P. 1
Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Juni 2008

Pondok Pesantren | Buletin WARDAN (Buletin Darunnajah) Edisi Juni 2008

5.0

|Views: 2,025|Likes:
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com
Pondok Pesantren Terbaik Di Indonesia. Pondok Pesantren Sekolah Islam TK SD SMP SMA SMK MTs Tsanawiyah Aliyah Gratis Beasiswa Penuh! Pesantren Bogor

http://darunnajah-cipining.com

More info:

Published by: Pondok Pesantren Darunnajah Cipining on Jul 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

Santri Darunnajah Cipining SELALU

berprestasi

Kontak Person:
Kantor Pusat (0251) 7140876, 7162140 Ka. Biro Pendidikan 0815 929 7063 Ka. Madrasah Aliyah 0852 1842 6324 Ka. MTs. 0813 1597 4803 Ka. SMP 0817 0932 327 SMK Darunnajah 085885211257 Sekretaris Panitia 0813 999 50972 Sekretaris Pimpinan 0819 3111 3661 Ka. Biro Keuangan 0818 0655 6856 TU. Keuangan 0813 1120 6287

Segenap Keluarga Besar
Pesantren Darunnajah Cipining

Mengucapkan Kepada
Madrasah Aliyah Darunnajah Cipining Yang telah Sukses Menghantarkan Siswa-siswi Kelas III Aliyah Angkatan-15

Selamat & Sukses

Lulus 100 %
Pada Ujian Nasional 2008

Redaksi Wardan

Daftar Isi
i. ii. iii. 1 4 DAFTAR ISI PENGANTAR REDAKSI Wawasan Menteri Koperasi dan UKM Mewisudai Santri Darunnajah Cipining Juara Cerdas Cermat Komputer, Santri Darunnajah Raih Beasiswa Depkominfo Sembilan belas Guru Darunnajah Terima Sertifikat Pendidik Seminar Pemanfaatan Teknologi Pelatihan Guru Bidang Studi UN Playing By Learning MGMP: Teguhkan Fungsi Santri Diniyah Darunnajah Gelar Diklat Guru Jadi Guru, Siapa Tahut? 26 Pelantikan 30 Penegak Bantara 28 Saka Bhayangkara 30 Pildatren 31 Bedah Buku Cerpen di Darunnajah Cipining 32 LDKS Darunnajah Bekali Diri Agar Mantap Berorganisasi 33 Training For Student II 34 Senam Ergonomik 36 Berkunjung ke Islamic Book Fair 38 Pendidikan Tentang Korupsi 39 Peringatan Maulid Nabi 41 PDPM Persiapkan Santri Untuk Dakwah 43 Darunnajah Cipining Peduli Masyarakat 45 Pengurus Koperasi Darunnajah Ikuti Pembinaan

s

6

7 8 9 11 12 13

M. Musta'in,S.E. Pimpinan Redaksi

M. Mufti Abdul, S.Pd.I Editor

Asmari Ichsan Sekretaris

Sholeh Ahmad, S.Kom Desain Grafis

Muhlisin, S.H.I Reporter

Nasikhun, S.E. Reporter

Sarki Reporter

Imam Ghozali Reporter

Mukhrizal Reporter

Ela Khulasoh, S.Sos. Tresna Amalia, A.Ma. Amin Songgirin, S.H.I. Keuangan Reporter Distributor

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

i

P engantar Redaksi
ua puluh tahun adalah umur yang cukup matang. Angka itulah yang sebentar lagi akan dicapai oleh Pesantren Darunnajah Cipining, 18 Juli 2008. Tak terasa. Dimulai dengan jumlah santri yang sedikit, prasarana dan sarana yang minimum, dan berbagai keterbatasan lainnya pada 1988, alhamdulillah kini lembaga ini telah tumbuh menjadi sosok yang menginjak dewasa, dengan pertumbuhan dan perkembangan yang cukup ideal. Berbagai prestasi dan pengakuan hingga tingkat nasional yang diterimanya adalah bukti eksistensi dan kiprahnya, baik dalam lingkup core activity (pendidikan dan pengajaran), maupun bidang lainnya. Dalam suasana kesyukuran tersebut WARDAN edisi ini terbit. Selamat Milad ke20. Semoga Pesantren Darunnajah Cipining terus maju dan berjasa bagi ummat, bangsa dan Negara. Pembaca yang budiman, awal Juni 2008 yang baru lalu TMI Darunnajah Cipining mewisuda alumni angkatan ke-15, sebanyak 75 orang laki-laki dan perempuan. Total alumninya kini telah mendekati angka 1000. Mereka tersebar di berbagai penjuru nusantara: melanjutkan studi, mengabdi di lembaga pendidikan, bekerja, dan berkarya bagi maslahat ummat. Belasan alumni juga sedang menyelesaikan studi S-1 di Al-Azhar Kairo Mesir. Bahkan, seorang alumni yang menjadi dosen di Bogor, Muhammad Muflih, M.A., kini sedang menempuh studi doktoral (S-3) di UIN Jakarta. Hal yang juga patut disyukuri adalah berkenan hadirnya Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si, pada acara Wisuda Santri TMI tersebut di atas. Kehadiran beliau ini juga memberi motivasi dan menstimulasi pengembangan Koperasi dan UKM di pesantren kita yang sudah lama dirintis. Sembilan belas guru TMI (MTs dan MA) Darunnajah Cipining beberapa waktu lalu juga telah menerima sertifikat pendidik (guru profesional). Hal ini sebagai bukti
ii WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

D

mereka telah lulus program sertifikasi guru dalam jabatan yang dikoordinasikan oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama RI. Seorang guru lainnya juga sudah dinyatakan lulus, tinggal menunggu penyerahan sertifikatnya. Darunnajah Cipining juga bertekad meluaskan kiprahnya di dunia pendidikan, dengan membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknologi Informasi, mulai tahun pelajaran 2008-2009. Gagasan ini sebenarnya sudah muncul sejak 1996, namun kita yakin saat inilah momen yang tepat sesuai yang dikehendaki Allah untuk merealisasikannya, sekaligus sebagai kado ulang tahunnya yang ke-20. Website kita, darunnajah-cipining.com, juga sudah efektif berfungsi dan ternyata memperoleh sambutan luar biasa, tercermin dari jumlah pengunjungnya yang terekam. Pembaca (orangtua/wali santri, alumni, dan siapapun yang berminat mengetahui perkembangan pesantren kita) dapat mengunjungi situs dimaksud. Kami sangat b e rh a r a p s a r a n d a n k r i t i k b a g i penyempurnaan situs tersebut, dan bagi pengembangan pesantren kita tercinta. Berbagai kabar tentang kegiatan santri dan pesantren yang merupakan cerminan komitmen dan upaya perbaikan tiada henti dapat pembaca simak di halaman-halaman WARDAN berikut ini. Selamat membaca. Redaksi

Manusia
Siapakah
ertanyaan (pada judul) di atas sepintas terkesan naif. Mengapa harus bertanya seperti itu? Betapapun, perlu kiranya kita mempertanyakan ulang siapa kita (manusia) ini. Bukan untuk mendebat, mengingkari eksistensinya, apalagi k u f u r t e r h a d a p Tu h a n y a n g t e l a h menciptakannya. Sikap ini perlu kita kemukakan justru untuk lebih menghayati dan meyakini “ apa dan siapa” serta fungsi dan peran manusia di dunia tempat dia hidup dan berpijak. Pemahaman tehadap konsep dan paradigma yang benar tentang manusia ini juga menjadi lebih penting bagi lembaga pendidikan, terutama jajaran pengelolanya. Modalitas ini niscaya berpengaruh besar bagaimana pesantren, sekolah, atau madrasah itu memperlakukan anak didiknya, serta ke arah mana mereka akan dibawa. Istilah manusia di dalam al-Qur'an dikenal dengan tiga penyebutan, yaitu: (1) Al-Basyar, yaitu anak turun Adam AS, makhluk fisik yang suka makan dan berjalan ke pasar. Aspek fisik inilah yang membuat pengertian basyar mencakup anak turun Adam AS secara keseluruhan. Kata basyar sebagai nama jenis yang memiliki makna seperti itu, disebut dalam alQur'an di 35 tempat. (2) An-Nas dan al-Ins. Kata an-nas menunjukkan nama jenis bagi keturunan Adam AS, atau menunjuk keseluruhan makhluk hidup secara mutlak. Kata an-nas diulang penyebutannya dalam al-Qur'an sebanyak 240 kali. Sedangkan kata al-Ins berarti tidak liar atau tidak biadab, merupakan kesimpulan yang jelas, bahwa manusia insia itu merupakan kebalikan dari jin yang menurut dalil artinya bersifat metafisik. Metafisik itu identik dengan liar atau bebas karena tak mengenal ruang dan waktu. Kata al-Ins dalam al-Qur'an diulang penyebutannya sebanyak 18 kali. (3) Al-Insan. Nilai kemanusiaan pada

P

manusia yang disebut dalam al-Qur'an dengan terma (istilah) al-insan itu terletak pada tingginya derajat manusia yang menjadikannya layak menjadi khalifah di bumi dan mampu memikul akibat-akibat taklif (tugas keagamaan) serta memikul amanat. Sebab ia mendapat keistimewaan ilmu, pandai berbicara, mempunyai akal dan kemampuan berpikir, berikut medan penerapannya dalam menghadapi ujian untuk memilih antara yang baik dan yang buruk, mengatasi kesesatan yang lahir dari kekuatan dan kemampuannya, serta mengendalikan segala sesuatu yang dapat menutupi kesadaran nuraninya lantaran tergoda oleh kemampuan, kedudukan, dan derajatnya yang lebih tinggi dari derajat dan martabat berbagai makroorganisme dan makhluk-makhluk lainnya. Dalam al-Qur'an kata al-insan disebut di 65 tempat. Di dalam surat al-'Alaq sendiri kata al-insan diulang penyebutannya sebanyak 3 kali di awal surat tersebut (ayat 1 s.d 8), dengan pesan sebagai berikut: Pertama, mengingatkan manusia akan asal-usul kejadiannya, yaitu dari segumpal darah; Kedua, memberitahukan tentang kelebihan manusia, yaitu diberi ilmu; dan Ketiga, menggugah kesadaran akan kemungkinan munculnya masalah serius, yaitu sikap melampaui batas. Sehingga ketika ia merasa serba cukup maka ia melihat dirinya tidak lagi membutuhkan Tuhan yang menciptakannya. Lihat Dr. Aisyah Bintu Syati. Manusia dalam Perspektif Al-Qur'an, terjemahan Ali Zawawi (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2003). Cet. Ke-2. hlm. 18. Al-Qur'an bahkan juga mengkhususkan satu surat penuh untuk menggambarkan siapa sebenarnya manusia itu dalam surat yang juga diberi nama manusia (al-Insan). Seperti telah dimaklumi, manusia terdiri atas dua unsur penting, yaitu raga dan jiwa. Mengenai jiwa (nafs) ini penulis memperoleh penjelasan dari Dr. Aisyah Bintu Syati. Ibid. hlm.

Itu?

W awasan

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

iii

W awasan
151-177 sebagai berikut. Al-Qur'an membedakan antara pengertian ruh dan nafs. Dalam al-Qur'an dua kata itu tidak sinonim. Dalam al-Qur'an kata ruh disebut sebanyak 21 kali, di antaranya bermakna malaikat Jibril yang dipercaya menurunkan wahyu. Pada intinya kata ruh sebagian berarti nyawa, yang merupakan rahasia Ilahi. Secara keseluruhan, pembahasan mengenai istilah ruh dapat dipungkasi dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Isra'[17]:85, yang artinya lebih kurang sebagai berikut: Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “ Ruh itu termasuk urusan (rahasia) Tuhanmu dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” Sedangkan kata nafs (jiwa, diri) disebut dalam al-Qur'an dalam bentuk mufrad (tunggal) sebanyak 116 kali, dan dalam bentuk jama' yang menggunakan kata nufus sebanyak dua kali, dan jama' dengan bentuk kata anfus sebanyak 153 kali. Secara umum, dapat dikatakan bahwa nafs itu mencakup aspek fisik dan psikis itu. Mungkin, yang mendekati kebenaran adalah bahwa nafs adalah jiwa (dhamir) atau unsure psikis manusia, berdasarkan bukti-bukti berupa nash-nash alQur'an yang tegas, misalnya, dalam surat alQiyamah [75]:1-2; Yusuf [12]:68; dan Luqman [31]:34. Dalam al-Qur'an, kata nafs diberi sifat “ tenang” atau “ diridhai Tuhan” (al-Fajr [89]:27); juga ada yang diberi sifat rendah diri dan takut kepada Allah SWT (al-A'raf [7]:205); yakin akan kebenaran (an-Naml [27]:14); mengalahkan diri sendiri (al-Hasyr [59]:9); menipu (al-Baqarah [2]:9); dengki (al-Baqarah [2]:109); benci (Ghafir [40]:10); dan bimbang, ragu-ragu (Qaf [50]:16). Ada juga nafs yang berhubungan dengan keimanan, kekufuran, hidayah, dan kesesatan (alIsra' [17]:15; al-An'am [6]:104; Yunus [10]:107; azZumar [39]:41; Saba' [34]:50; dan al-Naml [27]:92). Juga berhubungan dengan hal khianat, kefasikan, dan ketakwaan (an-Nisa' [4]:107; dan asy-Syams [91]:7). Nafs (jiwa) itu pulalah yang menyatakan bersedia memikul tugas-tugas keagamaan (taklif) (al-An'am [6]:152; dan ath-Thalaq [65]:7), sebagaimana nafs juga menerima balasan: pahala maupun siksa (misalnya dalam surat an-Anbiya' [21]:102; dan al-A'raf [7]:9). Al-Qur'an tidak mempergunakan kata jasad (tubuh, raga) atau jism dalam rangkaian pembicaraan tentang pembalasan atau hisab (perhitungan amal). Hal itu menunjukkan bahwa masalah pahala dan siksa tidak semata-mata berkaitan dengan jism (fisik) saja, tapi juga berkaitan dengan nafs (jiwa). Sementara itu pakar psikoterapi muslim kenamaan, Dr. Malik Badri, menjelaskan tentang jiwa (nafs) dengan bahasa perumpamaan. Beliau mengutip pendapat Ibn Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Fawaid, sebagai berikut: Allah SWT telah menciptakan nafs (jiwa) seperti alat penggiling yang terus bergerak dan menuntut adanya sesuatu yang dapat digiling. Biji-bijian yang dimasukkan ke dalamnya akan terus digilingnya; demikian juga kalau dimasukkan ke dalamnya batu-batu kecil atau pasir. Pikiran dan niat yang masuk ke dalam nafs seperti bijian yang dimasukkan ke dalam alat penggiling itu. Gilingan itu terus berputar, tidak pernah berhenti; terus harus diisi dan diisi. Di antara manusia ada yang alat penggilingnya itu menggiling biji-bijian yang kemudian mengeluarkan tepung yang berguna. Ada juga yang alat penggilingnya memproses pasir dan batu-batu kecil, sehingga pada waktu menghidangkan hasil gilingan itu, barulah ketahuan apa yang sebenarnya diproses dalam alat penggilingnya itu. (Dr. Malik Badri, Tafakur; Perspektif Psikologi Islam, terjemahan Usman Syihab Husnan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), Cet. Ke-2, hlm. 21). Wallahu a'lam bis-shawab. <M. Mufti AW Pulungan>

iv

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

M en neg Ko pe ra si dan U KM antara la in menya takan: “Ter us terang saya kagu m dengan pesant ren ini. Inilah prot ot yp e pesant ren yang juga kami dambakan. Dengan lin gkungan ya ng asri, berbagai m acam tana man dan tu mbuhan yang dibu didayakan, ser ta unitunit usaha yang dikembang kan, para sant ri bisa belajar langsung dan menda patkan pelajaran yang tidak terdapat di dalam buku pelajar an”.

Menteri Negara Koperasi dan UKM

had, 1 Juni 2008 menjadi hari istimewa para santri kelas 6 TMI Pondok Pesantren Darunnajah Cipining. Mereka akan diwisuda sebagai alumni angkatan ke XV. Para wisudawan putra berbusana stelan jas hitam, lengkap dengan peci hitam dan dasi biru, tampak lebih elegan. Sementara para wisudawati mengenakan stelan kebaya modern hijau muda putih, semakin tampak dewasa. Hal yang menjadikannya istimewa adalah acara ini insyaallah akan dihadiri oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM RI. Tepat jam 9 pagi, acara dimulai, dengan MC ustadz Septa Chandra. Seusai menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Pondok dan Mars Darunnajah, segenap hadirin menyimak lantunan Al Qur’ an oleh Husnul Mubarok (calon alumni asal Tegal), dilanjutkan sambutan perwakilan calon

Darunnajah Cipining A

Mewisuda Santri

alumni oleh Waliyuddin (asal Bogor). Adapun sambutan orang tua/wali disampaikan oleh Bapak Drs. Abdul Hannan, M.Pd.I (ayah Nur Wardatur Rahmah, asal Bekasi). Menjelang jam sepuluh, Menteri Koperasi dan UKM, Bapak Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si, beserta istri tiba di Darunnajah Cipining. Turut dalam rombongan beliau Deputi Pengembangan SDM, Deputi Pembiayaan, dan Deputi Produksi. Bapak Menteri yang juga Ketua Umum DPP PPP ini masih diikuti lagi oleh Sekjen PPP dan beberapa fungsionaris DPP PPP, dan seorang anggota DPR. Setelah beristirahat sejenak di kediaman Pak Kyai, Bapak Menteri didampingi K.H. Jamhari Abdul Jalal berjalan kaki menuju lokasi wisuda di lapangan Basket. Suasana penyambutan di sepanjang jalan tampak meriah dengan display

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

1

Presentasi Pimpinan tentang UKM di Pesantren

Para Tamu Undangan Saat Acara Wisuda

drum band putri, semaphore ucapan selamat datang pasukan khusus pramuka putri, dan demonstrasi jurus pasukan inti pencak silat putra. Memasuki lokasi wisuda, tamu kehormatan yang juga teman kuliah Hj. Rahmah Manaf (istri Pimpinan Pesantren) saat kuliah di IAIN Jakarta itu disambut oleh alunan marawis yang membahana. Seusai pembacaan biodata dan prestasi para calon alumni (antara lain: Muhammad Zein Muttaqin, asal Jakarta Utara; dan Nur Rohim, asal Kendal Jawa Tengah. Keduanya telah menghafal AlQur’ an 30 juz), Pimpinan Pesantren bersama Menneg Koperasi dan UKM; Direktur TMI, Ustadz Muhamad Mufti AW, S.Pd.I; dan Kepala Madrasah Aliyah, Ustadz Drs. Abdur Rosyid Sholeh berkenan naik ke panggung untuk mewisuda 77 alumni putra dan putri, asrama dan nonasrama. Acara dilanjutkan dengan sambutan ucapan selamat datang Pimpinan Pesantren kepada para tamu, pengenalan latar belakang, visi dan misi, progam-progam pendidikan dan juga unitunit usaha Darunnajah Cipining. “ Kami ingin tanah wakaf seluas 70 ha ini akan bisa didayagunakan dengan maksimal, sehingga citacita pesantren untuk menjadi land-grant school bisa terwujud. Untuk itu kami mengharapkan
2 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

arahan dan kerjasama dari Bapak Menteri” , ungkap kyai asal Kendal Jawa Tengah ini. Dalam sambutan dan orasinya, Menneg Koperasi dan UKM antara lain menyatakan: “ Terus terang saya kagum dengan pesanttren ini. Inilah prototype pesantren yang juga kami dambakan. Dengan lingkungan yang asri, berbagai macam tanaman dan tumbuhan yang dibudidayakan, serta unit-unit usaha yang dikembangkan, para santri bisa belajar langsung dan mendapatkan pelajaran yang tidak terdapat di dalam buku pelajaran” . Beliau banyak menyitir ayat-ayat Al-Qur’ an dengan fasih, yang menggugah hadirin untuk memikirkan dan memanfaatkan karunia Allah. Beliau menjelaskan bahwa alam Indonesia yang kaya raya ini, belum dinikmati sepenuhnya oleh rakyat Indonesia, tapi justru oleh fihak asing dikarenakan belum adanya SDM yang memadai. Beliau juga berpesan, jika para alumni -dan kita semua tentunya- ada yang mendapatkan kesempatan belajar atau berkunjung ke luar negeri, hendaknya tidak menjelek-jelekkan bangsa sendiri. Namun justru harus berpikir dan berbuat nyata untuk mendukung kemajuan negeri ini. Setelah pemberian kenang-kenangan dari pesantren kepada Bapak Menteri berupa sebuah kaligrafi karya santri (dan penyerahan dana wakaf alumni ke XV sebesar Rp. 4.800.000.00 kepada pesantren), acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ustadz Drs. H. Saifullah Kamalie, Lc., M.Hum. (fungsionaris Yayasan Darunnajah). Kesempatan berharga ini digunakan para wisudawan berpose bersama Pimpinan Pesantren dan Ibu, Bapak Menteri dan Ibu, Ketua Yayasan

Menteri Koperasi & UKM bersama Wisudawati

Menteri Koperasi & UKM bersama Wisudawan

Emilia Contessa dalam rombongan menteri di Darunnajah Cipining

perolehan Jayyid Jiddan sebanyak 2 santriwati (Rifa'atul Maftuhah dan Hidayatul Mustafidah), Jayyid sebanyak 6 santriwati, Maqbul sebanyak 7 santriwati dan Dhaif sebanyak 1 santri. Selanjutnya untuk siswa-siswi Kelas VI A dengan perolehan Jayyid Jiddan sebanyak 2 santriwati (Tini Rustini dan Nina Hariyani), Jayyid sebanyak 12 santri, Maqbul sebanyak 16 santri dan Dhaif sebanyak 2 santri. (Sumber: Panitia Ujian Nihai TMI Darunnajah Cipining Bogor)

Kru Wardan sedang wawancara dengan salah satu rombongan menteri (aktor Rachman Yakub)

bidang pendidikan, Drs. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. dan Ibu, serta ketiga Deputi. Dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat oleh tamu kehormatan, dewan guru, orang tua/wali alumni, dan adik-adik kelas mereka, dengan diiringi lantunan shalawat Nabi. Pada saat itulah suasana gembira, haru, bangga, sedih dan masygul tampak di wajah para alumni. Selepas berjabat tangan, sambil menyantap makan siang di lokasi yang sama, para hadirin disuguhi beberapa lagu-lagu populer grup Marawis santri putra. Di sela acara ramah-tamah, pimpinan redaksi WARDAN, Ustadz Muhammad Musta’ in Sahadi, S.E. berkesempatan wawancara dengan Emilia Contessa ibunda Denada (Artis) dan Rachman Yakub, salah seorang aktor sinetron yang turut serta dalam rombongan Menteri, dalam kapasitas sebagai fungsionaris PPP. Keduanya mengaku terkesan, senang dan gembira menghadiri acara wisuda santri tersebut. Bahkan, salah seorang pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tidak dapat menyembunyikan kekagumannya: “ Luar biasa, wisuda kelulusan santri setingkat Aliyah, kok bisa menghadirkan menteri!” , ungkapnya. “ Patut disyukuri, agenda wisuda ini berjalan dengan cepat, khidmat, tertib dan lancar!” , komentar beberapa guru dan panitia seusai acara tahunan tersebut. Selamat dan Sukses!!! (Muhlisin). Adapun data Kelulusan Ujian Nihai TMI Darunnajah 2 Cipining Bogor, tahun pelajaran 2007-2008, siswa Kelas VI A dengan perolehan Jayyid Jiddan sebanyak 2 santri (Hidayatullah dan Fajar Shafari Nugraha), Jayyid sebanyak 6 santri, Maqbul sebanyak 11 santri dan Dhaif sebanyak 10 santri. Sedangkan Siswi Kelas VI B dengan

Menteri Koperasi & UKM meninjau kopontren Darunnajah Cipining

Penyerahan dana wakaf oleh santri Niha'i kepada pesantren

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

3

Juara
Cerdas Cermat Komputer, Santri Darunnajah 2
Tim MTs Darunnajah dalam LLC TIK (dari kiri kekanan) Hayu Susanti, Bustanul Arifin, & Syahamah Ats-Tsauri

Raih Beasiswa Depkominfo
nam orang santri TMI (MTs dan MA) Darunnajah Cipining barubaru ini meraih beasiswa pendidikan. Hal itu didapat setelah mereka membuktikan ketangguhannya dalam penguasaan IT pada lomba cerdas cermat komputer di Parung Panjang awal April 2008. Lomba ini diselenggarakan oleh Warintek Bina Putra Mandiri dan KNPI Parung Panjang bekerja sama dengan Ristek, Depkominfo, dan LIPI pada tanggal 3 April 2008. Bustanul Arifin, Syahamah Ats-Tsauri, dan Hayu Susanti sebagai delegasi dari MTs Darunnajah Cipining mengaku merasa puas dengan menjadi juara 1 setelah menyingkirkan 27 tim tingkat SLTP. Perolehan ini menjadi sangat istimewa karena Darunnajah merupakan satusatunya MTs yang menjadi peserta. Atas prestasinya ini, ketiga santri tersebut berhak atas beasiswa pendidikan masing-masing sebesar Rp 30.000 selama 12 bulan dari Departemen Komunikasi dan Informasi. Dalam perbincangannya bersama WARDAN, mereka mengaku sempat tegang saat final (31 Maret) karena menghadapi lawan yang cukup tangguh. “ Kami sempat deg-degan karena perolehan nilai saling mengejar. Namun dengan kesigapan juru bicara kami, Bustanul Arifin, akhirnya kami berhasil mengumpulkan nilai terbesar yaitu 1400, disusul oleh SMPN 1 Curug Tangerang dan SMPN 1 Parung Panjang” , jelas

E

Tim Mts. Darunnajah Cipining saat Lomba

Tim DNC bersama kepala MA & MTs

4

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Syahamah. “ Alhamdulillah, kemenangan ini berkat kerja sama kami yang terus berjuang tanpa mengenal lelah meski tempo perlombaan yang cukup lama yaitu 5 bulan. Namun berkat dorongan dari Ustadz Asmari Ichsan (pembimbing) dan kepala madrasah serta doa dari teman-teman, kami mampu menjadi yang terbaik” , ungkap Bustanul Arifin menimpali. Selain itu, tim dari MA Darunnajah Cipining juga berhak atas beasiswa pendidikan masing-masing sebesar Rp 60.000 selama 6 bulan dari Kementerian Riset dan Teknologi, setelah menjadi juara kedua, pada perlombaan yang sama untuk tingkat SLTA. Mereka adalah Fajar Nurahman, Arina Septiana Chaerunnisa, dan Syarah Syaepiana. Juara pertama lomba ini adalah SMAN 1 Rumpin Bogor. Masih dalam paket hadiah, keenam santri

Tim MA Darunnajah dalam LLC TIK (dari kiri kekanan) Sarah Syaepiana, Fajar Nur Rahman, & Arina Septiana

Darunnajah ini juga berkesempatan mengikuti seminar tentang IT bertema BLIX bersama Onno W Purbo, pakar internet Indonesia, yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 10 Mei 2008 tentang pemblokiran situs porno dalam internet. Sebelum pulang, mereka juga sempat berjalan-jalan di Bandung Elektronik Mall yang menjadi lokasi penyelenggaraan seminar tersebut. (Musta’in)

Sarah Sy. (Kelas V TMI) Darunnajah Cipining saat mengikuti seminar Teknologi di Jakarta

Dua Guru Darunnajah Cipining Mengikuti Seminar IGOS Summit 2, di Jakarta

Kepala MA DNC menerima piala LCC di Parungpanjang
Guru Komputer Darunnajah (Kiri) bersama Onno W Purbo (Pakar Internet Indonesia)

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

5

19 Guru Darunnajah Terima Sertifikat Pendidik
Sembilan belas guru TMI Darunnajah Cipining (20 Mei 2008) memperoleh sertifikat pendidik sebagai guru profesional. Acara penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Gedung YPI Ciawi Bogor. Dalam kesempatan tersebut Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I terpilih mewakili unsur KMI/TMI Pesantren Mu’ adalah menerima sertifikat secara simbolis. Jumlah guru yang lulus dan berhak menerima sertifikat se-Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok adalah 413 orang, terdiri atas guru RA, MI, MTs, MA, dan Pondok Pesantren. “ Patut disyukuri, proses dan penantian panjang sejak menjelang Idul Fitri tahun lalu, akhirnya pada hari ini, bapak dan ibu guru telah dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik tersebut. Mengingat sertifikasi pada tahap berikutnya, mengharuskan persiapan yang lebih cermat, selektif serta dokumendokumen yang lebih valid lagi” ungkap Dr. H. Afifudin, M.M. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Jati Bandung, selaku Ketua Tim Assessor Jawa Barat. Lebih jauh Dr. Afifuddin menjelaskan tidak berlakunya ijazah S1 dari perguruan tinggi yang belum terakreditasi atau yang perkuliahannya dengan sistem kelas jauh. Hal lainnya yang juga harus diperhatikan, masih menurut beliau, adalah sertifikat-sertifikat kegiatan yang diikutkan sebagai bukti dalam portofolio adalah sertifikat yang asli. Hal ini dimaksudkan untuk mengeliminir praktik manipulasi data dalam portofolio. Dalam kesempatan tersebut, para penerima sertifikat pendidik ini juga diingatkan kembali, bahwa proses panjang sertifikasi yang meliputi pembuatan/penyusunan, pengiriman, pemeriksaan dan penilaian portofolio, tidak berhenti dengan telah diterimanya sertifikat yang juga ditandatangani Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.S. tersebut. Diharapkan para ’ pahlawan tanpa tanda jasa’ ini semakin profesional dalam mengemban amanat mencerdaskan anak bangsa, antara lain jam mengajar per minggu, hendaknya tidak kurang dari 24 jam, untuk mata pelajaran dan tingkatan seperti yang tercantum di sertifikat pendidik terkait. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari tunjangan profesi yang akan diberikan pemerintah sebesar 1 kali gaji pokok guru pegawai negeri sipil perbulan. Semoga!. Proses sertifikasi kesembilan belas guru ini diawali dengan sosialisasi dan dilanjutkan dengan pembekalan di Surabaya awal September tahun lalu (baca Wardan No. 28, Vol. XIX, Desember 2007, hlm. 4). Akhirnya seluruh peserta dari TMI Darunnajah Cipining (minus satu orang guru mengundurkan diri -red), dinyatakan lulus. Empat orang guru dinyatakan lulus langsung, yaitu Ustadz Syaiful Hadi, S.Pd.I.; Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I.; Ustadz Amin Songgirin Sarim, S.H.I.; dan Ustadz Muhammad Zakaria, M.Ag. Satu peserta lulus dengan melengkapi dokumen, yaitu Ustadz Husnan Rosyid, S.Pd.I. Selebihnya, 14 guru lulus dengan mengikuti diklat di Bandung. Satu peserta lainnya yang disertifikasi oleh asesor dari UNJ yaitu Ustadz Nasikun Sugik, S.E, juga sudah dinyatakan lulus, dan tinggal menunggu waktu penyerahan sertifikat.(Muhlisin)

Profesional dengan sertifikasi : Guru Darunnajah usai terima sertifikat guru

6

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Seminar Pemanfaatan Teknologi

Kepala MA, MTs, dan Kepala LPK Darunnajah ikuti Seminar IT di Parungpanjang

Awal April 2008 Pesantren Darunnajah Cipining mengikuti seminar teknologi dan pembagian hadiah lomba cerdas cermat komputer yang diselenggarakan di Parung Panjang oleh Warung Informasi dan Teknologi (Warintek) bersama KNPI Bogor. Tema yang diusung adalah peran pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi & komunikasi untuk akselerasi pembangunan wilayah di Indonesia.

eminar yang diikuti oleh utusan dari berbagai sekolah ini merupakan rangkaian kegiatan cerdas cermat komputer dari tingkat SD s.d. SMA di wilayah Bogor dan Tangerang yang dijadwalkan selama Desember 2007 hingga April 2008. Pada kesempatan ini Darunnajah diwakili oleh kepala MA, Kepala MTs, kepala LPK dan peserta lomba. Hadir sebagai pembicara untuk sesi pertama Bapak Giri Suseno (mantan Menteri Perhubungan RI) yang mengupas masalah peran pimpinan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Selanjutnya pembahasan tentang komputer banyak disampaikan oleh Romi H. (dosen Swiss German University). Kesempatan terakhir adalah presentasi dari XL tentang jaringan internet telepon dan tarif yang ditawarkan oleh para operator. “ Seminar seperti ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang berada jauh dari kota seperti kita. Jadi dengan forum ini, saya berharap masyarakat semakin melek akan kebutuhan abad ini yaitu IT” , ungkap Kepala MA Darunnajah Cipining Drs. Abdur Rosyid kepada WARDAN seusai acara. (Musta’in)

S

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

7

Pelatihan Guru Bidang Studi UN Bantu Anak Didik Hadapi Ujian
emasuki tahun ke-6 dari kebijakan pemerintah mengenai Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas 3 SLTP dan SLTA, berbagai upaya telah dilakukan oleh sekolah-sekolah yang menginginkan anak didiknya berpredikat lulus 100 persen. Terlebih lagi melihat passing grade nilai yang terus meningkat dari ratarata 3,25 sampai sekarang menjadi rata-rata 5,25, tentunya memacu sekolah untuk bekerja lebih keras. Hal ini masih ditambah dengan keputusan pemerintah untuk menambah materi yang di-UNkan. Pada tingkat SLTP ditambah dengan materi IPA, dan di SMA dan MA ditambah 3 materi yakni Matematika, Sosiologi dan Geografi (untuk jurusan IPS). Menangkap peluang dan tantangan ini, MAN Insan Cendikia Serpong mengajak berbagai sekolah untuk bersama-sama mempersiapkan UN yang dilaksanakan bulan April dengan mengadakan Pelatihan dan workshop ‘ Guru Mata Pelajaran Ujian Nasional’ pada tanggal 26-27 Januari 2008. Wo r k h s h o p d a n p e l a t i h a n y a n g menghadirkan narasumber dari Pusat Penelitian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan

M

Calon Ulama Ahli Pikir & Dzikir

Suasana bimbingan belajar dan persiapan Ujian Nasional

(Puspendik Balitbang) Depdiknas dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kegiatan ini diikuti oleh sekolah-sekolah sewilayah Jabodetabek dan Sumatra. Darunnajah berkesempatan mengirimkan 6 gurunya, yaitu Ustadz Drs. Abdur Rosyid (Ekonomi), Ustadz Nasikun, S.E. (Ekonomi), Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I. (B. Inggris), Ustadz Muallim Fajri (B. Inggris), Ustadz Purwanto, S.Ag (Matematika), dan Ustadz Muhammad Musta’ in, S.E. (B. Indonesia). Setelah pembukaan dan penjelasan dari Puspendik, kegiatan para peserta pelatihan dikelompokkan perbidang studi dan dibimbing langsung oleh Puspendik. Secara umum, topik materi pelatihan adalah Teknik Penulisan Soal Ujian Nasional, Bedah SKL dan Penyusunan soal Try Out. Dua hari mengikuti kegiatan ini, para peserta juga melakukan sharing dalam teknik pembelajaran di sekolah masing-masing. Di akhir pelatihan, Kepala MAN Insan Cendikia, Bapak Kastolan, S.Pd., memberi sambutan dan kembali mengajak kepada seluruh peserta untuk melakukan yang terbaik demi kelulusan anak didik di UN nanti dan pihaknya membuka diri untuk siapa saja yang ingin mengakses informasi atau berbagi pengalaman dengan MAN Insan Cendikia. (Musta’in).

Sujud Syukur: implementasi syukur yang sejati

8

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

tidak bagi Ibu Muthmainnah. Ibu yang akrab disapa Bu Imut ini sangat senang berada di lingkungan anak-anak. Untuk memperdalam pengetahuan tentang pendidikan anak, ibu yang telah dikaruniai 1 putri dan 1 putra itu mengambil pendidikan PGTK. Karena latar belakang pendidikannya berkaitan dengan pendidikan anak-anak, maka sejak tahun 1995 hingga kini, Ibu Imut mendedikasikan hidupnya di RA Darunnajah Cipining. Saat ini, Ibu Imut dibantu oleh tiga rekannya, yaitu Ibu Munaroh, Ibu Musyarofah, dan Ibu Enok Putriana. Berkaitan dengan suka dukanya mengajar anak-anak, Ibu Imut membeberkan perasaannya selama ini. Menurutnya, mengajar anak-anak itu perlu kesabaran yang tinggi. Guru RA harus berperan ganda: selain mengajar, juga berperan sebagai pengganti ibu yang memberikan kasih sayang layaknya orang tua kepada anak sendiri. Dalam kaitan mengajar, istri ustadz Kamilin ini telah kaya

ntuk menambah wawasan, Ibu Mutmainnah (Kepala Raudhatul Athfal Darunnajah Cipining) beserta rekan-rekannya selalu aktif mengikuti pelatihan-pelatihan untuk pengembangan SDM guru TK. Contohnya pada hari Selasa (18/03/2008) lalu, mereka mengikuti pelatihan story telling dan menari. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru dan kepala TK dan RA sekabupaten Bogor sebanyak + 500 orang. Pelatihan sehari yang berlangsung di gedung Tegar Beriman Pemkab Bogor ini menghadirkan nara sumber Kak Bimo. Beliau adalah tokoh/master dongeng anak Islam Indonesia dari kota Yogyakarta. Dalam penyajiannya, beliau lebih cenderung terhadap cerita-serita yang bernafaskan Islam. Pengisi materi yang kedua adalah Kak Hadi dari Bogor. Beliau mengajarkan tari, karena menurutnya menari juga menarik untuk anakanak. Beliau mengharapkan seluruh peserta dapat menguasai berbagai macam tarian khususnya yang islami. Menghadapi polah anak-anak kecil itu gampang-gampang susah. Bagi orang-orang yang kurang sabar interaksi dengan anak-anak bisa menjadi sesuatu yang menjengkelkan, namun

Playing By Learning Agar Anak Betah Belajar U
TK Islam Darunnajah Cipining

Suasana belajar di kelas

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

9

akan pengalaman. “ Saya banyak menemukan pengalaman yang unik dari perkembangan anak-anak RA. Karena masih polos, mereka masih sangat mudah untuk diarahkan. Pendidikan mereka juga belum bisa disamakan dengan anak usia SD/MI. Untuk itu. Dalam metode belajar RA dikenal istilah playing by learning (bermain sambil belajar). Memperbanyak permainan untuk menunjang proses belajar mengajar di kelas. Kalau sudah begitu, dijamin deh, anak-anak betah belajar” , katanya. Dalam perbincangan dengan WARDAN, ibu Imut merasa bersyukur dapat mengikuti pelatihan tersebut. Selain menambah wawasan, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi dengan guru-guru TK dan RA sekabupaten Bogor. Di akhir perbincangan, beliau berharap kepada orang tua siswa agar membiasakan anak-anak untuk berdisiplin sebagaimana di sekolah. Hal ini diungkapkan karena, beliau pernah mendapatkan kesan, anakanak itu lebih menurut kepada ibu guru daripada orang tuanya. Mereka menganggap ibu guru lebih baik daripada orang tua. Karena itulah, Ibu Imut mengajak kepada orang tua agar dapat menjadi contoh untuk anak-anak mereka. (Muhammad Musta’ in)

menjadi tuan rumah acara porseni Raudatul Athfal pada tahun ajaran yang akan datang” , demikian ungkap Ibu Yuri dan Ibu Kokoy kepada Ibu Musyarofah, guru RA Darunnajah. Bertempat di gedung sekratariat pesantren, acara pertemuan dibuka pukul 11.30 WIB oleh Pimpinan Pesantren KH Jamhari Abdul Jalal, Lc. Selanjutnya Ibu Yuri Yuniar menyampaikan infomasi tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan Raudatul Athfal. Tidak hanya itu disampaikan pula materi keterampilan untuk guru-guru RA oleh Ibu Kokoy selaku pengurus cabang IGRA.(Tresna)

IGRA Adakan Pertemuan di RA Darunnajah Cipining
Sabtu, 26 Januari 2008, rombongan guru Raudatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudatul Athfal (IGRA) mengunjungi RA Darunnajah Cipining. Rombongan diketuai oleh Ibu Yuri Yuniar selaku pengurus daerah IGRA wilayah Bogor bagian barat. Selain kunjungan diadakan pula acara pertemuan bulanan guru RA. Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin pengurus IGRA, namun baru kali ini RA Darunnajah menjadi tuan rumah acara tersebut. Tujuan utama diadakannya kunjungan dan pertemuan ini adalah sebagai sarana silaturahmi guru-guru RA juga media informasi dan evaluasi kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan di Raudatul Athfal. Hadir dalam pertemuan ini 70 orang guru mewakili 22 Raudatul Athfal yang tersebar di 7 kecamatan wilayah Bogor bagian barat. Sebelum acara pertemuan dimulai, terlebih dahulu guruguru diajak keliling melihat panorama Pesantren yang asri dan sejuk. Mereka terdecak kagum melihat areal Pesantren yang begitu luas. ” Harapannya agar RA Darunnajah bersedia

Pimpinan Pesantren bersama IGRA

IGRA berkunjung ke DNC

10

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan dan sebagai tolok ukur pembentukan watak dan pribadi peserta didik, juga moral bangsa pada umumnya. Menilik urgensi MGMP tersebut, maka Departemen Agama Kabupaten Bogor, Kamis, 7 Februari 2008, mengadakan pertemuan MGMP Pelajaran Agama Islam. Forum ilmiah ini berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibinong, diikuti oleh 223 peserta dari 5 KKM sekabupaten Bogor. Delegasi Darunnajah Cipining dalam kegiatan tersebut berjumlah 2 guru, Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I, (Aqidah Akhlaq) dan Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I, (Bahasa Arab). Hadir dalam acara tersebut antara lain Bapak Dendi Rohendi (Kabid Mapenda) menyampaikan materi Pembinaan Kualitas PAI pada Madrasah; Drs. Banardji, M.Pd.I, (Kasie Mapenda); Ketua Kelompok Kerja dan Pengawas, Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (MK2MA); dan Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor. Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut antara lain: Kebijakan Departemen Agama; Regulasi Undang-Undang tentang Pendidikan; Bedah SKL Al- Qur'an-Hadits, Fiqh, dan Aqidah Akhlaq; Praktikum pembuatan RPP, Progam Tahunan (Prota), Progam Semester (Prosem), kisi-kisi dan naskah soal; analisis hasil ulangan; dan penjelasan tentang sertifikasi guru dalam jabatan. Beberapa informasi penting lainnya dalam pertemuan itu antara lain: (1) Tingkat pendidikan mempunyai korelasi signifikan dengan tingkat kesejahteraan guru. Namun, karena adanya penyimpangan-penyimpangan di berbagai lini kehidupan terutama anggaran pendidikan, mengakibatkan kurang berkwalitasnya pendidikan di Indonesia; (2) Esensi sertifaksi guru bukan untuk meningkatkan kesejahteraan semata, tetapi juga sebagai langkah nyata peningkatan kwalitas guru tersebut; (3) Tugas utama guru adalah mencerdaskan anak didik, baik dalam hal iman dan taqwa (Imtaq) maupun ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Tanggung jawab seorang guru pada era modern ternyata lebih berat lagi, terutama di negeri

kita ini. Mengingat prestasi Indonesia di dunia internasoinal cukup memprihatinkan. Seperti diungkapkan Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, berikut ini: ? Indeks persepsi korupsi 2,4 tertinggi di Asia. ? Peringkat ke 3 negara pembajak Software. ? Peringkat ke 2 negara terporno. (akses situs pornografi, media pornografi). ? Peringkat ke 1 negara perusak hutan. ? Tingkat perceraian tertinggi. ? Tingkat aborsi tertinggi. ? Tingkat terendah dalam public service. ? Negara importer beras terbesar. ? Pabrik ekstasi terbesar di dunia. Melihat realita demikian, diharapkan para pahlawan tanpa tanda jasa mau dan mampu menunaikan tanggungjawab dan kewajibannya dengan profesional dan proporsional. (Muhlisin)

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

11

Suasana sesi pelatihan guru Madrasah Diniyah
Santri TMI Sebagai Guru Mad (Aliyah) rasah Dinisyah

ertengahan Mei 2008, santri dan siswa-siswi Kelas V TMI asrama dan nonasrama Darunnajah Cipining yang berjumlah 108 anak mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Guru Madrasah Diniyah (MD) dan Taman Pendidikan AlQur’ an (TPA) selama 2 hari. Acara dibuka Kamis, 15 Mei, pukul 08.00 WIB, oleh Kepala MA Ustadz Drs. Abdur Rasyid. Beliau mewakili Pimpinan Pesantren yang pagi itu beraudiensi dengan Menteri Negara Koperasi dan UKM di Jakarta. Dalam sambutannya Ustadz Abdul Rosyid antara lain berkata ” Harapan kami setelah pelatihan ini adalah bisa menyediakan tenaga-tenaga pengajar profesional untuk memenuhi kebutuhan guru pengajar MD dan TPA di masyarakat” . Pembukaan acara tersebut dihadiri pula oleh beberapa Kepala Desa sekitar atau yang mewakili, terutama Desa Argapura. Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan secara simbolis santri peserta pelatihan yang juga pengajar TPA dan MD oleh Kepala MD Darunnajah Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I kepada aparat Desa sekitar Darunnajah agar kelak ada pemberdayaan santri di masyarakat.
12 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

P

Dalam pelatihan tersebut peserta diberikan lima materi penunjang dalam mengajar, yaitu (1) Psikologi Anak, oleh Ustadz Ahmad Rosichin S.Pd.I; (2) Sifat-sifat Guru, oleh Ustadz Drs. Abdur Rosyid; (3) Pembuatan RPP oleh Ustadz Atijan Yani A.Ma, (4) Pembuatan Kurikulum TPA dan MD oleh Ustadzah Evita Y.W. S.Pd.I, dan (5) Metode Mengajar TPA dan MD, oleh Ustadz Imron Rosyadi, MPd, yang banyak diburu pertanyaan seputar teknik dan metode mengajar serta sharing mengenai hambatan-hambatan di lapangan mengajar TPA dan MD. Acara pun ditutup dengan peer teaching TPA, dipandu oleh Ustadz Imron. Sesi ini kontan mengundang tawa lebar peserta saat itu. Yulistia Rahmawati menuturkan kepada WARDAN, “ Ya ampun, ternyata nggak gampang jadi guru yang diajarnya anak-anak, masalah psikologinya terutama” . (Ela Hulasoh)

Suasana percontohan praktik amaliah tadris santri niha'i

Jadi Guru, Siapa Takut?
a r b i y a t u l Mu’ allimin/Mu’ allimat alIslamiyyah (TMI) adalah salah satu lembaga yang berorientasi mencetak guru atau tenaga pengajar. Pada umumnya, jenjang pendidikan ini ditempuh selama 6 tahun. Di antara materi pelajaran khusus terkait dengan orientasi keguruan ini adalah At-Tarbiyah WatTa’ lim dan Tarbiyah ‘ Amaliyah yang sudah menjadi referensi utama di Kuliyatul Mu’ allimin Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor dan ratusan pondok alumninya, termasuk Darunnajah Cipining. Kedua bidang studi tersebut diajarkan sejak kelas 3, dan diperkuat dengan Psikologi di kelas 5 dan 6. Untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan santri terhadap materi diktadik metodik tersebut, mereka harus mengikuti ujian praktik mengajar (amaliyah tadris). Sebelum ujian praktik, para santri senior tersebut juga telah diberikan pembekalan dan pengarahan oleh para tutor yang juga sebagai pembimbing. Jumlah peserta ujian praktik mengajar pada

T

tahun ajaran 2007-2008 ini sebanyak 78 santri. Mereka dibagi ke dalam 9 kelompok, di bawah bimbingan 15 guru senior. Secara teknis, setiap peserta diharuskan membuat Satuan Pelajaran (Satpel/I’ dad) sesuai dengan bidang studi yang akan diajarkannya. Setelah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing, kemudian diajarkan sesuai kelas, jam pelajaran, hari dan kelompok masing-masing. Sebagai percontohan dan pemahaman para peserta dalam memberikan kritik (naqd) dan penilaian, maka dipilihlah 4 peserta untuk menjadi amaliah tadris percontohan, mereka adalah:

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

13

Secara keseluruhan ujian praktik mengajar ini berlangsung dari tanggal 30 Januari – 7 Februari 2008. Adapun hasil ujian praktik mengajar 2008 untuk kelas VI A adalah kategori baik sekali sebanyak 9 anak, kategori baik ada 17 anak, untuk kategori cukup dan kurang masingmasing 1 orang. Begitu juga dengan kelas VI B, 1 anak berpredikat istimewa, 12 anak memperoleh nilai baik sekali dan 3 anak mendapat nilai baik. Sedangkan kelas VI C, 17 anak mendapat nilai baik sekali dan 17 anak mendapat nilai baik. Pentingnya kompetensi didaktik metodik tersebut sudah langsung dirasakan oleh para alumni. Permintaan kepada Darunnajah Cipining untuk mendukung berbagai pesantren dan lembaga pendidikan lainnya terus mengalir. Misalnya, belum genap seminggu dari wisuda

santri, 6 orang alumni (Waliyuddin, Fajar Shafari Nugraha, Rahmatulloh, Nina Hariyani, Nur Eka Riani, dan Silviatun Morgana) sudah harus dikirim mengabdi ke Pondok Pesantren Terpadu Serambi Makkah Sumatera Barat, menyusul dua alumni (Asep Fadhlan dan Imamuddin) yang telah lebih dulu mengabdi di sana. Sementara beberapa alumni lainnya juga langsung terlibat aktif dalam membantu progamprogam pendidikan, baik di Darunnajah Cipining, maupun di lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan Darunnajah. (Muhlisin) Ustadz Sarwito:

Perpustakaan Kita Harus Jadi Lebih Baik
penataran pustakawan se-KKM 2 MTsN Babakan Sirna di komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) di Cisarua Bogor. Penataran yang dilaksanakan selama dua hari, 26 s.d. 27 Januari 2008 tersebut, diikuti oleh 64 madrasah dengan mayoritas pengurus perpustakaan bertugas ganda yaitu sambil mengajar di kelas formal. Oleh karenanya, diperlukan upaya meningkatkan SDM pengurus perpustakaan agar dapat memaksimalkan keberadaannya. “ Bukankah perpustakaan itu sarana terpenting kedua setelah kelas” tambah beliau mengutip Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional tahun 2004. Merealisasikan pesan ketua KKM sebagai penyelenggara kegiatan agar para pustakawan meningkatkan fungsi dan koleksi buku dengan swadaya, ustadz kelahiran Magelang ini pun mulai menambah koleksi buku. Seperti pada Islamic Book Fair ketujuh tahun ini, perpustakaan menambah koleksi bukunya sebanyak 9 eksemplar. Menjawab pertanyaan WARDAN berkaitan dengan harapannya setelah mengikuti penataran, beliau sangat ingin memajukan perpustakaan sekolah MTs dan MA Darunnajah Cipining. “ semoga saya mampu menjadikan perpustakaan kita lebih baik” ujarnya kalem. (Muhammad Musta’in)

Terkesan low profile dan tak kenal lelah adalah gambaran dari salah seorang ustadz yang kini setiap harinya ‘ sibuk’ berada di perpustakaan MTs dan MA Darunnajah Cipining ini. Sosok yang penuh dedikasi ini telah mengabdi selama hampir 19 tahun. Dan sejak tahun 2003, beliau mendapatkan amanat sebagai pustakawan sekolah, setelah sebelumnya sempat mengajar bidang studi Matematika. Beliau adalah Ustadz Sarwito, S.Pd.I. “ Bertugas di perpustakaan itu tidak mudah” ungkapnya suatu ketika. Masih menurutnya, perpustakaan itu tempat semua anak, baik tingkat MTs maupun MA, bahkan juga ustadz (guru). Jadi harus bisa adaptasi dengan mereka semua. Karena kadang kala, ketika pada jam mengajar ada yang kosong, anak-anak itu pergi ke perpustakaan. Dalam kondisi seperti itu, beliau bertugas menggantikan guru pengajar mengawasi mereka yang berada di perpustakaan. “ Nah, kalau saya tidak siap, bagaimana saya mau mengawasi mereka” lanjutnya dengan tersenyum. Begitu pula dengan isi perpustakaan, ustadz yang telah dikaruniai seorang putra bernama Fauzi ini juga selalu mengupayakan kelengkapannya. Awal tahun 2008 lalu ustadz yang akhir 2007 lalu menamatkan pendidikan S1-nya pada jurusan pendidikan Islam ini diutus mengikuti
14 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

UN, UN dan UN ...
Para Santri Serius Hadapi UN
“ Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar..!” Pekikan takbir yang dikomandoi Ustadz Drs. Abdur Rosyid Sholeh itu cukup membahana, memecah keheningan nuansa pagi di Kampus II Pesantren Darunnajah Cipining. Sebuah lafal yang menggetarkan jiwa, menghantarkan semangat maju tak gentar di dalam dada, mengalirkan inspirasi kemenangan dalam pikiran. s.d. 21 Februari 2008; dan TryOut III 11 s.d. 13 Maret 2008). Kegiatan ini cukup membantu persiapan mereka dalam menghadapi ujian nasional ini.

Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah dan SMP Islam Darunnajah
Ujian Nasional untuk Madrasah Tsanawiyah dan SMP Darunnajah berlangsung 5 s.d. 8 Mei 2008. Kemudian dilanjutkan dengan Ujian Akhir Sekolah (UAS) untuk MTs 12 s.d. 16 Mei 2008, sedangkan SMP tanggal 19 s.d. 24 Mei 2008. “ Terhitung sejak pertengahan Februari hingga akhir April 2008 lalu, kita sudah gembleng anak-anak lewat program bimbingan belajar yang lebih intensif” , ujar Ustadz Jeje Juraemi, Kepala MTs Darunnajah Cipining. Dalam rangka persiapan Ujian Nasional ini para santri dan siswa-siswi MTs dan SMP Darunnajah Cipining juga telah mengikuti TryOut sebanyak tiga kali sejak Februari 2008.

Mengintip Ujian Madrasah Aliyah Darunnajah
Tanggal 22 s.d. 24 April 2008 santri kelas VI TMI (kelas XII MA) Darunnajah Cipining mengikuti Ujian Nasional. Passing grade 5,25 (lebih tinggi dari tahun sebelumnya) ini membuat para santri lebih termotivasi lagi dalam belajar. “ Kita tidak boleh takut oleh tingginya batas minimum nilai yang ditetapkan pemerintah. Ini adalah tantangan, agar kita lebih maksimal lagi dalam memanfaatkan waktu. Ini perang kita..! Perang melawan kemalasan dan keminderan” , tutur Kepala Madrasah Aliyah kepada para santri Niha'i pada upacara pembukaan ujian. Pelaksanaan UN kali ini juga dipantau oleh Pengawas Independen mahasiswa Universitas Islam Juanda (UNIDA) Bogor. Menyusul pelaksanaan UN, dilaksanakanlah Ujian Niha'i tahap kedua, 26 April s.d. 4 Mei 2008 (Ujian Niha'i tahap pertama dilaksanakan bersamaan dengan Ujian Semester Gasal). Materi ujian ini adalah bidang studi khas TMI seperti Tafsir, Fiqh, Tarbiyah, Psikologi, dan lainnya. Selanjutnya, 5 s.d. 8 Mei 2008, santri Niha'i menempuh Ujian Akhir Sekolah (UAS), suatu perjuangan yang tidak ringan. Namun ujian yang bertubi-tubi ini tidak lantas membuat para santri Niha'i berkecil hati, karena mereka telah digembleng secara intensif oleh dewan guru lewat program karantina sejak awal Semester Genap ini. Bagi santri TMI Asrama putra, mereka ditempatkan di Aula Pesantren, sedangkan santri putri di salah satu ruangan khusus di Asrama Putri. Adapun santri TMI Nonasrama (putra-putri) bertempat di Asrama Santri Lokal di Kampus II. Di samping itu, pelaksanaan TryOut UN I berlangsung 9 s.d. 14 Februari 2008; TryOut II 18

Ujian Madrasah Ibtidaiyah
Para siswa-siswi kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darunnajah Cipining juga mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstadar Nasional (UASBN), 13 s.d. 15 Mei 2008, disusul kemudian dengan Ujian Akhir Sekolah, 16 s.d. 21 Mei 2008. Sebagai bentuk kesungguhan dalam menghadapi UASBN ini, Kepala MI Darunnajah Ustadz Nur Fathoni, S.H.I. telah mencanangkan program bimbingan belajar (Bimbel) sejak awal April lalu. Dengan program ini diharapkan mampu mendongkrak nilai dan prestasi siswa kelas VI MI sehingga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (Imam Ghozali)

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

15

dalam

Bersukacita

Niha'i

Panggung Gembira
eriakan histeris, tawa geli, yel-yel motivasi, dan tepuk kagum tak hentinya mengiringi sepanjang acara “ Panggung Gembira” (PG) yang digelar di Auditorium Pesantren Darunnajah, 22/05/2008. Acara digelar dua sesi, pagi dan malam hari, sebagai persembahan terakhir santri Nihai atau kelas VI TMI (kelas III MA) Darunnajah Cipining bagi adik-adik kelas mereka dan dewan guru. Panggung gembira santri nonasrama dimulai pukul 08.30 WIB, diawali dengan sambutan Wali kelas VI C Ustadz Irfan S.Ag. Beliau antara lain berkata, “ saya masih ingat betul, karena serasa baru kemarin, ketika awal mereka masuk kelas I. Dan saya memperhatikan perkembangan mereka dari tahun ke tahun. Hari ini di hadapan kita semua tanpa terasa mereka akan memberi persembahan terakhir untuk kita semua” . Para santri Niha’ i kemudian mengawali penampilan dengan Qasidah, dilanjutkan dengan tari kontemporer, vocal group, puisi, lagu-lagu dengan iringan gitar akustik, dan seterusnya. Acara kemudian diakhiri dengan berjabat tangan dengan seluruh audiens. Tidak beda jauh dengan PG santri nonasrama, PG santri asrama yang dimulai pukul 20.00 dibuka dengan sambutan oleh ustadzah Evita Yuliatul Wahidah S.Pd.I, selaku pembimbing kegiatan tersebut. Acara pun dilanjutkan dengan penampilan-penampilan, seperti Qasidah, tari saman dari Sumatera, puisi kontemporer, t a r i k o m b i n a s i , j u g a v o c a l g ro u p y a n g dipersembahkankan oleh santri kelas V TMI (kelas XI MA). Ada nuansa berbeda pada Panggung Gembira tahun ini, yaitu video dramatisasi yang bercerita tentang perjalanan santri kelas Nihai di Pesantren Darunnajah sejak mereka masuk di kelas I MTs. Suguhan ini spontan mengundang gelak tawa panjang karena unsur komedi dalam visualisasi tersebut kental terasa. “ Tahun ini PG cukup berbeda. Ada pemutaran film dokumenter perjalanan Nihai selama di pondok, tapi lucu banget! Buktinya kita terhibur dan ada nuansa baru di PG” , ujar Tiharoh, santri kelas V TMI, kepada WARDAN, sambil beranjak keluar Auditorium dengan mengulum senyum karena kesan dalam PG tahun ini. (Ela Hulaso)
Gambar Atas-Bawah: Berbagai acara penampilan Santri Nihai Putri dalam acara panggung Gembira

T

16

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Santri TMI Darunnajah Akrab dengan Riset

Santri TMI (Aliyah) Darunnajah sedang mewawancarai responden riset

iapa bilang riset itu ribet. Untuk kedua kalinya santri putra dan putri kelas V TMI (kelas II MA) Darunnajah Cipining yang berjumlah 108 orang melakukan kegiatan penelitian ilmiah. Mereka dibagi menjadi 21 kelompok. Kegiatan ini berlangsung 9 s.d 14 Februari 2008. Dengan dilengkapi surat tugas dan instrumen yang diperlukan, mereka mendatangi 21 SD di Kecamatan Cigudeg Bogor serta anak usia SLTP di masyarakat sekitar. Tema riset yang diusung kali ini adalah “ Penerapan Pendidikan Agama dan Kecenderungan Masyarakat dalam Memilih Pendidikan Formal bagi PutraPutrinya” . “ Darunnajah sebagai lembaga pendidikan yang bercorak pesantren merasa turut memikul tanggung jawab terhadap peningkatan taraf pendidikan umum maupun agama dalam menuju masyarakat madani” , tutur ustadz Musta’ in SE, ketika ditanya WARDAN mengenai alasan penyelenggaraan riset tersebut. “ Adapun hasil dari riset tersebut bisa menjadi salah satu umpan balik bagi Darunnajah dalam menentukan arah kurikulum terpadu sesuai dengan kecenderungan masyarakat dalam memilih pendidikan bagi putraputrinya” tandasnya lagi. Tentang mengapa santri kelas II MA yang ditugasi riset, narasumber menerangkan lebih lanjut, santri kelas II MA sudah diajarkan secara teori mengenai teknik riset, sehingga riset ini dianggap sebagai aplikasi dari teori. (Ela Hulaso).

S

auhnya jarak tempuh dari Bogor ke Jakarta tidak menjadi kendala ketika tekad sudah bulat, seperti tergambar pada wajah belasan santri putra dan putri kelas IV TMI (kelas X MA) Darunnajah Cipining yang hendak mengikuti seleksi pertukaran pelajar internasional. Di bawah bimbingan Ustadz Muallim Fajri, yang setiap tahunnya aktif mendampingi santri yang ingin mengikuti program AFS dan YES, para santri tersebut mendatangi kantor Bina Antar Budaya, (Minggu, 20/04/2008) di Jl. Limau II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, untuk menyerahkan kelengkapan administrasi dan pemberkasan. Selanjutnya pada Minggu 11 Mei 2008, mulai pukul 07.00 s.d. 16.00 WIB, bertempat di Gedung STBA LIA Jl. Pengadegan Timur Jakarta, para santri tersebut bersama dengan ratusan pelajar dari berbagai SLTA di Jabodetabek, mengikuti tes pertama tertulis Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Wawasan Umum. ” Soalnya Up to date banget !, tapi yakin dari seratusan soal banyak bisa terjawab” , tutur Nadwah Arifah, salah seorang santri, sambil menutup pintu mobil untuk bersiap kembali ke Cipining. Tahap seleksi selanjutnya akan berlangsung pada bulan Juni, bagi mereka yang lulus tes tertulis. (Ela Hulaso).

J

Iklan

RazqArT
‫ں‬ ‫ں‬ ‫ں‬ ‫ں‬ ‫ں‬

17 Siswa MA Ikuti Seleksi Pertukaran Pelajar ke Amerika

Calligraphy Art printing Logos setting Art drawing Graffiti Call: 085695162177
(Musa Yuliadi, S.Ag.)
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 17

Tasyakuran Santri Nihai
ebiasaan kurang baik pascaujian nasional (misalnya dengan mencoret-coret pakaian seragam sekolah) selama ini sering dilakukan oleh sebagian siswa SMP/MTs maupun SMA/MA. Mereka merasa akan segera lulus dan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun alhamdulillah, hal tersebut tidak dilakukan oleh santri Darunnajah 2 Cipining. Karena sejak awal, Pak Kiai, Kepala Madrasah, Wali Kelas, dan segenap guru telah mengantisipasi kemungkinan buruk dimaksud. Para santri diarahkan untuk bersyukur atas nikmat Allah (termasuk kelulusan ujian) dengan cara-cara yang diajarkan dan diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu pada tahun ini misalnya, para santri kelas VI TMI (kelas XII MA) meluapkan kebahagiaan usai mengikuti ujian nasional, ujian sekolah, dan ujian nihai (ujian akhir TMI) dengan mengadakan makan bersama seluruh santri serta dewan guru, Kamis, 30 Mei 2008 di aula pesantren. Makan bersama ini dilakukan dengan menggunakan alas daun pisang sepanjang lebih dari lima puluh meter sehingga terlihat lebih unik tapi meriah. Acara tersebut dilakukan seusai shalat Magrib, sekaligus buka puasa, mengingat setiap Kamis (dan Senin) pada umumnya warga Darunnajah Cipining berpuasa sunnah. Acara tersebut disambut dengan antusias baik oleh santri maupun guru. Husnul Mubarok (salah satu santri kelas VI TMI) kepada WARDAN mengatakan, tujuan dari acara ini adalah untuk semakin mempererat ukhuwah islamiyah antara santri kelas akhir (Niha'i) dengan seluruh santri dan guru, juga sebagai acara perpisahan dengan adik-adik kelasnya. Dari acara tersebut tampak kesan keakraban dan kebersamaan. Ustad Muhlisin, S.H.I, salah satu guru yang hadir, kepada WARDAN mengatakan, “ Acara ini merupakan ide baru. Meskipun sederhana tapi sarat makna, terutama kebersamaan” . (syarqi)

K

Mengharap Berkah, dengan “Berjamaah”

18

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Guru Darunnajah Cipining Antusias Bedah Buku

Hukum Waris Islam
ngin membagi harta warisan secara i s l a m i ? B e rn i a t m e m p e ro l e h keberkahan dan keadilan dalam warisan? Tidak perlu ragu-ragu dan sulit-sulit lagi sekarang. ABCD ihwal harta warisan tersebut dapat ditemukan dalam buku hukum waris Islam karya H. Saefuddin Arief, S.H., alumnus KMI gontor dan Universitas Islam Djakarta, yang kini bekerja sebagai notaris dan PPAT serta menjabat Ketua Yayasan Darunnajah. Ya, berawal dari niat tulus untuk mensosialisasikan hukum waris Islam, putra sulung K.H. Abdul Manaf Mukhayyar (alm) yang sudah 20 tahun lebih bergelut di bidang tersebut, akhirnya menulis sebuah buku yang masih agak langka di bidangnya, berjudul 'Hukum Waris Islam dan Praktek Perhitungan Harta Peninggalan' setebal 242 halaman. Buku yang menurut pengakuan pengarangnya diselesaikan dalam 8 hari serta banyak mendapat inspirasi, ilustrasi dan problem solving dalam penulisannya setiap usai shalat malam tersebut, untuk tahap perdana telah diterbitkan pada akhir 2007. Dan kini buku tersebut sudah direvisi dengan mendapat tambahan testimoni dari Harian Republika, KH. Kholil Ridwan (Ketua MUI Pusat), dan lain-lain. “ Saya sangat salut atas upaya Pak Andin (panggilan akrab penulis-red) untuk menyusun buku hukum waris Islam ini. Ilmu Waris adalah ilmu yang pertama kali ditinggalkan oleh umat Islam. Saya yakin ini semua adalah berkat petunjuk dan bimbingan Allah, karena kedekatan penulis denganNya. Alhamdulillah, beliau telah diundang ke berbagai tempat untuk bedah buku tersebut. Beliau juga akan diundang untuk presentasi di pondok Modern Gontor selama tiga hari” , ujar KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. dalam sambutan pembukaan bedah buku tersebut di Darunnajah Cipining, Jum'at, 09 Mei 2008. Pada

I

acara yang digelar ba'da shalat Jum'at tersebut, penulis kelahiran Banten, 15 Agustus 1946 ini tampak didampingi 'asisten pribadi' (istilah penulis), yaitu istrinya kini setelah beliau ditinggal wafat istri pertama dan berpisah dengan istri kedua. Pertemuan ini bertempat di ruang musyawarah mingguan guru dan diikuti oleh sebagian besar guru Darunnajah Cipining. Dalam sesi pertama, dengan bantuan Multimedia Projector, penulis memaparkan seluk-beluk teori, keistimewaan hukum waris Islam dibandingkan dengan hukum waris adat dan barat, dan praktik hukum waris Islam. Beliau juga mengulas tentang pentingnya Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai hasil ijtihad ulama Indonesia dalam membumikan ajaran Islam. Selanjutnya, para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Setelah shalat Ashar berjama'ah di Masjid, sesi diskusi dilanjutkan. Para peserta bedah buku tampak sangat antusisas. Seusai tanya jawab dilanjutkan dengan praktik langsung perhitungan harta warisan. Dalam sesi penutupan, penulis yang juga Notaris dan PPAT Kota Tangerang ini, juga mempertunjukkan perhitungan cepat harta warisan menggunakan rumus komputerisasi temuan seorang doktor Amerika, yang sudah dimodifikasi oleh Ustadz Musthofa Zahir Jamhari (putra kedua K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc.). (Muhlisin)

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

19

Daftar Peringkat Kelas Semester Gasal 2007/2008

Kelas IA

Peringkat I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III I II III

Nama M. Syaikhul Islam Mulla Sadra Haq Qolbin Fathona Sutan Muh Sadam Awal Dzaki Syifaurrahman Rulita Pratiwi Hamalatul Qur’ ani Dena Putri Andriani Tsurayya Atsauri Fajar Kurniawan Abdhul Jhabbar M. Zaenal Abidin Fateh Abdul Aziz Giyanto Rifqi Abdul HarisN. Hayu Susanti Nur Rafidah Nihlah Ayu Hidayati Chairul Rahmat Rizky Maulana Ardiansyah M Gita Marsela Cahaya Putri Chan Lutfia Tanti Ahmad Suryadi Amber Saveratulloh Maktuf Mahyudi Mimin Sulalat Nur Halimah Siregar Astria Ningrum

Jml 1829 1715 1690 1850 1731 1649 1930 1885 1797 2082 1936 1940 2057 2015 1999 2042 1995 1993 2128 2095 2076 2350 2237 2123 1508 1508 1494 1493 1493 1484

Rata2 79.53 74.57 73.47 80.46 75.24 71.69 83.91 81.96 78.14 83.29 77.46 77.59 82.30 80.61 79.98 81.69 79.80 79.72 76.01 74.82 74.15 83.91 79.88 75.83 83.79 83.77 83.02 82.94 82.92 82.45

IB

IC

IIA

IIB

IIC

IIIA

IIIB

INT

INT

20

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Darunnajah Cipining

Rajai Kejurda II
Pencak Silat Sukabumi

ukan hanya disegani dan berjaya di tingkat Kabupaten Bogor saja, para pesilat Darunnajah telah mengukir prestasi dalam event Pekan Olahraga Daerah (PORDA), Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), dan kejuaraan umum lainnya dengan berkalikali berhasil memborong medali dan menjadi juara umum. Namun pada kejuaraan kali ini mereka dipercaya untuk mengikuti kejurda II Kabupaten Sukabumi dengan membawa bendera Kecamatan Sukalarang setelah mereka mengetahui prestasi Darunnajah Cipining di tingkat kabupaten maupun propinsi selama ini. Kejurda II Kabupaten Sukabumi berlangsung 30 Mei s.d. 2 Juni 2008 dan diikuti oleh 200 pesilat dari 29 kecamatan. Kejuaraan yang bertujuan untuk mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Propinsi (PORPROV) tahun 2010 ini berlangsung di stadion olahraga Cisaat Sukabumi. Pertandingan yang dipimpin oleh para wasit dan juri dari anggota IPSI ini berlangsung cukup ramai dan menegangkan. Hal ini disebabkan setiap kelas yang dipertandingkan diikuti oleh 25 pesilat tangguh. Anggota kontingen Dwimar Nurwanto saat ditemui WARDAN sempat

B

menyatakan kejuaraan kali ini adalah kejuaraan yang paling ramai dari setiap event pencak silat yang pernah diikuti, terutama dari segi pesilat yang ikut ambil bagian dalam setiap kelasnya. Enam pesilat Darunnajah yang mendapatkan kepercayaan ini menjawab benar keinginan Kecamatan Sukalarang untuk menjadi juara umum setelah berhasil menyabet 5 medali dari enam kelas yang diikuti, yaitu pada kelas A, B, C, D, Z & F. Sementara di kategori seni dan kelas bebas yang merupakan langganan medali emas tidak turun, karena kedua pesilatnya pada saat bersamaan sedang mengikuti seleksi olimpiade pencak silat pelajar di Cibinong Bogor, yaitu Afrizal Eka Rustandi dan Mumammad Abda Zaronja. Turun dengan materi pesilat-pesilat kawakan yang pada tahun lalu berhasil menjuarai pertandingan pencak silat antarperguruan se-kabupaten Bogor di kecamatan Leuwiliang, kali ini mereka berhasil menyumbangkan 2 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu dari 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu yang diperebutkan. Total perolehan medali kecamatan Sukalarang ini akhirnya mengantarkannya sebagai juara umum pada kejurda II kali ini.

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

21

Ketua panitia M. Hasan Umar dan M. Merdeka saat diwawancarai WARDAN usai kegiatan ini menyatakan bahwa materi ujian yang diberikan tidak hanya berupa uji fisik (seperti lari, teknik tendangan, pukulan bentuk jurus maupun tehniknya seni tanding semata) melainkan juga teori yang berkaitan dengan organisasi IPSI maupun Tapak Suci. Termasuk pula uji ketangguhan mental seperti keberanian tanding melawan pelatih maupun menyeberang sungai. Ujian kenaikan tingkat ini dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pengasuhan
Peragaan Jurus dan Fighting dalam Ujian Kenaikan Tingkat Seni Beladiri

UKT:
K

Munculkan Pendekar Pilih Tanding Baru
Santri Ustadz Achmad Rosichin, S.Pd.I dalam sebuah upacara di lapangan Bola Basket Darunnajah. Kegiatan yang menelan biaya Rp. 1,5 juta ini difokuskan kepada kegiatan untuk pengambilan nilai. Setiap kelas dibina oleh 5 orang pelatih yang sekaligus sebagai penanggung jawab atas latihan-latihan sebelum penilaian maupun pada saat pengambilan nilai itu sendiri. Peserta yang berasal dari kelas I akan mendapatkan sabuk putih kecil bila mampu mengusai jurus dasar tapak suci dari kelompok melati I, sedangkan sabuk putih besar akan diberikan kepada peserta kelas II bila berhasil lulus pada materi kelas I ditambah dengan melati II. Sementara itu peserta kelas III dan Intensif berhak memakai sabuk kuning jika jurus-jurus di kelas II dan melati III mampu dikuasai. Adapun sabuk hijau boleh dipakai oleh pesilat yang sudah kelas IV bila berhasil menguasai keseluruhan melati dan jurus tunggal baku. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan sabuk secara massal setelah peserta berlari sejauh 18 km dan berhasil

eberhasilan yang telah dibukukan pada berbagai event besar cabang seni beladiri pencak silat tidak menjadikan pengurus Seni Beladiri Darunnajah Cipining (SBDC) lupa terhadap program pembinaan generasi baru secara rutin. Sebagai program wajib, setiap santri harus mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) atau uji pengambilan sabuk. Proses ini sebagai tanda bahwa pesilat tersebut sudah mampu menguasai tingkatan jurus tertentu dengan indikasi warna sabuk yang dikenakannya. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) Madrasah Tsanawiyah, 5 s.d. 8 Mei 2008, diikuti oleh 164 santri terdiri dari kelas I, II, Intensif, dan IV Tarbiyatul Mu’allimien AlIslamiyah (TMI). Sementara untuk kelas III TMI dan susulan untuk santri yang berhalangan diadakan 13 s.d. 16 Mei 2008. Para penguji UKT silat ini adalah para santri senior kelas V TMI yang berstatus sebagai pelatih, diperkuat oleh beberapa guru pembimbing.
22 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Penegak Darunnajah
Rebut Piala DPRD Banten
AGRASI merupakan acara perhelatan akbar kepramukaan tahunan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Rangkas Bitung. AGRASI tahun 2008 ini adalah kali yang ketiga, dengan mengangkat motto “Hiasi Langit Sorakkan Bumi Bina Kebersamaan.” Kamis (28 Februari 2008), ketika para kontingen mulai berdatangan, hal pertama yang tampak adalah saling adu yel. Adu yel menjadi ajang menjaga kekompakan semangat, selain dalam hal kostum dan asesoris. Kekompakan penting untuk meraih kemenangan. Selain itu, adu yel juga berfungsi sebagai psy war terhadap lawan tanding. Berbaur dalam sorak-sorainya adu yel antarkontingen, nampak kontingen Darunnajah Cipining dalam satu sangga dengan pinsa Asma Munadiyah dan satu regu dengan pinru Ina Rosdiana. Di tengah medan yang berlumpur dan basah dalam upacara pembukaan, peserta mendapatkan motivasi untuk tidak menyerah oleh inspektur upacara dari staf kepolisian Rangkas Bitung. Meski hujan sering mengguyur, namun semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Materi lomba yang dipertandingan antara lain pidato 2 bahasa, broadcast 2 bahasa, cerdas-cermat, fashion show, cross country, pioneering, memasak, melukis, kaligrafi, KIM, SMS, PBB, dan membuat majalah
Santai Sejenak: Kontingen DMC di sela-sela kegiatan AGRSI ke-3

Kompak & Kreatif: Aksi Mawar Kampus di ajang AGRASI ke-3

angga Pramuka Penegak Darunnajah Cipining ‘Mawar Kampus’ berhasil merebut piala DPRD Banten pada event lomba Al-Mizan Galang Kreasi (AGRASI) ke-3, 28 Februari s.d. 2 Maret 2008 yang lalu. Prestasi membanggakan ini diraih setelah mengumpulkan nilai terbesar yaitu 2007, sehingga dinobatkan sebagai juara I. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Mizan Rangkasbitung Lebak Banten, dan diikuti oleh 11 regu penggalang dan 9 sangga penegak dari berbagai pesantren di Banten dan Jawa Barat. Adapun Juara Umum diraih oleh tuan rumah. Kemenangan ini diraih setelah absennya kontingen Darunnajah Cipining pada tahun 2007. Pada AGRASI perdana tahun 2006 hanya menempati posisi ketiga. Dalam berbagi pengalaman bersama WARDAN, Arina Septiani Chaerunnisa, anggota ‘Mawar Kampus’ yang telah menjadi pasukan khusus (passus) semenjak kelas 1 MTs ini, berharap agar pramuka Darunnajah Cipining lebih baik di tahun mendatang. Sementara itu pembina pendamping kontingen, Ustadzah Nani Karmila, menganggap AGRASI adalah kegiatan yang menyenangkan, asyik, dan menambah wawasan, meski sering diguyur hujan deras.

S

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

23

Menggajar dan membina pramuka

Istirahat: Peserta longmarch dalam perjalanan ke Cigudeg

Belajar memetik daun teh

Pramuka Darunnajah Sarat Kegiatan
para andika langsung bersilaturahi kepada warga setempat dengan harapan dapat mempererat hubungan sesama insan. Selanjutnya mereka mendirikan tenda. Perjalanan yang berlangsung dari pukul 08.00 s.d 17.30 WIB itu membuat para andika cukup lelah sehingga mereka beristirahat dengan lelap di malam hari pertama. Memasuki hari kedua para andika mengisi kegiatan dengan dengan membina siswa-siswi Sekolah Dasar Banyu Resmi 02 dengan berbagai kegiatan kepramukaan yang menarik seperti bernyanyi ria, permainan, demonstrasi kepramukaan, dan tentunya memperkenalkan keberadaan pesantren Darunnajah Cipining. Meskipun dibagi dalam beberapa kelompok dan dilakukan dengan cara bergantian karena jumlah siswa yang begitu banyak, namun pembinaan singkat tersebut dapat memberikan pelajaran baru bagi mereka yang selama ini kurang mengenal pramuka. Selesai mengajar SD para peserta longmarch langsung mempersiapkan makan siang. Masing-masing sangga memasak untuk anggotannya. Ini sebagai bentuk

Derap langkah nan gagah perkasa Seirama dan satu suara …… Sambil bernyanyi lagu hura-hura Itu tandanya seorang pramuka…… agu tersebut mengiringi langkah demi langkah para andika penegak Darunnajah menelusuri jalan setapak, lembah, sungai, pematang sawah, perkampungan bahkan bukit-bukit terjal sejauh + 30 km, menuju Cigudeg. Petualangan yang sangat melelahkan namun menyenangkan. longmarch yang dilakukan pramuka penegak MA nonasrama ini melalui hutan rimba yang jauh dari keramaian kota, bak tentara infantri yang yang harus membuka hutan guna perjalanan. Kendati medan yang begitu sulit namun semangat pramuka tak pernah surut dari jiwa mereka. “Experience is the best teacher” adalah satu kalimat yang mereka tanam dalam-dalam pada diri mereka. Tidak sekedar menelusuri alam, mereka juga melakukan kegiatan-kegiatan pramuka lainnya. Sesampainya di bumi perkemahan
24 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

L

pendidikan kemandirian pramuka di manapun berada. Di malam kedua waktu diisi dengan mengaji bersama dan tausiyah dari Ustadz Rizal hingga menjelang tidur. Memasuki hari ketiga, kegiatan diawali dengan berolahraga jalan kaki menuju lokasi pemancar transmisi IV TVRI di puncak bukit Cirangsad, sambil melihat keindahan pemandangan daerah Cigudeg dari puncak. Para andikapun dapat berdialog seputar dunia informasi dengan para pegawai stasiun setempat, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bhakti sosial (Baksos) di sekitar lingkungan masjid kampung dan bumi perkemahan sebagai wujud jiwa peduli pramuka terhadap lingkungan. Guna melanjutkan kegiatan yang sudah dirancang, para andika kemudian berpamitan kepada warga sekitar guna melanjutkan perjalanan menuju bumi perkemahan kedua. Sambil berpamitan, para andika menyorakkan yel-yel mengitari kampung sebagai salam perpisahan. Sesampai di bumi perkemahan berikutnya di PT Teh Bukit Cirangsad para andika langsung mengikuti kegiatan “Budidaya Teh”, didampingi kepala mandor dan staff. Mula-mula para andika diajak berkeliling area perbukitan teh sambil berjalan dan menikmati panorama nan indah. Andika dapat berdialog langsung tentang budidaya teh. Namun yang paling menarik andika bisa langsung ikut terjun di lapangan. Andika diajari mulai dari pemilihan bibit, penyemaian, perawatan, pemanenan, peracikan dan pengolahan secara langsung. Mereka langsung berbaur dengan karyawan yang sedang bekerja di tempat tersebut. Sungguh suatu pengalaman yang sangat mengesankan dan tak terlupakan. Inilah pramuka, pramuka Darunnajah yang cinta alam dan kasih sayang sesama manusia sebagai bentuk aplikasi dari Dasa Dharma Pramuka. Di akhir kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 5 s.d 7 Mei 2008 itu para andika harus menuruni bukit yang berliku-liku guna kembali menuju ke Darunnajah. (Muhrizal)

Tali Silaturrahmi
Beberapa waktu lalu pesantren Darunnajah Cipining menyelenggarakan acara pertemuan pramuka penggalang tingkat Sekolah Dasar Kwartir Ranting Cigudeg di bumi perkemahan Darunnajah Cipining. Acara yang diberi nama PERSAMI (Perkemahan Sabtu-Minggu) itu dibuka Sabtu 26 April 2008 oleh Mabigus Harian Kak Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I sebagai pembina upacara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sebanyak 122 andika dari beberapa pangkalan se-kecamatan Cigudeg. Kegiatan ini merupakan persembahan dari sangga kerja koordinator Kampus 1 dalam rangka menyambut hari pendidikan nasional (Hardiknas). Selayaknya perkemahan penggalang, kegiatan persami ini padat oleh berbagai aktivitas seperti latihan baris berbaris, KIM, pengetahuan kepramukaan, memanah dan lain sebagainya. Peserta juga disuguhi kegiatan outbound dan rekreasi. Persami bukan saja sebagai ajang pertemuan pramuka semata-mata. Jauh di balik itu persami bertujuan untuk memupuk tali silaturahim di antara sesama anggota pramuka, sekaligus sebagai wadah guna menanamkan jiwa pramuka sejak usia dini. Pada penghujung acara diumumkan hasil penilaian juri terhadap setiap kontingen, dengan rincian sebagai berikut: Putra Juara I : MI Darunnajah Cipining Juara II : SDN Batujajar 04 Juara III : SDN Argapura 01 Putri

Persami Memupuk

Tangkas dan Gembira. Andika peserta PERSAMI sedang membangun kemah

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

25

Lantik 30 Penegak Bantara Penegak Bantara Lantik Apa Harapan Mabikori? Apa Harapan Mabikori?

Bersaing dan Gembira: Para Peserta Pelantikan Bantara seusai pucara Atas: Ka. Mabikori Darunnajah, Ust. Syaiful Hadi Scada, M.T., S.Pd.I.

ingin dan pekatnya malam bukanlah menjadi soal bagi duapuluh lima siswi kelas XI Aliyah nonasrama yang malam itu menjadi peserta pelantikan penegak bantara. Dengan menyisihkan rasa takut dan malas, jadwal pelantikan yang banyak mengambil waktu malam hari itu, dapat diikuti dengan tertib, penuh kedisiplinan. Kamis sore (27/03/2008), segala perlengkapan pelantikan sudah dipersiapkan. Runtutan acara dimulai dengan melaksankan shalat Maghrib berjamaah, pembacaan surat Yasin dan dilanjutkan dengan shalat Isya. Selepas makan malam, siraman rohani dan renungan oleh Ustadz Muhrizal mengantarkan mereka pada detik-detik menuju tes mental (ujian terberat karena membutuhkan kesiapan mental yang prima). Memasuki pukul 23.00 WIB, dengan hanya berbekal do’a, peserta mendapatkan tugas berjalan mengelilingi kampus 2 yang diselimuti gulita. Berbagai gangguan teror dan sedikit kejutan oleh panitia menjadi warna night adventuring sekaligus pembuktian nyali mereka. Di pos pertama, peserta mengerjakan soal-soal kepramukaan dan keagamaan. Pukul 00.00-02.00 WIB merupakan waktu istirahat. Tepat pukul 02.00 WIB, peserta kembali berjalan menuju pos 2 yang terletak di vila pemancingan untuk mengambil

D

26

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Pramuka Darunnajah saat Jelajah Alam di Kebun teh Cigudeg

atribut bantara pertama. Karena berada di kolong, mereka terpaksa mengambilnya dengan merangkak. Ini adalah cermin perjuangan dan pengorbanan dalam mencapai tujuan. Berhasil mendapat bantara pertama, selanjutnya mereka menuju lapangan sepak bola untuk mendapatkan bantara kedua. Syarat pengambilannya adalah bermain bola. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu persija dan perkutut. Bagi yang memenangkan permainan bola, mendapatkan giliran pertama mengambil bantara di dalam bak yang berisi air dan penuh dengan dedaunan. Saat menanti shubuh, peserta menyalakan api unggun. Beberapa atraksi kesenian secara sederhana ditampilkan menjadi tontonan sesama peserta. Usai shalat Shubuh, mereka istirahat kembali untuk mempersiapkan pelantikan. Jum’at pagi (28/03/2008), tepat pukul pukul 09.00 WIB pelantikan dilakukan oleh Ka Mabikori, Kak Syaiful Hadi Scada, M.T., S.Pd.I. di

lapangan kampus 2 Darunnajah Cipining. Rasa bangga dan haru mengiringi proses pelantikan pagi itu, ucapan selamat pun menjadi kata terakhir pada kata sambutan Kak Ipul, sapaan akrab Mabikori. Sementara itu, pelantikan penegak bantara juga dilaksanakan untuk 5 siswa, 2 orang dari kelas 5 MA dan 3 orang dari kelas 1 MA pada satu pekan selanjutnya yaitu Kamis, 03 April 2008. Rute pelantikan mengambil setting antara Pesantren Darunnajah hingga Kampung Nanggung. Menanggapi pertanyaan WARDAN atas dilantiknya 30 penegak bantara, Ka Mabikori menyampaikan harapan agar pramuka Darunnajah Cipining dapat berkembang lebih baik dan siap terjun. “Be prepare, be compatible, khususnya bagi pramuka TMI nonasrama”, ucap beliau yang kini telah dianugerahi 3 putera tersebut. Dalam kesempatan lain, Teti Maryati, Ka Koordinator yang memobilisasi kegiatan tersebut menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah membentuk pemimpin yang berani
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 27

Lengkapi Kegiatan Pramuka Santri

Upacara Pembukaan Kursus Saka Bhayangkara

Latihan baris-berbaris

Latihan Kesamaptaan Jasmani

Penyematan tanda peserta oleh Cigudeg

egiatan Saka Bhayangkara diselenggarakan untuk membekali para santri dalam kepramukaan di Pesantren Darunnajah Cipining, setelah beberapa kegiatan lainnya seperti pelantikan Penggalang Ramu, Pasukan Khusus (Passus), dan Penegak Bantara, mengawali rentetan program kerja Mabikori beberapa bulan terakhir ini dalam mengembangkan kepramukaan. “Ini adalah pelatihan saka bhayangkara yang ketiga setelah lima tahun silam. Kita pernah melaksanakannya pada tahun 2003. Untuk itu kesempatan yang tidak didapatkan setahun sekali ini agar dipergunakan sebaik mungkin”, ungkap Ustadz Syaiful Hadi scada, S.Pd.I., MT., Ka Mabikori, dalam sambutan pembukaan kegiatan. Selanjutnya, masih menurut penjelasan penanggung jawab kegiatan ini, kegiatan saka bayangkara kali ini dapat dilakukan meski persiapannya tidak lama. Melihat ada peluang 3 hari untuk kelas X dan XI Madrasah Aliyah (kelas 4 dan 5 TMI) selama berlangsung UN MA/SMA, 22 s.d. 24 April, kesempatan ini beliau manfaatkan setelah mengajukan proposal kepada Kepolisian Sektor Cigudeg.

K

28

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Mendapat lampu hijau dari Polsek, kegiatan mulai digulirkan pada tanggal 21 April siang. Para trainer kegiatan ini berasal dari unsur kepolisian setempat. Mereka adalah Drs. Budi Santoso, S.H. (Kepala Unit Reserse Cigudeg), Prio Santoso (Staf Pulbaket), Brigadir Kirno, dan Bripda Epid Zikrullah. Setelah dibuka oleh kanit reserse, peserta yang berjumlah + 80 orang sudah dikondisikan dengan mendapatkan materi kedisiplinan. Saka Bayangkara yang berada di bawah naungan kepolisian, memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi, kecakapan, dan power untuk menunjang tugas-tugas polisi yang kompleks. Selanjutnya peserta mendapatkan berbagai materi tentang dunia kepolisian

yang berbicara dari struktur dan kepangkatan hingga masalah fungsi teknis kepolisian. Mereka juga mendalami berbagai hal tentang saka bayangkara. Selain bersifat teoretis, untuk menambah kecakapan dan keterampilan, para peserta diajak latihan praktik LKBB dan pengaturan lalu lintas. Untuk menggugah emosi dan semangat peserta, para trainer pun tak sungkan-sungkan untuk bernyanyi bersama peserta. Salah satu lagu andalan mereka adalah ‘Kalau Kau Suka Hati’. Pelatihan ini pun mendapat apresiasi positif oleh para trainer, mereka mengaku bangga dengan kesigapan para santri dalam mengikuti agenda kegiatan. “Saya melihat anak-anak ini memiliki semangat yang bagus. Bagi saya yang

Penegak Darunnajah Cipining Ikuti Latihan Pengembangan Kepramukaan
alam rangka meningkatkan kualitas kepramukaan siswasiswi di kecamatan, pada tanggal 19 s.d. 21 Maret 2008 Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka kecamatan Cigudeg mengadakan Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) tahun 2008. Kegiatan yang bertempat di SDN Bunar 03 Cigudeg ini diikuti oleh perwakilan seluruh SMA, MA, dan SMK yang berada di wilayah kecamatan Cigudeg. Dalam kesempatan itu pengurus koordianator siswa-siswi nonasrama dapat turut berpartisipasi. Ka Koordinator Putri, Te t i M a r y a t i m e n y a t a k a n b a h w a keikutsertaan dalam kegiatan ini sangat penting karena pramuka Darunnajah selama ini sudah berperan aktif di kecamatan Cigudeg. Bahkan selama ini, senior-senior mereka juga aktif di kepengurusan Dewan Kerja Ranting (DKR) Cigudeg. Akbar Mufid

D

misalnya, yang kini menjadi ketua panitia LPK, merupakan alumnus Darunnajah 2007 yang memulai karir kepramukaannya di Darunnajah Cipining. Jadwal kegiatan LPK 2008 ini sangat padat. Setiap materi kegiatan yang berjumlah enam belas sesi dijadwalkan dalam durasi 11,5 jam per materi. Materi pelatihan meliputi dinamika kelompok, organisasi dan kepemimpinan, teknik persidangan, human relation, AD/ART gerakan pramuka, muhasabah dan lain lain. Setelah mengikuti kegitan ini, pengurus koordinator putri memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki kinerja pengurus guna mengembangkan kepramukaan Darunnajah Cipining. Dalam waktu dekat, pramuka Darunnajah akan melantik penegak bantara sebagai langkah selanjutnya. Berkaitan dengan itu, salah satu
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 29

Audiens Pildatren di Aula Pesantren Darunnajah Cipining

arunnajah Cipining merupakan pesantren kedelapan dari pelaksanaan program Pemilihan Da’i Pesantren (Pildatren) bersama So Klin Pemutih. Promo ini digulirkan sepanjang tahun 2007 oleh PT Sayap Mas Utama dan PT Swara Gangsing sebagai event organizer. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengembangkan potensi, memicu semangat kerohanian, dan menuangkan pengetahuan anak tentang AlQur’an. Dengan mengambil lokasi di Aula, pada hari Jumat (23/11/07) kegiatan Pildatren dilaksanakan. Peserta terdiri atas utusan-utusan kelas Madrasah Aliyah yang berjumlah 10 orang. Untuk menambah hidupnya suasana, setiap peserta diharuskan membawa supporter. Sebelum para Da’i tampil menyampaikan orasinya, tugas supporter adalah mempromosikan delegasinya dengan yel-yel atau manuver lain yang bertujuan merebut simpati penonton. Tema yang diangkat adalah ‘Hati yang Putih’. Melalui tema ini, para peserta mengulas keutamaan manusia yang memiliki hati yang putih, sebagaimana sponsor, ibarat seputih So Klin Pemutih. Dalam orasinya, para da’i tidak jarang mentamsilkan hati dengan pakaian. “Hati yang putih perlu dibersihkan sebagaimana pakaian dibersihkan oleh So Klin Pemutih”, ucap Parlan, salah satu kontestan utusan kelas XII
30 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

D

MA. Acara Pildatren diselingi dengan games, product knowledge, dan demo cuci yang diiringi dengan antusiasme hadirin selama mengikuti acara. Sementara itu, di luar gedung pertemuan juga terjadi keramaian. Stand selling produck diserbu ibu-ibu rumah tangga. “Mumpung ada yang murah” komentar para ibu sembari berebut minta dilayani oleh petugas. Pada akhir lomba, Ustadz Ahmad Rosichin, S.Pd.I. dan Ustadz Muhammad Musta’in Billah, S.E. yang bertindak sebagai juri mengumumkan 3 peserta terbaik, yaitu Ahmad Abda Zaronja (Kelas XI/VTMI) sebagai terbaik pertama, dan Muhammad Parlan (Kelas XII/VI TMI) sebagai terbaik kedua, disusul kemudian oleh Waliyudin (Kelas XII/VI TMI) sebagai terbaik ketiga. Masing-masing mendapatkan penghagaan dari pesantren dan bingkisan dari So Klin Pemutih. Menurut keterangan pihak penyelenggara

Pembagian Hadiah

Lulu el Maknun

engawali kegiatan ekstrakurikuler semester genap tahun pelajaran ini, Madrasah Aliyah Darunnajah dan Warta Darunnajah Cipining (WARDAN) bekerja sama dengan lembaga penulisan kreatif ‘Writing School’, Bekasi, menyelenggarakan bedah buku kumpulan cerpen (kumcer) ‘I Just Wanna Say, I Love You’ dengan menghadirkan penulisnya pada tanggal 6 Januari 2008. Buku tersebut adalah buku ketiga Mbak Lulu (sapaan akrab Lulu’ El Maknun) setelah ‘Vini, Vidi, Vici’ dan ‘Dan Cinta pun Rukuk‘ yang digarap bersama Dani Ardiansyah. Acara ini dihadiri oleh para santri yang berjumlah 300an anak, Mbak Lulu membuka acara dengan meneriakkan yel “I Just Wanna Say……. Peserta secara kompak menyahut “I Love You”. Suasana gedung aula Darunnajah pun kian semarak. Penulis lalu memperkenalkan diri dan menceritakan proses kreatif pembuatan buku tersebut. ‘I Just Wanna Say, I Love You’, menurut penjelasannya, menceritakan tentang seorang gadis tunawicara (bisu) yang jatuh cinta dan ingin sekali mengatakan rasa cintanya tersebut, namun semua itu sia-sia. Karena setelah kesembuhannya, lelaki

M

idamannya telah menikah. Mbak Lulu, yang juga anggota forum Lingkar Pena (FLP), menjelaskan dengan gayanya yang nyentrik plus menarik. Selain membedah buku kumcernya, Mbak Lulu juga memberi pelatihan menulis cerpen dan membeberkan kiat-kiat menembus media. Karena selain menulis buku, karya Mbak Lulu juga dimuat di beberapa majalah seperti Annida. Selama + 2 jam, Mbak Lulu berhasil menyita perhatian peserta yang sebagian besar adalah santri Madrasah Aliyah. Di akhir acara, Mbak Lulu mengajak peserta untuk praktik membuat tulisan yang paling sederhana yaitu menulis buku harian. Setelah selesai, beberapa karya yang dibuat secara singkat tersebut dibacakan oleh peserta, dan yang terbaik mendapatkan kenang-kenangan buku dari Mbak Lulu. Setelah shalat Zhuhur acara diisi oleh tim redaktur WARDAN. Materi yang disampaikan adalah ‘Motivasi Menulis’ oleh Ustadz Muhammad Musta’in, S.E. dan ‘Pengenalan Pers dan Jurnalistik’ oleh Ustadz Muhlisin, S.H.I.. Pada kesempatan ini pula, WARDAN berkesempatan membuka dapur kreatifitas penerbitan WARDAN. Berbagai apresiasi dan aspirasi pun

Antusias. Para Peserta menyimak narasumber dalam acara pengenalan Pers & Junrnalistik

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

31

Tra

udah menjadi agenda rutin setiap awal masa kepemimpinan organisasi santri, Pesantren Darunnajah Cipining menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS). Hal ini mengingat setiap kegiatan di pesantren harus bersifat edukatif, dan agar para pengurus tadi dapat memulai kiprah mereka berlandaskan ilmu. Kegiatan LDKS tahun ini diselenggarakan mulai tanggal 7 s.d. 8 Januari 2008. Ketua Panitia, Ustadz Imam Ghozali, menjelaskan tema kegiatan kali ini adalah ‘Punya Visi, Giat Beraksi, dan Raih Prestasi’. Lebih lanjut dia menyebutkan kegiatan ini diikuti oleh 241 santri/siswa dari 8 macam organisasi santri/siswa asrama dan nonasrama di lingkungan Darunnajah Cipining, termasuk bidang kepramukaan. Dalam kata sambutan pembukaan, ustadz pengagum Cak Nun ini menguraikan keberhasilan pemimpin itu dilihat dari indikator prestasi. Dan, prestasi hanya dapat diraih dengan aksi yang giat dan sungguh-sungguh. Sementara itu aksi akan lebih pasti jika dilakukan berdasakan visi yang jelas dan dapat diukur. Selanjutnya, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc mengamanatkan pengenalan dasar-dasar kepemimpinan sangat diperlukan oleh pengurus setiap organisasi. Oleh karenanya, lanjut beliau, Darunnajah Cipining merasa perlu mengadakan kegiatan semacam ini setiap tahun. Pimpinan Pesantren kita ini juga memberi contoh betapa latihan kepemimpinan dan organisasi telah melahirkan banyak alumni Darunnajah Cipining yang aktif di masyarakat, baik di organisasi/lembaga formal maupun nonformal. Agus Tridasa misalnya. Alumnus TMI angkatan kedua (1995) ini kini menjadi anggota
32 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

S

DPRD di Sumatera Selatan. Sesi perdana adalah ‘Manajemen Kepemimpinan’, oleh Ustadz Septa Candra, guru Darunnajah Cipining, yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Setelah berkonsentrasi mendengarkan presentasi tentang model-model pemimpin dan kepemimpinan, peserta diajak sedikit relaks dalam materi ‘Live Skill dan Achievment Managemant Training (AMT) bersama Nirwan dari STIE Pandu Madania Bogor. Presentasi yang diselingi intermezzo dan games ini menggugah motivasi peserta untuk terus aktif mengikuti sesi dari trainer yang memiliki segudang pengalaman ini. Kak Nirwan mengisahkan dirinya baru saja kembali dari Aceh dalam tugas kemanusiaan bersama relawan-relawan lain. Materi terakhir pada hari pertama adalah ‘Teknik Persidangan’ yang disampaikan oleh Setia Dharma (UMJ). Mengawali hari kedua disampaikan materi ‘Manajemen korespondensi’ oleh sekretaris pesantren Ustadz Anton Septiono, S.Pd.I. Ustadz yang juga menjabat sebagai kepala Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) Darunnajah Cipining ini menyampaikan segala ‘tetek bengek’ surat menyurat yang sudah ditekuninya semenjak lulus TMI Darunnajah Cipining tahun 1994. Materi selanjutnya adalah Manajemen Konflik’ oleh Ahmad Subekti, S.Psi. (alumnus TMI angkatan ke-8 tahun 2001), disusul kemudian dengan ‘Manajemen Keuangan’ bersama Ustadz Muhammad Muddatsir, S.H.I. Di akhir acara pelatihan panitia mengumumkan nama-nama peserta dengan prestasi unggul, yaitut; Saddam Husein sebagai Peserta Terbaik Putra, Eva Fauziyah sebagai Peserta Terbaik Putri, Cahyono sebagai Peserta

aining For Student II

Upaya Lahirkan Ulama Ahli Fikir dan Dzikir

ari pondok modern di sebelah barat kota Bogor, bersemi cita-cita melahirkan ulama yang ahli pikir dan ahli dzikir. “Pondok Pesantren Darunnajah berusaha keras menghantarkan kalian sebagai santri untuk menjadi ulama intelek yang ahli pikir dan dzikir,” kata Sekretaris Pesantren Darunnajah Cipining ustadz AA Khusaini. Beliau mewakili Pimpinan Pesantren yang berhalangan hadir pada pembukaan acara Basic Training For Student tahap II. “Untuk itu sangat diperlukan proses pendidikan dan pelatihan. Sekarang tiba saatnya kalian mendapatkan pelatihan agar memperoleh bekal empat poin penting dalam hidup kalian, yaitu pembinaan keimanan, keilmuan, pengamalan ibadah, pembinaan jalinan sosial dengan akhlak mulia”, tuturnya lagi mengenai alasan Pesantren Darunnajah mengadakan kegiatan ini. Kegiatan ini digelar pada 5 s.d. 9 Mei 2008, di saat kelas IX MTs dan SMP sedang menjalani Ujian Nasional (UN). Peserta Training tahap II ini berjumlah 240 anak, terdiri atas santri dan siswa-siswi kelas VII dan VIII MTs dan SMP, serta kelas XI MA/TMI Darunnajah Cipining, baik asrama maupun nonasrama. Materi dan metode serta trainer pelatihan tahap kedua ini tidak jauh berbeda dengan materi pelatihan tahap I. Dan uniknya training ini dipanitiai oleh santri kelas XI MA yang sudah mendapatkan Basic Training For Student Tahap I, Februari lalu. Kegiatan training ditutup 9 Mei 2008, bertempat di Aula Darunnajah Cipining. Dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining, KH Jamhari Abdul Jalal Lc berkenan hadir memberikan sambutan. Sebelumnya beliau meminta perwakilan peserta untuk menyampaikan kesan dan pesan. “Saya merasa semakin dekat dengan Allah, rindu dengan Rasulullah, merasa berdosa jika tidak membaca Al-Qur'an, dan merasa ingin selalu berbakti kepada kedua orang tua, setelah mengukuti training ini” tutur Selvi Andayani santri peserta dari kelas XI MA. Adapun Eva Fauziah, peserta lainnya, menuturkan kepada WARDAN, “Amazing! Lelah tapi sebanding, serasa lebih mengenal diri sendiri dengan baik, terutama bisa mengenal Allah, Rasul, pokoknya serasa pengen jadi orang yang lebih agamis”. Atas-bawah: Para santri bersemangat berlatih berbagai Acara diakhiri dengan pemberian keterampilan dan kecakapan hidup pengahargaan kepada peserta terbaik yang
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 33

D

Senam Ergonomik
erawal dari menderita penyakit yang multikompleks, A. M. Isran mulai menemukan titik-titik kekuatan pada dirinya. Badan yang tak kunjung sehat itu, juga mulai merasakan jengah terhadap obat-obatan kimia. Satusatunya cara yang kemudian dilakukannya adalah merefleksikan cara para nabi menjaga kesehatan. Rahasia itu terungkap ketika beliau mencoba memperbaiki tata cara shalat yang diawali dengan thaharoh (bersuci), yaitu wudhu. Dari keseriusannya dalam menelusuri literatur rahasia wudhu dan shalat yang kemudian dipraktikkannya melalui cara-cara yang sesuai dan benar, Bapak Isran mulai menemukan kesehatannya berangsurangsur pulih. Inilah yang kemudian mengantarkan beliau memilih menekuni bidang kesehatan dengan konsepnya ‘Senam Ergonomik’. Senam Ergonomik, menurut penuturan beliau ketika mengisi pelatihan di Pesantren Darunnajah (28/02/2008) merupakan konsep sehat melalui senam yang diinspirasi dari cara para nabi melakukan gerakan shalat dan lainnya. Gerakan pertama misalnya yaitu mengangkat kedua tangan setinggi-tingginya dengan wajah mendongak dengan tujuan membuka dada tempat paru-paru sehingga dapat mengembang secara maksimal merupakan adaptasi dari Nabi Ibrahim AS. Pesantren Darunnajah merupakan pesantren pertama kali yang melaksanakan pelatihan Senam Ergonomik ala Bapak Isran yang menamatkan pendidikan S3nya di KWU USA dengan titel Ph.D. in distance Learning ini. Dengan energik penuh vitalitas, Sang Doktor pun mengambil kendali mengomandoi langsung praktik Senam
34 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Bersama Sang Doktor
Ergonomik yang diikuti pimpinan pesantren Darunnajah Cipining, dewan guru, dan santri Aliyah di aula. Walau terkesan humoris dan santai, lelaki kelahiran Sintang yang kini menetap di Bandung tersebut mengajak para peserta mengikuti urutan senam sehat yang berjumlah 6 gerakan dari takbir hingga berbaring dengan sungguh-sungguh. Meski dalam melakukan senam, para peserta mengalami kram, semutan hingga kesakitan, beliau malah bersikeras untuk menahan. “Ketika merasa sakit, terus paksakan, karena begitulah cara melawan penyakit” tutur beliau. Selain senam, Bapak Isran banyak mengemukakan rahasia-rahasia kesehatan lainnya dari ritual ibadah yang dilakukan seorang muslim, seperti rahasia wudhu, rahasia shalat tahajud, dan lainnya. Sebagai kegiatan akhir dari pelatihan Senam Ergonomik adalah sesi pemijatan. Sesi ini dilakukan untuk membuka titik-titik saraf dan pembakaran. Proses pemijatan dilakukan selama 15-20 menit. Dalam pemijatan ini, tak jarang peserta yang dipijat secara bergiliran itu berteriak dan meringis menahan rasa

B

A
1. 2. 02 s.d 21 Juni 2008 22 s.d 24 Juni 2008

genda
Juni-juli 2008

Ujian Semester Genap Ujian Susulan Bagi Santri/Siswa yang berhalangan 3. 22 Juni s.d 13 Juli 2008 Libur Semester Genap 4. 28 Juni 2008 Sidang Kenaikan Kelas 5. 30 Juni 2008 Pembagian Rapor Semester Genap * 6. 1 Juli 2008 Rapat Evaluasi Awal Tahun 7. 3 Juli 2008 Family Gathering Darunnaah Cipining 8. 6 s.d 11 Juli 2008 Kursus Instruktur Muda Pramuka ** 9. 14 Juli 2008 Awal Tahun Pelajaran 2008/2009 10. 18 Juli 2008 Milad DNC 11. 20 Juli 2008 Santri Baru Mulai Mukim Nb. * TMI Asrama Pengumuman kenaikan Kelas lihat di WWW.darunnajah-cipining.com, Syarat: Telah menyelesaikan Administrasi & Ibadah Amaliah ** Santri Kelas IV AB TMI Asrama Santri Kelas V CD TMI Non Asrama

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

35

Berkunjung ke Islamic Book Fair Berburu Buku dan Jumpa Artis 'Ayat-Ayat Cinta'
a. Rombongan Santri Putri Hari Jum'at (07/03/2008) santri putri mendapatkan giliran pertama mengunjungi Book Fair dibimbing oleh Ustadzah Kunarti, S,Pd.I dan Ustadzah Ella Khulasoh, S.Sos. Bersama beberapa guru putri lainnya, 95 santri putri berangkat menuju lokasi dengan mengendarai 2 bus. Pukul 12.00 WIB rombongan telah sampai di lokasi. Setelah makan siang dan shalat Dzuhur, mereka diberi kesempatan untuk berburu buku masing-masing. Namun banyak di antara santri yang mengaku bingung. Pasalnya mereka tidak mempersiapkan daftar buku yang ingin dibeli, sehingga begitu menemukan banyak buku baru dan bagus-bagus, mereka ingin membelinya. Menyiasati hal ini, mereka harus benar-benar memprioritaskan buku apa yang hendak dibeli. Setelah puas menyerbu stand-stand pameran selama 4 jam, mereka pun kembali berkumpul dengan tentengan (buku-red) di tangan masing-masing. Dari wajah-wajah mereka tergambar guratan-guratan kelelahan yang diselingi kegembiraan. Hari itu, mereka telah melewatkan hari di tengahtengah syiar Islam. Selanjutnya, pimpinan rombongan mengintruksikan untuk shalat Ashar, dan pukul 17.00 WIB rombongan pun kembali meluncur meninggalkan Istora Senayan dangan harapan tahun depan dapat kembali lagi. Menjawab pertanyaan WARDAN berkaitan dengan alasannya mengunjungi Book Fair, Ustadzah Kunarti menjelaskan agar wawasan dan keilmuan santri bertambah.

Membeli buku: Santri DNC di Arena Islamic Book Fair

ameran Buku Islam (Islamic Book Fair) selalu menarik kalangan muslim nusantara. Setiap tahunnya, pameran buku Islam yang diselenggarakan di Jakarta ini menjadi event yang diminati dan dinanti. Karena selain dapat berburu segala macam buku, dari semua judul buku, pengarang, penerbit dan jenis buku, pengunjung dapat menikmati acara-acara lain yang tak kalah menarik. Misalnya pada Islamic Book Fair yang ketujuh tahun ini, di hari pertama, panitia menyuguhkan bedah buku 'Muhammad SAW Super Leader Super Manager' bersama DR. M. Syafe'i Antonio, M.Ec. Pesan Islamic Book Fair juga ditangkap oleh santriwan-santriwati Darunnajah Cipining. Jauh-jauh hari ketika berbagai media mulai mengiklankan, para santri ini sudah dikoordinasikan oleh masingmasing organisasi untuk turut serta mengunjunginya.

P

36

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Sebagaimana yang dijelaskan Ustadzah Kun, sapaan akrab Ustadzah Kunarti, beberapa santriwati memperoleh manfaat dari mengunjungi Book Fair. “Dengan mengunjungi Book Fair, saya jadi suka membaca” ungkap Miftahul Jannah, santri kelas IX MTs/III TMI. Berbeda dengan Jannah, beberapa santri putri malah ingin bisa menulis buku sendiri, agar bukunya juga bisa dipamerkan di Book Fair. b. Rombongan Santri Putri Lokal (Sanlok) Pada hari yang sama, 2 mobil Carry berisi rombongan santri putri lokal (sanlok) juga mengunjungi Book Fair dengan pembimbing ustadzah Enok Putriana dan Ustadzah Anah Nurhasanah. Tanpa menunggu lebih lama, mereka langsung berbaur dengan para pengunjung yang kebetulan ramai pada hari itu, setelah sebelumnya makan siang dan shalat Zhuhur. Salah satu stand yang menarik perhatian mereka adalah stand penerbit 'Mirqat' yang banyak menerbitkan buku-buku remaja seperti 'Aku Remaja Maka Aku Beriman' karya Abu Ubaidillah dan 'Saudariku, Engkau Permata Dunia' karya Ibnu Fahrullah. Puas dengan berkeliling dari satu stand ke stand lainnya, memasuki pukul 17.00 WIB mereka kembali ke Darunnajah. Banyak cerita terekam di hati mereka saat itu. Salah satu yang terkesan adalah mereka mendapati suasana damai, sejuk, dan Islami di arena pameran itu. c. Rombongan Santri Putri Nonasrama Pada hari Sabtu (08/03/2008), sebagian siswi nonasrama kelas X Aliyah juga menyempatkan untuk mengunjungi Book Fair. Dengan mengendarai mobil sewaan, rombongan yang dipimpin oleh Ustadzah Anah Nurhasanah ini menuju lokasi setelah mendapatkan izin dari kepala madrasah, Ustadz Drs. Abdul Rosyid. Sampai di tujuan, rombongan terlebih dahulu melaksanakan shalat Zhuhur dan makan siang. Setelah itu, mereka pun menyerbu pameran, berkeliling dari satu stand ke stand yang lain. Melihat banyak

buku yang bagus, mereka pun membeli beberapa di antaranya. Contohnya Yeni, panggilan dari Maryeni, kelas X Aliyah/ IV TMI ini membeli buku 'Lahirlah dengan Cinta' karya Ali Ghufron Sudirman, Lc. serta 'Cinta, Nafsu, dan Gairah Muda' oleh Nabil Hamid Al-Mu'az, keduanya terbitan Amzah. Menyadari bahwa waktu telah sore, rombongan pun memutuskan untuk pulang. Kesan yang disampaikan Ustadzah Anah mengenai Book Fair ini adalah rasa kagumnya terhadap buku-buku yang ada. “Wah, bukunya banyak banget, baru-baru lagi” tuturnya di tempat tugasnya, kantor TU Madrasah Aliyah. Namun, rasa kecewa juga dirasakan oleh mereka berkaitan dengan penundaan salah satu acara. “Tadinya sih pengen lihat 'Ayat-Ayat Cinta', ternyata ditunda besok”. ungkap Maryeni, siswi kelas X MA. d. Rombongan Santri Putra Hari Minggu (09/03/2008) adalah hari yang cukup istimewa, karena hari itu adalah hari terakhir Islamic Book Fair ketujuh yang mengusung tema 'Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat'. Keistimewaan hari terkhir juga berarti diskon yang ditawarkan oleh masing-masing penerbit lebih besar dari hari-hari sebelumnya. Maka, pada hari itu, luapan pengunjung menjadi pemandangan yang menghiasi arena pameran. Sangat beruntung bagi santri putra Darunnajah Cipining yang pada hari itu mendapat kesempatan untuk menyaksikan dan meramaikannya. Rombongan yang dikomandani Ustadz Syarki dan Ustadz Nasikun,S.E. ini berangkat dari pesantren tepat pukul 10.00 WIB menggunakan bus berkapasitas 60 penumpang dan 1 mobil 'Carry', dan tiba di Istora Senayan pukul 14.00 WIB. Setibanya di lokasi rombongan menikmati makan siang dan melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah di area sekitar pameran. Setelah itu, mereka langsung bergabung dengan pengunjung lain tenggelam dalam aksinya berburu buku. Sementara itu, di panggung utama, Marissa Haque, istri Ikang Fauzi, tengah asyik
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 37

ANDA SEDANG DIPERHATIKAN
Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS 2: 233)

enindaklanjuti agenda reformasi berkaitan dengan pemberantasan tindak korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggalakkan program tentang perlawanan terhadap segala bentuk korupsi di segala lini masyarakat. Salah satu wujudnya adalah sosialisasi antikorupsi untuk tingkat pelajar. Bentuk sosialisasi berupa 'Training Of Trainer (TOT) Pendidikan Antikorupsi untuk Pelajar'. Program ini diawali dengan training untuk para mahasiswa oleh KPK. Selanjutnya mereka berkewajiban meneruskan dan menyebarkannya di sekolah-sekolah. Di Pesantren Darunnajah Cipining, sosialisasi pendidikan antikorupsi dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam komunitas mahasiswa antikorupsi dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Pimpinan persantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. dalam kata sambutannya saat pembukaan acara di aula, 6 Februari 2008, mengatakan, pesantren mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kegiatan amar ma'ruf dan nahy munkar. Selanjutnya, Ketua Komunitas Mahasiswa Antikorupsi FH UMJ yang turut memberikan sambutan mengharapkan kerja sama yang baik antara nara sumber dan peserta untuk kesuksesan acara. Selain itu, hadir juga 2 orang fungsionaris KPK yang

KPK dan Korupsi di Darunnajah Cipining M
bertugas memfasilitasi dan mengawasi selama acara berlangsung. Beberapa materi yang disampaikan antara lain 'Lembaga KPK & Kinerjanya' oleh Harurul Ikhsan; Pengertian Korupsi & Faktorfaktor penyebab Terjadinya' oleh Andi Setiawan; Septa Candra (alumnus TMI Darunnajah Cipining tahun 2004) dengan materi 'Membentengi Diri Agar Dapat Terhindar dari Tindakan Korupsi serta Dampaknya Terhadap Sosial, Budaya, Ekonomi & Kepercayaan'. Kegiatan ini diikuti secara terbatas oleh 50 peserta dari siswa utusan kelas X dan XI Aliyah. Selanjutnya para siswa yang telah ditraining tersebut diharapkan dapat mensosialisasikan kepada sesama siswa serta dapat membentengi diri sehingga tidak terjerumus dalam tindakan korupsi, contohnya mencontek ketika mengerjakan ulangan dan ujian. Karena, mencontek adalah tindakan paling rawan bagi siswa, dan perilaku itu akan menjadi benih-benih tindak korupsi yang nyata. “Menghindari korupsi dimulai dengan menerapkan 'Warung Kejujuran' yang melatih diri untuk berbuat jujur walaupun tidak ada yang melihat, namun Allah tetap mengawasi” ungkap Septa Candra di akhir presentasinya. Untuk melengkapi acara, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dalam sesi dialog interaktif. Di penghujung acara, peserta mendapatkan oleh-oleh beberapa

38

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Menengok PERINGATAN MAULID NABI SAW DI DARUNNAJAH CIPINING
ari libur umum merupakan salah satu waktu di mana para santri Darunnajah Cipining melakukan kegiatan ekstrakurikuler. Terlebih jika 'tanggal merah' itu berkaitan dengan hari besar Islam, maka tema dan jenis kegiatan pada hari tersebut dapat disesuaikan dengan momentum peringatannya. Oleh karena itu, pada hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Raibul Awal 1429 yang bertepatan dengan 20 Maret 2008 lalu para santri mengadakan beberapa macam perlombaan.
‫ ں‬Darunnajah's Islamic Contest

H

Pada hari itu santri putra menyelenggarakan 'The Premier of Darunnajah Islamic Contest 2008' untuk yang pertama kalinya. “Ini adalah acara perdana di pesantren kita. Kalau acara ini baik dan berhasil, semoga dapat diteruskan oleh pengurus selanjutnya” kata Cahyono, ketua panitia dengan sungguh-sungguh. Acara dikonsentrasikan di gedung pertemuan dan diikuti 7 tim peserta yang terdiri dari 4 tim dari unit-unit asrama putra, 1 tim dari asrama program Tahfizh al-Qur'an, 1 tim dari santri kader Ashabunnajah (anak asuh) dan 1 tim dari siswa nonasrama. Dengan pemukulan drum oleh kepala biro

pengasuhan, Ustadz Rosichin, S.Pd.I. acara yang dimulai pukul 08.00 WIB mendapat applause dari peserta dan penonton. Perlombaan meliputi Pidato 3 Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia), Peragaan Busana Muslim, Cerdas Cermat, Puisi, MTQ & Saritilawah, Otak-Atik Mufrodat, Reporter, Akting 'Andai Aku Amn' (A3), Meresep Masakan, Mengenakan Dasi, dan Nasyid Islami. Dewan juri perlombaan adalah para guru. Sebagai penutup, panitia menggelar panggung gembira (PG) yang diramaikan dengan penampilan dari unit-unit peserta lomba. Pada kesempatan itu pula, diumumkan nama para pemenang lomba. Peraih juara umum adalah unit santri tahfidz. Pembimbing kegiatan, Ustadz Ruslan, menyampaikan harapannya semoga dengan kegiatan ini bakat santri dapat diaktualisasikan. Hal ini senada dengan pernyataan Syawaluddin, anggota panitia. “Memang tujuan kegiatan ini untuk menggali potensi santri” ungkapnya. Perlombaan di Asrama Putri Dalam kesempatan yang sama, Kamis (20/03/2008) santri putri juga menggelar perlombaan. Kegiatan ini diketuai oleh Eva Fauziyah dan Ervina Selly Rusliany.
‫ں‬

Tim Nasyid Santri

Fashin Show

Penampilan Tim Qosidah Santri Put

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

39

9 Bola Bambu Kamar 37 10 Hias Kerudung Kamar 30 11 Lacak Surat Al-Quran Kamar 25 12 Acak Huruf Kamar 27 13 Pantun Kamar 37 14 Tebak Nasyid Kamar 25 Sumber: OSDC Putri 2008

Perlombaan di Kampus 2
Penampilan Santri Putri

Siswi Darunnajah Cipining nonasrama, Kamis (20/03/2008) juga tidak mau ketinggalan. Mereka menggelar perlombaan yang diikuti oleh 6 kelompok. Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Anah Nurhasanah selaku pembimbing acara dibantu oleh beberapa ustadzah dan pengurus untuk menjadi dewan juri. Kegiatan peringatan Maulid Nabi yang dilakukan di kampus 2 itu pun tidak kalah meriah. Hasil lomba yang diumumkan oleh pihak panitia pada pukul 13.00 WIB itu adalah sebagai berikut: No Jenis Perlombaan Pemenang 1 Pidato Kelompok 4 2 Lomba Cerdas-Cermat Kelompok 2

Pembagian Hadiah

Sebagian perlombaan dilaksanakan indoor dan sebagiannya lagi outdoor. Seluruh rangkaian acara dapat dilaksanakan secara tertib. Menjelang pukul 17.00 WIB kegiatan selesai. Acara dilanjutkan malam harinya dengan panggung gembira yang di lapangan badminton asrama putri. Adapun jenis perlombaan dan para pemenangnya pada kegiatan kali ini adalah sebagai berikut: No Jenis perlombaan Pemenang 1 Puitisasi Al-Quran Kamar 25 2 Tilawah Al-Quran Kamar 25 3 Lenong Santri Kamar 27 4 Mengumumkan (I'lan)Kamar 25 5 Pidato 3 Bahasa Kamar 25 6 L o m b a C e r d a s Cermat Kamar 31 7 Balap Sarung Kamar 28 8 Menulis Cerpen Kamar 36

40

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Kunjungan Pimpinan Pesantren ke Lkasi PDPM

empersiapkan kader ulama yang memiliki sensitifitas dan kepedulian tinggi terhadap masalah sosial kemasyarakatan serta mampu memberikan alternatif solusinya merupakan tujuan utama diadakannya kegiatan Praktik Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) bagi santri kelas akhir Tarbiyatul Mualimin Al-Islamiyah (TMI) Darunnajah Cipining. Melalui kegiatan ini pula, selain berusaha menumbuhkan kesadaran bermasyarakat sedini mungkin, para santri diharapkan dapat menginternalisasikan ilmu dan pengetahuannya yang telah mereka dapatkan selama belajar. Kegiatan PDPM tahun ini diikuti 79 santri/siswa TMI asrama dan nonasrama yang terbagi kedalam sembilan kelompok kerja. kegiatan ini berlangsung di 3 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor: Kelompok 1 s.d 3 di Desa Cimanggu I Cibungbulang; Kelompok 4 & 5 di Desa Cihedeung Udik Ciampea; dan Kelompok 6 s.d 9 di Desa Sipak Jasinga. Lokasi PDPM tahun ini sengaja dipilih Kabupaten Bogor, karena 5 kali sebelumnya secara berturut-turut dilaksanakan di Kabupaten Tangerang.

M

Untuk menunjang kesiapan kegiatan tersebut sebelum terjun menuju lapangan praktikumnya, para peserta telah dikonsentrasikan atau dikarantina pada tempat-tempat khusus kelas akhir untuk berlatih menjadi imam shalat, pemimpin tahlil, menjadi muadzin, membiasakan dan melatih mental memberikan ceramah agama, serta menyusun dan berlatih tugas-tugas yang akan dihadapinya di bawah bimbingan panitia serta guru-guru senior. Menjelang pelaksanaan para peserta mengikuti kegiatan pembekalan selama dua hari. Materi yang disampaikan terkait hal-hal yang akan mereka hadapi di masyarakat, seperti menyikapi perbedaan madzhab (khilafiyah) yang langsung disampaikan oleh Pimpinan Pesantren. Juga tentang retorika dalam dakwah, kepramukaan, baca tulis al-Qur'an, serta teknik penyusunan laporan kegiatan. Narasumber pembekalan adalah para guru. Pembekalan diakhiri dengan sesi latihan operasional (latop) lapangan, berisi tentang cara bertemu dan bersilaturrahmi kepada tokoh-tokoh masyarakat (diperankan oleh beberapa orang panitia PDPM), di bawah bimbingan Ustadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I. selaku Kepala Biro Dakwah dan Hubungan Masyarakat. Kegembiraan para peserta yang akan bergabung dengan masyarakat sudah terlihat saat

Suasana penutupan kegiatan PDPM di lokasi kegiatan

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

41

Upacara Pemberangkatan PDPM

setempat agar yang mereka laporkan benar adanya tanpa dibuat-buat. “ Waktu sepuluh hari yang telah diberikan kepada kami jelas sangat kurang. Apa tidak bisa menambah hari?” , cetus Hijrah Syaputra, ketua kelompok 2 yang bertempat di Kampung Jatake Cimanggu I saat ditemui WARDAN tentang kesankesannya mengikuti Praktik Dakwah kali ini. Dia berharap kepada pesantren agar pada tahun berikutnya bisa diperpanjang lagi waktunya. Karena menurutnya, sepuluh hari itu waktu sedang mesramesranya dengan masyarakat, dan hari itu pula harus meninggalkan mereka. Maka tidak heran terjadi hujan tangis di lokasi setiap kelompok saat penutupan kegiatan dan acara perpisahan, karena masyarakat terbayang kampungnya akan terasa kembali sepi, sepeninggalpara santri/siswa-siswi Darunnajah. Sesampai kembali di Pesantren, setiap peserta PDPM harus mampu mempresentasikan hasil praktikumnya di hadapan seluruh santri dan Dewan Guru. Juga berbagi cerita kepada adik-adik kelas tentang suka duka berada di masyarakat nyata. Setelah itu mereka wajib menyusun laporan tertulis, ditandatangani oleh Panitia, Pimpinan Pesantren, dan Kepala Desa lokasi PDPM. (Nasikun, S.E.)

mereka mengikuti upacara pelepasan di lapangan bola basket dengan berseragam pramuka lengkap. Di hadapan guru-guru senior yang melepas kepergiannya, mereka selalu mengumandangkan takbir tanda genderang jihad sudah ditabuh. Mereka juga melantunkan lagu-lagu perjuangan untuk membangkitkan jiwa dan raga siap terjun ke medan dakwah. Kegiatan yang berlangsung 12 s.d. 21 Januari 2008 ini tidak hanya berfokus pada bidang agama (seperti mengajar baca tulis al-Qur'an/TPA, mengikuti pengajian melalui majlis ta'lim). Para peserta PDPM (terutama putra) juga mengajar di Sekolah Dasar, membina kepramukaan, mengadakan kursus-kursus, lomba-lomba, pertandingan olahraga, bahkan mengikuti kerja bhakti bersama merenovasi masjid dan membangun fasilitas umum lainnya. Meskipun tidak diawasi secara berlebihan, para peserta PDPM tampak tetap menjalankan tugas sesuai dengan program yang telah direncanakan sebelum keberangkatan. Hal tersebut dapat terukur dari absensi kegiatan kelompok dan pribadi yang selalu dicek panitia saat melakukan control. Peserta PDPM juga wajib melaporkan berbagai macam aktivitasnya kepada Pimpinan Pesantren dan Dewan Guru saat melakukan kunjungan mendadak ke lokasi yang didampingi pihak tuan rumah dan tokoh-tokoh masyarakat
42 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Para peserta PDPM dalam salah satu kegiatan di lapangan

Peduli Masyarakat
elaksanaan Ujian Nasional (UN) kelas XII MA (kelas VI) TMI Darunnajah Cipining, 22-24 April 2008, tidak menjadi alasan para santri kelas-kelas lainnya untuk libur dari proses belajar. Sementara para santri putra asrama dan nonasrama mengadakan kegiatan Saka Bhayangkara, para santri putri asrama dan nonasrama kelas X & XI MA (kelas 4 & 5 TMI) mengadakan kegiatan kemasyarakatan Safari Dakwah. Salah satu kegiatan di bawah bimbingan Biro Dakwah dan Humas yang sudah digalakkan sejak tahun 2001 tersebut, dibagi menjadi 7 kelompok tempat, yaitu Leuwi Sadeng (Leuwiliang), Kalong Sari (Jasinga), Cilangkap, Gorowong, Ciparay (Parung Panjang), Jatake, Jaha dan Legok (Tangerang). Sebagai refresh persiapan progam, para siswi nonasrama terlebih dahulu mendapatkan bimbingan dari kepala Biro ustadz Katena Putu Ghandi, S.Pd.I yang berlangsung di Masjid Zamzam Al Ashmah kampus 2. Sementara itu ustadzah Ella Hulashoh, S.Sos. menyampaikan arahannya kepada santriwati asrama bertempat di Masjid Asrama putri. Bimbingan tersebut juga diperkuat dengan nasihat oleh pimpinan pesantren K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. di depan kantor sekretariat pesantren, Selasa pagi, menjelang keberangkatan mereka ke lokasi dakwah. Dalam kesempatan tersebut beliau juga mendo'akan agar para peserta mampu melaksanakan kegiatan dengan baik sesuai arahan yang telah disampaikan. Di samping penjelasan lisan, setiap kelompok da’ i muda tersebut juga mendapatkan juknis (petunjuk teknis) tertulis. Dalam monitoring selama 12 jam pada Rabu, 23 Mei, reporter WARDAN yang juga staf Biro Dakwah dan Humas, Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I bersama Ustadz Ahmad Abdullah Khusaeni (staf sekretariat pesantren) ke tujuh lokasi kegiatan, diperoleh informasi di antara kegiatan para peserta safari dakwah adalah bersilaturahmi kepada para tokoh agama dan masyarakat, mengikuti kegiatan keagamaan para

Santri Darunnajah Cipining

P

ibu di majlis taklim, membantu mentoring materi keagamaan di SD/MI, mengadakan latihan kepramukaan di SD/MI, membantu mengajar ngaji anak-anak di mushalla, TPA, dan Madrasah Diniyah. Mereka juga belajar langsung tata cara meramu bumbu masak harian, membersihkan dan memperindah rumah dan pekarangannya yang langsung dipandu oleh tuan rumah (ahlul bait) kegiatan ini, yaitu orang tua/wali santri atau kerabat dekat dari salah satu santri tersebut. “ Alhamdulillah, anak-anak di sini baik-baik dan rajin” !, ujar ibunda Eva Maria U (kelas XI-D) di kampung Kalong Sari, Jasinga. “ Wah, sangat senang rasanya bisa ikut mengajar adik-adik. Saya mengajar mereka pelajaran Mahfuzhat, Tadz” !, komentar Ine Ratna Saomi (Kelas X-C MA). Secara umum para peserta kegiatan merasa sangat enjoy, bahkan ada kelompok yang berlokasi di rumah Nihayatul Hasanah (KelasIX-4B MA, Jatake Jaha) memohon dispensasi tambahan satu hari, karena masih akan mengadakan kegiatan 'penting' pada hari Jum'at, 25 Mei. Pasca kegiatan, setiap kelompok diharuskan untuk mempresentasikan kegiatan tersebut kepada para santri yang lain, agar menjadi evaluasi dan referensi pada waktu mendatang. (Muhlisin)

Tokoh Masyarakat Cipining Ikuti Sosialisasi Kamtibmas di Darunnajah
Hilangnya barang-barang milik pesantren (berarti juga milik umat Islam) oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, semakin lama

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

43

semakin meresahkan dan perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama oleh civitas pesantren Darunnajah Cipining (para santri, asatidz, karyawan juga aparat desa). Berawal dari alasan itulah pada tanggal 8 Mei 2008 Pesantren Darunnajah bekerjasama

dengan Polsek Cigudeg menyelenggarakan sosialisasi tentang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang bertempat di Gedung Pertemuan Darunnajah Cipining, Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pesantren serta bagaimana melakukan kerja sama dengan kepolisian Republik Indonesia. Acara yang dibuka oleh Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari berbagai macam elemen masyarakat, di antaranya ketua RT dan RW se-kampung Cipining, anggota BPD Desa Argapura, Dewan Guru, Karyawan pesantren, dan masyarakat umum. Dalam sambutan, pimpinan pesantren meminta kepada peserta sosialisasi untuk aktif bertanya berbagai macam hal yang berkenaan dengan bagaimana melakukan keamanan lingkungan yang tepat serta bagaimana bersikap jika dapat menangkap pencuri dan lain-lain. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Argapura Bapak Nana Suryana, kepala Danramil Cigudeg serta beberapa anggota Kepolisian Sektor Cigudeg. Kanit Reskrim Polsek Cigudeg yang bertindak selaku pembicara dalam sosialisasi ini diwakili oleh Bapak Suyadi, yang bertugas sehari-

hari sebagai penyidik baik pidana maupun perdata. Polisi yang tinggal di Leuwiliang ini membeberkan tentang strategi menangkap pencuri dan cara menanganinya. Karena selama ini yang terjadi banyak warga yang terkadang bertindak main hakim sendiri dan enggan berurusan dengan pihak kepolisian. Dalam penyampaiannya pembicara ini lagi-lagi menegaskan “ Bila bapak-bapak menangkap pencuri jangan main hakim sendiri, serahkan ke polisi! Karena main hakim sendiri juga pelanggaran, bapak hati-hati ya” tegas polisi asal Lampung ini. Tata cara pelaporan tindak pidana juga menjadi materi inti yang disampaikan dalam pertemuan ini. Sebuah laporan dari siapapun akan ditindak lanjuti kepolisian bila memenuhi 3 hal utama, yaitu terdapatnya saksi, barang-barang bukti, dan tempat kejadian perkara (TKP). Dalam kesempatan itu pula juga disinggung tentang jaminan keamanan bagi pelapor/saksi agar tidak merasa takut maupun terancam keselamatannya bila mengetahui tindakan kriminal dan membantu polisi. Di penghujung acara, dibuka sesi tanya jawab tentang tanggapan terhadap materi penyampaian tadi, maupun kejadian tindak kriminal yang terjadi di lingkuangan kita selama ini. Bapak Karso dari karyawan pesantren yang pertama kali berdiri menanyakan tentang pencabutan perkara yang harus membayar sejumlah uang. Peserta lainnya menanyakan sebab masih terdapatnya persepsi negatif terhadap polisi, belum meratanya penanganan kasus-kasus oleh polisi. Bahkan terdapat pula yang menanyakan tentang bagaimana berhubungan dengan polisi. Rangkaian acara ditutup oleh ketua panitia sosialisasi kamtibmas ini Ustadz Mustajab Anwar, S.Pd.I pukul 17.00 WIB. (Nasikun)

44

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Pengurus Koperasi Darunnajah Ikuti Pembinaan
Pertengahan April lalu Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Darunnajah Cipining, diwakili oleh ustadz AA Khusaeni, mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, bertempat di Gardena Resort Hotel Cipayung, Megamendung. Kegiatan berupa pelatihan manajemen pengelolaan koperasi dan KUD tahun 2008 ini ditujukan bagi koperasi di seluruh wilayah kabupaten Bogor. Pembinaan dilakukan dibagi menjadi 2 gelombang. Koppontren Darunnajah Cipining masuk ke dalam gelombang pertama, 14 s.d. 16 April 2008. Adapun gelombang kedua berlangsung 17 s.d. 19 April 2008. Pelatihan gelombang pertama dibuka langsung oleh Wakil Bupati, Albert Pribadi, diikuti 80 peserta. Target yang hendak dicapai setelah mengikuti pembinaan ini peserta mampu memahami tata kehidupan koperasi sesuai dengan jati dirinya, yaitu: 1) memahami landasan dan azas koperasi; 2) memahami tujuan koperasi; 3) memahami manfaat koperasi, dan; 4) memahami prinsip-prinsip koperasi. Dalam kesempatan itu, peserta mendengarkan penjelasan beberapa narasumber berkaitan dengan perkoperasian, meliputi manajemen koperasi, pengantar akuntansi koperasi, rencana kerja dan RAPBK, pengelolaan usaha simpan pinjam, dan keuangan pola syariah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Barat, serta Balai Pelatihan Tenaga Koperasi dan UKM. Acara penutupan pelatihan diisi dengan sambutan Kepala Kantor Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Drs. Dadang Irfan, M.Si. Sebagai oleh-oleh, peserta mendapatkan CD panduan materi manajemen koperasi dan kenangkenangan lainnya. Menjawab pertanyaan WARDAN, ustadz Khuseini menuturkan sedikitnya mendapatkan 3 manfaat pascapelatihan tersebut, yaitu bertambahnya wawasan dalam mengelola koperasi, menumbuhkan semangat yang tinggi dalam mengelola koperasi, dan dapat menjalin jaringan antara koperasi yang satu dengan lainnya. (Muhammad Musta'in)

02

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

45

rogram Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup dalam konsep EcoPesantren selaras dengan program yang digalakkan pesantren Darunnajah Cipining yang memang memiliki sumberdaya alam (SDA) memadai. Dengan kekayaan tanah wakaf seluas 70 hektar pesantren ini sejak berdirinya, 1988, telah menggagas berbagai bentuk kerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan instistusi lainnya dalam rangka mengembangkan kepedulian lingkungan. Munculnya berbagai bencana alam yang semakin sering terjadi di Indonesia dan kekhawatiran masyarakat dunia terhadap Efek Rumah Kaca (ERK) yang menyebabkan 'Global Warming” pada akhirnya membuka mata warga dunia untuk peduli terhadap keselamatan bumi. Hal ini juga yang melandasi KNLH untuk mengajak warga pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat untuk turut mendakwahkan pelestarian alam melalui isu keagamaan. Untuk itu Kementerian pimpinan Ir. Rachmat Witoelar tersebut menyelenggarakan pertemuan yang melibatkan 120 kyai dan 500 utusan pondok pesantren

P

nasional, 5-6 Maret 2008, di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Forum ini kemudian menjadi momentum peluncuran program 'Eco-Pesantren' dan temu kader peduli lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lingkungan bagi komunitas pondok pesantren dan membangun komitmen serta kemitraan antarpondok pesantren di seluruh Indonesia dalam upaya pembelaan terhadap lingkungan (jihad religi lingkungan). Hadir pada acara tersebut Menteri Negara Lingkungan Hidup, yang membuka secara resmi pertemuan tersebut bersama Menteri Agama, Maftuh Basyuni. Adapun utusan dari pesantren Darunnajah yang hadir adalah 10 santri dan 2 orang pembimbing (Ustadz Syaiful Hadi Scada, S.Pd.I serta Ustadz Trimo, S.Ag). Berikut adalah tabel daftar kegiatan kerja sama Pesantren Darunnajah Cipining dengan mitra usaha dalam bidang pemeliharaan lingkungan hidup dan isu-isu terkait.

Berkat usaha dan kiprahnya di bidang pertanian dan perhatiannya terhadap isu lingkungan itu, Darunnajah Cipining sempat dijuluki “ Pesantren Agribisnis/Pertanian” . Dan memang, pesantren kita ini pernah meraih penghargaan sebagai Pesantren Agribisnis dari Bupati Bogor, 1995. Terkait hal tersebut, pesantren dengan lahan wakaf 700.000 m2 (70 ha) ini juga tergabung dalam forum Pesantren Percontohan Agribisnis tingkat Nasional (beranggotakan 10 lembaga), 1995-1998. Forum ini di bawah pembinaan Departemen Pertanian RI, c.q. Badan Agribisnis Nasional. Kegiatan lain yang pernah diikuti oleh Darunnajah Cipining adalah Studi Banding dan Menghadiri Lokakarya bertema participatory community development di Pesantren AnNuqayah Guluk-Guluk Madura Jawa Timur, September 2000. Kegiatan ini didanai oleh Yayasan KEHATI Jakarta, terkait program kerja sama konservasi produktif (lihat tabel). (Musta'in)

46

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Para Kader Darunnajah Cipining Ikuti Pelatihan Guru
Ustadz Muhammad Dahlan, Kepala Biro Pengasuhan Darunnajah Jakarta (Pola pengasuhan santri Darunnajah). Para calon guru baru tersebut juga mendapat wawasan baru tentang sistem belajar membaca Al Qur'an dengan cepat dan tepat “ Qiroati” . Di sisi lain, setiap peserta pelatihan juga menjalani tes psikologi oleh tim psikotes Universitas Indonesia. Meskipun pertemuan tersebut diadakan di lokasi yang relatif masih sepi, namun para peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan antusias. Di penghujung kegiatan, setiap peserta mendapatkan surat tugas. Ada di antara mereka yang menangis histeris, namum banyak pula yang bersuka ria mengetahui tempat tugas mereka. Berikut para alumni Darunnajah Cipining dan tempat tugas mereka: N u r R o c h i m , H u s n u l M u b a ro k . Muhammad Parlan, Muhammad Hamdani, Ahmad Dimyati, Cacih Wiranti, Tini Rustini, Rina Nafsiyatun Mutmainnah, dan Rifa'atul Maftuhah (di Darunnajah 2 Cipining), Gugus Firmansyah (di Darunnajah 11 Al-Barokah, Bengkulu), Asnawi Sihabuddin (di Darunnajah 9 Al-Hasanah Pamulang Ciputat), Ahmad Haryadi (di Darunnajah 3 Al-Mansur Serang), dan Hafidz AlArsyad (di Darunnajah 4 Ats-Tsuraya Padarincang Serang Banten). Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan informasi dan rencana Darunnajah Group di masa mendatang, antara lain: mulai tahun ajaran baru 2008-2009 akan diupayakan penyeragaman seragam batik dan kostum olah raga; masa pengabdian wajib alumni kader Darunnajah selama 2 tahun; dan pada tahun 2015 setiap alumni Darunnajah Grup (kader maupun nonkader), wajib mengabdi pascalulus tingkat SLTA (TMI/MAK/SMK). (Muhlisin)

ertempat di Pesantren Darunnajah 8 An-Nur Cidokom Gunung Sindur Bogor, Yayasan Darunnajah kembali mengadakan Pelatihan dan Penugasan Kader dan Administratur Darunnajah Group. Dengan orientasi tersebut diharapkan setiap alumni kader Darunnjah Group bisa lebih memahami visi dan misi Darunnajah, khususnya yang berkenaan dengan progam kader (ashabunnajah). Juga, untuk lebih menumbuhkan ruhul jihad setiap alumni kader. Pelatihan ini berlangsung 25 s.d 30 Mei 2008, diikuti oleh alumni kader dari Darunnajah Jakarta, Darunnajah Cipining Bogor, Darunnajah 3 Al-Mansur Serang, dan Darul Muttaqin Parung Bogor. Beberapa pengurus Yayasan Darunnajah yang menyampaikan pengarahan dalam kegiatan tahunan tersebut, antara lain: K.H. Drs. Sofwan Manaf, M.Si, Ketua Yayasan Bidang Pendidikan (Manajemen dan Pengembangan Pesantren Darunnajah), K.H. Drs. Mahrus Amin, salah satu pendiri Darunnajah (Sejarah dan Latar Belakang Darunnajah), KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Ketua Dewan Nadzir Darunnajah (Potensi pengembangan dan pemberdayaan tanah wakaf Darunnajah), dan

B

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

47

Alumni & Kader
alam Edisi kali ini, WARDAN punya cerita santri dan alumni Darunnajah Cipining yang sedang berada Amerika Serikat dan Jepang. Yusep Supriatna adalah santri Cipining keempat yang lulus seleksi pertukaran pelajar Indonesia-Amerika melalui program Youth Exchange Student (YES). Sedangkan Ahmad Kholil merupakan alumni Darunnajah yang sempat mengajar di Darunnajah selama 4 tahun kemudian mengikuti seleksi program pemagangan kerja di Jepang dan lulus. Berikut cerita mereka:

D

Kisah Santri * Darunnajah Cipining di Amerika Serikat
* Yusep Supriatna (kelas V TMI/kelas XI MA)

Union; Chess Club (this one so much fun). Non Formal: Boy Scout Of America (Troop 62 in Laurel); Badminton Club; Climbing. Pramuka merupakan kegiatan luar sekolah, dan tidak harus bersangkutan dengan sekolah. Pelatihpelatih pramukanya itu berbeda-beda latar belakang, (guru, military ataupun yang dulunya mereka aktif di Pramuka). Andikanya juga tidak harus berasal dari sumber (satu sekolah, misalnya red) yang sama, siapa pun yang mau bergabung... Orang tua merupakan salah satu dari keberhasilan dalam menjalin andika yang sukses.. Mereka selalu bekerja sama dalam membantu anak-anak mereka.... Seminggu sekali mereka berkumpul.... Dua bulan sekali camping... Apa yang paling mengesankan disitu? Yang paling mengesankan, antara lain: berhasil mengunjungi gedung putih USA ( White House), bagian yang terpenting “ West side of White House” ; pertama kali Camping di negri orang; wall climbing trip free for 7 months; Aimish Country in Philadelphia (don't believe in modernity/electricity, they believe it can make a family to be apart from each other); awal mula melihat, menyentuh, dan merasakan dinginnya salju (tiap hari pakai 3 lapis baju); jalanan selalu bersih; mayoritas dari mereka menghargai kelebihan-kelebihan orang lain; tidak pernah mencuci sepatu selama-lamanya (he..he..he..); dan masih banyak lainnya. Katanya sebentar lagi selesai yah, kapan tuh balik ke Cipining-Indonesia? Dengar kabar dari local coordinator, meninggalkan rumah orang tua angkat tanggal 30 Juni, dan kita harus orientasi internasional selama tiga hari di Washington, DC. Pulang ke negara masing-masing kira-kira tanggal 4 Juli 2008 ini. Ini yang penting, makannya apaan nih, masih nasi apa udah pindah selera, kalau ada yang beda makanannya ntar dibungkusi, buat oleh-oleh yah, tapi by the way mudah gak cari makanan halal disitu? Ibu ortu angkat Yusep beragama Yahudi, jadi dia juga tidak makan Babi. Alhamdulillah mereka selalu mencarikan makanan yang halal buat Yusep... Dan kadang mereka membelikan makanan dari restoran Mexico “ vegetarian” ...... Satu hal yang sangat lucu....... Selama seminggu di rumah orang tua angkat Yusep tidak pernah makan nasi, makannya selalu ikan,

Gimana nih perasaan Yusep selama di Amerika? Alhamdulillah selama saya di sini keadaan saya baik-baik saja dan makin lama makin kangen sama segala sesuatu yang Yusep tinggal, pengen cepetcepet ketemu orang tua, guru, sama teman-temen. Gimana tinggalnya Yusep disitu, alamatnya di mana? Rumah pribadi. Yusep tinggal di 9508 Chaton Road, Laurel City MD State (Maryland) 20723. Apa aja yang dipelajari disitu, katanya kan bawa misi budaya Indonesia tuh, gimana misinya, berhasil gak? Karena satu-satunya orang Indonesia yang baru datang di kota kecil ini, jadi Yusep jaga akhlak sama orang-orang sini. Yang saya pelajari antara lain bagaimana cara mereka mengatakan “ Hi” dan “ Thank you” . “ Hi” mereka kadang selalu menyapa siapapun, walaupun mereka tak kenal satu sama lain. Adapun kata “ Thank you” , sedikit pun pertolongan merupakan suatu penghargaan yang harus dibalas, seperti sekadar mengambil kertas yang jatuh dari tangan, pasti orang yang punya bilang “ thank you” . Trus Yusep ikut kegiatan apa aja, belajar formal, atau nonformal juga, eh ada pramukanya gak? Tadinya mau ikutan sports, tapi kata mereka sudah terlambat, dan mereka dah punya tim sports dari sebelumnya....tapi bukan berearti Yusep diam dan duduk di bangku aja... Di sekolah: Islamic Culture Club; Asian Student

48

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

Alumni & Kader
ayam, kambing, dan sayur-sayuran. Dan Yusep juga bosen sama makanan yang seperti itu. Tidak pernah makan nasi rasanya seperti tidak pernah makan sama sekali... Akhirnya Yusep “ Speak up” kepada mereka.Yusep bilang “ kalau di Indonesia itu....dibilang makan, kalau kita makan nasi” (In English).... Ehhhh...setelah tiga hari kemudian mereka bilang....” there you go Yusep, your rice here” tapi mereka tetep ngga makan nasi bareng sama Yusep..... Tapi lama-kelamaan mereka akhirnya mencoba juga untuk makan nasi... Dan jadi makanan hampir setiap hari sampai akhir ini.. Mudah2an mereka tetep makan nasi... Sholat gimana, mudah gak, trus cerita juga dong komunitas muslim dan perkembangaanya disitu? Alhamdulillah shalat lancar. Di sekolah, shalat Zhuhur bersama anggota Islamic Culture Club. Jarang sekali shalat Jum'at, tapi kalau misalnya ketika ada waktu libur pas hari Jum'at Yusep pergi ke masjid terdekat, dan kebanyakan hari Jum'at itu sekolahan suka tutup karena guru-guru suka kumpul. Puasa yang sangat sulit, menahan dahaga di sela-sela orang yang memegang makanan ketika di sekolah, tapi alhamdulillah Bagian Perpustakaan sekolah mengizinkan anak-anak muslim untuk menghabiskan waktu makan siang di perpustakaan. -alhamdulillah Iedul Adha dan Fitri tidak kelewat. Thank's. Eh mau nitip salam buat siapa nih? Salam buat Pak Kiyai; keluarga Yusep tercinta; para guru, terutama orang-orang yang sudah berusaha membantu Yusep; temen-temen Yusep (angkatan XV, dan adik-adik kelas Yusep) Maaf apabila ada kata yang kurang enak didengar. Wassalammu'alaikum. padanya. Saya tinggal di apartement yang berwarna merah, sangat mencolok ketika dilihat dari kejauhan dibandingkan dengan apartemen sekitar yang berwarna putih keramik. Matsuda Manshon orang menyebut apartment itu. Alamat lengkapnya, shigaken otshusi shukinowa, ichome 10_3A 162 matsuda manshon. Japan. Alamat perusahaannya (perusahaan manufaktur terbesar sepropinsi). Metal art, shigaken kusatsushi no jicho 1350 japan. Otshu dan Kusatsu adalah machi/kota kecil di pinggiran danau Biwako (danau terbesar di Jepang) yang terletak tidak jauh (15 menit dengan kereta) dari Kyoto, ibukota Jepang sebelum pindah ke Tokyo. Keduanya (Tokyo dan Kyoto) memiliki eki (stasiun) yang sama, gedung yang mirip dan selalu ramai dan sibuk. Arus manusia jalan seperti jajaran semut yang pindah sarang. Jangan salah ketika jalan kemudian berhenti mendadak, maka akan terjadi tabrakan manusia beruntun. Jarak apartemen dengan perusahaan kirakira 1 kilometer, 10 menit dengan mengayuh sepeda, melewati tiga lampu bangjo, pacingko (salah satu jenis tempat judi), tempat parkirnya 4 kali lebih luas dari bangunannya, sangat luas dan selalu penuh. Karena memang tempat seperti itulah tempat hiburan mereka. Saya ingat nasihat pak kyai. Tiga kebiasaan masyarakat negara maju, termasuk Jepang: pergaulan bebas, minumminuman keras dan daging babi serta judi. Itu memang benar. Dan, tidak beragama. Karena ketika tukar pikiran dengan rekan kerja tentang agama, mereka bingung agama apa yang mereka anut. Saya bersyukur sebelum ke Jepang telah belajar di Darunnajah Cipining. Juga berkat doa dari antum, para ustadz, saya masih tetap menjaga ibadah kepada Allah SWT. Di samping pacingko, ada sebuah toko pernak-pernik, barang-barang antik, bahkan patung. Di depan toko terdapat tulisan; jalan-jalan, Bali; karena pada umumnya orang Jepang lebih mengenal Bali daripada Indonesia atau Jakarta. Setelah melalui jembatan sungai kecil yang bersih, sampailah di perusahaan metal art di mana kami magang. Metal art perusahan manufaktur terbesar di Shigaken, memiliki 10 unit mesin pres (otomatis, manual dan pres dingin). Perhari bisa menghasilkan puluhan ribu barang. Status Saya di Jepang bukan kursus, akan tetapi magang kerja. Yang terdiri dari dua tahapan: kenshu dan jishu. Kenshu/kenhusei adalah belajar sambil bekerja. Di mana peserta masih diarahkan dengan teori di classmeet kemudian dilanjutkan di gemba (lapangan kerja), dan pengarahan tentang anzen
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 49

Kisah Alumni * Darunnajah Cipining di Jepang
Ahmad Kholil (Alumni TMI tahun 2002)

Assalamualaikum wr wb. Kabar Saya Alhamdulillah baik, sehat. Waktu tidak terasa berlalu begitu cepat. Rasanya tinggal di Jepang baru saja kemaren. Tetapi setelah dihitung-hitung, satu tahun 10 bulan, 670 hari. Mudah-mudahan Allah menganpuni dosaku yang telah berbuat zhalim terhadap waktu. Insya Allah Saya akan berusaha terus untuk berbuat adil

Alumni & Kader
(keamanan atau keselamatan kerja). Karena di negeri otomotif ini, keselamatan kerja adalah yang paling utama, baik keselamatan diri sendiri maupun buat orang lain. Tak heran, tulisan 'anzen dai ichi' (keselamatan yang paling utama) tertempel di mana-mana. Masa itu sudah terlewati setahun lalu. Sekarang saya sudah di tahap jishu/jishusei (bekerja sambil belajar). Jadi saya beserta 13 teman yang lainnya dibedakan jenis kerja dan teamworknya. Saya satu tim bersama dua orang Jepang, mengoperasikan sebuah mesin press 2500 ton, yang digunakan untuk mengepress besi yang di panaskan 1200 derajat, untuk dibuat barang-barang otomotif, seperti gear, join, drum, lora dan lain-lain. Satu unit mesin yang besarnya sama dengan satu blok kelas ini, tergolong manual. Satu hari rata-rata menghasilkan 2500-3000 buah onderdil. Selama bekerja bersama orang Jepang, saya mengamati mereka memang kelihatan sangat gesit dan cepat dalam bekerja. Karena semuanya terjadwal dengan jelas permenitnya, seperti ujian amaliyah tadris. Waktu satu menit sangat berharga, yang menentukan kelulusan dan kepercayaan. Setelah selesai bekerja meeting, membuat laporan kegiatan, masalah-masalah yang terjadi, semuanya dilaporkan dalam urutan waktu, dan mengisi grafik. Masyarakat Jepang mungkin masih terpengaruh oleh kebiasaan nenek moyang mereka, masyarakat samurai. Semboyannya, 'lebih baik mati daripada menanggung malu karena kekalahan'. Sehingga mereka bekerja dengan giat dan cepat, serta target harus tercapai. Sedangkan masakan dan makanan setiap hari seperti di Indonesia, karena masak sendiri. Memasak ikan, sayur lodeh, sop, bala-bala, mie instant impor dari Indonesia, dan tentunya nasi. Sedangkan daging, ada daging impor Haji Baba yang ada mereknya halal. Tahu, tempe termasuk makanan mahal, 1/4 kg 450 Yen atau setara Rp38.250,00. Tentang beribadah, Alhamdulillah dari perusahaan kami diberi ruangan untuk shalat, 2 X 4 m2. Disitulah kami mendirikan shalat lima waktu, juga shalat Jum'at. Orang Jepang termasuk yang menjunjung tinggi hak asasi. Jadi tidak masalah kita melaksanakan shalat selama tidak menggangu kewajiban di perusahaan. Komunitas muslim di Jepang Saya tidak tahu banyak. Yang saya tahu di Kobe ada masjid agung dan Islamic Center. Di sana sering diadakan ta'lim termasuk jamaah daurah dari Indonesia. Saya sendiri tidak bisa banyak mengikuti di sana karena jaraknya cukup jauh. Hampir tiga jam untuk sampai di sana. Saya datang ketika shalat Ied saja. Dan yang saya tahu kebanyakan yang shalat orang-orang asing, dari Indonesia, India, Pakistan.
50 WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008
Ahmad Cholil (kiri) bersama Pembinanya di Jepang

Ada juga yang dari Mesir. Orang Jepang sendiri sangat sedikit, hanya beberapa orang saja. Cerita Saya sampai di sini dulu. Minta maaf saya gak ada foto-foto di perusahan. Soalnya di Jepang cukup tertutup kalo mau mengambil gambar atau video di dalam perusahaan. Salam buat temen-temen. Iro iro arigatoogozaimas, jya mata rainen. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (Ahmad Cholil)

Kilasan Berita
‫ ں‬Festival Marawis Sekabupaten Bogor

Grup Marawis “ An-Najwa” Darunnajah Cipining pimpinan Dede Wahyu Hidayat menyemarakkan Festival Marawis sekabupaten Bogor dalam rangka harlah Partai Persatuan Pembangunan yang ke-35. Kegitan ini digelar bertepatan dengan peringatan tahun baru 1429 Hijriah di Cibinong, 24 Februari 2008. Festival ini diikuti oleh + 50 tim dari berbagai instansi dan lembaga. Selain itu digelar juga festival busana muslim dan rebana untuk umum.
‫ ں‬Lomba muhadloroh Kampus 2

kepemimpinan siswa (LDKS) yang diselenggarakan pada pertengahan Maret 2008. Pelatihan yang juga melibatkan peserta dari OSIS MTs Darunnajah Cipining ini ditangani oleh Ustadz Muhrizal (pembina OSIS).
‫ ں‬Bioskop 22 (twenty two) putar “Ayat-

Ayat Cinta”
Booming penayangan film 'Ayat-Ayat Cinta' yang diadaptasikan dari novel terlaris karya Habiburrahman El Shirazy di bioskop-bioskop di berbagai wilayah menarik perhatian para santri yang sedang belajar di pesantren Darunnajah Cipining. Melihat animo yang cukup besar terhadap film tersebut dan tidak mungkinnya para santri menonton di bioskop, maka pengurus Organisasi Santri Darunnajah Cipining (OSDC) memutar film A2C tersebut di “ Bioskop 22” Darunnajah, 14 Maret 2008, dengan tiket Rp 1.000. Acara nonton bareng di aula pesantren tersebut juga diramaikan dengan penampilan nasyid dan doorprize.
‫ ں‬Enam Guru Cipining Ikuti Seminar

Siswa-siswi Darunnajah TMI (MTs dan MA) nonasrama Darunnajah Cipining untuk pertama kalinya melaksanakan lomba muhadharah (pidato) ala 'Pildacil' dengan adanya komentator untuk setiap penampilan da'i. Acara ini sukses diselenggarakan pada tanggal 6 Maret 2008. Bertindak sebagai komentator Ustadz Muhlisin, S.H.I., Ustadz Mu'allim Fajri, dan Ustadz Muhammad Musta'in Billah, S.E. Nandang Munandar (kelas XI MA) selaku ketua panitia berharap lomba ini sebagai ajang untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan ekstrakurikuler siswa-siswi TMI nonasrama, terutama di bidang orasi. Sementara itu Tri Astuti Anjani, peserta pidato berbahasa Inggris, merasa senang dapat tampil pada kesempatan itu. “ Saya ingin mencoba kemampuan bahasa Inggris saya. Meskipun grogi tapi gak apa-apalah, yang penting saya sudah mencoba” , ujarnya kepada WARDAN.
‫ ں‬Regu Singa Padang Pasir Ramaikan

Pendidikan
Pertengahan Maret 2008 lalu enam orang guru TMI (MTs dan MA) Darunnajah Cipining diutus mengikuti seminar pendidikan di SD Islam Darunnajah Ulujami Jakarta. Forum ilmiah ini mengangkat tema komunikasi orang tua (dan guru) dengan anak; dan percaya diri berbicara tentang seks kepada anak. Keenam peserta dimaksud adalah Ustadz A. Rosikhin, S.Pd.I (Kepala Biro Pengasuhan); Ustadz Nur Fathoni, S.H.i (Kepala MI); Ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I; Ustadz Munip Rahman, S.Pd.I; Ustadz A. Qomaruddin, S.Pd.I; dan Ustadz Muhamad Mufti AW. Narasumber seminar ini adalah Reza M. Syarif (motivator dan trainer); Dr. Leila Mona Gheniem (pakar komunikasi pendidikan); dan Wulansari, Psi. (konselor pada Yayasan Kita dan Buah Hati pimpinan Hj. Elly Risman, Psi.).

AKRAMASI ke-3
Regu pramuka penggalang 'Singa Padang Pasir' andalan koordinator pramuka Darunnajah Cipining, 14 Maret lalu, turut berpartisipasi dalam Perkemahan Ajang kreatifitas Remaja Berpotensi (AKRAMASI) ke-3 Pondok Pesantren Darul Ulum Lido. Pada kegiatan yang mengusung moto 'Shine of scouting the power miracle of wonder inspirations', itu regu pimpinan Hari Wijaya tersebut menggondol 4 emas dan 3 perak dari 25 cabang perlombaan yang dipertandingkan. ‫ ں‬SMP Darunnajah Cipining

Selenggarakan LDKS
Wawasan tentang kepemimpinan untuk pengurus OSIS SMP Darunnajah Cipining digembleng melalui pelatihan dasar
WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008 51

Tahniah & Takziyah
PERNIKAHAN
“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir.” Barakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fi khair. Itulah doa yang kita ucapkan kepada saudara kita yang melangsungkan pernikahan sebagaimana diajarkan oleh nabi kita Muhammad SAW. Semoga saudara kita yang baru-baru ini telah melangsungkan akad nikah, membentuk rumah tangga, senanatiasa deanugrahi keluarga yang sakinah, mawadah warahmah. Mereka itu adalah sebagai berikut: 1. Siti Aisah, Am.Keb (alumni TMI Darunnajah Cipining) dengan Ahmad Dahlan, di Tangerang, Ahad, 13 Januari 2008. 2. Ida Mahmudah, A.Ma (alumni TMI Darunnajah Cipining) dengan Hafizul Khalis, S.Pd.I, di Lebak Wangi, Bogor, Senin, 21 Januari 2008. 3. Ustadz Isa Abdillah, S.E (guru TMI Darunnajah Cipining) dengan Sofariyatunnada, di Cipining, Senin, 24 Maret 2008. 4. Usth. Euis Isnawati dengan Wahyu Adi Pratama (keduanya alumni TMI Darunnajah Cipining), di Tangerang, 11 April 2008. Atas nama keluarga besar Pesantren Darunnajah 2 Cipining turut berbelasungkawa atas wafatnya beberapa orang dari keluarga besar Pesantren, relasi serta beberapa tokoh. Semoga kepada mereka Allah memberikan tempat yang layak disisiNya, dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga Allah memberikan kesabaran dan keikhlasan. Mereka yang telah berpulang ke rahmatullah itu adalah sebagai berikut: 1. H. Muhammad Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia, Ahad, 21 Januari 2008. 2. Tika binti Tatang, saudara sepupu Muhammad Merdeka (santri kelas V TMI), Selasa, 15 Januari 2008. 3. Hj. Kastian Indriawati binti Kasinan, istri Ketua MPR RI Dr. HM Hidayat Nurwahid, Selasa, 22 Januari 2008. 4. Bapak Damiri, kakek Ustadz Sunardi (alumni TMI Darunnajah Cipining angkatan ke-2), Sabtu, 26 Januari 2008. 5. Hj. Kastian Indriawati binti Kasinan, Istri dari DR. Hidayat Nur Wahid (Ketua MPR RI), Jateng, Selasa, 22 Januari 2008 6. Zaenab binti Dasman, Ibu dari Kakak Ipar Ustadz Hafidz Mahyudin, Rabu, 12 Maret 2008 7. H. Hamdan Mahyudin bin Muhammad Basir, Kakak dari Ustadz Candra Setiawan, Selasa, 18 Februari 2008 8. Ruslan bin Sawed, Kakek dari Dede Maryadi (Santri kelas V TMI Darunnajah), Tangerang, 21 Februari 2008 9. H. Faijan, Kakek dari Ustadz M. Mudatsir, S.H.I, Selasa, 22 April 2008 10. Zariyatun, Nenek dari Ustadz Nur Fathoni, S.H.I,. dan Ustadz M. Nur Rohman, Jateng, Selasa 3 Juni 2008 11. Daman Iskandar bin Oja, Kakek dari Ryandi Bagus (santri kelas I TMI Darunnajah), Depok, Mei 2008 12. Abdul Mu'in bin Abdullah, Saudara Sepupu dari Ustadz Candra Setiawan, Palembang, Selasa, 10 Juni 2008.

KELAHIRAN
Salah satu amalan yang pahalanya tidak terputus walau seseorang telah meninggal dunia adalah doa anak yang shalih terhadap orang tuanya. Maka, lahirnya seorang anak, selain sebagai anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada pasangan suami-istri, juga sebagai amanah bagi orang tuanya yang harus dipelihara dan dididik. Selamat berbahagia kita sampaikan kepada keluaraga besar Pesantren Darunnajah Cipining yang kembali dikaruniai seorang anak. Semoga Allah menjadikan anak tersebut shalih dan shalihah serta berbakti kepada orang tuanya. Anak yang baru lahir tersebut yaitu: Hilwa Farhatunrahmah, putri kedua pasangan ustadz Katena Putu Gandhi, S.Pd.I dengan Ustadzah Sri Purwati, A.Ma, Sabtu, 29 Maret 2008 .

BERITA DUKA
Semua manusia adalah milik Allah swt dan hanya kepada Allah pulalah kita akan kembali. Ketika ajal seorang telah sampai, maka tidak ada seorangpun yang dapat menghalanginya.

52

WARDAN, No. 29 Vol. XIX, Juni 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->