P. 1
Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Desember 2008

Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Desember 2008

|Views: 1,888|Likes:
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com

More info:

Published by: Pondok Pesantren Darunnajah Cipining on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

Sarana Kenalkan Santri

M

O

P

Pada Pondoknya

“Kesan pertama begitu menggoda” Begitulah kira-kira pesan salah satu produk minyak wangi menyugesti. esan sponsorial ini, memberikan trik jitu bagaimana menarik perhatian terhadap suatu hal baru. Caranya dengan menciptakan image atau kesan pada bidikan pertama (perkenalan), sehingga kesan tersebut menjadi lebih kuat mematri. Belajar dari trik tersebut, panitia Masa Orientasi Pelajar (MOP) Darunnajah Cipining berupaya menyuguhkan rangkaian acara yang menarik. Hal ini untuk member kesan pertama yang persuasif positif sehingga menggugah m o o d p a r a s a n t r i b a r u Ta r b i y a t u l Mu'allimien/Mu'allimat Al-Islamiyah (TMI/MTs dan MA), SMP, dan SMK. Hal ini penting karena santri baru datang dari latar belakang yang bermacam-macam dan mayoritas belum memahami betul seluk-beluk kepesantrenan. Memasuki minggu pertama masuk sekolah di pesantren Darunnajah Cipining, santri baru diseleksi kemampuan baca-tulis al-Qur'an mereka, dipadukan dengan kegiatan MOP yang menghibur. Alhamdulillah, program ini berjalan dengan baik. Dua hari kemudian, kegiatan dipusatkan pada pengenalan lokasi pesantren dalam bentuk games dan outbound. Kegiatan yang cukup seru dan heboh ini cukup memacu adrenalin: keluar masuk air, berenang di lumpur, hingga dramatisasi uji nyali oleh panitia. Kegiatan di hari ketiga (24/7/2008) ini dimulai dengan apel pagi di lapangan basket, dilanjutkan menuju lokasi permainan yaitu

P

kampus 2. Setelah lelah bermain dan bertarung dengan bermacam-macam tantangan dalam teriknya siang, peserta MOP yang berjumlah 303 anak berkumpul di pinggir danau. Episode selanjutnya adalah games ringan dan pengumuman peserta berprestasi. Namun pemberian hadiahnya dikemas dalam bentuk yang unik. Sebelum diumumkan, para pemenang terlebih dahulu diuji nyali. Dalam kesempatan ini, salah satu peserta yang bernama Zofirah sempat terisak bahagia mendapatkan prestasi terbaik dalam pembuatan karya tulis, setelah merasakan dijadikan 'kambing hitam' oleh panitia sebagai perusak agenda kegiatan panitia. “Saya takut. Bukan saya yang melakukan kesalahan itu, tapi kenapa panitia mendakwa saya berbuat seperti itu. Ternyata itu semua bohongan….. Ini hanya akal-akalan panitia saja….” Ucap Zofirah penuh senyum seusai menerima hadiah. Pada akhir kegiatan dilaksanakan acara jabat tangan antara panitia dan peserta. “Semoga semua kegiatan ini berbekas di hati para peserta dan mereka pun mendapatkan kesan yang mendalam”, ungkap Ustadz Muhlisin, Kepala Asrama Putra, yang saat itu mendampingi kegiatan. Amin… [M. Mustain]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

1

khir tahun pelajaran 2007-2008 pesantren Darunnajah Cipining disibukkan dengan kegiatan penerimaan santri dan siswa-siswi baru. Kegiatan ini berlangsung hingga awal tahun pelajaran 2008-2009. Sebenarnya penerimaan santri telah dimulai pada bulan Februari 2008. Namun, di awal masa pendaftaran biasanya orang tua calon santri baru sekadar berkonsultasi dan meninjau lokasi. Oleh karena itu kesibukan panitia mulai tampak nyata pada bulan Mei hingga Juli. Berikut dipaparkan tabel penerimaan santri dan siswa-siswi baru Pesantren Darunnajah Cipining tahun 2008-2009:

A

Tabel 1 Rekapitulasi Santri dan Siswa-Siswi Baru perUnit Pendidikan

Tabel 2 Rekapitulasi Santri dan Siswa-siswi Per Unit Pendidikan

2

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

uraB irtnaS naamireneP
Tabel 3 Rombongan Belajar TMI Asrama dan Non Asrama (Mts, Kelas Intensif, dan MA) Tabel 4 Rombongan Belajar SMP Tabel 5 Rombongan Belajar SMK

Penerimaan Santri Baru

Tabel 6 Rombongan Belajar MI

Tabel 9: Rekapitulasi Guru dan Administratur Berdasar Kualifikasi Akademik.

Tabel 7 Rombongan Belajar RA

Tabel 10: Rekapitulasi Guru dan Administratur Berdasar Masa Kerja.

Di samping itu perlu pembaca maklum, Pesantren Darunnajah Cipining kini dibina dan diasuh oleh 86 orang guru (65 laki-laki, dan 21 perempuan), dengan perincian sebagai berikut: Tabel 8: Rekapitulasi Guru dan Administratur

() Juga terdaftar di TMI dan tidak dijumlahkan

Dari 86 orang guru tersebut, sembilan belas orang telah dinyatakan lulus sertifikasi guru dalam jabatan tahun 2007. 17 orang di antara mereka melalui jalur TMI yang dikoordinasikan oleh Direktorat PD Pontren Depag RI, dan 2 orang lainnya melalui jalur Madrasah Aliyah yang dikoordinasikan oleh Direktorat Mapenda Depag RI. Sedangkan seorang lainnya sudah dinyatakan lulus secara lisan melalui jalur TMI, namun masih menunggu pengumuman resmi dan penyerahan sertifikat pendidiknya. Dari sisi lain, terdapat 7 orang guru dengan kualifikasi Hafizh dan Hafizhah (5 lakilaki, dan 2 perempuan). Mereka adalah Pembina dan penanggung jawab Pesantren/Program Tahfizh Al-Qur'an. aaaa [M. Mufti & Asmari]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

3

Tahun Darunnajah Jakarta
i r e k t u r Ta r b i y a t u l Mu'allimien/Mu'allimat AlIslamiyah (TMI) Pesantren Darunnajah Cipining, Ahad, 30 November 2008, menghadiri puncak peringatan Kesyukuran 35 Tahun Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta (Darunnajah sebagai pesantren didirikan pada 1 April 1974). Beliau mewakili Pimpinan Pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc, yang pada saat bersamaan pergi ke Batam Kepulauan Riau mengantarkan putra kedua beliau melangsungkan akad nikah. Upacara Kesyukuran ini dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, M.A. Tampak hadir Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, dan beberapa pejabat pemerintahan serta tokoh masyarakat. Di jajaran hadirin tampak para pimpinan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Sambutan diawali oleh Pendiri dan Pimpinan Pesantren Darunnajah, K.H. Drs.Mahrus Amin. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi serta dukungan bantuan berbagai pihak, sehingga rangkaian acara kesyukuran tersebut terlaksanan dengan sukses.Beliau juga mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para tamu kehormatan. Selanjutnya Kiai Mahrus memaparkan secara singkat sejarah dan perkembangan Darunnajah sehingga terlihat seperti sekarang. Pimpinan Gontor yang juga anggota

D

4

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Dewan Nazhir Yayasan Darunnajah, Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kiprah Darunnajah selama 35 tahun di bidang pendidikan dan dakwah. Beliau juga mengungkapkan, pasti ada spirit dan kekuatan besar di belakang sukses Darunnajah. Untuk itu beliau berpesan agar ke depan Darunnajah dapat mengawal ummat dan membangun Indonesia, antara lain dengan membuka cabang-cabang di seluruh penjuru tanah air (seperti yang telah dilakukan oleh Gontor). Selanjutnya Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia di Indonesia menyampaikan sambutan singkat namun padat dalam bahasa Arab. Beliau pertama-tama mengucapkan selamat atas peringatan milad Darunnajah yang ke35. Beliau juga mendoakan para pendiri Darunnajah yang telah berpulang ke rahmatullah maupun yang masih hidup, juga segenap anshar ma'had. Harapan juga disampaikan sang Duta Besar, semoga di masa yang akan datang Darunnajah lebih menigkatkan kiprah dakwahnya. Puncaknya, hadirin berkesempatan mendengarkan sambutan dan tausiyah Ketua MPR RI. Dimulai dengan berbahasa Arab, Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, M.A, dengan sedikit humor mengajak para santri dan hadirin menjawab beberapa pertanyaan tentang sejarah (pendidikan) Islam di Indonesia. Beliau kemudian mengingatkan masih terjadinya stigmatisasi oleh kalangan nonmuslim dan mereka yang mengidap Islamophobia terhadap kaum muslimin, khususnya warga pesantren. Hal ini terkait aksi terror yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Untuk itu beliau mengamanatkan hal ini sebagai tantangan dan tugas berat kalangan pesantren, untuk mengembalikan citra dan wajah Islam yang rahmatan lil 'alamin. Upacara berlangsung secara singkat namun cukup khusyu', dimulai pk. 09.30 s.d

10.30 WIB, ditutup dengan pembacaan doa oleh Prof. Dr. Muhammad Amin Summa, S.H, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif H i d aya t u l l a h J a k a r t a . P u n c a k a c a ra kesyukuran ini sedianya akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia. Halaqah Pimpinan-Pesantren Se-Indonesia Dalam rangkaian acara kesyukuran 35 tahun Darunnajah ini, panitia menyelenggarakan Halaqah PimpinanPimpinan Pesantren Se-Indonesia. Acara berlangsung Sabtu (29 November 2008) malam di Aula 4 Windu Pesantren Darunnajah Jakarta. Dalam hal ini Darunnajah Cipining mengutus Ustadz Muhamad Mufti untuk menghadirinya. Tampak hadir sebagai peserta para pimpinan pesantren dari berbagai daerah, pengurus Yayasan Darunnajah, dan beberapa guru serta santri. Kegiatan halaqah ini mengusung tema ekonomi syariah, dengan menghadirkan tiga orang narasumber. Mereka adalah Prof. Dr. Veitzhal Rifai (Pakar Ekonomi Islam), dan Ir. Muhammad Syakir Sula (Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah Indonesia). Adapun Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A berhalangan hadir. Acara dimulai pk. 20.30 dan berakhir pk. 22.00 WIB. Suasana halaqah tampak semakin hidup dengan pertanyaan dan input dari audiens, antara lain Drs. H.M. Habib Chirzin. Tokoh nasional yang juga anggota Dewan Nazhir Yayasan Darunnajah ini memaparkan keterlibatan beliau dalam proses kelahiran institusi perbankan syariah di Indonesia, dan lobi beliau di kalangan IDB dan Rabithah 'Alam Islami. Dirgahayu Darunnajah. Selamat atas Kesyukuran 35 Tahunnya. Semoga lebih sukses dan berjasa bagi agama, nusa, dan bangsa serta dunia di masa yang akan datang. aaa [M. Mufti]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

5

SMP Darunnajah Cipining Bangun Ruang Kelas Baru
ada awal catur wulan ke-3 tahun 2008 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darunnajah Cipining memperoleh dana bantuan pembangunan ruang kelas baru (RKB) dari pemerintah, c.q Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Dana yang diperoleh telah dibelanjakan untuk membangun 3 ruang kelas, yang letaknya +100 meter dari selatan kampus 1 pesantren. Selama ini siswa/i SMP Darunnajah Cipining masih belajar pada sore hari, mengingat belum tersedianya ruang kelas tersendiri bagi mereka. Dengan telah selesainya pembangunan RKB tersebut diharapkan pada tahun 2009 sebagian rombongan belajar (rombel) dapat belajar di pagi hari. Selanjutnya secara bertahap semua rombel SMP Darunnajah Cipining diharapkan dapat masuk sekolah pagi hari dalam satu lokasi yang baru. Selama ini mereka belajar sore hari di ruang yang pada pagi harinya digunakan oleh MI Darunnajah. Anggaran pembangunan RKB dimaksud sebesar 57 juta rupiah tiap ruang. Adapun waktu pelaksanaan proyek adalah 90 hari

P

6

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

kalender. Laporan keuangan proyek terperinci disampaikan kepada Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. Pembangunan gedung telah dimulai tanggal 6 Agustus dan selesai pada 3 November 2008. Dengan kondisi sekarang, SMP Darunnajah Cipining masih membutuhkan 2 ruang kelas lagi untuk sarana belajar. Bersamaan dengan pelaksanaan proyek pembangunan RKB tersebut, secara swadaya pesantren juga telah membangun satu ruang kantor, MCK, dan kantin. “Partisipasi baik dari swasta maupun pemerintah/pemerintah daerah memang dibutuhkan untuk bisa memenuhi 5 ruang kelas, sesuai dengan jumlah rombel saat ini”, ujar Ustadz Fatkhul Mu'min, S.Pd.I selaku Kepala SMP Darunnajah.

Program Pengembangan Mutu
Bersamaan dengan diterimanya dana bantuan pembangunan RKB, SMP Darunnajah Cipining juga mendapatkan dana bantuan program REDIP-G dari Ditjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas. Bantuan ini dimaksudka untuk mendukung peningkatkan mutu sekolah dan masyarakat sekitar. Adapun program REDIP-G yang telah terlaksana ialah penyelenggaraan TPK tingkat kecamatan. InsyaAllah dalam waktu dekat juga akan diadakan kegiatan nonakademik seperti pidato, seni, olahraga dll.

Enam Guru Ikuti Workshop KTSP

Sudah semestinya guru itu profesional, terutama menguasai ilmu yang menjadi bidang ajarnya. Sesuai dengan filosofinya, guru harus bisa digugu (ditaati) dan ditiru (dicontoh). Guru harus bisa mempertanggungjawabkan profesinya tersebut, terutama mengenai ketuntasan hasil belajar siswa–siswinya serta jaminan mutu belajarnya. Demi meningkatkan sumberdaya insani guru dengan tujuan tercapainya mutu pendidikan yang bagus, 6 guru Darunnajah mengikuti Workshop Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Rancangan Sekolah Standar Nasional (RSSN) Tingkat Kabupaten Bogor. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 01 Cigudeg Bogor, 1 s.d 3 Desember 2008. Para peserta tersebut adalah Ustadz Fatkhul Mu'min S.Pd.I, Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom S.H.I, Ustadz Kamilin, Ustadz Mujiyanto, Ustadz M. Rizal Syafaat dan Ustadz Rosichin, S.Pd.I. Keenam guru ini mewakili Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darunnajah Cipining sebagai sekolah penerima dana REDIP-G tahun 2008. Mereka bergabung dengan para guru dari beberapa SMP negeri maupun swasta. Workshop ini dipandu oleh narasumber dari tim pengawas pendidikan serta tim peneliti dan pengembang kurikulum Kabupaten Bogor. Fokus kegiatan adalah mengembangkan KTSP yang ada di sekolah mulai dari pengembangan silabus, metodelogi, hingga pembuatan RPP dan pemetaan. Juga pengenalan tentang RSSN yang tahun ini SMPN 01 Cigudeg merupakan salah satu penerima dana tersebut. aaaa [Muhrizal]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

7

WARDAN
Gaet

Siapkan Penulis dan Jurnalis Masa Depan

OSIS

se-Kabupaten Bogor

e m i m p i n r e d a k s i Wa r t a Darunnajah Cipining (WARDAN) Ustadz Muhamad Musta'in mempunyai obsesi untuk membangun kembali budaya tulis menulis dan membaca di lingkungan sekolah yang kini cukup memprihatinkan. Salah satu indikator yang diungkapkannya adalah keberadaan majalah dinding (mading) di sekolah yang kian surut. Hal itu dikatakannya dalam sambutan pembukaan pelatihan pers dan jurnalistik untuk para pengurus OSIS se-Kabupaten Bogor di Darunnajah Cipining, 23 Agustus 2008. Sementara itu, pimpinan pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc dalam kesempatan tersebut banyak mengulas pentingnya kemampuan tulis menulis bagi siswa sebagai salah satu bentuk dakwah masa depan. Pelatihan ini diikuti oleh 22 sekolah tingkat SMP dan SMA dengan peserta m e n c a p a i 2 0 0 o r a n g . M a t e r i ya n g disampaikan meliputi Teknik Fotografi dan Praktik oleh Evita YW (Profesional); Teknik Menulis Fiksi dan Praktik oleh Guslaini Hafidz (Novelis); dan Teknik Peliputan Berita oleh Syaiful Anwar (Redaktur Majalah AlMujtama'). Pelatihan dilaksanakan terkait dengan keinginan Pesantren Darunnajah Cipining untuk menggagas lahirnya media pelajar sekabupaten Bogor berupa penerbitan tabloid 'Pelangi'. Tabloid pelajar ini diharapkan

P

menjadi media kreatifitas yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada para pelajar untuk menulis berbagai hal, mulai dari laporan kegiatan di sekolah masing-masing hingga fiksi seperti cerpen, puisi dan lain-lain. Nantinya hasil karya tulis akan dikembalikan kepada mereka melalui pengurus OSIS. Penerbitan tabloid 'Pelangi' mulai disosialisasikan oleh WARDAN di awal tahun ajaran baru tahun 2008-2009 pada bulan Juli lalu. “Memang awalnya kita agendakan untuk tingkat kabupaten, namun untuk penerbitan perdana kita mulai dulu dari wilayah Bogor bagian barat” ungkap Pimred WARDAN yang juga guru bahasa Indonesia di Darunnajah Cipining ini. Edisi perdana Pelangi yang dijadwalkan Oktober lalu memang belum terbit oleh karena beberapa alasan. Semoga cita-cita bersama tersebut segera dapat terwujud dan mendapatkan kemudahan dan bantuan dari berbagi pihak yang concern. aaaa [Amin]

8

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Empat Belas

Santri Diniyah
Ceria Ikuti
eningnya pesantren karena ditinggal liburan para santri dan teriknya cuaca siang hari itu (15/6/2008), tidaklah mengurangi semangat 14 santri Madrasah Diniyah (MD) Awaliyah yang diwisuda di Auditorium Darunnajah. Dengan didampingi orang tua masing-masing dan disaksikan oleh Pimpinan Pesantren, para guru, dan tokoh masyarakat kampung Cipining, para wisudawan tampak bangga dapat menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Diniyah. Mengawali acara, saudara Cahyono sebagai MC dengan ceria menceritakan perkembangan prestasi para wisudawan semenjak awal belajar di MD. Hal tersebut diselingi ajakan guru MD Darunnajah ini kepada para santri yang hadir untuk bernyanyi dan bertepuk. Suasana ini kontan membuat wali murid tersenyum simpul penuh kebanggaan. Dalam sambutan dan amanatnya, Pimpinan Pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal,

Wisuda

H

Lc. memotivasi para orang tua/wali murid untuk secara kontinyu dan konsisten memperhatikan pendidikan agama putraputrinya. Salah satu caranya dengan memasukkan putra-putrinya ke Madrasahmadrasah yang berada di lingkungan mereka, seperti Madrasah Diniyah Darunnajah. Hal senada juga diungkapkan oleh kepala MD, Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I. Beliau menekankan pentingnya sejak dini anak memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan benar berdasarka ilmu. Melalui majlismajlis ta'lim, partisipasi ulama dan tokoh masyarakat, diharapkan para orang tua menyekolahkan anaknya ke MD pada sore hari, setelah pulang dari SD di siang hari. Acara ditutup dengan pembagian ijazah dan jabat tangan, tepat waktu Ashar tiba. Pimpinan Pesantren dan para guru pun melepas mereka dengan ucapan selamat. Semoga mereka menjadi anak yang shalihin dan shalihat serta berguna bagi masyarakat lingkungannya.

Segenap Keluarga Besar

Pesantren Darunnajah Cipining
Mengucapkan:

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430 H Selamat Tahun Baru Masehi 2009 M
Semoga Hari Esok Lebih Baik Dari Hari Ini

Wardan
WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 9

Ayo,
K

Kamu Bisa Peroleh

aum elit biasanya berjumlah alit (sedikit). Demikian pula dengan hasil prestasi belajar santri, tidak banyak selama ini yang mampu memperoleh predikat mumtaz (istimewa). Di samping target rata-rata nilai yang tinggi, untuk meraih beasiswa pendidikan diperlukan strategi tersendiri: strategi belajar mandiri yang meliputi upaya lahir dan batin. Upaya pertama meliputi; kelengkapan peralatan belajar (buku sumber, buku tulis, buku latihan, pen, dll), frekuensi kehadiran di kelas yang tinggi, kemampuan menyerap pelajaran dan kemampuan menjawab soal-soal ulangan harian, mid semester, dan ujian semester. Yang juga tidak kalah penting adalah upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Adapun upaya batin berupa lebih mendekatkan diri kepada Allah, minta do'a dari orang tua dan guru, meminta maaf kepada rekan-rekan. Bahkan, puasa nadzar juga akan semakin meningkatkan motivasi diri (inner motivation) dalam meraih prestasi. Berikut ini adalah para santri berprestasi yang berhak mendapatkan beasiswa pendidikan selama semester ganjil tahun pelajaran 2008-2009: Prihatin (kelas XII C), Eva Fauziah (kelas XII B) dan Hamalatul Qur'ani (kelas VIII C). Penghargaan secara simbolis diserahkan kepada para santri penerima oleh Kepala Biro Pendidikan pada upacara pembukaan Porseka XXI, 22 Oktober 2008. Sabtu malam (6/12/2008), di sela-sela belajar bersama di kawasan asrama putri, WARDAN menyambangi Mala (nama panggilan Hamalatul Qur'ani) untuk wawancara singkat. Putri kedua dari pasangan Drs. H. Afrizal Thaib dan Hj. Desmafitri ini bersedia membagi kiat sukes belajarnya. “Jangan banyak mengeluh/membenci pelajaran. Niatkan belajar kita ikhlas karena Allah. Juga jangan menggunakan strategi

'SKS' (sistem kebut semalam), karena justru akan membebani otak kita” jelas santrwati asal Padang, Sumatera Barat yang memperolah rata-rata nilai 86,73 pada semester genap 2007-2008 ini. Ketika ditanya bagaimana kesannya mendapat beasiswa pendidikan, santri kelas II TMI yang sedang mulai menghafal Al-Qur'an tersebut menjawab dengan antusias dan ramah. “Gak ada yang pantas diucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT, sehingga saya bisa menghapus sedikit dari keringat orang tua saya!”. Ia juga mengemukakan pentingnya usaha keras dan kepandaian dalam menggunakan waktu. Pemberian beasiswa tersebut merupakan apresiasi pesantren terhadap kesungguhan belajar santri. Juga sebagai motivasi dalam meningkatkan hasil prestasi belajar mereka selama satu semester. Para santri hendaknya memahami klasifikasi nilai hasil ujian TMI Darunnajah Cipining, sehingga bisa self esteem (menilai diri sendiri) dan terus berupaya memperbaiki diri. Adapun klasifikasi nilai dimaksud adalah sebagai berikut:

10 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

STUDI BANDING
KE Wahana Muhasabah

DAAR EL QOLAM GINTUNG:

f you want to be strong, know your weakness. Semangat dalam wise word tersebut, tercermin dalam upaya Darunnajah Cipining untuk terus meningkatkan mutu manajemen dan pengelolaan pendidikannya. Sebuah 'jihad' yang berat namun juga mulia. Terlebih amanat tanah wakaf seluas 70 Ha lebih, yang harus dikelola dengan tepat guna demi kemaslahatan umat. Maka K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc selaku penerima amanat untuk memimpin lembaga Islam yang sudah berusia 20 tahun ini, semakin intensif mengadakan musyawarah, sharing dan kerja sama, baik secara internal maupun eksternal. Salah satu real action peningkatan sumber daya manusia (SDM) civitas pesantren adalah studi banding ke berbagai lembaga pendidikan lain. Penentuan lembaga yang dikunjungi didasarkan kepada adanya 'plus value' yang bisa dikaji dan diaplikasikan di Darunnajah Cipining. Pada tahun lalu lembagai yang dikunjungi adalah sebuah pesantren megah di Indramayu, Jawa Barat. Pada tahun ini, lembaga tujuan studi banding adalah pesantren Daar el-Qolam Gintung Tangerang Banten. Rabu pagi (25/6/2008) rombongan yang dipimpin oleh pimpinan pesantren berangkat

I

ke lokasi. Rombongan yang berjumlah 30 orang tersebut terdiri atas para kepala biro, kepala sekolah, kepala asrama dan beberapa pengurus lembaga lainnya, seperti Lembaga Pendidikan Komputer (LPK), Lembaga Pengembangan Potensi Santri (LP2S). Rombongan tiba di lokasi menjelang Zhuhur. Seusai shalat berjama'ah dan makan siang, diadakan pertemuan di kantor sekretriat pesantren. Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan pesantren Daar el Qolam, K.H. Odih Rosikhuddin, didampingi beberapa fungsionaris pesantren. Beberapa saat kemudian, menyusul hadir pengasuh pesantren. Maksud dan tujuan kedatangan rombongan disampaikan oleh pimpinan pesantren. Setelah itu para peserta studi banding mendapat penjelasan panjang lebar tentang pesantren Daar el Qolam oleh K.H. Odih Rosikhuddin. Di antara pemaparan beliau adalah komposisi dan struktur pengurus pesantren yang agak berbeda dengan pesantren lain. Di samping pimpinan pesantren, di Darul Qolam juga ada pengasuh. Hal menarik lainnya adalah adanya majlis mustasyar semacam dewan kehormatan guru. Mereka adalah orang-orang yang ditunjuk dan dipilih oleh pimpinan pesantren

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 11

Hal lain yang dilakukan dalam kunjungan tersebut adalah melihat dari dekat lokasilokasi belajar dan kegiatan santri. Di sini tampak antusiasme peserta studi banding untuk menggali banyak informasi, antara lain tentang kebijakan kelas excellent dan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Para pemandu dari Daar el Qolam juga tampak semangat menjelaskan, misalnya tentang kebijakan pemberian keringanan biaya pendidikan bagi warga sekitar pesantren, upaya membangun keamanan bersama warga kampung dan lainlain. Setelah dirasa cukup lama berkeliling, maka para tamu berpose bersama ahlul bait di depan salah satu gedung pesantren. Studi banding ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para guru untuk lebih meningkatkan kinerja dalam menunaikan amanat pendidikan. Dalam perjalanan pulang, rombongan shalat maghrib di Masjid Kantor Pemerintah Kabupaten Tangerang. Di antara hasil nyata studi banding ini adalah inspirasi dalam revisi tata tertib santri. (berita terkait, baca di halaman lainnya). aaaa[Muhlisin]

untuk memberikan input dan saran kepada pimpinan pesantren. Pengaruh positifnya, pimpinan pesantren tidak menjadi single fighter, dan keputusan yang diambil lebih mencerminkan kepentingan bersama. Anggota majlis ini adalah para guru senior. Pimpinan pesantren Daar el-Qolam juga menjelaskan upaya-upaya menyejahterakan para anshar ma'had, misalnya dengan memberikan kesempatan kredit mobil dan motor dalam jangka waktu yang cukup lama dengan syarat yang ringan. Pemisahan secara detail usaha keluarga dan pesantren juga sangat diperhatikan. Hal ini dimaksudkan agar semua warga pesantren memiliki hak dan kewajiban yang transparan dan berimbang. Setelah penjelasan dari pimpinan pesantren, para dewan guru Darunnjah Cipining mendapat kesempatan untuk bertanya. Dalam sesi ini, banyak ditanyakan tentang pola pengasuhan santri dan proses pelaksanaan progam pembelajaran dan pengasuhan santri sehari-hari.

12 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Pengelola Program Tahfizh Menimba Ilmu ke Solo inggu (7/7/2008), dua guru TMI Darunnajah (Ustadz Asmari Ichsan dan usatdz Nur Rochim) bertolak menuju Solo Jawa Tengah. Tujuan mereka adalah Pesantren Tahfidz Isy Kariman guna melaksanakan studi banding. Setelah semalam berkereta api, keesokan harinya mereka tiba di Solo. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus. Tepat jam 10.00 WIB keduanya tiba di pesantren tujuan dan disambut oleh dua orang alumni pesantren tersebut. Pesantren terlihat sepi karena masih dalam suasana libur kenaikan kelas. Namun, di pesantren yang memadukan kurikulum pemerintah dengan program tahfizh al-Qur'an ini tetap berlangsung sejumlah aktivitas, di antaranya pelatihan guru Al-Azhar Solo dan ujian penerimaan santri baru. “Alhamdulillah, kami disambut hangat oleh bapak Salman yang merupakan ketua bagian humas di pesantren tersebut. Setelah kita berbincang-bincang, kita dipersilahkan untuk istirahat terlebih dahulu di asrama santri. Seusai shalat Ashar kami dipertemukan dengan Bapak Shihabudin, Lc yang merupakan pimpinan pesantren Isykariman” ungkap Ustadz Asmari kepada

M

Wardan menceritakan kesan di awal kunjungannya. Dari kunjungannya itu, beberapa pelajaran dan kesan yang dapat dijadikan catatan adalah: 1) Meski para santri ini disibukkan dengan menghafal al-Qur'an, namun prestasi akademik mereka tidak kalah dibanding pelajar biasa, bahkan bisa meraih lulusan terbaik sekabupaten Solo; 2) Adanya kegiatan muraja'ah (pengulangan-red) hafalan, baik secara bersama/langsung disetorkan kepada musammi'nya (pendengarred); dan 3) Adanya ujian hafalan yang dilaksanakan persemester. Selanjutnya, terkait dengan agenda kegiatan santri Tahfizh al-Qur'an Darunnajah Cipining, ustadz Asmari dan para pembimbing berusaha meningkatkan prestasi yang selama ini sudah diraih dengan memperbaiki sistem pendidikan dan pengajaran secara kontinyu dan terbimbing. Adapun program terdekat yang akan dilaksanakan adalah ujian semester tahfizh (seusai ujian semester gasal TMI). “Waktu tersebut kita ambil karena saat ini biar para santri konsentrasi dengan pelajaran sekolah. Adapun sistem ujian sudah kami sosialisasikan yaitu meliputi ujian hafalan, baik tulis maupun lisan” papar ustadz Asmari menambahkan. aaaa [Asmari]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 13

TMI Darunnajah Cipining
Daftarkan Sepuluh Guru
Ikuti Sertifikasi 2008
Indonesia di Hotel Millennium Jakarta pada tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus 2008. Kegiatan ini diikuti oleh K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc (Pimpinan Pesantren) dan Ustadz Muhamad Mufti (Direktur TMI). Pada tahapan ini setiap pesantren mengajukan usulan peserta sertifikasi, dengan kuota nasional sebanyak 300 orang peserta, dan kuota propinsi Jawa Barat 60 orang untuk 6 pesantren. Pembekalan juga diisi dengan penjelasan mengenai perkembangan dunia pendidikan, khususnya kebijakan dan peraturan pemerintah RI dalam rangka peningkatan mutu. Di akhir kegiatan diumumkan daftar calon peserta tetap setelah diverifikasi oleh masing-masing pimpinan pesantren dan/atau Direktur TMI-nya. Kemudian pada tanggal 19-21 Agustus 2008 diselenggarakan kegiatan pembekalan peserta. Dalam hal ini TMI Darunnajah Cipining mengutus 5 orang guru. Keseluruhan

ada awal tahun pelajaran 20082009 Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama RI mengkoordinasikan penyelenggaraan sertifikasi bagi guru pesantren muadalah dalam jabatan angkatan kedua tahun 2008. Pada kesempatan ini TMI Darunnajah Cipining mendaftarkan 10 (sepuluh) orang gurunya, yaitu Muhamad Mufti, S.Pd.I. (Al-Qur'an Hadits); Faruq Abshori, S.Pd.I. (Aqidah Akhlak); Munip Rahman, S.Pd.I. (Fisika); Abdul Munir, S.Pd.I. (Biologi); Ahmad Rosichin, S.Pd.I. (Bahasa Arab); Sholeh Ahmad, S.Kom. (TIK); Isa Abdillah, S.E. (Ekonomi); Muhamad Musta'in, S.E. (Bahasa Indonesia); Darwin Zein, S.S. (Bahasa Inggris); dan Ela Hulasoh, S.Sos. (Sosiologi). Tahapan kegiatan sertifikasi ini diawali dengan sosialisasi yang diikuti oleh para pimpinan pesantren muadalah seluruh

P

14 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

peserta berjumlah 160 orang dari 300 peserta sertifikasi. Dengan semangat meningkatkan kualitas guru pesantren muadalah tahun 2008, kegiatan pembekalan menitikberatkan pada peningkatan ketepatan dan akurasi dalam penyusunan portofolio. Pembekalan sertifikasi yang dilaksanakan berbarengan dengan sosialisasi program wajar dikdas salafiyah di hotel The Acacia Jakarta tersebut dihadiri oleh Dirjen pendidikan Islam, Prof. Dr. Mohammad Ali, MA. Dalam sambutan pembukaannya beliau menyampaikan hal-hal yang terkait dengan kebijakan umum Direktorat Pendidikan Islam tahun 2004-2009. Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Diniyah, Drs. H. Mahmud, M.M, menyampaikan harapan atas kesuksesan dari proses sertifikasi ini. Beliau juga menginformasikan pelaksanaan sertifikasi tahap pertama tahun 2007 lalu dengan hasil 294 orang dinyatakan lulus dari 300 peserta, termasuk di dalamnya 20 peserta dari Darunnajah Cipining. Alhamdulillah, pada tanggal 17 Oktober 2008 (17 Syawal 1429), kesepuluh peserta sertifikasi dari Darunnajah Cipining telah mengumpulkan portofolio, dan kini tinggal menunggu hasil penilaian dari asesor.

belum terlaksana di tahun lalu agar bisa dilaksanakan di tahun ini; Perpisahan bukan berarti terputusnya tali silaturrahmi. Untuk mencairkan suasana, Kepala MI Darunnajah menyumbangkan hiburan dengan melantunkan sebuah lagu yang mengundang decak kagum para tamu undangan. Pada acara tersebut para undangan juga memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Mutholib yang akan meletakkan jabatannya sebagai kepala Pendais MI Kecamatan Cigudeg. Beliau akan digantikan oleh Bapak Ahmad Bukhori, S.Ag. aaaa[Hamdani]

Pelatihan Koperasi: Kader Darunnajah Cipining Undang Simpati Peserta Nonmuslim Rasa hormat dan kesan mendalam disampaikan oleh siswa Sekolah Kristen Eka Wijaya dan Saint Enoch kepada santri Darunnajah Cipining. Hal tersebut bermula saat Nur Rohim dan Nurmah Jayanti mampu menunjukkan keaktifan dan prestasinya dalam mengikuti pelatihan kader dan motivator koperasi & UKM Kabupaten Bogor Tahun 2008, 19 s.d 22 Agustus 2008. Pelatihan yang bertempat di Hotel Gardena Resort, Mega Mendung Bogor ini, diikuti 80 peserta dari 40 SLTA se-Kabupaten Bogor, termasuk MA Darunnajah Cipining. Kedua santri tersebut juga mendapat sorotan ketika mengajukan kritik dan saran dengan berbahasa Inggris berkenaan dengan penerapan syari'ah Islamiyah yang masih kurang. Kesan positif semakin menguat saat keduanya mampu membawa kelompoknya menjadi juara I pada setiap perlombaan di setiap sesinya. Prestasi gemilang ini menunjukkan bahwa meskipun bergelut dalam pelajaran agama di sekolah, para santri pun mampu bersaing dalam keilmuan umum. Materi yang disampaikan dalam pelatihan, di antaranya: UU Perkoprasian, Pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha), Pengelolaan UKM, dan Pembuatan Struktur Organisasi. “Tindak lanjut dari pelatihan ini diharapkan peserta mampu mengaktualisasikan program koperasi mandiri siswa di bawah naungan sekolah masing-masing.” papar Nurmah Jayanti kepada WARDAN seusai latihan. aaaa[Nurohim]

Lima Guru MI Hadiri Perpisahan Pendais
Lima orang guru bersama dengan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Cipining (Sabtu, 1 Nopember 2008) menghadiri acara perpisahan Penilik Pendidikan Agama Islam (Pendais) Kecamatan Cigudeg Bapak Abdul Mutholib. Perpisahan digelar berkaitan dengan pendais dimaksud segera akan memasuki masa pensiun. Acara tersebut berlangsung di gedung PTPN Cikasungka Cigudeg Bogor. Turut hadir pada acara ini para guru dan kepala MI se-kecamatan Cigudeg dan beberapa tamu undangan, di antaranya pengurus KKMI Kecamatan Jasinga dan Sukajaya. Dalam kesempatan itu Bapak Abdul Mutholib menyampaikan pesan dan kesan yang cukup mendalam semasa bertugas, antara lain: Seluruh MI agar meningkatkan SDM dan mutu pendidikan masing-masing; Kerjasama dan kekompakan antar MI agar bisa terus dijaga; Program-program yang

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 15

Kunjungan Rektor

Universitas Ibnu Khaldun
ke Darunnajah Cipining
amis (7/8/2008), Rektor Universitas Ibnu Khaldun Bogor Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat S.H., M.Hum. beserta 15 orang staf mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahim antara kedua institusi pendidikan Islam. Rombongan tiba pukul 14.30 WIB, disambut hangat oleh Pimpinan Pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal L.c. Setelah beramah tamah, yang diisi dengan orientasi sekilas tentang Darunnajah Cipining oleh Pimpinan Pesantren, pimpinan UIKA menuju masjid untuk melaksanakan shalat Ashar berjama'ah dilanjutkan dengan dialog umum dengan para guru dan santri.

K

16 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

K. H. Jamhari ketika membuka dialog menyampaikan terima kasih kepada pimpinan UIKA yang mau menjalin silaturahim dengan pesantren, termasuk Darunnajah. Beliau juga berharap, UIKA mampu membantu para santri yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, terutama santri yang berprestasi namun secara finansial kurang mampu. “Semoga UIKA berkenan untuk mensponsori lomba-lomba antar pesantren dalam bidang akademik, guna merangsang perkembangan prestasi santri” himbau K. H. Jamhari. Peningkatan kualifikasi akademik guruguru pesantren yang belum berijazah S1 juga menjadi bahan usulan untuk UIKA. Beliau juga menambahkan, “Suatu kebanggaan bagi kami, bila UIKA mengadakan PPL atau KKN mahasiswa di pesantren-pesantren supaya bisa berbuat memajukan pesantren“. Sebagai alumni pesantren, Prof. Ramly memahami dunia santri. “Saya juga santri seperti kalian anak-anakku, saya juga mondok, di Jawa Timur”, ujar Prof. Ramly kepada audien diawal sambutannya. “Sekarang saya jadi rektor, kenapa? Karena perjuangan”, lanjut alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 1972 ini. Beliau juga memberi kiat dan prinsip sukses dalam hidup. Yaitu harus mempunyai iradah (kemauan), semangat dan sungguhsungguh mencapai cita-cita. “Anak-anakku mari belajar sungguh-sungguh, membaca kitab-kitab, patuhi disiplin pondok, taat ibadah, terus tingkatkan iman, bakti pada guru, senantiasa memohon ridha orang tua” pesan rektor yang masa santrinya sebagai ketua qismul maktabah dan ketua konsulat Sumatra Utara ini.

Prof. Ramly mengupas tiga pilar pembinaan umat Islam, yakni pondok pesantren, masjid, dan kampus. Tiga lembaga dan wadah inilah yang mampu mencetak kader-kader umat Islam yang berkualitas, muslim dan muslimah yang taat pada ajaran Islam, berakhlaq karimah, trampil, dan bertanggung jawab. “Untuk itu kami hadir ke sini sebagai upaya mengajak bersama-sama menciptakan iklim yang kondusif, membangun sinergi untuk meningkatkan pendidikan” tutur beliau. Dalam merespon pernyataan pimpinan pesantren, Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI), Drs. H.E. Bahruddin, M.Ag membantu memberi jawaban tentang beasiswa dan peningkatan sisi ilmiyah guru. “UIKA memberi beasiswa baik untuk program S1 maupun S2 dengan sebutan Ulil Albab. Beasiswa ini melalui Dewan Dakwah Indonesia dengan pemenuhan persyaratan-persyaratan tertentu. Dan untuk dewan guru ada program konversi dengan system discount” ujar beliau. Silaturahim ini akan di-follow up dengan mengundang para pimpinan pesantren seKabupaten dan Kota Bogor ke UIKA. Tujuannya untuk mempererat silaturahim, menyamakan persepsi tentang cara menghadapi tantangan dalam bidang pendidikan, dan memecahkan problematika pesantren, serta kontribusi UIKA bagi pesantren. “Kurang lebih setelah syawal perkumpulan akan dimulai, karena kami akan melanjutkan road show ke pesantrenpesantren di Sukabumi, Cianjur, dan Parung. Dan kami telah mengunjungi 9 pesantren di Bogor”, aku Rektor UIKA. aaaa [Evita]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 17

WALI MURID RAUDHATUL ATHFAL BERSYUKUR DENGAN BERSEDEKAH

da yang baru dan membanggakan 4. Nur Hanifa Azani Zahra Binti Aceng terjadi di Raudhatul Athfal (RA) Supriatna dari Kampung Cipining Darunnajah Cipining. Di B. Kelas B2 penghujung tahun pelajaran 2007-2008 para 1. Raden Hutami Ajeng Pernama Binti orang tua/wali murid RA tersebut Raden Budi Permadi dari Kampung menyumbang dana shadaqah sebesar Rp Bolang. 2.830.000,-. Kontribusi ini merupakan wujud 2. M. Fikri Setiawan Bin Wawan Abdul dukungan mereka terhadap lembaga Munawar dari Kampung Bolang pendidikan tempat putra-putri mereka belajar 3. M. Ibnu Rifqi Bin Mursad (sekaligus dan memperoleh pendidikan. “Kontribusi dana murid terajin) dari kampung Kompa. ini murni inisiatif dari para wali murid, selain Ustadzah Muthmainnah dalam sebagai bentuk penghargaan diharapkan juga sambutannya juga melaporkan bahwa murid menjadi amal jariyah bagi mereka”, ungkap RA tahun ini berjumlah 64 orang, putra 34 dan Ustadzah Musyarofah, A.Ma., guru RA putri 30 orang, dengan sebaran daerah asal Darunnajah. sebagai berikut: Dana ini diserahkan secara simbolis oleh 1. Darunnajah Cipining 6 anak salah seorang wali murid kepada Ibu Pimpinan 2. Kampung Cipining 10 anak Pesantren, Hj. Rahmah Manaf pada acara 3. Nanggung 25 anak wisuda dan perpisahan RA Darunnajah 4. Lebakwangi 5 anak Cipining angkatan XVI, Kamis, 26 Juni 2008. 5. Bolang 13 anak Dalam acara wisuda yang dimulai pukul 6. Cibungur 1 anak 08.30 WIB ini segenap wali murid tampak 7. Leuwi Ceuri 21 anak bangga menyaksikan buah hati mereka 8. Leuwi Hieum 2 anak menerima tropi dan piagam, bukti bahwa 9. Mede 1 anak putra-putri mereka sarat prestasi. Yang lebih membanggakan adalah ketika putra-putri “Kami berharap Bapak dan Ibu sekalian mereka unjuk kebolehan di atas panggung. tidak salah dalam memilih sekolah untuk Mereka menampilkan berbagai kemampuan, putra-putrinya. Jika dari awal sudah dibina di seperti hafalan surat-surat pendek (AlRA, alangkah baiknya bila dilanjutkan lagi ke Qur'an), hafalan do'a sehari-hari, madrasah yang programnya sama…”, tutur Hj. melantunkan syair, hafalan al-asma'ul husna, Rahmah Manaf dalam sambutannya. puisi islami, permainan tepuk dengan Acara wisuda ini ditutup dengan menyebut nama-nama malaikat, serta tari pembacaan do'a yang dipimpin oleh Ustadz khas daerah Jawa Tengah. Nur Fathoni, S.H.I. (Kepala MI Darunnajah) Pentas seni binaan para guru RA ini yang ikut hadir pada acara tersebut. aaaa menuai simpati para hadirin dan tamu [Imam Ghozali] undangan. Acara bertambah meriah dengan lemparan uang saweran wali murid, terutama yang putra-putrinya sedang tampil. Pada kesempatan ini disampaikan data prestasi murid terajin oleh Kepala RA Ustadzah Mutmainnah, sebagai berikut: Perumpamaan orang yang menginfakkan A. Kelas B1 1. Predi Muli Bin Puji Tri Wahono dari hartanya di jalan Allah, seperti sebutir be Kampung Nanggung. yang menumbuhkan tujuh bulir, di setiap 2. Wahdi Solihin Bin Ahmad dari Kampung bulirnya menumbuhkan 100 benih. Dan Allah Bolang akan melipatgandakan (balasan) bagi yang 3. Siti Aisyiah Rahmatika Binti Bambang dikehendaki-Nya Supriadi dari Kampung Bolang

A

(QS. Al-Baqarah: 261)

18 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

EMPAT GURU IKUTI PELATIHAN BERSAMA MUALLAF LONDON

enih

h g

elasa (29/7/2008), 4 guru Darunnajah Cipining mengikuti Daurah Tadribiyah Lughawiyah di Darunnajah Jakarta. Mereka adalah Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I. (Kepala Asrama Santri Putra), Ustadz Asmari Ihsan Al-Hafizh (Kepala Asrama Tahfidz Qur'an), Ustadzah Kunarti, S.Pd.I. (Wakil Kepala Asrama Santri Putri), dan Ustadz Nur Rohim Al-Hafizh (Laboran Bahasa). Bersama para guru Darunnajah Jakarta dan Al-Mansur Serang, mereka tampak antusias menyimak dan mencermati materi pelatihan. Dalam pelatihan sehari ini, banyak dikupas tentang pengajaran bahasa asing berbasis multimedia. Adalah Drs. H. Saifullah Kamalie, Lc., M.Hum yang bertindak sebagai tutor. Alumni Pondok Modern Gontor dan Universitas Islam Madinah tersebut dengan mahir dan menarik menjelaskan keunggulan progam Rosetta Stone dari A-Z. Rosetta Stone merupakan salah satu progam pembelajaran bahasa asing yang menggunakan metode Dynamic Immersion. Progam ini terdiri dari 3 level dengan 4 Unit setiap levelnya. Setiap unit terdiri dari 8-12 lessons yang dilengkapi dengan ujian akhir setiap unit. Desain belajar tanpa rasa minder adalah kelebihan progam ini, sekaligus dapat meningkatkan kemampuan berbahasa meliputi 4 ketrampilan utama; listening, speaking, reading dan writing. Dengan relax, bahasa asing dapat dipelajari, seperti halnya memainkan Play Station. Tampilan gambar yang bervariasi, suara native speaker, direct feed back dan automatic value, menambah proses pembelajaran tampak lebih interest. Bahkan, setiap keasalahan dalam menjawab pertanyaan, baik dalam speaking dan writing akan menambah frekuensi mendengar suara native speaker yang sudah diprogam. Seusai pemaparan materi yang berlangsung hampir 3 jam, peserta kemudian melakukan shalat Zhuhur. Ba'da Zhuhur, setiap peserta diberi kesempatan untuk langsung mengoperasikan progam tersebut di labolatorium bahasa. Setiap peserta mencoba

S

dari level terendah hingga level terakhir. “Bagi yang sudah menyelesaikan semua level, maka berhak mendapatkan Sertifikat Kemahiran, dan laik mengajarkan kepada orang lain. Sementara bagi yang belum selesai agar mengikuti pelatihan lanjutan hingga tuntas” jelas Ustadz Putra Perdana, ketua panitia pelatihan. Dalam sesi penutupan, para peserta mendapatkan tambahan motivasi untuk peningkatan bahasa asing oleh Dr. Aminah. Beliau merupakan seorang muallaf dari London yang sedang berada di Darunnajah Jakarta. Beliau juga mengikuti pelatihan ini dari awal hingga selesai. aaaa [Muhlisin]

Para Guru Diperkenalkan dengan Dynamic Immersion Method In Language Teaching

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 19

Untuk kesekian kalinya, pesantren Darunnajah Cipining mengadakan pelatihan peningkatan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris bagi guru, khususnya sisi pembelajarannya. Namun, pada pelatihan 18 Agustus 2008 lalu ada yang terasa istimewa. Pertama, presentasi Ustadz Musthafa Zahir Jamhari, S.Pd.I tentang “Memenangkan Persaingan dengan Moodle”. Putra kedua pimpinan Darunnajah Cipining ini cukup memukau peserta. Dia memaparkan urgensi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Adik kandung Ustadz Ridho Makky, S.Pd.I tersebut banyak menampilkan contoh-contoh nyata kemudahan dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan dunia maya atau internet sebagai media akses. Di antara manfaat tesebut adalah tersediaanya bukubuku pelajaran dalam bentuk e-book, juga berbagai referensi dan hazanah keislaman yang dapat diakses dengan mudah, misalnya di CD Pak Dhe Nono. Dia juga memperkenalkan progam baru seperti Microsoft Student yang dapat menunjang pembelajaran Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Matematika dan lain-lain. Dalam sesi kedua, peserta pelatihan diajak untuk aktif menggunakan bahasa Inggris dan Arab, dipandu oleh moderator berbahasa Inggris, Ustadz Mu'allim Fajri Rustam. Dalam sambutan pembukaan, Pimpinan Pesantren berharap agar dewan guru bisa mengambil manfaat secara optimal dengan diadakannya pelatihan bahasa tersebut. Suami dari Hj. Rahmah Manaf Muhayyar ini juga memotivasi segenap pendidik untuk terus meningkatkan wawasan dan keilmuannya, terlebih dengan semakin canggihnya dunia informasi dan komunikasi dewasa ini. Materi pelatihan dititikberatkan pada pengenalan metode pembelajaran Dynamic Immersion: sebuah metode pembalajaran bahasa asing dengan suasana santai dan a l a m i a h . S a l a h s a t u i n s t i t u s i ya n g memperkenalkan metode ini adalah Rosetta Stone. Metode ini memungkinkan pembelajaran bahasa secara otodidak, sehingga siapaun yang belajar terhindar dari rasa minder dan takut salah. Bertindak sebagai tutor adalah Drs. H. Saifullah Kamalie, Lc., M.Hum, kandidat Doktor bidang linguistik di salah satu universitas ternama di Malaysia. Dewan guru terlihat terkesima, termotivasi

dan menikmati kefasihan tutor dalam berbahasa Inggris dan Arab. Dalam pemaparannya, salah satu fungsionaris Yayasan Darunnajah yang sudah beberapa kali mengunjungi beberapa negara di Eropa dan Amerika, ini mampu 'memaksa' para guru untuk mengekspresikan bahasa Inggris mereka dalam bentuk game 'The Seven families Game dan estafet Imla'. Permainan tersebut merupakan bagian kecil yang ada dalam buku Elementary Communication Games oleh Jill Hadfield. Dalam kesempatan itu pula, para guru diajak menjelajahi luasnya khazanah keilmuan Islam dalam Al-Maktabah Asy-Syamilah. aaaa [Muhlisin] Kepala Madrasah Diniyah Proaktif Dalam RAKERDA Akhir Juli 2008 bertempat di Auditorium PT Aneka Tambang Mas, Pongkor, Nanggung, Bogor digelar dua acara akbar yaitu Lokakarya dan Seminar Pendidikan dalam Rangkaian Rapat Kerja Daerah Badan Koordinasi (Rakerda Badko) Taman Kanak-Kanak AlQur'an dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TKQ/TPQ) se-Kabupaten Bogor dan Pelatihan Peningkatan Kualitas Guru TKQ/TPQ tingkat Kabupaten. Jumlah undangan yang hadir tidak kurang dari 200 guru dan kepala TKQ/TPQ. Salah satunya adalah perwakilan Darunnajah, yaitu Ustadz Mustajab Anwar S.Pd.I, yang juga Pengurus Badko Kabupaten Bidang Organisasi dan Litbang. Adapun narasumber yang hadir dalam acara tersebut adalah Drs. H.A. Zaenal Abidin, AR, M.Pd.I (Kandepag Bogor); Drs. Muhammad Lukman, M.M (Kadispen Kab Bogor); Drs. H. Yazid Salman (Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat); dan beberapa tokoh lain. Maksud pokok dari kegiatan ini adalah sosialisasi dan penyamaan persepsi tentang program TPA/TPQ. Adapun hasil Rakerda antara lain membentuk korwil TPA/TPQ pada tiap kecamatan, dan perlunya menyamakan kurikulum pedidikan TPA/TPQ, serta upaya meningkatkan profesionalisme guru TKQ-TPQTQA menuju masyarakat madani. Kesan mendalam dirasakan Ustadz Mustajab Anwar S.Pd.I, terutama terhadap ide penggalangan dana simpan pinjam di Organisasi Badko. aaaa [Ela Hulasoh]

20 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Madrasah Diniyah
im marawis dan nasyid, seolah menjadi “gula-gula” dalam acara buka puasa bersama (ifthar jama'i) Madrasah Diniyah (MD) Darunnajah Cipining di sebuah majlis ta'lim Kampung Cipining sore itu, 12 September 2008 (12 Ramadhan 1428 H). Secara spontan anakanak pun ikut menari khas marawis. Orang tua mereka tak kuasa menahan tawa, geli melihat tingkah polah anaknya mengiringi tabuhan gendang. Acara dihadiri 15 tokoh masyarakat dan 50 santri MD serta 22 orang guru MD dan TPQ. Ifthar jama'i yang merupakan rutinitas tahunan di bulan Ramadhan itu diisi pula dengan ceramah oleh KH Asep Faqih, tokoh masyarakat Kampung Cipining. Pada kesempatan tersebut, beliau menitikberatkan agar anak-anak istiqamah dalam belajar, taat kepada guru dan kelak menjadi shalihin dan shalihat. Lain lagi dengan Kepala Dusun Cipining, Bapak Mad Uci. Di podium beliau mengatakan dengan pasti, “Mari kita semua masukkan putra-putri kita ke MD, mengingat sampai saat ini masih banyak anak-anak bermain-main pada sore hari yang tidak ada

IFTOR JAMA'I
T

manfaatnya”. Berlanjut ke sambutan kepala MD, Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I. Beliau menuturkan tujuan dilaksanakannya ifthar jama'i yaitu sebagai bagian dari menciptakan hubungan emosional positif antara guru, sekolah, murid, dan masyarakat. Ustadz Mustajab juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu lancarnya acara tersebut. Shalat Maghrib berjama'ah pun menjadi penutup acara. Satu wali santri menuturkan keinginanya agar acara ini hadir kembali di Ramadhan mendatang. aaaa [Ela Hulasoh]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 21

Para Guru ke

Pantai Carita

Berlibur
istirahat sejenak sekaligus makan siang. Cottage tersebut menjadi hak penuh rombongan dewan guru karena sebelumnya sudah dipesan oleh panitia. Saat istirahat, terlintas dalam benak mereka strategi untuk memenangkan perlombaan yang akan digelar siang itu. “Pokoknya group kita harus menang. Nanti main bolanya yang semangat ya?” Ujar Ustadz Jumari optimis. Satu jam berlalu, kini tibalah waktu yang ditunggu-tunggu. Tepat pukul satu siang segenap dewan guru beserta keluarga terjun ke pantai untuk bertanding. Panitia tampak tengah menyiapkan segala perlengkapan lomba. Lari Ikat Kaki menjadi urutan lomba yang pertama kali dilaksanakan. Peserta lomba ini berjumlah delapan kelompok yang terdiri dari para asatidz baik bujang maupun keluarga. Setiap kelompok yang beranggotakan tujuh orang itu berbaris layaknya shaf sholat namun kedua kaki mereka diikat satu sama lain. Mereka akan balap lari dengan kelompok lainnya. Para istri, anak-anak dan rekan mereka yang berada di luar garis tepi begitu antusias memberi support. Suasana lomba kian ramai tatkala masing-masing kelompok beraksi. Ada yang

uasana di pintu gerbang Pesantren Darunnajah Cipining pagi itu berbeda dari hari-hari lainnya. Tampak beberapa guru beserta keluarga asyik bercengkerama satu sama lain. Tak lama, datanglah beberapa rekan guru lain bersama anak istrinya, melengkapi nuansa kekeluargaan. Tampak pula di sisi mereka dua bus pariwisata tengah disiapkan oleh kru. Pagi itu Kamis, 3 Juli 2008, para guru hendak melakukan tur bersama (family gathering) ke Pantai Carita Karang Sari Banten. Tepat pukul 08.00 WIB rombongan berangkat menuju lokasi piknik. Dalam perjalanan, panitia menginformasikan bahwa di lokasi tur akan diselenggarakan berbagai lomba yang harus diikuti oleh guru bujang, guru keluarga, bahkan anak guru. “Lomba sengaja kita konsep seperti itu, untuk meningkatkan ruh kekeluargaan antardewan guru” tutur Ustadz Nasikhun S.E selaku ketua panitia memberikan penjelasan. Setelah kurang lebih empat jam perjalanan, rombongan tiba di Lokasi Wisata Pantai Carita. Kemudian mereka menuju dua unit cottage yang masing-masing dilengkapi spring bed dan kamar mandi, cukup untuk

S

22 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

mencoba menyamakan gerak kaki agar dapat berjalan dengan cepat, ada pula yang kompak meloncat karena tak sabar, ada juga yang terpaksa gugur menjelang sampai garis finish karena ikat kakinya putus, bahkan ada kelompok yang jatuh tersungkur di hamparan pasir pantai karena langkah kakinya kurang kompak. Setelah perjuangan panjang membangun kekompakan tim, akhirnya diputuskan pemenang lomba ini adalah kelompok lima yang diketuai oleh Ustadz Faruq Abshari, S.Pd.I. Lomba lain yang tak kalah seru yaitu Lari Sarung. Syarat peserta lomba ini harus pasangan suami istri dan keduanya berada dalam sarung layaknya balap karung. Lomba ini cukup mengundang gelak tawa penonton ketika pasangan salah satu peserta tertinggal, sehingga posisi yang mestinya berdampingan berubah menjadi depan belakang seperti kereta. Bahkan ada juga yang terpaksa jatuh di tengah pertandingan karena sarung yang dikenakan terinjak oleh kaki pasangannya. Lomba Lari Sarung ini dimenangkan oleh Keluarga Ust. Kamilin. Waktu terus berjalan. Hari semakin siang, panas udara dan pasir pantai pun kian terasa. Namun itu semua tidak menyurutkan semangat putra-putri dewan guru untuk tampil joget berpasangan mengikuti irama musik. Tak hanya itu, dalam berjoget mereka harus mempertahankan posisi buah jeruk yang diletakkan antara kedua dahi pasangan agar tidak jatuh. Dari beberapa peserta yang tampil, pasangan joget yang paling bertahan hingga lantunan musik selesai adalah ananda Fuad, buah hati Ust. Purwanto dan istrinya. Dalam waktu yang sama, berlangsung pula pertandingan sepak bola persis di tepi pantai. Jenis olahraga ini memang paling diminati, bahkan menjadi hal wajib bagi segenap dewan guru. Pertandingan yang berlangsung adalah antara Tim Irfan Vs Tim Isa. Pertandingan berlangsung sengit karena pertahanan masing-masing tim cukup ketat. Sembilan puluh menit berlalu, kedua tim pun sama-sama tangguh. Berhubung waktu sudah semakin sore, pertandingan diakhiri dengan drama adu penalty yang membuahkan skor 21. Tim Irfan menjadi juara dalam pertandingan ini, sedangkan Tim Isa harus rela menerima kekalahannya pada sore itu. Namun kekalahan semacam itu tidak melunturkan aura kegembiraan yang terlukis pada wajah-wajah sumringah mereka. Bahkan kegagalan kecil seperti itulah yang

menjadi ruh keceriaan dan canda tawa kebahagiaan para dewan guru pada tour ini. Pertandingan dan pembagian hadiah kepada para juara telah usai, hari juga belum terlalu sore. Rombongan pun melewatkan kesempatan tersebut untuk menikmati keindahan pantai Carita dengan caranya masing-masing. Beberapa diantara mereka asyik berpose di tepi pantai, berenang, serta berpacu diatas banana boat. Sebagian yang lain juga meluangkan waktu untuk hunting souvenir khas Carita. Saat senja menjelang, rombongan bertolak dari Carita. Dalam perjalanan rombongan menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat Isya' di Masjid Universitas La Tansa Lebak Banten. Akhirnya mereka tiba di pesantren menjelang jam sepuluh malam. aaaa [Imam Ghozali]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 23

Revisi Materi Ibadah Amaliyah
Mantapkan Ghirah Ubudiyah Santri

badah amaliyah (praktikum ibadah) merupakan salah satu materi wajib dan ciri khas pesantren Darunnajah Cipining. Sesuai namanya, pelajaran ini meliputi praktikum wudhu, shalat (fardhu, nawafil dan shalatshalat sunnah), pengurusan jenazah, tatacara penyembelihan hewan, hingga peragaan manasik haji, dan sejenisnya. Materi lainnya adalah hafalan bacaan shalat, do'a-do'a harian dan pilihan, serta beberapa surat dalam Al Qur'an. Dalam rangka optimalisasi pembelajaran ibadah amaliyah ini, dibentuklah tim revisi. Tugasnya untuk mengkaji ulang susunan dan bobot materi tersebut, sehingga lebih tepat guna.Target revisi ini adalah materi untuk TMI nonasrama. Tim ini diketuai oleh Ustadz Irfan Nuryani, S.Ag (Seksi Kurikulum pada Biro Pendidikan), dengan anggota Ustadz Ismail Amin Ma'ruf; Ustadz Ahmad Rosihin, S,Pd.I; Ustadz Fathul Mu'min, S.Pd.I; Ustadz Amin Songgirin Sarim, S.H.I; dan Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I. Poin penting dalam revisi materi ibadah amaliyah ini meliputi penuntasan mudzakarah tajwid secara berkesinambungan, penyesuaian antara bacaan, do'a, surat alQur'an dengan praktikum ibadah sesuai dengan kelas dan usia santri. Juga penggantian materi beberapa surat dari juz 30 dengan ayat-ayat pilihan yang umumnya

I

'dipakai' di masyarakat. Pada hari Kamis, 30 November 2008, bertempat di laboratorium Komputer, tim telah menyelesaikan draf terbaru materi ibadah amaliyah dimaksud. Rencananya silabus itu akan mulai diberlakukan pada semester genap tahun pelajaran 2008-2009 ini. aaaa [Muhlisin]

Darunnajah Cipining Tambah 3 Guru Putri
Pada tahun ajaran 2008-2009 ini, Darunnajah Cipining merekrut 3 orang guru puteri. Satu orang guru, Siti Dhofirotul Firdaus, ditugaskan membantu di program tahfizhul Qur'an. Ustadzah asal Kendal Jawa Tengah ini menggantikan Ustadzah Masfufah yang mengundurkan diri karena suatu hal. Guru lainnya bernama Erni Sumarni dan Masturoh. Masing-masing tamatan S-1 dari IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Institut Studi Islam Darussalam Gontor. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, diharapkan keduanya mampu menjadikan Darunnajah sebagai ladang perjuangan, dakwah, dan mengamalkan keilmuan yang mereka miliki. aaaa [Mustain]

24 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Home Stay IBS Cibogo Siswa-siswi Islamic Boarding School (IBS) SMP Cibogo Bogor pertengahan Agustus 2008 melakukan studi banding dan home stay selama seminggu di pesantren Darunnajah Cipining. Bersama pimpinannya, K.H. Dr. Sugiat dan Ibu, para siswa menimba ilmu dengan terjun langsung melaksanakan kegiatan bersama santri Darunnajah Cipining, u n t u k m e l i h a t d a r i d e k a t ke g i a t a n kepengasuhan. Dari kesan yang disampaikan, para peserta home stay tampak sangat tertarik dengan kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola oleh organisasi santri ini. Mereka juga berdialog tentang seluk beluk organisasi santri dan biro pengasuhan, juga dengan siapa saja yang mereka temui.

Khataman Al-Qur'an Tandai Nihai Siap Ujian Semester

Selasa (9/12/2008) santri kelas Nihai (kelas VI TMI) Darunnajah Cipining melaksanakan acara khataman al-Quran di aula pesantren dengan mengundang sejumlah guru. Menurut ketua panitia, Rusmayunavi, kegiatan ini dilangsungkan sebagai upaya anak-anak Nihai mempersiapkan diri secara lahir batin untuk menghadapi berbagai macam kegiatan dan ujian di akhir masa studi mereka. “Kami minta do'a dan dukungan dari semua yang hadir disini, semoga kami dimudahkan dalam meghadapi berbagai ujian yang akan kami hadapi saat ini” ungkap Rusmayunafi yang diamini oleh hadirin. Acara dilanjutkan dengan taujihat oleh Ustadz Ahmad Rosikhin, S.Pd.I. Setelah do'a yang dipimpin oleh Ustadz Muhlisin, S.H.i, acara ditutup dengan makan malam bersama. aaaa [Mustain]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 25

TMI (MTs dan MA) dan SMP PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH CIPINING BOGOR TAHUN PELAJARAN 2007-2008

KELAS RNK NAMA XA I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III Budiman Siregar Yudi Taqiyudin Fahmi Arifudin Nazar Rossi Afriani Sholihat Yunita Komalasari Diana Novika Bahrul Ulum Ucu Musyarofah Baedah Andi Sulaeman Sugianto Dede Maryadi Eva Fauziah Sarah Syaepiana Asma Munadiyah Prihatin Komarudin Rofiqul Umat Rohmatunnisa Teti Maryati Yayan Husnayani

JUMLAH 2.279 2.267 2.264 2.156 2.132 2.126 2.112 2.047 1.990 2.216 2.176 2.164 2.412 2.319 2.288 2.102 1.937 1.913 1.933 1.933 1.872

RATA-RATA 73,50 73,12 73,03 69,54 68,78 68,59 75,44 73,12 71,06 73,86 72,54 72,14 80,39 77,29 76,28 80,84 74,51 73,58 74,34 74,33 71,99

KELAS RNK NAMA VII A I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III M. Syaikhul Islam Mulla Sadra Bayu Anggara Sutan Muh. Sadam Awal Rulita Pratiwi Dzaki Syifaurrahman Hamalatul Qur'ani Tsurayya Atsauri Dena Putri Andini Nahrudin Edi Sudrajat Agus Renaldi Asih Rahayu Ulfatul Azijah Bella Noviana Fajar Kurniawan M. Zainal Abidin Abdhul Jhabbar Fateh Abdul Aziz Giyanto A. Fahmi Kamil Nur Rafidah Nihlah Ayu Hidayati Hayu Susanti Muhammad Sholeh Muh. Muhtarudin Nurhamjah Siti Istiqomah Lelih Malihah Putri Khoirunnisa Chairul Rahmat Rizky Maulana Ardiansyah M. Gita Marsela Cahaya Putri Chan Lutfia Tanty Reza Fahlevi Robbi Kurniawan Nazmi Nursunandar Badriah Binti Satibi Sani Nuraeni Neng Putri Asih

JUMLAH 1.985 1.916 1.819 2.055 1.905 1.861 2.082 2.005 1.949 1.638 1.617 1.505 1.764 1.731 1.662 2.075 1.951 1.864 2.054 2.022 2.015 2.120 2.117 2.106 1.896 1.741 1.726 1.860 1.857 1.817 1.041 1.037 1.029 1.147 1.100 1.044 640 627 624 659 655 646

RATA-RATA 82,72 79,85 75,79 85,60 79,35 77,54 86,73 83,54 81,19 74,47 73,48 68,42 80,19 78,70 75,56 82,98 78,03 74,57 82,15 80,86 80,62 84,79 84,66 84,23 78,98 72,54 71,93 77,51 77,36 75,72 80,06 79,78 79,15 88,24 84,64 80,29 71,06 69,69 69,35 73,24 72,80 71,78

XB

XC

VII B

XI A

VII C

XI B

VII D

XI C

VII E

XI D

VIII A

VIII B

INTENSIF A I Ahmad Suryadi II Anas Nasrullah III Ibah Misbah INTENSIF B I Nurhalimah Siregar II Mutia Damayanti III Mimin Sulalah

1.816 1.665 1.605

86,48 79,29 76,43

VIII C

1.806 1.757 1.713

86,02 83,65 81,57

VIII D

VIII E

VII A

IX A

I II III I II III I II III I II III

Muhammad Mabrur Palahudin Ook Solihan Evi Riyani Siti Amalia Kurniati Arif Sholehuddin David Ilham Surahman Fitria Wulan Nasroh Vivin Mufidah Siti Fatimah

1.461 1.287 1.253 1.382 1.348 1.344 1.422 1.416 1.321 1.545 1,366 1.314

76,88 67,72 65,96 72,75 70,94 70,72 74,82 74,50 69,53 81,33 71,87 69,14

VII B

IX B

VIII A

IX C

VIII B

IX D

Sumber Data: Biro Pendidikan, C.Q Panitia Ujian TMI.

26 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

K.H. Jamhari
Terima Penghargaan
Panca Warsa Dharma Bhakti Pramuka
impinan Pesantren sekaligus Ka Mabigus Darunnajah 2 Cipining, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc, 19 Agustus 2008, memperoleh penghargaan gerakan pramuka, berupa Lencana Panca Wa r s a D h a r m a B h a k t i d a n M e l a t i . Penghargaan disematkan oleh Wakil Bupati Bogor, Albert Pribadi, pada Apel Hari Pramuka dalam puncak acara HUT Pramuka ke 47 Kabupaten Bogor, di Lapangan Tegar Beriman Komplek Pemkab, Cibinong. Dalam upacara tersebut juga diserahkan penghargaan lainnya kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi Pramuka Kabupaten Bogor. Penghargaan yang diberikan antara lain Dharma Bhakti (oleh Kwarnas), Lencana Panca Warsa (oleh Kwarda Jawa Barat) dan Tanda Pramuka Garuda (oleh Kwarcab Bogor). Seusai upacara, acara dilanjutkan dengan unjuk gelar seni yang ditandai dengan pemukulan kentongan oleh wakil Bupati Bogor. Sebelumnya, beberapa penari melakukan tarian kolosal Tunas Kelapa. Penari-penari cilik ini membawa umbul-umbul warna-warni yang menandakan betapa beragamnya budaya Indonesia. Selanjutnya, digelar atraksi yang menggambarkan perjuangan bangsa

P

Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dalam atraksi digambarkan bahwa Pramuka juga berperan dalam perjuangan bangsa. Atraksi seni ditutup dengan persembahan ucapan terima kasih kepada Bupati dan wakil Bupati Bogor. Sementara itu, Ka Mabikori Darunnajah Cipining, Kak Syaiful Hadi Scada, M.T, S.Pd.I, berharap pemberian penghargaan kepada K.H. Jamhari tersebut dapat memicu semangat para pembina dan peserta didik di dalam meningkatkan mutu pendidikan di pesantren. Kak Syaiful juga menekankan guru-guru muda sebagai pramuka pandega agar lebih aktif di dalam membina pramuka sesuai dengan kode kehormatannya, yaitu ikut serta membangun masyarakat. Perasaan bangga dan kagum juga diungkapkan oleh Ka Koordinator Gerakan Pramuka 03.001, Yusuf M. Fadhilah. “Saya merasa kagum kepada Bapak Pimpinan. Di usianya yang tidak muda lagi, beliau masih concern terhadap kepramukaan. Semoga beliau juga nantinya dapat mendapatkan penghargaan yang lebih baik dari pihak-pihak yang terkait”, ungkapnya kepada WARDAN.

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 27

Saka Wirakartika:
Berlatih 'Militer' Lewat Pramuka

atuan karya “SAKA” merupakan salah satu pos bagi para pecinta pramuka di dalam menciptakan satu kegiatan kepanduan denan ciri khas. Saat ini sudah kita kenal Saka Bhayangkara, Saka Bhakti Husada, Saka Wanabhakti, Saka Bahari, dan Saka Dirgantara. Perkembangan Saka terus berjalan dewasa ini, dan telah resmi dibentuk satu Saka lagi, yaitu Saka Wirakartika. Saka ini mengkhususkan diri pada hal ihwal kemiliteran, dan sangat diminati oleh para andika-andika pramukam, terutama mereka yang memiliki cita-cita menjadi tentara. Sebagai tindak lanjut dari didirikannya Saka Wirakartika ini, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Cigudeg mengadakan sosialisasi sekaligus diklat Saka tersebut untuk pertama kalinya di Kab. Bogor. Dengan izin Allah, acara dapat dilaksanakan pada tanggal 2 s.d. 3 Agustus 2008, diikuti oleh seluruh sekolah tingkat SMA, SMK dan MA se-kecamatan Cigudeg.

S

Pada kesempatan ini, Darunnajah Cipining mengirimkan 2 sangga putra (Sangga putra asrama dengan 10 anggota, dan Sangga putra nonasrama dengan 12 anggota). Meski kegiatan hanya berlangsung selama 2 hari, namun sangat berkesan di hati para peserta. Selain mendapatkan banyak teman baru, para peserta juga memperoleh pengalaman baru yang sangat berharga. Diklat yang diadakan di lapangan Koramil Cigudeg langsung dilatih oleh Staff TNI kodim 031 Kabupaten Bogor. Adapun jenis pelatihan yang dilakukan adalah: mountenering, bivak, survival, pionering, pengenalan dunia militer hingga latihan bongkar pasang senjata dan penggunaannya. Pada acara ini 2 peserta dari Darunnajah Cipining memperoleh kategori terbaik. Mereka adalah andika Samsul Bahri Lubis d a n a n d i k a D a r u s s a l a m . Ke d u a n y a berkesempatan dikirim ke Kwarcab Bogor pada tanggal 16 Agustus 2008 untuk bergabung dengan peserta lain mengikuti kegiatan perkemahan Wirakartika (PW) IV di bumi perkemahan Cimandala, memperingati HUT Pramuka. DARUNNAJAH MERIAHKAN JAMRANA HUT PRAMUKA Tanggal 14 Agustus merupakan hari penting bagi aktivis gerakan pramuka. Tanggal itu merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) pramuka nasional yang rutin diperingati di seluruh Indonesia. Pada HUT Pramuka kali ini, Darunnajah Cipining mengutus 5 regu (2

28 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

regu putra dan 3 regu putri) dari MTs, SMP dan MI untuk mengikuti 'Jambore Ranting' Kecamatan Cigudeg. Kedatangan Darunnajah Cipining menjadi tamu istimewa di arena pesta pramuka penggalang ini. Mereka menjadikan suasana semakin meriah dengan yel-yel yang memukau. Acara yang diselenggarakan dibawah pimpinan kak Idris, S.Pd.M.G. (Ka Kwaran Cigudeg) ini berlangsung cukup meriah dengan aneka kegiatan yang mendidik. Guyuran air hujan tak menyurutkan tekad dan semangat para peserta, termasuk kontingen Darunnajah Cipining yang selalu semangat menghadapi keadaan apapun. Acara yang diikuti 800 andika dari beberapa pangkalan/gugus depan tingkat SD/SMP se-Kwaran Cigudeg ini berlangsung selama 3 hari, 14 s.d 16 Agustus 2008. Pada kegiatan tersebut kontingen Darunnajah Cipining mendapatkan 2 penghargaan, yaitu: Sebagai peserta terbaik (regu putra), dan Sebagai peserta tergiat (regu putri). Bekali Calon Pembina Pramuka Darunnajah Cipining dengan KIM Pangkalan Gerakan Pramuka Darunnajah Cipining Gugus Depan 03.001-03.002 senantiasa berupaya meningkatkan kualitas kepramukaannya. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Kursus Instruktur Muda (KIM) bagi para andikanya terutama pengurus organisasi kepramukaan. Kursus ini merupakan kegiatan tahunan yang mula-mula dikenal dengan sebutan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Kegiatan ini diikuti oleh santri dan siswa-siswi tingkat Aliyah (penegak dari Kelas X TMI Asrama dan Kelas XI TMI Nonasrama), untuk meningkatkan pengetahuan di bidang kepramukaan, juga untuk mengisi liburan sekolah pascaujian semester genap. KIM tahun 2008 dibuka oleh Pimpinan Kursus (Pinsus) Kak Desy, M.T, S.Pd. dan dihadiri oleh Ka Kwarcab Kabupaten Bogor beserta staf, dan seluruh jajaran majelis pembimbing gugus depan 03.001-03.002. Acara ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta kursus. Peserta kursus ber jumlah 72 andika, terdiri dari 33 peserta putra dan 34 peserta putri.

Kursus ini menitikberatkan pada pemahaman metode kepramukaan, termasuk penerapan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) kepramukaan. Seusai kursus para peserta diharapakan dapat memahami tentang kepramukaan, sehingga bisa menjadi instruktur (pembina dan pendamping pembina) yang memiliki skill dan kredibilitas tinggi serta dedikasi tinggi. Acara yang berlangsung sejak tanggal 24 s.d 29 Juni 2008 ini diakhiri dengan pembacaan 10 peserta terbaik yang disebut sebagai “The Best Ten”, sekaligus pemberian ucapan selamat kepada mereka. Berikut nama-nama peserta terbaik KIM 2008: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Awan Maulana Darussalam Fahmi Arifudin N. Samsul Bahri Lubis Hari Wijaya Yayan Husnayani Rahmatunnisa Tety Maryati Mia Mualifatunnisa Rossi Aprianti aaaa [Muhrizal]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 29

REBUT

BERGENGSI Di Ajang Perkutsy 20 dan LP3
Alhasil, kontingen putra Darunnajah Cipining meraih prestasi yang cukup membanggakan, diantaranya mendapat penghargaan sebagai pemimpin sangga (pinsa) terbaik, Juara I golongan penengak (utusan kampus I, asrama), Juara III golongan penegak (utusan kampus II, nonasrama), Juara II golongan penggalang. Mereka dapat mengumpulkan 13 medali emas dan 7 buah piala dari berbagai ajang lomba dan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 650.000,00. Sedangkan peserta putri memperoleh prestasi: Juara II golongan penegak dan Juara III golongan penggalang. Mereka memboyong 8 medali emas, 3 buah piala beserta, dan dana pembinaan sebesar Rp. 1.150.000,00. Dari hasil perolehan nilai maka kontingen putri dari Darunnajah Cipining dinobatkan sebagai juara umum pada Perkhutsy 20 dan LP3 2008. Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik di masa yang akan datang. aaaa [Muhrizal]

PIALA

ama Regu Pramuka Penggalang Mawar Campus (MC) dari Darunnajah Cipining sudah tidak asing di berbagai arena pramuka. Pada tanggal 23 s.d 31 Juli 2008 lalu, MC kembali menunjukkan taringnya dalam even Perkemahan Khutbatul Arsy (Perkhutsy) ke20 dan Lomba Prestasi Penggalang Penegak (LP3) Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta di Darunnajah 8 “Annur” Cidokom Gunung Sindur Bogor. LP3 merupakan ajang lomba bergengsi. Bukan sekadar materi pramuka yang diperlombakan, melainkan juga berbagai m a c a m k e m a h i r a n l a i n n ya , s e p e r t i keagamaan, keterampilan, ketangkasan, sampai seni dan budaya. Lomba diikuti lebih kurang 850 peserta penegak dan penggalang dari P.P. La Tansa Cipanas Lebak, Darunnajah 3 Al-Mansur Serang, Annur Cidokom, Darunnajah 2 Cipining, dan Darunnajah Ulujami selaku tuan rumah. Kegiatan dibagi menjadi dua kelompok: 1 kelompok putra (terdiri dari 6 sangga penegak, 16 regu penggalang) dan 1 kelompok putri (terdiri dari 4 sangga penegak, 15 regu penggalang).

N

30 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

uuk, kenalin siapa GW……” Begitulah ekspresi andhika Darunnajah 2 Cipining peserta perlombaan pramuka LP 3 XXI di Pondok Modern Darussalam Gontor Jawa Timur. Sepuluh tahun lamanya Darunnajah Cipining tidak berkecimpung p a d a perlombaan p r a m u k a bergengsi di k a l a n g a n pesantren alumni Gontor ini, karena, t i g a k a l i berturut-turut menjadi juara. Panitia penyelenggara kemudian menghentikan keikutsertaan Darunnajah Cipining untuk sementara waktu. Acara ini diselenggarakan 11 s.d 15 November 2008 di Bumi Perkemahan Pondok Modern Gontor, diikuti oleh 40 kontigen penggalang dan 34 kontingen penegak utusan pondok alumni Gontor seluruh Indonesia,

Y

meraih Golden Medals di bidang PRALANTAS atas nama Farhan Maulana (penggalang) dan Admin Visit (kunjungan adminstrasi), atas nama Dede Maryadi (penegak). Kegiatan ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu: (1) Kategori Dakhili (kelompok dalam, kualitas A); d a n ( 2 ) K a t e g o r i K h o r i j i (kelompok luar, kualitas B ) . Darunnajah C i p i n i n g masuk ke d a l a m kelompok ke2. Meskipun b e g i t u , Kontingen Darunnajah C i p i n i n g m e t e t a p menunjukkan kelasnya dengan meraih Juara Ketiga, di bawah Al-Amien Prenduan dan Darunnajah Jakarta. Sedangkan Juara I Dakhili dan Juara Umum diraih oleh kontingen tuan rumah. Penilaian akhir lomba merupakan akumulasi

PRAMUKA DARUNNAJAH

PANTANG MENYERAH
Bondo, Bahu, Lan Pikir, Lek Perlu Sak Nyawane Pisan
termasuk Darunnajah Cipining. Keikutsertaan Darunnajah Cipining kali ini merupakan partisipasi yang ke-2 setelah masa jeda tersebut. Dua pasukan khusus putra, yakni Singa Padang Pasir (penggalang) dan Cordova (penegak) mencoba memperkenalkan kembali Darunnajah 2 Cipining di arena lomba. Dengan kegigihan dan perjuangan mengikuti setiap bidang lomba, Kontingen ini nilai penggalang dan penegak. Tampak mata para andika Darunnjah Cipining berkaca-kaca mendengar pengumuman hasil tersebut. Dengan diiringi lagu “Bangkit Darunnajah” mereka memberikan hal terbaik yang bisa mereka persembahkan untuk pondok tercinta. Scout Now, Leader in Future… Bravo Darunnajahku.! aaaa [Nur Rochim]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 31

TUMBUH
egap gempita menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63 terlihat jelas di Pesantren Darunnajah Cipining. Para santri memasang benderabendera kecil dari kertas atau plastik untuk menghias kamar masing-masing. Terinspirasi dengan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya, para santri pun merayakan hari yang paling bersejarah bagi bangsa ini dengan semeriah mungkin. Oleh karena itu, dibentuklah panitia dari santri kelas V TMI. Selain bentangan bendera merah putih di sepanjang jalan dan sudut-sudut pesantren, baliho besar berlukiskan wajah proklamator RI 'Soekarno-Hatta' juga berdiri tegak di pintu gerbang pesantren. Perayaan 17 Agustusan ini tidak hanya dilakukan oleh santri putra. Santri putri, santri cilik dan santri Madrasah

G

32 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Diniyah juga aktif dengan aneka lomba dalam lokasi yang berbeda-beda. Pukul 08.00 WIB pagi (17 Agustus 2008), napak tilas perjuangan para pahlawan kemerdekaan RI menjadi acara pembuka dari kegiatan yang mempunyai tujuan m e n a n a m k a n j i w a Pa t r i o t i s m e d a n Nasionalisme santri. Agenda selanjutnya berupa pagelaran karnaval keliling kampung Cipining. Para santri bergaya layaknya orangorang tempo dulu. Ada yang berpakaian menyerupai serdadu Belanda, pejabat p e m e r i n t a h a n , S a u d a g a r, P e j u a n g Kemerdekaan maupun rakyat biasa dengan sepeda dan penutup kepala yang khas tahun empat puluh limaan dan tidak ketinggalan parade pakaian khas daerah asal sebagian santri sebagai wujud dari makna Bhineka Tunggal Ika. Bukan merupakan hal yang asing bila lomba-lomba yang ada pada tujuh belas Agustus selama ini dimanapun adanya mayoritas bersifat hiburan, baik di kota-kota maupun di desa-desa. Maka panitiapun

belakang masjid, tampak mengkilat batangnya dengan lumuran gemuk (minyak) dan sabun colek seakan tidak mungkin untuk dipanjat. Akan tetapi, godaan berbagai hadiah yang bergelantungan di atasnya, dari baju, kaos, sandal, gamis, uang, makanan, minuman dan lain sebagainya seakan menghilangkan rasa ketakutan serta ketidakmampuan untuk menaklukan pohon superlicin itu bagi para santri. Dengan menurunkan tim yang terdiri dari 5 orang, peserta dari setiap rayon berjibaku dan saling tumpang-menumpang dengan berdiri di pundak kawannya, bahkan kepalanya dengan tanpa rasa putus asa. Namun pada akhirnya, kekokohan pinang tersebut dapat ditaklukkan kelompok dari kelas lima. Hari kedua merupakan penyelenggaraan untuk lomba cerdas-cermat yang diadakan antarkamar dengan menggunakan soal-soal pengetahuan umum, pengetahuan agama serta soal kepesantrenan. Tampil sebagai juara umum dalam lomba kali ini yaitu kamar

HKAN RASA NASIONALISME SANTRI
menghipnotis santri untuk berbahagia dengan menggelar beberapa lomba hiburan yang sudah turun-temurun, seperti tarik tambang, balap sarung, tiup balon sampai meletus, lari sandal, lari gamis hingga pada mengambil koin atau uang recehan di dalam buah yang dilumuri arang. Seluruh kegiatan diselenggarakan di belakang masjid asrama putra dan di depan masjid asrama putri dengan sistem antarrayon/unit. Merupakan acara wajib dimanapun tempatnya dan juga sudah menjadi icon utama peringatan kemerdekaan ini dari waktu-ke waktu yaitu lomba panjat pinang. Atraksi yang mempunyai filosofi bahwa untuk meraih cita-cita kemerdekaan yang begitu berat haruslah dibutuhkan kerjasama yang solid, ada yang siap di atas dan ada pula yang di bawah dalam satu cita-cita tinggi yaitu Merdeka. Tinggi pohon 5 meter yang kali ini dipersiapkan panitia telah berdiri kokoh di 15. Kemudian siang harinya dilanjutkan dengan lomba berantai oleh tiga orang secara bersama-sama dengan harus menyelesaikan empat macam lomba sekaligus yaitu lari bakiak (sandal kayu)dan tiup balon hingga meletus. Di akhir kegiatan, Angga menyatakan akan kepuasannya atas terselenggaranya a c a ra A g u s t u s a n i n i . H a l t e r s e b u t diungkapkannya saat ditemui WARDAN. Penanaman sejak dini akan cinta tanah air dan bangsa dengan penyelenggaraan kegiatan semacam ini merupakan bagian dari program pendidikan pesantren. Oleh karena itu, pesantren mengajak para santri untuk mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatankegiatan positif, belajar dengan sungguhsungguh tanpa harus larut dalam kegembiraan. Moment inipun tidak digunakan santri untuk pulang ke rumahnya dan tetap belajar serius di pesantren. aaaa (Nasihun]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 33

bila dibanding dengan tahun-tahun s eb el u m nya , p es e r t a nya p u n h a nya melibatkan santri Darunnajah Cipining (TMI, MTs, MA, SMP, dan SMK) tanpa mengundang peserta dari luar. Walaupun demikian, semangat dan keseriusan serta keceriaan para santri terasa tidak terkurangi, karena cabang-cabang favorit tetap diperlombakan. Kegiatan yang berlangsung mulai 22 s.d. 24 Oktober 2008 ini dibuka oleh Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, ditandai dengan pemukulan bedug seraya memekikkan takbir. Hadir pada acara pembukaan tersebut seluruh siswa-siswi dari tingkat Raudhatul Athfal sampai Madrasah Aliyah, termasuk SMP dan SMK, orang tua/wali-wali murid serta para guru. Upacara pembukaan yang digelar di lapangan basket terasa sesak oleh peserta upacara dan hadirin, terlebih saat digelarnya aneka atraksi oleh para santri dan siswa-siswi.

PORSEKA
ekan Olah Raga Seni dan Pramuka (Porseka) merupakan salah satu kegiatan penting tahunan pesantren Darunnajah Cipining. Tujuannya untuk mengenalkan berbagai aktivitas pesantren, terutama bagi santri barunya. Porseka juga berfungsi sebagai sarana untuk menanamkan kebanggaan pada diri santri terhadap almamaternya. Tujuan lainnya adalah untuk mencari bakat-bakat baru yang pilih tanding serta tangguh dalam bidang-bidang olahraga, seni, ilmiyah, dan keterampilan pramuka, dengan selalu menebarkan semangat siap menang juga siap kalah. Porseka juga sering disebut sebagai pekan perkenalan, karena para santri pada saat inilah mulai dikenalkan tentang sejarah dan latar belakang pendirian pesantren, visi dan misi pesantren sampai pada lagu Hymne Pondok maupun Mars Darunnajah. Beberapa hal tampak berbeda dalam pelaksanaan Porseka ke-21 ini. Di samping waktu penyelenggaraan yang lebih singkat

P

21

34 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Kelompok Drumband putri mendapat kesempatan tampil pertama. Kali ini grup yang dipimpin oleh Anityas Kusuma Wardhani, santri Kelas X (Kelas IV TMI Asrama), ini menampilkan beberapa lagu yang sedang hit, seperti 'Dengan Napasmu' (Ungu), 'Raja Jatuh Cinta' (Numata), dan 'Mars Darunnajah'. Mereka membuat variasi formasi barisan yang membentuk angka 21 melambangkan pelaksanaan porseka tahun ini yang sudah berlangsung ke-21 kali sejak pesantren Darunnajah ini berdiri.

Regu inti seni pencak silat dari kelas VI TMI memperoleh kesempatan tampil berikutnya. Dwimar Nurwanto, Kelas XII (Kelas VI TMI), memeragakan jurus Gembiraloka dengan kombinasi golok dan toya. Atraksi diakhiri dengan pemecahan genteng dan kendi dengan tangan kosong oleh beberapa santri dari regu inti tersebut. Selanjutnya adalah atraksi Tari Piring oleh santriwati asrama dibawah bimbingan Asma Munadiyah. Tidak ketinggalan penampilan Kopasus Pramuka Asrama dan Nonasrama, antara lain kemampuan membaca sandi-sandi semaphore. Rangkaian atraksi ditutut dengan tampilnya regu seni marawis dari santri Tahfidzul Qur'an. Perlombaan dan pertandingan diselenggarakan secara terpisah antara asrama dan nonasrama, putra dan putri. Venue lomba santri asrama di kampus I, sedangkan siswa-siswi nonasrama lebih banyak di kampus II, dengan materi lomba yang tidak terlalu beda. Adapun materi lomba antara lain sepak takraw, bola voli, bola basket, badminton, tenis meja, futsal, adzan, tilawah, pidato 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), puisi, melukis. Kegiatan juga dimeriahkan dengan lomba-lomba hiburan seperti joged kursi, bodi musik, tarik

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 35

tambang, fashion show. Lomba cerdas-cermat juga ada di Porseka kali ini. Untuk santri asrama, pertandingan dilakukan antarkamar untuk mencerminkan kebersamaan, karena komposisi anggota kamar sudah diset berbaur dari kelas I s.d kelas VI TMI. Sedangkan untuk siswa-siswi nonasrama dipertandingkan atas nama utusan kelas. Ustadz M. Nurrohman (Ketua Porseka XXI) yang dihubungi Wardan sempat mengungkapkan perasaan puasnya terhadap penyelenggaraan acara ini, terutama upacara pembukaan. Dengan persiapan yang relatif singkat dan minim, tetapi penyelenggaraan tetap meriah dan menarik serta tepat dari jadwal untuk seluruh lomba. Sedangkan kegiatan pramuka memang sengaja akan diadakan pada waktu yang berbeda. Seluruh rangkaian Porseka XXI diakhiri dengan pemberian penghargaan serta hadiah bagi para pemenang lomba dalam pagelaran Panggung Gembira (PG). Para santri dipersilahkan untuk tampil di atas panggung menunjukkan kemampuannya menghibur para hadirin di Aula Darunnajah. Dengan penampilan drama, lawak, sulap, puisi maupun menyanyi pada sela-sela pembagian

hadiah, panggung gembira menjadi sarana hiburan bagi santri. Santriwati Asrama menggelar panggung gembira pada Kamis, 7 November 2008 (malam). Sedangkan siswa-siswi nonasrama, Kamis siang, 20 November 2008. Santri yang berprestasi kemudian didata oleh Lembaga Pengembangan Prestasi Santri (LP2S) untuk dibina secara intensif guna mempersiapkan mereka mengikuti berbagai event perlombaan penting yang lebih besar skalanya di luar pesantren. aaaa [Nasikun, S.E.]

36 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

BIRO PENGASUHAN Terus Berbenah
iro pengasuhan santri merupakan soko gurunya pesantren”. Demikian amanat pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, mengingatkan para pengurus setiap memulai rapat kepengasuhan. Hal tersebut dapat difahami mengingat peran biro pengasuhan santri sebagai pengganti orang tua para santri. Biro inilah yang membina dan mengawasi kegiatan para santri di asrama pesantren. Secara struktural biro ini terdiri dari seorang kepala biro, sekretaris, bendahara, dan beberapa bagian seperti komisi disiplin, peningkatan b a h a s a , p e n g a j a ra n , ke s e j a h t e ra a n , kesehatan dan lain-lain. Adapun kepengurusan secara teritorial membawahi para kepala asrama, para kepala unit dan waliwali kamar. Biro yang dikepalai oleh Ustadz Ahmad Rosikhin Wasrap, S.Pd.I (alumni TMI angkatan perdana, 1994) ini terus berupaya meningkatkan excellent service kepada para santri. Pembenahan yang dilakukan meliputi berbagai aspek. Revisi Tata Tertib Santri dan Tamu Seusai ujian dan pembagian rapor semester genap, tim revisi tata tertib segera memulai tugas mereka. Rabu pagi (9/7/2008) mereka mulai membuka kerja ini dengan sharing dan curah pendapat mengenai referensi dan sistem yang akan diterapkan dalam pembahasan tata tertib tersebut. Tim ini diketuai Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I, dengan anggota: Ustadz Drs. Abdul Rosyid Sholeh, Ustadz Nasihun Sugik, S.E, Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I, Ustadz Amin

B

Songgirin Sarim, S.H.I, Ustadz Muhammad Musta'in Sahadi, S.E, Ustadz Afif Mahgfuri Tachroni, S.Pd.I, Ustadz Ahmad Abdulloh Husaeni, Ustadzah Kunarti, S.Pd.I, Ustadzah Ela Hulashoh, S.Sos, dan Ustadzah Musyarofah, A.Ma.Pd. Pada awal pembahasan didengarkan juga beberapa masukan dari Kepala Biro Pendidikan. Tata-tertib yang terdiri dari 25 halaman ini memuat 4 bab dan 18 pasal. Bab 3 tentang s a n k s i h u k u m p e l a n g g a ra n d i s i p l i n merupakan bab yang banyak mengalami revisi. Titik beratnya adalah menghilangkan sanksi hukuman fisik dan hukuman yang berpotensi menurunkan harkat martabat dan harga diri seseorang. Sanksi tersebut digantikan dengan hukuman yang bernilai edukatif, memiliki efek jera, dan berpengaruh positif kepada mental dan jiwa pribadi pelanggar disiplin. Di antara bentuk sanksi hasil revisi adalah menulis kalimat istighfar, surat al-Fatihah, Yasin, AlMu'awwidzatain, dan al-Ikhlash dalam jumlah tertentu. Diharapkan terjadi transformasi dari security approach kepada personal dan persuasive approach dalam penegakan disiplin. Tata tertib ini mulai diberlakukan sejak tanggal 18 Juli 2008, sesuai dengan Surat keputusan bersama Kepala Biro Pengasuhan Santri dan Kepala Biro Pendidikan Nomor 001.H/SK/DN/VII/2008. Adapun yang masih dipertahankan antara lain bahwa santri yang melanggar harus menulis pernyataan taubat, dan meminta nasihat dan do'a kepada wali kamar, wali kelas, kepala asrama, kepala biro pengasuhan dan pimpinan pesantren. aaaa [Nasikhun]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 37

Optimalisasi Peran Wali Kamar
Setiap kamar di asrama pesantren Darunnajah Cipining memiliki wali (musyrif) kamar. Wali kamar berfungsi sebagai wakil dari pimpinan pesantren sekaligus wakil dari orang tua/wali santri. Merekalah yang membimbing dan mengarahkan kegiatan para santri di kamar, dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali. Secara rinci tugas para wali kamar tersebut sering diulas oleh kepala asrama, kepala biro pengasuhan santri, dan pimpinan pesantren. Masingmasing wali kamar juga dibekali dengan dokumen tertulis tugas-tugas tersebut. Pada tahun ini, peran wali kamar lebih dioptimalkan lagi dengan adanya kewajiban membimbing progam ibadah amaliyah (praktik ibadah), yang sebelumnya hanya ditangani oleh wali kelas. Kemudian, selain mengajar al-Qur'an yang sudah rutin, mereka juga ditugasi memotivasi ibadah santri dengan referensi berbagai kitab: Riyadhush Shalihin, Bulughul Marom, At-Targhib watTarhib, Fadhailul A'mal, dan sumber lainnya.

Hal umum yang dilaporkan dan dibahas adalah data anggota perkamar (yang ada di pesantren; pulang; sakit; dsb.), masalahmaslah yang dialami anggota kamar, kerusakan fasilitas kamar, kebersihan kamar dan lain-lain. Forum ini juga menjadi wahana evaluasi program minggu sebelumnya dan persiapan atau membuat planning kegiatan minggu berikutnya. Bagi peserta rapat yang tidak hadir tanpa udzur syar'i, maka akan dikonfirmasi pada pertemuan umum Jum'at siang. Hal ini untuk m e n u m b u h k a n b u d aya t ra n s p a ra n s i , mengurangi kecurigaan dan prasangka buruk, juga sebagai wujud tanggung-jawab moral bagi yang berhalangan hadir.

Perbanyak Silaturrahmi, Meraih Rizki dan Simpati
Untuk menumbuhkan kebiasaan baik memang perlu pelatihan yang berkesinambungan. Untuk hal yang baik, progam pembiasaan dini merupakan pilihan yang tepat. Hal ini mengingat, budaya instan, hedonisme, dan materialisme yang semakin mewabah di sebagian masyarakat kita. Di antara hal yang kini sudah mulai ditinggalkan oleh para remaja Islam adalah bersilaturahmi kepada orang-orang shalih, kyai, tokoh agama. Melihat tren yang kurang bagus tersebut, maka para santri dilatih bersilaturrahmi dengan baik dan benar. Sekembali dari liburan Idul Fitri 1429 H, secara bergantian per kamar, para santri didampingi oleh wali kamar bersilaturrahmi kepada pimpinan pesantren. Dalam silaturahmi yang memakan waktu hampir dua minggu tersebut, para santri berdialog langsung dengan Kiai tentang kegiatan liburan mereka. Di sisi lain, mereka juga mendapat nasihat pentingnya silaturrahmi kepada orang-orang shalih. Pemaknaan 'diperluas rizkinya' sebagai manfaat dari silaturrahmi hendaknya tidak dipersempit hanya kepada materi, namun juga ilmu, kasih-sayang, kesehatan, dan juga kefahaman. Seperti yang kita baca dalam do'a: Rabbi zidni 'ilman warzuqni fahman!.. aaaa [Muchlisin]

Gerakan Mingguan

Musyawarah

Untuk membahas dan mencari solusi atas problematika para santri, para wali kamar, kepala unit, dan kepala asrama bersama kepala biro pengasuhan mengadakan musyawarah mingguan. Musyawarah ini digelar setiap Rabu malam. Dalam teknisnya, pertemuan ini dimulai dengan arahan umum pimpinan pesantren kemudian dilanjutkan dengan laporan perkamar dan konsolidasi antarpeserta musyawarah.

38 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

SABELANA:
TUMBUHKAN JIWA PATRIOTISME DENGAN SKILL SEBAGAI SANTRI MILITAN
khir November 2008 lalu, tepatnya 28 s.d. 30 November, Santri Darunnajah Cipining mengikuti sosialisasi sekaligus pengukuhan Santri Bela Negara (Sabelana) angkatan pertama di Pesantren Darunnajah Cipining. Dalam kesempatan ini Darunnajah Cipining mengutus sebanyak 60 santri asrama dan nonasrama (27 santri putra dan 33 santri putri), didampingi 4 guru pembina. Sabelana tumbuh dengan gagasan rekonstruksi untuk membentuk jiwa para pemuda Indonesia, terutama dikalangan santri pondok pesantren yang belakangan ini mendapat sorotan khusus dari publik. Sosialisasi tingkat nasional ini mendapat sambutan hangat dari pesantren di Indonesia. Ini terbukti dengan hadirnya para peserta yang mewakili berbagai wilayah nusantara, dengan jumlah peserta sebanyak 1285. Mereka yang berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, NTB, Maluku, sampai dengan Papua. Para santri yang mengikuti sosialisasi dan pengukuhan Sabelana ini merupakan cikal bakal yang nantinya berkewajiban mengembangkan di pesantren (daerah) masing–masing. Diharapkan mereka dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam menciptakan pertahan yang kuat di kalangan santri guna mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia secara umum, dan mempertahankan kemanan pesantren secara

A

khusus. Lebih khusus lagi setiap peserta ditargetkan dapat mempertahankan diri sendiri melalui peningkatan skill dan menumbuhkan jiwa patriotisme sebagai santri militan, berlandaskan atas IMTAQ dan IPTEK secara berkesinambungan. Sebagai pelopor utama, Pesantren Darunnajah nantinya yang akan mengasuh sekaligus akan dijadikan Base Camp oleh para anggota Sabelana yang bermarkas di Gedung Islamic Center Jakarta. Proyeksi kedepannya, para pengasuh Sabelana akan mengadakan kontroling ke setiap pesentren anggota, yang nantinya akan pula diadakan pelatihan. Bahkan, gagasan besarnya adalah menyelenggarakan Jambore Sabelana Nusantara. Pembentukan Sabelana dikukuhkan secara langsung oleh perintis Sabelana K.H. Drs. Mahrus Amin yang juga pendiri dan pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan rangkaian acara Tasyukuran 35 Tahun Darunnajah. Dalam kesempatan ini, Kiai Mahrus menyampaikan amanat agar para santri, terutama anggota Sabelana, bisa menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam agar ekssistensi santri di masyarakat atau bahkan dunia global tidak dijadikan bumerang atau alat propaganda untuk memecah belah umat. Akan tetapi, jauh di balik itu dengan hadirnya Sabelana diharapkan dapat menimbulkan citra positif bahwa santri dan pesantren sebagai Rahmatan Lil Alamien. aaaa [Rizal]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 39

SANTRI MADINATUNNAJAH

STUDI BANDING
KE PESANTREN KITA
mewakili OSMN mengutarakan tujuan kedatangan rombongan berupa silaturahmi, konsultasi, sharing organisasi dan take and give organisasi. Tanpa terasa acara berlangsung hingga larut malam. Pagi hari berikutnya (8/8/2008) pengurus OSDC Putri membawa para tamu berolah raga sambil menikmati suasana, udara, dan alam desa Cipining. Rombongan kemudian juga dibawa berkeliling ke salah satu objek wisata terdekat pesantren, yaitu Goa Gudawang. Tak sampai disitu, menjelang siang, rombongan diantar bersilaturahmi ke kediaman Pimpinan Pesantren Darunnajah, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Beliau menitipkan pesan, ”Apa yang dianggap baik dari sini silahkan ambil Adapun yang tidak baik jangan ditiru. Sampaikan juga hal-hal dari sini apa adanya, jangan dilebih-lebihkan. Dan jangan lupa sampaikan salam saya untuk Pimpinan kalian.” Sebelum pamit, Irna yang mengomandani OSMN, menyampaikan ucapan terima kasih atas pengalaman yang berharga ini, dan atas sambutan hangat dari pertama mereka datang. Kemudian perpisahan itu ditutup dengan doa dan jabat tangan. Untuk memperkuat jalinan, mereka pun berfoto bersama dan saling bertukar cinderamata. Kesan mendalam mereka tentang topografi dan keasrian pesantren Darunnajah menjadi pengantar dalam perjalanan pulang ke Ciputat. aaaa [Ela Hulasoh]

erseragam gamis h i t a m dipadupadankan dengan kemeja dan jilbab putih 9 santri putri pesantren Madinatunnajah Ciputat, 7 Agustus 2008, datang berkunjung ke Pesantren Darunnajah Cipining. Didampingi Musyrifah (pembimbing) muda bernama Ustadzah Nurul Istiqomah, rombongan Study Banding Pengurus Organisasi Santri Madinatunnajah (OSMN) ini bermaksud bersilaturrahmi dan berbagi pengalaman selama dua hari. Pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining Putri (OSDC) menyambut tamunya dengan sigap dan ramah. Terlebih dahulu para tamu dipersilahkan untuk shalat Zhuhur. Usai shalat

B

diadakan perkenalan, makan siang, dan melepas lelah hingga tiba waktu shalat Ashar. Tak ingin sia-sia karena berpacu dengan waktu, seusai Ashar rombongan diajak berbaur dalam ekstrakulikuler santri putri Darunnajah, seperti Drum Band, Pasukan Khusus (Passus) Pramuka, dan teater hingga menjelang Maghrib. Ba'da Maghrib, makan malam dan jama'ah Isya, para tamu diajak berkumpul di gedung sekretriat Pesantren Darunnajah. Di sini digelar acara sharing organisasi yang merupakan acara inti, difasilitasi oleh Ustadzah Kunarti, S.Pd.I. (Wakil Kepala Asrama Santri Putri) dan Ustadz Ahmad Rosichin S.Pd.I. (Kepala Biro Pengasuhan Darunnajah). Tanpa ragu, Irna yang

40 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Language Games
untuk Memotivasi Santri Berbahasa Asing
esantren Darunnajah Cipining selalu berusaha menjaga subtansi nilai-nilai lama yang relevan dan mengakomodasi hal-hal baru yang lebih relevan (almuhafadzotu 'alal qadiimish shalih wal akhdzu bil jadiidil ashlah). Berpijak dari pemikran tersebut, maka para santri diajak untuk mengikis dikotomi ilmu agama dan ilmu umum, ilmu akhirat dan ilmu dunia. Keduanya diperlukan untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Salah satu 'hal-hal baru yang relevan' dimaksud adalah teknologi, terkait fungsinya dalam memudahkan kegiatan pembelajaran. Untuk lebih meningkatkan semangat para santri dalam belajar bahasa asing dan komputer, Ahad, 24 Agustus 2008, (bertepatan dengan hari pemungutan suara Pemilihan Bupati Bogor) diadakan pelatihan peningkatan bahasa dan pengenalan intranet. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri TMI asrama putra dan putri, bertempat di auditorium Darunnajah. Hadir untuk menyampaikan sambutan pembukaan adalah Kepala Biro Pengasuhan santri, Ustadz Ahmad Rosikhin wasyraf, S.Pd.I. Alumni perdana TMI Darunnajah Cipining ini berharap agar para santri bisa mengikuti pelatihan dengan baik, serta lebih berdisiplin dalam berbahsasa Arab dan Inggris (yang notabene menjadi mahkota pesantren). Hadir pula dalam kesempatan tersebut wakil kepala Asrama putri Ustadzah Kunarti, S.Pd.I. Dalam sesi pertama, dipaparkan urgensi bahasa Arab dan Inggris bagi santri oleh

P

Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I. Pembimbing Bagian Bahasa Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) tersebut juga mempraktikan progam Rosetta Stone yang telah dipresentasikan pada pelatihan guru sebelumnya. Sementara Ustadz Nurrohim AlHafizh mengajak para peserta pelatihan untuk berani berbahasa Inggris dengan permainan The Seven Families Game. Berikutnya Yusep Supriatna (santri kelas VI TMI) mendemontrasikan beberapa language games yang telah diperolehnya selama 11 bulan belajar di Amerika tahun lalu. Pada sesi kedua, para santri diajak mengenal lebih dekat dunia maya secara off line dengan program intranet. Tampil sebagai nara sumber dalam pengenalan intranet Microsft Student ini Ustadz Asmari Ihsan AlHafizh, didampingi Ustadz Hafidz Mahyuddin. Kedua pengajar Lembaga Pendidikan Komputer Darunnajah Cipining ini juga menampilkan beberapa demonstrasi dari progam intranet yang diperankan oleh Syamsul Lubis (santri kelas V TMI), Fajar Nurohman (kelas V TMI), Syarah Syaepiana (kelas VI TMI), Hayu Susanti, dan Syahmah Ats-Tsauri (keduanya kelas III TMI). Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai jam 09.00-11.30 tersebut, para santri tampak senang dan antusias. Sebagai follow up dari pelatihan ini, diagendakan adanya pelatihan secara berkesinambungan dengan menggunakan progam Rosetta Stone dan Intranet. aaaa [Muchlisin]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 41

Bangkit Darunnajah Tegak dan Perkasa Membawa cita-cita Menegakkan agama Menyebarkan panji-panji mulya Setiap saat Namamu diingat Dengan penuh harapan Menyebar pendidikan bersumberkan ajaran Islam Wahai putra-putri Marilah kemari Menuntut ilmu yang abadi Menjunjung ajaran Ilahi Mohon pada Allah Mengharapkan doa Semoga karunia Menyertai slamanya Darunnajah majulah ke muka

Segenap Keluarga Besar
Pesantren Darunnajah Cipining

elamat & Sukses
Atas Terselenggaranya Peringatan

Mengucapkan

seskuS & tamale
35 tahun Darunnajah
Redaksi Wardan
42 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

SANTRI

DENGAN IBADAH SOSIAL

SEMARAKKAN RAMADHAN
omentum bulan Ramadhan selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi umat muslim dunia. Betapa tidak, setiap mukmin ingin total beribadah, baik mahdhah maupun mu'amalah, demi mencapai ridha-Nya. Nampaknya hal itu pulalah yang menjadi salah satu alasan santri Niha'i Darunnajah Cipining mempertahankan kegiatan tahunan Ramadhan, yaitu Santunan Sosial dan Buka Puasa Bersama. Tahun ini, kegiatan tersebut digelar pada tanggal 7 Sepetember 2008/7 Ramadhan 1429 H di Auditorium Pesantren. Acara dihadiri 1300 orang terdiri dari peserta santunan dan orang tua/wali mereka, dewan guru dan keluarganya, karyawan pesantren, santri asrama putra dan putri, tokoh masyarakat, dan alumni Pesantren Darunnajah. Acara yang resmi dibuka pukul 16.30 sore itu dipandu oleh Ahmad Abda Zaronja dan Saddam Hussein sebagai master of ceremony. 59 santri niha'i asrama putra dan putri (kelas VI TMI) yang menjadi

NIHA'I

M

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (1). Maka itulah orang yang menghardik anak yatim (2). Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin (3). QS. Al-Ma'un : 1-3.

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 43

panitia penyelengara hari itu tampil percaya diri dengan balutan baju batik seragam. Pemimbing utama kegiatan ini adalah Ustadz Imam Ghazali, Ustadz Ruslan Abdul Ghani, dan Ustadzah Ela Hulasoh, S.Sos, dibantu beberapa guru lainnya, bekerja sama dengan B i r o H u m a s d a n D a ' wa h Pe s a n t r e n Darunnajah. Gema Wahyu Illahi pun dikumandangkan. Sambutan pun berurutan disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc dan Ketua Panitia Acara, saudara Cahyono. Selanjutnya ditampilkan Marawis dan Nasyid oleh santri niha'i. Kesibukan panitia yang lainpun tampak jelas terlihat: sebagian menyambut tamu yang terus berdatangan, sebagian lagi sibuk dengan pembagian ta'jil, mengingat semakin mendekati waktu berbuka. Jumlah peserta santunan sosial tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, yaitu 130 peserta, terdiri dari anak yatim dan dhu'afa Kampung Cipining sebanyak 100 anak, dari Kampung Bolang sebanyak 23 anak, dan 7 orang dari Ashabunnajah pesantren. Hal ini patut disyukuri, antara lain dengan bertambahnya partisipasi donatur

menjelang hari acara digelar. Semula hanya ditergetkan 100 peserta santunan. Menjelang adzan Maghrib berkumandang, secara simbolis santunan diberikan kepada 5 oleh Pimpinan Pesantren. Hingga akhirnya Mahgribpun tiba, semua hadirin sibuk dengan ta'jilnya masing-masing. Setelah itu dilanjutkan dengan shalat berjamaah di masjid putra dan putri. Usai shalat, hadirin dijak kembali ke Auditorium Pesantren untuk mendapatkan makan malamnya, khususnya bagi peserta santunan. Mereka menerima bingkisan berisi baju muslim, peralatan shalat seperti peci, koko, kain sarung, mukena, peralatan sekolah, dan aneka macam sembako. Penggalangan dana oleh santri Niha'i yang dimulai sejak bulan Juli lalu ternyata mendapat respon positif dari masyarakat. Akhirnya terkumpul dana sejumlah lebih kurang 49 juta rupiah, yang kemudian dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan acara tersebut. Donatur acara kebanyakan dari orang tua/wali santri dan famili mereka, para dermawan, alumni Darunnajah Cipining yang tengah belajar di Mesir, dan iuran santri Niha'i sendiri, serta dana dari kas Pesantren. Panitia patut bersyukur, karena acara berjalan sesuai dengan yang direncanakan, meski ada beberapa kekurangan yang diluar d u g a a n . Pa n i t i a j u g a m e n g u c a p k a n terimakasih dan penghargaan kepada seluruh pihak atas partisipasinya. Semoga bantuan tersebut dicatat sebagai shadaqah jariyah dan amal shalih bagi mereka dan berhak atas balasan pahala di sisi Allah SWT. Amin… aaaa [Ela Hulasoh]

44 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

melalui tarawih keliling
ada bulan Romadhan 1429 H lalu Pesantren Darunnajah Cipining mengaktifkan kembali kegiatan tahunan yang vakum beberapa tahun terakhir. Kegiatan dimaksud adalah Safari Ramadhan yang juga dikenal dengan Tarawih Keliling (Tarling). Kunjungan ke masyarakat ini, selain untuk semakin meneguhkan ikatan tali silaturahmi yang sudah terjalin, juga sebagai kontribusi pesantren dalam menggairahkan kegiatan keagamaan masyarakat, khususnya ibadah di bulan suci Ramadhan. Selama Ramadhan lalu pesantren Darunnajah dapat mengunjungi 13 masjid/mushalla yang berada di desa-desa sekitar pesantren. Kegiatan berlangsung mulai ba'da Mahgrib seusai berbuka puasa hingga usai shalat Tarawih. Setiap hari kafilah dakwah ini berangkat diikuti oleh seorang muballigh, staff Biro da'wah dan Hubungan Masyarakat dan beberapa ustadz pendamping. Sesampainya di lokasi mereka segera mengikuti shalat Isya, Tarawih dan W i t i r. K e g i a t a n b e r i k u t n y a a d a l a h penyampaian tabligh keagamaan oleh

dakwah

P

muballigh Darunnajah (petugas). Dalam kesempatan ini, beberapa santri yang bertempat tinggal di desa tersebut diberi tugas menjadi pembawa acara (MC) dan Qari'. Adapun santri lainnya mengajak temanteman mereka untuk ikut menyimak ceramah Ramadhan tersebut. Dalam pelaksanaan Tarling ini para anshar ma'had yang kesehariannya tinggal di asrama bersama santri, dapat belajar bertasamuh (toleransi) dan mengetahui secara langsung keberagaman masyarakat dalam tata cara beribadah. Di antara mereka, misalnya, ada yang melaksanakan shalat Tarawih langsung sesuai Isya', sementara yang lain menundanya 1-2 jam kemudian. “Alhamdulillah, kegiatan ini cukup berhasil. Indikatornya adalah antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan”, jelas Ustadz Muhlisin Muhtarom, S.H.I, penanggung jawab Tarling tersebut. Komunikasi dan koordinasi dengan para ketua DKM sasaran kegiatan telah dilakukan seminggu sebelum Ramadhan. aaaa [Muchlisin]

Berikut adalah daftar muballigh dan masjid yang dikunjungi dalam Tarling Ramadhan 1429 H

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 45

Bersepeda Motor Asatidz Darunnajah
udah menjadi tradisi masyarakat bangsa Indonesia saat datangnya hari Idul Fitri untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara. Mereka yang merantau menempuh berbagai cara untuk dapat pulang kampung. Tradisi inilah yang

Mudik Bareng
Puncak, dan Bandung. Rute ini diambil karena rombongan juga ingin menikmati sejuknya udara dan indahnya pemandangan Puncak, sekaligus bisa berfoto bersama. Pukul 06.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Dari Bandung rombongan berpencar menjadi dua. Sebagian mengikuti rute Cirebon dan Pantai Utara Jawa Tengah. Sementara itu sebagian lainnya mengambil arah Nagrek menuju Garut. Saat melalui Pantura, rombongan beberapa kali berhenti untuk menikmati indahnya laut utara Jawa yang terbentang panjang sampai Jawa Tengah. Ustadz Jumari, yang berasal dari Kota Pati, mengungkapkan kegembiraannya saat berhenti di Kota Brebes. Menurutnya, mudik seperti ini memang melelahkan tapi mengasyikkan dan lebih hemat. Apalagi rekan-rekan semua tetap melaksanakan puasa. Dengan melakukan perjalanan yang tidak terlalu ngebut, rombongan 6 sepeda motor ini memasuki Kabupaten Kendal Pukul 21.00 malam. Ini berarti perjalanan telah memakan waktu selama 18 jam. Setelah beristirahat di warung makan, akhirnya seluruh rombongan berpisah menuju rumah masingmasing. Ada yang menuju arah Semarang, dan ada pula yang menuju arah Sukorejo dan Magelang. Pada arus balik, rombongan kembali ikut meramaikan jalan raya Pantura. Rombongan berkesempatan untuk menginap di rumah Ustadz Ahmad Rosikhin. Start selanjutnya dimulai dari kota Tegal Jawa Tengah (18/10/2008) pagi. Kali ini, rombongan berjumlah lebih, karena ada beberapa guru lain ikut bergabung. Rute Cirebon-Bandung kembali menjadi pilihan. Selain menghindari kemacetan di Jakarta, rombongan juga ingin beristirahat lagi di Puncak. Rombongan tiba kembali dengan selamat di Cipining pukul 22.00 WIB. Alhamdulillah, selama perjalanan semua selamat dan aman. aaaa [Nasikhun]

S

dikenal dengan istilah 'mudik'. Mudik tetap, bahkan mungkin semakin, semarak akhir-akhir ini. Demi keinginan bertemu orang-orang tercinta dan kembali ke kampung halaman, pemudik rela berdesakkan-desakkan dan bersabar dalam kemacetan. Tingginya harga bahan bakar minyak (BBM), mudik kian terasa berat, namun harus tetap dilaksanakan, apapun kondisinya. Terkait hal ini, 16 orang ustadz (guru) Pesantren Darunnajah Cipining yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Barat bagian Selatan bersepakat untuk kembali mudik bareng beramai-ramai naik sepeda motor, menjelang Idul Fitri 1429 H. Di bawah komando Ustadz Nasikun, rombongan berangkat dari Pesantren (23/9/2008) pukul 03.30. Perjalanan menempuh jalur Bogor,

46 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Halal Bihalal
radisi halal bihalal setiap bulan Syawal bukan sekadar acara makan bareng. Lebih dari itu, halal bihalal juga sebagai sarana untuk lebih saling mengenal antara satu muslim dengan yang lainnya. Kegiatan khas Indonesia ini semakin semarak dilakukan oleh masyarakat, baik di lingkungan kerja/perusahaan, rekan sesama pelaku bisnis, institusi sosial, maupun alumni sekolah/perguruan tinggi. Selepas Idul Fitri 1429 H beberapa acara halal bihalal juga diadakan oleh keluarga besar Pesantren Darunnajah, baik yang diselenggarakan di tingkat yayasan Darunnajah maupun pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor. Ikatan Keluarga Besar Pesantren Darunnajah Cipining (IKPDC) juga mengadakan halal bihalal di beberapa tempat. Untuk IKPDC Nonasrama, halal bihalal diadakan di Gedung Sekretariat Darunnajah Cipining, 2 Syawal 1429 (2 Oktober 2008). Selanjutnya tanggal 6 Syawal 1429 IKPDC dan Konsulat Santri Jawa Tengah mengadakan acara halal bi halal di di rumah Ustadz Sugiarto, S.Ag, Weleri, Kendal. Menurut Ustadz Muhlisin,S.H.I. (Ketua IKPDC Jateng),

MEMAKNAI

T

halal bihalal tahun ini lebih meriah dan lebih banyak pesertanya. Selain oleh pimpinan pesantren, acara ini juga dihadiri oleh mantan asatidzah yang sekarang sudah berkiprah di masyarakat. Alumni TMI Darunnajah Cipining yang termasuk rutin mengadakan acara halal bihalal Angkatan Kesepuluh (Mustafida). Tahun ini mereka mengadakannya di rumah (orang tua) Feri Septo di Pondok Gede Bekasi. Acara diisi dengan berbagi informasi tentang perkembangan pesantren, tukar pengalaman dan menciptakan komitmen-komitmen untuk ikut serta mengembangkan almamater di masa mendatang. Dari berbagai kegiatan halal bihalal itu dapat dihimpun rencana penyelenggaraan pada tahun yang akan datang (1430 H), yaitu: 1. IKPDC Jateng, bertempat di Mangkang Semarang. 2. IKPDC Non Asrama, bertempat di Sekretariat Pesantren Darunnajah Cipining. 3. IKPDC angkatan kesepuluh (Mustafida) akan diadakan di kediaman Iman Suhardiman, Jasinga Bogor. aaaa [Syarqi]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 47

DARUNNAJAH Cipining JASA ANGKUTAN

BUKA USAHA
ini sangat mendesak untuk berbagai keperluan lainnya. Selain untuk keperluan pesantren, truk ini terbuka untuk disewa oleh pihak lain yang memerlukan. Peminat dapat langsung menghubungi staf Biro Usaha Pesantren Darunnajah. Unit usaha lain yang baru dibuka adalah jual beli barang bekas. Usaha ini dipercayakan kepada Ustadz Chandra Setiawan untuk menanganinya. Untuk tahap pertama dibuka usaha pengumpulan limbah, bekerjasama dengan berbagai pihak dan beberapa pesantren, antara lain: Pesantren Darunnajah Jakarta, Pesantren Nurul Iman Ciseeng Bogor, Pesantren Ummul Quro Leuwiliang, dan para pengumpul yang berada di sekitar pesantren. Jenis limbah (barang bekas) yang dibeli antara lain kertaskertas, barang plastik, dan besi tua. Para pengumpul pun tidak perlu repot mengirimkan barang karena pihak pesantren bersedia untuk menjemput barang bekas yang sudah terkumpul. “Jual beli barang bekas merupakan usaha sangat menguntungkan apabila dikelola dengan serius” jelas Ustadz Candra saat ditemui WARDAN. Untuk menjalankan dua unit usaha ini, pesantren telah mengucurkan dana lebih dari 100 juta rupiah. Guna mempercepat parkembangan usaha, pesantren mengajak pihak luar yang ingin bekerjasama baik untuk dua usaha tadi ataupun usaha lain yang sudah ada dengan menghubungi Ustadz Trimo, S.Ag di 08151001888 atau datang langsung ke Pesantren Darunajah Cipining. aaaa [Syarqi Ali]

“Jual beli barang bekas merupakan
usaha sangat menguntungkan apabila
dikelola dengan serius”

iro Usaha Pesantren Darunnajah Cipining selalu berupaya untuk memajukan unit usaha yang dikelolanya, baik dengan mengembangkan unit usaha yang sudah ada maupun dengan membuka unit usaha baru. Hasil dari unit usaha yang sudah berjalan selama ini dirasa dapat membantu biaya operasional pesantren meskipun masih belum maksimal. Adapun unit usaha yang baru dikembangkan di Darunnajah Cipining yaitu jasa angkutan dengan membeli kendaraan truk. Jenis kendaraan ini dipilih karena selama ini pesantren sering berbelanja bahan bangunan dengan menyewa mobil. Di samping itu, kebutuhan akan alat transportasi barang

B

48 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Meneladani Ketaatan Ibrahim dan Ismail
Alayhimas Salam

enin (8/12/2008) pagi, Masjid Darunnajah dipenuhi jamaah yang berasal dari keluarga pesantren maupun warga masyarakat sekitar. Mereka menantikan shalat Idul Qurban 1429 H. Sebelum shalat Ied dimulai, ketua panitia kurban, Ustadz Imam Ghozali, S.Pd.I mengumumkan perolehan hewan kurban. Hingga menjelang shalat panitia telah menerima 32 ekor kambing, amanat dari orang tua/wali santri, guru, dan simpatisan Darunnajah. Selanjutnya, sebelum mengimami, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc menjelaskan sunnahsunnah dan anjuran terkait dengan shalat Ied dan tata cara pelaksanaannya. Beliau ingin para jamaah dapat melaksanakan shalat Ied ini dengan benar dan khusyu'. Sementara itu, Ustadz Fatkhul Mu'min, S.Pd.I dalam khutbahnya mengajak jamaah untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan. Dengan mengutip

S

surat An-Nahl 120-123, Maryam 42-45 dan ayat/surat terkait, Khatib menekankan perlunya kaum muslimin mencontoh teladan Ibrahim yang banyak berkurban untuk Allah SWT, termasuk melaksanakan perintah-Nya untuk menyembelih anak yang disayanginya, Ismail. Beliau berdua dinyatakan lulus ujian keimanan tersebut. Posisi Ismail digantikan oleh seekor domba atas perintah Allah. Usai khutbah, pimpinan pesantren berjabat tangan dengan jamaah, diiringi gema t a k b i r. S e l a n j u t nya , p a n i t i a k u r b a n menghimbau agar jamaah turut menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban. Di hari pertama panitia menyembelih tiga puluh dua ekor kambing tersebut kemudian membagikan dagingnya kepada mustahik yang tersebar di sekitar pesantren. “Kita akan bagikan berdasar data yang kita dapat dari para ketua RT. InsyaAllah pembagian daging ini juga akan rapi karena para mustahik telah terdata dan telah dibagi kuponnya”, ungkap Ustadz Muhlisin sebagai koordinator distribusi. Di lokasi yang berbeda, juga tampak kegiatan santri putri yang tengah asyik mengolah daging dengan berbagai aneka sajian. Kegiatan ini dilakukan mengingat satu program pengasuhan putri yang berupa nisaiah (keputrian). Tendensi program ini agar santri putri cakap dalam mengolah masakan dan siap menjadi ibu rumah tangga yang baik. Di akhir acara, penilaian dari pembimbing menjadi hal yang paling dinanti untuk kemudian mengumumkan kelompok terbaik. “Alhamdulillah, program dapat berjalan dengan baik. Diawali dengan 2 hari sebelum hari H dengan puasa Tarwiyah dan Arofah, program rutinitas tahunan ini menjadi lancar” ungkap ustadz Imam yang dihari kedua masih sibuk karena mendapat 5 tambahan hewan qurban lagi. aaaa [Mustain]

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 49

DAFTAR PEROLEHAN HEWAN QURBAN PESANTREN DARUNNAJAH CIPINING HARI RAYA IDUL ADHA 1429 H.

50 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Kabar Alumni
Tiga Alumni Darunnajah Cipining Raih S1 Di Al-Azhar Mesir

“Man Jadda Wajada”
(Barangsiapa bersungguh-sungguh, niscaya ia mendapat (apa yang diinginkannya)

ata mutiara itu sudah sering kita dengar. Dan kalimat itulah yang baru saja dibuktikan kebenarannya oleh tiga orang alumni TMI Darunnajah Cipining di Mesir. Mereka telah menyelsaikan pendidikan sarjananya (S-1) di Universitas Al-Azhar Kairo. Mereka adalah:

K

Zayyan Hadyan,Lc. Fakultas U s h u l u d d i n J u r u s a n Ta f s i r Universitas Al-Azhar Mansoura, dengan predikat “Jayyid” atau Baik. Alumni TMI Darunnajah Cipining Angkatan 10 (2003) asal Garut Jawa Barat. Dia merupakan salah satu kader pesantren, yang pada saatnya akan kembali berkhidmah di almameter tercinta.

Heriyanto Tholib, Lc. (Ahmad Khoiry) Fakultas Syariah Wal Qanun, Jurusan Syariah Islamiyah Universitas AlAzhar Cairo, dengan predikat “Jayyid” atau Baik. Alumni Angkatan ke-8 (2001) asal Bogor Jawa Barat. Dhorbul 'Ushfuuroin bihajar wahid, pepatah ini tepat menggambarkan prestasi yang diraih oleh kakak Nurul Taufiq (santri kelas I TMI) ini. Sabtu pagi menjelang Shubuh, 7 Desember 2008, dia mengirim pesan singkat (SMS) kepada WARDAN. Remaja yang pernah menjadi ketua OSDC 2000-2001 ini menulis, ”Akhi, sekarang saya sedang di Mina, mohon dido'akan, semoga perjalanan ibadah haji saya lancar”. Selesai kuliah S-1 di Al-Azhar, langsung mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam yang kelima. Sunguh sebuah kenikmatan yang patut disyukuri.

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 51

Kabar Alumni

Guntara Nugraha AP, Lc., Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadits Universitas Al-Azhar Mansoura, dengan predikat “Makbul” atau Cukup. Alumni TMI Angkatan 11 (2004) asal Depok Jawa Barat. (Ketiganya tiba di Mesir pada tanggal 13 Oktober 2004) Kesungguhan, kesabaran dan tawakkal merupakan kunci utama untuk menggapai tujuan. Karenanya, melalui tulisan ini, para alumni Cipining di Mesir mengungkapkan kesyukurannya kepada Allah swt. Selanjutnya, ketiga alumni tersebut sedang dalam proses melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas yang sama. Alumni TMI Darunnajah Cipining di Mesir berjumlah 18 orang. Lima belas alumni lainnya masih berjuang menyelesaikan studinya. Di samping kegiatan perkuliahan, para alumni bergabung dengan lulusan Darunnajah Jakarta, aktif dalam Wadah IKPDN (Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah) Cabang Mesir. Mereka giat mengadakan diskusi, kajian ilmiah, seni, dan olahraga. Hal ini membuat IKPDN Cabang Mesir sebagai Cabang terproduktif dibanding cabang lain. Semoga Para alumni kita diberi kemudahan dalam menuntu ilmu dan dapat kembali ke tanah air untuk mengabdikan ilmunya demi agama, bangsa dan tanah air.

Aktifitas Alumni Putri di Cairo
Di antara 15 alumni TMI Darunnajah Cipining yang sedang thalabul ilmi di Universitas Al-Azar Mesir, terdapat 4 alumni putri angkatan 13 (2006). Mereka –kecuali Sinta Komalasari—telah berangkat ke negeri para Nabi tersebut, Jum'at, 13 Oktober 2006. Di sela-sela kesibukan perkuliahan, mereka juga aktif dalam berbagai kegiatan. Berikut sekilas profil perkembangan studi dan kegiatan para 'delegasi' perdana alumni putri Darunnajah Cipining di Universitas Islam tertua di dunia itu. Upi Nur Jannah, mahasiswi Syari'ah Islamiyyah ini duduk di tingkat III. Di samping rutin mengikuti perkuliahan, alumni terbaik angkatan 13 asal Ciledug, Tangerang, ini juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, terutama tulis-menulis. Setahun lebih dia bergabung dalam FORDINDA (Forum Kaderisasi Insan WIHDAH). Pada ujian kenaikan tingkat tahun akademik 2007-2008 lalu, dia mendapatkan kriteria Jayyid. Pada tanggal 25 November 2008, anak ke tujuh pasangan Mursyidi Hidayat dan Nuriyah ini mengirim pesan singkat kepada reporter WARDAN, “kemarin sore ana baru ikut pelatihan menulis dengan Kang Abik (penulis Novel Ayat-Ayat Cintared)”. Nur Fadhilah. Bersama Upi Nur Jannah dan ratusan mahasiswi lainnya dari berbagai negara, ia tinggal di asrama Jam'iyyah Syar'iyyah, Hayy 'Asyir, Nasr City. Alumni asal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ini sangat gemar mengembangkan diri. Untuk

52 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Kabar Alumni
mengembangkan jiwa leadership, ia terlibat aktif di berbagai organisasi, antara lain: WIHDAH (organiasai persatuan mahasisiwi Indonesia yang cukup beken di Mesir), IPQI (Ikatan Persaudaraan Qari/Qari'ah Indonesia), dan KPJ (Keluarga Pelajar Jakarta). Dia juga memperoleh peringkat Jayyid dalam ujian kenaikan ke tingkat 3 di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir. Diana Rohayatul Farida. Mahasiswi asal Serang ini kini tinggal di asrama Majlis A'laa, di daerah Tahrir dekat sungai Nil. Alumni yang bergabung dalam Rumah Akar Budaya (organisasi bidang seni dan sastra) tersebut, masih di tingkat dua dengan predikat Maqbul. Sinta Komalasari, mahasiswi tingkat dua di fakultas Ushuluddin ini datang ke negeri seribu masjid pada akhir 2007. Ia datang menyusul suaminya, Ustadz Nur Akhyari (alumni angkatan 9, 2002) yang telah lebih dahulu belajar di sana. Di samping sibuk dengan perkuliahan dan rutinitas pekerjaan rumah-tangganya, saudara dekat Nur Fadhillah tersebut juga aktif mengikuti berbagai kegiatan yang digelar oleh IKPDN. Suaminya adalah Munsyid Da'i Nada yang telah merelease album perdana Maa Lii Robbun Siwaahu (album tersebut sudah tersebar di berbagai channel tv di semenanjung Arab-red). Kini mereka tinggal di kawasan Zahro', Hay 'Asyir, Nasr City. Kegiatan lain yang mereka lakukan adalah rihlah ilmiyyah ke beberapa tempat seperti perpustakaan terbesar di Alexandria, melihat dari dekat Terusan Suez, sungai Nil dan lainnya. Mereka berharap agar adik-adik kelasnya juga ada yang mengikuti jejak mereka, untuk menuntut ilmu dan mengembangkan cakrawala dan hazanah keislaman di negeri berjulukan Ummuddunya ini.

Luqman Junaidi Abdul Jalal

Peroleh Beasisiwa S2
Pendidikan

Bahasa Inggris

r o g r a m beasiswa S-2 bagi guru MTs dan MA dimulai tahun 2005. Beasiswa mencakup uang kuliah hingga lulus, biaya hidup, b i aya fo t o c o py bahan kuliah, dan biaya penelitian. Untuk itu diadakan seleksi ketat. Kualifikasi guru yang diharapkan bisa mengikuti program tersebut antara lain lulusan S-1 jurusan bidang ilmu yang diajarkan, dengan IPK minimal 2,75; lulus ujian seleksi; sanggup untuk kembali ke madrasahnya selama 2 kali masa belajar ditambah satu tahun; dan telah mengajar lima tahun. Adapun tempat kuliah telah diatur pembagiannya antara lain sebagai berikut: Pendidikan Agama Islam (di UIN); Matematika (di ITB, IPB, dan UGM); Biologi (di ITB, IPB, dan UGM); bahasa Inggris (di UPI, dan UNM), dan bahasa Arab (di UI). Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Luqman Junaidi. Pemuda kelahiran Kendal, 13 September 1982 ini diterima kuliah bahasa Inggris di UPI Bandung. Alumnus TMI Darunnajah Cipining angkatan ke-7 (tahun 2000) ini merupakan angkatan kedua sekaligus terakhir dari program Depag tersebut. Pada angkatan kedua terdapat 30 guru bahasa Inggris MA, 30 guru Bahasa Inggris MTs, dan 30 guru jurusan Kurikulum. Belakangan terdengar kabar, akibat krisis global yang melanda dunia termasuk Indonesia, setiap departemen terpaksa harus mengurangi anggarannya sebesar 10% untuk mengurangi beban APBN. Oleh karenanya Depag berencana membatalkan rencana program beasiswa S-2 angkatan ketiga. Alumnus Undip Semarang yang juga keponakan K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc tersebut, saat ini sedang sibuk menyelesaikan tesis untuk mendapatkan gelar Master Ilmu Pendidikan (M.Pd). Dia bisa dihubungi di alamat e-mail: Lukman-junaidi@yahoo.com.

P

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 53

BERITA KELUARGA
Pernikahan
“Barakallahu laka wabaraka alaika wajama'a bainakuma fi khair”. Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Darunnajah Cipining kami mengucapkan: “Selamat menempuh hidup baru dan semoga berbahagia” kepada keluarga dan relasi Pesantren yang telah melangsungkan pernikahan pada semester ini. Mudahmudahan Allah menganugrahi mereka buah hati yang shalih dan shalihah, serta berbakti kepada kedua orangtua mereka. 1. Muntamam Subchi, S.E., alumnus TMI Darunnajah, dengan Desi Rusmala, di Jakarta, 5 Juli 2008. 2. Mukarom Jufri, S.E.I, alumnus TMI Darunnajah, dengan Sela Arselawati, Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Ketika ajal seseorang telah sampai maka tidak ada seorangpun yang dapat menghalanginya. Kami turut berbela sungkawa dan berduka cita atas wafatnya beberapa orang dari keluarga besar pesantren, relasi, serta tokoh masyarakat. Semoga kepada mereka Allah memberikan tempat yang layak di sisi-Nya; dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga Allah memberikan kesabaran, kekuatan lahir bathin, dan keikhlasan dalam menerima musibah ini. 1. Ibu Jamilah, Ibunda K.H. Drs. Mahrus Amin Pendiri dan Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta, Serang, 28/08/2008 2. H. Sanaca , tokoh masyarakat kampung Cipining, 1/12/2008 3. M. Heni bin H. Lukman, paman Rizki Akbar santri kelas II TMI, Jambi, 25/08/2008. 4. H. Abdul Hamad bin H. Marku, ayah H. Taufikurrahman, Direktur Utama BPRS Amanah Ummah Leuwiliang, Bogor, 21/11/2008. orangtuanya, juga amanah Allah kepada pasangan suami istri yang harus dipelihara dan dididik dengan benar. Selamat berbahagia kita sampaikan kepada keluarga besar Pesantren Darunnajah Cipining yang (kembali) dikaruniai anak. Semoga Allah menjadikannya anak yang shalih dan berbakti kepada kedua orangtuanya. 1. Ahmad Hilmi Ar-Rojabi (14 Juli 2008), putra A.Ma. keempat pasangan Ustadz Jeje Juraimi, S.Ag dengan Ibu Iin Meilinda,

Berita Duka

A.MK, di Subang 24 Agustus 2008 3. H. Musthafa Zahir bin K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc dengan Nailil Muna Sholihah binti H. Sholeh Hamdun, S.Ag, di Batam, 30 Nopember 2008. 4. Eka Munifah, alumnus TMI Darunnajah Cipining, dengan Teguh Ariyanto, di Bogor, 13 Desember 2008. 5. Susana Safarina, alumnus TMI Nonasrama Darunnajah Cipining, dengan Roni, di Bogor, 14 Desember 2008. 6. Deasy Yudiana, alumnus TMI Darunnajah Cipining, dengan Iswahyudi, di Jakarta, 6 Desember 2008. 7. Ustadz Amin Songgirin, S.H.I, Guru TMI Darunnajah Mir'aturrahmah, Desember 2008. Cipining, S.S., di dengan 22 Bekasi,

Kelahiran
Amalan anak yang sholeh untuk orangtuanya merupakan salah satu amalan yang pahalanya tidak terputus, walau seseorang telah meninggal dunia. Kelahiran seorang anak selain sebagai anugrah bagi

5. Jaja bin Satra, kakek Imam Khunaefi santri kelas II TMI, Bogor, 5/11/2008. 6. Irfan Rizal bin Fulan, paman Kurniawan santri kelas IV TMI, Lampung, 22/10/2008. 7. Syifa Shofiyatun Nisa, putri pertama ust. Isa Abdillah Adnan, S.E., Bogor, 17/12/2008. aaaa [Syarqi]

54 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 55

56 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 57

men

58 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

Segenap Keluarga Besar
Pesantren Darunnajah Cipining
Mengucapkan:

Kepada H. Musthafa Zahir
Putra KH. Jamhari Abd. Jalal, Lc.

dengan Nailil Muna Sholihah
Putri KH. Sholeh Hamdun, S.Ag.

Batam, 30 November 2008

Semoga Bahagia Dunia dan Akhirat Menjadi Keluarga Yang Sakinah, Mawaddah wa Rahmah di limpahkan Rezeki yang Barakah, ndapatkan keturunan yang Sholih dan Sholiha Amin.

Wardan
WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008 59

RAZTEL M880
IBADAH JADI LEBIH MUDAH Kini Anda Dapat Belajar Al Qur'an, Tafsir & Hadits sepanjang hari di perjalanan/kantor/kampus/rumah Ponsel ini telah mendapatkan ijin dari Postel, Deperindag dan Departemen Agama.
Fitur Mobile Phone: Dual Band GSM 900 DCS 1800 Dual Kartu Sim (1 siaga) Layar Sentuh 2.6" TFT LCD 262K warna Kamera 1.3 mega pixel dan perekam video SMS, MMS, GPRS dan Internet Memori eksternal T-Flash 1 GB MP3, MP4, Radio FM, Bluetooth Ngetik (sms) Arab Bisa Untuk Web Cam Bisa Untuk Modem Fitur Aplikasi Keislaman: Al-Quran digital lengkap (30 Juz, 114 Surat) Resitasi suara (Syekh as-Sudais dan asShuraim) Teks terjemahan dalam 28 bahasa Waktu Shalat dengan alarm suara adzan Arah Kiblat dari kota-kota besar di dunia Tafsir Al-Jalalain Hadits Bukhari dan Muslim Kitab Tafsir: 1. 2. 3. Jalalain (arabic) Jalalain (english) Ibnu Katsir (arabic)

Kitab Hadits: 1. Shahih Bukhori 2. Shahih Muslim 3. Shahih Abu Dawud 4. Shahih Ibnu Majah 5. Shahih Turmudzi 6. Shahih An-nasa'i 7. Qudsy 8. Arba'in Nawawiyah 9. Riyadus-sholihin (+english) 10. Al Bayan

60 WARDAN, No. 30 Vol. XX, Desember 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->