 5

9 19

12. 17-12-009

13

26-12-009

- Playen - Wonosari

1 1

4 3

-

-

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

287

No

Tanggal

Daerah Tujuan

Dari Kecamatan

Jenis Trans TU K Jiw K a TSM K Jiw K a

1

2-11-2009

UPT. Serat Ayon, - Gedangsari Sambas, kalimantan barat UPT. Ds. Puncak, Gorontalo, Sulawesi Tengah Jumlah Jumlah Total - Palyen - Nglipar - Saptosari

5

18

-

-

2

8-11-2009

1 2

4 8

-

-

1 3 46 151 22 79 68 KK 230 Jiwa

c. Permasalahan dan Solusi Meskipun telah berhasil melaksanakan program dan kegiatan dengan kriteria sangat berhasil, akan tetapi dalam bidang ketransmigrasian masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Di satu sisi minat masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi dengan semangat memperbaiki kehidupan ekonomi masih relatif rendah, namun di sisi lain kuota transmigran di daerah tujuan transmigrasi juga terbatas. Sehingga ketika secara kuantitas calon transmigran terpenuhi, belum dibarengi dengan kuota yang tersedia di daerah tujuan transmigrasi. Semestinya keberhasilan para transmigran secara ekonomi mampu menjadi daya tarik warga masyarakat untuk mengikuti jejak para transmigran sukses. Selain itu terbatasnya sarana dan prasarana permukiman dan sarana pendukung di lokasi transmigrasi. Upaya yang harus ditempuh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi permasalahan di bidang ketransmigrasian antara lain : 1) Memanfaatkan sarana prasarana, sumber daya manusia dan dana yang ada di bidang ketransmigrasian secara optimal untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebijakan, program dan kegiatan yang ada. 2) Peningkatan kerjasama antar daerah dalam rangka mobilisasi penduduk. 3) Pemberian bekal ketrampilan di bidang pertanian, perikanan, peternakan, usaha kecil dan menengah sebagai bekal bagi bagi para calon transmigran. 4) Peningkatan kerjasama dengan stakeholder yang bergerak di bidang ketransmigrasian guna mengarah kepada peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. 5) Peningkatan metode, cara dan strategis yang cepat dan tepat dalam peningkatan kesempatan kerja untuk mengurangi pengangguran.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

288

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Gunungkidul Tahun 2009

289

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->